Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku masuk kepolisian untuk menjalani pekerjaan yang membuatku bersemangat, daripada pekerjaan yang tidak memberi inspirasi.
10 jam terakhir adalah saat paling seru dalam karierku.
Aku merasa kalah dalam segala hal.
Pak.. boleh kubilang sesuatu?
Tahun 2015, saat aku bekerja sebagai polisi di Madurai,
ada orang melapor putri dan cucunya hilang.
Tidak seorang pun mendengar keluhannya.
Dia terus datang ke kantor setiap hari.
Saat itulah subinspektur baru tiba di kantor.
Subinspektur melihat lelaki tua itu dan mendengarkan keluhannya.
Para perwira tidak senang dan sengaja membuat rintangan untuk menghalangi usahanya.
Tapi sub-inspektur menghadapi semuanya, hingga menemukan putri dan cucu lelaki tua itu.
Tapi, sayangnya sudah meninggal. Mayat mereka ditemukan.
Laporan otopsi memberitahu pembunuhnya psikopat, ia memperkosanya bahkan setelah kematiannya.
Satu-satunya bukti yang ada adalah bekas gigi yang ditemukan pada mayat itu.
Bekas gigi itu disandingkan dengan milik tersangka, tapi tidak cocok.
Tapi subinspektur menolak menyerah.
Sub-inspektur itu merenung,
kenapa tak seorang pun di kantor menangani kasus ini?
Tidak hanya itu, mereka secara aktif menghalangi upaya penyelidikanku.
Jadi dia mencurigai semua orang di kantor dan membuat pesta untuk mereka.
Di pesta itu,
setelah semua orang menghabiskan makanan, sub-inspektur memberikan apel untuk setiap orang.
Kami membagikan apel pada semuanya.
Tidak seorang pun bisa menghabiskan apelnya, karena perut sudah kenyang.
Semua apel yang setengah dimakan langsung dikirim ke laboratorium forensik.
Dan kami dapat kecocokan.
Yang ditemukan hanya Inspektur kantor saja.
Sangsi hukum tidak diberikan pada polisi yang melakukan pelanggaran, karena dukungan politik yang kuat.
Sub-inspektur, yang memahami tidak bisa menghukum pelaku secara hukum,
melaksanakan keadilan melalui pertemuan tanpa rasa takut.
Sub-inspektur berkata, aku melakukan apa yang kurasa adil untuk para korban.
Namanya Castro.
Kau memecahkan kasus itu, yang saat itu tidak banyak buktinya.
Aku yakin kasus ini juga akan terpecahkan, dan pembunuhnya akan dihukum.
Ayo, Pak, kita pergi.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Kantor polisi Attur, wilayah Salem.
Putri kami yang pergi kuliah pagi ini belum kembali, Pak.
Kau punya foto atau KTP-nya?
Ya, kami punya.
Berikan.
Beritahu nomor telepon putrimu?
Shekar. Jalan dengan hati-hati.
Hai kawan, apa yang terjadi?
Jangan khawatir, akan kuurus.
Beraninya kau menyentuh orangku?
Pagi jam 8 dia pergi ke kampus,
setelah kuliah jam 18.30, ada kelas pelatihan.
Dia kembali ke rumah, biasanya jam 8 malam.
Saat kami tanya ke kelas pelatihan, mereka bilang dia tidak hadir.
Di mana lokasi pusat pelatihannya?
Thendral Nagar, Pak.
Bang Mani, ayo. Masuk ke jip.
Oke Pak.
Apa isi dalam tas itu?
"Irumudi" ada di dalam tas ini, Pak. Kau bisa ke Sabarimala besok jika kita terlambat.
Terima kasih Bang.
Pak, Vicky menelepon.
Ya, berikan.
Ada apa Vicky..
Pak, aku memeriksa nomor telepon perempuan itu, teleponnya mati di lokasi menara Chinnampatti.
Oke.
Bang, Thendral Nagar ada di bawah lokasi menara Chinnampatti kan?
Ya, Pak.
Itu berarti perempuan itu menghilang di daerah itu.
Hei,
kau mabuk?
Tidak Pak.
Di mana lokasi pusat pelatihan NOC?
Dekat, Pak.
Ke arah mana?
Ke arah sini, Pak.
Kau pernah melihat perempuan ini?
Ya, Pak, setiap hari dia melewati jalan ini. Bahkan hari ini juga.
Kau melihatnya hari ini juga!
Ya, Pak.
Bang,
perempuan itu tiba di sini.
Dia turun dari bus.
Bahkan penjaga toko pun melihatnya!
Tapi dia tidak sampai ke pusat pelatihan.
Itu berarti ada sesuatu yang terjadi!
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Pak, tidak ada orang di sini.
Pak, tidak ada orang di sini juga!
Hancurkan gemboknya..
Penculik mungkin belum bertindak terlalu jauh.
Segera sampaikan informasi, perempuan itu diculik.
Bagaimana kau bisa bilang itu penculikan!
Bagaimana jika dia kawin lari dengan kekasihnya?
Saat kita tiba, lihat lampu jalan yang rusak dan rumah gelap di sebelahnya.
Tapi ada air menetes dari AC di rumah itu.
Itu sebabnya aku meminta untuk mendobrak gembok.
Pendingin ruangan tidak berkurang sama sekali.
Jadi mereka pasti belum pergi lama.
Berdasarkan hal itu, bagaimana bisa disimpulkan itu penculikan?
Kita menemukan beberapa cacing di bawah lampu jalan yang rusak.
Cacing yang sama juga ditemukan di depan gerbang rumah itu.
Perempuan itu diserang dengan cacing,
lalu dia tidak bisa mengganti pakaiannya di depan umum.
Hei bajingan, apa yang kalian lakukan!
Ya Tuhan, mereka memberi cacing. Singkirkan! Semuanya baik-baik saja.
Sekarang tidak aman untuk para perempuan keluar. Terlalu banyak cacing, sebaiknya kau ganti baju.
Mereka membawanya masuk ke dalam rumah dan menculiknya.
Itu penculikan yang direncanakana.
Jadi.. apa kita akan memberitahu SI Karan untuk menangani kasus ini,
dan tetap pergi menjalankan tugas pemilu.
Bang..
Ini juga tugas kita.
Jika mereka menculiknya dengan rencana seperti itu,
mungkin ada jaringan besar di balik ini.
Mungkin ada alasan untuk penculikan ini,
tapi tugas kita adalah memastikan dia aman.
Berikan walkie-nya..
Ini Inspektur Attur Castro.
Kasus penculikan sudah terekam. Kirim foto perempuan itu ke semua kantor sekitar.
Dan pastikan pemeriksaan menyeluruh dilakukan di pos-pos terdepan. Aku dalam perjalanan. Ganti.
Berhenti berhenti.. Hentikan.
Ambil uang ini, jangan telepon aku. Kalau ada pekerjaan, akan kuberitahu.
Oke oke..
Pak, bisa kau memanggil putrimu?
Ada apa, Pak?
Panggil dia Pak, kami harus bertanya padanya.
Keerthi..
Dia temanmu?
Ya Pak.
Perempuan ini sudah hilang sejak sore.
Orangtuanya membuat keluhan,
kau tahu sesuatu tentang ini?
Aku tidak tahu.
Dia punya pacar?
Tidak, Pak.
- Jangan ragu untuk memberi tahu.. - Pak..
Ini sebaiknya ditanya di pagi hari.
Bukan malam ini.
Kau masuk saja sayang.
Ambil.
Terima kasih Pak.
Aman, Pak.
Tutup bagasinya.
Hei, ada satu kendaraan yang datang.
Jindaa, ayo kembali!
Lanjut saja...
Maju maju ke depan. Berhenti
Kau dari mana?
Kembali dari suatu acara, Pak.
Tunjukkan SIM-mu?
Buka bagasinya.
Jindaa, apa yang harus dilakukan?
Tetap diam..
Gerakkan kakimu..
Gopi.. Ini perempuannya.
Aku datang Pak..
Berhenti.. Berhenti.. Hentikan kendaraannya..
Cepat bawa mayatnya ke ambulans. Inspektur sudah datang.
Pak, 3 polisi tewas dalam serangan itu.
Ada mobil biru yang melewati pos pemeriksaan Rasipuram?
Tidak ada kendaraan yang datang ke pos pemeriksaan selama ini.
Mereka tidak bisa melanjutkan perjalanan tanpa lewat pos pemeriksaan Rasipuram!
Ada jalan pintas sebelum pos pemeriksaan Rasipuram.
Jalan itu akan melewati desa Asalampadi dan akhirnya ke jalan raya Viluppuram.
Itulah rute yang mereka ambil.
Mengingat jalannya yang berkelok-kelok, kecil kemungkinan kendaraan itu melaju cepat.
Lewat rute melalui Chinnamala akan memungkinkan kita sampai Jalan Raya Viluppuram lebih cepat.
Kita pasti bisa mengejarnya.
Polisi sudah dekat. Cepatlah.
Brengsek.. Bagaimana polisi bisa tahu?
Bukankah ini wilayah Guna?
Siapa kalian?
Kami menculik orang demi uang.
Di mana perempuan yang kau culik itu?
Ada mobil datang, lalu perempuan itu dibawa masuk. Kami tidak tahu lagi.
Setelah itu kau menangkap kami.
Ambil ponselmu dan telepon yang menugaskanmu.
Ya Pak..
Apa yang kau lakukan? Kau menelepon!
Aku menelepon untuk mencari tahu apa perempuan itu sudah sampai.
Ponselnya tidak dalam mode speaker?
Polisi berhasil menangkapmu?
Betapapun pintarnya kau, kutantang kau. Kau tidak akan bisa mengalahkanku.
Coba jika kau mau.
Kau menculik perempuan, membunuh polisi, dan melakukan apa saja demi uang untuk bertahan hidup.
Aku tidak tahu banyak Pak.. Tolong lepaskan aku Pak.
Pak, tolong lepaskan aku..
Vicky, aku meneruskan nomor teleponnya. Aku butuh informasi detail nomor telepon itu.
Ada apa Vicky.
Pak, nomor itu berada di Bengaluru.
Tapi, dimatikan di lokasi menara Kallakurchi.
Tidak ada panggilan masuk atau keluar yang ditujukan ke nomor ini.
Ya ruang kontrol, ada apa.
Di mana busnya?
Bisa kau menyebutkannya?
Kau tahu nomor busnya?
Siapa namamu, Pak?
Apa kau di sana?
Kontrol untuk patroli.. Kontrol untuk patroli..
Chennai ke Coimbatore IYMPON TRAVELS, Nomor bus TN 10 BC 5697.
Diterima informasi seorang perempuan dilecehkan.
Saat itu, bus 5 kilometer di belakang tol Kallakurichi.
Saat ini, bus lewat tol Kallakurichi. Tangkap bus segera. Ganti.
Tanya tentang perempuan itu dengan menunjukkan fotonya.
Kau melihat perempuan ini hari ini?
Aku tidak tahu, Pak. Aku baru di sini. Pak.
Kumar, Inspektur datang.
Kami bertanya pada kawan-kawannya, tapi tidak ada yang tahu mengenai hilangnya dia.
Ada informasi ruang kontrol seorang perempuan dilecehkan di dalam bus.
Kemungkinan besar dia perempuan yang kita cari.
Semua ke tol Attur. Cepat.
Pak, Busnya lewat jembatan layang. Ganti.
Ini Inspektur Attur Castro.
Aku dekat dengan pintu tol Kallakurichi.
Aku akan melaporkannya setelah bus itu berhenti.
Sopir, ikuti jip Inspektur.
Oke Pak.. Oke Pak.
Bawa bus ke tempat penampungan truk.
Sopir, turun.
Buka pintunya.
Sopir, ada masalah apa dengan busnya?
Kenapa busnya berhenti? Apa masalahnya?
Hanya pemeriksaan polisi..
Kalau ada apa-apa tolong infokan ke kantor.
Jika semuanya baik-baik saja, bagaimana orang bisa menghubungi ruang kontrol?
Aku tidak tahu, Pak.
Aku tidak tahu dari mana dia berasal. Karena dia sudah mati,
kita harus menjaganya sampai keluarganya tiba.
Ambil mayatnya untuk otopsi.
Jeeva.. Jeeva..
Karan, perempuan yang kita cari tidak ada di bus.
Kami mendapat informasi seorang perempuan dilecehkan di dalam bus.
Tapi hal seperti itu belum pernah terjadi di sini.
Tapi ada lelaki tergeletak mati di dalam bus.
Kita harus temukan perempuan itu sebelum sesuatu terjadi padanya.
Karan, periksa semua tempat di Kallakurichi dan beri aku kabar.
Terutama rumah temannya dan saudara perempuan itu.
Baik Pak.
- Halo Pak.. - Halo Dokter.
- Maaf mengganggumu saat ini, Dokter. - Tidak masalah, Pak.
Aku butuh laporan otopsi dan laporan forensik lelaki itu lebih cepat, tolong.
Bagaimana mungkin?
Ada sedikit prosedurnya, kan?
Aku tahu Pak, tapi ada perempuan yang diculik malam ini.
Polisi yang menghentikan mereka terbunuh.
Sekarang ada pembunuhan di bus juga.
Kupikir ada hubungan antara ketiga insiden ini.
Para penumpang bahkan tidak tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.
Tapi, pembunuhan itu dilakukan oleh orang yang ada di dalam bus.
Jika mau mengetahuinya cepat, kita harus melanggar aturan, Pak.
Saat kau kesulitan, kami akan membantumu juga.
- Terima kasih dokter. - Tidak apa-apa, kami akan berusaha.
- Bang, sita semua ponselnya. - Oke Pak.
Hei, berikan ponselmu.
Aku mau unggah dua gambar di Facebook, izin satu lagi, Pak!
Bang, tolong cari tahu siapa yang menelepon ke ruang kontrol?
Juga, ambil sidik jari semua orang, kirim ke setiap kantor polisi, dan periksa.
Yazhya.
Guru.
Siapa namamu?
Siapa nama lelaki yang datang bersamamu?
Namamu?
Beritahu namamu..
Raju Pak.
Namaku Vinod Pak.
Kenapa kau diam saja? katakan sesuatu.
Tidak bisakah kau datang?
Aku ke kamar mandi, Pak.
Kau mau ke mana?
Aku mau ke rumah pamanku di Coimbatore.
Berapa lama?
Aku tidak punya ayah, hanya ibuku.
Perawatan ibuku membutuhkan uang.
Jadi aku ke Chennai untuk mencari uang.
Sekarang aku punya uang, tapi ibuku..
Ibuku sudah meninggal, Pak.
Setelah satu tahun, sekarang aku akan melihat ibuku untuk terakhir kalinya.
Lepaskan aku, Pak..
Tidak seharusnya ibuku sendirian tanpaku, Pak.
Oke, jangan menangis.
Biar kutanya pada Inspektur. Kalau ada kemungkinan kau bisa pergi.
Pak, penelepon ruang kontrol adalah orang yang sama yang sudah mati.
Kenapa kau melakukan ini?
Apa yang kau lakukan padanya?
Kenapa kau membunuhnya?
- Bus ke Coimbatore akan lewat sini kan? - Ya.
- Jam berapa? - Jam 8 malam.
Paman, boleh kita foto selfie?
Tentu saja.
Nak. Tunggu sebentar.
Bagaimana kalau kita berfoto selfie?
- Boleh kita berfoto selfie? - Ya..
Bang, kau yang nyetir kan? Boleh kita selfie?
Waktu terus berjalan. Bisakah aku sampai sebelum pernikahan besok?
Bus berangkat jam 8 malam atau jam 8 pagi?
Berhenti mengambil foto dan duduklah.
Kapan kau berencana naik bus?
Kenapa busnya belum berangkat? Seharusnya jam 8 malam kan?
Jam 8 malam adalah waktu yang dijadwalkan. Masih ada dua lagi yang akan datang. Bus akan berangkat setelah mereka tiba.
Kita membuang-buang waktu untuk orang yang datang terlambat. Tegur kondektur bus.
- Kau mau ke mana? - Coimbatore.
Oke, duduklah di kursi nomor 13 & 14.
Pemesanan online.
Divya, berikan tasnya. Kau duduk saja.
Divya.. Aku bersamamu, kan? Tenang saja.
Jagan, aku naik bus. Aku akan melakukan yang kau sarankan.
Semuanya sudah siap. Tenang saja.
Kenapa mereka menaruh kain basah? Dasar orang bodoh!
Ayah, diamlah.
Hei kawan, hati-hati.
Aku tidak melihat apa pun! Kau melihatnya?
Maaf Bang, duduk di tempatmu ayah.
Kenapa kau selalu bicara?
Maari, kita berangkat. Kalau ada penumpang yang sedang dalam perjalanan, kau bisa jemput mereka.
Oke, bicara keras membuat tenggorokanku kering.
Tutup pintunya, ayo jalan.
Janani Narayan! Kenapa namanya dicantumkan?
Saat sampai di Ashok Nagar, aku menelepon nomor Janani.
Nomornya sudah dinonaktifkan.
Saat itu, dua lelaki datang berlari dan menaiki bus.
Bang, telepon penumpang itu tidak aktif. Apa yang kita lakukan sekarang?
Sudah telat, kita akan tinggalkan dan informasikan ke kantor.
Dia tidak naik bus, itu sebabnya aku menandai namanya.
Solusinya sudah diterapkan?
Saat aku membagikan tiket pada penumpang di bus,
kau punya kantong plastik? Jika kau muntah, kau harus membersihkannya.
Aku baru bilang. Kau langsung muntah!
Berkendara dengan seseorang yang hamil, lalu muntah di busku. Bersihkan sekarang.
Kondektur.. jaga kata-katamu.
Siapa kau berani menanyakan ini?
Aku akan tanya..
Jika kau memukulku, aku akan membalas.
Jeeva, sabar.
Dia melakukan itu karena kurang pengalaman.
Kapan kau bertemu Jeeva setelah itu?
Jeeva, tolong kendalikan dirimu.
Kau tidak punya air panas?
Tidak ada air panas, hanya air minum kemasan. Minum jika kau mau, jika tidak, tinggalkan bus.
Jantungku ada di sini, tapi tidak ada air.
Besok pagi pernikahanmu kan? Urus urusanmu sendiri, kawan.
Paman, satu selimut cukup!
Cukup? Ada yang bau amis..
Aku bisa mematikan lampunya, kan?
Tolong jangan.. Jika kau mematikan lampunya, aku tidak bisa tidur.
Matikan segera, paman.
- Kau anak TK? - Ya, paman.
Kau memanggilku paman!
Mereka diuntungkan jika lampu dimatikan, kenapa aku menyia-nyiakan tidurku?
Ceritakan detail penumpangnya?
Pak, 16 orang memesan tiket.
Satu orang tidak datang.
Kuberikan tiket pada 10 orang. Jadi totalnya 25 penumpang.
Semua rincian lain ada di dalam berkas itu.
Jam berapa bus berangkat dari halte bus Koyambedu?
Biasanya kami mulai jam 8 malam.
Hari itu bus berangkat jam 8.30 malam, Pak.
Kenapa kau tidak menghentikan busnya, saat perempuan hamil muntah?
Pak, aku tidak bisa menghentikan bus sesukaku. Mengingat bus tersebut dilacak GPS.
Kalaupun ada keadaan darurat dengan penumpang, aku perlu menginformasikan ke kantor lebih dulu.
Mereka harus memberi izin untuk berhenti di tempat yang aman sebelum aku berhenti.
Karena keselamatan penumpang adalah prioritas kami.
Jeeva punya masalah dengan orang lain di bus?
Kutanya padamu!
Ya, Pak, dengan penumpang perempuan.
Ayo.
Siapa Daisy Rose?
Aku Pak..
Silakan masuk.
Apa masalah antara kau dan Jeeva?
Aku tidak punya masalah dengan Jeeva. Masalahnya ada di antara Jeeva dan kondektur.
Kami menunggu di halte bus Maramalai Nagar.
Bus juga terlambat setengah jam.
Saat kami masuk ke dalam bus..
Halo.. Tahan tanganmu.
Sebelum bus sampai, kau akan melihat siapa aku!
Tenang bro, jangan berkelahi di depan umum.
Siapa kau berani memukulnya, Pak?
Dialah yang membuat kesalahan.
Bolehkah memukul orang meski mereka salah?
Bagaimana dengan dia?
Aku melakukan tugasku sebagai dokter, terlepas siapa yang salah.
Itu terakhir kali kau bicara dengan Jeeva?
Saat aku tahu tidak ada yang salah dengannya, aku merasa bersalah.
Jadi saat dia duduk sendiri, aku meminta maaf.
Sendiri!
Ya, Pak.
Oke, silakan tunggu di luar.
Pak, aku bicara dari Kallipatti.
Ada banyak politisi di sini karena besok hari penghitungan suara.
Perempuan itu tidak mungkin ada di sini, Pak.
Ya Pak.
Oke Pak.
- Elango.. - Ya Pak..
Ada perempuan yang bersama Jeeva? Panggil dia.
Perempuan itu sudah menangis cukup lama.
- Kita perlu menyelidikinya, minta dia masuk. - Oke Pak.
Silakan duduk.
Kau dan Jeeva datang bersama,
lalu kenapa duduk terpisah di dalam bus?
Perempuan itu sendirian dan menangis karena kondektur menyiksanya.
Jeeva, berikan jalan..
Ambil ini, minum.
Jangan menangis lagi. Tenangkan dirimu.
Kenapa kau bepergian sendiri saat hamil?
Aku percaya pacarku dan akan tinggal bersamanya, meskipun menyakiti orang tuaku.
Awalnya, dia memperlakukanku dengan baik.
Belakangan barulah aku menyadari sifat aslinya.
Kini siksaannya melebihi apa yang bisa kutanggung.
Mereka juga membuatku kesulitan di rumahnya.
Aku menanggung semuanya sekian lama.
Tapi sekarang bayiku..
Tidak peduli apa yang terjadi padaku, aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada bayiku.
Itu sebabnya aku pergi tanpa memberi tahu siapa pun.
Aku akan pulang kampung demi keamanan anakku.
Kau akan baik-baik saja. Tenang saja.
Bagaimana hubunganmu dengan Jeeva? Ayo kita bahas lebih rinci, Divya.
Kami belajar di perguruan tinggi yang sama.
Kami menjalin hubungan selama empat tahun.
Itu hari ulang tahun keponakanku.
Tanpa diduga, dia datang ke rumahku dan bicara tentang cinta kami.
Karena tidak suka, saudara dan kerabatku memukuli Jeeva dan mengusirnya.
Jeeva, pernikahanku dijadwalkan besok.
Apa kau bilang!!
Kau harus datang dan menjemputku sekarang. Aku tidak merasa aman di sini.
Satu masalah baru terpecahkan. Dan kemudian, masalah berikutnya muncul.
Divya.. Jangan menangis..
Entah bagaimana, aku meyakinkan Jeeva dan meninggalkan rumah malam itu juga.
Divya.. Cepat..
Kawan-kawannya ada di Coimbatore,
jadi kami memutuskan pergi ke sana dan memulai hidup baru.
Di sana, seluruh hidup kami..
Dia orang baik, Pak.
Kau punya kecurigaan pada orang di dalam bus?
Tidak..
Bagaimana dengan ayahmu?
Tidak apa-apa, luangkan waktu. Cuci muka dan rileks dulu.
Kau cukup berani memukul polisi?
Silakan tanya tentang orang dalam daftar ini.
Siapa ini?
Saat merusak toko minuman keras, dia tertangkap polisi. Dia juga memukul polisi itu.
Tunjukkan padanya apa yang terjadi jika polisi memukulinya.
Beranikah kau memukul polisi? Brengsek..
- Pak.. Pak.. Besok hari pernikahanku. - Diam kau..
Kau memukul polisi?
Lihat kakimu, seperti plester besar. Tapi, kau melakukan tindakan yang menyedihkan ini?
Skarang selesaikan kasus yang lain, nanti kutunjukkan..
Siapa Kesavan di sini?
Kalian tidak mendengar? Siapa Kesavan?
- Kau Kesavan? - Ya, Pak.
Asalmu dari mana?
Pak, aku meragukannya.
Kau mencoba kabur? Masuk.. Bawa dia.
Tentara bayaran, kenakalan, cinta, atau permusuhan, kau masuk kelompok mana?
Pak.. aku dan Jegan berteman.
Kami tahu hubungan mereka sebelumnya.
Kami sudah memperingatkannya berkali-kali, meskipun dia sudah pulang.
Bajingan.. kau tak perlu diingatkan lagi. Pergilah.
Malam itu Jegan meneleponku, memberi tahu Divya kabur bersama Jeeva.
Saat mencari mereka, aku tidak sengaja melihat Jeeva dan Divya naik motor.
Aku pun mengikuti mereka.
Jegan.. Divya dan Jeeva naik bus dari Koyambedu.
Oke, biar aku yang pergi bersama mereka.
Pak, ini teleponnya.
Setelah melewati Maramalai Nagar, aku meneleponnya lagi untuk mengetahui rencananya.
Dia bilang, tidak perlu lagi. Ayah akan mengurusnya.
Itulah sebabnya aku tidak melakukan apa pun. Aku tidur karena kelelahan.
Lalu kenapa kau menelepon jam 3 pagi?
Aku memberitahu kematian Jeeva, Pak.
Apa aku percaya apa yang kau bilang?
Kau mengikutinya karena motif.
Kau pasti yang melakukannya, atau kau melihat orang yang melakukannya. Benar?
Aku tidak melihat siapa pun.
- Kabilan.. hubungi orang yang naik dari Maramalai Nagar. - Oke Pak.
Dia merampas pistol saat aku membersihkan. Tolong ambil kembali, Pak.
Hei.. berikan senjatanya.
Pak, dia harus ditangkap. Dia yang membunuh. Aku melihatnya.
Kuminta kembalikan senjatanya.
Pak, dia ayahku. Dia tidak stabil secara mental.
Aku berjanji menangani kasus ini. Sekarang berikan senjatanya.
Asalmu dari mana?
Jalan Krishna, Maramalai Nagar, Pak.
Liontin apa ini?
Ini milik Dewa Murugan, untuk masa depan putriku.
Oke.. Kau bisa duduk sekarang.
Halo.. Bu..
Sidik jari pisau itu cocok dengan sidik jari penumpang bernama Guru.
- Aku akan segera membagikan detail lainnya. - Baik.
Siapa Guru?
Pak.. Tolong lepaskan aku.
Sidik jarimu ada di pisau itu. Kenapa kau membunuhnya?
Pak, aku bekerja di hotel,
lalu lelaki dan perempuan itu datang ke sana.
Apa yang terjadi Divya?
Aku bertanya, katakan.
Kamera ponselnya menyala di kamar kecil.
Ponsel ini?
Sepertinya ini ponselnya Guru!
- Hei Guru.. - Iya.
Kemari.
Ponsel ini milikmu kan?
Beraninya kau mengambil video perempuan itu?
Jika kau mengulanginya lagi, kau akan kubunuh, bajingan.
Hati-hati, kalau kulihat kau lagi.. Pergi!
Beraninya kau mengambil video perempuan itu?
Bagaimana kau bepergian bersama mereka?
Setelah kejadian itu, bosku memecatku.
Aku mabuk dan berbaring di halte bus Koyambedu,
aku melihat mereka naik bus, dan aku mengikutinya.
Tapi aku tertidur karena mabuk.
Tiba-tiba saat aku terbangun, aku melihat semua orang sedang tidur.
Kupikir itu saat tepat membalas dendam, aku pun mendekatinya.
Tapi dia sudah mati.
Lalu bus berhenti mendadak dan pisau itu terjatuh.
Aku mencari pisau itu tapi tidak bisa menemukannya.
Aku melihat seseorang menaiki bus, aku takut dan kembali ke tempat dudukku.
Pak.., aku tidak melakukan apa-apa.
Sekarang pergilah. Biar kuambil laporan otopsi.
- Halo Pak, aku dari kantor polisi Valasaravakkam. - Ada apa.
Dua sidik jari yang kau kirim cocok dengan daftar tersangka di kantor polisi ini.
Benarkah?
Mereka adalah Kasi dan Sethu.
Mereka terlibat dalam kasus pembunuhan.
- Aku sudah faks fotonya. Mohon periksa. - Oke, Pak.
- Kabilan.. - Ya Pak.
- Ada fax, tolong ambil fotonya. - Oke, Pak.
Katakan yang sejujurnya sekarang.
Foto Jeeva ada di ponselnya, Pak.
Dua orang memberi kami uang untuk membunuhnya.
Kami juga punya rencana melakukan sesuatu setelah seminggu.
Tapi kami tidak melakukan ini. Itulah kesejujurnya.
Bagaimana noda darah ini bisa sampai di sini?
Aku memotong lengan seorang lelaki dengan pisau saat mengambil tas dari lelaki yang lewat di jalan.
Dari sanalah darah itu.
Setelah perkelahian, kami takut ketahuan. Jadi, kami tinggalkan tas itu di sana dan naik bus ini.
Pada saat itu, kami melihat orang mati.
Aku menelepon orang yang memberiku uang itu, tapi dia tidak mengangkatnya.
Setelah sampai, kami baru sadar salah satu orang yang berutang ada di sini.
Kami tidak ada hubungannya dengan pembunuhan ini. Aku akan tunjukkan orang yang memberi uangnya.
Dia orangnya, Pak..
Dey.. Sudah sampai kantor polisi? Matikan sekarang.
Lempar..
Kau mencoba melarikan diri?
Kau membayar pembunuhan itu?
Pak, dia Jegan. Dia hanya memberi uang. Sekarang bisa kau tanya padanya.
Kau membayar pembunuhan itu?
Kenapa kau memukulinya? Kau yakin dia pelakunya?
Putriku pergi dengan orang yang tidak dikenal. Aku hanya mau memastikan dia baik atau tidak.
Itu sebabnya aku minta mengikuti mereka. Kalau tidak, aku akan bunuh mereka di halte bus.
Haruskah aku percaya ini? Aku akan menahannya.
Kau menahanku tanpa mengetahui pengaruhku.
Inspektur, jangan bersikap seperti ini.
Pertama, cari tahu dengan benar. Jika terbukti dengan bukti, dia harus dihadirkan di pengadilan.
Sebagai anggota komisi hak asasi manusia, Itu sebabnya aku bersabar lama.
Tapi, melihat apa yang terjadi di sini, kami merasa tidak aman bahkan di kantor polisi.
Kau harus membebaskan semua penumpang. Kalau tidak, aku harus bicara dengan atasanmu.
Bu, aku bisa memahami situasimu.
Pembunuhan sudah terjadi di dalam bus yang sedang melaju.
Setelah diselidiki, tak ada penumpang yang tahu apa pun tentang itu! Bagaimana aku bisa menaruhnya di sini?
Mereka melakukan ini untuk menghalangi penyelidikan. Pahami situasinya dan sabarlah.
Berapa lama kami harus menunggu?
Ada orang tua dan perempuan di sini. Semua yang terjadi di sini salah.
Apa yang menurutmu salah?
Orang yang ada di dalam penjara itu, dia melakukan serangan asam pada perempuan atas nama politisi.
Karan ada apa.
Pak.. Kami sudah memeriksa rumah teman dan saudara Sowmya dan seluruh wilayah Attur.
Perempuan itu tidak ditemukan, Pak.
- Kita harus menemukan Sowmya, malam ini juga. - Oke Pak.
Cepat, dokter akan segera datang.
Kita tidak mencampur air dengan benar?
Pak..
Apa yang kau bilang! Cepat..
Apa yang kau bilang!
Pak.. mayat yang dikirim untuk otopsi hilang!!!
Beritanya bocor, Pak. Aku dapat telepon dari pers!
Kami baru menerima informasinya sekarang.
Jika orang lain mengetahui ini sebelumnya, itu bukan suatu kebetulan belaka.
Pak, ada yang khawatir kita akan menangkap pelakunya.
Itu sebabnya mereka mencoba menghalangi penyelidikan kita dengan sengaja.
Mereka bermaksud mengalihkan, bukan menghalangi, penyelidikan.
Mereka bisa dengan mudah melemparkan bom bensin ke kantor polisi, dari pada membuangnya ke luar.
Kita perlu menangkap bukan saja di sini tapi juga pelaku di luar.
Dia mencoba menghancurkan bukti.
Seorang mahasiswa sudah diculik.
Polisi yang mencoba menangkap ditembak.
Orang yang menelepon ruang kontrol, terbunuh di dalam bus.
Pembunuhnya ada di kantor ini.
Orang yang memerintahkan pembunuhan ada di luar.
Rencananya sebelum matahari terbit.
Apa yang akan kita lakukan sekarang?
Kau tahu dasar saat main catur?
Kemenangan bukanlah tentang mendapatkan lebih banyak koin.
Tapi tidak bisa menggulingkan raja.
Selama raja hidup, permainan tidak akan berakhir.
Bahkan jika dia mencoba menghancurkan bukti,
atau mengalihkan arah penyelidikan,
selama aku di sini,
aku tidak akan membiarkan dia lolos.
Karena aku akan memulai permainanku sekarang.
Pak..
Swami Saranam..
Ada kendaraan yang keluar dari dalam?
Tidak, Pak.
Berikan obor..
Pak, aku lupa bawa obor.
Maaf Pak.
Aku aan mengatur sesuatu.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Dokter, kenapa mayatnya disembunyikan di kompleks yang sama?
Biar kuperiksa.
Ini tikaman yang dalam.
Castro, saat melihat kuku anak ini, tidak ada tanda-tanda ia berkelahi dengan siapa pun.
Barangkali dia mati saat tidak sadarkan diri.
Apa yang membuatnya pingsan? Aku baru bisa tahu penyebabnya setelah pemeriksaan.
Sepertinya ia mengonsumsi narkoba atau racun.
Bagaimana bisa dokter?
Jika otopsi dilakukan dalam kurun waktu 6 jam, barulah kita bisa memastikan obat-obatan atau racun yang disuntikkan padanya.
Sederhana saja, Castro.
Itu mungkin alasan mereka menyembunyikan mayat untuk sementara.
Bagaimana dengan goresan di tangannya?
Bisa jadi dari jam tangan yang dipakai.
Berdasarkan laporan forensik dia tidak punya jam tangan.
Benar kan?
- Bang. - Pak...
Bisa kau memverifikasi Jeeva mengikatkan arloji di tangannya dengan Divya?
Sabar Pak. Aku tanya padanya.
Apa Jeeva mengikat tali arloji?
Ya.
Pak.
Pak.. Dia bilang dia memakai jam tangan.
Periksa semua barang bawaan, aku pergi.
- Terima kasih dokter. - Tidak apa-apa.
Ada apa Elango.
Kami sudah memeriksa semua barang bawaan. Tapi, kami tidak bisa menemukan jam tangan.
Ikat dengan benar.
Kendaraan polisi datang!
Jangan panik, lakukan pekerjaanmu.
Ada apa Pak.
Apa yang kalian lakukan di sini?
Besok hari penghitungan, pemimpin kami aakan menang. Setelah memperbaiki papan, kami akan pergi, Pak.
Kau melihat perempuan ini di sekitar sini?
Tidak, Pak, idak.
Jika kau dapat informasi apa pun tentang perempuan ini, segera informasikan ke polisi.
Baik, Pak.
Kau mengerti maksudku?
Tentu saja, Pak.
Selesaikan pekerjaanmu dan bergerak cepat.
Kau dari mana?
Dari stasiun kereta api.
Tunjukkan buku Asuransi dan RC-mu
Polisi... hentikan mobilnya.
Berhenti.. Berhenti.. Hentikan mobilnya.
Pak, ini Attur SI Karan, Pak.
Sebuah mobil van merah baru laju tanpa berhenti di jalan Gandhipuram. Nomor mobilnya 3935.
Kejar dia, aku sedang dalam perjalanan. Ganti.
Karan ikuti mereka, aku akan datang dari sisi berlawanan.
Oke Pak. Aku mengerti. Aku akan memberi kabar terbaru Pak.
Sopir cepat. Jangan sampai ketinggalan mobil.
Hei.. Mereka mendekati kita. Lempar botolnya.
Pak.. Sudah dipastikan, ini bukan perempuan yang kita cari.
Kondisinya tampaknya serius, segeralah bawa ke rumah sakit.
Namanya Janani Narayanan, kami menemukan tiket bus Iympon dari sakunya.
Kenapa kau mendesak kami, Pak?
Jangan tarik bajuku.
Tanpa menaiki bus, bagaimana perempuan itu bisa tiba di sini?
Jika perempuan itu datang ke Kallakurichi dengan bus, penumpang lain pasti tahu tentang dia, kan?
Pak, di mana aku harus berhenti? Rute mana yang harus kutempuh, aku mendapatkan petunjuk dari kantorku.
Jika terjadi keadaan darurat, aku harus minta kantor untuk menghentikan kendaraan.
Kami bertanggung jawab atas keselamatan penumpang.
Jika kau memerlukannya, silakan hubungi kantorku. Ini nomor kantornya. Mereka akan memberimu informasi lebih rinci.
Bawa dia.
Ayo.. Tunggu di luar.
Halo, ini Iympon travels.. Ada apa, Pak.
Ini Inspektur polisi Attur.
Bus perjalananmu TN 10 BC 5697,
setelah meninggalkan Koyambedu jam 8.30 malam, di mana bus berhenti. Beri tahu detailnya dengan sistem GPS-mu.
Setelah meninggalkan Koyambedu,
kemudian bus berhenti untuk makan malam di sebuah hotel.
Kemudian berhenti di tol Kallakurichi dan tol Attur.
Dan akhirnya bus berhenti untuk pemeriksaan polisi. Itu saja.
Oke.
Kantor Polisi Ashok Nagar.
Ini Inspektur Attur Castro.
Ada apa, Pak.
Butuh beberapa rincian untuk investigasi kasus pembunuhan.
Katakan, Pak..
Aku mau memeriksa rekaman kamera pengawas halte bus Ashok nagar.
Oke, Beritahu detailnya, apa yang mau kau periksa?
Bus perjalanan Iympon TN 10 BC 5697,
bus seharusnya sampai di sana jam 9 malam. Aku hanya mau memastikan ada perempuan yang naik bus atau tidak?
Jika dia naik, kostum apa yang dikenakannya? Detailnya perlu segera diketahui.
- Aku akan memeriksa dan menghubungimu kembali 10 menit, Pak. - Terima kasih, Pak.
Ya, ada apa Pak.
Seperti yang kau katakan, bus tujuan Iympon tiba jam 9 malam.
Tapi tidak ada perempuan yang naik ke bus,
Dua orang lelaki naik saat bus berhenti di sana. Itu saja, Pak.
Oke, terima kasih, Pak.
JANANAI NARAYANAN..
Penumpang itu tidak datang, Pak.
Kalau dia tidak naik bus, bagaimana dia bisa sampai di Kallakurichi!?
Pak, seperti yang kau katakan perjalanan Iympon tiba jam 9 malam.
Tapi tidak ada seorang perempuan pun yang naik ke dalam bus itu.
Bus mungkin terlambat 30 menit,
Tapi dia harus datang ke halte bus tepat waktu kan?
Ada apa Pak..
Pak, butuh bantuan lagi.
Bang.. Kembalikan ponsel mereka. Biar mereka bicara dengan keluarganya.
Oke, Pak.
Ashok, bagikan ponselnya. Biar mereka memberi tahu keluarga mereka.
Bang.. Bus masih di kantor polisi.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan, bus bisa bergerak dari sini.
Aku baru diberi ponsel sekarang. Itu sebabnya aku mengabarkan.
Paman, ada masalah di bus yang kutumpangi.
Bahkan polisi pun tidak berdaya, sampai aku memberi mereka petunjuk.
Gara-gara kasus pembunuhan, busnya telat, Bang..
Hei calon pengantin. Sudah siap menikah?
Kau bicara pada pengantin, kan? Suara ciumannya keras sekali!
Tutup mulutmu, kawan..
Pernikahan bisa ditunda, tapi malam pertama, lakukan di waktu yang tepat!
Jangan membuatku kesal..
- Jika waktunya buruk, - Kalau begitu??
Kucing akan kencing di kepala gajah..
Thiru.. Inspektur sudah tiba.
Duduk.. Ada pertanyaan kecil..
Katakan, Pak..
Aku mau cek rekaman kendaraan yang melewati pintu tol. Buka.
Oke, Pak.
Pause.
Sekarang putar ulang..
Mainkan lagi..
Brengsek!!!
Ada apa Elango..
Pak..
Seperti yang kau katakan, aku memberikan ponsel pada semua penumpang untuk bicara dengan keluarganya.
Satu dari dua orang bersikap menelepon tanpa memeriksa nomor teleponnya.
Kirimkan nomor dan detailnya segera.
Baik Pak..
Ada apa Pak..
Vicky..
Aku sudah mengirimkan nomornya. Aku perlu rincian masuk dan keluarnya sesegera mungkin.
Oke Pak.
Silakan masuk Pak.. Santhosh, ini Inspektur.
- Biasanya bus melaju dengan kecepatan 100 km/jam di jalan bebas hambatan kan? - Ya, Pak.
Silakan putar rekaman 90 menit sebelumnya.
Pause..
Berikan aku air.
Pak..
- Halo, Kathiresan.. - Ada apa Pak.
Aku sudah mengirimimu foto dan nomornya.
- Periksa dan kunci, aku dalam perjalanan ke sana. - Siap Pak.
Berikan aku air itu.
Ada apa Vicky.
Ambil rincian nomor yang diberikan. Tiga panggilan keluar ke nomor bernama Jothi, dia juga sopir di perjalanan Iympon.
Lokasi menara terlihat di jalan raya Attur.
Telepon Kathiresan, lalu kirimkan lokasinya dan suruh menangkap dia.
Oke Pak.
Kathiresan, nomor itu hanya berjarak 10 km darimu. Tangkap dia segera.
O ke Pak.. Cepatlah.. Kita harus menangkapnya. - Tentu Pak.
Putri kami pergi kuliah pagi ini belum kembali, Pak.
Periksa setiap kendaraan di setiap pos pemeriksaan secara menyeluruh.
Informasi diterima seorang perempuan disiksa di bus perjalanan Iympon.
Ini bukan perempuan yang kita cari!
- Bang, sita semua ponselnya. - Oke, Pak.
Pak, aku sudah posting di Facebook.
Berikan ponselmu.
Pergi dan tunggu.
Kami sudah menemukan pembunuhnya, sekarang kalian bisa segera pulang.
Siapa pembunuhnya, Pak?
Tunggu dan lihat saja.
FIR harus diajukan pada penjahat yang ada di dalam bus tersebut.
- Turunkan penumpang lain di kendaraan kita. - Oke, Pak.
- Lalu kirim Divya bersama ayahnya. - Oke, Pak.
Pak, busnya tidak berhenti di mana pun! Lalu bagaimana dia bisa melakukan pembunuhan itu?
Di sinilah aku mulai mencurigainya,
saat aku bertanya tanpa menaiki bus, bagaimana perempuan itu tiba di sini?
Sebelum aku menyebutkan tempatnya, dia menjawab Kallakurichi.
Jika perempuan itu ke Kallakurichi dengan bus kami, penumpang lain pasti tahu tentang dia, kan?
Sesuai jadwal bus seharusnya berangkat jam 8 malam dari Koyambedu. Tapi baru berangkat jam 8.30.
Bus sampai Ashok Nagar jam 9 malam.
Kondektur menghubungi Jananai saat dia tidak di titik keberangkatan. Tapi, ponsel dimatikan.
Bagaimana dia tahu mayat perempuan itu tergeletak di dekat pintu tol Kallakurichi?
Meskipun bus terlambat, bukankah perempuan itu harusnya tiba tepat waktu?
Seperti yang kau katakan, bus perjalanan Iympon tiba pada jam 9 malam.
Tapi tidak ada seorang perempuan pun yang naik ke dalam bus itu.
Tapi saat aku memutar ulang rekaman, sebuah bus dengan nomor yang sama datang jam 8.30 malam.
Perempuan itu naik bus itu.
Di pintu tol Attur, dua bus dengan nomor yang sama tiba pada waktu yang berbeda.
Bus melewati Kallakurichi jam 2:20 pagi, tiba di Attur jam 2:50 pagi.
Tapi, bus yang berangkat dari Kallakurchi jam 2:00 pagi baru tiba di Attur jam 3:20 pagi.
Itu mencurigakan sekali!
Halo Kathiresan, aku sudah mengirim foto dan nomornya.
Tangkap dia dan kabari aku.
Kemudian berikan ponsel pada penumpang untuk bicara dengan keluarga mereka.
Pak, seperti yang kau katakan, aku memberikan telepon ke semua penumpang untuk bicara dengan keluarganya.
Satu dari dua orang bersikap menelepon tanpa memeriksa nomor telepon.
Semua orang menelepon, tapi dia tidak.
Dia bertingkah seperti sedang menelepon seseorang.
Setelah itu baru kukonfirmasi dia terlibat pembunuhan ini.
Aku sudah mengambil rincian panggilannya dari cyber cell.
Berdasarkan riwayat panggilan, dia melakukan panggilan telepon pada dua orang saat pembunuhan itu terjadi.
Salah satunya adalah sopir bus lain.
Segera berikan perintah untuk melacak dan menangkapnya.
Yang paling membingungkan dari pembunuhan ini adalah, bagaimana bisa melakukan pembunuhan saat mengemudikan bus!
Setelah itu kulihat ke bawah kursinya.
Kalau dia diberi tiga pil lalu dibunuh, dia tidak akan bisa membalas.
Bagaimana dia bisa memberikan pil padanya??
Ada tiga sidik jari pada botol air.
Sopir, Kondektur dan Jeeva.
Saat aku memeriksa kotak alat,
kecuali obeng, semuanya ada.
Tampaknya senjata yang cukup panjang digunakan untuk pembunuhan ini.
Dia pasti menggunakan obeng untuk membunuh Jeeva.
Tidak ada tisu basah yang dibuka untuk diberikan pada penumpang.
Tapi satu tisu basah dengan segel perjalanan Iympon sudah dibuka.
Sidik jari sopir Velu pada penutup tisu basah yang dibuka.
Sebagian besar sopir bus punya baju cadangan.
Tapi dia hanya punya celana pendek di dalam kabin.
Itu juga mencurigakan!
Lalu aku menganalisis foto-foto itu.
Ayo selesaikan permainannya.. Ayo..
Kenapa kau membunuhnya?
Kau mengenakan kemeja kancing dua lubang saat bus berangkat dari Koyambedu.
Tapi saat kau datang ke kantor polisi apa kau mengenakan kemeja yang kancingnya 4 lubang.
Setelah melakukan pembunuhan, kau dengan bijaksana melepas kemeja cadangan.
Kau yang melakukan pembunuhan ini!
Saat pembunuhan terjadi, siapa yang mengemudikan bus?
Ada dua sidik jari di kemudi.
Yang satu adalah sopir Velu dan yang satu lagi tidak cocok dengan siapa pun di dalam bus.
Dua bus yang berjalan dengan nomor yang sama menunjukkan pemilikmu terhubung dengan ini.
Tapi aku tidak mau membuat asumsi apa pun.
Sekarang katakan sejujurnya.
Pak.. Akan kuberitahu Pak..
Memang benar ada dua bus di jalan dengan nomor yang sama.
Untuk melakukan sesuatu yang ilegal kami akan menggunakan nomor yang sama untuk beberapa bus.
Karena semua bus punya bentuk dan jumlah penumpang yang sama, kami bisa dengan mudah menghindari pemeriksaan polisi.
Jananai seharusnya naik busku, Pak.
Hanya karena aku terlambat,
Dia naik bus dengan nomor yang sama dengan yang berjalan di depanku.
Aku akan meneleponmu begitu aku sampai.
Jangan lupa.. Oke?
Kenapa mereka tidak berhenti di sini?
Nyalakan motormu.. Cepat..
Hei.. Hentikan busnya..
Buka pintunya.
Aku sudah pesan tiket. Kenapa kau tidak menjemput penumpang dari halte?
Maaf nona.
Jangan bilang maaf..
Aku seorang wartawan pers, kau akan menghadapi konsekuensinya besok.
Bang.. Boleh aku masuk ke dalam dan..
Cepatlah, aku juga butuh waktu.
Aku melihat bus lainnya di jalan raya, aku pun menelepon sopirnya.
Ada apa Bang.
Kenapa kau menghentikan busnya?
Perutku agak mules, itu sebabnya!
Jangan bilang alasan yang tidak masuk akal, brengsek..
Kau seharusnya mengemudi di depanku.
Tentu, aku menyalakan busnya sekarang.
Aku melambat, kau menduluiku.
Oke Bang.
Aku akan membunuhmu jalang.
Baterainya lemah, sampai jumpa besok pagi. Selamat malam.
Tolong aku.. Tolong aku..
Pak.. seorang perempuan disiksa di dalam bus itu. Bisa kau menolongnya Pak?
Kita tidak bisa melaju secepat itu, kawan.
Kita punya lebih dari 25 penumpang di bus, aku tidak mau mengambil risiko.
Tidak ada gunanya bicara denganmu.
Ya ruang kontrol.. Ada apa.
Pak, ada yang menganiaya perempuan di Bus Iympon.
Tolong selamatkan dia, Pak..
Di mana busnya sekarang?
Busnya menuju Coimbatore.
Bisa kau menyebutkan lokasi busnya secara tepat?
Beri waktu sebentar, Pak.
Pak, bus saat ini berada 5 kilometer di depan tol Kallakurichi.
Kau tahu nomor busnya?
TN 10 BC Pak..
TN 10 BC..
5697 Pak..
Siapa namamu, Pak?
Namaku Jeeva Pak.
Halo, kau di sana?
Brengsek..
Sopir, tolong jalan cepat.
Tolong dimengerti..
Aku tidak punya niat membunuh orang itu.
Dia memberi tahu polisi kejadian yang terjadi selama perjalanan.
Aku bingung harus berbuat apa.
Kami sopir akan terus meminum pil tidur selama perjalanan jauh.
Kami menggunakan sebagian pil itu untuk tidur nyenyak.
Hanya dengan begitu kami bisa berkendara tanpa tidur di malam hari.
Aku mencampur pil itu ke dalam botol air.
Aku mau kondektur Maari dan orang itu minum air itu.
Aku berencana memberikan melalui konduktor Maari.
Oke.. Hei Maari.. Bangun kawan.
Sudah kubilang berkali-kali, jangan tidur di dekat kursi sopir.
Aku tidak tidur dengan nyenyak selama dua hari terakhir.
Jangan banyak bicara. Minumlah.
Bus itu melaju kencang, Bang..
Aku sudah cukup air, minumlah.
Maari, berikan padanya. Minumlah dan bersantailah.
Minum itu.
Seperti yang kuduga, setelah dia minum.
Dia menjadi tidak stabil.
Entah kenapa aku mau mengirimnya kembali ke kursi dan membuatnya tidur.
Itulah yang terlintas dalam pikiranku.
Hei saudara..
Aku tidak mau orang tidur di kabinku. Itulah sebabnya aku menyuruhnya masuk dan tidur.
Sekarang kau melakukan hal yang sama.
Ini juga akan membuatku mengantuk kan?
Ngomong-ngomong kau sudah lapor polisi kan?
Mereka akan menangkap busnya.
Sekarang pergilah tidur. Kalau polisi datang, aku akan memberitahumu.
Kemudian kau bisa menjelaskan pada mereka.
Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan selanjutnya.
Lalu aku menelepon sopir lain.
Bajingan..
Apa yang terjadi di dalam bus?
Tidak ada..
Kalau tidak ada apa-apa, kok bisa penumpang busku menginformasikan ke polisi,
ada orang disiksa di dalam bus?
Apa yang terjadi?
Di halte Ashok Pillar, seorang perempuan berhenti dan naik ke busku, bukan busmu.
Polisi berdiri di seberang.
Dia membuat masalah karena dia seorang jurnalis, dan kami tidak punya cara lain selain mengizinkan masuk.
Polisi akan menghubungimu sebentar lagi. Aku akan meneleponmu menyampaikan rencana.
Oke.
Halo Pak, kami punya masalah.
Ada perempuan disiksa di bus lain dan salah satu penumpang dari busku melaporkan ini ke polisi.
Saat itu aku tidak tahu harus berbuat apa!
Untuk sementara waktu aku sudah memberikan pil tidur pada orang itu dan membuatnya tidur.
Sekarang apa yang harus dilakukan?
Dasar bajingan..
Mereka membuat masalah yang tidak perlu!
Biarlah busnya datang, akan kuurus.
Di mana kau sekarang?
Aku 2 km dari tol Kallakurichi.
Polisi pasti akan ada di tol Attur.
Bisa kau mengatur untuk memindahkan barang-barang dari bus lainnya segera?
Itu tidak mungkin!
Jika kau melakukannya sekarang, buatlah kecelakaan pada busmu.
Apa!!!!!
Ada lebih dari 20 orang di dalam bus.
Bagaimana kita bisa bermain dengan kehidupan sebanyak ini!
Kalau begitu bunuh saja orang yang memberi informasi ke polisi.
Bagaimana aku bisa melakukan itu, Pak?
Lakukan saja apa yang kukatakan.
Aku memutuskan melakukan itu demi pemilikku, yang sudah memberikan banyak bantuan padaku dan keluargaku.
Aku menelepon sopir itu lagi.
Ada apa.
Di mana kau sekarang?
Aku bergerak menuju Devipattanam dari Kalakurichi.
Dengarkan aku.
Jangan pergi ke pintu tol Attur. Pasti ada polisi.
Sampai kuberitahu, teruslah mengambil jalan memutar antara tol Kallakurichi dan tol Attur.
Oke..
Kirim petugas kebersihan Babu ke Chellampatti. Aku membutuhkannya untuk sementara.
Pergi sekarang.
Karena busku dilengkapi dengan GPS, itu akan jadi bukti jika aku berhenti di suatu tempat.
Babu menunggu di tempat yang kusebutkan.
Aku berhasil melaju pelan tanpa menghentikan bus.
Dia melompat ke dalam bus yang sedang melaju.
Dia mulai mengemudikan bus.
Kondektur Maari tertidur lelap, karena minum air yang dicampur pil tidur.
Kemudian,
aku mengambil kotak peralatan.
Ada apa Bang..
Tugas sudah selesai.
Aku akan menurunkan Babu di jembatan sebelum pintu tol Attur.
Kau pilih dia, dan terus memutar dengan mengambil arah putar balik.
Oke Bang.
Aku akan melewati pintu tol Attur lebih dulu.
Jika ada polisi di sana, kita alihkan perhatian polisi ke arahku.
Nanti kutelepon lagi.
Oke, selesai.
Setelah pembunuhan itu aku membuang semua bukti dan mengalihkan perjalanan ke jalan utama.
Aku menurunkan Babu dengan memperlambat bus.
Sekali lagi aku menelepon sopirnya.
Lempar perempuan itu ke bawah kereta bawah Kallakurichi, orang kita akan mengurusnya.
Mayatnya akan berada di bawah kereta bawah tanah Kallakurichi. Ambillah.
Halo, Pak. Tugas sudah selesai. Aku mengalihkan semua polisi ke arahku.
Sekarang polisi membawaku ke kantor polisi.
Tolong kirim bus lain ke zona aman.
Mayat pasti akan dibawa ke rumah sakit pemerintah.
Harap atur hal yang diperlukan untuk membawanya pergi.
Aku akan mengurusnya.
Kalau tidak, aku akan terjebak.
Kau jangan khawatir.
Oke Pak.
Aku sudah mengalihkan semua polisi ke arahku.
Sekarang kau lewati pintu tol Attur.
Jika terungkap ada perempuan yang dilecehkan di bus kita,
agen perjalanan kita akan mendapat reputasi buruk.
Itu sebabnya aku datang untuk menyerah.
Jika masalahnya adalah reputasi buruk agen perjalanan,
bukankah seharusnya bus itu menyerah setelah membuang mayat perempuan itu?
Kau melakukan pembunuhan ini hanya untuk melindungi bus itu.
Apa isi dalam bus?
Di mana bis itu sekarang?
Kau menjelaskan bagaimana pembunuhan itu dilakukan.
Siapa yang menyuruhmu melakukannya?
Apa yang ada di dalam bis itu?
Bawa dia keluar.
Bukankah dia yang melakukan pembunuhan di bus?
Jika dia tidak mengakui, dia dibunuh di dalam bus yang sama.
Pak..tolong aku Pak. Aku akan bilang yang sebenarnya.
Siapa yang meneleponmu? Apa yang ada di dalam bus itu?
Jika kubilang yang sebenarnya, siapa yang akan melindungiku dan keluargaku, Pak?
Apa yang kau lakukan?
Kalau saja aku tidak menembaknya, dia pasti akan menembakmu.
Jika dia bicara tentang kita,
maka bunuh dia.
- Halo.. - Pak.. Kami menemukan busnya.
Tapi di dalam bus..
Brengsek..
Apa yang terjadi pada suatu malam,
kupikir kita bisa menutup kasus ini dengan menyita busnya.
Tapi... orang-orangnya dibunuh, dan barang-barangnya dikeluarkan dari bus.
Apa yang ada di dalam bus ini yang membenarkan tindakan ekstrem seperti itu?
Aku merasa kalah dalam segala hal.
Boleh kubilang sesuatu?
Tahun 2015, saat aku bekerja sebagai polisi di sebuah kantor di Madurai,
seseorang datang mengeluh putri dan cucunya hilang.
Kau memecahkan kasus itu, yang saat itu tidak banyak buktinya.
Aku yakin kasus ini juga akan terpecahkan, dan pembunuhnya akan dihukum.
Ayo, Pak, kita pergi.
Tidak mungkin mengambil barang-barang dari bus dengan kendaraan roda dua.
Tentu saja mereka gunakan kendaraan besar.
Tapi, kami tidak melihat satu pun kendaraan besar dalam perjalanan ke sini.
Jadi, kendaraan itu pasti melaju ke arah yang berlawanan.
Halo Vicky, tim Alpha sudah siap?
Siap Pak, menunggu perintahmu.
Oke.. Mulai.
Bagikan tautannya..
- Tim Alpha, bersiap. - Siap Pak.
- Bisa kita mulai? - Siap, Pak.
Ayo mulai..
Di kawasan Kullambadi, ambulans dan kendaraan roda dua terlihat berjalan bersama beberapa saat.
Kita sudah memproses bukti-bukti dalam kasus tersebut sejauh ini.
Aku akan pergi ke balik otak utama semua ini,
kau ikuti dan tangkap bukti-bukti tersebut.
Oke Pak..
Kita tidak menyadari musuh kita.
Tapi dia sudah menunjukkan kekuatannya pada kita.
Bang.. Jaga kesehatanmu.
Ikuti saja intuisimu.
Jika kau memerlukan bantuan, minta ke kantor polisi terdekat.
Pak, bagaimana denganmu?
Ambulans yang berkeliaran di Kullambadi segera tangkap kendaraan tersebut.. Ganti.
Besok hari penghitungan suara.
Bagaimana kau bisa tetap terbebas dari ketegangan sepenuhnya?
Menurutmu pemilihan sela terjadi secara alami?
Ini disebabkan oleh terbunuhnya MLA.
Meiyappan!!
Kau yang melakukan semua ini?
Kenapa kau menculikku?
Pertanyaan yang baru kau ajukan bisa mengubah hidupku.
45 hari yang lalu, aku berencana menculikmu.
Saat kau masih hidup, aku merencanakan kematianmu dan menyebabkan pemilihan sela.
Aku juga membuat laporan otopsimu.
Jika aku mau, aku bisa membunuhmu di hari yang sama saat penculikan.
Jika ada yang salah dengan rencanaku, aku membutuhkanmu hidup-hidup.
Itulah sebabnya aku mengampunimu hari ini.
Semuanya terjadi sesuai rencanaku.
Pemilihan umum sudah tiba.
Aku juga melakukan perencanaan untuk memastikan kemenanganku.
Aku tidak membutuhkan rencana B lagi.
Aku akan berada di posisimu mulai besok.
Meiyappan.. Kau melakukan kesalahan.
Ada lebih dari 20 orang di dalam bus. Bagaimana kita bisa bermain dengan begitu banyak nyawa?
Kalau begitu bunuh saja orang itu.
Mayatnya akan berada di bawah kereta bawah tanah Kallakurichi. Ambil.
Mayatnya pasti akan dibawa ke rumah sakit pemerintah, mohon atur segala keperluan untuk membawanya pergi.
Kalau dia bicara tentang kita, bunuh saja dia.
Polisi mengikuti kami sampai ke gudang.
- Ayo, kawan. - Nyalakan mobilnya, kawan.
Ponselnya tidak dalam mode speaker?
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Kau pernah melihat perempuan ini?
Ayo.. berpencar. Tangkap mereka.
Turun dari kendaraan, periksa siapa saja yang ada di dalam kendaraan.
Pak, kami enunggu ambulans di dekat kereta bawah tanah Kullambadi. Tolong cepat datang.
Siapa kau? Apa yang kau lakukan di sini?
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 12 Mei 2025
Kenapa kau tidak bicara, Pak?
Ayah..
Hei, duduk di sana..
Pak, aku petugas pemilu.
Mereka mengancamku dengan mengatakan mesin pemungutan suara harus diganti dengan menculik putriku.
Tak akan ada sehelai kain pun yang tersisa di tubuh putrimu.
Aku tahu putriku berada dalam pengawasanmu. Bahkan aku pun tidak melapor ke polisi.
Keluargaku pun tidak tahu situasi sebenarnya.
Aku menghentikan ayah dan istriku untuk datang ke kantor polisi dengan mengatakan putri kami aman.
Sebagai seorang ayah, aku mendapatkan kembali putriku,
tapi, sebagai seorang perwira aku gagal, Pak.
Aku menyerah, Pak.
Kalian membunuh, kalian merampok dan kalian akan membuat korupsi.
Satu-satunya yang dimiliki orang adalah hak untuk memilih.
Bagaimana bisa kau ambil itu dari mereka?
Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya?
Orang sepertimu tidak pantas hidup, dan tak seharusnya memerintah negara ini.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.