All language subtitles for A.Knights.War.2025.720p.BluRay.x264.AAC-[YTS.MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Dahulu kala, ada ramalan tentang kebangkitan orang yang terpilih.

Seorang wanita berambut merah, akan membentuk kembali dunia.

Namun para dewa takut pada kekuatan wanita itu,

Berbisik ke hati manusia,

Meminta mereka membakar tiap anak yang sesuai ramalan tersebut.

Dan kepolosan pun menghilang,

Karena kepolosan dilahap oleh api ketakutan.

Tidak. Tunjukkan belas kasihmu. Dia masih kecil.

Anak ini adalah anugerah dari cahaya.

Dia putrimu, benihmu, aku bersumpah!

Jangan buat jiwamu dikutuk!

Avalon, pegang tanganku.

Tidak, kau tak harus lakukan ini.

Dia putrimu. Aku istrimu yang setia.

Tidak!

Tidak! Tidak!

Sesuatu yang gelap telah terjadi di sini.

Beritahu aku, apa kau memimpikan dia?

Kau memimpikan dia, 'kan?

Aku tidak melihat apa-apa, karena tidak ada mimpi.

Lalu kenapa kau terbangun ketakutan?

Karena aku merasakan mata pria kecil mengawasiku saat aku tidur.

Dan aku belum makan.

Aku akan izinkan kau cicipi ini jika kau beritahu aku mimpimu.

Makanan terlebih dahulu.

Mimpi terlebih dahulu.

Baiklah.

Aku bermimpi bersama tiga wanita,

Dan mereka semua menginginkanku secara bersamaan,

Tapi aku tak bisa putuskan yang mana yang dipuaskan duluan.

Aku tidak percaya denganmu.

Sekarang kau tahu kenapa aku begitu marah saat kau bangunkan aku.

Aku sangat kecewa melihat wajahmu.

Jika itu mimpimu, kau pasti akan terbangun memegang "pedang" berbeda.

Mungkin.

Ayah, mereka datang.

Temukan yang lain dan beritahu mereka apa yang kau lihat

Ramalannya benar.

Orang-orangmu tidak akan datang.

Mereka takkan percaya dia.

Ayo kita pergi semuanya.

Beritahu mereka apa yang kau lihat sendiri.

Apapun yang mereka persiapkan, itu terjadi malam ini.

Nyawa kami berada di tanganmu.

Aku tidak khawatir, Ayah.

Aku tahu.

Jaga dirimu.

Jaga dirimu, keponakanku.

Sampai bertemu lagi, Paman.

Di sini, di kemuliaan cahaya.

Sekali lagi, keponakan. Tidak dalam kemuliaan.

Masih belum.

Kau mungkin mengirim dia menuju kematiannya.

Saat mereka dengar ramalannya nyata, mereka akan datang.

Kau memercayai orang secara buta.

Dan kau tidak percaya mereka sama sekali.

Aliran udara dari atas.

Ya.

Tapi ke mana itu menuju?

Apa mimpimu tidak memberitahumu?

Bagaimana dengan mimpimu?

Aku ingin dengar lagi tentang mimpi bersama tiga wanita ini.

Bawa aku kembali ke sana sekarang.

Aku penasaran.

Apa kau mengubah rinciannya...

...dari waktu kau terbiasa tidur dengan babi?

- Apa? - Bhodie Sang Pemuas Babi.

Kau tahu, sayang Ayah tidak memiliki ruangan di kastilnya...

...untuk seorang bajingan lagi.

Benar, benih Ayah ditabur secara meluas dan menyeluruh.

Kau beruntung lahir dengan bakat penglihatan Ayah.

Tapi tidak dengan namanya.

Setelah ini, Bhodie, kau tidak butuh nama dia.

Itu hanya karena orang hidup membutuhkan nama.

Sudah dimulai.

Itu Saudara Caius.

Mereka korbankan dirinya untuk dewa.

Maksudmu setan.

Mereka korban dirinya untuk setan.

Dewa seseorang adalah setan bagi orang lain.

Makin lama kita menunggu, makin sedikit yang perlu dilawan.

Ada obor.

Kita harus temukan jalan masuk.

Jika kau masih ingin pergi...

Apa yang mereka lakukan?

Mereka persiapkan tubuh dia.

Untuk apa?

Untuk bebaskan yang telah tersisih.

Mereka membuka gerbang menuju neraka.

Apapun yang terjadi,

Kita tak boleh biarkan setan melewati gerbang itu.

Kau pernah lihat ini sebelumnya, bukan?

Aku janji kepadamu, saudaraku.

Kita akan pergi dari sini dengan selamat hari ini.

Bhodie! Bantu aku!

Kenapa mereka berhenti?

Setan.

Tidak!

Bhodie, kau ingat ikrarmu?

Kita sudah gagal.

Tidak. Kita masih belum gagal.

Apa kau serius dengan perkataanmu?

Dia tak bisa diselamatkan.

Bagaimana jika bisa? Seberapa jauh kau akan pergi?

Kau siap pergi ke ujung dunia?

Dia sudah hilang, Kakak!

Bersumpah dan yakini itu, atau diam sepenuhnya.

Aku akan lakukan semua yang dibutuhkan untuk mewujudkan ramalan itu,

Termasuk korbankan nyawaku.

Aku tahu.

Tapi ini adalah takdirmu.

Kau akan berjuang untuk dia ketika tak ada orang lainnya.

Kau akan lindungi dia ketika yang lainnya gagal.

Kau akan menjadi perisau selama badai melanda.

Itu adalah takdirmu.

Ingat, tak peduli seberapa gelap itu menjadi,

Cahaya akan membuka jalan.

Ikut denganku.

Kesatria yang malang.

Dikhianati oleh saudaranya.

Diabaikan oleh ayahnya.

Mengejar janji kemuliaan.

Tapi apa itu bisa ditemukan?

Kau siapa?

Aku Keeper alam ini yang kesepian.

Dan ini tempat apa?

Kau gagal melindungi dia.

Sekarang kau memasuki Gerbang Terlarang,

Menuju tanah para dewa.

Kau mau bantuanku?

Apa aku mampu mendapatkan bantuan setan?

Kebaikanku saja tidak cukup.

Bicaralah yang jelas, setan. Apa harganya?

Aku bisa bantu kau selamatkan yang terpilih.

Dan kenapa dia?

Gadis dengan rambut api.

Aku membuat kesepakatan.

Aku berikan dia ini.

Ini akan memungkinkan kau mengalami seratus kematian.

Aku tawarkan itu kepadamu.

Seratus kematian?

Kurang lebih.

Semoga kurang.

Dan apa harga yang kau minta?

Harganya?

Ya.

Aku hanya minta saat kau membuka gerang,

Kau akan berikan aku jalan bersamamu menuju alammu.

Itu harga untuk seratus kematian.

Kurang lebih.

Kurang lebih.

Dan bagaimana aku kembali ke saudaraku?

Tiga penguasa memegang tiga batu.

Dan apakah yang terpilih pergi untuk melawan para penguasa ini?

Itu benar. Dan kau buang-buang waktu.

Kenapa aku tidak cukup membunuhmu, setan?

Aku rasa kau boleh mencobanya.

Tapi kekuatan jimat itu hanya bekerja,

Selama aku masih bernapas.

Oke, Keeper.

Jika aku berhasil,

Aku akan berikan kau untuk memasuki gerbang bersama kami.

Kesepakatan yang bagus.

Tapi itu harus ditetapkan dengan darah.

Hanya setetes.

Saat aku menutup lukamu,

Aku mungkin takkan mampu menahan diri.

Kau khianati aku, setan,

Maka aku akan memburumu hingga berabad-abad.

Sangat setimpal.

Selamat ada cahaya di jimat ini,

Kau akan mampu untuk lahir dan terlahir kembali.

Jika cahayanya mati,

Kau mati bersama itu.

Berubah pikiran?

Sebutkan tujuanmu.

Kau bukan tandinganku.

Baiklah jika itu maumu, tikus kecil.

Aku perintahkan kau agar turunkan aku sekarang juga.

Kau membuat kesalahan besar.

Itu akan bagus untukmu jika melepasku sekarang juga.

Kelihatannya kau yang terperangkap sekarang, tikus kecil.

Seorang kesatria cahaya, berada di alam yang tersisih.

Orang akan bertanya-tanya,

Kejahatan apa yang dia lakukan hingga dikirim ke sini.

Atau dia memburu si penyihir?

Kau bukan penyihir, 'kan?

Jika benar, tidak, aku tidak memburu penyihir.

Siapa yang mengirimmu?

Aku di sini karena ramalan.

Ramalan mana yang kau bicarakan?

Ramalan wanita yang tak bisa dibakar dengan api karena rambutnya.

Dia akan mengakhiri kegelapan dan menyatukan semua manusia...

...untuk melawan kembalinya para dewa.

Dari mana kau mendengar ramalan ini?

Ayah dan saudaraku memimpikan itu.

Dan itu dikonfirmasi didalam teks cahaya kuno.

Kau mau aku percaya,

Bahwa kau berada di tanah para dewa ini,

Pertaruhkan nyawamu,

Karena mimpi dan buku kuno berkata begitu padamu?

Kau di sini, bukan?

Dan menurutmu aku wanita dari ramalan itu?

Yang akan satukan dan selamatkan manusia (pria)?

Aku harap begitu.

Atau aku mengikuti wanita yang salah ketika melewati Gerbang Terlarang?

Kau memang salah besar.

Bisa kau jelaskan?

Kau salah, karena aku benci pria.

Kenapa aku ingin selamatkan mereka?

Aku rasa umat manusia juga merujuk kepada wanita.

Pasti ada seseorang di tempat asalmu yang layak diselamatkan.

Biar aku perjelas, Kesatria.

Aku tak mau berurusan dengan ramalanmu.

Umat manusia tak pernah berikan apapun padaku selain rasa sakit.

Dan jika aku memiliki kekuatan, aku sendiri yang hancurkan mereka.

Bagaimana itu untuk ramalanmu?

Aku akui, aku lebih suka versiku.

Dan juga, kau bahkan tak bisa kalahkan aku,

Bagaimana menurutmu kau bisa membantuku?

Aku bisa berpikir dengan baik ketika berdiri.

Maka kau sebaiknya berdiri.

Karena malam ini, kita akan pergi membunuh penyihir.

Dan kau akan percaya denganku begitu saja?

Kau memakai jimat dari Keeper,

Yang artinya kau membuat kesepakatan yang sama sepertiku.

Aku Bhodie, putra Azra.

Biasanya ini bagian dimana kau perkenalkan dirimu.

Sudah berapa lama sejak kau melihatku di ruangan itu?

Kurang dari satu jam.

Bagiku itu sudah sangat lama.

Dengarkan baik-baik, Kesatria.

Aku sudah melawan penyihir ini selama yang bisa aku ingat.

Setiap malam, tak peduli apa yang aku lakukan,

Itu menangkapku,

Menguliti kulitku, meminum darahku.

Itu rasa sakit yang belum pernah kau rasakan semasa hidupmu.

Kau akan dipaksa mengingat kembali momen tergelap semasa hidupmu...

...berulang-ulang kali.

Kemudian kau akan mati, lalu lahir kembali,

Dan harus kumpulkan kembali keberanian untuk melakukan itu lagi.

Lalu bagaimana seseorang terhindar...

...dari mengingat kembali momen tergelapnya berulang-ulang kali?

Darahmu masih segar.

Sang penyihir akan tertarik denganmu.

Ketika itu mengejar, aku akan memutar dari belakang,

Kemudian kita akan bunuh itu bersama-sama.

Jadi kau berniat memasang perangkap dan jadikan aku sebagai umpannya.

Kau menginginkan batu itu?

Dan juga, kau merusak perangkapku,

Jadi sekarang kau adalah perangkap yang baru.

Kau masih belum beritahu aku namamu.

Avalon.

Avalon.

Oke, Avalon, beritahu aku,

Bagaimana kalung Keeper ini...

- Tidak, jangan! - ...bekerja...

Siapa ini?

Bhodie.

Putra Azrael.

Bagaimana kau melewati Gerbang Terlarang?

Serahkan dirimu,

Dan terima penghakimanku.

Apa kau menyerah?

- Apa yang terjadi kepadaku? - Apa kau menyerah?

- Menyerah untuk apa? - Apa yang kau lihat?

Apa yang mereka katakan?!

Dia memintaku serahkan diriku kepadanya.

- Kau serahkan dirimu? - Tidak.

Jangan pernah melepas jimatmu.

Itu melindungimu dari pandangan dia.

Sekarang dia sudah menemukanmu dan tahu kita akan datang.

Siapa yang temukan aku?

Kau benar-benar tidak tahu apa-apa, Kesatria.

Invoker.

Dia sudah melihat kehadiranmu,

Dan sekarang kau mengacaukan pencarian kita.

Di lain kesempatan,

Aku akan sangat menghargai tawanmu untuk tenangkan aku,

Tapi mengingat situasi kita saat ini...

Aku tidak mencoba untuk tidur denganmu.

Kita sudah kehilangan sinar matahari.

Kita sebaiknya bergerak cepat.

Malam telah tiba, dan itu diikuti dengan penyihir.

Benar, dan penyihir akan bawakan kita kemuliaan.

Tidak ada kemuliaan hari ini

Hanya kesakitan.

Lalu kenapa kau melepas baju zirahku?

Kau akan bisa lari lebih cepat tanpa itu.

Lari?

Kau pikir aku pengecut?

Aku mau kau untuk lari.

Itu perangkap.

Jadi itu batunya.

Tapi di mana penyihirnya?

Kenapa kau menangis?

Aku menangis bahagia.

Setan.

Ya.

Dan siapa ini?

Dia adalah pembantu.

Keluarlah dari bayangan dan hadapi aku.

Dia datang untuk menopang kita.

Aku bisa merasakan darah dia di udara.

Ayo. Bantu kami. Sembah kami.

Mari kita semua bergantian dan berpartisipasi.

Aku datang untuk batu.

Berikan itu secara baik-baik, dan kau tak akan terluka.

Dia datang untuk batu.

Haruskah kita berikan itu kepadanya?

Batu.

Ya.

Ada banyak yang datang karena kekuatannya.

Apa yang kau tawarkan?

Apa yang kau inginkan?

Darah. Penderitaan.

Kesakitan.

Maka rasa sakit dan penderitaan yang akan kau dapatkan.

Tapi itu berasal dari dirimu sendiri.

Ini tawaran terakhirku.

Berikan batunya padaku.

Kita akan mulai dengan rasa sakit.

Keluar dari bayangan dan hadapi aku.

Di sampingmu.

Di sini.

Lagi.

Halo. Apa kau meleset?

Jangan lari, kesatria kecil.

Kau tak mau merusaknya.

Aku bisa dengar detak jantungmu.

Kesatria kecil...

Bermainlah bersama kakak-beradik yang cantik ini.

Dia datang jauh-jauh,

Tapi yang akan dia terima hanya penderitaan.

Kau sudah tahu sekarang siapa kami?

Kami adalah janji.

Janji akan rasa sakit.

Masa lalu,

Masa kini,

Masa depan.

Menjerit untukku.

Jangan pergi ke mana-mana.

Ada sesuatu yang perlu kami urus.

Tamu lainnya.

Penguasa batu harus dikalahkan.

Simpan itu untuk nanti.

Selamat datang kembali.

Bagaimana?

Aku peringatkan kau, kekuatan penyihir itu sangat kuat.

Aku merasakan mereka meminum rasa sakitku.

Penderitaanku.

Kemudian kau mati, tapi kau di sini.

- Bagaimana mungkin? - Seratus kematian.

Dan kau, kau khianati aku.

Dan aku sempat mendapatkan batunya.

Kau membohongiku.

Kau yang bohongi aku duluan.

Bagaimana bisa aku berbohong?

Saat kau bilang padaku kenapa kau di sini.

Ramalan itu?

Apa yang bohong dari itu? Aku memang di sini untukmu.

Kau bahkan tidak tahu siapa aku.

Tidak, aku jelas tidak.

Kau di sini untuk membantu dirimu sendiri.

Tapi sekarang kau tahu tempat apa ini sebenarnya.

Sekarang kau akan melupakan ramalanmu, janjimu,

Dan kau akan berusaha semampunya untuk kabur dari neraka ini.

Kau bahkan akan korbankan aku dan ramalanmu untuk melakukan itu.

Itu yang sebenarnya.

Dengar, kau khianati aku lagi...

Dan apa?

Kau akan membunuhku?

Kalau begitu bergegaslah.

Tambahkan bekas lukaku. Buat itu menarik.

Aku rasa tidak.

Lagi pula itu tidak penting.

Semuanya adalah trik jahat.

Mengapa?

Aku sempat mendapatkan batunya.

Kita bisa menang.

Lalu itu berubah menjadi debu di tanganku.

Kita harus kalahkan penguasa setiap batu.

Mungkin itu artinya kita harus membunuh mereka...

...dan bukannya mencoba untuk mencurinya.

Penyihir itu tak bisa dibunuh.

Aku sudah coba lebih dari seratus kali.

Kau mencoba seratus kali sendirian!

Kau belum pernah mencobanya bersamaku.

Mari bekerja sama.

Bagaimana menurutmu?

Tidak penting apa menurutku.

Kegelapan datang dan begitu juga dengan kematian kita.

Atau mungkin kehidupan kita.

Apa yang kita lakukan sekarang?

Kita menunggu.

Bhodie.

Kau harusnya tetap di rumah bersama babi.

Bagaimana bisa kau ditangkap oleh persaudaraan Caius?

Aku tidak ditangkap.

Aku temui mereka dan datang ke sini sesuai pilihanku.

Kau secara sukarela menemui Caius?

Kenapa?

Mereka bilang bisa membantuku.

Jadi kau memang tidak butuh untuk diselamatkan.

Aku tak pernah berkata begitu.

Tentu saja tidak.

Berikutnya aku melihat seorang wanita diikat oleh orang-orang biadab,

Aku akan anggap dia di sana atas kemauannya sendiri.

Aku datang untuk batu itu.

Aku menginginkan pria itu.

Aku suka cara dia menjerit.

Bagaimana rasanya kemuliaan?

Aku tidak akan gagal lagi.

Cahaya akan menang.

Apa yang kau harapkan?

Jika mereka akan berdiri di sana dan biarkan kau memotong mereka?

Satu-satunya teriakan malam ini adalah teriakanmu.

Dan menyerang mereka seperti babi hutan.

Kenapa aku tidak memikirkan itu?

Kau terlambat.

Kau terlalu cepat.

Siapa yang terlalu cepat sekarang?

- Apa itu setimpal? - Ya.

- Karena takut Tuhan. - Lihat aku.

Kau lihat bagaimana jimatku meredup?

Setiap kematian ada harganya, dan itu artinya selangkah lagi...

...untuk kita terperangkap di sini selamanya.

Ini baru penguasa pertama,

Dan kita masih harus hadapi dua penguasa lagi setelah ini.

Kau datang ke sini untuk selamatkan aku.

Mulai bertingkah seperti itu.

Cahaya akan menang.

Ayunanmu terlalu liar.

Apa kau mencoba untuk mengenai mereka?

Ketahui ini, makhluk tercela.

Saat aku bangun, aku akan buat hidupmu seperti di neraka.

Jadi kau bisa berdarah.

Apa yang terjadi kepada salah satunya terjadi kepada yang keduanya.

Kau tidak lihat?

Kekuatan mereka adalah kelemahan mereka.

Kita hanya butuh satu serangan.

Apa yang kau coba lakukan selama ini?

Menari bersama mereka?

Tentu saja kita harus menyerang.

Tidak, kita butuh satu serangan.

Aku mendengarkan.

Ini yang terakhir.

Darahmu menjadi dingin.

Tapi darah pria itu masih sangat segar.

Ada apa? Kau takut?

Tak ada kata-kata dari kesatria pemberani?

Jangan malu-malu.

Katakan sesuatu!

Kau tidak bisa melihatku.

Mereka buta.

Mereka buta.

Mereka buta.

- Tolong, aku butuh istirahat. - Tidak, tolong tunggu.

Apa yang tadi kau katakan?

Para penyihir itu tak bisa melihat kita.

Jadi?

Bahkan saat kita diam, mereka bisa dengar napas kita.

Maka kita bisa samarkan suara napas kita.

Bagaimana seseorang menyamarkan napas mereka?

Kita sembunyikan suara napas kita dibalik ini.

Sang kesatria berpikir dia begitu cerdas.

Dia pikir karena kita buta, kita tak bisa melihat.

Aku bisa mendengarmu.

Aku bisa dengar detak jantungmu.

Kau tak bisa sembunyi dariku.

Aku tidak mencoba sembunyi.

Kau berhasil. Kau kalahkan penguasa pertama, rajaku.

Tapi kau dalam masalah, tuanku.

Saudaramu melihat wanita itu sebagai penyelamat umat manusia.

Tapi kau sudah lihat dia menjadi bagaimana.

Dia sudah mengkhianatimu.

Selamat datang kembali di tanah kematian.

Satu penguasa sudah dibantai.

Sisa dua lagi.

Kau berhasil melakukan apa yang gagal dilakukan banyak orang sebelum kau.

Sebelum aku?

Ada berapa banyak yang lainnya?

Semua orang yang melewati gerbang itu memiliki takdir yang sama.

Di mana Avalon?

Dia sedang membasuh luka perangnya.

Dia menunggumu di tempat pemandian.

Avalon bilang padaku kau melepas jimatmu,

Lalu melihat salah satu penguasa.

Penguasa mana yang kau lihat?

Aku melihat Setan Bertanduk.

Apa yang dia katakan kepadamu?

Dia memintaku datang ke sebuah tempat.

Hanya itu?

Ya.

Dia menunggumu.

Kita berhasil, Kesatria.

Kita kalahkan penguasa pertama.

Aku sarankan untuk menjauh.

Ini bukan air.

Kau tidak melihatku, tapi kau menginginkannya.

Kau bukan milikku.

Lalu siapa yang seharusnya memberikan diriku?

Kau sendiri.

Ini adalah air mata orang yang tersiksa.

Suatu hari, mereka akan menjadi bahan bakar neraka selamanya.

Janji cahaya.

Tetap berpegangan dengan ramalanmu.

Jangan salah.

Aku mungkin tidak terbakar,

Tapi aku bukan wanita dari ramalanmu.

Kau bilang kau di sini untuk balas dendam.

Apa yang bisa didapatkan balas dendam dari sini?

Itu bukan balas dendam,

Tapi aku mencari makna untuk melakukan itu.

Jelaskan padaku.

Aku mencari senjata dengan kekuatan terbesar,

Yang bahkan bisa memaksa cahaya untuk bertekuk lutut.

Dan di mana senjata ini?

Itu dijaga oleh penguasa terakhir.

Invoker.

Apa gunanya pedang itu?

Itu memberimu kekuatan dewa.

Dan apa yang akan kau lakukan dengan kekuatan ini?

Balas dendam.

Dan kau sebaiknya pergi.

Invoker memiliki batu kedua.

Para dewa akan ketakutan sekarang...

...karena ada dua manusia yang bisa membunuh, tapi tak bisa dibunuh.

Kau salah.

Mereka yang gagal membunuh penyihir sebelum kau,

Sekarang akan datang.

Musuhmu menjadi berkali lipat.

Kenapa itu penting?

Jika kita mati, kita bisa lahir kembali.

Satu dari kita pernah mati lebih banyak dari yang satunya.

Avalon benar.

Dia tak lagi bisa berisiko untuk mati.

Jiwa dia takkan bisa menghadapi itu.

Bagaimana kita mencapai Invoker?

Ada dua jalan menuju Invoker.

Pertama memanjat gunung es.

Yang kedua jauh lebih cepat.

Tapi itu dipenuhi oleh setan.

Dan mata Invoker berada di sana.

Mereka yang melalui jalan itu biasanya dikalahkan.

Bagaimana dengan batu ketiga? Di mana kami temukan itu?

Lilith.

Dia yang akan menemukanmu.

Dan membawakan kesepakatan dia.

Orang mungkin bertanya-tanya...

...jika kami sebaiknya menerima kesepakatan darimu, setan.

Orang mungkin bertanya berapa banyak...

...dari kesepakatanku yang menyelamatkanmu, Kesatria.

Mari kita selesaikan ini.

Buka gerbangnya, Keeper.

Apa kau percaya setan ini?

Dia sudah bersamaku selama yang aku bisa ingat.

Kita lewat mana?

Aku lebih suka menghadapi gunung daripada melawan setan lainnya.

Berarti kita lewat jalan yang sempit.

Keeper bilang kita akan diikuti.

Batu itu tidak aman.

Kita sebaiknya tetap dekat ke garis pantai.

Tidak ada tempat berlindung di sini.

Mereka bersumpah dia akan mengikuti kita.

Kita siap mati di sini, bukan?

Aku lebih suka melawan setan lainnya...

...daripada menghadapi gunung seperti ini lainnya.

Keinginanmu mungkin akan terpenuhi.

Kita bertemu seseorang.

Apa yang dia inginkan?

Balas dendam.

Untuk apa?

Karena mengirim dia ke sini.

Aku berharap lebih dari sang pembantai penyihir.

Kau akan menyadari hari ini penuh kekecewaan.

Ini tawaranku.

Mari kita berbagi batu itu.

Kita butuh penguasa yang tersisa, lalu kita berbagi gadis itu.

Kemudian kita tinggalkan neraka ini.

Kau takkan mendapatkan apapun.

Berikan batu itu padaku dan aku akan selesaikan ini dengan cepat.

Kau keberatan jika kita langsung ke bagian bertarungnya?

Aku sangat kedinginan.

Jika itu maumu.

Ayolah, Bhodie.

Kakakmu tidak di sini untuk selamatkan kau kali ini.

Aku akan urus dia dan gadis itu.

Dan...

Apa kau akan memohon untuk nyawamu?

Kau?

Tidak!

- Kau tak apa? - Ya.

Aku hanya beristirahat di es lembut yang aku temukan ini.

Kau harus mencobanya.

Bisa kita tetap di garis pantai sekarang?

Tetap di garis pantai sekarang?

Ya.

Tapi kau yang jalan di depan.

Avalon?

Tapi kau dalam masalah, tuanku.

Saudaramu melihat wanita itu sebagai penyelamat umat manusia.

Kau sudah lihat dia menjadi bagaimana.

Dia sudah mengkhianatimu.

Apa yang akan hentikan dia dari melakukan itu lagi?

Kau mengkhianati dirimu sendiri, Kesatria Cahaya.

Perhiasan apa yang kau kenakan di lehermu?

Lepaskan itu, dan tunjukkan dirimu kepadaku.

Kau memimpikanku?

Kau terlalu percaya diri.

Kau teriakkan namaku.

Awalnya aku pikir itu untuk kenikmatan.

Tapi kau keringat darah.

Aku penasaran, mimpi apa yang menyebabkan seorang pria...

...berdarah di tidurnya.

Satu-satunya yang aku impikan yaitu meninggalkan neraka ini.

Dan kau masih berpikir kau tidak berbohong.

Jadi kau tak percaya pada cahaya?

Aku tak pernah bilang aku percaya cahaya.

Menurutmu semuanya diciptakan oleh cahaya?

Pada awalnya, itu adalah cahaya.

Dan cahaya bersama Tuhan, dan cahaya adalah Tuhan.

Semuanya diciptakan oleh Dia.

Dan tanpa Dia, semua yang sudah dibuat tak akan pernah ada.

Dengan Dia adalah kehidupan.

Dan kehidupan adalah cahaya manusia.

Dan cahaya bersinar dalam kegelapan.

Dan kegelapan tak bisa memahami itu.

Aku tahu kata-kata kuno.

Namun kau tidak percaya itu.

Beritahu aku.

Di mana cahaya di sepanjang seluruh penderitaanku?

Di mana cahaya ketika ayahmu menjadikanmu anak zina?

Cahaya tak pernah jadikan aku anak zina.

Dan cahaya tak pernah bawakan kau penderitaan.

Itu adalah pilihan dari orang bebas.

Berarti kau mengerti.

Cahaya tidak lebih kuat dibanding kehendak manusia.

Kenapa aku menyembah sesuatu yang selemah itu?

Cahaya hanya setan lainnya yang berpura-pura menjadi Tuhan.

Monster lainnya yang perlu dibantai.

Mungkin cahaya menghargai kehendak bebas...

...melebihi dari ketiadaan kejahatan.

Dan bukannya menjadi kita budak tanpa pikiran,

Dia tawarkan kita pilihan bebas.

Pilihan membawa rasa sakit.

Mereka juga bisa membaca sukacita.

Jika mastermu begitu hebat,

Lalu kenapa kau memakai jimat master lainnya di lehermu?

Perkataanmu tak ada artinya.

Keponakan.

Kenapa kau di sini?

Ini adalah kemuliaan, Paman.

Bhodie?

Apa kau menyeberang?

Bhodie?

Bhodie?

Tidak ada apa-apa di sana.

Kita harus melewati jalan yang lebih cepat.

Apa yang kau lihat itu tidak nyata.

- Kau tidak tahu apa yang aku lihat. - Kau diperdaya.

Mungkin itu yang terjadi. Mungkin itu juga masa depan.

Atau mungkin itu perangkap.

- Minggir. - Tidak.

Aku tak akan biarkan kau menyabotase perjalananku.

Maksudmu pembalasan dendammu.

Aku takkan bisa hidup...

...jika au tak berusaha semampunya untuk selamatkan keponakanku.

Bagaimana jika dia sudah mati?

Bagaimana jika dia belum?

Kita harus lewat jalan tercepat.

Siapa anak ini?

Jika kita akan mati,

Aku ingin tahu siapa anak ini.

Aku sudah bilang dia keponakanku.

Dan kenapa dia begitu penting untukmu?

Karena dia darahku.

Kenapa kau tertawa?

Bukankah kita semua keluarga jika ditarik garis keturunan?

Saling memiliki kekerabatan.

Kita dan musuh kita memiliki kakek buyut yang sama.

Akan tetapi kita masih berbuat hal yang terburuk antar sesama.

Keluarga.

Keeper beritahu aku tentang saudaramu.

Aku tahu kau tidak memilih untuk datang ke sini.

Kau dipaksa dan dikhianati oleh keluargamu sendiri.

Aku terlalu banyak bicara.

Keluarga tak ada artinya.

Keluarga sesuatu yang selalu dibesar-besarkan.

Apa keluarga yang bertanggung jawab...

...karena membakar temanmu di tiang pancang?

Anggota keluarga yang marah?

Hati-hati dengan perkataanmu berikutnya, kesatria zina.

Siapa orangnya?

Saudara laki-laki? Paman yang iri?

Saudari yang marah?

Tidak, bukan saudarimu.

Begitu banyak kebencian terhadap pria.

Mungkin itu ayahmu.

Apa yang ibumu lakukan?

Aku rasa aku bukan satu-satunya anak hasil perzinahan di sini, bukan?

Putra Azrael.

Kau memasuki Gerbang Terlarang.

Berdiri di hadapanku dan terima penghakimanku.

Aku melihatmu, Kesatria.

Bagaimana kau melewati Gerbang Terlarang?

Dan kenapa kau ke sini?

Ada yang lainnya bersamamu.

Avalon.

Putri Hope.

Bagaimana bisa kau sembunyi dari pandanganku?

Bangun, Kesatria.

Aku mengerti.

Kau hanya pion dalam permainan yang lebih besar.

Kau dipenuhi kebencian.

Terima penghakimanku.

Hati dia gelap.

Takdir dia sudah ditetapkan.

Lukanya akan melahap dia.

Pergilah, Kesatria.

Oke.

Maafkan aku.

Aku tak seharusnya keluar dari jalur.

Kesatria, terima kasih.

Untuk apa?

Karena berada di sini.

Ayo. Biarkan Avalon pulih.

Lukanya akan melahap dia jika aku tidak turun tangan.

Ini akan menghambat lukanya.

Lukanya akan melahap dia jika aku tidak turun tangan.

Ini akan menghambat lukanya.

Aku seorang teman.

Kau kedinginan, putra Azrael.

Hangatkan dirimu untuk perjalananmu.

Apa kau setan?

Aku seorang teman.

Sepertimu,

Aku dikhianati oleh seseorang yang aku sayangi.

- Jaga ucapanmu. - Jika ramalannya benar,

Kenapa bukan saudaramu yang datang sendiri?

Apa yang kau inginkan?

Harus berapa kali lagi kau mati untuk wanita itu?

Dan yang hanya dia lihat adalah anak hasil perzinahan.

Dia bahkan tidak memanggil namamu.

Apa itu yang kau tawarkan?

Kau akan tawarkan aku kenyamanan?

Bukan, Bhodie.

Bukan penawaran.

Aku menawarkan kau cinta.

Aku tidak menginginkan cintamu.

Lalu cinta siapa yang kau inginkan?

Aku menginginkanmu.

Bukan sebagai kesatria.

Bukan sebagai anak zina.

Tapi kau, Bhodie.

Aku takkan terima tawaranmu.

Apa itu perkataan dari Keeper?

Atau perkataanmu?

Beritahu aku, apa yang kau ketahui tentang Keeper?

Kau tahu kenapa dia ingin kembali?

Apa urusan dia yang belum selesai?

Apa seseorang butuh alasan untuk kabur dari neraka ini?

Kesepakatan yang kau buat dengan dia,

Hanya dua orang yang bisa memasuki gerbang.

Kau tidak tahu.

Setelah kau kumpulkan semua batu,

Kau terikat untuk membawa Keeper.

Dan jika Avalon yang kumpulkan semua batunya,

Dia yang terikat untuk membawa Keeper.

Terikat dengan darah.

Dia tidak memberitahumu, bukan?

Bahwa usahamu sia-sia.

Itu sebabnya dia tak bisa menyebutkan namamu.

Dia sudah mengkhianatimu.

Bagaimana aku tahu jika bukan kau yang berbohong?

Kau butuh batuku untuk membuka gerbangnya.

Aku berada di sini sangat lama.

Dan aku butuh waktu yang lama hanya untuk temukan satu batu.

Aku mau kau tahu jika kau yang aku inginkan.

Dan meski kau menolakku,

Aku akan secara suka rela serahkan diriku kepadamu.

Tanpa kesepakatan, tanpa trik.

Aku hanya minta kau pertimbangkan apa yang akan aku katakan kepadamu.

Invoker tak hanya memiliki batu terakhir, namun juga senjata.

- Aku sudah tahu ini. - Senjata yang cukup kuat...

...untuk membentuk kembali dunia.

Dengan itu, kau bisa jadi orang terkuat di sepanjang sejarah.

Dengan itu, kau bisa menjadi Tuhan.

Dan aku ratumu.

Bersama, kita bisa membentuk kembali dan selamatkan dunia manusia.

Kita bisa perbaiki semua yang sudah disebabkan cahaya dan para dewa.

Kenapa aku tidak cukup biarkan Avalon untuk mengambil pedang itu?

Agar dia bisa membalas dendam?

Kau sudah lihat apa yang terjadi ketika dia melakukan itu.

Ambil pedangnya.

Tolak cahaya.

Dan bunuh para dewa.

Tolak cahaya?

Untuk mendapatkan senjata itu, kau harus menolak Cahaya.

Cahaya memungkinkan para dewa untuk membawa kejahatan ke dunia ini.

Cahaya memungkinkan kejahatan untuk eksis,

Begitu juga dengan kejahatan dan ciptaannya.

Ini adalah tanda cintaku untukmu.

Komitmenku terhadapmu.

Yang aku inginkan adalah cintamu sebagai balasannya.

Aku bilang aku tidak akan terima penawaranmu.

Jika itu yang kau inginkan.

Kau sudah merasa lebih baik?

Ya.

Bagaimana?

Kapan?

Apa itu penting?

Bagaimana kau kalahkan penguasa kedua?

Aku tidak mengalahkan dia.

Boleh aku lihat?

Kita sekarang punya dua batu.

Kita hanya butuh satu lagi.

Lalu kita bisa pergi dari sini bersama-sama.

Ya.

Ya, bersama.

Mungkin aku sebaiknya pergi sendirian untuk sisa perjalanan ini.

Sendirian? Kenapa kita melakukan itu?

Aku masih memiliki cahaya di jimatku.

Biar aku selesaikan ini.

Kau tak bisa hadapi Invoker sendirian, Kesatria.

Aku tahu kenapa kau memanggilku "Kesatria".

Kau tidak tahu apa-apa.

Aku tahu apa yang menghantuimu.

Langsung ke intinya.

Aku melihatmu mendekap mayat dari orang yang sangat kau sayangi.

Aku tahu jika ini adalah alasan kau ingin balas dendam.

Aku kehilangan ketertarikan dengan percakapan ini.

Biar aku pertegas.

Meski jika kita kalahkan Invoker,

Kau akan ditawarkan kekuatan yang besar.

Kekuatan yang bisa membentuk kembali dunia ini.

Kekuatan yang bisa digunakan untuk membalas dendam.

Benar.

Dan aku akan terima kekuatan itu.

Kau akan mengutuk jiwamu.

Di mimpiku...

Kita sekarang mendengarkan mimpimu?

Aku melihatmu mengambil pedang itu.

Aku suka mimpi ini sejauh ini.

Dan kau kehilangan arah.

Kau dipenuhi kegelapan.

- Ketiadaan cahaya. - Hanya itu?

Kau akan mengutuk jiwamu.

Dan ramalannya kandas bersama itu.

Ayahku tak pernah mendengar ramalanmu.

"Penyihir. Pelacur. Bakar dia."

"Bakar dia!"

Aku memegang tangan ibuku,

Aku dengarkan jeritannya seiring jari-jarinya meleleh diantara jariku.

Aku menunggu untuk api itu melahapku.

Tapi aku tidak terbakar. Aku berharap untuk terbakar.

Aku memegang tangan ibuku hingga itu menjadi abu.

Saat aku kembali, aku akan bunuh ayahku...

...dan membakar habis kerajaan dia.

Aku di sini untuk balas dendam.

Bukan untuk ramalanmu.

Dan aku tak peduli jika aku kehilangan diriku didalam prosesnya.

Kita bisa bawa dosa ayahmu untuk diadili dengan cara lain.

Tapi apa kau bisa membuat saudara dan keponakanmu menunggu?

Pasukan menyerang pintu gerbangnya.

Nyawa saudaramu dalam pertaruhan besar.

Dia tahu risikonya. Itu sebabnya dia tetap tinggal.

Itu adalah bagian dia.

Lalu apa bagianku?

Aku akan diingat sebagai apa dalam sejarah?

Karena berhasil mengatasi kebencian dan memilih jalan yang lebih baik.

Bukan untuk ayah atau ibumu.

Tapi untuk dirimu sendiri.

Jadi kau minta aku menunggu di sini,

Selagi kau mendapatkan batu terakhir?

Ya.

Dan jika kau gagal kalahkan Invoker,

Dia akan mengambil batumu dan kita akan terjebak di sini.

Lalu apa?

Aku akan berikan kau batu dari First Lady.

Dengan begitu itu akan aman.

Kau sangat menepati perkataanmu sejauh ini.

Aku akan tetap di sini.

Seandainya kita bertemu lebih cepat, Kesatria.

Tidak! Tunggu!

William, kau salah!

Kau salah!

Aku tidak tahu caranya untuk selamatkan kau, Kakak.

Adik!

Balaskan dendamku.

Tidak ada cahaya di sini.

Hanya ada kegelapan.

Bahkan dalam momen tergelap, masih ada harapan.

Putra Azrael.

Aku lihat kau sudah diperdaya.

Tinggalkan tempat ini dan kembali untuk bantu saudaramu.

Aku akan mengampunimu.

Terima itu sebelum aku berubah pikiran.

Invoker, kau akan biarkan aku pergi?

Aku bukan Invoker.

Aku penjaga gerbang ini, pamong alam ini.

Aku menjauhkan setan dan mereka yang berunding dengan setan...

...dari meninggalkan tempat ini.

Kau bukan Invoker.

Bukan. Dan kau bukan setan. Jadi kau boleh pergi.

Beritahu aku, di mana Avalon?

Dia sedang menerima penghakimannya.

Bhodie, aku...

Dia bersekongkol dengan setan...

...untuk membebaskan yang tersisih menuju duniamu.

Tapi aku terikat dengan dia.

- Kau sebaiknya pergi. - Kau terikat dengan kebohongan.

Meski begitu aku tetap terikat.

Aku mengambil sumpah, sumpah yang tak bisa aku langgar.

Penjaga Gerbang, aku minta agar kau izinkan dia lewat bersamaku.

Dia tetap di sini.

Maka begitu juga denganku.

Jika itu maumu.

Bhodie, di belakangmu!

Aku mau kau tahu,

Aku tidak mendapatkan kesenangan dalam kehancuranmu.

Kau benar-benar berpikir bisa kalahkan aku sendirian?

Apa yang membuatmu berpikir aku sendirian?

Aku mau kau tahu,

Kehancuranmu tidak bawakan aku kesenangan.

Kau.

Kau penguasa terakhirnya.

Maaf,

Karena tidak perkenalkan diriku secara formal.

Seberapa jauh kebohongan ini sebenarnya?

Apa kau tahu aku mengikutimu melewati Gerbang Terlarang?

Itu bukan ditujukan untuk anak zina.

Saudaramu, William, yang seharusnya ikut.

Aku meremehkan sikap pengecut dia.

Kau bohong.

Aku berikan saudara dan ayahmu...

...cerita tentang ramalan.

"Yang terpilih."

Keyakinan buta mereka begitu mudah dimanipulasi.

Seperti kubilang, Kesatria, kau tidak tahu apa-apa.

Tidak ada ramalan. Tidak pernah ada.

Sekarang kau akan berusaha semampunya...

...untuk kabur dari neraka ini.

Ambil pedang itu dan habisi dia.

Ramalan bukanlah kebohongan. Itu adalah pilihan.

Pilihan tentang kau akan menjadi siapa.

Pilihan yang harus dibuat semua orang.

Jika kau mengambil pedang itu, ayahmu menang,

Kau akan jadi sama seperti dia.

Apa pilihan dia yang lainnya?

Untuk jadi seperti ibunya?

Tidak berdaya,

Dan dibakar di tiang pancang?

Avalon.

Avalon.

Aku tidak menginginkan itu.

Maka jangan.

Kau tidak butuh itu.

Jika hanya dua yang boleh lewat, maka aku akan tetap tinggal.

Tidak.

Itu tidak benar.

Kau menatapku dan melihat sesuatu yang tidak ada.

Aku melihatmu.

Aku melihat rasa sakitmu, kesedihanmu, amarahmu.

Dan aku tahu kau akan bisa mengatasi itu.

Aku tahu hanya dua orang yang boleh lewat.

Biar aku yang tinggal.

Maka itu sudah ditetapkan.

Bocah ini akan tinggal.

Ambil pedangnya dan mari kita pergi.

Ambil pedangnya.

Tidak.

Apa maksudmu, tidak?

Aku bilang, tidak.

Setelah semua...

Setelah semua yang aku lakukan,

Aku tidak menerima penolakan.

Aku memilih jalan yang berbeda.

Jalan yang berbeda.

Aku rasa tidak.

Aku meremehkanmu, Kesatria.

Kau temukan bagian terakhir dari kemanusiaan yang tersisa pada Avalon.

Setelah aku selesai denganmu, takkan ada lagi yang tersisa.

Avalon?

Ibu.

Pegang tanganku, Avalon.

Kau tidak ingat janjimu?

Balaskan dendamku, Avalon.

Avalon, balaskan dendamku.

Balaskan dendamku, Avalon.

Avalon, balaskan dendamku.

Bakar!

Balaskan dendamku, Avalon!

- Bakar penyihir itu! - Balaskan dendamku, Avalon!

- Bakar! - Balas dendam

Kita berdua terikat oleh seratus kematian.

Terikat dengan darah.

Setiap kematian membawa kita semakin dekat.

Setiap kematian menjadikan kita satu.

Melalui setiap kematian,

Kami jadi semakin dekat.

Jiwa kami akan melebur menjadi satu.

Aku bisa menahannya.

Tapi apa dia bisa?

Kau tidak benar-benar berpikir kau orang yang terpilih, bukan?

Tidak ada yang spesial tentangmu.

Apa kau berniat untuk menghabisiku?

Tidak!

Salah satu dari kalian akan mengambil pedang itu.

Ambil pedangnya.

Jika bukan untukmu, untuk dia.

Kau janji akan melindungi aku.

- Ambil pedangnya. - Ambil pedangnya.

Tanpa pedang itu, kau selamanya anak zina,

Selamanya seorang tawanan.

Kau akan berlalu dari dunia yang tidak diketahui ini,

Tak didengar, dan tidak dicintai.

Tapi dengan pedang itu kau bisa taklukkan semuanya.

Seorang Tuhan diantara manusia.

Kau bilang akan lindungi aku, Paman.

Ambil pedangnya.

Seluruh kehormatan akan menjadi milikmu,

Bahkan kakakmu akan berlutut untukmu.

Avalon akan jadi milikmu.

Ambil pedangnya.

Ambil pedangnya, Paman.

Ambil pedangnya.

Ambil pedangnya.

Ambil pedangnya.

Aku Great Invoker.

Aku merajut dan membentuk umat manusia,

Agar sesuai dengan keinginanku.

Hanya dengan bisikan suaraku bisa memerintahkan massa.

Aku akan menjadi milikmu.

Menyatulah bersamaku, Bhodie.

Ambil pedangnya.

Itu aku.

Aku yang perintahkan ayah dia untuk membakar dia!

"Penyihir! Bakar!"

Ini adalah perkataanku!

Kau adalah bonekaku.

Aku pengendali boneka.

Kau bukan apa-apa!

Tolak cahaya.

- Cintai aku. - Tolak cahaya.

- Sembah aku. - Tolak cahaya.

- Tolak cahaya. - Tolak cahaya.

- Tolak cahaya. - Tolak cahaya.

Aku memilikimu!

Ambil pedangnya.

Tidak.

Tapi apa kau terbakar?

Kau tak apa?

Dia merenggut semuanya dariku.

Setelah begitu lama, berjalan melewati jalan itu,

Aku tak tahu pergi ke mana.

Ke mana aku pergi?

Melewati gerbang.

Lalu setelahnya?

Apapun itu, kita lakukan itu bersama.

Bersama?

Ya, bersama.

Ayo, Kakak.

Mari wujudkan ramalan itu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.