All language subtitles for Death of a Unicorn 2025 1080p WEB-DL.x264.6CH Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Penerjemah: MKibara https://subsource.net/u/1480916

Dukung MKibara di: https:/trakteer.id/mkibara

SAYANGI UANGMU, SAYANGI WAKTUMU JANGAN BERJUDI, JANGAN MERUGI

Mohon maaf atas keterlambatan hari ini.

Menurut petugas landasan,

diperlukan sekitar 15 menit

hingga pesawat dapat melandas.

Mohon tunggu sejenak.

Kita akan berangkat sebentar lagi.

Sabuk pengaman.

Nona, sabuk pengamannya.

Permisi...

Mohon duduk dengan tenang hingga kita melewati gerbang.

Aw! Astaga.

Maaf. Ayah mau mengambil--

-Kau bersandar ke Ayah. -Mana mungkin begitu.

Kapan kita sampai?

Sekali lagi, semuanya.

Ada laporan bahwa tangga yang ada di landasan tidak cocok dengan pesawat kita.

Kita akan segera melandas setelah instruksi lebih lanjut.

HATI-HATI SAAT MENGEMUDI

Rasanya kita tersesat di sini karena katanya sudah enam menit.

Memang sudah dekat, tapi...

Halo?

Bisa dengar aku? Apa sinyalku jelek? Halo?

Halo?

Oh, tidak. Navigasi juga galat.

Hei, apa ponselmu--

Tidak ada sinyal. Ayah tidak bisa--

Kalau Ayah tidak ada sinyal, apa punyaku bakal ada?

Sebentar, begini saja...

Ada petunjuk dari surel.

Bisa tutup jendelanya? Serbuk sarinya menyiksa Ayah.

Terima kasih.

Begini, Ayah hanya mau bilang,

terima kasih lagi karena...

kau ada di sini.

Jangan digaruk.

Hei, jangan digaruk.

Barusan mau menepakku?

Ayolah. Kenapa harus cemas?

Kau ke sini untuk bersenang-senang.

Itu jelas bukan alasanku ke sini.

Ya, tapi masih bisa, kan? Menikmati alam, mungkin lari bersama?

Atau tidak.

Tapi kau akan menyesal.

Pegunungan di utara...

...murni. Sungguh. Tak tersentuh manusia.

Dengar, Ayah paham kau tidak ingin ke sini,

tapi Odell, keluarga Leopold,

mereka sangat mengutamakan keluarga

mereka menganggap kita dekat

karena semua yang telah terjadi pada kita.

Karena semua yang telah terjadi pada kita?

Ya.

Atau Ayah cuma cerita soal satu hal itu?

Maaf. Aku cuma tak ingin jadi alat kasihan

untuk soal ayah tunggal yang Ayah hadapi

dengan para bos Ayah. Itu saja.

Tidak. Ini bukan soal itu.

Tapi, kita bisa menghadapinya.

Maksudku, kita bisa manfaatkan simpati mereka.

Aku bisa pura-pura pincang.

Mungkin menyiapkan cerita sedih tentang Ibu.

Tapi, entahlah. Mungkin Ayah harus mencatatnya

dan kita persiapkan.

Oke, cukup. Apa pun itu, buang dari pikiranmu sebelum kita sampai.

Maksud Ayah kepribadianku?

Baik, aku akan duduk dan tersenyum manis

sementara mereka menetapkan harga brutal di meja makan.

Kehidupan sehari-hari mereka jauh di atas harga obat.

Mereka peduli pada banyak hal, bukan hanya farmasi.

Maksudku, seluruh cagar alam ini disumbang oleh mereka.

Ya, tapi filantropi itu cuma--

pencucian reputasi bagi oligarki.

Ya. Oke. Baiklah.

Mungkin itu menurut seni,

tapi di dunia nyata, kau harus berkompromi.

Begitu Ayah ditunjuk sebagai wakil dan duduk di dewan ini

selama lima atau enam tahun,

paling lama sepuluh lah,

Ayah akan dapat cukup uang agar kita tidak perlu cemas lagi, oke?

Baik.

MEMASUKI CAGAR ALAM LEOPOLD

ALAM LIAR DILINDUNGI JIKA MELANGGAR AKAN DIPENJARA

-Odell. -Ini Griffin.

Pak Leopold sudah menunggu lebih dari satu jam.

Apa? Kau tidak dapat pesan teksku?

-Tidak. -Aduh, di luar jangkauan.

Beri tahu saja kami akan segera sampai.

Elliot, di mana kau?

Maaf sekali atas hal ini, Pak Leopold.

- Kami dari tadi... - Pelan-pelan, Ayah.

Tidak. Ayah butuh sinyal. Halo?

Elliot, berapa lama lagi untuk bisa sampai?

Halo? Bisa dengar aku?

Dia terdengar seperti robot basah kuyup.

Ini. Panggil kembali.

Lakukan sendiri. Ini semua untuk Ayah juga.

Apa? Maksudnya apa coba...

Ya ampun. Pakai tisu, menjijikan.

Kau baik-baik saja?

Ayah tidak bisa melihat jalan?

Tidak apa-apa. Kita baik-baik saja.

Ada asuransi kok.

Barusan itu apa?

Kurasa itu tidak mati.

Diam saja di sana.

Apa?

Apa?

Maksudku, apa...

Dia menderita.

Menurutmu hewan ini terancam punah atau...

Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja...

'Kan?

Maksudku..

Celaka!

Jika polisi hutan menemukan ini...

Maksudku, tak ada yang pakai jalan ini.

Ya ampun, aku terlambat dan aku akan masuk penjara.

Ridley, kau baik-baik saja?

Lepaskan!

Ridley!

Hentikan! Hentikan!

MATINYA SEEKOR EKACULA

Maaf kami terlambat.

Selamat datang di pondok.

Pondok?

Wow.

Konselor! Apa yang terjadi?

Ke sini jalan kaki dari bandara?

Kau tidak akan percaya.

Lupakan saja, cuma lelucon. Aku saja yang antar, Shaw.

Kau selalu bergurau, Shepard.

Maaf kami terlambat.

Apa kabar? Orang tuamu sedang ada?

Entah di mana lagi mereka berada.

Aku baru mau berendam,

tapi ke sini dulu untuk menemui orang baik.

Oh, terima kasih.

Ini putriku, Ridley.

Shep Leopold.

-Senang bertemu denganmu. -Apakah itu Elliot?

Pas sekali.

Aku baru saja selesai Zoom dengan yayasan, membahas pengungsi,

kita sedang mengevakuasi mereka.

Atau memvaksin mereka...?

Senang sekali bisa--

Mohon maaf sebelumnya,

Odell sangat sensitif tentang kondisi kesehatannya,

makanya staf di sini sedikit.

Oh, ya. Perjuangan demi yang terbaik.

Ah, ini dia.

Kami nyaris menyangka yang tidak-tidak.

Maaf membuatmu menunggu, Odell.

Hal-hal seperti ini wajar.

Bagaimana perjalanan melalui jalur itu?

Beruntung melihat satwa besar di jalan?

Sayangnya tidak.

Tapi, tadi sangat indah.

Gunungnya, 'kan? Udara...

Kau baik-baik saja, Nak?

Maaf?

Ya. Maaf.

Aku hanya... kurang enak badan.

Oh, tidak.

Kau mau berbaring?

Griff bisa antar ke kamarmu.

-Tidak. Aku... -Kau yakin?

Dia suka melakukannya.

Mungkin bukan ide yang buruk.

Rasanya aku tidak bisa tinggal...

Bagaimana?

...selama akhir pekan.

Yah, kau harus tinggal untuk makan malam, Sayang.

Griff membuat moussaka-ku yang terkenal.

Entahlah, Ibu. Dia tidak terlihat baik.

Ada sesuatu di wajahmu,

asal kau tahu saja.

Mungkin kau harus cuci muka,

itu mungkin membantu.

Aku seperti dia saat seusianya.

Hormon.

-Griff? -Griff?

-Griff! -Odell mau diantarkan.

Setelah tak ada lagi opsi pengobatan tradisional,

aku akan menerima ajalku.

Maka, dalam mempersiapkan diri di alam barzakh

aku merenungkan orang terbaik sebagai perantara antara keluargaku

dan bisnis keluargaku saat aku tiada kelak,

dan kau segera terlintas di benakku, Elliot.

Aku tahu Belinda dan Shep akan setuju setelah mereka mengenalmu.

Aku sangat senang mendengarmu mengatakan itu, Odell,

karena aku melihat ini

sebagai awal dari hubungan keluarga jangka panjang.

Surat kuasa dan perjanjian perantara mencakup semua--

Maaf. Maaf.

Surat kuasa dan perjanjian perantara

mencakup semua poin yang telah dibahas sebelumnya,

menunjukku mewakili kepentingan dewan keluarga di Leopold Laboratories.

Belinda bisa fokus pada yayasan.

Dan Shepard, kau bebas meraih...

Portofolio beragam kegiatan wirausaha.

Ya, kita semua tahu.

Ilmu keras tak pernah bisa menampung minatku.

Itu benar, Sheppie.

Tepat sekali. Tidak ada kejutan di sini.

-Dan... -Duduklah.

Nah, setelah aku berada di posisi baruku,

ada beberapa peluang

baik di dalam maupun di luar farmasi yang ingin aku masuki,

tapi...

untuk sekarang, tanda tangan saja--

Aku menghargai kurangnya basa-basi, tapi...

Memang dia begitu.

...tujuan utama di sini adalah untuk berjalan perlahan, bukan?

Begini...

Kami ingin mengenalmu sebagai pribadi,

bukan sebagai Wakil Dirut Etika & Kepatuhan

yang memenangkan lomba lari kantoran tiap tahun.

Itu cuma 10 km.

Dan untuk mengenal betul seseorang, kau perlu mengenal keluarganya.

Itulah sebabnya kami bersikeras

agar Ridley muda ini bergabung dengan kami untuk akhir pekan.

Ya. Dan di sini kita masih saja

tidak tahu mengambil kuliah jurusan apa.

Sejarah seni.

Atau mungkin-- Sebenarnya aku tidak tahu.

Belum memutuskan, mungkin.

Ayah?

Permisi.

Ikut Ayah ke sana dan bersikaplah normal.

Mereka tidak akan menandatangani sampai mereka mengenalmu.

Tidak. Kita harus benahi mobilnya sekarang.

-Ada sesuatu di sana. -Oke.

Kurasa itu memanggilku. Aku bisa merasakannya.

Oke. Dengar, itu sudah mati. Sudah mati.

Ayah memintamu untuk tetap tenang

dan berperilaku seolah semuanya baik-baik saja.

Dan akan Ayah kubur malam ini

saat semua orang tidur

dan mereka takkan pernah tahu apa yang terjadi

dan kita tidak perlu bahas itu lagi.

Haduh.

Maaf sekali.

Sepertinya Ridley agak sakit.

Sepertinya semacam virus. Mungkin menular juga.

Mungin aku harus mengantarnya kembali ke bandara. Sekarang.

Ada apa sebenarnya ini?

Apa ini semacam taktik negosiasi?

Tidak, bukan. Aku janji.

Begini, aku bisa mengantarnya.

Aku bisa kembali lagi dan menjawab apa pun--

Tunggu, mau apa?

Elliot, saat aku memberitahu mereka tentangmu,

aku memberitahu mereka tentang karaktermu.

Benar. Karakterku.

Tentang ketahananmu di tengah kesulitan,

bagaimana kau dan putrimu telah berjuang

selama bertahun-tahun setelah istrimu meninggal.

Loyalitasmu dan dedikasi pada perusahaan selama ini.

Karena itulah komitmen yang akan dibutuhkan.

Ini kacau. Kalaupun itu benar...

Ini kacau...

Ini sangat kacau.

Apakah kau baik-baik saja, Nona?

Aku baik-baik saja.

Hanya saja, ada...

Tidak, jangan...

Pak Leopold.

Ya? Ada apa?

Aku tidak yakin.

Lihatlah.

Apakah itu...

Apa ada sesuatu di mobilmu?

Apa maksudmu?

Apa? Tidak.

Melihat kap mobilnya,

tebakanku mereka menabrak hewan.

-Belinda. -Benar begitu?

Mobilmu menabrak sesuatu?

-Tidak. -Mobilku menabrak--

Tidak. Mungkin kau?

Lantas, apa yang ada di mobilmu?

Koper.

Kau tidak membunuhnya, 'kan?

Apa yang kalian bicarakan? Ada apa ini?

Oke. Sekarang, memang, akan terdengar aneh, tapi...

Tunggu, tunggu, tunggu!

Mungkin sebaiknya aku tidak pakai celana renang untuk momen ini.

Aku tahu kebanyakan spesies di daerah ini langka.

Tapi, apa spesies ini familiar bagimu?

Familiar bagi kami? Tidak.

Ini baru.

Ini tidak tampak baru bagimu?

Ya, ini baru, setelah kau sebutkan.

Sebenarnya apa yang kita bahas ini?

Kurasa kita tahu persis apa itu.

Yang bisa kukatakan dengan penuh keyakinan

yakni Elliot di sini telah menabrak mamalia mirip kuda,

vertebrata, apakah klasifikasinya benar?

-Ya, ya. -Klasifikasi?

Bentukannya memang kuda

dengan semacam tonjolan atau pertumbuhan.

Benar. Itu juga teoriku.

Kuda liar, buas, dengan tumor.

Melompat ke tengah jalan,

bukan kesalahan seorang pengemudi, khususnya.

Itu memang ekacula.

Memang terlihat seperti ekacula.

Aku datang, Pak.

Apa yang telah kau lakukan?

Kami menabraknya dengan mobil.

Lalu aku memukulinya,

karena kasihan.

Dan darahnya menyemprot ke seluruh wajahku.

Ya. Itu benar.

Wajah...

Wajahmu.

Apa itu?

Itu wajah. Lalu?

Ini jerawatku.

Tapi, Sayang, kau tidak punya jerawat.

Sekarang tidak.

Dan bagaimana perasaanmu?

Apa baik-baik saja? Dan tidak terasa efek samping?

Tidak.

Dan kau tidak kena kontak lagi?

Yah, ada sedikit yang masuk ke mataku.

Kuakui, mungkin aku agak berlebihan memukulinya.

Alergiku.

Haruskah aku menelepon seseorang?

Ya! Telepon saja Sierra Club,

juga World Wildlife Foundation--

Maaf, Nak

tampaknya ini harus ditangani oleh pemerintah.

Dan itu berarti militer, bukan?

-Kurasa kita tidak perlu-- -Mungkin kau benar.

Mungkin, kita boleh berpikir hal lain untuk alternatif.

Ya, maksudku, pasti ada sesuatu yang bisa kita lakukan.

Maksudku, sebagai seseorang yang bekerja dengan LSM,

percayalah, kau tidak ingin sekelompok birokrat mengacaukan situasi yang rentan.

-Benar begitu? -Benar.

Menurutku,

kita berutang kepada roh hewan ini

untuk menavigasi dengan kompas moral kita sendiri

dan membiarkan misterinya terungkap

sehingga kita bisa menghormatinya dengan cara yang tak bisa dilakukan sektor publik.

Ya. Maka kita bisa melindungi Elliot

dari konsekuensi yang tampak sebagai kecelakaan

yang sepenuhnya tidak bersalah, 'kan?

-Ya. -Ya.

Itulah yang kami harapkan!

Panggil Dr. Song beserta lab mobilnya secepatnya.

Dan kontraktor keamanan.

Kita butuh pengawalan.

Hei, bolehkah Ayah masuk?

Ayah sudah masuk.

Benar.

Hei. Kau melewatkan moussaka yang enak.

Mau aku lihat jika ada sisa...

Griff membawakanku roti lapis, jadi...

Oh, bagus. Kau kan suka roti lapis.

Roti lapis memang terbaik.

Maaf, Ayah ada perlu apa?

Tidak, tidak. Ayah cuma mau memeriksa.

Cuma mau lihat--

Dengar, Ayah tahu kita tidak banyak bicara sejak kau sekolah di luar, tapi...

apa kau baik-baik saja?

Ayah sungguh tidak tahu keadaanmu setelah kau sentuh makhluk itu.

Tapi untungnya, Ayah datang menyelamatkan.

Ayah pikir aku perlu dilindungi?

Ya. Kau tak melihat kejadiannya.

Tadi kau seperti kejang-kejang.

Tidak. Tidak.

Itu bukan...

Maksudku, ya, sesuatu terjadi,

Itu bukan hal yang buruk.

Rasanya seperti benda itu menunjukkan sesuatu padaku.

-Lupakan saja. -Apa?

Tidak, karena Ayah melihatku seolah aku orang gila.

Tidak, tidak, tidak.

Dengar, Ayah mau dengar, tapi kau tidak meneruskan.

Kan aku sudah coba bilang lebih awal saat masih di bagasi.

- Tapi Ayah tidak mendengarkan. -Ayah sedang kesulitan,

- ...jika kau tidak menyadarinya. -Makhluk itu dan aku,

kami seperti terhubung.

Dan sejak ia mati, aku hanya--

Aku merasakan ini, rasanya kita tidak seharusnya di sini.

Seakan salah jika menyerahkan makhluk itu kepada orang-orang ini.

Benar. Baiklah, Ayah mengerti.

Oke, dengar, kau mengalami pengalaman aneh,

dan Ayah akan membayar untuk terapi tambahan,

tapi Ayah tidak tahu bagaimana untuk menjadikan akhir pekan ini

menjadi semua tentangmu dan koneksi istimewa

dengan kuda mati yang ajaib.

Ridley?

Riddles?

Kulitmu baikan, Rid.

Dengar...

Sayang, Ayah...

...hanya perlu kau untuk percaya.

Percayalah Ayah bisa menghadapi situasi ini.

Terkait ekacula.

Akan Ayah jaga kita berdua.

Oke?

Ayah menyayangimu.

Apakah itu kau, Elliot?

Aku suka caramu menangani semuanya hari ini.

Kerja bagus.

[dalam bahasa Jerman] Terima kasih.

Aku bisa mengerti mengapa kau sukses di firma itu.

Meski aku harus bilang, aku tidak pernah menduga

daging apa yang kau bawa, Kawan.

Yah, dagingnya jadi milik kita semua, kurasa.

Memang begitu.

Begini...

Kenapa tidak turun kemari saja?

Kita bisa mengobrol, bicarakan masa depan.

Oh, tidak. Aku, aku tidak--

Kurasa aku tidak membawa baju renang, jadi...

Kekeh. Aku paham. Tak apa.

Griff! Ambilkan Elliot baju renang!

Oh, tidak. Sungguh. Ini tidak perlu.

-Kau yakin? -Ya, ya.

-Tidak, tidak. -Padahal tak apa.

Griff! Tidak jadi!

Jadi, ceritakan padaku, aku penasaran.

Dia kenapa?

Dia tak begitu menyukaimu, ya?

Apa? Tidak. Kenapa bilang begitu?

Entah, karena sepertinya begitu.

Bukan maksud menyinggung, El.

Turun saja kemari. Kita mengobrol di bak panas.

Mungkin sekarang musim kawin rusa atau semacamnya.

Aku sudah hampir selesai, sih.

Tolong ambilkan jubah mandi itu.

Sampai nanti.

DEWANGGA EKACULA CLOISTERS

Permata Mahkota Koleksi Abad Pertengahan The Met di Cloisters.

Dewangga Ekacula

adalah salah satu karya paling indah nan rumit

yang selamat dari Abad Pertengahan.

Tujuh dewangga ini

menggambarkan kisah peringatan tentang seorang priayi

dan para pemburunya yang mengejar ekacula mistis,

yang membela diri dan terbukti tak dapat dijinakkan.

Hingga makhluk itu terpesona oleh seorang gadis berhati tulus.

Ekacula itu pun tunduk oleh kebajikan gadis itu.

Makhluk itu kemudian dibunuh dan dibawa ke sebuah kastil

tempat ia dihidupkan kembali dan terjebak dalam penawanan.

Namun, dewangga yang menggambarkan ekacula dan gadis itu tidak lengkap,

karena telah rusak selama Revolusi Prancis.

Tetapi restorasi yang direkonstruksi ini

menceritakan tentang makhluk yang penuh dendam lagi bengis.

Kekejaman dan keganasannya terbilang sebanding

dengan seberapa banyak ia diburu oleh manusia.

Ridley Kintner, ikutlah dengan kami.

Wah, tunggu. Apa yang kalian lakukan ini?

Duduklah.

Oke. Ikuti jariku.

Subjek satu menunjukkan sangat sedikit iritasi kulit.

Begitu juga dengan iris subjek dua.

Apa-apaan, Bung? Jangan ganggu pekerjaanku.

Meskipun analisis komprehensif tak mungkin dilakukan

sampai spesimen dipindahkan ke Kampus Leo Labs,

bahkan dengan kemampuan uji genomik terbatas kita di lapangan,

dapat kita katakan bahwa ini bukan kuda.

Telah kami mulai analisis reaktivitas sampel darah dengan dermis wajah subjek satu

juga rongga sinus subjek dua, badan bening dan lensa okular.

Analisis awal telah mengungkapkan banyak hasil yang sangat menarik...

Apa ada--

Apa ada stasiun omelet atau...

...cairan bening yang berkurang lalu meningkat...

Kita perlu bicara.

Setelah Ayah pergi semalam,

aku mulai meriset tentang ekacula dan kurasa kita perlu berhati-hati.

Dewangga di museum yang kita kunjungi bersama Ibu.

-Apa Ayah ingat? -Apa--

Apa? Ayah tidak tahu.

Tapi, bisa bicara nanti saja?

Hal-hal ilmiah ini penting.

Tapi indikator awal menunjukkan bahwa karakteristik terapeutik darah ini

mungkin sangat terkait dengan tanduk itu sendiri.

-Oh, begitukah? -Bagaimana?

Akan menjadi perkiraan.

-Kiraan. -Perkiraan itu bagus.

Perkiraan boleh dicoba.

Kurasa tak ada yang keberatan dengan perkiraan.

-Baik... - Sepertinya ada semacam organ.

Lihat, entah bagaimana itu masih mengirim sinyal bioelektrik

untuk mendepolarisasi sel-sel di seluruh sistem saraf,

yakni hal yang aneh.

Ya, konduktivitas bioelektromagnetik memang tampak janggal,

berpotensi signifikan dalam senyawa 1-Delta.

Permisi, hai. Aku Elliot Kintner, J.D., aku subjek satu, atau... dua.

Adapun penemuan ini, aku senang bekerja dengan kalian.

Pertanyaanku, diambil dari apa senyawanya?

Tanduk yang jadi bubuk.

Kita perlu mempelajarinya.

Tapi itu berpotensi lebih kuat daripada darah.

Yah, tunggu apa lagi?

Maksudku, kita segera lancarkan, hancurkan dan mulai bekerja.

Atau apakah-- Apa mungkin,

mungkin bukan langkah yang tepat...

Selama berabad-abad,

orang Caviteno di Filipina terus bertradisi mengubur orang mati di dalam pohon.

Ketika para sesepuh siap,

mereka pergi ke alam untuk memilihnya sendiri.

Jika ini tak berhasil, mungkin inilah urusan terakhirku di dunia ini.

Kita usahakan segalanya, Sayang.

Tunggu, apanya yang jika tidak berhasil?

Omeletnya, Pak.

Terima kasih.

Pak, radiasi elektromagnetik masih keluar dari tanduknya..

Tapi...

...lebih kuat.

Apakah sekarang membaik, Pak?

Oh, aku percaya ini berhasil. Aku percaya.

Tentu saja, Odell. Tentu saja.

Oh, ya. Aku yakin ini berhasil.

Mengatasi tumornya dengan baik.

Aku ingin berterima kasih padamu untuk hadiah ini, Elliot.

Hadiah kepastian. Untuk diteruskan,

untuk dikuburkan, atau dalam kasusku, dibekukan di rubanah rahasia,

kendati pun, demi mengetahui, kita coba lakukan semuanya.

Berkatmu, aku sudah melakukannya.

Memang harapanku disemayamkan di luar angkasa.

Ya. Tak banyak yang melakukannya.

Apapun yang terjadi, kau akan menerima royalti.

Mengerti?

Penemuanmu, jatahmu.

Mungkin, kau akan menjadi mitra dalam semua ini.

Terima kasih, Pak. Aku akan sangat berterima kasih.

Aku tahu kau akan begitu, amigo.

Sudah kuberitahu kita ada di tanah Blackfoot?

Mereka mengungkapkan rasa syukur mereka,

Hemat tenagamu, Odell.

Tak ada yang perlu dengar soal itu.

Tidak sekarang, takkan pernah, Sayang.

Cukup, diam saja, ya.

Dia baik-baik saja.

Ayo.

Sedang apa di sini?

Melakukan riset, mungkin.

Riset macam apa?

Umpan balik itu hal yang baik. Jangan takut.

Benar. Entahlah.

Aku berpikir, bagaimana jika orang-orang dulu berpikir

bahwa ekacula itu nyata karena mereka memang nyata?

Kau tahu, mungkin kita yang salah.

Dan aku merasa jika itu benar, maka...

...yang orang-orang dulu katakan,

sebenarnya jauh lebih relevan daripada yang kita pikirkan sekarang.

Ya, tapi ini semua hanya omong kosong misoginis kuno yang buruk.

-Benar sekali. -Tapi sebagian sebenarnya...

Begini, kenapa kita tidak mantapkan ini saja?

-Griff? -Ya?

Bawakan pencetak besar milikku.

Aku benar-benar suka memotret

selama beberapa bulan beberapa tahun lalu

sebelum aku terjun ke panahan dan itu agak menyita segalanya.

Tapi...

Kenapa tidak kelola pikiranmu saja,

cetak beberapa hal ini,

dan kita presentasikan riset kita kepada orang tuaku.

-Bagaimana? -Ya...

Entahlah, kurasa, bisa saja.

Tak perlu seperti papan suasana resmi, aku ini pemikir visual, jadi...

Benar.

Hmm. Aku tak sabar mau lihat, Ridley.

Oh, kertas kering, ya. Kertas kilau itu tak sopan.

Ayah?

Odell. Kau terlihat...

...pulih.

Jika penanda protein dan tumor ini akurat,

kankernya tampaknya spontan berkurang.

Jadi apa?

Kita tak bisa bilang kepastian karena saat ini kasusnya baru satu.

Tapi ada kemungkinan...

Ini bisa menjadi...

Obat untuk kanker?

Kau bergurau?

Kanker? Itu hal terbesar.

Tiga penyakit teratas, tentu.

Apakah kau yakin tentang itu? Maksudku, sudah dicek hitungan dan kimiawinya?

Maksudku, aku hanya tak ingin kita berharap terlalu tinggi.

Aku tak butuh harapan lagi. Aku merasakannya.

Sudah tiada, keluar dari tubuhku untuk selamanya.

Kita berhasil. Kita menemukan obatku, Bella.

Kita belum bisa bilang apa pun sekarang, selain hal itu menjanjikan.

Tapi kita mungkin berhasil menyembuhkan kanker?

Kau dengar itu, Rid? Kita berhasil.

Aku bisa merasakan setiap sel

-di tubuhku bergetar... -Apa?

-...bergetar... -Ada apa?

...dalam frekuensi alam semesta.

Aku belum pernah merasa sehidup ini.

Ya ampun. Mereka akan membenci kita di sirkuit nirlaba.

Senang mengenalmu, yayasan kanker, 'kan?

Mari pelan-pelan saja dahulu.

Tidak, Sayang. Sekarang saatnya gerak cepat.

Kita perlu bawa makhluk itu ke markas utama

untuk duplikasi senyawa itu secepatnya.

-Tapi kita tidak bisa. -Apa?

Kita tidak bisa mereproduksi ini.

Katakanlah hal lain, Song.

-Dia tidak akan suka itu. -Jaringan protein ini

tidak seharusnya ada, bahkan secara teori.

Ini mustahil untuk disintesis.

Bagaimanapun caranya, aku tidak peduli.

Jangan sentuh sampel itu!

Tidak. Aku hanya melihatnya.

Jika Anda beri kami semua waktu dan sumber daya di dunia,

kami tidak bisa mereproduksi ini.

Terkadang sains hanya bisa merendahkan diri di hadapan alam.

Selama bertahun-tahun, kau bersumpah tak ada pengobatan

untuk hal yang menggerogotiku,

namun ketika kutemukan obatnya sendiri,

kau bilang tak bisa mereproduksinya?

Kesempatan untuk keagungan,

untuk keabadian, dianugerahkan padamu,

dan yang kau bicarakan hanyalah keterbatasan manusia?

Manusia tidak punya batasan.

Jadi, jika kau tak bisa mengenali

keajaiban kimia yang ada,

potensi untuk warisanmu dan warisanku,

maka kita mungkin perlu kepala baru penelitian farmasi ini!

Saya paham Anda kecewa.

Namun Anda sudah sembuh, jadi...

Positif, menurutku.

Jadi, cuma ini?

Yang kita punya?

Seperti NFT.

Seperti yang sudah dikatakan.

Oh, aku paham. Pasokan terbatas.

Permintaan tinggi. Aku paham.

Ada daftar tamu Davos?

Selalu. Mari kita prioritaskan siapa saja

yang pernah mengalami masalah kesehatan publik.

Semakin parah, semakin baik.

Dan aku mau buat minuman.

Saatnya menunjukkan ilmu oplos, Pah.

Maaf. Aku boleh ikut bantu?

Singsingkan lengan bajumu, Rekan.

Ini baru, Priscilla.

Ini bukan hal yang kita...

Permisi. Aku...

...tak akan biarkan BPOM menyitanya.

Anggap saja ini investasi

-untuk kesehatanmu dan Mark. -Baik, bagaimana kedengarannya?

Hebat, karena aku merasa hebat.

Ususmu bagaimana?

Tidak, tidak, tidak.

-Dengarlah tentang pengobatan baru ini. - Permisi, Pak, bolehkah aku...

Ya. Ini luar biasa.

Menurutku, MBS akan menganggap ini

kesempatan keren jika kau bawakan padanya.

Ini bukan pasaran.

Benar, karena kami pernah kerja sama

dan aku tahu kepribadiannya.

-Ayah, Ayah. -Tunggu, tunggu--

Tunggu sebentar, Rid.

Tiga gram untuk dua setengah.

Baik. Oke. Dua setengah untuk 300.

Tidak, tidak, tiga untuk 2.5.

-Oh. Ya, maaf. -Dengar baik-baik.

Kau benar. Maaf.

-Ada apa ini? -Wah, astaga.

Ayah baru lihat uang sebanyak ini seumur-umur.

Ayah rasa ini akan mengubah segalanya bagi kita.

Baiklah. Selesaikan persiapanmu!

-Luar biasa. -Mari angkut makhluk ini.

Kita akan berangkat secepatnya.

Temanku bilang Pangeran Mahkota dan sepupunya

ingin 8 bal dulu, agar bisa dimulai.

Apa?

Maksudku, tiga setengah gram.

Itu angka yang sangat spesifik.

Ya. Entahlah. Aneh, tapi itu kata dia.

Tunggu, ini...

Apa? Intisari kerbau.

Seandainya ada ramuan rumahan, tapi dunia ini tak sempurna.

[dalam bahasa Jepang] Bersulang!

Harganya sepadan.

Tidak, aku tak akan dipaksa seperti pemimpin buruh.

Bagus. Kantorku akan menelepon.

Kau benar. Ini benar-benar mantap.

Aku belum pernah sesenang ini sejak kita rilis Fen-Phen di 1994.

Dan menurutku, Ethereum adalah investasi yang baik.

Dan memang benar, jelasnya.

Sudah menghitungnya, El?

Entahlah. Kurasa kita dapat... banyak?

Dan masih ada surplus untuk cadangan keluarga.

Mantap! Kita akan hidup selamanya.

Tapi kita tidak bisa mengambilnya.

Lihat, aku sudah melakukan riset.

Oh, bukankah dia berjiwa wirausaha?

Jadi, masalahnya...

ekacula dulunya dipandang berbeda.

Ratusan dan ribuan tahun lalu,

mereka dianggap sebagai monster ilahi,

tapi mustahil untuk ditangkap,

meskipun semua orang mencoba, karena, begini...

sejak dulu, orang percaya bahwa ekacula bisa sembuhkan apa pun.

Ya, selamat datang di 10 menit yang lalu.

Ya, aku tahu,

yang membuatku ingin mengecek riset ini lagi

karena ini benar.

Dan Ayah, ingatkah saat Ibu mengajak kita

untuk melihat dewangga ini?

Tidak, tidak ingat.

Ya, ya, Ayah ingat!

-Apa? -The Cloisters, ingat?

-Tidak. Maaf. Tidak... -Ibu bilang itu adalah

museum favoritnya saat masih kecil.

Ibu mengajak kita sebulan setelah diagnosisnya dan itu...

Apa hubungannya dengan ini?

Ya. Maaf. Ke mana arah pembicaraannya?

Harus kuakui, aku juga agak pusing

dalam hal ini, Sayang.

Kalian hanya perlu melihat dewangga ini, oke?

Ini semua dari Abad Pertengahan, benar-benar terkenal

yang menceritakan kesatuan kisah,

yang terulang berulang kali.

Dan, kau tahu, orang selalu berpikir

bahwa itu adalah metafora untuk Kristus

dan kerusakan manusia turun temurun,

yang sebenarnya masuk akal dalam konteks sejarah

mengingat gereja memerintah pembuatan seni sebagai cara untuk menegakkan ketaatan.

Tapi sudahlah. Yang penting adalah,

kurasa kita tidak perlu lakukan ini, oke?

Karena jika ekacula itu nyata, yang kita tahu mereka nyata,

maka kisah-kisah ini mungkin juga nyata.

Dan kau mengharapkan kami mengubah arah

dan berinvestasi dalam teori berdasarkan ini?

Ya. Ini melantur, oke?

Aku suruh kau buat papan suasana, bukan... papan yang hina.

Aku tidak mengerti.

Apa yang kau mau kami lakukan? Dibiarkan di luar sampai membusuk?

-Ya. -Tidak.

-Tidak ada yang menyarankan itu. -Aku begitu.

Ini akan kami bawa, Sayang.

Dan ini akan membantu banyak orang.

Yah, bukan banyak orang.

Tapi orang baik. Orang-orang kita.

Aku mohon kali ini, jangan kita lakukan.

Hal buruk akan terjadi. Aku bisa merasakannya.

Bukankah itu penting?

Tidak?

Sombong sekali, mengklaim tahu hal gaib.

Apa dia mewakili kepentingan keluargamu dalam usaha ini?

Aku tak paham yang dia bicarakan, Odell.

Tidak tahu. Maksudku, dia juga tak paham yang dia bicarakan, 'kan?

Aku tahu kau memperjuangkan prinsipmu

dan aku bangga padamu dalam hal itu,

tapi kita tak perlu saling mengotot sekarang, 'kan?

Kita masih punya waktu luang sebelum ke bandara, 'kan?

Mari bersulang untuk dilahirkan kembali.

Mengubah takdir.

Semoga kita bisa bunuh Bigfoot dalam perjalanan pulang, ya?

Oh, Sheppie.

Hati-hati, Dr. Song.

Itu tanggung jawabmu dalam transportasi.

Aset dalam perjalanan. Aset dalam...

Alat cacat!

Apakah konvoi sudah siap? Ada yang bisa mendengarku?

Kenapa kau tidak lihat saja sendiri?

Oh, Sungguh? Oh, baiklah. Oke.

Halo?

Hei.

Hei.

Ada apa?

-Bawa kemari! -Ayo! Ayo!

Sheppie, ayo!

Jangan lama-lama!

Tembak!

Aku mau minggir saja.

Hentikan tembakan!

Ridley, pergi ke mobil! Ayah datang!

Kepung dia! Jatuhkan dia!

Mundur!

Tolong aku! Tolong aku!

Jangan bergerak.

Tetap di situ.

Saat hitungan ketiga, lari ke dalam, oke?

Jangan begini sekarang.

-Baiklah. Satu... -Tidak.

-...dua... -Jangan berhitung.

...tiga, ayo!

Hei!

Kau baik-baik saja?

Kau tak apa? Apa kau terluka?

Aku baik-baik saja.

Kena kau!

Kemungkinan ini sungguh luar biasa.

Dengar, kau yakin itu tidak menggigitmu?

Tidak, sudah kubilang aku baik-baik saja.

-Jika ada rabies... -Aku bilang aku tak apa.

Mungkin perlu disuntik, atau...

Aku bilang hal seperti ini akan terjadi tapi Ayah malah tidak mendengarkan.

-Sudah aku peringatkan. -Kau tidak bilang apa-apa.

Mungkin jika kau beri peringatan yang lebih spesifik,

kami bisa pergi lebih awal.

Bagaimana kau tahu akan jadi begini?

Dari kurikulum dongengmu?

-Tidak, tidak. -Akan kujelaskan!

Oke, karena ini bukan cuma soal riset.

Karena kemarin, aku menyentuh tanduknya.

Aku seperti mendapat penglihatan.

Aku bingung menjelaskannya,

tapi, seakan itu menunjukkan sesuatu padaku.

Lanjutkan, Nak. Ceritakanlah.

Pokoknya, setelah itu terjadi,

aku merasa terhubung dengan makhluk itu,

seakan punya semacam ikatan.

Begitu pun dengan yang lebih besar.

Jadi kau pikir itu sebabnya ia tidak melukaimu?

Ya. Entahlah. Kurasa begitu, mungkin.

Kurasa ia ingin kita melepaskan bayinya dan pergi.

Ia menyerang saat Dr. Song memindahkan yang muda,

jadi, ya, itu mungkin...

Baik. Sebenarnya, kau telah meyakinkanku

bahwa satu-satunya cara untuk menjadi advokat baik makhluk ini sepertimu

adalah dengan menyelamatkan yang dewasa yang terluka ini sebelum ia mati

agar aku bisa memahami

pengalaman ini secara langsung.

Nah, pembicaraannya baru masuk akal. Terasa perbedaannya, 'kan?

Tidak, justru itu kebalikan dari perkataanku.

-Hei. -Bukan ide buruk, Rid.

Bukannya suka yang besar-besar ya, tapi tanduk itu cukup besar.

Ya. Dan itu dipakai untuk membunuh para ajudanmu!

Dan Dr. Dennis Young-Jo Song.

Dan bukankah kejam untuk membiarkan mereka meninggal sia-sia?

Pikirkan hewan di luar yang berdarah sampai mati,

menderita, sendirian di alam liar.

Aku sangat yakin kita tak boleh memanfaatkan seenaknya.

Yang benar saja.

Mereka telah menyembuhkan segala penyakit kita.

Jadi kurasa kita punya kewajiban moral

untuk memanfaatkan yang tersisa. Mengerti, Gadis Kuda?

Hei, sopankah begitu?

Dia memang kasar,

tapi dia benar.

Kita melakukan ini, bukan untuk keuntungan kita sendiri,

tapi untuk kebaikan seluruh dunia.

Mantap!

Setengah matang, seperti yang kau minta, Pak.

Baiklah, begini...

Cuma usul, bagaimana jika Ridley dan aku pulang,

kami bawa yang kecil bersama kami,

untuk jaga-jaga, kalau-kalau...

Jadi kau akan mundur dari kesempatan?

Dan kupikir kau sudah berinvestasi, Elliot.

Usaha keras.

Oh, tidak, tidak. Bukan itu yang aku...

Kukatakan, setiap orang yang meninggalkan rekannya,

tidak kuanggap rekan.

Jika kau tidak bisa menyelesaikan ini,

maka itulah keputusan akhirnya.

Bahwa jasamu tak lagi dibutuhkan sebagai wakil keluargaku.

Begini, lupakan saja.

Lagipula ternyata idenya buruk setelah semua ini.

Mari... lakukan saja yang kau mau.

Apa yang kau mau?

Kemas perbekalan kalian dan tetaplah waspada!

Regu berburu berangkat dalam lima menit!

Ada yang lihat semprotan serangga?

Begini, sebelum Dr. Song...

sebelum itu terjadi,

detektor elektromagnetik mati

dan Denny melihatnya. Dia melihatku, lalu...

Mungkin ini mengandung DEET...

Tahukah kau bahwa para pejuang Maasai

memburu singa hanya dengan tombak?

Ritual yang luar biasa.

Menggugah kemampuan alamiah manusia, bukan?

Aku pribadi, hanya pernah melakukannya

dengan senapan serbu otomatis.

Bukan seperti model ini.

Oh, jadi kau pernah membunuh singa?

Oh, tentu saja, Rekan. Singa, gajah, kera besar.

Baiklah. Wow.

Hei, begini, mengenai persoalan rekan ini,

mungkin ada baiknya meresmikan beberapa hal,

yah... untuk jaga-jaga.

Saat kita kembali, amigo.

Akan kuambilkan manik-manik baru, Pak.

-Lakukan. -Kabar mengecewakan

tapi sepertinya Griff tidak bisa menemukan busur majemukku, jadi...

-Ayah... -Mungkin sekarang adalah

waktu yang tepat untukku mandi

-dan mulai... -Tolong...

-simpan alasanmu. -Itu bukan alasan.

Ada yang perlu tetap di sini dan berpikir

bagaimana cara menjauh dari "pembunuhan ekacula"

dan memang itu tempat terbaik untukku berpikir.

Terserah jika makhluk itu mati di sana, tapi Ayah jangan ikut.

Kita tidak boleh terlibat lagi.

Ini demi kepentingan kita,

kau tahu, dapat bayaran.

Kau benar, mereka bukan orang baik, tapi...

...Ayah akan ikut bersama mereka,

Ayah akan lihat mereka membawa bangkainya,

dan kemudian kita berdua, tidak akan terlibat lagi.

Jika Ayah ikut, aku akan pergi.

Ini hal yang baik.

Bagaimana jika Ibu bisa ikut ke sini?

Mereka bahkan tak akan membiarkannya mendekat.

Kumohon Ayah, dengarkan aku dan jangan pergi.

Kumohon tetaplah bersamaku.

Elliot, saatnya menjarah buruan kita.

-Ayah tidak akan lama, oke? -Ayah, jangan.

Kelak kau akan berterima kasih atas ini.

Tersesat, tapi setidaknya dia punya ketajaman intelektual tentang makhluk ini.

Kehilangan mendalam.

Pasti menyakitkan.

Ya.

Tapi apakah tidak terasa seperti inilah cara dia ingin wafat, kau paham?

Tidak juga, tidak.

Tapi bukankah begitu?

Kau tahu, saat sedang menuntut ilmu.

Dan sekarang dia tiada. Kita mau bagaimana?

Merana saja?

Berduka?

Melemah?

Kurasa aku tidak begitu.

Atau kita terus berjuang?

Terus memperjuangkan ilmu dan hargai kerja kerasnya...

-Bisakah letakkan itu? -Hormati karya hidupnya?

Atau mungkin dia tidak layak dikenang?

Tentu saja layak.

Tepat sekali.

Dan itulah sebabnya aku pikir kau perlu kembali ke sana,

kembali bekerja, buat dia bangga

dan potong tanduk poni itu,

bagaimana?

Kukira kita sedang membicarakan plakat kenangan atau semacamnya.

Oh, tidak Tak ada waktu untuk itu.

Tanduk dulu, lalu plakat. Ya?

Maaf.

Hanya sedikit... sedikit saja.

Untuk ilmu.

Baiklah.

Ekaculanya dibunuh.

Lalu dibangkitkan kembali.

Lalu dibangkitkan kembali?

Oh, tidak!

KEMBALILAH SEKARANG

Celaka!

Ayolah, jangan banyak alasan, Bhatia.

Itu bukan alasan, oke?

Kami sudah mencoba.

Tapi tanduk, organ, apa pun itu,

sepertinya mengindikasikan--

Maksudku, pembengkakan sel,,

disfungsi mitokondria,

semua tanda khas pembusukan pasca kematian.

Mereka tak hanya melambat, namun hidup lagi.

Tunggu sebentar, Ponce de Leon.

Kau bilang itu tidak bisa mati?

Mungkin. Ya, mungkin.

-Mungkin, ya. ya. -Ya?

Aku ingin tanduk itu di tanganku.

Hei.

Waduh!

-Haduh. Maaf. -Ya ampun.

Maaf. Siniar.

Bagaimana cara menghubungi mereka?

Karena kupikir makhluk ini

mungkin bisa... menyembuhkan diri sendiri

dan itu berarti ayahku, Odell, Shaw...

-Ya, benar. -Mereka haruslah

kembali ke sini sekarang.

Baik.

Tidak ada kabar dari Odell?

Maaf.

INI TERKIRIM? KEMBALILAH SEKARANG

MAKHLUK ITU KEBAL! LARI! LARI!

Celaka!

-Hei, kita harus pergi sekarang. -Tenanglah.

Apa arti panah-panah itu?

Musuh terlihat!

Tembak!

Tembak!

Tembak!

Merapat.

Bersiaga.

Oh, terima kasih.

Odell?

Sini.

Kau membunuh mereka?

Aku membunuh mereka?

Pekerja tidak terampil.

Baiklah.

Jangan takut.

Bukankah kau makhluk paling menakjubkan?

Kau menyukaiku, 'kan?

Aku tidak jahat.

Nah, begitu, amigo.

Hanya sedikit sentuhan.

Sekarang kau bisa tunjukkan rahasiamu.

Ayo.

Nah begitu.

Sekarang berikan tanduknya.

Kalau boleh, permisi, terima kasih.

Dia sudah meninggal. Sungguh sudah meninggal.

Ada dua dari mereka?

Tidak, tidak, tidak, jangan dipindahkan.

Ayahku wafat demi makhluk itu.

Hei, jangan ke luar. Ayah hampir terbunuh di luar sana.

Inilah cara kita menghentikan agar orang tidak terbunuh.

Kita perlu kembalikan bayi mereka.

Semuanya harap tenang!

Kita perlu kendalikan situasi ini.

Ya. Benar.

Apa yang akan dilakukan Odell?

Mungkin menyewaku untuk menjaga kalian

-dan aku akan memanggil polisi. -Tenang. Ayahku hanya

membawamu untuk menjadi garis terakhir dari kemungkinan penyangkalan.

Ini sungguh bukan penggunaan waktu yang terbaik.

-Tak apa-apa. -Silakan, buat panggilan.

Tunggu sebentar.

Kau tahu banyak.

Apa dulu ada yang berhasil menangkap makhluk ini

di tirai atau cerita yang kau buat?

Maksudku,

namun cerita itu menjadi lebih metaforis atau...

Tunggu, makhluk itu melakukan sesuatu di dekat peralatan listrik.

RCMP. Bonjour.

-Halo, halo, opsir? -Ada yang bisa saya bantu?

Oh, syukurlah.

Halo. Halo. Halo?

Tunggu, kenapa ini? Apa yang terjadi?

Penguat sinyal menggunakan... listrik rumah.

Apa-apaan itu? Aku sedang berduka di sana!

Apa ada cukup waktu untuk melacak panggilan?

-Memang bisa dilacak? -Lupakan itu.

Kita akan mengeluarkan ini dan mengembalikan bayinya.

Tidak, tidak, tidak.

Gerbangnya teraliri listrik.

Tak ada gunanya kita mengembalikannya

jika kita hanya akan terjebak di luar dengan makhluk-makhluk yang membunuh Odell.

Astaga, Odie!

Ada yang harus mengakses rumah motor gerbang

untuk membukanya secara manual, Bu.

Sayangnya, jika kita melakukannya,

tak ada yang bisa keluar dari sini.

Kalau begitu kita undi.

Jangan ada undian.

Itu agak adil.

Terlepas dari pengasuhan yang protektif,

apa kebetulan memang cara terbaik untuk memutuskan sesuatu?

Umumnya tidak begitu ilmiah, tidak.

Tepat sekali. Tidak.

Pertama, kita harus tanyakan, siapa yang paling akrab

dengan gerbang?

Itu benar karena..

harus orang yang berpeluang terbesar untuk... berhasil, 'kan?

-Ya. -Tunggu sebentar.

Kalian tak bisa begitu saja menyuruhku pergi ke sana.

Bertahun-tahun pengabdianmu dan kami tidak pernah meminta

apa pun darimu kecuali ini.

Itu tidak benar, dan sekalipun benar...

Kita tunjuk saja.

-Aku memilih Griff. -Idem.

-Aku tidak memilih Griff. -Terima kasih. Aku juga.

Ya. Tapi, Sayang, kau bahkan belum 21 tahun.

Lantas?

Ini tidak begitu rumit.

Aku bukanlah orang gerbang!

Namun, dalam hal ini, sepertinya kau memang orangnya, 'kan?

Semua yang telah kulakukan untuk keluargamu

dan ini adalah pesangonku?

Aku punya anak.

Kau punya?

Oh, iya punya. Baru ingat.

Kau yang paling akrab dengannya.

Ini parah sih.

Kami sudah memilih, Griffin. Demokrasi menang.

Kau urus gerbang, kami urus mobil.

Nah, siapa yang akan mengeluarkan bangkainya?

- Bisa beri bantuan? - Ya.

Kau melakukan tugasmu. Aku mengerti.

Kau dan aku, kita prioritaskan hal yang sama, kau tahu.

-Karier kita. -Keluarga.

Benar. Yah, maksudku, kau tahu.

Mereka yang diuntungkan oleh karier. Ya.

Tentu. Maksudku adalah...

kita harus menjaga kepentingan kita sendiri

karena jika kau berharap mereka melakukannya untukmu...

Baiklah. Ayo, waktunya pergi.

-Semoga lancar di luar sana. -Ya, sangat membantu.

Terima kasih.

Kau seharusnya aman setelah mereka melihat bayinya.

Dia sudah ke terowongan.

Kami akan datang dan menjemputmu

begitu gerbang terbuka, oke?

Ini akan lancar.

Kau memang memiliki peluang terbesar untuk berhasil...

Kau paling akrab dengan gerbang.

Baiklah. Ayo pergi. Mobil yang mana?

Mana aku tahu?

Kau punya kuncinya.

Yang itu.

Oh, tidak.

Oh, Sayang, aku akan kembali untukmu.

Aku janji.

Hei, Ridley, ayo.

Hei, kita harus pergi!

Tunggu, di mana Shep?

Kau serius? Bilang padanya untuk bergegas.

Tunggu sebentar. Shepard, apa-apaan?

Shep, kita pergi sekarang!

Aku datang, Ibu.

Oh, tidak.

Atas nama umat manusia,

kami harap ini menciptakan ketenteraman.

Griff?

Ridley! Aku harus bagaimana?

Aku sungguh tidak mengerti.

Inilah yang mereka inginkan. Ini...

Hadapi saja. Tak ada negosiasi dengan monster.

Ke mana mereka pergi?

Hei, situasi aman. Ayo pergi.

Masa bodoh!

Begitu banyak teori untuk itu.

Maaf. Maaf. Kupikir aku mengerti.

Kita tak bisa mengalahkan kepintaran mereka,

itulah sebabnya kulakukan penelitian ini.

Kutemukan kelemahan mereka. Terima kasih kembali.

Mau beritahu kami?

-Katakan saja. -Kutinjau kembali

penelitianku dan sebuah tema yang berulang

dalam diskursus abad pertengahan,

ternyata ekacula, secara historis,

hanya bisa dijebak oleh satu hal,

dan kurasa Ridley tahu apa itu,

seorang gadis berhati murni.

Tunggu, maaf. Apa maksudmu?s

Dari mana kau bisa mendapatkan ide-ide ini, Sheppy?

Penelitian. Begitulah kuraih ide-ideku, Ibu.

Dan Ibu selalu meremehkannya.

Ini soal warisan Ayah, ini soal...

Dia benar.

Dia benar. Ini salahku. Aku salah paham.

Tidak, tidak, tidak. Oh, Sayang, tidak.

Ini salah Ayah. Ini semua salah Ayah.

Aku tak mengerti. Apa yang mereka inginkan?

Kita kehabisan waktu.

Ikutilah logika. Ikutilah penalaran.

Itu satu-satunya cara agar kita bisa keluar dari sini hidup-hidup.

Ada pola yang dikenali,

- di seluruh budaya dunia.. -Tunggu di sini.

..berbagai narasi dongeng perburuan.

Kau menghirup benda itu?

Dan jika kita serius-- Ya, aku melakukannya.

Serius soal bertahan hidup,

maka kita harus siap menggunakan gadis itu sebagai umpan.

Paham?

Tapi kau sudah tobat teler.

Ibu pikir kau sudah baik.

-Aku baik-baik saja! -Shepard, Belinda.

Ah. Elliot, di sana kau.

Katakan padanya untuk bersiap agar bisa berguna.

Dia mungkin perlu ambil posisi.

Oh, tidak, maaf, dia tidak bekerja untukmu.

Tidak langsung, tidak.

Mungkin inilah saatnya bagiku untuk menundurkan diri.

Di saat-saat keluargamu sulit?

Dan kau sebut dirimu pengacara?

Sumpahmu main-main?

Semoga beruntung dalam...

...keberlangsungan hidupmu.

-Mereka mengejar kita. -Kita keluar dari sini.

Kau mengisap vape?

Tidak.

Sheppie, ayolah.

Kita meremehkannya.

Lebih dari yang bisa bayangkan.

Aku merasakannya, di pikiranku,

menyucikanku.

Tidak, tidak, tidak.

Sayang, kita harus pergi. Kita harus pergi.

Aku tahu kita harus apa.

Baiklah. Apa pun yang terjadi,

jangan berhenti lari sampai ke mobil.

-Kita tubruk gerbangnya. -Baik.

-Oke? -Ya.

- Mari hentikan keparahan ini. -Hei, lepaskan!

Tidak, tidak, tidak. Ini untuk kebaikan bersama.

Lepaskan aku, dasar fasis!

Shepples, entahlah.

Shepard, ayo cepat.

Pintu dapur. Pintu dapur. Ayo.

Tidak!

Tetap di sana.

Apa?

Ayo.

Kurasa dia tidak melihat kita.

Tidak. Kupikir--

Wah, Griff menemukan busurku.

Sekarang aku merasa bersalah.

Dengar, jika ini akhirnya, Sayang,

-Aku ingin-- -Aku perlu berpikir. Oke.

Mungkin jika aku kikis sedikit lagi

-tanduk ini. -Tunggu.

Oksigen ayahmu.

Bisakah kita meledakkannya dengan ini?

Ya. Oksigen bertekanan itu mudah terbakar

dan jika terbakar, maka akan meledak.

-Tapi itu... -Bagaimana kau tahu itu?

Kau tidak tahu itu.

Kau tidak mengerti, Ibu.

Ini ada di dalam otakku. Ini mengaktifkan pikiranku.

Aku sekarang genius, oke?

Itu akan menghancurkan aset kita.

Kita tak perlu lakukan itu, karena aku asetku melimpah.

Lalu kita akan jebak mereka, paksa mereka berkembang biak,

mereka pun menjadi milik kita.

Benda apa ini?

Mereka akan membunuh kita.

Aku tak mengerti kenapa mereka melakukan ini padaku.

Kurasa Ayah membuat kesalahan.

Ayah ini kenapa?

Entahlah...

Ayah takut kita tidak dapat apa-apa.

Teganya Ayah lakukan itu.

Karena Ayah berjanji pada ibumu.

Ayah duduk di ruang rumah sakit itu dan Ayah bersumpah padanya

akan melakukan apapun yang Ayah bisa untuk merawatmu,

untuk memastikanmu tidak kekurangan apa pun.

Dan itu tanggung jawab Ayah.

Tiap keputusan, tiap hari.

Tapi Ayah mengecewakan kalian berdua.

Dan kau sepertinya tidak butuh

yang Ayah kira kau butuh...

Ternyata, mungkin itu hanya untuk Ayah.

Bagaimanapun, Ayah...

Maaf karena kau malah terjebak bersama Ayah.

Jika kita tidak bisa keluar dari sini,

anakku sayang,

ketahuilah, meski...

Diam dulu!

Kedengaran, 'kan?

Mungkin ada di dapur.

Mungkin sudah pergi.

Ibu!

Tidak!

Ibu!

Saat aku menyentuh tanduk itu...

kurasa Ibu ada di sana.

Aku melihat...

Tidak!

-Ayo ke mobil. -Ayah, tidak. Tolong!

Jangan lakukan ini.

Tidak.

Ayah menyayangimu.

Ayah!

Lakukan, Sheppie.

Lakukan, Sheppie.

Kumohon... maafkan aku.

Astaga.

Jangan bergerak.

Aku sebenarnya kurang mahir dengan benda ini.

Ayo.

Kurasa kau tidak ingin melakukan ini.

Sok tahu! Hadap depan.

Kau tidak tahu apa-apa.

Ini takdirku.

Tetap di sana. Jangan bergerak.

Ya, aku tahu ini akan berhasil.

Aku sekarang pebisnis, Ayah.

Baik.

Baiklah. Kau telah membuktikan semua orang salah.

Sekarang tolong, bisakah kau, membiarkan aku pergi?

Diam, diam!

Kumohon.

Ayah?

Itu dia. Masa depan sekarang milik kita, Elliot.

50/50.

Kau mau, kan?

Kerja bagus, Rekan.

Aku tahu kau punya potensi.

Kita akan selesaikan semua ini,

mengurungnya,

kawin bisa dimulai hari Senin awal.

Masih banyak yang harus dilakukan, tapi mereka sekarang milik kita, Elliot.

Kita akan miliki mereka selamanya.

Ya ampun!

Ayah kenapa selalu begitu?

Entah... Entahlah.

Ayah benar-benar tidak merencanakannya.

Kita perlu ke dokter.

Ini tidak baik.

Ini terlihat parah.

Harus aku tekan.

Tidak bisa kubiarkan.

Aku butuh tanduk itu.

Aku butuh dagingnya.

Lukanya dalam. Mana ponselnya?

Aku butuh darahnya.

Celaka.

Kita perlu ke dokter.

Tak apa, tak apa.

Ini tidak baik. Ayah akan kehabisan darah.

Hei, ceritakan...

ceritakan pada Ayah.

Apa yang mereka tunjukkan padamu?

Entahlah, aku...

Aku berdiri di jalan bersamamu

dan aku tersapu oleh semacam arus.

Seperti sungai

yang membawaku ke suatu tempat.

Dan meskipun aku tidak tahu ada apa ketika aku sampai di sana,

aku tidak takut,

karena aku merasakan ini,

aku merasakan sesuatu dalam kegelapan

yang menunjukkanku asal usul mereka,

tapi bukan hanya mereka, kita juga.

Dan kurasa itu adalah tempat yang selalu kita tuju.

Tempat saat bagian dari Ibu sudah menunggu.

Tempat saat kita tidak perlu khawatir

tentang hal yang tak kita selesaikan

saat kita di sini.

Aku tak tahu. Aku tak begitu lama di sana.

Kuharap kau benar.

Mungkin...

Ayah akan ada di sana... menunggu.

Aku...

Apa, apa...

Apa?

Mereka ada di sini.

Celaka.

Pembantaian bersimbah darah

di Peternakan Leopold, Pak Ketua.

Membawa para penyintas untuk memberi pernyataan.

Tapi perkiraanku, Anda tidak akan mempercayai mereka.

Jika begitu, itu akan menjadikan mereka tersangka.

-Ganti. -Siap.

Kalian berdua sebaiknya sewa pengacara hebat.

Aku tahu akhir pekan ini tak berjalan sesuai keinginan Ayah,

tapi ke mana pun mereka membawa kita, kita akan baik-baik saja.

Ayah tahu.

Ayah juga melihatnya.

Apa-apaan ini?

Maaf. Maaf.

MATINYA SEEKOR EKACULA

Penerjemah: MKibara https://subsource.net/u/1480916

Dukung MKibara di: https:/trakteer.id/mkibara

DAULAH ISLAM BAQIYAH!

Dukung MKibara di: https:/trakteer.id/mkibara

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.