Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[ Subtitle By Ghunter ] (Resync/Edited By Coffee_Prison)
Hei!
Dasar bodoh! sudah kukatakan tunggu aba-aba dariku.
Seharusnya tepat sebelum matahari terbit.
Maafkan aku. Aku gugup.
Hari ini cuacanya tidak bagus.
Kalau seperti ini kita harus kembali lagi besok!
Butuh kerja keras untuk mendapatkan hasil yang terbaik kan?
Lupakan... Ayo kita pergi.
- Oh, ayolah... - Kenapa aku bisa mengajakmu?
Hei, memangnya ini keinginanku? Kau yang mengajakku kesini!
Dasar!
Apa lagi?!
"NO MERCY"
Jadi, korban meninggal selama berhubungan seksual?
Kematian sewaktu berhubungan seksual?
Ini namanya 'Sweet Death' untuk pria penyebabnya karena serangan jantung.
Untuk perempuan penyebabnya karena pendarahan otak.
Itulah mengapa ada pepatah...
Pria berhubungan seksual mengikuti hati sedangkan perempuan mengikuti otak...
Terserah penilaian kalian seperti apa.
Tetapi hasil dari otopsi tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pendarahan otak.
Dia alergi terhadap penicilin.
Maksud Bapak antibiotik?
Bagaimana kalau dosisnya sedikit?
Untuk seorang yang memiliki alergi, meskipun dosisnya sedikit,akibatnya bisa fatal.
Sebelumnya melakukan pembunuhan, si suami mengasuransikan istrinya...
Datang ke RS untuk meminta disuntik antibiotik dengan alasan radang tenggorokkan.
Lalu pulang kerumah dan berhubungan seksual dengan istrinya.
Antibiotik akan ikut terbawa oleh air mani suami yang kemudian mengakibatkan si istri meninggal.
Resep obat RS memainkan peranan penting dalam mengungkap pembunuhan ini.
Sepertinya Bapak juga pernah melakukan ini.
Apa kau mau pindah? Tinggalah disini untuk beberapa semester.
Maaf aku tak bisa, aku ingin pindah dan hidup bersama putriku.
Aku sudah lelah menangani mayat.
Jadi ini untuk Hye-won...
Beruntung kita memiliki ahli penyakit Gaucher sepertimu di negara ini.
Hei, bukankah hari ini putrimu pulang?
Ditunda untuk beberapa hari.
Apa dia tahu jika Ayahnya sangat merindukannya?
Sebentar... Ini Kang.
Saya segera kesana.
Ibuku pasti akan kecewa kalau tahu apa yang kulakukan di TKP...
Benar-benar kejam untuk pembunuhan di desa kecil seperti ini.
Dia dimutilasi. Sungguh kejam.
Persetan dengan hari ini...
Kenapa selalu seperti ini?
Hei...
Kenapa aku mau melakukan ini?
Memangnya aku siapa, asisten pribadinya?
Kenapa dia?
Oi! Min!
Ya, Pak!
Kamu bisa kerja yang benar tidak!!
Orang-orang tidak boleh masuk, bodoh!
Ya, Pak!
Hei, mundur!!
Hei, mundurlah Pak!
Keluar garis polisi!
Hei, Pak!
Pak!
Mau kemana Pak?
Apa tidak melihat ada garis polisi?!
Apa Bapak tidak apa-apa? Maafkan saya...
Profesor...
Hah? Apa kita pernah bertemu?
Kelas 21 di Akademi Kepolisian, Pak. Saya mengambil kelas Psikologi Bapak.
Gadis berkacamata tebal yang sering datang ke rumah?
Ya, yang memakai kacamata tebal...
Aku tidak mengenalmu kalau tidak memakai kacamata.
Sudah 5 tahun lebih tak pernah bertemu Bapak...
Dan Bapak masih ingat saya! Saya senang Pak.
- Hei Prof! - Halo.
Sudah ngobrolnya? kembali kerja!
Pembunuhan kali ini sangat kejam...
Lewat sini Profesor.
Terima kasih.
Lakukan tugasmu! jangan malah memukul orang!
Nama korban Oh Eun-ah. 29 tahun, bekerja di bar.
Sebelumnya dia dilaporkan hilang.
Tubuhnya bagus.
Puting yang kemerahan, perut yang rata dan bentuk bentuk rambut kemaluan yang sempurna..
Menyedihkan sekali, melihat tubuh indah ini membusuk.
Tim sudah menyusun anggota tubuh yang terpotong...
kembali seperti posisi sebelum dimutilasi.
Kecuali 1 lengan yang masih hilang.
Dasar psikopat!
Kenapa pembunuh itu repot-repot tidak membuangnya dilokasi yang sama?
Apa yang bisa kau selidiki dari TKP dan mayat ini?
Maaf? Saya Pak?
Ya.
Jika pembunuhnya membuang tubuh korban di lokasi seperti itu...
Mungkin pembunuhnya memang tidak berniat untuk menyembunyikannya.
Kau menambah rumit kasus ini.
Memutilasi korban seperti ini biasanya didasari dendam....
Periksa orang-orang yang dekat dengan korban dan selesai sudah.
Aku berani bertaruh bahwa kasus ini didasari dendam.
Tidak mungkin perampok memutilasinya? pasti orang yang dekat dengannya.
Teruskan...
Jika aku pembunuhnya, aku akan membuang...
Seluruh anggota tubuh korban ditempat yang berlainan.
Untuk menghambat proses identifikasi.
Tapi, kenapa hanya 1 lengan saja yang dibuang ditempat berbeda?
Lengan yang hilang, pembunuhnya mungkin lupa untuk membuangnya.
Pembunuh bisa melakukan kesalahan sewaktu gugup kan?
Terutama jika potongan banyak, ini ada 6 potongan!
Ini mungkin saja terjadi. Kita tak sedang membicarakan potongan pizza, ini...
Biarkan aku bekerja, tolong keluar.
Baiklah. Ayo keluar, biarkan dia bekerja.
Biar Detektif Min yang tinggal. Tidak apa-apa kan Pak?
Ya...
Ayo kita pergi.
Mayat tidak bisa disebut sebagai orang.
Mayat adalah bukti.
Penyebab kematiannya kerusakan otak karena tengkoraknya pecah.
Tanah yang mengandung unsur granit ditemukan didalam mulut, hidung dan telinga.
Dan, disekujur tubuhnya banyak ditemukan unsur garam.
Sepertinya pembunuhnya memutilasi korban di laut.
Untuk memudahkan membersihkan darah.
Dan membuangnya di muara sungai.
Ciri senjata yang digunakan, benda panjang dan keras.
Pukulan terparah ada di sekitar ubun-ubun.
Untuk bisa memukul ubun-ubun secara tegak lurus...
tinggi pembunuhnya minimal 6 kaki atau...
pembunuhnya memukul korban sewaktu korban berlutut.
Pembunuhnya memukul tepat dikepala.
Tapi jika korban jatuh ditanah yang datar,
tidak mungkin tanah bisa masuk kedalam mulut dan telinganya.
Oleh karena itu, saya yakin korban dibunuh digundukan tanah granit.
Apa ada tempat seperi itu di kota ini?
Tanah granit bisa ditemukan di pabrik semen.
PT Il-seong Concrete...
Karena proyek reklamasi pesisir pantai,
Banyak cabang pabrik semen didirikan di pesisir pantai Kunsan.
Jadi, pembunuhnya menghabisi korban di pabrik semen.
Memutilasi tubuh korban di laut dan membuangnya di muara sungai.
Bagaimana dengan tersangka?
Korban memiliki pacar. Kami belum mengetahui dimana dia berada.
Temukan dia!
Sisanya, bentuk 4 tim dan periksa semua pabrik semen.
Hei, Byung-do...
Siapa kau?
Polisi, bajingan!
Tundukkan kepala! Sekarang!
Jadi, kau melihat dia kemarin?
Di persimpangan Chung-an. Di jalan...
Lebih spesifik lagi, brengsek!
Di persimpangan... belok kanan di lampu lalu lintas kedua.
Hei, Byung-do!
Apa-apaan ini?!
Kami bekerja sepanjang hari dalam 3 shift untuk memenuhi target produksi.
Bagaimana mungkin ada pembunuhan di pabrik ini?
Apakah ada waktu dimana pabrik berhenti berjalan?
Bukankah sudah aku katakan tadi?
Truk-truk itu masuk kemari tanpa berhenti sedetikpun.
- Hei pelan-pelan! - Tempat ini seperti padang pasir.
Detektif! Lakukan sesuatu kepada para demonstran, mereka sudah menggangu kerja kami.
Mereka selalu mengganggu.
Selamatkan muara sungai!
Lindungi para nelayan!
Ada apa?
Minggir!
Diamlah! Ini bukan pasar!
Hei, Byung-do...
Mari bicara dari hati ke hati, kamu dan aku.
Kau membunuhnya karena tak sanggup mengembalikan utangmu kan?
Apa yang kau bicarakan? Sudah sebulan aku tak pernah bertemu dengannya.
Akan kubuktikan bahwa kau memang pembunuhnya!
Dimana kau pada tanggal 15 malam?
Aku memberi makan kuda.
Dimana?!
Brengsek?!
Berani memelototi aku, dasar brengsek!
Bajingan!
Duduk brengsek! Sekarang!
Bajingan!
Sudah kukatakan kami tidak tahu apa-apa! Kau membuang-buang waktu kami dan pekerja kami.
Apa kau tahu berapa kerugian yang kami tanggung tiap detiknya?
Kuncinya rusak. Coba kau lihat di bawah pintu...
Ada tali. Tarik dan pintunya akan terbuka.
Sudah terbuka.
Kemari.
Halo, cantik!
Itu putriku.
Apa dia masih belajar di AS?
Kok tahu?
Bapak yang mengatakan kepadaku 5 tahun yang lalu...
Saya masih ingat.
Ingatanmu sangat bagus.
Dia sangat cantik.
Dia akan pulang besok. Sudah 13 tahun berlalu.
Bapak pasti senang.
Mana foto lengannya?
Kami menemukan lengannya di gundukan granit.
Apa tidak aneh, pembunuhnya hanya menyisakan 1 lengan saja disana?
Pembunuhnya menghabisinya di pabrik semen.
Memutilasinya di laut...
Kemudian membuang tubuh mayat di muara sungai yang jauhnya 15 km.
Dan hanya meninggalkan 1 lengan di tempat pembunuhan.
Aku rasa pembunuhnya ingin mengatakan sesuatu tentang 3 lokasi itu.
Tidak mungkin ini tak sengaja.
Tak sengaja?
Mungkin, dia ingin memberikan pesan kepada kita.
Pesan?
Aktivis lingkungan...
Ingin agar proyek pembuatan tanggul dihentikan...
PT Il-seong Concrete...
Pemasok tunggal untuk proyek tanggul.
Banyak yang beranggapan bahwa terkadang pembunuhan terjadi tanpa motif...
Tapi, aku tidak percaya.
Tidak ada pembunuhan tanpa motif.
Ingatlah! selalu selidiki segala kemungkinan.
Pasti selalu ada motif di setiap pembunuhan.
Hei, junior! tinta di kartu ID-mu masih belum kering!
Aku hargai semangatmu. Tapi ini butuh lebih dari sekedar semangat.
Nenek di kantin juga memiliki semangat.
- Pak! - Apa...
Jangan biarkan junior masuk menangani kasus besar seperti ini.
Aku sudah diberi ijin oleh Pak Kepala.
Detektif Min.
Ya, Pak.
Sudah siap presentasi?
Ya, Pak.
Jangan sampai terbawa emosi. Tetap tenang.
Ayolah, Pak!
Kau belum berbuat apa-apa kepada tersangkamu!
Ini sedang dalam proses...
Ayo mulai.
Pecinta lingkungan hidup 'I Love Venus'.
Secara sistematis sudah menghambat produktivitas 'PT Il-seong Concrete'.
Sambil terus-menerus protes dipabrik itu.
Mereka sangat prihatin tentang isu-isu yang berkaitan dengan sungai Keum.
Venus? Seperti perusahaan Bra?
Diam!
Ini buku yang ditulis oleh pemimpin mereka, Lee Seong-ho.
'Sungai Keum adalah reinkarnasi Venus, Dewi kecantikan.'
'Tapi pemerintah membangun tanggul...
tepat di muara, memotong pinggang sang Dewi...
dan memotong kaki sang Dewi dengan proyek reklamasi pantai.'
'Sekarang dengan proyek Grand Waterway, pemerintah telah membangun 3 tanggul dan 1 DAM.'
'Menjadikan sungai Keum terpotong 6 bagian.'
'Dewi yang Agung, ampuni kebiadaban orang-orang...
yang memotong tubuh indahMu menjadi 6 bagian.'
'Aku berencana menghukum mereka atas kebodohan yang telah dilakukan.'
Cerita yang menyentuh! Venus!... omong kosong!
Ada apa denganmu?
Jadi, PT Il-seong Concrete, bibir pantai dan muara sungai Keum...
Ya, Pak.
Dewi Venus dan menghabisi korban di 3 lokasi.
Menurutmu pembunuhnya adalah aktivis lingkungan.
Itu benar Pak.
Tapi, analisamu kurang mendalam dan non-faktual.
Di hari pembunuhan, terjadi bentrokan...
antara pekerja dan aktivis lingkungan hidup di pabrik.
Mengakibatkan pabrik berhenti bekerja selama 20 menit,
Cukup untuk melakukan pembunuhan.
Ini pemimpin "I love Venus," Lee Seong-ho.
Lee menderita polio dan cacat stadium 4.
Jadi, jejak kaki yang bengkok dan sebuah lubang kecil adalah...
Kaki yang cacat dan tongkat, Pak.
Panggil dia atas tuduhan kekerasan dalam demonstrasi dan periksa dia!
Maaf Pak?
- Cukup 5cm saja. - Baiklah.
Yang rusak dibiarkan saja.
- Baiklah. - Seperti ini.
Apa kalian sudah makan?
Lee Seong-ho?
Siapa kalian?
- Aku... - Kami polisi.
Kami ingin bertanya sesuatu.
Apa?!
Kalian disini untuk menangkapku? Aku harus bertanggung jawab atas apa yang kulakukan.
Alam adalah aset yang berharga bagi generasi kita kedepan.
Jika kita berusaha untuk melindunginya, apa itu termasuk kejahatan?
Kau diinterogasi karena menggunakan kekerasan dalam demonstrasi.
Oh, katamu aku adalah tersangka pembunuhan.
Kenapa tertawa? Kau kira ini lucu.
Akan kubuktikan bahwa kau pembunuhnya!!
Sungai Keum sangat indah seperti Dewi Venus.
Menyediakan habitat untuk ribuan burung.
Ikan Coilia berenang dari laut untuk bertelur disana.
Itulah alasan kenapa aku sebut muara sungai itu 'Rahim Venus'.
Persetan dengan rahim. Kau mau menceramahiku?
Aku tak peduli tentang Venus dan rahimnya. Katakan saja padaku kau pembunuhnya atau bukan.
Apa ini?!
Karena adanya tanggul, nelayan tidak bisa berlayar keluar.
dan kemudian mereka kehilangan mata pencaharian dan pindah.
Dan muara juga akan ikut mati.
Detektif, kau juga tertarik dengan isu lingkungan hidup?
Aku belajar dari bukumu.
Sepertinya keluargamu juga sudah pindah.
Apa yang sedang kalian bicarakan?
Halo?
Mau mengajakku minum kopi?
Kenapa menelponku?
Beri kesempatan untuk perempuan itu.
Ayolah, Pak!
Tak lama setelah kehilangan mata pencaharian karena pendirian tanggul,
Ayahmu meninggal dan adikmu bunuh diri.
Apa tragedi keluargaku berkaitan dengan kasus ini?
Profesor Kang?
Ya?
Lee Seong-ho menyuruhku untuk memberikan ini.
Lee Seong-ho?
Hei...
So-hee!
Maafkan aku.
Ayah, aku akan pulang hari kamis.
Prosedur penolakannya ternyata memakan waktu sangat lama.
Kebencianmu terhadap tanggul dan obsesimu terhadap sungai Keum...
Menyebabkan pembunuhan dramatis dan memutilasi mayat.
Detektif, buku itu bukan novel kriminal.
Ini seperti mengatakan bahwa semua penulis novel kriminal adalah penjahat.
Pak Lee, cuaca hari ini cerah.
Maafkan aku karena mengotori sepatu dan tongkatmu.
Aku sudah menyemprot air di pintu masuk.
Jejak kakimu cocok dengan jejak kaki di TKP.
bahkan posisi tongkat juga cocok.
Siapa namamu, detektif?
Min Seo-young.
Min Seo-young. Detecktif Min.
Ada sesuatu dibajumu.
Bagus. Sangat mengesankan.
Kau menemukan pembunuhnya.
Ya.
Profesor! Kami menemukan pembunuhnya!
Dia aktivis lingkungan hidup, namanya Lee Seong-ho.
Aku ingin memberitahukan kepadamu lebih dulu.
Halo? Profesor?
Kang Hye-won? Dia sudah tiba di Korea minggu lalu.
Aku tidak akan bersikap baik lagi.
Mari kita selesaikan kasus ini.
Katamu kau menggergaji korban. Siapa yang membantumu?
Kenapa selalu menatap jam dinding?
Ada janji ditempat lain?
Lihat aku!
Dasar brengsek!
Profesor, ada apa kemari?
Dimana Lee Seong-ho?
Maaf?
Aku dengar kalian menemukan pembunuhnya.
Di ruang interogasi. Dia dalam proses interogasi.
Apa dia mau memecahkan jam dinding dengan tatapannya?
Detektif Yoon!
Ada apa?
Aku dengar kalian sudah menangkap pelakunya. Boleh aku bertemu denganya?
Kau ingin membuat dia mengaku?
Saya ingin mengkonfirmasi beberapa fakta TKP dengannya.
Dia benar-benar brengsek.
Dia sudah mengaku menggergaji korban...
dan sekarang dia hanya duduk terdiam sambil melihat jam.
Kami sudah mengirim tim untuk mencari barang bukti.
Kalau sudah ketemu, matilah dia.
Aku tak akan lama.
Apa?!
Apa yang kau lakukan?
Kenapa pintunya dikunci?
Buka! Buka!
Apa kau dengar aku?
Halo.
Kenapa lama sekali? Kita sudah kehilangan banyak waktu.
Seharusnya kau tidak perlu datang ke bandara.
Dimana putriku?
Mari kita bicarakan.
Siapa kau?
Siapa aku tak penting. Yang lebih penting nyawa putrimu.
Apa yang kau inginkan?
Tak perlu basa-basi lagi.
Aku memberikan pesan dari pembunuhan dan mutilasi yang kulakukan.
Agar pemerintah memikirkan apa maksud dibalik semua ini.
Tapi, itu kurang efektif. Jadi kurasa...
jika aku menangkap dan membunuh putri dari pemeriksa medis yang terkenal di Korea...
Brengsek! kubunuh kau jika terjadi sesuatu pada putriku!
Aku belum... selesai... Dengar aku baik-baik.
Aku ingin membuat perjanjian denganmu.
Apa?
Keluarkan aku dalam waktu 3 hari.
Maka, putrimu akan baik-baik saja.
Kau kira bisa semudah itu?
- Kau usahakan dulu. - Tapi kau sudah mengaku!
Kau benar, aku sudah mengaku.
Polisi sedang mencari barang bukti.
Jika sudah ketemu, tamat sudah nyawamu.
Nyawa putrimu juga.
Apa kau tahu mengapa orang bisa lemah?
Itu karena mereka memiliki sesuatu untuk mereka lindungi.
Siapa kau? Apa kau mengenalku?
Aku mengenalmu.
Benarkah?
Tak usah pikirkan kata-kataku barusan.
Apa yang harus kau lakukan, apa yang harus kau lakukan... Waktunya tak banyak.
Putrimu sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik.
Apa kau tak dengar aku memukul pintu?
Jangan diam saja?
Profesor, anda kembali!
Apa kau sudah menemukan barang buktinya?
Ya, gergaji mesin. ditemukan sesuai dengan pengakuan Lee.
Ada bercak darah disitu. Pasti itu barang buktinya.
Ada dimana?
Di laboratorium.
Bukankah putri Bapak pulang hari ini?
Dia menundanya beberapa hari lagi.
Profesor!
Ada apa?
Aku dengar mereka sudah menemukan barang buktinya.
Oh, itu...
Ini dia.
Aku harus menyelesaikan tugasku sebelum ini dulu.
Aku tahu ini penting...
Tapi, seperti bayi, harus menunggu ketika gilirannya tiba.
Dimana Dr. Kang sekarang?
Di ruang otopsi, mungkin.
Profesormu kesayanganmu meminta...
Tes psikiatri pada orang gila itu.
Tes psikiatri?
Dia mungkin juga sudah ikutan gila...
Dia merasa dirinya polisi dan menginterogasi tersangka...
Kasus ini akan selesai ketika barang bukti sudah diperiksa.
Untuk apa dia melakukan itu?
Sudah dapat laporan otopsi?
Belum.
Apa kau juga sudah gila?!
Kalau laporan tes darahnya?
Kata mereka akan selesai besok.
Kau bercanda kan?!
Kau harus memaksa mereka kalau ingin kasus ini cepat selesai!
Mereka tidak akan memberikan laporan cepat seperti mengantar pizza!
Buat kopi saja sana!
Seandainya saja perempuan ini tidak masuk dalam tim...
Ya, Pak... Maaf? Di ruang otopsi?
Sekarang? Baiklah...
Baiklah. Saya segera kesana.
Profesor!
Detektif! Ada apa malam-malam begini?
Bukankah kau sedang sibuk? Kan sudah kukatakan periksa secepatnya.
Profesor Kang ingin bertemu denganku.
Ada apa kemari?
Saya ingin meminta laporan otopsi.
Kenapa Bapak berkeringat?
Apa kita sudah dapat hasil tes darahnya?
Aku mau mengetesnya. Kita dapat melihat hasilnya besok pagi.
Apa untuk itu Bapak memanggil saya?
Saya harus kembali secepatnya.
Apa Bapak meminta tes psikiatri untuk Lee?
Mari kita bicarakan.
Aku sudah bertemu dengan Lee.
Dia tidak bisa berjalan tanpa bantuan tongkatnya.
Aku hanya ingin mencari tahu bagaimana bisa orang seperti itu melakukan pembunuhan.
Apa Bapak ragu-ragu, mungkin saja dia bukan pembunuhnya?
Mungkin kita terlalu mengandalkan apa yang kita lihat.
Dan aku, tergantung pada hasil otopsi.
Tapi, dia sudah mengaku dan kami sudah menemukan barang buktinya.
Dia membuang mayat ditempat yang mudah ditemukan dan sudah memberikan pengakuan.
Apa ini tidak aneh?
Aku menduga mungkin ada perangkap.
Tapi, kami berencana membuat surat penahanan besok pagi.
Sebaiknya aku mengecek ulang laporanku sebelum terlambat.
Ingat! selalu selidiki segala kemungkinan.
dan cari bukti lagi.
Saya hanya bisa memberi waktu 10 menit saja.
Saya tidak pernah melanggar peraturan selama 20 tahun bekerja.
Saya hargai itu.
Aku ingin bicara dengan putriku.
Telepon dia.
Maaf, tak bisa.
Telepon dia sekarang!
Ini aku. Apa dia baik-baik saja?
Ada seseorang yang ingin bicara dengannya.
Dia sedang menderita. Apa kau bisa membunuhnya sekarang?
Dimana kau?! Kubunuh kau jika terjadi sesuatu pada putriku!
Nomor telepon yang anda hubungi...
tidak ada dalam data kami...
Akan... kubunuh kau.
Halo?
Ayah?
Sayang, dimana kau? Kau tidak apa-apa?
Ayah, aku takut sepertinya mereka mau membunuhku. Tolong aku!
Tidak sayang! jangan khawatir.
Ayah akan datang dan menolongmu. Bertahanlah sayang.
Halo! Halo!
Apa jaminannya kalau aku membebaskanmu, kau akan melepas putriku?
Apa kau punya pilihan lain?
Dimana senjata pembunuhannya?
Aku tak ingat.
Kau harus membantuku kalau ingin bebas.
Kau pasti sudah mengurus masalah gergaji.
Kau lebih hebat daripada yang kupikirkan, Prof!
Jawab pertanyaanku. Dimana kau menyembunyikan senjatanya?
Kau harus bekerja lebih keras lagi untuk menghilangakan barang bukti.
Jawab aku!
Ingatan manusia memang lucu.
Tak usah basa-basi!
Ya, Hal yang lebih penting...
Untuk apa aku membunuh perempuan itu?
Apa?
Coba ingat lagi.
Apa kau anggota polisi?
Kau kelihatan berbeda?
Cukup kau katakan apa yang kau ketahui.
Apa kau kenal orang ini?
Aku rasa tidak.
Apa kau tahu Oh Eun-ah sering jalan dengan siapa saja?
Tidak ada seorangpun.
Kecuali si brengsek Byung-do.
Min Byung-do? Apa dia pacarnya?
Pacar apanya!
Dia itu orang brengsek.
Biasanya dia ada dimana?
Aku tak tahu. Mungkin dia sedang memberi makan kuda.
Memberi makan kuda?
Kau tak tahu? itu taruhan pacuan kuda.
Apa kau benar-benar anggota polisi?
Hei, Detektif!
Kau disini semalaman untuk mengawasiku?
Bagaimana hasilnya?
Ya. Sepertinya semua usaha kita sia-sia.
Apa?! Kau belum menyelesaikannya?
Sudah. Hanya saja...
Ini bukan darah manusia.
Apa maksudmu itu bukan darah manusia?
Dia mempermainkan kita.
Sudah kukatakan jangan berikan kasus ini kepada junior.
Yang kita butuhkan cuma 1 bukti kuat saja!
Lalu siapa yang memukuli tersangka?
Bukan aku. Siapa yang melakukannya?
Cari barang bukti! Itu prioritas utama.
Bentuk 3 tim dan selidiki di pabrik dan rumah Lee.
Cari apa yang bisa kalian dapat.
Kita tak tahu apa yang kita cari.
Mudah saja.
Pergi ke rumah Lee dan bawa semua benda tajam atau benda yang...
mungkin digunakan untuk membunuh. Pasti ada!.
Hei, Min!
Ya, Pak.
Tak perlu ikut mereka dan ambil laporan otopsi.
Tapi, mencari barang bukti lebih penting.
Sudah kukatakan ambil laporannya!
Profesor dekat denganmu. ambil laporan itu sekarang.
Meskipun kita sudah mendapatkan barang bukti, kita butuh laporan itu untuk membuat surat penahanan.
Detektif Min?
Profesor, sedang dimana? Saya butuh laporannya.
Aku sedang sakit. Aku sedang tak enak badan.
Laporannya belum selesai. Apa mendesak?
Saya bingung... Seperti dugaan Bapak,
Hasil tesnya tak seperti yang diharapkan.
Darah yang ada digergaji adalah darah anjing.
Pak Kepala mengamuk dan menyuruh semua orang untuk mencari senjatanya.
Senjata?
Ya. Senjata yang digunakan untuk memukul korban.
Bapak sedang dimana?
Biar saya jemput. Halo? Profesor?
Profesor!
Hai, cantik. Bagaimana kabarmu?
Kenapa kau?
Lee Seong-ho menyuruhku untuk memberikan barang ini.
Cari dan lihat dengan teliti.
Ya, Pak.
Cari.
Berantakan sekali.
Ada pisau bedah.
Disini, Pak!
- Dimana? - Kemari! Cepat!
Ada bercak darah...bentuk dan ukuranya sepertinya cocok.
Si brengsek itu menyembunyikan senjatanya disini, tak heran mengapa kita susah menemukannya.
Ayo. Ayo, kita kembali.
Baik.
Apa anjing ini tertabrak sesuatu?
Ini luka sayatan.
Sayatan?
Bukan memakai pisau, tapi...
lebih tajam lagi seperti pisau bedah.
Lukanya bukan ditempat yang berbahaya.
Mungkin anjing ini sengaja disayat.
Aku sedang mengirimkannya. Tolong cari tahu siapa orang ini.
Tolong bantu aku kali ini.
Ya, ini mendesak.
Permisi, Pak. Anda sedang apa?
Bapak salah meletakkannya.
Seharusnya bagian ini menghadap kebawah.
Bukankah ini Seong-ho dan Pyeong-sik?
Namanya Pyeong-sik. Saya mengenalnya.
Dia anak yatim, tapi ayah Seong-ho merawat dan mengangkat dia.
Lalu dia berpacaran dengan Su-jin...
Tapi, setelah Su-ji meninggal, Seong-ho dan Pyeong-sik pergi meninggalkan desa.
Gadis SMU diperkosa!
Korban bunuh diri.
Terdakwa berasal dari keluarga pejabat.
Gadis SMU diperkosa : Terdakwa bebas.
Park Pyeong-sik!
Park Pyeong-sik!
Dimana putriku, bajingan!
Putriku...
Dimana...
Dimana putriku?
Kau ingin putrimu kembali?
Ikuti perintahnya.
Aku tak ingin hal ini terjadi lagi!
Hye-won! Sayang! Bangun!
Hye-won! Hye-won! Hye-won!
Senjata yang mungkin digunakan sudah ditemukan di rumah Lee kemarin.
Setelah hasil lab keluar. Kami akan langsung meminta surat penahanan.
Apa benar bahwa Lee melakukan pembunuhan sebagai aksi protes pembuatan tanggul?
Apa ada kaitanya dengan proyek Grand Waterway?
Itu saja yang bisa saya sampaikan.
Kalau surat penahanan sudah keluar, kasus ini akan ditutup.
Oi, Min!
Ya, Pak.
Sudah dapat laporan otopsi?
Belum... Profesor susah ditemui.
Kau bercanda? Kerjamu itu apa saja dari kemarin!
Apa susahnya meminta secarik kertas laporan?
Kalau kau tidak bisa mengambilnya sampai besok, bisa-bisa kita tak dapat surat penahanan.
Dan bawa barang ini juga ke laborat. Paham?
Ya, Pak.
Apa Lee mahasiswa kedokteran?
Untuk apa dia membawa pisau bedah dirumahnya?
Itu karena dia orang gila.
Lebih tajam seperti pisau bedah.
Ini bukan darah manusia.
Kau tidak pernah meninggalkan laborat sedetikpun kan?
Sudah kukatakan tidak pernah. Sudah 3 hari aku disini terus.
Coba ingat lagi. Ini sangat penting.
Oh iya.
Aku pergi sebentar ke kantor otopsi karena Prof. Kang ingin bertemu denganku.
Kau ada disitu juga.
Kenapa wajahmu memar?
Kenapa kau malah mencari masalah?
Ini semua karena hasil persidangan dulu kan?
Itu alasan kau membunuh Oh Eun-ah?
Aku ingat siapa kau.
Kesaksianku jujur, sesuai dengan hasil otopsi.
Prof, bicaramu berputar-putar.
Ada hal lebih penting yang harus dilakukan.
Mereka menemukan senjatanya.
Senjata?
Aku sudah lakukan apa yang bisa kulakukan. aku sudah tak sanggup lagi.
Itu semua salahku.
Lepaskan putriku.
Itu berarti..
Aku tetap akan dipenjara...
Seharusnya kau katakan kepadaku dimana kau menyembunyikan senjatamu sejak awal.
Sekarang aku sudah tak bisa apa-apa.
Itu sudah menjadi tugasmu untuk mencari tahu.
Meloloskan diriku adalah tugasmu, bukan tugasku.
Menunjukkan seberapa besar kau menyayangi putrimu.
Apa yang bisa kita lakukan sekarang? Waktunya hampir habis...
Brengsek!
Kalau ini sudah selesai,
Akan kubunuh kau dengan tanganku sendiri.
Tak masalah.
Ini juga tidak cocok.
Apa?
Golongan darahnya tidak cocok. Golongan darah Oh O tapi ditongkat ini B.
Brengsek!
Bajingan itu pasti memiliki korban lain.
Mungkin saja ini pembunuhan berantai.
Lihat. Ketebalannya juga tidak cocok.
Menurutku cocok! Memangnya harus cocok 100%?
Apa yang akan kalian katakan saat konfrensi press nanti?
Cari senjata yang cocok dengan luka tengkoraknya!
Maaf Pak?
Buat sendiri jika perlu!
Kita sudah tahu dialah pembunuhnya.
Kita haus penjarakan dia apapun caranya!
Apa lagi yang bisa dilakukan? Polisi sudah dapat pengakuanmu dan barang bukti.
Kau masih belum paham.
Mungkin kau memang tak sepandai yang kukira.
Aku tanya sekali lagi.
Kenapa...
aku...
membunuh Oh Eun-ah?
Dia gadis yang gampangan.
Mudah memberikan tubuhnya, banyak mulut... bahkan dengan cintanya.
Sudah paham?
Lakukan yang apa bisa kau lakukan.
Tunggu!
Bapak mau kemana?
Aku sedang sibuk. Lain kali saja.
Apa Bapak baru saja bertemu Lee?
Aku sudah bilang, aku sibuk.
Apa yang sudah Bapak lakukan dengan barang buktinya?
Apa yang terjadi? Katakan!
Beri aku sedikit waktu.
Aku tak punya banyak waktu sekarang. Akan kujelaskan lain waktu.
Biarkan aku pergi.
Bapak ditahan karena telah menghambat proses penyelidikan.
- Bapak berhak diam... - Putriku disandera.
Maksud Bapak?
Kalau Lee sampai dipenjara, dia akan membunuh putriku.
Tapi, kenapa?
Tolong. Kau harus percaya kepadaku.
Tahun 1999 No. kasus 145 Tergugat: Choi DW, Lee YJ, Moon YM.
Penggugat: Lee Seong-chan Korban: Lee Soo-jin
Lee Seong-chan... Lee Soo-jin...
Ayah, Lee Seong-chan... Adik, Lee Soo-jin...
Lee Soo-jin adiknya?
Itu tak mungkin. Itu data di sistem keamanan kelas 1.
Tidak semua orang bisa mengakses.
Ayolah, bantu aku kali ini...
Aku tak punya wewenang.
Bisa-bisa aku dipenjara.
Ini sangat penting, Aku mohon! Tolong?
Kasus yang kau minta tentang... Perkosaan siswa SMU beramai-ramai
Tergugat berasal dari keluarga pejabat.
meraka dibebaskan karena tidak cukup bukti.
Saksi termasuk Oh Eun-ah...
Apa! Oh Eun-ah menjadi saksi?
Dan Prof. Kang menjadi ahli koroner...
Mau apa kemari?
Apa yang kau lakukan tehadap Prof. Kang?
Apa maksudmu?
Dimana putrinya?
Apa ini karena hasil persidangan?
Apa Prof. yang memberitahumu?
Ini semua karena kesaksian Prof. Kang dalam persidangan?
Tak usah bicara apa yang tak kau pahami.
Beliau memberikan pengakuan berdasarkan hasil forensik.
itu bukan salah beliau.
Ini tak akan bisa mengembalikan adikmu yang mati.
Halo? Pak Detektif!
Menurutmu seperti apa Prof. Kang?
Aku mengagumi beliau.
Kau mengaguminya?
Apa kau tahu sebrengsek apa dia?
Setidaknya aku lebih mengenal beliau daripada kau.
Ah,,, dia pasti juga mengagumimu kan?
Dimana Hye-won?
Apa kau tahu?
Kau bisa mencoba melupakan masa lalu tapi tak akan bisa menghapusnya.
Apa yang sudah kau lakukan tak akan terampuni.
Ini benda yang kau cari?
Apa ini cocok?
Ini cocok sekali.
Jadi, benda ini sudah ada didekat kita tanpa kita sadari.
Lee memberikan senjatanya dan itu cocok dengan luka korban.
Kalau kau meminta surat penahanan sekarang, kita bisa langsung memenjarakannya.
Kerja yang bagus, Detektif Min.
Halo?
Kau memang kucing yang penuh dengan rasa penasaran.
Siapa ini?
Akan kuberitahu apa yang akan Prof. Kang lakukan.
Aku mau keluar!
Hanya ini yang bisa kudapatkan. Dia pasti kelelahan malam ini.
Kerja bagus.
Aku melakukan ini bukan karena uang.
Kau ingin membalas kematian Oh Eun-ah kan?
Ya. Untuk kebaikan.
Aku menyukainya.
Apa isi botol itu?
Profesor!
Detektif! Detektif!
Kau ingin menolongnya?
Kau bajingan!
Dia sudah sampai sejauh ini, jadi aku berusaha membantumu.
Kita hampir kehabisan waktu, prof.
Ada apa?
Lee akan memberitahukan semuanya kepada kita.
Bukanya dia sudah memberikan pengakuan.
Mungkin ini usaha terakhirnya agar bisa keluar.
Kita sudah mendapatkan senjatanya. Tak mungkin dia bisa keluar.
Apa?!
Apa yang kau katakan?
Saya sudah beritahu dia agar langsung pulang.
Tapi Su-jin masih ingin besama teman-teman prianya...
Saya pulang sendirian.
Saya telepon dia berulang kali tapi dia tak pernah menjawab.
Lalu saya melihat dia pantai bersama teman-teman prianya...
Dia sedang berhubungan seksual dengan mereka.
Jangan bohong!
Putriku tak mungkin melakukan hal itu!
Tolong katakan sejujurnya.
Terakhir, kami akan memanggil Prof. Kang untuk memberikan kesaksian.
Pada umumnya untuk gadis remaja yang dipaksa untuk...
melakukan hubungan seksual dengan banyak orang sekaligus...
selaput daranya akan robek dengan parah.
Tanda-tanda seperti itu tak ditemukan di vagina korban.
Keadaan vagina korban menunjukkan...
dia melakukan hubungan seksual tanpa paksaan.
Jadi kita bisa berasumsi bahwa ini atas dasar suka sama suka?
Saya tidak berkata seperti itu, tapi memang keadannya seperti itu...
ini lebih menjurus kepada tindak pencabulan daripada pemerkosaan.
Berdasarkan pengakuan saksi mata dan kesaksian koroner,
Pengadilan memutuskan terdakwa tidak bersalah.
Bukan aku yang membunuh Oh Eun-ah.
Apa kau sudah gila?
Apa yang kau katakan?!
Kien saya diselidiki di bawah tekanan.
Dia terpaksa memberikan pengakuan palsu setelah disiksa secara fisik.
Apa kau paham arti 'di bawah tekanan'?
Kami sudah memiliki senjata pembunuhannya. Tongkatmu.
Dengarkan aku baik-baik.
Mereka semua tahu bahwa kau pembunuhnya.
Hanya saja mereka tak punya bukti yang kuat.
Lalu bagaimana?
Berikan ini kepada polisi.
Mereka sedang berencana akan melakukan apapun...
bahkan membuat barang bukti palsu yang cocok dengan kondisi pembunuhan.
Tapi, jika kau memberikan tongkat ini, maka ceritanya akan berbeda.
Jadi, sewaktu mereka sibuk dengan tongkat ini, kau berusaha mengeluarkan aku.
Tarik perkataanmu jam 7 besok pagi.
Dan ketika mereka menyebut tongkatmu sebagai barang bukti kejahatan...
Bukan hanya aku saja yang menggunakan tongkat seperti itu.
Apa kalian mempunyai bukti bahwa tongkat ini berkaitan dengan pembunuhan?
Apa?!
Siapa lagi yang berjalan pakai tongkat selain kamu?
Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kau pembunuhnya.
Bukankah mereka menemukan jejak kakiku?
Mereka menemukan mayat korban di lokasi yang berjarak kurang dari 1 km dari rumahmu.
Dengan jarak seperti itu kau pasti memiliki kesempatan untuk melakukan pembunuhan.
Tapi sekali lagi, Bukti-bukti masih kurang lengkap.
Apa bukti lain yang menunjukkan bahwa aku memang pembunuhnya?
Prof. Kang bahkan berkata jejak kaki itu bukan merupakan bukti yang kuat.
Kau itu pembunuhnya, brengsek! Kau hanya tidak mau mengakuinya!
Tampaknya memang ada tanda-tanda paksaan untuk menutupi kekurangan bukti.
Apa kita akan membawa kasus ini ke pengadilan?
Tugas kami hanya mengumpulkan bukti. Hakim yang akan memutuskan...
dai bersalah atau tidak.
Apa?
Apa maksudmu? Lee bukan pembunuhnya?
Prof. Kang sudah mengirimkan laporan hasil otopsi pagi tadi.
Apa?
Dia menemukan air mani orang lain di dalam vagina korban...
dan sidik jari yang terlewat di otopsi sebelumnya.
Apa maksudnya ini?
Sebelumnya dia berkata bahwa ini bukan kasus perkosaan...
sekarang air mani itu pun bukan milik Lee.
Golongan darah air maninya adalah golongan darah RH-A.
Tidak cocok dengan golongan darah Lee.
Sidik jarinya pun tidak cocok dengan Lee.
Ciri-ciri ini mengarah balik pada Min Byung-do.
Brengsek. Ada apa dengan prof.?
Kita tak bisa menahan Lee.
Lepaskan dia dan panggil Min Byung-do.
Min Byung-do!
Kau ditahan atas tuduhan pembunuhan Oh Eun-ah.
- Jangan bergerak! - Brengsek! Lepaskan!
Lepaskan! Polisi brengsek!
Brengsek!
Akhirnya bisa keluar juga. Sekarang kita kemana?
Pulang kerumah dulu. Pasti prof. itu akan datang.
Kok bisa seperti ini. Ini data yang kau cari.
Terima kasih!
Untuk kasus ini ada 2 laporan hasil otopsi...
Yang pertama dikeluarkan untuk persidangan, mengatakan ada hubungan seksual atas dasar suka sam suka...
yang satunya, mengatakan bahwa selaput dara korban rusak parah.
Maksudmu Profesor memberikan laporan palsu?
Kasus ini sudah bermasalah dari awal.
Keluarga terdakwa ada yang pejabat.
Persidangannya jadi seperti pertunjukkan boneka.
Aku yakin saksinya telah disuap.
Aku juga menemukan informasi lain.
Ketiga terdakwa itu... semuanya sudah tewas.
Choi Dae-wook dan Lee Young-je meninggal karena kecelakaan bulan Januari 2003.
Dan yang ketiga dibunuh di sebuah klub malam, kasusnya tak terungkap.
Oh Eun-ah sudah tewas,
Lalu Profesor?
Rencanamu berhasil Prof.
Perkiraan waktunya juga pas.
Dimana putriku?
Detektif Min sangat mengagumimu.
Dia pasti kecewa mengetahui kebenaran tentangmu.
Dimana putriku?!
Apa memang hanya itu caranya? Bagaiman kalau kau mengulanginya lagi?
Untuk yang kedua pasti lebih mudah?
Aku sudah melakukan apapun yang kau minta. Dimana putriku?
Kau melukai tanganmu sendiri! Hati-hati.
Maafkan aku tentang adikmu.
Maaf?
Sungguh. Aku benar-benar minta maaf.
Aku mohon... jangan bunuh putriku.
Kenapa kau tega melakukan itu?
Apa? Lee Seong-ho sudah bebas? Serius Pak?
Prof. Kang dalam bahaya. Kirim tim sekarang.
Apa maksudnya kirim kemana? tentu saja kerumah Lee!
Ya, saya yakin. Sialan kau!
Kemalangan keluargaku terjadi setelah pembangunan tanggul.
Dia berkata 'sialan kau' kepadaku!
Lebih cepat lagi. Perempuan jalang itu harus minta maaf.
Tenanglah.
Sialan kau?! Huh?
Apa itu kesaksian yang jujur?
Adiku,,, pelacur! Kau menganggap dia seperti itu?!
Kesaksianku berdasar pada analisa ilmiah...
Kau kira adikku mau berhubungan seksual dengan mereka?
Analisa ilmiah? persetan!
Hye-won! Bertahanlah sayang!
Bertahanlah!
Hye-won. Hye-won...
Ini penyakit Gaucher.
Itulah penyebab kenapa ibunya mengalami pendarahan terus sewaktu melahirkan dia.
Dan ini menurun kepada anaknya.
Penyakit ini jarang terjadi dan ahlinya hanya ada di AS.
Ini semua demi putrimu.
Tapi aku tak bisa...
Siapa lagi yang bisa membantumu membayar transplantasi tulang sumsum setiap setengah bulan?
Mereka akan menyediakan uang agar putrimu bisa sembuh.
Tapi aku tak bisa melakukannya.
Mereka tidak mengeluarkan air mani mereka di dalam vagian korban.
Tubuhnya sudah rusak karena berada lama dilaut, aku tak bisa bersaksi.
Kalau begitu tanda-tanda perkosaan juga pasti sudah hilang.
Memang benar... tapi...
Katakan saja pada mereka apa yang kau temukan.
Katakan saja bahwa...
tubuh korban sudah terlalu lama berada di air.
Apa anda Prof. Kang?
Siapa anda?
Putriku Su-jin... Dia bukan gadis seperti itu.
Tolong katakan yang sebenarnya tentang putriku.
Dia tak akan melakukan hal itu.
Saya hanya memberikan keterangan tentang apa yang saya dapatkan dari hasil otopsi.
Saya mohon, Pak...
Jangan sampai putriku menderita untuk kedua kalinya.
Tolong katakan yang sebenarmya.
Aku mohon.
Maafkan aku. Maafkan aku.
Aku yang salah. Aku mohon...
Aku percaya padamu.
Kau seharusnya mengatakan yang sebenarnya.
Bunuh aku. Aku mohon! Mutilasi juga aku.
Tapi putriku...dia tidak bersalah.
Apa yang sudah kau katakan dulu membuat adikku dianggap sepeti pelacur.
Orang-orang mengutuk dan menyalahkan adikku.
Dan aku!
Kebencianku terus tumbuh.
Setiap malam, ketika aku bermimpi tentang adikku,
Aku juga memimpikanmu!
Maafkan aku. Ini semua salahku.
Hidup Hye-won tidaklah mudah.
Tolong jangan bunuh dia. Tolong lepaskan dia, aku mohon!
Kebencian sudah menyebar keseluruh tubuhku seperti kanker.
Dan aku sudah tak dapat mengobati kanker itu.
Aku tahu. Ini semua salahku.
Tolong hentikan. Lepaskan putriku.
Sudah terlambat, dia sudah mati.
Brengsek! Kau mempermainkan aku?!
Brengsek! Bajingan!
Katakan! Dimana putriku?!
Brengsek! Brengsek!
Dimana putriku?!
Katakan, dimana!
Katakan...
Pegang ini! Pegang! Tunjukkan jalannya!
Brengsek kau!
Pegang tongkatnya. Ayo!
Hentikan. Akan kukatakan.
Hentikan.
Bukankah itu mobil Prof. Kang?
Apa-apaan ini?! Mau apa dia?
Dia menunggumu di sebuah rumah dekat tanggul.
Rumah yang aku tinggalkan 13 tahun yang lalu.
Ini semua balas dendam.
Jangan masuk professor!
Dimana Hye-won?
Lee sudah merencanakanya.
- Dimana putriku? - Jangan masuk!
- Ayah datang, sayang. - Profesor!
Hye-won?
Hye-won...
Sayang... Ayah sudah datang.
Ayo kita pulang.
Jangan tidur disini...
Jangan disini.
Maafkan Ayah datang terlambat.
Pulang dengan ayah.
Hye-won...
Ayo kita pulang, sayang.
Bangunlah!
Hye-won! Sayang! Dimana tubuhmu?
Putriku! Dimana?! Hye-won? Hye-won?!
Hye-won! Putriku!
Puting yang kemerahan, perut yang rata dan bentuk bentuk rambut kemaluan yang sempurna..
Dimana tubuh putriku?! Putriku!
Putriku...
Putriku! Dimana tubuh putriku?!
Ayah, aku akan pulang hari kamis....
Prosedur penolakannya ternyata memakan waktu sangat lama.
Ayah, aku takut sepertinya mereka mau membunuhku. Tolong aku!
Seperti itu?
Dimana putriku?
Tidak!
Tidak!
Sangat menyakitkan kan?
Apa kau sudah mengetahui apa yang kau lakukan terhadap tubuh putrimu?
Rasa sakit dalam ingatan lebih menyiksa daripada sakit dalam hati.
Kau akan selalu mengingat rasa sakit itu.
Hye-won ingin sekali bertemu danganmu.
Diam!
Dia menangis dan ingin bertemu denganmu, mendengar suaramu...
Sebenarnya aku tak tega membunuhnya.
Diam kau!
Kata-kata terakhirnya 'Ayahku tak akan mengampunimu'.
Biar kami yang menanganinya profesor. Profesor!
Kasihan putriku... Dia pasti sangat menderita.
Jangan bersedih... Rasa sakit ini baru saja mulai.
Apa itu suara tembakkan?
Lebih cepat lagi!
Ini yang dia inginkan sejak dulu.
Akupun...
Akupun tidak...
tidak bisa memaafkan diriku sendiri.
Apa kau tahu, apa yang lebih sakit daripada kematian?
'Memaafkan'
Karena dengan memaafkan, kau akan memendam rasa sakit dalam hatimu.
[ Subtitle By Ghunter ] (Resync/Edited By Coffee_Prison)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.