Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Berdasarkan seri orisinal 'Criminal Justice'"
"Karya Peter Moffat untuk BBC dan didistribusi BBC Studios"
"Kim Soo Hyun"
"Cha Seoung Won"
"One Ordinary Day"
Hukuman sepuluh tahun untuk seseorang
yang menusuk wanita 13 kali belum pernah terjadi.
Aku tidak pernah punya klien yang menusukku dari belakang seperti ini.
Begitu di ruang sidang, jangan menyimpang dari kesepakatan.
Kamu tidak tahu betapa berbahayanya itu?
Berkat kamu, semua kerja kerasku sia-sia.
Sekarang, baik jaksa ataupun pengadilan akan...
Apa yang kamu pikirkan?
Maafkan aku. Tapi aku juga...
Kamu sudah kehilangan kepercayaan semua orang.
Jika persidangannya dimulai seperti ini,
berapa probabilitasmu memenanginya?
Paling banyak 10 atau 20 persen?
Aku pergi. Kamu bisa menangani sisanya.
- Kami sudah selesai. - Aku akan meneleponmu.
Dia tampan, jadi, setiap foto tampak cukup bagus untuk tajuk utama.
Hei, kamu tidak bisa mendapatkan berita eksklusif
dengan melakukan hal-hal yang dilakukan orang lain.
Cari sudut yang berbeda.
Sudut yang dilewatkan atau tidak bisa dilihat orang lain.
Berani bilang "Tidak" saat semua orang bilang "Ya".
Aku tahu seperti apa rasanya.
Tapi kebanyakan yang begitu hilang keseimbangan dan terjatuh.
Bahkan, beberapa patah hidung.
Goethe yang mengatakan ini?
Hanya ada dua hal dalam hidup.
Hal yang ingin kamu lakukan, tapi tidak bisa.
Serta hal-hal yang bisa kamu lakukan,
tapi tidak pernah melakukannya.
Memangnya kamu filsuf?
Jadi, menurutmu kamu telah melakukan semua yang kamu bisa?
Memeriksa TKP, mengumpulkan bukti,
mencari saksi dan tersangka. Apa yang bahkan kamu lakukan?
Hei, apa yang belum kulakukan?
Sebutkan satu hal yang tidak kulakukan.
Aku bahkan pergi ke TKP dan memotret...
Lupakan saja. Aku sudah lama dipecat.
Astaga, ada apa dengannya?
"Episode 5, Bertahan Hidup"
"Episode 5, Bertahan Hidup"
"Layanan Pemasyarakatan untuk Membantumu Mencerahkan Masa Depan"
Kamu pasti lapar. Ayo makan sesuatu.
Ayo.
Sudah kubilang. Setiap pemerkosa
harus dipotong kelaminnya.
Seperti ini, tahu? Dengan gunting.
Itu penyakit mental.
Psikiater tidak bisa memperbaikinya.
Mereka harus dihajar sampai babak belur.
Menurutmu begitu?
Kamu tidak suka rumput laut panggang?
Berengsek!
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Hei.
Belikan aku rokok.
Tiga bungkus.
Jika tidak...
Lihat ini?
Aku akan menggorok lehermu dengan ini. Kamu mengerti?
"Firma Hukum Shin Joong Han"
Jadi, menurutmu kamu telah melakukan semua yang kamu bisa?
Memeriksa TKP, mengumpulkan bukti,
mencari saksi dan tersangka. Apa yang bahkan kamu lakukan?
Baiklah. Aku tidak melakukan apa pun.
Ya. Aku tidak melakukan apa pun, sial!
"Wanita yang dahulu kucintai"
Halo?
Aku punya permintaan.
Ada apa?
Besok,
bisakah kamu pergi ke sekolah Hye In untuk kelas Hari Orang Tua?
Aku ada urusan mendadak, jadi, tidak bisa pergi.
Hye In. Kamu ingin aku pergi?
Aku tidak tahu kamu merokok.
Aku hanya butuh untuk sesuatu.
Boleh aku beli dua bungkus lagi?
Harganya 200 dolar per bungkus,
dan kamu hanya bisa membeli sebungkus sehari. Itu peraturannya.
Kamu bisa beli satu lagi.
Terima kasih.
Apa ini? Aku memintamu membelikanku tiga bungkus.
Kenapa hanya ada dua?
Ya. Aku tidak bisa membeli lebih dari dua bungkus.
Apa menurutmu
aku lelucon?
Jangan berani memelototiku.
Buka yang lebar.
Ayo. Buka yang lebar.
Sekarang, dengan bunganya,
kamu berutang dua bungkus lagi. Berikan kepadaku besok.
Mengerti?
Apa yang kamu lakukan?
Semoga berhasil.
Bedebah itu.
Kamu baik-baik saja?
Hai, Ayah.
Aku sungguh minta maaf, tapi aku butuh uang.
Di rekening tahananku.
Rekening tahananmu?
Berapa yang kamu butuhkan?
Seribu dolar.
Seribu dolar?
Baiklah. Akan segera ayah kirimkan.
Tapi sayangnya ayah hanya bisa mengirimkan 300 dolar sekarang.
Akan ayah berikan sisanya di pengujung hari.
Apa itu tidak apa-apa?
Ya.
Terima kasih.
Tapi
kenapa? Aku sudah membelikan rokok.
Apa gunanya dua bungkus
padahal bukan rasa mentol?
Apa kamu bercanda?
Tangan pemerkosa tidak seharusnya selembut ini.
Tidak apa-apa. Kamu bisa menahannya.
Sampai jumpa.
Kamu tahu harus bagaimana. Ventolin juga zat yang dikendalikan.
Akan kuresepkan untukmu hari ini,
tapi tidak ada lagi bantuan.
Itu akan masuk ke catatanmu
dan memengaruhi persidanganmu.
Tanda tangan di sini.
Ikuti aku.
"Pertukaran kata-kata baik membangkitkan persahabatan"
Tunggu sebentar.
Lewat sini.
Park Doo Sik.
Minta maaf.
Kamu pasti bercanda.
Itu omong kosong.
Aku punya harga diri.
Park Doo Sik.
Kamu mengerti sekarang?
Hyun Soo, maafkan aku. Maaf atas semua perbuatanku.
Ji Tae, kumohon. Maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi.
Aku hanya perlu menjauh darinya, bukan?
Itu dan bayar rokoknya.
Ji Tae, kumohon!
Sialan kamu!
"Perkataan yang baik membangkitkan persahabatan"
Tahanan 7927.
Kamu menyebabkan keributan di dalam dan di luar dinding ini.
Bawa dia ke sel isolasi.
Kenapa aku yang kalian seret?
Aku... Akulah korbannya.
Kim Hyun Soo, dasar berandal!
- Berdiri! - Tapi...
"Kim Hyun Soo Menolak Mengaku, Menyangkal Semua Tuduhan"
Kukira Anda sudah selesai dengan kasus ini.
Mundur sekarang akan memberi gambaran yang salah.
"Pengacara Park Mi Kyung atas Ketidakadilan Sistem Hukum"
Aku akan memberimu 50.000 dolar, kuanggap untuk Humas.
Kasus ini milikmu sekarang.
Milikku?
Peluang bisa membelanya kecil,
jadi, kalah tidak masalah.
Setidaknya butuh tiga bulan untuk menyelesaikan semua sidang,
dan itu cukup bagi kita untuk menuai keuntungannya.
Kamu juga bisa mendapatkan pengalaman di lapangan.
Ya...
"Firma Hukum Bumhan"
Kenapa? Apa itu terlalu sulit?
Tentu saja tidak.
Siapa yang tahu?
Berinvestasi dalam persidangan
sering menghasilkan kejutan.
Itu saja. Kamu boleh pergi.
Aku akan berusaha lebih keras.
Tentu.
Ini Dike, juga dikenal sebagai Dewi Keadilan.
Dengan sepasang timbangan di tangan kanannya,
dia mengukur rasa bersalah seseorang.
Dengan pedang di tangan kirinya, dia menghukum yang berdosa.
Bukankah itu aneh?
Mata Dewi Keadilan ditutup.
Menurut kalian kenapa?
Dia bermain petak umpat!
Dia buta.
Tidak, dia tidak buta.
"Hari Karier, Ayah Shin Hye In, Pengacara Shin Joong Han"
Semua orang sama di mata hukum.
Jadi, saat seseorang dihakimi,
hukum akan buta
pada penampilan, pekerjaan, gender, dan kekayaan seseorang.
Dengan kata lain, hukum akan tetap ditutup matanya
dan hanya menilai dosa seseorang
berdasarkan beban tindakan mereka.
Tapi pengacara membantu orang jahat.
Bukankah itu sama buruknya?
Begini...
Siapa yang kenal Jean Valjean?
Ternyata dia terkenal.
Untuk membantu anak yang lapar,
Jean Valjean mencuri sepotong roti
dan hakim menghukumnya lima tahun penjara.
Apa itu adil?
- Tidak! - Tidak!
Benar sekali.
Memang benar dia mencuri roti,
tapi lima tahun penjara itu tidak masuk akal.
Ada orang yang membantu mereka
agar mereka tidak mengalami nasib yang sama seperti dia.
Orang-orang sepertiku.
Itulah tugas pengacara.
"Firma Hukum Shin Joong Han"
"Firma Hukum Shin Joong Han"
Hai.
Ada apa kamu kemari?
Bu Park menyerahkan Kasus Pembunuhan Krisan padaku.
Silakan duduk.
Tentu.
Terima kasih.
Jadi, kamu kemari mau bersepakat untuk bela gabungan denganku?
Ya.
Bagaimana kalau 35.000 dolar?
Orang tua Kim Hyun Soo bilang
mereka tidak mampu lebih dari 50.000 dolar.
Peluang kita untuk menang sangat tipis, jadi, firma...
Baiklah. 30.000 dolar, ya?
Itu saja. Tidak bisa lebih rendah lagi.
Aku harus mencari nafkah.
Serta kamu yang akan membayarku,
bukan orang tua Hyun Soo.
Kirim 50 persen sebagai imbal jasa. Dalam sekali pembayaran.
Tentu!
Kamu lebih santai daripada dugaanku.
Benar juga.
Bagaimana dengan sidang juri?
Kita sudah bermasalah dengan pengadilan,
jadi, menurutku itu layak dicoba.
Tapi apa kamu pernah melakukannya?
Sidang juri? Kamu belum pernah melakukannya?
Sudah, sekitar tiga kali.
Serta aku gagal total.
Bagaimana jika kamu tidak meminta sidang juri?
Aku akan menemui Hyun Soo.
Hei, tanganmu kenapa?
Tanganku terluka karena ceroboh.
Apakah sangat sulit berada di sini?
"Kesepakatan Perwakilan Pengacara-Klien"
Tanda tangani.
Mulai saat ini, aku pengacaramu.
Kamu pengacaraku?
Ya.
Ini.
"Kim Hyun Soo, Pengacara Shin Joong Han"
Ini akan menjadi sidang juri.
Berapa lama aku harus menunggu?
Sekitar sebulan, paling lama dua bulan.
Hyun Soo.
Aku akan melakukan yang terbaik.
Jadi, jangan menyerah, ya?
Ini akan menjadi pertarungan panjang yang menyiksa.
Meskipun kamu hanya melihat secercah harapan, bertahanlah.
Serta jangan lepaskan itu.
Begitu kamu melepaskannya, tamatlah riwayatmu.
Kamu mengerti?
Berkat kamu, anakku kini bisa
bersekolah tanpa harus takut terhadap para perundung itu.
Astaga. Bagaimana aku bisa membalasmu?
Ayolah. Apa gunanya teman?
Kita saling membantu.
"10 dolar"
Hei, kamu tidak perlu melakukan ini.
Pokoknya, santai saja.
Putranya
mengalami masalah di sekolah,
jadi, aku membantunya sedikit.
Tapi bagaimana caranya? Kamu di sini.
Korea adalah negara yang kecil.
Tanganku bisa menjangkau setiap sudut negeri.
"'Apa yang Menjadikan Pemimpin'"
Entah apa kamu tahu ini,
tapi adikmu sudah pindah ke sekolah lain
karena insiden perundungan.
Taksi ayahmu disita Badan Forensik Nasional,
jadi, dia bekerja sebagai kurir saat ini.
Bagaimana kamu tahu semua ini?
Aku bukan mau mengancammu, jadi, jangan khawatir.
Hyun Soo.
Aku butuh bantuanmu.
Para juri tidak mempelajari hukum,
hal-hal seperti preseden, logika hukum, dan prinsip
tidak akan membantu. Mereka tidak akan mengerti
atau bahkan tertarik.
Kamu ingin tahu apa yang menggerakkan mereka? Ini.
Ini.
Hati? Tapi kamu tidak punya, bukan?
Itu sebabnya kubilang kita beruntung.
Aku tidak berperasaan,
tapi tidak begitu dengan Hyun Soo.
"Nama, Kim Hyun Soo"
"Usia 24 tahun, Mahasiswa"
"Wanita yang dahulu kucintai"
Halo?
Terima kasih untuk hari ini.
Kamu sangat membantuku.
Ayolah. Itu bukan apa-apa.
Benar juga, Sayang. Aku juga punya permintaan.
Bisakah kamu berhenti memanggilku "Sayang"?
Ada apa?
Berapa tingkat kemenanganmu?
Bagaimana aku tahu? Aku tidak tahu.
Bagaimana bisa kamu tidak tahu?
Kenapa aku harus tahu? Tidak semua pengacara mencatat hal seperti itu.
Meskipun selalu menyenangkan untuk menang.
- Tapi aku mengandalkanmu. - Apa?
- Itu omong kosong... - Ada tamu.
Hei, kamu di sini.
Dia mantan istriku.
Begitu rupanya.
Halo. Aku Seo Soo Jin, pengacara.
Pak Shin dan aku mengerjakan kasus ini bersama.
Aku Hong Jung A.
Kita bertemu di BFN.
Jadi, di mana kamarnya?
Benar, kamarnya. Aku akan ikut denganmu.
Benar.
- Aku melihatnya. - Apa? Aku tidak melihat apa pun.
- Maksudku, aku membaca artikelnya. - Benar.
Kenapa kamu bekerja keras belakangan ini?
Tidak biasanya kamu begini.
Benar, bukan?
Baiklah.
Permisi, apa kamu keberatan?
Sama sekali tidak.
Ini mewah.
Sofa Italia ukuran besar.
Harganya akan lebih dari 80.000 dolar.
Astaga.
Nyaman sekali.
Ini pereda nyeri.
Kenapa aku butuh pereda nyeri?
Tangan kanan akan lebih baik.
Tunggu, tanganku? Untuk apa?
Aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku.
Melakukan apa?
Bukan hal sulit.
Kamu harus ke rumah sakit karena dislokasi bahu
dan mengobatinya. Itu saja.
Tidak, tunggu.
Aku... Aku akan mencari cara lain yang bisa kamu gunakan.
Seperti apa?
Apa yang bisa kamu tawarkan?
Bantuan berlaku dua arah.
Aku membantumu lebih dahulu, bukan?
Jangan khawatir.
Dokter akan dengan mudah mengembalikan bahumu.
Lemaskan lenganmu. Jika tidak, itu akan patah.
"Kim Hyun Soo, Tanggal Lahir, 21 Agustus 1997"
Bersandarlah.
Jangan yang sulit.
Kamu harus ke rumah sakit karena dislokasi bahu
dan mengobatinya. Itu saja.
Kita sudah selesai. Kamu bisa keluar sekarang.
Kamu tidak butuh gips,
tapi dibutuhkan perban kompresi dan penyangga.
Aku mengerti tahanan selalu ingin udara segar,
tapi dislokasi bahu yang terlalu sering
akan membuat hidupmu sengsara.
Benar.
- Apa itu dislokasi bahu? - Ya.
Tolong turunkan lenganmu.
Baiklah.
Bisa bantu aku?
Tarik napas yang dalam dan embuskan.
Kamu akan merasakan sakit.
Tarik napas yang dalam dan embuskan. Itu dia.
Teruskan. Baiklah.
Mari kita lihat.
Coba putar lenganmu. Apa itu terasa lebih baik?
Lemaskan lengan kananmu untuk sementara.
Akan kubalut perban kompresinya, dan kamu akan baik-baik saja.
Sepatu.
Buka mulutmu.
Kenapa kamu mengambil perban kompresiku?
Bagus.
Kamu boleh pergi.
Bagaimana bahumu?
Aku baik-baik saja.
Pak Jung, ada yang ingin kutanyakan.
Tentang yang harus kamu lakukan?
Ya.
Tidak perlu tahu.
Itu tidak akan mengubah apa pun.
Besok hari pertama persidanganmu, bukan?
Fokus saja pada hal itu.
Matikan lampu!
"Rumah Hyun Soo"
"SPBU, LPG"
"LPG"
"Rumah Guk Hwa"
Kalau begitu, katakan. Ke mana gadis itu ingin pergi?
Sungai Han.
"32J 3442"
"Catatan Masuk Area Parkir Yeouido, Seoul 32J 3442"
"Rumah Hyun Soo, LPG, Rumah Guk Hwa"
Caramu minum mengindikasikan
ada yang ingin kamu katakan.
Tidak. Bukan itu masalahnya hari ini.
Yang benar saja.
Aku hanya ingin membahas fakta.
Sudah kuduga.
Apa masalahnya?
Apa yang harus kamu periksa
padahal kasusnya terjamin?
Kasus ini hanya kurang satu hal.
Bukti langsung
yang mengaitkannya dengan pembunuhan.
Aku akan menghargai bantuanmu.
Astaga.
Kurasa dia jujur soal tidak ingat.
"Tes Pemeriksaan Multinarkotika"
Kadar alkohol dalam darahnya 0,12 persen
dan jejak LSD serta ketamin ditemukan.
"Laporan Analisis Narkotika, Kim Hyun Soo"
Setelah minum koktail seperti ini,
tidak akan ada yang tahu jika kakinya dipotong.
Adakah yang bisa membantuku di pengadilan?
Kurasa kamu bisa membantah beberapa bukti yang dikumpulkan,
tapi aku butuh waktu.
- Begitu rupanya. - Beri tahu aku.
Apa yang memotivasimu?
Apa maksudmu?
Kim Hyun Soo.
Apa yang memotivasimu?
Bukankah sudah jelas? Tentu saja uangnya.
Tunggu, kamu mau pergi?
Tentu saja.
Kupikir kita bisa minum-minum
karena sudah lama.
Tapi aku mengemudi ke sini.
Kamu bisa memanggil sopir pengganti.
Duduklah.
Ahli biologi, Charles Darwin,
menulis ini di "On the Origin of Species".
Bab Lima, Hukum Variasi.
Agar sesuatu bisa makin kuat dan besar,
itu harus sering digunakan.
Jika tidak, itu hanya akan menyusut.
Dari sudut pandang evolusioner,
yang terjadi cukup wajar.
Ini hanya sementara
karena obat atopik yang kuat.
Aku mengganti jenisnya baru-baru ini
setelah dokter bilang aku bisa kehilangan kakiku.
Kamu mungkin tidak ingat karena sudah lama,
tapi kamu tahu aku seperti apa.
Kamu tahu dahulu aku hebat di ranjang.
Kamu tahu Charles Darwin, bukan?
Itulah alasannya.
Pakai ini untuk persidanganmu.
Ya...
Ibuku membawakanku kemeja.
Terima kasih, tapi tidak perlu.
Tahanan 7927.
Kami akan membawamu ke pengadilan.
Terima kasih.
"Kementerian Kehakiman"
"Transportasi Darurat"
Hei, Hyun Soo.
Ada apa dengan kemeja itu?
Kenapa?
Lepaskan. Mari bertukar.
Bisa lepaskan borgolnya sebentar?
- Ibuku membelikanku ini... - Hei, seragam penjaranya biru.
Ayo. Lepaskan.
Lepaskan borgolnya sebentar. Kumohon?
Coba kulihat.
Tidak, lepaskan dasinya.
Jauh lebih baik.
Tetaplah kuat, ya?
Baiklah.
Baik. Ayo.
Semua berdiri.
Silakan duduk.
Silakan duduk.
"Hakim"
Jaksa, bacalah dakwaannya.
Suatu hari di musim semi saat bunga sakura mekar,
seorang wanita ditemukan tewas di rumahnya.
Hari ini, saya berencana untuk menanyai seorang pria
tentang kematian brutal wanita ini,
untuk mengetahui kenapa dan bagaimana dia tewas.
"Terdakwa"
"Foto dari TKP"
Totalnya, 13 luka tusuk
ditemukan pada jasad Hong Guk Hwa, sang korban.
"Foto autopsi, Hong Guk Hwa"
Seperti yang Anda lihat, terdakwa
berusaha menghancurkan bukti segera setelah insiden itu.
Lalu dia kabur dari TKP dengan taksi curian.
Tentu saja di bawah pengaruh alkohol.
Setelah melakukan kejahatan mengerikan seperti itu,
Terdakwa Kim Hyun Soo menyangkal telah membunuhnya.
Dia bahkan menolak mengikuti tes poligraf.
Bahkan hari ini di ruang sidang ini,
Pak Kim akan mencoba menyangkal tindakan brutal yang dia lakukan.
Para juri sekalian.
Jangan biarkan
wajah polosnya menipu kita.
Jangan mengecewakan korban yang tewas mengenaskan
atau tertipu oleh pertanyaan spekulatif
pengacara pembela, yang menyatakan Pak Kim tidak bersalah.
Karena kasus ini
bukan tentang bagaimana Nona Hong Guk Hwa
menjalani hidupnya.
Ini tentang bagaimana dia tewas
dan siapa
yang membunuhnya
"Kim Hyun Soo"
"Juri"
"Terdakwa"
Sekian.
Hyun Soo.
Jangan bereaksi pada apa pun yang terjadi di ruang sidang ini.
Jangan bergerak atau bicara.
Bahkan jangan gerakkan matamu.
"Terdakwa"
Ya...
Menurut kalian, klaim kejaksaan benar?
Apa ada yang hilang dari bukti
yang dikumpulkan polisi?
Pak Kim adalah pemuda biasa berusia 20-an.
Sama seperti pemuda lain yang kita lihat di sekitar kita.
Dia hanya pria biasa.
Dia seorang putra,
seorang kakak,
dan seorang teman.
Kenapa dia menusuk wanita yang dia temui untuk kali pertama?
Dia menikamnya 13 kali.
Kenapa dia melakukan tindakan seburuk itu?
Apa pria berwajah naif ini
sungguh pembunuhnya,
seperti yang jaksa bersikeraskan?
Para juri sekalian. Mulai saat ini,
kalian harus membuang semua bias dan prasangka kalian
dan memeriksa apakah Pak Kim benar-benar bersalah
tanpa keraguan yang masuk akal karena jaksa bersikeras.
Kenapa?
Karena kita tidak ada di sini
untuk membuktikan Pak Kim tidak bersalah.
Kita di sini untuk memeriksa apakah Pak Kim bersalah.
Membuktikan bahwa dia bersalah atas kejahatan itu
bukanlah tugasku.
Itu tugas kejaksaan.
Uji darah mendeteksi noda darah yang tidak terlihat
dengan mata telanjang.
Kami punya foto Pak Kim yang diambil pada hari kejadian
dengan cipratan uji darah.
"Pembela"
"Foto Bukti, Dengan Uji Darah"
Anda menginspeksi TKP, bukan?
Benar.
Noda darah yang ditemukan di tubuh Pak Kim.
Darah siapa itu?
Darah itu milik Hong Guk Hwa, sang korban.
Mungkinkah itu darah orang lain?
Bisa dianggap mustahil.
Baiklah. Lalu apa arti foto ini?
Bahwa dia merusak TKP dan mencoba menghancurkan bukti.
Apa ada bukti bahwa Pak Kim-lah
yang merusak TKP dan berusaha menghancurkan bukti?
Ya, kami yakin itu dia.
Dia meninggalkan jejak lain saat berusaha menghancurkan bukti.
Sidik jari dan jejak sepatunya, misalnya.
"TKP, Sidik Jari yang Tertinggal saat Mencoba Menghancurkan Bukti"
Tidakkah menurut Anda dia membuat terlalu banyak jejak di TKP
untuk seseorang yang mencoba menghancurkan bukti?
Sidik jari, rambut, liur, dan DNA-nya.
"Saksi"
Menurut Anda, Pak Kim sengaja mendekati korban untuk membunuhnya,
lalu secara aktif dan sengaja
menghancurkan bukti di TKP?
Atau akan lebih masuk akal jika lihat itu sebagai kesalahan ceroboh
yang dibuat saat panik setelah mengalami hal tidak terduga?
Menurut saya, yang kedua lebih mungkin.
Benar.
Jika itu pembunuhan berencana,
itu tidak akan dilakukan dengan ceroboh.
Sekian.
Pisau macam apa yang digunakan untuk menusuk korban?
Itu pisau bermata satu tanpa gerigi.
Panjang pisaunya sekitar 15 cm.
Contohnya...
"Bukti Satu"
Seperti ini?
Benar.
Doktor.
Anda punya pengalaman 20 tahun sebagai ahli patologi forensik.
Bisa berikan pendapat Anda mengenai kasus ini?
"Hakim"
Sel kulit Pak Kim ditemukan di bawah kuku korban,
dan darahnya ditemukan di tubuhnya.
Pak Kim membawa senjata pembunuhan,
dan darah serta sel kulit korban ditemukan di sana.
Berdasarkan bukti yang begitu kuat,
saya yakin Pak Kim pembunuhnya.
Tapi bukti yang baru saja Anda daftarkan
tidak bisa dianggap bukti langsung
untuk membuktikan dia bersalah atas pembunuhan Nona Hong.
Luka di telapak tangannya bisa menjadi bukti langsung.
"Luka di telapak tangannya."
- Luka ini? - Benar.
Saat dia menikamnya,
pisaunya terlepas dari tangannya
sebab tersangkut di tulang belakang. Karena itu dia terluka.
Berapa banyak luka tusuk yang ditemukan di tubuh korban?
Ada 13.
Apa artinya itu?
Beberapa orang mungkin bilang itu mengarah ke kejahatan karena nafsu.
Jadi, pelaku dendam kepadanya,
atau pelaku adalah orang yang dia kenal.
Terdakwa, apa Anda mengenal korban sebelum kejadian ini?
Tidak.
Luka di foto itu.
Bisakah dijelaskan sebaliknya?
"Saksi"
Tidak, hanya itu penjelasannya.
Begitukah?
"Foto Bukti, Luka tusuk di tangan terdakwa"
"Laporan Analisis Narkotika Kim Hyun Soo"
Doktor, bisa jelaskan laporan analisis narkotika ini?
Berbagai bahan kimia terdeteksi dalam tes,
tapi hanya tiga yang relevan dalam kedokteran forensik.
Alkohol, LSD, dan ketamin.
Dari semua itu, LSD dan ketamin adalah psikofarmasi
yang umumnya dikenal sebagai narkotika.
Lalu apa yang akan terjadi kepada pria rata-rata 175 cm dan 70 kg
jika dia mengonsumsi
kombinasi itu dengan alkohol?
Obat psikofarmasi yang bercampur dengan alkohol
bisa memengaruhi sistem saraf pusat seseorang
dan dapat menyebabkan hilang ingatan parah.
Begitu rupanya.
Kalau begitu
ada kemungkinan besar
terdakwa tidak bisa mengingat apa yang terjadi.
Benar, bukan?
Dengan narkotika yang dia konsumsi?
Ya, bisa dibilang
dia tidak berdaya.
Tidak berdaya.
"Tidak berdaya."
Dengan kata lain,
ada alasan medis bahwa terdakwa
tidak mengingat malam itu.
"Kejaksaan"
Saya hanya bisa bilang itu kemungkinannya.
Sekian.
"Juri"
- Apa? - Tidak berdaya?
- Mungkinkah dia tidak ingat? - Jadi, artinya...
Buktinya.
Bukti yang didapatkan oleh jaksa penuntut.
Ada 117 bukti yang mengarah kepada terdakwa
sebagai pembunuhnya,
tapi yang dia katakan hanyalah dia tidak membunuhnya
dan dia tidak ingat.
Itu cerita yang dia pertahankan.
Jadi, bagaimana dengan ini?
Mungkin kembali ke TKP
bisa memicu ingatannya.
Para juri sekalian.
"Pembela"
Jika kalian melihat
TKP dengan mata kalian sendiri,
kalian juga akan sadar
betapa konyol klaim amnesianya.
Saat ini juga,
saya, secara resmi, meminta kalian, terdakwa,
dan pengacaranya untuk bergabung memeriksa area TKP.
- Apa? - Benarkah?
Jaksa, silakan mendekat.
Jangan terlalu khawatir.
Tetap tenang.
"Hakim"
Jaksa An, media sudah meliput kasus ini.
Haruskah Anda membiarkannya mendapat lebih banyak perhatian?
Pemeriksaan TKP dalam sidang juri.
bisa diminta oleh jaksa dan juri.
Bagaimana juri memutuskan terserah mereka.
Sulit dipercaya.
"Hakim"
Baiklah.
Sepertinya juri harus membuat keputusan penting.
Jika kalian setuju memeriksa TKP,
silakan angkat tangan.
"Juri"
Tidak bisa...
Tidak bisakah aku tetap di sini?
Aku tidak mau ke rumah itu.
Ini jembatan yang harus kamu seberangi.
Jika kamu menolak,
juri akan melihatnya sebagai rasa bersalah.
"Juri"
Hyun Soo, anggaplah kita
berada di kereta yang tidak bisa dihentikan.
Berhenti sekarang sama dengan mati.
Kita harus melalui ini.
Kita akan istirahat selama tiga jam
dan berkumpul kembali dimulai dengan berjalan pemeriksaan TKP.
Tidak...
Mereka datang!
"Kementerian Kehakiman"
- Lihat! - Di sana!
"Berikan Kim Hyun Soo Hukuman Mati!"
"Dilarang Masuk, Dalam Penyelidikan"
"Polisi"
"Bawa Pembunuh ke Pengadilan"
"Berikan Kim Hyun Soo Hukuman Mati!"
"Dilarang Masuk, Dalam Penyelidikan"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.