Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram: sarii_sarr
Episode 16
Boss Wanita, kau datang. Bos sudah menunggumu.
Bagaimana kau tahu aku datang?
Silahkan masuk.
Ini kayu yang sangat bagus.
Tapi...
Aku tidak menginginkannya.
- Permisi. - Silahkan lewat.
Ambillah.
Kenapa?
Kak Ye
Ada apa? Aku takut sekali.
Kau datang?
Kau meninggalkan ini di kamarmu.
Aku mau ke Li Zi jadi sekalian ku bawakan.
Kita ketemu lagi.
Kau selalu mengganggu.
Harusnya aku yang bilang begitu.
Jangan salah paham.
Tidak seperti yang kau bayangkan.
Kak Ye
Bukannya kau bilang kayunya bagus?
Suka tapi tidak butuh.
Ayo kesana dan bicara.
Kak Ye, kayu ini...
He Yang, urus pelanggan ini.
- Dengar, aku... - Aku tahu.
Aku tahu kau seperti apa.
Jangan kira aku tidak mengenalmu.
Terlebih kau ini memiliki etika bekerjasama.
Jadi aku bisa mengerti.
Jadi kau kira hanya karena etika kerjasama?
lya.
Juga..
Aku tahu Zhang Yi Lu seperti apa.
Aku tidak akan salah paham.
Jangan khawatir.
Bei Er Duo.
Aku tidak khawatir kau salah paham.
Yang ku khawatirkan kebingunganmu.
Aku tahu.
Aku tidak akan memikirkannya.
Kau sangat menjaga diri.
Aku tidak khawatir.
Aku ke Li Zi dulu yah.
Ketemu di rumah yah.
Biar ku antar.
Jangan, aku bisa sendiri.
Aku pergi yah.
Li Zi, jangan minum dengan perut kosong.
Tak apa.
Aku minum untuk menjernihkan pikiran.
Baiklah kalau gitu.
Katakan.
Er Duo.
Andai saja..
aku berhenti dari acara itu, apa kau akan marah?
Berhenti?
Kenapa?
Season 2 ini lebih dominan bisnisnya.
Xing zhen yang memegangnya.
Xing Zhen dan aku, dari cara melakukan sesuatu..
jalan pikiran kami bertentangan.
Banyak perbedaan.
Sebagai Bos, Yu Zhong...
Dia tidak bisa berbuat banyak.
Kalo aku berhenti...
mungkin bebannya jadi berkurang.
Kalo kamu berhenti...
aku jadi sendiri dong.
Kalo gitu, aku juga berhenti.
Kau harus tetap lanjut.
Dan kurasa...
Ye Shu Wei memperlakukanmu dengan baik.
Kurasa kalian punya harapan.
Kau harus mengumpulkan uang ke Jepang, meraih impianmu secepatnya.
Jangan membicarakanku.
Kau sendiri?
Bicara dengan Yu Zhong.
Bukannya kalian selalu kompak?
Kau tahu?
Sebelumnya..
Aku masih memikirkannya.
karena kurasa setidaknya kami masih kompak.
Tapi sekarang..
sepertinya dia bukan lagi yang ku kenal.
Er Duo
Kenapa orang selalu berubah?
Kenapa mereka cepat sekali beralih?
Kau tahu, saat kami memulai semua ini...
kami sangat kompak dan PD.
Terus mengatakan program kami harus menjadi top.
Tapi dalam sekejap...
Dia memilih menjadikannya bisnis.
Lantas bagaimana dengan yang lalu?
Er Duo, katakan. Kenapa orang cepat sekali berubah?
Aku sangat muak.
Halo.
Aku akan membayar Tokyo Room ini.
Tunggu sebentar.
dan tolong panggil sopir panggilan.
Li Zi.
Aku masih ragu.
Kau sungguh mau berhenti?
Jangan ragu.
Kau harus bertahan dan memenangkan hadiah itu.
Bagiku...
hanya itu yang bisa kulakukan untukmu.
Selebihnya, urus saja sendiri.
Kenapa kau mengungkitku lagi?
Aku kesini untuk mendengar keluh kesahmu.
Er Duo, ingat...
kalau kau menyukai seseorang...
kau harus menganggapnya serius.
Bicarakan padanya.
Jangan menggantung.
Jangan ragu untuk maju duluan.
Hanya selangkah..
kalo dia menyukaimu, dia akan maju 99 langkah.
Jadi kau tidak harus melangkah ke dia terus.
Sekarang aku ingin melangkah ke 99 langkah itu.
Walau mungkin tak ada gunanya.
Jalan kami sudah berbeda.
Mengenai acara di masa depan...
jangan ragu memberitahuku. Aku akan menasehatimu sebagai teman.
Mau kemana?
Aku ingin mengeluarkan semua rasa frustasiku dan mulai dari awal lagi.
Pagi.
Pagi.
Aku mau rekaman.
Aku mau ke studio.
Sampai ketemu sorenya.
Kau...
Aku mengundurkan diri.
Pikirkan lagi, jangan gegabah.
Kau mengenalku dengan baik. Bagaimana mungkin aku gegabah?
Bukannya kau gegabah? Kau tidak ingin kerja sama.
Biar Xing Zhen melanjutkannya, aku akan memberimu project baru.
Tidak perlu.
Aku sudah memikirkan ini sebelumnya. Aku pergi dulu.
Di masa depan kalo kamu di bawah pengaruh alkohol..
kau akan merasa sakit kepala dan tidak ada yang peduli padamu.
Selalu begini, kalian juga bosan, kami semua bosan.
Benar, duplikat.
Apa kau masih saudaraku?
Tidak.
Er Duo
Pulanglah istirahat. Yu Yu, temani Er Duo.
Baik.
Moyu
Tetap disana, kau masih ada bagian.
Minum air hangat dulu.
Kau harusnya pulang.
Aku malu mengatakannya.
Terakhir kali aku menyebabkan masalah buat kalian.
Ada apa, Er Duo?
Kau merasa baikan?
Kak Moyu, aku sudah lebih baik.
Nanti juga akan sembuh sendiri.
Maaf yah.
Tak apa, jangan terlalu dipaksakan.
Saat wanita melahirkan...
Berapa banyak rasa sakit yang harus di tanggung?
Siapa yang sakit?
Ada makanan.
Kenapa kau disini?
Aku ingin berterima kasih pada kalian semua.
Aku rasa itu hanya alasan.
Lu Tian, makasih yah.
Ayo makan bersama. Aku bawa banyak kok.
Terima kasih, Lu Tian.
Sudah lama aku tidak makan ini.
Ini sangat enak.
Kau punya motif tersembunyi, kan?
Motif apa coba?
Aku sudah di tolak duluan.
Lu Tian.
Kau makan juga.
Aku salah. Aku salah.
Kenapa kau kelihatan pucat? Ayo kutemani pulang.
Tidak usah.
Aku naik bis saja.
Er Duo, biar Lu Tian mengantarmu. Kau sedang sakit.
Kau merasa kesakitan? Mau kerumah sakit?
Tidak perlu ke rumah sakit.
Antar dia pulang. Dia hanya perlu minum Kiranti:D
Ayo aku antar.
Kalo gitu, aku duluan.
Hati-hati.
Hati-hati dijalan.
- Aku bisa jalan sendiri kok. - Tapi kau hampir jatuh tadi.
Tadi itu hanya agak gelap. Aku tidak melihat dengan jelas.
Aku harus memastikan keselamatanmu.
Lu Tian, kalo kau begini terus..
kita sungguh tidak bisa berteman lagi.
Bei Er Duo.
Kau tidak usah merasa terganggu.
Ini kulakukan sebagai teman.
Sebagai seorang teman..
izinkan aku mengantar temanku Bei Er Duo.
Lepaskan.
Kenapa kau juga disini?
Hanya lewat.
Kau kenapa?
Kau sakit, yah?
Tidak, aku hanya butuh istirahat.
Terima kasih, tapi..
biar aku yang membawanya.
Sama-sama.
Ye Shu Wei, sepertinya kau punya banyak waktu luang.
Aku sibuk, tapi aku ada waktu menjemputnya.
Ayo.
Lu Tian, aku duluan yah.
Terima kasih.
Ayo.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Selesai?
Kau sudah baikan?
Lebih baik.
Lain kali, jangan kerja kalau kau merasa sakit.
Siapa yang merias mu?
Apa terlihat aneh?
Tidak, hanya saja terlalu menor.
Tolong hapus itu.
Kita sedang shooting, harus make up begitu.
Tidak mungkin pake make up seperti biasa.
Kata siapa dia harus pake blus on dan bibir merah merona?
Sangat berlebihan.
- Itu tergantung situasi orang. - Aku mengenalnya dengan baik.
Tolong lebih natural, hapus blush on dan lipstiknya.
Maaf mengganggu.
Tolong di ulangi.
Ayo.
Baiklah. Kita akan mulai.
Seperti keseharian kalian dirumah.
Kalian bisa menyikat gigi dengan romantis.
Lalu duduklah untuk sarapan.
Baiklah, kita akan mulai lagi.
Bersiap.
Mulai.
Bagus, saatnya menyikat gigi. Si Pria menuangkan odol di sikat gigi wanita.
Dalam hal ini akan kelihatan natural.
Selamat makan.
Bagus.
Menyuap satu sama lain.
Beri susu atau sesuatu.
Bagus. Cukup.
Baiklah. Selanjutnya kita akan mengambil foto.
Bersiap untuk foto langsung.
Yu Zhong, kau datang?
Aku meminta kalian membuat promosi film..
Aku harus datang kalau tidak ingin membuat dia marah.
Bagaimana shootingnya?
Begitulah, tentang keseharian.
Kau bisa bertanya lagi padanya.
Yu Zhong.
Kau tahu yang terjadi pada Li Zi?
Di Season 2 ini, dia...
Aku dengar kalian berteman sejak kecil, kan?
Kami sangat dekat.
Orang tua kami juga saling mengenal.
Dan berhubungan baik.
Sebenarnya, Li Zi..
dia hanya terlihat tegar di luar.
Sebenarnya, dia benar-benar melakukan semua dengan bijaksana.
Kadang dia juga khawatir..
tapi jelas dia tidak mengungkapkannya.
Dekat dengannya, kau akan merasa lebih baik.
Sebaliknya, aku merasa khawatir.
Karena banyak ide terlalu protektif.
Banyak hal yang tidak bisa ditangani sendiri.
Dia begitu karena serius dengan pekerjaannya.
Yang kau bilang...
ada benarnya.
Bagaimana dia diluar pekerjaan?
Yu Zhong, kalau kau ingin tahu itu..
tanyakan langsung padanya. Dia pasti senang.
Pergilah perbaiki make up mu.
Bulu matamu jatuh tuh.
Untuk ini, ayo ambil foto interaksi kalian sehari-hari.
Lakukan saja seperti biasanya.
Rileks saja dan dengarkan aku.
Misalnya saling menatap...
pegangan tangan atau yang lainnya.
Cobalah lebih rileks. Mengerti?
Bagaimana kalau tidak pake sandal.
Lepaskan sandal kalian saja.
Kalo aku beri arahan, kalian tinggal lakukan saja.
Satu hal yang penting, jangan melihat ke kamera.
Selama kalian tidak melihatnya..
tidak akan ada masalah dan kita bisa menyelesaikannya dengan cepat.
Perhatian, kita akan segera mulai.
Bersiplah semua.
Siap.
Mulai.
Si Pria menggenggam tangan Si wanita.
Lalu Si Wanita bersandar di bahu Si Pria.
Dekap dengan lembut.
Bagus. Lalu saling menatap.
Dan kalian seolah-olah membicarakan sesuatu.
Anggap saja bicara seperti di rumah.
Bagaimana tidurmu semalam?
Tidurku sangat nyenyak.
Singkat sekali.
Kau lebih nyaman bicara dengan Yu Zhong.
Kenapa kau membandingkannya?
Aku tidak dekat dengan Yu Zhong.
Benarkah?
Lalu bagaimana bisa kau menghabiskan 7 menit 32 detik dengannya?
Bagus. Cukup.
Penampilan yang bagus, sangat natural.
Scene berikutnya, kalian berdirilah.
Bagus, Si Wanita berjinjitlah.
Cium pipi Si Pria.
Berjinjitlah.
Tunduk sedikit.
Sepertinya tidak cukup.
Begini kau bisa, kan?
Ayo.
Kenapa kau malu?
Cukup cium pipinya.
Tutup matamu.
Tutup.
Mendekatlah.
Hadap ke kanan.
Ternyata...
aku lebih cepat.
Jangan berterima kasih.
Tunjukan saja jempolmu.
Bagus. Cukup.
Sangat bagus.
Halo, Ma. Ada apa?
Bei Er Duo, apa kau sibuk?
Aku baru saja selesai shooting.
Cepatlah kesini, aku mengatur ulang rumah.
Dan malah terjatuh.
Aku sudah baring sepanjang hari karena sakit terus.
Temani aku ke rumah sakit.
Baiklah. Aku akan segera kesana.
Baiklah Er Duo, tidak usah buru-buru.
Bibi Zhang di sini, aku duduk di sofa dan tidak bergerak.
Hati-hati saja di jalan.
Jangan terlalu khawatir.
Tunggu yah, Ma.
Bibi kenapa?
Mama bilang dia jatuh saat memindahkan barang.
Masih sakit dan tidak bisa bergerak.
Aku harus pulang.
Biar ku antar.
Terima kasih.
Mama kenapa?
- Sakit sekali. - Bibi.
Kau juga datang Ye.
Jangan di sentuh.
- Baik, tidak ku sentuh. - Hati-hati.
Sepertinya pergelangan kakinya terkilir.
Kita harus ke rumah sakit.
Ayo.
- Sakit. - Biar ku bantu. -Pelan-pelan
Bibi, biar ku bantu.
Tidak usah.
Aku masih kuat kok.
Bibi, naik sajalah.
Maaf merepotkan.
Aku ini berat, maaf yah.
Kalau aku tahu akan begini...
aku harusnya diet.
Maaf.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Er Duo, temani bibi periksa.
Berikan BPJS nya, biar aku yang urus prosedurnya.
Di bagian depan.
Terima kasih.
Terima kasih.
Masih diperiksa?
Dokter mendiagnosis pergelangan kakinya retak.
Harus dilakukan X-ray.
Laporan pemeriksaan fisiknya selama 2 tahun.
Apa tekanan darahnya normal?
Apa mereka bilang ada yang salah?
Selama 2 tahun ini, dia selalu beralasan dan mengeluh tentang kesehatan
Ayo kita lakukan pemeriksaan lanjutan.
Jangan khawatir biayanya.
Kita bicarakan nanti.
Aku akan mengembalikannya kalo sudah punya uang.
Ye Shu Wei
Terima kasih.
Aku mau menelpon dulu.
Halo.
Paman Kecil.
Promosi filmmu dengan Bei Er Duo..
sudah ku kirim di email.
Baiklah. Kau sedang apa?
Aku sedang makan malam membahasa pekerjaan.
Dengan Tang Li?
Bukan, dengan Xing Zhen
Jawab, apa kau menyukainya?
Ye Shu Wei, apa ini kamu?
Aku tidak percaya yang baruan kau katakan.
Kenapa?
Sekarang..
Kau membicarakan gadis denganku.
Aku hanya memberi saran.
Ungkapkan kalo suka...
Kalo tidak, jangan PHP-in.
Tunjukan kejantananmu.
Apa karena kau pacaran dengan Er Duo, jadi kau menasehatiku?
Tidak juga.
Aku menyarankan sebagai Paman mu.
Dia kenapa, sih?
Lebih baik dari perkiraanku.
Mereka benar-benar pandai mengeditnya.
Benarkah?
Aku rasa masih banyak adegan tidak natural.
Yang mana?
Saat kita saling mentap...
saat kau bicara padaku, itu masih kurang.
Masih perlu ditingkatkan.
Apa iya?
Aku rasa...
sudah bagus.
Yu Zhong bilang untuk program berikutnya..
akan ada promosi film juga.
Untuk meningkatkan popularitas.
Agar terlihat natural...
kita harus latihan.
Tidak masalah. Praktek apa?
Pertama mengenai panggilan.
Jangan nama lengkap.
Lalu apa?
Tergantung kamu...
selama bukan nama lengkap.
Kalo gitu...
Shu Wei.
Kau harus lebih berekspresi.
Itu tadi seperti orang asing.
Ekspresi memanggil orang asing.
Shu Wei
Lumayan.
Aku rasa...
kau harus lebih mesra.
Pake perasaan.
Shu Wei
Baiklah.
Mungkin ini sulit.
Itu terlalu kaku.
Terlalu kaku?
Panggil dengan santai.
Jangan pikirkan yang lain, santai saja.
Shu Wei
Er Duo.
Kau memanggilku Er Duo.
Kau tidak suka?
Tidak ada bedanya dengan orang lain.
Apa?
Tidak apa-apa.
Lalu apa selanjutnya?
Kita harus berbagi rahasia.
Berbagi rahasia?
Satu saja.
Kalo ada yang tanya...
kita harus berbagi sebelumnya, kan?
Tapi sepertinya tidak ada rahasia.
Bukan begitu.
Apa kau yakin?
Contohnya...
siapa cinta pertamamu?
Begitu.
Apa waktu SD dihitung?
Yang lain...
SMA atau saat kuliah.
Masa, sih?
Ada, aku punya.
Siapa?
Allen
Pasti ada pemadaman listrik.
Jangan takut. Aku akan ambil lilin. Tunggu disini.
Ini dia.
Sudah lebih baik?
Ini cukup.
Haruskah kita lanjut?
Kau tidak akan merasa takut kalo kita bicara.
Allen itu...
siapa?
Temanmu?
Seorang komposer.
Banyak animasi terkenal yang memiliki karyanya.
Kau mau dengar lagunya?
Tidak usah.
Seperti katamu.
Itu akan berlebihan.
Keluarga Allen..
Komposer terbaik sejagad raya.
Untuk mencari dia menulis musik...
Apa harus mengelilingi gerbang Tian'anmen beberapa kali?
Mungkin.
Dia sudah tidak eksis..
Walau tidak lagi..
Itu keren seperti House 14.
Apa menurutmu dia tampan?
Kau pernah ketemu?
Belum
Allen kami rendah hati.
Aku akan mencari info tentangnya seperti FBI.
Dia sangat sempurna...
kau bisa mati karena tidak percaya.
kenapa?
Apa karena dia..
Vampir Amerika?
Lampunya menyala, aku mau tidur.
Aku malas membahas Allen denganmu.
Selamat malam.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Li Zi, kenapa disini?
Jangan salah paham.
Aku menemani Yu Zhong ke pesta.
Dia mabuk dan aku mengantarnya pulang.
Aku ingin bicara dengannya.
Masuklah.
Akan kupanggilkan.
Kak Li, ini ada air madu.
Ingat untuk memberikan padanya.
Kalo gitu, aku serahkan Yu Zhong padamu.
Li Zi?
Dimana Xing Zhen?
Bukannya tadi ada dia?
Dia sudah pulang.
Kau tidak menjawab teleponku, jadi aku datang.
Terima kasih.
Xing Zhen yang buat.
Kau..
Aku kesini membicarakan Bei Er Duo.
Aku harap kau memperlakukannya dengan baik.
Sedikit lebih peduli.
Er Duo itu teman sekaligus tamuku.
Pasti akan ku perlakukan dengan baik.
Baguslah.
Maksudku...
jangan salah paham dengan Xingzhen.
Dia juga bagian dari perusahaan dan melakukan ini untuk kita.
Jadi kalian pasangan sekarang?
Bedakan urusan kerja dan pribadi.
Aku tahu.
Aku tidak punya urusan kerja denganmu lagi.
Aku ingin bicara pribadi padamu.
Kau bilang tidak ada hubungan dengannya. Lalu bagaimana denganku?
Selain rekan kerja, apa ada lagi?
Bertahun-tahun...
aku selalu menganggap hubungan kita spesial.
Maaf kalo aku berlebihan.
Biar ku perjelas.
Aku menyukaimu.
Jawabanmu?
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 29 Maret 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.