Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Downloaded from YTS.MX
Official YIFY movies site: YTS.MX
Hadirin, selamat datang di Alibaug.
Hari ini, untuk kali pertama, koleksi seni langka ini akan dilelang
untuk tamu istimewa terpilih.
Inilah persembahan utama kami, Medicine karya Gustav Klimt.
Dilukis pada tahun 1900
dan diyakini hilang selama Perang Dunia II,
tapi lebih dari 80 tahun kemudian, lukisan ini ditemukan
oleh kurator termasyhur dan tuan rumah kita, Pak Rajan Aulakh.
Halo, Pak Batliwala.
Di mana Rajan? Tak terlihat di pesta sendiri.
Masih merampungkan lukisan di studio.
Pak Mehta,
akuntanku yang hebat.
Kau tahu kau tamu utama pesta ini?
Maaf.
Rajan, aku tidak tahu.
Entah bagaimana rekening luar negerimu bocor ke Interpol.
Percayalah, Rajan, aku tidak tahu.
Rajan…
Percaya pun, uang 200 crore-ku tak akan kembali, bukan?
- Rajan… - Jangankan aku.
Uang kelima klienku ikut dibekukan.
Lenyap begitu saja. Menguap!
Aku rela bekerja cuma-cuma untukmu seumur hidup. Aku…
Lukisan dalam wujud seni yang sebenarnya…
Gara-gara kesalahanmu, karyaku dilelang. Dengar itu.
Satu lagi laku…
Dengar, tidak?
…dibeli Pak Batliwala.
Mati-matian aku berusaha menjadi Aulakh yang bermartabat.
Tapi gara-gara bajingan sepertimu, jiwa mafiaku bangkit lagi.
- Hai, Pak. - Hai.
Pak Rajan?
Hai. Saya Jennifer Lobo.
Terima kasih atas undangannya.
Fortcrest, museum kami, bisa menyimpan artefak-artefak Anda.
Itu kehormatan bagi kami.
Begitu Red Sun tidak lagi di India,
akan ada ruang pameran kosong di museum kami.
- Red Sun? - Ya.
Kohinoor Afrika, kebanggaan Afrika, akan segera hadir di India.
Kami sangat senang museum kami akan menjadi tempat pamerannya.
Anda pasti pernah dengar betapa bernilainya Red Sun.
Anda juga pelukis, ya?
Ya, terkadang.
Sekadar hobi.
- Ya sudah kalau begitu, sampai nanti. - Ya.
Tidak kusangka akhirnya aku harus menghubunginya.
Siapa?
Satu-satunya kalung zamrud Bellagio di dunia ini
dicuri dalam perjalanan di Jalan Tol Nasional.
Pencurian terjadi meskipun ada konvoi keamanan swasta
yang dikerahkan untuk melindungi kalung itu.
Menurut laporan, ini kasus perampokan langka.
Kasus serupa terakhir kali terjadi pada tahun 1995
oleh Neil McCauley beserta kawanannya.
Semua pihak masih terheran-heran bagaimana aksi perampokan ini terjadi.
Polisi hingga kini masih berusaha mencari pencuri permata.
Selamat pagi, Cantik.
Sudah mau pergi?
Tidak bertanya namaku dulu? Kau sudah memberiku hadiah semahal ini.
Hanya namamu…
yang tidak kutahu tentangmu tadi malam.
Biarlah tetap misterius.
KAFE
Pak, dia menghilang.
Rehan. Entah ke mana perginya.
Baik, Pak.
Apa-apaan ini, Avi? Kenapa kau ada di Budapest?
Apa maksudnya? Jelas mau bertemu Abang. Tidak boleh?
"Bertemu Abang"?
Tiga tahun kau tak berkabar. Sekarang tiba-tiba begitu?
Jujurlah.
Karena Ayah.
Ayah kenapa?
Rumah sakit amalnya memperoleh
sumbangan besar dari seorang donatur.
Sepuluh crore.
Paman, uangnya sudah kutransfer ke rekeningnya.
Silakan dicek.
- Sudah masuk. - Terima kasih.
Baguslah.
Sekarang Paman tak perlu menarik 10 rupee pun dari pasien.
Cukup melayani dengan baik.
Saya ini hanya perantara.
Kalianlah yang sungguh berjasa.
Kami jadi sungkan, Paman.
- Mau teh atau kopi? - Bodoh. Kenapa masih tanya?
- Hidangkan saja. - Benar juga. Maaf, Pak.
- Avi. Itu… - Ya. Sebentar, Yah.
Dengar, uang yang disetorkan ke rekening ayahmu…
Ya?
Itu uang haram.
Rekening pengirimnya juga anonim.
- Aku tak paham. Maksudnya? - Uangnya hasil dari kejahatan.
Jika kami mau,
kami bisa saja melaporkan ayahmu agar dipenjara sekarang juga.
Tapi, Pak…
Jangan, Pak.
- Penjara? - Ya.
Bayangkan situasinya
ketika dunia tahu dokter yang lurus itu
dan mendepak putranya yang pencuri, ternyata sama-sama pencuri.
Bayangkan.
Penjara. Pengadilan.
- Media. Pelecehan di media sosial. - Jangan, Pak.
- Pak… - Pencemaran nama baik.
Ayah saya takkan kuat menghadapinya.
Aku tahu dia pasti takkan kuat.
Dan dalam prosesnya, jika kebetulan ayahmu celaka…
Pak, tolong…
…tak ada dokter yang mau dibayar murah untuk merawatnya.
Ya, 'kan?
Jika kau ingin ayahmu tetap hidup seperti biasa,
lakukan sesuatu untukku.
Aku mencari Rehan.
Sampaikan…
Rajan Aulakh ingin bertemu.
Rajan Aulakh?
Abang, kami butuh bantuan.
Sudah tiga tahun aku tinggal di sini, meninggalkan semuanya, Avi. Kenapa?
Karena di sini aku tak akan tertangkap.
Pasti ada yang bisa Abang bantu. Tolong pikirkan dulu.
Barangkali ada relasi.
Aku pernah punya keluarga.
- Sekarang sudah tidak lagi. - Abang, jangan begitu.
Dulu Ayah selalu memuji Abang.
"Rehan-ku ada di Amerika.
Kini Rehan-ku ada di Afrika.
Kini dia mengurus transaksi properti besar di Australia."
Kupikir mungkin dulu aku tidak dianggap oleh Ayah.
Abang malah kecewakan Ayah.
Lalu, aku harus apa?
Menyerahkan diri?
Pulanglah, Avi.
Aku tidak bisa bantu.
Tidak mungkin kau putraku.
Putraku bukan pencuri!
Keluar kau! Keluar!
Dulu Ayah selalu memuji Abang.
"Rehan-ku ada di Amerika.
Kini dia mengurus transaksi properti besar di Australia."
Abang malah kecewakan Ayah.
Rehan Roy.
Sialan kau!
Akhirnya ada kabar.
Kau belum melewati level 13?
Apa rencanamu?
Lama sekali kita disuruh Pak Vikram menunggu di sini.
Mentang-mentang dia tak berkeluarga, kita juga harus jauh dari keluarga.
Omong-omong, kita sudah bilang si bunglon belum keluar rumah, 'kan?
Dia penasaran si bunglon menghilang ke mana kemarin.
Bunglon tidak menghilang.
Hanya tidak terlihat.
Kamuflase.
Makanlah selada, Pak. Tidak sehat makan burger terus.
Anda juga, Pak. Sehari habis 10 bungkus keripik, ya?
Aku lihat sendiri.
Padahal sudah disuruh diet oleh istri, tapi masih…
Ini tidak sehat, Pak.
Apa?
Penasaran kenapa aku di sini?
Hatiku jadi meleleh.
Kalian dua tahun memburuku.
Bangkok ke Muskat.
Muskat ke Kenya.
Kenya ke Budapest.
Paspor kalian pun pasti menjerit minta istirahat.
Karena akhirnya kalian menyusulku,
aku datang sebagai hadiah.
Apa tujuanmu?
Aku menyerahkan diri.
Hubungi "Pak Vikram" tadi.
Awas!
BATLIWALA KELOMPOK INDUSTRI
Satgassus! Tangkap mereka!
Berhenti! Jangan bergerak! Tangkap dia!
Tangkap mereka!
Tangkap! Tangkap para pengacau itu!
- Tembak dia, Pak. Bunuh bajingan itu. - Jangan.
Orang macam dia bisa bebas dengan jaminan.
- Jangan. Kumohon. - Tembak bedebah itu.
- Jangan. - Tembak, Pak.
Dia menyerahkan diri?
Ya. Aku disuruh menelepon Bapak.
Sinterklas lebih bisa dipercaya daripada Rehan.
- Dimengerti, Pak. - Chaddha.
Jangan lupa, sesuatu yang datang sendiri juga bisa pergi sendiri.
Jangan sampai gagal.
Bawa Rehan ke bandara. Aku menyusul.
Baik, Pak.
Pak, karena Rehan sudah tertangkap,
saya bisa naik jabatan, 'kan?
Terima kasih.
Senang, ya!
Atau tepatnya, "Kalian pasti berbunga-bunga, ya?"
Ayolah. Tak ada jackpot yang lebih besar daripada ini.
Harus dirayakan.
Minimal minum segelas.
Ayo, kutraktir.
Nanti juga minum.
Habis kau makan makanan lapas Yerawada.
Setelah itu, kami mau minum seharian.
Mencari apa, Pak?
Apa ini? Gelang kaki untuk menari Mujra?
Hobiku tidak sebergengsi itu.
Teman-Teman, awasi aku, ya.
Aku istirahat dulu.
Kita harus menjaga hajat dan rehat.
Agar wajah tetap berseri.
"Hajat dan rehat". Cerdas juga aku.
Kenapa dia kooperatif?
Katanya Sinterklas lebih bisa dipercaya daripada ucapannya.
Ayo, awasi dia saja.
Pak Chaddha,
mana dongengnya?
Chaddha?
- Chaddha! - Siapa kau?
Apa tidurmu cukup?
Pak.
- Maaf, Pak! - Halo, Pak.
- Di mana Rehan? - Di sini, Pak…
Di mana, ya?
Pak. Kami…
Ke mana dia? Menghilang?
Plester triazolam.
Obat penenang.
Ayolah. Tak ada jackpot yang lebih besar daripada ini.
Harus dirayakan. Minimal minum segelas.
Ayo, kutraktir.
Dia sudah dipasangi GPS.
Bisa dilacak ke mana pun perginya.
GPS mana? Yang itu?
Halo, Imigrasi?
Ya, ini Vikram Patel dari satgassus.
Apakah ada petugas satgassus bernama Gaurav Chaddha
yang baru memasuki India?
Gaurav Chaddha itu saya.
Memang. Coba cek paspormu.
Pasporku?
Dia memanfaatkan kalian.
Dia tahu pemegang paspor diplomatik bisa lewat dengan mudah.
Memangnya ada urusan apa di Mumbai sampai dia senekat ini?
Selamat malam, Pak Aulakh.
Ayo. Pintar. Anak pintar.
Aku dan Nero sudah menunggumu.
Darah memang lebih kental dari air.
Maaf sebelumnya, tapi aku bukan bajingan.
Dari semua ayah di seluruh dunia, kau mengincar ayahku.
Bahkan, menjebaknya.
Rajan Aulakh, apa maumu?
Pasti seru bermain denganmu.
Apa permainannya?
Perampokan kecil-kecilan.
Apa yang kau incar?
Seistimewa apa sampai kau membutuhkanku?
Red Sun.
Red Sun.
Berlian paling berharga di Afrika.
Barang siapa yang memilikinya, nasibnya akan selalu baik.
Berlian 318 karat. Harga pasarnya lebih dari 500 crore.
Sudah ribuan tahun itu menjadi simbol kejayaan kerajaan di sana.
Pangerannya, Gamunu, membawanya keliling dunia
untuk dipamerkan di semua museum besar.
Pekan depan, berlian itu akan dibawa ke Pusat Seni Fortcrest di Mumbai.
Kita curi di sana.
Pusat Seni Fortcrest?
Pengamanan di sana terlalu ketat.
Mustahil dibobol!
Bagi orang lain, ya,
tapi tidak bagimu.
Seingatku, terakhir kali kau di sana,
ada pameran kalung Maharani Geeta Devi.
Rencana pembobolanmu sangat jitu.
Seandainya tidak dipergoki Vikram di saat terakhir,
kau bisa menerobosnya.
Jadi, maaf sebelumnya, aku juga bukan bajingan.
Baiklah, anggap saja
aku berhasil mencuri "Red Sun" yang baru kau jelaskan panjang lebar itu.
Lalu? Mau dijual ke mana?
Batliwala?
Yang benar saja.
Sudah rahasia umum di India hanya ada satu orang
yang menerima transaksi sebesar itu.
Kau tak mengecek media sosial?
Vikram menggerebek rumahnya.
Xerxes Batliwala ditangkap.
Berarti tinggal satu orang.
Moosa.
Hanya dia yang bisa menjual Red Sun.
Tapi setelah perbuatanmu kepadanya,
apa dia mau berbisnis denganmu?
Bereskan saja tugasmu.
Rencanaku setelahnya bukan urusanmu.
Itu juga urusanku.
Kita dua orang.
Jadi, hasilnya juga harus dibagi dua.
Sama rata.
Berarti kau ingin dapat 250 dari 500 crore?
Lebih juga boleh.
250 crore.
Oh, satu lagi.
Jangan mendekati ayahku lagi.
Mulai sekarang. Detik ini juga.
Sini, Sayang. Nero, sini.
Ia datang saat masih kecil.
Aku membesarkannya sendiri.
Ia makan dari tanganku, tidur di sisiku…
Rottweiler.
Sangat berbahaya.
Sangat setia.
Dan hari ini,
baru pertama bertemu, ia makan biskuit dari tanganmu.
Kepercayaanku tak mudah didapatkan.
Namun, jika aku sudah percaya…
tugas mereka adalah menjaga kepercayaanku itu.
Kau harus tinggal di sini sampai misi tuntas.
Kamarmu di sini.
Ponselmu?
Itu ponselmu.
Tasku ada di mobil. Antarkan, ya.
Apa tujuan Rehan? Padahal, di sini aman.
Kenapa malah ke India?
Biasanya, orang nekat karena dua hal.
Cinta dan keluarga.
Kenapa kau terus mengejarku?
Bagaimana lagi?
Ayahku pernah bilang aku menyebalkan.
Kalau sudah menginginkan sesuatu, pasti kukejar terus.
Aku tidak tahu kau mau ke sana. Padahal, aku ke Mumbai karenamu.
Tenang saja.
Makan-makan berikutnya, aku yang traktir.
Nanti kita duduk santai dan minum teh
di kantin lapas.
Baru kali ini kulihat hal seindah itu.
Hal yang indah juga bisa berbahaya.
Itu beladona.
Aku tahu.
Dosis kecil bisa menghilangkan kesadaran.
Dosis besar bisa membunuh.
Berniat membunuh seseorang?
Jika itu niatku, pasti sudah lama kulakukan.
Kita saling kenal?
Kita pernah bertemu, 'kan?
Gombalanmu sudah basi.
Tidak, serius. Di Delhi, beberapa tahun lalu.
Aku melihatmu di Galeri Seni Belvedere.
Aku tak tahu siapa maksudmu.
Aku yakin itu dirimu.
Waktu itu, kau memaksa pemilik galeri untuk memamerkan lukisanmu.
Mungkin salah orang.
Jadi, kau juga penggemar Rajan?
Bukan. Aku juga artis.
Maksudmu con artist?
Bahasa Inggris memang lucu, ya.
Pencuri pun disebut artis.
Sesekali cobalah mencuri.
Memang ada seninya.
Piazza della Signoria.
Kau pernah ke Firenze?
Aku tertarik bepergian sejak kecil.
Makanya, saat dewasa,
aku mulai mewujudkan harapanku.
Hampir semua tempat ini pernah kukunjungi.
Kau sendiri?
Pernah ke mana saja?
Tak pernah keluar.
Tidak semua harapan bisa terpenuhi.
Tidak semua orang bisa sepertimu.
Kau beruntung.
Tenang, dia tidak ada di sini.
Aku mau menemuinya.
Kau benar.
Aku salah orang.
PUSAT SENI FORTCREST, MUMBAI
7 HARI SEBELUM PENCURIAN
Galeri dikelilingi penjaga.
Totalnya sekitar 40-50 penjaga.
Kau bicara kepadaku?
Tapi cuma saat siang.
Kita beraksi malam.
Saat Red Sun dipamerkan di sini.
"Red Sun."
Jepang.
- Berapa jumlah penjaga saat malam? - Empat.
"Chai"? Aku suka chai.
Kenapa hanya empat?
Karena penjaga sebenarnya bukan mereka.
Tapi mereka. Inilah penjaga saat malam.
Ini teka-teki yang harus kita pecahkan.
Sistem keamanan canggih museum.
Baru aktif saat malam.
Cantik sekali.
Jika tak sengaja menyentuhnya…
Alarm akan berbunyi.
Jangankan membawa Red Sun,
kabur dari sini pun mustahil.
Para penjaga ini bebas bergerak. Kenapa tidak memicu alarm?
Biometrik dan DNA mereka sudah dipindai.
Jadi, sistemnya mengenali mereka.
Bagaimana caramu kabur nanti? Apa trikmu?
Aku tahu cara mematikan sistem ini.
Caranya?
Pertama-tama,
kita harus mereset komputer utama museum.
- Lalu? - Setelah direset,
museum kembali ke pengaturan aslinya.
Artinya?
Sistem ini dirancang di Silicon Valley, California.
Itu sebabnya jam standarnya juga mengikuti zona waktu Amerika.
Di sana siang, di sini malam.
Begitulah alur kerja mesin ini. Inilah trik kita.
Artinya, jika sistemnya direset, lasernya akan mati?
Benar.
Waktu reset adalah enam menit.
Laser mati dalam rentang waktu itu.
Jadi, waktu kita enam menit.
Dalam rentang waktu itu, penjaganya hanya empat orang.
Tepat sekali.
Dapat dari mana sandi sistemnya?
Hanya satu orang yang tahu sandinya.
Jennifer Lobo.
Kita curi kodenya diam-diam.
Bagaimana caranya, Chacha Chaudhary?
Langkah selanjutnya sudah ada di dalam kepalaku.
LADANG YANG DICANGKUL
Kau paham, tidak, Mi Hakka?
Aku bukan orang Tionghoa. Aku orang Jepang.
Aku suka susyi.
Arigatou.
APOTEK DOKTER JAYANT ROY DOKTER KELUARGA
Terima kasih atas waktunya, Dokter.
Silakan duduk.
Aku langsung saja.
Dokter tahu di mana putra Dokter?
Ya. Avi?
Bukan. Maksudku putra sulung. Rehan.
Putraku hanya satu.
Dengar, Dokter.
Tiga hari lalu,
Rehan masuk India dari Budapest dengan paspor diplomatik palsu.
Tiga hari lalu?
Sudah tiga tahun aku tidak melihatnya atau berbicara dengannya.
- Kalau kau? - Ya?
Kalian juga putus kontak? Belum bertemu lagi?
Begini. Jika kau datang untuk menyelidiki Rehan,
kami tak bisa membantumu.
Kami tidak ada hubungan dengannya.
Baiklah.
Jika kalian berkomunikasi dengannya
atau mengetahui kabarnya, tolong hubungi aku.
Avi, antar dia ke depan.
Aktifkan jaringan informan.
Ayo tangkap dia.
Tidak mungkin kau putraku.
Putraku bukan pencuri!
Ayah tidak pernah mengambil untung sepeser pun dari siapa pun,
tapi kau malah…
Ayah sendiri dokter yang gagal menyelamatkan Ibu.
Ibu meninggal…
hanya karena moralitas busuk dan sifat keras kepala Ayah.
Moralitas tak bisa menolong nyawa.
Uanglah yang bisa.
Keluar kau!
Keluar!
Yang bicara jujur pun Ayah usir.
Ayah hanya menarik 10 rupee dari pasien.
Membagi obat cuma-cuma.
Itu tak bisa menghidupkan Ibu!
Kapan Ayah mengerti?
Tidak semua luka bisa disembuhkan dengan obat.
Kau benar.
Ya?
Aku memang perempuan
yang kau lihat di Delhi.
Saat aku keluar dari galeri, kau berkata
jangan memamerkan lukisanku di sana
karena galeri itu mau tutup.
Wah.
Aku memang sulit dilupakan.
Lalu ucapanmu terbukti.
Dua hari kemudian, ada perampokan besar hingga galeri ditutup.
Ya, itu aku.
Bagaimana menurutmu?
Jika Red Sun jatuh ke tangan Rajan,
apa dia akan berhenti mengganggumu dan ayahmu?
Rajan-mu itu unik.
Mengajak menjadi rekanan, tapi juga memeras.
Kau pasti punya permainan sendiri.
Aku pencuri biasa.
Suamimu yang suka permainan.
Bukan suka permainan.
Dia lebih suka mempermainkan hidup orang lain.
Kenapa kau menikah dengannya?
Kenapa kau bekerja dengannya?
Tiap orang pasti punya alasan.
Kita tak tahu alasan orang lain, juga merahasiakan alasan sendiri.
Bawa ini. Kacamata ini dilengkapi kamera bawaan.
Jadi, aku bisa melihat apa pun yang kau lihat.
Apa rencanamu?
Jelaskan semuanya dari awal.
Setelah dua jam, aku dan Chunky akan masuk ke museum.
CCTV-nya bagaimana?
CCTV di depan ruangan berlian punya kelemahan besar.
Ada momen saat kedua kamera tak menyorot satu titik selama empat detik.
Lalu apa tindakanmu?
Lusa saat Red Sun tiba…
Sambil menghindari sorot kamera,
aku akan masuk.
Lalu, Chunky bersiap-siap.
Akan kukecoh penjaga dan kucuri kartu aksesnya.
Begitu dia menjauh, aku akan masuk ke ruang administrasi.
KHUSUS PETUGAS BERWENANG
PUSAT SENI FORTCREST
Jennifer Lobo masih berkeliling saat itu.
- Ruangannya pasti kosong. - Setelah masuk ke sana, lalu apa?
DIREKTUR JENNIFER LOBO
Pertama-tama, akan kubersihkan kibornya.
Lalu, Chunky harus apa?
Saat itu,
waktunya Chunky beraksi.
- Apa kabar, Bung? - Baik.
Aturan baru. Staf lokal harus mengisi ini dua kali sehari.
Gara-gara berlian itu, ya. Hidup kita jadi ribet…
Siap.
Chunky, mulai.
Dimengerti.
Ini dia.
Akan kubersihkan.
Mohon tetap tenang.
Langkah pertama. Aku akan bersembunyi di ruangan Bu Lobo dan menunggunya.
Gensetnya kenapa?
Saat itu, Bu Lobo sudah tahu bahwa gensetnya mati.
Untuk mematikan alarm, dia harus memasukkan sandi.
Begitu Bu Lobo selesai dan meninggalkan ruangannya…
Langkah kedua.
Kuambil sidik jari Bu Lobo dari kibornya.
Selesai. Aku dapat sandinya.
Tunggu dulu. Sebentar. Bagaimana kalau ada yang gagal?
Tenang. Memang apa yang bisa gagal?
Di mana pengecasku, ya?
Bu Lobo. Begini jugakah pengamanan lukisanku nanti?
Pak Aulakh?
Saya tak tahu Anda datang.
Begitulah. Ini mendadak.
Padahal, aku ingin menggelar
pameran lukisan Pak Hussain di sini.
Tapi ternyata galeri ini tidak sementereng itu.
Bisa-bisanya listriknya padam seperti di kampungku.
Insiden ini tidak terduga, Pak.
Baru kali ini padam. Standar keamanan di sini yang terbaik.
- Yakin? - Tentu saja.
Mari. Saya antar berkeliling.
- Boleh. - Mari ikut.
Dapat?
Kau masuk tepat waktu.
Aku tahu.
Cuma karakter acak. Apa sandinya?
Harus dipecahkan.
Ini sepuluh karakter.
- Pasti ada jutaan kombinasi. - Tepatnya, 1.562.275 kombinasi.
Waktumu cuma tiga hari.
Nyawamu juga cuma satu.
ISTANBUL, TURKI
Pak Moosa menyambut Anda sekalian di koloseum.
Anda sekalian diundang khusus oleh tuan rumah
untuk menonton permainan maut dan memuaskan rasa haus darah.
Empat revolver, satu peluru.
Tuan-Tuan, silakan pasang taruhan.
Siapa yang kira-kira bertahan hingga akhir?
Cepat.
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,
enam, lima, empat, tiga, dua, satu.
BAJINGAN
BAJINGAN
Nyalimu besar sekali menghubungiku lagi.
Kau memang suka bermain api, ya?
Rajan yang bicara denganmu ini
berbeda dari Rajan sepuluh tahun lalu, Moosa.
Aku terkesan.
Pikir baik-baik sebelum bicara.
Terakhir kali,
urusan kita belum impas
dan hatiku juga belum puas.
Pernah dengar Red Sun?
Harga pasarnya 500 crore.
Akan kubawakan berlian itu. Kau bisa mencari pembelinya.
Kita bisa impas dan kau juga akan puas.
Hati-hati.
Sebelum ini, punggungmu pernah merasakan akibatnya.
Kali ini, kau pasti paham konsekuensinya.
Aku tak ingat kapan terakhir keluar rumah.
Terima kasih ajakannya.
Mau pulang sekarang?
Rajan bisa pulang sewaktu-waktu.
Itu ayahku.
Ayahmu?
Setiap hari,
setelah menutup klinik, Ayah datang ke taman setiap petang.
Kadang aku ke sini untuk menatapnya dari jauh.
Kenapa dari jauh?
Dia tak sudi berhubungan denganku.
Ibuku tiada saat aku masih kecil.
Tahu, tidak? Andai ada kesempatan…
untuk bertemu dengannya lagi sekali saja,
apa pun rela kulakukan.
Jangan menahan diri.
Jarak tak akan mengurangi rasa sakitnya.
Aku akan mencuri Red Sun,
juga mencurimu darinya.
Rajan takkan bisa berkutik.
HOTEL REGAL
Vijay Anand.
Ada reservasi atas nama Vijay Anand?
Kamar 607.
Boleh pinjam telepon?
TARIF TETAP
Halo, Pak.
Halo?
Di mana?
Kapan?
Rehan terlihat di Hotel Regal. Shekhar, Chaddha, Shinde. Ayo.
SATGASSUS
HOTEL REGAL
Sudah kau mulai?
Dalam proses.
Sandinya dapat?
Dalam proses.
HOTEL REGAL
POS KOTA BERLIAN RED SUN
Simon Jarvis, Komisi Tinggi Inggris.
Yakin mau melakukannya?
TATO
Memang orang yang rela mati demi kau tak boleh bermain-main sebentar denganmu?
Sialan!
"Teardrop 81.
Predator 18.
Drop 18."
Pak, ini…
Tulisan tangan Rehan.
Ini kata sandi.
Kata sandi apa?
POS KOTA BERLIAN RED SUN
- Pinjam koran. - Koran?
RED SUN DI FORTCREST
Red Sun.
Ya, kata sandiku tadinya "Teardrop 81".
"Tadinya"?
Maksudku sekarang masih sama, tapi jelas akan kuubah.
Jangan diubah.
Apa?
Begini, Bu Lobo, orang yang mencuri kata sandi itu
jelas berencana mencuri Red Sun.
Justru itu sandinya harus segera diubah, 'kan?
Apa maksudnya ini?
Aku ingin menjebak pelaku.
Jika kata sandinya diganti,
dia akan sadar rencananya ketahuan.
Dia telah merampok banyak museum di seluruh dunia dan akan terus beraksi.
Jika dia ditangkap, itu akan bermanfaat juga bagi Anda.
Pak Pencuri Permata.
Warna ini…
bukan terbuat dari bahan kimia atau cat.
Saat darah segar manusia mengering dalam 20 hingga 25 menit,
keluarlah warna ini.
Ada yang mati untuk lukisan ini.
Semoga berhasil besok.
HARI PENCURIAN
Pasti Red Sun sudah tiba di Pusat Seni Fortcrest.
Siap untuk dipamerkan besok.
Nanti aku masuk seorang diri.
Salim cukup mengantar.
Turunkan aku di luar museum.
Kau lewat gerbang utama?
Di bawah Fortcrest, ada terowongan rahasia peninggalan zaman penjajahan Inggris.
Ini bukanlah selokan Mumbai,
tapi hadiah dari Inggris untuk kita.
Jalan masuk ke Fortcrest.
Meretas sistem Jennifer Lobo.
PENGGUNA: JENNIFER_LOBO
RESET SERVER KEAMANAN
Sip.
Waktu kita enam menit.
Dimulai dari sekarang.
PEKAN AFRIKA
MERESET SERVER KEAMANAN
LOKET FORTCREST
Kena kau, Rehan.
Dia sampai di tangga utama.
Biarkan dia pergi.
Baik, Pak.
Tunggu apa lagi? Matikan sistemnya.
Sepuluh detik lagi. Aku ingin dia tertangkap basah.
Biarkan dia masuk ke perangkap.
Baik.
Oke, berliannya di balik pintu. Sudah dekat.
Aku mulai.
Kameranya.
- Kenapa? - Gerakannya makin cepat.
Jadi, titik buta empat detiknya?
Kenapa berhenti?
Sedang apa dia?
Kenapa, Bu Lobo? Anda melakukan sesuatu?
Ada titik buta dalam CCTV-nya. Baru diperbaiki tadi pagi.
Tak bisa hari ini.
Mereka tahu aku datang.
- Sial! - Kenapa?
Dia sadar. Kunci seluruh gedung sekarang juga!
PEKAN AFRIKA
Aula nomor Lima B! Kuulangi, Lima B.
Jangan sampai Rehan kabur. Cepat!
PAMERAN P3 LANTAI 3
Di lantai bawah. Pintu Keluar C. Ayo!
Pintu Keluar G! Cepat!
Semua kamera CCTV sudah diretas.
Sistem museum sudah dibobol. Sudah dibobol!
SISTEM UTAMA AKSES JARAK JAUH BERHASIL
KEAMANAN
Sekarang bersiaplah minum teh di lapas.
Jalan.
Bagaimana hasilnya?
Sesuai dugaanku.
Bisa-bisanya kalian mengumpankan Red Sun dan museum saya!
Bodohnya, malah saya biarkan. Sungguh kesalahan besar!
- Bu Lobo. Dengar dulu… - Tidak!
Ini galeri saya, Pak Vikram Patel.
Saya yang berhak memutuskan di sini.
Kembalikan Red Sun-ku!
Maksudku…
Dengarkan aku…
Sudahlah, hajar saja.
Dia mau menipu Bos. Kini Moosa juga bikin pusing Bos.
Sudah cukup?
Bisa istirahat? Boleh aku merokok?
Anggaplah pinjaman, Pak Aulakh.
Pasti kukembalikan.
Sudah boleh bicara?
Aku akui aku gagal.
- Tapi aku punya rencana lain. - Hei! Mau menipu Bos lagi?
Nasib kita ini sama.
Sebelumnya, aku terjerat denganmu karena ayahku.
Kini situasimu sulit dengan Moosa karena aku.
Mungkin dia sudah menemukan pembeli.
Jika berliannya tak segera diantar,
aku tahu apa yang bisa dia lakukan.
Hanya ada satu hal yang bisa menyelamatkan kita.
Red Sun.
Sekarang pun, hanya aku yang bisa mencurinya untukmu.
Gamunu gelisah.
Dia sudah membatalkan tur dunianya
dan akan membawa Red Sun kembali ke London.
Dari galeri ke bandara,
lalu ke Bandara Heathrow,
kemudian ke British Museum yang dijaga MI5.
Kau mau mencurinya di British Museum?
Ada satu tempat
yang tidak dijaga MI5
maupun Badan Keamanan India.
Tidak terhalang perbatasan negara.
Kita curi Red Sun
di ketinggian…
30.000 kaki.
Bagaimana caranya? Dia itu pangeran.
Dia pasti punya jet pribadi.
Itu pasti.
Namun, kali ini, Pangeran akan terbang bersama orang biasa.
OTORITAS PENERBANGAN INDIA
Roda pendaratan jet pribadi Hamunu macet.
Kini dia pasti sudah dikabari.
Perbaikan jetnya butuh minimal satu minggu.
Jadi, Gamunu naik pesawat komersial.
Skyfly Airlines, nomor penerbangan SF311.
Bos, dia itu penipu ulung.
Dia pasti mau menipu Bos lagi.
Ayahmu.
Selalu jalan-jalan petang, tepat pukul 19.15.
Hanya sekali ini dia selamat.
Jadi, jangan sampai gagal lagi.
Aku butuh paspor baru.
Akan kami atur.
Pakai nama samaran yang tanpa riwayat.
Aku juga butuh partner di pesawat. Perempuan.
Farrah.
Jangan melibatkan orang luar.
Itu saranku, tapi terserah kau.
Kau memercayai Farrah, 'kan?
Lebih dari memercayaimu.
Dia targetnya. Manish Ashar.
Sekalipun kiamat, dia pasti tetap main golf di akhir pekan.
Salim, kau mengerti?
Tugas satunya hanya kau yang bisa.
Bicaralah dengannya.
Saatnya menelepon kawan.
BAJINGAN
Mana berliannya, Rajan?
Ada satu kendala kecil.
Berhasil mencurinya atau tidak?
Nanti pasti akan kuberikan.
Tapi aku butuh bantuan.
Lakukan ini dulu.
Terbanglah ke Istanbul.
Mari kita duduk dan bicara baik-baik.
Lalu akan kuputuskan harus apa denganmu.
Sampai jumpa di neraka.
DEPUTI DIREKTUR - KOMISI TINGGI INGGRIS SIMON JARVIS
ISTANBUL, TURKI
Aku belum bisa memutuskan. Harus memercayaimu atau tidak?
Beri aku satu kesempatan terakhir.
Sekarang kita rekanan.
Bagaimana dengan rekanmu satunya?
Pekerjaan usai, urusan usai.
Akan kuhabisi dia.
Pembagiannya 50:50.
Dibagi 50:50.
Aku juga punya foto ini.
Apa Ayah ingat
kita sering ke taman saat aku kecil untuk makan es krim?
Ayah selalu menolak. Ayah bilang tidak ingin es krim.
Kami tidak tahu
ternyata kebahagiaan kecil itu
menguras dompet Ayah.
Karena itu, setelah dewasa,
dan beban pikiran berkurang,
kau fokus menebalkan kantong sendiri, ya?
Ayah tidak pernah memahamiku.
Aku sudah tua.
Namun,
orang baik terlihat jelas meski dari jauh.
Sedangkan, orang culas tidak akan tampak
meski di pelupuk mata.
Aku tak bisa mengubah pandangan Ayah tentangku.
Tapi tolong pahami. Selama putra Ayah ini masih hidup,
takkan kubiarkan Ayah celaka.
Aku punya anak sepertimu.
Apa yang lebih buruk daripada itu?
Ayah benar.
Musuh pun pasti merasa itu nasib terburuk.
Punya putra sepertiku.
Akhirnya beres juga.
Red Sun akan dibawa Gamunu kembali ke London hari ini.
Baguslah. Kita jadi bisa istirahat.
Halo, Pak.
Tadi kau bilang apa?
Aku? Yang mana?
- Yang barusan kau katakan kepadanya. - Oh, itu…
Akhirnya kami bisa bersantai.
Red Sun akan dibawa Gamunu kembali ke London hari ini.
Gamunu panik setelah kabar pencurian itu. Rencananya, naik Skyfly 311 hari ini.
Naik pesawat komersial?
Ya, Pak. Jet pribadinya bermasalah.
Celaka! Kita harus segera ke bandara!
- Cepat! - Baik. Kenapa, Pak?
Kita dipermainkan.
- Ada apa? - Aku memang bodoh!
Dia tidak bermaksud mencuri di pusat seni.
Berarti dia sengaja gagal? Untuk apa?
Karena dia tahu mustahil menyentuh Red Sun di pusat seni.
Itu sebabnya dia berencana mencuri di pesawat.
Dia menghantui Gamunu dengan ancaman pencurian
hingga dia terpaksa naik pesawat komersial karena jetnya rusak.
Semua itu direncanakan Rehan.
PERMATA DUNIA
Boleh pinjam telepon?
Rehan Roy terlihat.
- Hotel Regal. Kamar 607. - Rehan terlihat di Hotel Regal.
Tulisan tangan Rehan.
Itu kata sandi.
Dia sudah mempermainkan kita!
Jet pribadi Gamunu adalah hambatan terakhir Rehan.
Itu pun sudah dia atasi.
Rehan menyabot jetnya
agar Gamunu naik pesawat komersial tanpa pengamanan ketat.
Ternyata begitu rencananya.
Terima kasih. Lewat sini.
Selamat terbang, Pak.
Terima kasih.
Pengamanan khusus untuk Red Sun telah diatur di penerbangan ini.
Red Sun sudah disimpan rapat di dalam brankas
dan akan dijemput oleh MI5 di London.
Tolong kenakan sabuk pengaman.
SKYFLY KELUAR
SKYFLY KELAS BISNIS
Selamat malam, Penumpang. Saya kopilot, Aparna Chhetri,
menyambut Anda sekalian di pesawat SF311 tujuan Bandara Heathrow, London.
Kirim foto Rehan ke awak kabin lewat jaringan aman pesawat.
Mungkin mereka tahu.
Hanya itu caranya. Aku harus tiba di London sebelum dia.
- Saya pesankan tiketnya. - Terlambat.
Lalu bagaimana?
Ada orang kaya yang berutang budi kepadaku.
Ya, Kak.
- Silakan. - Terima kasih.
Neha.
Kita diminta mencari orang ini di pesawat.
- Periksa dan beri tahu aku. - Baik.
Mereka sudah tahu dan sedang mencarimu.
Vikram sialan!
Aku harus bersembunyi.
Ini pesawat. Kita masih di udara.
Pak Aulakh, di udara justru mudah menghilang.
Mustahil, Shekhar. Dia di pesawat itu.
Pak, seluruh pesawat sudah diperiksa.
- Rehan tak ada. - Hubungi London.
Aku butuh Scotland Yard saat mendarat.
Siap, Pak.
Pak!
Penerbangannya panjang.
Cuma mau peregangan.
Baik.
Pak?
Handuk dingin?
Itu beladona.
Dosis kecil bisa menghilangkan kesadaran. Dosis besar bisa membunuh.
Minta satu cola, ya.
- Baik. - Terima kasih.
Sandra.
Sandra!
Victor!
Tolong!
Siapa pun! Anthony! Tolong.
Sandra!
Pak? Anda baik-baik saja?
- Dokter. - Tunggu, saya segera kembali.
Dokter.
- Dokter Rustam Poonawala? - Ya?
Dok, ada penumpang di kelas satu yang sakit.
- Dokter bisa ikut saya? - Tentu saja.
Malam, Pangeran Gamunu. Saya dr. Poonawala.
Tolong aku.
Sakitnya di sini? Di sini?
Tenang, Anak Muda.
Berapa lama lagi mendarat?
Kira-kira tiga setengah jam lagi.
Aku harus bicara dengan Kapten.
Baiklah, mari ikut.
Salim.
- Saya Kapten Manish Ashar. - Kapten.
Ada masalah apa?
Pangeran Gamunu usus buntu akut.
Jika tidak segera dioperasi, bisa pecah dan merenggut nyawanya.
Apa?
Kita harus segera mendarat. Bandara mana yang terdekat?
Istanbul. Baru lewat 20 menit lalu.
Putar balik.
Ada ahli bedah ternama di RS St. Thomas, dr. Ibrahim Ramsey.
Aku kenal baik dengannya.
Kumohon. Hanya ini cara untuk menolong pangeran.
Pak, pesawatnya menuju Istanbul.
Apa?
Ada penumpang terkena usus buntu.
Omong kosong.
Shekhar, segera hubungi polisi Turki.
Jangan ada yang turun dari pesawat.
Minta pasukan bersenjata mengepung pesawat.
Penumpang yang sakit bagaimana? Harus ada ambulans.
Itu yang Rehan inginkan.
Itu celah dia untuk membawa kabur Red Sun.
Shekhar, kuulangi, tak ada yang boleh turun dari pesawat. Seorang pun.
Aku dekat. Aku akan ke sana.
Baik, Pak.
Selamat malam. Saya kapten penerbangan ini.
Karena kondisi darurat medis, kami mengubah rute ke Istanbul.
Pesawat bersiap mendarat di Bandara AtatĂĽrk
dalam waktu kurang lebih sepuluh menit.
Ini gawat.
Harus bicara lagi dengan Kapten.
Baik.
Apa lagi?
Bu Vicky, tolong pantau pasien.
Jika ada perubahan, segera kabari.
Baik.
Putar.
Tolong kami.
Keluargaku? Apa-apaan ini?
Mereka masih aman.
Jika ingin mereka tetap aman,
jangan mendarat di bandara, tapi di sini.
Tapi ini ada di tengah-tengah kota Istanbul.
Benar sekali.
Kalian gila?
Aku harus mendarat di tengah kota tanpa landasan?
Mau membunuh semua orang?
Jangan-jangan kalian t…
Apa ini pembaj…
Tolong. Kumohon, jangan begini.
Kami bukan teroris,
tapi kadang, demi keluarga,
orang baik terpaksa berbuat buruk.
Turuti ucapanku, maka semuanya akan selamat.
Daratkan pesawat, Kapten.
Apa-apaan ini?
Pilot, ada perubahan lokasi pendaratan.
Kita mendarat di sini.
Tapi, Pak…
Aku terpaksa. Keluargaku disandera.
Turuti saja ucapanku.
Lekas!
BANDARA ISTANBUL
Ali Karabulut.
- Vikram. - Senang bertemu.
Sebentar lagi mendarat. Pasukan bersenjata sudah bersiaga.
Butuh berapa orang?
Menurutku…
POLISI
Halo.
Apa?
Kau yakin?
Baiklah.
Sudah berubah arah.
Apa?
Pesawatnya akan turun di tengah kota Istanbul.
Memang ada landasan pesawat di tengah kota?
Cepat. Waktu kita sempit.
Ayo, cepat.
Cepat. Letakkan di sana.
Ayo. Cepat.
Halo?
- Apa itu? - Central Park.
Berengsek!
Ini kesalahan besar. Kita semua bisa mati.
- Tidak kelihatan apa pun. Gelap. - Habis gelap, selalu terbit terang.
Itu dia, Kapten.
Landasan di tengah Central Park, Istanbul.
Panjang 800 meter, lebar 40 meter.
Tidak selayak bandara London, tapi kau pasti bisa.
Berapa lama lagi?
Sepuluh menit lagi.
Waktunya lima menit.
Penumpang, mohon kencangkan sabuk pengaman. Akan ada turbulensi.
- Tolong, Pak. - Terima kasih.
Cepat. Waktu kita menipis.
Biarkan aku fokus.
DEKRIPSI
Ini kunci pertama.
MENDEKODE
Ada empat lagi.
Dua terbuka. Tinggal dua lagi.
- Dua setengah menit lagi. - Red Sun-nya takkan ke mana-mana.
Naikkan flap!
Siap?
Ayo, gunakan rem!
Rem!
Red Sun sudah di tanganku.
Kukira kau akan gagal lagi.
Tapi hebat sekali.
Aku sedang mengantarkan Red Sun ke pembeli,
jadi jangan duduk santai dulu.
Ingat?
Pekerjaan usai,
urusan usai.
Sampai jumpa di neraka.
Rajan benar.
Hanya kau yang bisa mencuri Red Sun.
Tapi aku tak beraksi sendiri.
Ada yang menemaniku.
Aku bukan pencuri.
Sekarang kau pencuri.
Yang membedakan cuma…
yang kau curi tidak kasatmata.
Jadi?
Saatnya berpisah.
Sampai jumpa, Rehan.
Bukan denganku.
Dengan Rajan.
Apa yang kau lakukan?
Sudah kubilang.
Aku akan mencuri berlian
serta dirimu.
Rehan, jangan.
Dia akan membunuh kita berdua.
Pertanyaannya, apa kau lebih takut kepada Rajan…
daripada memercayaiku?
Ini surat-surat amal ayahku.
Tugasku sudah beres. Sekarang giliranmu.
Tolong tanda tangani.
Tentu.
Mau minum?
Ayolah, minum-minum itu wajib.
Merayakan kemenangan kita.
Ayo.
Sebenarnya…
untuk kemenangan terakhirmu.
Bersulang.
Aku punya sebuah kisah.
Ada seekor singa
dan serigalanya yang setia.
Suatu hari, si Singa mendengar ada lubang harta karun di hutan.
Dalam kisah ini, juga ada seekor kelinci
yang pandai menggali.
Si Singa memanggilnya dan berkata,
"Cari dan serahkan harta itu, atau kumangsa kau dan keluargamu."
Si Kelinci menurut.
Lalu sampailah mereka ke lubang harta.
Si Kelinci mulai menggali untuk mencari harta karun itu.
Malam kian larut dan suara si Kelinci tak terdengar lagi.
Si Serigala lelah dan pergi ke danau untuk minum.
Setelah sekian lama, akhirnya si Singa resah.
Jadi,
lompatlah ia ke dalam lubang itu.
Ternyata di lubang itu, tak ada emas maupun si Kelinci.
Lalu, si Singa mendengar siulan.
Saat mendongak, rupanya si Kelinci berdiri di atas.
Singa menggeram, "Bagaimana kau bisa keluar?
Mana emasku?"
"Emasnya di sini," pungkas si Kelinci. Singa pun marah.
Serunya, "Aku ini raja hutan dan yang terkuat. Akan kumangsa kau."
Kelinci tertawa.
"Kau kuat, tapi tak bisa menggali sepertiku.
Buktinya, kau tidak bisa naik.
Dan kedua,
kau bukan raja lagi.
Itu dulu."
Lalu, bagaimana nasib si Serigala?
Tragedi.
Danau tempatnya minum sudah tercemar racun.
Serigala itu binasa. Sekarang giliran rajanya.
Aku tahu seperti apa dirimu, Rajan.
Aku tahu begitu menyerahkan Red Sun,
kau akan menghabisi keluargaku. Tak mungkin aku tinggal diam.
Di pusat seni, rencanaku tidak gagal.
Aku memang tak ingin mencuri di sana.
Aku ingin misi ini dieksekusi di luar India
dan diakhiri di Istanbul.
Tempat Moosa, rekanmu, berada.
Aku tahu persis riwayatmu dengan Moosa.
Itu sebabnya Batliwala kusingkirkan lebih dulu.
Apa rencanamu?
Xerxes Batliwala meracik fentanil di kantornya.
Itu sudah rahasia umum.
Polisi Mumbai tidak tahu.
Mau dijual ke mana? Batliwala?
Kau tak mengecek media sosial?
Lihat. Vikram menggerebek rumahnya.
Xerxes Batliwala ditangkap.
Berarti tinggal satu orang.
Moosa.
Berlian yang dibawa Moosa bukan Red Sun asli.
Itu palsu.
Di pesawat, ada satu orang lagi.
Sekongkol bayangan kami, Simon Jarvis.
Luar biasa.
Komisi Tinggi Inggris.
Koper baru Pak Simon Jarvis.
DEPUTI DIREKTUR - KOMISI TINGGI INGGRIS SIMON JARVIS
Koper yang dia bawa ke pesawat bukan miliknya.
Itu koperku yang berisi Red Sun palsu.
- Kau juga membantuku… - Mereka tahu.
- Mereka memburumu. - Aku harus bersembunyi.
…dengan menurunkanku.
Setelah itu, Pak Aulakh,
pencurian sesungguhnya dimulai.
Red Sun asli ada di dalam tas Simon.
Yang ada di brankas palsu,
dan kini dibawa Moosa.
Itu yang kupinjam.
Jadi, kukembalikan.
Adios, Pak Aulakh.
Lagi-lagi dia menipumu dan kabur.
Bukan hanya menipuku, tapi kita berdua.
Ya, tapi hari ini, hanya kau yang akan mati.
Aku tahu apa pun ucapanku,
kau tak mau aku hidup.
Jadi, setidaknya
tolong penuhi permintaan terakhirku.
Kita sudah kenal lama.
Kau bisa minta yang lain.
Memang.
Begini cukup untuk hidup ini.
Terima kasih.
Sampai jumpa
di neraka.
APOTEK DOKTER JAYANT ROY
Berita terkini!
Ledakan yang terjadi di Istanbul dilaporkan
merenggut nyawa kolektor seni India ternama, Rajan Aulakh.
Terungkap bahwa mendiang memiliki relasi yang kuat dengan mafia.
Bahkan, ia menjadi pemodal sebuah sindikat kejahatan.
Sejumlah investasinya yang diduga berasal
dari uang gelap tengah diselidiki polisi.
Lihat ini.
Kedutaan Besar India di Istanbul belum merilis pernyataan terkait hal ini.
Abang sudah mengurus semuanya sebelum situasi runyam.
Hari itu,
dia tak memberi tahu Ayah.
Ini sempurna.
Ya.
Ayo tinggalkan semuanya dan hidup di sini.
Kita beli rumah kecil di tepi sungai.
Kau, aku, dua anak kita…
Siangnya kita bisa memancing,
lalu malamnya bersantai di depan api unggun.
Apa?
Ponselmu.
Targetmu berikutnya.
Kau pikir bisa menipu seluruh dunia.
Namun, kau tak bisa menipuku, Tuan Rehan Roy.
Kau cepat sekali memahamiku.
Tidak sulit, kok.
Kata sandi ponselmu "pencuri permata".
Serius?
PENCURIAN BERLANJUT
TERIMA KASIH AMIT ROY
Terjemahan subtitle oleh Fahrurrozy A
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.