Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Kumohon. Tolonglah. - Pergilah. Jalan.
Polisi.
Ini 100 rupee. - Untuk apa?
Kemarin aku melanggar lampu merah.
Ada wanita hamil. Harus segera kubawa ke rumah sakit.
Ini denda untuk melanggar rambu. - Wah, Savitri.
Jika semua orang sejujur Anda kami tidak akan dibutuhkan.
Oke, Jai Hind.
Hei. Mana tanda terimanya?
Oh! Aku lupa.
Ini tanda terimanya.
Bagaimana kabar putramu? Di mana dia?
Dia baik-baik saja. Sekarang dia sedang belajar di sekolah.
Saat dia besar nanti akan kujadikan dia seorang polisi.
Aku mengerti, maksudmu seperti kami.
Aku akan menjadikannya polisi yang jujur.
Jai Hind.
Anak-anak. Ini India.
Di Utara adalah Himalaya.
Dan di Selatan adalah Samudera Hindia.
Vishwas.
Vishwas! - Ya, Pak.
Apa yang ada di India Selatan? - Rajnikant.
Diam!
Dan apa... Apa itu di tanganmu? - Bukan apa-apa.
Tidak ada apa-apa. - Tunjukkan padaku.
Jadi ini yang kau baca di kelas?
Majalah film! - Pak, ini milik Gopi bukan saya.
Gopi... - Tidak, Pak.
Dia menyuruh saya membelinya. - Pak, dia yang membelinya...
Bukan, Pak, tapi dia... - Diam!
Kau tidak punya ayah.
Ibumu bekerja keras setiap hari untuk membiayai pendidikanmu...
...agar kau bisa jadi orang sukses.
Aku mau sukses seperti seseorang, Pak. - Seperti siapa?
Shahrukh Khan? Salman Khan? Amir Khan?
Bukan, Pak. Kenapa aku harus jadi sukses seperti mereka?
Aku Rao. Vishwas Rao.
Pahlawan Vishwas Rao.
Hari ini belajar apa di sekolah?
Jangan tanya soal pelajaran. Aku lelah belajar sepanjang hari.
Baiklah. Ini, Ibu membelikanmu buah-buahan kering.
Ibu. Izinkan aku mengemudi sebentar. - Tidak. Belum boleh.
Nanti setelah umurmu 18 tahun dan mendapatkan SIM...
...baru kau bisa mengemudi.
Ayolah, Bu. Biarkan aku mengemudi sebentar.
Lagi pula tidak ada yang lihat.
Turun!
Jangan pernah berkata seperti itu lagi.
Ibu melihatnya, Tuhan melihatnya.
Jadi jangan pernah melakukan sesuatu yang salah.
Kau mengerti? - Ya.
Tidak, kau tidak mengerti.
Akan kujelaskan padamu.
Berdiri di depan semua pohon ini dan katakan...
"Aku bersumpah padamu, Ibuku dan Tuhan..."
"...kalau aku tidak akan melakukan hal yang salah."
Lakukan.
Sana.
Katakan.
Aku bersumpah padamu, pada Ibuku dan Tuhan...
...kalau aku tidak akan melakukan hal yang salah.
"Aku akan jadi polisi yang jujur."
Aku akan jadi polisi yang jujur.
Bagus.
Dia akan menjadi seorang polisi di masa depan.
Aku ingin kau melatihnya...
...supaya dia bisa mengalahkan para penjahat.
Tentu, saudariku. Dia akan mengalahkan mereka semua.
Aku akan melatihnya dengan baik...
...supaya dia bisa mengalahkan sepuluh orang penjahat sekaligus.
Itu saja, hanya sepuluh?
Dan...
Kau ingin menjadi seorang polisi? - Ya, Gopi. Benar.
Aku akan menjadi seorang polisi.
Aku akan menjadi seorang bos.
Aku akan menjadi seorang hakim. Aku akan menjadi seorang dokter.
Aku juga akan jadi seorang insinyur.
Tapi bagaimana kau bisa menjadi semua itu?
Sebab aku akan menjadi seorang bintang film.
Tolong! - Tunggu.
Tolong!
Hei, Vishu.
Hei!
Siapa kau?
Aku hanya menunjukkan sedikit gaya, sedikit sikap...
...dan kau sangat ketakutan.
Sang pahlawan baru saja masuk.
Tunggu dan lihat apa yang terjadi selanjutnya.
Hajar dia. - Hei, bodoh.
Kalau kalian berani, maka...
...jangan maju satu per satu.
Maju sekaligus.
Aku sedang buru-buru.
Mulai!
Si pahlawan muncul melalui poster.
Dialog yang fantastis.
Pertarungan yang hebat.
Seperti seorang pahlawan. - Aku ingin jadi seperti itu, Gopi.
Tunggu dan lihatlah. Kau akan lihat poster-posterku yang besar segera.
Apa kau dengar, Bibi? - Tidak, Bu.
Pahlawan?
Lanjutkan. Ibumu pasti akan membuatmu jadi seorang polisi.
Besok adalah ujian masukmu.
Pergi dan bersiaplah.
Vishwas Rao!
Boleh aku masuk, Pak? - Masuk.
Terima kasih, Pak.
Pak!
Apa kau kurang sehat? - Tidak, Pak.
Anda tahu, Pak... Saya akan segera sesak napas.
Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Pak.
Sudah seperti ini sejak saya kecil.
Pak!
Apa kakimu sakit? - Tidak, Pak.
Anda tahu, saya memiliki satu kaki yang pendek.
Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Pak.
Sudah seperti ini sejak saya kecil.
Dan kau masih ingin bergabung dengan kepolisian?
Ya, Pak.
Saya ingin masuk kepolisian dan melayani negara.
Itu sudah menjadi impian masa kecil saya.
Pak! - Baiklah.
Mari kita periksa matamu. - Ya, Pak.
Baca huruf pertama.
Huruf yang mana, Pak?
Huruf pertama. Di atas sana.
Di atas mana, Pak?
Di bagan atas sana.
Bagan apa, Pak?
Bagan di atas stan itu. - Stan apa, Pak?
Tidak mungkin!
Apa itu? - Tidak ada apa-apa, Pak.
Apa itu?
Kadang, saya periksa seperti ini.
Y.
Huruf pertama Y.
Ditolak. - Diterima! Terima kasih, Pak.
Terima kasih, Pak.
Siap!
Jadi kau juga memiliki masalah pendengaran.
Kadang-kadang, Pak. Tapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Pak.
Sudah seperti ini sejak saya kecil.
Keluar!
Keluar! Keluar!
Keluar! Keluar! Keluar!
Keluar!
Keluar!
Pak!
Tolong catat nomor telepon saya.
Kalau-kalau negara membutuhkan saya...
...saya selalu siap melayani.
Kau bahkan kelelahan saat berbicara.
Kau tidak bisa berjalan beberapa langkah dengan benar.
Kau tidak bisa melihat atau mendengar dengan benar.
Apa gunanya kau bagi negara?
Saya pikir sekarang Anda sedang marah.
Saya akan kembali lagi dan menjelaskannya pada Anda.
Jam berapa saya harus datang, Pak?
Kau ini...
Pergi kau!
Enyahlah!
Ibu masih tidak mengerti...
...kenapa kau selalu gagal dalam tes masuk kepolisian.
Lupakan saja, Bu. Para polisi itu tidak begitu cerdas.
Apa?
Lihat apa yang tertulis di sini? - Apa?
Tertulis di sini "Teroris menyerang sekelompok polisi".
"Dua belas orang polisi gugur."
"Tiga di antaranya anggota baru."
Mereka seumuranku. Ibu dengar?
Bagaimana kalau aku meninggal seperti ini?
Lalu, bagaimana denganmu?
Tidak, Bu. Aku tidak ingin membuat Ibu sedih...
...dengan masuk kepolisian.
Ibu akan bangga, bukannya sedih. - Aku mengerti.
Ibu belum baca berita yang lain.
Di sini tertulis...
"Perampok menembak mati ibu seorang polisi."
Ibu dengar?
Mereka menembak ibunya.
Tidak, Bu. Aku tidak bisa membahayakan hidup ibu.
Aku tidak akan pernah bergabung dalam kepolisian, titik.
Apa katamu?
Beraninya kau? - Bu.
Dengarkan aku, Bu. - Berhenti. Berhenti kataku.
Ibu. - Berhenti.
Aku akan memberimu pelajaran... - Ibu, cukup.
Akan kutunjukkan saat kau pulang malam nanti.
Yang kuinginkan hanya kau selamanya, Bu
Aku ingin Ibu jadi bumi dan langitku, selamanya, Bu
Yang kuinginkan hanya Ibu, selamanya
Aku ingin Ibu jadi bumi dan langitku, selamanya, Bu
Aku tahu, kalau Tuhan bersemayam di hati kita
Tapi Ibuku yang manis dan polos bersemayam di hatiku
Tapi Ibuku yang manis dan polos bersemayam di hatiku
Dunia ini gila
Mereka pergi ke kuil dan tempat suci untuk membujuk Tuhan
Kuilku ada di rumahku, setiap kali aku melihat Ibu
Setiap kali aku melihat Ibu
Engkau satu-satunya yang aku doakan selamanya, Bu
Engkau satu-satunya perasaan yang kuinginkan selamanya, Bu
Berhenti. Berhenti. Berhenti.
Selamat.
Ini surat balasan lamaran...
...yang kita kirim ke Departemen Kepolisian.
Vishwas dipanggil ke Mumbai untuk wawancara.
Mumbai? - Kau sangat beruntung, Vishu.
Beruntung apanya, Gopi?
Ibu mengirimku untuk seleksi di kepolisian.
Aku tahu.
Dia selalu menolak sebelumnya.
Sekarang kau bisa pergi ke Mumbai. Menjadi bintang.
"Ya, benar. Pergilah. Jadilah seorang bintang."
Seolah setiap sutradara menunggu kedatanganku.
Bukankah sudah kukatakan padamu?
Gadis yang kau selamatkan di gedung bioskop...
...punya paman jauh. Yogi.
Dia seorang penulis terkenal.
Dia kenal setiap produser atau sutradara di industri ini.
Dia akan memberimu kesempatan berakting.
Benarkah? - Ya.
Pengkhianat, kenapa kau pergi menemui musuh kita...
...Komisaris Polisi Gabungan Khare?
Dan kau bilang apa padanya. Katakan.
Dia bilang suatu kejahatan...
...akan terjadi di kota...
...dengan nama 'Misi Gajah Putih'.
Gajah Putih. - Apa itu?
Dan... - Dan?
Dia ingin tahu kapan Tuan Napoleon tiba.
RDX. - Ya, Pak.
Bawa dia, dan latih target padanya.
Komisaris Polisi Gabungan Khare...
...sudah mengendus misi kita...
...dan tentang Tuan Napoleon.
Sekarang akan terjadi perang.
Apa yang harus kulakukan, Tuhan?
Apa yang harus kulakukan?
Setelah membuatku buta, Engkau menjadi tuli.
Sudah tiga hari aku belum makan.
Aku bahkan tidak punya uang untuk membeli racun.
Sekarang Kau harus membantuku bunuh diri.
Jangan, Tuan. Jangan begitu cepat putus asa.
Saya punya sedikit uang. Ini.
Simpanlah. Untuk membeli racun. Ha!
Maksud saya untuk membeli makanan.
Apa kamu sungguh berpikir saya ini buta?
Maaf. - Tidak apa.
Saya seorang aktor. Dan ini penghasilan pertama saya.
Saya Istiyaq. Dan kau? - Vishwas.
Saya datang untuk menemui saudara Yogi.
Bagaimana kamu tahu saya datang untuk menjadi seorang aktor?
Orang-orang datang ke Losmen Sapna dengan mimpi yang sama.
Tapi apakah mimpi mereka tercapai?
Apa saya akan mendapat peran?
Yang didapat hanyalah janji, janji, janji, dan janji lainnya.
Tapi tidak ada satu pun peran.
Itu Vishwanath.
Dia sedang berlatih.
Besok dia ada janji.
Maksud saya audisinya.
Siapa dia, Istiyaq? - Dia salah satu dari kita.
Saya paham. Aktor bercita-cita tinggi lainnya.
Vishwas.
Vishwanath.
Guruji.
Guruji.
Menurut saya dia sedang tidur.
Tidak, dia sedang berpikir.
Dia seorang penulis terkenal.
Ayo. - Ya.
Siapa itu?
Seorang Vishwas ingin menemui Anda.
Halo, Pak.
Vishwas. Masuk.
Gopi memberitahuku kalau kau akan datang.
Sekarang kau sudah datang padaku...
...kau pasti akan sukses. - Terima kasih.
Omong-omong, film-film apa yang sudah Anda tulis?
Apa kau sudah menonton Ghajini? - Sudah.
Gadar? - Saya menontonnya dua kali, Pak.
Dhoom? - Dhoom sangat meledak. Sudah.
Wanted? - Saya menontonnya tiga kali, Pak.
Dabbang? - Tentu sudah saya tonton Dabbang.
Sudah saya tonton sekian kali.
Apa Anda menulis semua film itu?
Hampir.
Semuanya ide-deku.
Tapi orang lain membuat filmnya.
Aku tidak menulisnya di atas kertas.
Aku sudah membayangkannya langsung di dalam pikiranku.
Tapi mereka mencurinya.
Itu artinya Anda tidak pernah menulis apa pun.
Akan... untukmu.
Aku bisa melihat seorang aktor di dalam matamu.
Aku bisa melihat masa depanmu. Kau akan menjadi superstar.
Apa kau bawa foto? - Ya, Pak. Saya bawa.
Sebentar.
Ini.
Itu prangko. - Ini foto.
Kecil sekali?
Ini akan membuat masa depanmu kecil. - Saya mengerti.
Yang besar. Bawa foto yang lebih besar.
Dan dengar.
Bawakan aku wiski...
...saat kembali.
Oke?
Dengar.
Beli botol yang besar.
Berpikir besar, hanya dengan begitu kau bisa menjadi besar.
Malam ini dan perpisahan ini... Yang penting aku bertemu denganmu
Malam ini dan perpisahan ini... Yang penting aku bertemu denganmu
Berapa?
Dia datang. Dia datang.
Dia datang. Gadis itu datang.
Bangun, semuanya. Kembali bekerja. Kembali.
Kau sedang apa, Pak?
Kajal ada di sini, Pak. Bangun. Bangun.
Ada Kajal.
Borekar, jangan membuatku bosan...
Kajal si Pengaduan, Pak.
Kurasa dia punya pengaduan baru.
Di mana Inspektur Ghorpade?
Ayo, Pak. Beberapa anak laki-laki membuat kerusakan di luar Mal Kota.
Pergi sekarang dan tangkap mereka.
Aku tidak bisa pergi sekarang.
Daftarkan pengaduanmu seperti biasa. Dan aku akan mengambil tindakan.
Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk?
Ya, aku bisa lihat betapa sibuknya Anda.
Pertama belajar memegang buku informasi awal dengan benar.
Dan ikut aku.
Kalau tidak aku akan mengajukan pengaduan ke Komisaris Polisi.
Komisaris Polisi Tambahan.
Komisaris Khare, Pak. - Nyonya.
Komisaris... - Nyonya, nyonya...
Silakan minum.
Pak, sebaiknya kita cepat. Dengan kecepatannya...
...pasti dia akan sampai di Kepala Menteri atau Perdana Menteri.
Jadi apa yang sudah kalian putuskan? - Apa yang sudah kami putuskan?
Kami akan menangkap mereka.
Dan kami akan melakukannya sekarang.
Anak-anak. - Ya, Pak!
Kita harus menangkap berandalan di luar Mal Kota.
Ikuti aku. - Siap.
Apa kau mengenali mereka semua?
Salah satunya adalah putra Konselor. Ashok Pure.
Ashok...
Baiklah, kita lihat.
Dan yang lainnya adalah keponakan Anggota Majelis Legislatif Gulab Thakur.
Lal Thakur.
Dia juga? Kami akan coba.
Dan ipar Gudappa Das.
Dharam Prakash. DP.
Kalau begitu akan kupikirkan. - Kau bilang apa?
Borekar. - Ya, Pak.
Para penjahat itu sudah mengancam akan membunuh ayahmu hari ini, bukan?
Pak, ayahku sudah... - Ayahmu...
...yang tinggal di kamar atas.
Cobalah untuk mengerti, Borekar? - Apa?
Ya. Ya.
Kita akan berurusan dengan para penjahat itu nanti.
Pertama kita harus menyelamatkan ayahnya Borekar.
Anak-anak. - Siap, Pak.
Ikuti aku.
Kita berangkat, Pak.
Aku mengerti, Inspektur.
Kau menghindari tugasmu.
Tapi pasti ada seorang inspektur yang berani di kota.
Aku ada di sana.
Aku sedang menembak.
Polisi akan menangkapnya.
Itu bukan pose.
Iya, Bu. - Anakku. Apa kabar?
Sangat baik-baik saja, Bu.
Ada kemajuan soal penerimaanmu di Kepolisian?
Iya. Iya, Bu. Aku sedang mempersiapkannya.
Bagus. Bagus. Berikan Ibu kabar baik segera.
Tentu saja, Bu. - Dan jaga dirimu.
Dan tetaplah menelepon, kapan pun kau ada waktu.
Untungnya kita punya fotomu dalam dua gaya.
Ya, itu bagus.
Hei!
Di mana pakaianku?
Ke mana perginya?
Apa kau memakai pakaian saat masuk?
Kau pikir aku masuk telanjang?
Jangan marah, kau akan mendapatkan pakaianmu kembali.
Pakai ini. Ini gaun Kathiawadi yang baru.
Ini akan tampak bagus padamu.
Kalau aku keluar memakai ini, orang-orang akan mengira aku gila.
Kalau begitu pakai saja yang kau kenakan sekarang.
Orang-orang akan memberi hormat padamu.
Kau ingin meminjam skuterku untuk beberapa hari, bukan?
Pakailah.
Ayo, cepat. - Siapa Anda?
Ikuti mobil hitam itu. - Tapi saya...
Berhenti bicara, ayo.
Ada seorang gadis sedang diculik di mobil hitam itu.
Anda tidak mengerti.
Ini bukan waktunya bicara, Inspektur.
Ini waktunya beraksi. Ayo, cepat.
Tolong!
Mobil itu melaju kencang, cepat.
Dengar, Anda salah... - Tidak. Tidak salah.
Aku dengar sendiri. Gadis itu teriak, "Tolong! Tolong!"
Itu artinya gadis itu dalam bahaya.
Lebih cepat.
Itu mobilnya.
Tolong! - Diam.
Seseorang, tolong aku.
Ada inspektur polisi yang sedang mengikuti kita, Pak.
Omong kosong!
Kata Inspektur Ghorpade...
...di sana tidak akan ada polisi.
Baiklah. Tenang. Tenang.
Aku tahu, tunjukkan fotoku pada inspektur.
Berani-beraninya dia!
Dia sedang menunjukkan foto bosnya.
Dia sedang mengejek Anda.
Akan kita tangkap mereka sekarang. Tak akan ada ampun. Lebih cepat. Cepat.
Kenapa kau mengambil jalan yang salah, Inspektur?
Dia mengubah rute setelah melihat fotomu.
Bagus sekali. Bagus sekali.
Pak, gadis itu ke arah sana dan Anda ke arah sini...
Inspektur macam apa Anda ini? - Saya bukan inspektur.
Inspektur yang asli pergi ke sana.
Inspektur yang gagah berani.
Siapa? - Inspektur Chulbul Pandey!
Robinhood Salman Khan!
Pak, ada polisi yang sedang mengikuti kita.
Polisi? Sekarang apa lagi?
Apa kau menerobos rambu? - Tidak, Pak.
Surat lolos uji emisi? - Ada.
Asuransi? - Ada.
SIM? - Ada.
Apa Anda ingin saya menambah kecepatan?
Apa kau mau membawaku ke bulan?
Wanted, Dabbang, Ready, Ek Tha Tiger.
Tubuh yang indah. Petarung yang hebat.
Bhai!
Bhai! - Pak...
Bhai!
Ada apa, Pak?
Aku penggemar berat Anda. - Oh begitu. Terima kasih.
Boleh minta tanda tangan? - Tentu saja.
Hei, pegang ini.
Pak.
Hati-hati.
Nama Anda? - Vishwas.
Vishwas.
Namanya?
Namanya? - Tidak tahu.
Kajal. - Kajal.
Bagus sekali. Untuk Vishwas dan Kajal.
Ini. - Terima kasih, Bhai.
Terima kasih. - Sama-sama.
Suatu hari saya akan jadi seperti Anda. - Tentu.
Tentu kau bisa. - Sampai jumpa.
Pinggir. Pinggir.
Kenapa dia mau menjadi sepertiku?
Aku berperan sebagai inspektur di film-film.
Dan inspektur ini ingin menjadi bintang film.
Siapa pun bisa jadi pahlawan belakangan ini.
Dia juga bisa.
Dengar, antarkan saya ke kantor Rajkumar Santoshi.
Narasi Andaz Apna Apna-2 sedang berlangsung.
Baik, Pak.
Astaga!
Aamir lagi.
Dia terlihat lebih tampan di kehidupan nyata.
Mobil hitamnya lewat sini.
Inspektur itu ternyata sangat pintar, Pak.
Dia mengambil jalan pintas dan memotong kita.
Apa? Apa lagi kalian pikirkan?
Pergi dari sana.
Lupakan gadis itu. Ambil fotonya dan lari selamatkan diri.
Kalian para penjahat. Mau ke mana? - Lari. Lari. Lari.
Pak, kita membuat mereka takut.
Terima kasih, Kakak. Anda menyelamatkan saya.
Bukan saya, tapi dia.
Berterima kasihlah padanya. Dia yang menyelamatkan Anda.
Terima kasih, Pak Polisi, karena telah menyelamatkan saya.
Saya Suman Thappa.
Putri Kepala Kantor Keamanan Bhimsingh Thappa.
Kakak, tolong pinjami saya teleponmu.
Terima kasih.
Pak, maafkan saya.
Saya salah paham pada Anda. - Anda masih salah paham pada saya...
Tidak, tidak, kini saya sangat mengenal Anda.
Salman Khan cuma alasan.
Sebenarnya Anda mau ambil jalan pintas dan memotong mereka. Benar kan?
Anda polisi pertama yang berani...
...dan jujur yang pernah saya temui di kota.
Saya sangat terkesan.
Pak!
Bicaralah.
Berapa banyak uang yang kau inginkan?
Saya tidak kenal inspektur itu... - Jangan bohong padaku.
Ada suatu masa, saat para polisi jujur.
Mereka memiliki karakter.
Kita akan memberi mereka uang...
...dan mereka akan memberi kita perlindungan.
Dan hari ini, bahkan setelah memberi uang...
...kita tidak bisa melakukan suatu penculikan kecil di kota?
Saya akan bicara pada departemen, Tuan.
Tidak perlu bicara.
Berikan saja nama inspektur itu.
Saya sungguh tidak tahu siapa dia, Tuan.
Bohong lagi.
Biskuit.
Kau tidak boleh membuat kesalahan ini lagi.
Ya, Tuan.
Tuan...
...mungkin inspektur itu salah satu...
...dari orangnya Komisaris Gabungan Khare.
Benar.
Kau benar, Ghorpade.
Terima kasih, Tuan. - Biskuit.
Jadi kau memakai pakaiannya Vishwas.
Kalau kau terus begini, suatu hari kau akan difitnah.
Aku akan difitnah.
Saya dari surat kabar DNA.
Tuan Lalwani seharusnya memberi saya sebuah foto.
Ayah, di sini ada orang dari surat kabar DNA.
Ya. Berikan padanya foto inspektur itu.
Itu sudah disiapkan di atas meja. - Siap?
Berhenti. Berhenti.
Kabar baik.
Vishwas sudah menjadi inspektur polisi. - Apa?
Lihat, fotonya sudah dimuat di koran.
Oh!
Apa beritanya? - Aku tidak tahu.
Korannya robek.
Tanganku menempel di atasnya saat di kuil.
Salam Dewi Durga! - Ya, Tuhan.
Vishwas.
Putraku sudah menjadi seorang inspektur polisi.
Ambil ini. Kau juga ambil.
Putraku sudah menjadi seorang inspektur polisi.
Putraku sudah menjadi seorang inspektur polisi.
Pencuri!
Pencuri! Pencuri!
Pencuri!
Dia tak akan berhenti jika kau teriak "Pencuri".
Lalu kita harus apa? - Teriak "Polisi", mereka akan tangkap.
Ya. Polisi!
Kau hanya butuh satu kesempatan...
...dan kau akan menjadi bintang film.
Seperti ini.
Bintang film?
Seperti ini? - Polisi!
Anda luar biasa, Pak.
Tidak, tidak, itu sebuah kesalahan. - Bukan kesalahan.
Membuang kulit itu hanya sebuah alasan.
Kau ingin menangkap pencuri tanpa menyentuhnya.
Dia seorang petugas polisi.
Jujur. Berani. - Terima kasih, Pak Polisi.
Penjahat Gundappa Das ini kabur membawa berlianku.
Aku harus membawanya ke kantor mana? - Bawa dia ke mana saja.
Dengar itu. Bawa dia.
Ayo! - Ayo.
Luar biasa, Tuan.
Anda selalu ada di TKP.
Tapi Anda tiba sebelum saya.
Saya Kajal. - Saya Vishwas.
Halo.
Dia seperti pahlawan wanita. - Ya, benar.
Tapi dia tidak mungkin jadi milikmu. - Kenapa?
Dia seorang gadis Mumbai. Dia akan cekikikan saat bicara.
Tapi kalau kau coba menggodanya...
...dia akan menyuruh anjingnya menyerangmu.
Apa?
Jadi jangan mencintainya, jangan mengikutinya.
Ayo, ikuti aku.
Ayo kita buat kesepakatan cinta kita
Kesepakatan apa? - Hati. Hati.
Bertukar. Bertukar.
Mari kita tutup kesepakatan ini
Kuat. Kuat. Sangat kuat.
Mari kita buat kesepakatan dengan mata
Dan patuhi itu selamanya
Dan biarkan hati, yang dicengkeram oleh keinginan, berkata...
Pesanan. Pesanan. - Jangan mencoba menghentikanku.
Jangan menolak jika aku mengikutimu
Jangan mencoba menghentikanku
Jangan menolak jika aku mengikutimu
Aku berhak atas dirimu
Kau adalah kesenanganku
Jangan kaget jika aku menghalangi jalanmu
Jangan perintahkan anjingmu untuk menyerangku
Jangan mencoba menghentikanku
Jangan mencoba menghentikanku
Jangan menolak jika aku mengikutimu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Tunggu. Apa yang sedang kau lakukan?
Aku mencintaimu bagaikan orang kikir
Dan menghujanimu hanya dengan alasan
Telepon kembali jika aku memberimu panggilan tak terjawab
Kalau tidak, aku akan mati demi cintamu
Pamannya Mahiwal
Pamannya Farhad
Jangan menganggapku lebih rendah dari Majnu sendiri
Aku kekasih sejatimu, jangan jauhi aku
Jangan perintahkan anjingmu untuk menyerangku
Jangan mencoba menghentikanku
Jangan menolak jika aku mengikutimu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Katakan padaku ketika kau keluar dari rumah
Jadi aku bisa menunggumu di belokan berikutnya
Belakangan ini aku cukup sibuk
Tidak mudah bagiku untuk menunggu
Aku seorang Romeo jalanan
Tapi aku masih menginginkan hatimu
Jangan biarkan aku terdampar di jalan
Hancurkan hatiku, tapi bukan kepalaku
Jangan perintahkan anjingmu untuk menyerangku
Jangan mencoba menghentikanku
Jangan menolak jika aku mengikutimu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu.
Kau tepat di sisiku.
Aku tepat di sampingmu.
Kau tepat di sisiku.
Aku tepat di sampingmu
Kau tepat di sisiku
Aku tepat di sampingmu
Jangan berisik. Hati-hati.
Halo. - Halo.
Lepaskan lintasannya.
Shabbo.
Segera setelah kau melangkah keluar dari kolam renang...
Pak!
Saya Yogi.
Anda bilang Anda punya peran.
Dia aktor yang baik.
Beri hormat padanya.
Setidaknya ucapkan salam.
Halo, Pak. Saya Vishwas Rao.
Dia tidak akan bisa.
Shabbo.
Segera setelah kau melangkah keluar dari kolam renang...
Kumohon, Pak!
Berikan saya satu kesempatan. - Apa ini, Yogi?
Berikan saja dia satu kesempatan, sekali saja.
Dia aktor yang baik. Dia akan berbuat baik.
Peran ini tidak cocok untuknya.
Oke?
Shabbo.
Segera setelah kau melangkah keluar dari kolam renang...
Kumohon, Pak!
Astaga!
Saya akan berperan dengan baik.
Dengar, perannya adalah tokoh yang jahat.
Kau terlihat seperti tokoh yang baik.
Kau tidak bisa melakukannya. Oke?
Sampai jumpa.
Shabbo.
Segera setelah kau melangkah keluar dari kolam renang...
Tuan, saya mohon.
Setidaknya lihat dulu akting saya.
Pak, kapan aku keluar dari kolam?
Pasti. Pasti.
Apa ini?
Apa ini?
Mata, Pak.
Ini kamera.
Aku bisa tahu mana yang bisa, atau mana yang tidak.
Kau tidak bisa melakukannya.
Pergi. Keluar! - Jangan, Pak! Ayo.
Dasar anak buta huruf... - Hei!
Jangan ucapkan sepatah kata pun yang menjelekkan ibuku!
Aku akan mencabut lidahmu!
Dia... - Sutradara apa?
Persetan dengan sutradara seperti itu.
Dia hanya menyalin film-film Madrasi dan Hollywood...
...untuk mendapatkan ketenaran ini. - Hei, kau...
Hei!
Bersuaralah dan aku akan membunuhmu sekarang.
Hei, Tuan... - Mundur! Mundur!
Mundur! Mundur!
Kau salah.
Kau tidak seharusnya menghina ibuku.
Bagaimanapun, dia adalah seorang ibu... - Hentikan ini...
Diam!
Aku datang kemari untuk mencari pekerjaan.
Aku tidak datang ke sini untuk memohon padamu.
Aku ingin menjadi seorang aktor.
Ini impian masa kecilku.
Kupikiri aku datang ke Mumbai, bekerja keras...
Menciptakan peluang untuk diriku sendiri.
Tapi si bodoh ini...
...sedang terburu-buru mengeluarkannya dari kolam.
Itu sebabnya dia mengusir kita!
Ayo kita pergi, Vishwas, dia... - Apa yang kukatakan padanya?
Kataku "Berikan saya kesempatan. Beri saya kesempatan berakting".
Dia bilang, "Ini adalah..."
Vishwa... - Bilang apa kau tadi?
Jangan...
Apa ini?
Apa ini? Apa ini?
Mata. - Bukan. Kamera.
Ya. Kamera. - Ya.
Kau bisa melihat semuanya.
Jadi, apa yang akan kulakukan? - Apa?
Katakan, kalau tidak kameramu...
Tuan, apa ini cukup jahat?
Apa? - Anda bilang itu tokoh jahat.
Ya.
Akting? - Ya, Pak.
Bagus.
Aku bisa lakukan yang lebih jahat Pak. - Jangan, jangan. Bagus.
Jahat. Bagus. Jahat
Bagus...
Sangat bagus. Sangat bagus.
Terpilih.
Bagus, Pak.
Apa yang terjadi? - Dia mendapat peran itu.
Apa katamu?
Dia seorang bintang sekarang. Bintang.
Teleponnya berbunyi.
Itu berbunyi. Jawab. Ibu.
Ya, Bu. Bagaimana kabar Ibu?
Aku tidak pernah menyangka kau akan melakukan ini pada Ibu.
Ibu tahu semuanya.
Maaf, Bu, aku... - Diam.
Kau terpilih jadi petugas kepolisian dan tidak bilang pada Ibu.
Polisi? - Cukup.
Berhenti bersandiwara.
Ibu melihat fotomu di surat kabar.
Dalam seragam polisi. - Foto?
Polisi? - Lusa Ibu akan datang ke Mumbai.
Selama tiga hari. - Apa?
Ibu ingin melihatmu dalam seragam polisi.
Melihatmu menjalankan tugas.
Kereta Ibu akan tiba jam 3 sore. Jemput Ibu di stasiun.
Tidak, Guru. Aku tidak bisa melakukannya.
Aku sudah berbohong pada ibu sebelumnya.
Aku sudah pernah menyakitinya sekali.
Aku tidak bisa menyakitinya lagi.
Kau memiliki kepekaan rasa yang hebat.
Besok saat beliau tahu kalau...
...kau sedang menyiapkan diri untuk menjadi seorang aktor bukannya polisi...
...apa menurutmu itu akan membuatnya bahagia?
Apa yang harus kulakukan, Guru?
Apa yang harus kulakukan? - Lakukan saja apa yang kukatakan.
Berperan saja sebagai inspektur polisi...
...di depan Ibumu, itu saja.
Seperti Sanjay Dutt yang berperan sebagai dokter di Munnabhai?
Tepat sekali, Nak. Sama.
Ibu akan kembali dalam tiga hari.
Kita akan meminjam sebuah rumah, jip dan seragam polisi untuk beberapa hari.
Kau hanya perlu berpura-pura kalau seorang inspektur polisi.
Guru, ini juga akan memberikan kita kesempatan untuk berakting.
Benar.
Kita akan berakting dengan baik, Guru. - Benar.
Dan aku akan melakukan akting terbaik dalam hidupku.
Lihat. Semuanya sangat baik.
Ibu. - Vishwas.
Jangan menyentuh kaki ibu selagi kau masih memakai seragam.
Hormati. - Berikan padaku.
Ada apa, Bu? - Tidak ada apa-apa.
Tidak ada.
Bagaimana kabarmu? - Aku baik-baik saja.
Apa kabar? - Aku?
Inspektur Vishwas Rao. - Halo, Bapa Anthony Gonzalez.
Tuhan memberkatimu, Anakku. Tuhan memberkatimu.
Kau melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan menutup...
...bar-bar dan sarang perjudian di wilayah kita.
Itu sudah tugas saya, Bapa.
Aku sangat bangga padamu, Anakku!
Seorang petugas polisi yang jujur, setia, cakap, berbakat sepertimu...
...tidak mungkin ada di wilayah kita.
Inspektur Vishwas. Aku ingin berjumpa dengan Ibumu, sekali saja.
Ini Ibu saya, Bapa.
Oh!
Saya sangat beruntung bertemu dengan Anda.
Berapa putra Anda?
Saya hanya punya seorang putra.
Betapa menyedihkan. Sangat menyedihkan.
Kenapa Anda tidak memiliki anak lebih banyak lagi?
Apa?
Itu akan menjadi keuntungan bagi negara.
Anda sangat hebat telah melahirkan seorang polisi sepertinya.
Berkati aku, wahai Ibu!
Dia sedang menerima berkatnya.
Berkati aku supaya lain kali aku bisa menjadi putramu...
...dan menjadi seorang perwira pemberani sepertinya. Membuat negaraku bangga.
Permisi, Nyonya. Apa itu tas Anda? Yang merah dan kuning.
Bukan, bukan. - Baik, terima kasih.
Nak, di mana pendetanya? - Bu. Ini waktunya untuk berdoa.
Pergilah, Nak.
Jangan mempermalukan Gurumu.
Aku sangat bahagia. - Halo, Pak.
Halo.
Pak. Apa beliau Ibu Anda? - Iya. Benar.
Halo, Nyonya. - Halo.
Saya ingin jujur pada Anda.
Putra Anda... - Ya.
Putra Anda, bukan seorang polisi. - Apa?
Dia bukan seorang polisi. - Apa yang kau katakan?
Dia itu Dewa.
Dewa, yang memakai seragam.
Kau mempertaruhkan hidupmu sendiri...
...untuk melindungi kami yang tak berdaya...
...dan mengusir 50 orang preman.
Kau menghajar mereka dengan kuat. - Bagaimana?
Dia menghajar mereka begitu kuat...
...sampai preman lainnya melarikan diri mendengar mereka berteriak.
Kau adalah pelindung orang miskin.
Kau adil!
Kau adalah kebanggaan negara kita.
Semoga bendera kita selalu berkibar tinggi
Kebanggaan dan kemuliaan negara kita
Semoga bendera kita selalu berkibar tinggi
Sebelum dia naik ke Benteng Merah dengan bendera...
Menurunkannya?
Coolie. - Ya.
Wahai, Inspektur. Aku akan membangun kuil untukmu.
Bibi. Aku juga akan menyimpanmu di sana. - Apa?
Dan memuja kalian berdua...
Bibi, apakah tas merah dan kuning itu milikmu?
Bukan. - Maaf.
Di mana dia?
Bu, sudah waktunya bagi dia untuk dia berdoa.
Ayo, Bu.
Sebentar. Aku akan memindahkannya.
Lakukan cepat.
Apa ada orang di sana?
Seseorang, tolong.
Vishwas, apa yang terjadi?
Mana, Bu?
Lihat. Beberapa preman memukuli mereka. - Tolong!
Di mana, Bu?
Bukan di sana, di sini.
Tolong aku, Inspektur.
Mereka sedang memanggilmu. - Tidak, tidak.
Bu, mereka tidak sedang memanggilku, tapi inspektur wilayah mereka.
Tuan, cepatlah. - Selesai, Pak.
Pergi lihatlah. - Aku tidak bisa pergi, Bu.
Ini bukan wilayahku.
Cepatlah.
Kau jaga wilayahmu, dan aku akan berurusan dengan mereka.
Ibu. Ibu
Bu.
Mundur.
Berhenti. - Siapa kau, perempuan?
Aku Ibu dari inspektur itu.
Bu, apa yang sedang Ibu lakukan? Ayo pergi.
Inspektur. Apa kau baru di daerah ini?
Kau mau apa kalau dia sudah lama? - Ibu, tunggu.
Inspektur, kami telah menjalankan sekolah ini selama 60 tahun.
Dan kini anak buahnya Gudappa Das ingin memaksa kami keluar.
Mereka ingin membangun bar dansa di sini.
Sudah selesai? Kau sudah cukup mendengar?
Setelah bar dibuka kau bisa datang untuk mendapatkan makanan gratis.
Pergi.
Vishwas. Apa yang dia katakan? - Ya...
Beraninya kau memarahiku di depan Ibuku?
Bukan hanya itu, dia sedang memarahimu, seorang petugas polisi.
Ya, Bu. Aku seorang inspektur polisi.
Aku seorang inspektur polisi.
Siapa namamu? - Bodoh. Serangga seperti kalian...
...mengenaliku karena tinjuku, bukan karena namaku.
Bagus, Bu? - Terbaik.
Hentikan itu dan hajar dia. - Pasti.
Apa katamu? - Enyahlah!
Enyahlah!
Ini rumah kami, Bu.
Bukankah ini terbaik?
Wah! Kau memiliki rumah yang begitu besar.
Bukan, Bu. Bukan yang di bawah. Itu ditutup.
Kami baru saja menyewa lantai atas.
Menyewa? - Bukan, Bibi. Biar kuberi tahu.
Maksudnya pemerintah telah menyewakan kamar kepadanya.
Apa Anda mengerti? Sebab mereka senang dengan pekerjaannya.
Tentu. Anakku melakukan pekerjaan yang bagus.
Pemerintah pasti senang.
Bagus sekali. Sangat, sangat, bagus.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Perwira baru mana yang kau latih di kantor polisimu...
...yang melakukan pekerjaan yang hebat di daerahmu?
Suatu hari dia menyelamatkan seorang gadis dari penculikan.
Kemudian dia menangkap pencuri itu.
Dan hari ini dia mengalahkan preman Gundappa.
Seorang diri.
Saya terkesan.
Pak, saya... - Tentu saja.
Saya akan memberikan rekomendasi untuk promosimu.
Saya sangat senang. - Pak, dia sangat...
Kau benar-benar telah melakukan pekerjaan dengan baik.
Saya akan memberikan rekomendasi untukmu...
Borekar.
Apa ini?
Kau punya kumis, bukan?
Masih, Tuan.
Saudara-saudara.
Ada berita buruk.
Napoleon datang ke Mumbai.
Interpol mengirimi kita beberapa foto Napoleon.
Perhatikan foto-foto ini baik-baik...
...dan kenali dengan baik.
Sudah kalian lihat dengan baik?
Bagus! Penyelundupan. Obat-obatan terlarang. Terorisme.
Napoleon membuat perjanjian untuk semua ini.
Menurut informasi yang diterima dari RAW...
...dia akan segera datang ke Mumbai.
Untuk menjalankan misi berbahaya.
Dan misinya bernama 'Misi Gajah Putih'.
Kita harus menggagalkan 'Misi Gajah Putih' dengan cara apa pun.
Dan kita harus menangkap Napoleon hidup-hidup...
...dan membuat Kepolisian Mumbai bangga.
Dan...
Ayo kita tangkap dia dulu.
Guru. Apakah kau suka masakan Ibu? - Luar biasa.
Ayo ambil beberapa untuk makan malam juga.
Sayuran panas.
Aku memakan masakan Ibu lagi setelah sekian lama.
Terasa sangat menyenangkan.
Tapi, Bu. Akan jauh lebih baik...
...kalau Ibu bisa tinggal untuk beberapa hari lagi.
Kenapa Ibu datang hanya untuk tiga hari?
Ya, Nak. Ibu juga berpikir hal yang sama.
Air.
Tapi, Bu. Bagaimana Ibu bisa tetap tinggal di sana?
Ibu punya hal-hal yang harus dilakukan di desa.
Ya. - Tidak, Nak.
Jika kau memaksa...
...kalau begitu Ibu akan tinggal untuk beberapa bulan denganmu.
Ya, ya. Tentu saja.
Tapi... - Pikirkan tugas Anda, Pak.
Bagaimana bisa Anda tetap di rumah?
Tiga hari lagi Anda harus pergi dengan Ketua Menteri selama tiga bulan.
Untuk alasan keamanan. - Ya.
Tidak. Aku akan menolak Ketua Menteri.
Aku akan bilang padanya, "Ibuku datang dari desa...
...jadi aku akan tinggal bersamanya".
Benar, Bu. - Tugas didahulukan, Ibu nanti.
Jangan mengkhawatirkanku. Aku akan datang mengunjungimu lagi.
Apa?
Katanya dia akan datang mengunjungimu lagi.
Ya.
Selamat pagi, Tuan. Malam?
Siang, Tuan. - Anda memanggil?
Ghorpade, kau mengirim inspektur itu lagi...
...untuk menghajar anak buahku.
Tuan, sudah saya bilang sebelumnya.
Dia bukan bagian dari kami. - Bohong lagi.
Kenapa kau tidak bilang saja berapa banyak uang yang kau inginkan?
Saya tidak menginginkan uang, Tuan. - Lalu?
Apa kali ini kau mau properti?
Tidak, Tuan. Maksudnya, saya tidak tahu siapa inspektur itu.
Tuan, inspektur itu menghajar kami sangat parah.
Dia melompat menendang kami.
Dia membuat kami lari untuk menyelamatkan diri, Tuan.
Lihat. Dia menghajar mereka habis-habisan.
Dia membuat Madan babak belur. - Tuan, saya Mohan.
Dia menghajar mereka habis-habisan.
Kau tidak bisa melihat siapa Madan, siapa Mohan.
Kami akan kembali ke desa kami, Tuan.
Lihatlah, Ghorpade.
Sebagian dari mereka kembali ke kampung mereka...
...dan sebagian lain ada di rumah sakit.
Misi Gajah Putih sedang dalam tahap akhir.
Tuan... - Terserah kau seret dia ke sini...
...dengan kakinya atau rambutnya...
...tapi bawa dia padaku, atau aku akan mengulitimu hidup-hidup.
Apa?
Sutradara Anees Bazmi sudah memberikan janji?
Ya, Anees Bazmi. - Hebat, Guru.
Aku akan datang.
Jangan biarkan Anees pergi. - Siapa Anees?
Di film besar dia adalah... - Film?
Bos.
Dia seorang bos.
Seperti penjahat-penjahat berbahaya di film-film...
...sama, mereka adalah para bos di kehidupan nyata.
Kami akhirnya berhasil menguasai mereka. Maksudku, menemukan mereka.
Jadi aku akan membuat rencana untuk menangkapnya. Berkati aku.
Tidak perlu khawatir. Aku sudah tahu semuanya.
Rumah Komisaris Polisi Gabungan Khare sedang diperbaiki.
Jadi dia menyewa lantai dasar rumahmu selama sebulan. Itu saja.
Guru. Kalau komisaris polisi gabungan itu melihatku memakai seragam...
...dia akan melemparku ke penjara.
Itu tidak akan terjadi.
Lakukan saja seperti yang kau lakukan sampai saat ini. Berakting...
Diam.
Halo, Pak. - Halo.
Putraku juga seorang inspektur polisi.
Kami tinggal di lantai atas. - Begitu.
Ya. Dia baru saja bergabung dalam kepolisian.
Dia menutup banyak bar dan tempat judi. - Begitu.
Dan dia menghajar para penjahat habis-habisan...
...sampai-sampai preman lainnya kabur dari kota mendengar mereka berteriak.
Siapa namanya?
Vishwas Rao.
Vishwas? - Dia sedang mengejar seorang bos. Ya.
Dia berencana untuk menangkap seorang bos bernama Anees.
Anees? Anees Ismail? Itu bos yang berbahaya.
Dia berencana untuk menangkapnya.
Kalau begitu saya ingin bertemu dengannya sekarang.
Apa? - Ya.
Kau tertawa.
Komisaris sedang menunggumu di bawah...
Bu, Ibu juga tertipu.
Ibu sangat polos.
Dia bukan komisaris polisi.
Dia bukan komisaris? Lalu?
Dia itu aktor. - Aktor?
Dia dulu berperan sebagai komisaris di serial TV.
Suatu hari tiba-tiba dia berhenti bekerja...
...dan kehilangan akal sehatnya.
Lalu? - Dia menjadi gila.
Dia mengenakan seragam polisi dan pergi ke jalan.
Dia pergi dan duduk di kantor polisi mana pun yang dia lihat.
Oh Tuhan! - Tuhan, kasihanilah dia.
Dan dia ditahan di sini untuk perawatan. - Begitu.
Dan orang-orang berseragam di sekitarnya, mereka gila.
Apa? - Maksudku mereka adalah para aktor.
Mereka berakting begitu supaya dia merasa dialah komisarisnya.
Tapi kenapa? - Sebab kata dokter...
...ini adalah satu-satunya cara untuk mengobatinya.
Dan dokter juga mengatakan jaga agar ilusinya tetap utuh.
Kenapa?
Karena jika ilusinya hancur, maka dia bisa kehilangan nyawanya.
Gagal jantung.
Nak...
Nak, kita juga tidak akan menghancurkan ilusinya.
Kau juga harus berakting di depannya. - Bu. Ibu tahu aku tidak bisa akting.
Cobalah - Baiklah, Bu. Akan kulakukan.
Hanya untukmu.
Ibuku...
Apa?
Itu sebabnya aku...
Dengar, bicara dulu baru menangis.
Atau menangis dulu baru bicara.
Jangan bicara dan menangis bersamaan, Inspektur.
Aku bukan seorang inspektur. - Apa?
Ya. - Dan seragam ini?
Ini sewa.
Aku memakainya untuk menjaga ibuku agar tetap hidup.
Bagaimana ceritanya? - Cerita yang sedih.
Ibuku sangat suka menonton film.
Suatu hari dia pergi menonton film.
Ceritanya tentang seorang polisi jujur dan Ibunya.
Tiba-tiba, kipas di atas jatuh di kepala ibu saya.
Ya, Tuhan! Lalu bagaimana?
Kipasnya berhenti, tapi ibuku kehilangan akal sehatnya.
Oh, tidak. - Oh, iya.
Sejak saat itu dia berpikir kalau aku seorang polisi.
Dan aku memakai seragam ini di hadapannya.
Tapi apa kata dokter?
Mereka bilang ini satu-satunya cara untuk mengobatinya.
Jaga agar ilusinya tetap utuh. - Kenapa?
Sebab kalau aku melepas seragam ini...
...ibuku akan kehilangan nyawanya.
Teruslah pakai seragam ini. - Ya.
Kita akan menjaga agar ilusi ibumu tetap utuh, Vishwas.
Inspektur Vishwas. - Yes.
Tuan Komisaris, ini ibu saya. - Iya, kami pernah bertemu sebelumnya.
Bu, beliau adalah komisaris.
Putraku sangat memuji Anda.
Dia bilang di serial televisi Anda... - Bu...
Televisi?
Maksudku, tidak ada perwira polisi seperti Anda di kota ini.
Ya. - Ibu mengatakan hal yang benar, bukan?
Dan menurut saya, akting putra Anda sangat baik...
Pak... - Akting?
Maksud saya aktif.
Dia inspektur yang paling aktif di seluruh departemen kami.
Benar kan, Vishwas?
Inspektur Vishwas.
Bapak Komisaris, tolong jaga diri Anda. - Ya.
Sebaiknya Anda jangan keluyuran sendiri di jalan memakai seragam ini.
Bu.
Sendiri di jalanan?
Maksud saya, Anda harus ditemani polisi. - Ya.
Dan Anda sebaiknya mengurangi menonton film.
Pak.
Saya tidak menonton film.
Saya. Saya yang banyak menonton film.
Sebentar, Nyonya. Mari ikut saya. - Ya.
Vishwas, apa yang dia katakan?
Serial televisi? Jangan keluyuran di jalanan? Saya bingung.
Tidak perlu bingung. Ini sederhana.
Benarkah? - Anda bukan komisaris polisi.
Apa? - Bagi Ibu saya.
Ya. - Tapi bagi saya iya.
Syukurlah.
Saya seorang inspektur - Tapi kau bilang kau bukan.
Bagi ibu saya, Pak.
Tapi saya bukan, bagi Anda.
Dan... - Saya paham. Saya mengerti.
Saya komisaris polisi, tapi bukan.
Dalam pandangan Ibumu.
Dan kau bukan seorang inspektur polisi, tapi kau inspektur.
Dalam pandangan Ibumu.
Dan bagaimanapun juga, ibu tetaplah seorang ibu.
Tapi dia bukan, dalam pandangan siapa?
Seorang ibu tetap seorang ibu, dalam pandangan semua orang.
Pak, Anda sangat... - Ya.
Seorang ibu selalu jadi seorang ibu.
Ada mal-mal yang lebih besar di Mumbai.
Halo, Pak. Tadi saya mencari Anda.
Pak.
Halo.
Siapa dia? - Dia Ibuku.
Apa? - Maaf. Apa Anda Ibuku?
Vishwas.
Dia Ibu saya. - Bibi.
Terberkatilah kau, Sayang.
Siapa dia? - Dia seorang gadis.
Ibu tahu, tapi siapa dia?
Dia seorang gadis, dan... - Kajal.
Dia Kajal, Bu.
Setiap kali sesuatu yang buruk terjadi di kota...
...Ibu bisa menemukannya di sana.
Apa? - Bibi, biar kuceritakan.
Aku seorang pekerja sosial. - Ya.
Setiap kali aku melihat sesuatu yang salah terjadi di kota...
...aku menginformasikan polisi. - Bagus. Kau melakukan hal yang benar.
Dan sekarang saya di sini untuk melakukan pengaduan, Bibi. Padanya.
Pak, kelab Paradise di Gol Chowki...
...berkaitan dengan semua jenis bisnis dan obat-obatan ilegal.
Aku baru tahu kalau...
...beberapa gadis remaja ditahan di sana.
Ya, Tuhan! - Ya. Ayo.
Ayo ajukan pengaduan ke polisi. - Apa?
Aku polisinya.
Aku polisinya.
Tapi itu bukan wilayahku, Kajal.
Jadi, ajukanlah pengaduan pada inspektur polisi setempat.
Cepat pergi. Aku sudah ke sana. - Kau sudah ke sana.
Tapi Inspektur Ghorpade tidak siap mendengar.
Tidak? - Tidak.
Lupakan wilayahnya.
Pergi, pergilah dengannya. Dan bebaskan gadis-gadis itu. Pergilah.
Aku tidak bisa pergi, Bu.
Aku...
Sayang, lewat mana? - Bibi.
Di Gol Chowki, di sana ada... - Diam.
Pegang ini, Bu.
Ayo, Bu. Ayo, Kajal. - Ayo.
Uang tunai seratus juta.
Ada yang istimewa? - Ini sangat istimewa.
Semua uang ini untuk 'Misi Gajah Putih'. - Oh!
Ingat kata Tuan Gundappa, "Hati-hati".
Jangan khawatir.
Ini adalah salah satu tempat teraman tuan Gundappa.
Tidak ada yang bisa kemari. - Bagus.
Lepaskan kami!
Kelab yang bagus!
Sampai sekarang aku hanya lihat mereka di film-film.
Ini adalah tempat tinggal para Dewa.
Rambha. Menka. Urvashi. Mereka semua ada di sini.
Mereka bukan gadis-gadis, mereka es krim vanila.
Pak. Apa yang kau pandangi?
Aku bukan sedang menatap. Aku sedang berpikir...
...gadis-gadis seperti kalian harusnya jangan pergi ke kelab...
...seperti ini untuk melihat tarian murahan semacam ini.
Kita harus pergi sekarang. Ayo.
Pak, kita di sini bukan untuk melihat tariannya.
Kita di sini untuk membebaskan gadis-gadis itu.
Inspektur! - Apa Anda tahu kalau...
...polisi dilarang di kelab ini?
Lalu apa yang Anda lakukan di sini?
Hanya berjalan-jalan di sekitar. Itu saja.
Senang sekali. - Tidak.
Kami di sini untuk melakukan serangan.
Saya wartawan. Dan saya punya informasi kalau...
...Anda telah menahan beberapa gadis di sini.
Bawa mereka keluar. - Hei, gadis. Omong kosong.
Tenang, Kajal. Tenang.
Pak. Apa kau takut berkelahi?
Tidak, aku tidak takut. Aku menikmati perkelahian.
Kau tahu, Kajal.
Kalau mereka melukai wajahku, karierku akan tamat selamanya.
Apa?
Biar aku bicara pada mereka. - Anda akan bicara pada kami?
Anda akan bicara pada kami?
Bachchan Singh!
Muktar. Balbeer.
Baktawar. Kallan.
Kenapa panggil banyak orang untuk bicara?
Beginilah cara kami bicara di sini. - Oh!
Urus saja urusan Anda sendiri...
...ambil sesuatu untuk dimakan dan pergi.
Baiklah.
Kami di sini untuk memberi kalian pelajaran.
Inspektur ini buldoser tanpa rem.
Sekali dia mulai, dia tidak akan berhenti.
Begitu. - Minggir.
Tembak dia!
Kau tidak tahu
Kau tidak tahu siapa aku
Kau tidak tahu
Kau tidak tahu siapa aku
Mata yang nakal
Lengan yang halus
Tubuh yang seksi
Saya memiliki gaya berjalan yang gila
Kau, kau, kau, kau...
Kau tidak tahu
Kau tidak tahu siapa aku
Kajal! Gadis-gadis. - Pak.
Ayo, cepat keluar. Lari!
Uang.
Ada apa ini?
Ayo.
Perhatian!
Polisi, perhatian...
Ghorpade, kami sudah lama memanggilmu. Pak Ghorpade, ini tidak benar.
Kenapa kau lama sekali datang kemari?
Kau sudah mengirim lagi inspektur yang sama.
Tidak, maksudku... Minggir.
Berita terkini.
Polisi melakukan penggerebekan di kelab Paradise Gundappa Das.
Atas perintah kantor polisi Gol Chowki...
...Inspektur Senior Ghorpade...
...salah satu perwira mudanya, tidak hanya menghajar para preman...
...tetapi juga menyelamatkan beberapa gadis remaja.
Dan menyita jutaan rupiah.
Pak Ghorpade, apa yang ingin Anda katakan?
Saya?
Maafkan saya, Pak.
Apa yang saya katakan?
Saya tidak tahu siapa yang melakukannya.
Saya baru saja tiba.
Berapa banyak ini?
Siapa yang memberitahumu?
Kajal, apa yang kau lakukan?
Bagaimana kalau hujan?
Dokter memintamu untuk menjaga lukamu agar tetap kering.
Rasanya menyenangkan.
Tentu saja, semua gadis itu selamat.
Kecuali satu. - Apa?
Tidak, mereka semua melarikan diri.
Aku melihatnya sendiri.
Kenapa kau tertawa? - Tidak ada.
Cuma orang gila yang tertawa tanpa alasan.
Aku juga tidak melihat becak di sekitar.
Kalau hujan turun, kita akan berada dalam masalah.
Bahkan itu lebih baik.
Entahlah, tapi semuanya tampak indah.
Aku terluka, tapi bahkan itu terasa indah.
Nyonya. Apa kepalamu terbentur?
Apa kau sudah gila?
Aku tumbuh besar sendirian.
Dulu aku masih sangat muda...
...saat orang tuaku...
Dan...
Aku tidak pernah...
...memiliki keluarga.
Hari ini...
...untuk pertama kalinya...
...rasanya seperti...
...aku memiliki keluarga.
Kau adalah impian
Aku adalah mimpinya
Bersama kita mengejar malam - Aku selalu bersamamu.
Setiap hari aku berdoa, agar doa-doa kita dikabulkan
Doa-doa kita dikabulkan
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Bersama, kita bisa membuat kisah kita
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Pelan-pelan, dengan tenang, aku sudah merajut mimpimu bersama..
...dengan mimpiku
Aku tidak ingin bumi, atau pun surga
Yang kuinginkan hanyalah kau dalam hidupku
Kau adalah kisah cinta
Dan aku naif
Bersama, kita bisa membuat kisah kita
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Pikiranmu adalah satu-satunya tempat yang aku inginkan
Kau segalanya bagiku, selalu begitu
Seluruh dunia ini asing bagiku
Kau adalah seorang musafir
Aku adalah jalan yang tidak diketahui
Bawa aku ke mana pun kau suka..
...kita bisa membuat kisah kita
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Bersama, kita bisa membuat kisah kita
Aku adalah warna dari sirop
Dan kau adalah manisnya sungai
Uang tunai yang saya kirim untuk 'Misi Gajah Putih'..
...disita.
Kenapa? - Ya, Tuan.
Ada seorang inspektur polisi...
...yang, tanpa alasan, selalu...
Tuan, saya sudah melihat inspektur itu.
Dan saya akan menemukannya segera.
Habisi dia.
Dan hati-hati.
BIN dan Interpol sedang mengawasi pergerakan kita.
Dengar.
Kita tidak akan membahas ini lebih jauh.
Aku sedang mengirimkan kalian seluruh informasi mengenai misi ini...
...melalui seorang agen, dalam sebuah CD.
Dan jangan melakukan kesalahan.
Aku akan tiba minggu depan.
Oke?
Madhav, aku telah berangkat ke stasiun.
Kerumunan apa ini? - Tidak tahu, Bu.
Aku akan ketinggalan keretaku.
Sewa saja becak lain. - Berapa?
Apa salahku... Lepaskan aku.
Lepaskan aku.
Jangan pukul aku. Seseorang tolong aku. - Kau mengajukan keluhan.
Ikut aku. - Tinggalkan aku. Biarkan aku pergi.
Apa kesalahanku... jangan pukul aku.
Tinggalkan aku.
Seseorang tolong aku.
Kau membuat pengaduan. Ikut ke kantor polisi.
Seseorang tolong aku. - Lepaskan dia.
Bu...
Jangan panggil aku Ibu. Jangan panggil aku Ibu.
Kau sudah membuat Ibu malu, bukan hanya karena seragam ini.
Kenapa kau tidak mati saja? Kenapa kau tidak mati?
Ada apa? Keluarkan dia! Keluarkan dia!
Dia Ibu saya.
Sedang ada pembuatan film.
Sedang ada pembuatan film. - Bu.
Dengarkan aku, Bu.
Usir wanita gila ini dari sini.
Dengarkan aku.
Pergi dari sini.
Jangan sentuh Ibuku. Jangan sentuh Ibuku.
Dengarkan aku, Bu. Ibu...
Ibu...
Ibu!
Seseorang tolong panggilkan becak.
Seseorang tolong panggilkan taksi.
Seseorang tolong panggilkan becak.
Bagaimana Ibu?
Aku tidak tahu.
Aku bukan Inspektur Polisi, Kajal.
Aku sudah berbohong.
Aku juga bohong pada Ibuku.
Itu sebabnya dia...
Ibu akan baik-baik saja, Vishwas...
Ibu...
Aku tahu, aku kesepian
Bagaimana aku bisa hidup, jika kau meninggalkanku?
Jangan diam saja, katakan sesuatu
Ibu bisa memarahiku kalau Ibu suka
Ibu bisa memarahiku kalau Ibu suka
Ibu...
Ibu...
Maukah kamu melakukan apa yang Ibu katakan, Nak?
Tentu saja, Bu. Akan kulakukan. Katakan padaku.
Apa kau akan membohongiku lagi?
Tidak, Bu.
Tidak akan pernah lagi.
Maafkan aku.
Apa yang Ibu inginkan?
Ambilkan Ibu racun.
Ibu tidak ingin hidup.
Jangan bilang begitu, Bu.
Jangan bilang begitu.
Aku tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi.
Tidak akan pernah lagi.
Kau berakting sangat baik.
Bahkan Ibumu tidak bisa mengenalimu.
Kau akan menjadi aktor yang baik.
Tidak, Bu.
Aku tidak mau jadi aktor.
Aku ingin menjadi polisi.
Polisi yang jujur. Aku tidak ingin menjadi aktor.
Silakan keluar, Anda tidak dizinkan.
Dengar, kondisinya kritis. Dia butuh istirahat total.
Dokter, akankah Ibuku baik-baik saja? - Kami tak bisa mengatakannya sekarang.
Silakan pergi.
Ibumu akan baik-baik saja, Vishwas.
Dia hanya terkejut.
Karena mimpinya hancur.
Saat kau berumur satu tahun...
Ayahmu adalah seorang polisi yang kejam.
Dia menerima uang dari orang kaya...
...dan melakukan pekerjaan kotor untuk mereka.
Savitri. Jangan ikut campur. - Dia gadis yang baik, biarkan dia...
Aku ingin memberi pelajaran kepada ayah gadis yang baik ini.
Ayah gadis itu, Shashtri memiliki sebuah pabrik...
...yang merupakan satu-satunya cara mencari nafkah bagi penduduk desa.'
Para orang kaya menginginkan tanah itu.'
Jangan, Inspektur. Jangan lakukan itu. Akan saya tanda tangani.
Shashtri yang tak berdaya menandatangani surat-surat itu.
Pada malam yang sama ayah dan anak perempuannya bunuh diri.
Orang-orang sangat marah, mereka berangkat untuk membunuh ayahmu.
Aku sudah memberitahumu sebelumnya, hentikan perbuatan ilegal ini.
Kutukan orang-orang malang ini...
...tidak akan pernah membiarkan kita hidup bahagia.
Jika terjadi sesuatu padamu...
Hal lama yang sama. Kuliah lama yang sama.
Aku membuat kesalahan dengan menikahimu.
Aku akui Ayahmu dulu seorang polisi yang jujur.
Tapi bagaimana dia mati? Sebagai orang miskin.
Aku tidak ingin mati seperti itu, Savitri.
Setiap orang pasti akan mati suatu hari.
Setiap orang.
Tapi pertanyaannya adalah bagaimana seseorang itu hidup.
Kalau kau ingin hidup maka ikutlah denganku.
Mereka bisa ikut...
Savitri...
Dengar.
Tidak...
Di sana ada istri dan anaknya. Habisi mereka!
Berhenti!
Jangan ada yang berani menyentuhnya.
Akan kuhancurkan kepala kalian.
Kau akan menyelamatkan mereka!
Sumpah kami akan menghabisi keluarga Yashwant Rao.
Kami juga tidak akan memberi mereka ampun.
Kita meninggalkan desa. - Kedua Ibu dan anak akan menderita.
Dan Ibumu berjanji...
...bahwa dia akan bertobat atas kejahatan ayahmu.
Dengan membuatmu menjadi seorang polisi yang jujur.
Dan orang-orang akan memuji kejujuranmu.
Ini akan mengembalikan kepercayaan masyarakat pada polisi.
Itu sebabnya dia menamaimu Vishwas (Kepercayaan).
Tuan Vishwas.
Dokter Vinod Khanna memanggil Anda.
Vinod Khanna jadi dokter?
Apa? Tapi dia selalu menjadi dokter.
Mari. - Begitu.
Jadi, dia berakting di film begitu saja.
Berhenti berpikir tentang film, Vishwas.
Vinod Khanna bisa jadi nama orang lain juga.
Ayolah. - Ya, ayolah.
Ibu Anda dalam kondisi yang buruk.
Kami akan melakukan operasi.
Biayanya sekitar satu juta.
Satu juta?
Setorkan uangnya segera.
Kita tidak punya banyak waktu.
Mulailah menyiapkan operasinya, Dokter.
Saya akan mendapatkan uangnya.
Bagaimanapun caranya.
Anda kami tahan.
Karena berpura-pura menjadi seorang polisi.
Ibu saya sedang sakit parah.
Saya harus menyediakan satu juta untuk operasinya.
Maafkan saya!
Ikut kami.
Ayo.
Katakan padaku, Pak. Anda akan membawaku ke mana?
Kepada kami.
Siapa itu yang bicara?
Aku. Gundappa Das.
Tapi kenapa membawaku kemari?
Kau butuh satu juta rupee.
Kami akan membantumu.
Kenapa?
Kenapa Anda akan memberikan saya uang?
Sebab kau akan melakukan suatu pekerjaan untuk kami.
Dengar. Aku tidak akan melakukan hal yang salah.
Tidak ada orang yang membayar satu juta untuk melakukan sesuatu yang baik, Nak.
Halo. - Dokter Khanna di sini.
Keadaan Ibu Anda semakin kritis.
Dan Anda belum membayarnya.
Belum, Pak. Saya sedang mencoba, Pak.
Tolong mengerti dan cepat lakukan sesuatu.
Saya sedang mencoba.
Aku ingin satu juta rupee.
Katakan padaku pekerjaannya.
Grup tari budaya...
...sudah tiba di Mumbai dari Hong Kong.
Agen kami mengirimkan sebuah CD melalui mereka.
Mereka akan menampilkan pertunjukan hari ini.
Kau akan naik ke panggung saat pertunjukan...
...ambil CD-nya dan bawa kemari.
Tapi anak buah Anda yang mana pun bisa melakukan pekerjaan ini.
Keamanan di sana ketat.
Dan tidak mungkin orang asing bisa masuk.
Lalu bagaimana aku masuk?
Polisi kepala keamanan pertunjukannya adalah Bhimsingh Thappa.
Dan kami sudah menculik anak perempuannya...
...dan kau menyelamatkannya di Jalan Penghubung.
Aku Kepala Keamanan Suman Thappa...
...anak perempuan Bhimsingh Thappa.
Kedua ayah dan anak itu berpikir...
...kalau kau adalah polisi yang jujur.
Jadi dengan bantuan mereka, kau bisa naik ke atas panggung.
Aku adalah burung yang terbang di langit
Kekasih, kau adalah buah yang menjuntai di bumi
Aku adalah burung yang terbang di langit
Kekasih, kau adalah buah yang menjuntai di bumi. - Tapi..
Hatinya pasti gila melompat ke atas dan ke bawah
Tapi itu selalu dalam suasana hati yang terbaik
Satu, dua, tiga, empat, lima... - Lakukan tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Kamu memiliki tubuh besi
Kamu memiliki tubuh besi
Hatiku seperti magnet
Hatiku seperti magnet
Hatiku..
Hatiku seperti magnet
Aku sudah membatalkan yang lainnya
Kau kekasih sejatiku
Kau kekasih sejatiku
Kekasihku. Kau kekasih sejatiku
Senang sesaat, diam di detik berikutnya
Warna hatiku. Berubah dalam sekejap
Tapi itu selalu dalam suasana hati yang terbaik
Hitung satu, dua, tiga, empat, lima - Lakukan tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Selalu berbicara mesra
Setiap kali kekasihku menggoyangkan pinggangnya
Permainan Drum
Aku akan memilih setiap gembok
Karena kamu adalah kunciku
Semua orang datang untuk melihat sandiwara ini
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila
Gila, gila, gila, tarian gila - Berhenti. Vishwas.
Tangkap dia, Ghorpade.
Lari! Lari!
Vishwas! Vishwas! Apa yang sudah kau lakukan?
Kau sudah membunuh dua orang polisi.
Bukan aku, - Berikan senjatanya padaku.
Seharusnya kau menjaga polisi tetap sibuk.
Bagaimana mereka bisa kemari? - Entahlah.
Sadarlah, Vishwas.
Mobilnya datang. Lari.
Lari!
Jalan! Jalan!
Vishwas membunuh dua polisi, Tuan. - Apa?
Bagus, Ghorpade.
Sekarang Vishwas tidak punya pilihan lain...
...dan kita punya anggota geng seumur hidup yang baru.
Bagus...
Kajal. Ya, Kajal. Bagaimana Ibu?
Ibu tidak ada di rumah sakit, Vishwas.
Dia tidak ada di rumah sakit?
Kami mencarinya ke mana-mana, tapi tidak bisa menemukannya.
Bagus sekali. Bagus sekali.
Anak-anak... - Di mana Ibuku?
Ibu!
Dia ada di sini.
Dan dia baik-baik saja.
Jangan khawatir. Dia baik-baik saja.
Dia tidak butuh operasi apa pun.
Dia hanya memiliki masalah tekanan darah...
...dan kami mengontrolnya dengan obat-obatan.
Lalu kenapa kau berbohong padaku?
Aku yang menyuruhnya.
Karena aku ingin kau melakukan pekerjaan ini.
Ini dokter geng kami.
Sama seperti dokter keluarga disebut dokter keluarga...
...serupa, aku dokter gengnya.
Omong kosong apa ini?
Kebohonganmu menghancurkan seluruh hidupku.
Aku membunuh dua polisi hari ini, dan kau...
Tenang, Nak. Tenang.
Kau memintaku satu juta rupee untuk operasi...
...yang akan kuberikan padamu.
Persetan dengan uangmu.
Di mana Ibuku?
Dia ada di kamar itu.
Dia marah padamu.
Kau membunuh dua orang polisi.
Aku harus memberitahunya.
Kau?
Keluar dari sini. Pergi.
Aku tidak ingin melihat wajahmu.
Dengarkan aku, Bu... - Aku tidak mau dengar apa pun.
Aku tidak mau dengar apa pun. Pergilah. Pergi sana.
Ibu... - Ibumu sudah mati. Ibumu sudah mati.
Pergi. Pergi atau aku sekarang...
...aku akan membunuh diriku. - Aku akan pergi.
Jangan, Bu. Aku akan pergi. - Pergi sana.
Pergi. Pergi sana. - Aku akan pergi.
Keputusanmu tidak tepat.
Sekali kau masuk dalam sebuah geng, kau tidak punya jalan keluar.
Ayo pergi dan lapor polisi... - Jangan, Kajal.
Ibu dalam tahanan mereka.
Jangan katakan apa pun pada polisi.
Jangan katakan apa pun pada polisi, Kajal. Demi aku.
Tapi, Vishwas, bagaimana ini... - Lupakan saja aku, Kajal.
Duniamu penuh dengan kehidupan dan harapan yang cerah.
Duniaku dipenuhi dengan kegelapan dan tidak ada yang lain.
Kita tidak bisa bersama, Kajal.
Dan...
Dan?
Dan apa?
Katakan.
Kita tidak akan bertemu lagi.
Maafkan aku.
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku kau akan lebih bahagia...
Jangan biarkan pikiranku terlintas di benakmu
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Aku ingin tahu ke mana tujuanmu...
...meninggalkanku dengan dua jalan
Kau memberiku kebahagiaan...
Tapi kamu merenggutnya dariku
Apa yang kau dapatkan...
Apa yang kau dapatkan...
Apa yang kau dapatkan dengan membuatku menangis?
Jangan biarkan pikiranku terlintas di benakmu
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Tanpa diriku...
Seribu kilo kokain...
...akan diantar besok siang ke ruang khusus gudang Versova.
Kunci terkomputerisasi akan terbuka hanya melalui CD yang kukirimkan.
Ambil kirimannya dan simpan di gudangmu.
Aku akan tiba besok lusa.
Di tempat yang sama, waktu yang sama...
...di mana aku selalu mendarat.
Sampai jumpa.
Itu misi Tuan Napoleon.
Gajah Putih!
Seribu kilo kokain!
Angkat tangan. Jangan ada yang bergerak.
Masukkan. Masukkan. Masukkan barang-barangnya.
Turun. Turun. Jesse. Kunci semuanya.
Kunci semua orang.
Kunci. Kunci mereka.
Kunci. Jesse. Hubungi penanggung jawab area dan panggil kemari. Oke?
Aku akan membawa truk ke gudang polisi. - Ya, Pak.
Vishwas, kau?
Berhenti.
Vishwas.
Tuan... - Bagaimana Khare bisa ke sana?
Mereka polisi, mereka pasti sampai di sana.
Tapi kenapa Vishwas pergi ke sana?
Sudah kau larang dia? - Ya.
Dia seorang pemula.
Komisaris pasti sudah menangkapnya...
...dan dia pasti sudah mengatakan segalanya.
Dan polisi pasti sedang menuju ke sini. - Hei...
Kita tamat. - Selamat.
Ini musuhmu, Komisaris Polisi Gabungan Khare.
Dan saya sudah mengirim truk Anda yang penuh barang ke gudang Anda.
Ghorpade. - Ya, Tuan.
Kau ada di sini? - Saya kerja sif kedua di sini, Pak.
Apa kau tidak malu? - Malu, Pak.
Bagus, Vishwas. Bagus.
Tuan Napoleon akan sangat senang dengan Anda.
Persetan dengan Napoleon-mu.
Aku melakukan ini demi Ibuku.
Ibuku menderita di sana.
Aku akan membawanya kembali ke desa.
Bagaimana kau bisa pergi?
Seluruh polisi Mumbai akan datang kemari...
...mencari Tuan Khare.
Tidak akan. - Kenapa?
Karena dia akan memberi tahu departemennya...
...bahwa dia akan keluar kota selama beberapa hari...
...dan mereka tidak perlu mencarinya. - Tidak mau.
Apa?
Kau akan melakukannya.
Kau akan mengatakannya dan juga membantu kami.
Apa kau akan mengatakannya atau tidak?
Bicara. - Ya, akan kukatakan. Akan kukatakan.
Anak pintar. Ikat dia.
Belajar darinya, Ghorpade.
Belajar darinya.
Mengapa kau mengikat orang malang ini? - Yang kencang.
Dengar, dia bukan perwira polisi.
Dia hanya suka berkeliaran memakai seragam.
Ikat dia.
Dia seorang aktor televisi.
Aku tahu, aku tahu.
Tidak ada televisi di kamarmu.
Itu sebabnya kami membawa aktor ini ke sini.
Sekarang lihat dia tampil.
Dengar...
Nyonya.
Saya sebenarnya Komisaris Polisi Gabungan.
Sudahlah.
Biarkan diri Anda dirawat oleh dokter yang bagus.
Tidak, cobalah mengerti.
Nyonya. Para anggota geng ini...
...memaksa Vishwas untuk melakukan perbuatan yang salah...
...dengan membuat alasan penyakit Anda.
Saat itulah dia datang kepadaku.
Saya tidak akan melakukan hal yang salah lagi, Pak.
Aku ada saran, Vishwas. - Ya. Pak.
Seperti yang dikatakan Gundappa, Kau ambil CD-nya...
...dan kirimkan ke dia.
Apa mereka juga membayar Anda? - Diam!
Aku ingin kau bergabung dengan gengnya Gundappa.
Berarti mereka pasti melakukannya.
Hei, duduk!
Aku punya rencana.
Dengan cara ini kita bisa membasmi Gundappa dan komplotannya.
Dan itulah kenapa...
...aku ingin kau melakukan pekerjaan ini dan masuk ke gengnya.
Aku mau kau bergabung dalam geng mereka dan menggali informasi...
Saya mengerti, Pak.
Seperti yang dilakukan Amitabh Bachchan dalam film Don.
Benar kan, Pak?
Ya.
Dan jika kau melakukan itu, mereka akan membayar operasi Ibumu.
Dia akan mendapat perawatan.
Kau akan bergabung dengan geng mereka dan bekerja sebagai informan polisi.
Saya akan bekerja untuk polisi?
Ibuku akan sangat senang.
Nyonya, demi kebahagiaan Anda...
...Vishwas setuju untuk melakukan tugas polisi.
Saat melakukan pekerjaan ini, kau akan membunuh dua polisi.
Apa yang Anda katakan, Pak?
Bukan sungguhan. Peluru palsu. Kematian palsu.
Dengan cara ini Gundappa akan mulai memercayaimu.
Dia tak akan membunuhmu...
...justru dia akan membiarkanmu bergabung dengan gengnya.
Ide yang bagus, Pak.
Tak ada yang menyangka jika Anda bisa berpikir dengan baik.
Terima kasih.
Kau bilang apa? - Sampai jumpa, Pak.
Berhenti. - Sekarang apa?
Vishwas, simpan jam ini.
Kapan pun kau menekan tombol ini...
...lampu di jam tangan lainnya akan berkedip.
Setelah itu, di mana pun kita berada...
...kita bisa berbicara satu sama lain, melalui jam tangan ini.
Sekarang perhatikan. Aku akan berbicara dan kau dengarkan.
Siap.
Halo, Vishwas.
Aku memercayakan padamu pekerjaan...
...agen rahasia untuk Polisi Mumbai.
Kau harus melakukan pekerjaan ini dengan tanggung jawab yang besar.
Apa kau mendengarkan?
Tentu, Pak. Saya setuju denganmu, Pak.
Kau harus berdiri di sana dan dengar lewat jam tangannya, Bodoh!
Kau mau ke mana?
Berdiri di sana dan mendengarkan, Pak. - Vishwas.
Ya, Pak...
Apa kau bisa melakukan pekerjaan ini?
Tentu saja, Pak. Akan saya lakukan dengan sangat baik.
Baiklah.
Kalau begitu simpan telepon ini. - Terima kasih, Pak.
Tapi saya sudah punya telepon.
Ini bukan untuk melakukan panggilan telepon, Vishwas.
Saat kau menekan tombol ini dua kali...
...dia akan memberikan kilatan yang dahsyat...
...dan menyilaukan pandangan semua orang untuk sementara waktu.
Ini akan membantumu saat kau dalam kesulitan.
Luar biasa, Pak.
Anda mengubah saya menjadi James Bond, Pak.
Kenapa kau tekan tombolnya sekarang?
Aku sedang mencobanya, Pak.
Kau bisa memberitahuku dulu. Aku akan menutup mata.
Sekarang dengar. - Pak, aku tidak bisa lihat apa pun.
Kau butuh telinga untuk mendengar.
Saya punya telinga, Pak.
Jadi, dengar... - Aku tidak bisa melihat, Pak.
Ya, Tuhan! Dengar dan pahami. - Siap, Pak.
Rahasiakan kalau kau bekerja untuk Polisi Mumbai...
...kau tidak boleh mengungkapkannya kepada siapa pun.
Bahkan jangan juga pada Ibumu. - Kenapa Pak?
Jika para anggota geng mengetahuinya, mereka akan menembakmu.
Astaga!
Dan jika kau bertemu dengan polisi...
...mereka juga akan membunuhmu. - Ya, Tuhan!
Tapi kenapa, Pak?
Aku bekerja untuk polisi. - Ya.
Kau tahu itu, aku tahu itu...
...tapi Departemen Kepolisian tidak.
Aku bisa melihat lagi.
Di mana kau?
Kau di sana rupanya. - Pak.
Pak, saya sarankan Anda menuliskannya di atas kertas...
...bahwa saya bekerja untuk Departemen Kepolisian...
...dan simpan di tempat yang aman. - Mengapa?
Sebab, kalau Anda mati saya akan berada dalam masalah.
Amitabh juga harus menghadapi banyak masalah di film Don, Pak.
Baik, baik. Akan kulakukan.
Tapi sekarang pergilah dan jalankan misimu dengan hati-hati.
Semoga berhasil.
Vishwas sedang bekerja untuk polisi.
Benarkah Pak Komisaris?
Tentu saja benar.
Jangan, Nyonya. Tolong jangan menangis.
Vishwas selalu mengkhawatirkan Anda.
Tolong jangan khawatir.
Semua akan baik-baik saja.
Dewi.
Biarkan Vishwasku berhasil dalam misinya.
Kita harus menggagalkan misi Vishwa dengan cara apa pun.
Kita harus menghentikannya melakukan kejahatan lagi.
Kau bilang dia bergabung dengan sebuah geng.
Apa yang bisa kita lakukan sekarang?
Kita harus melakukan sesuatu untuk menggagalkan misi seluruh geng.
Dan Vishwas mendapat pujian untuk itu.
Dan dia menjadi pahlawan dalam pandangan hukum.
Pahlawan?
Untuk menjadi pahlawan, seseorang harus membunuh penjahat.
Katakan satu hal padaku...
Di dalam filmnya... - Apa?
Maaf. Siapa penjahat dalam ceritanya?
Ya!
Tuan Napoleon.
Saya telah mengonfigurasi ini seperti yang Anda inginkan.
Siap berangkat. - Bagus.
Siap... berangkat.
Tenang, saudara-saudara. Tenang.
Dia tahu terlalu banyak tentang misi Gajah Putih kita.
Saya tidak mau mengambil risiko.
Sekarang aku siap.
Siap untuk menjerat leher Mumbai.
Begitu aku mencekik leher Mumbai...
...seluruh India akan berteriak.
Tujuan organisasimu akan segera tercapai.
Dan bagaimana jika kau gagal?
Ingat, Anda bisa menipu Polisi India...
...tapi kami tidak.
Kau tahu apa yang kami bisa...
...dan mampu untuk lakukan.
Inspektur narapidana yang melarikan diri, Yashwant Rao.
Jangan kau sebut nama orang yang sudah mati.
Napoleon selalu menyelesaikan misinya.
Semua orang tahu itu di dunia kita.
Transfer uangnya ke rekening saya.
Sampai jumpa.
Ada apa, Pak? Anda memanggil saya segera.
Kau mengenalnya? - Halo.
Kau? Siapa kau?
Bagus! Hebat, Nak!
Hari ini kau menolak mengenal putriku.
Tapi kuharap kau mengenaliku.
Thakur Joginder Singh.
Siapa mereka, Tuan?
Ayo kita bunuh dia, Ayah. Kita culik dia, Ayah.
Diam kau, Bodoh.
Kau ingin membuat adikmu menjadi janda?
Pernahkah kau berpikir apa yang akan kami katakan kepada Manglu?
Manglu? Siapa Manglu? - Saya tidak tahu, Tuan.
Ayo kita bunuh dia, Ayah... Kita culik dia, Ayah...
Diam. Kita akan membunuhnya, kita akan menculiknya.
Tapi untuk saat ini, kami di sini untuk membicarakan pernikahan.
Hentikan itu, Pendeta.
Dia benar. Jangan menyampah.
Sekarang dia akan meyakinkan pengantin prianya.
Paman Gundu. - Gundu?
Ya, Anda. Yakinkan dia atau kami akan menelepon polisi.
Berikan aku teleponmu. - Jangan polisi. Jangan polisi.
Ini pasti telepati, polisi sudah ada di sini.
India yang indah, Sayang. - Pak, Anda menelepon saya segera.
Siapa mereka? - Kajal? Kau di sini?
Syukurlah, setidaknya Anda mengenaliku.
Kau mengenalnya? - Ya. Dia Kajal gadis pengaduan.
Dia selalu datang ke kantor polisi membuat pengaduan.
Hari ini aku juga punya aduan.
Tentang siapa? - Dia.
Dulu dia mencintaiku. Kami menyanyi berdua.
Dia berjanji menikahiku. Dan... - Tidak.
Jangan, Sayang. Jangan terlalu detail.
Kau sudah kehilangan kehormatanmu.
Sekarang pikirkan tentang Ayahmu.
Tuan, mereka semua berbohong.
Ayo kita bunuh dia, Ayah... - Ayo culik dia, Ayah.
Diam kau, Bodoh.
Kalau kita membunuhnya, apa yang akan kita katakan pada Manglu?
Siapa Manglu? - Saya tidak tahu, Tuan Gundappa.
Ayo kita bunuh dia, Ayah... - Ayo culik dia, Ayah.
Kekerasan lagi!
Mulut kecil, kumis besar.
Kalau kita membunuhnya, apa yang akan kita katakan pada Manglu?
Sebentar.
Siapa Manglu?
Kau tidak tahu soal Manglu, Pak? - Tidak tahu.
Manglu. Putra kecil.
Anak laki-laki Vishwas. Masih belum lahir.
Dia masih di perut anakku.
Manglu. Pegang ini, Nak. - Vishwas. Apa ini?
Saya tidak tahu, Tuan. Ini bukan milik saya.
Diam. kemari.
Kemari. Kemari. Dengar. Tuan Napoleon akan tiba malam ini.
Kalau mereka mengacau, kita akan mati.
Katakan padaku dengan jelas. Kalau kau tidak mengenal mereka...
...aku akan bunuh mereka sekarang dan mengubur mereka di sini.
Sekarang katakan padaku dengan jelas.
Apa kau punya hubungan dengan gadis ini?
Sedikit.
Hanya sedikit?
Sedikit lagi.
Ya, Tuhan...
Lihat. Aku sudah meyakinkan Vishwas tentang pernikahan.
Syukurlah.
Hentikan itu, Pendeta. Atau aku akan menembakmu.
Untuk saat ini aku hanya meyakinkannya.
Dengar. Kami punya tugas penting yang harus dilakukan.
Kami akan selesaikan dulu tugas kami baru pernikahannya.
Itu yang disebut dengan keadilan.
Keadilan Yang Mulia.
Aku tidak ingin mengatakannya! Aku tidak ingin mengatakannya!
Kau harus mengatakannya, Pak! Benar kan, Tuan?
Apa, Tuan? Katakan padanya apa yang harus dia katakan.
Dia akan mengatakannya. - Tuan, Anda harus membuat alasan...
...dan alihkan polisi penjaga pantai di Gorai malam ini.
Oke?
Saya akan menembak Anda, Pak.
Tidak akan aku katakan meskipun kau menembakku.
Kau menolak kami? Aku akan memotong hidungmu.
Jangan, jangan hidungku.
Kalau begitu aku akan memotong lidahmu.
Kalau kau melakukannya, bagaimana aku akan bicara?
Ya.
Kau akan mengatakannya, bukan? - Tentu saja.
Tentu. Tentu.
Akan kulakukan yang kau katakan.
Belajar darinya, Ghorpade.
Belajar darinya. - Ya, Tuan.
Tuhan memberkatimu.
Tuan. Anda meminta sebilah pisau.
Ini pisaunya. - Terima kasih.
Tapi, Pak. Anda telah mengalihkan polisi.
Bagaimana mereka akan menangkap Napoleon sekarang?
Kami tidak bisa menangkap Napoleon malam ini.
Kita harus menangkap Napoleon malam ini. - Jangan khawatir.
Bahkan jika polisi berhasil menangkap Napoleon...
...kita tidak akan menemukan agennya yang lain di India.
Kita akan membuktikan kalau menangkap Napoleon adalah rencana Vishwa.
Dan kejahatan Vishwa akan diampuni.
Lalu dia akan menjadi pahlawan besok. - Iya.
Bukan besok, tapi lusa...
...kami akan menangkap Napoleon, seluruh gengnya...
...dan menangkap basah semua agennya.
Wah! Rencana yang bagus, Pak.
Napoleon! Serahkan dirimu!
Kerja keras satu tahun...
...digagalkan dalam satu malam.
Semua karena seorang pengkhianat.
Siapa itu?
Siapa itu?
Siapa pengkhianat di antara kalian...
...yang memberi informasi pada polisi?
Polisi tiba secara kebetulan, Pak.
Itu bukan sebuah kebetulan!
Mereka datang dengan persiapan.
Untungnya saya berhasil menyelamatkan tas ini.
Kalau tidak, semuanya akan berakhir.
Misi ini tidak dapat diselesaikan...
...tanpa tas ini.
Tangkap pengkhianat itu.
Kalau tidak, aku akan membunuh kalian semua.
Tuan.
Aku meragukan seseorang.
Anda meragukan saya? Saya?
Saya bisa saja ditangkap juga.
Saya pun bisa saja mati ditembak polisi.
Bagaimana Anda bisa lupa, Tuan Gundappa...
...siapa yang mempertaruhkan nyawa untuk membawakan Anda CD itu?
Saya.
Saya harus membunuh dua polisi dan saya tidak ragu-ragu...
...hanya untuk CD Anda, Tuan Gundappa.
Tapi Anda masih meragukan saya.
Saya!
Halo, Bibi.
Kau di sini? - Ya.
Para penjahat itu menculikmu juga.
Mereka tidak bisa menculikku.
Aku datang kemari dengan suka rela. - Apa?
Dan hari itu, saya membawa truk Anda dengan selamat dari gudang!
Dan juga membawa musuh Anda, Khare.
Tapi Anda masih...
Anakku sedang melakukan pekerjaan baik. - Pekerjaan yang baik?
Apakah Anda bergabung dengan geng bersama putra Anda?
Jika Anda masih tidak percaya pada saya...
Kalau begitu lebih baik saya mati.
Kalau begitu lebih baik aku mati.
Putraku bekerja untuk polisi!
Polisi!
Tapi, Tuan Gundappa...
...saya tak ingin Anda menumpahkan darah orang yang tidak bersalah.
Itu sebabnya aku akan bunuh diri.
Beri aku pistolnya.
Beri aku pistolnya. Beri aku pistolnya.
Kau saja berikan. Berikan.
Hentikan, Vishwas.
Gundappa, bagaimana menurutmu?
Tuan. Menurut saya ini suatu dosa jika meragukan anak ini.
Maaf, Vishwas.
Anak-anak, kembali.
Pergi. Pergi.
Maaf. Maaf. - Tidak apa-apa.
Maaf, Vishwas.
Aku sungguh minta maaf. Maafkan aku.
Ini sebuah kesalahan. Tidak apa-apa.
Tidak masalah. Pergilah.
Jangan mengusirku. - Saya tidak marah.
Aku mengantarmu dengan bahagia. Senang, senang.
Pergi, pergi, sampai jumpa.
Ibu baru saja bilang padaku.
Aku tidak peduli apa yang Ibu katakan padamu.
Ibumu bilang kalau polisi...
Jangan mencoba mengancamku.
Aku tidak bisa menikahimu. - Apa?
Ada hal yang harus aku lakukan untuk paman Gundu.
Belajarlah, Ghorpade. Belajar dari dia. - Dia donatur kita.
Dia adalah Dewa kita.
Berapa lama lagi kau akan membodohi si Gundu bodoh itu?
Ibumu sudah menceritakan semuanya padaku...
...bahwa kau bekerja untuk polisi.
Kau membodohi semua orang di sini. - Tidak.
Sekarang, bersama-sama kita akan menangkap seluruh geng.
Lihat. Aku benar.
Kenapa kamu diam? Katakan sesuatu.
Sekarang giliran mereka yang bicara.
Ayo.
Bos memanggilmu. - Ayo.
Halo. Halo. Kita tertangkap sekarang, Kajal.
Sekarang hanya Tuhan yang bisa selamatkan kita dari murka Napoleon.
Kau yang mendengarkanku, lindungi kehormatanku.
Gundappa. Apa yang akan kau katakan sekarang?
Tuan. Menurut saya ini suatu dosa kalau memercayai anak ini.
Aku ingin menembaknya. - Cukup.
Ada yang ingin kalian berdua katakan? - Iya.
Aku sungguh, sungguh minta maaf, Tuan. - Hei!
Maksudku, kami sungguh, sungguh menyesal, Tuan.
Kami berbuat kesalahan.
Saya tidak tahu ada kamera di sana.
Kalau tidak, saya tak akan mengatakan apa yang saya katakan tadi.
India yang indah. Pasangan yang menggemaskan bersama.
Dan dalam pose yoga.
Hentikan, Guruji. - Kenapa?
Kami sudah membodohi paman Gundu...
Sekarang akan ada perayaan.
Nyanyian dan tarian.
Hentikan sandiwara ini.
Diam!
Kenapa kau tidak bilang padaku?
Siapa tokoh baru ini, bergaya Jackie Shroff?
Anak-anak. Siap menembak!
Tuan, aku punya satu permintaan terakhir sebelum aku mati.
Apa?
Aku ingin mendengar 'Mantra Gayatri' sebelum aku mati.
Dari mana kami mendapatkan 'Mantra Gayatri'?
Aku memilikinya, Tuan. Aku punya. Di teleponku.
Lihat. Kalian juga bisa mendengarnya.
Itu akan menghapus sebagian dari dosa-dosa kalian.
Dan kami akan meninggalkan dunia ini.
Baik, baik, baik, cepat. - Terima kasih, Tuan. Terima kasih.
Ayolah, semuanya tutup mata kalian.
Kita akan mati juga, kenapa harus menutup...
Tutup saja matamu!
Tutup matamu.
Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa melihat?
Jangan tembak aku.
Buka matamu. - Kenapa?
Tutup pintunya. Jangan biarkan mereka kabur.
Lari!
Ayo, cepat.
Aku tidak akan melepaskan kalian. Aku akan menangkap kalian.
Tertangkap satu, Tuan. - Bodoh, ini tanganku.
Hei, di sini... Di sini... Di sini.
Tutup pintu-pintu.
Lewat sana. - Tuan, tertangkap satu lagi.
Ini aku lagi. - Rupanya Tuan. Maaf, Tuan.
Di mana semua orang?
Tutup pintu yang di kiri.
Itu jalan pintas.
Kiri! Kiri!
Kau mau ke mana?
Mau ke mana kalian? Bagaimana kalian akan melarikan diri seperti itu?
Aku bisa melihat semuanya.
Vishwas! Tetap di sana. Tetap di sana.
Mereka melarikan diri.
Jangan diam saja di sana, temukan mereka.
Mereka juga mengambil tasku. - Tas yang mana, Tuan?
Tasku itu penting untuk misiku.
Ayo. Tangkap Ibunya Vishwas dan Khare. - Ya, Tuan.
Sial!
Siapa yang membiarkan gerbangnya terbuka?
Dia kabur.
Dia membawa Ibunya.
Tuan, Pak, dia menulis sesuatu di sini.
Baca.
"Makanan di sini sangat menyedihkan."
"Tolong ganti kokinya, Komisaris Polisi Gabungan Khare."
Bodoh. - Tidak, Tuan. Dia benar sekali.
Aku juga sudah menyampaikan keluhan tentang hal ini.
Makanannya sangat menyedihkan. - Diam!
Pak. - Ya.
Inspektur melaporkan, Pak. - Ada berita apa?
Sarang Gundappa kosong, Pak. - Apa?
Mereka melarikan diri. - Tetap berikan informasi.
Baik, Pak.
Ini bukan kokain, Pak. - Apa?
Ini bubuk.
Apa kau yakin? - Yakin 100%, Pak.
Ya, Vishwas. Di mana kau?
Pak, kami kabur dari sarang Gundappa. - Bagus sekali.
Kami juga melarikan diri.
Dan Ibu? - Dia baik-baik saja...
Kajal? Aku mengirim Kajal untuk bertemu denganmu.
Ya, dia juga di sini.
Dia bersama Ibumu. Keduanya di bawah perlindungan polisi.
Dengarkan aku.
Napoleon mengelabui kita.
Truk itu bukan berisi kokain.
Itu bubuk palsu.
Itu artinya 'Misi Gajah Putih' adalah hal yang lain.
Pak, apa pun itu, ada di dalam tas hitam.
Dan tas hitamnya ada padaku. - Bagus sekali.
Bawa tas itu ke Unit Khusus Cabang Kejahatan Zona 8!
Aku di sana. - Baik, Pak.
Aku bukan polisi, tapi anak buahnya Napoleon.
Halo. - Kami menculik Ibumu.
Kembalikan tas hitam itu ke Benteng Vasai dalam satu jam.
Setelah kau ada di sana, akan kuberi kau petunjuk lebih lanjut.
Kau hanya punya waktu 60 menit.
Kalau kau mencoba sok pintar, kau tidak akan bertemu Ibumu lagi.
Tutup seluruh kota.
Siapkan pos pemeriksaan. - Boleh saya masuk, Pak?
Masuk, Vishwas.
Vishwas, Ada kabar buruk untukmu. - Saya tahu, Pak.
Napoleon sudah menculik Ibu saya.
Bagaimana kau tahu?
Dia baru saja menelepon, Pak.
Katanya, jika saya tidak mengembalikan tas ini dalam satu jam...
...dia akan membunuh Ibu saya.
Ini, Pak.
Tapi kau membawa tasnya kemari.
Ibu selalu berkata, "Dahulukan tugas, baru keluarga."
Jadi, saya sudah menjalankan tugas saya...
...sekarang saya akan pergi untuk menyelamatkan Ibu saya.
Tunggu, Vishwas.
Pergi dan berikan tasnya pada mereka.
Pak?
Aku tahu kami lamban dalam melindungi ibumu.
Tapi kini Polisi Mumbai akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkannya.
Pergilah. - Tapi, Pak, tas ini...
Percayalah, kami akan menangani semuanya.
Sekarang cepat pergi.
Aku akan membuat polisi sibuk dengan kokain.
Dan mengalihkan perhatian penuh mereka kepadamu, Gundappa.
Dan secara diam-diam, dengan pintar akan kupasang senjata bio-kimia...
...di empat tempat penting di kota.
Itu misiku yang sebenarnya.
Misi Gajah Putih.
Ledakan bio-kimia!
Ledakan RDX hanya membunuh mereka yang berada di dekatnya.
Tapi ledakan bio-kimia juga akan membunuh mereka...
...yang aman di rumah mereka.
Karena bio-kimia adalah cairan.
Ini akan berubah menjadi gas tepat setelah ledakan.
Dan menyebarkan penyakit berbahaya yang tak bisa disembuhkan melalui udara.
Di seluruh kota.
Anakmu, musuhku ada di sini.
Savitri?
Kau masih hidup.
Itu berarti...
Vishwas...
Aku...
Aku mencarimu ke mana-mana, Savitri.
Bagi kami kau sudah mati. - Tidak.
Tidak.
Jangan bilang begitu, Savitri.
Lihat, sekali lagi kita...
Kau, aku dan anak kita... - Milikku.
Vishwas adalah putraku.
Hanya milikku.
Kau tidak punya hubungan denganku.
Punya, Savitri.
Kita berbagi ikatan darah.
Dan kau bahkan tidak dapat mengubahnya.
Anda dapat tasnya, Tuan Gundappa.
Anda dapat menghukum saya dengan cara apa pun yang Anda inginkan.
Tapi lepaskan Ibuku.
Pertama mari kita selesaikan misi kita.
Misi Gajah Putih.
Tas ini berisi detonator terkomputerisasi.
Setelah terhubung dengan komputer kita...
...itu akan memicu banyak ledakan di kota.
Dan orang-orang akan membusuk sampai mati.
Membusuk sampai mati!
Ya. Ambil kiri setelah satu kilometer.
Ambil kanan setelah tiga kilometer.
Tuan. Saya telah mengatur waktu untuk senjata bio-kimia.
Saya sudah mengatur waktunya ke 20 menit.
Semua bom akan meledak dalam 20 menit.
Apa yang terjadi dengan pelacaknya?
Sebentar, berhenti!
Kau memberi tahu polisi.
Kini kau dan Ibumu harus mati, Vishwa! - Gundapa!
Jangan ada yang bergerak.
Atau akan kutembak.
Tembak aku.
Jangan bergerak.
Kubilang...
Akan aku tembak.
Tembak aku.
Itu hukuman untuk seorang pendosa sepertiku...
...kalau aku mati...
...di tangan Putraku.
Omong kosong apa ini?
Takdir...
...telah mempermainkanku, Nak.
Aku...
Savitri... - Jangan sebut nama Ibuku.
Ayahku meninggal saat aku kecil. - Itu hanya sandiwara.
Aku juga tidak percaya dengan mataku.
Setelah bertahun-tahun...
Ghorpade. - Ya, Pak.
Nyalakan monitornya.
Kau masih hidup...
Itu berarti...
...Vishwas...
Aku mencarimu...
...ke mana-mana, Savitri.
Ayah...
Peluk aku, Nak.
Sudah sangat lama aku mendambakan ini.
Aku tidak ingin apa-apa lagi.
Hentikan polisinya.
Aku akan pergi denganmu dan menyerahkan diri.
Jadi kau menjadi terkenal.
Putraku menjadi terkenal.
Itu permintaanku. Itu saja.
Saya ingin kekuatan tambahan.
Kirim cadangan segera.
Vishwas.
Ya, Vishwas.
Pak, Napoleon siap menyerahkan diri. - Apa?
Tetap di sana.
Aku akan membawanya padamu.
Oke.
Terima kasih, Nak.
Terima kasih!
Aku sangat merindukanmu, Ayah.
Kenapa Ayah meninggalkan aku?
Maafkan aku, Nak.
Maafkan aku, aku membuat kesalahan.
Aku membuat kesalahan besar.
Pak, kau adalah aktor yang luar biasa.
Bahkan untuk sesaat saya tertipu.
Bayangkan saja, Pak. Saya juga.
Halo, Kapten. Siapkan helikopternya.
Aku akan tiba dalam satu jam. - Oke.
Sekarang.
Bersiap untuk pergi. - Ya, Tuan.
Gundappa. Ayo. - Aku datang
Aku...
Apa yang salah padanya?
Pak, ada satu lagi di sana.
Pak, ada satu lagi di sana.
Hei, Nak. Kau sedang apa?
Tidak banyak.
Saya baru saja menonaktifkan semua bom...
...yang telah diaktifkan Tuan Gundappa.
Itu dia. - Bagaimana dia keluar?
Aku membawanya keluar, Ayah. Untuk membantuku.
Tapi, aku...
Vishwas?
Kau mungkin ayahku...
...tapi aku aktor yang lebih baik darimu.
Kau bersandiwara...
...supaya kau dapat menyebabkan ledakan di kota lalu melarikan diri.
Dan aku bersandiwara, jadi...
...aku bisa menghentikan ledakan dan menangkap semua orang.
Jadi, Napoleon. Bagaimana?
Keren!
Kau juga tidak akan bisa bertahan, Nak.
Angkat tangan! Jangan bergerak.
Buang senjata kalian.
Sudah kami lakukan, Pak - Apa?
Sudah kau lakukan? - Aku membuat mereka melakukannya, Pak.
Bagus sekali, Vishwas. Sangat, sangat bagus.
Sangat, sangat buruk.
Karena aku masih memiliki senjata.
Ayo, Komisaris. Lemparkan senjata Anda.
Lemparkan.
Ya. Ya.
Dan, Vishwas. Lemparkan senjatamu juga.
Bagus sekali, Gundappa.
Bagus sekali. - Begitulah, Pak.
Komisaris ini selalu berusaha untuk menangkapku.
Tunggu. - Ada apa?
Rasakan ini. Rasakan ini. Rasakan ini. Rasakan ini.
Tolong!
Selamatkan aku! Selamatkan aku!
Selamatkan aku!
Ghorpade! - Ya, Pak.
Apa, Pak?
Kau berani memukul polisi.
Apa yang kau lakukan, Bodoh?
Apa kau gila?
Astaga!
Ya ampun! Kau ingin membunuhku?
Kau...
Ghorpade.
Bunuh dia. - Baik, Tuan.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Dia seorang polisi.
Bunuh dia. - Baik, Tuan.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Dia salah satu dari kita, bunuh dia. - Baik, Tuan.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Kau bekerja untuk siapa?
Untuk Anda, Pak. - Lalu?
Ghorpade. - Ya. Pak.
Siapa yang membayarmu? - Anda, Pak.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Apa seragam yang kau pakai? - Seragam polisi, Pak.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Siapa yang membayar pakaian dalammu? - Anda, Pak.
Ghorpade. - Ya, Pak.
Pengkhianat. - Tidak setia.
Pengkhianat. - Pembohong.
Pak, apakah saya melakukan hal yang benar?
Biar tahu rasa orang-orang seperti dia.
Semoga sukses. - Kau juga.
Tidak!
Tangkap dia!
Di mana aku? - Ghorpade.
Ya, Pak. - Kemari.
Mana Napoleon?
Dan dengan begini, Vishwas Rao telah memberikan teladan...
...dengan menangkap Ayahnya.
Dan segera, setelah menyelesaikan pelatihannya...
...dia akan bergabung dengan Kepolisian Mumbai.
Ya.
Dan atas nama pemerintah...
...Vishwas Rao akan diberikan Penghargaan Keberanian.
Vishwas Rao.
Selamat. - Terima kasih, Pak.
Pak...
Saya ingin Ibu saya yang memberikan penghargaan ini.
Kalau Anda... - Tentu saja.
Panggil beliau.
Saya ingin meminta Ibu dari Vishwas Rao...
...untuk naik ke panggung dan menyerahkan medali ini.
Ibu.
Halo. Silakan.
Ambillah.
Akan kuberi tahu dunia semua yang diajarkan ibuku sejak aku kecil.
Hari itu pasti akan datang...
...saat kau bangga padaku
Hari itu pasti akan datang...
Hari itu pasti akan datang...
Yang kuinginkan hanyalah kau memercayaiku selamanya, Bu
Selamanya...
Ibu.
Sebenarnya Ibu saya yang pantas mendapatkan medali ini.
Hari ini saya berdiri di sini...
...karena beliau.
Saya selalu ingin jadi seorang aktor.
Hari ini, Ibu saya...
...membuat saya menjadi pahlawan di kehidupan nyata.
Butuh waktu untuk memahami...
...kalau pahlawan yang sebenarnya...
...bekerja keras untuk rakyat.
Mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan rakyat.
Seperti polisi.
Pahlawan yang sesungguhnya.
Terima kasih, Bu.
Terima kasih!
Guruji, kau sangat terlambat.
Upacaranya sudah selesai. Lihat apa yang kudapatkan.
Kau berhasil.
Lihat di sana. Bukan ke sana, ke sini. Lihat ini.
Dia produser kaya Motwani...
...dan ingin mengontrakmu sebagai tokoh utama.
Dia punya uang tunai dan cek.
Aku tidak akan bekerja di film lagi.
Apa yang kau katakan? - Ya, Guruji.
Semua yang dilakukan pahlawan dalam film...
...aku melakukan semua itu dalam kehidupan nyata.
Emosi ibu dan anak. Ayah dan anak bentrok.
Melawan penjahat. Pengiriman dialog.
Bercinta dengan pahlawan wanita. Menari dengan gadis berita.
Aku sudah melakukan semuanya, Guruji.
Sekarang aku akan bergabung dengan kepolisian.
Ayo, mari kita pergi menemui ibu. - Tunggu sebentar.
Kau dan pekerjaan polisimu.
Apa kau tahu yang didapat seorang aktor di hari tua?
Dia memiliki mobil, bungalo, saldo bank.
Dan apa bagusnya pekerjaan polisimu?
Dan apa yang akan kau miliki di masa depan?
Ibu!
Aku akan memiliki Ibuku!
Yogi bhai! Yogi bhai! Ada apa?
Dia tidak akan bekerja di film lagi.
Kau mau ke mana? - Tapi kenapa?
Pahlawan yang muncul melalui poster.
Sekarang dia pahlawan di kehidupan nyata.
Dia tidak lagi peduli dengan poster.
Tapi, Yogi bhai!, bagaimana dengan kita sekarang?
Apa? - Bagaimana dengan kita sekarang?
Kita?
Salman! Shahrukh!
Hrithik!
Kita harus puas dengan salah satunya.
Hati yang tidak tahu malu
Tidak tahu apa-apa tentang rasa malu
Penuh kesenangan dan sikap
Tidak bisa melakukannya tanpa menggoda
Hati yang tidak tahu malu
Tidak tahu apa-apa tentang rasa malu
Penuh kesenangan dan sikap
Tidak bisa melakukannya tanpa menggoda
Hei, Tuan DJ, jangan berhenti
Hei, Tuan DJ, teruslah bermain
Hei, Tuan DJ, malam belum larut
Mainkan lagu yang bagus
Mari bersenang-senang bersenang-senang
Mari bersenang-senang, bersenang-senang
Kisah cintaku tidak lengkap
Karenanya jadi sangat bersemangat
Mari bersenang-senang, bersenang-senang
Ini kesempatanku menjadi nakal
Untuk menikmati bibir indah itu
Di sini, saat ini, kita akan...
...mengungkapkan hasrat hati kita
Orang yang matanya, mencuri kedamaian dan mimpiku...
...harus tahu bahwa aku terpesona
Hei, Tuan DJ, jangan berhenti
Hei, Tuan DJ, teruslah bermain
Hei, Tuan DJ, malam belum larut
Mainkan lagu yang bagus
Semuanya satukan tangan kalian
Mari bersenang-senang bersenang-senang
Mari bersenang-senang bersenang-senang
Kisah cintaku tidak lengkap
Karenanya jadi sangat bersemangat
Mari bersenang-senang, bersenang-senang
Bersenang-senang
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.