Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
★★ Black Death ★★ [ Wabah Black Death ]
-- Tahun Tuhan, 1348 --
Aroma dari kematian yang mencemari udara layaknya racun.
Bencana yang lebih kejam dari peperangan yang telah melanda kita.
Sebuah wabah yang melenyapkan separuh kerajaan kita.
Darimana asalnya?
Siapa yang telah membawanya?
Pendeta mengatakan itu hukuman dari Tuhan.
Untuk dosa apa?
Perintah apa yang kita langgar yang menyebabkan ini terjadi?
Bukan, kami tahu kebenaranya.
Ini bukan hukuman dari Tuhan, tapi ini ulah setan.
Atau praktek perdukunan.
Dan tugas kami memburu setan, ini perintah Tuhan.
Saudara Thomas.
Saudara Thomas.
- Siapa yang telah meninggal? - Saudara Ignatius.
- Apa ini sebuah wabah? - Kami belum diberitahu.
Aku tidak terinfeksi. Kumohon, Saudaraku.
Biarkan aku keluar.
Averill.
Syukurlah kau selamat.
- Darimana saja kau? - Aku di kurung.
Kukira kau sudah mati.
- Aku tak apa. - Aku berdoa setiap saat.
Aku tak apa.
Aku bawa sedikit makanan.
Salah satu dari kami meinggal pagi ini, Averill.
Bahkan biara sekarang tidak aman, kau harus segera pergi.
Kau harus kembali ke hutan Dentwich dan bersembunyi sampai semua ini berakhir.
Kemarin kepala biara bilang bahwa wabah ini adalah...
Hukuman dari Tuhan untuk menghapus dosa-dosa kita.
- Apa Tuhan sedang menghukum kita? - Tidak.
Tidak.
Kau harus pergi sekarang.
Kau harus pergi ke Dentwich.
Kau harus pergi.
- Osmund, aku... - Averill, kau akan mati.
Dan kau tidak?
Ikutlah denganku.
Jika aku meninggalkan biara saat ini, aku akan mengkhianati Tuhan.
Kau sudah mengkhianati-Nya.
Kau tahu persimpangan Martyrs di hutan Dentwich?
Aku akan menunggumu disana, setiap subuh selama satu minggu.
Kemudian aku akan pergi.
Ampuni aku, Bapa. Aku sedang kebingungan.
Aku mengaku, aku seorang yang hina.
Bisakah aku mengabdi pada-Mu di luar tembok ini?
Aku akan pergi dari sini, tapi aku takkan tersesat dari rahmat-Mu, Bapa.
Tunjukkan kehendak-Mu.
Bapa, berikan aku tanda.
Aku Ulric, utusan Uskup.
Yang kukatakan tidak boleh terdengar orang luar.
Uskup mendengar bahwa ada sebuah desa yang tidak terjangkit oleh wabah.
Orang-orang bilang itu tempat perlindungan dari wabah.
Ada banyak desa yang belum terjangkit oleh wabah.
Sudah dinyatakan bahwa penduduk desa itu kebal dari jangkauan wabah.
Itu salah besar.
Ini saat yang sulit.
Sedikit berita saja bisa menggemparkan...
Bagi mereka yang kurang berpendidikan seperti kau atau aku.
Itulah kenapa kita tidak boleh percaya pada rumor dan takhyul.
Rahmat Tuhan ada pada umatnya yang mencari kebenaran.
Kita harus memastikan bahwa orang-orang tidak mencari jawaban di luar Tuhan dan gereja.
Aku harus melihat sendiri bagaimana desa ini tidak terjangkit wabah.
- Apa yang kau inginkan dari kami? - Desa yang kucari ada di tengah hutan belantara.
Aku membutuhkan seorang pemandu yang taat pada Tuhan untuk menunjukkan jalan.
Disini tak ada orang yang sesuai untuk tugas itu.
Dengan izin Uskup, aku akan menunjuk seseorang disini.
Tanpa mengurangi hormat, aku memilihmu.
Aku akan memandumu kesana.
Tidak, dia hanya seorang calon biarawan. Tugas ini butuh orang yang lebih berpengalaman.
Biarkan dia bicara.
Kau bilang desa yang kau cari ada di hutan belantara. Aku dibesarkan di dekat hutan Dentwich.
Aku tahu daerah itu lebih dari siapapun.
Dia punya pengalaman yang kubutuhkan.
Kau akan memandu kami. Kita pergi saat subuh.
Osmund, orang itu lebih berbahaya daripada wabah itu sendiri.
Pendeta, aku berdoa untuk bimbinganmu.
Tuhan telah menjawab.
Bahkan jika kau selamat, dunia luar akan merubahmu.
Mungkin itulah yang kuinginkan, Pendeta.
♪Aku dan kekasihku, kita telah berbuat dosa.♪
♪Sekarang kulit kekasihku jadi menghitam.♪
♪Aku dan kekasihku, kita sudah berani bercumbu.♪
♪Sekarang kekasihku membusuk di kuburan lebih dulu.♪
Kita punya pemandu.
Tuhan sudah kehilangan orang dewasa.
Dia mengirimkan kita bocah laki-laki.
Apa kau sanggup, Nak?
Aku bisa membawamu kesana.
Berdoalah.
Ini mampu memotong siapapun dari pantatnya sampai kepalanya.
Itu untuk apa?
Seberapa banyak dia tahu?
Ulric tidak mengatakan yang sebenarnya tentang apa yang terjadi.
Desa yang akan kita tuju...
Mereka sudah meninggalkan Tuhan dan menggantikannya dengan iblis.
Disana ada pengorbanan. Manusia makan manusia dan menghidupkan orang mati.
Kami ditugaskan menangkap pemimpin dari desa ini untuk pengakuan, persidangan dan eksekusi.
- Uskup ingin membakar seorang penyihir. - Maaf, apa itu "penyihir"?
Penyihir adalah orang yang mampu menghidupkan orang mati dari dalam tanah.
Memberikan kehidupan pada mereka.
Kita punya peralatan, kita punya kemauan.
Kita akan pergi ke neraka.
- Tapi Tuhan akan bersama kita. - Kau menipuku.
Kembalilah ke biaramu jika kau merasa dikhianati...
Atau ikut dengan kami dan lakukan tugas dari Tuhan.
Berkemaslah, kita berangkat.
Itu termasuk dirimu, Swire.
Hei.
Kami tidak seburuk yang kau kira.
Kami lebih parah. Tapi kami ingin kau hidup.
Kau sepertinya cocok untuk melindungi seseorang.
Sudah lama aku bersama Wolfstan dan Griff di dalam pasukan kerajaan.
Jujur saja, kami pernah berhadapan dengan iblis sebelumnya dan kami melawannya.
- Apa yang terjadi padanya? - Ivo dulu pernah diculik.
Tidak mau bicara, jadi orang Prancis memotong lidahnya.
- Dan dia? - Mold adalah orang yang harus di hindari.
Kecuali ada penyembelihan.
Dan Dlaywag, dia adalah seorang algojo.
Dan jika rumor benar, dia seorang pembunuh, pencuri dan penipu wanita.
Tapi di luar itu, dia adalah orang yang baik.
- Bagaimana dengan Ulric? - Aku punya istri dan anak.
Aku disini karena uang. Ulric disini karena Tuhan menyuruhnya datang kesini.
Bakar!
Ampuni aku. Tolong ampuni aku!
Aku tak melakukan apa-apa!
- Kita harus menolongnya. - Kau dengar aku? Kau layak dibakar!
- Aku tidak melakukan apa-apa. - Bakar! Bakar penyihir ini!
- Kau bersekutu dengan iblis. - Kejahatan apa yang dia lakukan?
- Dia membawa wabah pada desa kami. - Wabah ada dimana-mana, dan itu tidak terelakkan.
Ini tak ada hubungannya denganmu, Rahib. Jangan ikut campur!
Aku tidak melakukan apa-apa! Kumohon!
Minggir!
Apa salah wanita ini?
Dia bersekutu dengan iblis untuk meracuni sumur kami.
Sekarang separuh warga desa telah meninggal.
Aku hanya memberkahi sumur kami untuk mencegah wabah.
- Dasar pembohong! - Aku tidak bersalah.
- Kematian bermula setelah dia terlihat dari sumur. - Kau sudah mendengar pengakuannya?
Banyak dari kami melihat dia mengucapkan mantra. Sekarang dia harus di bakar...
Untuk melindungi apa yang tersisa di desa kami.
Minggirlah.
Aku takkan meminta lagi.
Mundur.
Terima kasih.
Jangan berhenti lagi.
Ayo pergi.
Sebagaimana matahari terbit dan tenggelam...
Penyihir akan dibakar.
Ada desa di utara yang membakar 128 penyihir dalam satu malam.
16 penyihir dalam 1 jam, selama 8 jam.
Ketika malam tiba, mereka membunuh setiap wanita di desa itu.
Dan pada akhirnya para pria bercinta dengan babi.
Tidak cukup dengan wabah, sekarang Tuhan membuat kita bercinta dengan babi.
Desa yang kita cari ini, kau pernah kesana?
Tidak, tapi aku tahu tempatnya.
Neraka telah menanti kita.
Jika kau tak berani, maka pergilah sekarang. Dan akan kuambil bagianmu.
Menurut gereja darimana wabah ini berasal?
Aku tidak percaya jika Tuhan sedang menghukum kita.
Kurasa dari Prancis, dimana semua kebusukan menjadi satu.
Untuk kali ini, kau berkata benar, Swire.
Tiga tahun lalu, kami berperang di Normandy.
Pasukan Raja Edward telah terkepung.
Untuk setiap 20 dari kami, setidaknya mereka punya ratusan pasukan orang Prancis.
Orang Prancis...
Para orang Prancis...
Mereka bisa merasakan kemenangan.
Pada hari itu, pemanah kami untuk pertama kalinya menggunakan busur.
Lebih cepat mengisi, lebih jauh jangkauannya.
Panah mereka tidak begitu berguna. Tidak bisa menjangkau kami.
Dan panah kita menerjang seperti awan gelap.
Akhirnya, medan peperangan dipenuhi dengan kematian mereka.
Dan sudah menjadi kebiasaan di dalam pertempuran untuk menggunakan misericorde.
Misericorde adalah sebuah pemberian ampunan.
Kau menusukkan pedang melalui ketiak langsung menuju ke jantung.
Itu kematian yang cepat dan tidak menyakitkan.
Tapi pada hari itu merupakan akhir dari keksatriaan.
Raja Edward memerintahkan agar pasukan Prancis yang hidup dibunuh tanpa ampunan.
Tangan, kepala, kaki...
Di penggal.
Pasukan terbesar Tuhan berubah menjadi orang biadab.
Jika boleh bertanya. Bagaimana itu berhubungan dengan wabah?
Kami membawa kematian sejak hari itu.
Kematian tidak meninggalkan kami sejak itu terjadi.
Wanita yang kau bunuh itu...
Dia bukan seorang penyihir.
Kenapa kau menawarkan diri untuk bergabung dengan kami, Rahib?
Untuk melayani Tuhan.
Membunuh penyihir juga melayani Tuhan.
Wanita itu sudah mati.
Jika aku melepaskannya, orang-orang itu akan menangkapnya dan membakarnya.
Aku telah mengurangi penderitaannya.
Kadang hanya itu yang bisa kau lakukan.
Dia berkata: "Kembalilah".
Tempat yang kita tuju, orang-orang disana telah menjadi liar.
Pasti ada sesuatu yang spesial yang membuatmu meninggalkan biara itu.
- Ada yang ingin kau katakan? - Tidak.
Kau tahu apa pekerjaanku?
Aku seorang penyiksa, pencari kebenaran.
Bisa mencium kebohongan, dan aku mencium kebohongan itu darimu.
Aku akan berdoa di tempat lain jika aku menjadi dirimu.
Apa kau sudah melanggar sumpahmu, Nak?
Jangan ganggu dia, Mold.
- Mundur, mundur! - Griff?
Griff?
- Kubilang, mundur! - Biarkan aku sendiri.
Biar kulihat.
Biarkan aku melihatnya.
Aku hanya akan melihatnya.
Mengerti? Kawan, aku hanya akan melihatnya.
Kenapa kau tidak mengatakannya pada kami?
Maafkan aku.
Perjalanan dia berakhir disini.
Aku ingin pengampunan.
Aku ingin membuat pengakuan pada biarawan itu.
Tidak.
- Kami tidak tahu bagaimana ini menyebar. - Siapa yang minta pendapatmu?
Aku akan menerima pengakuanmu.
Mari, kau akan mendapatkan pengampunan dosa.
Tutup mulutmu!
Aku mengampuni dosa-dosamu.
Dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus.
Maafkan aku.
Bapa kami di surga...
Dikuduskanlah Nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi dan di surga.
Berikan kami makanan hari ini.
Aku butuh waktu dengannya.
Baiklah.
Aku bersyukur itu kau. Aku bisa melihat...
Selamat tinggal, Kawan.
Kuburkan dia.
- Inilah hutan Dentwich. - Masih berapa jauh lagi?
Setengah hari lagi, mungkin kurang.
Bersiaplah. Hari sudah mulai gelap.
Kau berjaga malam ini, Swire.
Memberikan pengampunan pada Griff...
Butuh keberanian.
Apa kau percaya desa ini bisa membangkitkan orang mati?
Jika tidak aku takkan ada disini.
Kau meragukannya?
Aku percaya bahwa memburu penyihir dan iblis melebihi kau melayani Tuhan.
Kau telah belajar banyak di dalam biara.
Iblis dan penyihir ada di antara kita.
Seperti yang akan kau temui.
Segera.
Aku akan tidur.
Averill?
Averill.
Averill?
Averill.
Tidak.
Tidak.
Averill.
Bangun!
Ulric!
Bangun!
Wolfstan!
Ulric, bangun! Bangun, Ulric!
Ada berapa banyak di dalam hutan sana? Apa yang kau lihat?
- Mereka ada di hutan. Aku tidak... - Berapa banyak?
Aku tidak tahu!
- Berapa banyak? - Dia tidak tahu.
Mold, majulah.
Tunggu, tunggu.
Masuk kesana, sekarang!
Diamlah!
Tidak!
Dimana Ivo?
Kau tak apa?
Kita kehilangan Ivo.
Kenapa kau meninggalkan kemah?
Bicara!
- Aku pergi untuk bertemu seorang wanita. - Dan dimana dia sekarang?
Dia tidak selamat.
Tuhan telah menghukumku karena meninggalkan biara.
Tuhan punya cara lain.
Karena dirimu...
Salah satu orangku mati.
Jika kita ingin bergerak, sebaiknya sekarang.
Bagaimana kita tahu jika mereka bukan yang kita cari?
Mereka hanya pencuri biasa.
- Kau akan memandu kami ke tempat itu. - Tuan, aku tidak berguna untukmu.
Kau akan memandu kami...
Atau tinggal disini sendirian dan menjadi orang yang terkutuk.
Desa itu ada dibalik rawa ini.
Apa rencanannya?
Cari penyihir itu...
Menangkapnya...
Mengurungnya.
- Kurungan itu tak bisa menyeberangi rawa. - Maka tinggalkan saja disini!
Kita seret dia kesini.
Ayo, Nak.
Ayo.
Kenapa kalian datang ke desa kami?
Kami mencari tempat pengungsian.
Subtitle Diedit Oleh Irvan Kwasen - Gresik
Sampai jumpa pada film berikutnya
Tempat untuk beristirahat, tidak lebih.
Kalau begitu selamat datang.
Namaku Hob.
Aku Ulric.
Kau telah diserang?
Di hutan.
Baguslah kalian bisa sampai kesini. Hutan itu bisa sangat berbahaya.
- Boleh aku tanya apa yang kau lakukan? - Memberikan pertolongan pada yang menderita.
Pertolongan?
Dari apa?
Kabar tentang wabah belum kalian dengar?
Hanya kabar saja yang kami dengar.
Mari.
Ada apa ini?
Kita harus berpura-pura untuk menarik perhatian penyihir.
Tidak ada yang boleh bertindak kecuali kuperintahkan.
Malam ini kami sediakan makanan dan tempat tidur.
Dan besok pagi kami akan mengantarmu ke bagian hutan yang aman.
Kami tidak diterima disini?
Tentu diterima.
Kenapa juga kalian mau tingal disini?
Ini tempat mandi, sepertinya kalian butuh mandi.
Ini saat yang tidak tepat untuk dibutakan oleh kesedihan.
Jika ini neraka, aku tidak sabar pergi ke surga.
Kau takkan pergi ke surga, Swire. Percayalah padaku.
Aku akan merawat luka kalian.
"Aku akan merawat lukamu"?
Itu perlu di jahit.
- Ikutlah denganku. - Mungkin kau harus biarkan dia melihatnya.
- Darimana asalmu? - Dari biara di Staveley.
Kau sedang berduka.
Apa terlihat jelas?
Karena wanita?
Bukan sebuah dosa mencintai wanita.
Aku telah bersumpah pada Tuhan.
Lelaki butuh lebih dari cinta pada Tuhan untuk menjaganya.
Dan dia seharusnya tidak dihukum kerena menginginkanya.
Kau punya suami?
- Suamiku sudah wafat. - Aku turut berduka.
Lepaskan pakaianmu.
Aku harus merawat lukamu.
Sakitnya sudah hilang.
Ini luar biasa, rasa sakitnya sudah hilang.
Ini ramuan yang mujarab.
Boleh aku bertanya, bagaimana suamimu meninggal?
Orang sepertimu membunuhnya.
Orang sepertiku?
Orang-orang Tuhan.
Gereja ini sudah lama tidak digunakan.
- Wanita yang bersamamu... - Dia hanya merawat lukaku, tidak lebih.
Disini tidak ada yang terlihat biasa.
Kalian bisa membuat kami hangat, Nona.
Anak-anak.
Aku menemukannya.
- Dimana? - Di rawa.
Setiap desa yang kita lewati punya kuburan.
Tidak ada mayat, tidak ada mayat yang terbakar.
Kita tak bisa menghakimi mereka karena tidak terkena wabah.
Sekelompok orang telah dikirim sebelum kami untuk tugas yang sama.
Empat orang, tidak ada yang kembali.
Mereka di pimpin orang sepertiku.
Simbol ini hanya di pakai oleh utusan dari Uskup.
Gadis itu memakainya.
Selamat datang untuk para tamu. Apa yang menjadi milik kami sekarang milik kalian.
- Untuk tamu kita. - Untuk tamu kita.
Kami juga ingin berterima kasih karena tidak terjangkit wabah mengerikan...
Yang melanda desa ini.
Jika boleh...
Aku ingin ucapkan terima kasih atas sambutan kalian.
Mari kita berdoa.
Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di bumi dan di surga.
Berikan kami makanan hari ini.
Dan maafkan dosa kami, seperti kami memaafkan mereka yang berdosa pada kami.
- Amin. - Amin.
Aku mengharapkan ucapan terima kasih, bukan doa.
Wanita disin lebih banyak daripada pria.
Mungkin itulah sebabnya wanita yang harus menjadi pembicara mereka.
Jangan tertipu.
Kejahatan ada di tempat ini, di dalam orang-orang ini.
Osmund.
Aku hanya ingin cari angin.
Kami menemukan dia di hutan.
Dia menyebut namamu sebelum kematiannya.
Maafkan aku, Tuhan. Aku marah.
Kenapa Kau mengambilnya?
Kenapa Kau mengambilnya?
Osmund, darimana saja kau?
Kenapa kau mengkhianatiku?
Kenapa?
Kenapa kau mengkhianatiku?
Osmund?
Osmund.
Osmund?
- Ada apa denganmu? - Kita akan menjadi hewan.
Kita harus menjadi lebih dari sekedar hewan jika ingin kemenangan.
Aku tidak melihat kejahatan disini, yang kulihat hanya sebuah desa yang sederhana.
Jangan biarkan penderitaan mengecilkan hatimu.
Tuan, bagaimana kau tahu? Kau tidak punya perasaan menderita.
Aku tahu apa itu penderitaan.
Istri dan anakku ada di sisi Tuhan.
Memang benar.
Tak ada wabah di desa ini.
Tapi juga tak ada Tuhan disini.
Dan untuk itulah mereka akan menderita.
Kau malu?
Aku jelek dan aku orang Kristen.
Dan itu bukan hal yang bagus disini.
Pergilah.
Kapan dia akan dikubur?
Jangan khawatir. Aku akan mengurus segalanya.
Bisakah aku melihatnya lagi?
Kau akan melihatnya.
Katakan para pria itu akan berbahaya bagi kami.
Khusunya padaku.
Aku tahu ketika aku melihat mata Ulric.
Tapi aku tidak tahu ada di pihak mana dirimu.
Ikutlah denganku.
Ayo.
Ada apa disini?
Sesuatu yang harus kau lihat.
Sekarang.
Ada apa?
Minggir!
Makanan dan minumannya.
Sebagai seorang Kristen, kau mengenal konsep pengkhianatan.
Mendekat. Berkumpul.
- Berkumpul. - Menyingkirlah!
- Mendekat. - Menyingkirlah!
Berkumpul.
Berhenti! Enyahlah!
Lihat aku, Nak. Lihat aku!
Ayolah, Nak.
Pelacur!
Pelacur!
Para orang Kristen itu berkata...
Bahwa mereka datang ke desa kita untuk mencari tempat perlindungan.
Tapi bukan itu tujuan mereka.
Mereka datang ke desa kita dengan maksud jahat dan kebencian.
Ini adalah hadiah dari Tuhan untuk kita.
Ini adalah kehendak-Nya...
Dan orang-orang itu adalah utusan-Nya.
13 abad dari kekuasaan dan intimidasi...
Sekarang tekurung di balik penjara.
Kami tidak menyukai penyiksaan.
Kami harus melakukannya untuk menjaga diri kami.
Wabah itu adalah wabah orang Kristen, dikirim untuk membinasakan hamba-Nya sediri.
Dengan menumpahkan darah Kristen-mu, wabah tidak akan menyebar.
Kau dan pengikutmu, kalian percaya ajaran sesat itu?
Bunuh kami sekarang, Wanita Jalang!
Aku akan memberikan kalian semua kesempatan untuk hidup.
Tinggalkan Tuhan kalian dan kau akan bebas.
Jika tidak maka kalian mati.
Tidak satu orang pun disini yang akan sujud padamu.
- Aku yang akan mati pertama. - Siapa yang ingin hidup?
Kau?
Aku akan berkelahi dengan Ulric untuk hak mati pertama.
Pilih salah satu.
Kau akan meninggalkan-Nya.
Aku tidak sabar meniduri ibumu di neraka.
Ibuku masih hidup dan dia tak butuh seorang prajurit.
Ayo!
Ayolah!
- Matilah dengan terhormat, Kawan. - Sudah pasti.
Ayo!
♪Aku dan kekasihku, kita telah berbuat dosa.♪
♪Sekarang kulit kekasihku jadi menghitam.♪
♪Aku dan kekasihku, kita sudah berani bercumbu.♪
♪Dia bersedia.♪
♪Sekarang kekasihku membusuk di kuburan lebih dulu.♪
♪Aku dan kekasihku, kita telah berbuat dosa.♪
Sekarang kau akan mengetahui apa itu rasa sakit.
Aku sudah tahu apa itu rasa sakit.
Jangan lihat. Hei, jangan lihat.
Jangan melihatnya, Nak.
Darah-Nya untuk darah kami. Hal najis harus dibersihkan untuk selamanya.
Kami memberikan domba ini untuk di sembelih.
Kematian yang bukan milik kami seharusnya tetap jauh dari kami.
Untuk darah orang Kristen yang busuk dan sakit...
Bersihkanlah dari tanah kami.
Dasar bajingan! Aku akan membunuhmu, Keparat!
Aku akan mencincangmu! Kau dengar aku?
Aku akan mencincangmu! Aku bersumpah.
Pilih lagi.
Aku akan meninggalkan-Nya.
Kau tak boleh meninggalkan-Nya. Kau tak boleh melakukan itu.
Jika kau melakukannya, akan kubunuh kau dengan tangan kosong!
- Aku bersumpah! - Lepaskan dia!
Tidak!
Swire, dengarkan aku. Jika kau meninggalkan-Nya, kau akan dibakar api neraka.
- Aku tak mau mati seperti ini. - Kawan, kau akan di bakar api neraka.
- Mereka akan membunuhmu. - Jangan biarkan dia pergi. Tidak!
Aku bersumpah pada Tuhan, mereka akan membunuhmu.
- Swire, berhenti, tidak! - Aku bersumpah, mereka akan membunuhmu.
Tuhan, pergilah. Aku meninggalka-Mu selamanya.
Tuhan, pergilah.
Aku meninggalka-Mu selamanya.
Roh Suci, pergilah selamanya.
Roh Suci, pergilah selamanya.
Kristus, pergilah selamanya.
Kristus...
Pergilah selamanya.
Berhala palsu sudah disingkirkan.
Tuhan sudah hilang.
Roh Suci telah hilang.
Kristus telah hilang.
Orang-orang ini akan mengantarmu ke tepi desa.
Kau bebas pergi.
Akan kemana kita?
Akan kemana kita?
Akan kemana kita?
Akan kemana...
Tidak!
Osmund.
- Kau juga akan meninggalkan-Nya. - Jangan ganggu anak itu!
Lepaskan anak itu dan ambil aku!
Dia hanya seorang bocah!
Dia hanya seorang bocah!
Biarawan ini datang untuk mengembalikan iman kita.
Hari ini dia akan meninggalkan imannya sendiri.
Di dalam rumah itu ada wanita yang dia cintai.
- Aku sudah menghidupkannya. - Tuhan, aku sudah mati, aku berada di neraka.
Tidak, Osmund, kau meninggalkan neraka ketika kau melewati tanah kami.
Hiduplah bersama kami disini.
Hiduplah bersama wanita yang kau cintai.
Kami tak punya kemurkaan.
Kami tak punya wabah. Kami tak punya Tuhan.
Kenapa kau melakukan ini padaku?
Karena aku menyukaimu.
Tinggalkan Tuhan dan kalian akan bersama.
Pergilah.
Pergilah.
Osmund. Osmund!
Jangan tergoda.
Itu bukan dia. Itu bukan dia!
Osmund!
Osmund!
Averill.
Tidak, kemarilah.
Averill.
Averill, lihat aku.
Semuanya baik-baik saja.
Semuanya baik-baik saja.
Kau bersama Tuhan.
Kau bersama Tuhan.
Sebentar lagi, aku akan bersamamu. Aku berjanji padamu.
Aku berjanji.
Aku mencintaimu, Averill.
Dalam nama Bapa...
Kuserahkan...
Segenap keimananku.
Amin.
Averill sudah berada disisi Tuhan.
Dan begitu juga diriku.
Ini menunjukkan seberapa kejam mereka.
Bahkan orang yang dia cintai dibunuh atas nama Tuhan.
Anak itu tidak akan meninggalkan-Nya.
Kau tidak punya kekuasaan. Kau tidak punya kekuasaan.
Hob, salib mereka semua.
Kau tidak akan bisa menjauhkan umat Tuhan dari imannya.
Aku tidak takut padamu ataupun iblis sembahanmu.
Kau sudah selesai?
Bawa kudanya.
Salib kami dan kalian akan di ampuni.
Itulah kepercayaan penyihir kalian.
Kalian datang ke tanah kami dengan membawa kematian.
Untuk pertama kalinya kau mengatakan sesuatu yang benar.
Kami datang membawa kematian.
Dia tidak bisa melindungi kalian dari murka Tuhan.
Bertobatlah! Sebelum terlambat.
Lakukan.
Bertobatlah!
Kau akan meninggalkan-Nya.
Tidak akan.
Tidak! Tidak!
Tidak akan.
Tinggalkan Tuhanmu.
Tidak!
Tidak akan.
Tidak!
Berhenti!
Biarkan aku melihat anak itu.
Kau melakukannya dengan baik.
Ayolah.
Mereka semua akan mati oleh tangan Tuhan.
Buka bajuku.
Buka bajuku.
Aku adalah kematian.
Pembalasan dendam adalah milikku.
Amarah Tuhan jatuh pada kalian!
Tuhan akan bertindak.
Lari!
Dimana kau?
Tidak!
Amin.
Tidak!
- Neraka menunggumu dengan tangan terbuka. - Neraka itu tidak ada.
- Kalau begitu, surga tidak menginginkamu. - Surga itu tidak ada.
Kenapa? Kenapa kau mengikuti dia?
Karena dia sangat indah.
Dan nyata.
Inilah...
Yang nyata.
Tuhan itu tidak ada.
Dimana kau?
Dimana kau?
Kau seharusnya tidak membunuh.
Ingat?
Ingat?
Averill sudah berada di Api Penyucian.
Mungkin di pikiranmu yang sinting.
Apa kau tidak pernah berpikir Averil tidak pernah mati?
Kami menemukannya di hutan, terluka parah tapi masih hidup.
Itu tidak benar.
Ya, Osmund. Averill tidak pernah mati. Dia masih hidup.
Kubius dia.
Kubius dia.
Lalu kenapa...
Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau menguburnya?
Karena manusia butuh keajaiban.
Dan mereka menyembah pembuat keajaiban. Siapapun itu.
Orang-orang di desa ini percaya padaku.
- Begitu juga denganmu. - Tidak, Averill sudah mati.
Kau membunuhnya.
Averill sudah mati.
Averill...
Dia sudah mati.
Hidupkan kembali dia.
Kumohon. Hidupkan kembali dia!
Tidak, aku tidak bisa.
Berdoalah pada Tuhanmu.
Lihat apa yang Tuhanmu bisa perbuat.
Averill...
Dia sudah mati.
Tidak ada yang indah ataupun menarik ketika mengirimkan manusia kembali pada Tuhan.
Tidak ada surga bagi mereka yang membunuh.
Wabah juga mempunyai tujuan yang sama.
Dan mereka yang selamat dari pedang kami segera terjangkit oleh wabah.
Mereka tidak dilindungi oleh penyihir.
Mereka hanya terpencil.
Dan ketika wabah sampai di tanah mereka...
Mereka juga terbunuh oleh wabah.
Osmund.
Osmund.
Kita sudah sampai.
Osmund.
Kau sudah kembali saja itu mukjizat.
- Siapa itu? - Penyihir yang akan kukirim ke Uskup.
Kemari. Bagus.
Berapa banyak dari kalian yang masih hidup.
Cukup.
Jaga dia.
Dia tidak perlu di jaga.
Dia datang kembali dengan Tuhan.
Aku tidak pernah melihatnya lagi.
Aku hanya mendengar ceritanya.
Cerita yang gelap.
Seiring waktu berjalan, hati Osmund berubah menjadi dingin.
Bahwa di balik bayangan kesedihannya, dia menemukan kebencian.
Dan itu atas nama Tuhan.
Dia membawa pedang dan pembalasan dendam menjadi imannya.
Ada yang bisa kubantu?
Kumohon...
Kumohon!
Kumohon!
Aku tak melakukan apa-apa.
Kumohon!
Kumohon!
Kau salah orang.
Aku ingin pengakuan dan aku ingin dia hidup.
Aku tidak...
Kumohon!
Osmund.
Dia tidak mau mengaku.
Apa kau yakin dia seorang penyihir?
Dimana dia?
Sebagian orang mengatakan bahwa dia menemukan penyihir itu.
Kemudian menyiksa dan membakarnya.
Sebagian lagi mengatakan itu bukan penyihir.
Itu hanya rasa bersalah pada penyihir yang dia lihat pada setiap wanita.
Aku lebih suka berpikir bahwa dia menemukan kedamaian...
Dalam mencari keindahan di dunia ini...
Yaitu kebaikan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.