Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PERINGATAN: DRAMA INI SEPENUHNYA FIKSI. TIDAK BERDASARKAN PERISTIWA NYATA.
Dunia akhir zaman ini sudah seperti rumah sakit jiwa raksasa.
Tiap orang berlomba-lomba menunjukkan sakit jiwanya.
Jadi, Jemaah Jihad ini adalah rumah sakit jiwa untuk akhirat.
Niat suciku
untuk menyembuhkan hati dan jiwa
para pengikut Rasulullah yang sakit di luar sana.
BIDAH
Dakwah itu menyembuhkan hati dan memperkaya jiwa.
Aku tahu itu.
Saat kusampaikan kebenaran,
akan ada dua reaksi berbeda.
Orang cerdas akan merefleksikan dirinya,
sedangkan yang bodoh pasti tersinggung.
Walau terasa pahit,
kebenaran itu obat yang dibutuhkan
untuk merawat dan menyembuhkan jiwa.
Pada akhir zaman ini akan terjadi suatu peristiwa besar.
Kemunculan raja sejati
akan meruntuhkan pemerintahan sekarang.
Dia yang akan mewarisi
seluruh harta yang sudah lama tersimpan.
Berjihadlah kau pada jalan Allah
dengan jihad yang sebenar-benarnya.
Dia yang memilihmu untuk mengikuti agama perintah-Nya.
Dia tak sekali pun membebani
dan menyulitkanmu dalam masalah agama.
Surah Al-Hajj ayat 22.
Dia itu jujur dan adil.
Dia akan memenuhi hati kita
dengan pengetahuan
tentang syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat.
Dia yang akan membimbing kita ke jalan menuju surga.
Apa itu jihad bagi wanita?
Jihad pada suaminya.
Seorang wanita beruntung
jika dia memiliki suami yang berjuang di jalan akhirat.
Dia manusia terpilih
jika memiliki suami
yang membimbingnya ke jalan Allah.
Sebab, suami itu
membawa keberkahan baginya untuk masuk ke surga.
Tidak ada ruginya bagi wanita
yang mengorbankan seluruh hidupnya
untuk suami yang berjihad di jalan Allah.
Dia adalah
Walid Muhammad Mahdi Ilman.
JEMAAH JIHAD
Tidak peduli sebesar apa pun pengorbanan
yang bisa dilakukan seseorang,
tetap tak akan sempurna
jika melanggar aturan dan membangkang pada pemimpinnya.
Inilah kewajiban seperti firman Allah
dalam surah An-Nisa ayat 59.
Wahai orang-orang yang beriman!
Taatilah Allah.
Taatilah Rasul Muhammad dan ululamri,
pemegang kekuasan di antaramu.
Kemudian, jika berbeda pendapat tentang sesuatu,
kembalikanlah pada Allah dan Rasul
sebagai bukti kau beriman pada Allah
dan Hari Akhir.
Selain ketaatan,
Jemaah Jihad memiliki sifat "wala"
pada pemimpinnya yang berarti setia.
Kesetiaan lebih tinggi dari ketaatan.
Dengan ketaatan dan kesetiaan ini,
kalian akan bersamaku dan Rasulullah.
Kita berjalan di jembatan siratalmustakim
untuk menuju surga.
-Allahu Akbar! -Allahu Akbar!
-Allahu Akbar! -Allahu Akbar!
-Allahu Akbar! -Allahu Akbar!
Bercerailah.
Pria keji
hanya untuk wanita keji.
Wanita baik hanya untuk pria baik.
Dia tak pantas menjadi suamimu
karena tak mampu membimbingmu ke surga.
Aku mencintainya, Bu.
Kami pun sudah menikah sejak lama.
Tidak ada alasan bagiku untuk meninggalkannya.
Tidak ada alasan, katamu?
Dia menentang ajaran Walid.
Apanya yang baik?
Fauziah.
-Ya, Bu. -Benar?
Ya.
Perbuatan halal yang paling dibenci Allah adalah cerai.
Tapi, Al-Qur'an menyatakan
wanita berhak mengajukan cerai jika suaminya
tidak mampu membimbingnya ke jalan Allah.
Ke surga!
JEMAAH JIHAD
Ibu,
apa-apaan ini?
Mencium kaki dan meminum air rendamannya?
Apa-apaan ini, Bu?
Ini bidah, Bu.
Ya Allah, Ibu.
Kita jangan jadi bodoh, Bu.
Semua ini sesat, Bu.
Ini dosa besar.
Astagfirullah.
-Ini dosa besar, Bu! -Diam.
Diam.
-Ikuti saja? -Bu, ikuti apanya?
Ikuti saja.
Semoga Allah
memberkahi kalian.
Malam ini, kita semua akan mendapat berkah
dari wali Allah, mursyid kita.
-Amin. -Amin.
Kini giliran wanita yang maju.
Silakan.
Bu, jangan.
Ibu.
Ibu.
Lancang!
Kurang ajar!
Kau mempermalukan Ibu!
Percuma kau disekolahkan ke luar negeri!
Ilmu seperti ini yang kau bawa pulang?
Gurumu mengajarkan bersikap lancang?
Ibu.
Aku tak mempelajari semua ini, Bu.
Aku tak diajarkan untuk menduakan Allah.
Menduakan Allah apa?
Katakan pada Ibu.
Mana ajaran dia yang menduakan Allah?
Semua ajarannya benar!
Tidak ada yang bertentangan!
Semua yang diajarkannya
mengikuti Al-Quran, sunah, dan hadis!
Bagaimana dengan minum air rendaman kakinya?
Apa itu benar?
Itu untuk mendapat berkah dari guru.
Seorang mursyid.
Jika kau mau, minumlah.
Jika kau tak mau, jangan minum.
-Bukan mencipratkan air ke wajahnya! -Tapi itu salah, Bu!
Itu salah. Itu dosa besar, Bu!
Guru agama yang sesungguhnya,
tak akan menyuruh jemaahnya untuk minum air kakinya, Bu.
Sudahlah, Bu. Aku minta maaf.
Aku enggan bertengkar dengan Ibu.
Sekarang ini kukatakan pada Ibu
kalau aku tak sudi pergi ke tempat tak masuk akal itu.
Baiklah.
Ilmumu baru sedikit,
tapi kau sudah berani
menghakimi orang lain.
Mengatakan orang itu salah. Orang ini salah.
Sudahlah.
Lakukan saja sesukamu.
Tapi Ibu...
Ibu akan tetap mengikutinya karena dia pasti benar!
Ketika lulus kuliah nanti,
pastikan kau menerima Penghargaan Anak Durhaka.
Karena
itulah ilmu yang kau pelajari.
Astagfirullah.
Walid, tindakannya lancang.
Belum pernah ada seorang pun
yang selancang itu padamu.
Beraninya dia berbuat begitu
di hadapan seluruh jemaah.
Walid, kita harus melarangnya bergabung dengan Jemaah Jihad ini.
Anggap saja gadis itu pemabuk
yang bertemu Syekh Abdul Qadir Jailani.
Kau ingat kisahnya?
Bagaimana pemabuk itu bertanya,
"Apa Allah sanggup membimbing pendosa menjadi orang yang taat dan beriman?"
Apa jawabannya?
"Allah mahakuasa atas segala sesuatu."
Ya.
Pasti Allah mengirim dia karena suatu alasan.
Kita bertanggung jawab mengendalikan kelancangannya.
Mungkin kita bisa menikahkannya dengan salah satu jemaah
untuk mengendalikan kelancangannya itu?
Pernikahan bukanlah solusi
untuk memperbaiki tingkah lakunya.
Semua itu hanya alasan.
Sepertinya kau khawatir jika Walid menikahi gadis itu.
Jika Walid menikahi gadis itu,
salah satu dari kita akan diceraikan!
Siapa pun yang dinikahkan dengan gadis itu,
kita tak berhak menolak.
Walid tahu
dan kita tak pantas mempermasalahkannya.
Aku tak menolak.
Aku hanya bilang kalau pernikahan bukan solusi.
-Kau paham? -Paham.
Sangat paham.
Malam ini, Walid bersamaku.
Kami perlu mendiskusikan masalah jemaah di perbatasan.
Aku tak mengerti.
Kenapa Hafizah dan Rabiatul hanya berdiam diri
saat gadis itu bersikap lancang pada Walid.
Padahal, mereka itu istrinya.
Jika aku jadi istrinya...
Itu bukan urusanmu.
Jika aku berada di posisi Walid, kau boleh menunjukkan kuasamu.
Jika gadis itu melakukannya padamu,
pasti langsung kudamprat dia.
Kutarik kepalanya dan kucelupkan wajahnya ke air.
Biar dia tahu rasa!
Kau memang istimewa.
Kau ini wanita muliaku.
Doakan saja
aku akan menggantikan Walid suatu hari nanti.
Amin.
Tidak ada orang lain yang pantas menggantikan Walid.
Lagi pula, Walid hanya memercayaimu.
Insyaallah.
Aku mendapatkan wahyu melalui mimpiku.
Rasulullah menyampaikan wahyu itu padaku.
Tidak ada seorang pun
yang bisa berjumpa Rasulullah sepertimu.
Tapi,
tadi kulihat
kau terus memandangi ibu gadis itu.
Astagfirullah!
Apa gunanya kulakukan itu?
Kalau aku mau melakukannya,
lebih baik kupandangi gadis itu daripada ibunya.
Dia itu istri orang.
Kau jangan macam-macam.
Kau sudah berjanji padaku, 'kan?
Kau tak akan menikah lagi.
Dia keterlaluan, 'kan?
Kau lihat tadi?
Dia terang-terangan mengambil giliran Hafizah
dengan alasan mau mendiskusikan sesuatu.
Bahkan dia memilih pada malam hari.
Ini kesalahan Walid
karena terlalu memanjakannya.
Pekan ini saja, dia sudah mengambil tiga malam.
Dia menganggap kita tak ada.
Sudahlah. Berhenti membahasnya.
Aku takut kita akan dihukum Walid.
Jangan main-main.
Tidak, aku kesal.
Sudahlah.
Kita bicarakan dengan Walid nanti.
Sekarang, berhentilah membicarakannya.
Aku takut. Aku mau kembali ke kamarku.
Bidadariku.
Kau suka yang mana?
Yang paling kau suka.
Sayang...
Geli.
Kau menyukainya, 'kan?
Berdiskusi apanya.
Aduh!
Sakit, tapi nyaman.
Menakjubkan.
Aduh!
Lebih lembut, Sayang.
Pijatanmu sangat lembut.
-Apa? -Tidak.
Pijatanmu sangat kuat.
Rasanya nyaman.
Sangat nyaman.
Asalamualaikum, Ibu Hafizah.
Kau mau bertemu?
Tentu.
Ada apa?
Aku hanya menyampaikan kekhawatiran Walid.
Dia melihat Baiduri berpotensi
menjadi wanita Srikandi Islam.
Allahu Akbar.
Aku sebenarnya sangat khawatir
karena Baiduri bersikap lancang seperti kemarin.
Aku khawatir Walid akan marah.
Walid bukan orang seperti itu.
Dia selalu melihat jauh ke depan.
Kau tahu, 'kan?
Walid itu visioner.
Dia melihat yang tak kita lihat.
Kalsum, itu sebabnya, dia memintaku untuk menyampaikan pesan padamu.
Berhati-hatilah.
Jangan sampai Baiduri terjerumus ke jalan yang salah.
Masyaallah.
Terima kasih banyak, Bu.
Hanya saja, Baiduri itu
agak keras hati.
Tolong minta Walid untuk mendoakannya, Bu.
Dia akan baik-baik saja.
Jika dia menikah,
hatinya akan melembut pada suaminya.
Hanya saja, kau harus mencari pria
yang sangat baik.
Pria yang beragama
dan bisa membimbingnya.
Kalsum, jangan khawatir.
Banyak calon suami potensial di sini.
Kau pilih saja.
Aku tak keberatan, Bu.
Selama orang itu jemaah sini,
aku akan menerimanya.
Benar.
Pasti lebih mudah, 'kan?
Setidaknya setelah menikah,
dia bisa berjuang dalam Jemaah Jihad ini.
Insyaallah, aku akan minta Walid
memilihkan calon mantu yang sesuai untukmu.
Terima kasih, Bu.
Alhamdulillah.
Sepertinya kau makin sering bertemu Rasulullah.
Kali ini wajahnya makin jelas, Walid.
Cahayanya memancar.
Aku sampai tak memercayai mimpiku.
Artinya mulai sekarang,
bukan hanya melalui mimpiku,
tapi juga mimpimu.
Kita akan menerima perintah khusus
dari Rasulullah, semoga Allah memuliakan dan memberinya kedamaian.
Tapi, Walidโฆ
Ada peristiwa aneh yang terjadi kali ini.
Saat itu aku mengenakan mahkota.
Kemudian Rasulullah
melepaskan mahkotaku dan menggantinya
dengan yang cantik, masyaallah.
Mahkota dengan batu permata yang bersinar cemerlang.
Seperti debu.
Seperti debu yang berkilau, Walid.
Rabiatul, aku sedang bicara denganmu.
Berhentilah.
Berhenti menyeringai.
Aku tak menyeringai.
Kau anggota terlama di sini.
Kau menjadi istri ketiga.
Tidak ada yang memaksamu menikahi Walid.
Kau sendiri yang mau.
Tapi, kau masih tak memahami perjuangan Walid.
Perjuangan Walid tak ada hubungannya dengan poligami.
Itu sebabnya kubilang kau tak memahami cara hidup kita di sini.
Kau sendiri yang mau menikah dengan Walid.
Sejak awal menikah hingga sekarang,
kau terus saja membandingkan dirimu denganku.
Bagaimana tak membandingkanmu jika kau mengambil giliran malam kami?
Kau terus menggunakan alasan yang sama.
Kau bilang mau berdiskusi.
Rabiatul, kami tahu kau ini juru bicara Walid.
Tapi bukan berarti kau seenaknya mengambil kesempatan.
Kalau berani, bicaralah langsung pada Walid.
Kau pikir kami tak tahu?
Ibu Hafizah sendiri yang bilang
kau yang mengusulkan agar Baiduri menikah dengan jemaah kita!
Biasanya, jika seseorang terpilih untuk dinikahkan,
pasangan utamanya itu para pemimpin.
Apa yang kalian khawatirkan?
Walid sudah mempunyai empat istri.
Pikirmu aku tak tahu?
Kau menyuruh Walid menikahi gadis itu
supaya salah satu dari kami diceraikan, 'kan?
Kau tak pernah tahu, bisa saja dirimu yang diceraikannya.
Rasakan itu!
Mustahil pemilik kebun akan membuang buah yang segar.
Padahal, masih banyak buah busuk di pohon yang sama.
Hanya orang tak waras yang memercayai perbuatan mereka di sana, Asyikin.
Tidak masuk akal.
Mereka semua meminum air kaki Walid.
Katanya untuk mendapatkan berkah.
Ibuku juga minum air itu, Asyikin!
Mereka terlalu terobsesi.
Memang. Sekarang ini,
ibuku terlalu terobsesi dengan Walid daripada ayahku.
Ayahku tak bisa menghalangi ibuku untuk pergi ke sana.
Mereka akan bertengkar.
Untungnya, kau menemani ibumu hari itu.
Setidaknya, kau melihat sendiri kegiatan aneh mereka.
Memang itulah alasanku ikut dengannya malam itu.
Tapi aku sangat kaget.
Kau tahu, tekanan darahku sampai naik
karena kulihat ibuku meminum air itu.
Kau ini nekat, tahu?
Beraninya kau mencipratkan air ke wajah pria tua itu?
Jika menuruti kata hatiku,
aku bukan sekadar ingin mencipratkan air ke wajahnya.
Aku ingin mengangkat baskom itu
dan mengguyur kepalanya. Biar dia minum air kakinya sendiri.
Aku tak terbayang jika kau melakukannya.
Kini kau harus coba menahan ibumu pergi ke tempat itu lagi.
Ya.
Masalahnya, mereka sudah terobsesi
sampai titik kewarasan berpikirnya hilang.
Ibuku masih mengatakan kalau Walid itu
wali Allah yang bisa membawanya masuk surga.
Sudahlah, saat ini kuikuti dulu ibuku.
Selama hatiku tenang, artinya ibuku aman.
Ayo.
Ayo.
Jemaah kita bertambah.
Keadaan ekonomi kita seharusnya lebih berkembang.
Bisnis kita ada di tiap penjuru negeri.
Kita harus menjaganya.
Kita harus memastikan dan bisa membuktikan
kalau Ekonomi Islam itu didasari disiplin diri
serta bertujuan untuk mencapai ketenangan jiwa.
Hal ini dibentuk
oleh satu sistem kepercayaan tentang kebenaran dalam Islam
dan didorong aspirasi spiritual yang tinggi,
serta dituntut hukum Ilahi.
Insyaallah, Walid.
Kita masih menjaga
tradisi bisnis yang diciptakan berlandaskan dasar-dasar Islam.
Kita tak akan teperdaya dengan sistem ekonomi Barat.
Insyaallah.
Alhamdulillah.
Kita sangat beruntung
karena jemaah terdiri dari ahli ekonomi
dan lingkungan korporat.
Kita harus memastikan mereka akan terus bersama kita.
-Insyaallah. -Insyaallah.
Itulah satu-satunya cara untuk melembutkan hatinya.
Ada apa denganmu?
Kau sudah tak waras?
Kau mau membawa anakmu ke sekte sesatmu itu.
Dengar, aku tak mengizinkanmu
untuk menikahkannya dengan anggota sekte itu. Paham?
Jaga mulutmu.
Jangan menuduh mereka sesat.
Itu kenyataannya.
Jika dia guru yang baik,
kau seharusnya diajarkan untuk menurut pada suamimu.
Jika membahas sekte itu, kau jadi berani menentangku.
Dia itu guruku.
Dia banyak mengajariku agama.
Bukan kau.
Aku wajib menghormati dan menaatinya.
Kau tanya pada gurumu itu,
di mana surgamu berada?
Ya.
Surga istri bersama suaminya.
Tapi suami yang seperti apa?
Suami yang mengenal Allah.
Sedangkan kau?
Apa kau mengenal Allah?
Bukan suami yang malas mengenal Allah.
Bukan suami yang enggan belajar agama dan menolak mengenal Allah.
Surga seperti apa yang ada pada suami seperti ini?
Cara berpikirmu sudah kacau.
Masa bodoh kau mau menyebutku kacau atau sesat.
Aku hanya mau menyelamatkan anakku dari dunia
yang sudah ada di akhir zaman.
Kau mengizinkan atau tidak, aku tetap akan menikahkan Baiduri
dengan anggota jemaah atas nama Allah dan Rasul.
Aku tak sudi!
Aku lebih baik mati daripada menikahi anggota sekte itu.
Baiduriโฆ
Baiduri.
BERSAMBUNG...
BIDAH
Kau mau menentangku.
Aku tak mengizinkan.
Jika kau mau pulang, aku akan menceraikanmu.
Maaf saja tak cukup, Habibah.
Kau akan dikirim ke Labuan.
Di mana martabatmu, beraninya kau mencintai pria
yang belum disetujui oleh Walid?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.