Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄
►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄
link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Guo Jing itu namaku.
Putra dari Dinasti Song. Di besarkan di
masa yang kacau balau.
Dinasti Song berakhir dalam penaklukan oleh Bangsa Jin.
Dinasti runtuh.
Kedua penguasa berdaulat dari Dinasti Song ditangkap oleh Bangsa Jin
dalam Peristiwa Jingkang yang terkenal.
Dinasti Song dibinasakan.
Pasukan yang tersisa bergerak ke selatan
disebut Dinasti Song Selatan. Dengan perlawanannya yang lemah
dipaksa untuk memanggil Paman Jin.
Membayar upeti ke mereka tiga kali lipat pertahun.
Sayangnya, hampir semua pejabat tinggi
goyah dan diamankan oleh Pasukan Jin.
Bangsa Jin terus berkembang
dan bertindak seenaknya.
Namun tak semuanya
tunduk pada mereka.
Di Utara
Mongol Khan telah menyatukan semua klan.
Untuk melawan penaklukan
Mongolia menyatukan seluruh suku di Padang-Rumput Cina
dan mengerahkan satu pasukan
untuk mempertahankan tanah mereka
terhadap penguasa Jin.
(Mongol) Serang!
Awas Pemanah!
Sasaran mereka sayap kiri!
Lepas!
Aku besar di Mongolia
dan banyak menyaksikan pertempuran di sana.
Berpencar, ke kiri dan kanan!
Mongol ahlinya
dalam memanah.
Jenderal, panah mereka
bisa menembus baju zirah kita!
Jumlah kita 3 kali lipatnya!
Bagaimana mungkin mereka lebih unggul?
(Mongol) Perhatikan sayap kiri mereka!
Cepat!
Bidik bagian vital mereka! Panah sebanyak-banyaknya!
(Mongol) Baris depan Jin telah goyah.
Serang posisi komandan mereka!
Mundur!
Mundur!
Mundur!
(Mongol) Berhenti!
Rombongan tentara mereka telah menerobos.
Serahkan tugas pada penunggang kuda belakang.
Siap!
Siapa yang kita lihat?
Serang!
Panah!
Sialan!
Panahku kok meleset? / Aku tak punya musuh.
Periksa dia. / Ya, tuan!
Sebentar...
aku sedang mencari seorang teman. / Kenapa kau bisa berbahasa Mongol?
Siapa kau?
Namaku Guo Jing,
dibesarkan di tengah bangsa Mongol.
Ibuku tinggal di Padang-Rumput. / Siapa yang kau cari?
Seorang gadis dari Dataran Tengah.
Perang telah memisahkan kami.
Terompet pasukan Jin terdengar di bawah.
Kami harus lekas kejar.
Hey!
Terlalu bahaya disini. Pergilah sekarang!
Sebentar lagi hujan. Kita nyalakan dupa untuk mereka.
Huang Rong
mengapa banyak kematian disini?
Kamu baru kembali ke Dataran Tengah. Katanya kau ingin tahu
apa itu "dunia persilatan" sesungguhnya?
Lihat.
Banyak kelompok bertempur berebut wilayah
banyak memakan korban
demi kekuasaan,
ketenaran,
balas dendam,
keserakahan dan kebencian.
Sama seperti di Padang-Rumput.
Hanya saja
ini namanya perang.
Kau berasal dari pulau terpencil
dilindungi dengan baik oleh ayahmu.
Diam-diam kau pergi ke sini?
Kau tak takut?
Jangan kait-kaitkan aku dengan ayahku.
Ada apa?
Sudah kubilang!
Kita nyalakan dupa untuk mereka. / Dupa?
Tak bisa nyalakan dupa saat hujan!
Pokoknya ikuti saja.
terjemahan broth3rmax
Buat apa
tombaknya?
Buat menahan petir!
Melindungiku? / Terlalu bahaya, kita harus pergi.
Petir menyambar yang di sana. Di sini kita aman.
Jangan permainkan nasib.
Ayo pergi sekarang. / Bentar.
Bukankah katamu kau punya 7 guru?
Kau ke sini untuk belajar ilmu tempur
buat apa?
Lihat!
Dupanya kebakar.
Semoga mereka diampuni.
Semoga diampuni.
Mereka tak pernah menyangka
ada seorang asing yang memberikan penghormatan.
Meski kita baru ketemu
kulihat kau begitu luar biasa.
Tadi kau tanya kenapa aku belajar ilmu?
Ayahku menamaiku Jing
untuk mengingatkanku peristiwa Jingkang yang memalukan.
Jadi aku harus belajar ilmu tempur untuk melindungi
rakyatku.
Tapi aku kurang cukup baik sebagai murid.
Tapi bagaimanapun
aku rela mati demi melindungi tanah kelahiranku.
Kalau begitu kau juga harus melindungiku
kalau tidak, kau akan dikutuk kesambar petir. / Jangan kuatir.
Petir tak akan bisa menyambar.
Apa ini?
Diantara bakatku,
aku ini jenius
dalam seni kuliner.
Nih hidangan kesukaanku.
Ayam Anggur Bunga Persik. Coba dan nilailah.
Kukira ini tindakan terhormat
dengan memberi penghormatan mereka!
Jelas menghormati!
Tapi kemudian
kenapa nyicipi ayam?
Jangan ikuti aturan yang menjemukan.
Aturan itu untuk orang ambisius.
Aku bisa mengajakmu keliling
kau akan lihat aturan dimaklumi. Bagaimana menurutmu?
Sudah kuduga tak benar,
kalau gadis asing ini bakal terjalin dengan takdirku
selama sisa hidupku.
Jing-ge, ayo susul!
Gara-gara dia
Guo Jing
menjadi Jing-ge.
Aku datang! Rong-er!
Gara-gara dia
Huang Rong
menjadi Rong-er.
Jing, kalau kau masih menganggap kami, 7 Manusia Aneh
sebagai gurumu, maka perhatikan ucapanku.
Dunia ini penuh bahaya, hindarilah
yang tak punya aturan!
Kau disini untuk belajar dari kami.
Tapi kudengar
kamu bergaul
dengan gadis nakal itu.
Nakal?
Berapa kali kubilang?
Ayahnya, si Sesat Timur
itu orang sinting dan jahat.
Dan lagi
Pulau Bunga Persik tempat dia tinggal
dipenuhi perangkap mematikan.
Banyak yang mati di sana.
Jangan pergi ke sana!
Kau ini pada dasarnya lemah
dan juga tiada arti.
Bagaimana kau bisa menjadi lelaki yang pantas?
Renungkan ini.
Ya, Guru.
Sampai saat itu tiba, kau harus ikut kami.
Kak, apa dia bakal memahami
hanya dengan bersimpuh begitu?
Jelas tidak, butuh waktu bertahun-tahun.
Maka kita harus bersabar.
"Ayah gadis itu adalah si Sesat Timur."
"Jangan bergaul dengannya." / Rong-er, jangan niru-niru guruku.
Gurumu
para pendekar yang membosankan.
Senjata mereka
tak bisa menyentuh musuhnya.
Kamu buang-buang waktu saja. Paling mentok, kau nanti seperti mereka.
Itu tak apa-apa. Tak usah menilai kemampuanku
mestinya hargai tindakan benar mereka.
Dan untuk menguasai satu seni bela diri saja
sudah patut dihargai.
Satu?
Apa itu memang cukup?
Apa kau tak ingin belajar ilmu yang lebih hebat?
Dasarku masih lemah
dan aku berusaha mencari metode yang baik.
Tenang saja,
akan kuajak kau menemui seseorang.
Dia salah satu dari 5 Pendekar Besar,
si Pengemis Utara.
Tapak 18 Naga.
Naga Melambung.
Ganti posisi di udara.
serang dari atas.
Terong Rebus dengan Asparagus
Ayam Tumis dengan Ceker Ayam.
2 Naga Mengambil Air.
Keluarkan tapakmu, tolol.
Kiri dan kanan!
Masakan ini enak.
Yang ini juga enak. / Teruskan melatihnya,
sedang aku, terus memasak.
Bagus!
Ngajari pelan-pelan itu bagus.
Aku bisa makan masakanmu lebih banyak.
Naga di Daratan.
Serang musuh bungkukkan badan.
Hidangan kejutan?
Ayam Anggur Bunga Persik, hidangan terkenal dariku.
Ayam Anggur Bunga Persik.
Aromanya sungguh gurih.
Jangan bengong saja!
Naga Melambung.
Angkat tapakmu
dan serang penuh tenaga.
Angkat tapakmu!
Tapakmu!
Serang pakai tapakmu!
Serang!
Kau ini memang tak punya tapak!
Jatuh kesungkur yang mantap.
Percepat latihanmu! Jangan malas-malas.
Bocah dungu.
Perhatikan orang tua ini. Saat tak ada jalan mundur lagi
jangan lupa
satu gerakan lagi dari tapak terakhir.
Guncangan sang Naga.
Kau bisa serang menembus sasaran.
Guncangan sang Naga.
Serangan banteng
menembus gunung!
Dapat skor!
Kamu terima poin!
Akan kusisihkan pantat ayamnya buatmu.
Jing-ge.
Mau ceritakan tentang Padang-Rumput?
Padang-Rumput...
kau harus mengunjunginya bersamaku.
Aturannya tak sebanyak disini.
Langitnya biru,
awannya putih, luas dan terbuka.
Orang-orangnya sederhana.
Ada
saudara angkat di Mongol
panggilannya "Anda" (saudara).
Pasti aku akan ke sana.
Kincir angin ini
untukmu.
Rong-er
selanjutnya, jika takdir memisahkan kita
kincir angin ini
akan menandai keberadaanku. Dengan ini, kau bisa melacak
untuk mencariku. / Ingat
harus ada batu terdekat yang ada tanda goresan
supaya kuyakin itu dirimu.
Aku gores tulisan apa?
Bahasa Mongolnya "bodoh" apa?
(Mongol) Meneg.
Apa?
Meneg. / Meneg.
Di ujung tulisannya ada arah menuju ke aku.
Ya begitu saja,
mungkin dunia ini luas
namun jalan kita tidak menyimpang.
Namun kadang jalan bisa menyimpang
bukan karena luasnya dataran. Tapi karena terperangkap aturan
kita terpisah.
Jing, perhatikan gurumu.
Pulau Bunga Persik tempat dia tinggal
dipenuhi dengan perangkap mematikan.
Banyak yang mati di sana.
Jangan pernah ke sana!
Guru!
Mengapa mencariku ke Pulau Bunga Persik?
Kematian kalian akan kubalaskan.
Mestinya aku tak datang ke pulau ini.
Mestinya tak ke sini.
Mestinya tak ke sini.
Jing-ge. / Mestinya tak ke sini.
Bersujud selama 2 hari
kamu pastinya lapar.
Guruku hanya mencariku ke sini.
Mengapa ayahmu membunuh mereka?
Percayalah.
Ayahku tidak di pulau ini.
Pulau Bunga Persik mengakui dia penguasa disini.
Apa dia tak bersalah, siapa yang menanggung kesalahan?
Jing-ge, tenanglah.
Guru besarmu masih belum ditemukan. Pasti dia...
Pasti dia masih hidup
pasti dia tahu kejadian sebenarnya. Kita harus cari dia sama-sama.
Tak ada kebocoran informasi pada ayahmu. / Kita harus cari dia sama-sama.
Guru besar benar!
Kita pasti memutuskan dari orang yang tak sesuai.
Tolong percayalah aku.
Harusnya kau tak bersamaku.
Carilah sendiri keinginanmu.
Tinggallah di Pulau Bunga Persikmu.
Aku usahakan
tak akan menemuimu lagi.
Hanya dalam sekejap
semua bunga hilang warnya.
Kemudian
aku menemukan Guru besar.
Guru mengatakan kalau si Sesat Timur tidak di pulau ini.
Jadi pembunuhnya tak mungkin dia.
Rong-er
kini perang berkecamuk dimana-mana.
Dimana kamu sebenarnya?
Sudah kucari di semua tempat biasamu
namun kau menghilang.
Sampai ujung bumi.
Saatnya nanti
jalan kita pasti bertemu lagi.
THE LEGEND OF THE CONDOR HEROES: .
THE LEGEND OF THE CONDOR HEROES: THE GREAT HERO
TERIMA KASIH: gendhutz, Seseorang, Leo Ciwijaya, Western Songs only, moh zammil rosi, Fer, Skye, Khusus Game, Fajar, Mawan | atas SUPPORTNYA di: trakteer.id/broth3rmaxSUB
VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄
►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄
link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Jing-ge
sejak perpisahan kita
aku mencari-carimu.
Namun sepanjang jalan
lahan rumput terbakar
yang menuntunku ke wilayah perang.
Baru saat itulah aku menyadari
perang adalah yang paling buruk dari segalanya.
Yang lebih mengerikannya
banyak kelompok klan berbaur ke militer
mencari keuntungan
dan kekuasaan.
Lalu, yang sembunyi di belakangku
adalah iblisnya di dunia klan bersama antek-anteknya.
Orang ini
yang paling ditakuti
diantara 5 Pendekar Besar,
yaitu si Racun Barat.
Semua bencana berasal dari sebuah kita silat yang tak tertandingi,
Kitab 9-Ying.
Barangsiapa yang mendapatkan kitab ini
akan menjadi pendekar pamungkas
dan tak terkalahkan dalam perang.
Jika kitab ini jatuh ke tangan yang salah
akan membawa kehancuran
yang teramat besar.
Paman Racun Barat,
sebagai guru nomor 1
mengusik seorang pendekar muda sangat tak bisa diterima.
Dimana Guo Jing?
Bukankah kalian tak terpisahkan?
Katakan
dimana Kitab 9-Ying itu.
Ular kesayanganku sedang kelaparan.
Begitu kau dimakan
kau tak akan ditemukan lagi oleh Jing-ge.
Dia dulu anak yang lemah
namun dari semua laki-laki
menguasai Kekuatan 9-Ying.
Sekarang tenaga dalamnya telah tumbuh.
Akulah pendekar pamungkas di bumi.
Kitab 9-Ying harus jadi milikku.
Omong kosong.
Dulu saat kau bertemput melawan Jing-ge
bukankah kau kalah telak?
Dia akan ke sini
kau pasti berlutut memohon ampun.
Apakah benar? Kau dengar gadis itu?
Guru Racun Barat kita pernah kalah.
Apa itu Kitab 9-Ying?
Aku menyimpan kitab itu
tapi semua sudah ada di kepalaku.
Hati-hati!
Kalau bercanda di depan maut.
Dia sudah meninggalkanmu
namun kau masih melindunginya. / Bukan urusanmu.
Tak usah mengulur-ulur waktu.
Rapalkan kitab itu sekarang.
Siapa itu?
Maaf.
Pasukan Mongol sedang ke sini.
Apa perlu lihat kekuatan mereka?
Pergilah dari sini!
Urus sendiri masalah sepele itu. Jangan berlama-lama di jendela.
Orang yang di luar
yang gagal di Dataran Tengah
sekarang bertugas sebagai anteknya Jin.
Dasar pengecut!
Kau masih hidup dengan menyenangkan Jin. Kau lebih hina dari anjing.
Si Racun Barat, sekarang dia mencacimu.
Kau tahan dengan hinaan itu?
Ucapannya memang racun
namun tak ada apa-apanya dibanding racun kita.
Si Mistik, benda sepelemu itu sekarang ada gunanya.
Yang ini
Kalung Maut ini
cukup lucu.
Membungkus seekor ular kecil yang mematikan
jika kau putuskan
ular akan menyambar secepat kilat.
Langsung mati
dengan muka mengenaskan.
Ular kecil siapa yang lebih mematikan?
Begini saja.
Akan kurapalkan kitabnya pada yang lebih kuat.
Bukankah kalian mau tahu
isi Kitab 9-Ying itu?
di dalamnya terdapat rahasia bela diri yang kuat.
Bahkan ketuamu, si Racun Barat sangat ingin
memperolehnya untuk dirinya sendiri.
Lihat?
Tak bisa berkata-kata.
Pura-pura setia.
Antek-antekmu
semuanya telah mendengarkan.
Maka aku akan merapalkannya. Isi pertama Kekuatan 9-Ying...
Diam dulu mulutmu!
Sungguh menyusahkan.
Demi rahasia
telah menjadikan kalian tiga kera serakah.
Otak kalian adalah makananku
yang lama belum kurasakan.
Otak harus dimakan begitu dibuka
agar tidak busuk.
Tapi disate dan dipanggang
bisa awet lebih dari 2 hari.
Tenang!
Kami ke sini untuk membantumu.
Gadis itu kabur!
Gadis itu kabur!
Si Racun Barat tak bisa berenang. / Jangan ketawa!
Tangkap dia lagi.
Untuk menjadi pendekar pamungkas
harus kuperolah Kitab 9-Ying itu
aku akan tak terkalahkan.
Si Burung Hantu,
jika gadis itu tetap sulit ditangkap,
otakmu yang pertama aku lahap.
VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ | daftar: aksesvsb.com/visitorbet
Bendera Mongol.
Kalian tentara Mongol
meminum racunku di sungai.
(Mongol) tahan gerakan kalian semua,
jangan sampai racunnya semakin kuat.
Petakamu sudah dekat.
Jangan lama-lama lagi.
Hari ini, dengan tanganku kau dihinakan.
Mulai sekarang, patuhi ucapanku.
Pakai ini.
Aku akan membawamu sebagai hadiah pada Jin.
Kau putra keempat kesayangan Khan.
Tolui.
(Mongol) Anda.
(Mongol) Guo Jing. Itu Guo Jing.
(Mongol) Kalian semua, jangan gerak.
(Mongol) Kekuatan Guo Jing telah tumbuh.
Kau telah meracuni sungai. Serahkan penawarnya
dan kau kuampuni.
Awas gak beracunnya!
Kau telah menghirup gas beracunku.
Kau pasti mati mengenaskan.
Apa-apaan ini?
Kekuatan 9-Ying?
Ini yang dicari si Racun Barat.
Anda Tolui. Guru Jebe. Anda, kau tak apa-apa?
(Mongol) Kedatanganmu tepat waktu.
(Mongol) Ada pasukan Jin yang mendekat.
Aku harus pakai tenaga dalamku dulu untuk mengeluarkan racun di tubuh kalian.
Pasukan Mongol mengejar!
Cepat maju!
Pasukan Jin, dengar perintahku! Mundur ke Ding An!
Cepat!
(Mongol) Kita akan memasuki ngarai, hentikan mereka!
Lekas sembunyi!
Nona, sini kau!
Nona!
Nona, sini kau!
Minggir!
Jangan lihat mereka!
Kau nyari penyakit ya?
Bukan dia.
Apa yang kau lakukan? / Dasar goblok.
Gadis ini sungguh licik.
Perampok! Bandit!
Kami tak menemukan apa-apa.
Nona!
Di daratan
meskipun kau bisa terbang sekalipun, kau tak bisa lepas dari cengkramanku.
Dia memakai Kalung Maut.
Larinya tak mungkin jauh.
Kenapa ribut?
Pasukan Jin datang.
Jangan macam-macam!
Mau sok jagoan?
Kamu
berbalik kalau berani
balik ke asalmu.
Kalau tidak, sini bicara padaku.
Dasar anjing menyedihkan!
Apa kau tahu siapa ini?
Pangkatnya diatas perwiramu.
Penasehat istana rajamu!
Dikenal dengan si Racun Barat!
Penasehat istana?
Tak pernah dengar tentang dia.
Segerombolan bajingan
berani menipuku?
Minggir!
Minggir!
Habisi dia!
Kasihkan jantungnya pada babi.
Maju!
Kalian pasukan monyet
beraninya menghalangi jalanku.
Lari!
(Mongol) Anda.
2 tahun lalu
gurumu membawamu ke Dataran Tengah
kami mengkhawatirkanmu.
Sekarang kau jadi begitu sakti!
Kau kembali menuju ke sini untuk mencari kami 'kan?
Kau pegang apa itu?
Kincir angin.
(Mongol) Guru Jebe.
Anda.
Aku kehilangan seorang teman. Aku ke sini untuk mencari dia.
Benda ini yang kutinggalkan untuknya
berharap dia mungkin bisa melihatnya.
Sekarang, adanya perang yang berkecamuk dimana-mana
apa gampang menemukan seseorang?
Jing
bangsa Jin telah menyewa banyak pendekar jagoan di Dataran Tengah.
Mereka akan terus menyerang kami.
Kembalilah bersama kami mulai sekarang.
Kemah Khan tidak jauh.
Dan ibumu,
sejak kau pergi
dia menunggu di luar setiap hari
menatap ke arah kau pergi
menunggu kau kembali.
Kau sudah disini, sana temuilah mereka.
Sambil jalan, kita rencanakan
bagaimana menemukan temanmu.
Lindungi dirimu pakai ini.
Anda
kita akan kembali ke Padang-Rumput.
►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Nona
dia telah meninggalkanmu
namun kau masih melindunginya.
Sekarang, siapa yang akan melindungimu?
Rong-er
aku janji akan melindungimu.
Tapi membiarkanmu celaka! Ini salahku.
Jing-ge
aku tak takut bahaya,
tapi aku takut tak sembuh
dan kehilanganmu selamanya. / Akan kucari cara untuk menyelamatkanmu.
Rong-er, kita ada harapan!
Di depan tempat peristirahatan Biksu It-teng Taysu.
Kita ada harapan!
Nona Huang,
Qi-mu tertutup
dan meridian paru-parumu terluka.
Kita harus gunakan Kekuatan 9-Ying
untuk membuka pembuluh darahmu.
Kita akan pelajari bersama
teknik penyembuhan dalam kitab itu.
Di saat bahaya
mungkin itu bisa menyelamatkan nyawa.
Di masa penuh gejolak ini
kekacauan dan pertikaian merajalela.
Kitab 9-Ying itu
menimbulkan pertumpahan darah di dunia persilatan.
Kisanak berdua
karena kalian telah memperoleh kitab itu
kalian harus melindunginya
jangan sampai jatuh ke tangan yang jahat.
Kalian boleh pergi sekarang.
Rong-er
apapun cobaan yang ada di depan
aku akan selalu melindungimu.
Janji tetaplah janji.
Akan kusimpan di hatiku.
Jika nanti kita terpisah
akan kutinggalkan
kincir angin ini.
Ikutilah jejaknya
untuk menemukanku.
Harus ada batu terdekat
yang ada tanda goresan,
supaya kuyakin itu dirimu.
Aku gores tulisan apa?
Bahasa Mongolnya "bodoh" apa?
(Mongol) Meneg.
Bodoh.
Diujung tulisan
adalah arah menuju ke aku.
Jing-ge,
meski dunia ini luas, tapi kita tak akan berpisah.
►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
♪ Menghormati hukum alam yang agung ♪
♪ pedang tajam yang menghancurkan nilai kemanusiaan ♪
♪ Jejak kaki melintasi sungai, danau, dan lautan ♪
♪ Pahlawan menciptakan keajaiban dengan sangat mudah ♪
(Mongol) Guo Jing kembali!
(Mongol) Guo Jing kembali!
Guo Jing!
(Mongol) Saudara-saudaraku!
Saudara-saudaraku!
Khan Yang Agung telah tiba.
♪ Ketangguhan para pahlawan, kekuatan tak terkalahkan ♪
♪ Nama abadi, bersinar di malam hari ♪
(Mongol) Ayahku Khan Yang Agung, aku kembali.
Putraku.
Kau telah tumbuh dengan kuat.
Kau merindukan Khan Yang Agung?
Mana pisau emas yang kuberikan padamu
saat kau pergi?
Aku selalu membawanya.
Saudara-saudaramu
menunggumu setiap hari,
namun kau tak kunjung kembali.
Guo Jing
telah membuat kerabat khawatir.
Aku akan terima hukuman dari Khan.
Memang!
Khan Yang Agung, permisi dulu.
Ibu, maafkan aku
karena kepergianku yang lama.
Kubiarkan kau kembali ke Dataran Tengah,
apa kau mengunjungi tempat tinggal ayahmu?
Apa kau menemukan makam ayahmu?
Jangan lupa, karena itulah akarmu.
Ibu, ibu sehat.
Beruntungnya kau kembali.
Nona!
Nasib akhirmu telah tiba!
Atas nama dewa!
Wadalah!
Ah, kampret!
(Mongol) Jalan.
(Mongol) Putri Huajun telah kembali dari Harijin.
Buka pintu benteng!
Buka pintu benteng!
Putri Huajun telah kembali. / Ada musuh di belakang!
Tingkatkan kewaspadaan!
Aku tak suka melihat ini.
Apa mesti kita serbu?
Lihatlah benteng ini
Khan Yang Agung mereka pasti ada di dalam.
Dengan kondisi begini
pasti di dalam pasukannya bersenjata lengkap.
Kenapa, takut?
Kita bersama si Racun Barat.
Penasehat istana, menurutku
sebelum kau menguasai Kekuatan 9-Ying
kita harus bertindak hati-hati.
Bagaimana menurutmu?
Huang Rong
yang membawa Kitab 9-Ying itu.
Ayo menyelinap ke dalam kemah mereka,
racuni airnya.
Pasukan mereka akan lemah.
BERIKAN SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
Siapa mereka yang mau menangkapmu?
Utusan dari Jin,
mereka menyangka aku yang membawa sesuatu yang mereka cari.
(Mongol) Abaga/Tuan Putri, obatnya.
Namaku Huajun. Siapa namamu?
Huang Rong.
Kamu fasih pakai bahasa kami.
Aku punya seorang guru handal.
Namun
dia sudah kembali ke Dataran Tengah.
(Mongol) Tuan Putri, semua racun panah telah dikeluarkan.
(Mongol) Sekarang kalung lehernya.
(Mongol) Tuan Putri, belerangnya sudah siap.
Aku akan buka kalung ini.
Ancaman sudah hilang.
Bersihkan dirimu, nanti kuoleskan salepnya.
Mengapa mereka memanggilmu
"Abaga"? Apa artinya?
"Abaga" itu bahasa Mongol artinya "Putri".
Apa yang kau pegang itu?
Selalu kau bawa-bawa?
Kincir angin. / Boleh kuminta?
Jangan yang ini!
Orang yang kucari meninggalkan ini untukku.
Pelit banget!
Sabit apiku.
Kuberikan padamu.
(Mongol) Tuan Putri, dia sudah kembali.
Yakin? / Ya.
Kalau begitu aku berdandan dulu.
Ada apa?
Guru yang kuceritakan tadi sudah kembali.
Guru?
Siapa nama dia?
Guo Jing. Sebentar lagi kami akan menikah.
Ayah Khan dari dulu bercita-cita
ingin menyatukan kami.
Jing,
kau sudah pergi selama 2 tahun.
Sekarang saatnya
menyerahkan milik ayahmu ini padamu.
Selendang ini...
sekarang ibu berikan padamu.
Ingat
nama ayahmu adalah Guo Xiaotian.
20 tahun lalu
untuk membalas Kejadian Jingkang
dia menjadi duri dalam daging terhadap mereka yang disuap Jin
menghadapi berbagai serangan.
Ayahmu dikepung oleh mereka.
Dia menjadi korban pedang mereka.
Semoga arwah ayahku di surga
memberkati anaknya untuk membersihkan aib ini
dan membalaskan untukmu.
Huajun. Turun.
Turunlah.
Mau menyingkirkanku? Mustahil!
Huajun, aku sedang memberi penghormatan pada ayahku!
Turun.
Tunggulah aku di luar.
Penghormatanmu sudah selesai.
Kamu tak pernah berubah, selalu saja membuatku kesal.
Lihat!
Lihat!
Mereka sudah tumbuh dewasa.
(Mongol) Tapi kamu belum. Kau masih terlihat kayak anak-anak.
(Mongol) Dewasalah.
(Mongol) Kau sudah kembali. Baguslah.
VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ | daftar: aksesvsb.com/visitorbet
Huajun. / Aku mau mengatakan sesuatu...
Kamu duluan.
Guo Jing, ayah Khan menjodohkan kita untuk menikah.
Setelah menikah...
(Mongol) Putri Huajun!
Setelah menikah...
apa kita akan tinggal disini atau pergi ke Dataran Te... / Huajun
meskipun kita tumbuh bersama
pernikahan bukanlah pilihanku.
Apa aku terpaksa menikah denganmu?
Kalau begitu lupakan saja. Tak ada penyesalan.
Tidak.
Huajun, kau salah paham.
Aku tak pernah kepikiran ke situ.
Karena kakak-kakakku merundungmu?
Setelah kita menikah
ayah Khan akan melindungimu.
Huajun, ibuku dan aku
tak bisa selalu mengandalkan ayahmu untuk melindungi kami selama hidup.
Aku sadari ini
dalam 2 tahun terakhir.
Aku bertemu seorang gadis di Dataran Tengah.
Dari dia aku belajar banyak.
Dimana dia sekarang?
Aku tak tahu.
Nasibnya belum kuketahui.
Aku salah tuduh terhadap ayahnya
sebagai pembunuh guruku.
Dengan bodohnya aku mengusirnya.
Mengusir dia? / Yeah...
Aku telah salah paham padanya.
Jing-ge.
Padang-Rumput ini... juga begitu rumit.
Mungkin kali ini, kita benar-benar berpisah.
Apa kau masih mencari dia?
Ya, memang.
Sampai ke ujung dunia sekalipun.
Akan kucari dia.
Kau sayang padanya?
Tak sekedar itu.
Perasaan ini lebih dari itu.
Aku menunggumu selama 2 tahun
cuma ini yang mau kau katakan?
Aku tak tahu seperti apa menyukai seseorang.
Jadi sekarang kau sudah punya jawabannya!
Aku tak mau bohong,
tapi memang sudah dapat jawaban.
Ini sabit apiku.
Kuberikan padamu.
(Mongol) Perempuan itu! Sungguh kurang ajar!
Menjengkelkan!
Kau mau pergi?
Lukamu belum pulih.
Terima kasih untuk yang kemarin...
Mau ke Dataran Tengah?
Boleh aku ikut bersamamu?
Guo Jing pergi ke Dataran Tengah
dan jatuh cinta dengan seorang wanita.
Hatinya terus terikat dengannya.
Dia bersumpah akan mencarinya, apapun yang terjadi.
Aku harus lihat sendiri seperti apa rupanya.
Jika kami bertemu
akan kupenggal kepalanya.
Huajun, sebenarnya...
Sayang sekali kamu pergi, kalau tidak kau akan menyaksikan
bagaimana kupenggal kepalanya.
Ayo! Kucarikan tunggangan bagus.
(Mongol) Carikan yang tegap untuk tuan Putri.
Aku penasaran. Banyak kstaria Mongol disini.
Apa yang membuatmu tertarik pada kaum Han?
Kau akan tahu kalau bertemu dia. / (Mongol) Tuan Putri.
(Mongol) Air ini diambil dari Sungai Turgen.
Namun kuda ini tak mau meminumnya.
Ada apa?
Berhati-hatilah.
Aku curiga sungai ini diracuni.
Pasti mereka yang mengejarku kemarin.
Jika kau pergi sekarang kau pasti akan bertemu mereka.
Tetaplah bersamaku.
Namun, apa garis keturunan Han-ku
menarik perhatian?
Tutupi saja wajahmu.
Tak ada yang berani membuka identitasmu.
(Mongol) Tuan Putri,
terima kasih.
Kalau begitu aku akan tinggal.
Tapi aku minta bantuan.
Ada surat di dalamnya.
Selama pelarianku
aku menulis surat untuk beberapa temanku.
Dengan begitu
mereka mungkin tahu keberadaanku.
Utus seseorang ke Dengzhou dan antar ke pengemis yang pakai kantong.
Pengemis?
Mereka menyebut diri Klan Pengemis.
Klan Pengemis? / Mereka mungkin datang
dan membantu kita melawan antek-anteknya Jin.
Apa semua wanita Dataran Tengah sebijak ini?
Jelas mengapa Guo Jing sampai sayang padanya.
Jika pernikahan yang dijodohkan
maka dia tak punya pilihan lain.
Aku juga tak mau maksa dia untuk menyukaiku.
Mau kukenalkan sama Guo Jing?
Ada beberapa kaum Han di perkemahan ini.
Dia akan senang berkenalan denganmu.
Tak perlu begitu.
Sungai tercemar racun ini lebih penting.
Tak ada yang lebih penting.
Serahkan saja pada takdir.
Serahkan pada apa?
Takdir.
Jodoh saling bertemu bila saatnya tepat.
Benar juga.
Ketua, kami sudah racuni sungai itu,
tapi kami juga lihat Guo Jing ada di sana.
Kebetulan sekali!
Karena keduanya sudah disini
kami akan lihat bagaimana kalian mati.
Ketua,
kabar sudah tersebar kalau kau pernah bertarung melawan Guo Jing.
Banyak bendapat yang berbeda, tapi kami hanya percaya ucapanmu.
Siapa sebenarnya yang menang?
Guo Jing
kau selalu menghindar karena takut padaku.
Serahkan Kitab 9-Ying itu!
Rasakan jurus Racun Kodokku!
Naga Mengguncang. Serangan banteng menembus gunung!
Bangsat kau!
Serigala berbulu domba! Sungguh jurus muharan!
Aku sudah lihat jurusmu!
Sekarang giliranku.
Tapak 18 Naga!
Jurus ke-12.
Naga Berputar.
Gunakan kekuatan melawan kekuatan.
Aku tak pernah lihat gurumu menggunakan ini.
Rasakan.
Seimbang.
Bisa dianggap aku hampir menang.
Minggir sana.
Mereka semua sudah pergi.
Kami ada saksi di kota
mereka melihatmu merangkak.
Kau percaya sama bualan begitu?
Saat pendekar sejati saling berduel
hidup dan mati itu dekat.
Jadi
katakan, siapa yang menang?
Tentu saja kau yang menang!
Jurus Raungan Katakmu
paling unggul di dunia.
Bisa merubah Guo Jing jadi debu.
Tunjukkan kemampuanmu.
Menyusup ke kamp militer itu dan cari Huang Rong.
Apa kau juga ikut kami?
Aku belum menguasai Kekuatan 9-Ying itu.
Dan aku tak mau buang-buang energiku.
(Mongol) Ayah Khan, disaat mengejar pasukan Jin
kami menghadapi serangan suatu kelompok.
Mereka datang dari Dataran Tengah
dengan ilmu kanuragan berbahaya.
Jika bukan karena Guo Jin
yang menggunakan Kekuatan 9-Ying untuk mengeluarkan racun kami,
kami pasti sudah mati.
(Mongol) Ayah Khan,
Guo Jing telah mempelajari banyak ilmu
dari Dataran Tengah.
Namun ilmu Dataran Tengah berbeda dengan peperangan.
Yang kita hadapi
adalah pasukan Jin dengan jutaan tentara elitnya.
Di utara depan pasukan Jin
kita mengalami kemunduran terus-menerus.
Satu orang tak bisa merubah jalannya pertempuran.
Khan Yang Agung, tampaknya pasukan Jin telah merancang
banyak sekali strategi melawan kita kali ini.
Dalam perang, semangatlah yang berarti,
kemenangan hanya milik pemberani.
Semuanya bisa mungkin
kupercaya Jing bisa membantu.
Guo Jing, apa itu Kekuatan 9-Ying?
Tunjukkan pada kami.
Ayah Khan, berhati-hatilah!
Ini ilmu dari Dataran Tengah.
Bagaimana kalau... / Jochi,
tak ada salahnya. Jing ini bukanlah orang luar.
Aku sendiri yang menyaksikan kau tumbuh.
Kau adalah putra angkatku.
Kau dan ibumu adalah keluargaku.
Jing, aku percaya padamu.
Nyalakan api unggun, tunjukkan kemampuanmu.
(Mongol) Berkumpul!
Guo Jing akan memamerkan ilmu Dataran Tengah!
Kemenangan!
Lihat, itulah dia.
Kenapa?
Kenapa kau menangis begitu?
Pasti karena lukaku belum sembuh.
Tapak 18 Naga?
Itu tak bisa dianggap remeh. Lebih dari itu!
Ini yang dicari si Racun Barat,
Kitab 9-Ying.
Itulah penyebab dia tak mau ikut.
Dimana sembunyinya gadis manis ini?
Kuyakin kau mencari Huang Rong
bukan untuk merayunya.
Bego kau ini.
Guo Jing!
Guo Jing!
Berapa banyak orang
yang bisa mempraktekkan jurus ini?
Khan Yang Agung, seni bela diri Dataran Tengah
luas dan mendalam.
5 pendekar yang paling kuat
yang dikenal dengan 5 Pendekar Besar.
Mereka adalah
si Sesat Timur, Huang Yaoshi,
si Racun Barat, Ouyang Feng,
Kaisar Selatan, It-teng Taysu,
Pengemis Utara, Hong Qigong,
dan Bocah Tua Nakal, Wang Chongyang.
Mereka inilah 5 pendekar yang memiliki disiplin ilmu yang berbeda,
kekuatan mereka sangat luar biasa.
Aku hanya memanfaatkan tenaga dalam
dari Kitab 9-Ying, diajarkan Wang
dipadu dengan tenaga luar
Tapak 18 Naga yang diajarkan Hong.
Selama hidupku aku telah berjuang di banyak pertempuran
melihat pertunjukan pasukan yang luar biasa
dan bertemu banyak sekali orang-orang hebat.
Tak pernah kusangka dunia ini begitu luas
dan dipenuhi keajaiban seperti itu.
Dengan kemampuan bela diri yang hebat begitu
kau pantas dijuluki pendekar sejati.
Khan Yang Agung, kupercaya
seorang pendekar sejati tidak semata mengandalkan pada kemampuannya
namun lebih percaya diri di saat-saat berbahaya.
Di saat kesulitan
mereka tetap tak takut dan tak gentar.
Hanya dengan begitu, dia bisa pantas dijuluki
seorang pendekar sejati di dunia.
Ayo pergi.
Jing, apa yang kau lihat?
Kurasa aku melihat seseorang yang familiar.
Apa itu bukan Huajun?
Apa kau sudah lupakan dia setelah 2 tahun?
Lapor pada Khan Yang Agung!
Khan Yang Agung! Ada beberapa prajurit tewas di perkemahan.
Musuh telah menyusup.
Tetap waspada!
Siap!
Ayah Khan,
kami menemukan api unggun di luar perkemahan.
Saudara Ketiga,
patroli adalah tanggung jawabku.
Aku setuju itu.
Huajun bilang
beberapa anteknya Jin mengintai dekat sini.
Mereka juga telah meracuni sungai.
Kalian masih cekcok antar sesama.
Sumber air yang beracun pertanda kematian.
Moral tentarapun ikut hancur.
Dengarkan perintahku.
Latih pasukan besok. / Siap!
Pergilah ke belakang kamp.
Periksa dengan seksama.
Lekas. / Cepat!
Kenapa para prajuritmu nampak begitu tegang?
Apa yang terjadi?
Mereka menyusup dan membunuh prajurit kami.
Menyusup?
Maka, kau harus beritahu Jing-ge...
Guo Jing...
supaya waspada.
Semua harus berhati-hati.
Betul, semua harus berhati-hati. Tentu saja akan kuberitahu Guo Jing.
Jing-ge?
Di ambang pertempuran
bangkitkan semangat prajurit
dan latih seluruh pasukan.
Ayahmu Khan memanggil Guo Jing ke lapangan.
Apa berniat menyuruhnya yang memimpin?
Guo Jing, kau telah melihat peperangan
tapi belum pernah bertempur sekalipun.
Khan Yang Agung memintamu mempelajari taktik.
Jurus apinya Guo Jing
sekedar mainan anak-anak.
Akan kutunjukkan padanya
perang yang sesungguhnya.
Jochi saja cukup merepotkan,
sekarang kita juga ada Guo Jing.
Serang!
Guo Jing, perhatikan!
Inilah strategi perang kami.
Menghadapi pasukan Jin,
pasukan Mongol suka memancing musuh jauh di dalam.
Barisan mereka terlihat kacau
tapi sebetulnya berpencar ke kiri dan kanan
menyerang musuh dari kedua sisi.
Inilah taktik yang kami gunakan
supaya menang dengan prajurit lebih sedikit.
Kedua kakakku, ingin supaya Guo Jing mempermalukan diri sendiri
di depan Ayah kami Khan.
Tanya Guo Jing
apakah dia membawa buku panduan perang
dari Dataran Tengah.
Jika begitu, minta dia berlatih sesuai itu.
Panduan perang dari Dataran Tengah?
Mereka tak punya taktik kavaleri.
Tanyakan dia dulu.
Jika dia punya
mungkin itu bisa membantu.
Khan Yang Agung,
serangan frontal tidaklah bijaksana.
Di banyak pertempuran
kita gagal memecah barisan utara pasukan Jin.
Kita harus mencari jalan lain
untuk menyerang jantungnya pasukan Jin.
Aku sudah mengirim utusan ke Kaisar Song
meminta jalan melalui dataran Song
untuk melancarkan serangan kejutan dari belakang.
Bagaimana kalau mereka menolak kita?
Teman atau musuh
mereka harus milih salah satu.
Guo Jing,
100 pasukan Han menunggumu di luar Gerbang Timur.
Jangan takut, aku mengenali mereka.
Kira-kira siapa mereka?
Klan Pengemis dari Dataran Tengah. Mereka ini teman
bukan musuh.
Para tetua, apa yang membawa kalian ke sini?
Aku menerima surat merpati dari Klan
untuk mencari ketua kami, bukan... untuk membantu Pendekar Guo.
Dimana ketuamu?
Dimana dia?
Dia tidak ada selama 4 bulan.
tak akan terjadi apa-apa pada ketua kami yang bijaksana.
Ini...
mohon terimalah lukisan ini.
Siapa dia? / Ketua mereka
juga teman yang kucari.
Aku...
meminta seorang anggota saja.
Siapa yang suruh seluruh klan datang ke sini?
Kami tak pernah melihat Padang-Rumput
dan ingin memperluas cakrawala kami. / Jangan bercanda.
Kuminta kau datang ke sini membawa rencana
bukan lukisan.
Rencana! Bukan lukisan!
Siapa yang bawa ini?
Bukan aku. / Bukan aku.
Kamu!
Ayo bicara! Kenapa bawa itu?
Kenapa...
kenapa aku bawa lukisan?
Ketua, kau berniat
memberikan lukisan ini pada... / Apa?
Aku ingat!
Kau bilang itu untuk dia saat kau menggambarnya.
Kalau dilihat orang lain penyamaranku apa tak bakal ketahuan?
Ketua
kenapa kau meninggalkan Guo Jing?
Dia mencari-carimu selama ini.
Di masa perang
jangan pikirkan urusan prbadi.
Si Racun Barat mengintai bersama pengikutnya.
Waspadalah sama kehadiran mereka. Bantu Guo Jing.
Si Racun Barat begitu hebat.
Bagaimana kalau dia menyerang perkemahan kita?
Tugas kalian adalah mengatur strategi.
Tenang saja, Ketua.
Aku sudah membuat persiapan.
Saudara-saudara, sepanjang waktu
melindungi Ketua dengan ketat.
Tak mungkinlah, dengan begitu banyak orang di dekatku
Guo Jing bakal makin curiga.
Baiklah, akan kuberitahu dia sekarang kalau kau tidak disini.
Kembali!
Ketua!
Kebenaran akan terungkap kalau kau memang disini.
Kenapa tak ungkap sekarang saja?
Aku...
Ciri khas Klan Pengemis adalah riang.
Aku akan bersikap riang.
Ketua, waktu itu penting.
Kamu bercanda sama kami para orang tua
disaat dia sedang menuju ke tuan putri itu.
Sana, pergi.
Sungguh
aku pernah ketemu putri itu.
Dia dan Guo Jing pasangan yang serasi.
Guo Jing akan memimpin pasukan. Sedang si Racun Barat mengintai di luar.
Dia menghadapi banyak masalah
aku tak bisa menunjukkan diri.
Sehingga kuminta kalian ke sini membawa rencana.
Menurut kalian sesuai atau tidak? / Sesuai.
Tetua Lu. / Ketua.
Perlengkapan tulis. / Ini dia.
Aku tak tahu kapan si Racun Barat akan muncul.
Tapi dia sedang nyari Kitab 9-Ying.
Akan kutulis seratus salinan untuknya.
Tujuh-lapis tenun.
Ulat sutra musim semi memutar kehidupan mereka.
Jangan keburu potong kain sutra.
Tanpa sengaja mengoyak
jubah burung phoenix surgawi
menjadi dua.
Ibu,
apa arti syair ini?
Artinya
2 burung dalam satu kain.
telah terpisah...
menjadi 2 baju.
Bunga mekar berpasangan dedaunan terjalin menjadi satu
ranting-ranting menyatu dalam cinta.
Kau telah menyakiti jiwaku
namun hatiku tulus.
Guo Jing.
Huajun.
Kulihat kau di pelatihan kemarin.
Kedua kakakmu
mengolok-olokku. Kurasa
mereka berlatih
lebih baik dariku.
Ayah Khan mendambakanmu menjadi pangeran bagi putrinya.
Jadi
dia memintamu memimpin pasukannya.
Dia tak tahu hatimu ada di tempat lain.
Huajun
aku akan bicara sama Khan Yang Agung, ceritakan semuanya.
Aku cuma takut
ini berdampak pada ibuku.
Jangan kuatir.
Tak akan kubiarkan Ayah Khan mempersulitmu.
Kukira Padang-Rumput adalah tempat terbaik
namun sekarang kutahu
ada banyak tempat yang lebih indah.
Huajun
Dataran Tengah adalah tanah kelahiranku. Ibuku dan aku hars kembali.
Dtaaran Tengah!
Oh ya,
aku ke sini mau menanyakan
apakah kau membawa panduan perang dari Dataran Tengah.
Panduan Perang?
Kok kamu tahu...
Sebenarnya mau memang punya 'kan? / Ya.
Namanya "Gulungan Wu Mu"
peninggalan Jenderal Yue Fei.
Bikin penasaran! / Tentu.
Buku ini ada catatan
strategi untuk menghadapi pasukan Jin.
Jadi bangsa Jin sangat ingin merebutnya.
Huajun.
Aku...
►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Saudara-saudara Klan Pengemis
untuk melawan pasukan Jin, Jenderal Yue Fei
telah meninggalkan "Gulungan Wu Mu" ini.
Semua bisa mengamati kitab bela diri ini
untuk mengetahui penggunaanya secara tepat.
Ini ada 8 baris
melawan pasukan Jin.
Barisan Surgawi ini
bisa menghentikan barisan Jin?
(Mongol) Apa yang mereka kerjakan?
(Mongol) Aku tak tahu.
Operkan sana!
Siapa yang menggambar ini?
Aku tak tahu. / Bukan aku.
Aku.
Aku menggambarnya tadi malam saat menyatukannya.
Lalu Barisan Bumi ini tertulis
grup tengah
terus di belakang sebelah kiri
sedang tiga tengah di garis depan.
Tetua Jian,
barisan mana yang menghentikan ini?
Barisan mana?
Mestinya kau tak bersamaku.
Aku berusaha tak akan menemuimu lagi.
Huang Rong.
Jadi kau perempuan itu!
Ke sini kau rupanya.
Mau memenggal kepalaku?
Kau bicara soal takdir! Semuanya dusta!
Pedang di tanganku ini yang akan bicara.
Kita akan lakukan ini dengan cara Mongol!
Itu tak perlu.
Saat berani maju,
siapa yang tak membawa senjata?
Lihat, inilah senjataku:
Tongkat Pemukul Anjing.
Kau bawa-bawa tongkat kayu.
Kau meremehkanku?
Jangan bilang kalau aku merundungmu.
Awas!
Tadi aku berbelas kasihan padamu. Sekarang baru kita mulai.
(Mongol) Tak usah mengecoh!
Apa maksudmu "mulai"?
Tak usah banyak omong,
majulah sini.
Pedangmu sudah jatuh.
Kau sudah kalah.
Memangnya aku sudah kalah?
Aku tidak terbunuh. Tanpa senjatapun
aku masih bisa bertarung!
Kau tak bisa kabur!
Apa ini?
Kenapa aku tak bisa gerak?
Ini namanya 'Totokan Sikat Anggrek".
Aku telah menutup
2 titik akupunturmu.
Kau akan tetap begitu selama satu jam.
Tenangkan dirimu.
Dasar kau perempuan curang!
Setelah mengalahkan dia dengan telak
kau suruh dia tenang dan merenung.
Setidaknya, kedokmu sudah terbongkar!
Tetap diam.
Hey perempuan!
Kita lihat siapa yang lebih cepat.
Tongkatmu tak berpengaruh padaku.
Huajun.
Jika aku menangkapmu,
apa dia mau menyerahkan Kitab 9-Ying itu?
Apa itu?
Hilangkan niatan begitu. Sepertinya dia menginginkan aku mati.
Jika kau ingin membunuhku, lakukan saja.
Membunuh?
Paman Racun Barat, bilang dari tadi kalau menginginkan Kitab 9-Ying.
Maka, kuda itu tak akan menendangmu.
Biar kau tidak malu, aku tak akan bilang siapa-siapa.
Kau sungguh menginginkannya?
Ada disini.
Lepaskan dia!
Tipuan...
jangan menipuku, jalang.
Aku tak menipu. Apa kau menginginkan ini?
Lepaskan dia dulu.
Atau ini kubakar.
Ya, aku menginginkannya. / Nih.
Sansekerta.
Ini tak menarik.
Kenapa kitab ini ditulis dalam Sansekerta?
Demi menjaga keasliannya. Ayahku bilang
kitab asli ditulis dalam bahasa Sansekerta.
Bagus sekali.
Tapi...
Bagaimana Guo Jing bisa tahu bahasa Sansekerta?
Dia punya pembimbing yang bijak.
Tapi dia sudah hilang akal. / Apa?
Dia nanti muntah darah dan mati. / Guo...
Kusarankan, hentikan saja latihanmu. Gagal itu akan membuat malu.
Ayo pergi!
Tak masalah bagiku.
Aku tak akan hilang akal.
Cemaskan saja Guo Jing-mu.
Jika dia muntah darah namun masih hidup
akan kukirim dia ke akherat.
Tadi itu berbahaya sekali.
Mungkin kau tak tahu
si Racun Barat sedang berbelas kasihan.
Kau bohong soal Guo Jing.
Aku tak percaya lagi padamu.
Namun
kau tadi bilang dia akan mati.
Apakah itu benar?
Kau tanya aku?
Renungkan baik-baik. Apa kau akan percaya padaku?
Kenapa kau penuh kemisteriusan?
Guo Jing-mu
tak akan kenapa-napa. Dia tak akan mati.
Kalau tidak begitu
apa kubisa menyelamatkanmu?
Jadi kitab itu palsu?
Semua itu menga-ada tak ada yang sungguhan?
Aku paling benci pembohong.
Jadi kau harus mencemoohku.
Seberapa nilai kitab itu?
Akan aku ganti.
Hutang itu tak kusukai.
Aku tuliskan kitab itu dengan urutan yang salah.
Aku cuma menipu si Racun Barat.
Pasti dia akan datang lagi.
Apa kau mau aku tetap disini dan membantu?
Jangan bahas keberadaanku pada Jing-ge.
Aku akan menuruti perintahmu.
Ucapanmu wajar juga, namun mendambakan kedekatan dengan Guo Jing.
Hatimu terpaut dengannya.
Kenapa kau masih sembunyi dan tak menemui dia?
Khan Yang Agung lebih menyukai Guo Jing.
Kedua kakakmu
selalu berusaha menjatuhkannya.
Jika mereka tahu aku sembunyi di perkemahan sini
bisa kau bayangkan nasib Guo Jing?
Jadi kau mempermainkanku untuk tujuanmu.
Aku bantu Guo Jing dan aku membantumu. Apakah ini mempermainkan?
Aku berniat untuk pergi.
Kaulah yang memintaku tinggal. Sekarang kau mencemoohku.
Aku tak sangka putrinya Khan bisa begitu tidak adil.
Aku akan kemasi barangku dan beritahu klan pengemis
untuk berangkat saat fajar.
Huajun,
satu jiwa tak selalu bisa mengandalkan
perlindungan orang lain selamanya.
Ketua
kau bepergian jauh untuk mencari Guo Jing.
Kau mau pergi secepat ini?
Jika aku tinggal disini
banyak masalah yang akan muncul.
Tetua Lu,
kita akan kembali ke Dataran Tengah.
Emosi sulit ditahan,
keinginan tak pernah terpuaskan.
Untuk menerapkan pertapaan di dunia ini
halangan pamungkas
adalah obsesi dalam hati sendiri.
Apa yang kau pikirkan?
Katakan.
Siapa namanya? / Siapa?
Gadis yang kau sukai!
Namanya Huang Rong.
Ibu belum bertemu dia, tapi melihatmu seperti itu
dia pasti cantik.
Tapi aku telah salah paham padanya
meninggalkannya sendirian sekarang.
Aku kehilangan dia.
Dan mungkin dia dalam bahaya.
Ibu,
aku ingin pergi sebentar
untuk mencari dia.
Jika maumu begitu pasti kau bisa menemukannya.
►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Khan Yang Agung,
temanku dalam bahaya.
Kuingin mencari dia di Dataran Tengah.
Teman yang membutuhkan
tak bisa diabaikan.
Akan kukirim 2 tim mata-mata untuk menemanimu.
Terima kasih Khan Yang Agung atas kebaikanmu.
Tapi aku tak perlu dikawal.
Aku selalu menganggapmu sebagai putraku.
Padang-Rumput ini
selamanya rumahmu.
Pergilah dengan damai.
Tujuh-lapis tenun.
Ulat sutra musim semi memutar kehidupan mereka.
Jangan keburu potong kain sutra.
Tanpa sengaja mengoyak
jubah burung phoenix surgawi
menjadi dua.
(Mongol) Pangeran Ogedai menemui Khan.
(Mongol) Pangeran Ogedai menemui Khan.
Khan Yang Agung, kabar buruk.
Suku baris selatan kita
diserbu oleh pasukan Jin.
Hewan ternak dicuri.
Sisa satu orang selamat
dengan separoh tangannya terpotong,
rambut dan jenggotnya dicukur.
Bawa dia pergi.
Khan Yang Agung,
provokasi pasukan Jin ini
tak bisa didiamkan.
Khan Yang Agung,
tentara elit Jin menjaga barat laut
tapi pasukan pusat mereka jarang.
Aku mengusulkan kita serang ibukota mereka.
Khan Yang Agung,
untuk menyerang Ibukota Jin
kita harus menyebrangi pertahanan Sungai Guan.
Pertahanan Sungai Guan...
bakal memperpanjang peperangan.
Strategi terbaik
adalah melintasi dataran Song
dan kemudian menyerang Ibukota Jin.
Guo Jing amat kenal dengan dataran Song.
Itu sebabnya kusuruh dia melatih pasukan.
Sekarang karena kita kuat
kuputuskan
untuk memanggil Guo Jing kembali
dan maju bersama melawan bangsa Jin.
Khan Yang Agung. / Khan Yang Agung.
Minggir!
Kabar buruk.
Istana kita
menolak pasukan Mongol untuk melewati perbatasan kita
untuk menyerang Jin.
Namun mereka masih berkonvoy menuju Dataran Tengah.
Mereka berniat menembus
dan menyerang ibukota Jin.
Pejabat kita telah disuap oleh Jin.
Bagaimana mungkin mereka mengijinkan pasukan Mongol lewat?
Mereka juga mungkin menyerang kita.
Guo Jing apa masih di Padang-Rumput?
Dia tak akan bertempur bersama Mongol melawan kita, bukan begitu?
Omong kosong.
Guo Jing akan menghentikan mereka.
Maka dia menghadapi Mongol sendirian.
Ketua masih di pengasingan.
Ini masalah penting. Kita harus konsultasi dengannya.
Sebarkan kabar ini. Cari ketua kita!
Siap. / Siap.
Ini, tuan.
Pesan mie-nya. / Baik.
Kawan-kawan
kalian datang dari Jiezhou. Ada kabar apa di sana?
Sama seperti Xihe, semuanya ditutup.
Perang ini tak akan sebentar.
Perdagangan semakin sulit.
Petugas.
Boleh aku tanya
pasukan ini mau ke mana?
Apa kau kaum Han?
Ya.
Cepat ganti bajumu.
Mongol berusaha menyerang Jin.
Negosiasi dengan istana kita gagal.
Mereka langsung berkonvoy ke selatan berniat lewat jalan pintas.
Istana mengirim puluhan ribu prajurit
untuk menjaga perbatasan tiap hari.
Personil kita juga harus mundur.
(Mongol) Leluhur kita
menumpahkan darah untuk tanah ini.
Jangan biarkan mereka menginjak-injak kita.
Berangkat!
(Mongol) Mongol kembali!
Khan Yang Agung. / Guo Jing,
perang Mongol dan Jin sudah di depan mata.
Namun Istana Song, bodoh dan lemah,
menolak kita untuk lewat.
Khan Yang Agung memutuskan untuk berangkat ke selatan.
Jika pasukan Song menghadang kami
maka akan menjadi musuh.
Guo Jing, bersediakah kau memimpin pasukan?
Khan Yang Agung, aku tak bisa terima perintah ini.
Song adalah tanah kelahiranku. Aku tak akan menginjak-injak tanah kelahiranku.
Apa yang diberikan istana Song
terhadapmu?
Meski menteri setia membela Song.
Mereka dulu setia dan jujur
tapi pada akhirnya
mereka semua dihukum mati.
Apanya yang pantas
dari Song begitu bagimu?
Khan Yang Agung, persekutuan Song dan Mongol
itu upaya yang luar biasa.
Jika kita terpecah dan menyatakan perang
banyak nyawa yang jadi korban dan yang selamat akan menderita.
Aku sudah memperlakukanmu dengan baik.
Aku merawatmu
dan menyerahkan putriku padamu.
Beraninya kau menentangku?
Andaipun aku memimpin pasukan memasuki Song
dan aku menentang Khan Yang Agung
aku akan terima hukumannya. Meski seribu tebasan
sampai tercabik-cabik.
Bagus sekali.
(Mongol) Bawa dan penggal dia.
(Mongol) Berhenti!
(Mongol) Berhenti!
(Mongol) Berhenti!
(Mongol) Ayah Khan!
Guo Jing tumbuh besar di Padang-Rumput.
Dia adalah saudaraku
dan putra angkatmu.
Dia sudah menyelamatkan nyawaku.
Meski dia punya dosa
dia tak pantas mati.
Ayah Khan, mohon pertimbangkan lagi.
Anda,
kau besar di Padang-Rumput
seperti kami bangsa Mongol. Kita satu keluarga.
Ikatan persaudaraan kita begitu erat.
Kuharap kau
mau pikir-pikir lagi
dan mematuhi perintah Ayah Khan.
Anda,
aku adalah rakyat Song. Aku tak akan mengkhianati Song.
Aku, Guo Jing,
menentang Khan dengan tegas
atas penyerangan
tanah Song.
Aku tak akan goyah
meski mati menderita.
(Mongol) Aku tak akan membunuhmu sekarang.
Saat aku kembali dari selatan
nasibmu akan ditentukan.
Tanpa perintahku, kau dilarang pergi,
begitupun ibumu.
(Mongol) Atas perintas Khan Yang Agung, Guo Jing dan ibunya dilarang pergi.
(Mongol) Atas perintas Khan Yang Agung, Guo Jing dan ibunya dilarang pergi.
Ibu.
Ibu. / Kenapa kau kembali?
Ibu. / Tak usah hiraukan ibu.
Cepatlah kabur. / Khan tak akan mengampunimu.
Aku harus bawa ibu kembali ke Dataran Tengah.
Jangan!
Bu, kesehatanmu.
Kenapa? / Kau tahu
kenapa Khan menahan ibu disini?
Karena demi hari ini
untuk memanfaatkanku menentangmu.
Dahulu
ibu membawamu ke tanah gersang ini
dan membesarkanmu. Kau tahu alasannya?
Untuk kabur dari penganiayaan Jin.
Ibu merawatku sampai dewasa
untuk membalas kematian ayahku. / Apa lagi?
Untuk kembali ke Dataran Tengah dan memenuhi wasiat ayahku
melindungi alam Song.
Ibu, aku telah menolak perintah Khan
untuk memimpin pasukan memasuki Song.
Kau jangan mengecewakan harapan besar ayahmu terhadapmu.
Bagus.
Kita akan kembali ke Dataran Tengah.
Kita harus segera berkemas. Cepat!
Sana!
Ibu!
Ibu!
Ibu, mengapa?
Mengapa lakukan ini?
Ibu tahu...
kau sayang pada ibu.
Tapi selama ibu hidup
kau
tak akan punya pilihan.
Ibu tak boleh menjadi
beban...
mu.
Lekaslah kabur.
Kita pulang sama-sama.
Kita pergi ke Dataran Tengah sama-sama.
Tak usah cemaskan ibu.
Ibu.
Bersama seorang putra sepertimu
hati ibu
tenang.
Aku...
aku akan membawa ibu pulang.
Kita pergi ke Dataran Tengah sama-sama.
Kita pergi ke Dataran Tengah sama-sama.
(Mongol) Kalian semua, mundur!
Aku telah mengecewakanmu.
Aku sudah bersumpah melindungi kalian berdua.
Guo Jing,
aku telah mengecewakanmu.
Aku telah mengecewakanmu.
Aku telah mengecewakanmu.
Sudah kutarik kembali para penjaga. Cepat.
Huajun, dengan bertindak begini
apa yang bakal Khan lakukan terhadapmu?
Aku adalah putrinya Khan.
Dia boleh lakukan sesukanya.
(Mongol) Putri meninggalkan kamp!
(Mongol) Buka gerbang benteng.
(Mongol) Kirim pengawal untuk melindungi dia.
Siap.
Huajun, di depan kita adalah Jalur Yanmen.
Di luar itu, Dataran Tengah.
Guo Jing
kita akan mengucapkan selamat tinggal terakhir kita.
Gadis dari Dataran Tengah itu,
apa kau tetap akan mencarinya?
Aku adalah putrinya Khan.
Kemanapun kau pergi, aku tak bisa mengikuti.
Dalam pencarianmu, aku tak bisa membantu.
Barangkali dunia kita
seperti butiran pasir
berhamburan tertiup angin.
Aku berharap bisa melihat Dataran Tengah
tapi takdirlah yang akan menentukan.
Huajun, hari itu akan tiba.
Huajun!
Selamat tinggal.
►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
Ibu
disini Jalur Yanmen.
Kita di Dataran Tengah.
Di luar jalur ini
adalah Padang-Rumput.
Disini
ibu bisa lihat kedua negeri itu.
Ibu, jika kau melihat dari surga
tak perlu cemaskan putramu ini.
Aku akan tanggung kehendak ayah
dan mengikuti jalannya.
Ikuti aku. Lekas susul.
Cepat! Cepat!
Apa kau ke sini mau mendaftar jadi prajurit?
Bagus, anak muda.
Katakan.
Namamu? Umur? Tempat lahir?
“AYAM ANGGUR BUNGA PERSIK”
Diantara bakatku aku ini jenius
dalam seni kuliner.
Ini dia hidanganku yang terkenal, Ayam Anggur Bunga Persik.
Cicipi dan nilailah.
Segar langsung dari panci.
Kau mau, tuan?
Maaf.
Apakah benar restoranmu menyediakan Ayam Anggur Bunga Persik?
Pertanyaan yang bagus.
Jawabannya menggelikan.
Seorang wanita membayar kami
untuk menggantung papan tulisan itu.
Tuan... / Lalu mengapa restoran lain juga menyajikannya?
Sebelah sini, tuan.
Lihat, tuan.
Di kota ini siapapun yang jualan makanan
sekarang
memajang papan tulisan itu. Lihat.
Tuan, tuan.
Silahkan lewat sini. / Maaf.
Apa kau menyediakan hidangan ini?
Ini sekedar papan tulisan. Wanita itu tak mengajari apa-apa.
Lalu bagaimana
aku bisa mencicipi hidangan ini?
Dia bilang, carilah dia
dan kau akan mencicipinya. Tuan, masuklah.
Sebentar lagi hujan. Kita akan nyalakan dupa untuk mereka.
Rong-er, kenapa kau begitu lama sembunyi?
Aku selama ini menunggu Jing-ge yang kukenal.
Aku yang salah. Aku salah paham terhadapmu.
Jing-ge
apapun yang terjadi
aku tak pernah menyalahkanmu.
Dunia ini begitu luas.
Aku tak akan kehilanganmu lagi.
Tak akan pernah kehilanganmu lagi.
Jika kau mencari alam ini begitu kecil.
Ayo cepat, pasukan Mongol mendekat!
Terus jalan! Cepat!
Rong-er, bagaimana kamu tahu aku akan ke sini?
Dengan kondisi genting begini di Dataran Tengah
si Jing-ge yang kukenal bakalan muncul.
Hati-hati. / Bu, hati-hati.
Kita mencari Tuan Li di kota ini
agar membantu kita.
Jangan dorong-dorong!
Sebelah sini!
Tak ada waktu lagi! / Biarkan saja!
Sungguh, aku iri sama mereka.
Mereka bisa pergi sesukanya.
Minggir.
Tolong minggir. Minggir.
Tolong minggir. Minggir.
Minggir.
Berhenti.
Kami mencari Tuan Li. / Tunggu disini.
Tuanku, ada sepasang muda-mudi mencari Tuanku.
Perintahmu? / Minuman apa ini?
Dua teguk dan aku merasa gelap.
Tuanku, itu minuman terbaik.
Tuanku, pasukan Mongol di depan gerbang.
Kami akan menghadapi semua rintangan untuk melawan musuh.
Ijinkan aku ke benteng
untuk mengintai musuh. Aku akan berupaya
membantu pertempuran ini. / Ini benteng militer.
Tak bisa bertindak semaumu. Pergi sana!
Pergilah sekarang! / Bawa dia pergi.
Tuanku, bahkan sampai matipun
kumohon pada Tuanku memenuhi permintaanku.
Apa permintaanmu?
Tuanku Li, aku tak pernah bertemu seorang Mongolpun.
Aku sangat ingin melihat wajah mereka.
Jika diberi kesempatan ini,
akan kubalas kebaikan tuanku.
Sungguh konyol!
Aku tak paham sama anak muda jaman sekarang.
Bagaimana menurutmu?
Kalau kau ingin sekali melihat
akan kuijinkan kau melihat sebentar.
Semua personil, siap di posisi!
Ya, tuan!
Cepat!
Musuh makin mendekat!
Siap bertempur!
Pasukan Khan dari Padang-Rumput adalah dewa perang Mongol.
Bangsa Jin telah menindas kami sejak lama.
Sekarang kami mencari jalan untuk menyerang.
Ini perintah Langit.
Kerajaan Song harus membuka gerbang.
Mereka yang nurut akan selamat.
Mereka yang menentang akan binasa. / (Mongol) Menang! Menang! Menang!
(Mongol) Menang! Menang! Menang!
Aku pernah lihat strategi pengepungan mereka.
Dengan kekuatan Mongol, tempat ini akan jatuh dengan cepat.
Jing-ge,
Ayah Khan-mu dan Anda adalah lawan.
Hanya dengan menangkap Khan
kita bisa menyelamatkan seluruh penduduk kota.
(Mongol) Menang! Menang! Menang!
Siapa orang ini? Apa dia mau membantu kita?
Berhenti!
Mereka
yang berani menghalangi jalanku akan dibunuh tanpa ampun.
Segerombolan semut.
Wahai semut, halangi jalanku.
Halangi, halangi jalanku. / Akan...
akan dibunuh tanpa ampun.
Tanpa ampun.
Sepertinya itu jurus Raungan Katak.
Itu si Racun Barat.
Aku mengacak isi kitab itu.
Bagaimana dia bisa menguasai itu?
Tak mungkin.
Aku pernah bertarung dengannya. Raungan Kataknya sekarang jauh lebih kuat.
Dia pasti sudah menggila.
Jika si Racun Barat menyerang sekarang
dia tak akan berbelas kasihan pada kedua pihak.
(Mongol) Pemanah, siap!
(Mongol) Panah!
Kekuatan 9-Ying.
Tenaganya telah diperkuat
terlihat lebih mengerikan.
(Mongol) Busur silang, siap!
Siap. / Tembak!
Mundur!
(Mongol) Seni bela diri dari Dataran Tengah.
Hari ini kita menghadapi musuh yang kuat.
Siapa kau? / Dewa perang.
Hey, apa kalian tak tahu siapa aku?
Aku adalah pendekar terkemuka di dunia.
Aku datang untuk kepalanya Khan.
(Mongol) Tembak!
(Mongol) Meriam!
(Mongol) Kepung sasaran.
Siap!
(Mongol) Lemparkan bom batu.
Hadang dia! Cepat!
Dia mengincar Khan.
Situasi makin genting. Jangan ke sana!
(Mongol) Minggir.
(Mongol) Ijinkan aku menghadapi si Racun Barat.
(Mongol) Biarkan aku lewat!
(Mongol) Anda, minggir.
(Mongol) Ijinkan Guo Jing lewat.
(Mongol) Minggir. / (Mongol) Itu Guo Jing, kasih jalan!
(Mongol) Minggir.
Dewa perang dari Padang-Rumput!
(Mongol) Awas!
(Mongol) Lindungi Khan!
(Mongol) Awas!
(Mongol) Lindungi Khan! / Siap!
Guo Jing.
(Mongol) Mundur seratus langkah!
Dari suaramu, kau tidak gila.
Perempuan itu memang menipuku.
Tak apa.
Kekuatan 9-Ying sudah kukuasai!
Tapak 18 Naga?
Aku sepenuhnya mengabaikan itu.
Ayo lihat, Kekuatan 9-Ying yang sejati.
Racun Barat, Kitab 9-Ying-mu itu palsu.
Selama aku menang, itu asli.
Rasakan ini!
(Mongol) Semuanya, mundur!
Sebuah celah.
Apakah aku rentan? Harus kuserang lebih dulu.
Menyerangku dari atas?
Bajingan kau!
Raungan Katak!
Naga Berputar!
Menyerang dari bawah!
Naga Menyela!
Sudah berapa jurus? Ada berapa lagi jurusmu?
Masih banyak lagi!
Tumbukan Naga!
Kau yang membawaku ke sini. Mereka akan terluka jika kau bergerak.
Memang itu yang kumau!
(Mongol) Berpencar! Pergi dari sini!
(Mongol) Berlindung! / Siap!
(Mongol) Disini berbahaya! Menyingkir!
Kau terlalu kuatir saat melancarkan gerakanmu
akan menjadi celakamu!
(Mongol) Anda!
(Mongol) Anda!
(Mongol) Jangan mendekat!
Seluruh tubuhmu
sudah terhimpit.
Kau tak bisa gerak lagi!
Selanjutnya
hanya ada satu Kekuatan 9-Ying.
Yaitu hanya kekuatanku
si Racun Barat!
Dengan Raungan Katakku
akan kukirim kau ke akherat.
Jing,
dengarkan orang tua ini. Saat kau tak ada jalan mundur
jangan lupa
Tapak 18 Naga.
Satu gerakan lagi.
Guncangan Naga.
Kau bisa serang menembus benda.
Guncangan Naga!
Serangan banteng menembus gunung!
Guo Jing. Lanjutkan bertarungnya!
Katak Bangkit!
Tapak 18 Naga!
Jurus ke-12.
Naga Berputar.
Kelabui dan kecoh
mustahil untuk menahannya.
Tapak 18 Naga!
Naga Berputar.
Aku, Racun Barat
akulah pendekar terkemuka di dunia.
(Mongol) Jangan!
(Mongol) Orang ini berbahaya.
Tuanku Li
formasi mereka berantakan.
Barisan depan mereka semrawut.
Buka gerbangnya, lalu serang! Serang mereka saat sedang lengah!
Siap.
Buka gerbang!
Turunkan jembatan-angkat.
Turunkan jembatan-angkat.
(Mongol) Pasukan Song menyusun barisan!
(Mongol) Bentuk formasi.
Formasi siap.
Semua pasukan siap!
Bersiap menyerang. / Tahan!
Tahan!
Tahan!
Katakan!
Semua pasukan, dengarkan! Kembali ke benteng.
Kurang ajar! Lepaskan Tuan Li!
Jika pertempuran dimulai
dengan begitu banyak pasukan di luar, formasi akan berhamburan.
Tidak ada yang melindungi kota. / Jenderal!
Jenderal! Mongol memukul genderang perang.
Perintahkan prajuritmu untuk minggir. Kita maju.
Cepat!
Kasih jalan!
Jenderal!
Tak ada waktu kembali ke kota.
(Mongol) Pemanah, siap!
(Mongol) Minggir!
(Mongol) Minggir!
Cepat! Lepas ikatanku! Cepat!
Cepat!
Biarkan kumasuk!
Halangi masuknya Mongol.
Jing-ge. / Ring-er,
kita harus hentikan perang ini.
Kita harus menghentikan ini!
Bagaimana caramu menghentikan begitu banyak pasukan?
(Mongol) Pemanah, siap!
(Mongol) Saudara-saudaraku!
Untuk menyerbu kota ini
langkahi dulu mayatku!
(Mongol) Anda!
Jika kalian maksa lewat
langkahi dulu mayatku!
(Mongol) Anda!
Untuk masuk ke kota ini
langkahi dulu mayatku!
(Mongol) Saudara-saudaraku!
(Mongol) Khan Yang Agung memanggil Guo Jing.
Jing-ge.
Rong-er, aku harus menghadap Khan.
Tunggu disini, sampai kukembali.
Khan Yang Agung.
Apa kau masih anak yang pernah butuh wejanganku,
Guo Jing?
Khan Yang Agung, aku tak pernah berubah.
(Mongol) Mengapa tak memanggilku ayah?
(Mongol) Ayah.
Pendirianku tak akan berubah.
Guo Jing
bangsa Jin telah menindas kami bertahun-tahun.
Kami harus menyerang mereka selagi bisa.
Aku harus melewati kota ini.
Khan Yang Agung, jika lewat berarti
mengorbankan yang tak bersalah.
Aku, Guo Jing, harus ikut campur.
Apa arti mereka bagimu?
Bangsa Song mengkhianati ayahmu
meninggalkanmu serta ibumu
menggelandang.
Aku bawa kau ke Padang-Rumput
dan membesarkanmu sampai dewasa.
Mengapa sekarang kau melindungi mereka?
Khan Yang Agung,
pernah suatu saat kau juga
dicemooh rakyatmu sendiri. Namun kau mampu mengatasi semua rintangan.
Karena pandangan kedepan Khan-lah
yang menyatukan semua suku di Padang-Rumput.
Aku yakin
kau melindungi kerabatmu
berharap sampai turun-temurun
hidup damai.
Khan Yang Agung,
masing-masing kita ada yang perlu dilindungi sendiri.
Akupun sama.
Juga ada yang harus kulindungi.
Jika kau mau menghentikanku
mengapa kau menolongku?
Jika kau tiada, mereka akan memperebutkan tahtamu.
Padang-Rumput akan menjadi kacau.
Rakyat Padang-Rumput dan Dataran Tengah itu sama.
Di tanah ini
semua yang hidup itu penting.
Guo Jing, tanah yang kubangun
membentang jauh dan luas.
Butuh waktu setahun melewatinya.
Pendekar apa saja yang ada di bawah langit
yang pantas jadi tandinganku?
Khan Yang Agung, kekuatanmu
tiada tanding dalam sejarah.
Namun kemuliaanmu sendiri
bersemayam di atas tulang-tulang yang tak terhitung jumlahnya
dan tangisan para janda.
Pendekar sejati
tidak menaklukkan
namun merawat tanahnya
dengan penuh kasih sayang.
Itulah ksatria sejati.
Aku sekarang menyesal
tidak memberikanmu nama bangsa Mongol.
Meskipun dengan nama Mongol
aku tak akan lupa
bila nama asliku adalah Guo Jing.
(Mongol) Pasukan mundur!
(Mongol) Kembali ke Sungai Onon.
(Mongol) Mundur!
(Mongol) Mundur!
(Mongol) Anda
kita adalah saudara angkat. Kuberharap selanjutnya
kita tak bertemu di pertempuran.
Jangan sampai kita saling bunuh.
(Mongol) Pendekar.
(Mongol) Jaga dirimu baik-baik.
(Mongol) Anda
kedua saudaraku berbeda denganku.
Mereka ambisius.
Semoga dewa melindungimu.
(Mongol) Guo Jing
perang hanya menimbulkan kesengsaraan.
Hanya kedamaian
yang membawa akhir bahagia.
Semoga hari itu
akan segera tiba.
(Mongol) Guru.
(Mongol) Anda.
(Mongol) Semoga hari itu segera tiba.
(Mongol) Selamat tinggal.
Selamat tinggal.
Rong-er
Pulau Bunga Persik tak mengenal perang. Apa kau akan kembali?
Dan kamu?
Aku akan tinggal di perbatasan.
Semoga bangsa Mongol tak pernah kembali.
Semoga Dataran Tengah dan Padang-Rumput
juga tak mengenal perang.
Saat masa itu tiba
aku akan mengajakmu ke Padang-Rumput.
Jing-ge
sebenarnya
aku pernah melihat Padang-Rumput.
Guo Jing dan Huang Rong
mempertahankan perbatasan Song
selama 35 tahun.
Meskipun sering terganggu oleh asap perang
Guo Jing dan Huang Rong
berjuang dengan gigih
melindungi Dataran Tengah.
Kadangkala, di perbatasan
seorang wanita akan muncul
bersama 2 rajawali putih di atasnya.
Para penjaga percaya
dia
mungkin saja Huajun.
JANGAN KEMANA-MANA... MASIH ADA LAGI
broth3rmax, 15 April 2025
NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 15 April 2025
INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 087814427939 (NEW)
BILA BERKENAN KASIH SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
Ketua, semua anggota kita sudah datang.
Kita menunggu aba-aba Pendekar Guo!
Mereka ke sini! / Jing-ge!
Aba-aba!
SUPPORT TERUS DI trakteer.id/broth3rmaxSUB
Angkat angin, geser formasi.
Rantai pengikat kuda, dan belenggu kaki.
Naga di langit!
Ular melilit, kaki kuda dililitnya.
VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄
►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄
link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.