Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-=Desember 31, Tahun 2014=-
=Ayo! Semua anggota tim siaga. Tunggu sampai semut serah terima barang.=
Tim B siaga.
=Semut sudah berada di posisi.=
=Menunggu hingga terjadinya serah terima barang.=
Jangwan-nim, jangan-jangan dia sudah waspada.
=Coba tunggu barang sebentar lagi.=
=Dia pasti akan muncul karena barang yang diinginkannya ada di sini.=
Aigoo, dinginnya minta ampun.
Cengeng amat kau!
Waktu aku masih maknae, pingin keluar pun gak bisa. [Maknae - anak baru]
=Perayaan akhir tahun... Ngapain aku di sini?=
-=Desember 31, Tahun 1982=-
-=Desember 31, Tahun 1982=- Aku hampir mati beku gara-gara menunggumu.
Aku hampir mati beku gara-gara menunggumu.
Maaf, dingin sekali ya?
Sudah mulai! Sudah mulai!
Oh ya?
Saatnya countdown.
10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1.
Maknae, selamat tahun baru!
Lee Hyeongsa, selamat tahun baru juga.
Bunyi lonceng telah berbunyi menandai tibanya subuh di tahun yang baru.
Tahun 1982 telah berlalu dan tahun 1983 telah tiba.
Orang-orang sedang berteriak meriah menyambut tibanya tahun yang baru.
Tanpa mempedulikan dinginnya udara.
Bersediakah kau menikah denganku?
Dalam larutnya malam, bersama-sama menyambut tibanya tahun yang baru.
Mengiringi bunyi lonceng yang yang menandai pergantian tahun.
=Tersangka muncul! Tersangka muncul!=
=Mengenakan topi hitam dan sedang mendekati semut. Segera konfirmasi!=
Sudah tiba. Belalang sudah tiba.
Maknae, di depan. Searah jarum jam 11.
Semut di depan. Belalang sudah menampakkan diri, belalang sudah menampakkan diri.
=Semut dan belalang sedang bertransaksi.=
=Tim A, Tim B segera merapat! Arah jam 12!=
=Belalang berganti arah. Cepat kejar!=
Omo! Dompetku!
=Belalang kabur! Belalang kabur! Arah jam 10! Belalang kabur!=
=Tim B segera bergerak ke arah Belalang!=
Cepat kejar!
=Belalang sedang bergerak ke arah luar.=
=Sudah melewati kerumunan orang-orang. Sudah melewati kerumunan orang-orang.=
Minggir! Minggir! Minggir!
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Maknae!
Kau tidak apa-apa? Baik-baik saja?
Tekanan darah?
40/75.
- Denyut jantung terlalu lemah, pendarahan juga terlalu masif. -Sudah ditransfusi?
Sudah, begitu sampai sudah ditransfusi.
Masih belum stabil. Ayo, cepat!
Coba cek jika ada luka lainnya! Hentikan pendarahan pada luka.
Baik.
Tekanan darahnya rendah sekali. Segera cek!
Baik.
Persiapan sudah selesai.
- Cepat persiapkan! 200 Joule. - Baik, shoot!
Yang lain! Bawa ke sini yang satunya lagi.
Cuma ada yang ini.
Tidak apa-apa. Jangan buang-buang waktu! Cepat!
Persiapan sudah selesai.
Apa ini?
Baik, Tiga, dua, satu, shock!
150 Joule. Shoot!
200 Joule. Shoot!
Seonsaeng-nim, tekanan darahnya sudah stabil.
Coba cek nadinya!
Masih berdenyut.
Setelah berhasil melewati malam di mana aku hampir kehilangan nyawa,
di dalam mimpiku aku mulai melihat seorang pria.
-=Time Renegades=-
Semuanya berawal dari mimpi tersebut.
Halo!
-=Awas semen!=-
Cepat berikan padaku! Aku tidak suka rekaman. Rasanya bukan seperti suaraku.
Yah memang begitu. Memang rasanya tidak mirip dengan suara aslinya.
Kuhitung sampai tiga jika masih menolak, aku mau marah nih! Satu, dua, tiga!
Dasar! Anu, kenapa hitungnya seperti itu?
Kenapa memangnya?
Satu, dua, tiga.
Cepat berikan padaku!
Gak!
Bagaimana nih? Ji Hwan, kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa.
Berikan! Berikan!
Setelah kurenungkan, sepertinya waktu berlalu begitu saja.
Bagaikan air yang mengalir.
Walaupun tidak sampai satu menit.
Tapi kenangan kita yang barusan semuanya ada di sini.
Karena itu kau beli alat perekam itu?
Semua waktu ingin kau tuangkan ke dalam ya?
Iya.
Kukira tidak ada orang. Mm--maaf.
Tidak perlu minta maaf.
Ah, jam kelas biologi ya?
Anda datang untuk mengambil bahan pelajaran ya, Seonsaeng-nim?
Tidak, sebaiknya aku balik lagi nanti.
Sebenarnya tidak apa-apa.
Kau tidak merasa begitu?
Dengan uang yang segitu saja tidak akan bisa menemukan rumah yang seperti ini.
Aigoo, tidak usah ragu lagi.
Ayo, kita lihat-lihat!
Ditambah, orang-orang yang tinggal di sini semuanya pindah dikarenakan standar hidupnya yang membaik.
Oh ya, itu...
Kapan kalian berencana untuk tinggal bersama?
Kalau begitu kalian silakan lihat-lihat, silakan. Setiap sudut dilihat juga tidak apa-apa.
Langit sungguh indah.
Iya, sungguh indah.
Cepat lambat kita juga akan terbenam bagaikan matahari ini.
Oh ya, katanya di saat menjelang kematian, orang bisa melihat dirinya di kehidupan yang akan datang.
Namun setelah melewati jembatan neraka, ia akan melupakan semuanya.
Setelah melupakan semuanya, ia akan terlahir kembali.
Lalu ia akan mengembara demi mencari belahan jiwanya.
Jika aku bisa terlahir kembali,
aku ingin terlahir kembali seperti diriku yang sekarang ini.
Sehingga kau akan bisa mengenaliku, Ji Hwan.
Kita harus bertemu kembali, mengerti?
Kau sedang jaga?
Iya, tapi Anda adalah...
Aku adalah Kang Banjang nya tim ini.
Oh, Anda adalah...
Anggota Tim Force 2, Kang Geon Woo. Pertama kali berjumpa.
=Coba ceritakan! Karena diancam oleh kunyuk itu?=
=Sehingga kau berikan ini kepadanya?=
Dulu impianku adalah menjadi seorang anggota polisi.
Apa?
Kalau begitu akan susah bagi kita untuk bertemu.
=Jadi sudah seharusnya kau tahu ada alasan yang seperti apa.=
Karena Ji Hwan adalah seorang guru, makanya kita bisa saling kenal.
Orang yang sudah ditakdirkan untuk bertemu, pasti akan bertemu.
Kenapa dari begitu banyak restoran China yang ada, harus restoan kami yang ini?
Hei! Jangan banyak bacot! Cepat duduk sini!
Hei kunyuk! Cepat bangun! Ayo cepat!
Ayo, kita mulai kelas malam ini.
Hei, di matamu ini masih kelihatan kartu-kartu ini?
Kalau kau memang punya nyali, ya keluar saja sana!
Bisa gila aku, dasar!
Hei, Pengawas itu kalau belum selesai mereka tidak akan bergerak.
Kosongkan hatimu dan serahkan saja semuanya pada takdir.
Semuanya, jangan bergerak!
Ternyata kunyuk-kunyuk kelas tiga.
Eh, ternyata ada juga yang dari kelasku?
Hei! Kabur!
Hei! Kusuruh kalian jangan bergerak! Dasar kunyuk!
Sini kau! Sini! Sini!
Dasar kunyuk! Hei, Kang Seung Beom masih juga main?
Seonsaeng-nim, tolong lepaskan dulu tangannya baru bicara. Lepaskan dulu.
Bajuku jadi kendor nih! Dasar!
Aigoo, bau alkohol.
Aku tidak minum bir. Lihat tuh! Botolnya saja tidak kubuka.
Dasar kunyuk kalian! Berani-beraninya main kartu?
Hei, kunyuk!
Sini kau!
Maaf.
Hei, Seung Beom! Berhenti kau!
Di sini! Turun!
Berhenti!
Jangan bergerak!
Letakkan pisaumu, bangsat!
Jangan mendekat!
Letakkan pisaumu!
Kalau mendekat, perempuan ini kubunuh!
Jangan bergerak!
Jangan bergerak! Jangan bergerak!
Banjang-nim...
Tua bangka itu membuat acara pembukaan yang menghebohkan.
Tidakkah sedikit keterlaluan?
Sudah menembakkan senjata api, kenapa masih memeriksa punggung orang?
Tapi di wilayah yurisdiksi Barat Daya Seoul dia sangat terkenal.
Kau mungkin masih belum dengar gosipnya kali ya?
Istri Banjang-nim mati dibunuh.
Pelakunya adalah penjahat yang sudah diburu dari semenjak ia mulai menjadi polisi.
Pada saat hampir tertangkap,
penjahatnya membalas dendam kepada istrinya.
Katanya gara-gara itulah istrinya meninggal.
Tapi...
- Loyalitas! - Iya.
Terus?
Aigoo, tunggu sebentar. Telah merepotkanmu.
Iya, telah merepotkanmu.
Banjang-nim melepaskan tembakan ke bagian belakang bahu penjahat yang melarikan diri. Dor! Tembakan dilepas.
Jelas-jelas sudah tertembak. Tapi hidup mati bangsat satu ini masih belum ada kejelasan.
Semenjak itu, tidak ada jejak yang bisa ditelusuri sama sekali.
Jika sudah mati,
pelaku pembunuhan terhadap istri sendiri, tidak akan pernah bisa ditemukan lagi.
Tapi jika ternyata masih hidup, pasti akan ada petunjuk.
Kenapa? Karena bagian bahu belakangnya sudah terkena tembakan. Dor!
Hei, lengan Kang Seung Beom semakin lama semakin ke bawah.
Seonsaeng-nim, jangan gitu dong!
Sekalipun demikian, tidak akan ada perubahan apapun pada diriku.
Baiklah, lalu apa alasan kenapa murid mau berjudi?
Aigoo, demi membeli hadiah ulang tahun untuk pacar.
Untunglah kau bukan preman.
Seonsaeng-nim, aku ini preman.
Wali kelas yang dulu dalam waktu seminggu sudah menyerah terhadapku.
Karena itu, menyerah jugalah Seonsaeng-nim.
Jalanku sudah terencana.
Tolonglah, biarkan aku menjalani hidupku sesuai dengan keinginanku.
Saat jarum kompas masih bergerak, arah haluan tidak akan ketahuan.
Ha?
Anggap saja kau tersesat dan mengeluarkan kompas.
Demi menemukan arah yang benar, jarum kompas akan bergerak ke sana ke mari.
Di saat-saat seperti ini kau sanggup mengidentifikasi derajatnya?
Tentu saja tidak. Tapi, apa hubungannya denganku?
Kau masih mencari haluanmu, Nak.
Jarum di kompasmu masih bergerak-gerak.
Mana bisa menilai diri sendiri berdasarkan omongan orang lain?
Pada saat jarum kompas masih bergerak-gerak,
aku memutuskan untuk menjaga penilaianku terhadapmu.
Tahu dari mana sampai kapan jarum itu akan tetap bergerak?
Tugas seorang guru bukan hanya mengajar, tapi juga bersabar menunggu.
Nilai akademis Hyeon Joo sebenarnya lumayan bagus.
Tapi penilaian dia terhadap seorang pria terlalu rendah.
Selera Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim juga tidak bisa dibilang tinggi.
Eh? Turun salju? Wah!
Dengan Baek Cheol Soo.
Mendengar kabar jika hari ini salju pertama telah turun,
satu negara merasa heboh.
Salju pertama yang turun di bulan September, menurut pengamatan meteorologi hanya pernah terjadi dua kali.
Tahukah Anda?
Di tahun 1983, bulan September tanggal 26 juga turun salju seperti hari ini.
- Terima kasih. - Sama-sama.
Wah, sungguh ajaib!
Hari ini adalah bulan September tanggal 29. Persis 32 tahun...
...terjadi sebuah cerita yang menarik.
Tiga puluh dua tahun yang lalu, wali kelas pernah memprediksi,
Di tahun 2015, bulan September tanggal 26 dan 27 akan turun salju dua hari secara berturut-turut.
Waktu itu...
kami sama sekali tidak percaya.
Tapi persis seperti yang dikatakan oleh guru tersebut, hari ini turun salju.
Untuk apa punya ponsel pintar?
Bagaimana guru bisa tahu 32 tahun kemudian akan turun salju?
Sekarang juga masih merindukan gayamu yang bernyanyi sambil bermain piano.
Baek Ji Hwan Seonsaeng-nim, aku telah menepati janjiku.
Apa?
Aku merindukanmu, Seonsaeng-nim.
Baek Ji Hwan?
Aigoo, bikin kaget saja. Ada apa memangnya?
Benar-benar sebuah cerita yang menarik.
Memprediksi mimpi?
Kemampuan melihat seseorang di dalam mimpi.
Lewat mimpi aku bisa mengintip kehidupan sehari-hari orang tersebut.
Siapa orang itu?
Orang itu... adalah seorang polisi.
Apa katamu?
Sangat jelas. Seperti aku mengalaminya sendiri.
Saat terbangun dari mimpi, rasanya cape sekali.
Aku agak tidak mengerti.
Anu, saat pertama kali lihat lewat mimpi,
terlihat agak kabur.
Tapi seiring dengan waktu semakin lama semakin tampak jelas.
Bisa kelihatan pakaian dan pemandangan di sekitarnya.
Tapi, pria tersebut hidup di tahun 2015.
Serius.
Mau minum segelas kopi?
Kopi.
Seonsaeng-nim, kami juga mau dong kopinya!
Boleh.
Ayo cepat ke mari.
Tapi pembicaraan menarik seperti apa yang sedang kalian bicarakan?
Eumak Seonsaeng-nim sedang membicarakan bagaimana memprediksi mimpi. [Eumak Seonsaeng - guru musik]
Serius?
Iya, katanya dia tahu kalau hari ini akan turun salju.
Tahu dari mana?
-Kalau begitu aku akan masuk universitas mana? - Umur berapa aku akan menikah?
Tidak ada mobil yang bisa terbang?
Iya, iya.
Beneren penasaran?
- Iya. - Iya.
Ini membocorkan rahasia alam.
Di tangan setiap orang memegang sesuatu. Telepon.
Ah, barang seperti itu...
kenapa harus dibawa-bawa? Kan ada yang namanya telepon umum?
Beda jenisnya dengan telepon umum.
Ukurannya kira-kira sebesar telapak tangan dan bisa dipakai buat dengar radio.
Bisa dipakai buat memotret, juga bisa dipakai sebagai kalkulator.
Kalian jangan kaget ya.
Barangnya masih bisa dipakai untuk nonton TV.
Ah, apaan sih? Mana mungkin itu.
Tidak ada logika.
Ini... Ini benar-benar menguak rahasia alam.
Sebentar.
Tahun 2015 bulan September tanggal 26 dan 27...
Dua hari itu akan turun salju. Dan saljunya akan sangat lebat.
Kalau seperti itu, aku juga bisa ngarang.
Tidak ada kejadian yang lebih dekat?
Misalnya pertandingan bisbol antara Sam Mi dan MBC besok.
Antara Baek In Cheon dan Jang Myeong Boo siapa yang akan menang. Yang seperti begini.
Yang seperti itu?
Kalian tahu Baek Cheol Soo dari falkon?
Iya.
Kelak orang itu akan menjadi penyiar.
Jika di tahun 2015, bulan September tanggal 26 dan 27
secara dua hari berturut-turut turun salju,
tidak peduli siapa itu,
sebarkan kejadian hari ini sebagai sebuah cerita.
Orang yang mengirim cerita itu,
akan kutraktir dia minum bir.
Tiga puluh dua tahun kemudian, sepertinya terlalu jauh.
Tidak bisa traktir hari ini saja?
Lonceng sudah berbunyi. Lonceng.
Tnggu sebentar! Oh ya, namanya bukan telepon.
Terus apa namanya?
Smartphone.
Apa? Apa namanya?
Smartphone.
Jangan bicara omong-kosong di depan anak-anak.
Aigoo, dasar!
- Seonsaeng-nim, sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Hei, apa yang kuceritakan itu beneren! Dasar anak-anak ini!
Yoon Jeong, di masa itu air saja harus beli lho!
Kenapa harus beli air minum?
Menurutku, kondisimu yang seperti ini karena kerasukan dewa.
Katanya ilmu pasti atau apalah itu, kenapa malah lari ke dewa?
Makanya, mimpi pun dibeda-bedakan.
Eh? Tunggu sebentar!
Wanita ini...
Wanita?
Wanita yang itu.
Aku temani hyeong ke rumah sakit deh! Jangan takut ya.
Eh, serius ini adalah wanita yang itu. Wanita yang ada di dalam mimpi.
Dasar ini anak! Kenapa sih omonganmu begitu menyeramkan?
Halo! Aku sudah lihat sekarang.
Maaf.
Bikin kaget saja!
Kau, kan? Penguntit.
Ibu! Aku harus bagaimana? Ada penguntit.
Jika aku berbuat seperti ini,
kau akan langsung mengekspos dirimu, kan?
Oke, aku mau lihat!
Ngomong apa sih kau?
Masih bisa tahu kalau aku cantik?
Bukan seperti itu.
Hei, cari mati ya kau?
Kau Seo Yoon Jeong bukan?
Apa? Siapa?
Aku selalu melihatmu, di dalam mimpi.
Di dalam mimpi? Melihatku?
Iya.
Kau bercanda ya? Kukira kau itu psikopat biasa.
Ternyata kau itu psikopat kelas berat!
Apa katamu? Mampus kau!
Mau apa kau Seo Yoon Jeong?
Mau apa kunyuk satu ini?
- Ada flasher! Flasher! - Bukan, bukan, bukan. [Flasher - org yg suka memperlihatkan kemaluannya]
Aku... Aku adalah polisi.
Bisa dikonfirmasi. Di kantong sebelah kiri ada KTP ku.
Coba cari! Tidak ada?
Dasar psikopat!
Tidak ada? Mana mungkin.
Jangan macam-macam, kunyuk!
Ajussi, ini orang adalah polisi?
Seonbae, kau tahu orang ini kan? Aku pernah cerita kalau melihatnya di dalam mimpi.
Jangan ungkit masalah mimpi itu lagi.
- Kim Geon Woo? - Maaf.
- Orang ini yang mencopet dompetmu sudah ditemukan. - Maaf.
- Tidak tahu? - Ayo ikut masuk!
Polisi macam apa sampai dompet sendiri bisa kecopetan. Duduk yang benar!
Apa?
Polisi? Rambutnya sedikit...
Ada masalah apa?
Iya, gini Banjang-nim. Itu...
Ya, Banjang-nim. Itu... aku...
Belakangan ini aku mendapat serangkaian mimpi, anu... maksudku...
Aku ketemu dengan wanita yang kulihat dalam mimpi.
Tapi tiba-tiba aku dituduh psikopat. Aku benar-benar tidak bersalah.
Maaf.
Ngomong dong dari tadi. Aigoo, dasar.
Yang jujur saja. Bilang saja Seonsaeng-nim terlalu cantik.
Menggunakan mimpi sebagai alasan dan mengejar sampai ke situ.
Dasar.
Yah mau bagaimana lagi. Minumlah segelas!
- Boleh. - Ayo, ayo, ayo.
Lenganku mau copot nih!
Kenapa marah-marah?
Terima kasih, terima kasih.
Kau beneran bukan guru Seogyeong-go?
Sudah lihat kan? SMA Miseong.
Di sekitar area sekolah anak-anak sampai ketakutan.
Kim Hyeongsa, kau seperti ini boleh dibilang sudah lumayan.
Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh.
Sampai minggu lalu ada total 7 orang siswa yang meninggal.
Eh? Caramu menghitung juga persis sama.
Aigoo dasar! Hentikan omong-kosong ini.
Ayo kita semua bersulang! Bersulang!
Bersulang! Bersulang! Ayo bersulang!
Gara-gara kau yang selalu seperti orang ling-lung makanya bisa kecopetan, Kim Hyeongsa-nim.
Gara-gara mimpi sialan itu aku jadi seperti apa sekarang ini?
Halo!
Halo!
Halo, Gyogam Seonsaeng-nim. [Gyogam - kepala sekolah]
Oh ya, Gyogam Seonsaeng-nim!
Anda pernah dengar nama sekolah Seogyeong-go?
Jeong Seonsaeng-nim, kau dengar dari mana nama tersebut?
Anu... cuma kebetulan dengar saja.
Miseong-go kita dulunya adalah Sogyeong-go.
Apa? Maaf? Benarkah?
Di tahun 80-an.
Ketika berubah kepemilikan, namanya juga diganti baru.
Tapi tolong jangan ungkit masalah ini dengan guru-guru yang lain.
Seo Yoon Jeong...
...ternyata benar ada.
Wah, ternyata dia benar-benar ada.
Wajahnya benar-benar mirip.
Kenapa bisa ada kejadian seperti ini?
Bisa melihat orang yang hidup di tahun 83, masuk akal tidak ini?
Kenapa bisa wanita ini wajahnya mirip sekali denganku?
Kenapa bisa begini? Kenapa?
Seo Yoon Jeong, wanita dalam mimpi.
Orang yang wajahnya mirip dengan So Eun itu...
kau ingin tahu bagaimana hidupnya sekarang ini?
Tentu.
Seo--Yoon--Jeong, jujur saja adalah sebuah nama yang sangat pasaran.
Penyidikan juga tidak sesederhana seperti yang dibayangkan.
Yang kumaksud adalah, Sabtu depan harusnya sudah bisa tahu.
Kau sama sekali belum pernah pacaran, kan?
Di depan siapa kau mencoba merayu cewek dengan cara tahun 88?
Kenapa bisa bermimpi seperti mimpi yang begini?
Tahun 1983, Oktober tanggal 5.
-=Tim sepak-bola Cheonsonyeon Republik Korea menang 2:1 atas Uruguay.=-
-=Tim sepak-bola Cheonsonyeon Republik Korea menang 2:1 atas Uruguay.=- Tim sepak-bola Cheonsonyeon Republik Korea menang 2:1 atas Uruguay.
Tim sepak-bola Cheonsonyeon Republik Korea menang 2:1 atas Uruguay.
Boleh juga tuh tim sepak-bolanya.
-=Mikoyan-Gurevich MiG-21.=- Pesawat tempur Mikoyan-Gurevich MiG-21. Ternyata kejadian apa aja ada.
Oktober 4, 1983, Tim sepak-bola Cheonsonyeon dua lawan satu.
Loyalitas.
Banjang-nim.
Ini adalah berkas kasus yang belum terpecahkan. Bawa ke bagian penyimpanan berkas!
Ini adalah berkas kasus yang belum terpecahkan. Bawa ke bagian penyimpanan berkas! -=Kasus pembunuhan wanita di wilayah Barat Daya Seoul.=-
Ini adalah berkas kasus yang belum terpecahkan. Bawa ke bagian penyimpanan berkas!
Bereskan dan bawa ke bagian penyimpanan berkas!
Siap.
-=Kasus pembunuhan wanita di wilayah Barat Daya Seoul.=-
-=83.10.4 Korban: Seo Yoon Jeong.=-
-=Laporan Investigasi=-
-=Laporan Investigasi=-
-=Dikarenakan pendarahan berlebihan pada arteri yang terluka, korban Seo Yoon Jeong, Oktober 1983 jam 19:00 menjadi korban pembunuhan. Korban ditemukan oleh tunangannya yang bernama Baek Ji Hwan. Korban Seo Yoon Jeong meninggal dikarenakan pendarahan berlebihan yang disebabkan oleh arterinya yang dipotong dengan benda tajam.=-
-=Kasus ditutup.=- -=Tersangka: Kang Hyeong Cheol.=-
-=Seorang buruh harian. Gemar berjudi di lokasi konstruksi. Pada saat sedang berjudi dengan rekannya, dikejar oleh rentenir.=-
-=Piket=-
Omo!
Siapa?
Kau tidak apa-apa?
Ternyata Seonsaeng-nim.
Aku hampir mati ketakutan.
Bukuku ketinggalan di kelas kimia, jadi aku ke sini untuk mengambilnya.
Karena takut pada saat buru-buru mau keluar--
Jangan bergerak!
Lukanya tidak begitu dalam.
Nanti ke ruang piket kau akan kuberi obat.
Nyalimu besar juga. Kenapa ke sini sendirian?
Seharusnya kau ke sini cari aku dulu.
Pintunya terbuka, jadi kukira ada orang.
Tadi jelas-jelas aku lihat tuh!
Jam segini bisa ada siapa?
Hati-hati!
Baik.
Kuceritakan cerita horor buat Seonsaeng-nim ya.
Ji Hwan, orang kalau lihat pasti kirain kau itu guru sains.
Bukankah kau itu tinggal di kelas sains?
Pulang kerja hari ini kau mau ngapain? Mau ke rumahku?
Aku sudah ada janji hari ini.
Janji apa?
Oh? Oh itu...
Rahasia. Kau tidak boleh tahu.
Janji apa sebenarnya?
Hari ini kau aneh sekali.
Sebenarnya hari ini aku ada janji untuk mengepas gaun pengantin.
Aku juga mau ikut. Kita ke sana bersama saja.
Tidak boleh! Katanya pantang bagi pengantin pria sebelum pernikahan
melihat pengantin wanita dengan gaun pengantinnya.
Bagaimana dengan orang itu?
Tidak ada kejadian menarik?
Mimpimu.
Kenapa dengan mimpi?
Aku... aku tidak percaya dengan mimpi.
Ji Hwan, kau benar tidak apa-apa?
Di dalam mimpi...
Yoon Jeong.
Kau kenapa?
Aigoo, kau kerja di kelas sains?
Siapa yang bilang bukan?
Hati-hati! Biarin aja, biar aku saja.
Baek Seonsaeng, hebat sekali nih!
Akan segera bersanding dengan Seo Seonsaeng yang begitu cantik.
Tentu saja.
Baek Seonsaeng-nim, sekarang sudah saatnya kau mengosongkan ruang kelas sains ini ya.
Hari ini ada pertandingan sepak-bola dengan tim Uruguay, bagaimana menurutmu?
Tidak melihat apa-apa di dalam mimpi?
-=Tim sepak-bola Cheonsonyeon Republik Korea menang 2:1 atas Uruguay.=-
Jika... jika tim Korea menang 2:1 atas Uruguay,
Jika... jika tim Korea menang 2:1 atas Uruguay, -=Oktober 4, 1983, Tim sepak-bola Cheonsonyeon dua lawan satu.=-
Jika... jika tim Korea menang 2:1 atas Uruguay,
Park Seonsaeng minta apa pasti akan kuberikan.
Kalau begitu, berikan Seo Seonsaeng padaku.
Dasar!
Hei, beneran ya!
Cepat! Gol! Tim Korea.
Pertama kali dalam sejarah! Berhasil memasuki pintu dunia.
Kau sudah berjanji aku minta apa pasti akan kau beri.
Sungguh membanggakan! Korea menang!
-=Auditorium Taegyeong, jam 18:00.=-
Pemberitahuan darurat!
Permisi! Permisi!
Pemberitahuan darurat! Kondisi darurat!
Harap semuanya jangan panik! Silakan menunggu di tempat yang aman.
Hei! Hei!
Ke Auditorium Taegyeong.
Gila ya kau? Pesawat musuh sedang menuju ke sini.
Dilarang ke sana. Kau mau ke mana?
Cuma pihak Tiongkok yang menyatakan tunduk.
Tahu dari mana kau?
Menurut liputan langsung ada kemungkinan serangan.
Pesawat jet tempur MiG 21 terbang ke mari dan mengalami kecelakaan.
Pesawat jet tempur MiG 21 terbang ke mari dan mengalami kecelakaan.
Pesawat jet tempur MiG 21 terbang ke mari dan mengalami kecelakaan. -=Seorang buruh harian. Gemar berjudi di lokasi konstruksi. Pada saat sedang berjudi dengan rekannya, dikejar oleh rentenir.=-
-=Seorang buruh harian. Gemar berjudi di lokasi konstruksi. Pada saat sedang berjudi dengan rekannya, dikejar oleh rentenir.=-
Aigoo menang! Gwang semua nih! Semua uangmu ludes?
Hei, maksudnya kau tuh! Kau! Kau ini benar-benar tidak berhoki.
Cepat buka kartunya!
Pinjami aku 20 ribu Won.
Lebih baik kau jangan main saja.
Di sini ada yang bernama Kang Hyeong Cheol?
Hei, Kang-ssi! Kau tidak mau main lagi?
Kang Hyeong Cheol! Tunggu! Tunggu!
Kang Hyeong Cheol!
Hei, aku kan sudah bilang bulan depan pasti bayar.
Tunggu! Tunggu! Tunggu! Kang Hyeong Cheol!
Tunggu! Tunggu! Tunggu!
Kumohon.
Tunggu!
Yoon Jeong!
Seonsaeng-nim...
-=Alm. Seo Yoon Jeong.=-
Setelah tenggorokannya disayat dengan pisau kemudian ia dibunuh.
Kenapa dia dibunuh? Kenapa dia dibunuh?
Minggir! Minggir! Minggir!
Sana! Sana!
Ayah.
- Seung Beom... - Bukan aku, bukan aku yang bunuh.
Aku tidak membunuhnya, Seung Beom.
Jalan! Jalan! Buka pintu! Cepat buka pintu!
Seonsaeng-nim, aku juga sangat sedih atas meninggalnya Seo Seonsaeng-nim.
Tapi pasti bukan perbuatan ayahku.
Tolong percaya pada kata-kataku, Seonsaeng-nim.
Bukan ayahku! Aku pasti akan mengusutnya sampai tuntas.
Aku pasti akan mengusut untuk membuktikan ayahku bukan pelakunya.
Dan pembunuh aslinya, pasti akan kutemukan.
-=Sekolah SMA Miseong=-
-=Sekolah SMA Miseong=- Murid tapi merokok?
Dasar kunyuk!
Seonsaeng-nim, ada apa?
Gara-gara kebakaran, kan?
Kebakaran apa?
Jeong Seonsaeng, masa kau tidak tahu
kenapa yayasan perguruan kita diganti?
Karena dulu auditorium kebakaran dan anak-anak pada....
Oktober 18, tahun 1983.
Auditorium kebakaran 49 siswa semuanya meninggal.
Auditorium yang sekarang ini dibangun kembali setelah kebakaran.
Benarkah ada kejadian seperti ini?
Tapi kejadian yang sebesar ini kenapa hanya diketahui oleh segelintir orang?
Pada saat itu bukankah ada sebuah aktivitas nasional?
Dekatnya, Asean Games tahun 86.
Jauh dikit, ya Olympiade tahun 88.
Mungkin demi menjaga kulit muka negara.
Skala laporannya diperkecil.
Pada waktu itu kejadian seperti ini sangatlah biasa.
Sebentar, So Eun.
Boleh kulihat sebentar foto tahun 84? Bukan, 83.
Jika murid yang sekolah di tahun 83, harusnya lulus di tahun 84.
Anak-anak ini adalah murid-murid di kelas Seo Yoon Jeong Seonsaeng.
Aku yakin karena aku pernah melihat mereka.
-=Kelas 3-2. Semoga semua murid-murid beristirahat dengan tenang.=-
-=Kelas 3-2. Semoga semua murid-murid beristirahat dengan tenang.=- Kenapa justru murid-murid dari kelas Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim?
Kenapa justru murid-murid dari kelas Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim?
Kematian Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim,
ditambah kasus kebakaran auditorium,
aku akan coba mencari tahu jika ada hubungannya atau tidak.
Mungkin Baek Ji Hwan bisa melakukan sesuatu.
=Lewat mimpi aku melihat Yoon Jeong dan anak-anak di kelasnya=
=meninggal dalam jarak hanya terpisah beberapa hari.=
=Dan kejadian itu benar-benar terjadi dalam kenyataan.=
=Mimpi itu dimulai bulan Januari tahun 1983.=
-=Kasus kebakaran auditorium sekolah SMA Seogyeong.=-
-=Kasus kebakaran auditorium sekolah SMA Seogyeong.=- Kasus kebakaran auditorium.
Kasus kebakaran auditorium.
Kasus pembunuhan wilayah Barat Daya. Korban pertamanya adalah Seo Yoon Jeong.
Pemotongan aorta dengan benda tajam. Meninggal dikarenakan pendarahan masif.
Mayatnya ditemukan di sebuah pasar yang lokasinya berdekatan dengan SMA Seogyeong.
Korban kasus pembunuhan yang kedua adalah siswi Yoon Seon Gyeong.
Hari kejadian adalah Oktober 22, 1983.
Seperti halnya Seo Yoon Jeong, aortanya robek dan tewas seketika.
Ketiga kali, keempat kali, kelima kali, ketujuh kali.
Semuanya tewas dengan cara yang sama.
Kasus kebakaran auditorium dengan kasus di Barat Daya
di TKP keduanya ditemukan masker.
Jika pelaku kebakaran dan pembunuhan tersebut adalah orang yang sama,
benarkah tersangka utama Kang Hyeong Cheol membunuh begitu banyak korban?
Jarak lokasi kejadian dengan sekolah kami dekat sekali.
Jika melarikan diri lewat jalan ini,
ada kemungkinan bersembunyi di dalam sekolah.
Kasus pembunuhan kelima, Oktober 31, 1983.
Sebelum kasus pembunuhan kelima terjadi, Kang Hyeong Cheol telah meninggal.
Baek Ji Hwan, Kang Hyeon Cheol... Pergi mencari Kang Hyeon Cheol...
Jika dia bukan pelakunya, tapi berada di lokasi kejadian,
berarti sudah pasti dia adalah saksi mata.
Tapi di dalam situ ada orang.
Tidak peduli bagaimana aku berusaha meyakinkan, orang-orang tidak ada yang percaya padaku.
Oh ya, ada aroma yang sangat aneh.
Aroma apa?
Sedikit menyengat, tapi juga terasa sedikit manis.
S
Su
Sub
Subt
Subti
Subtit
Subtitl
Subtitle
Subtitle
Subtitle o
Subtitle ol
Subtitle ole
Subtitle oleh
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh:
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~
Subtitle oleh: ~ D
Subtitle oleh: ~ Da
Subtitle oleh: ~ Dam
Subtitle oleh: ~ Damn
Subtitle oleh: ~ Damn!
Subtitle oleh: ~ Damn!S
Subtitle oleh: ~ Damn!Su
Subtitle oleh: ~ Damn!Sup
Subtitle oleh: ~ Damn!Supe
Subtitle oleh: ~ Damn!Super
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperS
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSu
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub I
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub In
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Ind
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indo
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indon
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indone
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indones
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesi
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Subtitle oleh: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Diterjemahkan oleh: ~ totoro ~
Terus wajah yang kau bilang itu...
Yang agak aneh adalah...
dia sepertinya memakai kaca mata di atas penutup mua berwarna hitam.
Jika yang dimaksud adalah masker gas, berarti masuk akal.
Terima kasih, Seonsaeng.
Dan juga, jangan terlibat dalam keributan.
Keributan?
Hari ini tanggal 18 Oktober, 1983 Sore jam 4:30...
Jika apa yang kumimpikan tidak meleset,
di auditorium ini akan terjadi kebakaran.
Demi membunuh 49 orang anak-anak yang berkumpul di dalam auditorium itu,
pelakunya pasti akan muncul di tempat ini.
Pelaku pembunuhan Yoon Jeong yang sebenarnya.
Hari ini bangsat itu harus ditangkap.
Hei, asap apa ini?
Bau apa ini?
Hei, coba kalian ke sini sebentar!
Cepat! Cepat keluar! Hei, cepat!
Anak-anak, bantu aku sebentar!
Sadarkan dirimu! Yoo Ri! Yoo Ri! Jae Hoon!
Cepat siram air!
Sejarah telah berubah.
Bae Ji Hwan, kau berhasil menghentikannya.
Masker gas yang dibuang oleh pelaku kejahatan kelihatan di sini.
Walaupun pelakunya tidak tertangkap,
tapi aku berhasil menghindari kematian anak-anak.
Apa motif dari pelaku?
Ke sana! Ke sana! Passing bolanya!
Aku ada sedikit urusan jadi mampir ke suatu tempat. Ini dalam perjalanan pulang.
Baek Ji Hwan Seonsaeng-nim berhasil menghentikan kebakaran auditorium.
Omo! Benarkah? Kenapa bisa begitu?
Aku merindukanmu.
Halo?
Aku sedang mendengarkan.
=Aku merindukanmu, So Eun.=
Jam berapa kau akan tiba di Seoul?
Mungkin agak malam.
Aku sangat pintar masak. Kita makan bersama yuk!
So Eun?
Masakanku juga enak sekali.
Loyalitas!
Karena harga diri dan semangat Korea yang tak kenal luntur,
pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Tokyo,
pertandingan sepak-bola antar Korea dan Jepang terjadi sebuah titik balik.
Berita pagi, pagi ini di jalur Namhangangsan,
ditemukan sebuah mobil yang jatuh.
Menurut laporan polisi,
- Apa yang terjadi sih? Bikin khawatir orang saja. - mobil terperosok ke dalam air setelah menabrak pembatas jalan.
Tidak ada pengemudi di dalam mobil yang terlibat dalam kecelakaan.
Jeong XX yang hilang adalah seorang guru di sebuah sekolah SMA.
Pada saat kejadian sedang berada di Gyeonggi-do.
Dalam perjalanan pulang setelah selesai mengikuti pelatihan sekolah.
Menurut pernyataan dari pihak kepolisian,
kemungkinan karena ngebut atau...
karena mengemudi dalam kondisi lelah sehingga menyebabkan kecelakaan.
Tim Penyelamat Darurat sedang melakukan penyelamatan darurat.
Tidak mungkin ini.
Dari dalam mobil berhasil ditemukan sebuah data.
Di dalam kotak hitam terekam ada nomor plat mobil pelaku.
Setelah diperiksa, ternyata adalah mobil curian.
Ditambah...
=Gila ya? Mengemudi pakai kaki ya?=
Masker gas. Sudah seharusnya bangsat 30 tahun yang lalu itu ditangkap.
Seonsaeng-nim.
Dulu dipinjamkan oleh Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim padaku.
Kurasa lebih baik kukembalikan padamu, Seonsaeng-nim.
Korban pembunuhan kedua, Yoon Seon Gyeong.
Oh, iya.
Kakiku hari itu terluka karena botol yang jatuh di kelas sains.
Saeonsaeng-nim memberiku obat.
Kami juga sangat merindukan jika Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim.
Yoon Seon Gyeong, awas!
Daebak!
Yoon Seon Gyeong kau sudah mati. Sana, bawakan satu ceret air!
Berapa umur kita ya di tahun 2000 nanti?
Harusnya sih pertengahan 30 deh!
Di atas umur 30 tahun? Harusnya sudah menikah dong ya?
- Iya dong! - Kubilang bukan.
Apa yang bukan, bajingan?
Bisa jadi anak pun sudah punya.
Udah ah! Aneh sekali rasanya.
Bajingan!
Lepaskan aku, bajingan!
Bajingan!
Bajingan, sudah gila ya kau?
Bajingan sepertimu sudah sepantasnya dihajar, bajingan!
Apa kesalahannya?
Kunyuk ini adalah anak pembunuh.
Dengar baik-baik!
Seung Beom bukan anak pembunuh.
Ayah Seung Beom sekarang hanyalah seorang kambing hitam.
Tolong sebarkan ke teman-teman yang lain. Aku berani jamin.
Sana!
Oktober 22.
Sore jam 3:41.
Menanti kedatangan seseorang di ruang kelas yang sepi.
Hari ini bangsat itu harus bisa ditangkap.
Kau kah?
Orang yang barusan memberikan pesan di atas secarik kertas?
Bau apa ini?
Baek Ji Hwan, lekas bangun!
Bangun, Baek Ji Hwan!
Lekas bangun!
Lekas bangun!
Pengumuman! Pengumuman!
Sebentar lagi pada jam lima akan diadakan
upacara peringatan hari jadi ke-60 sekolah dan acara foto.
Diharapkan kepada semua siswa-siswi semuanya untuk berkumpul di gedung olah-raga.
Jangan!
Hyeon Joo, kau tidak apa-apa?
Kunyuk itu...
Diharapkan untuk sesegera mungkin berkumpul di tempat yang ditentukan.
Sebelah sini.
Ayo cepat ke sebelah sini!
Sebelah sini, sebelah sini.
Telah menyusahkan para guru dan murid-murid sekalian hari ini.
Sekarang aku akan meletakkan barang ini ke dalam ya.
Ayo!
Masukkan ke dalam, semuanya dimasukkan ke dalam.
Ayo, ayo, di sini.
Ayo, ayo semuanya sudah?
Iya.
Ayo ke sini!
-=Penguburan dan Pembukaan=- -=Tanggal penguburan: Tahun 1983, Oktober 22=- -=Tanggal pembukaan : Tahun 2003, Oktober 22. =- -=Kegiatan peringatan ke-60 berdirinya sekolah, kapsul waktu=-
Apa?
Kau bilang aku adalah pelakunya?
Coba lihat! Masker gas ini ditemukan di atas mejamu.
Baek Seonsaeng, di atas mejamu.
Kalau memang aku adalah pelakunya, kau pikir aku akan meletakkannya begitu saja di atas mejaku?
Aku tidak ada waktu untuk omong-kosong seperti ini.
Tunggu sebentar! Tunggu!
Aku harus segera menangkapnya.
Kau tidak boleh pergi.
Sekarang ini pelakunya sedang berkeliaran dengan bebas di jalanan.
Cepat borgol dia dan bawa dia pergi dari sini.
Siap!
Interogasi dia dengan benar nanti di kantor!
Sialan!
Mau apa kalian?
Letakkan! Letakkan!
Hei! Hei! Hei! Hei!
Tangkap dia! Di sebelah sana! Tangkap dia!
Berhenti! Kusuruh kau berhenti!
Berhenti!
Berhenti!
Bajingan!
Tangkap orangi tu!
Hei, tangkap dia!
Seonsaeng-nim, lekas naik!
Baik.
Hei! Hei! Berhenti!
Kunyu!
Berhenti, kunyuk!
Cepat tangkap dia!
Ini aku.
Dia ada pulang ke rumah?
Tidak ada? Sepertinya tidak pulang.
Nanti kutelepon lagi.
Ke mana saja kau selama ini?
Sebuah laporan pun tidak ada.
Banjang-nim...
Kasus So Eun dan kasus-kasus
masker gas yang terjadi selama ini berbeda.
Apa maksudmu?
Orang yang berniat membunuh So Eun kali ini
caranya berbeda dengan kejadian 32 tahun yang lalu.
Modusnya berbeda.
Jika 30 tahun yang lalu ada orang yang berhasil menangkap kunyuk itu...
apa yang akan terjadi?
Mereka itu orang gila bukan sih?
Pikiran dari mana itu jika Seonsaeng-nim adalah pelakunya?
Kunyuk yang muncul hari ini adalah pembunuh Yoon Jeong yang sebenarnya.
Kalau begitu ayahku benar bukan pelakunya, kan?
Benar.
Bajingan itu membunuh Yoon Jeong dan ayahmu dikambing-hitamkan.
Orang yang menyulut api di auditorium juga dialah orangnya.
Dia berniat membunuh seluruh siswa yang ada di kelas Yoon Jeong.
Walaupun waktu itu berhasil digagalkan,
tapi tidak berhasil menangkapnya.
Tapi, Seonsaeng-nim bagaimana caranya bisa tahu semua ini?
Walaupun aku tidak bisa menceritakan alasannya...
Maksudku...
...kuberitahu pun kau belum tentu bisa percaya.
Jika aku gagal, bantulah aku untuk menangkapnya.
Apa yang harus kulakukan?
Tidak peduli apa pun yang terjadi hari ini,
kau harus bisa menghentikan kematian wanita ini.
Mobil ini adalah mobil si masker gas yang digunakan untuk menghadang mobil Jeong Seo Eun.
Dini hari melewati kantor pemerintah Yeoju Kangcheon.
Coba lihat lagi bagian ini.
Kenderaan yang melewati jalan ini dalam selang waktu 10 menit.
Untung di mobil ini ada dipasang kotak hitam.
Di sini adalah jalan tol 42 dan jalan 9 dari Yeonju ke Munmak.
Di persimpangan di seberang sana ada kamera CCTV.
Tapi dari hari itu sampai sekarang
mobil itu sama sekali tidak melewati jalan ini.
Jika belum masuk surga, berarti masih ada di situ.
Ya, halo?
Geon Woo!
So Eun?
Benarkah ini kau, So Eun?
Iya, aku adalah So Eun.
Kau ada di mana sekarang?
Aku juga tidak tahu. Sepertinya di sebuah vila.
=Vila?=
=Vila yang seperti apa?=
=So Eun! So Eun!=
=So Eun, jangan diam saja!=
Dari jauh kelihatan ada terowongan.
Terowongan... terowongan.
Sekarang aku berjalan menelusuri jalan tersebut sambil membunyikan klakson mobil.
=Jika ada sesuatu yang bisa kau lihat, segera beritahu aku!=
Sekarang masih belum kelihatan apa-apa.
=So Eun, tenangkan dirimu.=
Aku akan segera ke sana. Kau bertahanlah sebentar.
Jangan ke sini!
Kenapa?
Geon Woo! Geon Woo!
Sebelah sini!
Geon Woo! Geon Woo sebelah sini!
Geon Woo!
So Eun.
So Eun, kau tidak boleh mati.
Tidak boleh, So Eun.
Tidak boleh!
Hyeong Joo lekas naik ke mobil!
Baru berapa lama wali kelas kita meninggal?
Aku takut.
Kau sempat melihat wajah pelakunya?
Tidak.
Karena dia mengenakan masker gas jadi tidak kelihatan.
Tapi aku ingat matanya.
Bola matanya terlihat kosong.
Sepertinya sama sekali tidak memiliki perasaan.
Hyeon Joo, kau lihat juga kan?
Ya, halo?
Geon Woo!
Ini adalah nomor telepon yang disita oleh kami.
Iya.
Semua nomor telepon pelaku yang terlibat transaksi organ.
Waktu itu semuanya disita.
Jangan-jangan hape yang digunakan oleh So Eun
untuk meneleponku adalah hape milik pelaku?
-=Kang Seung Beom=-
=Aku sedang tidak berada di rumah.=
=Silakan tinggalkan pesan setelah bunyi bip berikut ini.=
=Hyeon Joo, ini aku.=
=Kalau kau ada di rumah, tolong diangkat teleponnya.=
Hyeon Joo...
=Sepertinya kau benar tidak ada di rumah.=
Choi Hyeon Joo.
=Hyeon Joo, benarkah perbuatanku yang seperti ini?=
=Baiklah, aku akan telepon lagi.=
=Banjang-nim, sepertinya kau mulai menggunakan nomor telepon ini.=
Sepertinya, kau sudah tahu beberapa hal.
=Iya.=
Pelakunya bukanlah si masker gas itu, tapi orang yang menirunya.
=Sudah kubilang modusnya beda.=
=Penculik So Eun bukanlah orang yang dulu itu.=
Orang ini sudah lama sekali mengikuti si masker gas.
Mulai dari zaman sekolah.
=Demi menangkap orang yang mengkambing-hitamkan ayahnya sebagai pembunuh,=
=yaitu si masker gas, dan menjadi polisi.=
=Setelah menjadi polisi dan melakukan penyidikan secara gigih.=
Ada kesempatan bisa menangkap si masker gas,
tapi malah memprovokasi rasa dendamnya yang jauh lebih besar.
Maaf.
Kenapa?
Kenapa menculik So Eun?
Rekaman ini..
...diberikan oelh Baek Ji Hwan Seonsaeng-nim padaku sebelum beliau meninggal dunia.
Saat itu aku merasa Seonsaeng-nim sudah tidak waras.
Dua orang pria menatap waktu 30 tahun ke depan dan bermimpi.
Tapi, siapa sangka benar-benar terjadi.
Peristiwa yang dia ceritakan...
Dia muncul di hadapanku.
Anggota Tim Force 2, Kang Geon Woo.
Pertama kali bertemu.
Ditambah, Seo Yoon Jeong Seonsaeng-nim...
Jeong So Eun yang wajahnya mirip sekali dengannya.
Ajussi, ini orang adalah polisi?
Ada masalah apa?
Dua belas tahun yang lalu, kapsul waktu telah dibuka di almamater ku.
Tapi di dalam kapsul itu ditemukan adanya sebilah pisau.
Pisau yang digunakan pelaku pada saat membunuh Yoon Seon Gyeong.
Dan di atas pisau tersebut terdapat bekas darah pelaku.
Dari situ bisa dicari tahu golongan darah pelaku.
Berdasarkan sidik jari yang tertinggal pada pisau, pelaku bisa ditangkap.
Hanya masalah waktu saja.
Tapi gara-gara masalah itu, istriku diculik.
Pelaku menuntut supaya aku menukar istriku dengan menggunakan pisau tersebut.
Tidak!
Hyeon Joo! Hyeon Joo! Hyeon Joo!
Bajingan yang terluka oleh tembakan pistolku itu,
tidak jelas jika sudah mati atau masih hidup.
Semenjak hari itu, bangsat itu tidak pernah ditemukan lagi.
Hari itu, aku membuntuti Jeong So Eun.
Jika bajingan itu masih hidup,
pasti dia akan muncul di tempat itu.
Jika aku hari ini berhasil menangkap bajingan itu,
Jeong So Eun akan aman.
Mendadak muncul sebuah ide dari dalam kepalaku.
Betul, jika Baek Ji Hwan Seonsaeng-nim sebelumnya
berhasil menangkap si masker gas itu,
Hyeon Joo juga akan tetap bisa hidup.
Tapi sampai detik terakhir, bajingan itu tidak muncul.
Dan aku juga sudah mengambil keputusan.
Ini adalah kesempatan terakhir untuk menyelamatkan Hyeon Joo.
Aku demi memperlihatkan pada Seonsaeng-nim,
pemandangan di mana si masker gas membunuh Jeong So Eun,
melalui mimpinya.
Permisi!
Dengan demikian kau dan seonsaeng-nim,
tidak akan memaafkan si masker gas.
Gara-gara hal bodoh ini So Eun dibunuh?
Itu adalah sebuah kecelakaan.
Aku hanya ingin supaya kau percaya jika dia sudah mati.
Lalu?
Demi memancingku, kau berpura-pura menjadi bajingan itu?
Supaya aku dan Baek Ji Hwan menangkap bangsat itu?
Jika kami melakukannya sesuai dengan yang kau rencanakan,
menurutmu Hyeon Joo akan bisa kembali?
Tapi, lihat baik-baik kau!
Masa lalu yang berubah dikarenakanmu,
Hyeon Joo tidak akan bisa kembali.
Seonsaeng-nim masih melihatmu?
Seonsaeng-nim, begitu kau terjaga dari mimpimu,
bunuhlah aku yang ada di masa lalu.
Aku yang akan menjadi seorang penjahat, Kang Seung Beom.
Dengan demikian, Jeong So Eun tidak akan mati.
Seonsaeng-nim, setelah ke sekolah kau tidak pernah kembali lagi.
Jangan pergi ke sana, Seonsaeng-nim!
Alasan yang tidak kuketahui.
Hanya dengan berbuat seperti ini, semuanya akan bisa terselesaikan.
Jangan! Jangan tembak!
Seonsaeng-nim, begitu kau terjaga dari mimpimu,
bunuhlah aku yang ada di masa lalu.
Aku yang akan menjadi seorang penjahat, Kang Seung Beom.
Dengan demikian, Jeong So Eun tidak akan mati.
Seonsaeng-nim, setelah ke sekolah kau tidak pernah kembali lagi.
Jangan pergi ke sana, Seonsaeng-nim!
Ada tamu.
Tolong aku! Tolong aku! Tolong aku! Tolong aku!
Tolong aku! Tolong aku! Tolong aku! Tolong aku!
Tolong aku...
Coba ceritakan, kenapa kau bunuh Yoon Jeong?
Kenapa bunuh Yoon Jeong? Kenapa?
Supaya suasana hatiku menjadi cerah.
Ada beberapa data yang harus kudapatkan.
Salah satunya di situ.
Saengmul Seonsaeng-nim? [Saengmul - biologi]
Barang-barang kimia yang ada di kelas kimia tolong jangan sembarangan diutak-utik.
Kenapa ikut campur urusan orang lain?
Kenapa ikut campur?
Kenapa menyulut api?
Masalahnya adalah...
Dari antara siswa-siswi tersebut, ada yang tahu.
Kalau sudah tahu, tidak bisa berpura-pura jika tidak tahu.
Karena itu setelah membunuh Yoon Jeong,
kau berniat membakar semua murid-muridnya sampai mati?
Demi menutupi perbuatanmu?
Baek Seonsaeng dan Yoon Seonsaeng juga tidak ada bedanya.
Aku juga berpikir untuk "mengirimmu" pergi.
Tapi, ternyata kau malah datang sendiri.
Seonsaeng-nim, kau tidak apa-apa?
Mana boleh kau datang seorang diri?
Cepat cari Hyeon Joo! Hyeon Joo ada di sini.
Apa? Hyeon Joo?
Cepat!
Baik.
Seonsaeng-nim! Seonsaeng-nim!
Seonsaeng-nim, di sini! Di sini! Di dalam kelas kimia.
Hyeon Joo, semuanya baik-baik saja.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Kita keluar dari sini.
Ayo!
Saeonsaeng-nim...
Kau tidak apa-apa?
Syukur kau masih hidup.
Ayo kita pergi.
Seonsaeng-nim!
Seonsaeng-nim!
Tidak!
Seung Beom, berlindung!
Gara-gara Baek Ji Hwan Seonsaeng-nim,
sepertinya aku akan dipecat oleh sekolah.
Wajah jadi babak belur begitu, bagaimana bisa jadi guru sekolah?
Jika tidak hujan, luka di wajahku akan lebih parah.
Tapi Baek Seonsaeng-nim, kau benar-benar hebat.
Aku mengakuimu.
Seonsaeng-nim!
Seonsaeng-nim, kau tidak apa-apa?
Sekarang sudah bisa memulai baru, Seung Beom.
Seonsaeng-nim!
Seonsaeng-nim!
Bukalah matamu.
Seonsaeng-nim!
Seonsaeng-nim!
-=Alm. Baek Ji Hwan.=-
Ada urusan apa?
Orang baru?
Iya.
Hyeong, ngapain kau di sini?
Hyeong?
Dongsaeng, Anda ini siapa ya?
Hari ini kami merasa sangat tersanjung berhasil mengundang Anda.
Bisakah Anda tolong jelaskan pandangan Anda terhadap kebijakan IT terhadap blogging?
Industri IT dalam negeri,
masih belum bisa memberikan data kepada dunia masa depan.
Mulai dari pertengahan tahun 80-an,
aku sudah yakin jika internet dan ponsel pintar,
akan menguasai dunia.
Orang-orang pada bilang ini adalah hal yang mustahil.
Tunggu sebentar ya.
Tunggu sebentar!
Halo!
Halo!
Seonsaeng-nim, halo!
Halo!
Aku sungguh iri padamu, Seonsaeng-nim.
Tidak apa-apa, tidak apa-apa.
Sudah oke.
Kemarin gara-gara bikin soal ujian, aku ketiduran di kelas.
Juga tidak ada waktu buat ganti baju, jadi...
Halo!
Halo!
Kelihatan gak jika aku bermalam di luar?
Membuat soal-soal ujian di ruang kelas sains?
Mulai minggu depan akan mulai ujian.
Kabarnya ujian musik kali ini yang dinilai adalah kehebatan dan ketrampilan ya?
Sungguh iri padamu.
Musik?
Karena murid-murid merasa pelajaran kimia jauh lebih susah,
setiap kali mau bikin soal selalu pusing kepalaku.
Kali ini, tidak peduli bagaimana pun prestasi harus ditingkatkan.
Kenapa? Kenapa?
Kau kenapa?
Omo! Nanti kelihatan anak-anak bagaimana?
Sebentar saja... sebentar saja.
Kau kenapa.
Apa yang terjadi?
Tidak ada.
Semuanya baik-baik..
Halo!
Halo, Seonsaeng-nim.
Apaan sih? Ayo cepat duduk di tempatmu.
Halo!
Seonsaeng-nim, data ini mau taruh di mana?
Jangan diteruskan lagi!
Semua orang menyuruhku menyerah pada nasibku.
Kenapa justru Seonsaeng-nim seorang yang selalu begitu?
Kenapa?
Jangan urusi aku lagi, tolong!
Hei, kunyuk!
Selama jarum penunjuk masih bergerak,
kita tidak tahu ke arah mana dia akan berhenti.
Coba kau pikirkan, setelah tersesat kau mengeluarkan kompasmu.
Jarum kompas itu demi membantumu mencari arah tujuanmu, akan bergerak-gerak terus.
Pada proses itu, tahukah kau arah mana yang akan ditunjuk?
Dasar!
Zaman sekarang siapa pula yang masih pakai kompas jadul begitu?
Pakai saja smartphone buka aplikasi peta.
Esensi dari sebuah pendidikan bukan pada cara mengajar, tapi dari menunggu.
Tapi aku tidak bisa lagi menunggu.
Hei, kunyuk! Telungkup!
Telungkup!
Kang Seonsaeng-nim, ada telepon buatmu.
Kau jangan bergerak!
Ini.
Halo? Yeobo? Iya.
Tentu saja.
Setelah menjemput Ayah, kita pergi makan bersama dengan anak-anak.
Baik, sampai bertemu nanti.
Ya?
Hei, kunyuk! Kenapa kau masih bengong?
Baik, aku akan melihat ke sana.
Dengan harga seperti itu tidak akan bisa menemukan rumah seperti ini.
Sudah kubilang, tidak usah dilihat lagi.
Orang-orang yang pernah tinggal di rumah ini semuanya berkembang dengan sangat baik.
Kalian sama sekali tidak usah khawatir. Setiap sudut sudah diperiksa.
Aigoo, rumah ini benar-benar bawa hoki.
Geon Woo, entah kenapa kok perasaanku sedikit sedih.
Sepertinya dulu aku pernah melihat pemandangan sedih ini entah di mana.
Masa aku kena demensia?
Oh ya, katanya di saat menjelang kematian,
orang bisa melihat dirinya di kehidupan yang akan datang.
Eh, serius ini adalah wanita yang itu. Wanita yang ada di dalam mimpi.
Namun setelah melewati jembatan neraka, ia akan melupakan semuanya.
Setelah melupakan semuanya, ia akan terlahir kembali.
Lalu ia akan mengembara demi mencari belahan jiwanya.
Kau adalah Seo Yoon Jeong bukan?
Ada flasher! Flasher! Flasher! [Flasher - org yg suka memperlihatkan kemaluannya]
Bukan, bukan, bukan. Aku adalah polisi.
Dulu impianku adalah menjadi seorang anggota polisi.
Jika aku bisa terlahir kembali,
aku ingin terlahir kembali seperti diriku yang sekarang ini.
Sehingga kau akan bisa mengenaliku, Ji Hwan.
Satu, dua, tiga.
Di depan siapa kau mencoba merayu cewek dengan cara tahun 88?
Wajah begitu mirip, tapi kenapa sifatnya bisa jauh berbeda begitu?
Kita harus bertemu kembali, mengerti?
Di kehidupan yang akan datang, tidak peduli Seo Yoon Jeong seperti apa,
Tidak peduli di mana, aku pasti akan menemukannya.
Aku berjanji padamu.
Tidak peduli di kehidupan yang akan datang kau seperti apa, aku pasti aan menemukanmu.
Baik.
Cincin ini, kau masih ingat?
Cantik sekali.
Menikahlah denganku.
Terima kasih telah menggunakan subtitle dari: ~ Damn!SuperSub Indonesia ~
Damn!SuperSub Indonesia Facebook Fanpage: https://www.facebook.com/DarkSmurfSubIndo
Kunjungi blog Damn!SuperSub Indonesia di: ~ http://ngesub.com ~
~ Follow twitter kami di: @DSSIndo dan nantikan karya kami berikutnya. ~
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.