Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Lepaskan aku.
Cepat. Minggir.
Cepat. Ayo.
Pergilah ke sana. Ayo. Cepatlah.
Ayo, cepat!
Hei!
Ayolah. Minggir.
Cepatlah, Bung.
Cepat. Ayolah.
Di sebelah sana. Ayo.
Awas. Hati-hati.
Dia dapat benderanya. Ikuti dia.
Itu dia. Tangkap dia.
Ikuti dia! Cepat!
- Ayo! - Cepat! Tangkap dia!
- Ke mana dia pergi? - Tangkap dia!
Dia di atas sana! Ikuti dia! Kejar dia!
Hentikan dia! Cepat!
Harap tenang.
Pemenang tahun ini adalah Ting muda!
Selamat datang rakyat Nong Pradu...
Yang datang menyembah...
Dan membuat jubah persembahan...
Untuk Ong-Bak yang terhormat.
Agar komunitas kita diberkati...
Dengan rahmat Buddha.
Upacara ini adalah pendahuluan...
Untuk perayaan besar Ong-Bak...
Yang diadakan tujuh hari lagi.
Ini perayaan spesial yang hanya diadakan 24 tahun sekali.
Artinya kita akan diberkahi kedamaian dan kemakmuran sekali lagi.
Di mana jimat Buddha itu?
Itu tampak agak jelek untuk dipakai.
Kepalanya sedikit terkelupas.
Kondisinya tidak sempurna, tapi 200.000 baht itu harga yang pas.
Kenapa kau tak mau menjualnya?
Berapa yang kau inginkan untuk itu?
Don, aku tak menjualnya.
Apa? Apa maksudmu tak menjualnya?
Aku datang jauh-jauh dari Bangkok untuk ini.
Aku tidak pernah berjanji akan menjualnya kepadamu.
Aku menyimpannya untuk putraku, Humlae...
Saat dia ditahbiskan sebagai biksu.
Hubungi aku jika kau ingin menjualnya.
Tidak, lupakan. Aku tak punya ponsel.
Akan kuberikan alamatku.
Saat kau memutuskan untuk menjualnya, tulis saja surat kepadaku.
Apa ini indah, Nenek? Ini untuk Ting saat dia ditahbiskan.
Bagus.
Ting lahir pada hari mereka membuat patung Ong-Bak, bukan?
Benar. Tapi Ting tak beruntung.
Dia ditinggalkan di tangga kuil saat lahir.
Seorang biksu menemukannya dan mengasihaninya.
Dia merawat Ting.
Bisa dibilang takdir Ting dan Ong-Bak terjalin.
Kaki memijak!
Buaya mencambuk ekornya!
Wajah gajah!
Hanuman mempersembahkan cincinnya!
Kuda melejit! Rusa menoleh! Pedang raksasa!
Kejatuhan Hera! Tentara berbaris! Gajah gila!
Hancurkan belalai gajah! Insang lele! Cambuk rusa!
Dewa Guntur melempar kapak! Gelombang hantaman!
Ikan di belakang tunggul!
Raksasa menangkap monyet!
Patahkan leher gajah!
Ular mengejar tokek!
Tebing bergoyang!
Wanita menoleh kembali!
Melempar tombak! Mematahkan pedang!
Hentikan tentara! Ikan mendorong!
Aku sudah mengajarimu seni Muay Thai dan aku memintamu...
Jangan pernah memakainya untuk berkelahi. Kau mengerti, Ting?
Ya, Master.
Bagus.
Kau tak benar-benar mengerti, ya?
Gurumu mempelajari seni kuno Muay Thai...
Bersama master hebat, Kru Dam.
Dia tidak sabar menguji keahliannya dalam adu tinju.
Dia akhirnya membunuh lawannya di ring.
Rasa bersalah mendorongnya menjadi biksu.
Muay Thai berbahaya.
Dia tidak mau kau mempermainkannya, mengerti?
Atau kau masih ragu?
Ayo. Tanding denganku. Ayo, Ting.
Paman!
Berengsek! Apa yang kau lakukan?
Cepat.
Don berengsek itu mencuri kepala patung Ong-Bak.
Don?
Dia juga mencuri uang dari kotak amal.
Don! Bedebah itu!
Kalian.
Jika kita tak mendapatkan kepala Ong-Bak...
Desa kita akan hancur!
Tenang, Semuanya.
Kita akan cari cara mendapatkannya kembali...
Sebelum upacara.
Tapi siapa yang akan mendapatkannya kembali?
Aku akan membawa kembali kepala Ong-Bak.
Aku tahu keberadaan Don.
Keyakinan rakyat Nong Pradu...
Kini berada di tanganmu.
Jimat suci ini mengandung herba Nilapat.
Kakekku bilang ini pernah menjadi milik Kru Dam.
Simpan di dekat jantungmu.
Ini alamat Don.
Tolong berikan surat ini kepada Humlae.
Ting, pastikan kau membawa Ong-Bak kembali kepada kami.
Kembalikan ke desa kita.
Ambil uang ini untuk beli makanan. Kami mengandalkanmu.
Ibuku memberiku cincin ini sebelum dia meninggal.
Wan, jaga Nenek baik-baik.
Ayo, Semuanya. Ayo patungan.
Ayolah.
Ini uang untuk perjalananmu.
Sial, kita kalah.
Sial! Kemari kau!
Siapa yang kau pilih untuk balapan? Kita kalah jauh!
Hei! Bisakah kau mundur?
Kadang menang, kadang kalah.
Kau tak masuk akal.
Kenapa kau membiarkan seorang gadis berlomba denganku?
Kenapa? Lalu kenapa jika aku perempuan?
Jalang, kau tahu sedang bicara dengan siapa? Enyahlah.
Jika balapaanmu secepat mulutmu...
Kau tak akan kalah.
Persetan kau.
Hei.
Hei, di mana uangnya?
Bukankah kau menaruh narkoba sebagai taruhan?
Kau sendiri yang bilang...
Narkoba atau uang tunai saja.
Baiklah.
Aku akan memberimu 10.000 baht. 10.000 lagi untuk utangmu.
Aku membayar bunga setiap bulan dan utangku belum jatuh tempo.
Tidak bisakah kau memberiku uang itu sekarang?
Kau mau mengambilnya?
Lebih baik daripada tidak sama sekali.
Hei, kembalikan itu kepadaku.
Hei!
Kau sudah dapat uangmu.
Tak bisakah berikan beberapa tablet metamfetamina?
Ini bisa ditemukan di mana saja.
Jangan menipuku.
Jauhi barang-barangku.
Terlalu kuat untuk para pengecut ini.
- Percayalah. Ayolah. - Hei!
Berengsek!
George. Kau kembali! Kemari!
Di mana uangku? Berikan bagianku. Aku sedang terburu-buru.
Peng berengsek itu tahu narkoba itu palsu.
Dia mengambil semua uangnya.
Apa? Jangan bohong.
- Hentikan. Itu tidak lucu. - Muay.
Lihat aku. Lihatlah wajahku.
Kau pikir ini ulahku sendiri? Sial.
Hei! Hati-hati! Ini memar baru!
Sayang sekali. Bagaimana kau bisa tertangkap?
Lupakan saja. Kau punya 200 baht?
Apa-apaan? Aku bahkan belum dapat bagian...
Dan kau meminta uang kepadaku?
Hei, Muay. Kau selalu mengambil bagianmu dari adonan.
Kenapa kau tak menerima pukulan yang kudapat?
Kau mengacau, Bodoh.
Kau kehilangan uangnya.
Apa kau pintar, Berengsek?
Peng memberiku tiga hari untuk melunasi utangku.
Jika tidak membayarnya, aku akan dipukuli lagi!
Humlae.
Benarkah ini kau, Humlae?
Halo.
Muay, apa ini temanmu? Kau mengenalnya?
Mana mungkin dia temanku? Dia bicara padamu.
Kau kenal orang kampung ini?
Kau ingat aku? Aku Ting...
Dari Nong Pradu.
Hei, Anak Desa.
Aku tak mengenalmu. Kau paham, Orang Kampung?
Aku tak mengenalmu!
Tapi aku mengingatmu. Kau Humlae.
Siapa itu Humlae?
Nama macam apa itu?
Itu nama yang jelek.
Aku akan menghajarmu, Bodoh.
Ayolah. Berhentilah mengganggunya, Humlae.
Maaf. Maksudku George.
Kau sangat menyebalkan, Jalang.
Pergi dari sini.
Jadi, dari mana asalmu?
Nong Pradu.
Nong Pradu, ya? Aku akan meninggalkan kalian berdua.
Para pria Nong Pradu pasti punya banyak hal untuk dibicarakan.
Astaga. Lihat perbuatanmu? Pergi saja dari sini.
Beri aku uang tunai.
- Ini. Belilah obat. - Baiklah.
Sampai nanti, Humlae.
Hei, Orang Kampung. Kembalilah ke desamu. Enyahlah.
Humlae, aku punya surat dari ayahmu.
Kubilang aku tak mengenalmu! Enyahlah!
Ini kamarku. Maaf soal tadi. Tutup pintunya...
Sebelum nyamuk masuk.
Aku kesal tadi. Suasana hatiku sedang buruk.
Humlae.
Kau tahu desa kita dalam masalah?
Don dan anak buahnya mencuri kepala Ong-Bak.
Jadi, para tetua mengirimku untuk mencarimu...
Untuk membantu mencari Ong-Bak.
Aku punya alamat Don.
Hei, simpan itu untuk nanti.
Letakkan barang-barangmu dan mandilah.
Mandilah.
Kemarilah. Kamar mandinya di sana. Ayo.
Lalu apa?
Mandi saja. Ini handuk.
Ayo. Aku akan menyalakan lampunya. Ayolah.
Sabunnya ada di sebelah kiri. Sikat gigi di sebelah kanan.
Jangan masturbasi di lantai. Kau akan terpeleset.
Halo, Muay. Temui aku di klub tarung di Jalan Khaosarn.
Aku masih bisa bertaruh untuk Ali?
Tentu.
Ambil semuanya.
Itu dia. Bagus.
Itulah maksudku.
Di mana jimat sucimu?
Kepala desa bodoh itu tidak mau menjualnya, Pak.
Tapi aku malah mendapatkan kepala Ong-Bak.
Warga desa memuja ini.
Ini sangat sakral, Pak.
Itu bongkahan batu yang jelek. Kenapa kau membawanya kemari?
Kau membuatku kesal.
Singkirkan itu dari hadapanku.
Sebelum aku marah besar.
Tampaknya anak buahmu terus mengecewakanmu hari ini.
Lihat Pearl Harbor-mu.
Ali-ku akan menghancurkannya dengan jurus Kamikaze.
Aku tak punya uang. Aku sedang mencarinya untukmu.
Aku datang bukan untuk uang. Aku bisa cari sendiri.
Kau menjual narkoba sekarang?
Ya.
Kau tampak sangat yakin dengan petarungmu.
Jika menurutmu petarungmu akan menang, tambahkan taruhan.
Aku ikut.
Diam! Kau tak tahu apa-apa!
Kau rela mengacaukan hidupmu demi seorang bajingan?
Muay, kau bukan ibuku.
Itu karena kita tak punya orang tua. Itu sebabnya kau sangat kacau!
Ya, aku orang tidak berguna yang membesarkanmu.
Gadis baik sepertimu menjauh saja dari hidupku.
Beri tahu aku jika kau mau.
Ya! Ayo!
Bangun! Ayo!
Pertarungan berikutnya, jika kau masih ikut...
Mungkin kau ingin menaikkan taruhan.
Pemenangnya Pearl Harbor!
Berengsek!
Pearl Harbor, 3-1.
Sial!
Siapa berikutnya?
Siapa berikutnya?
Di mana uang penduduk desa?
Uang apa?
- Di mana tas uangnya? - Entahlah. Aku tak mengambilnya.
Di sebelah sana.
Pearl Harbor, 3-1!
Nomormu, 3-1!
Siapa? Ada?
Penantang baru!
Pasang taruhan kalian! Peluang tiga banding satu!
Astaga, kenapa orang kampung itu di arena?
Benar. Tamat riwayatmu, Ting.
Aku bertaruh sepuluh banding satu.
Tapi sebaiknya jangan ambil risiko.
Baiklah. Kunaikkan taruhannya menjadi satu juta jika kau mau.
Setuju.
Aku kemari bukan untuk bertarung. Aku hanya ingin uangku.
Tenanglah, Nak. Kau akan dapat uangmu.
Mulai!
Ya!
Ya!
Kita punya juara baru malam ini!
Siapa namamu, Nak?
Aku Ting dari Nong Pradu.
Ting, Legenda Pradu!
Hadiah untuk pemenang.
Tidak, aku hanya ingin tas uangku kembali.
Apa? Dasar bodoh!
Hei! Tunggu! Kenapa tak ambil uangnya?
Kenapa kau bodoh sekali?
Beri tahu aku jika kau ingin bertarung lagi.
Kau punya keahlian.
Kau bisa mengalahkan siapa pun.
Kau akan kaya.
Kita akan kaya raya!
Aku tak bertarung demi uang.
Humlae, kenapa kau mencuri uang penduduk desa untuk berjudi?
Aku tak mencurinya. Aku menginvestasikannya.
Setelah kaya, aku akan bantu temukan Ong-Bak.
- Kau sungguh akan membantuku? - Ya.
Ini alamat Don. Bisa antar aku ke sana?
Simpan saja untuk sekarang. Aku akan mengantarmu nanti.
Pinjami aku uang sekarang.
Akan kubayar kembali saat menghasilkan keuntungan.
Maka aku akan mengantarmu ke mana pun. Aku sangat serius.
Baiklah! Enyahlah, Berengsek! Dasar orang kampung!
Aku minta baik-baik, Sial!
Hei! Di mana dia akan tinggal?
Persetan dengannya! Biarkan dia tinggal bersamamu saja.
Apa kau gila?
Apa yang harus kulakukan? Peng akan membunuhku.
Muay, bawa narkobanya ke kasino Lao.
Kita bagi dua uangnya.
Ini luar biasa. Aku dekat dengan mereka.
Hei, kau belum kapok juga?
Sudah kubilang, aku tidak mau berurusan dengan narkoba.
Bantu saja aku.
Kau mau aku dipukuli?
Maukah kau membantuku?
Baiklah. Aku akan memberimu uang...
Tapi tunggu sampai besok.
Hanya itu yang kuminta.
Jangan terlalu terharu.
Kau akan dapat 30 persen dan aku 70 persen.
Muay! Bagi 50-50!
70-30.
50-50!
70-30.
Kau meminta uang kepadaku untuk berinvestasi bisnis di Bangkok.
Aku tak bisa memberikannya kepadamu.
Desa kita sedang mengalami kekeringan parah.
Parahnya, Don juga mencuri kepala Ong-Bak.
Aku ingin kau membantu Ting membawa kembali Ong-Bak...
Agar desa kita bisa...
Omong kosong.
Wan, sumurnya kering.
Dari mana kita akan dapat air sekarang?
Dewa-dewa suci, tolong bantu kami mendapatkan Ong-Bak.
Hei, Yong. Apa di sini sibuk malam ini?
- Hei, Bung. Apa kabar? - Aku kalah, Bung.
- Hei, Lao. - Hei, George.
Dari mana saja kau?
Aku bekerja dengan teman-teman.
Kau tahu aku kekurangan orang. Bantu aku.
Aku sibuk hari ini. Aku akan menemui teman.
Diam dan bantu aku.
- Lain kali saja. - Tidak, hari ini. Cepat.
Mari kita mulai.
Enyahlah. Kau bandar kartu yang payah.
Pasang taruhanmu, Pak Tua.
Kau harusnya di rumah bersama keluargamu.
- Ada apa, Berengsek? Enyahlah. - Pergilah ke sana.
Bisa ubah warna rambutmu?
Berhenti meniruku, Berengsek.
Mari lihat uangmu. Pasang taruhanmu.
Jika kau kalah, jangan salahkan aku.
- Skor sembilan! - Sial.
Setelan yang sama. Rasakan itu, Pecundang.
- Permainan berikutnya. - Ayo.
Pasang taruhanmu.
Aku ikut.
- Kau punya uang? - Apa 3.000 baht cukup?
Biarkan dia bermain. Dia tidak keberatan kalah.
Dia akan segera bangkrut.
- Ini 200. - Ini.
Jangan curang.
Hei, delapan poin dengan setelan yang sama! Berikan uangnya, George.
Tidak bisa. Aku dapat sembilan poin dengan setelan yang sama. Bayar.
Totalnya 400 baht. Ini.
- Terima kasih. - Pasang taruhanmu.
- Enam poin untuk bandar. - Aku dapat sembilan.
Delapan poin, triple flush.
Aku dapat sembilan poin.
Ada apa dengan kartu-kartu ini?
- Dia hanya beruntung. - Itu bukan keberuntungan.
Dia hanya beruntung.
Dia selalu beruntung.
Sembilan poin!
- Aku dapat delapan poin lagi! - Aku dapat sembilan lagi!
Sial.
Aku menang lagi! Bayar!
- Delapan poin lagi! - Aku dapat sembilan poin!
Kau kalah.
Ayo mulai lagi.
- Delapan poin, sama. - Sembilan poin!
Jangan sentuh kartu kalian.
Aku ingin tahu apa wanita ini curang.
Dia dapat sembilan poin dalam 15 permainan terakhir!
Dia mengambil semua uang kita.
Jika kau dapat sembilan lagi, berarti kau curang, Jalang!
Mari kita lihat.
Aku dapat delapan poin lagi.
Jika dapat sembilan, kau curang.
Kau lihat itu? Dia punya empat poin, lihat?
Aku tak percaya.
Dia sembunyikan kartunya di suatu tempat.
- Aku akan menggeledahnya sendiri. - Hei, santai saja. Akan kutangani.
Geledah dia, George.
Hei, kau menyimpan kartu?
- Tidak. - Coba kulihat.
- Tak ada kartu. - Apa ada di sakumu?
- Biarkan aku menggeledahnya. - Biar aku saja, Pak.
Pergi dari sini. Ayo.
Kau harus menggeledahnya, George.
- Sudah. Sekarang pergi dari sini. - Geledah dia.
Jangan datang ke sini lagi, dasar penyihir.
Kau membuat Lao rugi besar.
Mari kita lanjutkan. Ambil uang mereka.
Uang siapa yang akan kuambil? Kami semua kehilangan uang.
- Dia mengambil semuanya. - Jangan salahkan aku.
Ini 8.000 baht totalnya.
Ambil 3.000 baht untuk biaya kuliahmu.
Hei, kenapa aku hanya dapat 3.000?
Kau tidak perlu lebih.
Ini omong kosong.
Ambil saja dan jangan dihabiskan.
- Beri aku 1.000. - Tidak, 3.000 cukup.
- Belum menutupi biaya kuliahku. - Hei!
Kau beruntung.
Bajingan ini lagi.
Pinjami aku uang. Cepat.
- Itu uangku. - Berikan saja kepadaku.
Aku akan membayarmu kembali.
Aku baru mau menemuimu, tapi kau di sini. Ini uangmu.
- Itu uangku. - Apa?
Totalnya 8.000 baht. Akan kuberikan sisanya nanti.
Jangan menatapku seperti itu.
Persetan dengan sisa uangnya.
Kalian berdua menipuku.
Aku tak bisa memaafkan itu.
Bangun! Kemari!
Aku tak akan melawan kalian semua. Hentikan.
- Ting. Hei, Ting! - Bangun!
Aku tak akan melawanmu! Sial!
Kau menipuku? Kau merampokku?
Kemari.
Siapa kau?
Jangan ikut campur, Berengsek!
Aku akan menangkapmu! Hei!
Ini belum berakhir.
Aku berutang kepadamu, Ting.
Aku akan membantumu cari Ong-Bak.
Bisakah kau bertarung untukku sekali lagi?
Tunggu. Dengarkan aku.
Kau lihat saat aku dihajar.
Jika tidak membayar mereka, habislah aku.
Bantu aku. Bertarung sekali lagi.
Sekali saja, kumohon.
Santai saja.
Baik! Terserah kau saja! Dasar bodoh!
Dasar bodoh!
Persetan desa bodohmu.
Kau ingin melawan seluruh geng Burma...
Untuk merebut Ong-Bak. Kau sudah gila?
Jika Ong-Bak sangat suci...
Kenapa kepalanya bisa terpenggal? Itu hanya sebongkah batu!
Hei! Kau mau berkelahi denganku?
Kenapa kau memukulku?
Kalian dari desa yang sama! Hentikan!
Dia memukulku!
Lupakan saja! Di sana! Dia pria yang akan membunuhmu!
Peng! Kau belum belajar juga?
Kau mau dipukul lagi?
Kau membawa beberapa teman.
George, kau tahu yang harus kau lakukan, bukan?
Muay, kau tahu harus bagaimana, bukan?
Urus diri sendiri.
George! Tunggu aku!
Tangkap mereka!
Ikuti dia! Sisanya ikut aku!
Tangkap dia! Ayo!
Kau.
Aku pergi!
Jangan menghalangi! Minggir!
George, kau berengsek.
Bagaimana dia melakukannya?
Apa testisku baik-baik saja? Bagaimana aku melakukannya?
Cepat! Tangkap dia!
Habislah aku.
Apa-apaan ini?
Berikan pisaumu.
Kemarilah jika kau berani. Akan kutusuk kalian sampai mati!
Pisau. Jual pisau.
Jual pisau.
Hei!
Tunggu aku!
Cabai Cayenne
Bunuh dia! Tangkap dia!
Hei! Tunggu!
Itu mereka!
Ting! Tolong aku!
Tidak! Kau sama buruknya dengan Don.
Aku tahu lokasi Don. Aku akan mengantarmu ke sana.
Ting. Aku tahu lokasinya!
Siapa pun?
Ayo!
Hei, kau!
- Aku pernah lihat Don jual narkoba. - Siapa berikutnya?
Tanya Muay jika kau tak percaya.
Hei, kau! Ayo! Siapa berikutnya?
Kita akan menemukannya...
Apa?
Apa-apaan ini?
Dia di sini, Pak.
Siapa berikutnya? Kau! Hei!
Jika kuatur petarung itu melawan Big Bear...
Kau ikut?
Tergantung taruhanmu.
Hei, kau! Hei!
Hei, kau! Ayo! Kau!
Kau gila!
Sambutlah juara kita, Ting si Legenda Pradu!
Kau mau melawanku? Ayolah. Tunggu apa lagi?
Ayo. Ayolah.
Kau takut? Ayo!
Ayo!
Tunggu apa lagi?
Ada apa, George?
Itu Big Bear. Dia menantang Ting bertarung.
Lawan aku! Ayo!
Tinju Thai bagus di panggung! Kau harus mencoba gaya bebas!
Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Orang Thailand kurang kuat.
Itu sebabnya wanita Thailand datang ke negaraku dan menjadi pelacur!
Ayo! Akan kutunjukkan!
Ayo!
Ayo!
Ayo! Aku akan melawanmu!
Aku akan mengajarimu Muay Thai!
Ayo!
Persetan kau!
Ayo maju!
Ayo!
Jika tidak melawanku sekarang, pria ini akan mati!
Kau melihat Don?
Tidak, aku hanya melihat pria Thailand dipukuli.
Kau pengecut.
Ayo!
Maukah kau membantunya? Jika tidak, dia akan mati.
Ayo!
Ting!
Ayo!
Ayo!
Jika kau pria seperti ini...
Aku tak akan membantumu mencari Ong-Bak.
Hei! Lakukan yang seharusnya! Dia butuh bantuan sekarang!
Aku akan membunuhnya!
Tidak!
Pertarungan berikutnya.
Big Bear dan Ting si Legenda Pradu.
Ayolah. Pasang taruhanmu.
Peluagnya lima banding satu! Pasang taruhan kalian!
Aku bertaruh dua banding satu. Bagaimana menurutmu?
Baiklah. Aku bertaruh tiga juta untukmu.
Mulai!
Lawan aku sekarang! Ayo!
Persetan Muay Thai!
Kaki memukul wajah!
Hanuman menyeberangi Lanka.
Jika petarungku menang, aku akan mengambil uangnya.
- Aku tahu! - Baiklah.
Bagus! Ting! Kau yang terbaik!
Mari berhenti, Pak. Kau tak akan memenangkan uangmu kembali hari ini.
Pertarungan berikutnya!
Ting si Legenda Pradu dan Toshiro!
Itu dia. Bagus.
Luar biasa. Muay, di mana kantong uangnya?
- Itu uangnya. - Berikan saja kepadaku.
Aku hanya akan bertaruh setengahnya.
- Kau yakin? - Percayalah.
- Jangan pertaruhkan semuanya. - Aku tahu.
Bagaimana dengan satu petarung lagi? Kali ini, tak ada peluang.
Tentu, tapi taruhannya sepuluh juta.
Tidak masalah.
Astaga! Mad Dog!
Kau baik-baik saja?
Hei! Lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?
Tolong aku! Lepaskan aku!
Lepaskan aku! Kau mau membawaku ke mana?
Jangan kecewakan aku.
Bagus, Ting! Bagus! Sudah kubilang, Muay!
Kita akan kaya jika mempertaruhkan semua uang kita!
Kalian tidak tahu apa-apa.
Aku akan kaya.
Muay, kumpulkan uangnya.
Sekian untuk hari ini. Kau tak akan memenangkan uangmu kembali hari ini.
Dia kacau.
Ting, dengan kemampuanmu, kita akan kaya.
Ini luar biasa, Muay.
Don!
Polisi!
Musik!
Ikuti mereka! Ayo!
Ayo. Masuk ke mobil. Ayolah.
Berhenti!
Aku akan mengirim barang kepada klien pekan ini.
Suruh anak buahmu bersiap-siap untuk pindah.
Jangan kacaukan ini.
Baik, Pak.
Bagaimana kau kenal dia?
- Humlae. - Apa?
Bagaimana cara kita menemukan Don?
Makan saja dahulu. Makanlah.
Jangan khawatir. Kita akan menemukannya.
Semua orang di Jalan Khaosarn mengenalnya. Makan saja makananmu.
Hei, Muay. Kau ikut denganku besok.
Kita mungkin bisa mencari cara untuk menghasilkan uang tambahan.
Tidak, aku ada ujian besok.
Yang benar saja. Aku tak pernah melihatmu kuliah.
Persetan dengan ujianmu. Kau tidur dengan gurumu?
Jaga bicaramu.
Aku hanya bercanda. Aku bercanda.
Kau murid yang cerdas. Mari makan.
Terima kasih sudah mau membantuku mencari Ong-Bak.
- Tidak apa-apa. - Ayahmu akan sangat bangga.
George. Kau berutang uang sewa tiga bulan. Mau bilang apa soal itu?
Bisa beri aku tiga hari lagi?
Aku akan membayarmu dalam tiga hari. Aku berjanji.
Kau selalu bilang begitu.
Jika aku tak dapat uangku hari ini, kau pergi dari sini!
Maukah kau menerima cincin ini?
Baiklah. Tapi kau harus membayar sewa dalam tujuh hari.
Jika tidak membayarku saat itu, pindahlah dari sini. Mengerti?
Aku ingin kau pulang dengan Ting.
Jangan khawatir soal uang.
Aku tak keberatan jika kau tak mau ditahbiskan.
Tapi tolong pulanglah mengunjungiku. Aku merindukanmu.
Apa? Aku tak menunggangimu seperti mantanmu?
Persetan dengan ini.
Don.
Aku tidak akan memberimu obat lagi.
Kenapa?
Aku ingin berhenti.
Kau mau berhenti?
Kau sangat ingin berhenti? Kemarilah.
Kau pikir mudah untuk berhenti?
Silakan jika kau merasa bisa.
Kau pikir bisa berhenti begitu saja?
Siapa itu?
- Ting! - Don.
Don! Ting!
Hei, Ngek!
- Di mana Ong-Bak? - Tidak tahu.
- Kau mengambilnya. - Kubilang tidak tahu!
Ting!
Mundur!
Ngek!
Hei! Berhenti!
- Jangan menghalangi. Minggir. - Ada apa, Don?
Halangi dia. Jangan biarkan dia lewat.
Cepat!
Ayo. Cepat.
Panggil ambulans sekarang. Kamar 212. Ada yang sekarat.
Ikuti dia!
Ting, ayo! Naik!
Mati kau!
Pegangan, Ting!
Pegangan!
Astaga!
Jangan ganggu aku, Berengsek!
- Ayo! - Mati kau!
Rasakan ini, Berengsek!
Hei, Ting!
Ting, injak rem!
Injak remnya sekarang!
Astaga!
Kejar mereka! Cepat!
Jembatannya berakhir di sini!
Mati kau, Bedebah.
Berengsek!
Sial.
Astaga!
Keluar, Berengsek.
Mati kau, Berengsek!
Hei, hentikan.
Periksa setiap jengkalnya.
Jangan lewatkan satu tempat pun.
Yang terpenting, jangan biarkan siapa pun masuk, paham?
Si berengsek itu tak mau berhenti.
Ayo naik!
Saat ini, polisi dan Departemen Seni Rupa...
Temukan banyak barang antik curian...
Di tambak ikan di sepanjang Sungai Chao Phraya.
Barang-barang antik ini tidak ternilai harganya...
Karena setiap karya adalah harta nasional.
Departemen Seni Rupa akan mendaftarkan barang antik...
Sebagai harta nasional.
Aku Jantana Pinsoonngern, melaporkan langsung dari TKP.
Bukankah sudah kubilang jangan membuat masalah?
Bukan aku, Pak. Mereka mencari Ong-Bak.
Apa itu Ong-Bak?
Kepala Buddha yang kubawakan, Pak.
Kapan kau akan berhenti mempermainkanku, Bodoh?
Aku bukan hanya kehilangan 10 juta baht, bisnisku juga hancur...
Karena batu jelek itu.
Maaf kami tidak bisa menyelamatkan sepupumu.
Ngek!
Ngek!
Jangan tinggalkan aku begini, Ngek!
Siapa dia?
Kakaknya Muay.
Bagaimana aku bisa hidup tanpamu? Jangan tinggalkan aku!
Bagaimana aku akan hidup tanpamu? Aku tidak punya siapa pun lagi.
Muay!
Muay!
Ini dari Ngek.
Biaya Kuliah Muay
Tidak! Aku tak mau ini! Kau dengar?
Aku tak mau uangmu! Tetaplah bersamaku, Ngek!
Tetaplah bersamaku! Aku tak mau yang lain!
Jangan sedih, Muay.
Semua orang pasti akan mati.
Kau selalu punya aku.
Hei! Apa-apaan ini?
Masuk ke mobil!
Kau mau membawaku ke mana? Lepaskan aku!
Masuk ke mobil! Ayo!
Ayo. Ayo pergi dari sini.
Kau tak tahu berurusan dengan siapa.
Aku tidak tahu apa-apa soal ini.
Ini antara Ting dan Don. Sungguh, aku tidak tahu apa-apa.
Aku tahu kau mencari kepala Buddha ini.
Kau sungguh menginginkannya?
Jika kau mau, aku punya permainan untukmu.
Aku melihat kepala Ong-Bak dengan mataku.
Kau hanya perlu bertarung sekali...
Dan dia akan kembalikan Ong-Bak.
Dia juga akan melepaskan Muay.
Bagaimana menurutmu? Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan melakukan apa pun yang kau minta.
Aku hanya mau bawa Ong-Bak kembali ke Nong Pradu.
Meski harus mengorbankan nyawaku.
Kenapa mengadakan pertarungan ini di perbatasan?
Hanya perubahan suasana. Aku ingin melihat Muay Thai.
Jika ada yang mati di sini, aku tak akan dapat masalah.
Sial. Apa kau sangat membenci bedebah itu...
Hingga kau ingin dia mati?
Jika kau merasa beruntung, silakan bertaruh.
Kau tidak diunggulkan belakangan ini?
Dan sekarang untuk acara utama.
Di sudut timur ada petinju Thailand, Ting sang Legenda Pradu.
Ting adalah petarung berpotensi dan harus diawasi.
Petarung Myanmar ada di sudut barat. Itu dia.
Dia benar-benar kebanggaan Myanmar!
Baiklah. Pertarungan dimulai.
Saming Sibtid telah kembali ke ring...
Setelah rehat panjang. Dia sudah lama tidak bertarung...
Tapi jangan remehkan dia.
Ting menendang dengan kaki kiri.
Tendangan kanan dan kiri lagi. Dia menendang dan meleset.
Mereka berdua petarung yang tangguh. Ini akan jadi pertarungan sengit.
Saming menangkis tendangan kanan Ting.
Ting menendang ke kanan lagi, tapi Saming mengadangnya lagi.
Ting menendang Saming tepat di dadanya.
Saming tidak terpengaruh.
Ting menendang dada Saming. Saming mendekatinya.
Kedua petarung saling menatap.
Ting menyerang...
Dan menendang lawannya beberapa kali.
Saming tampak baik-baik saja. Dia menendang leher Ting.
Astaga. Saming bersemangat.
Kedua petarung ingin membalas dendam.
Ting mundur untuk menenangkan diri.
Dia melancarkan jab di dada dan wajah Saming...
Diikuti dengan serangan siku.
Saming menyerang Ting dengan sikunya...
Diikuti dengan tendangan leher keras.
Saming tidak menunjukkan belas kasihan kepada lawannya.
Lihat serangan lutut terbang itu! Dan satu lagi!
Itu kejam.
Wasit memisahkan mereka untuk melerai pertikaian.
Saming melepaskan diri!
Dia menumbangkan satu wasit...
Dan menendang leher yang satunya! Dia tidak bisa dihentikan!
Sikut dia di kepala.
Saming mencekik Ting. Ting bersandar di tali.
Saming memukul Ting dengan lutut dan lancarkan jab ke wajahnya.
Dia menendang Ting ke tali.
Ting memantul kembali.
Saming memukulnya...
Menerbangkannya.
Astaga! Pria ini seperti binatang!
Ting. Hei, Ting! Kau tak apa-apa, Ting?
- Cukup. - Akankah Saming jadi pemenangnya?
Dia mencari wasit...
Tapi mereka memeriksa Ting. Saming tampak kesal.
Dia menyerang dan menjatuhkan Ting dari ring!
Tidak! Cukup!
Hei. Jika kau mau Ong-Bak, ikut aku.
Ini hadiahmu karena meyakinkan anak desa itu untuk mengalah.
Itu patung Buddha!
Itu hanya batu lusuh yang kau kejar.
Aku tidak percaya omong kosong agama ini.
Aku hanya percaya diriku sendiri.
Seharusnya kau memujaku.
Aku Tuhan. Akulah yang memutuskan kau bisa hidup atau mati.
Berengsek! Kau mengkhianati kami!
Ting melaksanakan tugasnya dan berkelahi.
Kembalikan Ong-Bak! Dasar berengsek!
Berengsek!
Bongkahan batu itu membuat bisnisku rugi sepuluh juta baht.
Jangan harap kau bisa mendapatkannya kembali.
Ingat, akulah tuhanmu.
Singkirkan mereka dan temui aku di gua.
Hei. Bunuh mereka.
George!
Berengsek. Sudah kubilang lakukan diam-diam.
Hei! Cepat! Polisi akan segera datang.
Pergi ke sana! Cepat!
Mati kau, Berengsek! Mati!
Di mana Ong-Bak?
Hei, biarkan aku ikut denganmu.
Tidak, tak akan kubiarkan siapa pun mati demi Ong-Bak.
Jika ada yang harus mati, biar aku saja.
Astaga.
Ting. Hei, Ting.
Biar kubantu.
Aku tidak pernah ingin keadaan menjadi seperti ini.
Maafkan aku. Biarkan aku berjasa untuk Nong Pradu sekali saja.
Setidaknya, biarkan aku menyalakan motor untukmu.
Aku Humlae dari desa Nong Pradu!
Don bilang Komtuan pergi ke Gunung Egerng.
Ada gua rahasia...
Di belakang gunung.
Kau tak menyerah?
Kau rela mengorbankan nyawamu demi kepala Buddha kecil ini.
Bagaimana jika kupotong kepala Buddha besar ini?
Lenganku!
Humlae, kau baik-baik saja?
Ambil Ong-Bak kembali.
Jangan cemaskan aku. Ambil Ong-Bak kembali.
Hei, kalian mau ke mana?
Kalian belum selesai.
Potong kepalanya.
Saming, hati-hati.
Dia sengaja mengalah waktu itu.
Kepalanya hampir putus, Pak.
Bagus. Kerek naik!
Kau sangat menginginkannya?
Apa yang akan kau lakukan jika aku menghancurkannya?
Tidak!
Humlae!
Humlae, kau baik-baik saja?
Bawa Ong-Bak kembali ke desa kita.
George!
George! Apa yang terjadi?
Humlae!
Muay!
Kau harus giat belajar dan menyelesaikan kuliah.
Dan cari pekerjaan...
Ting.
Beri tahu ayahku...
Maaf aku tidak akan ditahbiskan.
Ayolah. Jangan bilang begitu.
Kau akan baik-baik saja setelah kami bawa ke rumah sakit.
Humlae!
George! Hei! Kau tak boleh mati!
Kau berjanji akan menjagaku! Kau tak boleh mati!
Kau tak bisa menarik kata-katamu!
Bangun! Jangan lakukan ini padaku!
Kau tak bisa melanggar janjimu! Kau mengerti?
Aku tidak punya siapa pun kecuali kau!
Kau tak boleh mati! Jangan lakukan ini kepadaku! Bangun!
Jangan tinggalkan aku seperti ini! Kau sudah berjanji!
Bangun sekarang juga!
George, kau tak boleh mati! Kau sudah berjanji!
Kau tidak boleh melakukan ini! Kau tidak boleh mati!
Aku tidak punya siapa pun lagi!
Bangun sekarang juga! Bangun dan bicaralah padaku!
Kau sudah berjanji! Aku tidak punya siapa pun lagi! Bangun sekarang juga!
George, kau tak boleh mati! Kau sudah berjanji!
Jangan tinggalkan aku!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.