Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Aku Luigi.
Katanya aku punya daya tarik seksual yang kuat.
Benar-benar bikin cewek klepek-klepek.
Dan aku bangga akan itu.
Ah!
Maaf, nona, maaf.
Maaf...
Tunggu!
Aku Hazel. Kau siapa?
Luis Miguel Mercado.
Tapi kau boleh panggil aku "sayang".
Aku punya banyak pacar
Semua di saat bersamaan.
Tidak!
Tidak, sayang!
Dari jurusan berbeda di kawasan kampus.
Iya!
Ada yang kuliah akuntansi...
- Keperawatan, - Jangan buru-buru masukin.
Bisa sakit.
Tata boga,
Enak banget, sayang.
Enak banget!
- Pendidikan. - Cium aku di sini...
Anak baik.
Sekarang, sayang...
Aku mau ngajarin kau pelajaran baru.
Makanya mereka semua ngefans sama aku.
Semua iri, dan bertepuk tangan buatku.
Pelan-pelan, Papa.
Aku keluar, sayang.
Pelan-pelan, Papa.
Enak banget, sayang.
Ah, enak banget.
Kenapa?
Aku capek, sayang.
Ini minggu ujian kita.
Otakku capek gara-gara belajar terus.
Kau selalu sibuk.
Minggu lalu kau ke gym.
Dua minggu lalu, kau habis pulang dari luar kota.
Kau selalu capek.
Lelah.
Tidak semangat.
Itulah yang terjadi kalau kau keluar setiap hari.
Jangan khawatir, sayang.
Aku akan menggantinya.
Aku sudah sering dengar itu.
Oke, baiklah.
Senin jadwalmu minggu depan.
Supaya aku bisa simpan tenaga untuk akhir pekan.
Kenapa? Kau ada jadwal lain?
Tidak, tentu saja tidak...
Kita tidak harus ketemu setiap hari, kan?
Lagi pula, aku atur jadwal
karena aku sibuk.
Aku cuma bisa istirahat saat akhir pekan,
dan kumpul bareng keluarga.
Aku harap kau mengerti, sayang.
Aku harus prioritaskan studiku.
Kalau tidak...
Ibuku tidak akan izinkan aku punya pacar lagi.
Hah?
Maaf, sayang.
Aku benar-benar minta maaf.
Oke.
Aku setuju hari Senin.
Aku ngerti kau.
Tapi untuk sekarang, biar aku yang manjain kau.
Uh, sayang, enak banget rasanya.
Sayang?
Aku cinta kau, sayang.
Aku cinta kau.
Lagi.
Gimana caranya aku bisa pacaran dengan mereka semua sekaligus?
Gampang.
Ada tujuh hari dalam seminggu.
Kenapa Rabu, sayang?
Sayang, kelasku sampai jam 9 malam.
Mau aku tidak lulus?
Tidak! Aku cuma pengen kita ketemu hari Rabu, papa.
Mama, tolong mengerti...
Mereka ngeledekin aku karena terlalu nurut sama kau.
Bukan gitu, sayang.
Tentu saja aku khususkan hari Kamis buat kau.
Lagi pula, jadwalku bisa berantakan.
Jumat pasti macet parah.
Kita cuma bakal buang waktu di taksi.
Ya sudah kita lakuin aja di taksi.
Kan lebih menegangkan, sayang?
Hari apa pun terasa seru...
Asal bareng kau, sayang.
Aku setuju hari apa saja.
Kau pengertian banget, sayang.
Makasih.
Ayo, aku kenalin kau ke teman-temanku.
Ini cewek yang tergila-gila sama kau itu?
Hey! Jaga mulutmu, tolol!
Tidak apa-apa, sayang.
Dia ngomong yang benar.
Kau tahun berapa?
Tahun ketiga, Komunikasi Massa.
Wow!
Kau dapat satu lagi dari jurusan lain.
Hah?
Soalnya dia punya...
Teman.
Teman-temanku, dari jurusan lain.
Tentu saja, aku harus perluas pengetahuan.
Pengetahuan?
Nilainya saja susah dipertahankan.
Berapa kali kau ganti jurusan?
Brengsek!
Aku bosan, makanya ganti jurusan.
Bosan, atau merasa jenuh?
Oh!
Kalian kejam sekali sih!
Dia cuma lagi cari jati diri dan apa yang dia suka.
Itu bukan hal buruk.
Jadi maksudmu,
dia sudah tersesat tiga tahun?
Jangan peduliin mereka, sayang.
Mereka cuma iri,
karena mereka tidak punya pacar secantik kau!
Anginnya kencang banget di sini.
Kenapa? Kalian semua punya pacar?
Sayang, kau masih ada kelas, kan?
Tak apa-apa, sayang.
Aku juga tidak mau masuk.
Jangan begitu, nanti aku dibilang pengaruh buruk.
Masuk kelas, ya.
Aku mulai tak enak badan, perutku sakit.
Mungkin aku tak bisa ikut kau.
- Oke? - Tapi, sayang...
Aku ke toilet dulu ya!
Maaf temanku,
perutnya memang sering bermasalah.
Apa saja dimasukin ke mulut.
Biarin saja. Aku antar kau pulang.
Hey, Joey!
Aku sudah ngechat Luigi.
Dia bareng kau?
Sayang!
- Hah, sayang? - Sayang! Aku bilang sayang!
Kau salah dengar, duduk dulu.
Ngapain kau di sini?
Dan bagaimana kau tahu aku di sini?
Aku nebak saja.
Ini kan tempat nongkrongmu.
Oh, sayang...
Kau sehebat agen NBI dalam menyelidiki.
Katanya kau lagi tak enak badan?
Makanya tak bisa keluar dari asrama.
Aku ke sana tadi.
Tapi mereka bilang kau masuk kelas.
Ah, aku sudah agak mendingan.
Sayang juga kalau tak masuk kelas, kan?
Pelajaran dan ilmu baru.
Kau tahu tidak, sayang.
Itu yang aku suka dari kau.
Kau utamakan studimu.
Makanya kadang kau tak punya waktu buat aku.
Sayang, bukan begitu maksudnya.
Maksudku, sayang...
Aku mengerti, sayang.
Dan aku bangga banget sama kau.
Beneran, sayang?
Tapi, sayang, jangan pernah muncul tiba-tiba begini,
kau tahu aku tak suka kejutan.
Soalnya nanti malah kau yang kaget.
Brengsek!
Soalnya bisa saja aku lagi ngerjain tugas,
kau tahu sendiri,
aku tak suka kalau tak bisa ngeladenin kau.
Romantis banget sih.
Aku bawa sesuatu buat kau.
Wow, kelihatannya enak banget.
Katanya tadi perutmu sakit?
- Brengsek! - Bagi dong sedikit!
Hey! Bagi satu dong!
Jangan peduliin mereka, sayang.
Emang begitu kelakuan mereka.
Parasit.
Meski teman-temanku ngeselin,
mereka selalu bantu aku kalau aku hampir ketahuan.
Teman-temanku panggil aku,
Kolektor Pacar, di kawasan kampus.
Di setiap kampus, aku punya pacar.
Mereka adalah prestasiku, piala-pialaku.
Mereka membuatku merasa utuh,
dan jantan.
- Hai. - Luigi!
Kenalin, pacarku.
Susie.
Hai.
Pacarmu?
Iya.
Serius?
Kayaknya tak pernah dengar berita si pecundang ini deketin cewek.
Kenapa? Memangnya aku harus pamer ke kalian dulu?
Atau kau cuma tunggu waktu yang pas buat kasih tahu kami kalau sudah resmi.
Iya.
Gila, ini orang.
Kau benar terima dia?
Kenapa etidak?
Kalian tak cocok kelihatannya.
Kau terlalu cantik.
Coba lihat dia.
Kelihatannya kayak tak mandi.
Iya, benar!
- Makanya di sini bau. - Busuk!
- Goblok. - Kenapa?
Aku lebih ganteng dari...
- Jangan tunjuk aku! - Alan!
- Oh. - Sialan!
Dia tunjukin jari tengah padamu, bro.
Tunggu, tunggu.
Stop.
Aku tidak lihat dari penampilan.
Yang penting buat aku itu dia orang baik dan dia sayang sama aku.
Kau sayang sama dia?
Tentu saja!
Dia tak tanya kau.
Cepat banget jawabnya.
Cukuplah.
Cukup.
Cukup, ya?
Cukup katanya, dengarkan itu!
Kau bego, ya?
Kau tahu arti dari โcukupโ?
Artinya belum seratus persen yakin.
Dia masih bisa ganti kau!
Bodoh.
โCukupโ itu artinya tak lebih, tak kurang.
Kalau kau mau sayang sama seseorang, kau harus kasih sepenuhnya.
Kalau bisa aku kasih lebih dari seratus persen!
- Betul! - Setuju!
Jangan puas dengan yang biasa!
Kau memang luar biasa ya?
Kau beruntung banget dapat Susie.
Bayangin muka begini bisa hoki, ya?
Ya iyalah!
Iya kan, sayang?
Sekarang bagaimana?
Ngiler lihat pasanganku?
Bro, belum ada yang kalahkan aku.
Tunggu saja.
Aku telah kalahkan kau.
- Susie. - Oh!
Kau tak bareng temen-temenmu?
Kau, bukannya bareng Joey?
Tidak.
Lagian, aku tak mau terus-terusan bareng dia, kan?
Ih.
Aku sebenarnya sudah tambahin kau di FB.
Ah, serius? Tunggu ya.
Oke, aku terima.
Serius?
Iya, sebentar.
Nih.
Sudah aku terima.
Nah.
Benar.
Makasih ya.
Sama-sama.
Susie.
Oke deh.
Aku harus pergi dulu.
Kami pamit dulu.
Temanmu?
Iya, ini Marla.
- Hai. - Hai.
Uh, oke, kami pergi dulu, masih ada urusan lain.
- Oke. Hati-hati. - Hati-hati, hati-hati.
Aku tak tahu.
Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini ke seorang cewek.
Kayaknya aku jatuh cinta.
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Iya.
Kau tak semangat lagi.
Jangan bilang kau sibuk lagi.
Aku cuma kepikiran soal proyekku, sayang.
Aku belum mulai kerjain.
Besok sudah harus dikumpulin.
Ya ampun.
Bagaimana kalau sekali-sekali kau anggap aku proyekmu?
Kau bikin aku ngerasa tak berarti.
Boleh tidak aku ajak kau buat...
Ngopi, cuma ngopi.
Indah ya di sini?
Segar banget.
Dan tenang banget.
Kayaknya aku jatuh cinta.
Sama kau.
Langsung?
Aku serius.
Aku rasa aku jatuh cinta sama kau.
Kalau...
Joey bagaimana?
Kau akan kasih tahu dia?
Tentu saja tidak.
Maksudku adalah,
tentu saja kau mendekati pacar temanmu sendiri.
Kalau kau cinta sama dia, aku akan menjauh darimu.
Tapi kalau tidak,
aku akan berjuang.
Kau cinta sama dia?
Jadi, kita jadian?
Menurutmu bagaimana?
Kita jadian saja.
Jadi, aku yang kau cintai?
Aku belum yakin.
Kenapa belum yakin?
Kau yakin cinta sama aku?
- Kita rahasiakan dulu ya. - Kita rahasiakan dulu ya.
Maaf sayang, aku ada urusan mendadak.
Nenekku baru saja meninggal.
Sudah berapa nenek yang meninggal?
Kayaknya sudah yang kelima.
Kau chat-an sama siapa?
Ah, teman sekamar di asrama.
Nanya aku sudah pulang atau belum.
Terserah.
Wow, bareng Susie itu luar biasa.
Enak banget bareng dia.
Maksudmu, dia hebat di ranjang?
Atau jangan-jangan kau baru pegangan tangan saja?
Sudah sampai base pertama?
Base pertama?
Maksudmu seks?
Tepatnya begitu.
Hampir.
Maksudmu hampir bagaimana?
Bagaimana kalau dia punya pacar lain?
Dia tak akan ngelakuin itu ke aku.
Dia sayang banget sama aku.
Iya kan, sayang?
Kangen kau.
Aku cinta kau.
Aku? Bersalah?
Tidak!
Bukan salahku kalau Susie cinta sama aku.
Dan dia yang ngajak aku buat seks.
Kalian tak ada apa-apanya dibanding dia.
Sayang, kita tak jadi seks hari ini?
Sayang, ayolah.
Kencan kita tak harus selalu berakhir dengan seks, kan?
Akhir-akhir ini rasanya beda.
Kau kayak berubah.
Cuma sibuk sama kuliah, sayang.
Kau selalu sibuk.
Kenapa? Memangnya kau ujian tiap hari?
Kau punya proyek setiap hari?
Tak masalah kalau nilaimu tinggi.
Tapi kenyataannya tidak.
Kalau kau tak percaya sama aku...
Aku tak akan maksa.
Begitu saja? Tak mau ngelawan?
- Kau mau aku ngelawan? - Tidak.
Maksudku, kau kayak tak peduli aku percaya atau tidak.
Kau tak masuk akal.
Justru kau yang tak jelas.
Kau cuma cari-cari alasan!
Ya sudah.
Aku bohong.
Aku tak ngerjain proyek,
aku tak ikut ujian, aku tak belajar sungguh-sungguh...
Itu yang mau kau dengar?
Kalau kau tak punya ujian, tak punya tugas...
Kenapa kau tak ada waktu buat aku?
Kenapa kau jadi dingin sama aku?
Karena aku sudah punya pacar lain.
Puas sekarang?
Kurang ajar kau!
Semudah itu kau gantiin aku?
Kalau aku mau, aku bisa gantiin kau kapan aja.
Kapan saja.
Sayang, jangan. Maaf banget.
Aku tak bermaksud nyakitin kau.
Aku benar-benar minta maaf. Maafin aku.
Karena kau, sayang.
Kau yang tak mau percaya apa yang aku omongin.
Sekarang aku percaya.
Kau memang sibuk.
Tapi kau tak punya pacar lain, kan?
Aku satu-satunya pacarmu, kan?
- Cuma aku. - Tentu saja.
Cuma kau. Tidak ada yang lain.
Kau saja yang terus-terusan curiga sama aku.
Sekarang aku percaya, sayang.
Aku percaya dan cinta banget sama kau.
Aku bisa mati kalau kau ninggalin aku.
Maaf banget ya.
Aku maafin kau.
Asal jangan diulangi lagi ya?
Untung kau tidak ada kegiatan hari Sabtu.
Itu hari istirahatku.
Tapi mulai sekarang, itu jadi hari spesial kita.
Kau mau kita ketemuan tiap hari?
Itu sih berlebihan.
Aku setuju sekali seminggu.
Biar kita tidak cepat bosan satu sama lain.
Juga, mari atur prioritas kita.
Kuliah, keluarga, teman, dan diri kita sendiri.
Diri kita sendiri.
Kau pintar banget.
Makanya aku makin jatuh cinta sama kau.
Hai, Susie, cintaku! Kita ketemu di mana?
Aku sudah beli dua tiket nonton online buat kita!
Itu Joey?
Kami ada kencan hari ini.
Kapan kau bakal putus sama dia?
Aku tidak tahu.
Kalau kau mau putus,
jangan bilang kalau kita jadian.
Kenapa?
Nanti dia bisa buka-bukaan kalau kau bukan satu-satunya yang aku pacari.
Aku cuma tidak mau dia sakit hati.
Nanti dia pikir aku yang bikin dia jadi alasan kau putus.
Dia mau kita berhubungan seks.
Wow.
Jangan. Jangan setuju.
Kenapa?
Tapi aku kan pacarmu.
Tapi dia juga pacarku.
Lagipula, dia sudah sama aku sebelum kau.
Alasannya kita melakukannya...
karena kita saling cinta.
Aku tidak tahu.
Aku sendiri belum yakin.
Terserah.
Jadi, kau mau berhubungan seks?
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Shhh!
Tenang, oke?
- Giliranku. - Hah?
Giliranku.
Oh tunggu, tunggu.
Tunggu.
Tunggu.
Tunggu, aduh, aduh!
Tunggu!
Sepertinya kau kurang menikmatinya, cintaku.
Karena aku ingin...
Ada apa?
Tidak ada.
Cintaku...
Kalau ada yang mengganjal, beri tahu aku, ya?
Bisakah kita...
Pindah jadwal hari Senin kita?
Senin?
Sial!
Hari pertama minggu kuliah?
Bagaimana kalau kita fokus belajar setiap hari Senin?
Aku tidak mau pakai akhir pekan lagi.
Lagian, aku pengin waktu buat diriku sendiri, ngerti kan?
Maksudku, cuma untukku.
Supaya aku bisa mikir semua ini dengan benar dan tenang.
Kau bisa mikir pas hari biasa juga, cintaku.
Kalau kau tidak mau, ya sudah, kita sudahi saja.
Sudahi?
Semudah itu buat kau?
Sebegitu susahnyakah buat kau pindah dari Sabtu ke Senin?
Terus bagaimana dengan belajarku?
Bagaimana dengan diriku,
kalau aku kasih akhir pekanku buat kau?
Baiklah kalau begitu.
Biar kita tidak berantem lagi.
Senin,
kalau itu yang kau mau,
Senang?
Gila, bro.
Tatapan Erna ke kau,
kayak pengin mencekikmu!
Sialan.
Meski dia telanjang depan aku pun, aku tidak bakal tergoda.
Penghancur reputasi.
Serius?
Siapa pun yang tertarik sama kau, pasti kau dekati.
Bego!
Aku cuma dekati yang cocok sama aku, oke?
Mereka kelihatan cocok banget, ya?
Cocok banget kayak ayah dan anak.
Eh! Kau diam saja.
Kayaknya kau yang digigit Erna.
- Bro. - Apa?
Pacar kau kan punya jadwal masing-masing, ya?
Terus kenapa?
Susie, cintaku.
Kami juga kayak begitu.
Ada jadwalnya.
Jadwal?
Maksudmu apa?
Kau bilang Susie kayak Luigi?
Jangan samakan Susie kayak begitu.
Ya juga sih.
Dia cantik.
Pintar.
Seksi.
Dikejar oleh pria.
- Mungkin sajaโ - Wanita itu berbeda dari pria.
Wanita itu monogami.
Dan pria, secara alami, poligami.
Wow!
Dia melakukan penelitian!
- Aku tidak ada yang mau dibilang! - Tepuk tangan.
- Pintar banget! - Peneliti!
Kami memang berbeda.
Dia bukan seperti aku.
Bagaimana kau bisa yakin?
Kau cinta padanya, tapi kau berpikir seperti itu tentang dia.
Ayo! Jangan berpikir jelek tentang Susie seperti itu.
Bicara sama temanmu.
- Aduh. - Dia benar.
Ya, itu benar.
Kau benar.
Aku berharap kau benar.
Kau suka makanan yang kita beli?
Iya. Dan balutnya.
Ada banyak bulu.
Aku suka balut tanpa bulu.
Benar?
- Chicharon. - Chicharon.
- Ada cuka, kan? - Iya, benar!
Lain kali lagi.
Joey?
Kau brengsek!
Hei!
Sialan kau!
Kau tidak pilih-pilih, meski
itu pacar temanmu, kau tetap incar.
Pengkhianat, sialan!
Apa yang bisa aku lakukan, tentu saja, aku jauh lebih tampan darimu.
Makanya dia lebih cinta aku.
Diam!
Aku tidak cinta kau karena kau lebih ganteng dari Joey.
Tapi kau cinta aku lebih dari dia, kan?
Aku tidak tahu.
Aku bingung.
Kau masih bingung sampai sekarang?
Kau tidak ngerti apa yang aku rasain.
Makanya diam.
Kalau begitu bilang saja apa yang kau rasain.
Kau tidak bakal ngerti.
Aku tidak sebodoh itu untuk tidak ngerti.
Kau yang bodoh!
Makanya kau tidak ngerti kalau kau sudah nyakitin seseorang.
Kau yang idiot!
Kau tidak tahu kalau kau dan Susie itu tidak cocok!
- Sudah cukup! - Sialan kau.
Mau apa kau?
Brengsek! Yang kau tahu hanya bikin burungmu tegang.
Pengkhianat brengsek.
Baik, kau yang pintar.
- Benar? - Hei! Sudah cukup!
Tapi kau ada di mana sekarang?
Pasanganmu selingkuh tanpa kau tahu.
- Sialan kau! Aku akan bunuh kau. - Berhenti!
Brengsek!
Sialan! Aku akan bunuh kau!
Sudah cukup!
- Brengsek! - Cukup sudah!
- Brengsek! - Berhenti!
Sudah cukup!
Jika aku menjalin hubungan dengan kalian berdua,
ketahuilah bahwa aku sedang mencari sesuatu dalam diriku.
Aku sudah bilangin kalian berdua
bahwa aku tidak yakin apakah aku benar-benar cinta kalian berdua.
Tapi kau masih mengkhianatiku, Susie.
Joey, maafkan aku.
Aku tidak bermaksud menyakitimu.
Sialan kau juga!
Hei! Jangan dorong Susie, oke?
Kalian pantas bersama!
Karena kalian berdua sama saja.
Kalian bisa pergi ke neraka!
Maafkan aku.
Aku tidak bisa menahan apa yang tadi aku katakan.
Aku paham apa yang kau katakan.
Kau ganteng.
Dikejar wanita.
Kau punya sesuatu untuk dibanggakan.
Kau cinta aku, kan?
Aku benar-benar tidak tahu.
Kenapa kau tidak tahu?
Katakan padaku, mungkin aku akan mengerti.
Aku sedang mencari sesuatu dalam diriku.
Apa?
Kau tidak akan mengerti.
Karena bahkan aku sendiri pun tidak mengerti.
Jadi, kau cuma mempermainkan kami?
Tidak.
Aku masuk hubungan ini karena aku ingin menemukan sesuatu tentang diriku.
Aku cinta kau.
Aku serius.
Sekarang aku yakin.
Karena aku yakin dengan perasaanku untuk Susie.
Aku sudah memutuskan untuk hanya memilih satu.
Apakah kau yakin dengan keputusanmu?
Maafkan aku, Sayang.
Bisakah kau berhenti
memanggilku mama lagi?
Kau bukan lagi papaku.
Kau hanya membuatku tergantung.
Itulah kenapa aku putus denganmu, kan?
Karena aku tidak mau memberi harapan palsu lagi, sayang.
Apa kau bercanda?
Sialan kau! Kau memanfaatkanku!
Aku tidak memanfaatkanmu, sayang.
Aku tidak cuma cinta kau.
Aku ingin menamparmu!
Tapi tak peduli seberapa banyak tamparan yang aku beri,
sakit yang kau sebabkan padaku masih jauh lebih intens.
Maafkan aku, sayang.
Aku cuma manusia.
Sayang, serius?
Jadi, apakah kau mengakui bahwa kau punya orang lain?
Sayang? Cinta?
Siapa lagi?
Maaf, sayang.
Aku cinta orang lain sekarang.
Saat kita masih bersama...
Apakah kau cinta aku?
Apakah kau cinta kami semua?
Atau kau hanya memanfaatkan kami untuk kesenangan?
Mungkin.
Aku hanya memanfaatkan kalian semua untuk kesenangan.
Kau benar-benar brengsek!
Aku berharap kau hanya berbohong!
Lebih baik jujur, jadi tidak ada harapan yang salah.
Kau sangat kejam!
Apa yang kau banggakan?
Penampilanmu?
Burungmu?
Yah, itu yang aku punya.
Kalau begitu, aku akan bangga dengan itu.
Itu kenapa kau memanfaatkan kami?
Kalian juga membiarkan diri kalian dimanfaatkan.
Mari berhenti saling memanfaatkan, Mariz.
Aku tidak pernah memanfaatkanmu.
Aku cinta kau, Luigi.
Sampai sekarang, aku masih cinta kau.
Jadi tolong, jangan putuskan aku.
Aku tidak bisa tahan.
Aku akan lakukan apapun supaya kau tidak putus denganku.
Aku akan jadi lebih baik.
Aku akan membuatmu lebih bahagia.
Tidak masalah buat aku kalau kau memanfaatkan aku.
Manfaatkan aku untuk kesenanganmu.
Tidak masalah bagiku meskipun kau tidak mencintaiku.
Asalkan jangan putus denganku.
Tolong. Aku memohon padamu.
Jangan begitu menyedihkan, Mariz.
Baiklah, aku memang menyedihkan!
Asalkan jangan tinggalkan aku.
Tolong.
Selama kau bisa.
Lepaskan aku.
Aku tidak mencintaimu.
Apakah itu cukup jelas?
Kau brengsek.
Kau akan lihat...
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Susie!
Oh, apa yang kau lakukan di sini?
Hari ini bukan hari Sabtu, belum jadwal kita.
Apa salahnya mengunjungimu?
Aku rindu kau!
Kenapa kau terlihat cemas?
Ah...
Sayangku!
Siapa ini?
Pacarnya.
Kenapa?
Siapa kau?
Pacarnya juga, kenapa?
Susie!
Apa yang dia bicarakan?
- Apa ini? - Alfred...
Aku ingin bicara dengan Luigi dulu, oke?
Pergi ke mal dulu.
Janji, aku akan bicara denganmu di sana.
Apa ini, Susie?
Kau sudah punya pacar, dan masih mencari yang lain?
Apa-apaan ini!
Itu juga yang kau lakukan, kan?
Kau teman pacarku, tapi tetap saja berkencan denganku.
Apa bedanya sekarang?
Aku cinta kau, itu bedanya sekarang.
Kenapa?
Berapa banyak yang kau cinta sekarang?
Hanya kau.
Bagaimana dengan gadis-gadis lainmu? Kau hanya memanfaatkan mereka?
Aku tahu, kau juga mengumpulkan pasangan, kan?
Aku sudah berubah.
Karena aku cinta kau.
Susie, aku cinta kau.
Aku berharap kau merasakannya juga.
Waktunya akan tiba, ya.
Hidupku juga akan berubah.
Tapi kau bukan orang yang akan menentukan itu untukku.
Susie, kau menyakitiku.
Sekarang, kau tahu bagaimana perasaan wanita-wanita yang kau tipu.
Susie!
Hei.
Duduk.
Joey... Aku minta maaf.
Aku harap kau bisa memaafkanku.
Lihat.
Kau mengkhianatiku.
Itulah sebabnya aku meminta maaf padamu.
Di sisi lain, kejadian ini adalah berkah terselubung.
Aku tahu...
Bukan hanya aku,
kita.
Dia punya pria lain.
Aku tidak tahu berapa banyak.
Itulah kenapa dia bilang kita harus beristirahat dulu.
Ini sakit.
Aku tidak tahu apa yang kurasakan.
Aku putus dengan semua pasanganku demi dia.
Sial, ini benar-benar sakit.
Aku tidak tahu dia akan melakukan ini.
Jadi beginilah rasanya.
Apa yang aku lakukan pada mereka.
Sial, ini sakit.
Aku sudah mencintainya.
Susie!
Kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu.
Aku tahu apa yang kau inginkan.
Aku Mariz, mantan pacar Luigi.
Jika kau akan menyuruhku putus dengan Luigi...
Tidak, itu bukan yang ingin aku katakan padamu.
Aku berharap bisa meminta bantuanmu.
Susie!
Aku senang kau ingin bertemu denganku.
Ada sesuatu yang penting yang perlu kita bicarakan.
Tentang kita berdua saja.
Apa itu?
Mari pergi ke tempat yang hanya ada kita berdua.
Tempat yang tidak ada yang bisa mengganggu kita.
Apa yang kau tunggu?
Lepaskan pakaianmu! Ayo.
Oke.
Mariz.
Tenang saja.
Kami akan membawamu ke surga.
Apa yang kau lakukan?
- Tenang. - Tenang saja.
Hei! Ayo!
Tolong, lepaskan aku.
Aku merasa gelisah.
Kau bilang kau akan membawaku ke surga-mu.
Tapi kau membawaku ke neraka-mu.
Kau pantas mendapatkannya.
Kami bukan lagi hanya budak seksmu.
Susie.
Aku sudah menemukan apa yang aku inginkan, Luigi.
Akhirnya, aku tahu siapa diriku.
Gadis yang kau lihat bersamaku kemarin.
Marla.
Kami lebih dari sekedar teman.
Apa?
Dia juga pacarku.
Dia juga pasanganmu? Kau lesbian?
Tidak sepenuhnya.
Tapi,
Aku masih tertarik pada pria, terutama padamu.
Itulah kenapa, aku bingung.
Aku benar-benar tidak tahu apa orientasi seksualku.
Sampai aku bertemu dengan Mariz.
Hatiku berdegup untuknya.
Sial.
Rasanya seperti aku telah terkena bom,
atau disiram dengan air es.
Aku tidak tahu apakah harus merasa sakit,
cemburu,
atau merasa dipermalukan.
Wanita yang kucintai...
Mencintai wanita yang mencintaiku.
Sial, aneh sekali!
โ Tiap DP Langsung Bonus 5% โ โ Main Disini Jamin Wede โ
WinJos > pasti Win , Jos Wede nya Kunjungi ( https://super.winjos.today )
Tapi aku tahu pada akhirnya, siapa yang kalah...
Sayang.
Kupikir kau tidak akan datang lagi.
Apa yang ingin kau katakan?
Sayang, aku sadar bahwa kaulah yang aku cintai.
Bisakah kita kembali bersama?
Aku juga ingin katakan sesuatu padamu.
- Apa itu? - Ini.
Omong-omong, yang lain juga ada di sini.
Mereka juga ingin katakan sesuatu padamu.
Hai, sayang. Sudah lama tidak bertemu.
Ah!
Hai, papa.
Aku rindu padamu.
Sayangku, bagaimana kabarmu?
Apakah kau masih baik-baik saja?
Aku harap tidak lagi.
Tunggu, tunggu!
Cukup.
Tidak! Ini sangat sakit!
Kau bilang berhenti menjadi menyedihkan, kan?
Siapa di antara kita yang sekarang menyedihkan?
Kau benar.
Kau tidak pantas dengan cintaku.
Kau tidak layak.
Syukurlah aku sadar dari kebodohanku.
Jadi, di mana hal yang kau banggakan itu?
Kau tidak ada apa-apanya!
Benar?
Aku Luigi.
Si Pengumpul Pacar.
Daya tarik seks yang kuat.
Burung besar...
Akhirnya menemukan pasangan yang setara.
Tapi tunggu,
Aku bukan satu-satunya yang Pengumpul Pacar, kau tahu.
Susie juga.
Jadi, apakah aku benar-benar tidak punya kesempatan denganmu?
Maaf, Susie.
Tapi, aku hanya bisa menawarkan persahabatan.
Tidak apa-apa.
Aku mengerti.
Aku mungkin juga pantas mendapat ini.
Untuk merasa sakit.
Karena aku juga menyakiti banyak orang.
Sekarang, apa yang kau inginkan sudah jelas.
Kau juga akan menemukan seseorang yang tidak akan menyakiti perasaanmu.
Semoga yang terbaik untukmu, Susie.
Untuk mereka yang mengumpulkan pasangan di luar sana,
berpikirlah dua kali ketika kau punya waktu.
Seperti yang mereka katakan, kau bisa memiliki kue dan memakannya juga.
Begitulah.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.