Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tuhan terkadang tidak adil.
Bagi orang-orang yang tak ingin buat masalah, tak pernah mengejar hidup mewah,
dan hanya ingin hidup tenang,
...suatu waktu, kemalangan pasti tetap akan menimpa mereka.
Ah! Ah!
Hentikan!
Tidak, hentikan!
Wah!
Selain bunuh diri,
kami juga mengurus rumah bekas terjadinya pembunuhan.
Kemudian penghuni berikutnya biasa diberitau soal fakta yang sebenarnya.
Eh?
Kalau mereka diberitau soal itu,
bukannya tak ada lagi yang akan mau tinggal disana?
Tapi, kewajiban untuk menjelaskannya,
sebenarnya....
Tak ada aturan harus berapa lama dan berapa kali dijelaskan...
soal masalah itu.
Begitu ya.
Kami yang atur semuanya...
dan membiarkan mereka tinggal lebih dulu.
Tunggu sampai waktu yang tepat, dan mereka akan pindah dari rumah itu.
Rumah bekas terjadinya kasus itu "dibersihkan" dan berubah jadi rumah biasa lagi.
Tidak perlu cemas.
Pencucian uang istilahnya Money Laundering.
Tapi dalam bisnis kami,
pekerjaan pencucian rumah ini disebut Room Laundering.
ROOM LAUNDERING ~ Sub indo by ch4nk-san ~
(Penginapan Bahagia)
Kuncinya kutaruh disini ya.
Barang-barangmu akan dikirimkan nanti.
Di kamar mandi itu...
...bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya.
Ada apa?
Oh.
Sakura.
Jalan dulu ya.
Berhati-hatilah agar tetangga tak curiga ya.
Uang buatmu... ambil besok di tempatku.
Kehidupan keluargaku sangat berantakan.
Saat usiaku 5 tahun, ayahku meninggal karena kecelakaan.
Nanti Ibu datang jemput kamu lagi.
Maaf ya.
Ya.
Miko.
Nenek~
Pada tahun berikutnya,
setelah meninggalkanku dengan lampu bebek hadiah ulang tahunku,
Ibuku menghilang.
Miko.
Ayo pergi.
Sejak saat itu, aku selalu sendirian.
Seolah-olah dunia bersembunyi dariku.
Nenek yang merawatku setelahnya,
juga meninggal saat usiaku 18 tahun.
Kenapa hanya aku yang ditakdirkan hidup sendirian?
Kenapa...
Hanya aku yang menderita seperti ini?
Hanya itu yang selalu ada di pikiranku.
Oi, wanita tua sialan!
Siapa yang mengijinkanmu meninggal lebih dulu?
Dasar wanita tak berguna!
Jangan nangis!
Tertawalah!
Mulai sekarang, aku yang akan menjagamu.
Eh?
Aku baru saja putuskan.
Ayo pergi.
"So! Good Bye!" ?
Satu kamar tidur + dapur 40.000 yen bunuh diri
Goro-san benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan orang..
Ini mau ditaruh dimana?
Ah, baik.
Selesai juga.
Ah, melelahkan.
Ah... Ehm...
Tenggorokanku...
rasanya kering nih...
Haus banget ya..
Ok, aku balik dulu ya.
Sampai nanti.
Eh?
Masih seperti itu juga ya?
Sweet and Sour Pork ya...
Sup nya tanpa daun bawang kan?
Satu set makanan seperti biasa.
Eh?
Kau bisa melihatku?
Seperti apa poseku sekarang?
Ah, maaf maaf...
Oi!
Ngomong-ngomong,
apa kau tak takut melihatku?
Kau tak terganggu tinggal di rumah bekas orang bunuh diri?
Kenapa kau mau tinggal disini?
Ini sudah rumah keempat jadi bukan masalah.
Ah~
Begitu ya...
Aku juga baru saja meninggal, dan situasi disini begitu tidak jelas.
Kenapa kamu tak pergi ke langit?
Itu...
Aku masih mau sedikit bernostagia.
Apa kamu mau dengar?
Tidak sama sekali.
Aku mau tidur.
Eh~
- Apa Orang ini bisa dipercaya? - Ya.
Jangan menilai orang dari penampilannya.
Hanya ini satu-satunya cara. - Baik.
Jika kau tak setuju, kau bisa kembali ke negaramu loh.
- Kamu tak masalah dengan ini? - Ya.
Berdirilah disana.
Siap ya...
2 hari lagi, kuberikan KTP mu dengan bayaran 100.000 yen.
Berikutnya.
Kau tinggi juga.
Siap ya.
Ok.
Ayo..
Woah
Jadi kamu sudah datang?
Kamu tak bisa bilang, "selamat siang" dulu apa?
Baik, ini dia...
Isi ini.
Bagaimana rumah kali ini?
Beneran ada ya?
Ya, laki-laki.
Baru saja meninggal, pria Punk?
Begitu ya. - Ya.
Oh, selamat datang.
Goro-chan, terima kasih yang terakhir kali ya.
Tidak tidak.
Ada seseorang yang mau kuperkenalkan padamu.
Ya.
Silahkan.
Nama saya Saruwatari.
Saya dengar tempat ini adalah Room Laundering terbaik yang ada di Tokyo.
Tidak, tidak...
Silahkan diterima ini
- Duh, maaf ya merepotkan. - Tidak.
Ah...
Dia pegawai part-time kami disini, Yakumo Miko.
Gadis ini?
Apa dia juga biasa mengerjakan proyek lain?
Tidak, tidak, aku tak bisa serahkan padanya.
Goro-chan, ada yang yang ingin kami diskusikan denganmu.
Benar... - Kamu ada waktu?
Ah~
Miko...
Aku tak tau berapa lama, mungkin kamu pulang saja dulu.
Ambil uang ini.
Tidak, anu...
Aku kemari juga mau tanya sesuatu padamu.
Lain kali saja ya.
Kunci saja pintunya, lalu taruh di kotak pos.
Baik, ayo pergi. - Ayo.
(Dilarang masuk di sini. Kami sama sekali tidak akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan, masalah, atau lainnya di sini.)
Hagumu~
Hagumu~ kamu ada dimana?
Masih berwajah kusut seperti biasa, Miko.
Berisik, bodoh~
Wah~
Ada sake.
Sial, aku benar-benar pengen minum.
Aku juga mau ngerokok.
Ciuman dan juga ngeXX sama wanita.
Apa?
Selain "Obake", burung gagak juga bisa melihatku.
Aku tak suka panggilan itu.
Mau gimana lagi, kan.
Soalnya kamu selalu duduk di pojokan.
Makanya kamu dipanggil "obake".
Dan sekarang, kamu benar- benar bisa melihat hantu...
ironis sekali, ya.
Kemampuan bisa melihat hantu ini...
Aku tak menginginkannya.
Eh~ Jangan bilang seperti itu.
Cuma kamu yang tak menyangkal keberadaanku.
Ibuku menelantarkanku.
Mungkin karena kemampuan yang membosankan ini.
Tidak, masih belum pasti dia menelantarkanmu kan.
Belum pasti ya...
(Menentang Keras Perampasan Lahan!)
(Aku tidak akan menjualnya dan membiarkanmu membangun, aku menentang konstruksi mansion besar)
Berhentilah datang kemari setiap hari...
Kalau tak berhenti juga, aku takkan segan-segan pada kalian.
Aku takkan menyerah meski kalian berbuat apa saja.
Segeralah pindah dari sana!
Kami akan bangun mansion disana!
Datang lagi besok ya!
Datang lagi besok ya. Mengerti!
Hei...
Tak boleh bawa hewan piaraan di apartemen ini.
Dilarang komunikasi dengan tetangga.
Sudah waktunya makan malam ya, Miko.
Jangan seenaknya memanggil namaku.
Wine, wine, wine, wine..
Ini Denshu kan.
Sangat susah dapat ini.
Dari mana kau dapat wine seperti ini?
Sudah lama sekali ya...
Aku sering minum ini saat masih di Aomori.
Hm? Kau bicara apa barusan? Aku benar-benar tak mengerti.
Maaf maaf.
Aku jadi bersemangat saat melihat wine denshu, logat punk ku tiba-tiba keluar.
Aku lebih suka kalau kamu tak sok akrab,
Begitu kah?
Kalau begitu, kau boleh memanggilku Kimihiko.
Jangan paksakan keberuntunganmu!
Ngomong-ngomong...
sekarang, aku merasa menyesal telah mati.
Bagianku...
Kamu boleh minum juga bagianku, Miko.
Baik.
(Goro-chan, ketika kondisiku telah membaik, aku akan kembali untuk menjemputnya, - Mitsuki )
- Ah! - Baik, liat kemari!
Eh~Aku mau liat apa kalo tanganmu seperti itu, Kimihiko...
Maaf.
Karena pada akhirnya semuanya buatmu,
Kenapa tak ajak temanmu untuk minum sama-sama?
Duh...
Aku sudah bilang, aku sama sekali tak punya teman.
Begitulah...
Dinginnya...
Ah...
Apa dia kucingmu?
Bukan.
Kucing milik tetangga.
Dia memang sering kemari.
Saat aku makan, dan juga saat tidur di siang hari.
Kami sudah akrab sekali.
Maaf, aku tak bisa menyentuhmu.
Oi.
Kemarilah.
Lah?
Miko-chan?
Miko-chan?
Ada yang mau kubicarakan denganmu.
Miko-chan~
Bu...
Ibu akan selalu disamping nya Miko.
Miko, nyalain TV dong...
Bukannya pertandingan sepakbolanya udah selesai?
Aneh sekali kamu tak mau nonton pertandingan tadi.
Kamu tidak nasionalis ya.
Tidak nasionalis.
Tidak nasionalis.
Kamu tidak nasionalis, Miko.
Loh, apa itu? Itu aku ya?
Hebat juga... Apa ada yang lain?
Kamu mau liat?
Aku mau, aku mau.
Wah~
Kau sudah menggambar sebanyak ini ya.
Eh~
Oh, benar-benar penuh warna.
Ada apa?
Mati sendirian di usia 85 tahun.
Di rumahnya yang berada di Kameda setelah ditinggalinya 35 tahun,
Mayatnya sudah sangat lengket saat ditemukan.
Gantung diri.
Di Apartemen besar Toyotsu setelah 3 tahun ditinggali.
Perusahaannya bangkrut dan punya banyak hutang.
Dia masih lajang.
7 tahun, mati kelaparan.
Sepertinya...
Ayahnya...
pergi dengan wanita lain.
Kejam sekali...
Ngomong-ngomong, kamu tak takut melihat ini?
Manusia yang masih hidup lebih menakutkan.
Selalu berbohong.
Nih.
Goro...
kau menghasilkan banyak uang diam-diam ya?
Tidak, tidak...
Wah~
Seperti biasa teknik yang hebat.
Aku sama sekali tak bisa bedakan dengan yang aslinya.
Makasih ya.
Goro-chan, apa kau bisa melakukan sesuatu?
Tidak, kami tak bisa menangani soal kasus pembunuhan.
Bukannya kau melakukannya sebelumnya?
Apa Miko-chan tak bisa melakukannya?
Dia sedang melakukan pencucian di tempat lain.
Kalo gitu, minta dia selesaikan dengan cepat.
Ini berbeda dengan sebelumnya.
Biarkan orang asing itu tinggal di sini untuk sementara waktu.
Ya...
Saruwatari mengatakan dia butuh seseorang dengan identitas yang jelas.
Itu urusanmu, kan?
Goro-chan biasa memberikan KTP palsu kepada orang asing yang ilegal kan?
Bisnismu memang sudah bermasalah kan.
Aku coba perbaiki ini,
dan sudah keluar tenaga banyak.
Kau selalu seperti ini ya,
Memaksa orang melakukan hal yang tak bisa mereka lakukan.
Demi anak itu,
kau butuh lebih banyak uang kan.
Berapa banyak yang akan kudapatkan?
Miko...
Apa orang-orang ini masih ada di dunia sekarang?
Entah...
Aku juga tak tau.
Sepertinya begitu.
Fuckโฆ
Kalau kita tak pergi ke surga, kami takkan pernah diselamatkan.
Ah!
Bagaimana kamu bisa memiliki karya terbaruku?
Jangan masuk sembarangan!
Hah!
Apanya yang karya terbaru dari ini?
Ini jenis kaset yang digunakan pada zaman Sid dan Nancy.
Kamu sendiri yang menaruhnya disana.
Rekaman ini jauh lebih berharga dari hidupku.
Aku selalu mau bilang padamu...
yang membuatku tetap di dunia ini... adalah itu.
Aku ingin kamu mengirimkan rekaman itu ke salah satu perusahaan label musik.
Hanya mengirimnya kesana?
Karena tak mau dikritik, jadi aku tak kirimkan sebelumnya.
Sepertinya...
aku memang masih peduli dengan pendapat orang lain.
Goro benar-benar tau cara memanfaatkan orang.
Ah...
Aku sedikit haus...
Ah,
tunggu sebentar...
Bibi di sebelah itu suka mengomel, pasang headphone mu ya, Miko.
Baiklah...
- Kita mulai sekarang? - Mohon bantuannya.
Ya.
Begitu ya
Aku mengerti.
Aku sudah harus pindah besok.
Hah?
Serius?
Ah, ini bagus sekali.
- Ya, - Terima kasih banyak.
Ngomong-ngomong... - Ya.
Kalau ada orang lain yang punya masalah, bawa saja kemari. Aku selalu ingin membantu orang lain.
Mohon bantuannya.
Siapapun dan darimanapun dia. - Baik, aku mengerti.
Hati-hati ya.
Baik, permisi...
Ah, maaf membuatmu menunggu.
Saruwatari-san juga terlibat proyek rekonstruksi di daerah itu.
Ini kesempatan besar untuk menghasilkan uang.
Orang yang mengerikan.
Karena uangnya sudah kuterima, kurasa tak baik kalau aku menolak.
Tapi kenapa kau tak semangat begitu?
Tidak..
Aku tak ingin melukai hati Miko. Mentalnya masih sangat rapuh.
Pekerjaan ini masih terlalu dini buat dia.
Eh~
Goro-chan juga sedikit tegas rupanya.
Kau sangat peduli pada anak itu ya...
Bagaimanapun dia keluargaku.
Bukan seperti kau biasanya...
Tidak, tidak, itu sama sekali tak cocok denganmu, Goro-chan.
Oh! Dapat!
Mantul!!!
Miko.
Terima kasih untuk waktunya yang menyenangkan.
Ya..
Itu lagu yang payah...
Meski begitu, tapi keren juga.
Kau bicara apa?
Kau benar-benar baik.
Dah..
Jaga dirimu.
Jaga dirimu apanya?
Dasar bodoh...
(Dua kamar tidur + dapur 100.000 yen ditikam sampai mati)
Goro-san benar-benar tau bagaimana memanfaatkan orang.
Goro-chan.
Selalu saja sama.
Selesai juga.
Oh?
Disitu?
Benarkah?
Tidak, dia memang suka bersandar di dinding.
Makasih ya.
Tidak.
Kalau Goro-san yang panggil, aku pasti datang.
Aduh...
Apa yang telah terjadi di rumah ini?
Ah...
Pembunuhan.
Kamu bisa?
Hm... Jangan kuatir,
Tapi, sampai sekarang, aku belum paham tujuanku melakukan ini.
Yah, itu...
Itu...
Uang..
Ya uang.
Licik sekali.
Kamu belakangan ini suka menggambar ya?
Ya, begitulah.
Begitu ya.
Kalau ada masalah, hubungi saja aku.
Saya tinggal di sebelah, nama saya Nijikawa.
Dilarang komunikasi dengan tetangga.
Anu, apa kamu ada di rumah?
Saya bukan orang yang mencurigakan.
Aku akan membunuhnya.
Aku akan membunuhnya.
Aku pasti akan membunuhnya.
Aku akan membunuhnya.
Aku akan membunuhnya.
Aku akan membunuhnya.
Ah~~~ !
Nanti saya akan datang lagi.
Aku akan membunuhnya.
Aku pasti akan membunuhnya.
Pasti...
Dasar pria gendut jelek!
Harusnya dia saja yang mati!
Itu bukan urusanku!
Ah...
Kamu...
bisa melihatku, kan?
Hei.
Itu benar, kan?
Kamu bisa melihatku, kan?
Kenapa aku harus dibunuh seperti ini?
Bertengkar?
Kacang chestnut nya bertebaran keluar.
Terlempar ke badan, panas.
Panas, panas, panas...
Saat melarikan diri ke air dan bertemu lebah.
Pantatnya disengat. Aduh aduh...
Baik, selanjutnya giliranmu.
Miko, lanjutkan!
Jangan permainkan sejarah hitam orang lain.
Ayolah kita lakukan sama-sama.
Apa kamu masih menyesal karena Gakugei itu, Hagumu?
(Gakugei: Di SD, orang tua sering diundang untuk melihat pertunjukan bakat anak-anak mereka dalam musik dan teater)
Soalnya aku tak tau gimana menghabiskan waktu, jadi mau gimana lagi.
Membosankan sendirian sepanjang waktu.
Lagian orang lain tak bisa melihatku.
Takkan ada yang peduli apa yang kulakukan.
Loh?
Kenapa tiba-tiba topiknya menjadi berat?
Ah, maaf maaf..
Aku mencemaskanmu, Miko.
Karena itu, ijinkan aku menyentuh oppaimu.
Dasar bodoh!
Percuma tak bisa kau sentuh juga.
Benar juga ya..
Kalau begitu perlihatkan saja, liat saja tak apa-apa.
Hagumu...
Eh, jangan-jangan..
Aku mau pergi ah...
[kasus yang belum terselesaikan] kasus pembunuhan OL cosplay
(pada 9 oktober sekitar jam 10 pagi di distrik musashino, kichijouji, tokyo, ada telepon masuk ke 110 yang bunyinya "ada orang terjatuh di kamar apartemen".)
(Motivasi Tinggi! Enerjik! Berani! Blog Official dari OL Cosplayer.)
Norak banget...
Official itu bukannya OL juga?
Narsis yang berlebihan.
(Dasar Bitch yang butuh belaian! Wanita yang narsisnya berlebihan!)
(Salah sendiri memposting wajah di internet!)
(Wanita yang suka menyombongkan dirinya, menjijikkan!)
Meski telah mati, masih banyak komentar yang seperti ini.
(Kesaksian tetangganya tentang kejadian ini)
Q. Bisakah Anda memberitau keadaan pada saat kejadian?
(Tetangga yang tinggal di sebelah rumahnya)
Ah...
Saya juga tidak menyangka tetangga saya..
Saya kaget sekali.
Anu...
Rasanya memang aneh...
Anu...
Tapi saya benar-benar tak mendengar suara apapun.
Anu...
Saya juga tak melihat ada orang yang mencurigakan.
Permisi...
Mencurigakan sekali...
Anu, Wan-chan...
Anu, ka-ka-karagee nya...
karagee?
- Nanti gosong. - Ah, aku sampai lupa.
Selamat datang.
Bebek...
Anu...
Aku yang tinggal di sebelah rumahmu, namaku Nijikawa.
1770...
Uangnya 2000 yen..
Anu, kembaliannya...
Terima kasih banyak.
Apa kembaliannya boleh buatku?
Selamat siang.
Apa Anda yang baru pindah ke rumah ini?
Ada warga yang menghubungi saya.
Kasus yang pernah terjadi disini masih belum terpecahkan, buat jaga-jaga saja.
Anda baik saja selama tinggal disini?
Ya.
(Miko-chan Rumahnya sudah kurapikan! Terada Recycle)
Kamu dari mana saja?
Evans?
Tentu saja bukan.
Cuma dari kafe internet sama minimarket.
Hei..
Apa kau pernah membayangkan dirimu dibunuh?
Tak pernah kan?
Tapi, gimana kalau itu benar terjadi.
Apalagi secara tiba-tiba.
Hum!
Ada polisi tadi diluar.
Begitu.
Tapi, sekarang sudah terlambat.
Apa pembunuhmu...
...orang yang tinggal di sebelah?
Bukan.
Aku...
dibunuh sama seorang stalker.
Aku sudah minta tolong dengan suara yang keras.
Aku pikir akan ada orang yang akan datang menyelamatkanku.
Tapi, tak ada seorang pun yang datang.
Aku masih ingat wajah pembunuhnya.
Aku takkan pernah melupakannya.
Hanya memikirkan dia masih hidup, membuatku kesal aku harus mati.
Ayah dan ibuku...
Tak henti-hentinya menangis.
Aku benar-benar bersimpati padamu, tapi...
tak ada yang bisa aku lakukan.
Udah dong, aku mau tidur, biarkan itu tidur.
Hei.
Beliin aku sebungkus rokok dong!
Eh?
Apa kamu selalu makan seperti itu?
Begini lebih nyaman.
Kalau cuma untuk kenyamanan, tak ada pria yang akan suka padamu loh.
Apalagi kamu sangat jarang berdandan.
Jangan memaksakan diri untuk melakukan hal-hal itu.
Begini ya...
Kehidupan alami dan Natural Beauty...
cuma alasan buat para wanita jelek.
Kenapa kamu melakukan cosplay?
Eh?
Ada apa tiba-tiba?
Hm...
Melarikan diri dari kenyataan.
Untuk menjadi orang yang diinginkan...
Dengan melakukannya,
bisa menyeimbangkan dengan realitas itu sendiri.
Ada apa?
Apa kamu mulai tertarik padaku?
Begitulah.
Semua tentangku akan segera menghilang dan dilupakan.
Bahkan buat mereka yang masih mengingatku sekarang.
Hei...
kamu tak terlalu pandai bicara sama orang ya.
Tapi, saat kamu bicara sama orang lain, pandanglah wajahnnya dengan benar.
(Miko-chan, selamat atas medali emasnya. mulai sekarang pun tolong tetap gambarlah sebanyak2nya)
Ah... Kau masih punya keluarga?
Ibuku...
masih ada... mungkin.
Ah begitu.
Mungkin tak pantas bagi orang yang sudah mati mengatakannya,
tapi, berbaktilah padanya ya....
Ah~
Percuma saja.
Aku tak bisa menghirupnya.
Sebaliknya, aku merasa hampa sekali.
Disaat ingin konsultasi, aku sudah tak punya orang tua lagi.
Apa masih ada yang kamu butuhkan?
Miko!
Apa kau sudah mengirim rekamanku?
Hei...
Eh?
Ah!
Tuh kan belum dikirim.
Kenapa kau ada disini?
Ah, entah bagaimana...
sepertinya jiwaku menyatu dengan rekaman ini.
Seperti hantu dari barang langka.
Anu, soalnya...
di zaman sekarang, gaya punk sudah tidak cocok.
Miko.
Kau belum menghubungi perusahaan label rekamannya kan.
Miko.
Kau belum menghubunginya kan.
Miko!
Kau belum menghubunginya kan, Miko!
Miko!
Eh?
Kau siapa?
Ah!
Kita sama.
Aku juga dengan pisau dapur.
Namaku Kimihiko, salam kenal.
Siapa orang bodoh ini?
Oi Miko, kau mau kemana?
Miko!
Apaan sih...
Meninggalkanku begitu saja.
Heh~
Pisau dapur ini.
Sama sepertiku.
Oi, kamu kan bisa bilang "selamat malam" dulu.
Ada apa?
Kamu perlu uang?
Kamu bisa berpisah dengan orang tua mu loh, kalau potong kuku di malam hari.
Mereka berdua...
sudah mati.
Apa maksudnya itu?
Ah, Miko, tolong ambilkan bir!
Ada apa?
Apa tempat tinggalmu sekarang kurang nyaman?
Agak merepotkan.
Ibuku...
sekarang dimana ya?
Miko...
Apa kamu benar-benar ingin bertemu ibumu?
Tapi aku tak tau yang dipikirkan ibuku.
Sepertinya karena ibumu tiba-tiba menghilang itu ya?
Sewaktu dia bilang akan datang kembali menjemputku,
itu bohong, kan?
Tidak.
Mungkin kamu terlalu berlebihan memikirkannya.
Begini saja...
1. Cocok.
2. Tidak cocok.
3. Sebaiknya tidak usah tanya.
Kamu pilih mana?
5
Apaan itu?
Barang itu masih belum...
Ah, begitu ya..
Bukan itu, yang disebelahnya...
- Yang disebelahnya. - Ini kan...
Aku sudah bilang, aku mau yang no.7.
Nomor 1 kan?
Kenapa malah 1? Aku bilang 7, 7 aku bilang 7...
Tujuh.
Ini silahkan.
Hei. - Ya.
Minimarket harus bisa melayani pelanggan kan.
Mengetahui tempat masing-masing barang tugas kalian kan.
Baik, maafkan kami.
Bisa jaga toko gak sih?
- Terima kasih banyak. - Terima kasih banyak.
- Boleh aku istirahat sekarang? - Eh?
Aku tak tau kenapa, tapi apa kau benar- benar ingin ketemu seseorang?
Ada sesuatu yang membuatmu berpikir untuk kembali kesana...
...dan pada waktu yang sama juga.
Ya, setiap hari...
Ada Orang tua yang membunuh anaknya,
Nenek yang didorong dari balkon dan sebagainya,
Akan ada sesuatu yang akan membuat kita kehilangan harapan pada masa depan.
Aku dulu tersentuh dengan kebaikan seseorang, tapi dikhianati.
Menyadari kalau diriku bukan apa-apa, aku seperti terjatuh dalam lumpur.
Ketika berpikir tak ada lagi tempat buatku tinggal,
Aku sudah mati.
Di negara ini, ada sekitar 100 orang bunuh diri setiap harinya.
Mengerikan ya.
Anu...
Kamu tak bermaksud bunuh diri, kan?
Syukurlah..
Ah, maafkan aku.
Oh iya.
Anu, ini...
Kembalianmu yang waktu itu.
Ah..
Ya.
Bagaimanapun..
aku juga pernah membunuh sekali.
Meski sudah terlambat, aku sangat menyesalinya.
Dibunuh lebih buruk lagi ternyata.
Ini menyakitkan sekali.
Semoga pembunuhnya segera ditangkap ya.
Supaya kita bisa kesana.
Mungkin...
Itu mustahil.
Pembunuhnya tertangkap
Aku tak tau...
Aku tak tau harus membenci apa.
Kenapa, kenapa harus aku?
Ini benar-benar tidak adil.
Kamu terlalu berlebihan memikirkannya.
Oi.
Pasti dia akan tertangkap.
Oi.
Jangan nangis!
Anu...
Kamu tau kalau pernah terjadi pembunuhan di rumah itu sebelum pindah kesana, kan?
Ya...
Terus kenapa?
Anu...
Harga...
Harga sewanya...
Sangat...
Sangat murah.
Aku tak berpikir rumah itu menakutkan sama sekali.
Anu..
Pada hari kejadian waktu itu...
Aku mendengar suara seseorang minta tolong dari sebelah.
Aku pura-pura tak mendengarnya.
Setelah kejadian itu...
Polisi dan wartawan...
menanyakan banyak hal padaku...
tapi aku berbohong tidak mendengar apa-apa.
Andai saja waktu itu, aku datang melihatnya,
mungkin saja orang itu tidak akan mati.
Karena...
tak mau melakukan kesalahan yang sama lagi.
Jadi, aku harus mengenal...
siapa tetangga baruku kali ini.
Apa yang...
mau kamu ketahui dariku?
Eh?
Ah...
Anu, kalo gitu...
Untuk saat ini, mungkin kita bisa bicara soal hobi dan semacamnya.
Hobi?
Ah, sepedaku!
Anu..
Tunggu sebentar disini ya.
Komunikasi dengan tetangga...
dilarang.
Anu, maaf.
Anu...
Hobiku menulis novel.
Eh...
Hobiku...
Menggambar...
Menggambar?
Sejak kecil...
Ibuku telah meninggalkanku.
aku tak terlalu pandai komunikasi dengan orang lain.
Aku suka menggambar sesuatu yang aku sukai.
Impianku adalah menjadi seorang pelukis.
Kamu harusnya tak perlu malu-malu mengatakannya.
Tidak...
Impianmu itu..
pasti bisa kamu capai.
- Tolong sweet and sour pork nya. - Baik.
- Supnya tanpa daun bawang ya. - Eh?
Dia bicara...
Ah~ aku mau pangsit juga.
Dia bicara.
Entah kenapa...
Kamu terlihat ceria sekali hari ini.
Gak ada alasan khusus.
Akhir-akhir ini kamu banyak menggambar ya?
Selalu saja tanya itu.
Soalnya...
Bukannya kau ingin terlihat cantik?
Kamu tak bisa berdiam di rumah terus.
Aku tak punya uang soalnya.
Terserahlah.
Oh iya, besok kamu pindah ya!
Ada seseorang yang tertarik dengan rumah itu.
Apa tidak terlalu cepat?
Kamu juga agak risih tinggal disana, kan?
Iya sih,
tapi...
Ada apa?
Kamu tak mau pindah?
Kamu sudah akrab dengan hantu disana?
Bukan seperti itu.
Lalu kenapa?
Berhentilah memutuskan segalanya untukku!
Oi!
Terima kasih sudah datang.
Ada apa?
Oi, Miko.
Apa ada yang bisa kita lakukan untuk membantu Yuki?
Meski kau bilang begitu, tak ada yang bisa aku lakukan.
Apa kau tak kasihan padanya?
Kau jatuh cinta padanya ya, Kimihiko?
Tidak, tidak... kau bicara apa?
Aku sudah harus pindah lagi besok, biarkan dia selesaikan sendiri masalahnya.
Hanya kamu manusia yang bisa melihatnya,
itu artinya hanya kamu yang bisa membantunya, Miko.
Mm... Berisik!
Kau mengatakannya demi kenyamananmu saja,
sementara kau sama sekali tak peduli pada perasaanku.
Kenapa dengan kalian?
Apa kalian mau menambah masalah ku?
Aku sama sekali tak tertarik dengan musikmu.
Sepanjang waktu....
hanya tinggal di rumah ini.
Selamat datang.
Miko-chan.
Miko-chan.
Selamat datang.
Permisi. - ya.
Wan-chan.
Tak ada gunanya kamu kabur dari rumah.
Kamu tak bisa tinggal disini.
Pulanglah.
Tak mau...
Aku sudah mati, tapi Miko masih hidup.
Berisik kamu, Hagumu!
Tau apa hantu soal kehidupan!?
Hei, bisa kamu berhenti bergantung padaku?
Bukannya kamu yang bergantung padaku?
Bocah!
Meski terlihat bocah dari luar,
aku sudah 20 tahun seperti Miko.
Aku sebentar lagi sudah dewasa.
Sudah ya.
Kamu juga harus segera berhenti jadi Obake, Miko.
Hagumu.
Hei, tunggu Hagumu!
Dia tak jawab.
Apa yang akan kita lakukan dengan ini?
Untuk sementara kita bawa saja.
Aku jadi cemas soal Miko-chan.
Apa dia pergi ke rumah seorang pria?
Itu tidak mungkin kan.
Palingan dia ke Net Cafe mungkin.
Ah...
Eh, ada apa denganmu?
Orang yang tinggal disini?
Seperti yang kau liat, dia akan pindah.
Eh, tunggu...
Miko-chan mau pindah?
Kau siapa?
Ah, anu...
Saya tetangga sebelah, Nijikawa.
Salam kenal.
Ya.
Ternyata benar.
Seorang pria.
Miko itu..
untuk beberapa hal masih labil.
Benar.
Maaf ya, memintamu terus berbohong.
Ijinkan dia melihat kakak juga.
Aku benar-benar tak mengerti.
Goro-chan.
Aku selalu yakin, kalau Miko bisa membuat keputusannya sendiri.
Jangan kuatir.
Aku malah jadi makin kuatir.
Makasih.
Sudah bagus lagi.
Oh...
Mobilnya hilang
Mobilnya hilang
Mobilnya hilang
Mobilnya hilang
Mobilnya hilang
Mobilnya...
Ah...
Mobilnya hilang
Mobilnya hilang
Ah...
Ah...
Ah...
Aku sudah mencarinya disini selama 20 tahun.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Ah...
Kalian berdua, maafkan aku.
Yuki-san, beritau aku soal wajah pembunuhmu itu.
Miko! - Miko!
Miko-chan?
Boleh aku pinjam pena dan kertas?
Ah, tentu.
Eh?
Cepatlah!
Baik.
Hebat.
Mirip sekali.
Kenapa kau malah tidur?
Nih.
Bawa ke kantor polisi!
Eh?
Kenapa?
Nanti aku beritau alasannya.
Ah, baik.
Nijikawa-san.
Pada hari kejadian, Anda bilang tak melihat wajah pelakunya.
Ah...
Tidak,
Sebenarnya...
Aku melihatnya.
Aku mengerti.
Tapi, kenapa baru sekarang....
Kalau pembunuhnya tak tertangkap,
kupikir korban yang terbunuh takkan bahagia.
Saat pelaku kabur dari TKP,
apa benar dia memakai kacamata?
Ya.
Nijikawa-san.
Apa benar Anda yang menggambar ini?
Ah, benar...
Sepertinya pak polisi itu curiga.
Anda sebenarnya tak tau apa-apa, kan?
Apa Anda membicarakan soal ini dengan orang lain?
Untungnya aku yang sekarang bertugas disini.
Eh?
Oi!
Dialah...
orang yang telah...
membunuhku.
Aku tak memakai kacamata saat keluar dari sana!
Kenapa?
Kemarilah, cepat!
Aduh!
Miko, Pak Polisi itu adalah pelaku sebenarnya.
Eh?
Takkan kumaafkan.
Aku benar-benar marah!
Gimana nih?
Gimana nih?
Kenapa kau membunuhku?
Siapa yang menggambarnya?
Sial, aku tak bisa menyentuhnya!
Pembunuhnya sudah ada di depan mataku,
tapi tak ada yang bisa aku lakukan.
Katakan siapa yang menggambarnya!
Miko.
Kalau kita tak melakukan apa-apa, anak itu bisa dibunuh loh.
Padahal kupikir aku bisa menangkap pelakunya.
Kalau saja aku tetap menjadi Miko Obake yang biasanya.
Apa kamu mau terus-terusan bicara sama hantu,
setelah ini.
Miko.
Masih berwajah kusut seperti biasa, Miko.
Saru Kani Gassen!
(Saru Kani Gassen!: cerita rakyat Jepang, temanya adalah yang lemah bersatu melawan pengganggu, dan balas dendam datang dengan kebijaksanaan.)
Mengorbankan dirimu demi orang lain, kau baik juga ya.
Kenapa?
Kenapa kau membunuh orang yang disebelah itu?
Rasa narsis berlebihan.
Saat event cosplay waktu itu,
...dia melihatku seolah merasa jijik.
Apa-apaan matanya yang merendahkan itu!
Hanya karena itu?
Itu sudah cukup kan.
Melihat ekspresinya saat ditikam...
benar-benar moe.
Aku benar-benar meleleh.
Yuuki.
Sudah cukup, Yuki.
Sudah cukup.
Kamu tak perlu mendengarnya lagi, ayo.
Permisi. Saya mengantarkan pesanan Anda.
Eh, mana kacamataku?
Oi, - Aduh.
- Kemarilah. - Baik.
Apa benar Anda yang pesan pizza kepiting dari Nara?
Eh?
Tidak...
Benar kan?
Cepat terima!
Ah, anu...
Benar, yang pake kepiting.
Ini dia, totalnya 1180 yen.
Oi, ada apa?
(Merunduk)
Hentikan...
Landak laut!
Tunggu, jangan!
Aduh...
Kotak pizza nya!
Terima ini!
Timpa dia!
Semua yang kau katakan telah kami rekam.
Miko-chan benar-benar pandai memanfaatkan orang.
Menyerahlah, jangan melawan!
Kacamataku...
Kacamataku...
Ah...
Ketemu.
Kamu tak apa-apa?
Terima kasih.
Meski aku tak bisa hidup kembali.
Hei...
Tetanggamu itu tak cerita ke polisi itu soal pekerjaan kita kan.
Maksudmu Akito, tidak, tenang saja.
Ciee~
Apa hero mu sudah terlahir?
Tutup mulutmu!
Kita akan cari tempat buatmu selanjutnya ya.
Kamu yang sekarang...
sudah mulai peduli pada suatu hal, yang sebelumnya tidak kamu pedulikan.
Benar kan?
Bagaimana Goro-san bisa tau?
Kakak juga seperti itu.
Ibumu juga...
setelah berkali-kali mendengar penyesalan atau kebencian pada hantu,
...mulai kehilangan kontrol dirinya...
...dan masuk fasilitas kesehatan.
Sekarang...
aku merasa telah mengerti apa yang dirasakan oleh ibu.
Karena itu...
Meski dia melupakanku,
aku sangat ingin ketemu dia.
Kak.
Aku sudah membawanya.
Miko-chan.
Kamu akhirnya datang.
Kamu benar-benar tinggi ya.
Soalnya...
aku kan sudah 20 tahun.
Benar juga.
Kamu sudah remaja ya.
Suara ibu...
seperti ini ya.
Disini adalah kamar mandi.
Disini toilet.
Disini...
Dapur.
Miko-chan sangat suka Omurice kan.
Disini kamar tidur.
Rasanya sangat hangat saat kita tidur sama-sama ya.
Selama ini...
Selama ini...
Aku benar-benar ingin bertemu Ibu.
Sampai sekarang, kamu sudah berjuang keras ya.
Ibu!
- Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
Ini buat kamu~
Makasih.
Selamat ulang tahun!
Ini digantung dimana ya?
Disana.
Ah, di atas meja Miko ya.
Ah, ibu mengerti.
Ketika ayah pulang, dia bisa langsung melihatnya.
Kalau Miko melihatnya suatu hari,
pasti menyakitkan buatnya.
Aku mohon.
Jangan kembali lagi kemari.
Ibu.
Ibu akan selalu berada di samping Miko.
Dah.
Ibu akan datang lagi menjemputmu nanti.
Maaf ya.
Ya.
Maafkan Ibu.
Miko.
Miko.
Nenek.
Ibu...
Ternyata benar.
Maaf ya.
Aku...
selalu berpikir kalau ibu meninggalkanku karena kemampuan ini.
Tapi,
Berkat kemampuan itu, Ibu akhirnya bisa ketemu Miko.
Miko pasti lebih kuat dari Ibu untuk bertahan hidup.
Goro-chan ada bersamamu.
Ibu jadi lega mengetahui hal itu.
Padahal ibu sudah janji akan terus berada disampingku.
Miko.
Jangan menangis!
Tertawalah!
Benar seperti itu.
Tertawalah!
Meski punya keluarga yang aneh,
semuanya sangat peduli padamu.
Kamu masih ingat saat hari pemakaman nenekmu, kan?
Eh?
Oi, wanita tua sialan!
Siapa yang menyuruhmu mati lebih dulu?
Goro.
Tolong jaga Miko.
Bu.
Bagaimana orang sepertiku bisa menjaga anak seperti dia?
Sediakan saja dia rumah tempat dia kembali.
Hanya kamu keluarganya yang tersisa.
Itu keinginanku dan Mitsuki.
Aku...
...bisa menjadi ibu dari kamu dan Mitsuki...
adalah hal yang membahagiakan.
Terima kasih.
Di saat terakhir, aku bisa ketemu kamu.
Goro.
Dasar wanita tak berguna!
Jangan nangis!
Tertawalah!
Semuanya akan selalu berada disampingmu, dan mengawasimu tumbuh dewasa.
Miko.
Jangan nangis!
Tertawalah!
Begitulah keluarga kita.
Semuanya bilang begitu.
"Jangan nangis", "tertawalah!"
Selalu saja begitu.
Kalau begitu, untuk hari ini lepaskan saja!
Lukamu sudah baikan?
Ya.
Semua orang terdekatku,
selalu menghilang.
Maksudmu ibumu?
Meski awalnya sangat shock,
tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai bisa menerimanya.
Tapi...
...disamping Miko-chan...
...ada pamanmu yang benar- benar hebat.
Aku juga akan berada disampingmu.
Tolong, jangan biarkan orang terdekatku meninggalkanku lagi.
Aduh! Aduh...
Bikin kaget saja...
Syukurlah...
Akito masih hidup.
Aku juga masih hidup.
Duh...
Oi.
Itu puting mu ditutupin napa, dari tadi nongol mulu.
Eh?
Kau juga bisa melihatku ya?
Begitu ya~
Ngomong dong kalau kau bisa melihatku, sepi banget tadi.
Ta-da...
Apa itu?
Surat dari perusahaan label musik.
Hah?
Saya sangat tersentuh dengan rekaman yang Anda kirimkan.
Kami dengan senang hati akan membahas soal CD...
Eh?
Serius ini?
Musik milikku.
Diterima.
Benar-benar bodoh.
Harusnya kamu kirim saja sebelum kamu mati.
Ya.
Benar juga.
Apa yang telah aku lakukan?
Tak perlu disesali.
Meski manusia telah mati, karyanya akan selalu dikenang.
Kaset ini adalah bukti kamu tetap hidup.
Miko.
Hm?
Aku punya permintaan terakhir.
Bisa kamu antarkan kaset ini ke makam ku?
Eh?
Sejak bertemu Miko setelah meninggal, aku merasa hidup untuk pertama kalinya.
Aku juga...
...senang sekali bisa ketemu Kimihiko.
Miko.
Fucking Thank You
So! Good Bye!
Fucking Thank You Kimihiko.
Saya ambil rumah ini.
Eh, Anda yakin?
Soal rekonstruksi di depan stasiun itu...
Eh!?
Oi, Miko!
Perlihatkan aku oppaimu, aku takkan menyesal.
Dasar pembohong!
Oppai! Oppai! Oppai! Oppai!
(Penerimaan Mahasiwa Universitas Seni Rupa Tokyo tahun 2018)
- Goro! - Goro!
- Goro! - Goro!
Ayo ikut main!
(Terada RECYCLE Menerima barang apa saja)
Miko-chan benar-benar pandai memanfaatkan orang.
Kalo gitu...
Terima kasih banyak.
Eh?
Oh...
Ini ditaruh disini saja?
Ya.
Pemandangannya indah sekali.
Ya.
Ah...
Subtitle Indonesia oleh ch4nk-san Twitter: @ch4nk_san
(TAMAT)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.