Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dahulu kala, hidup sebuah kerajaan damai
yang dipimpin oleh raja dan ratu bijak.
Mereka sangat menginginkan seorang anak.
Suatu malam musim dingin, badai salju menerjang negeri itu,
menutupi kerajaan dengan badai salju dan es,
tapi juga membawa hadiah terindah.
Seorang putri lahir.
Untuk mengenang malam itu,
orang tuanya menamai gadis itu Putri Salju.
Saat dia tumbuh besar, raja dan ratu mengajarinya
kalau hasil bumi milik semua orang yang merawatnya.
Mereka mengajarinya memimpin dengan cinta.
Karena suatu hari nanti, dia ditakdirkan memimpin.
Lihatlah negeri ini
Rumah tempat kita tinggal
Tempat cahaya dan keajaiban memenuhi udara
Kita menanam benih kecil
Percaya kebaikan akan tumbuh
Kerajaan untuk semua yang bebas dan adil
Dalam bumi yang dalam
Ada keajaiban tersimpan
Di ladang dan buah yang tumbuh di sana
Dengan harta permata
Tersembunyi di bawah tanah
Kita berbagi kekayaan yang indah ini
Dari gunung tinggi
Sampai tambang terdalam
Di langit emas/ Kerajaan bersinar
Kita memberi untuk negeri ini
Dengan tangan terbuka
Dan hasilnya akan mengalir
Tempat semua kebaikan tumbuh
Tempat semua kebaikan tumbuh
Berharaplah untuk semua yang kau inginkan
Katakan siapa yang ingin kau lihat kelak
Ayo, coba.
Yang kulihat hanya air
Ibu, ayah, dan putri
Dan benih pemimpin masa depan
Yang akan menumbuhkan semua kebaikan
Seseorang yang tak kenal takut
Seseorang yang tak kenal takut
Seseorang yang adil
Seseorang yang adil
Seseorang yang berani
Seseorang yang berani
Seseorang yang tulus
Seseorang yang tulus
Berharaplah
Dan kau pun akan melihatnya
Dari gunung tinggi
Sampai tambang terdalam
Di langit emas/ Kerajaan bersinar
Kita berkumpul dan memberi
Bersama-sama kita hidup
Dengan pelajaran yang kita tahu
Tempat semua kebaikan tumbuh
Tempat semua kebaikan tumbuh
Hai.
Raja dan ratu melihat dengan bangga
saat Putri Salju tumbuh jadi putri yang baik dan adil.
Tapi lalu, musibah datang.
Ibu Putri Salju jatuh sakit.
Dan Sang Ratu wafat.
Putri Salju dan raja sangat berduka.
Sampai...
seorang wanita cantik dari negeri jauh datang ke istana.
Kecantikannya begitu mempesona
seolah memberinya kekuatan luar biasa.
Dia menikahi sang raja,
tapi dia tak seperti yang kau kira.
Dia jahat
dan hanya peduli pada kecantikannya sendiri
dan kekuatan yang didapat darinya.
Untuk melindungi kekuatannya,
dia menyimpan cermin ajaib
yang hanya bisa menjawab satu pertanyaan sederhana.
Cermin Ajaib di dinding,
siapa yang paling cantik?
Kau, Ratu,
dari semua wanita yang dianggap cantik,
kecantikanmu tiada banding.
Sang ratu baru segera merebut kekuasaan.
Dia mengabarkan ancaman dari Kerajaan Selatan.
Sang Raja berjanji melindungi rakyatnya.
TAK KENAL TAKUT - ADIL BERANI - TULUS
Simpan ini baik-baik
Sampai aku kembali padamu
Tapi sang raja tak pernah kembali.
Kerajaan diliputi rasa takut.
Dan kekuasaan ratu makin besar.
Dia jadikan petani jadi prajurit
yang hanya setia padanya,
dan merampas semua harta kerajaan untuk dirinya.
Dia jadikan Putri Salju seorang pelayan
dan mengurungnya di dalam istana.
Tapi selama cermin masih mengatakan dia yang tercantik,
Putri Salju tetap aman dari rasa iri sang ratu.
Dari puncak gunung
Sampai tambang terdalam
Di mana langit emas itu?
Apa pernah bersinar?
Apa dulu indah?
Bisakah kita temukan lagi?
Andai aku bisa pergi
Seiring waktu berlalu,
orang-orang hampir lupa
bahwa dulu pernah ada putri bernama Putih Salju.
Tempat kebaikan tumbuh
Dan sebenarnya,
Putih Salju pun hampir lupa dirinya sendiri.
Halo?
Maaf.
Apa kau butuh bantuan?
Tidak, aku cuma lihat-lihat.
Kau harus kembalikan itu.
Aku mau, tapi rasanya ratu sudah punya banyak.
Jadi itu alasanmu buat mencuri?
Temanku lapar. Aku lapar. Itu alasanku.
Mungkin aku bisa bicara dengan ratu.
Kau pikir orang di atas sana mau berbagi sama kita?
Putri pasti mau.
Putih Salju.
Putih Salju sudah lama tidak kelihatan.
Kurasa dia takkan bisa bantu.
Dia selalu memikirkan cara bantu rakyatnya.
Kalau begitu, bilangin dia,
kadang dia harus berhenti berpikir.
Dan mulai bertindak.
Ada penyusup di istana! Tutup semua pintu!
Ambil sebagian untukmu.
Dan bagikan sisanya ke putrimu.
Mungkin belum ada yang kasih tahu dia.
Aku yakin kalau ratu tahu seberapa parah keadaannya,
dia pasti mau berbagi.
Aku harus coba,
meski cuma harapan.
Harapan… Harapan…
Harapan…
Putih Salju, apa kau sudah beres?
Sudah, Yang Mulia.
Kita semua harus ikut bekerja.
Sebenarnya aku mau bicara soal itu.
Berbagi.
Silakan.
Kau mau bilang apa?
Aku cuma…
Yang Mulia,
rakyat sedang kesusahan. Mungkin ini tidak banyak,
tapi dulu aku dan orang tuaku biasa memetik apel.
Lalu kami bikin pai,
terus kami bagi ke desa…/ Pai?
Pai itu mewah. Mereka tidak butuh mewah.
Itu malah bikin bingung.
Tapi kadang, sesuatu yang kecil,
yang manis, bisa bikin orang merasa hidup lebih dari sekadar bertahan.
Aku tak ingat kau pernah begini…
keras kepala.
Maaf. Aku cuma…
Aku rasa mereka butuh kebaikan.
“Tak kenal takut, adil, berani, tulus.”
Lucu sekali.
Suatu hari nanti, kau akan sadar itu semua percuma.
Tapi sementara itu,
lihat ini.
Lihat baik-baik.
Cantik, kan?
Iya, Yang Mulia.
Yang satu lemah, rapuh, tak berguna.
Yang lain keras, kuat,
tahan lama, sempurna,
indah.
Rakyatku tidak mau bunga.
Mereka mau berlian.
Yang Mulia…/ Lepaskan aku!
…penjahat ini tertangkap mencuri persediaan kerajaan.
Itu bohong.
Kau salah satu bandit
yang berkumpul di hutan mencuri atas nama raja?
Bukan, Yang Mulia.
Bukan “salah satu.” Aku bosnya.
Setia pada satu-satunya raja.
Cari tempat tinggalnya. Bakar habis.
Lucunya,
aku tiak punya rumah.
Kalau begitu, jebloskan ke penjara.
Penuhi istana dengan teriakannya./ Yang Mulia…
Aku mengerti perlunya keadilan.
Tapi tolong, ini tak adil.
Apa kau bilang?
Hukuman tiak boleh lebih dari kesalahannya,
dan aku tahu ayahku…/ Ayahmu?
Ayahmu?
Ayahku pasti kasih ampun.
Maafkan aku, kau benar.
Pencuri ini mencuri dariku.
Maka aku akan mencuri darinya.
Lepaskan jaket dan sepatunya. Ikat di gerbang biar beku.
Bisakah masuk penjara saja?
Bawa dia pergi!
Tunggu, dia akan mati. Kumohon, Yang Mulia.
Putri Salju!
Ini…
lihat dirimu.
Bukankah ini yang kau mau?
Ayo,
bicara pada rakyatmu.
Mereka menunggumu, Putri Salju.
Pai dan kata-kata bijakmu.
Apa yang akan kau katakan?
Bahwa kau jadikan mereka makanan penutup?
Kau hidup dalam dunia penuh harapan.
Kembalilah ke sumurmu, Putri Salju.
Gadis kecil di sumur sepi
Dengan cerita kecil yang sama
Terjebak di tembok yang mengurungnya
Terkurung dalam cerita yang mereka ceritakan padanya
Hari demi hari dia makin menghilang
Tak pernah berani melawan
Jadi dia bermimpi sendirian
Berbagi rahasia dengan batu
Ayahku dulu bilang padaku
Aku sudah hadapi badai salju
Apakah aku akan kenal gadis itu lagi?
Aku menunggu sebuah harapan
Di bawah ribuan pohon
Dan saat langit perak berhenti
Aku kirim bisikan ke air
Menunggu sebuah harapan
Bertahan untuk suatu hari nanti
Berharap entah bagaimana
Aku bisa jadi putri ayahku
Aku pejamkan mata dan lihat
Gadis yang ditakdirkan untukku
Apakah dia bagian dariku Yang belum kutemukan?
Bertanya, "Akankah dia muncul?"
Atau aku akan selamanya di sini
Menunggu sebuah harapan?
Gadis kecil di pinggir hutan
Berusaha jadi seseorang yang baik
Tapi dalam bayangan kerajaan yang terperangkap
Keadilan terasa lama terlupakan
Akankah dia bangkit atau tunduk?
Akankah dia memimpin atau hanya ikut?
Apakah dia gadis yang selalu dia bilang?
Aku menunggu sebuah harapan
Di bawah ribuan pohon
Dan saat langit perak berhenti
Aku ingin tinggalkan tembok di belakangku
Menunggu sebuah harapan
Bertahan untuk suatu hari nanti
Berharap entah bagaimana
Akan datang keajaiban menemuiku
Aku pejamkan mata dan lihat
Gadis yang ditakdirkan untukku
Apakah dia bagian dariku Yang kusembunyikan?
Bertanya, "Akankah dia muncul?"
Atau aku akan habiskan satu tahun lagi
Menunggu sebuah harapan?
Mereka bilang yang kau butuhkan
Untuk buat harapanmu jadi nyata
Adalah biarkan itu bergema
Suaramu akan terdengar
Dan bawa mimpimu padamu
Seperti gema
Aku bisa dengar gema itu jelas sekali
Tapi aku masih menunggu di sini
Ayo! Cepat!
Cepat!
Diam!
Ini memang tak banyak, tapi…
Ceritakan padaku seperti apa di luar sana.
Kenapa kau tak ikut lihat sendiri?
Aku tak bisa.
Aku lihat sikapmu ke ratu tadi.
Kau tampak cukup berani.
Berani?
Kau harus pergi. Pergilah.
Terima kasih./ Pergilah.
Menunggu sebuah harapan
Lewati bisikan ke air
Menunggu sebuah harapan
Apakah hampir tiba?
Bisakah aku, entah bagaimana
Belajar jadi putri ayahku?
Seseorang yang akhirnya bisa mulai
Bicara dengan hati yang berani
Seseorang yang mungkin berani
Seseorang yang tak perlu diselamatkan
Aku selalu bisa bermimpi
Tapi lalu…
Aku terbangun dan aku tetap aku
Menunggu sebuah harapan
Menunggu sebuah harapan
Menunggu sebuah harapan
Cermin Ajaib di dinding,
siapa yang paling cantik?
Kecantikanmu termasyhur, Paduka.
Tapi tunggu,
aku melihat gadis cantik
yang baru mengenal dunia.
Tak ada yang bisa sembunyikan kelembutannya,
karena aku lihat
dia lebih cantik darimu.
Tidak!
Pemburu?
Yang Mulia.
Bawa Putri Salju jauh ke hutan.
Cari tempat sepi untuk dia memetik apel,
dan di sana,
pemburuku yang setia,
bunuh dia.
Tapi,
Paduka,
dia masih gadis.
Aku ratu di sini.
Putri Salju yang melepaskan bandit itu.
Dia bersekongkol melawanku.
Katakan,
kau juga melawanku?
Kau? Ya atau tidak?
Tidak,
Paduka.
Bawa dia ke hutan.
Bunuh dia.
Cabut jantungnya.
Masukkan ke kotak ini.
Saat kau kembali,
kau boleh minta apa saja.
Mau satu?
Kau baik sekali.
Hari sudah sore.
Kenapa?
Kenapa?
Kau harus lari ke hutan.
Ratu sudah gila. Dia takkan berhenti.
Aku tak bisa tinggalkan kerajaan.
Dia jahat, nak.
Dia pembohong.
Kau tak pernah tahu kebenaran soal ayahmu.
Pergilah!
Tapi ayahku?/ Pergi! Kumohon!
Sebelum aku berubah pikiran!
Pergi!
Halo?
Ada orang?
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho, hei-ho Mari kita bekerja
Bangun pagi
Dan tetap berbaris!
Hei-ho, hei-ho, hei-ho
Ayam sudah berkokok
Semua sudah siap
Ayo cepat!
Hei-ho, hei-ho
Hari cerah
Astaga!/ Semoga sehat.
Terima kasih.
Tahu aku alergi apa?
Sekumpulan orang bodoh ini
Diamlah, Pemarah!
Hei-ho, hei-ho
Hei-ho, hei-ho
Hei-ho, hei-ho, hei-hum
Hei-ho, hei-ho
Mari kita bekerja
Aku cuma bisa kerja kalau tidur cukup
Jadi, aku mau balik tidur lagi
Halo?
Aku ngantuk
Ya, kami tahu!
Semakin banyak ngomong Semakin lama jalan
Ayo!
Hei-ho
Di dalam gelap
Sihir kita tunjukkan Di tempat cahaya bersinar
Ada permata di tanah Angkat tanganmu tinggi
Saat cahaya terang benderang memenuhi tambang
Cepat, panjat dan gali/ Untuk berlian
Cepat gerakkan tubuhmu
Tarik kaus kakimu
Hajar batu-batu ini
Dan saat kita ayunkan
Kita selalu bernyanyi
Hei-ho, hei-ho
Senang sekali aku
Saat dapat batu sebesar ini
Jadi, aku makin senang
Aku bersinar!
Aku senang!/ Ya, kami tahu!
Kau bikin aku mual Cepat ambil ember!
Hei-ho
Kami gali, gali, gali Dari pagi sampai malam
Kami gali, gali, gali Menggali semua yang kami lihat
Kami gali banyak berlian
Seribu ruby
Kadang lebih!
Kami cari yang berkilau itu
Kami gali, gali, gali
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho, hei-ho
Pulanglah dari kerja
Selesai sudah, teman!
Kita selesai?/ Hore!
Hei-ho, hei-ho, hei-ho
Hei-ho, hei-ho
Bernyanyi lebih keras
Oh ya ampun
Boleh aku istirahat?
Kadang aku jadi... Jadi...
Dia pemalu!/ Ya, kami tahu!
Ayo cepat, jangan lambat
Jangan lelet!
Saatnya makan!
Tidur/ Amin!
Bangun, lalu
Pergi kerja lagi
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho, hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho
Hei-ho, hei-ho!
Pelan-pelan, Doc.
Rumahku istanaku.
Memang luar biasa bisa pulang ke rumah.
Apa cuma aku, atau ini berdebu?
Cuma kau.
Aku tak sabar mau bersihin gigi.
Itu...
Apa?
Dia gitu lagi.
Narcoleptic cataplexy.
Kupikir dia cuma...
ketiduran pas dia cemas.
Apa yang perlu dicemaskan?
Saatnya cemas!
Tutup pintunya!
Hei, Dopey mana?
Jangan gerak.
Ogre bisa cium bau takut.
Itu bukan ogre. Itu fantom.
Dia harus bersembunyi?
Atau berdiri dan nggeram?
Tergantung ogre apa.
Bukan ogre!
Itu kambing iblis.
Jangan tatap matanya.
Kalau lihat ectoplasm,
jangan sentuh./ Dia melayang?
Hati-hati, Dopey.
Jangan takut.
Semua baik-baik saja.
Aku cuma mau kenalan.
Siapa namamu?
Kau tidak bisa bicara?
Ayo kita ambil teman kita!
Tunggu. Tolong.
Kenapa.../ Itu manusia.
Ya, memang. Kau kira aku apa?
Bukan apa-apa./ Hantu.
Dari mana kau?/ Kau lapar?
Kita bisa berteman?
Siapa namamu?
Kenapa semua ramah banget?
Sekarang cuma bandit yang datang ke hutan ini
yang ngaku berjuang atas nama raja./ Apa?
Kau lagi dikejar hukum, ya?
Aku harus pergi./ Kan kubilang.
Tidak, tunggu dulu./ Biarkan dia pergi.
Kasih tahu dulu siapa kau.
Ya.
Namaku Putri Salju.
Putri Salju?/ Sang putri?
Kurasa ini jebakan.
Tapi dia butuh bantuan kita.
Masih ada yang ngira dia hantu?/ Tunggu. Kau mau ke mana?
Sejauh mungkin dari kastil.
Itu tidak cukup./ Kenapa?
Sebenarnya, ratu ingin membunuhku.
Dia benar-benar mau bunuh kau?
Itu mengerikan.
Makanya kau harus pergi.
Kau bisa tinggal di sini sampai kau tahu mau ke mana.
Apa?/ Kurasa itu ide bagus.
Tunggu dulu.
Baru pertama kali ada manusia datang ke pondok ini
setelah 275 tahun
dan kau mau dia tinggal?
Dia barusan bilang
275 tahun?
274, tepatnya.
Kami setua pohon-pohon ini.
Orang tuaku selalu bilang hutan ini tempat yang ajaib.
Dan aku selalu bilang manusia cuma bawa masalah.
Maaf, aku belum tahu namamu.
Izinkan aku mengenalkan, urut abjad.
Bashful. Dopey.
Grumpy. Happy.
Sleepy. Sneezy.
Dan aku Doc.
Kau bilang tadi urutan abjad terbalik sekarang.
Itu kan waktu terakhir.
Jadi, kalau terbalik,
Sneezy, Sleepy, Happy, Grumpy, Dopey, Doc, Bashful.
Ya ampun.
Kok dia bisa ingat?
Ibuku selalu ajarin pentingnya mengingat nama.
Kalau diurut dari jempol kaki terpanjang,
aku yang paling panjang.
Kalau itu membantu.
Sebenarnya kenapa kalian di hutan ini?
Tugas kami menambang di tambang.
Kau akan kaget sama isinya.
Batu berkilau segala jenis.
Tempat di mana sihir masih ada.
Tapi tak lama kalau dia di sini!
Lihat udah jam segini.
Yang penting Putri Salju aman di rumah kami.
Benar kan, teman-teman?/ Ya.
Ya./ Aku keberatan.
Tercatat. Abaikan dia.
Mungkin aku cuma nginep semalam.
Semalam aja. Habis itu dia pergi.
Kau bisa tidur di sini./ Ukurannya berapa?
Aku suka pesta tidur./ Kami ada cadangan di atas.
Kau aman dari ratu di sini.
Cermin Ajaib di dinding,
siapa yang paling cantik?
Jauh di luar tembok istana,
di suatu tempat di hutan,
Putri Salju,
dialah yang tercantik.
Tidak.
Aku hanya bicara yang benar.
Yang tercantik masih hidup.
Dan itu bukan kau.
Sepertinya kita kena masalah
Ada yang bikin kacau
Dan siapa yang harus beresin?
Tebak saja
Jadi, apa hukuman Untuk seorang pengkhianat?
Pengecut hina seperti dia?
Hancurkan dia
Lenyapkan dia
Karena, ya
Aku bisa
Berani-beraninya kau melawanku?
Aku tidak pantas dimaafkan.
Tapi kalau hatimu masih ada belas kasihan,
kumohon,
tunjukkan itu padanya.
Mungkin aku kurang jelas
Tapi aku tak butuh nasihatmu
Malah aku senang dengarnya
Menyuruhku bersikap baik
Tapi baik tak bikin apa-apa
Baik tak bikin semuanya selesai
Gadis ambisius harus kejam
Dan itu seru banget!
Ini akan seru!
Semua adil kalau kau pakai mahkota
Jadi ratu berarti suka-suka aku
Aku bisa ampuni
Atau hancurkan kau
Sekejap aku bisa tundukkan dunia
Aku bisa maafkan, lupakan
Biar kau hidup, semua beres
Tapi dari awal aku tak punya hati
Kau kan tahu itu
Jadi, sayang, semua adil
Kalau kau yang tercantik
Mungkin kau pernah dengar
Kecantikan sejati datang dari dalam
Kalau ada yang bilang begitu
Dia bohong
Cantik itu emas, kemilau
Permata, perhiasan
Cantik itu kuasa
Itu berarti aku yang atur semua
Semua adil
Kalau kau pakai mahkota
Siapa berani menghalangiku?/ Halangi dia
Hati-hati
Kalau kau kecewain aku
Kecewa, kecewa, kecewa
Kau akan di penjara bawah tanah/ Di penjara bawah tanah
Tapi kalau kau berhasil
Aku lanjut, tak terkalahkan
Tak ragu lagi saat aku panggil
"Cermin di dinding"/ Cermin di dinding
"Katakan, siapa tercantik?"
"Siapa yang paling cantik?"
Pastinya aku jawabannya
Kapten, cari di hutan.
Temukan Putri Salju.
Dan jangan kembali tanpa dia.
Semua adil
Saat kau yang tercantik
Dari semua/ Cermin di dinding
Siapa yang tercantik di dunia?
Ini tak adil.
Sekarang pagi, dia masih di sini.
Mereka pasti akan mencarinya,
dan kalau mereka menemukannya...
Kau mau bilang apa soal itu?
Grumpy, kau tahu Dopey tidak bisa bicara.
Karena dia bodoh!
Hanya karena namanya Dopey
tidak berarti dia benar-benar bodoh.
Tentu aja itu alasannya.
Sama kayak kau dipanggil Happy karena kau bahagia.
Dan aku dipanggil Grumpy karena aku...
disalahpahami.
Aduh!
Astaga!
Rasakan ini.
Hei!
Teman-teman, ayo kita coba akur.
Aduh. Berhenti.
Hei! Yee-haw!
Kau tamat, bung!
Sini kau!
Tenanglah.
Aku akan cubit jarimu!
Grumpy, itu geli!
Aduh...
Aduh, kakiku!/ Hah?
Astaga!
Lada!
Dia akan bersin!
Dopey,
sarapan itu buat dimakan.
Bukan buat di kepala!
Hidup ini kejam, ya?
Paham tidak? Kejam!
Kau tak apa?
Bikin kau pengen kabur.
Kau takut bicara?
Kalau begitu, kita mulai dari hal kecil.
Dulu waktu kecil, ibuku ajarin aku bersiul.
Jadi, walau aku takut bicara, aku tetap bersiul.
Karena saat kau bersiul, itu suara hatimu.
Dan suara itu,
yang tersembunyi di hatimu,
bisa terdengar.
Lihat? Sekarang kau coba.
Cukup buat bikin lilin bergetar.
Jangan sampai mati.
Kau berhasil.
Aku tahu kau bisa.
Ayo.
Hei! Sini.
Balikin!
Dapat!
Suara merdu apa itu?
Ada burung nyasar lewat jendela?
Itu Dopey.
Suara dia kayak malaikat kecil.
Itu trik.
Bukan trik.
Gimana caramu melakukan itu?
Kau rapatkan bibir,
taruh lidah di balik gigi, terus siulin.
Gampang kok.
Ini normal, atau cuma kau lakuin sama teman?
Kita bukan teman.
275 tahun itu lama buat debat.
274.
Jangan libatkan aku.
Aku satu-satunya yang waras di sini.
Kau merasa mereka tak mau denger?
Betul.
Aku paham, Tn. Grumpy.
Kau... Tunggu.
Apa?
Menurutku, semua di sini
bisa lebih baik kalau mau saling dengar.
Aku juga mikir gitu.
Hei.
Putri Salju, jangan lihat ke sana kalau jadi aku...
Dia benar-benar betah di sini.
Aku tak ingat ada itu.
Sekarang kau cuci piring.
Kau beresin kamar.
Oke./ Ayo.
Kau bersihin sarang laba-laba.
Dan dia akan pakai
sapu.
Aku?
Bersiul sambil kerja
Bersama kita bersihkan
Kita rapikan semua
Bersenandung riang
Nyanyi bikin kerja ringan
Jalani lebih cepat
Saat kau sapu lantai
Yang tadinya membosankan
Kini serasa permainan
Bukan kerja berat seperti dulu
Bersiul sambil kerja
Kau pasti bisa.
Kalau kita kompak rumah jadi kinclong
Jadi bersiul sambil kerja
Bersiul sambil kerja
Semua terasa ringan
Kalau kita kerja bareng
Ikuti irama gembira
Aku ambil ini!
Kalau kerja asik, cepat selesai
Setengah dari rencanamu
Tunggu! Itu sikatku!
Kau harusnya kasih tanda
Kalau kau cerewet aku rebut sikat ini
Dan kubuat kau kapok
Bersiul sambil kerja
Ribut takkan beresin apa-apa
Jadi bersiul sambil kerja
Semua terasa ringan kalau kita kerja bareng
Lihat Dopey!
Bersiul sambil kerja
Kita bersihin rumah bareng
Sekarang udah bersih banget
Bersenandung riang
Dari kumpulan berantakan
Jadi kayak keluarga
Dulu berantakan parah
Sekarang bersih banget
Semua berkat suara bersiul bahagia
Membuat rumah bersih kinclong
Bersiul sambil kerja
Kalau kerja asik, cepat selesai
Kalau bareng lebih seru
Nyanyi bikin kerja ringan
Jadi bersiul sambil kerja
Aku lupa kalau rukun itu seru.
Aku lupa kita punya oven di sini.
Waktu aku kecil, setiap hari kayak gini.
Setiap hari?
Setiap hari.
Saat ayahku jadi raja.
Pemburu bilang ratu bohong soal ayahku.
Dia bohong soal semuanya.
Gimana kalau dia masih hidup?
Aku harus cari dia.
Kau bilang ada bandit di hutan
yang ngaku berjuang atas nama raja.
Penjahat manusia.
Pemberontak itu cuma pencuri.
Mereka sebenarnya kelompok aktor dulu
yang kehilangan penghasilan
gara-gara kebijakan rakus ratu
yang bikin mereka hidup di pinggir jurang
dengan moral dan niat yang tidak jelas.
Di mana mereka?
Kalau mereka tahu soal ayahku, aku harus temui mereka.
Jangan. Tidak kusarankan.
Terlalu berbahaya.
Tinggallah di sini.
Maksudku, sama kami.
Iya. Kau nyaris tidak lolos dari ratu, waktu itu.
Sehat selalu.
Tapi ini yang harus kulakukan.
Selain itu, Grumpy benar.
Semakin lama aku di sini, semakin kalian bahaya.
Akhirnya.
Selamat tinggal./ Grumpy!
Tidak.
Sudah waktunya aku berhenti sembunyi.
Terima kasih sudah baik padaku.
Tunggu dulu.
Kau juga, Grumpy.
Sekarang,
bisa tunjukkan aku jalannya?
Kita telat kerja!
Ayo semua. Aku butuh...
Aku ambil camilannya.
Ayo, Sleepy. Halo?
Jangan bilang apa-apa.
Kau.
Kalau kita lewat sini, kita akan ketemu para penunggang lain.
Waktu aku suruh kau lihat seperti apa di sini,
aku tidak menyangka kau bawa setengah penjaga istana.
Aku tak sengaja ngajak mereka.
Aku terpaksa kabur.
Ratu mau aku mati.
Ayo.
Sebenarnya aku lagi nyari ayahku.
Kupikir kau mungkin bisa bantu.
Kau setia sama raja sejati, kan?
Iya.
Tentu saja.
Kami...
Kami cuma dengar rumor, bisikan.
Ada yang bilang dia ditahan di Kerajaan Selatan, tapi...
Kau tak tahu dia di mana.
Maaf kalau aku bikin kecewa.
Kau kira aku ksatria penyelamat, ya?
Kurasa tak ada yang nganggep begitu.
Kupikir kau tahu sesuatu.
Tentu.
Putri selalu nunggu pangeran atau raja pulang.
Ayahku satu-satunya yang bisa balikin kerajaan ini seperti dulu.
Kayaknya udah telat buat itu.
Jelas kau lupa gimana dulu,
waktu semua orang baik dan adil.
Andai aku punya waktu
buat hal-hal kayak kebaikan dan keadilan.
Masalahnya...
Waktu makin kelam
Jadi Putri, lihatlah malam
Tiap hari, bertahan atau tenggelam
Kelaparan makin nyata
Bangkai burung di angkasa
Harapan? Tidak banyak tersisa
Kudatangkan kabar buruk
Tak ada yang menang terus
Hidup pilihannya buruk
Kau makan atau dimakan terus
Itu bikinmu sedih?
Fakta ini bikin kau murung?
Sadarlah, dunia nyata ini
Bikin kau jadi bingung?
Nah, itu semua mirip masalah putri
Baru sadar dunia tak adil lagi
Sepertinya kau kena masalah putri
Rasanya nyesek kalau tak dibagi
Aku bisa coba ‘baik’ seperti katamu
Tapi aku lebih suka tetap hidup, tahu?
Jadi aku tetap jalanku
Ambil semua yang bisa kutampung
Daripada hidup di khayalanmu
Masalah putrimu tak berlaku untukku
Jadi kau udah berhenti soal kentang?
Aku punya banyak bakat.
Manis bicaramu, sudahkah selesai?
“Tak peduli, tak berbagi”
Sungguh pesan yang suram!
Ya, harapan makin jarang
Tapi tetap kita harus berjuang
Ya, kenapa kita tak coba hidup bareng?
Jadi itu? Kau nyerah?
Tidak, aku mulai bijak
Dunia takkan berubah cuma bikin pai apel
Ya, ini semua cuma masalah putri
Istana nyaman, tapi di luar dingin sekali
Tulis saja itu masalah putri
Egois pun jadi pembenaran diri
Kasar sih, tapi aku bangga
Lihat kau, makin galak juga
Kerajaan butuh bantuan kita
Kau sebaiknya bilang ke ratu sana
Tapi aku tetap melarikan diri
Cuma jaga diriku sendiri
Dan begitulah aku jalani
Karena masalah putrimu tak berlaku untukku
Jangan bergerak, Nona.
Kau berhadapan dengan pemberontak Quigg, ahli panah.
Angkat tangan!
Mundur dari kapten kami.
Kalau mau selamat.
Kau tak punya panah.
Ini curian./ Tak apa.
Dia bersamaku.
Kapten?
Dan teman-temanku.
Setia pada raja?
Kau cuma penjahat biasa.
Namaku Jonathan, Putri.
Bukan “Jonathan Putri”.
Cuma “Jonathan…”
Putri.
Dengar…
Kau gadis yang manis
Dengan logika bangsawan yang klise
Tapi di dunia nyata ini
Masalah putri kayak kau
Tak
Berlaku
Untukku
Tak berlaku
Untukku
Itu penjaga istana.
Dua tentara untuk tiap dari kita.
Kami cari Putri Salju.
Kau harus lari, Putri.
Bagaimana dengan kalian?
Jangan pikirkan kami. Kami tahan mereka.
Aku akan bertarung./ Aku tak minta.
Aku buat ini adil.
Masalahnya, aku tak main adil.
Jangan tembak!
Kami tahu di mana putrinya.
Sekarang.
Aku tak bisa pergi.
Aku butuh bantuanmu.
Kesempatan terakhir, bandit.
Katakan apa kau tahu soal Putri Salju.
Kau cari Putri Salju?
Aku di sini.
Lewat sini.
Ayo!/ Gerak!
Menyebar!
Menyebar! Cari mereka!
Siap, Pak!
Mana kudaku?
Pergilah!
Kau kembali.
Seseorang harus selesaikan masalah putrimu.
Aku bilang aku akan bertarung.
Kau serius, ya?/ Kayaknya.
Kau makin buat aku kagum.
Terima kasih.
Pujian dari penjahat sepertimu.
Pastikan kita sudah lolos.
Rakyat...
mereka lupa dulu bagaimana.
Mereka benci ratu, tapi takut.
Itulah kenapa kami berjuang atas nama ayahmu.
Orang tuamu tak pernah takut.
Mereka buat kami semua lebih berani.
Mereka beri semua harapan.
Sekarang, kita potong jalan ke lembah di selatan.
Kita harus hilangkan jejak.
Jonathan?/ Apa itu?
Oh tidak.
Kita ada masalah, Putri.
Dia butuh dokter.
"Doc" itu cuma julukan, bukan gelar asli.
Keahlianku soal...
batu igneous, sedimen, metamorf.
Batu, gitu.
Oh!
Aku Quigg sang pemberontak.
Ahli panah silang.
Dan aku perintahkan kau obati dia.
Kita belum kenalan, nih.
Urut abjad.../ Doc, tolong, tak ada waktu.
Dia parah. Tolong bantu.
Tapi mereka bandit!
Mau apa kau?/ Sini, kau.
Ini persis kayak ratu mau.
Kita saling lawan.
Saling curiga. Begitulah dia menang.
Dia racuni semua biar cuma memikirkan diri sendiri.
Tapi kalau...
kita mau berbagi...
kita akan dapat yang layak untuk kita semua.
Dan itu lebih dari yang bisa kita bayangkan.
Cuma...
butuh percaya sama satu sama lain.
Sekarang, tolong dia.
Kumohon.
Bawa dia masuk.
Susu hangat.
Bikin aku tidur.
Terima kasih.
Aku pakai tungku potong batu,
lalu bor ke inti retakan,
kasih ramuan sedikit.
Sedikit acetum saturninum,
asam sulfat manis.
Itu...
Hah.
Tak enak./ Kau berhasil, Doc.
Kupikir dia mati.
Hei.
Terima kasih, Doc./ Tentu.
Aku rela bantu teman spesialnya Putri Salju.
Teman spesialnya!/ Oh tidak.
Tidak.
Tidak. Tidak./ Apa?
Aku akan bawa siapa pun.../ Tepat.
Hanya kebaikan biasa.
Bukan soal kau.
Canggung./ Indah banget, ya?
Kalian tahu ini waktunya apa?
Tolong, jangan./ Waktunya apa?
Saatnya menari.
Iya!
Mau main kartu?
Tidak, makasih.
Kau mau? Mau main?
Kau dan Maple penari yang hebat.
Kami cuma teman.
Ya.
Kayak kau sama Jonathan.
Kayaknya Jonathan cuma peduli sama dirinya.
Makanya dia pasang badan untukmu?
Apa?
Kami semua lihat kok.
Pencuri egois itu?
Dia nyelametin hidupmu.
Dulu aku pikir jalan ini Akan sepi sendiri
Hutan gelap membentang
Malam menggantung di atas
Angin pun berhembus
Tapi kini aku tak takut Di balik bayang
Mungkin kemana pun jalan ini membawa
Aku tak harus jalan sendiri
Karena tangan bertemu tangan
Seolah tempatnya di sini
Dan tiba-tiba dunia hidup di mataku
Dan kini aku pun tersesat menikmati pandang
Maka aku mulai lepas
Menyatu dalam cahaya
Mungkin aku naif
Tapi malam ini aku percaya
Sesuatu yang indah bisa jadi nyata
Mungkin semua ini
Ada hubungannya
Denganmu
Dulu kupikir dunia ini Akan tetap hancur
Penuh licik dan kejam
Tiap orang harus lindungi diri sendiri
Tapi siapa tahu?
Saat kita bersama waktu terasa melambat
Mungkin, kemana pun jalan ini membawa
Aku tak harus jalan sendiri
Karena tangan bertemu tangan
Sesuatu yang tak kusangka
Dan tiba-tiba dunia hidup di mataku
Dan aku mulai suka pemandangan ini
Maka aku mulai lepas
Ingin tahu apa yang tumbuh
Mungkin aku naif
Tapi malam ini aku percaya
Sesuatu yang indah bisa jadi nyata
Mungkin semua ini
Ada hubungannya
Denganmu
Mungkin aku sedang bermimpi
Tapi aku ingin tetap seperti ini
Tapi jika ada dunia
Tempat kau membangunkanku
Janji bangunkan aku
Dengan ciuman
Tangan bertemu tangan
Akhirnya tempatku di sini
Ternyata tak naif
Untuk mulai percaya
Sesuatu yang indah telah jadi nyata
Dan mungkin semua ini
Sesuatu
Mungkin semua ini ada hubungannya
Denganmu
Hai./ Hai.
Prajurit.
Ya ampun./ Kita harus pergi.
Lindungi sang putri./ Ya, Kapten.
Aku tak bisa biarkan pengawal ratu menemukan tempat ini.
Aku ikut./ Tidak.
Terlalu berbahaya. Kau yang mereka cari.
Aku akan balik dua hari lagi.
Dan kita akan pergi ke Kerajaan Selatan dan…
cari ayahmu.
Nih.
Ayah kasih ini ke aku.
Bawa ini untuk keberuntungan.
Aku tak bisa terima ini.
Aku tidak ngasih ini kepadamu.
Aku cuma kasih alasan untuk kau kembali.
Siapa yang bertarung atas nama raja?
Aku!
Ayo.
Hati-hati./ Baik. Bagi tim.
Kita alihkan penjaga dari pondok.
Hati-hati ya!
Makasih udah nyambut kami.
Sini.
Lewat sini.
Kau bener-bener ngelakuin ini, Johnny.
Kau orang baik.
Jujur, setia, berani.
Kau itu…
bodoh.
Aku kayak pernah lihat kau.
Oh ya.
Kau yang punya kentang enak itu.
Di mana Putri Salju?
Siapa?
Kau lindungi dia.
Jawab, untuk Sang Ratu.
Tunjukkan di mana kau temukan dia.
Di hutan,
dua furlong ke selatan dari persimpangan.
Kau kira kau sudah menang, Yang Mulia.
Tapi percayalah,
kau tak tahu apa yang kau hadapi.
Soalnya, beda denganmu...
Aku kenal dia.
Maksudmu, "dulu" kenal.
Kayaknya aku harus ngobrol sebentar dengan Putri Salju.
Hanya kita berdua.
Hapuskan semua jejak cantik
Buat aku tua, keriput, kering
Lakukan sihir gelapmu kini
Ramuan manis
Pasti berhasil
Suara serak, tawa retak
Bungkuk tua, kulit keriput
Rambut putih
Tatapan ngeri
Rencanaku
Siap
Dimulai
"Apel beracun. Tidur abadi."
"Penawarnya."
"Ciuman cinta sejati."
Itu takkan membebaskanmu.
Hanya satu gigitan, merah ranum
Lalu tidur, bawa ke peraduan
Raih hadiahmu Jika kau mau naik, harus ada yang jatuh
Sayang, semua adil
Kalau kau yang tercantik
Di dunia ini
Aku tak suka ini.
Terlalu berbahaya, penjaga ratu sedang mencarimu.
Kami bisa ikut.
Apa kau harus pergi?
Aku harus cari tahu soal ayahku.
Kalau dia masih hidup...
Dan kalau kau sudah menemukan apa yang kau cari,
kau akan kembali...
kan?
Aku akan kembali.
Aku janji.
Oke.
Ayo, teman-teman. Kita pergi.
Jonathan?
Maaf, sayang.
Kau kaget ya?
Tidak, aku kira orang lain.
Ada yang bisa kubantu?
Justru aku yang bisa bantu kau.
Kau Putri Salju, kan?
Sang putri?
Siapa kau tadi?
Aku bawa pesan.
Dari Jonathan.
Dari Jonathan?
Sayang sekali dia ditangkap ratu.
Ditangkap? Tidak...
Dia kasih aku kalung ini.
Katanya kau tahu artinya.
Aku harus ke sana.
Tapi bahaya.
Kau cinta dia?
Yah,
karena cinta itu berharga,
aku mau bantu kau.
Ini.
Bawa apel ini
buat bekalmu di jalan.
Hei!
Putri Salju.
Aku ingat betapa baik ayahmu pada rakyatnya.
Karena itu aku merasa terhormat balas budi ke putrinya.
Aku memang tak punya banyak...
tapi kasih apel ini kepadamu membuatku merasa
roh beliau ada di sini.
Ayo! Hyah!
Terima kasih.
Untuk dia.
Untuk ayahmu.
Hyah! Hyah!
Ayo. Cepat!/ Lebih cepat!
Apa yang terjadi?
Ada yang aneh.
Aku memang kenal ayahmu.
Cukup dekat.
Apa maksudmu?
Aku tahu dia bodoh!
Kau. Kau rupanya.
Begitu mudah bagiku untuk membunuhnya.
Kebaikannya membuat dia kehilangan tahta,
dan sekarang nyawamu pun hilang.
Jadi...
katakan padaku, Putri Salju...
...siapa yang paling cantik?
Terjemahan oleh Dust
Tenangkan hatimu yang iri itu.
Kau, ratuku,
yang tercantik di dunia.
Hidup sang ratu,
yang tercantik dari semua.
Kau lakukan ini tiap hari.
Tetap tak bergerak.
Lupakan saja.
Aku sudah lupa.
Aku lupa rasanya punya keberanian,
punya harapan, tapi...
lalu aku bertemu Putri Salju.
Dia berjuang untuk kita.
Bersama kita.
Padahal dia bisa saja lari.
Dia tak pernah tinggalkan kita.
Aku juga...
takkan tinggalkan dia.
Ayo./ Tarik lebih kuat.
Dengar, pintu rahasia ratu keluar satu mil
dari kandang kuda tempat puluhan kuda.
Aku cek penjaga. Kau pergi.
Semoga berhasil.
Maafkan aku.
Putri Salju...
Dia hidup!
Dia sadar./ Ini keajaiban.
Jonathan.
Kenapa?
Hei, ada apa?
Ayahku...
Sudah tiada.
Dibunuh sang ratu.
Ya ampun.
Lalu kita bagaimana?
Ayahku bilang
Dulu sekali
Aku hadapi badai salju ini
Aku ingin tahu
Apakah gadis itu masih hidup di diriku?
Ibu, Ayah takkan kembali
Mereka tinggalkan pesan ini
Kerajaan ini adalah
Takdirku
Saatnya bangkit, angkat kepala
Saatnya pimpin, tak ikut saja
Jadi gadis
Yang kupercaya
Selalu ada
Ini waktunya.
Waktunya?
Waktunya rebut kerajaan kita.
Takkan mudah.
Dia akan lakukan segala cara.
Biar saja.
Dia tadi... itu...
Dopey?
Kami tak takut.
Dopey.
Tak lagi.
Wah.
Bagus, Dopey.
Aku juga.
Ikuti aku.
Ke gerbang utama!/ Siap, Pak.
Tak lagi kirim bisikan ke air
Karena kau segalanya
Yang kau tunggu dan kau pinta
Seseorang yang tak kenal takut
Seseorang yang adil
Seseorang yang berani
Seseorang yang tulus
Aku yakin kau mencariku.
Sebenarnya,
aku yakin malah kau yang mencariku.
Minggir.
Ini rumah ayahku.
Kau yang membunuh Ayah.
Kau merebut ini dari Ayah, dari kami.
Dan sekarang kami datang merebutnya kembali.
Cantik...
bukan?
Lembut, anggun, indah.
Kau kira kau butuh bunga.
Tapi bunga akan layu.
Bunga tak bisa lindungimu.
Atau bangun pasukan,
atau pimpin kerajaan.
Bunga takkan beri apa yang kuberikan padamu.
Kesempurnaan.
Kekuatan.
Kecantikan.
Kalau kau mau takhta...
ambil.
Mereka menunggu.
Cukup berpura-puranya.
Penjaga, tangkap dia.
Kau.
Biarkan semua lihat dia mati.
Paul.
Kau dulu petani.
Di Lembah Barat.
Kau punya istri.
Eleanor.
Kau punya kebun ceri dan saat mereka berbunga,
kau undang semua untuk memetiknya.
Untuk berbagi.
Matthew.
Kau tukang roti...
seperti ayahmu.
Kau tak pernah menolak orang lapar,
meski mereka tak punya uang sepeser pun.
Arthur.
Cukup.
William.
Aku ingat kau.
Kalian semua.
Aku bilang, "Cukup!"
Dulu kita hidup dengan harapan.
Saat kebaikan tumbuh dan dibiarkan berkembang.
Aku ingat.
Kau ingat?
Aku ingat.
Aku ingat.
Aku juga.
Aku juga.
Aku juga.
Pergi.
Sekarang.
Dan jangan kembali.
Akulah pemberontak Quigg,
ahli panah silang.
Tidak.
Itu bohong.
Lihat aku. Aku masih yang tercantik.
Cantik rupamu.
Tapi hanya di kulitmu.
Sebab Putri Salju,
cantiknya datang dari hati.
Dan kini, Ratu,
kau pun mengerti.
Dia akan selalu
lebih cantik darimu.
Kau bohong!
Putri Salju lebih cantik darimu.
Dahulu kala,
ada negeri damai
diperintah ratu bijak
yang percaya keindahan sejati negerinya
bukan diukur dari permata atau emas,
tapi dari rakyatnya.
Ratu memerintah dengan kasih sayang.
Ia tak kenal takut, adil, berani, dan tulus.
Namanya Putri Salju.
Dari gunung tinggi
Sampai tambang terdalam
Langit berwarna emas/ Kerajaan bersinar terang
Akar terkuat Buahkan manis terlezat
Kita tuai yang kita tanam
Dari pelajaran hidup
Berkah pun mengalir
Tempat kebaikan tumbuh
Dari gunung tinggi
Langit berwarna emas
Tempat kebaikan tumbuh
Tempat kebaikan tumbuh
Terjemahan oleh Dust
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.