Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Iran menampung lebih dari 5 juta pengungsi Afghanistan.
Mereka menyebutnya Tanah Saudara.
Nyalakan pemanasnya!
Mohammad, tinggalkan saja, bantu Qasem memuat truk.
Oke.
- Truknya berangkat setengah jam lagi. - Oke.
Cepatlah, nanti terlambat.
Mohammad, berikan kotak itu.
Cepatlah, ini dingin.
DI NEGERI SAUDARA
Bab I Mohammad Bojnord, 2001.
Pengecoran besi cukup mudah tidak menyusut seperti baja,
yang membuat besi ideal untuk pekerjaan struktural.
Mahmoudi, beri tahu kami titik leleh besi dan besi cornya.
1371 dan 1127, Pak.
- Celsius? - Ya, maaf.
Nemati, berdiri.
Apa saja jenis-jenis besi cor?
Pak...
- Besi cor... - Putih.
Besi cor putih...
Abu-abu.
Besi cor abu-abu...
Lunak.
Lunak.
Besi...
Besi cor yang lunak dan mudah ditempa.
Aku akan tanya lagi besok.
Kau bisa pergi.
Pengecoran besi cukup mudah!
Zelziuz!
Aku akan tanya lagi besok.
Mohammad, boleh kuminta mawar yang kau buat tadi?
Untuk siapa?
Pacarku.
Kau tidak punya!
Mawar akan mengubahnya!
Harusnya Mohammad punya seratus pacar!
Dia tampan, tidak butuh mawar!
Sudahlah.
Kau, Nak!
- Dia memanggilku? - Kurasa.
- Aku? - Ya, kau. Kemari.
Salam.
Hei, kau orang Afghanistan?
Kau perlu memikirkannya?
Ya.
Tunjukkan kartumu.
Aku tidak membawanya, tapi aku pelajar di sini.
Masuk.
Jika aku ilegal, mereka tidak akan mendaftarkanku.
Masuklah ke mobil, Nak. Jangan buang-buang waktu kami.
- Pak, kumohon. - Masuk.
Rouzbahani, ambil tanda terimanya.
Ikut aku.
Kau akan membantu kami di sini sementara kami mengontrol status tempat tinggalmu.
Hati-hati, ruangannya kebanjiran.
Najafi, orang-orang ini akan membantu memindahkan dokumen ke arsip baru.
- Siapa namamu? - Mohsen.
Ambil gerobak dorong.
Kau kosongkan rak di belakang.
Cepat.
Dan kau, masukkan airnya.
Karami, bantu dia.
Letakkan tasmu.
Mohsen, bantu aku.
Susunlah dengan rapi.
Ayo.
Apa yang kau lakukan?
Jangan khawatir, biarkan hingga kering.
Siapa yang membawanya?
Kupikir si Najafi.
Berikan.
Bantu meraup air itu saja.
Dia mampu bekerja?
Aku tidak bisa menemukan lebih banyak orang Afghanistan.
Jelaskan pada kapten.
Siapa namamu?
- Mohammad. - Tinggalkan itu, ke sini.
Kosongkan rak ini.
Ayo, cepat.
Susunlah dengan benar.
Tanyakan pada pengelola arsip bagaimana menangani ini.
Salam. Tenang saja.
Ini memakan waktu berapa lama, Nazari?
Sampai akhir minggu, Pak.
- Tepat waktu untuk pemeriksaan hari Senin? - Ya, Pak.
Kenapa dengan tanganmu?
Aku terjatuh dari perancah.
Kenapa kau membawanya?
- Dia tidak punya kartu, Pak. - Lepaskan dia.
Lain kali kau membawa orang cacat, semua orang akan dapat penahanan selama 72 jam.
- Jelas? - Ya, Pak.
Yang lain pulangkan sebelum gelap jika mereka bekerja dengan baik.
- Baik, Pak. - Kembali bekerja.
Nazari, pastikan dokumennya tidak hilang.
- Tentu saja, Pak. - Kembali bekerja.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Berhenti.
Dalam beberapa hari terakhir, pengeboman semakin meningkat
di Badakhshan dan Kabul.
Ada laporan serangan roket di Zaranj dan Kandahar.
Kemarin, Kofi Annan menyatakan kekhawatirannya
atas peningkatan korban sipil Afghanistan.
Serangan itu memicu gelombang besar pengungsi Afghanistan
menuju Iran dan Pakistan.
Afghanistan sedang dibombardir.
Amerika sudah merebut banyak kota.
Taliban melarikan diri.
Apa?
Taliban melarikan diri.
Bagaimana dengan masyarakatnya?
Hanieh sayang, semua orang melarikan diri.
Kecilkan suaranya, kita sedang makan.
Kenapa kau tidak makan, Mohammad?
Aku kenyang, aku makan di sekolah.
Kenapa kau terlambat?
Kami di bengkel kayu,
membuat tabel.
Anak itu berbakat,
mereka membuatnya bekerja terlalu keras.
Dia belajar keterampilan. Pekerjaan perdagangan bisa menghasilkan banyak uang.
Kalau saja Leila punya kartu, aku akan mengirimnya ke sekolah penjahit.
Qasem, dia bisa belajar menjahit nanti.
Sebaiknya dia menikah dulu dan membangun keluarga.
Insya Allah.
Ada kabar dari pelamarnya?
Hossein adalah orang baik.
Dia pergi ke Anzali untuk bekerja. Kami menunggu kepulangannya.
Masyaallah.
Kapan kau akan menikah, Qasem?
Aku akan mengurus Leila dulu, waktuku akan tiba.
Insya Allah.
Terima kasih, ini lezat.
Sama-sama, sayang.
Kau mau ke mana, Leila?
Memberi makan anjing.
- Cepatlah, ini dingin sekali. - Ya, Bang.
Kalau kau tidak makan, pergilah lakukan kerjaanmu.
Kau tertinggal.
Jangan tidur sampai kau selesai.
Baik, Ayah.
Salam.
Kenapa kau terlambat?
Aku menunggu Qasem tidur.
- Aku mengoreksi tugasmu. - Terima kasih.
- Kau mau berlatih? - Tidak.
Kau punya pekerjaan, aku tidak akan mengganggumu. Besok saja.
Aku akan datang lebih cepat besok.
Terima kasih.
Kau menemukan Rex?
Ya, tapi dia terluka.
Kukira ada orang memukulnya.
Dia butuh perban?
Aku menemukannya di dapur.
Aku akan membawakanmu lebih banyak kotak.
Terima kasih.
Kapan kau pulang?
Saat senja.
- Mereka bertanya tentang kita? - Tidak.
Mereka pikir aku satu-satunya orang Afghanistan di sini.
- Bagaimana kalau mereka tahu? - Mereka tidak akan tahu.
Kalian tampak seperti orang Iran.
Dia benar, menurutku mereka tidak akan tahu.
Bahkan jika mereka tahu,
cukup bawa kartumu saja.
Apa kata ayahmu?
Aku tidak memberitahunya.
Kenapa?
Apa yang bisa dia lakukan?
Tidakkah kau memberitahu kepala sekolah?
Sudahlah.
Biarkan saja!
Mereka di sini lagi.
Ayo kembali.
Aku bawa kartuku. Jangan takut.
Kubilang, aku bawa kartu.
Pergi dulu.
Aku tidak punya.
Ya, Mohammad, kami di belakangmu.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Bantu kami di sini, sementara kami mengontrol status tempat tinggalmu.
Siapa yang tahu pekerjaan konstruksi?
Ambil kapak dan bantu yang lain.
Dan kau, bongkar raknya.
- Bisa kau melakukan ini? - Ya.
Rouzbahani!
Kau dari tadi berkutat dengan itu. Cepatlah!
Ini macet.
Apa yang macet?
Coba kulihat.
Tutup dari belakang dan tarik kunci pasnya.
Seperti ini.
Saat longgar
kau bisa membukanya
dengan tanganmu.
Mengerti?
Pak?
Bisa aku pulang lebih cepat?
Aku punya sesuatu yang penting untuk dilakukan.
Makanan di sini seburuk itu?
Tidak akan ada makanan lagi hari ini.
Mereka bukan tentara, perut mereka tidak sanggup menahannya.
Kalian datang ke sini baru beberapa kali.
Aku punya 14 bulan lagi untuk bekerja keras.
Anjing pemula!
Aku akan selesai dalam dua puluh hari.
Jangan membanggakan diri, bodoh, itu hakku untuk memutuskan!
Siapa yang menikah di sini?
Kirim keduanya pulang lebih cepat.
Ya, Pak.
Aku bertunangan.
Terlambat.
Anak itu juga akan bilang dia sudah bertunangan.
Dia pasti pengantin yang manis!
Duduk.
Kirim empat orang ke ruang cuci.
Ya, Pak.
Cepat selesaikan, aku butuh tumpangan.
Pasang rantai pada bannya, sedang turun salju.
Ya, Pak.
Kau, kau dan kalian. Ke ruang cuci setelah makan siang.
Yang lain, makanlah dengan cepat, kita harus pergi ke gudang senjata.
Kerja bagus.
Terima kasih.
Kau tidak kedinginan?
Aku tidak mau pakaianku kotor.
Kau kelas berapa?
Tahun pertama SMA.
Di ruang cuci, kau akan selesai sangat larut.
Aku akan membiarkanmu pergi satu atau dua jam lagi.
Kenapa kau mau pulang lebih cepat?
Ada hal yang harus kulakukan.
Kau punya pacar?
Tidak.
Asghari!
Kenapa kau tidak menjawab?
Kapten tanya siapa yang bertugas malam.
- Sebentar. - Cepatlah.
Kubilang cepat!
Go?
Go, went, gone .
I went to the beach yesterday.
Eat?
Eat, ate,
eaten.
She usually eat sandwich.
Eats. Akhirannya ditambah huruf s.
Kenapa?
Itu untuk orang ketiga tunggal.
Bagus.
Turn?
Turn, turned, turned.
I turned the table.
Jangan khawatir, itu pasti angin.
Apa kau yakin?
Ya.
Lie?
Lie,
lied, lied.
You lied about your school last night.
Take?
Kau di mana kemarin?
Sudah kubilang.
Di bengkel kayu.
Pakaianmu penuh serbuk gergaji setelah di bengkel kayu.
Ke mana kau pergi setelah sekolah?
Mohammad
tidakkah kau mau memberitahuku?
Kenapa kau telat memberitahuku?
Ayahmu tahu?
Tidak, Pak, aku tidak memberitahunya.
Katakan padanya untuk datang menemuiku besok.
Bisa kau tidak memberitahunya?
Kenapa?
Karena dia tidak bisa berbuat banyak.
Dia akan marah.
Salinannya sudah siap?
Terima kasih.
Baiklah.
Biar kulihat apa yang bisa kulakukan.
Cuci mukamu dan kembali ke kelas.
Najafi!
Ya Pak?
Berikan anak ini seragam kerja.
Kirim dia ke arsip saat dia sudah selesai.
Baik.
Nih.
Bersih seperti baru.
Terima kasih.
Katakan...
Apa kami memperlakukanmu buruk di sini?
Tidak.
Jadi kenapa kepala sekolahmu ada di sini?
Aku tidak memberitahunya, dia sendiri yang mengetahuinya.
Dia hampir mengompol saat melihat kapten.
Beruntungnya aku menyukaimu.
Jika tidak, aku akan segera mendeportasiapamu.
Ada lagi?
Tidak.
- Di luar kotor, ganti saja di sini. - Tidak apa-apa.
Lihat aku saat aku bicara padamu!
Ganti di sini.
Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan ini.
Tapi kujamin ia tidak akan lolos dengan mudah.
Bajingan kecil yang melakukan ini harusnya menghukum dirinya sendiri.
Nilai akhir semua orang akan diturunkan
sampai kita tahu siapa pelakunya.
Aku tidak akan bersikap keras kalau dia datang padaku.
Tapi jika aku menemukannya, aku akan memberinya neraka.
Jika ada yang tahu siapa pelakunya,
sebaiknya beritahu aku sekarang.
Memberitahuku tidak akan membuatmu dalam masalah.
Tapi jika ada di antara kalian yang tahu dan tidak memberitahu,
akan diusir.
Diusir!
Dia akan memakai gips selama enam minggu.
Aku akan meresepkan obat untuknya.
Untuk ke apotek.
Terima kasih, Dokter.
Apa yang terjadi dengan wajahmu?
Aku terlibat perkelahian.
- Sudah selesai, Dokter? - Ya.
Dia sebaiknya tinggal di sini sementara dan jika dia tidak pusing, dia bisa pergi.
Moradi, aku harus kembali ke sekolah.
Kau langsung pulang.
- Mengerti? - Ya.
- Terima kasih, Dokter. - Selamat tinggal.
Ayo.
Ayo jalan, kau cari masalah?
10 tahun kemudian.
Bab II Leila Anzali, 2010.
♪ Seperti pohon sakura di bulan April. ♪
♪ Jiwaku mekar. ♪
♪ Ada kantong penuh bunga. ♪
♪ Tanpa ada yang menawarkannya. ♪
♪ Oh angin sepoi-sepoi yang menenangkan jiwa. ♪
♪ Bertiuplah ke arahku malam ini. ♪
♪ Atau aku tidak akan tetap mekar. ♪
♪ Sampai fajar. ♪
Hossein?
Hossein sayang?
Kenapa kau meninggalkan kantong semen di pintu masuk?
Behnam akan segera datang dan marah.
Ayo, mereka akan sampai sebentar lagi.
Hossein...
Hossein?
Ya Tuhan... Hossein, bisa kau mendengarku?
Hossein, bisa kau mendengarku?
Hossein!
Buka mulutmu!
Bisa kau mendengarku?
Buka mulutmu, Hossein...
Kumohon...
Hossein, kau tidak mendengarku?
Buka mulutmu.
Buka...
Buka mulutmu...
Assalamualaikum.
Dari mana kau, Leila?
Maaf, aku sedang di dapur.
Salam, Leila, apa kabar?
- Biarkan gerbangnya terbuka. - Tentu.
- Tolong bongkar bagasinya. - Baik Pak.
- Salam, Leila. - Salam, Farshid.
- Apa kabar? - Baik, terima kasih.
- Biar kubantu. - Kuambil yang ini.
- Farshid, bantu aku. - Sebentar.
- Aku senang kita datang. - Aku juga.
- Cepatlah. - Pak, ya Pak!
Jangan membebaniku.
- Negin, kau seharusnya tidak membawa ini. - Tida apa-apa.
Aku akan pergi berbelanja.
Oke, sayang. Jangan lupa kayu bakarnya.
Baiklah.
Ada yang butuh sesuatu?
- Tolong sampo. - Kami baik-baik saja.
Rokok!
- Kau akan kena lampu merah di jalan. - Kau menyetir seperti siput!
Kenapa balok beton itu ada di sini?
Ini untuk konstruksi dinding belakang.
- Belum mulai? - Belum, baru sampai kemarin.
- Kenapa terlambat sekali? - Aku tidak tahu.
Beritahu Hossein untuk menyimpannya.
Baik, Pak.
Salam, mereka datang?
Ya.
- Kau mau ke mana? - Ganti pakaian.
Ayah sedang tidur.
Kau bisa ganti nanti. Ayo bantu aku sekarang.
Ibu, hari ini
saat main sepak bola, Amirali mencoba menjegalku.
Tapi aku menghindar dan dia malah terjatuh.
- Aku mencetak gol dan kami menang 3-0. - Bagus sekali.
Behnam datang!
Jangan bilang Ayah sedang tidur.
- Dia sedang bekerja. - Oke.
Hati-hati.
- Kau takut petasan? - Boleh aku menyalakannya?
Jangan sendirian, kita akan menyalakannya nanti di pantai.
- Oke? - Ya.
Apa-apaan ini?
Hossein belum pulang?
Belum, dia masih bekerja.
Kita punya tamu!
- Panggil dia dan suruh bergegas. - Aku akan bergegas.
- Nah, giliranmu. - Giliranku.
Sudah membanggakan diri.
Aku akan menunjukkan cara mainnya.
Diam.
Hentikan menyentuh semuanya.
- Kenapa tidak? - Itu aturannya.
Negin membelikanku pesawat!
- Giliranku? - Jangan lari!
Tenang.
Leila, bisa kau membuka jendelanya?
Tentu.
Itu Jenga ganda!
- Benarkah? - Tonton ini.
Bukannya kau sudah selesai dengan menaramu?
Lihat ini!
Itu akan jatuh!
Lihat saja.
Kau brengsek!
Cukup dengan permainannya!
Itu permainan yang bagus!
Bersihkan itu.
- Nggak keren! - Ayo kita minum.
Kau ke sini untuk main game?
Ambil gelasmu.
Bersulang!
Semoga kita segera bertemu di Toronto!
- Bersulang. - Bersulang.
Kenapa kau malah pergi?
Aku bisa membesarkan anakmu!
Tenang saja!
Aku masih membesarkanmu!
Leila sayang?
Ya, Bu?
Syal ini hadiah tahun baru untukmu.
Terima kasih, Bu.
Dengan senang hati.
Dan ini kemeja untuk Hossein.
Seharusnya tidak perlu.
Terima kasih, Pak.
Behnam, Leila berterima kasih padamu.
Sama-sama.
Pakailah agar aku bisa melihat.
Aku punya pekerjaan, aku tidak mau jadi kotor.
- Maaf. - Tidak sama sekali.
- Omid sayang, lakukan ini juga. - Oke.
- Kau tidak ikut ke pantai? - Kami akan menyusulmu nanti.
Tolong siapkan tempat tidur tamu.
Ya, segera setelah aku selesai.
Bu, haruskah aku membangunkan Ayah untuk ikut membantu?
Ayah sedang istirahat, aku akan segera membangunkannya.
Hossein ada di rumah?
Dia baru pulang dari lokasi konstruksi.
- Dia lelah, kusuruh dia istirahat. - Begitu.
Omid, bawakan saladnya...
Ya Tuhan!
Tidak apa-apa. Tidak, Omid!
Bawa ayamnya ke Behnam. Ayo!
- Maaf, aku tidak tahu apa yang terjadi. - Jangan khawatir.
- Aku akan mengurusnya. - Tidak apa-apa.
Haruskah kita membawa Hossein ke dokter besok?
Kenapa?
Setiap kali Hossein tidak sehat, kau seperti ini.
Tidak, aku akan memberitahumu jika ada yang salah.
Dia sudah bekerja keras, tapi tenaganya terkuras.
Ayo kita lakukan saat kita masih di Iran.
Behnam dan aku akan merasa tenang.
Dia tidak mau diperiksa.
Tenang saja. Ambil sapu.
Mereka tidak akan meminta KTP di rumah sakit.
Saat mereka melihat kita tidak punya asuransi,
mereka mulai mengajukan pertanyaan.
Jika polisi terlibat,
kau juga akan mendapat masalah.
Aku tidak tahu, Leila.
Terserah kau.
Katakan saja padanya untuk datang menemui Behnam.
Tentu.
Aku akan beritahu Massoud untuk periksa nanti.
Dia tidak kehabisan pil?
Tidak, cukup.
Salah satu tamu kita?
- Ada apa? - Dia takut pada anjing!
- Tolong jaga barbekyu-nya. - Oke.
Aku ke sana kencing dan dia tiba-tiba berteriak.
Kau meninggalkannya sendirian? Kau tahu dia takut anjing.
Itu sudah dijinakkan.
Aku tidak bisa menahannya, mereka membuatku takut.
- Di mana mereka? - Mereka lari.
Kau membuat mereka takut, mereka pun melarikan diri!
- Ayo! - Bagaimana kalau mereka datang ke halaman?
Kenapa mereka harus melakukan itu?
Mereka melakukannya demi ayam!
Jangan menggodanya. Ayo masuk dan tutup gerbangnya.
Mereka selalu bisa masuk lewat tembok yang rusak.
- Leila, beri mereka makanan. - Baik.
Jika tidak, mereka tidak akan mengganggu.
Ayo kita makan. Dan kau berjanji untuk bernyanyi.
Behnam, tembok ini seharusnya diperbaiki dua tahun lalu.
Penundaan konstruksi...
Turut berduka cita.
Ada yang tahu?
Tidak, tidak seorang pun tahu.
Tunggu sampai mereka pergi, baru kita cari cara.
Qasem, mereka tinggal selama seminggu.
Apa yang harus kulakukan?
Jangan biarkan siapa pun mengetahuinya.
Jika ambulans dan polisi datang,
kau dan Omid akan dideportasi.
Tidak ada yang bisa kau lakukan.
Tidak bisakah kau datang ke sini?
Tidak mudah mendapatkan dokumen perjalanan.
Jika aku datang secara ilegal, aku akan dideportasi.
Aku akan menemukan cara untuk datang.
Aku tidak tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan.
Sembunyikan mayatnya sampai mereka pergi.
Leila, bisa kau mendengarku?
Leila?
Bisa kau mendengarku?
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Kami akan meninggalkan Iran nanti.
Apa yang kau lakukan di lokasi konstruksi?
Kirim dua pekerja ke sini sekarang.
Kenapa terburu-buru? Kita sedang bersantai.
Ayo lihat kembang apinya.
Nih.
Boleh aku minta buah zaitun?
Kembang apinya sudah dimulai.
Kita ajak tetangga bergabung di pantai.
Ide bagus, makin banyak makin meriah.
- Di mana Behnam? - Di telepon.
Ayo ke pantai dan menyalakan kembang api.
Kami akan menyusul sebentar lagi.
Berikan nampannya.
Omid, bawa ini.
Behnam, ada kembang api di mobilmu?
Ya, akan kuambil.
Omid, kemari.
Ambil kembang api di mobil,
bawa ke pantai dan tunggu aku.
- Leila, Hossein bekerja hari ini? - Ya, Pak.
Aku baru bicara dengan bosnya. Dia bilang tempatnya tutup seminggu yang lalu.
Itu yang dia katakan, aku tidak tahu.
Haruskah aku percaya kalau dia beristirahat sepanjang malam?
Kenapa aku harus bohong, Pak?
- Apa artinya? - Behnam!
Beri aku waktu sebentar.
Kau mau memberitahuku?
- Aku mesti ngomong apa? - Katakan saja yang sebenarnya.
- Tenang saja... - Kau bilang sesuatu!
Tenang.
Hanya itu yang bisa kau katakan.
Leila, Hossein baik-baik saja?
Kau bisa memberi tahu kami.
Hossein...
Hossein...
Leila...
Apa yang terjadi?
Ayo, duduk.
Ada apa, Leila?
Hossein dideportasi kembali ke Afganistan.
Apa maksudmu?
Bukankah sudah kubilang ada sesuatu yang salah?
Kapan?
Empat hari yang lalu.
Aku pulang ke rumah,
dia tidak ada di sana.
Teleponnya mati.
Seorang teman kami bilang
Hossein baru kembali dari toko
dan ditangkap.
Kenapa kau tidak memberi tahu kami? Kami bisa melakukan sesuatu.
Aku takut, Bu.
Aku tidak mau dipecat.
Jangan menangis, Leila, kami tidak mau memecatmu.
Hossein menyebutkan pekerjaannya di sini?
Tidak, Pak, tidak sepatah kata pun.
Kau yakin tidak akan menimbulkan masalah kami?
Ya, aku bicara dengannya.
Jika dia bilang apa pun, Omid dan aku akan jadi orang pertama yang mendapat masalah.
Jangan menangis. Dia akan menemukan uang dan kembali.
Dia tidak akan tinggal di sana.
Ayo cuci mukamu.
Bukankah sudah kubilang agar menungguku di sana?
Ada anjing mati di pantai.
Dia tenggelam?
Tidak, dia kering.
Kau yakin dia sudah mati?
Massoud, bisa kau memeriksanya?
Apa yang harus kulakukan?
Dia jelas tidak tidur.
Tapi kenapa dia mati?
Kau seharusnya menyodoknya.
Kurasa dia sudah mati.
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Kita tidak bisa meninggalkannya di sini.
Bawa dia ke halaman. Kita lihat besok.
Sekarang?
Apa lagi yang bisa kulakukan?
Aku akan menguburnya.
Kau tidak bisa melakukannya sendiri, Leila.
Bagaimana jika dia sakit?
Tidak.
Aku baru mengubur anjing lain.
Makhluk malang ini minum dari sungai dan jatuh sakit.
Kalau begitu, berhati-hatilah.
Kau butuh bantuan?
Tidak, Pak. Jaga Omid sampai aku selesai.
Omid, kemari.
- Kau baik-baik saja, Negin? - Ya.
Kau juga takut dengan anjing mati?
Ayo.
Ada apa dengan Leila?
Dia baik-baik saja. Aku akan ceritakan nanti.
Semoga Tuhan memberkahi mereka yang sudah meninggal.
Kau akan segera membaik.
Kau akan sembuh.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
10 tahun kemudian.
Bab III Qasem Teheran 2021.
Nomor 48, ruang 2.
Nomor 52, ruang 4.
Nomor 60,
ruang 3.
Salam.
Salam, bisa kubantu?
Aku mendapat panggilan dari Kantor Imigrasi.
Tolong KTP?
Ini.
Tolong lepas maskernya.
Terima kasih.
Mereka bilang kenapa kau harus datang?
Tidak. Aku pindah tiga bulan lalu.
Aku belum mendaftarkan alamat baru. Apa mungkin itu alasannya?
Tunggu di sini.
Pak Esaghi,
silakan ikuti aku.
Jadi, Pak Esaghi,
Kemana saja kau?
Kami bertanya-tanya tentangmu pada siapa saja yang kami kenal.
Maaf, aku baru pindah ke Karaj.
Aku belum mendaftarkan alamat baru.
Ya.
- Mau teh? - Tidak, terima kasih.
- Semuanya baik-baik saja? - Terima kasih Tuhan.
Syukurlah.
Berapa anakmu?
Dua, perempuan dan lelaki.
Semoga Tuhan memberkati mereka.
Mereka tinggal bersamamu di Iran?
Putriku ya, tapi putraku ke Turki enam bulan lalu.
Kapan terakhir kali kau bicara dengannya?
Hampir sebulan yang lalu.
Kenapa kau bertanya?
Pak Esaghi, aku langsung ke pokok permasalahan.
Putramu tidak mengatakan yang sebenarnya.
Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.
Hamed...
Maksudku, bergabung dengan pasukan Iran di Suriah.
Dia sekarang di Suriah?
Ya.
Apa maksudmu "ya"?
Terjadi bentrokan di Suriah dua minggu lalu.
Sebagian dari kami menjadi martir.
Sayangnya, Hamed salah satunya.
Tidak mungkin, itu pasti Esaghi yang lain.
Pak Esaghi, jika kami tidak yakin...
Pak, kau keliru.
Hamed mengirimiku gambar dari Istanbul, lihat.
Tidak perlu.
Dengarkan...
Banyak saudara kita di Afghanistan yang bergabung
menyembunyikan kebenaran dari keluarga mereka.
Hamed tidak pernah menyembunyikan apa pun dari kami.
Dia pergi ke Turki enam bulan lalu, aku membawanya ke perbatasan.
Tunggu sebentar.
Ini ponsel Hamed.
Ya kan?
Kenapa kau punya ini?
Sebelum operasi,
mereka akan memberikan ponselnya pada atasannya.
Begitulah cara kami menemukan nomormu.
Terimalah belasungkawaku.
Semoga Tuhan memberimu kesabaran.
- Aku juga kehilangan saudara di Iran-Irak... - Aku mau menemuinya.
Sayangnya kami belum bisa membawa kembali para martir.
Tapi aku berjanji kami akan mengurus dalam beberapa bulan ke depan.
Selain itu, aku punya berita penting untukmu.
Salam. Aku sedang tidak bisa dihubungi saat ini.
Tinggalkan pesan, aku akan menghubungimu kembali.
Ayah.
Salam. Aku sedang tidak bisa dihubungi saat ini.
Tinggalkan pesan, aku akan menghubungimu kembali.
Itu sempurna.
Terima kasih, Hanieh.
Itu sangat cocok untuknya.
Omid sayang, nyamankah?
Kau terlihat sangat cantik mengenakannya.
Terima kasih, Bibi Hanieh, bagus sekali.
Tapi celananya agak longgar.
- Apa? - Katanya celananya agak longgar.
Aku akan memperbaikinya.
Mohammad bisa datang mengambilnya besok.
Kau bisa menyelesaikannya?
Tentu saja.
Angkat jaketnya.
Terima kasih.
Dengan senang hati.
Kami tidak akan menyita lebih banyak waktumu.
Tinggallah sebentar.
Qasem akan segera kembali.
Tidak sayang, ini sudah malam.
Mohammad perlu bekerja besok.
Kunjungi kami akhir pekan ini.
Nenek juga akan berkunjung.
Aku sangat merindukannya.
Sampai jumpa.
Kami akan datang.
Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Hanieh.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Mohammad.
Salam.
Kenapa kau terlambat?
Saudaramu baru pergi.
Sedang sibuk, giliranku datang terlambat.
Jasnya baik-baik saja?
Perlu sedikit perbaikan, aku akan menyelesaikannya malam ini.
Apa yang mereka inginkan hingga butuh waktu lama?
Kau tidak akan mempercayainya.
Apa?
Mereka mau
memberikan kewarganegaraan Iran pada keluarga tersebut.
Benarkah? Kenapa sekarang?
Diam, Maryam sedang tidur.
Tidak ada dalam berita. Apa kata mereka?
Mereka ingin memberikan kewarganegaraan Iran
kepada semua keluarga Afghanistan yang telah tinggal di sini
selama lebih dari empat puluh tahun.
Upacara tersebut diadakan minggu depan.
Kita harus ke Kantor besok
untuk menghadiri gladi bersih sumpah.
Telepon Hamed, beri tahu dia!
Setelah latihan,
aku akan meneleponnya.
Anak-anak akan sangat senang saat mengetahuinya!
Ibu: Hamed sayang, apa kabar? Ibu punya kabar baik untukmu!
- Selamat pagi, Ayah. - Pagi.
Apa maksud semua kebisingan itu?
Jangan marah karena kesiangan!
- Sarung tangannya nyaman? - Ya, terima kasih.
Sempurna.
Sarung tangan Hamed terlalu longgar. Tapi ini pas.
Ibu sudah tidur?
Ya, dia bekerja sampai larut malam.
Dia seharusnya menandatangani persetujuan untuk bertarung.
Dia lupa minum obat malamnya.
Aku akan menandatanganinya.
Biar kubawa.
Jika aku menang hari ini, aku akan melaju ke perempat final.
Pasti.
Ini turnamen nasional?
Ayah! Ini turnamen provinsi!
Pemenangnya akan ikut turnamen nasional.
Lawan aku kelas lima.
- Dia lebih tinggi darimu? - Ya, tapi lebih kurus.
Perhatikan penjagaan kirimu.
Apa yang sudah kukatakan?
- Penjagaan kiri sedikit lebih tinggi. - Benar.
Kau tidak datang?
Aku tidak bisa, aku ada urusan dengan Ibu.
Kau berjanji untuk datang di final.
Pasti.
Aku akan memberitahumu tanggalnya lebih dulu, tanpa alasan.
Bisnya sudah datang!
Selamat pagi.
Pagi.
- Maryam sudah berangkat? - Ya.
Kau bisa duduk?
Aku perlu bicara denganmu.
Kemari.
Bagaimana menurutmu?
Pakaian untuk upacaranya.
Tidak cukup waktu untuk membuat yang baru.
Kita perlu memilih antara keduanya.
Lihat.
Aku, kau,
Maryam,
Hamed.
Bagus.
Tapi Imam Besar akan segera mati.
Bukankah sebaiknya kita mengenakan pakaian gelap?
Kau benar.
Aku akan menyiapkan pakaian gelap.
Qasem?
Aku mau memberitahumu sesuatu.
Tentang Hamed.
Apa?
Berjanjilah untuk tidak marah padanya.
Aku berjanji.
Hamed mau ke Eropa.
Apa maksudmu?
Dia tidak berani memberitahumu.
Dia punya pekerjaan baik di Turki selama tiga bulan.
Gajinya tinggi.
Pekerjaan apa?
Aku tidak tahu persisnya, tapi dia bilang
dengan uang itu, dia bisa segera pergi ke Jerman.
Dia akan menemukan pekerjaan yang lebih baik di sana.
Dan akan dapat kewarganegaraan Jerman beberapa tahun lagi.
Aku takut
dia tidak mau datang ke sini untuk mendapatkan kewarganegaraan Iran.
Hamed mendengarkanmu.
Aku mau kau bicara dengannya,
bujuklah untuk kembali ke Iran dan mendapatkan kewarganegaraannya.
Mungkin dia akan tinggal bersama kita selamanya.
Aku akan bicara padanya.
Tolong, jangan bertengkar.
Terima kasih.
Apa yang mau kau katakan?
Kau tidak minum pil tidurmu.
Aku lupa.
Haruskah aku mengambilnya?
Tidak perlu.
Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja.
Atas nama para syuhada dan imam kita.
Salam hormatku pada kalian sekalian, saudara-saudariku.
Dia menyambut kita.
Rakyat Iran dan aku turut berduka cita.
Seperti yang sudah kau ketahui,
Upacara kewarganegaraan akan diadakan Senin depan
pukul 10 pagi di aula ini.
Hari ini kita akan berlatih
sumpah bersama.
Dia bilang hari ini,
hanya gladi bersih upacara.
Kita akan mengikuti ujian
dalam hukum dan sejarah Iran.
Dan sekarang, alasan utama kenapa kita berkumpul di sini
adalah untuk berterima kasih dan menghormati, para ibu dan ayah yang gagah berani
yang sudah membesarkan anak-anak yang bersemangat dan setia.
Anak-anak pemberani ini
berjuang atas nama Islam dan tewas.
Mereka mau menghormati kita.
Selama bertahun-tahun berkontribusi pada kemakmuran Iran.
Sejak mereka datang ke Iran,
saudara-saudara kita di Afghanistan sudah membuktikan persaudaraan mereka berkali-kali.
Setiap kali musuh mencoba menyerang.
Republik Islam Suci Iran,
saudara-saudara kita di Afghanistan sudah berdiri bahu-membahu
dengan saudara mereka di Iran.
Merupakan tugasku untuk menyampaikan rasa terima kasih rakyat Iran pada kalian.
Dia hanya bicara saja.
Tetap tegakkan kepalamu sebagai orang Iran yang bangga.
Kalau dia ngoceh, biar kuambil pil-ku.
- Haruskah aku ikut denganmu? - Tidak perlu.
Sebelum kita memulai latihan,
kita tonton klip yang dibuat
Asosiasi Martir Asing.
Ucapkan doa.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Di medan tempur utama, musuh melancarkan serangan balasan.
Tentara kita meluncurkan roket mini-Katyusha.
Aku menyadari.
Aku ada di sana menyaksikan
semangat para pejuang Islam, para pahlawan di jalan Allah,
dan perwujudan keimanan dalam jiwa mereka yang terberkati...
Salam. Aku sedang tidak bisa dihubungi saat ini.
Tinggalkan pesan...
Kenapa kau keluar?
Kau menangis?
Hamed...
Tidak di Turki.
Di mana anakku?
Aku akan beritahu, tapi sebelum itu...
Apa?
Sayang...
Aku mau kau tahu, apa pun yang terjadi...
Kamita masih
punya satu sama lain.
Aku bersumpah bahwa aku menyerahkan sepenuhnya
kesetiaanku kepada negara dan pemerintah di mana aku
menjadi warga negara sampai sekarang.
Dan selanjutnya,
melawan semua musuh dalam dan luar negeri,
aku akan membela Konstitusi Iran
dan setia pada hukum Republik Islam.
Demi Tuhan, aku bersumpah
pada saat dibutuhkan,
aku akan angkat senjata
untuk membela Iran.
Aku mengambil kewajiban ini atas kemauanku sendiri
dan tanpa ada maksud jahat.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa.
Menerangi jalanku.
Ucapkan doa.
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 03 Mei 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.