Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Episode 20
Belajar? Ingat usiamu!
Berapa lama kau akan belajar?
Walau Ye mungkin bisa menunggu, tapi orang tuanya tidak.
Buang pemikiranmu itu.
Ma, sup mu.
Sup apa?
Aih, sup herbal ku.
Pagi, Bos Wanita.
Ye Shu Wei
Minumlah sup ini.
Dia sangat berlebihan.
Kalau saja aku tidak kabur, dia akan mengomel terus.
Kau harus bersyukur.
Aku saja tidak pernah diperlakukan seperti itu.
Berikan pendapatmu mengenai sup nya.
Tapi jangan komentar buruk.
Ye Shu Wei.
Kau kenapa?
Tak apa.
Apa kau merasa sakit?
Kalau kau merasa sakit, bilang. Jangan menahannya.
Bos.
Kau harus istirahat.
Ya.
Bos, masih ada sebulan sebelum kompetisi. Masih ada waktu.
Terlebih sakit kepala bukan masalah sepele.
Sangat mungkin bahwa Bos bisa.
Bos.
Catnya sudah kering.
Banyak waktu.
Masih beberapa hari lagi.
Lalu ada perakitan dan penyetelan.
Bos.
Apa kau harus memaksakan penyetelan kerja manual?
Kau tidak ingin mencoba menggunakan tuner?
Tuner tidak akurat.
Telinga manusia lebih sensitif.
Kau bisa mencari pemain biola yang bisa mendengarnya?
Mana ada pemain biola yang mau memeriksanya setiap hari?
Bagaimana? Kau bisa dengar?
Dua melodi ini sedikit berbeda.
Pertama seperempat, kedua naik setengah nada.
Benar, kan?
Mungkin...
aku bisa bantu.
Seorang idola bermain.
Sangat menyenangkan.
Kau bisa dengar?
Semakin lama makin enak.
Jauh lebih...
menyenangkan dengan dilihat langsung.
Tunggu.
Sepertinya ada sedikit kesalahan.
Sejujurnya...
Apa bedanya dengan yang kemarin?
Aku tidak bisa dengar.
Tapi sudah disesuaikan sebulan.
Tapi aku bahkan tidak bisa mengenalinya.
Tentu saja, ini lebih baik.
Menurutku, ini karena kekuatan cinta.
Bagaimana?
Sudah bagus.
Istirahat dulu.
Tulis pendapatmu.
Baiklah.
Ye Shu Wei, banyak sekali biola di sini.
Apa kau memajangnya setiap tahun?
Tidak.
Penghargaan tertinggi untuk biola adalah memainkannya setiap hari.
Orang yang suka biola...
tidak akan menjadikannya hanya hiasan.
Pemain yang baik akan memainkannya setiap hari.
Agar enak di dengar.
Jadi sebelum di beri ke pemilikinya...
aku hanya menyimpannya sementara.
Kalo suka berarti kau tidak akan mengacuhkannya.
Tapi yang kau bilang tadi...
rasanya seperti kata sifat.
Tentu saja.
Setiap biola itu punya kehidupan.
Setiap yang kubuat ada namanya.
Nama?
Kalo itu apa?
Waktu.
Yang itu?
Tak dikenal.
Nama yang lain bagus, tapi itu 'tak di kenal'. Biolanya mungkin akan marah. Kalo yang itu?
Medium
Medium?
Apa kau menamai semuanya dengan dua kata?
Tidak juga.
Disebelahnya beda.
Apa namanya?
Mengukir.
Cocok sekali denganmu.
Biola mana yang mendapat medali emas?
Dipinggir.
Mau dengar?
Baiklah.
Cukup.
Sebenarnya, waktu pertama belajar biola...
aku tidak terlalu suka bach.
Aku merasa itu kuno dan membosankan.
Tapi entah kenapa...
Aku malah jatuh cinta padanya.
Rotasi sempurna.
Mendengar musik ini mengingatkanku saat berada di gereja.
Melipat tangan dan menundukkan kepala.
Aku mau buat kopi.
Berikutnya, pemain biola Bei Er Duo...
akan memainkan lagu pada String G.
Terima kasih.
Bos.
Permainanmu sangat bagus.
Apa kerjaanmu selesai?
Belum.
Oh iya.
Kita harus menyerahkan biola pada panitia 10 hari sebelumnya.
Aku mengerti.
Hampir selesai, nanti akan ku informasikan.
Baiklah.
Kau sedang apa?
Kenapa tidak ketuk pintu?
Ini studioku.
Oh benar.
Aku hanya penasaran bagaimana beratnya...
dan bagaimana rasanya membawanya.
Ternyata ringan.
Akan ku ajari kalau kau mau.
Tanpa bayaran.
Tak apa.
Belajar musik itu saat kecil.
Aku sudah terlambat.
Siapa yang bilang?
Kau bisa mulai kapan saja.
Pegang.
Pegang.
Mars, selamat datang ke Cina.
- Jadi ini bar terkenal yang kau bilang. - Iya, sangat populer.
Ayo bersulang.
Ayo, ayo bersulang.
Lihat disana.
Kalian kenapa? Putus?
Mereka sudah lama disana.
Kau mengawasinya terus.
Mengawasi apa?
- Kami tidak pacaran. Jadi kenapa putus. - Baiklah.
Bukannya kalian selalu bersama?
Rambutmu.
Apa?
Ada sesuatu diwajahmu.
Eh dia mau apa?
Ya Tuhan.
Pria Italia itu pintar sekali.
Mars, ini..
trik ini sangat kuno.
Benarkah?
Tapi terima kasih.
Kalo gitu akan kulakukan yang lain.
Ayo bersulang.
Ambil sesuatu.
Berikan tanganmu.
Apa ini?
Aku berikan hatiku padamu.
Ada apa?
Tak apa.
Aku belum istirahat dua hari ini.
Makanku tidak teratur, jadi sering sakit perut.
Maaf, aku tidak tahu kau tidak kuat minum.
Jangan salah menilai wanita Cina.
Aku akan mengalahkanmu lain kali.
Baiklah, aku tungu.
Tapi kurasa sekarang kau harus pulang.
Karena sakit perut...
pulang dan istirahatlah.
Utamakan kesehatan.
- Bisa? - Tentu saja.
Ayo.
Pelan-pelan.
Biola ini tidak perlu di stel lagi.
Kalau kau mengantuk, tidurlah.
Aku tidak ngantuk.
Aku tidak... aku hanya...
Aku mau melihat sendiri pemberian nama biola yang bagus.
Kenapa?
Setelah di beli...
maknanya jadi berubah.
Benar.
Tidak ngantuk.
Kalau tidak...
bantu aku memberi nama biola ini.
Terserah kamu.
sepuluh kata juga tak apa.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Biolanya selesai, ada diatas meja.
Sandar di sini dulu.
Maaf.
Tak apa.
Kau mau apa?
Kau mau apa?
Kau mau mengambil keuntungan dari mabuknya?
- Kau kenapa? Lepaskan. - Dia ini mau menciummu.
Tidak.
Yu Zhong, kau salah.
Lepaskan! Dia hanya ingin membantuku.
Dia membantuku karena sakit perut. Paham?
Kau kenapa?
- Kau bilang salah paham? - Iya.
Dia ini hampir menciummu dan kau bilang salah paham?
Tidak.
Kalau kalian ciuman, pasti nanti akan tidur bersama juga.
Keterlaluan.
Kau mabuk.
Mars, ayo.
Aku ketiduran?
Biolanya bagaimana?
Biola?
Sudah selesai.
Selesai?
Biar ku lihat.
Aku melewatkan momen penting.
Momen penting?
Iya.
Kalo saja kau beri tahu, pasti ku bangunkan.
Untuk momen akhir, saat merasa...
puas dan tepuk tangan bersama.
Kalo gitu, kita bisa melakukannya.
Bagaimanapun, rasanya tidak sama.
Kalo gitu akan kutunjukkan...
yang tidak bisa kau lewatkan.
Mau menunjukkan apa? Sudah hampir pagi.
Benarkah?
Kau akan tahu nanti.
Aku penasaran.
Kau tidak berencana menjualku, kan?
Harganya pasti tinggi.
Aku tahu.
Masih ada 30 menit.
Eratkan sabuk pengamanmu.
Aku pikir kau mau membawaku melihat sunrise.
Kenapa membawaku ke halaman belakang rumah?
Kau tahu?
Kunang-kunang...
hidupnya hanya semalam.
Sangat berharga.
Sangat singkat.
Saat di kegelapan...
dia akan bersinar...
dan dalam diam...
menjagamu di kegelapan.
Alasan membawamu ke sini...
aku ingin kau tahu.
Bei Er Duo
Di hidupku...
kau berarti.
Kau membuatku mencintai...
dan menemukan perasaanku...
juga mengajariku rasanya peduli pada orang lain.
Sekarang...
aku ingin menunjukkannya padamu.
Kunang-kunang bisa mengabulkan permintaan.
Berdoalah.
Jangan sia-siakan.
Aku..
Bei Er Duo
ingin menjadi dubber terbaik.
Pasti bisa.
Aku tahu.
Nama yang harus diberikan pada biolanya.
Itu...
Malam Kemenangan.
Bagaimana?
Tadi katanya aku bisa memberi nama sesukaku.
Tapi kau ketiduran, kan?
Telingaku mendengar.
Aku bisa dengar walau tertidur.
Baiklah.
Kalo gitu, boleh.
Akan ku beri nama...
Bei Er Duo dan Ye Shu Wei bersinar di langit malam.
10 kata.
Baiklah.
Saat aku memperkenalkan biolanya...
aku akan menyebutkan namanya...
dan memberitahu orang-orang...
kalau nama ini...
di berikan oleh seorang gadis bernama Bei Er Duo.
Hanya bercanda.
Tapi aku serius.
Sudah diputuskan.
Jangan.
Itu terlalu santai, perlu nama yang lebih dalam.
Tidak kok.
Ini bagus.
Sudahlah, lagian kan biolamu.
Kau bisa beri nama sesukamu.
Bei Er Duo.
Lihat aku.
Kenapa?
Bernafaslah!
Kau sedang apa?
Kenapa?
Tidak ingin? Kalau tidak, kau bisa mengambilnya kembali.
Kata siapa aku tidak ingin.
Aku akan menjemputmu lain kali.
Maaf kemarin aku sangat mabuk.
Kau bisa memaafkan ku?
Masuk.
Yu Zhong, ini rencana barunya.
Aku tahu.
Tunggu.
Yu Zhong, ada lagi?
Apa program yang dikerjakan Tang Li sekarang?
Kak Li?
Dia membuat film dokumenter, Si Jenius dan Biola.
Baik, aku mengerti.
Masuk.
Halo Yu Zhong, aku ingin mendiskusikan..
program baru kita.
Bagaimana menurutmu...
program dokumenter mengenai musik?
Xing Zhen
Tidak baik meniru orang lain.
Aku lebih suka project original.
Aku rasa kau harus belajar berpikir.
Gagasan Inovatif baru.
Alih-alih mengambil ide dari program orang lain.
Itu tidak akan bertahan lama.
Aku mengerti, Yu Zhong.
Sebenarnya, aku sangat mengagumimu.
Kau pria yang baik.
Aku harap bisa lebih banyak belajar...
dan berdiskusi denganmu.
Kembalilah dengan ide kreatifmu.
Kita akan memiliki kesempatan bekerja sama.
Bagaimanapun, kita ini atasan dan bawahan.
Aku akan mengajarimu.
Kalo gitu, aku permisi.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr
Lupakan. Kita tidak cocok.
Apa yang Allen minum?
Sepertinya enak.
Itu sup ramuan Cina.
Sup ramuan Cina?
Ya Tuhan, orang Cina luar biasa.
Mau coba? Ini di rebus 1 jam lebih.
Kau bisa berbagi dengan Ye Shu Wei.
Tidak usah.
Aku juga tidak apa-apa.
Oh iya, tadi kau bilang mau bikin steak, kan?
Li Zi suka yang setengah masak.
Dia suka yang matang.
Dia tidak suka sesuatu yang mentah.
Dan dia alergi dengan blueberry.
Dia makan salad dengan saus wijen.
Wijen?
Oh iya, juga...
Bersulang untuk Kak Moyu.
Cepat kembali.
Terima kasih.
Kak Moyu.
Dulu saat kau bilang ingin pergi belajar..
ku kira kau bercanda.
Aku tidak menyangka kau pergi secepat ini.
Iya.
Kau selalu menjadi jiwa perusahaan.
Kalau kau pergi..
Meskipun sebagian besar di sini diperkenalkan olehku...
tapi kita ini kan team.
Nanti akan selalu ada orang baru.
Dan walaupun aku tidak di sana, aku akan selalu mendukung kalian.
Benar.
Kak Moyu akan selalu memberi kita dukungan.
Jangan menangis...
jangan membuat suasanya membosankan.
Hari ini adalah hari bahagia.
Ayo kembali tanpa mabuk.
Bersulang.
Ini.
Aku kembalikan.
Mungkin kau punya beberapa...
kenangan.
Valentine lalu.
Saat terlambat pulang kerja.
Kau membeli semua bunga dari seorang gadis kecil...
dan memberikannya padaku
Ini.
Boneka pertama yang kau beri seharga seratus yen.
Li Zi.
Dan...
Aku tahu aku salah.
Kau tidak salah.
Aku terlalu berlebihan.
Tidak. Xing Zhen dan aku sungguh... kau..
Jangan salahkan yang lain.
Aku menghabiskan banyak waktu denganmu..
tapi tak pernah ku beritahu..
kalo aku menyukaimu.
Li Zi.
Saat ini...
Apa kita bisa memulainya dari awal?
Berikan aku kesempatan.
Kau yakin?
Kau sudah mempertimbangkannya?
Aku sedikit emosional.
Aku juga posesif.
Dan tidak bisa melihatmu akrab dengan wanita lain.
Kau yakin bisa menerima sifatku?
Kepribadianku keras, dan aku bukan gadis yang lemah lembut..
Kalo kita bertengkar...
aku tidak akan pernah minta maaf. Kau yakin bisa menerimaku seperti itu?
Aku bisa.
Dan..
pastikan tidak melirik wanita lain disekitar.
Dan hanya melhat aku. Kau bisa?
Iya.
Aku bisa..
Tapi kenapa kau tidak mencariku saat aku pergi?
Kenapa kau bengong saja saat ku bilang aku menyukaimu. Katakan kenapa?
Sudah malam.
Pulanglah.
Jaga dirimu yah.
Jangan lupa makan.
Jangan suka makan diluar.
Jaga hubunganmu dengan orang lain.
Ungkapkan kalau kau suka.
Aku pun begitu.
Jangan suka mabuk lagi.
Pulanglah.
Kalian makanlah, kami keluar dulu.
Semuanya pergi. Ayo minum.
Hanya kita yang tinggal.
Yu Yu ke toilet.
Dia akan kembali sebentar lagi.
Dia terlalu banyak minum.
Kak Moyu.
Sebenarnya, aku iri padamu.
Iri?
Kenapa iri?
Aku iri kau bisa mewujudkan keinginanmu.
Aku iri dengan kemampuan dubbingmu juga.
Kau bisa berbalik dan mengejar impian lain tanpa ragu.
Iri dengan hidupmu...
karena kau bisa mengontrol hidupmu.
Tidak ada yang bisa mengontrol kehidupannya.
Bahkan jika ada ilusi sementara...
beberapa masih harus diperjuangkan.
Faktanya, ada hal tertentu...
yang membuat kita menyerah.
Menyerah?
Apa kau berbicara tentang pacarmu?
Salah satunya.
Kau tidak mendiskusikannya?
Sudah...
tapi...
Kami saling mengenal dengan baik.
Tidak ada rencana masa depan....
juga ucapan selamat tinggal.
Apa itu pelarian?
Ini bukan pelarian.
Ini kenyataannya.
Yu Zhong.
Selamat tinggal.
Baik. Sudahi berbicara tentangku.
Bagaimana denganmu?
Bukannya kau sedang memperjuangkan mimpimu?
Benar.
Aku masih memperjuangkannya.
Tapi saat itu semakin dekat...
kami seperti bermain petak umpet.
Sekarang aku sedikit membenci diriku.
|| Presented by D A N D E L I O N || Instagram : sarii_sarr Makassar, 6 April 2019
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.