Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Episode 14
Beethoven
Kau lapar?
Kalau tidak lapar, kau tidak datang padaku.
Ayo berdiskusi.
Aku sudah memberimu makan selama ini.
Kau harus membayarku.
Ayo.
Beethoven hilang.
Beethoven, tetap di sini yah.
Aku akan mengeluarkanmu nanti.
Kenapa kau lama sekali?
Aku sedang mencari Beethoven.
Sudah ketemu?
Belum.
Tidak setenang kamu.
Pasti disekitar sini.
Benar. Jendela tidak pernah terbuka hari ini.
Aku belum pernah keluar.
Kapan dia menghilang?
Tadi pagi.
Saat aku bangun mau memberinya makan...
dia tidak muncul.
Padahal biasanya dia garcep.
Kau sudah cari dimana?
Aku sudah cari di atas. Dibawah belum.
Kau ini, bagaimana mungkin dia di situ?
Kau sendiri hanya duduk di sana dan tidak membantu.
Kau juga lebih tidak masuk akal.
Bagaimana bisa ada di tempat sampah?
Kenapa kau tidak khawatir sama sekali?
Lagian dia pasti masih disekitar sini.
Ku beritahu, aku pernah membaca berita.
Ada kucing yang jatuh diselokan.
Lama sekali di sana karena mereka tidak tahu cara menyelamatkannya.
Beethoven tidak begitu, kan?
Tidak mungkin.
Aku rasa dia ada diatas.
Beethoven
Beethoven
Sebaiknya kau mencarinya di sekitar sana dulu.
Ada apa?
Di sana.
Beethoven
Beethoven
Beethoven, disini rupanya.
Kau mau melihat tempat kejadiannya?
Kecuali yang dua itu tidak bisa di pake.
Yang lainnya bagus.
Aku sudah membersihkan bulunya.
Kalau kau masih merasa kotor, kau bisa membersihkannya lagi.
Terima kasih.
Baik.
Beethoven sudah ketemu, pakaianmu juga sudah bersih.
Aku pamit yah, ada yang harus ku lakukan.
Tunggu.
Aku juga mau ke studio, biar ku antar.
Kau mau kemana?
Kafe.
Studioku ke habisan biji kopi. Ayo pergi bersama.
Aku kesana yah.
Halo.
Anda mau pesan apa?
Biji kopi.
Kenapa dia disini?
Kalian belum putus?
Dia ada perlu disini, jadi sekalian mengantarku.
Hari ini kau rapi sekali.
Apa kau mau wawancara atau kencan buta?
Aku tampan, kan?
Tampan.
Lihat binatang di pakaianmu.
Tidak. Maksudku sangat cocok.
Jadi kau mau kemana?
Guru memintaku mengikuti tes lisan, jadi aku membeli jas.
Oh iya, aku ingat kalau aku tidak tahu pakai dasi.
Tolong ajari aku.
Aku pun tidak tahu.
Kau ini wanita, kan?
Kata siapa wanita selalu tahu cara memasangkan dasi?
Lalu bagaimana dong?
Aku juga tidak.
Tunggu.
Aku cari caranya.
Berikan dasinya.
Berdirilah.
Halo.
Biji kopi anda siap.
- Terima kasih. Berapa? - 4 ratus.
Kartu kredit.
Tunggu sebentar.
Maaf.
Atau pakai scraft saja yah.
Biar ku coba lagi.
Kenapa susah sekali?
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Begini saja kau tidak bisa.
Aku bukan pria tua yang suka pakai dasi sepanjang hari.
Bagaimana, dong?
Pria yang tidak tahu memakai dasi.
Bagaimana bisa di sebut pria?
Itu...
Kami ada kelas.
Aku pamit.
Ayo mulai.
Tunjukkan tugas yang ku beri kemarin.
Er Duo
Ayo ke pantai.
Sekarang juga.
Terima kasih, Yu Zhong.
Tang Li kembali.
Apa Yu Zhong dan Xing Zhen akan putus?
Aku rasa Tang Li harus mundur dari jabatannya.
Kau disini?
Sekarang bir semakin sulit dan buruk untuk diminum.
Ini seperti Pogostemon yang harum dan suasana sehat (tren).
Cinta butuh keberanian.
Hadapi gosip itu.
Tetap berpikiran positif.
Cintaku bermaksud sesuatu.
Kita semua butuh keberanian.
Untuk membuatnya bersama.
Di keramaian pun aku masih memikirkanmu.
Letakkan di tanganku..
hatimu itu.
Aku baru menyanyikannya setelah sekian lama.
Sudah lama hingga membuatku lupa tentang keberanian.
Keberanian itu..
meskipun jutaan orang telah lewat.
Hanya aku satu-satunya yang tetap maju.
Li Zi.
Lihat laut itu..
Kau lompatlah.
Aku hanya akan melihatmu.
Kau ini..
Akhirnya kau tertawa.
Terima kasih, Er Duo.
Apa lagi yang bisa kulakukan..
sebagai peri penyelamatmu.
Kalo gitu, peri kecil..
kalau aku membuat harapan, apa akan terwujud?
Kau harus megumpulkan 7 manik-manik naga.
Untuk apa?
Ayo bicara.
Kepuasanmu..
Aku pun ingin.
kemampuan membaca pikiran orang lain.
Aku mau tahu yang dipikirkannya.
Aku bertanya-tanya apa kami semakin menjauh.
Bahkan memikirkannya saja membawa masalah.
Tak apa kalau ia tidak berkata apa-apa.
Tapi aku kira kami menjalani hubungan.
Begitu kah?
Siapa yang tahu?
Aku seperti kehilangan jati diri.
Semua ini hanya anganku..
seperti menipu diri!
Mungkin mereka saja yang tak mengerti.
Jangan ragukan dirimu.
Seseorang pernah bilang padaku...
Percaya pada dirimu.
Percayalah pada diri sendiri, ada baiknya memiliki sesuatu yang lebih baik
Sepertinya aku harus mengosongkan pikiranku.
Dimana tak ada yang bisa menemukan diriku yang sebenarnya.
Go Pikachu
Jangan ragu bahkan jika itu melukaimu.
Tujuan kita adalah..
bintang-bintang dan laut.
Jangan lupa mentraktirku.
Yang enak.
Mati saja.
Kenapa kau merusak suasana?
Kau mau apa?
Tak tahu malu.
Kau mau apa?
He Yang
Boss
Ada apa?
Duduklah.
Pesta ultah yang kau bilang...
itu kapan?
Senin depan, Bos.
Anda tidak mau datang.
Aku masih ingat kemarin anda bilang tidak bisa.
Bagaimana kalau ini?
Ini bukan demi pesta ultah ku.
Anda telah menyingkirkan semua hal penting.
Bos, anda terlalu...
Undang Bei Er Duo.
Tentu saja.
Bos tidak perlu beritahu. Anda datang saja nanti.
Aku mengerti.
Anda memintaku mengundangnya.
Aku akan menelponnya.
Tapi aku tidak punya nomornya.
Aku akan menelponnya nanti.
Tunggu.
Ini.
Halo.
Halo.
Aku Ye Hang. Pegawai di studionya Ye Shu Wei.
- Halo. Ada apa? - Begini, senin depan aku ultah.
Aku mau mengundangmu. Apa kau punya waktu?
Senin depan, itu..
Aku sebenarnya...
Sebenarnya, semua ingin kamu datang.
Kau harus datang.
Ini kesempatan yang baik untuk mempererat hubungan.
Terima kasih.
Lalu Bosmu?
Bos kami sangat baik.
Dia juga menunda jadwalnya untuk datang.
Datanglah.
Kesempatan baik untuk kumpul bersama dan mempererat hubungan.
Baiklah.
Aku bisa.
Janji yah.
Akan ku kirimkan lokasinya.
Baik. Terima kasih.
- Bagaimana bisa dia mengatakan hal seperti itu? - Ada apa?
He Yang, pegawainya Ye Shu Wei.
Dia mengundangku ke ultahnya senin depan.
Dimana?
Ah ini.
Di Yutang KTV
Lu Tian.
Kenapa kau penasaran?
Ulangi kalimat ini 3 kali.
Ini.
Kau sedang apa?
Ma, kenapa pakaianmu rapi sekali?
Kau dari acara nikahan?
Apa kau ke pesta pernikahan pakai beginian?
Aku mendatangi pengacara.
Kau tidak perlu berpakaian begitu menemui pengacara.
Aku khawatir kalau mereka..
Apa yang dikatakannya?
Er Duo.
Mama minta maaf yah.
Pengacara bilang...
Uang kita...
80 persen tidak akan kembali.
Sudah kuduga begitu.
Jangan memaksakan diri.
Sekarang ini penipu memang sangat licik.
Bukan mama sendiri yang di tipu.
Kita anggap saja ini sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati di masa depan.
Tapi kita ditipu terlalu banyak.
Sebenarnya, aku mencoba meringankan bebanmu.
Tapi ternyata malah menambah bebanmu.
Aku tidak terbebani. Yang kulakuka ini...
ini semua list yang aku suka. Bukan beban sama sekali.
Sungguh.
Er Duo
Kau bilang kerja paruh waktu, kapan kau punya waktu luang?
Mama minta, bisakah kau berhenti berpikir untuk sekolah ke luar negeri?
Cari saja pekerjaan yang tetap.
Menikahi pria yang baik dan punya anak.
Hanya ini yang bisa membuat mama tenang.
Mama.
Aku tidak punya ambisi.
Tapi aku hanya ingin melakukan apa yang ku inginkan.
Mungkin aku tidak bisa menjalani hidup yang membuat orang lain iri.
Tapi aku tidak berpikir itu penting, kebahagiaan adalah perasaan subjektif semua orang.
Izinkan aku mencobanya.
Setidaknya nanti aku bisa bilang.
Bei Er Duo, kau telah berjuang keras.
Tanpa penyesalan.
Ada pepatah yang bilang..
Katakan padaku kita telah mengalaminya dan dimasa depan akan jadi kenangan berharga. Iya kan?
Tapi kau harus ingat..
Sejauh apapun kau pergi nanti, ingat untuk pulang.
Kalo gitu..
biarkan aku memperjuangkannya dulu.
Kau belum makan, kan?
Mama akan memasak untukmu.
Kau cocok jadi pelayan.
Apa pelanggan harus berdiri terus disini?
Pelanggan, silahkan pakai ini.
Ini menunya.
Kau tidak memperkenalkannya?
Apa anda mau yang manis atau pahit?
Kalau manis, aku sarankan kopi susu strawberi.
kalau pahit, aku sarankan espresso.
Apa bedanya?
Tidak ada bedanya.
Kalo gitu, aku ingin ini.
Baik. Tunggu sebentar.
Kak Xin, satu gelas macedo.
Toping bentuk apa?
Terserah saja.
Kalo gitu, Shabai.
Baik.
Kak Xin, kau tidak pandai dalam hal ini.
Ini berlebihan.
Kau butuh bantuan?
Tidak usah.
Ini pesanan anda.
Apa-apaan ini? Jelek sekali.
Kenapa matanya sangat besar?
Bulu matanya juga.
Apa kau meledekku?
Ini Elizabeth, peliharaan jiwa perak.
Kenapa jelek sekali?
Mata besar.
Bulu mata panjang.
Kau meledekku kan? Memang kau siapa?
Panggil bos mu, aku mau melapor.
Apa begini sikap seorang pelayan?
Pelanggan, tolong pelankan suara anda. Di sini banyak pelanggan lain.
Kalau anda tidak suka, aku akan buatkan yang lain.
Mengganti pesanan dan membuatmu terus meledekku?
Bisakah kau berhenti membuat keributan?
- Kau kira aku sengaja membuat keributan? - Kau yang mulai, kau yag cari masalah.
Elizabeth sangat baik, kau tidak boleh menyebutnya jelak. Kau hanya datang membuat masalah.
Ada apa denganmu?
Jangan terlalu jauh.
Baiklah.
Aku tidak akan melakukannya.
Minta maaf saja padaku.
Maaf.
Itu saja?
Apa lagi?
Berlutut.
Apa yang kau lakukan?
Apa itu caramu berlutut?
Kau ini, kami tidak suka kau disini. Sana keluar.
Aku pun tidak suka disini.
Tempat orang-orang bermasalah datang.
Maksudmu apa? Orang-orang bermasalah?
Berpura-pura tidak tahu.
Tutup mulutmu.
Sana keluar. Kami tidak suka kau disini.
Aku juga tidak suka disini.
Minggir.
Kau baik-baik saja?
Tak apa.
Kau pulang saja dulu.
Aku rasa kau terlihat khawatir dua hari ini.
Pulang dan istirahat saja dulu.
Terima kasih, Kak Xin.
Aku akan merapikan ini dulu.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Lihat, ada yang memerankan Qi Munanxiong.
Aku rasa sudah lama sejak Pangeran Man mengubah perannya.
Tidak ada yang berani memainkan perannya.
Tolong lattenya.
Tuan Qi Mu Nanxiong
Aku ingat anda tidak pernah berbicara saat menggunakan telepati.
Aku hanya berbicara padamu.
Apa?
Aku hanya menggunakannya untuk berbicara denganmu.
Maaf, aku tidak bisa mendengarnya.
Aku mau Latte.
Ayo.
Cari tempat duduk dulu.
Sebentar lagi akan ramai, tempat duduk akan penuh.
Peran apa yang kau mainkan?
Tampan, kan?
Aku mau Sebastian, tapi aku pendek. Jadi hanya bisa memerankan Charles.
Terlihat lucu.
Kalau ku tahu, aku akan memerankan Sebastian.
Bagus juga untuk memikirkannya, tapi dia punya kekuatan besar. Aku akan membuatkan kopinya.
Kepada pelanggan, kami punya kejutan.
Itu diaken hitam kita, Sebastian datang ke kastil kita.
Dan dia membawa biola sebagai persembahan. Tepuk tangan yang meriah.
Pemeran Sebastian ini sangat cocok.
Dia juga pandai main biola.
Tuan, nikmatilah.
Apa ini?
Bukannya ini kesukaanmu?
Aku lebih suka puding stoberi.
Siapa sebenarnya Sebastian?
Entahlah.
Teman Bos kami.
Di undang untuk bersenang-senang.
Aku belum pernah melihatnya.
Dia bermain dengan baik seperti seorang profesional.
Tapi kenapa dia memerankan Sebastian?
Apa kalian janjian?
Tidak, aku bahkan tidak mengenalnya.
Makanlah, aku mau menyapa tamu lain.
Permainan Sebastian sangat luar biasa.
Terima kasih padanya sudah datang menghibur kami.
Halo, boleh aku berfoto?
Terima kasih.
Sebastian
Senang bertemu denganmu.
Kau tidak ingin jabat tangan? Tidak seperti kamu.
Tamu kami, Maaf yah.
Ini pertama kalinya kau ke sini kan?
Biar ku rekomendasikan, toko kami sangat bagus.
Margaret
Banyak tamu memujinya.
Er Duo, pesanan di meja 32.
Ternyata benar, Ye Shu Wei.
Pelankan suaramu.
Kau mengenaliku dari awal.
Kau kira itu pertunjukan kostum.
Memakai masker dan jaket hitam, kau kira aku tidak mengenali?
Melihat tinggi dan cara jalanmu..
Tidak sulit mengenalimu.
Ada apa?
Kenapa kau tiba-tiba datang ke sini?
Aku kesini untuk cosplay.
Kenapa?
Apa ada aturan kalau aku tidak boleh masuk?
Tidak, aku baru pertama kali melihatmu begini.
Kalau kau mau cosplay, lakukan dengan baik. Ini kau pakai apa?
Kenapa kau ngobrol disana?
Anak sekarang.
Lakukan saja apa yang kau inginkan.
Kamar ganti pria itu dikamar mandi.
Bagaimana ini?
Aku sedang menggunakan toilet.
Ada masalah?
Tadi ku dengar ada dua orang bicara.
Kenapa jadinya satu?
Aku bicara sendiri.
Cepatlah!
Aku mau bersihkan toiletnya.
Bagaimana kau tahu?
Karena aku pake otak.
Kenapa full semua?
Cepatlah.
Coba ketuk itu, dia sudah lama di dalam.
Minta untuk cepat-cepat.
Tolong cepat, aku tidak tahan lagi.
Ini darurat.
Bagaimana?
Kau siap?
Sebastian, aku suka Black Deacon.
- Aku tidak menyangka cosplay yang sangat bagus. - Benar.
Kenapa tidak mengembalikannya, bentuk klasik Black Deacon.
Senyum yang menawan.
Perbedaan tingginya bagus.
Berdirilah lebih dekat.
Benar! Lebih dekat. Sebastian, kau....
Menunduk 45 derajat.
Bagus.
Begus. Begitu!
Sebastian, kau harus senyum.
Kalian harus saling menatap.
Bagus!
Tahan!
Er Duo.
Apa kalian janjian?
Yang satu Charles, yang lain Sebastian
Tidak. Tidak.
- Ini sungguh kebetulan. - Sana, biar kami foto juga.
Tentu saja. Foto.
Baiklah., 3, 2, 1
Ya Tuhan, dia berkomentar sejak kami bertemu.
Terlihat bagus.
Maksudku Sebastian.
Lucu, lucu sekali.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 23 Maret 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.