Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Diterjemahna neng: NDASERUAG
--- Selamat Mendeleng ---
SANG PENYIHIR KOTA EMERALD ~ BAGIAN 1 ~
Penyihir Gingema! Penyihir Gingema!
Adikmu, Penyihir Bastinda
siap menukar ramuan kehidupan dengan sepatu perakmu.
Kamu lagi? Jangan ganggu aku!
Oke, paruhku tertutup. Aku tak akan mengganggumu.
Boleh aku membawanya?
Mata Minotaur. Kumbang kering.
Bagaimana caraku mengeluarkannya?
Dan bisa ular.
Tinggal menambah bunga tornado dan ramuannya akan siap.
Kasihanilah aku. Penyihir Bastinda yang mengirimku.
Pergilah.
Urfin, bawakan aku bunga tornadonya.
Urfin Jus!
Di mana bunga tornadoku?
Aku membawanya, aku membawanya. Ini dia, ambillah.
Bunga tornado telah mekar.
Kita telah dua puluh tahun menunggu.
Tepat sekali.
Tapi kamu merangkak ke sini seperti cacing.
Ya, ya.
Haruskah aku mengubahmu menjadi kecoak? / Ya, ya, ya, ya.
Mungkin dengan begitu kamu akan lebih cepat!
Manusia-manusia bodoh itu akan hancur
dengan tornado bunga jahatku.
Tidak seorang pun akan bisa menyelamatkan mereka dari kabut mematikan itu.
Jadilah kau angin puyuh, angin puyuh, angin puyuh, dan mengamuklah.
Selanjutnya di acara pagi bersama Vel dan Vicky,
Kami akan membahas tentang cara menjauhkan anak-anak dari ponselnya.
Psikolog menyarankan agar mereka berkonsentrasi pada dunia luar.
Saran yang bagus. Bagaimana cara menjauhkan anak-anak dari ponsel?
Ada banyak cara, memiliki hewan peliharaan, bepergian ke pedesaan bersama keluarga.
Musik yang enak didengar, Vicky! Bagaimana menurut anda, pendengar?
Apa kamu suka bukunya? / Luar biasa.
Ellie, pastikan Toto tidak jatuh.
Tunggu sebentar, Ayah. Lihat!
Ellie... / Lihat ini!
Ellie, apa yang kamu lakukan? / Dan Toto sekarang aman.
Kita punya putri yang sangat cerdas.
Dia selalu melakukan segala sesuatunya dengan caranya sendiri.
Toto, kamu anjing yang baik.
Bisa kamu kencangkan sabuk pengamanmu? / Ya, aku melakukannya sekarang.
Toto, ayolah...
Kamu meneteskan air liur di seluruh layar! Jilat sampai bersih!
Wah, kita sedang membesarkan seorang ahli penipuan.
Kamu mendapat nilai A untuk kecerdasanmu. / Dan D untuk perilakumu.
Penyitaan barang. / Kenapa Ayah mengambilnya?
Kembalikan padaku, Bu. Itu punyaku!
Itu tidak adil! Kamu memberikannya padaku.
Itu punyaku!
Toto, jangan menggigitnya lagi! / Kita membuat perjanjian.
Sayang, kamu tahu perjanjiannya. Akhir pekan tanpa internet.
Apa yang akan kulakukan tanpa internet?
Melihat dunia!
Amati keajaiban yang ada di sekitarmu.
Apa yang ajaib dari itu? Kita berada di antah berantah.
Kamu tidak melihatnya karena kamu hanya melihat piksel.
Kembalikan ponselku. .
Ayah akan kembalikan saat kita sampai rumah.
Jadi, ayo pulang sekarang!
Kita akan menghabiskan akhir pekan di luar ruangan.
Makan makannan ringan, ngobrol, keluarga bahagia.
Itu tidak adil.
Ellie, apa menurutmu ini adil? / Kumohon Ayah, kembalikan padaku!
Ayah benar, kita berjanji untuk meninggalkan semua gadget di rumah.
Bagus! Jadi lebih baik ibu tinggalkan aku di rumah.
- Ellie... - Ellie Ellie apa? Sekarang apa?
Tinggalkan saja aku sendiri!
Jadi kita mau ngapain sekarang? Ellie, ayolah. Tolong kembali...
Ellie!
Dan jangan repot-repot mencoba meyakinkanku.
- Aku tak akan kembali padamu. - Ellie, cepatlah!
Ellie. Ayo, masuk ke mobil!
Masuk ke mobil! Cepat!
- Lari, lari! - Aku memegangnya.
- Masuk! - Pegang Toto!
Toto! Kemarilah!
Ellie! Ellie!
Berikan aku ayam bodoh itu!
Dia ada di trailernya, ayo!
- Ellie! - Ellie!
JALAN BATU KUNING
Pergi kamu, kamu ngilerin aku.
Jangan berisik!
Bangun. Perhentian terakhir.
- Kamu mengatakan itu? - Siapa, aku? Tidak...
Anjing tidak bicara, kan?
- Aku tahu, mereka tidak berbicara. - Kepalamu pasti terbentur.
Kamu benar.
Kepalaku tidak terbentur sekeras itu.
Kita harus keluar dari sini. Ellie, kemari!
Lompat keluar jendela! Ellie!
Tunggu aku! Aku harus menemukan ponselku!
Ellie, kamu di mana? Ellie!
Ellie, cepatlah, lompat keluar jendela!
Ponselku!
Ellie!
Ellie, apa yang membuatmu bertahan di trailer?
Ellie!
Aku sedang mencari ayammu.
Apa kamu mendengarnya? Mereka orang, bukan?
- Aku tidak tahu apa itu. - Itu pondok terbang ajaib.
Itu jatuh dari langit.
Hati-hati. Hati-hati, mundur.
Siapa mereka?
Peri Pondok Terbang, selamat datang di Negeri Biru!
Tanahnya para Orang Kecil!
Toto, apa semua ini masuk akal? Mereka bilang mereka kancil.
Bukan kancil, tapi kerdil.
- Apa itu kerdil? - Kerdil ya kerdil.
- Mereka kecil. - Oh, kecil! Orang kecil!
Dan siapa itu?
Para Orang Kecil yang terkasih!
Penduduk Negeri Biru!
Ini adalah tahun yang sangat sulit.
Tapi Gingema sekarang sudah mati!
Hari-hari gelap telah berakhir.
Sekarang kita bisa ngemil dengan bebas!
- Hore! - Hore!
Dan itu berarti akulah penguasa baru kalian.
Urfin Jus, kamu seorang Orang Kecil biasa seperti kami.
Bagaimana bisa kamu memerintah kami? Kamu salah satu dari kami!
Apa kamu ingin kami percaya kamu seorang penyihir jahat?
Atau peri yang baik?
Atau mungkin kamu seorang bijak, ahli sihir, dan dukun ulung?
Kamu akan menyesal!
Hidup peri dari pondok terbang! Pekerja ajaib kami yang baru!
Dia membebaskan kita dari Penyihir Jahat Gingema!
- Hore! - Aku membebaskan mereka dari siapa?
Gingema tidak ada lagi? Siapa yang akan memerintah Negeri Biru?
Oh, Villina?
Tepat ketika kupikir keadaan takkan bisa lebih buruk lagi!
Villina!
Penyihir Baik Villina!
- Halo, si kecil. - Halo...
Pondokmu jatuh menimpa saudariku, Gingema.
- Apa? - Itu bukan aku.
Bukan juga aku.
Itu mengerikan sekali! Maaf, aku tidak bermaksud begitu.
Kami sedang berkendara melewati pedesaan bersama orang tuaku, itu bukan salahku.
Tidak mengerikan sama sekali. Gingema baru mengerikan.
- Dia ingin membunuh semua orang di Bumi. - Kenapa?
Karena dia adalah seorang penyihir jahat yang kehilangan akal sehatnya.
- Apa kamu juga seorang penyihir jahat? - Bukan, jangan konyol.
- Aku seorang ahli sihir. - Apa bedanya?
Penyihir itu jahat, ahli sihir itu baik.
Bagaimana dengan mereka? Apa mereka jahat? Kenapa mereka berteriak?
Mereka senang karena kamu sudah membebaskan mereka dari Gingema, kamu dan...
Makhluk-mu.
Aku? Siapa yang mahkluk?
Toto bukan makhluk, dia adalah Jack Russell.
Ini jenis anjing.
Dan sebenarnya, aku bukan Toto, nama asliku adalah Tobias.
- Apa? - Tobias adalah namaku.
Jangan dengarkan dia. Dia seharusnya tidak bicara.
Aku lebih suka mendengarkanmu. Tolong beritahu kami apa yang terjadi.
Ceritakan pada kami tentang Gingema. Kenapa kami bisa ada di sini?
Gingema mengirimkan tornado ajaib ke Bumi.
Aku mencari tempat yang aman untuk menghentikannya,
tapi aku tak dapat menemukannya. Ada orang di mana-mana.
Itu kami.
- Itu benar. - Buku ajaib itu menunjuk ke pondokmu.
Itu sepenuhnya kosong, dan aku mengirim tornado ke sana.
Begitulah, karena suatu takdir, kalian tiba di negeri kami.
Benar-benar suatu relokasi!
Baiklah, kamu bisa mengirim kami pulang sekarang.
Maaf, aku tak bisa mengirim kamu pulang.
Dunia ajaib kami terpisah dari duniamu oleh pegunungan yang mempesona.
Pegunungan? Tidak masalah.
Aktifkan tornadomu dan bawa aku kembali.
Itu adalah tornado ajaib.
Hanya penyihir jahat Gingema yang bisa memanggilnya.
Kenapa kamu tidak bisa?
Aku tidak bisa menggunakan kejahatan, bahkan atas nama kebaikan.
Sekali ini saja, takkan ada seorang pun yang tahu.
Peri itu datang untuk tinggal! Kita akan memiliki penguasa baru!
- Dia akan tetap bersama kita selamanya! - Hore!
- Hore! Hore! - Apa maksudnya dengan "selamanya"?
Kekal? Males amat. Apa kamu satu-satunya penyihir di sini?
- Kita di sini di Negeri Biru, kan? - Benar.
- Apa yang berwarna kuning? - Negeri Kuning aku yang memerintah.
- Dan ini? - Itu Negeri Merah Muda.
Wilayah ini diperintah oleh saudariku, peri muda abadi Stella.
- Apa dia baik? - Bahkan lebih dariku.
Mereka semua begitu baik sampai kita takkan pernah pulang lagi.
Benar sekali. Yah...
Dan milik siapa kastil yang suram itu?
Kastil itu di kuasai oleh Penyihir Jahat Bastinda.
Kita harus pergi menemuinya.
Aku takut dia lebih suka mengirimmu ke...
Si Pemakan Orang daripada pulang.
Dan siapa yang ada di Negeri Hijau?
Si Penyihir Hebat dan Mengerikan Goodwin.
Mengerikan? Mungkin dia orangnya?
Bambara, Chufara... Skoriki, Yoriki...
Teruskan. Bukunya dibuka untukmu.
Turaba, furabo.
Trik, trik...
Apa artinya ini?
Penyihir Hebat Goodwin akan mengirim Ellie pulang...
jika dia membantu tiga makhluk ajaib...
memenuhi keinginan mereka yang paling berharga.
Jadi bagaimana caranya aku bisa menemui pria hebat dan mengerikan itu?
Ikuti jalan kuning itu.
Itu akan membawamu ke Kota Emerald.
Tapi jangan menyimpang darinya, karena sangat berbahaya.
Hei, kamu mau ke mana?
Hidup peri pondok terbang!
Ratu peri baru kita!
Toto, apa aku harus berjalan nyeker ke Kota Emerald?
Tunggu, akan kuambilkan sesuatu untukmu. Segera kembali!
Astaga naga, negeri ajaib tanpa sinyal.
Ellie!
Toto, aku takkan bisa jalan jauh dengan sepatu itu.
Ini bukan sepatu, ini klasik!
Kamu tak bisa temukan ukuran yang lebih besaran?
Baiklah.
Keren! Kuharap semua sepatuku pas seperti ini.
- Apa ada satu lagi? - Aku akan mengambilnya sekarang.
Gadis bodoh.
Kamu akan sangat menyesal telah datang ke Negeri ajaib kami.
- Kami menantikan kedatanganmu kembali! - Kembalilah, peri dari pondok terbang!
Dadah! Dadah! Sampai ketemu!
Ayo kita ke Penyihir Kota Emerald!
terjemahane: ndaseruag
Jadi, siapa di antara kalian, para Winkie menyedihkan, yang akan berkedip lebih dulu?
Aku...
Aku berkedip terlebih dulu.
- Yang Mulia Bastinda, aku berkedip duluan! - Kamu?
Sungguh perbuatan yang mulia,
dasar penipu kecil.
Kamu mengorbankan dirimu untuk menyelamatkan dia?
Bangun.
Bangun!
Aku akan memaafkan tipu dayamu.
Tapi aku tak bisa memaafkan cintamu.
- Tidak! Kumohon jangan! - Jangan.
- Aku mohon! - Jangan pisahkan kami.
- Kasihanilah kami! - Kumohon!
Bawa keduanya ke penjara bawah tanah!
Jangan ke penjara bawah tanah! Kasihanilah kami!
Yang Mulia, ada berita buruk! Berita buruk!
Mereka jatuh dari langit...
Beri tahu aku.
Sebuah pondok dengan seorang gadis kecil...
mendarat tepat di atas kepala Penyihir Gingema!
Gingema...?
- Dia meninggal? - Ya, dia menghilang tanpa jejak.
Bawakan aku pakaian berkabungku!
Aku akan berduka atas kematian saudariku.
- Tapi di mana sepatunya? - Apa?
- Sepatu perak Gingema. - Maaf, itu bukan salahku.
Itu dicuri oleh gadis keji itu.
Temukan gadis itu dan jangan kembali tanpa sepatunya!
Aku berjanji, Yang Mulia.
Aku takkan mengecewakanmu kali ini!
Aku tidak percaya pada burung itu.
Awasi dia, mata kiriku.
Sekarang sepatu ajaib akan membuatku kuat!
Bahkan Penyihir Goodwin yang Hebat dan Mengerikan itu pun akan tunduk padaku.
Negeri ajaib yang tidak berguna.
Di mana kita bisa menemukan 3 makhluk ajaib ini?
- Hanya ada labu sejauh mata memandang. - Kita akan menemukan mereka.
Lihat, Bu, kami berada di Negeri ajaib. Indah, bukan?
Kami hanya perlu menemukan tiga makhluk aneh,
memenuhi keinginannya, lalu kami akan pulang.
- Toto ada di sini juga. - Namaku Tobias.
Tapi kenapa Tobias? Dari mana kamu mendapatkan ide itu?
- Kamu selalu menjadi Toto kecilku. - Aku akan menjelaskannya nanti.
Jangan rekam aku. Dan tolong berpaling.
- Kamu tidak malu di depanku sebelumnya. - Itulah yang kamu pikirkan. Aku hanya...
tak dapat memberitahumu...
- Ellie, lihat! - Apa?
Itu!
Dia hanya orang-orangan sawah, seperti momok.
Perhatikan baik-baik. Dia hidup, dia ajaib.
Apa yang ajaib darinya? Itu orang-orangan sawah biasa.
- Itu hanya imajinasiku. - Sayangnya.
Imajinasiku menipuku lagi.
Sampai jumpa lagi, Orang-orangan Sawah, dadah!
Ayo kita cari makhluk ajaib yang nyata, Toto.
Ayo, Burung Gagak Serak, waktunya bertindak.
Tunjukkan pada kami apa yang bisa kamu lakukan, dasar licik.
Bawakan aku sepatunya.
Temen-temenku terkasih, akhirnya aku menemukan kalian!
Hentikan... Hentikan monster itu.
Kamu yang monster, dasar kalkun berhidung besar!
Toto, kasar sekali!
- Dia manggil aku monster. - Kamu harusnya lebih tahu.
- Dia bukan monster. - Bukan?
- Jack Russell adalah ras anjing menggemaskan. - Kenapa tidak bilang dari tadi?
- Lihat, dia tidak menakutkan sama sekali. - Ya.
- Dia sopan. - Ya.
Bagaimana kalau kita mulai lagi?
Aku Gagak Serak, si burung gagak. Si Makhluk ajaib.
Aku Ellie. Katakan padaku, apa kamu punya keinginan yang berharga?
Jika Goodwin memenuhinya, Toto dan aku akan bisa pulang.
Tentu saja.
- Tidak mungkin, lihat! - Itu bukan imajinasiku.
Ada apa dengannya?
- Mungkin kamu ingin ikut juga? - Tunggu.
Sudah kubilang dia hidup dan ajaib, tapi kamu tidak percaya.
Dengarkan ya kamu orang-orangan sawah berkepala jerami.
Jika kamu ikut campur, akan kurobek-robek isi perutmu, ngerti?
Ini tidak sesulit itu. Aku sudah mendapatkan dua.
- Ilmu gaib? - Senyum!
Selamatkan aku dari ilmu gaib itu!
- Tunggu, kalkun berhidung besar! - Kamu pergi ke mana? Kembali!
Aku membuatnya takut.
Dia hampir setuju untuk ikut menemui Goodwin bersama kita.
Ayah benar. Ponsel menimbulkan masalah.
Jangan dipikirkan, kita cari yang lain saja. Mungkin yang itu punya potensi?
Apa kamu mencoba mengatakan sesuatu?
Hanya tidak punya cara untuk mengatakannya?
Ini, kita akan menggambar mulut untukmu.
Bisakah kamu melompat setinggi itu?
Ya, kurasa dia terlalu tinggi.
- Toto, tolong aku! - Aku tak bisa, aku punya kaki.
Kaki hanya alasanmu. Kamu pengecut dan penipu, Tobias.
Sudah kubilang kita akan menemukannya.
Oke, itu bukan kalkun, tetapi dia juga bisa terbang.
Tunggu sebentar.
Ini dia...
- Apa katamu? - Goodwin!
- Yang Hebat dan Mengerikan? - Bukan!
- Ellie. - Kamu ke aku?
- Pergilah. Lalu kakinya, lalu kamu, gadis! - Siapa? Aku?
Akulah orang-orangan sawah ajaib!
Kamu menemukanku, tidakkah kamu senang? Kenapa kamu tak senang?
Sekarang kita bisa pergi menermui Goodwin. Ke sana.
Kami baru dari sana.
Aku hanya bercanda. Ke sana!
Maju! Bukan bukan bukan... Ke sana!
Tapi tunggu! Apa kamu punya keinginan?
Hati-hati! Waduh, bisa bikin berabe, nih.
- Yes, ada. Sebuah keinginan! - Dan apa itu?
Tak tahu. Aku harus memikirkannya.
Tapi tak bisa, dia punyanya jerami, bukan otak.
- Toto. - Apa?
Otak?
Aku ingin otak!
Keinginanku yang terbesar adalah memiliki otak! Otak!
Ya!
- Kita menemukan yang pertama. - Ya!
Semua pada waktunya, Ellie, kamu tidak tahu dengan siapa kamu bermain-main.
Siapa yang harus kukirimkan untukmu? Tentu saja!
Favorit penjara bawah tanahku, Si Pemakan Orang,
telah dirantai untuk waktu yang lama.
Pergilah ke selnya
kemudian...
Kemudian bawa dia untuk menemuiku.
Tapi dia memakan orang!
Yang Mulia, bagaimana kalau kami gagal?
Maka salah seorang di antara kalian nanti menemuiku.
Apa kalian lapar, kucing-kucingku?
Nah begitu! Kerja bagus!
Orang-orangan sawah, pertahankan kecepatanmu!
Orangtuaku pasti akan jadi gila.
Jalan kita masih panjang. Ayo!
Orang tuamu akan sadar. Jangan khawatir, Ellie.
Ellie, kenapa kita memiliki dua mata, tetapi hanya satu mulut?
Kenapa awan tidak jatuh?
Ellie, apa yang selalu kamu lakukan itu? Ilmu gaib?
- Aku sedang mencari internet. - Internet.
- Kenapa kamu mencarinya? - Bagaimana menurutmu? Menelepon ibu.
Biarkan aku membantumu. Seperti apa dia?
- Seperti bukan apa-apa. - Jadi bagaimana kita akan menemukannya?
Kurasa semua ini juga bukan apa-apa.
Aku mengerti!
Dia pasti "inter-visible", karena dia tidak terlihat!
Orang-orangan sawah.
Aku terbiasa memiliki internet
bahkan aku berdebat dengan orang tuaku gara-gara itu.
Ellie, bagaimana kamu bisa berdebat gara-gara "bukan apa-apa"?
Aku juga tidak tahu, Orang-orangan Sawah.
Mungkin Ibu benar, dan aku hanya melihat piksel.
Piksel.
Baiklah, Pemakan Orang,
apa kamu ingat mantranya?
Patuhi Penyihir Bastinda! Patuhi Penyihir Bastinda!
Apa kamu kelaparan di penjara?
Kamu rindu kastilmu.
Apa kamu masih di sini?
Bolehkah aku memakan gadis itu, Yang Mulia?
Lakukan apa yang kamu inginkan.
- Kamu baik sekali, Yang Mulia. - Simpan ucapan terima kasihmu.
Aku butuh sepatu itu.
Aku butuh sepatu perak itu!
Lalu, akan kukembalikan ini padamu.
Kunci kastilku? Kamu mengembalikan rumahku!
Tapi pertama-tama aku ingin sepatunya.
Apa itu, Tobias? Semacam teko.
Itu hanya kaleng minyak.
- Tapi kenapa ada di sini? - Kalian mendengarnya?
Apa itu monster?
Itu berasal dari sana!
Mungkin itu makhluk ajaib?
- Bingo. - Toto, kembalilah!
Kita tak boleh keluar dari jalan!
- Hei! Tunggu aku! - Berhenti! Aku bilang berhenti!
Toto, kita tak boleh menjauh dari jalan kuning!
Itu sangat berbahaya!
Toto, kembalilah!
Lihat, itu dia.
- Tobias, apa itu makhluk? - Aku harap, itu semacam patung.
Itu momok!
- Momok? Di hutan? - Bukan, Orang-orangan Sawah.
Dia sama sekali tidak menakutkan.
Dia terlihat sedikit "melarat".
Bukan "melarat", berkarat, taok!
Tidak, lihat, dia menangis, liat?
Itu berarti dia hidup.
Apa kamu selalu menangis?
Itulah sebabnya kenapa kamu berkarat.
Kita harus menemukan cara untuk membantunya.
Kenapa kita tidak "bakar dia"?
Apa maksudmu dengan "bakar dia"?
Maksudku minyakin dia. Dengan kaleng minyaknya.
Orang-orangan sawah, kamu jenius.
- Aku jenius... - Di planet Venus.
Dengar itu?
Halo! Perkenalkan diriku.
Aku Pria Besi Kaleng.
Senang berkenalan denganmu.
Ini Orang-orangan Sawah, semacam hantu.
Dan anjingku...
- Tobias. - Dan aku Ellie, seorang manusia.
- Aku juga manusia tadinya. - Oke.
- Apa lagi yang ingin kamu minyaki? - Lenganku.
Aku pernah jatuh cinta pada seorang gadis cantik...
dan aku melamarnya.
- Aku minyakin sendiri diriku dari sini. - Apa yang terjadi dengan gadis itu?
Dia memimpikan gaun pengantinnya.
Aku membawanya bersamaku di hatiku.
Dia cantik. Ini, lihat.
Siapa momok di samping pacarmu?
- Kamu yang momok! - Ya.
Itulah aku ketika aku masih manusia.
- Dia cantik. - Ya.
- Apa yang terjadi selanjutnya? - Dari situlah semuanya menjadi buruk.
Ibu tirinya tidak menyetujui cinta kami.
Dia membayar Gingema, Si Penyihir Jahat untuk mengutuk kapakku.
Aku menebang pohon, tapi kapaknya terpental dan memotong kaki kiriku.
Ambil ini dan olesi punggungku.
Awalnya aku patah hati,
tapi kemudian aku pergi ke pandai besi,
dia membuatkan aku kaki besi yang menakjubkan.
- Besi tua. - Logam berat, sekelas baja.
Terima kasih.
Aku memakai kapakku lagi, tapi...
itu juga kena kutuk Gingema. Kapakku memantul dan...
- Memotong kaki kananmu? - Ya.
- Dan kamu pergi ke pandai besi... - Tidak.
Awalnya aku patah hati, lalu aku pergi ke pandai besi.
Dan Dia membuatkanku kaki kanan besi yang baru.
- Dan apa tidak kekencengan? - Tidak, ini pas sekali.
Psikopat lainnya. Tim impian.
Singkatnya, begitulah cara semua bagianmu diperbarui.
Diperbarui?
Kamu ndak ngerti. Dia berubah dari normal menjadi manusia besi.
Ya, aku punya roda gigi sebagai jantung, ini besi.
Tapi apa tunanganmu tidak marah sama sekali?
Aku tinggalkan dia atas pilihanku sendiri.
Aku tidak mau dia hidup dengan pria penebang kayu tak berjantung (hati).
- Berikan kaleng minyaknya. - Tentu, ini.
Terima kasih. Aku harus pergi.
Aku harap Gingema tidak membuat hal mengerikan lainnya.
- Dia pergi... - Tunggu, ikut bersama kami.
Hari-hari kutukan Gingema sudah berakhir.
Tunggu, kami akan ke Kota Emerald, menemui Goodwin si Penyihir.
Dia akan mewujudkan keinginanmu
dan akan mengirim Toto dan aku kembali ke rumah.
Itu bagus.
Ya! Dan Penyihir Hebat Goodwin yang Mengerikan akan memberiku otak.
Tak ada yang salah dengan kepalaku.
Dan dia akan mengembalikan padamu apa...
yang hilang darimu.
Goodwin yang Hebat dan Mengerikan akan memberimu
hati (jantung) asli yang berdetak. Dan kamu bisa mencintai lagi.
Hati?
Ya, hati. Hati yes.
- Kalau dia memberiku hati, aku ikut. - Ayo kalau begitu.
- Baik. - Aku siap.
Ayo pergi.
Ikuti aku!
terjemahane: ndaseruag
Pria Besi, apa pernah kamu mendengar tentang Si Penyihir hebat Goodwin?
Benarkah dia sekuat itu?
Yang kudengar begitu, tapi masih misteri.
Tapi bahkan Bastinda Si penyihir dari Negeri Ungu, takut padanya.
Kenapa dia amat takut pada Goodwin?
Aku tak tahu, tetapi tidak ada orang dijuluki "Mengerikan" tanpa alasan.
Kurasa Si Goodwin itu mengerikan hebatnya.
Itulah sebabnya Ellie dan Tobias membawa kita kepadanya.
Ellie!
- Toto, jangan berisik. - Oke, aku akan berhenti.
Serius, aku lelah, berikan ayam itu.
Maaf, itu tak sengaja. Maaf.
Sudah lepaskan!
- Terus aku ngapain tanpa ayam itu? - Melihat dunia.
Melihat keajaiban di sekitar.... mu.
Ibu mengatakan itu.
- Ellie, cepatlah! - Siapa itu?
Bergabunglah bersama kami.
- Sudah lama sekali. - Ellie, cepatlah!
- Ellie, anak baik. - Kemarilah, sayang.
"Penyihir Goodwin tinggal di sini." Apa kita sudah sampai?
- Ini Penyihir Goodwin. - Ke sana.
Aku akan periksa dulu.
Ayo gabung bareng kami, sayang!
Kami telah menunggumu. Kemarilah.
Ellie!
- Kami sayang kamu. - Kami mencintai kamu.
Gabunglah bersama kami.
Ayo... Tinggalkan jalan kuning itu.
Kami sangat merindukanmu... kami sangat menyayangimu.
- Ibu... Ayah... - Ayo gabung bersama kami.
Aku di sini, aku hidup.
Penyihir Hebat Goodwin yang Mengerikan akan mengirimmu pulang.
Kemarilah.
Ellie? Ellie, ada apa? Kamu mau ke mana?
Penyihir Goodwin yang Hebat dan Mengerikan akan mengirimmu pulang.
Ayo. Bergabunglah bersama kami.
Apa kamu Goodwin?
Siapa? Aku? Ya, aku Goodwin.
Penyihir yang Hebat dan Mengerikan. Kamu pasti Ellie.
Oke, jika kamu Goodwin, kirim aku pulang ke rumah orang tuaku.
- Ellie, kamu di mana? - Dia bersembunyi.
- Kenapa? - Ini permainan petak umpet.
Yang satu sembunyi sementara yang lain mencari sambil,
"Yuhuu apa ada orang di situ?"
Bersembunyi dan berteriak? Kedengarannya hebat!
- Ellie, yuhuu. - Tobias, keluarlah!
- Kamu sungguh akan mengirimku pulang? - Tentu saja.
Aku hanya menemukan dua makhluk ajaib,
tetapi buku itu mengatakan aku membutuhkan tiga.
Ndak perlu itu. Aturannya telah berubah.
Orang tuamu sedang menunggumu. Di sana. Ayo.
Apa itu, mesin waktu?
Ya... mesin waktu.
- Kelihatannya agak berkarat. - Sudah lama tidak digunakan.
- Sepatunya! - Kamu tak boleh memakainya di dalam.
- Apa? - Sepatu tidak diperbolehkan.
Akhirnya.
Sekarang sepatunya milikku.
Tunggu.
Bagaimana dengan Toto? Aku tak bisa pulang tanpanya.
Aku harus mencarinya.
Ellie! Kamu di mana? Keluar!
- Ayam! - Itu milik Tobias.
Tobias! Yuhuu! Kami menemukanmu!
Yuhuu pala lu! Cepat turunkan aku!
Ya! Siap!
Pegangan! Kepala!
Siap! Tebas!
Ellie dalam bahaya.
Ellie!
Ellie!
Hanya ada ruang untuk satu orang.
- Apa yang terjadi? - Kamu atau dia, kamu yang putuskan.
Aku minta maaf.
Lepaskan dia! Ellie!
Ayo kemari ambil dia!
Aku ingat dia. Dia Si Pemakan Orang.
- Saat aku masih manusia... - Dia menangkap Ellie. Toto, hati-hati.
- Dia lapar. - Apa kamu terluka?
- Orang-orangan sawah, pegang kapakku. - Siap.
- Kita akan bertarung. - Ya, kita akan bertarung!
Bagaimana kamu bertarung?
Ikuti saja aku.
Ellie, tenanglah.
- Apa kita sudah bertarung? - Aku sudah.
- Bertarung itu sangat menyenangkan! - Emang!
Kamu akan kalah!
Lepaskan Ellie, Pemakan Orang!
Ini yang kamu inginkan? Jangan patahkan gigimu.
Rasakan ini!
Pria Besi, aku segera bersamamu!
Hei, singkirkan kapaknya!
- Ada kabarmu jerami? - Kurasa kita butuh rencana baru.
- Tarik! - Apa?
Tarik keluar tongkatnya.
Aku punya lengan. Dan sebuah rencana!
Apa rencananya?
Hei, kamu, binatang! Kamu takut, bukan?
- Apa? - Buka pancinya!
Dasar Psikopat!
Begitu aku bebas, aku akan cabut semua gigimu!
Sepatunya.
Pria Besi, pancing Si Kanibal, aku akan melemparkan batu ke arahnya.
Baik.
Buka pancinya! Seseorang tolong aku!
Sepatunya.
Pemakan orang, ke sini.
- Jangan takut. - Pancing lebih dekat lagi.
Itu jebakan. Berhenti!
Rasakan ini!
Pria Besi, kamu baik-baik saja?
Siapa aku? Aku baik!
Apa kamu yang berisik itu?
Keluarkan aku dari sini!
"Ellie?"
Sepatunya!
Ellie!
Dia hidup!
Dimana Toto?
Toto? Ya, dimana dia?
Terima kasih kembali! Kalian meninggalkan dia dan aku.
- Ellie, kami tidak meninggalkanmu, kami... - Aku di sini, Ellie!
Aku datang.
Ini, kamu lupa ini saat kamu naik ke dalam panci.
Ellie, apa kamu sendiri yang naik ke dalam panci itu?
- Siapa? Aku? - Yah, itu bukan aku.
Tapi kenapa?
Aku ingin dia memasak sesuatu yang lezat dariku.
Tapi kalian datang dan merusak semuanya.
Kamu bercanda, kan?
- Aku kesulitan memahaminya. - Kurasa aku mengerti.
Ellie, bisakah kamu jelaskan kenapa kamu
memutuskan untuk naik ke dalam panci Si Pemakan Orang?
Ellie, apa aku salah bicara?
Ellie, tunggu, kita perlu bicara.
Kita bicarakan saat kita sudah sampai di Kota Emerald.
- Tapi, Ellie... - Ellie apa?
Aku naik karena aku ingin! Kenapa aku harus menjelaskan semuanya?
Apa yang mau kulakukan sendirian pada Si Pemakan Orang?
- Pengkhianat! - Ellie, kami tidak bermaksud menyakitimu.
- Kita tersesat... - Memang aku pengasuh anak?
Aku cuma anak kecil, aku juga tak tau apa-apa!
Ellie!
Pegang tanganku.
Aku ingin pulang ke Ibu dan Ayahku. Hanya itu yang kuinginkan, kamu mengerti?
Maafkan aku, kamu jadi lecet gara-gara aku.
Aku sudah terbiasa.
Aku berjanji padamu mulai sekarang, kita akan selalu bersama.
Semuanya akan baik-baik saja.
Mereka dengan cepat menghabisi Si Pemakan Orang.
Dan dia memimpikan rumahnya...
Sungguh kejutan yang luar biasa.
Seekor Orang Kecil biasa dari Negeri Biru.
Apa alasan kedatanganmu?
Jangan hanya bertekuk lutut dan meremas-remas tanganmu,
untuk apa kamu datang?
Yang Mulia, Nyonyaku.
Penyihir Gingema menyampaikan penghormatannya yang terdalam.
Dan...
hadiah kecil ini.
Bikin penasaran.
Aku membawakanmu ramuan badai.
Kamu pembohong! Kakakku tidak pernah memberi hadiah!
Kamu mencuri ramuan badai mematikan itu.
Dasar maling kecil tukang bohong.
Maukah kamu menjadi hadiah
atau mainan baru bagi harimau bertaring pedangku?
Jangan harimau itu, Yang Mulia! Tolong, jangan, tolong, jangan!
Ampuni aku, aku bisa menjelaskannya.
Aku bisa menjelaskannya. Ya.
Aku mencurinya.
Tapi aku mencurinya untukmu.
Begitu aku pulih dari keterkejutan, aku langsung datang ke sini.
Aku tidak tidur selama berhari-hari. Tidak makan.
Aku berjalan sejauh ini, bersembunyi dari semua orang dan para binatang buas.
Dan ini kuberikan padamu.
Dan apa yang kamu inginkan?
Belajar darimu. Untuk menjadi penyihir sejati.
Dan menaklukkan negeri orang-orang kecil bodoh dan menjijikkan itu.
Benar-benar Orang Kecil yang mengancam!
Aku Urfin.
Urfin.
Urfin Jus, Yang Mulia.
Baiklah, Urfin Jus, aku akan membantumu.
Dan kamu akan membantuku menyingkirkan gadis kecil sialan itu.
Ya ya ya.
Dan bawakan aku sepatu perak itu.
Dalam sekejap mata,
Sepatu perak itu akan ada di kakimu, Yang Mulia.
Ingat tempatmu, Orang Kecil.
Pergilah, makan sesuatu di dapur.
Ya ya ya.
- Dan tunggu perintahku. - Ya, ya, ya.
Orang Kecil yang Mengancam.
Jurang lainnya.
Kita sudah berjalan jauh, apa kita sudah sampai?
Tebingnya semakin rendah jadi kita mendekati ujung jurang.
Dan jalan kuningnya pasti sudah dekat.
- Lihat, Tobias, itu di sana! - Jalannya? Di mana?
- Bukan, pancimu. - Panci!
Kita sudah di sini.
- Ini salah jalan. - Bukan salah jalan, kita muter-muter.
Benar, kita sudah pernah berada di sini, jadi kita harus pergi ke arah sana.
Entahlah. Si Pemakan Orang ada di sana.
Aku tahu, aku hanya mengujimu.
Jadi, ke arah mana kita harus pergi?
Toto!
Segera kembali, aku tak bisa melawan instingku!
Toto, kembalilah!
Kenapa kamu ketakutan begitu? Turun sini!
Aku mau bicara denganmu! Hanya kamu dan aku, dasar kucing lusuh!
Wah, itu kasar sekali. Meski kamu sangat berani.
- Jadi sekarang kamu menghinaku? - Toto, hentikan. Dia seekor singa.
Singa, apanya. Dia anak kucing biasa.
- Dia yang memulai. - Jaga sikapmu.
Dia belum pernah bertemu singa sungguhan, jadi maaf.
Aku mengerti.
Bertemu dengan raja hutan begitu membuat semangat.
- Kamu menyebut dirimu raja? - Tenanglah, Tobias, tenanglah.
Jujur saja, kamu tampak terlalu pengecut untuk menjadi seorang raja.
Aku takut kamu benar.
Aku sangat pengecut. Itu bahkan membuatku takut.
Jika kamu seorang raja, terus di mana pengikutmu?
Aku tidak memiliki pengikut. Mereka mengusirku karena aku pengecut.
Itu sangat kejam.
Jika kamu diusir, kamu harus kembali.
Ya, tapi aku sangat takut. Ada binatang nyata di sana.
Aku punya ide!
Ellie, dia raja yang pengecut. Aku mencium dia punya keinginan.
Yakinkan dia untuk ikut menemui Goodwin, tetapi lakukan yang lembut.
Maaf, Yang Mulia, kami sedang dalam perjalanan menuju Kota Emerald,
untuk menemui Penyihir Goodwin yang hebat.
Aku takut jalan kuningnya ke arah sana.
Ya, kami tersesat.
Apa kamu ingin tahu kenapa kami mau menemui Goodwin?
Aku takut aku penasaran.
Dia akan mewujudkan keinginan kita menjadi nyata.
Sungguh?
Dan jika kamu bergabung bersama kami...
Dia juga akan mewujudkan keinginanmu menjadi nyata.
- Aku takut itu tidak realistis. - Ini nyata.
Goodwin akan memberiku otak. Dan Pria Besi akan mendapatkan jantung betulan.
- Ya. - Dan dia akan memberimu keberanian!
Itu hanya dongeng. Itu tak akan berhasil.
Yah, jika ini dongeng, kami pergi saja, selamat tinggal.
- Ke mana kamu pergi? - Sssh, cerdaslah, kepala logam.
Oh ya, kami pergi. Selamat tinggal, Yang Mulia.
Ya, kami akan meninggalkanmu sendiri. Raja tanpa pengikut.
Selamanya.
Bagaimana mereka bisa meninggalkanku? Tunggu.
Ayo, Tobias. Penyihir Goodwin akan menjadikanmu raja.
- Bukan raja, melainkan kaisar! - Tunggu!
- Kaisar Tobias... - Bagaimana denganku?
Aku ikut! / Kedengarannya bagus, bukan?
Aku butuh keberanian. Sedikit saja.
Jika kalian mengijinkanku, aku tunjukkan jalannya.
- Apa kita sudah dekat? - Aku takut begitu.
Sebentar lagi... Kita akan tiba saat senja.
Semangat, Ellie. Goodwin akan segera mengirimmu pulang.
Aku harap sekaranglah saatnya.
Astaga!
Jadi, apa masalahnya?
Tikus.
Aku bisa menakutinya jika kamu mau.
Tunggu, Pria Besi. Kita harus membuat beberapa kemajuan.
Cobalah sendiri.
Huss!
Sungguh menyakitkan menyaksikannya. Mengaum!
- Aku tidak bisa. - Bagus.
- Angkat ekormu. - Begini?
Mulut lebih terbuka.
Baiklah, auman itu harus datang dari hatimu.
Sekarang mengaum!
Meong!
Hahahaha...!
Cukup untuk hari ini, Yang Mulia. Mari kita lanjutkan.
Ellie, tunggu sebentar.
Tidak semua dari kita berhasil pada kali pertama.
- Sungguh? - Tentu saja.
Upaya pertamaku juga tidak bagus.
Berhenti tertawa.
- Cukup sudah, ayo pergi. - Yang Mulia, jalannya aman.
Jangan takut, ikuti aku. Dan angkat ekormu!
Jika mereka menemukan jalannya, dan mencapai Kota Emerald,
maka sepatunya akan hilang.
Ya ya ya.
Jika Yang Mulia mengizinkan.
Almarhum kakakmu, Penyihir Gingema,
aku selalu mengatakan...
"Tidur abadi adalah obat terbaik untuk segala kondisi."
- Apa katamu? Tidur? - Ya, ya, ya.
Tunggu sebentar.
Bunga merah hitam... Bunga yang sungguh cantik.
- Tumbara mubara zapara chufara... - Tumbara mubara zapara chufara...
Tumbuh, tumbuhlah, cantikku.
terjemahane: ndaseruag
Tobias, apa kamu selalu berani?
Tidak, waktu masih anak anjing, semuanya membuatku takut.
Bagaimana kamu menjadi berani?
Suatu hari aku harus melindungi Ellie dari anjing tetangga, Hector.
Maksudmu kamu menjadi berani demi Ellie?
Kira-kira begitu.
Pria Besi, waktu kamu masih manusia, apa kamu juga punya rasa takut?
Tidak. Yang aku takutkan, aku tak punya hati dalam diriku.
Dan demi kekasihku aku rela melakukan apa saja.
Bahkan ketika penyihir Gingema itu mengutuk kapak kepercayaanku.
Ikuti aku!
Kurasa aku mengerti sekarang.
Kamu bisa menjadi berani dengan melindungi orang lain.
- Lihat, metode pengajaranku berhasil. - Ayo!
Kita harus mengambil foto bersama sebelum ponselku mati.
- Apa gunanya foto? - Untuk menyimpan kenangan.
Aku suka foto. Aku mengambil foto diriku sendiri saat aku masih manusia.
Tapi apa yang harus kamu lakukan untuk mengambil foto?
Pertama-tama, kamu harus memilih latar belakang yang bagus.
- Dan yang kedua? - Kita harus taruh ini di sini.
Lalu apa?
Lalu aroma bunga akan menghasilkan keajaibannya.
Dan mereka tak akan lolos dariku.
Santai saja, santai saja.
Jangan terburu-buru.
Tobias lucu sekali, dia bisa jadi mainan bagus untuk kucing-kucingku.
- Yang Mulia, naiklah takhta. - Siapa? Aku? Oke.
Ellie, saat aku masih manusia, fotografi sedikit berbeda.
Tobias, tapi ini bukan takhta.
Kita semua harus memulai dari suatu tempat.
- Tersenyumlah dan lihat ke kamera. - Tapi aku tak bisa tersenyum.
Kenapa tidak? Tersenyum tak akan membuatmu berkarat.
Aku dibuat untuk menatap tajam.
Ibu bilang kita harus mengucapkan kata khusus bersama-sama.
Oke, apa kata tersebut?
Peace!
Tiga, dua, satu.
- Peace! - Peace!
Apa berfoto membuatmu mengantuk?
Sejauh pengetahuanku, tidak. Mereka pasti lelah.
- Ellie! - Berhenti, berhenti,
jangan bangunkan dia.
Kenapa aku tidak mencobanya dari awal?
Kamu tidak seburuk itu, Urfin Jus kecil licik.
Dia juga tertidur.
Yang Mulia, itu pintar sekali!
Bagaimana kamu menemukan ide itu? Benar-benar rencana yang hebat!
Nyonyaku?
Kelicikan yang sungguh menakjubkan.
Yang Mulia!
Lihat siapa yang berpakaian rapi. Sungguh Orang Kecil yang gagah.
Apa kamu memata-mataiku?
Siapa? Aku? Tidak, mustahil! Apa maksudmu?
Bukan berarti aku hanya memikirkan...
Cukup.
Bawakan aku sepatunya dan Negeri Biru akan menjadi milikmu.
Aku akan kembali dalam sekejap, Yang Mulia.
Aku akan segera kembali!
Tapi, Yang Mulia...
Bagaimana dengan yang dua lainnya?
Manusia Besi dan Orang-orangan Sawah tidak tidur.
Kamu bilang kamu tidak memata-matai.
Tunggangi kucing-kucingku, dasar pembohong kecil.
Caranya? Kucing?
Jangan takut, Kerdil, mereka tak akan menyakitimu.
Asalkan kamu berperilaku baik.
Apa pun yang anda suruh, akan saya lakukan!
- Lihat, si Singa tersenyum saat dia tidur. - Dia pasti sudah menjadi raja sekarang.
Ya, mungkin.
Saat aku masih manusia, aku juga suka tidur dan bermimpi.
- Tapi sekarang... - Tapi sekarang kepalamu terlalu keras.
Dan kamu tak pernah tidur, seperti aku.
- Apa yang kalian tunggu? - Kami menunggu mereka bangun.
Itu adalah bunga biang tidur.
Apa kamu ingin temanmu tidur selamanya? Seperti pohon-pohon di sana?
Apa maksudmu mereka tak akan bangun?
Aku punya ide! Kamu bawa Ellie.
- Sudah. - Dan aku akan bawa Tobias.
- Kita akan keluarkan Singa bersama-sama. - Kita ke mana?
Keluar dari ladang bunga ini, dong?! Lari!
Kamu akan bangun, Ellie, kamu mendengarku? Kamu harus bangun.
Baiklah, mari kita bopong Singa! Lekas!
Mimpi yang aneh.
Ibu, Ayah!
Ibu, Ayah!
- Selamat pagi, Ellie. - Selamat pagi, Ellie.
Ellie, kita makan dengan pisau dan garpu!
Dan duduk.
Dimana Toto? Dia tidak membangunkanku pagi ini.
Toto! Kamu di mana, Toto?
Toto!
Toto! Toto, bangun. Aku tak akan pernah meninggalkanmu lagi.
Jangan khawatir, dia akan bangun. Kamu hanya harus menunggu.
- Apa itu akan lama? - Takdir yang akan menentukannya.
Siapa kamu?
Panggil aku Ratu Ramina.
- Ratu Ramina. - Tapi kalau dia...
- Berat. - Tidak berat, mari kita pindahkan...
Dia pastinya takkan bangun, dia menghabiskan banyak waktu di ladang bunga.
- Bisakah kamu membantunya? - Tikus bantu kucing?
Hei, dengar, dia...
Aku takkan menyakiti seekor lalat pun. Dia takut tikus seperti takut wabah.
Aku meyakinkannya untuk ikut bersama kami menemui Goodwin.
Untuk memberinya sedikit keberanian.
Agar dia tak takut lagi pada tikus?
Ratu Ramina, aku mohon, bantu dia.
Tidak. Tikus tidak membantu kucing.
Rasanya seperti aku terkubur. Kita tidak terlalu kuat.
Kita butuh bantuan.
Kita mau minta bantuan siapa?
Ellie, apa yang kamu pikirkan? Kamu tak bisa kembali ke ladang bunga.
Lepaskan aku atau dia akan mati! Kita harus mengeluarkannya dari sana!
Aku harus menolongnya, Lepaskan aku!
Itu tidak adil. Singa!
Kita tidak mampu, Ellie, sudah terlambat untuk menolongnya.
Singa.
Singa, dia bergerak.
Itu tidak mungkin! Rupanya tikus!
Tikus. Kecil, tapi kuat...
Temanmu sekarang aman.
Terima kasih, Yang Mulia. Kamu...
Kamu tidak perlu berterima kasih padaku.
Ketika aku melihat tindakanmu yang tanpa pamrih, peri muda,
aku menyadari kalau aku salah.
Jika seseorang dalam bahaya, kamu harus menolongnya.
Ya.
Ketika kamu mengambil risiko untuk orang lain, kamu membuat keajaiban terjadi.
Keajaiban yang tidak dapat dilakukan oleh penyihir mana pun.
Singa! Itu baru keajaiban!
Ini, ambillah ini.
Jika kamu butuh bantuan, pakai peluit ini.
Terima kasih, Yang Mulia.
Selamat tinggal.
Apa yang sedang terjadi?
Kelopak bunganya beterbangan.
Itu ternyata mantra.
Menakjubkan. Tak seorang pun pernah berhasil mematahkan mantra jahat.
Tapi kita berhasil.
Apa?
Apa yang terjadi?
Dia bernafas, dia tersenyum!
Dia akan bangun! Dia pasti akan bangun.
Kita semua akan pergi menemui Goodwin. Kita hanya harus menunggu sebentar.
Di mana Orang Kerdil sialan itu?
Kenapa belum juga sampai di sana?!
Singa, Toto, ayo, bangunlah.
Kita akan tiba saat senja.
Aku tahu kamu punya tekad besi, tapi bersabarlah sedikit.
Kita tunggu sebentar lagi.
Tidak ada yang lebih buruk daripada menunggu, Orang-orangan Sawah.
- Syukurlah aku tidak punya hati. - Kenapa?
Karena aku siap melawan seratus Pemakan Orang...
Tapi di sini... Siapa yang bisa aku lawan?
Hanya bayanganku sendiri. Yang bisa kulakukan hanyalah menunggu.
Apa yang harus kita lakukan, Orang-orangan Sawah?
Kamu selalu punya ide.
Kita harus menunggu.
Itu Ponselku!
Ibu.
Apa kamu merekamnya?
Ellie, sayang. Bangun.
- Selamat ulang tahun! - Selamat ulang tahun!
Ibu, kumohon, kumohon.
Bisakah kita pulang?
Jadi kita bisa bersama di rumah. Ibu, Ayah, aku dan Toto.
Sehingga semuanya kembali seperti semula.
Tidak ada yang akan sama lagi.
Toto?
Ellie.
- Apa Singa sudah bangun? - Itu bukan Singa.
Itu semacam monster.
Orang-orangan Sawah, Pria Besi, para monster datang!
- Monster! - Monster?
Ikuti aku! Kita harus menjauhkan mereka dari Singa.
- Ya! - Baik!
Toto, tetaplah bersama Singa.
Hei, Monster-Monster, di sini!
Akhirnya.
Kamu gadis kecil bodoh.
Itu salahmu.
Kamu mustinya jangan mengambil apa yang bukan milikmu.
Terlebih kalau itu milikku.
Ellie, berhenti!
Jalannya rusak.
Baiklah, jangan takut.
Aku akan menahan kakiku di sini dan tanganku di sana.
- Dan kamu bisa melewatiku. - Tunggu!
Ide bagus, tetapi bukan untuk karung jerami.
Ellie, terus saja, jangan takut.
Ayo.
Pelan-pelan saja, Ellie...
Ayo.
Ayo.
Hati-hati, Ellie!
Sedikit lagi. Bagus!
Kamu akan berhasil!
Orang-orangan Sawah, kamu juga akan berhasil! Ayo, beranikan diri.
- Aku tidak berani. - Berjalanlah ke arahku!
Terlalu lebar, kita tak bisa menggunakanmu sebagai jembatan.
Kita bisa menyeberang ke bawah. Pegangan padaku, aku akan turun.
- Orang-orangan sawah, kamu duluan. - Aku akan turun.
Ellie, ayo turun!
Ellie! Ayo!
Ellie!
Ellie!
Tidak!
Kucingku!
Ellie!
Bertahanlah! Jangan biarkan dia lolos, bertahanlah!
Pegangan yang erat!
Berpegangan erat, Ellie!
- Tidak apa-apa. - Dapat, aku punya tali!
- Tidak! - Ellie, teruslah!
- Orang-orangan sawah! - Tidak!
Ellie.
Ayo! Naiklah cepat!
Ayo! Kamu hebat!
Kita akan berhasil! Pegangan yang erat!
Jangan melihat ke bawah. Sedikit lagi!
Kerja bagus.
- Tidak! - Tidak!
Yes! Sekarang bawakan aku sepatuku.
Tobias. Ini berhasil. Aku berhasil.
Singa!
Aku harus berani, demi Ellie.
Aku harus berani, demi Ellie.
Ya, begitu caranya, sayang.
Ellie, semuanya akan baik saja.
Singa! Singa, bertahanlah!
Bertahan!
Jangan hanya berdiri saja, dasar kerdil sialan!
terjemahane: ndaseruag
Jadi kita bertemu lagi, Urfin Jus.
Dan kamu pasti...
- ...kurcaci kerasukan itu? - Toto!
Jangan berani menyentuhnya.
Kami salah apa sampai kami menyinggungmu?
Jangan berlagak seolah kamu tak tahu.
Sepatu! Aku mau sepatumu!
Oh, ini semua karena sepatu? Ini semua karena itu?
Ya.
- Dan kamu bersedia membunuh demi itu? - Ya.
Ambil!
Sepatunya.
Sepatunya.
Sepatunya.
Kamu tidak punya hak. Kamu bukan siapa-siapa di sini!
Negeri Biru akan diperintah olehku!
Waktunya makan, dasar Orang Kecil menyedihkan!
Pria Besi?
- Ellie... - Kamu baik-baik saja?
Kamu masih hidup...
Ya, kurasa begitu. Singa, kamu terluka?
Yah... Aku baik saja.
- Ellie, apa kamu aman dan baik saja? - Toto...
- Dimana orang-orangan sawah? - Orang-orangan sawah... Dia...
Apa?
Apa yang terjadi dengan Orang-orangan Sawah?
Hei! Yuhuu!
Orang-orangan sawah, serius kamu? Apa kamu sudah gila?
Kami pikir kami kehilanganmu!
Tapi nyatanya tidak!
Ellie! Lihat apa yang aku temukan!
Sepatunya.
Bukankah ini Orang-orangan sawah si momok?
- Apa Ellie menangis? - Ellie, ada apa?
- Jangan takut, Ellie. - Jangan menangis.
- Sudah berakhir! - Kamu ada kami!
- Kita mengalahkan mereka. - Kita melakukannya bersama.
Kita akan pergi ke Penyihir Goodwin dan kamu akan pulang.
Lihat, aku menyelamatkan sepatumu.
Kamu pemberani.
Sangat berani.
Aku tidak berani. Aku bodoh dan tidak berperasaan.
Kalian hidup, kalian nyata. Tapi aku palsu.
Mari kita lanjutkan, Ellie.
Yang sudah terjadi biarlah terjadi.
Waktunya kita untuk pulang.
Toto, sayang, aku masuk ke dalam panci Pemakan Orang sendirian.
Kupikir itu adalah Goodwin. Dan aku setuju untuk pulang tanpamu.
Aku mengkhianatimu, kamu mengerti? Aku mengkhianatimu...
Aku tahu.
Aku sudah memaafkanmu.
Sungguh?
Kita berteman.
Teman-teman?
Kita... apa kita semua berteman sekarang?
- Apa yang kamu lakukan? - Aku menangis.
- Apa kamu bisa? - Sedikit.
Orang-orangan sawah, wajah menangismu membuatku tertawa.
Lihatlah benda yang bersinar di kejauhan itu. Sinar Emerald!
Itu artinya kita sudah dekat.
- Sepertinya kita berhasil. - Ya, aku hampir tidak percaya.
Kita tinggal naik tangga saja dan kita akan sampai di Kota Emerald.
Aku masih sedikit takut. Ada apa disana?
Orang-orangan sawah, tolong aku! Siramkan minyak lagi padaku.
Tangga adalah ujian yang paling menyakitkan bagiku.
- Ini dia. - Katakan padaku,
apa yang akan kamu lakukan jika kamu mendapatkan otakmu?
Aku akan memakai topi pemikirku. Apa lagi?
- Apa aku benar? - Kamu benar.
Aku akan menyebut diriku Orang-orangan Sawah yang Bijaksana.
Dan apa yang akan kamu lakukan kalau Penyihir Goodwin memberimu hati?
Aku akan memberikannya pada tunanganku.
Singa, apa yang akan kamu lakukan dengan keberanianmu?
Tak tahu. Memikirkannya saja membuatku takut.
Ellie, raja kita bersikap pengecut lagi.
Yang Mulia, ayolah, jangan takut. Kita tinggal selangkah lagi!
Kita akan menemui Penyihir Goodwin, dan semua ketakutanmu akan hilang.
Ellie, apa yang akan kamu lakukan saat pulang ke rumah?
Aku?
Aku benci perpisahan.
Ya, itu menyedihkan.
Teman-teman, aku tak akan pernah melupakan kalian.
Kalian akan selalu bersamaku.
Selamanya.
Ayolah. Kenapa kamu jadi sentimental sekali?
Kita belum bertemu dia,
dan Orang-orangan Sawah menderita tanpa otaknya,
Pria Besi tanpa hati, dan Singa tanpa keberanian.
Dan kamu tanpa internet.
Ayo, para sahabat ajaib, kita lanjutkan.
Keajaiban tidak terjadi dengan sendirinya.
Ya! Mulai sekarang, tak seorang pun dapat menakuti kita.
Penyihir Goodwin, Penyihir Goodwin!
Aku tahu di mana badai ajaib itu berada.
- Bastinda memilikinya. - Begitukah?
Tapi Bastinda tak akan membiarkan siapa pun mengambilnya.
Ellie dan teman-temannya akan membawakanmu badai itu,
jika kamu berjanji untuk mewujudkan keinginan mereka menjadi nyata.
Dan Bastinda akan melakukan apa saja untuk mendapatkan sepatu itu.
Seorang gadis kecil melawan Bastinda?
- Ya. - Buka gerbang Kota Emerald,
dan mari kita sambut tamu-tamu kita.
BERSAMBUNG
NDASERUAG Banyumas, 14 / 04 / 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.