All language subtitles for The First Frost (2025) - 01

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari Download
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh Download
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî) Download
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

♪Pernah melalui hujan dan badai♪

♪Pernah melihat pasang dan surut♪

♪Kau tetap begitu tenang♪

♪Seperti anak kecil yang memandang bintang♪

♪Aku pernah membaca matamu♪

♪Hingga baru memahamimu dalam sekejap♪

♪Di dunia kotor ini aku tidak tega membiarkan♪

♪Kau memperjuangkan kemanusiaan seorang diri♪

♪Takdir mempertemukan kita♪

♪Mungkin untuk membuatmu percaya♪

♪Bahwa semua keraguanmu dulu♪

♪Bisa kubuktikan♪

♪Kuputuskan♪

♪Berani keras kepala hanya untuk dirimu♪

♪Tidak takut meski dunia benar dan menganggapku salah♪

♪Suatu hari nanti semua ini akan menjadi kenangan♪

♪Semua rintangan akan menjadi pemandangan kehidupan♪

♪Berani keras kepala hanya untuk dirimu♪

♪Tidak takut meski dunia benar dan menganggapku salah♪

♪Meski pada akhirnya semua orang menjadi musuhku♪

♪Aku tidak akan menyesal pernah sepenuh hati♪

♪Mencintaimu♪

♪Membujukmu♪

♪Menemanimu♪

♪Aku pernah mencintai kekeraskepalaanmu♪

[Sulit Dibujuk]

[Diadaptasi dari novel berjudul "The First Frost" karya Zhu Yi]

Wen Yifan.

Apakah aku hanya cadangan bagimu?

Selamat tinggal.

Selamat tinggal.

[Episode 1] [Selamat Tinggal, Sang Yan]

[Mobil Wawancara Berita, Tim Program "Chuan Da" Stasiun TV Nanwu]

[Enam Tahun Kemudian]

Mereka mengejar terlalu dekat.

Tidak apa-apa, kau mengemudi dengan hati-hati.

Kita harus lewat mana?

Belok kiri.

Hati-hati!

Kalian lari cukup cepat.

- Lari. - Apakah kau mau balapan denganku?

Turun!

- Cepat buka pintunya! - Buka!

Buka! Apakah kau dengar tidak?

Turun!

Cepat!

Turunkan!

Turunkan jendelanya!

- Sudah kubuka, Kak. - Mau balapan, ya?

Mana barangnya?

Di belakang.

Stasiun TV Nanwu.

Aku ingat kalian.

Jangan paksa aku untuk menghancurkan stasiun TV kalian.

Bagaimana ini, Kak?

Yang penting selamat dulu.

Wen Yifan,

aku tidak peduli seberapa baik kinerjamu

di Koran Yihe, media cetak tradisional ini.

Jika kau tidak bisa beradaptasi,

aku minta maaf.

Setelah masa percobaan berakhir,

kau akan tereliminasi.

Suara apa itu?

Turun.

- Panggil ambulans. - Kak.

Haruskah aku menggunakan ponselku untuk mengambil beberapa gambar dulu?

Menyelamatkan orang lebih penting atau berita?

Halo,

di sini mengalami kecelakaan mobil.

Aku di Distrik Binjiang,

Jalan Hongguang.

Benar.

Tolong Anda segera datang.

Tunggu sebentar.

Ayo.

Berikan tanganmu padaku.

- Tolong! - Pelan-pelan.

- Pelan-pelan! - Jangan lepas tangannya!

Kita celaka.

Hati-hati!

Terima kasih.

Apa yang sedang kau lakukan?

Apa? Apa yang sedang aku lakukan?

Aku mencuci pakaian, apa yang sedang aku lakukan?

Kali ini aku tidak mau mencuci denganmu.

Kali ini aku mencuci duluan.

Selain itu, kau jangan merasa aku takut padamu, oke?

Kau selalu mengadu ke pemilik rumah.

Jika kau berani, makanlah aku.

Lepaskan!

Halo, Qiao.

Akhirnya kau mengangkat telepon.

Apakah kau tahu siapa yang aku temui tadi?

Aku bertemu dengan teman sebangku aku di SMA,

wakil ketua kelas yang sangat tampan itu.

Yang penting,

penampilanku berantakan.

Dari pagi hingga sekarang,

aku sudah menerima sepuluh pesanan.

Aku sangat kacau.

Aku hampir mati memalukan.

Mana mungkin semudah itu mati?

Kenapa kau mencariku?

Bagaimana kalau kita keluar bersenang-senang malam ini?

Reporter Wen,

kau sudah lembur selama seminggu berturut-turut.

Jika kau tidak mencari hiburan,

aku khawatir kau akan mati mendadak.

Temanku bilang,

ada toko baru buka di Jalan Bar.

Bosnya sangat tampan.

Kenapa suara air di tempatmu?

Apakah kau sedang mencuci piring?

Aku cuci muka.

Kau baru bangun?

Sudah pukul dua.

Apa yang kau lakukan kemarin?

Insomnia.

Kakak akan mengajakmu melihat pria.

Pria yang

tampan,

segar,

dan hangat.

Tidak punya energi untuk melihat pria.

Lihat sekilas saja.

Baiklah, sudah diputuskan.

Sampai jumpa malam ini.

Sampai jumpa.

Apakah kau yakin

benar-benar ada toko di sini?

Setiap hari sepulang kerja,

aku lewat sini dan tidak menemukannya.

Akhir-akhir ini,

semua orang suka makan, minum, dan bersenang-senang di sini.

Santai.

Berbaring.

Hidup lambat.

Tidak heran di sini dulu namanya Jalan Bar.

Kau lihat sana.

Lembur.

Benar-benar merusak suasana.

Nama ini sangat bagus, sangat perhatian.

Ini seperti payung pelindung bagi pekerja kantoran.

Nanti malam,

[Lembur] atasan menelepon dan bertanya di mana,

kau bilang saja aku sedang lembur.

Baru buka.

Benar.

Tidak heran aku tidak menemukannya sebelumnya.

Ayo pergi.

Lihat.

Masuklah.

Oke.

Benar saja, ini adalah surga bagi karyawan lembur.

Lalu apakah bosnya tidak ada di sini?

Halo,

ada yang bisa dibantu?

Tidak.

Kami akan melihat-lihat sendiri.

Baiklah.

Jika butuh sesuatu, silakan pindai kode untuk memesan.

Oke.

Mungkinkah itu pelayan tadi?

Tidak mungkin.

Katanya bos di sini

adalah pria primadona di sekitar Jalan Bar.

Jadi, yang di samping ini?

Seharusnya juga bukan.

Oh, ya.

Bukankah hari ini aku bilang,

aku bertemu dengan seorang pria di jalan?

Dia adalah wakil ketua kelas kita di SMA kelas satu.

Sepertinya dia juga kuliah di Universitas Nanwu.

Selain itu, satu kelas dengan Sang Yan

di kelas kalian.

Namun, kemudian aku tidak terlalu sering bertemu dengannya.

Oh, ya. Apakah kau masih ingat Sang...

Lihat.

Apakah itu bos barnya?

Aku belum selesai memesan.

Kau ke sini untuk melihatnya.

Lihat.

Apakah itu dia?

Cepat lihat.

Pria yang punggungnya sangat tampan.

Kenapa itu dia?

Jangan dilihat lagi, ayo pergi.

Maaf.

Kenapa bisa begitu ceroboh?

Tidak apa-apa.

Aku pergi ke toilet untuk membersihkannya.

Seharusnya bisa dicuci, 'kan?

Maaf.

Maaf.

Tidak apa-apa.

♪Kebohongan yang berdebu, menutupi luka♪

♪Bersembunyi di pelupuk matamu♪

♪Jangan mengembara dalam mimpi♪

♪Sayangku, jangan ucapkan selamat tinggal♪

♪Bisakah kau memelukku erat di malammu yang menusuk tulang?♪

♪Kau tidak perlu bersembunyi lagi♪

♪Kali ini♪

Baru saja aku melihatmu tadi.

Ganti ini.

Aku adalah bos Bar Lembur.

Margaku Sang.

Dia tidak mengenali aku.

Aku minta maaf, karena kesalahan kami,

menyebabkan masalah dan ketidaknyamanan bagi Anda.

Anda bisa memberitahuku jika Anda memiliki kebutuhan.

Selain itu,

semua pengeluaran Anda di toko malam ini

akan digratiskan.

Semoga tidak memengaruhi suasana hati Anda yang baik.

Sepertinya dia benar-benar tidak mengenali aku.

Tidak perlu, tidak apa-apa.

Kalau begitu, aku permisi dulu.

Sang...

Aku harus berpura-pura tidak mengenalnya, 'kan?

Pria Primadona Sang.

Pakaianmu.

Pria Primadona

Sang?

Maaf,

tempat kami adalah bar yang serius.

Sayang sekali.

Bukankah kau senang memakai pakaianku?

Sepertinya aku lebih terkenal daripada Bar Lembur.

Ambil kembali sebagai kenang-kenangan.

Sudah kembali.

Tadi aku bertemu bos di toilet.

Dia bilang...

Dia benar-benar berkata demikian?

Kenapa dia tidak menyuruhmu

langsung membawanya pulang dan membingkainya?

Itu maksudnya.

Namun, kau jangan terlalu memperhatikannya.

Kakak Tampan, kami ingin memesan.

Bagaimanapun, ini adalah andalannya.

Aku akan melihat.

- Kau benar-benar pergi? - Aku benar-benar melihat.

Kakak Tampan, kami ingin memesan.

Ada yang dibutuhkan?

Sudahlah.

Kenapa ada orang di sebelahnya?

Dia sangat populer di kalangan wanita, ya.

Halo, ini minuman Anda

dan uang kembalian Anda.

Apa maksudnya?

Maaf, tadi aku yang salah.

Bos sudah menginstruksikan,

pesanan meja Anda gratis.

Tidak perlu begitu serius.

Uangnya ambil kembali saja.

Tidak apa-apa.

Mentraktir wanita cantik minum juga normal.

Terima kasih.

Di mana bosnya?

Berikan aku segelas anggur.

Tidak mau menerima?

Kak Yan.

Ini mungkin bukan uang anggur.

Aku baru saja mendengar kedua tamu ini berkata...

Apakah kau melupakan tujuanmu datang ke sini?

Dengan melihat,

bagaimana mungkin itu sesuai dengan perkataan dan tindakannya?

Ini mungkin...

Katakan.

Tip untuk Anda.

Kak Yan, apakah kau mau menerimanya?

Kalau begitu, aku permisi dulu.

Bos.

Bagaimana situasinya?

Kita belum sampai harus

kau membantu pemasukan seperti ini, 'kan?

Diandian,

apakah kau nyaman tinggal

di rumah yang aku carikan?

Meskipun lingkungan di sana tidak terlalu baik,

kelebihannya adalah transportasinya yang nyaman.

Dengan begitu, kau akan lebih mudah saat bekerja.

Jika saat SMA dulu,

aku tidak memilih untuk putus dengannya,

bagaimana aku sekarang?

Apakah akan lebih bahagia

dan lebih berani daripada sekarang?

Di dunia ini,

apakah benar-benar ada aku yang lain?

Di ruang waktu yang paralel,

dia menempuh jalan yang sama sekali berbeda dariku.

Jika kami bertemu saat ini,

aku tidak tahu

bagaimana diriku yang lain akan memandangku.

Diandian,

aku sedang berbicara denganmu, apakah kau mendengarnya?

Apa yang kau katakan?

Aku bilang, aku telah mencarikan rumah untukmu.

Apakah kau sudah terbiasa tinggal di sana?

Lumayan.

Baiklah kalau begitu.

Kalau begitu, aku sampai stasiun.

Hati-hati di jalan. Kirimi aku pesan di WeChat setelah sampai.

- Baik. - Sampai jumpa.

Hati-hati.

♪Di hari ketika kembali mendengar kata perpisahan♪

♪Aku kembali menangis berulang kali♪

♪Sambil menyeret kenalan lama yang ingin berpamitan♪

♪Kisah berikutnya♪

♪Akan menjadi lebih baik♪

♪Lembar jawaban waktu♪

♪Diserahkan terlambat♪

♪Titik akhir terus berkelok-kelok♪

♪Aku takut kau datang terlambat♪

♪Membiarkanku berlalu di antara lautan manusia♪

♪Setiap malam panjang sebelum pertemuan kita♪

♪Sia-sia kulewati♪

♪Demi mencari, rasa sakit tidak bisa dihindari♪

Kenapa baru kembali?

Hari ini aku tidak akan mencucikan pakaian untukmu.

Aku cuci duluan.

Sudah kembali. Ayo makan bersama.

Tidak perlu.

Ayo, Yifan, kemari dan makan bersama.

Tidak perlu, terima kasih.

Si Paman Gemuk

bisakah kau jangan seperti ini terus?

Istriku mencuci pakaian di musim panas,

kau juga memasukkan pakaianmu ke dalam.

Apakah kau tidak merasa jijik?

Ini infeksi silang.

Infeksi silang apa?

Aku sangat bersih.

Aku mandi dua hari sekali.

Kau punya dermatitis dan kutu air.

Kau bersih?

Kuberi tahu kau, kuperingatkan kau,

kuperingatkan kau,

mulai sekarang jangan seperti ini lagi.

♪Mungkinkah melupakan beberapa harapan♪

♪Malah ada♪

♪Kejutan yang muncul♪

Nona,

mau minum apa?

Saat kami datang makan malam kemarin malam,

ada gelang yang terjatuh.

Apakah ada yang menemukannya?

Gelang?

Anda

duduk di meja yang mana saat itu?

Meja itu

Meja pertama.

Dua hari ini,

aku sudah memeriksa barang hilang.

Aku belum melihat gelangnya.

Zhuo.

Bisakah kau kemari sebentar?

Nona ini duduk di meja itu.

Apakah kau melihat gelang?

Hari itu aku tidak sengaja menabrakmu.

Maaf.

Kak Yan yang membereskan tempatnya.

Saat dia mengambil pakaiannya,

sepertinya dia juga mengambil gelangnya.

Tidak apa-apa.

Jika begitu, aku akan meninggalkan informasi kontak.

Baiklah.

[Lembur]

Silakan Anda tulis di sini.

Aku adalah bartender di sini,

He Mingbo.

Jika ada masalah lebih lanjut,

kau bisa datang kepadaku kapan saja.

Jika sudah ditemukan, hubungi ini.

Tidak menyerah.

Bahkan datang untuk meninggalkan informasi kontak.

Kak Yan,

dia menjatuhkan gelang kemarin.

Jika begitu, cepat cari.

Jangan biarkan tamu merasa kita lalai.

Bos,

setiap hari aku melihat barang hilang.

Tidak ada gelang.

Apakah kau sudah tua dan rabun?

Mana mungkin?

Apa yang kau katakan ini...

Setiap hari aku melihatnya.

Hanya ini.

Bagaimana mungkin ada?

Ini...

Ketemu.

Apakah ini?

Terima kasih.

Sama-sama.

Bukankah di sana

tidak ada apa-apa?

Iya.

Gelangnya sudah ditemukan?

Terima kasih banyak.

Itu pemberian orang yang kusuka.

Kalau begitu, aku akan mencari kau lain hari untuk mengambilnya.

Aku antar makanan dulu.

Aku cinta padamu, Diandian.

Apakah ada yang ingin kau makan?

Aku kebetulan keluar untuk membeli makanan.

Tidak perlu, terima kasih.

Jika begitu, kami pergi dulu.

- Tidak menyangka itu aku, 'kan? - Lepaskan aku!

- Kau berteriak juga tidak ada gunanya. - Lepaskan aku!

Istriku baru akan kembali dua jam lagi.

- Lepaskan! - Kau tenang

dan tunduk padaku saja!

Berhenti!

Apakah kau yakin aku hanya mengintip?

Apakah kau yakin aku tidak memasang kamera pengintai?

Kau sebatang kara.

Jika aku melakukan sesuatu padamu,

tidak ada yang akan peduli.

Apa yang kau lakukan?

Aku hanya ingin melindungimu.

Lihatlah betapa kesepiannya kau.

Bahkan di hari raya pun tidak ada yang menemanimu.

Lapor polisi!

Mereka memukulku!

Lihat wajahku yang penuh luka ini!

- Akulah korban sebenarnya! - Aku hanya bertindak demi keadilan.

- Bertindak demi keadilan. - Mereka memiliki hubungan gelap!

Kuberi tahu kau,

semua orang Timur Laut adalah pahlawan hidup.

Nona Wen, jangan khawatir.

Rekan kami

baru saja pergi ke rumah sewaanmu untuk memeriksa.

Di tempat kejadian,

tidak terlihat kamera pengintai.

Kau bisa pulang dengan tenang.

Kalau kau masih khawatir,

mau kami antar pulang

dengan ditemani anggota kami?

Tidak usah,

terima kasih.

Kau sebatang kara.

Jika aku melakukan sesuatu padamu,

tidak ada yang akan peduli.

Mau tidur?

Mari.

Bukankah tadi kau ribut mau tidur?

Ini bukan salahmu.

Jaga dirimu dan anakmu.

Ibu.

Siapa yang salah?

Apakah ini salahku?

Diandian.

Qiao.

Kenapa kau datang malam-malam begini?

Aku mengantarkan gelangmu.

Cepat masuk.

Diandian datang?

- Bibi. - Cepat masuk dan makan buah.

Yifan datang.

Yifan datang.

- Halo. - Mari.

Cepat masuk dan duduk.

Cepat masuk.

Kau benar-benar baik-baik saja?

Bolehkah aku menginap di sini malam ini?

Tentu saja.

Aku harus pergi dulu.

Paman Zheng yang mengantar aku,

dia masih menunggu di luar.

Aku tidak bisa membuatnya menunggu terlalu lama.

Kalau ada apa-apa, telepon Ibu.

Nanti aku telepon kau lagi.

Ibu.

Aku mohon padamu.

Aku mohon padamu.

Kau tolonglah aku.

Sudah boleh pergi?

Jangan campakkan aku lagi.

Bocah, cepat keluar.

Aku sudah tidak tahan.

Kau sudah setengah hari di toilet.

Wushuang, Wuye, cepat makan.

Kami datang.

Yifan.

Keluar dan makan sarapan.

- Kakak, selamat pagi. - Kakak, selamat pagi.

Selamat pagi.

Yifan, sudah bangun?

Mari, keluar dan makan sarapan.

Ayo, saatnya makan.

Cepat, duduk di sini.

Baik.

Makanlah.

Kakek.

Mari, duduk.

Bocah.

Kubilang padamu.

Ke depannya kau masuk toilet

harus lebih cepat keluar.

Aku sudah tahu.

Sudah tahu? Ingat itu.

Kalian berdua cepatlah.

Kenapa kau duduk di posisiku lagi?

Kau duduk di sana.

Cepat.

Mari, Yifan.

Makanlah.

Silakan makan.

Bibi sudah bekerja keras.

Kau minum yang rasa leci.

Dijamin membuatmu cantik.

- Aku mau minum yang ini. - Kau mau minum yang ini?

Jangan diam saja, cepat makan.

Lebih ke depan.

Keluarga besar benar-benar menyenangkan.

Menyenangkan apanya?

Kalau kau lebih lambat lagi, tidak akan ada bagian makananmu.

Ke depannya, sering datang ke rumah.

Bibi buat sarapan untukmu setiap hari.

Terima kasih, Bibi.

Lihat, kau pandai belajar.

Pekerjaanmu juga bagus.

Halo.

Kak.

Kepala Editor Gan dan Bu Qian menyuruh kita

untuk datang tepat waktu ke studio.

Aku sudah sampai.

- Aku sudah tahu. - Kau cepatlah.

[Stasiun TV Nanwu]

Sudah datang.

Sudah datang.

Ada apa?

Kenapa begitu pagi?

Fu Zhuang.

Mari kita beri selamat pada Kak Yifan.

Mari berikan tepuk tangan.

Selamat, Yifan.

Selamat untukmu, Kak.

Cepat.

Apa maksudnya?

Yifan.

Berita ini sama seperti namamu.

Dengan kekuatan sendiri,

lahir tidak biasa.

Hari ini kau adalah bintangnya.

[Tindakan Heroik] Linlin.

Nanti kau wawancara dia.

- Baik. - Hari ini sebagai berita pertama.

Baik.

Dua hari yang lalu, saat kecelakaan itu.

Bu Wen Yifan,

sertifikat penghargaan ini

diberikan atas keberanian

dan ketulusan Anda

dalam membantu orang lain

saat kecelakaan lalu lintas.

Anda sangat layak mendapatkan penghargaan ini.

Tepuk tangan semuanya.

Di sini bisa menjangkau Stasiun TV Nanwu kita.

Wen Yifan.

Bisakah kau

ceritakan situasi di lokasi saat itu?

Tolong ceritakan

bagaimana kau bisa menyadarkan pasangan

yang melakukan bisnis ilegal itu.

Saat itu...

Mungkin saat itu adalah diriku yang satu lagi,

baru aku punya keberanian itu.

Sebagian besar waktu

aku tidak tahu di mana dia bersembunyi.

Itu adalah reaksi insting.

Akhirnya mereka tergerak olehmu,

jadi mereka datang menyerahkan diri.

Insting?

Yifan,

bisakah kau menjelaskan lebih detail

bagaimana kau bisa

memiliki keberanian sebesar itu?

Itu

reaksiku yang sangat alami.

Tidak apa-apa.

Begini, kau bersiap dulu,

sebentar lagi aku akan wawancarai kau lagi.

Pak Polisi.

Bolehkah aku wawancarai Anda?

Boleh.

Mari kita ke sini.

Sekalian bantu kami promosikan

program Chuan Da kami.

Bu Qian.

Kali ini siaran langsung pergantian tahun,

kau ikut denganku.

Apakah aku boleh tinggal?

Jangan-jangan kau masih ingin pergi?

Semuanya, aku umumkan dulu.

Siaran langsung pergantian tahun kali ini

akan direncanakan dan dilaksanakan oleh Tim C.

Tim yang lain akan membantu mereka.

Dengar tidak?

[HAPPY NEW YEAR]

[Happy new year]

[Selamat Tahun Baru]

[Selamat Tahun Baru, Happy new year]

Tolong beri jalan.

[Stasiun TV Nanwu] Terima kasih.

Hati-hati.

Hati-hati.

Benar-benar tidak menyangka

ada banyak sekali orang di alun-alun saat pergantian tahun.

Iya.

Sudah lama sekali tidak melihat suasana seperti ini.

Inilah suasana yang seharusnya ada saat pergantian tahun.

Aku dengar hari ini banyak orang yang menyatakan cinta di sini.

Benarkah?

Dengan perut sebesar ini,

siapa yang kau harapkan menyatakan cintanya padamu?

Kau juga tidak bisa bicara seperti itu.

Aku belum menemukan cinta baru bukan berarti

aku tidak bisa bertemu cinta lama.

Dulu banyak yang mengejar aku.

Sudahlah.

Kau sudah mau jadi ibu.

Kenapa terus pikirkan cinta lama?

Setir mobilnya dengan baik.

Namun, apa kalian pernah dengar Hukum Murphy?

Hal yang makin tidak kau harap terjadi,

ia makin ada kemungkinan terjadi.

Hari ini malam tahun baru.

Aku percaya semua keajaiban

bisa terjadi.

Kak Yifan, kau kenapa?

Ada apa Yifan?

Kau tidak enak badan?

Jangan-jangan dia benar-benar bertemu cinta lamanya?

Jangan terus pikirkan cinta lama. Cepatlah.

Ini sudah jam berapa?

Dia juga datang.

Sudah mau sampai?

Sudah mau.

Harusnya di depan sana.

Apakah tadi dia melihatku?

[HAPPY NEW YEAR]

Malam yang memabukkan,

acara spesial pergantian tahun.

Minuman beralkohol ringan,

gratis untuk wanita.

Kak, mau minum segelas?

Gratis untuk wanita.

Kak.

Kau juga minum.

Kenapa menjadi seperti ini?

Ada apa ini?

Malam ini diberi gaji dobel.

Kau mau coba?

Ini sangat enak.

Tidak, aku sedang kerja.

Kau punya masker?

Kenapa?

Aku lupa bawa.

Aku ada, ini.

Dingin tidak? Pakaianmu kurang tebal.

Sedikit.

Hangatkan dirimu.

Memang kau yang baik padaku.

Aku akan pergi kerja dulu.

Nanti hubungi aku kalau sudah selesai.

- Sampai jumpa. - Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru.

Malam yang memabukkan.

Semuanya segera ke posisi masing-masing.

Pergantian tahun akan segera dimulai.

Waktu tidak menunggu.

Kak, biar aku saja.

Fu Zhuang, kau cepat.

Cari posisi yang bagus untuk kamera.

Kak, aku ke toilet dulu.

Sebentar saja.

Baik.

Kau pergi dulu.

Antreannya panjang sekali.

Bagaimana kalau

kau tunggu adikmu di sini?

Aku cari ayahmu dulu.

Pergi ke toilet pun harus ditemani?

Begitu banyak orang,

lindungi dia sebentar.

Selain itu,

aku juga ingin berduaan dengan ayahmu.

Jadi, kenapa Anda suruh aku datang ke sini?

Jaga anak Anda?

Kalau kau punya pikiran itu sejak awal,

aku ibumu

tidak perlu seperti sekarang ini

repot-repot mencari alasan agar kau bisa datang.

Kebetulan kau ajak dia bicara.

Kulihat dia

belakangan ini karena ujian masuk PTN,

sudah kurusan banyak

karena stres.

Pergilah.

Bocah.

Ada apa?

Kudengar kau belakangan ini sangat stres.

Tidak.

Karena ujian masuk PTN?

Sudah kubilang tidak ada.

Kenapa berpikir begitu banyak?

Aku dulu tidak belajar pun

bisa masuk Universitas Nanwu.

Meskipun kau tidak sepintar aku,

kalau memang tidak bisa,

kau masih bisa kuliah di luar negeri.

Sang Yan balas pesan aku.

Selama ini dia tidak pernah balas

pesan grup berisikan selamat yang kukirim.

Kupikir dia sudah tidak memakai WeChat.

Universitas Nanwu yang sulit dimasuki itu,

bisa kumasuki dengan mudah.

[Selamat Tahun Baru]

Aku tidak menerimanya.

Jadi, itu bukan pesan grup.

[Sang Yan]

[Momen WeChat]

Dia memang memblokirku.

Kau tidak dengar ucapanku, ya?

Mari.

Bicaralah dengan adikmu.

Kapan aku punya tambahan adik kandung?

Kak Jiaxu, Selamat Tahun Baru.

Zhi, Selamat Tahun Baru.

Dia baru kakak kandungmu, 'kan?

Bantu aku antre.

Maaf.

[Sang Yan]

[Selamat Tahun Baru!]

[Kirim]

[Kirim ke 36 teman, kirim]

[Selamat Tahun Baru!]

[Siapa yang bisa melihat? Privat, hanya aku sendiri]

[Sudah diedit]

[Sang Yan: ?]

[Sang Yan: ?]

[Kau tahu aku...]

[Sang Yan]

[Tidak "bahagia" juga tidak apa-apa] [*Homofon dengan selamat]

Maaf.

Halo.

Minggir sebentar.

Terima kasih.

Bagaimana?

Kak.

Kalau kau datang telat sedikit lagi,

kau hanya akan melihat

jasadku yang mati kedinginan.

Terima kasih.

Kebetulan aku sedang butuh bahan berita.

Ini terlalu dingin.

Hangatkan tanganmu.

Terima kasih, Kak.

Nanti kita wawancarai beberapa seniman jalanan.

Baik.

Reporter saat ini

berada di Alun-Alun Cinta Sejati,

tempat kita merayakan tahun baru.

Kita bisa melihat hitungan mundur menuju tahun baru.

Di sini penuh dengan orang

yang menantikan tahun baru yang akan datang.

Hari ini kita beruntung bisa mewawancarai

seorang sutradara terkenal.

Bisa ceritakan sedikit

tentang makna karyamu?

Harapan terbesarmu untuk tahun baru apa?

Lulus ujian.

Aku harap teman sebangkuku jadi pacarku.

Kau mengatakannya di depan layar,

tidak takut kalau orang tuamu lihat?

Kak,

boleh minta sekali lagi?

Tahun yang baru akan segera tiba.

Apa harapanmu untuk tahun baru?

Bisakah kau kurangi main gim dan temani aku lebih banyak?

Itu harapan apa?

Fu Zhuang, dengar tidak?

Hitungan mundur akan segera dimulai.

Cepat ambil beberapa gambar kembang api dari dekat.

Baik, terima kasih kalian berdua.

Selamat Tahun Baru.

Kau sudah bekerja keras.

Kakak sudah segan.

Aku pergi ke sana dulu.

Sepuluh.

Sembilan.

Delapan.

Tujuh.

Enam.

Lima.

Empat.

Tiga.

Dua.

Satu.

Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru.

Maaf.

Selamat Tahun Baru.

Apakah dia sedang mengatakannya padaku?

[Episode 1] [Selamat Tinggal, Wen Yifan]

[Bersambung...]

♪Kebohongan yang berdebu, menutupi luka♪

♪Bersembunyi di pelupuk matamu♪

♪Diam-diam menulis harapan yang pernah kau tulis♪

♪Setelah perjalanan panjang, mungkinkah bisa disimpan?♪

♪Jantung yang lebih mencintaimu♪

Tiga.

Dua.

Satu.

Selamat Tahun Baru.

Selamat Tahun Baru.

Terima kasih, Sobat.

Selamat Tahun Baru juga untukmu.

Terima kasih apa?

Bukankah itu ucapan selamatmu untuk aku?

Jangan terlalu sentimentil.

Aku tidak bicara padamu.

Sobat...

♪Kau tidak perlu bersembunyi lagi♪

♪Kali ini♪

♪Hati yang pernah terbakar♪

♪Juga bisa mulai meragukan♪

♪Keteguhan yang dikejar dengan segenap kekuatanku♪

♪Namun, kau tidak pernah menyangkal♪

♪Bahwa segala upaya yang kulakukan♪

♪Memiliki makna tersendiri♪

♪Kita menunggu bersama di sungai waktu yang panjang♪

♪Seperti sinar matahari♪

♪Yang hangat dan cerah♪

♪Kau memberiku perhatian♪

♪Kaulah yang mengambil langkah besar ke arahku di tengah angin dan hujan♪

♪Kaulah yang selalu berdiri di sisiku dan menyemangatiku♪

♪Perjalanan ini penuh rintangan tanpa henti♪

♪Tetesan hujan di seluruh langit menyelimuti tanah♪

♪Namun, ada kau yang menjadi sandaranku♪

♪Aku akan bisa mengalahkan kegelapan di depanku♪

♪Seluruh pikiran dan kenanganku dipenuhi olehmu♪

♪Membawa setiap langkah masa muda kita♪

♪Setiap kali hujan deras turun♪

♪Kau yang memegang payung menjadi hukum yang kekal♪

♪Setiap kali merpati membawa berita, aku paling ingin memberitahumu♪

♪Mari berjanji untuk menyelesaikan perjalanan ini bersama♪

♪Aku tidak akan menyerah, aku akan menemanimu di sini♪

♪Kaulah yang mengambil langkah besar ke arahku di tengah angin dan hujan♪

♪Kaulah yang selalu berdiri di sisiku dan menyemangatiku♪

♪Perjalanan ini penuh rintangan tanpa henti♪

♪Tetesan hujan di seluruh langit menyelimuti tanah♪

♪Namun, ada kau yang menjadi sandaranku♪

♪Bagaimana aku bisa menyerah? Aku tidak akan menyerah♪

♪Kaulah yang memberiku keberanian untuk menantikan masa depan cerah♪

♪Kaulah yang menerangi setiap malam bagai secercah cahaya♪

♪Meskipun ini perjalanan untuk satu orang♪

♪Aku juga tidak akan merasa kesepian lagi♪

♪Selama merasakan kehadiranmu♪

♪Aku akan bisa mengalahkan kegelapan di depanku♪

[Terima kasih kepada semua mitra yang berpartisipasi]

[dan penonton yang mendukung "Sulit Dibujuk"]

[Ingat untuk menghibur diri sendiri, akan ada banyak orang yang mencintaimu]

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.