Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
[Destined]
[Episode 2]
Adik Yuru, kamu membeli perona?
Ibu Pengurus.
Ada tamu pria,
sepertinya tidak pantas.
Tuan Muda,
tokoku adalah toko perona.
Begitu Anda masuk,
tamu di tokoku...
Tenang saja,
tidak akan mengganggu usahamu.
Hari ini semua perona di toko,
aku beli semuanya.
Ini...
Adik Yuru,
jika ada perona yang kamu suka,
kamu pilih saja.
Suruh Kakak Jiusi membelikannya untukmu.
Mohon jaga ucapan dan sikap Tuan Muda.
Nona kami
adalah gadis dari keluarga terhormat
yang bersih dan jujur.
Anda seperti ini...
Anda... Anda seperti ini...
Bagaimana denganku?
Gadis kecil, coba kamu katakan.
Bagaimana denganku?
Tuan Muda Gu.
Tidak tahu hari ini
Tuan Muda Gu mencari Yuru ada urusan apa?
Tapi Yuru dan Anda bagai bumi dan langit.
Tidak pernah ada hubungan.
Jika anggota keluarga Yuru
pada hari biasa pernah menyinggung Anda,
mohon Tuan Muda Gu
tidak mempermasalahkan kesalahan mereka.
Mohon maklumi mereka.
Yuru mewakili mereka meminta maaf pada Anda.
Mohon Anda jangan
mempersulit aku lagi hari ini.
Jangan percaya, dia berpura-pura.
Benar, dia sangat licik.
Adik Yuru.
Aku bukannya mempersulitmu.
Aku menyukaimu.
Tuan Muda Gu.
Jangan sembarangan bercanda.
Ini bukan candaan.
Aku jatuh cinta terhadapmu pada pandangan pertama,
pandangan kedua jatuh cinta lagi,
seumur hidup ini,
hanya ingin menikahimu.
Tuan Muda Gu.
Masalah di Kediaman Ye hari ini,
aku minta maaf padamu.
Aku terpaksa berbuat begitu.
Reputasi wanita di dalam kediaman sangatlah penting.
Tapi meskipun begitu,
menyinggung Tuan Muda,
bagaimanapun juga itu memang kesalahanku.
Hari ini Anda sudah
mempermainkanku sekali.
Anggap saja sudah membalasnya padaku.
Mohon Tuan Muda Gu,
ampuni aku sekali ini.
Bukankah katamu
jika Jiusi kami
jatuh cinta padamu,
kamu akan melompat ke danau bunuh diri?
Benar!
Sekarang dia bahkan sudah melamarmu.
Waktu tidak menunggu kita, Adik Yuru.
Sungai pelindung kota ada di sana.
Cepat lompat!
Ayo lompat!
Mau memaksa orang sampai mati?
Menindas seorang gadis kecil seperti ini.
Keterlaluan sekali.
Tuan Muda Gu,
haruskah memaksaku melompat ke sungai,
baru kamu akan berhenti?
Lompat.
Begini saja.
Kamu ucapkan saja,
Ye Shi'an adalah bajingan.
Tidak setampan, sekeren,
segagah, secerdas,
karakter tidak sebaik Gu Jiusi.
Maka hal ini,
selesai begitu saja.
Tuan... Tuan Muda Ye tidak
segagah,
se... setampan...
Keren.
Sekeren dirimu.
Tidak secerdas kamu.
Ka... karakter...
Karakter tidak sebaikku.
Karakter tidak sebaikmu.
Lebih keras.
Karakternya tidak sebaikmu.
Sudah, pergilah.
Tunggu.
Semuanya,
setiap orang ambillah sekotak perona.
Anggap saja hadiah dariku.
Terima kasih Tuan Muda Gu.
Terima kasih.
Terima kasih Tuan Muda Gu.
[Jodoh dari Langit]
Kenapa?
Meremehkan Kakak Jiusi-mu?
Jika kamu tidak mengambilnya,
berarti kamu tidak rela aku mengeluarkan uang,
menyayangiku, menyukaiku?
Kelak jika kamu menikah dengan Ye Shi'an,
bantu aku habisi dia.
[Jodoh dari Langit]
[Kediaman Gu]
Dasar anak bandel.
Nona Ye memiliki karakter dan rupa yang bagus.
Tidak apa jika dia tidak setuju.
Dia malah pergi ke rumah orang
untuk mempermalukan diri sendiri.
Kita buru-buru menunangkan dia.
Coba tebak apa yang dia katakan.
Dia bilang,
masalah pernikahan harus dia putuskan sendiri.
Dia ingin menikahi
wanita yang dia sukai sebagai istrinya.
Jika tidak, dia akan berkemas dan pergi berkelana.
Coba dengar.
Omongan konyol apa ini?
Perkataan Jiusi juga masuk akal.
Ini memang
pernikahannya sendiri.
Tentu harus menikahi
gadis yang disukai.
Kita menunangkan dia tanpa persetujuan
darinya,
memang tidak tepat.
Lantas apa yang tepat?
Apakah menjadi menantu Kaisar di Dongdu tepat?
Keluarga kerajaan bukan pasangan yang cocok.
Jika tidak hati-hati,
ini akan menjadi
bencana yang memusnahkan harta dan keluarga.
Utusan yang datang melamar,
mungkin tidak lama lagi akan tiba.
Bagaimana ini?
Kepala Keluarga.
Nyonya.
Tuan Muda kita sudah punya kekasih.
Jiusi sudah punya kekasih?
Tuan Muda bahkan bilang,
hanya ingin menikahi gadis itu.
Jiusi benar-benar mengatakan ini?
Mana mungkin palsu?
Dia sendiri yang mengatakannya.
Banyak orang yang mendengarnya.
Kalau begitu...
gadis dari keluarga mana sebenarnya?
Ini...
Cepat cari tahu.
Baik.
Ternyata putri sah Keluarga Liu
si pengusaha kain.
Status keluarganya memang agak rendah.
Pantas saja Jiusi tidak menyebutnya.
Meskipun status keluarga sedikit lebih rendah,
tapi bagaimanapun, mereka keluarga yang bersih.
Yang terpenting adalah
Jiusi sendiri menyukainya.
Syukurlah.
Dia setiap hari berfoya-foya di luar.
Aku kira
dia akan menikahi
seorang wanita penghibur.
Begini saja.
Besok, kita langsung pergi melamar.
Masalah kemarin,
aku dan suamiku sudah mendengarnya.
Nyonya.
Nona pertama kami,
kemarin bertindak tidak sopan di luar
dan menyinggung tuan muda kediaman Anda.
Setelah tuan besar kami pulang,
pasti akan memberinya pelajaran.
Aku minta maaf dulu kepada Nyonya.
Perkataan apa ini?
Hari ini kami datang,
adalah mewakili Jiusi
untuk melamar Nona Liu.
Ayo berbicara sambil duduk.
Ini adalah daftar maskawin dari Keluarga Gu.
Memberikan 6,67 hektare lahan subur,
lima belas toko di Dongjie distrik Guangling,
lima belas rumah dengan pekarangan,
tujuh desa ikan Zhuhu,
kapal pesiar Bao...
Sepuluh unit kapal pesiar Bao?
Sepuluh pasang wadah glasir Daerah Barat.
Sepuluh pasang artefak Ruyi lemak kambing?
Mohon serahkan kepada Kepala Keluarga Liu,
agar dia mengeceknya.
Namun, kami dengar,
keluarga Anda akan bertunangan dengan Keluarga Ye.
Apakah benar?
Nyonya.
Anda salah paham.
Begini,
nona pertama kami
dengan Nona Ye
adalah teman dekat.
Jadi, tentu saja lebih akrab
dengan Keluarga Ye.
Tapi masalah pernikahan,
sama sekali tidak pernah disebut.
Semua itu,
hanya rumor.
Jika kepala keluarga kami setuju,
kira-kira...
kapan bisa mengirimkan maskawin?
Hari ini setuju,
besok langsung dikirim.
Kami juga berharap semakin cepat semakin baik.
Nyonya,
jangan-jangan
sedang mempermainkan keluarga kami?
Keluarga kaya seperti Keluarga Gu,
bukanlah yang bisa didekati oleh
keluarga seperti kami.
Anakku, Jiusi,
menyukai nona pertama Liu kalian.
Kami datang dengan tulus untuk melamar,
justru takut Nona Liu tidak bersedia.
Begitu rupanya.
Kalau begitu, ini adalah jodoh dari langit.
Yuru kami
juga sering bilang Tuan Muda Gu,
berpenampilan elegan dan sangat ramah.
Merupakan seorang pemuda berbakat yang langka.
Nona Liu sungguh berkata begitu?
Tentu saja.
Yuru, selalu saja
memuji dan mengagumi bakat serta kepribadian
Tuan Muda Gu.
Baguslah.
Hanya saja, yang terpenting dari
urusan pernikahan adalah ketulusan.
Meskipun aku seorang ibu tidak sah,
tapi aku selalu menganggap Yuru
sebagai putri kandungku.
Bagai darah dagingku.
Selama beberapa tahun ini,
orang yang datang melamar
tidak sedikit.
Tapi aku merasa, hal yang terpenting
adalah menikahkannya kepada
keluarga yang tulus.
Tentu saja kami
datang melamar dengan tulus.
Semua maskawin ini
tentu sangat berharga
bagi keluarga biasa.
Namun, Keluarga Gu kaya raya,
ini pasti tidak ada apa-apanya.
Takutnya...
tidak bisa menunjukkan ketulusan yang besar.
Lalu bagaimana menurutmu?
Menurutku, 6,67 hektare lahan subur,
lima belas toko,
agak kurang.
Setidaknya harus
delapan hektare lahan subur,
delapan belas toko.
Dengan begini,
nona pertama kami juga akan terkesan
sangat terhormat.
Bukankah ini juga untuk menambah gengsi
Keluarga Gu kalian?
Soal ini mudah saja.
Namun, hari ini kepala keluarga kalian tidak ada,
Nyonya Besar juga sedang sakit.
Lebih baik kami
datang lagi besok.
Nyonya.
Masalah ini sangat penting.
Aku takut jika tertunda,
Kepala Keluarga akan menyalahkanku.
Begini saja,
sekarang aku akan mengutus orang ke Kantor Bea Cukai
untuk menyampaikan pesan
dan menanyakan pendapat Kepala Keluarga.
Kantor Bea Cukai tidak jauh dari sini.
Setelah Nyonya kembali ke kediaman,
mungkin pesan jawaban sudah kembali juga.
Baguslah.
Oh, ya.
Pendapat ibu kandung Nona Liu,
Nyonya Besar kalian,
juga harus ditanyakan dengan jelas.
Tentu saja.
Hari ini kami pamit dulu.
Hati-hati di jalan, Nyonya.
Majikan.
Pengecekan pembukuan di Kantor Bea Cukai begitu ketat.
Bukankah tidak bisa menyampaikan pesan?
Kamu bodoh, ya?
Siapa yang benar-benar mau tanya?
Hanya berpura-pura saja.
Nanti setelah setengah jam,
kamu pergi menjawab.
Katakan bahwa Tuan Besar sudah setuju.
Nona!
Nona! Gawat, Nona!
Ada apa?
Keluarga kita sudah bertunangan dengan Keluarga Gu.
Nona akan dinikahkan
dengan Gu Jiusi itu.
Tidak mungkin.
Igauan apa yang kamu katakan?
Ini benar.
Selir Yue memerintahkan
agar Nona dilarang keluar dari kamar.
Dia juga bilang,
tidak ada yang boleh memberi tahu Nona.
Untungnya kusir yang menyampaikan pesan ke Keluarga Gu
adalah pelayan pernikahan Nyonya Besar.
Makanya dia diam-diam mengatakannya.
Ini...
Sekaya dan seberkuasa apa pun Keluarga Gu,
juga harus menjaga reputasi, 'kan?
Nyonya Tua Ye
sudah memilih aku.
Bahkan menyuruh makcomblang datang
untuk menanyakan waktu lahirku.
Kamu pergi... pergi...
Pergi ke Kediaman Ye untuk mencari Adik Yun.
Minta dia pikirkan cara.
Jika Nyonya Tua Ye
bisa membantuku berbicara,
mungkin masih ada kesempatan untuk membalikkan keadaan.
Cepat kamu pergi.
Baik.
Nenek!
Nenek!
Nenek.
Keluarga Gu ingin memaksa menikahi Kakak Yuru.
Tolong selamatkan dia.
Nenek.
Katakanlah sesuatu.
Bukankah Anda
juga menyukai Kakak Yuru?
Bukankah Anda juga ingin
menikahkan Kakak Yuru dengan Kakak?
Kita tidak bisa diam saja
melihatnya terjun ke dalam kesengsaraan ini.
Nenek.
Nenek.
Yun.
Kita tidak bisa membantunya.
Kenapa tidak bisa membantunya?
Keluarga Gu,
awalnya menyukaimu.
Jika dia tidak melompat ke dalam kesengsaraan ini,
maka kamu yang harus melompat ke dalamnya.
Tapi aku juga tidak bisa diam saja
melihatnya melompat ke dalam kesengsaraan ini.
Aku dan Kakak Yuru seperti saudara.
Aku tidak ingin dia
menanggung kesengsaraan ini demi aku.
Dia pintar, tabah,
pandai berencana.
Meskipun menghadapi kesulitan,
dia juga bisa menemukan
jalan keluar dengan paksa.
Namun,
apakah kamu bisa?
Aku...
Nak.
Kamu sudah dimanja sejak kecil.
Jika kamu menikah dengan anak orang kaya yang berfoya-foya,
apa kamu bisa menanggung penderitaan,
melewati hidup yang sulit ini?
Justru karena Kakak Yuru
hidup sulit saat masih kecil.
Tidak ada yang bisa melindunginya.
Karena itu sekarang dia tabah,
kompeten,
pandai berencana.
Tapi andaikan saja,
ada seseorang yang bisa melindunginya,
bukankah dia akan sama denganku?
Apakah hanya karena
dia sudah terbiasa menderita sejak kecil,
maka kelak dia juga harus menderita?
Ini tidak adil, Nenek.
Aku lebih memilih menikah dengan Keluarga Gu.
Aku juga tidak ingin dia
menderita demi aku.
Nak.
Kamu kira Nenek,
tidak pernah memikirkan cara?
Semua hal
harus mengutamakan siapa cepat, dia dapat.
Jika Keluarga Gu dan Liu
belum mengirim dokumen resmi,
aku pasti akan pergi ke Keluarga Gu
untuk menjelaskannya.
Namun,
sudah terlambat.
Pagi ini,
pernikahan ini
sudah dikirim dokumen resminya.
Tidak bisa diselamatkan lagi.
Kakak Yuru.
Nenek bilang
Keluarga Gu dan Liu
sudah mengirim dokumen resminya.
Beliau juga tidak bisa berbuat apa-apa.
Kenapa bisa begini?
Jelas-jelas...
Jelas-jelas semuanya baik-baik saja.
Kakak Yuru
akan menikah dengan Kakak.
Kakak?
Benar.
Kakak Yuru.
Aku akan menulis surat untuk kakakku sekarang.
Suruh dia segera kembali,
bantu kita mencari cara.
Yun.
Sekarang nasi sudah menjadi bubur.
Memberi tahu dia,
hanya akan menambah masalah baginya saja.
Yin Hong.
Antar Adik Yun pulang dengan selamat.
Aku harus memikirkannya sendiri.
Pergilah.
Kakak Yuru.
Pergilah.
Semua ini...
Mungkin dari awal,
hanya angan-anganku saja.
Nona Pertama.
Nona Pertama.
Terjadi masalah besar.
Ayahmu ditahan oleh Kantor Bea Cukai.
Sekarang dia sudah dipenjara.
Katanya dia tahun lalu,
mengirim beberapa kapal kain,
tapi malah tidak membayar pajak.
Akan dihukum berat.
Tidak membayar pajak?
Bayar saja.
Mudah bagimu untuk mengatakannya.
Kali ini berbeda.
Kali ini gubernur militer
yang menunjuknya sendiri.
Katanya pajak yang kurang,
kalau bukan dipenggal kepala,
maka denda 100 kali lipat.
Denda 100 kali lipat.
Apa kamu tahu itu berapa banyak?
Denda 100 kali lipat.
Jual semua toko,
rumah, sawah di rumah,
sudah cukup untuk membayarnya.
Apakah kamu gila?
Dijual semua?
Kita satu keluarga besar
mau makan dan minum apa?
Jadi itu alasannya menjualku
kepada Keluarga Gu?
Nona Pertama.
Apa maksud perkataanmu ini?
Apakah kamu sedang menggunakan pisau
untuk menusuk hatiku?
Aku berusaha keras membantumu menikah ke keluarga yang lebih baik.
Kenapa sampai di tempatmu,
malah menjadi kesalahanku?
Lagi pula, sekarang Keluarga Gu sudah mengirimkan maskawin.
Jika kamu tidak menikah,
kelak keluarga terhormat mana
yang berani menikahi
wanita yang dibatalkan pernikahannya?
Reputasi Keluarga Liu akan hancur.
Kamu juga akan tanpa alasan
menyulitkan adik-adikmu itu!
Gui Xiang.
Tutup pintunya.
Cepat.
Temukan semua sertifikat tanah pertanian
dan tanah keluarga kita.
Baik.
Ibu, ada apa?
Keluarga Liu mungkin akan mengalami masalah.
Beberapa hari ini,
kita ganti dulu
barang-barang berharga ini menjadi uang.
Jika situasinya berubah,
kita bertiga
tinggalkan Yangzhou.
Tidak boleh
tamat bersama mereka.
Baik.
Nona,
sungguh ingin menikah
dengan Gu Jiusi itu?
Sekarang,
apakah aku masih punya pilihan kedua?
Keluarga Gu sangat berkuasa.
Meskipun demi reputasi,
juga tidak tega
membiarkan besan tinggal di penjara.
Untuk membebaskan ayah,
hanya perlu satu kalimat dari Keluarga Gu.
Kelak,
Keluarga Liu akan aman.
Kalau begitu, bukankah
lagi-lagi sesuai dengan keinginan Selir Yue?
Sungguh menyebalkan.
Yang sesuai keinginannya,
bukan hanya ini saja.
Maskawin keluarga Gu yang melimpah itu,
dia sangat menginginkannya.
Setelah aku menikah,
Ibu masih harus hidup di bawah tangannya,
bergantung pada orang lain.
Jika ingin ibu
memiliki sandaran di Keluarga Liu,
harus meminta Keluarga Gu
untuk mengatasnamakan toko
dan lahan maskawin padaku.
Nona, jika berbuat seperti ini,
apakah akan diremehkan oleh Keluarga Gu?
Sekarang aku sudah
tidak bisa memedulikan begitu banyak lagi.
Lagi pula,
bagaimana jika Gu Jiusi
tidak seburuk
yang dirumorkan di luar?
Bagaimana jika...
Bagaimana jika dia bersedia membantuku?
Ayo, kamu pergilah.
Perintahkan seorang pelayan yang bisa dipercaya.
Suruh dia serahkan surat ini
kepada Gu Jiusi.
Ingat,
harus biarkan dia membukanya sendiri,
baru beri tahu dia maksudku.
Baik.
[Jodoh dari Langit]
Ayo, bersulang.
Ayo.
Jiusi.
Aku ingin bertanya sesuatu padamu.
Katakan.
Kamu…
Tuan Muda Gu.
Majikanku
menyuruhku mengantarkan surat kepada Anda,
juga menyuruhku menyampaikan pesan.
Majikan kalian?
Siapa?
Majikanku bilang,
karena berniat menjadi suami istri,
mohon Tuan Muda lebih melindunginya.
Kamu salah mencari orang
atau sedang mengolok-olokku?
Apanya yang suami istri?
Ternyata benar.
Apa maksudmu?
Aku dengar,
keluargamu sudah mengirimkan maskawin.
Akan segera
menikahkan pengantin wanita untukmu.
Aku kira hanya kabar angin
yang tidak ada hubungannya.
Ternyata benar.
Aku juga sudah mendengarnya.
Tapi informasinya terlalu mendadak.
Aku tidak menganggapnya serius.
Benar, 'kan? Aku juga.
Karena memang benar,
aku harus menyelamatimu, Jiusi.
Kamu akan segera menikah.
Aku sungguh tidak menyangka.
Bisa-bisanya kamu adalah orang pertama
yang menikah di antara kita.
Benar.
Nyonya Besar Liu
sebelum menikah,
menulis surat pribadi untukmu.
Tunggu sebentar.
Nyonya Besar Liu?
Nyonya Besar Liu apa?
Siapa lagi?
Liu Yuru.
Gu Langhua si Tua Bangka ini
menganggap kata-kataku sebagai angin lalu.
Pegang.
Tuan Muda Gu,
sertifikat tanah.
Sertifikat tanah apanya?
Hal seperti ini juga bisa disetujui?
Apakah Liu Yuru
sudah gila?
- Tuan Muda. - Lihatlah.
Dia malu.
Ikuti.
Sudah berputar begitu jauh,
hari ini harus tiba di Yangzhou.
[Kediaman Gu]
Pernikahan Jiusi sudah ditetapkan.
Hatiku ini pun
jadi tenang.
Gu Langhua!
Dasar si Tua Bangka.
Sudah kuduga kamu bersenang-senang di sini.
Dasar anak bandel.
Kamu sudah beberapa hari tidak pulang,
begitu pulang mengatakan kata-kata kurang ajar seperti ini.
Ada apa dengan pernikahanku?
Ada apa lagi dengan Nona Pertama Liu?
Kalian diam-diam
mengatur apa di belakangku?
Bukan, apa maksudmu?
Kamu benar-benar ingin kembali ke Dongdu
bersama Utusan Raja Liang?
Lagi pula,
Nona Liu itu,
bukankah kamu yang menyukainya?
Siapa yang menyukai Liu Yuru? Aku...
Kamu tidak suka?
Kalau kamu tidak suka,
kenapa di depan umum,
bilang hanya ingin menikahinya?
Aku...
Aku hanya bercanda.
Masalah pernikahan, apakah bisa bercanda?
Kalian yang memutuskan pernikahanku tanpa izin.
Yang jelas aku tidak akan menikahi Liu Yuru.
Aku mau membatalkan pernikahan.
Dasar anak bandel!
Maskawin sudah dikirimkan, pernikahan sudah ditetapkan.
Besok tandu pengantin yang menjemput pengantin
akan pergi ke Keluarga Liu menjemput orang.
Jika kamu membatalkan pernikahan sekarang,
bagaimana dengan gadis itu?
Tapi membiarkan dia menikah
dengan orang yang tidak dia sukai,
akan menghancurkannya seumur hidup.
Kepala Keluarga.
Ayah.
Pergi.
Bukan.
Aku dan Liu Yuru ini
saling membenci.
Dia meremehkanku,
aku juga tidak menyukainya.
Yang aku paling benci
adalah orang munafik seperti dia.
Lagi pula,
dia sudah punya orang yang dia sukai.
Jika kami berdua menikah,
siapa pun tidak akan senang.
Aku tahu.
Kalian begitu buru-buru
untuk melindungiku dari bencana.
Jika karena aku
memisahkan jodoh orang lain,
ini... ini tidak baik.
Harus bagaimana?
Menurutku,
batalkan saja pernikahannya.
Kamu mengatakannya dengan mudah.
Kesampingkan dulu masalah Raja Liang.
Hal ini sudah selesai semua prosedurnya.
Pemerintah sudah menyetujui semua prosedurnya.
Apa bisa kamu batalkan begitu saja?
Lalu menurut Anda harus bagaimana?
Kepala Keluarga.
Kepala Keluarga.
Utusan Raja Liang datang.
Nyonya mengundang Anda ke aula utama
untuk mendiskusikan hal penting.
Cepat pergi.
Cepat pergi.
Anak bandel.
Dosa apa yang aku perbuat?
Melahirkan anak sepertimu.
Apa-apaan, mengagetkan saja,
si Tua Bangka ini.
Apa?
Tuan Muda Gu sudah punya pasangan menikah?
Kapan itu terjadi?
Kebetulan sekali.
Tepat dua hari yang lalu.
Tiga surat dan enam etiket serta dokumen resmi,
baru saja selesai diurus.
Tidak disangka,
Utusan datang hari ini.
Bukankah semuanya jadi tidak bertepatan?
Membantu Tuan Putri melamar,
Kaisar sudah menyetujuinya.
Apakah hal ini
sungguh hanya kebetulan?
Sungguh begitu kebetulan.
Masalah pernikahan putraku dengan kekasihnya,
diketahui oleh semua orang di Kota Yangzhou.
Besok sudah mau pergi menjemput pengantin wanita.
Kekasih apanya?
Apa mungkin kalian terburu-buru menetapkan pernikahan,
melanggar perintah Kaisar
dan menipu Kaisar?
Kuberitahukan padamu.
Jika ada sedikit saja penipuan dalam hal ini,
itu adalah kejahatan menipu Kaisar.
Perkataan ini sangat tidak masuk akal.
Keluarga Gu selalu jujur,
setia dan mematuhi hukum.
Semua perkataanku tadi benar.
Jika ada penipuan,
kami bersedia menerima hukuman.
Kepala keluarga kami sudah datang.
Jika Utusan tidak percaya,
bisa tanyakan sendiri padanya.
Apakah Jiusi
sudah mempunyai orang yang disukai?
Apakah sudah akan menikah?
Iya.
Putraku akan menikah besok.
Sepanjang perjalanan ini, Utusan pasti lelah.
Tinggallah untuk minum arak pernikahan besok.
Kami mendaki gunung melewati lembah,
mengebut ke Yangzhou dalam semalaman,
masih saja terlambat selangkah.
Sebelum pernikahan,
ada banyak urusan.
Silakan duduk sejenak, Utusan.
Aku pergi bekerja dulu.
Utusan, silakan.
Ayah, bagaimana?
Kapan membatalkan pernikahan?
Guru.
Kenapa Anda kemari?
Sakit.
Lepaskan sekarang, maka aku akan memaafkanmu.
Ada perintah dari Kepala Keluarga.
Tuan Muda jangan salahkan aku.
Nanti malam,
aku akan ambilkan paha kambing untukmu.
Siapa yang mau paha kambing?
Sakit.
Kurung dia.
Jaga dengan ketat.
Baik.
Ayah.
Anda tidak bisa memaksaku menikah, 'kan?
Kurung dia!
Sebelum pernikahan,
jangan biarkan dia kabur.
Bawa pergi.
Baik.
Gu Langhua, kamu si Tua Bangka.
Kamu tidak menepati janjimu.
Tunggu aku keluar.
Aku ambil air panas
untuk menyiram semua bungamu.
Sakit.
[Kediaman Liu]
Nona.
Nona.
Bagaimana?
Itu... Gu Jiusi bilang,
Nona sudah gila.
Gila?
Dia yang gila.
Tuan Muda Gu ini terlalu tidak bisa diandalkan.
Sudah mau menjadi suami istri,
masih saja tidak menjaga perasaan.
Bukankah hanya menikah dengan seorang
tuan muda kaya yang tidak punya hati?
Meskipun Keluarga Gu adalah neraka,
jalan ini...
aku juga harus menutup mata
dan meratakannya.
[Menjemput Pengantin Wanita]
Cuaca hari ini sangat bagus.
Benar-benar keberuntungan besar.
Benar.
[Kediaman Liu]
Pengantin wanita ini
pasti orang yang beruntung.
Benar.
Pasti orang yang beruntung.
Ibu tidak perlu khawatir.
Setelah aku menikah dengan Keluarga Gu,
aku akan mengurus urusan keluarga dengan baik,
berbakti pada mertua.
Tidak akan membuat Ibu malu.
Turunkan tandu.
[Kediaman Liu]
[Menjemput Pengantin Wanita]
[Kediaman Gu]
Utusan, silakan duduk.
Aku pergi menyambut tamu.
Suamiku.
Layani dengan baik.
Baik.
Nyonya, Anda mencariku?
Mana Jiusi?
Tuan Muda...
Tuan Muda sedang ganti baju pernikahan di kamar.
Dia sudah ganti selama satu jam.
Aku akan memanggilnya sendiri.
Nyonya.
Kepala Keluarga secara khusus memerintahkan
bahwa hari ini adalah hari pernikahan.
Jangan sampai kita memaksa Tuan Muda.
Jika nanti membuatnya marah,
lalu dia asal bicara di perjamuan,
bukankah akan menimbulkan masalah?
Ini... ini adalah perkataan asli Tuan Besar.
[Kediaman Gu]
Turunkan tandu.
[Kediaman Gu]
Pengantin wanita dipersilakan turun dari tandu.
Nona.
Apa yang terjadi?
Pengantin wanita malu.
Ini sering terjadi.
Kenapa belum turun juga?
Pengantin wanita, silakan turun.
Yuru menolak untuk turun dari tandu.
Apakah karena tidak ingin menikah dengan Keluarga Gu?
Jika dia tidak bersedia,
Suamiku, bagaimana kalau kita...
Konyol.
Dia tidak mau menikah.
Apakah kamu ingin mereka
memenjarakanku lagi?
[Jodoh dari Langit]
Waktunya sebentar lagi tiba, 'kan?
Pengantin wanita sudah tiba.
Pernikahan akan segera dimulai.
Pengantin wanita sudah datang.
Cepat keluar lihat-lihat.
Pengantin wanita sudah datang.
Pengantin wanita sudah datang.
Pengantin wanita masuk.
Keberuntungan datang.
Semoga banyak anak, makmur sejahtera.
Bersatu hati, keluarga harmonis.
Waktunya tiba, pengantin pria dipersilakan.
Kenapa pengantin pria belum keluar?
Waktunya tiba.
Pengantin pria dipersilakan.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.