All language subtitles for Guto Parente - O Clube dos Canibais. The Cannibal Club - Portuguese with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Manual Translate by D.Y.SUB

Apa aku mengganggu?

Tentu saja tidak, Bos. Aku cuma istirahat.

Kau butuh sesuatu, Pak?

Tidak, aku kemari mau bilang akan pergi ke Fortaleza.

Urusan kerja.

Tak apa, tenanglah. Istirahatlah.

Apa aku harus memasukkan barang-barang ke mobil?

Tidak, lakukan itu hari Senin saat aku pulang menjemput Gilda.

Apa Nyonya tetap tinggal?

Ya, dia tetap tinggal.

Gilda alergi kerja.

Satu hal lagi...

Kemarilah.

Kutahu ini bukan tugasmu, tapi Lucivaldo ikut denganku.

Jadi kumau kau menjaga rumah.

Kau tahu cara pakai ini?

Kurasa begitu.

Selama kau tak bunuh istriku, tidak masalah.

Apa itu nikmat, cintaku?

Kau tanya aku atau dia?

Hanya ada satu "cinta".

Ya, itu sangat nikmat.

Ini sangat enak, sayang.

Kau cuma bilang begitu untuk membuatku senang.

Aku bahkan berpikir kita sebaiknya buka restoran.

Hanya jika kau belajar memasak.

Tak mungkin, dengan begitu kau akan berhenti beraktivitas.

Justru sebaliknya, itu akan jadi pemicu.

Dan itu akan membuatmu sibuk.

Itu akan membuatku apa?

Membuatmu sibuk.

Aku tak butuh apapun untuk membuatku sibuk, sayang.

Atau kau pikir aku tak melakukan apa-apa?

Bukan begitu maksudku.

Lalu apa maksudmu?

Aku salah ucap, maaf.

Baiklah, ini berakhir.

Baik, ayo makan.

Lihatlah, kuminta dia kesini jam 11:30. Terlambat sejam 43 menit

Kau membela dia?

Tidak, sayang. Sama sekali tidak.

Aku cuma berpikir kau bisa sedikit tak toleran.

Dia tahu aku anti keterlambatan.

Hai, Tuan. Otavio. Permisi.

Aku mau bilang jika aku sudah datang.

Aku mendengarmu.

Aku terlambat karena cari warung, Tapi semuanya tutup.

Sangat disayangkan.

Kau mau makan malam bersama kami, Lucivaldo?

Tidak, tak perlu, Nyonya. Gilda.

Jangan konyol. Ambillah kursi dan duduk.

Aku tak ingin mengganggu. Aku sebaiknya pergi.

Tidak, tetap disini, Lucivaldo. Aku memintamu duduk.

Apa kau tuli, Lucivaldo? Duduk.

Dia bercanda, Lucivaldo. Gilda bercanda.

Pergilah ke posmu.

Baik, permisi.

Selamat malam, Lucivaldo.

Apa? Aku hanya bercanda.

Lucivaldo?

Lucivaldo?

Lucivaldo!

Maaf, Tuan. Otavio.

Aku tak tahu itu kau, Pak. Aku terkejut... maaf.

Tak apa, tak apa, tak apa...

Ini, kau tak pantas terima, tapi ambillah.

Terima kasih, Tuan. Otavio.

Terima kasih.

Kau tak perlu repot-repot.

Ini terlihat enak.

Benarkah?

Terima kasih, Bos, dari hatiku.

3 hal, Lucivaldo. Perhatikan.

Pertama, hari ini kupecat Josimar.

Jika dia datang kesini, tembak dia.

Kedua,

Jika kau terlambat lagi, kau akan berakhir sepertinya.

Aku anti keterlambatan.

Ketiga...

Aku tak suka pegawaiku main-main saat jam kerja.

Jika kulihat kau main ponsel lagi, Kusumpah demi makam Ibuku...

Akan kumasukkan senapan itu ke bokongmu.

Tanpa pelumas.

Kau dengar?

Tuan. Otavio, biar kujelaskan, ini pertama kalinya...

Kau dengar?! Ya atau tidak?!

Ya, Pak.

Bagus.

Warga Fortaleza ketakutan. Itu faktanya.

Penelitian kita menunjukkan jika 92% dari warga...

Tak yakin negara bisa memberantas kejahatan dan kekerasan.

Dan 67% dari mereka tak percaya polisi lagi.

Itu artinya, masyarakat targetnya.

Pemirsalah sasarannya.

Warga yang jenuh tak mampu bepergian,

Untuk menikmati harta benda mereka secara bebas.

Warga merasa tak aman. Tak berdaya.

Terus menerus diancam nyawanya atau orang terkasihnya.

Menghadapi situasi yang rumit dan sulit seperti itu,

Siapa yang bisa menjamin kedamaian dan ketenangan yang pantas kita dapat?

- Penjaga kita? - Penjagamu.

Hanya penjaga pribadi yang bisa menanganinya.

Dan itu perusahaanmu, "Penjaga Pribadi Ontarget,"

Dimana warga temukan pahlawan terbaik yang pernah ada.

Jam setengah 5 di kantorku. Ini masalah penting.

Minta mereka putar iklannya lagi.

Tuan. Otavio ingin lihat iklannya lagi.

Satu hal lagi,

Jika kau tak bisa keluarkan traktor dari sana,

Kita hancurkan semuanya lalu bangun kembali.

Tak masalah.

Yang penting ada upacara pembukaan.

Jika ada 2 pembukaan, itu lebih baik.

Mengerti?

Bagus.

Bagus, Afranio.

Aku tahu kau sebenarnya cerdas. Sampai jumpa.

Otavio, temanku.

Anggota kongres favoritku.

Duduklah.

Kau mau minum? Scotch?

Tidak, tidak.

Terima kasih.

Fatima, bawakan 2 gelas scotch yang berusia 18 tahun.

Ada kabar?

Semua seperti biasa.

Gilda baik saja?.

Ya, dia baik

Itu sangat bagus.

Bagaimana kabar Eleonora?

Dia baik.

Eleonora penyelamatku. Tak pernah memberiku kesulitan.

Kau dan Gilda datang ke acara ulang tahunnya Eleonora?

Tentu saja.

Masuk.

Baik, mari kita membahas bisnis.

Kupanggil kau kemari untuk bahas masalah serius.

Tentang klub kita.

Bicara soal itu, bagaimana dengan pertemuan kita?

Rabu depan? Aku tak dapat pesan apapun.

Benar, pertemuan kita hari Rabu di jam yang sama.

Cuma kali ini kau akan terima alamat setengah jam sebelumnya.

Boleh kutahu ada apa dengan misteri itu?

Otavio, temanku.

Kurasa salah satu teman kita terlalu banyak bicara.

Berurusan dengan orang yang tak seharusnya.

Bicara dengan mereka yang tak semestinya.

Kuyakin bajingan itu bersekongkol dengan musuh kita.

Kau tahu namanya?

Clovis.

Clovis?

Benar, Clovis.

Aku tak menyangka.

Apa kau yakin?

Firasatku tak pernah salah.

Aku yang mengurus keamanan Clovis.

Aku tahu itu.

Kumau kau tempatkan satu orangku untuk gantikan orangmu.

Di pesta besok?

Bukan. Di malam pertemuan kita.

Buatlah alasan. Dia takkan mencurigaimu.

Kau bisa kuandalkan?

Tentu saja bisa.

Sempurna.

Luar biasa! Hebat!

Itu sangat bagus.

Apa perjalananmu lancar?

Lancar? Itu sensasional.

Itu negara sebenarnya. Warga yang baik, santun dan bersih...

Sangat berbeda dengan disini.

Negara-negara dunia pertama memang sesuatu.

Aku suka negara dunia pertama. Jauh lebih baik dibanding dunia ketiga.

Katakan padaku soal itu. Aku begitu depresi buat kembali.

Benar, sayang?

Itu karena semua terkendali.

Itu tak kacau seperti Brazil.

Untuk keluar tanpa khawatir,

Untuk parkir mobilmu dimanapun, tanpa ketakutan atau khawatir.

Tanpa khawatir perampok.

Itu benar. Tak khawatir perampok.

Aku benci mereka. Bagiku, mereka pantas mati.

Aku tak tahu denganmu, tapi aku butuh bercinta setiap hari.

Setidaknya sekali.

Aku juga, setiap hari.

Khususnya saat istriku keluar kota.

Bayangkan jika kau masih sakit prostat, Clovis?

Nyonya?

Nyonya, apa kau baik saja?

Apa kau butuh sesuatu?

Mau kupanggilkan seseorang?

Tidak, itu tak perlu. Terima kasih.

Apa kau yakin?

Ya, kau boleh pergi.

- Selamat malam. - Selamat malam, Nyonya.

Dimana Lucivaldo?

- Dia pergi. - Dari tadi.

Kemana perginya?

- Dia pergi kesana. - Ke bawah sana.

- Arah sana? - Ya.

- Terima kasih. - Sama-sama, selamat malam.

Ada apa?

- Tak ada.. - Tak ada.?

Ya, tak ada.

- Lalu kenapa kau murung? - Kepalaku sakit.

Kau bohong

Otavio, jangan buat aku kesal.. Dan perhatikan jalan.

Gilda, kita perlu bicara.

Tidak, cintaku. Kita tak perlu bicara.

Kita perlu, Gilda. Kita harus bicara.

Kau harus hormati peranku. Aku suamimu.

Paham?

Kau sebaiknya perbaiki perilaku liarmu.

Aku tak suka perilaku seperti ini.

Sangat tidak suka!

Gilda, sayangku.

Hai, Borges.

Ada apa sampai aku didatangi begini?

Aku...

Aku mau bicara denganmu soal semalam.

Soal semalam?

Benar, soal semalam.

- Kau ingin minum? - Tidak.

- Air putih? Kopi? - Tidak, tak apa, tidak.

- Kau yakin? - Ya.

Oke, kau bisa bicara.

Aku...

Aku cuma mau memberitahumu jika aku tak menuduh.

Aku tak menghakimi. Dari dalam lubuk hatiku.

Aku sungguh merasa kita perlu...

Mencari apa yang memuaskan kita.

Yang memberi kita...

Kenikmatan sebenarnya.

Tak peduli yang orang pikirkan atau katakan.

Yang terpenting demi kebahagiaan.

Aku juga ingin bilang padamu...

Kau tak perlu khawatir.

Aku takkan beritahu orang lain yang kulihat kemarin.

Aku bersumpah. Bahkan tidak pada Otavio.

Kau bisa percaya aku.

Akan kubawa rahasia ini ke liang kubur.

Gilda, sayang...

Aku tak tahu yang kau bicarakan.

Apa?

Aku mau tanya padamu apa masalahnya?

Aku bicara soal rumah kecil di belakang, gudang.

Gudang?

Ya, kemarin di pesta, di halaman belakang.

Gudang banyak sampah. Gudang yang berantakan...

Gilda...

Aku mengaku padamu...

Aku sungguh tak mengerti yang terjadi disini.

Tapi kau membuatku sangat penasaran.

Tolong, jelaskanlah.

Kau bilang tak ingin menuduh.

Jika yang penting itu kebahagiaan.

Ya.

Tak peduli yang orang pikirkan, kan?

Ya, kubilang begitu.

Katakan padaku.

Apa tepatnya yang kau bicarakan?

Apa semua baik saja?

Ya, semua baik.

Kau yakin tak mau minum?

Tidak, sebaiknya tidak.

Aku kebanyakan minum semalam. Aku sungguh tak sadarkan diri.

Aku sebenarnya tak ingat apapun.

Itu biasa terjadi.

Aku kebanyakan minum scotch. Aku masih sedikit linglung.

Aku merasa pusing. Tak tahu yang kukatakan.

Itu saja, aku kemari buat miinta maaf soal semalam.

Meski aku tak ingat apa-apa.

Jangan khawatir, Gilda. Kau tak perlu minta maaf.

Semua orang punya hak bersenang-senang sesekali.

Itu bagian dari sifat manusia. Bukan begitu?

Itu benar, aku setuju 100%.

Jadi jangan khawatir.

Dan ingat, kau selalu diterima.

Bahkan saat sangat mabuk.

Borges, kau yang terbaik.

Baik, aku...

Aku merasa lega. Kau tak tahu betapa beratnya itu.

Aku rapi?

- Kau mau makan malam bersama Do Carmo? - Tidak.

Kenapa?

Aku tak mau.

Apa Marinete disini?

Dia libur hari ini.

Kau akan makan apa, sayang?

Entahlah Otavio. Aku tidak lapar.

Kau mau kubawakan sesuatu?

Untuk sarapan?

Tolong minggirlah.

Aku pergi.

Selamat bersenang-senang.

Berapa kali kita harus ribut soal ini?

Soal apa?

Kau pergi berpesta sementara aku tetap di rumah?

Kau tahu jika aku bisa saja membawamu, Gilda.

Tapi bukan aku yang mengatur, sayang.

Tentu saja tidak.

Kau cuma menurut.

Jika kau tak bisa posisikan dirimu pada orang lain...

Kita sebaiknya berhenti bahas ini.

Memposisikan diriku pada orang lain?

Aku tak percaya kau bilang begitu, Otavio.

Ya, tempatkan dirimu di posisi orang lain.

Jadilah lebih berwawasan.

Otavio, pergilah. Kau cuma memperburuknya.

Jangan mengeluh lagi jika aku tak mau bicara.

Jika aku tak toleran.

Aku berusaha

Aku paham, pergilah.

Selamat malam, teman-temanku sekalian.

Pertama, aku ingin berterima kasih pada Abelardo...

Karena sediakan kita restorannya yang menawan ini,

Agar kita bisa melanjutkan perkumpulan kita.

Mungkin kalian sudah menyadari,

Rekan kita Clovis tak hadir diantara kita malam ini.

Dan tampaknya dia sudah tak bisa lagi hadir.

Aku baru dapat kabar...

Jika teman kita mengalami kecelakaan fatal.

Dan harapan selamat sangat tipis.

Meski begitu, teman-temanku,

Terlepas kejadian tragis ini, serta rasa sakit yang kita alami...

Kita tak boleh biarkan itu mengganggu perayaan kita.

Dan kita harus melakukannya demi Clovis.

Orang yang memiliki sifat ceria dan optimis.

Hidup terus berlanjut, dan satu hal yang pasti...

Teman kita akan selalu hidup di hati

Dan pikiran kita.

Bagi Clovis.

Bagi Clovis.

Aku juga ingin gunakan momen ini...

Dimana kita merasa tersentuh dan terguncang...

Oleh kehilangan saudara terkasih kita...

Untuk menawarkan sulangan lainnya.

Mari bersulang bagi kesetiaan yang menyatukan kita bersama.

Kita warga yang menjunjung tinggi nilai pengabdian.

Selama kita tetap saling setia dan teguh pada prinsip kita...

Kita selamanya akan setimpal bagi lakon di masyarakat.

Lakon, teman-temanku...

Itu minta perhatian dan tanggung jawab lebih dari kita.

Karena musuh-musuh kita...

Mereka hancuran nilai kekeluargaan, keyakinan dan kerja keras.

Mereka ingin menjadikan negara kita tanah kemiskinan,

Sarang penjahat, sarang seks, dan markas bajingan,

Mereka harus kita injak sampai hancur.

Mereka berbuat apapun untuk menjatuhkan kita.

Tapi kita takkan pernah jatuh.

Takkan pernah.

Karena kita banyak dan kuat.

Selama kita tetap bersama,

Setia, dan memegang teguh prinsip-prinsip kita...

Takkan ada yang menghancurkan kita dan bangsa kita.

Demi Brazil, dan demi warga Brazil!

Jonas Edivandilson Nascimento da Silva, kan?

Benar, Nyonya.

Kulihat lamaranmu kau pernah jadi pelayan, kurir,

Satpam, pembersih, tukang ledeng, Pemandu wisata dan asisten kontraktor.

Benar, Nyonya.

Baiklah.

Sudah berapa lama kau menganggur?

2 atau 3 bulan. Itu tak mudah bagi semua orang.

Aku mengerti....

Ini saat yang sulit.

Aku mengerti.

Baiklah...

Lamaranmu akan masuk ke sistem kami, oke?

Dan jika ada lowongan terbuka, kami akan mengabarimu, oke?

Tidak ada lowongan saat ini?

Tidak untuk... maksudku, tak ada untuk bagian ini.

Lowongan apa yang kau punya?

Cuma jadi pembantu.

Aku tak keberatan jadi pembantu. Tidak masalah.

Kau punya pengalaman jadi pembantu?

Ya, aku punya, Bu.

Baik...

Sebentar.

Kau berasal dari sini, Jonas?

Bukan, aku dari desa.

- Kau punya keluarga disini? - Tidak, Bu.

Punya teman?

Tidak, tapi aku sangat sosialis.

Kau ada masalah kesehatan? Mengkonsumsi obat-obatan?

Tidak, tak ada.

Kau pernah kena kecelakaan serius?

Aku pernah jatuh dari motor, tapi tak parah.

Syukurlah.

Apa kau Evangelis?

Bukan, tapi aku menghormatinya.

- Pecandu narkoba? - Tidak.

Tak pernah.

Kau tak keberatan tinggal di tempat kerjamu?

Ya, tentu. Aku lebih suka itu.

Oke, Jonas.

Hanya itu saja?

Untuk disini, ya.

Sekarang kumau kau ke ruang sebelah.

Ada apa disana?

Cek kesehatan, berfoto. Hal-hal dasar.

Siapa namamu?

Cecilia.

Apa semua lancar? Apa aku dapat pekerjaannya?

Kami akan menghubungimu, Jonas. Semoga berhasil.

Terima kasih.

Dimana Lucivaldo?

Pertanyaan bagus.

Bajingan itu menghilang.

Tak ada tanda darinya.

Aku harus gantikan dia dengan orang bodoh di belakang.

Apa sesuatu terjadi padanya?

Kuharap begitu.

Kuharap dia dilindas truk sampah,

Dan hancur jadi dendeng.

Kuyakin dia takkan berbuat apapun pada kita.

Kami sudah bicara baik-baik.

Kau tak tahu Borges bisa apa.

Dia mampu bunuh orang malang macam Lucivaldo.

Benarkah?

Lagipula, kenapa kau kesana bicara dengannya?

Entahlah.

Borges sangat menyukaimu, Otavio.

Dia juga menyukaiku. Tak lebih darimu, tapi tetap saja.

Dan juga Clovis.

Apa?

Tidak ada.

Lagipula, yang terpenting kubuat dia percaya...

Jika aku tak ingat apapun.

Tapi kau mengingatnya?

Kurasa begitu.

Lucivaldo dan dia...?

Ya.

Di pantat?

Tentu saja, Otavio.

Pantatnya Borges?

Yang jelas bukan pantatku.

Borges disodomi.

Tak bisa kubayangkan.

Bukankah itu yang kau lakukan di acara pertemuanmu?

Saling mencumbu?

- Gilda, tolong hormati aku. - Apa?

Aku bukan orang yang suka disodomi.

Tapi karena bosmu begitu, kau bebas melakukannya.

Kau bisa berhenti?

Aku tak mengerti kenapa kau begitu kesal, Otavio.

Aku tidak kesal, aku cuma tak mau bicara soal pantat.

Tidak pantatku, pantat Borges, atau pantat lainnya.

Kau lihat betapa kesalnya dirimu?

Aku tak kesal. Aku khawatir pada situasi kita.

Situasi apa, Otavio? Tak ada situasi, sayang.

Semua sudah terkendali.

Itu menurutmu, Gilda. Tapi tidak, kau tahu kenapa?

Karena kau lihat Borges disodomi.

Parahnya lagi, kau lihat Borges disodomi oleh satpam.

Dan dia tahu jika kau melihatnya.

Dan dia tahu jika kau mengingatnya.

Dia tahu jika cepat atau lambat, kau akan bicara.

Dan kau tahu kenapa dia tahu itu, Gilda?

Kau tahu?

Tak perlu paranoid, Otavio.

Buka pintunya. Itu pasti pembantu baru kita.

Jonas?

Itu aku.

Kau jalan kaki kesini?

Ya, dari halte bus kesini.

Itu sangat jauh, kau gila.

Wanita agen itu cuma beri peta dan tak bilang apapun.

Aku akan bicara serius pada Cecilia. Ini tak bisa diterima.

Jangan khawatir, Tuan. Otavio. Aku sudah terbiasa.

Kau pasti kepanasan. Masuklah, aku ambilkan air.

Terima kasih, permisi.

Dengar, Ramirez.

Aku mau kau lebih waspada. Jadi 3 kali lipat, atau 4 kali lipat

Ya, Pak.

- Kau mengerti? - Aku mengerti, Pak.

Yakin?

Aku mengerti, Pak.

Kau tahu kenapa kuminta ini, Ramirez?

Aku tak tahu, Pak.

Kau tahu kenapa?

Aku tak tahu, Pak.

Ada geng perampok di area ini. Geng sadis dan berbahaya.

Jika kau lihat hal mencurigakan disini...

Gerakan apapun, tembaklah.

Tembak saja.

Ya, Pak.

Kau mengerti?

Mengerti, Pak.

Tembak duluan, bertanya nanti.

Ya, Pak.

Tidak akan.

Itu takkan terjadi, Pak.

Tidak akan.

Kau bisa kupercaya?

Kau bisa percaya aku, Pak.

Kau butuh sesuatu, Tuan. Otavio?

Maaf membangunkanmu di jam ini, Jonas. Ada sesuatu.

Kau tahu cara pakai itu?

Aku tahu.

Bagus.

Aku tahu ini bukan bagian tugasmu, tapi aku...

Asal kau tahu ada aktivitas tak biasa di sekitar sini.

Ada geng perampok di area ini. Mereka sangat berbahaya.

Dan satpam kami tak bisa diandalkan.

Aku mengerti.

Besok, akan kupanggil bantuan. Tapi malam ini aku mengandalkanmu.

Kau bisa kupercaya?

Baik, jika kau mau, aku bahkan takkan tidur.

Aku suka itu, Jonas.

Terima kasih.

Tak masalah, Pak. Apapun perintahmu.

Nyonya. Gilda?

Jatuhkan senjatamu.

Kau harus bicara dengannya, Otavio.

Dan bilang apa padanya, Gilda?

Bilang apa?

Jadi?

Jadi?

Jadi kita kacau. Dan ini semua salahmu.

Karena mencampuri hal yang tak seharusnya.

Ini tak seperti itu.

Jika dia begitu tangguh, kita tak bisa bahas ini hidup-hidup.

Lagipula, kau kemana saat perampok itu kesini?

Itu tak penting lagi, Otavio.

Aku punya ide.

Dengar.

Pertama, kau hubungi Borges dan minta bantuannya.

Untuk membunuhmu?

Apa ini waktu buat lelucon?

Kurasa tidak.

Maaf.

Bisa kulanjutkan?

Kau bilang padanya jika ada 2 orang menerobos rumah...

Lalu membunuh satpam, pembantu kita, dan aku.

Bahwa kau...

Berhasil membunuh satu dan biarkan satunya hidup.

Bahwa kau akan mencabut kukunya satu-satu...

Hingga dia mengaku siapa yang mengirimnya kesini.

Borges takkan percaya itu, Gilda.

Dia sebaiknya percaya.

Atau kau punya rencana lebih baik?

Ayo, Otavio, aku mendengarkan.

Oke, katakanlah dia percaya.

Ceritaku atau ceritamu?

Ceritamu, Gilda.

Dia akan ketakutan jika orang-orang ini bilang sesuatu...

Lalu akan kesini membunuhnya.

Dan membunuhmu.

Sempurna.

Tapi kita bunuh bajingan itu dulu.

Ini takkan berhasil, Gilda.

Itu terlalu rumit.

Orang itu pasti berdarah dingin. Kita bukan pembunuh.

Jika kau mau tetap hidup sepertiku, itu harus berhasil.

Lalu setelahnya?

Setelah apa?

Setelahnya.

Atau kau pikir polisi takkan selidiki kematiannya?

Kita salahkan saja Jonas.

Kita bisa memakan Jonas,

Dan bilang jika dia kabur.

Itu ide bagus.

Takkan ada yang mencurigai kita.

Takkan pernah.

Aku mencintaimu, Otavio.

Aku mencintaimu, Gilda.

Borges memintamu ke atas. Untuk membawa mayat.

Aku membangunkanmu?

Tidak, aku sudah bangun.

Baik.

Kau butuh sesuatu?

Ya, aku butuh sesuatu.

Kuburlah mayat-mayat yang kami letakkan di mobil.

Aku bercanda. Biarkan mayat-mayatnya disana.

Aku kesini mau bilang akan pergi mengurus masalah kami.

Besok pagi aku pulang bawa bantuan.

Kau bisa jaga markas?

Bisa.

Bagus.

Jaga istriku baik-baik.

Oke?

Ayo ganti posisi, berbalik.

Tidak, tetap disana, disana.

Gilda...

Gilda.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.