All language subtitles for 13.Bombs.2023.720p.WEBRip.x264.AAC-[YTS.MX]

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

[entakan drum konstan]

[entakan drum konstan berlanjut]

[suara dari radio] ...memperkirakan perekonomian Indonesia

tahun ini akan berada di bawah 5,2%.

Menteri Ekonomi menjelaskan perlambatan ekonomi global

akan memengaruhi ekspor Indonesia.

Seperti diketahui, ekspor menjadi pendorong besar ekonomi tanah air

dalam dua tahun terakhir lewat lonjakan harga komoditas internasional.

Oleh sebab itu, Menteri Ekonomi

akan mendorong konsumsi rumah tangga seoptimal mungkin

agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Selain itu, pencabutan kebijakan PPKM

sedikitnya memengaruhi penanaman modal asing atau PMA,

serta berlanjutnya penyelesaian berbagai proyek strategis nasional

diakui Bendahara Negara akan membantu

menggerek teknologi Indonesia di tahun ini.

Kondisi yang kondusif perlu terus diciptakan.

Sederhana, sebetulnya.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi,

investasi termasuk salah satu kontributor pertumbuhan yang diharapkan.

Terlebih, ekonomi global saat ini masih menunjukkan perubahan.

Investasi masih menjadi harapan pemerintah

untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Meskipun di tengah ancaman krisis global saat ini.

PENJAGA KEAMANAN

[suara radio] Presiden dalam sidang kabinet hari ini

menekankan pengendalian inflasi,

tidak boleh mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Presiden mendesak Bank Sentral untuk menghentikan kenaikan suku bunga.

Menurutnya, tingginya suku bunga

hanya akan berdampak positif pada dunia finansial,

tapi menekan masyarakat

dengan naiknya biaya hidup dan bunga kredit.

Alah, berengsek.

Hei, ada apa denganmu?

Gajiku tidak naik-naik, tapi bunga KPR naik terus!

- Goblok. - [tertawa kecil]

[bersiul]

[musik menegangkan berlanjut]

[Oscar] Transferannya sudah cair!

[bersorak, tepuk tangan]

[Oscar dalam bahasa Inggris] Teman-Teman!

[berseru bahagia]

Coba lihat.

Gila, aku tidak pernah melihat duit sebanyak ini! [menjerit]

Apa maumu? Mau server baru? Mau billboard? Mau kantor baru?

- Mau nikah dulu. [tertawa] - Nikah di Bali boleh, tidak?

Ya, tapi tidak pakai ini, 'kan? [terkekeh]

Tapi kalau sudah menjadi unicorn, tunangannya jangan ditinggal.

- Tidak. - Tolong jaga dia.

Ya.

Maaf, aku harus pergi. Istirahatku sudah selesai.

- Terima kasih. - Sampai ketemu. Bangga! [kecupan]

- Selamat untuk kalian! [kecupan] - Terima kasih!

- Maaf, aku duluan, ya. - Ya.

- Selamat! [kecupan] - Terima kasih!

[bersamaan] Mabuk!

[gebrak meja, bersorak]

Sampanye!

Sampanye.

[musik aksi menegangkan]

[tabuhan drum intens]

[mesin derek berdesing]

[musik aksi menegangkan berlanjut]

[musik makin intens]

- [tembakan bazoka] - [musik berhenti]

[suara ledakan]

[denging panjang]

[alarm mobil bersahutan]

[kegaduhan]

- [petugas mengerang] - [denging berhenti]

[mesin motor menderu]

- Anjing! [teriak] - [tembakan senapan]

[ban motor berderit]

[musik menegangkan]

[suara tembakan]

Daru ditembak! Perutnya kena!

- Hei! - [suara tembakan]

Suruh panggil bantuan!

[pria] Maju! Jangan takut!

Maju! Hei!

[suara tembakan berlanjut]

[mengerang]

[berseru]

[kaca pecah]

[senapan dikokang]

Awas!

Maju! [berseru]

- Hei! - Maju!

Tembak!

Tembak!

[teriak]

[wanita berteriak]

Kabur!

Ayo! Bu, cepat, keluar! Cepat!

[kaca pecah]

[pria] Arok sudah datang.

[dari kejauhan] Di sana! Cepat!

Ya Allah! [teriak]

[berseru]

[musik menegangkan makin intens]

Maju!

[tembakan beruntun]

[musik menegangkan mereda]

[suara tembakan, peluru berkelontang]

[suara ledakan]

[musik menegangkan makin intens]

[entakan drum]

Duit!

- Duit! - Duit!

- Ayo! - [gaduh]

Lapor, Komandan.

Situasi 10-33. Jakarta, pusat kota.

[musik menegangkan berlanjut]

- Li, dokumen tiga, ya. - Oke.

VIDEO KELOMPOK 1 KONTROL KAMERA

Ini perampokan biasa atau harus kita?

Pastinya bukan perampokan biasa, Pak.

Enam pengawal tewas.

Mereka hanya menyerang dan...

Penyerang menggunakan AK-47, C4, RPG.

Mereka taktis dan terencana.

Tapi mereka meninggalkan semua uangnya di TKP

dan membiarkan masyarakat di sekitarnya mengambil uang itu, Pak.

Pandanganku jelas, ini adalah aksi terorisme.

Belum dikonfirmasi, Pak.

Yang harusnya dikonfirmasi itu kau.

Bagaimana bisa hal sebesar ini tidak terdeteksi sebelumnya?

Gita, Fajar.

Akbari, ada kebocoran?

Negatif. Firewall aman, Bu.

Silakan Pak Emil melihat di layar.

Tidak ada satu pun informasi

atau pun komunikasi yang mencurigakan selama sebulan ini.

Kami tidak menemukan apa pun.

Bukan berarti tidak ada, 'kan?

Pelaksana Tugas Deputi Intelijen Siber kita ini kurang pengalaman.

Bisa bahaya untuk kita, Pak.

Pak, mohon. Datanya menunjukkan...

Stop.

[musik menegangkan berlanjut]

[Damaskus menghela napas] Oke, semua dengarkan aku.

Kalau peristiwa ini kita laporkan sebagai aksi terorisme,

ini akan menjadi sangat rumit.

Ini akan menjadi urusan presiden, DPR, pers,

peringatan perjalanan, bursa efek, nilai tukar,

berita bohong, polarisasi.

Kalian tahu itu.

Kita Badan Kontra Terorisme.

Apa yang sudah kita nyatakan, tidak bisa kita tarik.

Pegang itu.

Jadi, tidak ada yang boleh bertindak gegabah.

- Bisa dipahami? - [semua] Siap, Pak!

[suara bising dari layar]

[Fajar] Bu.

Kenapa ini, Jar?

Gesti.

Di sini aman, Bu.

- Dodi? - Aku kehilangan kendali, Bu.

[pria] Tunggu!

[dialog tumpang tindih]

[menjentikan jari] Akbari!

Kita dibobol!

[pria] Baiklah, tunggu.

[Karin] Hati-hati. Cek.

[suara bising dari layar]

[musik menegangkan makin intens]

[musik berhenti]

[suara terdistorsi] Kami yang bertanggung jawab

atas serangan yang terjadi hari ini.

[dalam bahasa Inggris] Minggir.

Ada 13 bom yang sudah kami sebar di seantero Kota Jakarta.

[musik mendebarkan]

Kirimkan 100 bitcoin melalui Indodax,

[suara berubah normal] atau bom-bom tersebut

akan kami ledakkan setiap delapan jam sekali.

- [suara bip kamera] - [pria] Cut.

Oke.

Langsung kirimkan video ini ke Waluyo.

- Siap. - Terima kasih.

[musik mendebarkan makin intens]

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[musik berhenti]

Karin.

Cari tahu kenapa firewall kita bisa dibobol.

Siap, Pak.

Tia, hubungi Sekretaris Presiden. Aku harus melapor.

Siap, Pak.

Ayo, Mil. Ikut aku.

[musik menegangkan]

[menghela napas]

[musik makin intens lalu berhenti]

Senapan, AK-47, sudah biasa.

Tapi ini?

M1911.

Militer.

[Damaskus] Mereka sangat terlatih.

Mungkin... mantan pasukan khusus.

[Emil] Dan menjadi tentara bayaran?

[Emil] Pecahan dari telepon genggam.

Kau benar, Mil.

Ini terorisme.

[musik menegangkan]

[musik berhenti]

[dari televisi] ...polisi melakukan penyisiran.

- Duluan, ya, Mas. - Ya, duluan, Mas Oscar.

Ya.

- Mas Will. - Mas Will, duluan, ya.

Ya. Hati-hati.

Will, menjadi tren di Twitter. Tagarnya RobinHood.

Besok bursa akan ramai.

Beli atau jual, Will? Kita harus siap-siap kalau pasar dibuka.

Kau tahu aku tidak peduli dengan pasar saham.

...bisa diatasi. Aksi penjagalan ini...

Will, kau juga tahu. Bagiku yang penting itu untung.

Selama aku tidak merugikan orang.

- ...pelaku membiarkan... - Ayolah.

Ya sudah.

...truk dijarah oleh masyarakat.

Kalau begitu, besok kau tunggu sebelum tutup makan siang.

- ...menuntut aksi mendukung... - Serok bawah.

- Ini bisa dilihat dari percakapan... - [Oscar terkekeh]

...yang berlangsung beberapa jam terakhir.

[musik penuh aksi]

[pria 1] Kiri.

Masuk.

- Tiga! - [pria 2] Ayo, tiga!

Jadi, apa yang kita tahu soal Indodax?

Mereka perusahaan rintisan.

Pelopor pertukaran mata uang kripto, berdiri dari tahun 2014.

Pendirinya Oscar Darmawan dan William Sutanto.

Sejauh ini mereka berdua punya catatan yang bersih.

Mereka sekolah di SMA yang sama, lalu bertemu lagi di Bali,

dan mendirikan perusahaan ini dari sana.

[Gita] William besar di Semarang dari keluarga wiraswasta menengah.

Beberapa kali pindah alamat.

Dari data yang ada, perusahaan keluarganya

tiga kali mengajukan pailit.

Dan ada rekam jejak penyitaan harta.

Dan Oscar Darmawan juga besar di Semarang.

Dia dianggap sebagai pelopor Bitcoin di Indonesia,

pernah tinggal di Singapura, dan saat ini

dia adalah penanggung jawab operasional Indodax.

Selebihnya, tidak ada informasi yang lengkap tentang mereka, Pak.

Oke.

Emil. [berdeham]

Tarik mereka. Lakukan dengan senyap.

Siap.

[musik aksi makin intens]

- Hei, siapa kau? - Angkat tangan!

- Balik badan! - Turun!

Awas.

- Apa-apaan ini? - Pak.

[terbata] Salah kami apa ya, Pak?

[Oscar] Salah kami apa?

[Damaskus] Ambil semua fail yang dibutuhkan.

Siap, Pak.

Ambil semua data yang diperlukan.

[dalam bahasa Inggris] Cepat!

Ada apa ini?

- Gita. - Ya, Bu?

Telusuri lebih dalam. Kirim langsung kepadaku.

Baik.

[musik penuh aksi berhenti]

Pak.

Penyebutan Indodax di video tersebut, bukan berarti kami terlibat.

Kami ini hanya platform pertukaran, Pak.

- Kami ini tempat jual-beli. - [Emil] Jangan cengengesan kau.

Bagian mana yang lucu?

[Oscar] Baik, Pak.

[terbata] Aku hanya menjelaskan, kami ini tempat jual-beli, Pak.

Jadi, siapa pun bisa bertransaksi melalui kami.

Jadi, siapa pun bisa pasang bom

dan minta tebusan Bitcoin melalui kalian berdua, seperti itu?

- Pak, maksud kami bukan begitu. - [berbisik] Sudah.

[berbisik] Kita butuh pengacara.

[musik menegangkan]

Kenapa Bitcoin?

Kenapa bukan uang?

Bitcoin juga uang, Pak.

Tapi bentuknya digital.

[Will dari pengeras suara] Pelaku jelas orang yang paham bahwa

tebusan dalam bentuk Bitcoin itu akan jauh lebih

[terbata] efektif dibanding uang tunai.

[menghela napas]

Transaksi kripto

itu bentuknya...

Itu sifatnya anonim dan pseudonim, jadi...

[dari pengeras suara] akan sangat sulit untuk bisa melacak pengirim...

Penerima dan pengirim Bitcoin memang sangat sulit dilacak.

Tapi uang hasil aset penjualan Bitcoin

bisa dikirim langsung ke rekening pemiliknya.

Kita bisa lacak.

Mereka tidak sebodoh itu.

Menggunakan Bitcoin dan terlacak.

[Emil] Dari semua informasi yang kalian punya,

apa yang bisa meyakinkan kami

kalau kalian berdua tidak terlibat dalam jaringan ini?

[jam berdetak cepat]

Kami butuh pengacara, Pak.

Kalian berdua itu ada di wilayah intelijen.

Tahu artinya apa?

[membentak] Tahu tidak?

Artinya... Hei, lihat aku.

Artinya, semua yang terjadi di sini

bisa tampak tidak terjadi.

Sampai sini paham?

[menarik napas cemas]

[musik menegangkan berlanjut]

[musik menegangkan makin intens]

- Oke, Pak. - [musik mereda]

Berapa yang teroris itu minta?

Aku akan kirimkan Bitcoin itu dan mencari keberadaan mereka.

Tapi aku butuh terhubung ke server Indodax.

[menghela napas] Ya.

Itu opsi yang tersedia sekarang.

Ambil laptopmu.

Baik, Pak.

[pintu dibuka]

[dalam bahasa Inggris] Cepat.

[musik mendebarkan]

[Emil menghela napas]

[musik mendebarkan berlanjut]

[meja digebrak]

Permainan dimulai.

Waluyo, langsung cairkan. Biarkan mereka menemukan kita.

[dalam bahasa Inggris] Ya.

Hei. Sudah dicairkan.

- Semuanya? - Semuanya.

[dialog samar]

Bitcoin itu dicairkan!

Gita! Gita masuk ke jaringan.

Kejar alamat IP untuk mencairkan Bitcoin ini.

[dalam bahasa Inggris] Mengirim...

[dalam bahasa Inggris] Terhubung. Mulai, Git.

Anjing. Kau tidak tahu apa yang kau lakukan, 'kan?

Sudah beres, Will.

Lagi pula, mereka juga tidak lebih dari orang yang butuh duit.

[menarik dan menghela napas panjang]

Os.

Tapi kalau mereka sekelompok orang dengan masalah uang,

kenapa tidak mereka ambil saja uang dari truk yang mereka bajak?

Bukan urusan kita.

Tidak, Os. Tidak.

[napas bergetar]

[intensitas musik meningkat, berhenti]

- [Emil] Ya, kemungkinannya... - Pak.

- [dialog samar] - Lokasi sudah ditemukan.

Lokasinya ada di pusat kota. Itu anehnya.

Sebuah gedung perkantoran, tapi di pusat kota.

Aneh, Pak. Instingku, ini proksi.

Insting?

Sangat spekulatif.

Ini bukan spekulasi.

Kita butuh data. Analisis.

- Kami sudah melakukan analisis... - Bukan insting!

Kami sudah melakukan pemeriksaan ulang, Pak.

- Ini untuk keamanan negara, Pak. - Kami sudah melakukan triangulasi.

[menghela napas]

Koordinasi dengan kepolisian setempat untuk amankan area.

Siap.

Emil.

Klandestin.

[musik menegangkan makin intens]

[musik berhenti]

[suara rem berdecit]

Tim Alfa.

Amankan perimeter belakang gedung.

[Damaskus] Emil.

Kita butuh pendataan.

Jangan gegabah.

Siap, Pak.

Target penyergapan di lantai sepuluh.

Masih ada aktivitas di lantai lima dan lantai delapan.

[Karin] Polisi setempat sedang berusaha untuk mengusir penghuni.

Berapa lama?

- Sepuluh menit. - [Emil dalam bahasa Inggris] Lima menit.

[dalam bahasa Inggris] Tidak bisa. Tujuh menit.

Dipercepat. Tujuh menit.

[musik menegangkan]

[tembakan beruntun]

[tembakan berlanjut]

Kita tertembak!

[dalam bahasa Inggris] Maju!

- [klakson mobil] - [wanita berteriak]

[pria] Sipil!

[kegaduhan]

Lantai lima.

Lantai delapan. Sudah dievakuasi.

Emil.

Kau punya otoritas untuk eliminasi, ya.

[senapan mesin ditembakkan]

Ke sana!

[musik menegangkan berlanjut]

- Keluar! - [kegaduhan]

Dari arah jam dua. Petugas kebersihan.

Jam dua! Petugas kebersihan!

[senapan dikokang]

[dalam bahasa Inggris] Maju.

[pria] Dari atas! Hati-hati!

[kaca pecah]

TEKNISI

MATIKAN CCTV

Fajar. Fajar!

Kembalikan videonya!

Gita! Cari lewat terminal lain!

Andi! Cari pintu masuknya!

CCTV sudah mati. Bisa mulai sekarang.

Hebat kau, Waluyo.

[Waluyo] Terima kasih, Kamerad.

Emil, kami kehilangan visual.

Kau waspada, ya.

[seruan samar]

Ayo!

BONGKAR MUAT

Jalan!

[berseru]

[musik menegangkan berlanjut]

- [musik aksi] - [tembakan berlanjut]

[berseru]

Bu Karin!

[dalam bahasa Inggris] Sudah kembali menyala.

[agen 1] - Lantai dua aman. [agen 2] - Lantai dasar aman.

Andi. Matikan lift.

Baik, Bu.

Tim Alfa, Janggo, kalian bisa naik lewat tangga darurat.

- [dalam bahasa Inggris] Maju! - Ayo!

[Karin] Ruangan hanya 15 meter di sebelah kanan pintu keluar.

Tahan lantai empat. Ada penembak.

Tembak!

[musik aksi makin intens]

[dalam bahasa Inggris] Maju!

Tahan, lantai tujuh.

- Ke sana! - [dalam bahasa Inggris] Ya, Pak!

[suara tembakan]

[gedebuk]

- [Karin] Sekarang! Naik! - [dalam bahasa Inggris] Maju!

- Bergerak. - [dalam bahasa Inggris] Maju!

Emil.

Lantai sepuluh tidak ada visual.

[Damaskus] Kau hati-hati.

[dalam bahasa Inggris] Terus maju.

[dalam bahasa Inggris] Tahan.

[suara tuts keyboard]

[bernapas berat]

[Karin] Pak Damaskus.

Visual CCTV

dari atap gedung Bursa Efek Jakarta.

Lokasi target tidak ada pergerakan.

[Karin] Aku ulangi, ruangan hanya 15 meter di sebelah kanan pintu keluar.

- [dalam bahasa Inggris] Masuk! - Masuk!

[musik aksi]

[dalam bahasa Inggris] Masuk!

[terengah-engah]

[dalam bahasa Inggris] Situasi?

[agen dalam bahasa Inggris] Semua aman!

- [dalam bahasa Inggris] Konfirmasi. - [Gita] Itu perangkat yang kita lacak.

[meja digebrak]

Kita dijebak, Rin.

[Karin] Bukan.

Kita dipermainkan.

[musik aksi makin intens]

[musik berhenti]

[suara gemeretak dari kejauhan]

- [ledakan] - [kaca pecah]

[musik orkestra]

[Waluyo] Bom kedua.

[bunyi bip]

[ledakan]

[Damaskus] Mereka bukan teroris yang biasa berkeliaran di Indonesia.

Sangat taktis.

Matang.

Dan militan.

Tapi itu semua mudah aku patahkan.

Hanya kalian berdua dan kripto

yang membuat mereka selangkah di depanku hari ini.

Sekali lagi aku tekankan, kami tidak terlibat.

Indodax adalah yang pertama di Indonesia untuk urusan pertukaran kripto.

Kami yang mulai, kami yang punya sistem paling kuat.

Jadi, wajar saja jika semua orang ingin bertransaksi melalui kami.

Untuk itulah,

aku butuh kalian berdua

untuk memberikan dimensi lain tentang mereka

yang tidak aku pahami.

Pak,

kami sudah melakukan yang diminta.

Bahwa sekarang lokasinya itu tipuan, itu bukan...

Itu bukan tanggung jawab kami.

[Karin] Bukan hanya lokasinya yang tipuan.

Mereka baru saja meledakkan Bursa Efek Jakarta.

Will!

Bitcoin, bursa efek.

Ini pasti ada kaitannya dengan sistem finansial.

- [pintu dibuka] - Pak! Sinyal penyiaran dibajak!

[kegaduhan]

[suara kegaduhan dari jauh]

Cek! Cek koordinat!

Cek!

[suara terdistorsi] Aku Arok.

[suara gemeresik]

Kami telah memperingatkan Badan Kontra Terorisme

atas apa yang akan terjadi.

Tapi negara selalu mengabaikan aspirasi yang datang dari bawah

dan menganggap remeh kemampuan rakyatnya.

[Arok] Pemerintah pasti sedang bertanya,

"Apa yang sedang terjadi?"

Lalu, menyiapkan kelompok yang bisa dipersalahkan

dan merancang teori konspirasi tanpa mengerti alasan mendasar

di balik aksi teror yang terjadi.

Setiap doktrin pertumbuhan ekonomi

hanya membuat elite kaya menjadi makin kaya

dan rakyat kecil terus dieksploitasi dan hidup sengsara.

Maka, atas nama kemiskinan sistematis yang terjadi sepanjang hidup kita,

kami melancarkan perlawanan terhadap ketidakadilan,

oligarki, dan mafia keuangan.

[musik aksi]

[suara normal] Keadilan akan ditegakkan dengan cara radikal,

dan kesempatan semua orang untuk setara dalam kehidupan ini

harus dikembalikan.

[suara terdistorsi] Satu bom sudah diledakkan.

Masih ada 12 bom lain.

[musik menegangkan]

[pria] Ayo tidur. Cepat!

[Arok] Sistem yang rakus ini harus bertanggung jawab.

Dan sekarang waktunya kita melawan.

[musik mencekam, berhenti]

[semua berbicara bersamaan]

[Karin dalam bahasa Inggris] Blokir!

- Langsung blokir! - Rekaman ada?

- Baik, Bu! - Coba!

[Damaskus berseru] Semua!

Dengarkan aku!

[musik menegangkan]

Yang kita pahami

aksi teror ini dilakukan oleh kelompok yang tidak kita kenal.

[sebagian dalam bahasa Inggris] Jaringan yang tak pernah kita himpun.

Lupakan semua aturan.

Lupakan semua birokrasi yang kalian tahu.

Kita akan aktifkan Protokol Yudha!

Pendekatan kita yang akan menentukan hasil yang kita lakukan.

Gita.

Kerahkan semua sumber daya Pegasus yang kita punya.

Lacak semua telepon di TKP tadi pagi.

Akses rekaman video di ponsel mereka.

- Siap. - Fajar.

Buatlah kronologi visual

dari apa pun yang kau temukan di media sosial.

Siap.

Tia.

Hubungi Badan Antariksa.

Minta semua kapasitas satelit.

Ya, Pak.

Lalu, hubungi Kepala LabFor

dan Kepala Intelijen Militer,

- panggil ke kantorku. - Baik, Pak.

Negara dan masyarakat

bergantung pada kecepatan, ketepatan tindakan setiap langkah kita.

Mengerti?

- [bersamaan] Mengerti! - [Karin] Mengerti, Pak!

Karin.

Minta data kasus Indodax tadi siang.

Ya. Ada.

[Tia] Halo.

Ya, Pak.

Aku sekretaris Pak Damaskus...

Ini dia.

Kalian.

Aku punya semua yang dibutuhkan

untuk menghancurkan semua yang kalian punya.

Termasuk dana 100 miliar

dari investor baru kalian,

bisa aku anggap sebagai pencucian uang.

[musik mendebarkan]

Maaf, Pak. Ada telepon dari Ibu Presiden.

[dalam bahasa Inggris] Bersikap bijaklah.

[dialog samar]

Jay!

Sini.

Ke lab forensik sekarang.

Ambil semua berkas soal penyerangan mobil uang tadi siang.

Kalau sampai timnya Karin lambat,

kita yang selidiki semua sendiri di lapangan.

- Paham? - [semua] Siap, Ndan!

[musik intens, lalu berhenti]

Mulai sekarang, kalian adalah Aset Aktif.

Membantu pengumpulan data

dan menganalisisnya.

Aku beri perintah, kalian laksanakan, dan lapor kembali kepadaku.

- Bu. - [menghela napas]

Kami sudah mengorbankan 100 bitcoin kami.

Kenapa kini kami merasa seperti disandera?

Aku harus ke Istana Presiden.

[dalam bahasa Inggris] Pengarahan keamanan nasional.

Kau tangani mereka.

Buatlah mereka berguna.

Apa kau bisa kupercaya?

Bisa, Pak.

Dalam dua jam aku kembali. Terus kabari aku.

Siap, Pak!

Kami akan bersikap kooperatif.

Tapi dengan syarat.

Kami bisa dipulangkan ke kantor untuk mengambil peralatan kami

dan memberi kabar ke keluarga kami.

[musik muram]

Duduk.

[berbisik] Berhenti! Berhenti ambil keputusan sendiri!

Ini satu-satunya jalan keluar kita, Will!

Gita.

Ya, Bu?

Aku harus hati-hati.

Aku kira ada kebocoran di sini.

Maksud Ibu...

Karena dua kali firewall kita dibobol.

[musik menegangkan]

Aku hanya memercayaimu.

Dua anak itu...

menjadi liabilitasi kita sekarang.

Mereka aset kita.

Kau bawa dua petugas lapangan yang kau percaya.

Antar mereka kembali Indodax.

Siap.

Malam. Aku Gita.

Aku diminta Ibu Karin untuk mengantar kalian.

[Will menghela napas]

Lewat sini.

Tunggu.

Bawa ini.

Kita akan terus berkomunikasi dengan ponsel ini.

Paham?

[dengan lemah] Ya.

[musik berhenti]

[deru mesin mobil]

[pintu mobil ditutup]

Ada pergerakan subjek baru.

Perlu diadang, Bu?

[Karin] Negatif. Kita sedang tidak butuh perhatian.

Awasi terus.

Kalau sampai 30 menit mereka tidak keluar, kalian yang jemput.

[Gita dalam bahasa Inggris] Dimengerti.

TEMPAT TERSEDIA UNTUK DISEWAKAN

Sebentar. Jadi, di video tuntutan, si teroris itu menyebut Indodax?

Jadi, kalian dituduh terlibat?

Tapi tidak, 'kan?

[bersamaan] Tentu saja tidak!

Santai saja.

Sambungkan aku dengan penyadapan ponsel.

[Oscar] Beri tahu tunanganmu,

tidak bisa santai, kita sudah menjadi aset intelijen.

Aduh, memang kalau menjadi aset, boleh bilang-bilang?

Ya, mana aku tahu!

Orang baru!

[berbisik] Memang tempatnya disadap?

[menghela napas]

[berbisik] "Aset intelijen" itu apa?

Kami disuruh ikut terlibat dalam operasi.

Analisis data, semuanya tentang teroris ini!

Goblok.

- [berbisik] Tadi sungguh diculik? - [bergumam]

- Disiksa, tidak? - Tidak.

- [berbisik] Dibekap ke mobil? - [suara komputer]

PESAN TANPA JUDUL

[berbisik] Hei! Kalian, sini.

- Apa lagi? - Cepat!

Cepat!

[musik mendebarkan]

BOW BROWSER TELAH DIPERBARUI

- Gila, apa ini? - [Will menyuruh diam]

Kenapa ada aku?

[suara ledakan]

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[musik menegangkan makin intens]

Tidak! Kita punya kesepakatan!

Sebagai dua orang pendiri, aku William... Oscar.

Kami berkomitmen untuk terus kompak

agar gerakan edukasi dan perdagangan kripto

bisa berlangsung dan konsisten di Indonesia.

[Will] Kalau kita bicara mengenai transaksi kripto di Indodax, misalnya,

kita sekarang transaksi per hari itu sekitar 100 miliar rupiah

sampai dengan 200 miliar rupiah.

Jadi, di satu bulan, kita sekitar...

[Oscar] Menunduk!

Anjing! Sial.

[Will] Tahun 2020 kemarin,

Bitcoin itu, harga tertingginya di 800 miliar rupiah.

Memang tidak bisa dibantah, transaksi saat itu lebih tinggi.

Satu hari, transaksi kripto paling tinggi itu bisa dua triliun.

Per hari. Kalau saat ini, transaksi kripto per hari cuma sekitar seratus...

[Will] Truk duit, Bursa Efek Jakarta, Bitcoin.

Ya, di videonya bilang seperti itu.

Serangan terhadap oligarki dan mafia keuangan.

Ya, tapi kenapa Indodax?

Dia kenal sama kita.

Dan ada kemungkinan kita juga kenal sama dia.

Oke. Kalau begitu, kita butuh saluran aman untuk melacak alamat IP si Arok ini

dan menemuinya.

Ada. Ada tempat yang bisa kita tuju.

- [terbata] Oke. Nes, mobil di mana? - Di bawah kantor.

[berseru pelan]

Rekaman notulen rapat kita 15 menit,

kalau mereka pintar, lima menit lagi mereka akan menemukan.

Terus?

Kita balik pantau mereka. Mereka sadar.

Mereka semua ke atas, di bawah kosong, nanti aku ke bawah ambil mobil.

Ya ampun. Tidak!

- Bagaimana lagi? - Sabar!

[Will berbisik] Ada apa?

[berbisik] Tidak.

Bahaya sekali.

Will, hanya ini kesempatan kita.

Kita butuh mobil ini supaya bisa efektif.

Tidak mungkin di saat seperti ini memakai taksi daring.

Nes.

- Kau pulang saja, ya. - [Oscar mengeluh]

Ini bahaya sekali. Aku tidak mau kau kenapa-kenapa.

Will, dari kita bertiga, siapa yang pernah balap reli?

Ini berbeda!

Jika butuh orang yang tidak takut mati, perhitungan matang,

bisa gerak cepat, dan menyayangimu, siapa lagi orangnya selain aku?

Lagi pula, kalau aku pulang dan hanya menunggu kabar darimu,

aku bisa mati cemas!

Dan aku tidak mau gagal nikah.

Will.

Karin dan Arok tidak kenal Agnes.

Ayolah.

Pokoknya aku ikut.

[bernapas berat] Ya sudah.

Kau, tolong hati-hati.

Percaya sama aku, ya?

Kunci mobil. Ayo.

Ya sudah, ayo.

- Fajar. - Ya, Bu?

Kau pantau pembicaraan mereka selama aku di toilet?

Ya, Bu.

...tidak bisa dibantah

kalau suatu hari transaksi kripto bisa mencapai...

- Ini mereka rapat? - Ya.

Jam segini?

[bergumam] Ya, Bu.

Ya...

Namanya juga perusahaan rintisan, Bu.

Dulu waktu aku masih kerja di perusahaan rintisan keamanan data

juga kurang lebih masih rapat juga, Bu, jam segini.

Terkadang kami bisa begadang sampai tiga hari, tapi sekarang...

- [menyuruh diam] - Tanggal 12 Mei

untuk rapat bulanan kita sudah jelas, ya.

Terima kasih banyak, Semuanya, nanti kalau ada perkembangan lagi...

Dua belas Mei itu tiga minggu lalu!

Apa saja yang kalian lakukan?

Gita! Gita, mereka kabur.

[Karin] Kejar! Jangan sampai lolos!

[musik aksi]

Kalian berdua, ke sana!

Bangun kau, Fajar!

[percakapan samar]

[percakapan samar]

[musik aksi berlanjut]

[rekaman suara Oscar] Ya, benar.

Karena berdasarkan data kami...

[ban mobil berderit]

Mereka kabur!

[Gita] Cepat lari dan kejar!

Siap.

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[dalam bahasa Inggris] Sial!

- Kuncinya kau bawa? - Ini, Bu.

Bagaimana kau ini? Masuk!

- Maaf. - Goblok!

[Agnes] Masuk!

Ya! [berseru] Ayo!

Ayo, Will! Buru, Will!

[musik aksi berlanjut]

[ban mobil berderit]

[rem berderit]

- [gedebuk] - [berseru kesal]

Maaf, Bu.

[Gita] Kami kehilangan mereka.

Berengsek!

- [suara pukulan] - [menggerutu]

[Karin bernapas berat]

Aku butuh kau di markas komando. Bantu aku dari sana, Gita.

Peristiwa ini jangan sampai bocor.

Pak Damaskus jangan sampai tahu.

- Mengerti? - Baik.

Dua bocah itu biar aku yang cari.

[deru mobil makin kencang]

Apa ada yang mengejar? Ayo cek.

- Aman! - Aman!

- Yakin? - Aman!

Nes, pelan-pelan.

[terengah-engah]

Nomor tiga masih bisa.

- [Damaskus di televisi] Kami minta... - Perhatikan operator warnetnya.

- ...warga Jakarta... - Bandwith komputernya kuperbesar.

...harap tenang.

- Semoga dia tidak sadar. - Tetap di dalam rumah.

Jangan keluar kalau tidak ada keperluan mendesak.

BERITA SELA

Sejauh ini,

keamanan masih terkendali.

- Kau punya receh, tidak? - Dan dengan ini

kami minta kepada semua warga

untuk menggalakkan gerakan

Warga Jaga Warga.

Dan tolong dilaporkan

kalau ada kejadian yang mencurigakan.

Kami, aku bersama anggota TNI,

bersama Bapak Kapolri,

akan terus berusaha mengendalikan situasi

- [berbisik] Kau ada uang kecil, tidak? - Untuk?

Jajan dan untuk jaga-jaga.

[suara dari televisi] Ledakan bom yang terjadi...

Cepat.

[suara samar dari televisi]

[penjaga warnet] Halo.

[penjaga warnet] Hei. Di sini ada yang mencurigakan.

Ada tiga orang. Ya. Bagaimana?

[latah] Mbaknya yang ini! Ya, benar!

Mau bayar, Mas. Ini.

Cepat saja, sudahlah!

Terima kasih, Mas.

Di sini...

Dia lapor polisi!

- Asli? - Penjaganya cepu!

- Hapus riwayatnya! - Sudah!

[dalam bahasa Inggris] Sial!

Tidak keburu.

Ayo.

[musik orkestra menegangkan]

- Kembaliannya ambil saja, Mas. - [suara uang receh]

Awas!

- Nes, ayo! - Tunggu.

[Oscar] Lampu!

[deru mesin mobil]

[musik berhenti]

[menghela napas]

Fajar.

Kirimkan tangkapan layar wajah perempuan tadi dan pelat nomornya.

Sekarang.

[getar ponsel]

[musik genting]

[radio polisi] Laporan 87.

Ada aktivitas mencurigakan di wilayah sektor lima, Puri Kembangan.

Unit terdekat, segera melapor.

- [Karin menggerutu] - Laporan 9. Warnet di jalan Daksa 43.

Pelapor mencurigai ada kegiatan peretasan.

[polisi 1] Unit 3. Lima menit lagi tiba di lokasi.

[polisi 2] Unit 11. Merapat.

[polisi 3] Siap, dimengerti. Kami mendekat.

[musik genting berlanjut]

Katamu tempatnya aman, Will.

Dulu aman.

Dulu yang jaga anak punk. Peretas juga. Bukan cepu.

Mengapa kau menyalahkanku?

Sudah, tidak usah bertengkar!

Situasinya juga. Kalau menjadi dia, kita juga akan melapor.

Polisi!

Nunduk!

[musik genting makin intens]

[suara ban mobil berderit]

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[Karin] Butuh bantuan. Tersangka di sekitar jalan Mangga dua.

[dalam bahasa Inggris] BMW, biru tua.

Delta 1848 Mike Wiski.

Delta 1848 Mike Wiski.

- [mesin mobil menderu kencang] - [ban berderit]

Nes, awas!

[sirine mobil polisi menggelegar]

[ban berderit, klakson mobil]

[dalam bahasa Inggris] Sial! Nes!

- [klakson mobil berulang] - [Karin geram]

[sirine mobil polisi]

[sirine berlanjut]

[musik aksi]

[mobil menabrak]

- [mobil menghantam] - [suara ledakan]

[mobil mengerem, sirine meraung]

[Agnes] Menunduk.

- Kita bisa ketahuan. - [Agnes] Nunduk!

[sirine mobil polisi berlalu]

Cepat.

- [mesin mobil menyala] - [dalam bahasa Inggris] Jalan!

[musik genting berlanjut]

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[pintu berdebum]

Dia kabur!

Stop.

[Emil] Timku berhasil mendapatkan alur pasokan senjata dari kejadian tadi malam.

Dan kami juga berhasil mengamankan

istri dari salah satu terduga pelaku.

Tapi dari lima jasad yang berhasil kami lumpuhkan,

semuanya negatif, Pak.

Tidak ada satu pun informasi berharga.

Benar-benar seperti hantu.

Mereka tidak terdaftar di dalam dokumen apa pun.

[Emil] Benarkah kau istri dari Saudara Malik?

Jawab!

Aku punya banyak bukti! Aku tidak main-main di sini!

Benar, dia suamiku.

Aku tidak tahu apa-apa.

Dan kau tidak punya bukti apa pun.

[musik menegangkan]

[pintu berderit]

Istrimu tidak akan buka mulut?

Tidak akan, Bang.

Dia tahu risiko semua ini.

[suara bip]

Dia akan baik-baik saja.

Tidak ada cukup bukti yang bisa memberatkan dia.

Aku percaya Abang

dan tujuan perjuangan kita, Bang.

Tenang.

[musik menegangkan berlanjut]

[denting logam]

Jika ada yang merampas orang-orang yang kita cintai,

seperti yang mereka lakukan terhadap saudara kita, Malik,

kita harus membalasnya dua kali lebih daripada itu!

Sekarang, kita langsung loncat ke skenario bom ke delapan.

- Itu yang kita mau! - Bom kedelapan!

Bom Delapan! Loncat ke Bom Delapan!

[berseru, bersorak]

Bom Delapan!

Bom itu direncanakan untuk kereta yang terakhir, bukan yang pertama.

Waluyo.

Kita sudah sejauh ini, kau masih tidak percaya dengan rencanaku?

Langsung loncat ke Bom Delapan!

[bersorak] Bom Delapan!

[gaduh]

[Emil] Mereka seakan-akan dipersiapkan untuk mati di sana.

Aku yakin Bapak pasti mengerti benar arah omonganku ke mana, Pak.

Tidak banyak yang bisa seperti ini, Pak.

[musik berhenti]

Karin.

Kenapa kau tidak langsung lapor kepadaku?

Karena... kami sudah memeriksa komputer mereka, Pak.

Dan kami justru menemukan bahwa

mereka meretas server dan perangkat mereka sendiri.

Seperti melacak sesuatu.

Kau sendiri yang bilang

mereka tidak berbahaya.

Ya, Pak!

Asumsiku masih sama, Pak.

[Damaskus menghela napas]

[dengan mencemooh] Asumsi.

[musik muram]

Aku akan segera menemukan mereka.

Dan aku akan laporkan setiap perkembangannya kepada Bapak.

Tidak perlu.

Kapasitas dan aksesmu aku tangguhkan.

Tapi, Pak, semua dokumenku ada di sini dan...

Aku tidak menoleransi kesalahan dalam situasi seperti ini!

Kukira aku bisa memercayaimu.

Sekarang lebih baik kau pulang.

Jaga anakmu.

Biar Gita yang menggantikanmu.

Siap, Pak. Terima kasih.

[musik muram berlanjut]

Baik.

[musik muram memudar]

[kereta berjalan]

[ledakan, rem kereta berderit]

[alarm mobil bersahutan]

[Oscar terkesiap]

[bernapas berat]

Kita sudah tidak bisa memakai mobilku.

Nomor polisinya sudah terdeteksi.

Ya sudah. Ayo.

Cepat!

Karin.

Bangun. Ada sesuatu yang harus kau lihat.

[pembawa berita di televisi] Pemirsa, kami baru mendapatkan informasi.

Sebuah bom kembali meledak.

Kali ini menghancurkan rangkaian MRT yang baru saja beroperasi.

Ledakan ini terjadi delapan jam setelah ledakan bom

di Bursa Efek Jakarta malam tadi.

Sejauh ini kami sudah menerima konfirmasi 12 orang korban tewas.

Puluhan korban lain sementara ini

dilarikan ke beberapa rumah sakit terdekat.

Hingga kabar ini disampaikan,

penutupan jalan dan evakuasi masih terus dilakukan.

Diperkirakan, kerugian akibat peristiwa ini

mencapai ratusan miliar rupiah.

BERITA SELA

[musik menegangkan]

[menghela napas]

[menjerit]

UNGGAH MEDIA

[printer mencetak]

[dari radio] 103 C Radio!

[siaran radio samar]

Ada kabar yang cukup menggemparkan...

- Duduk sebentar, ya. Punggungku sakit. - Ya.

...ruas jalan utama kota Jakarta saat ini ditutup

dan penyisiran berbagai lokasi...

- Pak. - Sekalian ini.

- Ya, Mas? - Air putih.

...bom di MRT pukul 05.30 yang...

- Bom lagi, Pak? - Ya, Mas.

Soalnya tadi pagi MRT dibom.

Makanya kami semua ketakutan. Aku juga mau tutup warung.

...merupakan lanjutan dari teror di Bursa Efek.

- Patroli pengamanan... - [mengerang]

[siaran radio samar]

Bagaimana ini?

Aku tak mengerti.

Will, polanya berubah.

Tidak, bukan berubah. Mungkin baru kelihatan saja.

Tidak, Will. Orang ini sengaja menjebak kita.

Makanya kita ditangkap oleh intelijen.

Kita dikirimi pesan.

Dia bilang kita teman.

Orang ini mau kita terlibat sejak awal.

- Benar juga. - Tidak bisa.

Tidak.

- Lalu, kita... - Kita harus mencari orang ini.

Bau.

Lalu, kita kirim sinyal ke Karin supaya dia bisa tahu lokasinya. Ya?

Tidak bisa. Kita...

Kita tidak punya apa-apa. Tidak bisa apa-apa jika tanpa laptop.

Mau mengirim sinyal bagaimana?

Ya, kita harus...

Tidak ada laptop. Pakai apa?

Bagaimana lagi? Aku juga bingung mau apa, Will.

Laptop.

Ya, tapi bagaimana mengambilnya?

- Nes, kau mau apa? - Nes!

- Diam. Hati-hati mata. - Nes!

- Tiga, dua, satu! - Nes!

- [kaca pecah] - [alarm mobil meraung]

- Cepat, ambil! - Cepat!

- Ayo! - Lari! Kabur!

[berdecak] Aneh.

- Bisa? - Koneksinya jelek sekali.

Aku tidak bisa akses server.

Sini, aku coba.

TERSAMBUNG KE PERUTE

Dia mau kita terlibat sejak awal.

Os.

Kau bilang dia mau kita terlibat sejak awal?

Ya.

[musik menegangkan]

Bu, minta kertas, ya.

Pinjam laptopnya.

Tanggal 22 Mei 2010.

- Hari Piza Bitcoin. - Ya, coba cari.

HARI PIZA BITCOIN

HARI PIZA BITCOIN

[Will] Anjing.

[dalam bahasa Inggris] Sial.

Berarti benar.

Kita dari awal dijebak.

Tempatnya jauh sekali.

[berbisik] Hari Piza Bitcoin itu apa?

Tanggal 22 Mei 2010.

[Will] Setahun setelah Bitcoin diperkenalkan,

Laszlo Hanyecz...

Silakan, Bu.

Seorang penambang awal Bitcoin, programer asal Florida,

dia menukarkan 10.000 bitcoin untuk dua piza ukuran jumbo.

Itu menjadi transaksi kripto pertama dengan menggunakan barang fisik.

Menjadi hari sakral yang dirayakan

oleh komunitas kripto seluruh dunia setiap tahunnya.

- Beli piza? - Ya, 10.000.

Polisi!

[sirine mobil polisi]

- Ayo. - Cepat!

[obrolan samar]

[suara bip]

[suara bip]

[suara bip]

[musik menegangkan]

[Damaskus] Jam malam akan diberlangsungkan di Jakarta mulai hari ini.

Kami, Badan Kontra Terorisme,

terus berkoordinasi dengan pihak militer dan pihak kepolisian

untuk mengungkap kasus ini dengan tuntas, secepatnya.

Cukup, Pak.

[para wartawan] Pak!

[musik menegangkan makin intens]

[musik mereda]

[bergumam] Will, ini Stasiun Kota!

[bergumam]

- Itu mungkin, ya? - Ya, itu sepertinya.

[bergumam]

Gereja?

Ini titiknya ke gereja, Will. [bergumam]

Nes.

[Oscar] Ini benar.

[Will] Gereja, ya?

Nes, kami akan masuk.

Kalau terjadi apa-apa denganku dan Oscar,

tolong hubungi nomor ini.

Kasih tahu yang sebenarnya.

Kalian yakin?

Tidak ada pilihan lain. Kami harus.

Hati-hati, ya.

Will.

[musik muram]

[musik piano gereja megah]

[Will berbisik] Kenapa di gereja, ya?

[Oscar] Aku juga tidak mengerti.

Sepertinya ini cuma titik, bukan markas mereka.

[musik gereja berlanjut]

[pendeta] Jemaat yang dikasihi Tuhan,

mari kita satukan hati kita.

Naikkan doa kepada-Nya.

Meminta pertolongan dan bimbingan.

Mari kita berdoa.

[pistol dikokang]

Ya, Bapa kami di Surga,

kami datang ke hadirat-Mu yang kudus

dengan segala sukacita dan permohonan kami.

- Kiranya Engkau selalu menyertai. - [Oscar berseru]

[pendeta] Mengiringi langkah kehidupan kami.

Di tengah saat-saat ku sekarang,

dengan segala rasa takut,

dan dilanda rasa khawatir.

Bapa di Surga,

biarlah semua doa dan harapan ini

kami limpahkan hanya di dalam tangan kasih-Mu saja.

Semua doa dan permohonan ini,

kami yakin dan percaya akan selalu mendapatkan keringanan dari Tuhan.

[musik orkestra makin intens]

[musik berubah menegangkan]

[klakson mobil]

- [Oscar] Kita kenapa pindah mobil lagi? - [pria] Ayo, turun.

- [Will] Os. - [Oscar] Di mana ini, Pak?

[Oscar merengek]

[pria] Jalan.

[musik berhenti]

[tabuhan drum konstan]

- Permisi. - Hei.

Aku diberi tahu orang di sana bahwa di sini menjual ponsel gelap.

Di sana. Ayo ikut.

Cari ponsel.

[menggumam] Oke.

- Berapa? - Tiga setengah.

- Aman, 'kan? - Nomor gelap.

Halo, dengan Karin Anjani?

Aku Agnes, tunangannya Will.

William dan Oscar diculik.

[musik menegangkan]

[pria] Jalan! Ayo!

[musik berhenti]

[terengah-engah]

Selamat datang.

Terima kasih sudah menemukan kami.

[dalam bahasa Jawa] Terima kasih.

Kenapa kami dijebak?

Dikirimi pesan.

Tidak ada yang menjebak.

Kalian memang bagian dari rencana.

Kalian yang membuat kami yakin

bahwa apa yang kami bayangkan dapat terwujud.

Memangnya apa yang kalian bayangkan?

Aku ingat, Will. Aku tahu kau siapa.

Bersama kami hari ini

kita menatap masa depan.

Dunia finansial yang inklusif dan transparan.

Terbebas dari yang namanya ketidaksetaraan

dan sentralisasi.

[tepuk tangan]

[Oscar] Dia pernah ikut seminar kita.

[Arok] Kalian yang memperkenalkan uang digital kepada kami.

Dan kalian pula yang membuat kami yakin

bahwa sistem keuangan konvensional yang korup dapat digantikan.

Kalian membayangkan untuk menggantikan dunia yang lama,

tapi tetap memutuskan untuk selalu berkompromi.

Dan kami, di sini, dapat membantu kalian untuk mempercepat itu terjadi

tanpa perlu berkompromi.

Kami memang ingin dunia yang lebih baik.

Tapi tidak dengan membunuh orang-orang yang tidak berdosa!

Hei.

Setiap harinya

banyak orang yang mati karena kelaparan

karena dimiskinkan secara sistemis.

Bahkan, dulu di daerah perbatasan ketika aku bertugas,

orang-orang mati karena tidak dapat fasilitas kesehatan.

Dan itu bukan karena bom.

Kami punya 500 bitcoin.

Kalau kalian mau ambil, ambil!

Tapi hentikan apa pun yang kalian lakukan sekarang!

[terkekeh]

Kami tidak butuh uang.

Kami semua di sini hanya...

mengisi hari-hari kosong.

Karena semua yang kami punya sudah dirampas.

Dirampas oleh sistem keuangan yang korup.

[musik muram]

[Arok] Mulanya, istriku tertipu produk asuransi.

Tapi kami masih bisa bertahan.

Dan perlahan memperbaiki keadaan.

Sampai akhirnya seorang kawan menawari untuk masuk Koperasi Dana Surya.

[terbata] Aku tahu kasus itu.

Lalu?

Lalu, istriku menjadi nasabah koperasi tersebut.

Dan juga menjadi penjual untuk menjual produk mereka ke tetangga,

keluarga, dan juga kawan-kawan.

Itu dia kenapa istriku sangat terpukul ketika kasus penggelapan dana muncul.

Semua orang mengincar dan menyalahkan istriku.

Sampai akhirnya dia depresi.

Latihan militer besar membuatku tidak bisa berada di rumah

ketika pengadilan memutuskan

pejabat Koperasi Dana Surya tidak bersalah.

Dan di hari itu pula istriku gantung diri.

Tidak lama setelah itu...

anakku masuk rumah sakit.

Sampai akhirnya dia meninggal.

[musik aksi]

Kami manusia-manusia tanpa sisa yang dikubur Tuhan hidup-hidup.

[Oscar] Tuhan?

[dalam bahasa Inggris] Hanya kepada Tuhan kita percaya.

Semua orang

bahkan institusi-institusi yang bertuhan sekalipun

menyembah ini.

Lalu, kalian datang dengan suatu hal yang revolusioner.

Tapi mereka-mereka yang menyembah ini

selalu saja menghambat kalian.

Hanya kami yang dapat memberi kalian loncatan

untuk menghancurkan mereka.

Yang perlu kalian lakukan

hanya membangun ulang apa yang akan kami hancurkan.

[Arok] Gampang, 'kan?

[musik aksi makin intens]

[musik berhenti]

[musik muram]

Berhenti di sana.

Kenapa aku harus percaya kalau kalian tidak terlibat?

Kami dijebak.

Terorisnya mengirim pesan,

kami berusaha melacak lokasinya,

sekarang Will dan Os diculik.

[musik berubah intens, lalu berhenti]

[musik muram berlanjut]

[Arok] Oscar.

[musik menegangkan]

[musik berhenti]

Anjing! Apa-apaan kau? Gila, apa?

Kemarin kau yang meyakinkanku soal Agnes untuk ikut,

sekarang aku tidak tahu dia bagaimana!

Terus sekarang kau datang ke sini,

mau mengajakku bergabung dengan teroris gila itu?

Kau tahu, 'kan, yang dia bicarakan cuma utopia gara-gara dendam?

Dia tidak paham, Os!

[napas bergetar]

Kripto itu bukan mata uang saja, tapi blockchain!

Lagi pula, kita sama-sama tahu

ekonomi tidak akan bisa jalan kalau tidak ada yang mengatur!

Will.

- Siapa yang mau menjadi teroris? - Kau yang bilang mau menjadi teroris!

- Kau yang mau! - Berisik kau! Diam!

[berbisik] Diam!

Kita sudah di sini.

Dengan bodohnya kita cari tempat ini dan sekarang kita terjebak di sini.

Sekarang pilihannya tinggal dua.

Diam sampai tempat ini ditemukan,

dan belum tentu kita bisa lolos karena mereka bisa bilang kita berkomplot.

Atau kita bisa berbuat sesuatu

agar teror ini berhenti, Will!

Goblok, ya!

Tidak bisa! Kita hanya dua kutu buku yang lagi bangun perusahaan rintisan!

Aku paham cara pikir kau.

Aku mengerti amarahnya.

- Istrinya meninggal bunuh diri... - Itu bukan urusan kita, Oscar!

Anjing, kau!

Will, ayahku kena tipu investasi bodong

dan sampai sekarang dia depresi gara-gara terlilit utang!

Maka dari itu...

aku mengembangkan Indodax sampai sebesar ini, Will,

untuk membayar utang ayahku!

[musik emosional]

Waktu itu usiaku 11 tahun.

Ibuku...

sedang sakit.

Dan kebetulan aku ada tugas di sekolah.

Daripada pulang untuk menemani ibuku...

aku lebih memilih untuk...

mengerjakan tugas di sekolah.

[suara bergetar] Saat pulang...

Saat pulang, ibuku sudah tidak ada, Will.

[Oscar tersedu-sedu]

Maka dari itu, Will,

aku sangat mengerti cara pikir orang ini.

[musik emosional berhenti]

[Will menarik napas panjang]

Di Indodax,

kita bagi-bagi tugas.

Kau bagian ambil risiko.

Aku bagian evaluasi risiko.

Bagian ini aku tidak setuju.

Will.

[musik dramatis]

Itu dia.

Kau...

seharusnya menjadi orang yang paling mengerti cara pikirku.

Bang.

Ini yang akan mengubah semuanya.

Uang mereka di bank, tabungan, deposito, pasar uang, akan hilang.

Selamanya, Yo.

[musik dramatis berhenti]

[getar ponsel]

[Karin] Gita.

Kau akses CCTV di sekitar Gereja Portugis tadi malam.

Tapi, Bu, kalau Pak Damaskus tahu aku bisa kena masalah.

Aku butuh bantuanmu, Gita.

Kau ikuti van warna silver

yang keluar dari sana.

Kau akan ketemu markas

untuk teroris.

Mereka akan bawa kau ke sana.

Apa intel ini valid?

Seratus persen valid.

[menghela napas]

Mbak, maaf sekali.

Menurutmu, dia akan melakukan apa yang kau suruh?

Aku ada cara lain.

[deru mesin mobil]

[Arok menggumam]

Ya, aku paham.

[menghela napas]

Siapkan rencana selanjutnya.

[musik aksi]

Waluyo.

Serangan berikutnya di sini.

Bandara?

Tapi, Bang,

ini bukan lokasi yang sudah kita sepakati.

Perubahan rencana.

Karena ini akan menjadi pukulan ekonomi yang luar biasa terhadap negara ini.

Dan juga untuk menghancurkan kredibilitas Badan Kontra Terorisme

serta menutup gerbang internasional.

[dalam bahasa Jawa] Tidak bisa, Bang.

Di rencana kita kemarin hanya ada satu serangan ke fasilitas publik.

- Katamu sebagai distraksi... - Perubahan rencana itu baik, Waluyo.

Itu tandanya kita terus-menerus memikirkan apa yang sedang kita lakukan.

Bang.

Kemarin kita sudah sepakat meledakkan kereta terakhir yang kosong.

Tapi ledakan subuh tadi apa? Ada 12 korban tewas, Bang.

Dan serangan ini hanya akan memperbanyak korban sipil!

[musik dramatis]

Kau masih tidak percaya denganku, Waluyo?

[bergumam]

Apa yang kulakukan ini untuk tujuan kita bersama.

Dan kita akan mencapai tujuan itu lebih cepat.

[Oscar] Lalu, apa yang akan terjadi

jika pemerintah mengabulkan permintaanmu?

[berbisik] Os!

Status quo tidak akan mau melakukannya.

Itu dia mengapa semua bom akan tetap diledakkan.

Ayo, jalankan.

Ayo kerjakan!

Kalian berdua bantu.

Will.

[musik aksi berhenti]

Maaf, Pak, ada telepon dari istana.

Ya, ini aku.

Pak Damaskus, MenHan di sini.

Presiden berpesan

kalian punya waktu 24 jam untuk menghentikan kekacauan ini

dan tangkap pelakunya.

Jika kau tidak berhasil,

Presiden sudah perintahkan Panglima untuk ambil alih komando.

CCTV pintu samping Gereja Portugis, Pak.

Sekitar pukul 20.00.

[Damaskus] Seluruh agen terbaikku sedang bekerja.

Di sana. Itu.

Kami terlatih mengatasi ini.

Tolong sampaikan kepada Ibu Presiden

bahwa aku mempertaruhkan reputasiku.

Baik.

Waktumu 24 jam, Pak Damaskus.

- [pilot 1] Arahan lepas landas. - [pilot 2] Selesai.

- Lampu antibenturan. - Menyala.

[pilot 1] Daftar periksa sebelum memulai, lengkap.

Skyline 072, tempat parkir nomor 4, POB 170, minta mundur dan mulai,

informasi bravo.

[ledakan, kaca pecah]

[ledakan]

[Waluyo meringis]

[Karin] Ini. Mobilnya sama, warnanya yang beda.

[Agnes] Benar, ini mobilnya.

[dering telepon]

Bisa diperbesar?

Sebentar, ya.

Ya.

RTMC Jakarta Pusat. Bisa dibantu?

[Agnes] Sepertinya mereka menukar mobilnya.

Soekarno-Hatta dibom?

[musik menegangkan]

Bandara dibom.

Ada apa di bandara?

Pak! Bandara dibom, Pak!

Pak!

Pak, bandara! Bandara internasional dibom, Pak!

[Gita bernapas berat]

Pak, ini rekaman CCTV, kejadian dua menit yang lalu.

[musik menegangkan berlanjut]

[dalam bahasa Inggris] Sial!

Bangsat!

[musik menegangkan makin intens]

[musik berhenti]

Itu tempatku.

[Waluyo menghela napas]

[Oscar] Kau sepertinya tidak setuju dengan serangan ini.

[rokok mendesis]

Keluargaku hancur karena dibohongi sistem perbankan.

Rumah kami dirampas.

Hanya karena telat bayar KPR tiga bulan

setelah aku diberhentikan kerja waktu itu.

Setelah itu...

Ibu sempat pakai uang tabunganku untuk...

investasi di Koperasi Dana Surya.

Tidak lama setelah itu,

beliau sakit

dan meninggal.

Aku kehilangan semuanya.

Tidak ada uang.

Tidak ada rumah.

Tidak ada Ibu.

[musik emosional lembut]

[berkelontang]

[dengan berteriak] Yang aku inginkan...

Ingin menghancurkan sistem yang bobrok sekarang ini,

tapi tidak dengan mengorbankan masyarakat sipil.

[musik berlanjut]

Hari di waktu aku bermaksud meledakkan koperasi itu,

aku bertemu Bang Ismail.

Sebagai mantan komandan pasukan elite, nalurinya terlatih.

Dia yang mengajakku membangun semua ini.

Kalau begitu, kita harus hentikan semua ini sekarang.

Ada sepuluh bom yang masih tersebar.

Kerusakan akan makin besar. Korban akan makin banyak.

[musik aksi]

Semua bom yang sudah ditanam bisa diaktifkan melalui laptop itu?

Ya.

Aku yang membuat terminal dan jaringannya.

Tapi target dan letak bom-bom itu hanya Arok dan timnya yang tahu.

Laptop ini bisa masuk ke jaringan?

Bisa.

[musik aksi makin intens]

[Waluyo] Tapi aku harus membuka akses terminal

dan komputer utama di ruang komando.

Bagaimana, sudah bisa masuk?

Jaga!

[suara komputer]

- Os, aku sudah masuk! - Oke!

[berbisik]

[komputer berdenting]

Ya! Os, bom keempat!

Oke, ya sudah! Cepat!

[musik aksi berlanjut]

Ferdi!

[suara bip cepat dari layar]

DINONAKTIFKAN

[musik aksi makin intens]

- Will, ayo! Lama sekali kau! - Ya sabar, Anjing!

[Will menggerutu] Apa ini? Jago sekali membuat lapisannya!

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[komputer berdenting]

- Bom kelima! Os! Bom kelima! - Ya, cepat!

DINONAKTIFKAN

- [musik berubah muram] - [Arok] Waluyo.

[suara bip dari komputer]

Hentikan.

[komputer berdenting]

Anjing. Masih lanjut, Bang!

[komputer berdenting]

Oscar, William! Cari mereka!

Ayo, Jek.

- [gedebuk] - [mengerang]

Oscar, William, lari!

- [gedebuk] - Di sana!

[suara tembakan beruntun]

[dalam bahasa Inggris] Sial! Sebentar! Datanya.

- [komputer berdenting] - Tidak ada waktu, Anjing! Mau mati kau?

- Hei! - [Oscar berteriak]

[musik orkestra dramatis]

Lewat sini!

- Tangkap Waluyo! - Siap, Bang!

Ayo!

[Will] Waluyo!

- Bagaimana? - Sudah semua.

Tapi kenapa hanya 12 bom? Kalian bilang di video ada 13.

Bom ke-13 ada di tangan Bang Ismail.

Sebuah malware yang baru kuselesaikan dua hari yang lalu.

- [terbata] Malware? - Ya.

Sepertinya dia punya penyusup di Agensi Kontra Terorisme.

Untuk mengaktifkan malware itu, dia butuh server utama.

Tidak apa-apa. Yang penting sekarang kita harus pergi dari sini. Ayo.

[Arok bersenandung] Waluyo!

[suara tembakan]

[kelontang]

[suara tembakan]

Waluyo!

Kau sudah merusak mimpi yang kita bangun bersama!

Kalian ke sana saja. Pakai ini sekarang. Cepat!

- Mas! Kau bagaimana? - [suara tembakan]

Ayo, cepat! Sekarang!

- Will, ayo! - Ayo.

[berseru]

[Waluyo mengerang]

[musik berhenti]

Os!

[Oscar terengah-engah]

- Waluyo! - Os!

Kalian bertiga, cari dua anak itu, tangkap hidup-hidup!

- Siap. - Siap, Bang!

[musik emosional]

[Arok berteriak]

[musik berubah menegangkan]

[nada sambung]

Kita harus

aktifkan skenario bumi hangus sekarang.

Ini pilihan paling terakhir.

Kita harus selesaikan.

- Koordinasi dengan... - [Gita] Pak!

Aku menangkap sinyal telepon di area yang tidak lazim.

- Emil. - Ya.

Perjelas.

BADAN KONTRA TERORISME INDONESIA

Ini pabrik kosong.

MEMINDAI

DITEMUKAN

Koordinasikan dengan kepolisian.

Serang.

Siap.

Pak, aku bisa masuk ke server mereka.

Ikut Emil.

Andi, gantikan Gita.

Baik, Pak.

Di sana, Will!

Ayo, cepat!

- Apa kau ingat nomornya? - [Will bergumam]

Enam... delapan... delapan.

PANGGILAN MASUK NOMOR TIDAK DIKENAL

- Halo. - [Will terbata] Halo.

Halo. Ini William.

Will! [terkesiap]

[berbisik] Lokasi!

Ikuti sinyal ini.

Hati-hati, ada penyusup

di kantormu.

Satu lagi, Arok adalah mantan pasukan elite.

Namanya Ismail.

- [Karin] Kau bisa bawa mobil ini? - [Agnes] Bisa.

- Kita gantian. - Oke.

Katanya di markas ada penyusup. Kau yakin aman, Mbak?

Aku akan cari tahu.

- Kita harus segera bergerak dari sini. - Oke.

[deru mobil]

Di mana? Ketemu?

[musik menegangkan berlanjut]

Git.

Tugasmu temukan server utama, nonaktifkan bom, ambil data, keluar.

KOORDINAT

Lima ratus meter, belok kanan.

Siap.

- [musik berhenti] - [Karin] Parkir di sini.

- [Agnes] Sebelah kanan? - [Karin] Ya, kanan.

- [Karin] Buka bagasi, bawa senter. - [Agnes] Oke, siap.

- Buka tasnya. - Siap.

Kau diam di sini saja.

Tidak. Aku ikut, Mbak.

Kau mau mati?

Dari awal aku sudah tahu risikonya. Itu sebabnya aku ada di sini.

Lagi pula, untuk apa aku menunggu di sini tanpa berbuat apa-apa?

- Tunanganku... - Pakai ini, lalu bicara.

- Tidak mau, pokoknya aku mau ikut, Mbak. - Pakai dulu.

Aku mau ikut.

- Sudah? - Sudah.

Kenapa kau harus ikut?

[gedebuk]

Kalau mau ikut aku,

tidak ada melawan sama sekali.

Ya?

- Terus ada di belakangku. - Ya.

- Mengerti? Ya? - Ya.

Lihat ini?

Kokang.

[dalam bahasa Inggris] Tekan, bukan tarik.

Oke.

Oke. Tekan, bukan tarik.

Ini isinya lima.

- Hati-hati. - Oke.

Kokang, tekan, bukan tarik.

[Karin mengembuskan napas]

Aku sudah kirim sinyal ke markas.

Kita masuk, selamatkan William dan Oscar, kemudian keluar.

- Yang lainnya bukan urusan kita. - Oke. Siap.

- Paham? - [bergumam]

[musik mendebarkan]

Sudah dapat dikonfirmasi.

Lokasi tersebut markas mereka.

Bu Presiden,

serangan segera dilaksanakan.

- [Presiden] Tuntaskan. - Baik, Bu Presiden.

[musik mendebarkan berlanjut]

[pistol dikokang]

[gema]

[musik makin intens]

[dalam bahasa Jawa] Saudara-Saudara,

apa yang akan kita lakukan ini

akan terus hidup abadi selamanya.

[Arok] Tidak pula serta merta terlupakan

dan tidak akan habis dimakan oleh waktu.

[Emil] Tim!

Malam ini, kita bukan pasukan.

[dalam bahasa Inggris] Kita pemulih!

Dan malam ini akan menjadi mimpi buruk

bagi kekuasaan!

Dan akhir dari sistem yang korup.

Kita kembalikan yang sudah mereka hancurkan!

Kematian kita tidak akan sia-sia.

- Anoraga! - Anoraga!

Lawan!

[riuh sorak sorai]

[tembakan]

[gedebuk]

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[berseru]

Kanan!

[bersorak, mengerang]

[suara tembakan berlanjut]

Kiri!

Tahan!

- [musik aksi] - [tembakan]

Ayo!

Musuh jam sembilan!

[dalam bahasa Inggris] Awas!

[teriakan samar]

[teriakan samar]

[Oscar dan Will berteriak]

[Will berseru]

Ayo!

Dua penyusup di arah belakang!

[mengerang]

[Agnes menjerit]

Kalau kau tidak menembak, kau yang mati!

[musik mendebarkan]

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[musik berhenti]

Bima, jaga sisi barat.

[berkelontang, mendesis]

[suara tembakan]

[musik aksi]

[berseru]

[mengerang]

[Arok berteriak]

- [Oscar] Kita panggil saja. Hei! - William!

[tembakan]

Ditembaki juga!

- [kaca pecah] - [pria berteriak]

Lari!

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[teriakan samar]

[musik mereda]

[senapan dikokang]

[sebagian dalam bahasa Inggris] Ikuti kabelnya. Lindungi Gita.

[sebagian dalam bahasa Inggris] Siap! Dimengerti.

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[musik makin intens]

[musik berhenti]

Kau tikusnya.

Angkat tangan.

Angkat tangan!

[musik mendebarkan]

Balik badan.

Ponsel.

Lihat ponselmu.

Ponsel!

[musik berhenti]

[terbata] Maaf, Pak. Harga...

Harga Bitcoin lagi turun sekali, Pak. Aku...

Aku sangat rugi, Pak. Aku...

Goblok! [suara tamparan]

[sebagian dalam bahasa Inggris] Kembali ke posmu.

Telusuri temuan Karin.

Tuntun aku ke markas mereka.

Buat dirimu berguna!

Tikus goblok!

[musik menegangkan]

Bar, buka terminal delapan.

Oke.

[sebagian dalam bahasa Inggris] Terminal delapan terbuka!

Andi!

Ya!

- Buka server akses ke dinas militer. - Siap!

[musik aksi]

Jaga belakang!

Mbak Karin!

- Itu suara Agnes! - Agnes?

Tetap di belakangku.

Cek kiri.

[musik mereda]

[senapan dikokang]

[dalam bahasa Inggris] Siap?

[dalam bahasa Inggris] Jangan jauh-jauh.

- Agnes. - Agnes.

[Agnes terkesiap]

- Ini aku. - Hei! Kau tidak apa-apa?

Kenapa kami ditembaki?

Kalian kabur dariku.

Sekarang kalian dianggap buron dan dianggap terlibat.

Kami sudah menonaktifkan semua bom.

Tapi cuma sembilan bom, Mbak.

Sisa bomnya ada di Arok.

Insinyurnya bilang bom ke-13 itu adalah malware.

Pegang.

- Ayo. - Kenapa aku?

Agnes, bawa mereka ke mobil. Sembunyi di sana.

- Tunggu aku di sana. - Oke.

- [dalam bahasa Inggris] Pergi! - Ayo!

[penembak berteriak]

[seruan samar]

[mengerang]

[dalam bahasa Inggris] Sial!

Tembak!

Menunduk!

[ledakan]

[dalam bahasa Inggris] Maju!

[suara pisau]

[musik makin intens]

- [suara tusukan] - [erangan]

[berseru kesakitan]

[suara tusukan]

Berhenti!

[musik berhenti]

Aku tahu kau Arok!

Lepaskan senjatamu! Angkat tangan!

[pisau berkelontang]

- Tangkap. - Baik, Bu.

[musik mendebarkan]

[tembakan]

[gedebuk]

Bang Ismail.

Hebat kau, Git.

Ini bom ke-13 kita.

Kau selesaikan.

Untuk kakak dan keponakanmu.

- Awas! - [tembakan]

[Arok mengerang]

Lari, Git!

[musik menegangkan]

[Arok mendengus]

- [mengerang] - [suara pukulan]

[Arok mengerang]

[suara peluru habis]

[suara tusukan pisau]

[Arok dan Emil berteriak]

[suara pukulan]

[gedebuk]

[Arok berteriak]

- [suara tusukan pisau] - [Arok mengerang]

[Emil menjerit]

[tusukan pisau berulang]

[suara pukulan kencang]

[musik berhenti]

[Arok dan Emil mengerang]

[tersengal]

[pistol dikokang]

[tembakan]

[Karin terkesiap]

[Karin terengah-engah]

[musik sendu]

Emil!

[dalam bahasa Inggris] Sial!

[dengan lemah] Flashdisk...

- Itu malware-nya. - Gita...

Biar aku lihat.

- Gita... - Buka!

- Gita? - Gita.

Ke sana.

[dalam bahasa Inggris] Bertahanlah.

[musik penuh aksi]

[Fajar] Aku sudah menelusuri informasi dari Bu Karin, Pak.

Namanya Ismail.

Pangkat terakhir, Mayor Komandan Batalion Elite.

Ismail desersi lima tahun lalu setelah anak dan istrinya meninggal.

Oke.

[sebagian dalam bahasa Inggris] Sekarang kau pantau pakai CCTV

semua pergerakan yang bisa dilihat di sekitar pabrik.

Terus kabari aku.

Siap, Pak. Laksanakan.

Agnes, Oscar, William.

- Gita! Malware-nya ada di Gita. - Gita?

Dia pasti akan menyerang dengan server agensi.

Kenapa server agensi?

Karena kami punya superkomputer

yang terhubung ke seluruh jaringan negara.

Oke. Aku saja, Mbak!

- [dalam bahasa Inggris] Sial! Ayo! - Masuk!

[dalam bahasa Inggris] Jalan. Mundur!

[musik menegangkan]

[musik berhenti]

[musik mencekam]

[pria] Paket berhasil.

BADAN KONTRA TERORISME INDONESIA GITA PERTIWI AKSES DITOLAK

- [pria] Malam. - [Gita] Malam.

Bisa lihat identitasnya?

Silakan.

[musik mencekam berlanjut]

Tak ada waktu untuk pemeriksaan keamanan, kita akan terlambat.

Lalu?

Berani terobos sambil ditembaki sedikit?

[pistol dikokang]

[Fajar terkesiap]

[Gita menghela napas]

[gaduh]

- [menangis] - Kabur!

[pria menangis] Mbak...

[teriak] Mbak!

Nes! Awas!

[tembakan, kaca pecah]

[Oscar dan Will teriak]

Katanya sedikit, bagaimana ini?

[musik makin intens]

[musik berhenti]

[pintu besi berderit terbuka]

[semak-semak bergemerisik]

[Arok terengah-engah]

[Arok meringis]

Fajar!

- Di sana. - Ayo.

[Oscar] Servernya, Mbak.

[musik menegangkan]

[pintu terbanting berbuka]

Dikunci, Mbak!

Mbak!

[suara tembakan]

[musik berhenti]

Gita, berhenti! Jangan paksa aku menembakmu!

[dalam bahasa Inggris] Kau lebih baik dari ini.

Kita bisa perbaiki ini, Gita.

[dalam bahasa Inggris] Aku mohon.

[Damaskus] Mayor

Ismail Gani.

Sebagai patriot,

apa yang sesungguhnya kau bela?

Istriku...

bunuh diri.

- Dendam kami tuntas di sini. - [papan ketik ditekan]

MENGINSTAL

[Gita mengerang]

Gita!

- Server! - [Karin] Will!

[dalam bahasa Inggris] Ambil alih!

Bagaimana?

Mereka ingin menghapus semua uang yang ada!

- [dalam bahasa Inggris] Sial! - Awas!

[sebagian dalam bahasa Inggris] Aduh! Sudah tersebar! Tidak bisa!

Mbak, benar kena? Maaf!

- [Gita mengerang kesakitan] - Mbak!

- Diam! Tahan! - Tidak!

- Oke... - Bu Karin.

Kakakku bunuh diri.

[Arok] Karena orang-orang sepertimu

tidak mampu membela manusia-manusia seperti kami dan keluarga kami.

[musik emosional]

MENGINSTAL

MALWARE AKTIF

[Arok] Bom ke-13 kami ini

akan membuat kita semua sama.

Duduk sama rata, menyambut harapan yang baru.

- Perute tiga! Cabut saja langsung! - Oke!

Delapan, Will! Perutenya!

Lebih baik aku mati bersama kakakku

daripada menghabiskan sisa hidup di penjara.

[Karin menggeram]

[Gita tersengal]

Empat-tujuh perute kedua. Ayo!

Oke. Berapa lagi?

- Empat-enam sekarang! - Oke, 46.

Perute tiga langsung dicabut saja.

[mengerang]

Maaf, Mbak!

[dalam bahasa Inggris] Sial!

Delapan! Delapan berapa?

- Delapan! - Cabut sekarang! Ayo!

Ayo, nanti tersebar!

- Cek! - Oke.

- Sudah! - Ke komputer utama! Ayo!

- Will, ayo, Will! - Berisik!

Tidak ada waktu lagi.

Ini yang terakhir, Os!

Ingat, Jenderal.

Mati satu...

Akan tumbuh seribu.

[dalam bahasa Inggris] Sial! Bagus!

[berseru senang]

[Oscar dan Will menghela napas lega]

[musik lembut]

[tembakan]

[gedebuk]

[dalam bahasa Inggris] Kerja bagus.

["Merintih Perih" diputar]

[pria] Bisa jalan? Pelan-pelan.

Jenderal.

? Saling ?

? Saling tindih-menindih ?

? Kerap kali mendidih ?

? Hingga mencapai perih ?

? Lalu, dibaluti luka ?

? Luka yang penuh duka ?

? Sudah terasa sudah ?

? Terlalu menghiasi ?

? Rintihan selalu ?

? Terdengar menggebu ?

? Yang terasa pilu ?

? Dan membuat sendu ?

[daun bergemerisik]

? Rintihan selalu ?

? Terdengar menggebu ?

MALWARE HARAPAN BARU DINONAKTIFKAN

? ...terasa pilu ?

? Dan membuat sendu ?

? Saling ?

? Saling tindih-menindih ?

? Kerap kali mendidih ?

? Hingga mencapai perih ?

? Lalu, dibaluti luka ?

? Luka yang penuh duka ?

? Sudah terasa sudah ?

? Terlalu menghiasi ?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.