Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mirchi "Cabai"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
MILAN, ITALI
- Dimana Jai, bro? - Sedang di jalan.
Tolong.
Jangan.
Tahu, siapa aku?
Anak orang kaya. Anak nakal manja. Rahul.
Dia kenal aku.
Menyebalkan.
Saat gadis senegara kami minta bantuan..
..malam hari di negara asing, harus kami bantu.
Apa? Mau memukulku?
Berkelahi takkan selesaikan masalah.
Kita negosiasi saja.
Sialan kau.
Karena kau bayar mereka, mereka rela membelamu.
Saat kupukul dia sekali, tubuhnya akan terbang.
5 detik kemudian, jatuh.
Lalu tangan dia yang bergelang akan memukulku.
Sekali kutendang, dia terbang.
Lelaki di belakangmu cuma diam.
Ototnya bagus, tapi otak lebih penting dari otot.
Akan kupukul dia sekali.
Lalu dia mampus.
Lalu kalian akan menyerangku satu-satu.
Kau kira aku cuma omong kosong?
Lihat dan percayalah, bro.
Saat memukul kalian, kulupakan jati diriku.
Tapi pakailah cara cinta, bro.
Selanjutnya apa?
Mungkin dia jadi mencintaiku.
- Hei, Rahul. - Apa-apaan itu, bro?
Ayolah, bro.
Apa maksud ucapannya?
- Cinta. - Omong kosong.
Terima kasih.
- Aku Manasa. - Hai. Aku Jai.
Entah apa nasibku jika tak ada kau.
Sudahlah. Kau dari Hyderabad?
Bukan. Dari Iragavaram dekat Macherla.
Daerah Palnadu?
Ya.
Lupakan masa lalu, tatap masa depan.
Selamat malam.
Tetaplah senyum.
Minggu lalu kau bertemu lelaki itu.
Masih kangen dia?
Tahu, apa isi pikiran lelaki?
Entah dia melupakanmu atau kangen kau.
Dia pasti ingin menggodamu.
Lupakan dia.
Dia orangnya?
Kenapa kau disini?
Ini apartemen-mu?
Malam itu...
Aku lupa malam itu. Kau ucapkan terima kasih.
Namamu..
..Manasa.
Manasa, kan?
Kebetulan.
Motorku mogok disini.
Lucu, kan? Lucu sekali.
Bentar, bro.
Jadi, ada apa ini?
Lucu sekali.
Mendadak motorku nyala. Aneh.
Lelaki ini juga kangen kau.
Hai, Cewek. Aku Jai.
Pacaran saja. Lalu kalian akan Ehem-Ehem.
Kau ceritakan mereka soal aku?
Keren.
Mau minum kopi?
Minum kopi dulu lalu ke kampus.
Ayo pergi, teman.
Lihat. Motorku siap.
Lain kali saja.
Tak masalah.
Hei. Itu Jai, kan?
- Hai. - Hai, Cewek.
Minum kopi itu konyol. Aku memang konyol.
Mau makan dan minum alkohol?
Maaf, Jai. Aku mau belanja dan bersihkan kamar.
Lain kali saja.
Lain kali? Maksudnya tak ada waktu, Sayang.
Hei, Sushma. Letakkan bunga disana.
Manasa, kenapa telat?
Semua menunggumu. Ayo.
Apartemen dan kamarmu sudah bersih.
Sana mandi.
Aku beli makanan Cina kesukaanmu. Ayo makan.
Maaf, Manu.
Dia menata apartemen-mu jadi indah.
Makanya kuberitahu dia tentangmu.
Kau suka makanan Cina, anak anjing putih..,
..pemusik Ilaiyaraaja, menatap bintang.
Hanya itu yang kutahu.
Sana bersiap, Manasa. Aku lapar.
Mumpung makanan masih hangat.
Itu tak lucu.
Selamat malam. Dadaa.
Besok ada acara? Mau ikut aku?
Ikut saja.
- Sebenarnya... - Ya. Lain kali.
Besok aku lewat depan apartemen-mu.
Ikutlah aku.
Jam 7 pagi. Dadaa.
All the boys and the girls "Semua pemuda pemudi"
Come on to the floor "Naiklah ke panggung"
Let's party in Indian style "Ayo berpesta gaya India"
So put up your smile "Kembangkan senyum"
Hit it "Ayo"
Are you ready "Kalian siap?"
Khol teri khidki,, "Buka jendela, Sayang"
Khol teri khidki,, "Buka jendela, Sayang"
Welcome chepputhadi life andariki "Kehidupan menyambut semuanya"
Lets party party right now o soniye "Ayo mulai pesta, Sayang"
Lets party party right now "Ayo mulai pesta"
Khol teri khidki,, "Buka jendela, Sayang"
Welcome chepputhadi life andariki "Kehidupan menyambut semuanya"
Lets party party right now o soniye "Ayo mulai pesta, Sayang"
Lets party party right now "Ayo mulai pesta"
Lets live,, "Ayo nikmati hidup"
Like there's no tomorrow "Bagai tiada hari esok"
Lets sing lets dance "Ayo menyanyi, menari"
Like we don't know the meaning of sorrow "Lupakan semua kesedihan"
Bujji life idi manalni nammukunnadi "Kehidupan mempercayai kita"
Danni muddu chesi haddu daatudam "Hiduplah sesuai harapan kita"
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Are you ready "Kalian siap?"
Khol teri khidki,, "Buka jendela, Sayang"
Welcome chepputhadi life andariki "Kehidupan menyambut semuanya"
Lets party party right now o soniye "Ayo mulai pesta, Sayang"
Lets party party right now "Ayo mulai pesta"
All the boys and the girls "Semua pemuda pemudi"
Come on to the floor "Naiklah ke panggung"
Let's party in Indian style "Ayo berpesta gaya India"
So put up your smile "Kembangkan senyum"
Life anedi style gunna jeans pant ra "Hidup bagai celana jeans"
Chirugulenni unna dont care it "Bisa dinikmati bermacam gaya"
Jivvumanna Champaigne nuragalekkalo "Hidup bagai minuman Sampanye"
All the time josh pongale "Yang bangkitkan gairah"
Rekkalunna dreams unnay "Banyak cara wujudkan mimpi"
Gallo thele guts unnay "Beranilah terbang"
Crazy,, thoughts unnay "Banyak cara warnai langit"
Kiss me in the open sky "Ciumlah aku di langit"
Jet speed lo freaky attitude tho long drive keldam life tho "Pancarkan bara jiwa muda"
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Are you ready "Kalian siap?"
Oxford dictionary lo dorakanandi ra "Meski di kamus manapun"
Zindagi ka asalu sisalu meaning "Sulit temukan arti kehidupan"
Oxygen lo swachamaina oopiredi ra dantlo anandanni chesi chudu mixing "Padukan bahagia dengan oksigen"
Celebrations switch on aaa "Lanjutkan pesta"
Sambarala cyclone aa "Nikmati udara segar"
Live like a full moon aa "Hiduplah seindah bulan"
Common every second rock on "Ayo tiap detik berpesta"
Aa choti zindagi size penchalenidi "Hidup tak jalan tanpa memulai"
Nelo happiness range penchudam "Ketahuilah hal bahagia itu"
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
Yahoon,, bolo yahoon yahoon come on everybody bolo yahoon yahoon "Ayo semua katakan 'Ya-ya'."
All the boys and the girls "Semua pemuda pemudi"
Come on to the floor "Naiklah ke panggung"
Let's party in Indian style "Ayo berpesta gaya India"
So put up your smile "Kembangkan senyum"
Puas bersenang-senang?
Belum, Jai.
Ini waktu terbaikku.
Semoga hidupku selalu begini.
Tergantung diri kita, Manasa.
Hidup kita di tangan kita.
Tidak, Jai.
Hidupku tidak di tanganku.
Keluargaku, desaku, berbeda, Jai.
Mereka saling membunuh.
Mereka tak bisa mencintai dan hidup sepertimu.
Aku bisa ke Amerika ini karena kuliah.
Setelah lulus, aku harus pulang ke desa.
Tapi aku ingin hidup sepertimu.
Aku ingin bahagia bersamamu.
Apa salahnya hidup bahagia, Manasa?
Bahagiaku hanya jika hidup bersamamu.
Aku tak bahagia hidup di desaku.
Aku mau di desa saja seperti dulu.
Jangan temui aku lagi.
A
V
R
Orang ke luar negeri untuk kuliah.
Kau malah dari luar negeri ke India.
Demi seorang gadis, Pak.
Hati-hati. Sejak 10 tahun lalu, ulah dia begitu.
Mahasiswa se-geng-nya sudah jadi dosen.
Ini akibatnya ganggu kakak kami Poorna.
Sialan, dia darimana sih?
Dia ganggu kita.
Jika begini terus, kita dibodohi.
Ayo hajar dia.
Ayo takuti dia.
"Bro, kau hebat"
"Bro"
Jangan pedulikan siapapun. Habisi dia.
Jangan pedulikan aku.
- Kau siapa? - Biar kuhajar dia.
Kawan.
Biar kutangani Poorna.
Biar kuhajar mereka.
Jangan ikut campur.
Aku paham apa maumu. Sebentar.
Lempar koin ini.
Siapa yang menang, boleh menghajar Poorna.
Kenapa ikut campur?
Minggir. Biar kuhajar mereka.
Hei gendut, kau gegabah.
Ayo kita berkelahi.
Siapa yang menang, boleh menghajar Poorna.
Meski aku tak gegabah, aku lebih jago menghajar dia.
Kau bukan gegabah atau omong kosong, cuma sok jagoan.
Meski kau tak tahu apa-apa, tenagamu bagus.
Kau saja yang hajar dia.
Salam, bro. Daa.
Dia malah tak berguna.
- Kawan. - Apa, bro?
Setelah kuhajar dia, jangan ganggu aku.
Oke, bro. Besok kami ada ujian.
Kami harus belajar.
Hei, seret anak ini.
Hajar anak ini saat di kamar.
Terima kasih, bos. Semalam aku mabuk.
Andai semalam tak ada kau, kami mampus.
Dia orangnya?
Kok mereka tahu? Padahal mereka juga mabuk.
Kawan, kenapa kalian santai saat mau dihajar?
Harusnya waspada.
- Kita berteman dengannya agar ditraktir mabuk. / - Diam.
Kami tahu nama mereka yang mau menghajar Poorna.
Akan kami hajar mereka.
Jangan. Sia-sia saja.
Pikirkan cara menakuti mereka.
Mereka harus takut dihajar Poorna.
Dan mereka takkan menghajar Poorna.
Pikirkan ide baru, bro.
Mau gabung geng kami?
Ya. Aku belum dapat kamar asrama.
Di kamarku saja.
Ayo.
Ayo.
A
Z
Tutup pintu. Jangan dibuka.
Dimana dia?
Rumah kita besar. Kenapa potong kuku disini?
Masuk.
Astaga, mereka datang. Masuk.
Masuk.
Ada apa, Veera Pratap? Mau ke kantor?
- Ya. - Ini temanku Jai.
Ini Veera Pratap pemilik asrama.
- Hai, Pak. - Panggil Pratap saja.
Dulu namaku Veera Pratap.
Lalu mereka datang, kuhapus tulisan nama Veera.
Ayo minum teh.
Teh? Aku mau ke bank.
Kak Ipar pergilah, biar ku bikinkan teh.
Apa, Sayang?
Kak Ipar pergilah, biar ku bikinkan teh.
Kau mau bikin teh, kopi, makanan.
Jangan beri mereka makan.
Biar aku yang beri mereka makan. Masuklah.
Masuk.
Masuk.
Kami tidur di kamar. Kau tidur disini.
Kita mabuk tidur dimanapun, tak perlu kamar.
Dia tidur di kamar. Kalian tidur disini.
Ini teh.
Terima kasih, Pak.
Singkirkan kakimu.
Untuk menaruh teh.
Barang dia banyak.
Uang sewa tambah 5000, makanan 2000.
Kok uang sewa nambah? Kan tidak nambah ruangan.
Meski bangku pesawat kosong, ada biaya penumpang.
Uang sewa juga nambah.
- Hei, Pratap. - Ya?
Besok aku ulang tahun. Ambil uang bank 1 lakh.
- Kami mau pesta. - Oke. Terima kasih.
Selamat ulang tahun, Nak.
Mau duduk disini saja?
Selamat ulang tahun, Poorna.
Minggir.
Maaf. Dia mendorongku.
- Tak apa. - Terima kasih.
Tak apa ya, aku jatuh kena cewek?
Minggir.
Maaf. Dia mendorongku.
Tak apa.
Ini hebat.
Hai.
Aku punya ide.
Minggir.
Apa-apaan ini? Disinipun dia memukulku.
Kau kan pemilik asrama, kenapa takut?
Mau bagaimana lagi?
Sejak awal, memang begitu.
Makanya dia sering memukulku.
Hei, Poori.
Apa ini?
Rokok.
Kenapa ada rokok disini?
Tadi aku merokok, kubuang kesini.
Tadi kau merokok, dan dibuang kesini.
Memangnya ini rumah siapa?
Ini rumah Veera Pratap Manajer bank SBI.
Tahu, siapa Veera Pratap?
Jika merokok disini lagi, ku usir kau.
Tak hanya itu.
Apa ini?
Botol bir.
Botol bir, ya? Kukira botol susu.
Hei.
Akan kutusuk kau. Sana masuk.
Kau bilang begitu?
Ya, Nak.
Harusnya pemuda minum jus, bukan bir.
Mereka bayar sewa per bulan.
Lalu aku bertindak.
Kunasihati dia.
Hei. Tunggu. Jam berapa ini?
- Jam 11:30 malam. - Jam 11:30 malam?
Jangan seenaknya pulang-pergi kapanpun.
Oke, terserah kau.
Istri dan adik iparku didalam. Kau masuk. Aku disini.
Dasar tak berguna.
Tunggu. Aku belum selesai bicara.
Kau mengabaikan ucapanku.
Jam berapa ini? Tahu, siapa aku ini?
Aku Veera Pratap Manajer bank SBI. Jawablah.
Begitulah, Nak.
Dia menghajarku. Aku menyerah.
Aku harus bagaimana?
Biasanya orang pulang jam 5 sore.
Dia malah seenaknya pulang-pergi kapanpun.
Aku capek menasihatinya.
Ini jangan dibiarkan.
Tenang saja. Biar kutangani.
Mau menangani bagaimana?
Kekasihmu ulang tahun, ya?
Mau dansa dengannya?
Bersiaplah.
Mereka tak ucapkan selamat ulang tahun padamu.
Mereka takut padanya.
Mereka hadir ke pestamu ini.
Harusnya mereka tak menjauhimu.
Kenapa suka berkelahi? Tak suka hal lain?
Usia muda begini suka berkelahi.
Sukailah cewek.
Sukailah cewek. Cewek mengagumkan.
Ayo dansa?
Tentu, Sayang.
Ayo dansa?
Ayo.
Nikmatilah.
Berdansalah. Ya, bro.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Love all,,, "Cintailah semuanya"
Kemarin, kucampur alkohol dengan vodka.
- Oh ya? - Hebat. Ayamnya pun enak.
Hai, kawan.
Hai semua.
Hei.
Hei, kau cantik.
- Ayo minum kopi? - Kopi?
- Kopi? - Ya.
Ayo.
Dia bilang 'Gadis itu cantik'. Lalu mengajak minum kopi.
Ayo cari teman lain.
- Pak Pratap. - Ya?
Ini uang sewa bulan lalu.
Tak usah, Nak.
Kau marah ya, mau menghajarku?
Poorna sudah berubah.
Terimalah, Pak.
Bagus, kau berubah.
- Kau kenapa? - Tak apa.
Aku dipindah tugaskan.
- Kemana? - Daerah Palnadu.
Dekat Macherla. Iragavaram.
- Itu desaku. - Desamu?
- Mau menginap dimana? - Di kantor bank.
Menginaplah di rumahku.
- Sebentar. - Tak usah. / - Bentar.
- Tak usah, Nak. - Ibu.
Aku takkan menginap di kantor bank.
Aku mau menginap di rumahnya.
Kuhabiskan uangku 1,5 lakh.
Jika tak bisa untung 3 lakh, namaku bukan Veera Pratap.
Menginaplah di rumahku.
Oke, Nak.
Karena sudah izin ibumu, aku menginap di rumahmu.
Bagus.
Takkan ada masalah. Hati-hati.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Keluar.
Hei, seret dia.
Cepat.
Kakak. Minggir.
Kakak.
Ayo.
Minggir.
Lihat baik-baik, Kak.
Akan kubunuh anak buahnya Deva.
Lepaskan aku.
Hei.
Aku tetap marah sampai kubunuh pembunuh putramu..
..yang membuatmu jadi begini.
Aku mau libur sebulan.
Kalau kau? Mau ke Itali?
Buat apa aku ke Itali?
Aku mau ke Mogulturu, Nellore, Eluru, Guntur, Tanguturu.
Ke desaku saja.
Cepet banget dia berkemas.
Pasti ada maunya.
Mirchi,,,, lanti kurrade "Pemuda ini sepedas cabai"
Mirchi,,,, "Cabai"
Ey mira mira meesam thippi "Kumisnya dia putar"
Missile alle dookade "Bagai peluru meluncur"
Mirchi,,,, "Cabai"
Mirchi,,,, lanti kurrade "Pemuda ini sepedas cabai"
Mirchi,,,, "Cabai"
Ey mira mira meesam thippi "Kumisnya dia putar"
Missile alle dookade "Bagai peluru meluncur"
Mirchi,,,, "Cabai"
Aa nippuku malle nikaarsaina aakaram "Gayanya sepanas bara api"
Aadu gettina chota adiripoddi gudaram "Langkahnya hebohkan arena tarung"
Abba ippudikanna modalavthadi yavvaram "Kini pertarungan dimulai"
Idi cheppudu chalu dummo dummo dummaaram "Dia membuat musuh takut"
Mirchi,,,, lanti kurrade "Pemuda ini sepedas cabai"
Mirchi,,,, "Cabai"
Ey mira mira meesam thippi "Kumisnya dia putar"
Missile alle dookade "Bagai peluru meluncur"
Mirchi,,,, "Cabai"
Aa ekkadekkada bailellado bangaram "Kemanapun dia melangkah"
Gundelu thatti mogisthadu alarm "Membuat musuh terbirit ketakutan"
Ye dikkulu mutti puttisthado kallolam "Dia ciptakan kehebohan"
Enni lekkalu vesi evvaram maatram cheppagalam "Semua terpana kehebohannya"
Mirchi,,, "Cabai"
Mirchi,,, "Cabai"
- Ramu, bawakan koperku. - Baik, Tuan.
Bro, darah ini pasti bekas potong kambing atau ayam.
Ayo.
Apa kabar, Ayah?
Situasi sedang buruk. Jangan keluyuran sendiri.
Baik, Ayah.
Ini temanku Jai.
Senang kita bertemu, Pak.
Hei.
Gayanya begini karena tinggal di luar negeri.
Ayo masuk.
Hai, Ibu.
Akhirnya kau pulang.
- Sibuk kuliah, ya? - Ya.
Ini temanku Jai.
Hai, Bibi.
Sudah lama aku tak lihat budaya Telugu begini.
Antar dia ke kamar.
Biar Ibu siapkan makanan.
Oke, Ibu.
Apa kabar, Bibi?
- Kau baru datang? - Ya.
Ini bibiku.
- Bibimu? - Ya.
Dunia tak adil. Bibi tampak muda.
Sulit kupercaya.
Ini pamanku.
Halo, Pak.
Kakak.
Manasa? Kapan kau datang?
Minggu lalu.
Baju dan gaya Kakak berubah.
Ini temanku Jai.
Ini adikku Manasa.
Hai.
Ada apa?
Berkat dia, gayaku berubah.
Ayo.
Paman, ini temanku Jai.
Hai.
Kau ke desa dengan bergaya orang kota.
Maaf, kawan.
Dengar.
Hati-hati dengan ayah dan pamanku. Ayo.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Jai.
Aku sedih saat kita berpisah.
Tak kusangka kau kesini.
Hidup hanya sekali, Manasa.
Aku tak percaya reinkarnasi.
Jika hidup kita tak bahagia, itu salah.
Aku ingin kau bahagia.
Saat kau bahagia, hidupmu bagus.
Mengubah rumah ini tak semudah kau mengubah kakakku.
Mereka juga manusia.
Manusia bisa berubah. Ayo ubah mereka.
Mereka menjebak, menculik, membunuh orang kita.
Aku harus tahu semua kegiatan Uma.
Persembahkan kepala Uma ke Dewi Poleramma.
- Salam. - Salam.
Salam.
Selamat malam, Pak.
Pratapam, kenapa baru datang?
Bukan Pratapam, aku Pratap.
Aku telat, ada kerjaan di bank.
Terima kasih aku boleh tinggal disini.
Hati-hati. Jika desa tetangga tahu kau disini..,
..mereka bisa membunuhmu.
Terima kasih, Pak.
Salam, Bu.
Sana ganti baju. Lalu makan.
Baik.
Oke. Daa.
Saat waktunya tepat, bilang ke keluargaku soal kekasihku.
Kau sedang jatuh cinta.
Nikmatilah dulu, bro.
Oke.
Salam, Nak.
Pak, apa kabar?
- Kau nyaman disini? - Ya, nyaman.
Veera Pratap nyaman ingin disini setahun.
Anggap rumah sendiri. Oke?
- Bentar. / - Ya. - Hai, Sayang.
Dia bilang 'Sayang', ya?
Aku ada urusan.
Halo, Pak Pratap. Bagaimana suasana disini?
Bagaimana apaan?
Kubayar 1 lakh, malah seperti neraka.
- Memang kenapa? - Begini...
Di desa, harusnya ada ayam.
Harusnya tiap rumah menjalankan tradisi.
Harusnya suasana desa menyenangkan.
- Desa ini berbeda. - Memang.
Malah kudengar kata-kata 'Bunuh, balas dendam'.
Aku mau pulang, tak mau disini.
- Aku mau pulang. - Sana pulang saja.
Sudah kucoba pulang.
Tapi saat aku ke bank, mereka malah memukulku.
Dan mereka membawaku kesini.
Aku tanya 'Kenapa aku dipukuli?'.
Kata mereka 'Itu cinta'. Persetan dengan cinta.
- Salam, Pak. - Salam, Pak.
Ada apa?
Ini putriku Padma.
Nilai ujiannya tertinggi di SMA.
Dia ingin kuliah.
Kami sudah ke kampus teknik.
Ada biaya kuliah.
Negosiasikan dengan pihak kampus.
Kubilang jangan kuliah. Putrimu ingin kuliah.
Harusnya putrimu kerja sepertimu.
Ingat statusmu. Jika putrimu kuliah, susah dapat jodoh.
Sudah, jangan kuliah.
Besok putrimu kerja bersama ibunya.
Pergi.
Semua orang di rumahmu, aneh.
Harusnya mereka bicara pakai cinta.
Kenapa masih disini? Pergi.
Kau ingin ubah mereka seperti kau mengubahku?
Gadis lah yang mengubahku menjadi berhenti berkelahi.
Mustahil mereka berubah.
Ayo.
Hidup ini indah, bro.
Kenapa Fatima kesini?
Pasti dia butuh uang.
Kenapa kesini? Butuh uang?
Suamiku mempercayaimu sekeluarga.
Tapi dia mati berkelahi demi membelamu.
Aku kesini bukan minta uang.
Putraku cuma 1, berumur 16 tahun.
Dia jadi anak buahmu, mau bunuh pembunuh ayahnya.
Dia mengabaikan nasihatku.
Nasihati dia. Suruh jangan jadi anak buahmu.
Dia lelaki. Lelaki tetaplah lelaki.
Dia akan tetap disini. Kau pergilah.
Jika dia dibunuh?
Jika anakku jadi anak buahmu..,
..lebih baik aku tak punya anak.
Pergi.
Dia kerja disini.
Dia akan bunuh pembunuh ayahnya.
Meski yang menggangguku istrinya anak buahku..,
..juga akan kubunuh. Ayo pergi.
Poorna.
Dimana kakakmu?
Telpon saja kakakku.
Sejak aku kesini, kuperhatikan dia.
Dia sering menelpon.
Dimana Kak Jai?
Kukira disini cuma lelaki yang menampar wanita.
Wanita juga menampar lelaki?
Tak hanya kutampar, akan kubunuh kau.
Kau tanya, dimana 'Kak' Jai?
Kau memanggil 'Kak' ke teman kakakmu, kan?
- Ada Undang-Undangnya, ya? - Memang kenapa?
Umumnya orang memanggil 'Kak' ke teman kakaknya.
Kenapa malah bahas UU?
Lupakan gadis begitu.
Kau takkan bisa jadi kakaknya.
Kita tak bisa tinggal disini.
Wanita menampar lelaki. Memalukan.
Kau mengubah dia. Ubahlah semuanya.
Sulit, Pak.
Kujadikan adik iparmu umpan untuk Poorna.
Mustahil adik iparmu umpan untuk semuanya.
Umpan? Memangnya adik iparku ikan?
Bukan begitu. Dia dan adik iparmu pacaran.
- Dia dan adik iparku pacaran? / - Ya.
Lihat, dia menikmati pacaran. Awas ya.
Jika mereka tahu dia memacari adik iparku, moga aku tak dibunuh.
Kan ada aku, Pak.
Bantu aku. Aku harus pulang dengan selamat.
Nyonya.
Fatima minum racun di sawah.
Dia di Rumah Sakit.
Sudah kubilang agar putranya tinggal disini.
- Dia keras kepala. Sudah nasib. / - Nyonya.
Ayo ke Rumah Sakit.
Kak, aku mau ikut bunuh warga desa tetangga.
Hati-hati. Jangan sampai karung jatuh.
Bawa karung kesini.
Ayo ikut.
Kemana?
Dia tak boleh pergi.
Ibunya di Rumah Sakit karena minum racun.
--NZZN-- varisnova --NZZN--
Ibuku tak apa-apa, kan?
Ibuku masih hidup, kan?
Bilang ke ibumu, hidupmu untuk ibumu, bukan untuk ayahmu.
Agar ibumu takkan bunuh diri lagi.
Ibu.
Ibu jangan mati meninggalkanku.
Jangan, Ibu. Akan kupatuhi nasihat Ibu.
Aku takkan ke rumah mereka lagi.
Percayalah, Ibu.
Kak.
Jelaskan ke ibuku.
Aku mau di rumah, rajin belajar.
Putramu mau patuhi nasihatmu.
Pindah rumah yang jauh, sekolahkan putramu.
Tak usah, Nak.
Ini bukan uangku.
Ini dari mereka untukmu.
Ibu.
Berhari-hari kita tak bertemu, Sayang.
Aku kangen.
Ponsel di rumahku, cuma 1.
Aku ingin bicara dengan istriku.
Sudah 2 hari ponsel dipakai mereka.
Apa dia memang menelpon adik iparku?
Dia jatuh cinta. Biar dia menelpon.
- Atau bilang saja kau mau menelpon. / - Oke.
Tidak, Nak. Aku kangen istriku.
Aku ingin kau bersandar di pundakku, memelukku.
Apa? Sebentar, Sayang.
Aku mau menelpon istriku.
Aku kangen istriku.
- Boleh kutelpon istriku? - Bentar.
Kakak iparmu tanya kabar istrinya.
Orang itu kenapa? Dia kan hebat.
Kabar istrimu baik. Tanya apa lagi?
Oke. Sudah kubilang kabar istrinya baik.
Bilang, kabarku baik.
Kabar kakak iparmu baik.
Sudah kubilang padanya.
- Aku tak boleh menelpon. - Apa?
- Tidak. - Oke.
Pak.
Pak.
Ada apa?
Kukira kalian tak peduli orang lain. Ternyata peduli.
Suamiku mati gara-gara kalian.
Pernah ku sumpahi kalian miskin. Tapi aku salah.
Karena sudah membantuku, semoga kalian panjang umur.
Kalian membantu putraku agar hidup lebih baik.
Akan kudidik putraku, lalu kusuruh tinggal disini.
Karena hidupnya milikmu.
Kami akan slalu ingat bantuan kalian.
Awalnya aku hidup demi mendiang ayahku.
Tapi jika ibuku mati?
Buat apa aku hidup?
Baru kini, ada yang memuji keluarga kami.
Pasti ini karenamu.
Kenapa kau bantu mereka memakai nama kami?
Mereka wargamu, Pak.
Mereka mempercayaimu.
Jika orang asing sepertiku yang bantu mereka..,
..mereka tak peduli.
Jika kalian yang bantu mereka, mereka peduli..
..dan mempercayai kalian.
Warga minta bantuan kalian.
Bukan karena kalian kaya.
Tapi karena kalian mengayomi dan dihormati.
Kekuasaan bukan untuk memerintah orang.
Namun demi bahagia dengan membantu orang.
Kita dihormati bukan karena orang rela mati demi kita.
Namun karena kita lah yang membantu orang.
Hai, Jai.
Hei.
Aku bahagia, Jai. Semua tampak baru.
Aku mau tanya.
Jawab jujur.
Kenapa kau ke rumahku?
Karena aku mau lihat keindahan desa.
Oke. Akan ku ajak keliling desa. Nikmatilah.
Baru pertama ke desa, ya?
Wow. Indah sekali.
Lihat keindahannya.
- Indah, kan? - Ya-ya.
Lihat ke sawah itu.
Sawah, ya? Malah kulihat hal lain.
Lihat di tengah itu.
Indah seperti pahatan.
- Ya. - Maksudku lihat kesitu.
Oh. Ya. Sempurna.
Lihat kemari. Cantik dan indah.
Akan lebih indah jika ini diapa-apakan.
Maksudku jika mengairi sawah.
Mengairi sawah, ya?
Lihat dengan jelas.
Maka ada banyak keindahan.
Lihatlah.
Tuan.
Masuk mobil.
Mohon ditindak lanjuti.
Baik, Pak.
Pak.
Kenapa kau yang kemari, Pak?
Harusnya aku yang ke rumahmu.
Dia warga desa kita.
Sudah kusuruh jangan kuliah.
Malah ingin kuliah. Nilai ujiannya tertinggi di SMA.
Jika dia belajar di kampusmu, pasti sukses.
Reputasimu akan bagus.
Beasiswa sudah habis. Adanya jalur pembayaran.
Bayar, ya? Bisa kubayar. Tapi jika aku yang bayar..,
..aku yang dapat reputasi.
Harus kau yang dapat reputasi. Terimalah dia di kampusmu.
Pak, bisnisku bisa bangkrut.
Jadi, kau berbisnis di kampus?
Kalau begitu, jual saja alkohol.
Besok dia mulai kuliah.
Setelah lihat dia kuliah, warga pasti minat kuliah.
Aku kesini bukan demi warga, tapi demi kampusmu.
Rajinlah belajar agar seperti dia.
Tuan.
Pemuda dari Jammalamadugu mau melamar Manasa.
Besok, dia sekeluarga datang.
Aku tak mau nikah.
Kau gila?
Orang yang mau nikah harusnya bahagia.
Kau malah kesal.
Harusnya izin dulu padaku.
Aku tak sudi lihat wajah calonku.
Harusnya bilang dulu padaku.
Akupun tak tahu.
Pamanmu yang setuju lamaran untukmu.
Jai.
Pamanku setuju lamaran untukku.
Aku tahu.
Bagaimana ini, Jai? Bertindaklah.
Pemuda itu hanya melamarmu. Belum menikahimu.
Luangkan waktu untuk lamaran besok.
Sisanya biar ku urus. Tenang saja.
- Halo. - Duduk.
Ini pamanku, calon ayah mertuamu.
Aku Veerasimhudu. Kau pasti kenal aku.
Aku membunuh 6 orang di Jammalamadugu.
Hei, Pratapam.
Mau kemana?
Bukan Pratapam. Tapi Pratap.
Aku mau ke bank.
Ini acara keluarga. Duduklah.
Dia Veerasimhudu, mau melamar putriku.
Salam. Kenapa datang dengan temanmu, bukan orangtuamu?
Jika semua keluargaku datang, bisa diserang musuh.
Oh. Strategi bagus.
Gadis itu sudah bersiap?
Suruh dia kemari.
Jika aku terlalu lama disini, bisa bahaya.
- Aku suka gadis ini. Siapa namamu? / - Manasa.
Nama yang indah. Namaku Veerasimhudu.
Kau hidangkan aku kopi.
Berikan dia kopi.
Kau kebanggaan Palnadu. Aku menyukaimu lagi.
Kau lulusan apa? Lulus SMA?
Aku kuliah MS di luar negeri.
Jadi, belum lulus SMA?
- Asalmu darimana? - Jammalamadugu.
- Bawa berapa mobil? - Dua.
Oh.
Berapa biaya perjalanan kesini?
10.000.
- Biaya makan 5.000? - Ya.
Jadi, total biaya 15.000.
Aku suka dia. Suruh orangtua tentukan tanggal nikah.
Biaya pulang-pergi 30.000, terbuang sia-sia.
Salam.
Dia menyukaiku, ya? Najis.
Buat apa dia menyukaiku?
Dia tak pantas jadi menantu Ibu.
Ibu yang bujuk mereka agar izinkan kau kuliah.
Ibu tak berhak tentukan calon suamimu.
Dia pemuda baik, kan?
Dia tinggi, berkumis tebal.
Kau saja yang nikah dengannya.
Sudah tak pantas dia nikah setua ini.
Halo.
Halo. Halo.
Suka pemuda itu?
Nasihatilah. Apa buruknya pemuda itu?
Pemuda itu sempurna. Namanya saja yang jelek.
Nama?
Nama Veerasimhudu itu nama buas.
Lebih bagus nama Sambashivudu, Sadashivudu.
Tak masalah soal namanya, sering melotot, naik mobil.
Dia bisa kita terima.
Tapi dari anak buahnya artinya musuh ingin menyerangnya.
Masih jomblo saja, musuh ingin menyerangnya.
Saat dia nikahi putrimu, musuh pasti menyerangnya.
Entah akan terjadi apa?
Dia akan mati.
Tak apa jika dia mati.
Kita tangisi seminggu dan lupakan dia.
Masalahnya jika dia hidup cacat.
Putrimu harus layani suami di kursi roda.
Kecuali dia tak punya masalah itu.
Kata pendeta, bulan depan bulan baik untuk nikah.
Aku tak setuju Manasa nikah dengan pemuda itu.
Manasa mahasiswi, tak bisa hidup dengan pemuda itu.
Boleh saja Manasa nikah dengan petani.
Tapi jangan nikah dengan pemuda yang punya anak buah.
Dia putrimu.
Jika kau tolak lamaran, akupun menolak.
Carikan jodoh lain.
Apa-apaan itu? Kau kenal gadis itu sebelumnya?
Ini rahasia. Kami kenalan di luar negeri.
Jadi, kau kesini demi gadis itu?
Begitulah.
Kau teman kakaknya, kesini demi gadis itu?
Benar, Pak.
Kau memanfaatkan semuanya.
Semuanya kau tipu.
Orang lumpuh pun kau manfaatkan.
Kau pandai menipu.
Kaupun ingin memanfaatkanku?
- Kau sudah ku manfaatkan. - Oh, benar.
Dia memanfaatkanmu sekeluarga.
Kau tak sadar. Dasar bodoh.
Tak apa.
Aaradugula andagadu "Dia tampan, tinggi 6 kaki"
Nannu Barbie girl annadu "Dia memanggilku boneka"
Kallaloki kallu petti choosi "Katanya, dari mata indahku"
Nannu baby doll annadu "Aku boneka cantik"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Hello senorita,, "Halo, Gadis"
Nuvve na horliks boost and bournvita "Kau minuman penyegarku"
Main hoon margarita,, "Aku minuman segar"
Indhaa na andhanne taagai gada gada "Teguklah kesegaran cantikku"
Pilla nee kallallo dagundo talavare "Oh Gadis, cantikmu di matamu"
Pillodi kandallo dagundo patkaare "Tanganmu laksana jepitan"
Chunnila chootesta ajaare ey ey ey ey "Akan kujepit dan memelukmu"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde jigel jigel jigel mantunde "Hatiku berdebar-debar"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde gubhel gubhel gubhel mantunde "Jantungku berdegup kencang"
Hello senorita,, "Halo, Gadis"
Nuvve na horliks boost and bournvita "Kau minuman penyegarku"
Main hoon margarita,, "Aku minuman segar"
Indhaa na andhanne taagai gada gada "Teguklah kesegaran cantikku"
Don๏ฟฝt touch me methanga "Jangan lembut menyentuhku"
Don๏ฟฝt kiss me theeyanga "Jangan manis menciumku"
Please gich me kaaranga "Ciumlah bergairah"
Pedavullo land mine zara pelchesey ra thevramga "Bibirmu ciumlah bibirku"
Oo ollemo opakka manteki unadi "Tubuhku panas membara"
One four three centigrade segallo unnadi "Hingga 143 derajat celsius"
Pillemo freezer lo chocolatela unnadi "Aku gadis selezat coklat dingin"
Yummy,, taste choosuko "Nikmati, rasakan diriku"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde jigel jigel jigel mantunde "Hatiku berdebar-debar"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde gubhel gubhel gubhel mantunde "Jantungku berdegup kencang"
Break chesta bidiyaanni "Kuhancurkan rintanganmu"
Shape chesta parvaani "Kubantu pancarkan cantikmu"
Attack chesta paruvaanni "Kuserang jiwa mudamu"
Tuffanai dookesthaa nikhettu pilla phattani "Kuserang bagai amukan badai"
Hijack chestavo kidnap chestavo "Curilah diriku, culiklah aku"
Taginatu undaladi nee naa speedu ki "Seiramakan kecepatan hasratku"
Hypnotize avvtavo mesmerize avvtavo "Kau akan tersihir, terpesona"
Open season full romance ki "Saat menyambut musim cinta"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde jigel jigel jigel mantunde "Hatiku berdebar-debar"
Barbie girl baby doll "Oh Boneka Barbie-ku"
Gunde gubhel gubhel gubhel mantunde "Jantungku berdegup kencang"
Ban-nya bocor, Kak.
Hei, ganti ban.
Baik, Kak.
- Salam, Kak. - Mau ke desa?
Ya.
Mereka datang. Cepat pergi.
Lebih cepat.
Kau akan mampus.
Dia kabur. Sialan.
Kenapa tiba-tiba kau datang?
Aku dari kota, potong rambut.
Hampir saja, kawan.
Entah apa jadinya jika kau kena serangan?
Mau menyerang balik?
Mereka harus mati.
Aku punya ide.
Mereka pasti mewaspadai seranganmu.
Jangan serang mereka sampai 50-60 tahun nanti.
Agar mereka hidup ketakutan.
Bagaimana ideku? Bagus, kan?
Ini harus diputar terus.
- Ini alat manual. - Penggiling makanan.
Mesin sawah pun rutin istirahat.
Kalian malah di dapur tanpa istirahat.
Aku tak suka.
Tahu jumlah anggota keluarga kami, kan?
Kami harus memasak untuk semua.
Jadi, seumur hidup, kalian kerja di dapur?
Kalian bangun, membuat sarapan.
Lalu memasak makan siang.
Oke. Kalian memasak makan siang dengan baik.
Setelah makan siang, lalu memasak cemilan.
Lalu memasak makan malam.
Besoknya, begini terus selamanya.
Hidup macam apa ini?
Kelak, kenangan kalian cuma memasak di dapur.
Memangnya kami harus apa lagi?
Tutuplah dapur ini seminggu.
Jadi, kau mau traktir kami makanan hotel?
Memangnya aku bilang begitu?
Pergilah liburan seminggu.
Liburan? Keren.
- Liburan? / - Cuma seminggu, bukan sebulan.
Dulu, bulan maduku cuma ke Kuil Tirupati.
Aku cuma nonton film Prema Pavuralu (1990).
Astaga. Mereka ke luar desa seperti ke luar negeri.
Ibu, ayo liburan.
Bibi, ayo liburan.
Kumohon.
Oke-oke.
- Tanya ayah dan pamanmu. - Oke.
Pak Pratap, Jai mengajak liburan seminggu.
Kau boleh ikut.
Dasar bodoh. Dia cuma memanfaatkan kalian.
Kau pasti lelah duduk begini 20 tahun.
Ayo nikmati dunia luar, Pak.
Mereka tiba-tiba menyerang kita, Kak.
Mereka mau bunuh kita. Sialan.
Paman, semua orang bosan di rumah.
Ayo liburan, Paman.
Ayo pergi liburan. Kumohon.
Jangan pergi liburan.
Kau bisa dibunuh.
Jika kalian ingin liburan, kubunuh semuanya.
Sana masuk.
Sana masuk.
Sana masuk.
Ayo bunuh musuh.
Bunuh mereka semua.
Kami mau ke Kuil Srisailam.
Saat kembali kesini, tugas akan dibereskan si bungsu.
Keluarga Deva harus mati saat menuju Srisailam.
Preman Bihar memasang 3 perangkap.
Jangan ampuni wanita dan anak-anak.
Bunuh semuanya.
Mereka akan mampus saat di perangkap pertama.
10 menit lagi, jeritan mereka akan terdengar.
Jalan.
Kenapa telpon tak diangkat?
Mereka berhasil lolos.
Akan kami coba bunuh lagi.
2 menit lagi, mereka mati.
Ada apa ini?
Hei-hei. Mereka sudah mampus?
Katakan 'Keluarga Deva sudah mati'.
Katakan.
Katakan.
Katakan.
Keluargaku selamat.
Kak.
Bagaimana keadaannya, Kak?
Bagaimana keadaannya, Kak?
"Dia takkan ampuni penyerang keluarganya"
"Dia datang selamatkan keluarganya"
"Dia takkan ampuni penyerang keluarganya"
"Dia datang selamatkan keluarganya"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Katamu, dia bukan dari keluarga itu.
Aku tak tahu dia darimana.
Berkat Tuhan, kita selamat.
Bukan. Berkat Jai, kita selamat.
Hanya Jai yang bisa selamat dari mereka.
Sudah kuduga Jai disana demi kita, Kak.
Kak Ipar, baru kini Manasa sebahagia ini.
Dia bahagia karena Jai.
Nikahkan Manasa dan Jai agar Manasa tetap bahagia.
Jai datang ciptakan kebahagiaan disini.
Nikahkan Manasa dan Jai.
Ya, Ayah.
Hanya Jai yang pantas untuk Manasa.
Entah kau ini siapa, Jai.
Dulu, aku tak bahagia.
Lalu kau kesini membuatku bahagia.
Aku mencintaimu.
Aku mencintaimu, Jai.
Aku ingin kau bahagia, Manasa.
Akupun ingin keluargamu bahagia.
Kau tahu siapa aku?
Keluargamu ingin bunuh Deva warga desa tetangga.
Aku putranya Deva.
Manasa, Jai yang sekarang, beda dengan Jai yang dulu.
Sifat Jai berbeda.
Dunia Jai berbeda.
Semua bunga ditata.
Anita, disitu kosong. Taruh bunga lagi.
Oke, Nyonya.
- Ashok. - Ya, Nyonya?
- Periksa gapuro pintu masuk. / - Baik.
Belum ada bunga tulip.
- Jai sedang beli tulip. - Oke.
Gara-gara kau telat, acara hampir batal.
Ibu, banyak penjual bunga mawar dan lili.
Jarang ada penjual bunga tulip.
Jangan banyak alasan.
- Anita, taruh tulip disana. - Baik.
- Hai, Jai. - Hai.
- Hai. / - Hai, Jai. - Hai, Cewek.
Sudah berhari-hari kita tak bertemu.
- Nyonya. - Ya?
Lihat, Jai dikerumuni lalat.
Itu proyek bangunan bagus.
Jai, kemari.
Ibu cemas mengajakmu ke acara begini.
Ibu, lepaskan tanganku.
Tanganmu harus digandeng seperti anak kecil.
Ibu, aku bukan anak kecil.
Tingkah ayahnya pengantin pria berlebihan.
Diam.
Syukurlah, aku tak punya ayah begitu.
'Syukurlah, aku tak punya ayah begitu.'
Ibu tak apa-apa?
Ibu sudah bersalah.
Dengan tak ceritakan kisah ayahmu.
Saat umurmu 2 tahun, kita tinggal di Bombay.
Lalu saat festival, kita ke desa ayahmu.
Lalu warga 2 desa saling membunuh.
Situasi 2 desa mencekam.
Lalu kakekmu dibunuh di hadapan kita.
Pak, kita cuma bunuh 1 orang. Sisanya kabur.
Meski 1 orang keluarga itu yang hidup, tetap bahaya.
Kita hanya bisa tenang setelah bunuh semuanya.
Bunuh semuanya, Pak.
Hanya ayahku yang mati.
Buat apa balas dendam?
Jika kita dan mereka saling membunuh..,
..daerah ini akan jadi kuburan tanpa manusia.
Tapi pikiran mereka berbeda dengan kita.
Kita yang harus ubah pikiran kita.
Kami mempercayaimu sekeluarga.
Jika kalian kenapa-napa?
Istri dan anakmu mempercayaimu.
Jika kau kenapa-napa?
Jika kalian menyerang warga desa itu..,
..maka keluarga kita pun akan dibunuh. Pergilah.
- Deva. - Ya?
Ayo pergi?
Kemana?
Ke rumah kita.
Tak bisa ku tinggalkan desa yang konflik ini, Latha.
Ulah warga seperti binatang.
Dulu saat kupergi, warga jadikan desa ini kuburan.
Aku mau disini, menahan amarah warga.
Harus ku ubah warga jadi manusia.
Akupun mencemaskan itu, Deva.
Tapi warga akan memaksamu menyerang desa tetangga.
Kau tak mempercayaiku?
Aku tak mempercayai warga.
Aku tak bisa tinggalkan desa ini, Latha.
Akupun tak bisa tinggal disini, Deva.
Pilih desa ini atau pilih aku dan anakmu?
Kakak iparmu ingin pergi.
Jagalah kakak iparmu.
Lalu Ibu meninggalkan ayahmu dan desa.
Karena jika ayahmu kenapa-napa, Ibu tak usah tahu kabarnya.
Ayahmu meninggalkan Ibu demi warga desa.
Ibu sedih, tapi belum temukan orang yang sebaik ayahmu.
Aku ingin bertemu ayah.
Tiap ada yang melamarmu, kami mendandanimu.
Tapi lamaran slalu kau tolak.
Siapapun akan beruntung menikahiku.
Jangan bilang begitu.
Jaman dan tradisi sudah berubah.
Jika kupilih calon sendiri, pasti banyak yang melamar.
Warga desa tetangga tahu sifat gila-mu.
Jadi, mereka tak mau melamarmu.
Aku bukan gila. Tapi cerdas.
Kakak kena. Giliran kakak.
Sana keluar.
Entah kau akan nikah atau jomblo selamanya.
Bibi, aku tak mau jomblo selamanya.
Aku ingin nikah dengan pemuda seperti raja.
- Hei. - Apa?
- Aku seperti raja, kan? - Seperti pencuri.
Jawab jujur.
Dari jauh kau seperti raja.
Cuma dari jauh.
Kalau dari dekat?
Kenapa kau santai?
Pemuda lain mau melamar dia.
Aku tahu. Tapi pemuda lain takkan kesini.
Takkan ada yang kesini melamar dia.
Meski dia dilamar, calonnya akan menolak.
Akhirnya kami yang akan nikah.
Lebih baik dia jomblo daripada nikah denganmu.
Ibu mohon, Sayang.
Bersikaplah ramah agar lamaran diterima.
Aku paham masalah Ibu.
Aku mau berdoa di Kuil agar lamaran diterima.
Jika kita ketahuan kesini, pasti aku dibunuh.
Kau akan mati syahid demi sepupumu ini.
Kelak kunamai anakku pakai namamu.
Dia banyak omong.
Ingat, harus bilang apa ke calonku?
Sudah pernah kubilang ke 4 calonmu.
'Kami saling mencintai, tak bisa dipisahkan.'
Begitu, kan? Jangan cemas, Vennu.
Dulu, 4 calonku tak percaya kita pacaran.
Akhirnya mereka melamarku. Sulit kutolak.
Hentikan mobil itu.
Tunggu.
Dia tampan. Bilanglah.
Bilang 'Oke'.
Sulit cari pemuda begini.
Kumohon.
- Mau ke rumah Deva, ya? - Ya.
Ini gadis yang akan kau lamar.
Tapi kami saling mencintai.
Jangan pisahkan kami.
Hei.
Pergi saja. Selamatkan cinta kami.
- Mau ke rumah Deva, ya? - Ya.
Ini gadis yang akan kau lamar.
Halo.
Harusnya ku lamar di rumahnya. Kenapa disini?
Mereka saling mencintai.
Pergi saja. Selamatkan cinta mereka.
- Begitu kata mereka. - Oh sial.
Memang sulit menolak gadis cantik ini.
Tapi mereka saling mencintai, bos.
Puas?
Kau siapa, Nak?
Aku putranya Deva.
Ayo masuk.
Pak.
Siapa ini?
Dia ayahmu.
Kak, ini Jai.
Masih ingat kami?
Ibumu datang?
Ibuku sibuk, tak bisa datang.
Vennu, kenapa dia kesini?
Jai, ini pamanmu.
Semua orang berkumpul.
Apa tipuanku ketahuan, ya?
Astaga. Aku bisa dipukul. Kabur ah.
Mau kemana?
Ini ulah kita bersama.
- Kita harus masuk bersama. - Apa salahku?
Kau yang batalkan lamaran. Aku cuma membantumu.
Jangan paksa aku, Vennu.
Halo.
Apa kabar semuanya? Salam.
Kenapa diam saja? Dia sepupumu.
Dia putranya pamanmu.
Jai.
Kau belum tidur?
Aku belum ngantuk.
- Kabar ibumu? - Baik.
20 tahun ini, Ayah minum alkohol segelas per hari.
- Kau mau minum? - Tidak.
Kau kerja apa?
Aku arsitek.
Oke. Sudah malam. Selamat malam.
Jai, mau tidur disini?
Banyak nyamuk di kamarmu.
Aku tidur di kamar saja.
- Selamat malam. - Selamat malam.
Kau hampir jatuh.
Sepupuku sudah dibikinkan kopi?
Jadi, kau yang bikin kopi untuk semua?
Baju baru untuk sepupuku?
Bukan. Baju robek.
Kenapa aku tak dibelikan 2 Saree?
Beli saja sendiri.
Ayo masuk, Adik Ipar.
Ada acara apa ini?
Selamat ulang tahun, Jai.
Terima kasih. Aku lupa ulang tahunku.
Kau ulang tahun, ya?
Ulang tahunmu selalu dirayakan semeriah festival.
Ini putraku.
Salam.
Pandagala digivachavu "Hadirmu laksana festival"
Praanaalaku velugichavu "Kau menyinari hidup kami"
Rakthaanne erupekkinchavu "Kau membakar darah kami"
Pandagala digivachavu "Hadirmu laksana festival"
Praanaalaku velugichavu "Kau menyinari hidup kami"
Rakthaanne erupekkinchavu "Kau membakar darah kami"
Maa thoduku thodayyaavu "Kau beri kami dukungan"
Maa needaku needayyaavu "Kau melindungi kami"
Maa ayyaku andai nilichaavu "Kau berdiri bersama kami"
Ayyante anandam ayyante santhosham "Kau kebahagiaan kami"
Maa ayyaku ayyanni nuvvu "Kau segalanya bagi kami"
Kalisochina ee kaalam varamichina ullasam "Hari Baik mendatangi kita"
Ittage padikaalaalu undanivvu "Semoga Hari Baik ini abadi"
Oo jolaali analede chinanaadu ninnepudu "Kami tak pernah nyanyikan lagu.."
Ee oori uyyala "..atau main denganmu"
Ooo nee paadam muddaadi "Pijakan kaki dewasamu"
Pulakinchi poyinde ee nela iyyaala "Sempurnakan harapan desa"
Maa palle bathukullo maa thindi methukullo "Penyempurna hidup kami"
Nee preme nindaala "Yaitu cintamu"
Oo maa pilla papallo maa inti deepaallo nee navve choodalaa "Moga anak kami sebahagia dirimu"
Gundekaligina gunamu kaligin ayya kodukuvu gaa "Kami dan ayahmu merindumu"
Veru moolamu vethiki maa jatha cherinaavu ilaa "Lalu kau hadir diantara kami"
Pandagala digivachavu "Hadirmu laksana festival"
Praanaalaku velugichavu "Kau menyinari hidup kami"
Rakthaanne erupekkinchavu "Kau membakar darah kami"
Maa thoduku thodayyaavu "Kau beri kami dukungan"
Maa needaku needayyaavu "Kau melindungi kami"
Maa ayyaku andai nilichaavu "Kau berdiri bersama kami"
Oo pedavullo vennellu gundello kanneellu innaallu innellu "Kini kami senyum, hati terharu"
Ooo acham ga nee valle maa saami kannullo choosaamee kiranaalu "Matamu seterang mata ayahmu"
Ye Daivam pampaado nuvvochina velugullo "Entah Dewa mana pengutusmu"
Murisaayi mungillu "Hadirmu suka cita kami"
Maa punyam pandela ee paina memantha nee vaallu ainollu "Kami berhutang budi padamu"
Pandagala digivachavu "Hadirmu laksana festival"
Praanaalaku velugichavu "Kau menyinari hidup kami"
Rakthaanne erupekkinchavu "Kau membakar darah kami"
Maa thoduku thodayyaavu "Kau beri kami dukungan"
Maa needaku needayyaavu "Kau melindungi kami"
Maa ayyaku andai nilichaavu "Kau berdiri bersama kami"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Mau beli 1500 hektar sawah warga, ya?
Sana bilang ke warga, warga pasti setuju.
Makanya kami kesini.
Kami pun akan memberimu komisi.
Kau tahu, sedang bicara dengan siapa?
Kau tahu, siapa yang menyuruh kami?
Kak Uma.
Patuhi ucapannya, maka dia takkan membunuhmu.
Tak apa dia membunuhku.
Tapi jangan libatkan warga.
Akan kami beri warga uang.
Memberi warga uang?
Warga tak tahu uang harus diapakan.
Warga hanya tahu cara bertani.
Kalian sia-sia kesini. Pergi saja.
Sejak dulu kau ramah.
Kenapa kini kau sombong?
Jika kami kesini tak dapat apa-apa..,
..maka desamu akan hancur.
Sialan kau.
Akan kubunuh kau.
Kau sudah jelaskan apa maumu. Pergilah.
Dia dipercaya oleh 600 keluarga.
Mana bisa kau bawa 6 orang mengancam dia?
Karena sifat baiknya, kau masih hidup.
Lupakan kejadian 20 tahun ini.
Kini putranya Deva datang.
Bilang keluargamu, putranya Deva datang.
Adigimopina ninnu choosi adiri palanaadu "Langkahmu menakuti desa musuh"
Ika kalugu daati bayita padaga bedara pagavaadu "Kini musuh hidup ketakutan"
Pandagala digivachavu "Hadirmu laksana festival"
Praanaalaku velugichavu "Kau menyinari hidup kami"
Rakthaanne erupekkinchavu "Kau membakar darah kami"
20 tahun ini, aku cuma diam karena menghormati ayahmu.
Kami menunggu orang datang untuk menghajar mereka.
Tak kusangka kau yang datang buat kami bangga.
Jangan sampai Kak Uma tahu hal ini.
Agar dia tak membunuh kita.
Deva tak sepengecut yang kita kira.
Dia dan warga rela mati jika desanya dihancurkan.
- Kakak Sepupu. / - Ya? - Kau kan tinggal di kota.
Pasti belum pernah ke desa.
Kau suka desa ini?
Jika ibuku kesini, pasti semeriah festival.
Aku tahu cara bujuk ibumu kesini.
Apa?
Kau menikahlah.
- Kau punya gadis? - Maksudnya?
Maksudnya kekasih.
Dia sekampus denganku. Pasti dia sudah nikah.
Akupun punya 10-15 kekasih.
- Maksudku... - Maaf.
10-15 lelaki mengejar-ngejarku.
- Saat ini kau punya kekasih? / - Tidak.
Kudengar gadis Hyderabad ramah.
- Mereka tak ramah, ya? - Maksudnya?
Maksudku, tipe kekasihmu seperti apa?
Karena aku tinggi, kekasihku pendek saja.
Kau tinggi, kekasihmu pendek, mana cocok?
Kau dan kekasihmu harus sama-sama tinggi biar cocok.
Ada tipe lain?
Gadis berpendidikan itu bagus.
Bagus apanya? Memangnya mau makan ilmunya?
Jika sama-sama berpendidikan, akan sama-sama punya ego.
Dan akan sering bertengkar.
Kekasihmu harus bisa mengajari dan memasak untuk anakmu.
Ada tipe lain?
Aku ingin gadis yatim yang merawat ibuku.
Gadis yatim ingin kekasih yatim.
Pilih gadis keluarga besar yang paham arti keluarga..
..yang bisa merawatmu dan ibumu.
Menikah hanya sekali.
Istri harus bisa merawat suami sekeluarga.
Ucapanku benar, kan?
Oke. Kisah cintamu tak ada masalah.
Bilang keluargamu soal cintamu dan Naalu.
- Ada masalah? - Apa?
Aku mencintai Naalu? Astaga.
Untung cuma bilang padaku. Jangan bilang ke Naalu.
Jika dia dengar, bisa kena serangan jantung.
Dia sepupuku yang membesarkanku.
Tapi dia bodoh.
Sudah coklatnya. Jangan makan banyak coklat.
Demi desa ini, Deva diam saja.
Jika desa ini dibakar, ayo lihat Deva mau apa.
Hei. Siapa itu?
Hei. Siapa itu?
Kebakaran. Tolong.
Padamkan api.
20 tahun ini, hidup kita tak tenang.
Karena aku tak mau permusuhan 2 keluarga jadi permusuhan 2 desa.
Meski aku tak terima keluargaku diserang..,
..tapi aku tak mau balas menyerang.
Jika semalam orang kami tak datang, desa sudah hancur.
Warga sudah menjual panen.
Warga pasti mabuk membakar rumah sendiri.
Pasti pemuda mereka yang berpendidikan..
..yang menghasut warga demi asuransi.
Tanpa pikir panjang, warga membakar desa.
Inspektur, jangan percaya mereka. Jangan panggil kami tanpa alasan.
Agar kami tak bertindak kejam.
Maaf, Deva. Aku tahu mereka pelakunya.
Kita tak bisa berbuat apa-apa.
Pak, matahari pun bisa lelah terbit lalu terbenam..,
..tapi entah kapan mereka akan lelah berbuat kejam.
Salam.
Kukira jika mereka diserang, akan balas menyerang.
Ternyata mereka pengecut, lapor polisi.
Kali ini cuma rumah yang dibakar.
Jika warga yang dibakar, entah dia mau apa.
Kau manusia atau binatang?
Beraninya memanggilku binatang.
Lepaskan mereka.
Dengarkan aku.
Tenanglah.
Hentikan. Tenanglah.
Jai, mau kemana?
Itu...
Aku ke desamu mencekikmu sampai kancingmu lepas.
Hei, tunggu.
Jika kau ke desaku, cekik aku sampai kancingku lepas.
Berhenti. Tangkap dia.
Jai.
Kau darimana?
Kak, dia kenal tetangga.
Kami baru menemui tetangga.
Situasi desa sedang memanas karena ada masalah.
Kau kesini untuk liburan.
Tak baik kau disini di situasi begini.
Jangan sampai warga desa itu tahu wajahmu.
Jika kau kenapa-napa, Ayah akan menyesal.
Kau pergi saja, Jai.
Baik, Ayah.
Sejak kecil, aku ingin menikahinya.
Mana bisa dia meninggalkanku?
Dia takkan kemana-mana.
Dia cuma mau kerja.
Jadi, dia kerja agar berpengalaman?
Apa yang pemuda itu punya tapi aku tak punya?
- Apa bedanya aku dan pemuda itu? - Bedanya...
Duduk. Bahas perbedaannya.
- Ya-ya. / - Ya. - Ayo bahas.
Berapa tinggi pemuda itu?
Jika dia bersepatu, dia setinggi aku.
Kau buta?
Jika dia duduk, dia setinggi dirimu.
Jangan bahas tinggi badan.
Bahas warna kulit.
Kenapa bahas warna kulit?
Jangan dibahas. Warna kulitku bagus.
Bagus apanya?
Kulitku gelap sih. Oke, bahas hal lain.
Bahas hal lain.
Bahas pendidikan.
Hei. Duduk dulu.
- Dia tak kuliah, kan? - Ya.
- Bahas hal lain. - Bahas kerjaan.
Hei. Duduk dulu.
Jangan pergi.
- Sulit kerja tanpa kuliah. - Mustahil. / - Ya. / - Ya.
Duduk.
Bahas hal lain.
Bahas hal lain terus, lalu apa keunggulanmu?
Ungkapkan semuanya ke gadis itu.
Kau akan tahu jawabannya.
Jika warga desanya dibunuh..,
..dia akan kesini menyerang kita.
Siapa pemuda di keluarga itu?
Siapa pemuda berani itu?
Dia putranya.
Dia putranya Deva.
Kita harus hati-hati.
Jika pemuda itu kesini, akan membunuh kita.
Dia tinggal dimana?
Di Hyderabad bersama ibunya.
Dia tamu di desa itu.
Selama ini, warga desa itu hidup ketakutan.
Jika dia bantu desa itu, kita bisa diserang warga.
Dia harus mati di Hyderabad.
- Jangan lupa menelpon kami. / - Oke.
Mau apa dia?
Vennu, aku mau bilang sesuatu.
Aku mau ke kota. Cepat katakan.
Bagaimana ya caranya kujelaskan?
Rasa ini...
Sejak kecil, aku sering memandangmu.
Aku sering kangen kau.
Akan ku ungkapkan rasaku.
Aku mencintai sifat dan kecantikanmu.
Entah mereka merestui atau tidak, kita pasangan serasi.
Aku mencintaimu. Aku mencintai...
Aku mencintaimu, Paman.
Memangnya aku bisa dibodohi? Kau yang bodoh.
Awas kau, ya.
Kau kerja di Hyderabad biar berpengalaman.
Kau mengajak gadis gila ini, kau bisa bermasalah.
Daa, Ayah.
Ibu, daa.
Daa, Sepupuku. Jaga dirimu.
Daa.
Bibi cantik.
Paman pasti akan mencintai Bibi lagi.
Oke. Jai mau ke kantor. Sana lihat.
Vennela.
Di desa masih terjadi konflik?
Tidak. Berkat paman.
Paman takkan biarkan warga berkelahi.
Hidup warga sedamai hidup paman.
- Selamat pagi, Pak. - Selamat pagi.
- Selamat pagi. - Selamat pagi, Bu.
Kemari.
Hai, Kishore. Ini Vennela.
- Halo. - Hai.
Vennela, ini ruanganmu.
Itu ruanganku.
Diam.
Pak, kami membahas proyek iklan Banjara...
Apa maksudmu?
Dia baru gabung, Pak.
Jadi, ku ajari dia kerja.
Kata siapa dia kerja disini?
Dia cuma sementara disini.
Kerjakan saja kerjaanmu.
Dia akrab bicara denganku. Mana bisa aku kerja?
Diapun bicara dengan binatang.
Maksudnya bukan akrab dengan binatang.
Dan bukan akrab denganmu.
Karena ruanganmu dekat, dia minta bantuanmu.
Kishore.
Kishore.
Kaatuka kallanu chusthe pothunde mathi pothunde "Aku terpesona mata indahmu"
Chaatuga nadumunu chusthe pothunde mathi pothunde "Aku terpesona ayunan pinggulmu"
Ghaatuga pedavulu chusthe pothunde mathi pothunde "Aku terpesona bibir manismu"
Raatuga sogasulu chusthe pothunde mathi pothunde "Aku terpesona wajah cantikmu"
Lateu ga intha andanni chusane anipisthunde "Ingin slalu kupandang keindahanmu"
Naa manase nee vaipu vosthunde "Hatiku lari menghampirimu"
Idedo bagunde cheli "Ini mengagumkan"
Idenaa premante mari "Inikah namanya cinta?"
Idedo bagunde cheli "Ini mengagumkan"
Idenaa premante mari "Inikah namanya cinta?"
Nee mathi pogoduthunte nakento saradagunde "Aku bahagia membuatmu terpesona"
Aashalu repeduthunte nakento saradagunde "Aku bahagia membuatmu jatuh cinta"
Ninnu ila alladisthe nakento saradagunde "Aku bahagia mengusik pikiranmu"
Andanga noru uriste nakento saradagunde "Aku bahagia memikat hatimu"
Nee kastam chusthu andam ayyayyo anukuntune "Aku iba melihatmu tersiksa"
Eelage inkasepu antunde "Biarkan ini berlanjut"
Idedo bagunde mari "Ini mengagumkan"
Ide premanukunte sari "Ini namanya cinta"
Idedo bagunde mari "Ini mengagumkan"
Ide premanukunte sari "Ini namanya cinta"
- Ayah. - Suka motornya?
- Suka. / - Jangan berkendara sambil mabuk.
Oke.
Telusukuntava telupamantava "Ingin tahu atau kuungkap rasaku?"
Manasu anchullo niluchunna naa kalani "Rasaku akan damainya jiwaku"
Eduru chusthunna eduta ne unna "Kutunggu kau ungkapkan rasa"
Badulu dorikettu palikinchu nee swaranni "Pastikan kudengar ungkapanmu"
Vela gonthullona moginde mounam "Hatiku lantang bernyanyi"
Nuvvu unna chote nenani "Bernyanyi mencintaimu"
Chusi chudangane chepinde pranam "Aku tahu ungkapan hatimu"
Nenu needanni ayipoyanani "Kata hatimu, aku milikmu"
Idedo bagunde cheli "Ini mengagumkan"
Idenaa premante mari "Inikah namanya cinta?"
Idedo bagunde mari "Ini mengagumkan"
Ide premanukunte sari "Ini namanya cinta"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Tharachi chusthune tharagadantunna "Rinduku takkan mereda"
Thaluku varnala nee menu poolagani "Rinduku pada cerah parasmu"
Naligipothune veligipothunna "Aku bahagia di dekatmu"
Thanivi thiretu sandhinchu chupulanni "Penuhi hatimu dengan menatapku"
Kanti reppalu rendu pedavulla mari "Mataku terbius oleh bibirmu"
Ninne thinesthamannaye "Ingin kunikmati dirimu"
Nedo repo ani thappadu ga mari "Kulakukan apapun untukmu"
Neekosam edaina sare "Karena aku milikmu"
Idedo bagunde cheli "Ini mengagumkan"
Idenaa premante mari "Inikah namanya cinta?"
Idedo bagunde mari "Ini mengagumkan"
Ide premanukunte sari "Ini namanya cinta"
Mau bertemu siapa?
Ini rumah seorang warga desa kami.
Mereka sedang pergi. Duduklah.
Kami menunggu di hotel saja.
Jangan pulang sebelum membunuhnya, Poorna.
Berbahaya jika dia masih hidup.
Hei.
Bawa kepalanya ke desa kita.
Tunggu. Dia masuk rumah.
Tadi warga desamu kesini mau menemuimu.
Kusuruh tunggu. Mereka menunggu di hotel depan.
Hei, nyalakan mobil.
Poorna, cari dia.
Dia tahu kita yang datang.
Dia akan bunuh kita. Ayo pergi.
Dia sekuat harimau akan menyerang kita.
Dia akan bunuh kita.
Nyalakan mobil.
Cepat masuk mobil.
Ayo pergi.
30 orang yang pergi, 3 orang yang kembali.
Apa dia memang manusia?
Katanya dia sekuat harimau.
Akan kupenggal kepala harimau itu di desanya.
Untuk menakuti warga desanya.
Mereka tak berubah. Aku kabur saja.
Halo.
Vennela.
Bibi, keluargaku sudah tentukan calon suamiku.
Tapi aku mencintai Jai.
Hanya Jai yang kucintai.
- Daa. - Daa. Masuklah.
- Salam. - Salam.
Salam.
Daa.
Kak Ipar, tugasmu sudah selesai.
Satu orang pergi. Orang lain datang. Nasibku.
Akhirnya dia akan nikah.
Mereka mau penuhi semua keinginanmu.
Kau dan pemuda itu akan bahagia di Amerika.
Dia takkan bahagia di Amerika.
Dia akan bahagia bersama suami yang melindunginya.
Dia akan bahagia bersama suami yang mencintainya.
Dia tak mudah diubah orang lain.
Dia gadis hebat.
Dia akan bahagia bersama suami yang memahaminya.
Tak salah ingin suami begitu.
Tapi cari dimana suami begitu?
Beri aku kesempatan.
Akan kusimpan kau di hatiku.
Neetiloni sepochi nelameeda paddattu "Hatiku melompat, menggelepar"
Manasemo gilla gilla kotteskuntande "Laksana ikan dari air ke darat"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey enti ee feelinge "Sayang, inilah perasaanku"
Thokka meeda kaalesi nee ollo paddattu "Saat aku jatuh di pelukanmu"
Masth,, scene ye raathiri kallokochinde "Kubayangkan suasana indah"
Darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey endukee feelinge "Sayang, inilah perasaanku"
Sachin baate techi nannu sixer peekesinatte "Bagai bola kriket cetak skor tinggi"
Burra gira giramande darlingey "Pikiranku bersorak kegirangan"
Rubber moothe petti gaaju seesa lo kukkesinattu "Bagai aku terkukung di botol"
Ukka posesthaande raaro darlingey "Nafasku sesak, mendekatlah"
Chesina waiting chaalle kani "Tunggu aku hadir"
Ippatikippudu pettave meetinge "Aturlah pertemuan kita"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Nuvvo chichu buddi neno aggipulla "Kau kembang api, aku korek api"
Raaye pilla mogincheddam Deepavali motha "Ayo rayakan festival Diwali"
Nuvvo katthi peeta nenemo apple anta "Aku apel yang diiris pisaumu"
Nee para para choopula kotha naaku istamanta "Aku suka sorot tajam matamu"
Gulf scent buddalle guppu guppu mannave "Nafasmu seharum parfum"
Onti ninda challeskunta raave darlingey "Kusebarkan harummu ke tubuhku"
Gampa kindi kodalle pootako muddichi "Laksana merawat induk ayam"
Theraga penchukunta raaro darlingey "Aku akan slalu merawatmu"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Oo jadlo thurumukunna malle poola dande naligi "Kelak bunga hiasan rambutku.."
Vila,, ninnu thitte roju eppatikosthadabbi "..berantakan karena ulahmu, aku marah"
Pedholichukunna paatha pandiri mancham virigi "Saat itu pun ranjang lama kita"
Gollumante time thondarlone raanunnade baby "Hampir patah berkeping-keping"
Utti meedi bobbattu notilona padettu "Sayang, cepatlah bertindak"
Aavuraavurantu edo chesey darlingey "Aku ingin manisan hangat"
Eyya katthi lanti nee vayasu rangu rangu pulla ice "Akan kunikmati eskrim lezat"
Taste ye choosesukuntanu vachey darlingey "Akan kunikmati jiwa mudamu"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Da-da-darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
- Apa kabar, Adik Ipar? - Baik, Laxmi.
Apa kabar, Deva?
Meski kumarah meninggalkanmu karena sikapmu.
Tapi tak ada yang bisa mengubahmu.
Mungkin hanya aku istri yang menghukum suami.
Meski aku meninggalkanmu, kudidik putraku sepertimu.
Akupun sering kangen kau.
Kudidik putraku dengan cinta.
Aku takkan meninggalkanmu lagi, Deva.
Meski Ayah bisu, mata Ayah berkata 'Bunuh musuh'.
Akan kubasuh kaki Ayah dengan darah musuh kita.
Karimulla.
Makan dulu.
Kau kenapa?
Aku mau bilang sesuatu, Deva.
Perkelahian yang kau cegah, kini terjadi lagi.
Itu gara-gara putramu.
Aku cemas akan terjadi hal buruk.
Sebaiknya hati-hati.
Salam, Pak.
Pengantin Pria, gantilah baju sutra.
Mereka semua disini.
Akan kubunuh semuanya.
Dia takkan biarkan keluarganya diserang.
Bunuh dia dulu.
- Suruh semua masuk. - Semuanya, masuklah.
Bunuh mereka.
Bibi.
Bibi.
Kakak.
Latha.
Hei, ambil golok kalian.
Cepat.
Mau kemana?
Akan kubunuh pembunuh ibuku.
Kini sia-sia menjaga kerukunan desa.
Ayah masuk saja.
20 tahun ini, tak ada solusi ciptakan kerukunan.
Akan kubunuh mereka dalam 2 menit.
Kata dia 'Dalam 2 menit'. Kakak masuklah.
20 tahun lalu, kau lakukan kesalahan ini.
Jangan ulangi kesalahan.
Biar putramu saja. Kau masuklah, Pak.
Setelah istrimu dikremasi, 10 orang mereka harus mati.
Dosa apa Ayah punya putra sepertimu?
Ayah meninggalkanmu dan hidup di desa demi warga.
Agar Ayah bisa mengubah warga jadi manusia.
Tapi saat kau datang, warga malah jadi binatang.
Ibumu mendidikmu dengan cinta.
Tapi kau membohongi ibumu.
Karena takut, ibumu meninggalkan desa.
Kau malah membuat ibumu takut dan akhirnya mati.
Andai Ayah tahu, desa akan konflik lagi gara-gara kau..,
..Ayah takkan izinkan kau ke desa ini.
Andai Ayah tahu ibumu akan mati gara-gara kau..,
..lebih baik Ayah tak punya anak sepertimu.
Harusnya kau yang mati, bukan ibumu.
Pergilah.
Tinggalkan kami dan desa ini.
Jangan kesini lagi meski Ayah mati.
Pak.
Pak.
Kakak Sepupu.
Sudahlah. Kau tak butuh dia yang tak berperasaan.
Dia membuat ibunya terbunuh. Jangan sampai kau terbunuh.
Dia kesini sebagai tamu. Biar dia pergi seperti tamu.
Nee choopula pongina pogaru "Kau beri kami harapan"
Maa oopiri deepapu chamuru "Kau tunjukan kami jalan"
Ikapai maare pati velugevaru "Siapa lagi yang kami miliki?"
Mundadugai nadipedevaru "Siapa lagi pemimpin kami?"
Muppunu thega narikedevaru nuvu lenide kanneere uru "Tanpamu, hidup kami sedih"
Ucapan ayahku yang menyakitkan itu benar.
Gara-gara aku kesana, terjadi perkelahian.
Kukira tak ada masalah di desa itu.
Tapi kata Vennela, warga mengabaikan ucapan ayahku..
..dan kembali berkelahi.
Lalu perkelahian muncul bersama kedatanganku.
Jadi, ingin kuhentikan.
Lalu kita bertemu disaat yang tepat.
Katamu, desamu juga menderita karena permusuhan 2 desa.
Lalu aku ke rumahmu dengan memanfaatkanmu.
Sudah kucoba ubah semua orang.
Karenamu, kini keluargaku bahagia.
Ini sudah cukup, Jai. Kau pergilah.
Karena dulu berpisah, tak sempat kujelaskan padamu.
Jangan sampai warga disini tahu kau warga desa itu.
Aku akan tetap disini sampai tugasku selesai.
Jai.
Entah asalmu darimana dan apa tujuanmu kesini.
Tapi kami ingin kau jadi menantu kami.
Meski dia putriku, dia tak seburuk kami.
Dia tahu yang baik dan buruk.
Jika setuju jadi menantu, bilang orangtuamu.
Akan kujelaskan ke orangtuamu.
Yes-yes.
Dengan memanfaatkan semua orang, keinginanmu terwujud.
Kau mendapat gadis itu.
Harusnya tidak begini, Pak Pratap.
Maksudnya?
- Aku putranya Deva, musuh mereka. / - Apa?
Berhenti.
Sedang memikirkan apa?
Memikirkan tugasmu selesai lebih awal?
Kukira kutemukan calon suami untuknya.
Ternyata kau tak jantan, tak punya harga diri.
Entah kenapa keluargaku menyukaimu.
Nanti saja bahas gadis itu.
Ada 2 hal istimewa.
Yaitu 'Lelaki' dan 'Jantan'.
Artinya 'Jantan'?
'Jantan' itu bukan sepertimu yang diam saat dihina.
'Lelaki' yaitu harus siap lawan musuh meski tanpa senjata.
'Lelaki' yaitu seperti anak buahku ini.
'Jantan' tapi bunuh orang, itu jaman batu.
'Jantan' itu bukan berani melawan musuh.
'Jantan' itu berteman dengan musuh pakai Cinta.
Oh ya?
Ayo berkelahi?
Kejantanan dia cuma di ucapannya.
Dia takut berkelahi.
Nanti kucoba jadi 'Jantan' dengan mencintai musuh.
Tapi coba dulu jadi 'Jantan' dengan berkelahi.
Hajar dia.
"Prajurit sejati datang"
"Dia bertarung dengan mencintai musuh"
"Prajurit sejati datang"
"Dia bertarung dengan mencintai musuh"
"Prajurit sejati datang"
"Dia bertarung dengan mencintai musuh"
Sudah kucoba jadi 'Jantan' dengan berkelahi.
Cobalah jadi 'Jantan' dengan mencintai musuh.
--NZZN-- v a r i s n o v a --NZZN--
Entah kapan anak buahku akan sembuh.
Entah sembuh atau tidak.
Aku suka kau. Lelaki sepertimu yang kucari.
Kau akan nikahi dia.
Tapi aku butuh bantuan.
Ada lelaki berani dan sombong di desa itu.
Bunuhlah dia.
Imbalannya aku akan slalu melayanimu.
Kau tak berubah.
Kau tak berubah.
Lelaki desa itu yang jadi musuhmu, sudah mati.
Lelaki sombong keluarga itu yang pernah menyerangmu..,
..sudah mati.
Dia mati. Kini dia dipenuhi cinta.
Kini dia dipenuhi cinta mendatangimu.
Dia ada di depan matamu.
Jadi, musuh yang kucari itu kau.
Hei.
Paman.
Paman.
Ayo.
- Paman. - Hentikan. Kau gila?
Dia menipu kita.
Dia yang kawan kita, ternyata musuh kita.
Dia yang calon menantu kita, malah mau menyerang kita.
Akan kubunuh kau.
Kau mendatangi musuh.
Kau bukan manusia biasa.
Kau harus mati.
Kumohon, Ayah.
Hentikan mereka.
Jika kuserang desa itu, kau pasti akan bertindak.
Kakak.
Hentikan mereka.
Akan kubunuh kau dan Deva sekeluarga.
--NZZN-- v a r i s n o v a --NZZN--
Saat jati diriku kembali, keluargamu harus mati.
Kau membunuh ibuku.
Tapi aku mendatangi keluargamu dengan cinta.
Kau pisahkan aku dan ayahku.
Kau pisahkan aku dan cintaku.
Tapi aku mendatangimu dengan cinta.
Sampai kapan warga menderita gara-gara kau?
Aku mau berdamai, bukan mau balas dendam.
Kau mau bunuh orang yang ingin berdamai?
Hanya aku yang jago gunakan golok.
Tapi hanya golok yang akan menang.
Manusia akan kalah.
Jika kita berdamai, saling mencintai..,
..takkan ada yang kalah.
Warga malah akan mencintaimu.
Atau, akhiri permusuhan ini dengan membunuhku.
Katamu, dia musuh kita, bukan kawan kita.
Katamu, dia mau bunuh kita.
Tapi dulu dia menyelamatkanmu dari serangan warganya.
Selama ini, warga takut pada keluarga kita.
Tapi dia malah menghormati kita dengan cinta.
Padahal dia putranya musuh kita.
Kau tega mau bunuh dia?
Meski dia musuh kita.
Dia tinggal bersama kita, artinya dia punya keinginan.
Yaitu bukan nyawa, harta atau adikku.
Dia ingin hal lain.
Beri dia hal lain itu.
Kita akan berubah dan mengembalikan cintanya.
Ayah.
Dia ingin cinta tumbuh di rumah musuh.
Dia harus tetap hidup. Jangan bunuh dia.
Dia akan selamatkan banyak warga.
Tak hanya desa itu, disini pun ada 'Lelaki Jantan'.
Jangan minta maaf, Ayah.
Ayah meninggalkanmu dan ibumu, demi 1 mimpi.
Namun mimpi itu terwujud berkat dirimu.
Ayah kira jika kita tak menyerang desa lain..,
..maka desa lain takkan menyerang kita.
Tapi menurutmu itu sia-sia dalam mengubah warga.
Ayah kira kau tak bisa memberi cinta ke warga.
Maafkan Ayah.
Ayah, jangan minta maaf.
Calon istrimu menunggumu dan cintamu.
Temui dia.
Masih menolak nikah denganku, ya?
Meski telat. Maukah nikah denganku?
Neetiloni sepochi nelameeda paddattu "Hatiku melompat, menggelepar"
Manasemo gilla gilla kotteskuntande "Laksana ikan dari air ke darat"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey enti ee feelinge "Sayang, inilah perasaanku"
Thokka meeda kaalesi nee ollo paddattu "Saat aku jatuh di pelukanmu"
Masth,, scene ye raathiri kallokochinde "Kubayangkan suasana indah"
Darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey endukee feelinge "Sayang, inilah perasaanku"
Sachin baate techi nannu sixer peekesinatte "Bagai bola kriket cetak skor tinggi"
Burra gira giramande darlingey "Pikiranku bersorak kegirangan"
Rubber moothe petti gaaju seesa lo kukkesinattu "Bagai aku terkukung di botol"
Ukka posesthaande raaro darlingey "Nafasku sesak, mendekatlah"
Chesina waiting chaalle kani "Tunggu aku hadir"
Ippatikippudu pettave meetinge "Aturlah pertemuan kita"
Darlingey osina darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Darlingey orinaa darlingey "Sayang, Oh Sayangku"
Darlingey vegiraaye darlingey "Oh Sayang, datanglah"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.