Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ayolah, Pak Fang. Mari kita lakukan sekali lagi.
Baik, sekali lagi.
Ayo.
Aku lupa memperkenalkan mereka tadi.
Ini Yao Yao.
Ini Ting Ting.
Tenang saja, kedua gadis ini
pasti akan minum sampai kau puas malam ini.
Bagus.
Bagus sekali.
Pak Fang. Ini proposal yang disiapkan oleh Pak Yao untukmu.
Yao Yao.
Mari kita lupakan proposal itu untuk saat ini.
Ayo minum dulu.
Lalu, kita bisa bahas pekerjaan.
-Ya. -Benar, Yao?
Jika kita tak minum banyak, bagaimana bisa bahas pekerjaan?
Ayo. Mari kita minum.
Senang bertemu denganmu untuk pertama kalinya. Bersulang!
Ayolah, Pak Fang.
Kau kuat minum.
Kutambahkan segelas lagi untuk Yao Yao.
Ayolah, Yao Yao.
Pak Fang. Aku tak pandai minum.
Cheng Yao. Melayani pelanggan adalah tugas kita yang paling mendasar.
-Baru minum sedikit kau sudah mengeluh. -Yao.
Bagi pemula, kita harus mengajarinya secara perlahan.
Kita harus menggunakan minuman untuk membangun hubungan.
Ayolah. Hanya sedikit.
-Jangan mengeluh. -Tambah sedikit lagi.
Ayo. Inilah koneksi yang menghubungkan kita.
Bagus.
Yao Yao. Jadi...
Berikan proposal itu padaku.
Aku akan menjelaskannya secara detail pada Pak Fang.
Biar kuberi tahu, Pak Fang.
-Berhenti minum. -Proposal ini
-Kenapa? -sudah dipelajari dengan cermat olehku.
-Kau datang. -Nn. Lin. Waktuku sangat berharga.
Mengundangku makan malam ada biayanya.
Bukan masalah. Akan kubayar. Aku tak akan menawar.
Biayaku 10.000 yuan per jam, tak termasuk biaya transportasi.
Baik.
Karena kau tinggi, imut, dan tampan,
aku menginginkanmu sepanjang hari,
yaitu 24 jam.
Apa kau sanggup?
Mereka berani membicarakan hal ini secara terbuka.
Benar-benar kemerosotan moral.
Bagaimana orang-orang percaya pengetahuan bisa mengubah nasib?
Ya.
Tapi dia benar-benar sepadan untuk 10.000 yuan.
Tapi kau tak membuat janji hari ini. Jadi, aku tak bisa melayanimu.
Lihat ini. Semua hidangan sudah disajikan.
Bagaimana aku bisa menghabiskan semuanya sendirian?
Pertimbangkan lagi.
Makan saja bersamaku,
lalu kita jalan-jalan. Setuju?
Aku tak bisa.
Kuberikan 20.000 yuan per jam. Itu pasti cukup, 'kan?
-20.000 yuan? -Nn. Lin.
Aku hanya memberikan layanan profesional.
Aku tak melakukan apa pun di luar profesiku.
Pikirkan baik-baik.
Harga bisa dinegosiasikan.
Bahkan 20.000 yuan saja tak cukup?
Yao Yao.
Sekarang,
aku ingin sekali mendengar pendapatmu soal proposal ini.
Apa kau keberatan?
Ayo, bersulang.
(Bahkan dia melakukannya tanpa rasa malu.)
(Kenapa aku masih di sini?)
-Bersulang. -Untuk apa?
Pelayanan seperti apa ini?
Apa yang kau lakukan, Cheng Yao?
Cepat minta maaf pada Pak Fang. Apa kau masih mau bekerja?
Aku seorang pengacara.
Aku hanya memberikan layanan profesional, tidak lebih.
Kau...
Aku berhenti.
Yao Yao. Apa kau sungguh berhenti?
Apa-apaan ini? Aku belajar keras selama bertahun-tahun
untuk mewujudkan cita-cita hukumku,
bukan minum bersama mereka!
Kita adalah pengacara yang sah.
Ya.
Tapi kau tak boleh beri tahu Hao Zi.
Jika Hao Zi tahu, dia akan memarahiku.
Ting Ting, jadilah diri sendiri dan jangan dikendalikan orang lain.
Baik. Aku tahu.
Ucapanmu itu benar.
Apa pun yang terjadi, kita harus punya harga diri.
Kita tak boleh kalah dari orang yang tadi itu.
Kau benar.
-Silakan. -Terima kasih.
Sepertinya kita benar-benar tak bisa mengalahkannya.
Mustahil. Dia begitu kaya sampai punya Bentley?
Tapi mungkin dia bekerja keras siang dan malam juga.
Tapi apa pun jenis kelaminnya,
perilaku merendahkan diri seperti ini tak layak dipromosikan.
-Benar. -Ting Ting, berhenti membujukku.
Aku tak akan kembali. Aku mau menjadi pengacara yang bermartabat.
Baik, aku tak akan membujukmu.
Aku akan berhenti bersamamu.
Aku sudah tak menyukai Yao Feng sejak lama.
Juga, tindakanmu tadi sangat keren.
-Ayo kita pergi cari makan. -Ayo.
Kita bahkan belum cukup makan tadi.
BOSKU
EPISODE 1
(Tidak kusangka cerita drama idola akan benar-benar terjadi padaku.)
Ting Ting. Aku dapat pemberitahuan penerimaan dari Junheng.
Ini Junheng, perusahaan impianku!
Tadi kukirimkan foto kompleks apartemen yang baru saja kusewa.
Ada dua kamar tidur dan satu ruang tamu. Lokasinya dekat dengan Junheng.
Nanti akan kucari teman serumah untuk berbagi uang sewa. Sempurna.
(Bukankah dia pria tempo hari?)
(Dengan biaya per jam yang tinggi,)
(Kenapa dia masih tinggal di kompleks apartemen seperti ini?)
Astaga, aku kelelahan.
Aku perlu istirahat.
Tempat ini bagus. Tapi tak ada lift.
(Apa ini semacam adegan drama idola?)
(Pemeran utama pria dan wanita tinggal di apartemen yang sama.)
Kau tak
tinggal di sini juga, 'kan?
Minggir jika kau tak mau naik.
Kau memang kaya.
Kau tak perlu bersikap sombong.
Lagi pula, kau masih tinggal di sini.
Tunggu.
Ini unit yang baru kusewa hari ini. Apa kau tersesat?
Pasti kau yang tersesat.
Ini dobel sewa.
Cari agenmu untuk pengembalian dana.
Kau juga menjadi korban. Kenapa kau tak minta pengembalian dana?
Kau mau menempatinya? Mimpi saja.
(Soal dobel sewa,)
(siapa pun yang menempati lebih dulu, dialah pemenangnya.)
Jadi...
Apa kau menandatangani kontrak sewa dan mendaftarkannya?
Apa kau melakukan itu?
Keluarkan kontraknya dan lihat waktu sewanya.
Kau jelas berpengetahuan.
Waktunya sama.
Tuan Tanah.
Tuan Tanah ada di sini.
Dia benar-benar ada di sini.
Rambutku... Rambutku masuk lebih dulu.
Unit ini milikku sekarang.
Dah.
Besar sekali.
Bahkan ada balkon.
Cantik sekali.
Bagaimana kau bisa memasuki rumahku begitu saja?
Akan kuberikan uang sewa dua bulan.
Carilah tempat yang lebih baik.
Kenapa?
Aku harus tinggal di sini.
Aku harus tinggal di sini juga!
Dengar, kau tak bisa menang melawanku. Aku seorang pengacara.
Biaya konsultasiku mulai dari 1.000 yuan per jam.
Aku akan menelepon Tuan Tanah sekarang.
Halo, Tuan Tanah.
Aku akan membeli unit ini.
Kau melanggar aturan!
Ya.
Pengacara Cheng. Mungkin kau bisa pindah.
Tidak, Pak.
Ini dobel sewa. Ini ilegal.
Sekarang, kau memaksaku pindah.
Ini melanggar hak hukumku.
Kau tahu Junheng & Co?
Bosku, Junheng, adalah orang penting di dunia hukum.
Dia tak pernah kalah dalam satu kasus pun.
Juga, dia menyukaiku. Dia tak akan diam melihatku ditindas.
Benar.
Jika kau memaksaku pindah, kita harus pergi ke pengadilan.
Sebagai pengacara, aku akan memperjuangkan hakku sampai akhir.
Tunggu. Itu masuk akal.
Itu memang masuk akal.
Nn. Cheng, 'kan?
Sejujurnya,
lihatlah yang kuhadapi.
Istriku menceraikanku.
Aku menyewakan rumah padamu tanpa dia tahu.
Lalu, dia menyewakan rumah itu pada pria di sini. Ini semua salah kami.
Begini saja. Aku punya solusi untuk masalah ini.
Coba pikirkan. Di lautan manusia yang luas ini,
pertemuan kalian adalah semacam takdir.
Percayalah pada penilaianku.
Lihatlah dia. Dia sangat elegan dan tampan.
Dalam 20 tahun,
koneksinya dan koneksimu
akan membuat jaringan yang hebat.
Baiklah, sepakat. Akan kuberikan diskon untuk sewanya.
Kenapa kalian tak berbagi sewa?
-Aku setuju. -Apa maksudmu "setuju"?
Aku tak setuju. Bagaimana aku bisa tinggal dengan pria asing?
Pengacara Cheng.
Kau tak menyimakku.
Aku dan istriku dalam proses bercerai sekarang.
Saat ini kami butuh pengacara perceraian.
Bayangkan takdir yang kau alami dengan rumah ini.
Bayaran besar pertama dalam hidupmu sudah ada di depanmu.
Tuan Tanah, kau sudah menemukan orang yang tepat.
Kuberi tahu, Junheng & Co berspesialisasi dalam menangani
masalah keluarga seperti ini. Kami sangat profesional.
-Jika ada pertanyaan, temui aku. -Selamat menikmati tinggal bersama.
-Selamat bekerja sama. -Kita sepakat.
-Baiklah. -Selamat bekerja sama.
-Selamat hidup bersama. -Selamat bekerja sama.
Apa maksudnya itu?
Kau harus pergi sekarang.
Aku hanya setuju untuk kasus Tuan Tanah, bukan tinggal bersamamu.
Kau bilang bekerja di Junheng & Co.
Ada apa?
Apa kau takut?
Baiklah. Aku akan memberimu uang sewa dua bulan.
Aku akan meminjam rumahmu selama tiga hari.
Soal lainnya, kita bicarakan dalam tiga hari.
Tiga hari?
Hanya tiga hari.
Kita sepakat tiga hari. Tidak tambah sehari lagi.
Sepakat.
Jumlahnya banyak.
Kuberikan uang sewa selama tiga bulan.
Jadi, walaupun aku setuju kau tinggal di sini selama tiga hari,
masih ada beberapa hal yang perlu kita klarifikasi.
Apa lagi yang mau kau lakukan?
Selama tiga hari ke depan, kita harus mematuhi tiga aturan.
Pertama, kau tak boleh mengganggu jadwalku.
Kedua, kau tak boleh memperlihatkan tubuhmu.
Ketiga,
dan yang paling penting,
kau tak bisa membawa pulang orang lain.
Atau aku akan melaporkanmu.
Apa katamu? Melaporkanku?
Pekerjaanmu tak terlalu terhormat, 'kan?
Orang sepertimu seharusnya lebih memilih hidup sendiri, 'kan?
Kenapa kau setuju untuk menyewa bersama?
Mustahil
kau dapat penghasilan pertamamu di sini, 'kan?
Jadi, kau mendapatkan penghasilan pertamamu di sini.
Itukah sebabnya kau harus kembali?
Aku juga sebenarnya...
Jadi, di sinilah kau...
Apa maksudmu?
Aku merekam ucapanmu dan akan menuntutmu karena memfitnahku.
Jangan gugup.
Aku menghormatimu.
Tapi aku juga akan memberimu sedikit nasihat.
Kau harus segera kembali ke jalan yang benar.
Lihatlah dirimu,
masih muda dan tampan.
Walaupun kau bisa menghasilkan uang dengan penampilanmu,
perilakumu itu
melanggar Undang-Undang Keamanan Publik.
Benar.
Kau tak perlu meragukanku.
Aku mengkhawatirkanmu.
Bagaimana jika kau tertangkap?
Lalu, kau tak akan bisa mendapatkan pekerjaan yang layak.
Itu tak sepadan.
Baiklah.
Kau harus memikirkannya sendiri.
Belum terlambat untuk bertobat.
Sempurna.
(Tidak akan ada masalah hidup dengan orang seperti ini, 'kan?)
Dia membayar sewa dengan sangat murah hati,
tak mungkin ada konspirasi, 'kan?
Ada apa dengan orang ini?
Dia mengubah kamar tidurnya menjadi rumah berhantu.
Alasan dia setuju untuk menyewa bersama denganku
bukan agar aku bisa membantunya menghalangi kesialan, 'kan?
Gawat.
Sebaiknya kukembalikan uang itu padanya.
(Astaga, Sayang.)
(Akhirnya kau daring.)
-(Kuberi tahu...) -(Dia cukup berdedikasi,)
(begadang untuk obrolan suara.)
(Dia memang bajingan.)
(Dia hanya setuju untuk memberiku vila.)
Bu Wang. Aku perlu tahu lebih banyak soal ini.
Tanggal 3 Desember lalu, pukul 22.00, kau berada di Hotel New City.
Apa sebenarnya yang kau lakukan?
(Sekarang dia cemburu.)
(Itu hanya pertemuan teman.)
Bu Wang. Aku perlu mengetahui kebenarannya.
Ini zaman informasi.
Aku bisa mengetahui tentangmu melalui jalur hukum.
Suamimu juga bisa.
Jika suamimu dapat buktinya lebih dulu, kau tak akan dapat vilanya.
(Dengarkan aku.)
(Aku juga seorang wanita.)
(Aku juga butuh cinta.)
Itu tak termasuk dalam lingkup diskusi kita.
Tapi aku akan tetap berikan rencana kompensasi maksimal
berdasarkan keadilan prosedural.
(Jadi, bisakah aku memercayaimu?)
Pernikahan tak melindungi cinta,
tapi melindungi properti.
(Zaman sekarang pekerjaan humas makin kompetitif, ya?)
(Dia tak hanya harus mengobrol, tapi juga memberikan nasihat hukum.)
(Dia terdengar profesional juga.)
Apa yang kau lakukan?
Aku baru saja mendengarmu bicara soal hukum di obrolan. Kau profesional.
Mungkin kau harus berhenti dari pekerjaan ini.
Manfaatkan masa muda dan ingatanmu.
Kenapa kau tak mengikuti ujian yudisial?
Mungkin dalam dua tahun, kau bahkan bisa melampauiku.
Jika kau tak mau, lupakan saja.
Aku mau bilang
aku tak mau meminjamkanmu unit ini lagi.
Bolehkah kukembalikan uang sewanya padamu?
Uang sudah diberikan. Kontrak sudah dipenuhi.
Jika melanggarnya, kau harus bayar denda.
Kau seorang pengacara. Apa kau tak tahu ini?
Jangan melanggar privasiku lagi. Atau akan kupanggil polisi.
Jadi, mulai sekarang kau harus membersihkan handuk mandi, handuk,
toilet, kamar mandi, dan lainnya yang kau gunakan.
Kau juga tak boleh di kamar mandi lebih dari satu jam.
-Apa kau keberatan? -Kita sudah selesai?
-Apa kau mau masuk dan menghitung waktu? -Tunggu. Jaga kata-katamu.
Apa yang mau kau lakukan sekarang?
Membasmi kuman.
Karena kau tak mau pergi, aku harus mendisinfeksi setiap hari.
Aku ketakutan.
Disinfeksi saja tak cukup.
Kau perlu mencari detergen dan menggosok seluruh toilet.
Jangan lupakan sudut-sudutnya.
Apa lagi sekarang?
(Qian, bagaimana kabarmu?)
(Apa kembali berwirausaha menenangkan dirimu?)
Kuberi tahu, aku berkonsultasi dengan dokter saraf soal itu.
Mereka bilang insomniamu
akan lebih baik disembuhkan dengan kembali ke lingkungan
tempat kau biasa tidur nyenyak.
Jadi, aku secara khusus menyiapkan tempat kita biasa memulai bisnis.
Ayolah, beri tahu aku. Kalau begitu, untuk apa semua ini?
(Memang agak berantakan. Biar kujelaskan setiap benda itu.)
(Yang di sebelahmu adalah susunan energi kristal putih.)
(Yang di sebelah kanan adalah ornamen kura-kura naga.)
(Lalu, ukiran kayu di belakangnya?)
(Aku membuatnya khusus untukmu di Nepal.)
(Itu ukiran kayu yang menenangkan pikiran.)
(Semua itu bisa membantumu tidur.)
Apa fakta aku tak bisa tidur mengganggumu?
Aku bisa bekerja siang dan malam.
Anggap saja kau beruntung!
(Kuharap kau bisa tidur nyenyak dan bersikap normal.)
(Itu akan membantu pengembangan Junheng dalam jangka panjang.)
(Juga, aku merekrut wanita untuk timmu.)
(Aku sudah melihat resumenya. Dia akan datang bekerja besok.)
Mustahil.
Aku tak mau asisten wanita.
Tapi aku mau.
Tidak, maksudku...
Kurasa asisten wanita ini
punya peran penting dalam menyeimbangkan pemikiran para pria dalam timmu.
(Jadi, kuharap tujuan tertinggi Junheng tahun ini adalah)
mendapatkan Golden Scale Award dari Asosiasi Hukum.
Aku menolak lagi.
Baiklah.
Kalau menurutmu itu tak penting, kita berpisah saja.
Kau bisa menyaring kasus-kasus,
menangani purna jual dan menjaga citra firma hukummu sendiri.
Tidak.
Aku hanya bertanggung jawab atas kasus-kasus.
Aku tak meragukan pekerjaanmu.
Jadi, kau harus mendengarkanku. Bekerja sama denganku.
Patuhi kepemimpinanku.
Lagi pula, Junheng ada kata "Jun" di depannya.
Akulah yang bertanggung jawab. Paham?
Baik, tidurlah.
(Anak pintar, percayalah padaku.)
(Kau pasti bisa tidur nyenyak malam ini. Dah.)
Aku yakin
pasti bisa tertidur.
(Aku benar-benar tertidur?)
Metode Wu Jun cukup berguna.
(Jadi, dia memberikanku asisten wanita.)
Junheng & Co saat ini punya lima mitra
dan 32 praktisi pengacara.
Dengan admin kami, total karyawan adalah 40 orang.
Ini firma hukum butik.
Di antara para mitra, ada dua orang yang bertanggung jawab atas keputusan.
Salah satunya Qian Heng dan satunya lagi Wu Jun.
Nama Junheng juga diambil dari nama kedua bos tersebut.
Tapi kau mungkin jarang melihat Pengacara Wu di firma ini
karena dia biasanya mengurus kontak bisnis eksternal dan hubungan media.
Dia selalu bepergian.
Foto di dinding terdapat lima mitra yang baru saja kusebutkan.
QIAN HENG, WU JUN
Pengacara Qian tak terlalu suka difoto seperti itu.
Dia merasa itu penghinaan terhadap kecerdasan mereka.
Jadi, dia hanya memarahi semua orang?
Pengacara Wu merasa tak berfoto adalah penghinaan terhadap kecerdasan mereka.
Begitulah mereka, seperti api dan es.
Ayo.
Semua orang menyebut pohon uang ini sebagai Pohon Suci Perusahaan.
Namanya cukup lucu.
Ayo. Mejamu ada di sini.
Baik.
Biasanya, karyawan baru dapat masa percobaan selama satu bulan.
Setelah masa percobaan,
jika kinerja mereka baik,
akan ada mentor untuk membimbing mereka ke timnya sendiri.
Tapi kau beruntung.
Pengacara Qian melihat resumemu
dan memerintahkanmu langsung masuk ke timnya untuk masa percobaan.
Pengacara Qian Heng?
Benarkah?
Tapi entah apa aku harus bilang kau beruntung atau tidak.
Bagaimanapun, kau akan segera tahu kepribadian bosmu.
-Selamat bergabung. -Terima kasih.
Mari kita lihat siapa yang menang bonus lima juta dari bos.
Hai, aku Cheng Yao.
Kalian semua dari tim Pengacara Qian, 'kan?
Hai. Bao Rui.
Bos memercayaiku
sebagai salah satu asisten terbaik di seluruh firma hukum.
Aku satunya lagi. Namaku Yu Fei.
-Halo. -Kuharap kau bisa lebih lama di sini.
Lebih lama? Kenapa?
Sebelum dirimu, Pengacara Qian sudah memecat
13 asisten dan pemagang.
Yang pertama salah memahami hukum.
Yang kedua tak bisa menyelesaikan dokumen hukum dalam satu hari.
Yang ketiga salah menyebut nama penggugat.
-Yang keempat gagal... -Apa perlu menyebutkan semuanya, Yu Fei?
Singkatnya, bos kita adalah iblis.
Tidak seburuk itu. Mereka memang melakukan kesalahan.
Ucapanmu berarti kau tak memahami bos kita.
Hatinya dingin seperti minus 20 derajat di Utara.
Sebagai asisten bos paling dipercaya, aku akan tegas padamu.
-Aku memikul masa depan Junheng. -Bukan masalah.
Aku tahu kau adalah sampah Junheng.
"Memikul masa depan Junheng"?
Apa kau putra mahkota yang menunggu mewarisi takhta?
Jangan berlebihan.
Halo, aku Tan Ying.
Halo, aku Cheng Yao.
Kudengar kau akan datang, jadi aku pergi membeli pohon uang untukmu
sebagai hadiah selamat datang.
Apa ini akan berguna?
Ini untuk pemula, jimat keberuntungan. Baik untuk kesehatanmu.
Omong-omong, ini teh susumu.
Terima kasih.
Temui aku jika kau ditindas.
Juga, jangan dengarkan mereka.
Walaupun bos kita tegas,
tunjangan lembur Junheng masih cukup bagus.
Sasana, kamar mandi, dan dapur kecil, semuanya tersedia.
Tapi kau mungkin tak sempat menggunakannya.
Bukankah dia kolega wanita?
Dia tak masuk hitungan.
Aku tak satu tim dengan mereka.
Aku dari tim Wu Jun.
Bos kita secara khusus memintaku berada di sini
untuk mengawasi para lajang ini
agar mereka tak melakukan kesalahan yang tak seharusnya,
seperti menyinggung wanita kaya.
Tapi ada satu hal yang membuatku sangat penasaran.
Kutukan macam apa yang kau dapatkan
sampai membuat Pak Qian sendiri yang memilihmu?
Kedengarannya serius.
Tapi tak apa-apa. Aku baru di sini.
Punya mentor yang lebih tegas adalah hal yang baik bagiku.
Kau masih terlalu muda.
Begini saja. Aku akan menunjukkan rahasia bos.
Rahasia bos?
Rahasia apa?
Ayo. Lihatlah.
Ruangan kecil ini adalah tempat penyimpanan rampasan bos.
Apa ini semua miliknya?
Ini juga?
Jadi, semua orang pasti menyukai bos.
Kenapa kalian membicarakan dia seperti itu?
Jangan hanya melihat dari sisi ini.
Lihatlah sisi ini.
Banyak sekali surat ancaman dan benda ancaman.
Pantas saja Junheng tak pernah mendapatkan Golden Scale Award.
Sudah beruntung dia tak dibunuh.
Sebenarnya sudah dibahas secara daring juga.
Jadi, apa bos menyimpan ini sebagai pengingat untuk dirinya sendiri?
Jika orang-orang ini membalas dendam,
ancaman ini akan menjadi bukti untuk menghukum mereka.
Bos.
Kebetulan sekali!
-Apa kau kenal dia? -Tidak.
Kenapa kau tak kenal?
Kita membahas masalah hukum
soal dobel sewa secara mendalam, 'kan? Pengacara Cheng.
Bao Rui.
Simpan ini.
Ini dari kasus perselisihan perwalian keluarga terakhir.
Pihak lain mengirimkan surat ancaman.
Baik. Serahkan padaku.
Letakkan di bagian luar. Baru-baru ini, mereka kalah dalam gugatannya.
Mereka mungkin menimbulkan masalah.
Jika kau sangat menyukai "ular",
akan kuberikan yang asli besok.
Kau. Kemari.
Matilah aku.
Aku juga.
Kenapa kau bermalas-malasan?
QIAN HENG
Apa ada yang mau kau katakan?
Bos, pikiran dan perspektifku sempit. Aku seperti katak di dalam sumur.
Aku rabun jauh. Bisakah kita bagi sewa secara merata?
Aku benar-benar dalam situasi yang sulit.
Aku tak mau menggunakan kekerasan
untuk mengambil hak yang sudah kau upayakan.
Jadi, apa kau berterima kasih padaku?
Bos, kau baik sekali.
Itu salahku karena tak mengakui kehebatanmu sebelumnya.
-Maaf. -Tapi untuk saling menghormati,
kuharap kau bisa menghormati kebiasaanku dan kita tak akan saling mengganggu.
Tentu saja. Bos, jangan khawatir.
Aku orang yang sangat bijaksana.
Maksudku adalah
kita akan punya banyak peluang untuk bekerja sama ke depannya.
Kuharap kau bisa mengendalikan dirimu. Jaga sikapmu.
"Jaga sikapku"?
Apa maksudnya?
Aku tahu diriku sangat menawan,
tapi kerja adalah kerja, terutama antara atasan dan bawahan.
Jika ada perasaan yang muncul, akan memengaruhi pekerjaan.
Itu akan sangat tak profesional.
Sebelum dirimu, 13 asisten semuanya diberhentikan
karena perilaku tak profesional ini.
Apa kau punya pertanyaan?
Tidak ada pertanyaan.
Omong-omong, Bos. Kau sangat kaya. Kenapa kau tinggal di sana?
Apa kau melanggar privasiku?
Aku hanya penasaran.
Kenapa kau pikir aku terlibat dalam layanan khusus?
Karena aku buta.
Dua hari yang lalu, saat aku sedang makan di restoran,
aku melihat pelanggan kaya bilang
dia akan membayarmu dengan biaya per jam yang besar
untuk menemaninya makan dan berbelanja.
-Dia mendekatimu dan bahkan... -Itu ibuku.
Ini benar-benar seperti sebuah drama.
Berhenti tertawa.
(Kau...)
Apa kau punya hati nurani?
(Tunggu. Lelucon yang kuno sebenarnya sungguh terjadi.)
(Itu tak ilmiah.)
Kau tahu bos dari firma hukum lama kita
(seperti anjing di depan kliennya, 'kan?)
(Apa Qian Heng begitu mendominasi?)
Sudah seharusnya, mengingat dia adalah mitra Junheng.
Omong-omong, bagaimana denganmu?
Apa kau sudah menemukan pekerjaan?
(Aku tak mencari lagi.)
(Hao Zi bilang dia akan menafkahiku.)
(Sebenarnya, ada kabar baik yang mau kusampaikan padamu.)
(Aku hamil.)
(Anak kembar.)
Benarkah?
Kau akan menjadi seorang ibu.
(Kami baru tahu.)
(Sudah dua bulan.)
Anak kembar.
Jadi, bagaimana dengan pernikahan antara kau dan Hao Zi?
(Suara apa itu?)
Aku juga tak tahu.
Ada banyak benda-benda aneh di kamar Qian Heng.
Aku tak bisa memahaminya.
Aku tak tahu apa dia punya hobi khusus.
(Kenapa kau tak memeriksanya selagi dia belum pulang?)
(Seandainya dia tak pulang malam ini,)
kau akan ketakutan setengah mati karena suara itu.
(Mari bahas tentangku saat kita bertemu lagi.)
Sudah dulu.
Menakutkan sekali saat larut malam.
Matilah aku.
Astaga.
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau di depan pintu kamarku?
Bersih-bersih.
(Ling Yao. Kau... Kenapa kau begitu ceroboh?)
Bos.
Apa kau mau memeriksa ruang tamu
dan lihat apa sudah cukup bersih?
Kau bisa melihat bagian mana lagi yang perlu dibersihkan.
Bos.
Apa kau mau menonton drama bersama?
Drama ini cukup bagus.
Apa bagusnya itu?
Jika kau punya waktu, kenapa tak meninjau undang-undang?
Kau benar.
Drama ini menampilkan banyak hukuman Tiongkok kuno.
Aku sedang meninjau sejarah hukum Tiongkok baru-baru ini.
Apa kau mau menontonnya bersamaku?
(Selir Heng.)
(Mulai sekarang,)
(Ling Yao adalah pelayan istana pribadiku.)
(Mari kita lihat siapa yang berani mengganggunya.)
Kaisar ini sangat tampan.
Kenapa dia tampan?
Karena dia melindungi rakyatnya.
Bos, lihat.
Pemeran utama wanita memecahkan porselen berharganya.
Tapi dia tak menyalahkannya
dan bahkan melindunginya.
Bukankah itu keren?
Bos, coba pikir,
kalian berdua terlihat sangat mirip.
-Konyol. -Kau benar.
Kaisar ini jelas tak setampan dirimu.
Maksudku adalah
sikap dominan kaisar untuk melindungi pemeran utama wanita
agak mirip denganmu.
Bos, apa kau biasanya mengejar aktris?
Pemeran utama wanita dalam drama ini bernama Bai Xing Meng.
Dia cantik dan punya kemampuan akting yang bagus.
-Dulu... -Bukan aku. Merekalah yang mengejarku.
Aku tak mau membuang waktu dan uang untuk orang lain.
Aku lebih suka mereka membayar untuk berbicara denganku.
Sama halnya dengan selebritas.
-Jadi... -Hentikan omong kosongmu.
Bos. Kau sibuk sepanjang hari.
Apa kau lapar?
Mau kubuatkan camilan tengah malam untukmu?
Kau lapar, 'kan?
Biar kubuatkan camilan. Mi Yangchun atau sup telur?
-Juga, telur... -Cheng Yao. Kuperingatkan.
Jangan melakukan kesalahan yang sama seperti para asistenku sebelumnya.
Aku tak akan menyukaimu.
Maafkan aku, Bos.
Selamat malam, Bos.
Cheng Yao!
Aku tak bermaksud mematahkan tiang kayumu.
Aku akan membelikanmu yang baru, ya?
Tadi aku harus masuk ke kamarmu
karena musik tiba-tiba terdengar di dalam kamar.
Aku takut para tetangga akan mengeluh.
Itu dibuat khusus dari luar negeri.
Butuh waktu lima bulan dari produksi hingga bea cukai.
Itu hadiah dari temanku.
Begini,
aku juga seorang penyewa.
Aku juga penyewa yang sah, 'kan?
Jika kau tak suka tinggal bersamaku, silakan pindah.
Tapi kau tak berhak mengusirku.
Kita adalah pengacara. Kita harus melakukan semuanya sesuai dengan hukum.
Tapi aku bosmu. Aku berhak memecatmu.
Maka, kau tak akan punya uang untuk membayar sewa.
Biarkan aku masuk dan berkemas.
Akan kucarikan orang untuk membantumu berkemas.
Bos, aku tahu aku salah. Berikan aku satu kesempatan lagi.
Kau sudah menundaku selama sepuluh menit.
Besok, kusuruh Zhu memotongnya dari gajimu.
Sulit sekali mendapatkan taksi daring di sini.
Aku tahu dia tak sekejam itu.
Bos! Aku di sini.
-Kenapa kau belum pergi? -Bukankah kau...
Aku hanya lewat sambil joging.
Jangan berpikir berlebihan.
Kau belum memesan taksi?
Biar kubantu.
Selesai. Nomor pelatnya sudah dikirim ke ponselmu.
Bagaimana caramu memesan taksi?
Pelanggan VIP yang terhormat, kuharap kau segera menghilang.
Bagaimana kau tahu ke mana tujuanku?
Aku tak peduli ke mana tujuanmu, yang penting kau menjauh dariku.
Halo.
Apa kau butuh akomodasi?
Biar kupikir dulu. Terima kasih.
Walaupun bos kita tegas,
tunjangan lembur Junheng masih cukup bagus.
Sasana, kamar mandi, dan dapur kecil, semuanya tersedia.
Tapi kau mungkin tak sempat menggunakannya.
(Aku bisa tinggal di perusahaan.)
(Fasilitas harus dimanfaatkan sepenuhnya.)
(Harganya 368 yuan untuk sehari.)
(Setidaknya butuh waktu sepekan untuk mencari rumah baru.)
(Aku masih dalam masa percobaan.)
(Pekerjaanku tak stabil. Tidak bisa habiskan uang sembarangan.)
GUDANG
(Tentu tak akan ada orang yang masuk ke sini, 'kan?)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.