All language subtitles for Cobweb.2023.1080p.NF.WEB-DL.x264.6CH-Pahe.in

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian Download
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SEMUA YANG DIGAMBARKAN DALAM FILM INI HANYA FIKSI

DAN TIDAK MENCERMINKAN TOKOH ATAU ORANG TERTENTU

Buka pintunya!

Buka pintunya sekarang!

Apa kau pikir aku tidak akan melakukan apa-apa?

Buka pintunya sekarang!

Tidak!

Tolong!

Mohon tenang.

Darah!

Tunggu saja!

Tetap di sana!

Cut!

Cut!

- Hong. - Ya?

Apa adegan Min-ja yang menikam Ho-se sampai klimaks bisa dilakukan dalam sekali take?

Tidak akan mudah.

Tapi, akan kucoba.

Bagus, ayo mulai dari awal.

- Min-ja. - Ya?

Kau melakukannya dengan baik.

Kali ini, ambil pisau dapur terlebih dulu.

Lalu, pecahkan kaca dan masuk ke dalam ruangan,

setelah melalui sedikit perjuangan,

- kau akan menikam Ho-se. - Oke.

Setelah menatap tubuhnya yang sudah tidak bernyawa,

berjalanlah menuruni tangga dengan ekspresi yang menyeramkan.

Teruslah berakting. Kita akan melakukannya dalam sekali take.

- Oke. - Seperti ini. Mengerti?

Apa kau bisa mengambil ini?

Apa kacanya sudah diganti? Baiklah, bersiaplah.

- Perbaiki rambutku. - Oke.

Ini dia. Baiklah.

Siap.

Mulai!

Buka sekarang!

Tolong hentikan ini.

Kau membuatku takut!

Serahkan sebelum aku membunuhmu!

Sekarang!

Sayang, tolong letakkan itu.

Dasar bajingan!

ADEGAN 24 PABRIK

Aku mengalami mimpi yang sama selama berhari-hari.

Setiap malam, gulungan proyek film di kepalaku.

Adegan yang luar biasa

te-replay dengan sendirinya di dalam mimpiku.

Adegannya terlalu jelas untuk bisa kuabaikan.

Pil sudah tidak berkhasiat lagi.

Aku mulai dengan satu, kemudian dua, lalu tiga pil...

Sekarang aku butuh sebotol penuh untuk menenangkan diri.

Aku harus melakukan pengambilan gambar ulang.

Aku tidak akan pernah lepas dari siksaan ini kalau tidak melakukan pengambilan gambar ulang.

Aku tahu kalau di tanganku ada mahakarya.

Mengabaikan ini karena takut dikritik akan membuatku berdosa.

Kukatakan padamu, orang-orang hanya melihat apa yang mereka tahu.

- Apa kau sudah pesan? - Ya, pesananku akan datang.

- Makanlah duluan. - Tidak, aku akan menunggu.

Kudengar kau sudah selesai syuting, Sutradara Kim.

Apa film seronok lagi?

Setidaknya, cobalah untuk membuatnya berkelas, kau tahu?

Sudah cukuplah dengan film sampah.

Sampah?

Jaga mulutmu.

Harusnya kusebut apa?

Selain film debutmu, yang kau buat cuma sampah.

Tidak, Love Like a Flame adalah karya dari mendiang Sutradara Shin.

Itu benar.

Yang mendapatkan kredit adalah Kim padahal dia tidak melakukan apa-apa.

Aku yang menulis seluruh naskahnya,

kata demi kata.

Tentu saja.

Kau baru saja melakukan pekerjaan kotor Sutradara Shin.

Kalian memang kritikus film berkelas.

Cobalah untuk membuat film yang bagus, oke?

Berhentilah menjatuhkan nama Sutradara Shin.

Apa dia masih menjadi lintah di rumah Sutradara Shin?

Ini.

AWAL 1970-an, MUSIM GUGUR

Hei, tinggalkan saja di sana.

Manajer Kim ada di mana?

Di sana kau rupanya.

Hei, tunggu.

Jangan lari, Manajer Kim!

- Halo. - Hai.

Manajer Kim!

- Apa itu? - Kau tidak bisa lari begitu saja.

Aku tidak memberi tahumu di telepon, tapi aku cuma butuh dua hari.

Kenapa?

Ini akan menjadi film yang benar-benar baru

kalau akhir ceritanya kuubah sedikit.

Di tanganku ada mahakarya.

Siapa yang melakukan pengambilan gambar ulang?

Aku berpikir untuk mengubah akhir cerita.

Kenapa?

Pembuatan film sudah selesai.

Film ini akan menjadi mahakarya kalau aku mengubah akhir ceritanya.

Kenapa repot-repot? Lakukan saja apa yang selalu kau lakukan.

2 hari saja, Bu.

Panggil aku Presdir.

Suamiku sudah lama meninggal.

Benar, Presdir Baek.

Kumohon 2 hari saja.

Apa ceritanya masih masuk akal?

Aku sudah memeriksa kontinuitasnya.

Tidak ada masalah sama sekali.

Bagaimana dengan sensornya?

Aku berharap Presdir Baek bisa mengurus soal itu.

Tidak ada yang bisa kuurus. Kenapa kau tidak meminta tolong Mi-do?

Mi-do?

- Setnya akan diganti dalam 2 hari. - Kenapa?

Aimless Bullet of Love sedang melakukan pengambilan gambar.

Masih berlangsung?

Bahkan belum dimulai.

Aku harus bersiap-siap untuk perjalanan kerja ke Jepang.

Masukkan untuk ditinjau besok hari.

- Dan kalau mereka menolaknya? - Kalau begitu, sayang sekali!

Aku cuma butuh 2 hari sebelum Aimless Bullet of Love dimulai.

Cuma 2 hari.

- Kau tahu mereka seperti apa. - Tidak peduli.

- Manajer Kim. - Ya?

Temui orang yang bertugas menyensor.

Bicaralah dengan Mi-do. dan laporkan kembali padaku, Sutradara Kim.

Aku pamit.

Kenapa kau repot-repot melakukan pengambilan gambar ulang untuk film yang sudah sangat bagus?

Bunuh saja kalau tidak lulus sensor!

Semoga perjalananmu menyenangkan, Bu!

Mi-do...

Hei, Nn. Kwon.

Atau Jeong? Kwon?

- Kwon. - Oke.

Mi-do ada di mana?

Mungkin di lokasi syuting.

Ini lokasi syuting filmnya.

- Begitu? - Oh, begitu.

Ini tempat yang sangat penting.

- Menakjubkan. - Benarkah?

- Itu sutradaranya. - Sutradara!

- Tunggu sebentar. - Permisi.

Apa kami boleh berfoto dengan sutradaranya?

Ya, tentu saja. Tunggu sebentar.

- Baiklah. - Terima kasih.

Para investor dari Jepang ingin berfoto bersamamu.

- Oke. - Lewat sini.

Apa kita bisa bicara sebentar?

Aku ingin melakukan pengambilan gambar untuk Cobweb selama 2 hari lagi.

Apa kau belum selesai?

Ada hal penting yang kulewatkan.

Aku bisa mengubah film ini menjadi mahakarya.

- Bibiku bilang apa? - Dia menyuruhku untuk berbicara denganmu.

Perusahaan ini milik ayahmu dan akan segera menjadi milikmu.

Bibiku yang mengendalikannya.

Presdir Baek hanya peduli dengan uang, bukan film.

Pembuatan film seharusnya tidak dijadikan bisnis.

Kau harus mengambil alih.

Baek hanya beruntung dia berhasil menjadi simpanan direktur -

Baiklah.

Biar kubaca naskahnya dulu.

- Apa? - Ya.

- Benarkah? - Ya.

Sekarang, ayo berfoto.

- Apa aku harus melakukannya? - Ya, ayo.

- Permisi. - Ya?

Ini sutradaranya.

- Sutradara? - Sutradara?

Baiklah, ayo berfoto.

1, 2, 3.

Sekali lagi.

Katakan kimchi!

Sialan!

Beraninya idiot itu membicarakan tentang filmku?

Aku tidak menuangkan darah, keringat, dan air mataku ke dalam film ini

hanya supaya para bajingan itu bisa membongkarnya dan merengek-rengek soal ini dan itu.

Kritik adalah tindakan balas dendam oleh mereka yang yang gagal menjadi seniman.

Sisa 2 hari lagi dan aku akan membuat mahakarya.

yang mengekspos irasionalitas manusia.

Semua orang akan memujinya dan mengatakan kalau aku telah melampaui fitur debutku.

Akan kukejutkan para penonton dengan konflik yang menakjubkan.

Setiap karakter akan mencoba untuk menyembunyikan irasionalitas mereka yang mengerikan,

tapi aku akan mengekspos kejelekan dari umat manusia

dengan adegan-adegan mendebarkan.

Apa?

Kenapa kau berdiri di sana?

Kau dari mana saja?

Semuanya sudah berakhir sekarang.

Kau dan seluruh keluarga ini.

Apa maksudmu, sayang?

Jawab dia.

Apa yang kau bicarakan?

Apa kau masih berpikir kalau aku adalah mainan kecil anakmu?

Tidak ada wanita yang pernah bertahan dalam keluarga ini!

Ini akan membuatmu sadar.

Ya?

Halo?

Sutradara Kim!

Apa?

Yang ini.

Apa?

Ini untukmu!

Oh, begitu.

Siapa itu?

- Apa itu Manajer Kim? - Ya.

Hei, Manajer Kim.

- Halo? - Tunggu sebentar.

Hei, tenang!

- Maksudmu aku? - Tidak, bukan kau.

Baiklah.

Aku baru saja bertemu dengan pihak sensor.

Mereka bilang film itu terlalu anti kemapanan

dan akan merusak moral masyarakat, sehingga mereka menolaknya.

Mereka semua sangat marah

- tentang skrip yang sudah diubah sepenuhnya. - Aku cuma mengubah beberapa halaman terakhir.

Aku tahu kalau fim ini aneh.

- Tapi, kau seharusnya membujuk mereka. - Apa?

Maafkan aku,

tapi tidak ada yang bisa kami lakukan.

Kau tahu betapa mudahnya untuk ditangkap di zaman ini!

- Tidak mungkin. - Ayolah,

ini bukan anti-kemapanan!

- Kita bicarakan ini nanti saja. - Ini benar-benar tidak--

Halo?

Aku cuma butuh 2 hari.

Cuma 2 hari.

Aku tahu kalau aku akan menderita selama sisa hidupku kalau tidak melakukan pengambilan gambar ulang.

Aku akan diludahi dan dikritik karena menjadi sutradara yang buruk.

Ya Tuhan,

kalau Engkau benar-benar ada, tolong dengarkan doa saya yang penuh keputusasaan.

Ya Tuhan...

Mi-do?

- Sutradara Kim. - Ya?

Aku sudah membaca naskahnya.

Benarkah? Bagaimana menurutmu?

Menakjubkan.

Aku respek padamu. Aku sangat terharu.

Ini yang terbaik!

Kupikir aku sedang membaca karya Kafka.

- Kafka? - Ya.

Aku bisa tahu kalau kau belajar di luar negeri.

Tapi, apa kau benar-benar akan mengakhiri filmnya seperti itu?

Kenapa, apa jelek?

Tidak, bagian akhirnya luar biasa.

Aku senang kau bisa melihatnya,

tetapi pihak sensor tidak setuju.

- Lakukan saja. - Bisakah?

Ya, aku memiliki firasat baik soal ini.

Saat membaca naskahnya,

aku bisa merasakan jantungku berdegup kencang.

Sepertinya aku belum pernah membaca karya yang lebih bagus lagi.

Astaga.

Film ini akan menjadi hit!

Sutradara Kim,

aku mau menjadi bagian dari mahakarya ini.

Aku punya mimpi baru, Sutradara Kim,

dan aku sudah mengambil keputusan.

Setelah mengambil alih perusahaan ini, akan kuterapkan ilmuku

dan menjadi produser yang mendukung seniman sepertimu.

Kau kuliah jurusan apa?

Itu tidak penting!

- Tentu saja. - Apa yang kau lakukan, Sutradara Kim?

Kau harus pergi, rekam adegan-adegan yang ada di kepalamu!

Sekarang!

Benar.

- Ya, cuma 1 hari. - Ini naskahnya.

- Buatkan aku 5 salinan. - Oke.

- Aku bisa menjaminnya. - Kau perlu ini.

- Ini jauh lebih baik. - Akan kusiapkan semuanya.

Ya?

Kami akan bekerja di sekitar pengambilan gambar drama, oke?

Ya, kami akan segera menyelesaikannya.

Kita mendapatkan konfirmasi dari Kang Ho-se, Sutradara Kim!

Aku mendapat persetujuan dari investor Jepang.

Benarkah?

Jadi, kita hanya perlu Yu-rim sekarang.

- Ya, kita bisa melakukannya. - Bagus.

Sutradara Kim!

Bagaimana kau akan berurusan dengan konsekuensinya?

Apa yang harus kukatakan ke Presdir Baek?

Mi-do sudah memberiku izin.

Ya, benar.

Bukan itu maksudku.

Kita semua akan mampus kalau Kementerian tahu!

Kita akan melakukan ini dengan tenang dan cepat.

Bagaimana mungkin bisa? Sutradara Kim!

Tenang dan cepat.

Permisi.

Kita harus mengubah Min-ja menjadi wanita modern di akhir cerita.

Bukan pahlawan wanita tragis yang mengorbankan dirinya untuk suami dan keluarga,

tapi seorang wanita modern yang tegas dengan pemahaman tajam tentang ekonomi.

Ceritanya bakal lebih kuat dengan begitu.

Karena itu dia bentrok dengan Madam Oh.

Bukan cuma bentrokan,

tapi pertempuran eksplosif hasrat wanita.

Klimaks yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

Jadi, dari mana kita mulai melakukan pengambilan gambar ulang?

Kita akan mulai saat Min-ja pertama kali bertemu dengan Madam Oh.

Itu masih di bagian awal. Apa kita harus bersiap sekarang?

Kita harus mulai dari sana untuk mengubah akhir cerita.

- Kami akan bersiap-siap. - Ayo mulai bekerja.

Penonton menginginkan hal yang baru.

Aku harus menunjukkan pada mereka hal kuat dan unik

yang belum pernah mereka lihat sebelumnya.

SHINSEONG FILM STUDIO

- Halo! - Hei, semuanya.

- Nyalakan lampu! - Halo.

Terima kasih.

Apa kau punya cermin?

- Kau sudah sampai. - Ya.

Terima kasih sudah datang!

Kenapa kita harus melakukan pengambilan gambar ulang?

Halo, Bu.

Apa yang akan kita lakukan lagi?

Entahlah, aku baru saja tahu soal ini.

Cuma sehari, kan?

Halo, Bu!

Kupikir cuma aku yang melakukan pengambilan gambar ulang.

Bagaimana bisa mereka membuat film cuma denganmu?

- Halo, Ho-se. - Kelihatannya bagus, Min-ja.

Banyak hal yang harus kita lalui hari ini,

jadi bergeraklah dengan cepat, semuanya!

Aku menyukai aroma set!

Sudah lama aku tidak ke sini.

Apa sudah lama?

- 3 atau 4 tahun? - Selama itu?

Cepat, semuanya!

Jangan pilih-pilih!

Kalau ukurannya tidak sesuai, kalian saling tukaran saja!

- Oke. - Oke.

Lebih cepat, semuanya!

Cepat!

Maaf, mantelku ada di sini.

Kau tampak seperti detektif sungguhan dengan mantel itu.

Aku sudah sering memainkan peran itu.

Bukannya kau jadi detektif di film Lonely Black Rose?

- Apa yang jadi detektif itu Hwang? - Ya, Kepala Hwang.

Aku memainkan peran itu selama 10 tahun.

Kau sudah seperti polisi sekarang!

Bahkan di rumahku ada penjara.

Aku mencoba untuk hidup seperti detektif untuk bisa berperan sebagai detektif.

Penjara?

Luar biasa.

Kau memang aktor pengguna metode akting sejati.

Penjara itu juga jadi tempatku tidur saat aku bertengkar dengan istriku.

Tempatnya cukup nyaman.

- Benarkah? - Ya.

Aku sudah siap.

Di sini juga.

- Apa kita harus pindah? - Ayo.

Serius?

Semuanya berubah.

Tidak bisa kupercaya.

- Aku akan menata rambutmu, Bu. - Baiklah.

- Apa kau bisa datang ke sini? - Permisi.

- Selipkan semuanya, oke? - Ya, Bu.

Semuanya berbeda!

Karakterku berubah sepenuhnya di pertengahan jalan.

Tapi, apa kau memahami akhir cerita ini?

- Kostummu sudah siap. - Oke.

Ini agak aneh,

tapi aku juga tidak suka akhir film yang awal.

Apa maksud dari plan-séquence ini?

Bukannya itu bahasa Prancis?

Kedengarannya seperti bahasa Prancis.

Kenapa bahasa Prancis padahal ada bahasa Inggris?

Tepat sekali.

- Garis! - Ya.

Buat lebih kuat.

Kenapa? Jangan tinggalkan aku.

Jangan tinggalkan aku!

Aku mencintaimu sepenuh hati.

Yu-rim!

Yu-rim!

Lewat sini!

Ayo bicara 4 mata.

Kita lakukan pengambilan gambar dulu, oke?

Aku capek syuting drama sepanjang malam!

Aku juga kelelahan, tapi kita harus melewati ini!

Berapa lama lagi?

Kau mau aku melakukan apa?

Aku sudah berusaha sebisaku di sini!

Hei, jangan menangis.

Berhenti menangis.

Bagaimana kalau matamu bengkak?

Pikirkan matamu.

Riasanmu sedang disiapkan.

Harap bersiap-siap untuk pengambilan gambar!

Maafkan aku.

Serahkan saja padaku.

HAN YU-RIM DAN KANG HO-SE APA HUBUNGAN MEREKA?

Sun-woo, ini 2 kW.

Hati-hati!

Riasan sudah selesai!

Pindahkan cahayanya sedikit.

- Apa aku harus menelepon sutradara? - Tentu.

Ayo bersiap-siap.

- Semuanya, bersiaplah. - Anggota kru, keluarlah.

- Silakan pergi. - Oke.

- Lee! - Oke.

Lee, temui aku.

- Kita akan mulai sekarang! - Oke.

- Apa para aktor sudah membaca naskahnya? - Ya, aku sudah membagikannya.

Apa ada yang tidak menyukainya?

Akan kuperiksa, Sutradara Kim.

Aku yakin mereka menyukainya.

Beritahukan ke semua orang mengenai urutan pengambilan gambar.

Oke.

- Apa kru ada di sini? - Ya.

- Halo. - Hei.

- Halo. - Apa kita sudah siap?

Ya, Pak.

- Halo. - Halo, semuanya.

Siap.

Mulai!

Aku tidak mau punya menantu perempuan

yang mengabaikan pekerjaan rumah tangga

atau meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan untuk bekerja di pabrik.

Jangan khawatir.

Aku akan mendukungmu di dalam dan luar rumah tangga.

Min-ja mengambil jurusan bisnis, Ibu.

Dia manajer kita.

Membuatnya marah akan menyulitkanmu.

Ikuti aku.

Lewat sini.

Kau pernah menggunakan mesin jahit?

- Ya, meskipun tidak sering. - Pernah ditusuk?

Tidak.

Hati-hati atau tanganmu akan berakhir seperti ini,

usang dan compang-camping.

Manajer akan memberimu minuman berenergi setelah makan malam...

Setelah beberapa gangguan, aku akhirnya melanjutkan pengambilan gambar.

Syuting harus dilanjutkan.

KEBANGKITAN SUCI

- Kebangkitan suci - Benar-benar kebangkitan yang suci

- Bersukacitalah, haleluya! - Bersukacitalah, haleluya!

Haleluya, haleluya - Haleluya, haleluya

- Halleluya - Haleluya.

- Yesus Kristus telah bangkit - Yesus Kristus telah bangkit

- Segala kemuliaan bagi Tuhan - Segala kemuliaan bagi Tuhan

Kupikir aku tadi ada di hutan,

berkat suara kalian yang semanis burung bulbul.

Untuk hari ini, kita akhiri di sini.

Kerja bagus.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Ayo pergi.

Sepertinya aku tidak pernah melihatmu.

Apa kau orang baru?

Ya, aku baru bergabung kemarin.

Semuanya pasti terasa aneh dan asing.

Temui aku kapan saja kalau kau mengalami masalah.

Terima kasih atas tawarannya, tapi semua orang memperlakukanku dengan sangat baik.

Aku baik-baik saja.

Astaga.

Tanganmu sama indahnya seperti suara organ.

Kau memang pandai merangkai kata.

Apa kau mau belajar cara bermain?

Kalau kau mau, aku selalu siap sedia.

Bisa kita mulai?

Cut, oke.

- Cukup bagus! - Apa yang seharusnya kurasakan di sini?

Sangat sulit untuk memerankannya.

Ditambah lagi, aku tidak pernah memainkan organ.

Kau seharusnya lebih banyak berlatih.

Bahkan yang paling hebat sekalipun berlatih 1000 kali, kau tahu?

Aku baru saja mendapatkan naskahnya sejam yang lalu, Sutradara Kim.

Nah, berlatihlah sekali seakan-akan itu adalah latihanmu yang keseribu kalinya.

- Apa maksudnya? - Silakan bersiap-siap.

Bawakan jaketku.

Berlatih sekali seakan-akan latihanku yang keseribu kali?

Sutradara Kim.

- Sutradara Kim. - Ya?

Bagaimana cara melakukan pengambilan gambar ulang dalam sehari?

Sehari?

Ini akan memakan waktu dua hari.

Apa katamu?

Aku diberitahu kalau ini cuma makan waktu sehari.

Apa?

Semua orang sibuk, jadi kubilang ini hanya akan memakan waktu sehari.

Maafkan aku!

Jadi, kau berbohong pada kami?

2 hari?

Ada pengambilan gambar lain yang harus kulakukan.

Kami akan mengambil adeganmu lebih dulu.

Tidak, aku akan mendapatkan masalah!

Aku pergi.

- Sutradara Kim, lihat ini. - Kau tidak bisa pergi begitu saja!

Kita perlu bicara.

Yu-rim!

Hei, Yu-rim.

Yu-rim.

Yu-rim!

- Sungguh menakjubkan. - Mereka melakukan pekerjaan dengan baik.

Lihatlah mise en scène.

- Menakjubkan. - Yu-rim!

Yu-rim!

Yu-rim, tunggu!

Yu-rim!

Aku sangat menyesal.

Tolong bantu Sutradara Kim sekali saja.

Kau harusnya memberitahukan padaku kalau ini akan makan waktu 2 hari.

Apa yang harus kulakukan soal jadwal dramaku?

- Aku harus pergi. - Tunggu, Yu-rim.

Ini terkahir kali aku bekerja bersamanya.

Aku akan bekerja dengan Sutradara Lee Man-hui selanjutnya.

Akan kupastikan kau mendapatkan peran.

Jadi, bantu saja Sutradara Kim untuk terakhir kalinya.

Aku hampir tidak bisa tidur karena syuting drama!

Hei, Han Yu-rim.

Sutradara Kim memberimu nama itu, bukan?

Berhentilah mengatakan itu!

Aku benci nama itu.

Dan kenapa nama karakterku juga Yu-rim?

Dia bilang itu akan membantumu lebih mendalami karakternya.

Apa? Aku harus pergi.

Mi-do, apa yang kau lakukan?

Itu untuk apa?

Dasar jalang tak tahu terima kasih.

Apa?

Siapa yang menerima pelayan murahan sepertimu

dan mengubahmu menjadi bintang?

Aku terkenal karena drama, bukan karena Sutradara Kim!

Beraninya kau memukulku?

Hei, Mi-do.

Yu-rim baru saja mengamuk.

Dan kau akan membiarkan hal itu terjadi?

Aku pergi!

Ini bukan cuma amukan!

- Hei. - Rambutku!

- Lepaskan rambutku! - Lepaskan!

Hei.

Tidak akan kubiarkan kau merusak karya ini.

Ini mahakarya yang luar biasa.

Kalau begitu, kenapa dia melakukan pengambilan gambar ulang?

Apa pelacur sepertimu bahkan bisa mengenali mahakarya?

Pelacur?

- Hentikan! - Tenanglah!

Dasar jalang bodoh!

- Kemarilah! - Hei, berhenti!

- Makan nih! - Lepaskan!

- Lepaskan dia! - Ayo, ayo kita pergi.

Tolonglah.

- Apa yang dia katakan padaku? - Apa yang salah denganmu?

Kemarilah.

Kumohon, Mi-do.

Bagaimana bisa kau memukul seorang aktris?

Aku tumbuh dengan keras.

Bukan itu masalahnya.

Kementerian mendengar soal pengambilan gambar ulang kita.

Apa rencanamu?

Kau saja yang urus, Manajer Kim.

Bagaimana caranya?

Ulur waktu!

Kita memiliki mahakarya di tangan kita!

Kita melawan sensor di sini.

Kalau kita ketahuan, mampus kita!

Kasihani dan bantulah Sutradara Kim.

Nah, di mana rasa kasihan untukku?

Sejujurnya, aku pantas mendapatkan belas kasihan.

Kau bicara apa sih?

Dan juga, ada apa dengan wanita yang memukulku?

Aku tidak tahan diperlakukan seperti ini.

Aku tidak tahu dia akan bertindak seperti itu.

CINTA SEGITIGA?

Bukankah orang-orang yang harus didahulukan?

- Jangan bergerak! - Tn. Park!

Ini Kementerian Kebudayaan!

Apa yang membawamu kemari, Tn. Park?

- Apa yang terjadi di sini? - Apa?

Ada apa dengan pengambilan gambar ulang rahasia?

Rahasia?

Kami cuma mengikuti naskah yang sudah disetujui.

Jangan khawatirkan hal itu.

Tapi, kalian melakukan pengambilan gambar ulang di bagian akhir!

Presdir Baek ada di mana?

Dia ada di Jepang dalam rangka perjalanan kerja.

Ayo bicara di luar.

Kalau begitu, siapa yang bertanggung jawab di sini?

- Yang bertanggung jawab? - Apa Sutradara Kim?

- Tidak. - Dia ada di mana?

- Semuanya, tutup ini! - Tidak, ayolah.

Tn. Park!

Hei, Mi-do!

Abaikan saja hal ini dan bicaralah denganku di luar.

Bagaimana bisa aku mengabaikan hal ini?

- Pak Kepala tahu kalau aku ada di sini. - Baiklah.

Aku yang akan berbicara dengan pimpinan, Pak Park.

Ini serius!

Laporan sudah dibuat.

- Sudah? - Tunggu.

Kebetulan, aku mau mentraktirmu.

- Ayo naik ke atas. - Aku?

Akan kubelikan sesuatu yang bagus.

- Ayo bicarakan ini secara perlahan - Sesuatu yang bagus?

- dan berdamai. - Apa?

Ayo.

Aku menunggu kunjunganmu, kau tahu?

Bagaimana dengan Manajer Kim?

- Aku baik-baik saja di sini. - Dia harus bekerja.

Ada apa dengan wajahmu?

Kau baik-baik saja?

Yu-rim!

Ho-se merasa ada yang janggal saat ada hal yang berkaitan dengan ibunya.

Singkatnya...

Timing yang bagus, Ho-se.

Ibumu tidak bisa menghilangkan rasa bersalah dari kecelakaan yang dialami suaminya.

Semakin besar perasaan bersalah yang dia rasakan,

semakin besar hasratnya untuk mencapai kesuksesan.

- Kemalangan keluarga berasal dari sana. - Sutradara Kim.

Apa kau bisa membiarkan Yu-rim pergi?

Dia tidak dalam keadaan siap untuk melakukan pengambilan gambar.

Tapi, kita butuh Yu-rim.

Hanya saja, naskahnya terlalu kejam.

Apa maksudnya?

Bagaimana bisa ada naskah yang kejam?

Yah...

Beritahu asisten sutradara untuk mempersiapkan adegan berikutnya.

Ya, Pak.

Ada apa?

Ada apa?

Yu-rim...

Yu-rim sedang hamil.

Dan bayi itu anakku.

- Kau menghamilinya? - Ya, itu terjadi begitu saja.

Bukannya kau berselingkuh dengan Kim Jin-hee?

Itu tahun lalu.

Kenapa kau terus selingkuh?

Hal ini juga sulit bagiku.

Kumohon ubahlah semua adegan yang bisa menyulitkan Yu-rim.

Aku mohon padamu.

Kenapa...

Kenapa Yu-rim?

- Kenapa? - Nah, kenapa kau harus melakukan pengambilan gambar ulang?

Kenapa kau tidak bisa berhenti selingkuh?

Kau mulai diakui sebagai aktor utama.

Apa kau tahu seberapa penting hal itu untukmu?

Sadarlah.

Kau harus membuat pilihan.

Yu-rim atau istrimu?

Aku tidak bisa.

Aku mencintai Yu-rim, tapi aku juga mencintai istriku.

Hei!

Itu hal terburuk yang bisa kau lakukan.

Dan hal itu menyiksaku.

Pasti menyenangkan mendapatkan begitu banyak cinta.

Tutup atap di lantai dua.

Bersiap-siaplah untuk sekarang.

Ekspresikan siksaan itu di depan kamera!

Rahasiakan hal ini, oke?

Pindahkan furnitur lewat sini dengan cahaya di bagian tengah.

Apa adegan berikutnya?

- Adegan 31. - Baiklah, ayo lihat.

Ini adegan di mana aku menyelamatkan Yu-rim.

Baiklah, aku mengerti.

Tolong cintai film kita juga.

Kudengar Pak Park ada di sini.

Apa kita harus menutupnya?

Tidak perlu.

Mi-do sedang mengurusnya di sana.

Apa yang bisa dia lakukan?

Ini mengkhawatirkan.

Mi-do minum seperti seorang pelaut.

Dia juga bisa berbicara seperti pelaut.

Jangan khawatir.

- Apa akan berhasil? - Ya, tunggu saja.

Terus lakukan pengambilan gambar ulang.

Kuharap Mi-do tidak memukulnya.

- Pergi dan ambil gambar. - Baiklah.

Bersulang!

Minumlah!

Teruskan, Tn. Park!

Kita harus bagaimana?

Jauhkan dia di sini.

Dan bagaimana kita melakukannya?

- Kunci studio. - Apa?

Jangan biarkan siapa pun pergi.

Putuskan semua saluran telepon.

Apa kau bercanda?

Semuanya akan berakhir bagi kita kalau ada yang salah.

Aku yang akan bertanggung jawab.

Bagaimana?

Waktunya makan. Ayo pergi.

- Ayolah. - Oke.

Dia kerasukan apa?

STUDIO FILM SHINSEONG

Pak! Ini Yu-rim.

Han Yu-rim.

Ya, halo.

Aku cuma ingin meminta bantuan.

Di mana saluran teleponnya?

Aku harus syuting drama lebih awal besok,

jadi aku harus keluar dari sini sekarang.

Jadi, aku mau meminta

apa kau bisa mengirimkan mobil untuk menjemputku.

Benarkah? Terima kasih!

Aku di...

Shinseo--

Halo?

Halo?

Sialan!

Sialan.

Di mana Sutradara Kim?

Hei! Kau mau pergi ke mana?

Sutradara Kim!

Kenapa kau melakukan ini padaku?

Ada apa?

Ada apa dengan skripnya?

Bagaimana bisa aku berubah dari seorang pahlawan perang lalu supervisor pabrik kemudian pemburu?

Ya, itu adalah simbolisme untuk kejatuhan umat manusia.

Kalau begitu, supervisor yang dipecat dan pemburu

seharusnya melambangkan apa?

Aku tidak mau mengatakan ini,

tapi kau masih akan menjadi figuran kalau aku tidak memperkenalkanmu pada Sutradara Shin.

Kau akan makan siang bersama mereka.

Kau membahas cerita itu lagi.

Kau berjanji padaku 10 tahun yang lalu kalau aku akan berperan sebagai pahlawan perang!

Kau bahkan tidak pernah mengikuti WAMIL!

Mainkan saja peran ini

dan aku jamin kau akan dinominasikan di Grand Bell Awards.

Dinominasikan, biji matelu meledak.

Kau tahu? Aku berhenti!

Aku seharusnya tidak pernah datang.

- Hei. - Lepaskan!

Peranmu sangat penting.

Bodo amat.

Bahkan aktor Hollywoodpun tidak bisa memainkan peran ini!

1000 kali lebih baik daripada menjadi pahlawan perang.

Siapa yang mengunci pintu ini?

Apa kau tidak bisa lihat?

Realitas menyedihkan dari masyarakat miskin yang bekerja keras di rumah orang lain

sampai perbudakan menjadi noda dalam jiwa mereka.

- Apa kau tidak bisa berempati? - Tidak!

Itu pistol palsu.

Kau bahkan tidak bisa mendapatkan pistol sungguhan?

Dasar bajingan.

Kau tidak akan melangkah jauh sebagai aktor kalau kau sebodoh itu.

Kau segoblog apa sih sampai-sampai menolak kesempatan seperti ini?

Sutradara Kim.

Kita perlu memeriksa kostum Ho-se untuk adegan berikutnya.

Yu-rim!

Kau tidak seenergik seperti yang biasanya.

Akan kuminta mereka membuatkan kaldu tulang untukmu.

Aku mau tidur sekarang!

Pergilah ke tempat tidur bersama istrimu!

Punggungku...

- Bangun! - Ada apa?

Tolong aku!

Aku sudah muak dengan ini.

Aku takut laba-laba! Tolong aku!

Ada apa?

Kau baik-baik saja?

Ada apa ribut-ribut?

Ada orang yang melepaskan laba-laba ke tubuhku.

Wanita ini melakukannya untuk mengusirku!

Kau sudah gila.

Tidak apa-apa, Yu-rim.

Laba-laba tidak akan membunuhmu.

Tapi, wanita itu yang akan membunuhmu.

Aku takut, sayang.

Apa? Kenapa kau memukulku?

"Wanita itu"?

Aku nyonya rumah ini!

Lihat.

Wanita ini akan membuatmu lumpuh seperti ayahmu.

Para wanita di rumah ini melakukan itu semua pada pria!

Cut, oke!

Ayo!

Akting ketakutanmu, terasa begitu nyata.

Aku sebenarnya takut.

Hal ini tidak bisa terus terjadi.

- Siapa yang menggunakan laba-laba asli? - Adegan berikutnya.

Sudah kubilang aku benci laba-laba.

Berhentilah merengek, oke?

Siapa yang menganggap kalau menggunakan laba-laba asli adalah ide yang bagus?

Sutradara Kim menyuruh kami untuk...

- Temukan laba-labanya. - Ya, Pak.

Sebelah sana.

Yu-rim sakit dan bayinya...

Itu menyakitkan!

Apa kau gila?

Apa yang kau katakan?

Maafkan aku.

Minggir!

Adegan berikutnya...

- Direktur Kim. - Ya?

Kumohon gunakan pemeran pengganti untuk adegan yang sulit.

Kita sudah melakukan itu. Sudah tidak ada lagi.

Kau melakukannya dengan baik.

Ini sulit.

Hal ini sangat berat bagiku.

Aku tahu dan kau sudah melakukannya dengan baik.

Kita hampir selesai.

Sedikit lebih perhatian.

Beritahu aku kalau terlalu sulit.

Wah, ini sulit bagiku!

Ini sangat sulit. Sudah berkali-kali kukatakan padamu!

Kau pasti bisa, Yu-rim.

- Aku dapat satu! - Benarkah?

Kita harus menemukan sisanya!

- Masuklah ke sana. - Oke.

Itu dia!

Ini anak Ho-se.

Ini anak dari simpanannya, sama seperti yang kau lakukan.

Darah seorang playboy pasti mengalir dalam dirimu.

Masuklah.

Tidak apa-apa.

Kemarilah.

Apa kau tidak lelah?

Kemari dan beristirahatlah.

Masuk ke sini!

Cut, oke!

Aktingmu luar biasa.

Caramu memandang cucumu yang berharga.

Kenapa film ini begitu klise dan dramatis?

Hanya kau yang bisa memerankannya, Bu.

- Kerja bagus. - Terima kasih.

Satu hal yang penting tentang emosi adalah...

- Sutradara Kim. - Ya?

Sutradara Kim?

- Apa? - Yah...

Kau harus datang ke kantor.

Ada apa?

Kau harus melihatnya sendiri.

Bagaimana bisa kau membuat aktor kita mabuk?

Bukan aku.

Apa katamu?

Kau biasa membuat aktormu mabuk sepanjang waktu.

Lalu, kau membuang mereka ke sungai di tengah musim dingin!

Aku cuma mengikuti perintah sutradara.

Itu membuatnya jadi lebih buruk.

Kau bahkan dulu mencuci kaus kakinya.

- Kau mencucinya denganku! - Tenanglah.

Sutradara Kim adalah satu-satunya penerus Sutradara Shin!

Penerus, nenek lu salto.

Dia yang berjaga-jaga selagi Sutradara Shin berselingkuh.

Kaulah orang yang memperkenalkannya dengan wanita-wanita itu!

Kau hanya berhasil karena naskahnya!

Tidak ada hubungannya denganmu.

Aku yang menulis setiap kata dalam naskah itu!

Berapa kali harus kukatakan?

Beban yang sangat berat.

Kau tidak akan jadi apa-apa tanpa Sutradara Shin!

Kau akan jadi pahlawan luar biasa

yang bahkan tidak pernah mengikuti WAMIL!

- Sialan! - Kau sudah menjanjikan peran itu!

Berhenti, Mi-do.

- Hei! - Dia akan pingsan!

- Hei! - Hentikan!

Lagipula, dia tidak bisa berakting!

Dia sudah teler.

Hei, bangun!

Kita harus bagaimana?

Sekarang apa lagi?

Tn. Park.

Ada apa?

Kenapa kau begitu mabuk?

Kau sebaiknya memperlakukanku dengan hormat.

Kau pikir kau bisa meremehkanku, dasar anak nakal?

Aku akan mengajarimu...

Perutku sakit.

- Kenapa aku minum begitu banyak? - Baringlah di sini.

Bajingan itu juga sudah teler.

Kau membuat dia mabuk juga?

Aku akan mengurusnya, jangan khawatir.

Bagaimana cara mengurusnya?

Bagaimana bisa kau membuatnya mabuk?

Aku harus menjaganya di sini!

Pil apa itu?

Kepala Choi akan murka kalau dia datang ke sini.

Bagaimana dengan pemburunya?

Apa kau bisa menghubungi Oh Dong-soo?

Butuh waktu lama untuk dia bisa sampai ke sini.

Itu benar.

Cobab cek apa ada figuran yang mirip dengannya.

Kita membutuhkan orang yang bisa berakting!

Apa kau bercanda?

Bagaimana dengan salah satu anggota kru yang bertubuh tinggi?

Tidak, mereka tidak akan melakukannya.

Panggil saja mereka.

- Tidak semua orang bisa melakukan ini. - Ayo!

- Mereka harus berakting. - Kalau begitu, kita try out-kan mereka.

- Pelankan suaramu! - Sialan!

Aku akan melakukannya.

Aku akan menggantikannya.

- Apa? - Apa?

Aku sudah hafal dialognya. Aku cuma butuh jenggot.

Penampilanku mungkin akan lebih bagus dari si tolol ini.

- Lepaskan pakaiannya. - Apa?

Ide bagus.

Akan kuambilkan jenggotnya.

Itu jenggot asli.

Kita harus membuatnya.

Kalau begitu, akan kuberitahu tim tata rias.

Panggil beberapa penjaga

dan kurung mereka berdua di suatu tempat.

Ide bagus.

- Bersiaplah untuk adegan berikutnya. - Oke!

Dan rahasiakan hal ini!

Lepaskan pakaiannya.

- Pencahayaan... - Cepat, lewat sini!

- Ada masalah. - Kurasa begitu.

Selalu ada masalah di lokasi syuting ini.

Kau benar.

Apa kita benar-benar harus menyumpal mereka?

Bagaimana kalau mereka mengeluarkan suara?

Apa harus kulakukan?

- Lakukanlah. - Oke.

Kau tidak boleh menyentuhnya.

Sutradara Kim?

Teruskan saja.

Aku memasang banyak jebakan di sini.

Hati-hati.

Kau belum meninggalkan kota ini?

Aku menghabiskan separuh hidupku di rumah ini.

Bagaimana bisa aku pergi?

Kalau kau menghabiskan separuh hidupmu seperti ini,

kau berhak mendapatkan bagianmu dengan adil.

Tak satu pun dari kita yang boleh diusir setelah menjalani kehidupan yang sulit.

Apa aku salah?

Kita berdua adalah budak,

dibuang dan ditinggalkan.

Apa kau tahu hal terburuk soal menjadi budak?

Tidak bisa merasakan sakit.

Tapi, merasakan sakit berarti menjadi manusia!

Karena rasa sakit adalah bukti kehidupan!

Apa yang harus kulakukan?

Bicaralah dengannya.

Sutradara Kim.

Sutradara Kim.

Apa sudah bisa cut?

Ya, cut.

Cut di sini!

Cut!

Dialognya begitu mengharukan.

Ambil pistolnya.

Bagaimana aktingku?

Sungguh luar biasa!

Itu yang terbaik.

Apa ini bukan masalah?

- Ya, baiklah. - Ini oke!

Oke!

Apa aku lumayan?

Ya, sepertinya.

Kau tampak seperti pemburu sejati dengan kostum itu.

Kenapa aku sangat ahli dalam hal ini?

- Bersiaplah! - Aku hebat.

Bersiaplah untuk adegan berikutnya!

Jantungku masih berdegup kencang.

Siap.

Mulai!

Apa yang kau lakukan?

Hidupku sudah berakhir.

Aku sudah tidak punya alasan untuk hidup.

Aku dibuang dan anakku diambil dariku.

Kendalikan dirimu!

Kau tidak bisa melakukan ini.

Tinggalkan aku.

Aku benar-benar putus asa.

Hidupmu lebih penting dari apa pun.

Kau mau anakmu kembali?

Apa kau akan menjalani sisa hidupmu dengan menjebak binatang buas?

Apa yang kau pikirkan?

Aku berpikir untuk membalas dendam pada keluarga terkutuk itu.

Bagaimana?

Kau akan segera tahu.

Aku punya rencana yang sangat bagus.

Aku sangat takut dan tidak bisa bernapas.

Siapa di sana?

Tolong bantu aku.

Apa yang sudah kuperbuat sampai-sampai aku layak mendapatkan ini?

Ada yang mengganjal di mataku.

Yu-rim...

Itu kau.

Aku terlalu bodoh.

Maafkan aku.

Kita bisa memulai hidup baru.

Kau satu-satunya bagiku.

Kau meninggalkanku!

Aku tidak bermaksud begitu!

Ibuku yang menyuruhku melakukannya.

Kita adalah sepasang kekasih, Yu-rim.

Kita memiliki bayi yang mirip dengan kita.

Tolonglah, demi si bayi...

Ini dia.

Aku senang aku melakukan ini.

Semua orang akan terkejut.

Tidak ada film Korea yang pernah menayangkan...

Semua orang akan terkejut.

Tidak ada film Korea yang pernah ditayangkan

klimaks yang menakjubkan sebelumnya...

Apa itu?

- Periksa. - Oke.

Apa yang terjadi di sini?

Kenapa semua pintu diblokir?

Siapa yang bilang kalau kalian bisa melakukan ini?

Hentikan ini!

Di mana Mi-do?

Dia bersama Pak Park.

- Pak Park ada di sini? - Ya.

Ini tidak bagus.

Kepala Choi baru saja menelepon. Ini bencana!

- Apa? - Di mana Mi-do?

- Tapi... - Dan Sutradara Kim?

Apa yang terjadi denganmu?

Aku harus mengisi peran.

Siapa bilang kau bisa mengambil gambar dengan skrip yang tidak disetujui?

Sekarang atau tidak sama sekali.

Kau menyiksaku.

Ini alasan kenapa tidak ada yang menghormatimu.

Mi-do ada di mana?

Aku sudah menyuruhmu untuk berbicara dengannya dan laporkan padaku.

Sudah kubilang kau tidak bisa melakukan pengambilan gambar!

Ini sudah berakhir.

Kepala Choi sedang dalam perjalanan ke sini.

Hentikan.

Matikan kameranya, Hong.

Jangan lakukan apapun! Jangan ada yang bergerak!

Apa kau mencoba untuk menyamai Sutradara Shin?

Nah, teruslah bermimpi.

Matikan semuanya.

Semua orang pergi!

Para aktor, ke ruang ganti.

Siapa yang akan membayar untuk ini?

Aku tidak akan membayar sepeser pun.

Sepertinya sutradara hebat kita di sini yang akan membayar semua orang.

Mi-do kabur kemana?

Mi-do ada di mana?

Mahakarya tidak tumbuh di atas pohon.

- Berhentilah berkhayal. - Sutradara Kim.

Sutradara Kim?

Ayo istirahat sejenak.

Hei, lepaskan aku.

Bawakan aku kursi.

SUTRADARA KIM YEOL

Jangan bicara padaku.

Yang ngomong siapa?

Lokasi syuting sialan.

Orang-orang sialan.

Kenapa?

Kenapa?

Kenapa semua orang mengincarku?

Kenapa cuma aku?

PENGHARGAAN FILM GRAND BELL KE-3

Mereka akan membandingkanku dengan Sutradara Shin lagi,

mencela filmku tanpa benar-benar memahaminya.

Mampus aku.

Karierku sudah berakhir bahkan sebelum dimulai.

Semuanya sudah berakhir.

Apa yang membuatmu sedih?

Apa itu?

Sutradara Shin?

Bagaimana bisa kau ada di sini?

Bagaimana menurutmu?

Aku selalu berada di sini.

Semuanya tetap seperti yang dulu.

Meja, kursi, buku catatan, dan mejaku, dan bahkan rak buku.

Aku ada karena ini masih ada.

Tapi, kembali lagi soal dirimu.

Kenapa kau marah sekali?

Film yang sempurna menari di hadapan mataku,

tapi aku tidak bisa mendapatkannya dengan benar.

Apa yang menghentikanmu?

Semuanya!

Semua orang menghentikanku.

Pihak sensor mengikat tanganku

dan industri film terus mengejekku di belakang.

Semuanya begitu sulit.

Hei, kau.

Pembuatan film memang tidak pernah mudah.

Semuanya terlihat tidak sempurna dan tidak memadai,

semua orang adalah batu sandungan,

dan para kritikus mencela ciptaanmu yang berharga.

Katakan padaku.

- Apa itu satu-satunya alasanmu? - Apa?

Apa ada yang lain?

Ada yang lain?

Mungkin...

Aku tidak cukup berbakat.

Bakat.

Bakat bukanlah hal yang istimewa.

Bakat adalah kepercayaan pada diri sendiri.

Kau bilang ada sesuatu yang menari di hadapan matamu.

Percayalah akan hal itu.

Visi itu berasal darimu, bukan orang lain.

Tapi, semua orang terus mengatakan kalau bukan aku yang menulis naskahnya.

Abaikan saja para penentang.

Pada akhirnya, kau sendiri sutradaranya.

Percayalah pada diri sendiri.

Fokuslah pada suara bergemuruh yang kau dengar di dalam jiwamu.

Kau bisa mendengarnya?

Aku bisa.

Suara jiwamu!

Suara kegembiraan!

Suara badai!

Lihat, kau terbakar.

Sutradara Shin! Kau terbakar!

Ya, jangan matikan apinya.

Bakar semuanya!

Itu bakat!

Jangkau ke dalam jiwamu dan bakar semuanya!

Buat dirimu menjadi abu!

- Percaya pada diri sendiri. - Kau terbakar, Sutradara Shin!

Sutradara Shin!

Sutradara Shin!

Apa yang terjadi?

Sutradara Kim.

- Apa yang kau lakukan? - Baru saja,

Sutradara Shin datang dan pergi.

Pamanku?

Ya.

Mungkin kau terlalu banyak minum pil.

Tidak, aku bersumpah itu benar.

Dia duduk di sini.

dan memberiku sebuah pesan.

Dia menyuruhku untuk mendengarkan suara yang ada di dalam jiwaku.

Pada hari dia meninggal dunia,

kami ada adegan dengan api

dan set terbakar.

Semuanya sudah terbakar. Kita tidak bisa cut di sini!

Kita cuma perlu 20 detik!

Teruskan, para aktor.

Geser ke potret, kamera.

- Pan! - Terlalu berbahaya!

- Kita harus pergi! - Minggir!

- Sutradara Shin! - Serahkan kameranya padaku.

- Pak! - Ini bagus!

Bawa para aktor dan pergilah!

Ya, Sutradara Shin.

Terlalu berbahaya!

Cepatlah pergi!

Cut, oke!

Ambil kameranya. Sudah selesai!

Ini sempurna!

Semuanya sempurna!

Sutradara Shin!

Dia melompat ke dalam kobaran api

hanya demi 1 adegan itu.

Aku mengerti sekarang.

Dia percaya pada dirinya sendiri apa pun situasinya.

Dia mempertaruhkan nyawanya

untuk membuktikan keyakinan pada dirinya sendiri.

Aku mengerti sekarang.

Oh, begitu.

Baiklah.

Sutradara Kim.

Sepertinya aku sudah mengerti sekarang.

Aku bisa merasakan energi yang kau miliki selama film debutmu.

Kau seperti kembali ke masa lalu.

Apa kau pikir aku bisa melakukannya?

Tentu saja.

Memang ada beberapa kekurangan, tapi sudah pasti hampir sempurna.

Aku tahu kau pasti bisa.

Ngomong-ngomong soal itu, apa kau bisa keluar sebentar?

Bibiku ingin berbicara denganmu.

Gunakan kesempatan ini untuk menunjukkan pada bibiku

kalau kau memiliki apa yang diperlukan.

Mengerti?

Aku turun dulu.

Keluarlah saat kau sudah siap.

Ya, Sutradara Shin benar.

Aku harus percaya pada diriku sendiri.

Kuakui aku sempat marah.

Tapi, hal ini tidak bisa terus berlanjut.

Mereka akan bilang kalau film ini berbahaya dan tidak bermoral,

bahkan sangat buruk!

Kementerian memang mengatakan semua itu.

Dan aku tidak mengerti akhir ceritanya.

Apa-apaan ini?

Apa filmnya drama penuh gairah, horor, film bencana, atau film monster?

Siapa di sini yang mengerti akhir ceritanya?

Apa cuma aku?

Dan apa itu plan-secance?

Ada apa lagi?

Apa itu?

Itu saat kau merekam adegan panjang dalam sekali take.

Ini membuatku gila.

Lihat yang ini.

Bagaimana caramu merekam adegan berbahaya ini dalam sekali take?

Bagaimana, Hong?

Apa ada rencana?

Kami sebenarnya belum membahas itu secara spesifik.

Baiklah.

Selain itu,

Kepala Choi akan segera tiba.

Apa kau bisa menyelesaikan ini sebelum dia tiba?

Aku meragukannya.

Bagaimana kalau Kepala Choi

tiba di sini dan meminta untuk melihat naskahnya?

Kalau begitu, film dan perusahaan ini sudah tamat.

Presdir Baek...

Permisi.

- Ada apa? - Aku baru saja memikirkan sesuatu.

Kalau masalahnya di sini

adalah Kepala Choi yang meminta naskahnya,

kita bisa memberitahunya kalau ini film anti-komunis.

Itu ide yang bagus.

Dia bahkan menerima sitasi untuk film anti-komunis.

Aku yakin dia akan menyetujuinya.

- Aku suka ide itu. - Aku juga.

Apa itu mungkin?

Akan kutuliskan sesuatu.

Ini satu-satunya pilihan kita.

Aku perlu mendengar pendapatmu, Sutradara Kim.

Menurutmu, apa hal ini memungkinkan?

Percayalah padaku.

Kami akan menyiapkannya.

- Ayo pergi. - Oke.

Ya ampun.

Terkadang, kupikir dia jenius.

Apa rencanamu?

Apa?

TKP kebakaran, brankas...

Akhir yang aneh.

Kenapa ada perubahan?

Apa yang kau pikirkan?

Aku cuma melatih kreativitas sinematikku.

Kau berlebihan, Presdir Baek.

Perubahan-perubahan ini diperlukan untuk film.

Aku mengawasimu.

Kalau ini semua sesuai dengan dugaanku,

akan kubakar setiap inci dari film ini tidak peduli kerugian yang akan kualami,

dan akan kuberitahukan pada seluruh dunia kebenaran tentang film debutmu.

Selesaikan sebelum Kepala Choi tiba.

Kalau ada kesalahan, kau yang bertanggung jawab.

Halo?

Baiklah.

Apa suamiku baik-baik saja?

Ya, aku akan memberitahunya.

Apa?

Bagaimana bisa kau menutup telepon?

Mereka meminta uang.

Apa? Berapa banyak?

Ayo hubungi polisi.

Apa kau gila?

Kalau kita melakukannya, dia akan mati.

Siapa yang melakukan ini? Yu-rim?

Apa jalang itu yang merencanakan ini?

Yang menelponku tadi seorang pria.

Dia berjanji untuk melepaskannya tanpa luka

kalau kita membayar uang tebusan.

Berapa banyak uang yang kita miliki?

Investasi dari bank ada di dalam brankas,

tapi aku harus memeriksa jumlahnya.

Cepat!

Kita tidak punya waktu!

Kalau kita terlambat, dia mungkin akan meninggal.

Kenapa kau pergi bersamanya?

Dia bisa mengatasinya.

Kau seharusnya sudah mati hari itu.

Ini semua salahmu!

Aku mungkin akan kehilangan Ho-se karenamu!

- Ho-se! - Ibu!

- Ho-se! - Ibu!

Apa yang terjadi denganmu?

- Siapa yang melakukan ini? - Yu-rim.

- Apa? - Ini perbuatan Yu-rim.

Yu-rim yang melakukan ini?

Sudah kuduga.

Apa yang dia lakukan?

Akan kujelaskan semuanya.

Min-ja ada di mana?

Dia belum kembali dari bank.

- Apa uang di brankas masih utuh? - Ya.

Syukurlah.

- Astaga. - Ibu.

Kita harus menghubungi polisi dan pergi dari sini.

Baiklah, ayo pergi.

Astaga.

Kenapa kau berdiri di sana?

Kau dari mana saja?

Semuanya sudah berakhir sekarang.

Kau dan seluruh keluarga ini.

Apa maksudmu, sayang?

Jawab dia.

Apa yang kau bicarakan?

Apa kau masih menganggapku sebagai mainan kecil anakmu?

Tidak ada wanita yang pernah bertahan dalam keluarga ini!

Sayang.

Ini akan membuatmu sadar.

Ternyata itu kau!

Itu benar.

Wanita yang kau usir

adalah ibuku!

Ibuku menghabiskan waktu bertahun-tahun sebagai simpanan suamimu,

dan kau mengusirnya hanya dengan uang receh di tangan.

Aku sudah menunggu selama 30 tahun untuk hari ini.

Akan kuhancurkan keluarga ini

lalu akan kuambil semua hal yang dan ibuku berhak dapatkan.

Hari ini adalah hari itu.

Apa?

Kalau begitu, itu artinya...

kau saudara tiriku!

Saudara tiri?

Apa kau sudah gila?

Ayahku bukan ayahmu.

Ibumu keliru karena percaya kalau aku adalah putri ayahmu!

Itu alasan dia mengusir kami!

Syukurlah!

Tidak, tidak!

Dia adikmu!

Jadi, kau Min-ja.

Bagaimana kau bisa tiba-tiba berbicara?

Apa yang kau bicarakan?

Min-ja adik tiri Ho-se?

Apa?

Istriku adalah saudara tiriku?

Tidak, ini tidak mungkin.

Kau bukan ayahku!

Ini tidak masuk akal.

Ini semua cuma omong kosong!

Tidak!

Min-ja.

Kau adalah putriku.

Kalau kau tidak percaya,

Aku tahu kau memiliki 7 tahi lalat yang berbentuk Bintang Biduk di lengan kananmu.

7 tahi lalat yang berbentuk Bintang Biduk?

Apa?

Tidak mungkin.

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7...

Ada 7.

7!

Celaka.

Tidak mungkin.

- Tidak! - Tidak mungkin.

Tidak mungkin.

Tidak bisa kupercaya.

Dasar bajingan.

Mati!

Kau tidak pantas untuk hidup!

Kau bahkan bukan manusia.

Mati saja!

Kutuk dia dengan matamu!

Jadilah lebih jahat!

Cut!

- Aku capek. - Take yang sangat bagus.

Ceritanya jadi terlalu gila.

Itu satu-satunya cara agar film ini jadi kuat dan unik.

Aku percaya pada diriku sendiri.

- Itu tidak meyakinkan. - Baiklah.

- Ini menjengkelkan. - Apa hasilnya bagus?

- Ya, hasilnya sangat bagus. - Oke.

Bagus.

Berikan padaku.

Saatnya beralih ke set berikutnya!

Ada makanan tapi tidak banyak waktu,

jadi makanlah sambil berjalan!

- Camilanmu, Bu. - Biarkan saja di sana.

Bergabunglah dengan kami.

- Kita punya makanan ringan? - Ambillah.

Makanlah bersama kami.

- Kita akan makan di luar. - Baiklah.

- Selamat menikmati. - Terima kasih.

- Hei. - Ayo makan, Ho-se.

Silakan, Bu.

- Biar aku saja. - Mau pergi ke mana?

Mulailah tanpa aku.

- Apa? - Pergilah.

Pergi! Biar aku saja.

- Cepat. - Sepertinya enak.

Kau baik-baik saja, Yu-rim?

Makanlah.

- Apa? - Kau harus makan.

Aku tidak nafsu makan. Aku mau tidur lagi.

Ayo, makan dulu.

- Kau tidak sakit, kan? - Tidak.

Hei, kau demam.

Bagaimana kalau ada apa-apa pada bayimu?

Bang.

Kau terlalu sering menyuruh saat menjagaku.

Hentikan.

Sering menyuruh?

Sudah tugasku untuk menjagamu.

Sudahlah.

Biarkan aku tidur sebentar lagi.

Kapan ini berakhir?

Aku harus syuting dramaku besok.

Tunggu di sini.

- Sutradara Kim. - Ubah seperti ini.

- Sutradara Kim. - Ya?

Yu-rim sedang demam berat sekarang.

Apa kau...

apa kau bisa mengambil adegan Yu-rim terlebih dulu?

Yu-rim di lokasi kebakaran.

Kita tidak bisa melakukannya terlebih dulu.

Apa yang terjadi?

- Biar kuperiksa. - Jangan ganggu dia.

Apa adegan Yu-rim selanjutnya?

Dia mengembara di hutan mencari Ho-se

dan terjebak dalam perangkap.

setelah itu jadi akhir dari cerita, bukan?

Kita akan melakukan adegan itu sekarang

supaya Yu-rim bisa beristirahat di antara adegan.

Apa itu bagus?

Film anti-komunis harus bersifat langsung dan tidak halus seperti ini.

Mbak.

- Mbak. - Ya?

Mereka memanggilmu.

Kau harus datang sekarang.

Gunakan sepatumu.

Berikan pakaianmu.

Cepatlah.

Apa kau baik-baik saja?

Biar kuperbaiki pakaianmu.

Lakukan saja setelah latihan.

Jangan terlalu banyak.

Akan kubuat tetap ringan.

Kru, minggir.

Waktunya untuk latihan!

Siap.

Mulai!

Sialan.

Lakukan dengan benar.

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

- Tunggu saja. - Sialan.

Cut!

Berusahalah dengan sungguh-sungguh.

Lagi?

Apa dia mengatakan semua dialognya?

Kenapa rasanya singkat sekali?

Hei.

- Seriuslah. - Apa?

Tidak akan kubiarkan orang sepertimu merusak mahakarya ini.

Aku tidak merusak apa pun.

Aku sakit dan santai saja selama latihan.

Kalau begitu, berhenti saja. Kau bahkan tidak pandai berakting.

Apa?

Dan aku alergi terhadap riasan darah.

Alergi terhadap...

Bagaimana bisa kau alergi darah palsu?

- Penyakit seperti itu memang ada! - Kalau begitu berhenti saja!

Izinkan aku berperan sebagai Yu-rim, Sutradara Kim.

- Apa kau gila? - Permisi!

- Berhenti berkelahi. - Yu-rim sedang kesulitan.

- Akting itu bukan lelucon. - Kalau begitu, jangan buat jadi lelucon.

Aku alergi!

Jadi, alergimu muncul begitu saja entah dari mana?

Bagaimana bisa Yu-rim~ku tahu soal itu?

- Bersihkan mulutmu. - Dia bukan dokter.

- Diamlah! - Tunggu.

Kenapa kau terus mengatakan "Yu-rim~ku"?

Apa kalian punya hubungan?

- Tenanglah. - Aku berbicara secara umum, oke?

Dengan "~ku",

- aku mengacu pada seluruh tim kita. - Terserah.

Diam.

Coba tunjukkan sedikit keputusasaan.

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

Tunggu saja.

- Kupikir ada orang di sana. - Seberapa sulit hal itu?

Dia benar-benar menghidupkan karakternya!

Sudah kubilang kalau aku alergi!

Tidak ada waktu, jadi akan kulakukan.

Berhentilah mengatakan itu! Semua orang di sini benar-benar gila!

Kau baik-baik saja, Yu-rim?

Aku baik-baik saja.

Tunggu.

- Aku butuh istirahat. - Kita hampir sampai.

Siapa yang memperlakukan orang sakit seperti ini?

Apa dia seorang putri atau semacamnya?

Apa yang harus kita lakukan?

Sutradara Kim,

Untuk jaga-jaga, aku akan bersiap.

Apa Yu-rim masih beristirahat?

Ya, sepertinya dia benar-benar sakit.

Ya ampun.

Kita cuma bisa merekam adegan itu di hari ini.

Apa Mi-do sudah siap?

Aku siap! Siapkan kamera.

Apa dia benar-benar siap?

Aku tidak punya banyak waktu.

Aku cuma bisa melakukannya sampai sini.

Akan kuperbaiki sebelum pengambilan gambar.

Pakaianmu...

kenapa ketat sekali?

Lengan bawah Mi-do cukup besar.

- Sama seperti Yu-rim. - Perutmu...

- Apa itu menonjol? - Apa?

- Bukannya kita punya gaun lain? - Cuma ini.

- Kenapa kita tidak... - Dimana dia?

Di mana Tn. Park?

Ada apa dengannya?

Sama saja.

- Kita harus bergegas. - Sama?

- Ayo cepat dan lakukan pengambilan gambar. - Apa?

- Apa dia benar-benar melakukannya? - Apa kau mencoba merusak film ini?

Yu-rim.

Bahaya kalau kau merasa kesal.

Si aktris ada di mana? Kenapa dia melakukan ini?

Kenapa dia mencuri peranku?

- Kalau begitu, kau saja yang lakukan. - Aku kelelahan.

- Yu-rim kelelahan! - Diam saja.

- Lelah melakukan apa? - Apa?

Diamlah!

Urus saja urusanmu sendiri.

Ini urusanku. Yu-rim sedang mengandung!

Kenapa kau mengatakan hal itu?

Apa maksudmu?

Ini urusanku! Dia mengandung bayiku!

Hentikan!

Ini bukan bayimu!

Apa yang sedang terjadi?

Aku baru tahu soal ini.

Itu tidak penting saat ini.

Kita harus buru-buru melakukan pengambilan gambar.

Kau masih selingkuh, Ho-se?

Apa kau serius?

Aku...

butuh waktu sendirian.

- Yang benar saja, Ho-se. - Hentikan!

Kumohon...

jangan ganggu aku.

Ho-se!

Biarkan mereka berdua yang menanganinya. Ada pekerjaan yang harus kita lakukan.

Dia terlalu sensitif untuk ditinggal sendirian.

- Mereka mau merusak filmku. - Ikutlah dengan kami.

Sutradara Kim.

Tunggu, kenapa aku di sini?

Benar, Tn. Park.

- Kau mau kemana? - Bu?

Kau harus menata rambutku. Ayo.

Astaga.

Set Sutradara Kim selalu berantakan.

Apa kau menyembunyikan Tn. Park di suatu tempat?

- Kenapa kami harus melakukan itu? - Melakukan apa?

Astaga, kau siapa?

Aku sudah menyadari kalau ada hubungan antara film ini dan insiden kebakaran yang dulu.

Mohon maaf atas hal itu.

Dia menyukai metode akting.

Bukannya kau ada di TKP saat itu?

Apa kau polisi sungguhan atau semacamnya?

Aku hidup seperti seorang detektif demi aktingku.

Aku mencari tahu tentang insiden itu.

Di mana Ho-se?

Tidak ada apa-apa di sini.

Kenapa kau menyelidiki soal itu?

Hei, kenapa kau mempekerjakan orang ini?

- Kau menginginkan aktor yang berperan sebagai detektif. - Tapi, bukan orang aneh seperti dia.

Dia terkenal karena berperan sebagai detektif.

Kau berani membantah omonganku?

Kita tidak punya waktu. Ayo lakukan pengambilan gambar sekarang juga!

Cari Tn. Park dulu!

Aku berjanji setia padamu!

Kesetiaan, pantat lu mengkilap.

Aku bisa melihatnya di matamu.

Kudengar kau akan pergi ke Sutradara Lee Man-hui.

Kau keliru!

Tentu. Lupakan saja.

Ho-se!

Apa Sutradara Kim selalu seperti itu?

Jangan tanyakan hal itu padaku.

Keluarlah dari sini sekarang, Ho-se!

Buka!

Ada apa di dalam sana?

Kepala Choi ada di sini!

- Apa yang harus kita lakukan? - Bu.

Hei.

- Ya? - Aku harus bersembunyi.

- Kau tidak bisa melakukan itu. - Katakan padanya kalau aku pergi.

Kita semua akan ditangkap kalau tidak bertindak dengan bijak!

Tenang saja.

Buka!

- Buka pintunya. - Aku harus melakukannya.

Berikan kuncinya.

Aku akan membukakan pintu!

Tunggu sebentar!

Siapa yang menguncinya?

Siapa yang melakukan ini?

- Cepatlah! - Tunggu sebentar.

- Aku mohon maaf. - Tunggu sebentar, Pak.

- Ini dia. - Sekarang sudah buka.

- Selamat datang, Kepala Choi. - Apa yang membawamu kemari, Pak?

Di mana Tn. Park?

Bukannya dia ada di sini?

Ya, tapi dia sudah pergi.

Kalau begitu, kenapa dia tidak bisa dihubungi?

Kenapa bisa begitu?

- Cari dia. - Ya, Pak.

- Astaga. - Itu tidak perlu.

Dan juga,

kalian melakukan apa di sini secara rahasia?

Ini pengambilan gambar yang sangat terbuka, Pak.

- Begitukah? - Ya.

- Itu benar. - Ya, benar.

Kenapa pintunya terkunci?

Ya, kenapa terkunci?

Itu benar.

Baru-baru ini ada alat peraga yang dicuri.

- Itu benar. - Beberapa ekor kucing masuk.

- Kucing-kucing itu... - Mereka birahi.

- Dan aku memberi mereka makan terlalu banyak. - Alat peraga...

Omong kosong.

Di mana Sutradara Kim?

Sutradara Kim.

Bukannya itu dia?

- Ya. - Dia sangat cepat.

Dia lari ke mana?

Tunggu sebentar, Kepala Choi.

Biarkan dia untuk saat ini.

Kenapa kau tidak ke kantor saja?

- Ayolah. - Kita perlu mendiskusikan sesuatu.

Dan aku ada hadiah bagus untukmu.

Kenapa dia melarikan diri?

- Dia tidak melarikan diri. - Bawa dia ke atas.

Hei, dengar.

- Perhatikan langkahmu. - Beritahu semua orang untuk beristirahat

dan suruh Sutradara Kim ke atas.

Ayo.

Dan bawalah naskah yang baru.

Kau seharusnya merasa lega.

Bergembiralah.

Aku merasa bingung.

Sejujurnya, aku yang paling harus disalahkan.

Hal ini bisa menjadi berkah yang tersembunyi.

Pikirkan tentang hal ini.

Bagaimana kalau itu bayimu?

Memang Yu-rim salah karena membohongimu,

tapi keadaanmu lebih baik sekarang.

Bersikap baiklah padanya.

Dia sendiri yang datang ke sini

karena kesetiaannya padamu.

Jangan biarkan dia tersakiti.

Kapan aku...

Kita semua harus berhati-hati karena dia!

Kalau begitu, kenapa kau menggunakan laba-laba asli?

Apa kau pernah menjadi orang tulus di depan kamera?

Yang kuinginkan hanyalah melihat akting yang tulus.

Apa itu cuma untuk kebaikanku?

Bayangkan dirimu berbohong di layar lebar.

Bukankah itu mengerikan?

Aku tidak ingin ada orang yang menyesal.

Itu alasanku melakukan ini.

Kalau begitu, kenapa kau ada di sini?

Sutradara Kim?

Mirasnya enak.

Masih banyak lagi yang lainnya.

Apa ini film anti-komunis?

Yah...

Dengan mengubah akhir cerita,

film ini menjadi film anti-komunis yang luar biasa.

- Itu benar. - Benarkah begitu?

Lalu...

bagaimana kelanjutannya dari sini?

Yah...

Kita perlu melakukan pengambilan gambar ulang mulai dari adegan ini.

- Dari adegan pembakaran? - Ya, Pak.

Dalam arti tertentu, adegan ini menjunjung tinggi demokrasi liberal

dan merindukan era baru yang akan datang.

Itu benar.

Jadi, semua orang komunis dibakar?

Tentu saja.

Ini adalah ritual sakral untuk membakar ideologi jahat.

Kalau film berakhir dengan Madam Oh membunuh suaminya,

film ini hanya akan jadi drama bergairah lagi.

Nah, apa yang dimaksud dengan plan-séquence?

Pengambilan gambar yang lama

pada suatu adegan tanpa cut.

Oh, begitu.

Jadi, kau ingin menunjukkan kalau orang komunis terbakar dalam waktu yang lama?

Ya, bisa dikatakan demikian.

Bakar semua komunis seperti minuman panas ini, Pak.

Baiklah.

Apa yang kau lakukan? Teruskan!

Terima kasih banyak!

Pergilah!

Terima kasih, Kepala Choi.

Kami akan melakukan yang terbaik untuk tidak mengecewakanmu, Pak.

Terima kasih.

- Kau lihat Mi-do? - Tidak.

- Di mana Mi-do? - Siapa Mi-do?

- Kau di tim mana? - Sinematografi.

Dilarang merokok di lokasi syuting!

Apa yang kau lakukan, Mi-do?

Kau juga merokok?

Apa kau mau membakar seluruh tempat ini?

Kenapa kau tidak bersiap-siap?

Kita bisa melakukan pengambilan gambar lagi?

Aku sudah membujuknya.

Ayo lakukan.

Aku menghormatimu, Sutradara Kim.

Oke, simpan rasa hormatmu untuk nanti.

Aku mencintaimu!

Itu bahkan lebih buruk lagi. Cepatlah dan bersiap-siap.

Ya, Sutradara Kim.

Ayo buat mahakarya seperti Love Like a Flame.

Baiklah.

Apa kau benar-benar bisa melakukan ini? Berakting bukan hal yang mudah.

Aku bisa merasakannya.

Aku akan pergi sekarang.

Astaga.

Duduklah di sini, Kepala Choi.

Apa aku boleh minum di lokasi syuting?

Kau pasti bisa, Kepala Choi.

Minuman ini rasanya seperti surga.

- Kemana aku harus pergi? - Sana.

Bukan, bukan di sana.

- Ini. - Di sini?

Tidak, di sini.

Di sini?

Bukannya peran ini dimainkan Yu-rim?

Ya, tapi Yu-rim kebetulan

alergi terhadap darah.

Apa kau bisa mengubah aktris utama seperti itu?

Kadang-kadang,

pemeran pengganti menggantikan aktor dalam adegan sulit.

Apa kita harus latihan dulu?

Kita mulai latihan.

Kru, minggir.

Ini dia!

Siap.

Ayo!

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

Tunggu saja.

Apa itu?

Itu bagus.

Kerja bagus.

Itu bagus.

Namun,

- kau bisa melakukan yang lebih baik. - Oke.

Ayo coba lagi.

- Oke. - Oke.

- Dia tidak mirip Yu-rim. - Kita bisa menutupi wajahnya.

- Cukup tutupi wajahmu dengan rambut. - Benar, oke.

Aku tidak bisa membedakan kalian berdua sekarang.

Kalau begini, aku tidak bisa melihat apa-apa.

- Lihat saja ke bawah. - Bawah? Oke.

Ini dia. Siap.

- Rolling. - Mulai!

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

Tunggu saja.

Dia terlihat seperti hantu.

Kau terlihat sangat menakutkan. Ini bukan film horor, kau tahu?

- Dia seperti hantu. - Apa kau hantu?

- Kenapa tidak menoleh? - Kepalaku?

Tidak, lewat sini.

Ayo coba lagi.

Tunggu sebentar!

Aku butuh air.

Akting memang...

kelihatannya mudah,

tapi para aktor tampak gugup di depan kamera.

Mereka harus menghilangkan kegelisahan mereka.

Oke, ini dia.

Rolling.

Mulai!

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

Tunggu saja.

Mulai berjalan.

Turunkan lenganmu.

Bagus.

Ini seharusnya menjadi pelepasan ketegangan emosi.

Teruslah berjalan tanpa menoleh ke belakang.

Cut, Sutradara Kim!

- Ini mengerikan. - Cut!

Aku setuju denganmu, Pak.

- Asisten Sutradara. - Ya?

- Cek keadaan Yu-rim. - Apa-apaan ini?

- Baiklah. - Siapa itu?

Sutradara Kim!

Kenapa Yu-rim? Apa aku dikeluarkan?

Apa dia siap?

Ya, aku sudah selesai.

Aku sudah selesai. Kau sudah siap.

Akting tidak untuk semua orang.

Konyol sekali.

Ayo pergi.

Kepala Choi ada di sana?

Ya, ayo pergi.

Tidak ada yang kelupaan?

Lihat, ini Yu-rim.

Benar, Sutradara Kim.

Ya?

Aku seharusnya marah dan merasa frustrasi pada Ho-se, kan?

- Itu benar. - Aku tahu itu.

Aku juga memikirkan hal yang sama.

Aku mengerti sepenuhnya.

Oke.

Dia sangat bersemangat.

Aku kebetulan memberinya nama itu saat dia pertama kali memulai,

aku terinspirasi dari film Hong Kong dengan judul Passionate Yu-rim.

- Passion... - Ya, Passionate Yu-rim.

Apa semuanya sudah siap?

- Bisa kita mulai? - Oke.

Ayo pergi.

Kami sudah siap.

- Ini dia! - Tunggu sebentar.

Dia mulai masuk ke dalam karakternya.

Hei, kau tidak perlu berada di sini.

Siap.

Rolling.

Mulai!

Seharusnya aku tidak pernah mempercayai seorang pria.

Tunggu saja.

Terasa begitu nyata dengan aktor yang sesungguhnya.

Aku bisa merasakan emosinya.

Kau benar-benar tahu banyak tentang pembuatan film, Kepala Choi!

Cut, oke!

Sungguh luar biasa.

Itu bagus.

Dasar jalang licik.

Apa yang tadi sudah bagus?

Itu lebih dari sekadar bagus!

Bagaimana kau bisa memikirkan tentang merobek gaunmu untuk menghentikan pendarahan?

Itu muncul secara alami karena aku selalu tenggelam dalam karakterku.

Itu alasannya kau adalah Yu-rim yang penuh gairah.

Dia luar biasa, kan?

- Dia memang bergairah! - Tepat sekali.

Ayo lanjutkan ke set berikutnya!

Sutradara Kim.

Tidak akan mudah

untuk mendapatkan adegan kebakaran dalam sekali take.

Karena itulah hal ini layak dilakukan.

Kita harus membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Semakin sulit adegan yang akan dilakukan,

semakin besar dampaknya.

- Begitulah pembuatan film. - Oh, begitu.

- Percayalah padaku. - Baiklah.

Tapi, kita harus mulai dari awal kalau ada yang melakukan kesalahan, kan?

- Itu benar. - Masalahnya adalah,

kita harus menyerahkan kamera untuk pengambilan gambar yang lain.

Mereka membutuhkannya kemarin, tapi aku memohon

dan kita diberi waktu sehari lagi.

Kapan mereka sampai di sini?

Mereka sudah ada di sini.

Di mana?

Halo.

Bagus.

Sekarang, saatnya klimaks.

Aku tidak sabar menunggu.

Apa ini rencana kedua?

- Plan-séquence. - Oh, begitu.

Jadi, di sinilah mata-mata komunis dibakar sampai mati?

Mereka akan terbakar menjadi abu.

Menjadi abu!

Pemandangan yang benar-benar luar biasa.

Aku sangat senang.

Sekali lagi,

kita harus berhasil melewatinya tanpa satu kesalahan pun.

Tetap waspada, terutama Madam Oh.

- Baiklah. - Bagus.

Semua orang siap? Turun dari set!

Apa ini take yang asli?

Ya, kau mulai dari sana.

Pastikan untuk menangkapku.

Buatlah hujan!

Apa kita sudah siap?

Ya, benar.

- Siap. - Rolling.

Mulai!

Min-ja perlahan-lahan menuruni tangga.

Dia menyadari sesuatu dan berhenti.

Itu benar.

Kamera, tarik ke belakang secara perlahan-lahan.

Madam Oh, bersiaplah.

Belum, Madam Oh.

Tekuk lututmu.

Bagus.

Kamera, dengan perlahan...

turun.

Kamera, bergerak maju. Madam Oh, sekarang bagianmu.

Cepatlah pergi.

Tutup pintunya dan buatlah hujan!

Kami adalah satu-satunya studio di Korea yang bisa melakukan hal ini.

COBWEB

Kau tidak bisa melihat apa pun sekarang, bukan? Tidak lama lagi akan terbuka.

Kamera harus berputar 360 derajat untuk pengambilan gambar yang satu ini.

Pintu akan terbuka setelah kamera berbalik ke arah lain.

Madam Oh...

kau sedang dilanda konflik saat ini.

Madam Oh, berhenti!

Memelototi Presiden Kang dengan kemarahan dan cemoohan yang membara.

Sekarang, masuklah.

Masuk ke sini.

Ambil korek api dengan hati-hati di atas meja, Madam Oh.

Sekarang, tutupi tubuhnya dengan selimut.

Kemudian tuangkan bensin ke seluruh ruangan.

Pelan-pelan.

Itu benar.

Kau seharusnya merasakan kesedihan, penyesalan, dan kemarahan.

Ganti jenazahnya.

Bergerak dengan cepat.

Buka pintunya!

Pergilah kalau kau sudah selesai!

- Sekarang, kalimat terakhir dari Madam Oh. - Pegang aku.

Aku tidak pernah membayangkan hidupku...

dan keluarga ini akan berakhir seperti ini.

Kuharap aku tidak akan pernah melihatmu lagi

- bahkan di kehidupan selanjutnya. - Kepala Choi?

Pergilah ke neraka, bajingan terkutuk!

Bisa kurasakan air mataku menetes.

Nyalakan korek api.

Lempar!

Keluarkan api dari bidikan.

Berbalik dan tinggalkan ruangan.

Bersiaplah, Yu-rim!

Bersiaplah!

Katak emas!

Bersiaplah, pemeran pengganti!

Ikuti dia.

Cepat.

Pemeran pengganti, keluar! Madam Oh, berbaringlah!

Min-ja!

Dia mengambil kodok emas itu.

Min-ja sudah membunuh sekali. Apa artinya membunuh sekali lagi?

Jangan ragu!

Pukul dia!

Madam Oh, tetaplah diam.

Siapkan api.

Ambil kunci dari lehernya.

Nyalakan api!

Min-ja tersenyum puas.

Cepatlah!

Dia menatap kobaran api yang menderu-deru dan berlari ke lantai dua!

Bersiaplah, Yu-rim.

Tn. Park...

Tn. Park dan pemburunya ada di atas sana!

- Apa? - Apa yang harus kita lakukan?

Mereka di atas sana?

- Apa yang harus kita lakukan? - Tn. Park di atas sana?

Mereka akan terbakar sampai mati!

- Akan kuberitahu Sutradara Kim. - Tunggu.

- Menatap Madam Oh. - Sutradara Kim?

Lihat kodok emas yang ada di sini.

Kemudian ambil.

Ada orang di atas sana.

Tunggu, beri aku waktu 30 detik.

Kita harus berhenti.

Apinya menyala. Kita tidak bisa berhenti!

Tn. Park ada di atas sana!

Tunggu, aku cuma butuh 20 detik!

Yu-rim berjalan ke lantai atas dengan ekspresi misterius di wajahnya.

- Haruskah aku pergi ke sana? - Lihat ke ata--

Aku membutuhkan kalian di lokasi syuting.

Kau dan kau, periksa!

Minggir!

Lihatlah ke lantai dua secara misterius.

- Kemudian berjalanlah ke lantai atas secara perlahan. - Langit-langitnya terbakar.

Melangkahlah.

- 10 detik! - Sutradara Kim!

Langit-langitnya akan runtuh!

5 detik!

Melangkahah.

Melangkahlah, lalu langkah lainnya!

2, 1...

Cut, oke!

Oke, padamkan api!

Ambil kamera!

WASPADALAH TERHADAP KEBAKARAN

Apa kau mendapatkan semuanya, Hong?

Apa kau sudah mengabadikan semuanya?

- Ya, benar! - Bagus!

Yu-rim!

Yu-rim!

Aku datang untuk menyelamatkanmu!

Aku menangkapmu, Yu-rim!

Bukannya itu Tn. Park?

Ya ampun.

Apa yang terjadi?

Kemarilah, Tn. Park!

Sialan.

Tn. Park!

Ya ampun!

Oh, tidak!

Kemarilah, Presdir Baek!

Tidak bisa kupercaya. Hal yang sama terjadi lagi.

Apa kau membicarakan kejadian sebelumnya?

Enyahlah!

Apa yang terjadi di sini, Presdir Baek?

STUDIO FILM SHINSEONG

Yu-rim!

Maaf, aku akan berbicara denganmu nanti.

Aku benar-benar harus pergi.

Maafkan aku!

Berhati-hatilah, jangan lakukan hal yang berbahaya,

dan jalanilah kehidupan yang baik!

- Di mana mobilmu? - Sebelah sana.

- Sampai jumpa. - Selamat tinggal!

- Selamat tinggal. - Selamat tinggal.

Apa kau sudah mempelajari soal kematian Sutradara Shin yang berapi-api?

Pengambilan gambarnya sudah selesai, jadi apa gunanya sekarang?

Aku melakukannya untuk tetap berada dalam karakter.

Kau adalah profesional sejati.

Kau menjadi Detektif Hwang.

Aku mau mencoba peran berbeda sekarang.

Mungkin drama sejarah?

Kedengarannya bagus.

Naiklah, Yang Mulia!

- Naiklah. - Ya, Yang Mulia.

- Kerja bagus, semuanya. - Kerja bagus.

- Kerja bagus. - Kerja bagus.

Semua orang!

Kalian boleh pergi!

Selamat tinggal!

Cari tahu kapan truk peralatan tiba.

- Kerja bagus, Pak. - Kerja bagus!

Parkir mobil di sini!

Terus buat cadangan.

Berhenti!

SHINSEONG FILM STUDIO

Tidak.

Tidak!

Apa yang terjadi?

Sutradara Shin pingsan!

Sutradara Shin!

Asisten Sutradara!

Cepat, masuk ke sana!

- Bawa air! - Kami butuh air!

Di mana airnya?

Sutradara Shin!

Kita harus menyelamatkannya! Sutradara Shin!

LOVE LIKE A FLAME OLEH SHIN SANG-HO

Sutradara KIM YEOL

Dasar bajingan!

Baiklah, mati saja.

Tidak pernah kubayangkan kalau hidupku...

dan keluarga ini akan berakhir seperti ini.

Kuharap aku tidak akan pernah melihatmu lagi

bahkan di kehidupan selanjutnya.

Pergilah ke neraka, bajingan terkutuk!

Lepaskan!

Apa kau pikir aku akan mati begitu saja?

Mbak!

Yu-rim.

Kau baik-baik saja?

Ini pasti kunci dari brankas keluarga.

Aku mau tahu seberapa kaya keluarga Kang.

Rumornya, mereka memiliki segunung uang tunai.

Kau tahu?

Aku juga tidak tahu.

Berapa pun jumlahnya,

keluarga terkutuk ini semuanya sudah mati.

Jadi, kita berdua bisa membagi isi brankas.

Tapi, kuncinya ada di tanganku.

Apa maksudmu?

Ini semua rencanaku.

Lakukan saja apa yang kukatakan!

Mbak,

kenapa kau takut?

Aku cuma bercanda.

Kau pikir aku akan mengkhianatimu?

Jangan khawatir.

Jangan bergerak.

Aku akan membuka brankas.

Apa yang kau lakukan, Mbak?

Lagipula, uang itu terlalu banyak untuk 1 orang!

Aku cuma butuh sedikit.

Jangan serakah!

Aku sudah merencanakan ini terlalu lama,

membiarkan tamu yang tidak diundang mengambil apa yang menjadi milikku.

Aku harus menyingkirkanmu.

Maafkan aku.

Mbak.

Dia yang membunuhmu, bukan aku.

Jangan anggap hal ini sebagai sesuatu yang merugikanku.

Kenapa kau harus ada dalam hidupku?

Aku sudah menunggu hari ini selama 30 tahun lamanya.

Beginikah akhir dari pembalasan dendamku?

Hidup...

memang sia-sia.

Laba-laba!

Aku benci laba-laba!

Aku benci laba-laba! Tolong aku!

Aku...

benci...

laba-laba.

Nyonya?

Presdir Kang?

Diterjemahkan oleh 8uckminsterfullerena Dukung saya di: trakteer.id/8uck314

Jangan main judi online!

Bravo!

Ayo pergi, Cobweb!

Bravo!

Subtitle translation by: Ji-hun Lee

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.