Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Jika kau mau dan punya waktu,
aku punya cerita untukmu.
Sebuah kisah tentang sihir dan penyihir,
dari pencarian dan monster.
Tentang kebaikan dan kejahatan.
Tapi jangan salah.
Ini bukan dongeng.
Dan bukan akhir yang bahagia.
A L I H B A H A S A K U D A L U M P I N G
Dunia yang kau tahu sudah hilang,
dimakan api perang besar yang sudah lama terjadi
saat kematian turun dari langit.
Yang tersisa sekarang hanya Tanah yang Hilang,
dipenuhi makhluk-makhluk aneh yang tinggal dalam bayangan.
Apa yang tersisa dari umat manusia berlindung di satu kota.
Dulu, seorang penyihir misterius,
Gray Alys, muncul dari Tanah yang Hilang.
Ini adalah kisah tentang bagaimana kami bertemu
dan bagaimana dia menyelamatkan kami.
Berhenti bekerja!
Berhenti bekerja!
Biar ini menjadi contoh untuk semua.
Tidak seorang pun boleh menentang gereja.
Orang bilang kau bisa membeli apa pun
yang kau inginkan dari Gray Alys.
Tapi lebih baik tidak.
Masih saja orang-orang mencari bantuanmu.
Mereka bodoh dan tidak berpendidikan.
Ada yang miskin, ada yang kaya. Semuanya putus asa.
Aku tidak menolak siapa pun.
Kau tahu apa yang dikatakan gereja tentang orang-orang sepertimu?
Aku yakin kau akan memberitahuku.
Kau iblis
dan merupakan tugas kami untuk membasmimu.
Atas nama Sang Penguasa,
penguasa Kota di Bawah Gunung,
Pendeta Besar Iman,
Aku menghukummu, Gray Alys,
sampai mati dengan cara digantung.
Bertobatlah, nona.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Apa yang terjadi padaku?
Kau tidak bisa dipercaya.
Kau budak sang penyihir.
Tangkap dia.
- Ikuti aku. - Ya, Bu.
Tunjukkan dirimu, penyihir.
Lakukan.
Lakukan.
Penyihir!
Aku akan menemukanmu.
Kau akan terbakar di neraka.
Kau akan terbakar di neraka, penyihir!
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Penyihir yang tidak akan digantung.
Jika ada yang mau menyergap seseorang,
ini akan menjadi tempat yang sempurna.
Terjang dia saat matanya masih menyesuaikan diri dengan kegelapan.
Bawa tiga atau empat teman.
Pastikan kerjaan diselesaikan dengan benar.
Ini tidak pernah berhasil.
Tapi ini tidak pernah gagal.
Gray Alys.
Kau mengenali langkah kakiku?
Tidak. Kebaikanmu.
Kota ini semakin memburuk,
tapi kau selalu murah hati
sejak aku masih anak-anak.
Hanya kau.
Kau tidak pernah meminta apa pun dariku.
Aneh.
Kau terdengar tidak berbeda seperti saat aku masih muda,
tapi kau pasti sudah tua sekarang sepertiku.
Lebih tua.
Jauh lebih tua.
- Aku Jerais. - Kapten Pengawas.
Kau datang atas nama Sang Penguasa?
Atau mungkin ratu?
Apa yang membawamu mengunjungi orang sepertiku?
Konon dengan membayar sejumlah uang, kau bisa mengabulkan permintaan.
Apa yang mau kau beli?
Tinggalkan kami.
Aku tidak yakin itu bijaksana.
Ada yang bilang kau berasal dari Tanah yang Hilang
dan kau mengetahui makhluk yang tinggal di sana.
Hal-hal yang gelap dan tidak alami.
Itu yang kau inginkan?
Menceritakan dongeng padamu?
Aku mau kekuatan darimu untuk jadi monster, Gray Alys.
Menjadi lebih dari sekadar manusia. Apa itu mengejutkanmu?
Aku sudah melihat terlalu banyak hal untuk sekadar terkejut begitu saja.
Jadi kau bisa menjualku rahasia perubahan bentuk?
Pada serigala?
Kau yakin menginginkan apa yang kau minta?
Kau mungkin tidak senang dengan apa yang kau terima.
- Itu bukan urusanmu. - Aku terpaksa membantu.
- Tapi kuperingatkan semua yang datang padaku. - Aku bukanlah segalanya.
- Mm. - Maukah kau menerima tawaranku?
Aku tidak menolak siapa pun. Aku akan menyewa seorang pemburu.
Kami akan mencarikanmu pengubah bentuk dan mengambil kekuatannya.
Beri aku waktu sampai bulan purnama
dan aku akan memberikan apa yang kauinginkan.
Kau akan pergi ke mana?
Ke Tanah yang Hilang.
Ada apa, Jerais?
Kau tidak menolak siapa pun?
Tidak seorang pun.
Kalau begitu, terima saja pembayaranku. Aku mau membeli untukku sendiri.
Jam tangan ini sudah jadi milik keluargaku selama beberapa generasi.
Ini milikku yang paling berharga.
Apa yang kau mau?
Aku mau kau mengecewakannya.
Pengawas bersumpah setia,
tapi kau mengkhianati ratumu.
Aku setia.
Aku tahu apa yang baik untuknya, lebih dari dia mengenal dirinya sendiri.
Kekuatan yang dicarinya akan menghancurkannya.
Aku hanya mau membantu.
Kau bohong, Jerais.
Kau tampak cemburu.
Aku tidak mau berdebat denganmu.
Jika kau tidak menjualnya, aku akan pergi.
Aku tidak menolak siapa pun.
Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan.
Argh!
Argh!
Aku minta maaf.
Apa yang kau inginkan?
Tolong aku.
Sialan.
Kau mengompol lagi?
Tidak bisakah kau menggunakan bel,
kau orang tua yang menjijikkan?
Sang Penguasa yang perkasa.
Sulit dipercaya kau membangun semua ini.
Dan mereka masih takut padamu.
Kau tidak lebih dari babi kotor,
sama seperti semua lelaki.
Ratuku?
Semua lelaki, kecuali satu orang.
Jangan pergi dulu.
Aku harus pergi.
Sebelum mereka melihatku.
Aku tidak bisa tinggal di sini.
Cepatlah kembali. Tolong.
Pasti.
Mungkin.
Berhenti, atas nama Sang Penguasa.
Apa yang kau lakukan di sini?
Semakin kuat semangatnya,
semakin lemah indranya.
Ikut dengan kami.
Berhenti!
Tadinya setengah.
Kudengar kau seorang pemburu, yang menjelajah Negeri yang Hilang.
Aku pernah menyewa orang sepertimu.
Aku ke sini untuk bermain kartu, bukan untuk ngobrol.
Semuanya.
Kau siap bicara sekarang?
Siapa namamu?
Boyce.
Aku sedang mencari pemandu.
Seseorang yang mengetahui Tanah yang Hilang.
- Aku mahal. - Aku punya uang.
Aku tahu. Sebagian besar itu punyaku.
Kau layak?
Apa kau akan ke sini dan bicara padaku jika aku tidak ada?
Tanah yang Hilang bukan tempat untuk orang kota.
Kenapa?
Karena lemah.
Aku terlihat lemah?
Dengar.
Di luar tembok ini, hukum kota,
hukum manusia, bahkan hukum alam, tidak berlaku.
Jadi, apa pun yang kau pikir,
di sana kau hanya akan menjadi penghalang.
Kita buat kesepakatan.
Jika aku memperlambatmu,
kau dapat izin dariku untuk meninggalkanku.
Dan aku akan melakukan hal yang sama.
Kenapa kau mau meninggalkan kota?
Aku mencari lelaki yang bisa berubah jadi binatang buas.
Semua lelaki adalah binatang.
Tapi tidak semua lelaki adalah monster.
Kau mencari pengubah bentuk.
Ya. Aku harus membunuhnya di sarangnya untuk mengambil kekuatannya.
Aku pernah mendengar tentang lelaki seperti itu.
Apa yang kau ketahui tentang dia?
Mereka memanggilnya Sardor, si Serigala Besar.
Di mana Sardor itu tinggal?
Di tempat bernama Sungai Tengkorak.
Sungai Tengkorak.
Itulah tujuanku.
Tidak banyak yang pernah bepergian ke sana.
- Tak seorang pun kembali. - Bimbinglah aku
dan ini bisa menjadi milikmu.
Aku pernah mendengarnya. Tapi, belum pernah melihatnya.
Aku akan mengambilnya.
Dan koin yang kau curi dariku.
Kau akan menerima pembayaranmu setelah aku tiba di Sungai Tengkorak.
Temanmu?
Ya, aku tidak punya banyak teman.
Aku juga tidak.
Senjata!
Argh!
Temukan mereka.
Jalang itu membunuh ularku!
Tidak seorang pun boleh menentang Gereja.
Gereja melindungi perdamaian kota ini
dengan hukum-hukumnya.
Gereja menimbulkan rasa takut dalam hati orang yang tidak bertuhan.
Gereja yang terus menerus melakukan kejahatan
dari Tanah yang Hilang di teluk.
Kami adalah alat Tuhan,
ditempatkan di bumi ini untuk melindungimu dari kejahatan seperti itu.
Memburu para pendosa, penganut ajaran sesat, dan penyihir.
Bawa padaku dan kau akan dapat hadiah.
Gray Alys, dengan seorang lelaki.
Mereka meninggalkan kota bersama-sama.
Orang-orang tidak menghormati kita.
"Penyihir yang tidak akan digantung."
Gray Alys menjadi simbol pembangkangan mereka.
Dia meninggalkanmu hidup di kayu salib untuk mempermalukan kita.
Perempuan ini harus mati.
Ada masalah lain.
- Apa ini? - Katakan padanya.
Katakan padanya.
Seorang lelaki dan seorang perempuan pergi menemuinya.
Aku mendengar nama mereka.
Itu adalah Jerais dan sang ratu.
Jika ratu bersekutu dengan seorang bidah,
itu akan menjadi kehancurannya.
Pastikan penyihir itu membuat pengakuan penuh
sebelum dia digantung.
Jangan ada kesalahan.
Itu tidak baik.
Aku belum pernah melihat lelaki emosional pada ular sebelumnya.
Aku tidak emosional, itu hanya...
Itu ular yang sangat bagus, itu saja.
Nah. Tusuknya bengkok. Sekarang harusnya berfungsi dengan baik.
Asalkan kau berhenti memukuli orang sampai mati dengan itu.
Orang pintar mungkin memilih membunuh kliennya di jalan
dan mengambil pembayarannya lebih cepat.
Tapi tak seorang pun pernah menyebutku pintar.
Ini rumahnya Ross.
Dia dan saudaranya, Mara, adalah teman lamaku.
Benarkah?
Hey, Ross.
Senang bertemu denganmu.
Dan Mara.
- Ramah seperti biasa. - Sudah lama.
Kau tampak lembut.
Kota ini memperlakukanmu dengan baik.
- Begitu pula perempuannya, aku yakin. - Mm.
Ooh-ooh!
Eh, perkenalkan, teman perjalananku, Gray Alys.
Selamat datang.
Temannya Boyce adalah teman kami.
Kekuatan yang kuinginkan dari Sardor
adalah yang terkuat di sarangnya.
Berapa lama lagi sampai ke Sungai Tengkorak?
- Seminggu, mungkin lebih lama. - Aku membutuhkannya jadi serigala.
Kita harus sampai di sana sebelum bulan purnama.
Itu tidak akan mudah.
Jika mudah, aku tidak membutuhkanmu.
Satu-satunya cara adalah mengikuti rel kereta api.
Terowongan itu membelah pegunungan.
Akan berbahaya, tapi kita mungkin bisa menghemat satu atau dua hari.
Ya.
Kau butuh minuman lagi.
Selalu senang melihatku.
Di sini membosankan.
Beruntungnya dia.
Jadi, siapa perempuan itu?
Apa yang kau bawa saat bepergian?
Bukan urusanmu.
Kau menyukainya?
Bukan seperti itu caraku menyukaimu.
Ah.
Apa butuh waktu setahun lagi hingga aku bisa bertemu denganmu lagi?
Mm. Kalau aku masih hidup.
Satu tahun, waktu yang lama di Tanah yang Hilang.
Kau datang, kau pergi.
Aku tidak tahu apa pun tentangmu.
Apa yang mau kau ketahui?
Kau pernah merasa kesepian?
Pernah.
Biar aku bercerita tentang kesepian.
Bayangkanlah seorang anak
di luar sana dalam kegelapan.
Takut.
Orang tuanya dipukuli sampai mati
tepat di depan matanya.
Anak lelaki itu menjelajahi gurun,
bersembunyi dari penjahat
dan para perampok pada siang hari,
dan makhluk-makhluk serta hantu-hantu di malam hari.
Sampai suatu hari anak itu menjadi dewasa,
dan hati dan pikirannya menjadi keras.
Tapi dia tetap melanjutkan perjalanannya, tanpa suara,
takut dekat dengan siapa pun karena takut kehilangan mereka.
Itulah kesepian.
Dan anak kecil itu adalah kau.
Tidak. Tidak mungkin. Tentu saja tidak.
Aku tidak pernah menangis sehari pun dalam hidupku.
Kau sungguh tidak tahu apa pun tentangku.
Itulah wajah-wajah ramah terakhir yang akan kita lihat.
Sekarang yang ada di depan kita hanyalah Tanah yang Hilang.
Apa yang kau lakukan di sini?
Menawarkan doa agar Sang Penguasa segera kembali.
Patriarch, kereta api dan kontingen besar
dari penegak hukummu sudah meninggalkan kota.
- Siapa yang mengizinkannya? - Aku yang mengizinkannya.
- Ke mana perginya? - Menangkap penyihir Gray Alys.
- Dia dicari karena tuduhan bid'ah. - Anak buahmu dibutuhkan di sini.
Ada terjadi kerusuhan yang makin meningkat di jalan.
Kau membuat kami rentan, Patriarch.
Sihir bisa dihukum mati,
baik sang penyihir maupun semua orang yang berhubungan dengannya.
Aku tidak peduli tentang dia atau apa yang dilakukannya.
- Kenapa? - Jangan tanya aku.
- Aku bicara atas nama Sang Penguasa. - Maafkan aku.
Tapi kau benar, ini masa yang berbahaya.
Tangan Sang Penguasa mulai kehilangan cengkeramannya.
Aku melihat pembangkangan di mana-mana.
- Dan ada rumor. - Rumor apa?
- Aku tidak bisa memberitahu. - Rumor apa?
Tentang perselingkuhanmu.
Tidak, itu hanya kebohongan.
Ya. Kata-kata keji diucapkan orang-orang yang paling hina.
Bahkan di antara sampah dan rakyat jelata, kebohongan punya kekuatan.
Sang ratu bersalah karena bersetubuh dengan penyihir.
Sekarang aku melihatnya dengan jelas.
Bawakan aku Gray Alys dan pengakuannya.
Aku akan mengerjakan sisanya.
Sang Penguasa sedang sekarat,
tanpa pewaris, sang ratu menjadi lemah.
Segera akan ada hari baru di kota.
Dengan fajar baru, Penguasa baru.
Aah! Kumohon!
- Tuhan. - Tidak!
Aku sudah ceritakan semua yang kutahu!
Aah! Aku bersumpah!
Tidak! Tidak! Tidak!
Berhenti! Tidak!
Sungai Tengkorak!
Ke sana mereka pergi.
Sungai Tengkorak!
Ke sana mereka pergi.
Bakar.
Kau punya keluarga di sini, Boyce?
Rumah?
Tanah yang Hilang tempat yang sepi.
Kota juga.
Orang menyebutnya Rift.
Ada tempat di mana kita bisa menyeberang dengan aman.
Sirus!
Kau di mana, pak tua?
Itu kereta gantung milik temanku.
Sirus Tua akan membawa kita kesana untuk mendapatkan koin perak.
Dia memelihara kuda baru di sisi lain.
Kau yang membayar.
Sirus?
Sirus?
Tunggu di sini.
Boyce?
Sepertinya Sirus kedatangan tamu.
Begitu juga kita.
Jadi kau Boyce. Sang Pemburu.
Kami bertanya pada orang tua itu bahwa kau sudah menyeberang.
Dia tidak terlalu membantu.
Aku selalu menyukai Sirius.
Siapa yang bersamamu, pemburu?
Jangan ada tipuanmu, penyihir.
Kau tidak bisa menatap mata kami.
Serahkan dia dan kami akan membiarkanmu.
Ada hadiah untuk kepalanya.
Maaf, dia mempekerjakanku lebih dulu.
Lelaki yang berprinsip. Siapa sangka?
Berikan kami penyihir itu atau kalian akan mati.
Tidak.
Tidak seorang pun boleh menentang Gereja.
Kau bilang kau hamba Tuhan?! Tuhan macam apa ini?!
Tipe yang pendendam.
Kau datang ke sini untuk mencari monster.
Sekarang kau menemukannya.
Boyce...
Lihat.
Kebangkitan.
Tidak!
Boyce, kita harus pergi.
- Argh! - Ayo pergi!
Cepat!
Argh!
Ah!
Potong kabelnya.
Putuskan kabelnya!
Potong!
Argh!
Kita harus memanjat!
Ayo!
Argh!
Kenapa dia tidak menghabisiku?
Dia mencobanya.
Benar-benar seorang penyihir.
Bagaimana cara kita menyeberang?
Kita harus berkeliling.
Kalau begitu, ayo gerak.
Mereka akan menuju pegunungan.
Tidak. Neraka adalah tempat yang mereka tuju.
Kau baik-baik saja?
Mabuk.
Hmm!
Terima kasih.
Aku bisa saja mati di sana.
Tidak, kau tidak bisa.
Sampai kau membawaku ke Sungai Tengkorak.
Oke. Aku siap.
Kau mau menjahitku?
Tentu saja.
Kurasa aku mau pingsan sekarang.
Kerja bagus.
Masih sakit.
Minum ini.
Kau memikirkan temanmu?
Aku minta maaf.
Ross orang baik.
Aku mengenalnya sejak lama.
Mara.
Aku akan membunuh mereka atas apa yang sudah mereka lakukan.
Kenapa kau bepergian ke sini, Boyce?
Aku suka kotanya, orang-orangnya.
Minuman kerasnya, makanan enaknya.
Tapi, hanya sebagian diriku yang merasa betah di sini.
Mendengarkan angin.
Mengamati bayangan.
Lihat di sana, Gray Alys?
Lihat bagaimana lampu berkilauan dan bergeser?
Kau bisa melihat bentuk di dalamnya jika kau memperhatikan cukup lama.
Ya.
Itu indah.
Aku tahu kau akan melihatnya.
Kita sama, kau dan aku.
Dalam darah kita.
Kita sama saja.
Aku bisa melihatnya di matamu.
Kau sedang hamil.
Kau boleh pergi sekarang.
Kau mendengarnya?
Tentu saja tidak.
Kita punya ahli waris.
Bukan berarti kau ada hubungannya.
Kau mau tahu siapa ayah
Sang Penguasa yang baru?
Boyce.
Itu namanya.
Seorang pemburu sederhana.
Aku sendiri dulu adalah perempuan sederhana.
Lihat aku sekarang.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Kereta api.
Kita harus mengambil jalan itu atau mereka akan mengejar kita.
Itu akan berbahaya.
Saat malam tiba, setan berkeliaran di pegunungan ini.
Kita tidak punya pilihan.
Di sinilah kita mengambil sikap.
Bantu aku.
Kita butuh api sepanjang malam.
Api adalah satu-satunya hal yang mereka takuti.
Kita tidak punya waktu lama.
Persiapkan dirimu.
Mereka datang.
Gray Alys.
Kau seharusnya tidak
kembali ke sini.
Tinggalkan dia.
Boyce!
Tolong aku! Boyce!
Api dari tanganmu,
aku tidak merasakannya.
Tidak ada api.
Itu tidak akan menyakiti kita.
Tapi bagi mereka ilusi itu cukup nyata.
Lalu kenapa kau menderita?
Kekuatan yang kupunya ada harganya.
Aku mendengar monster itu bicara padamu.
Dia mengenalku.
Dulu kala.
Bagaimana bisa?
Ada harta karun yang besar di dalam tempat ini.
Kekuatan yang luar biasa.
Seseorang datang padaku.
Dia serakah dan haus kekuasaan.
Mereka semua begitu.
Tapi aku tidak bisa menolak, jadi aku membantunya.
Tapi tempat ini beracun.
Mengubah dia dan anak buahnya menjadi apa yang kau lihat tadi.
Dia seharusnya tidak meminta bantuanku.
Seharusnya, jangan pernah ada seorang pun yang meminta bantuanku.
Sebaiknya aku dibiarkan saja sendiri.
Kau bersamaku sekarang.
Ada rel di sebelah barat.
Dekat.
Sang Penguasa sudah mati,
tapi sang ratu hamil!
Hormat untuk sang Penguasa baru!
Sang Penguasa sudah mati!
Semua memuji sang Penguasa baru.
Dan semua memuji sang ratu.
Salam hormat untuk sang ratu.
Hormat pada Sang Penguasa dan homrat pada Sang Ratu.
Terima kasih, Patriarch.
Sekarang, kita mendapatkan apa yang kita inginkan.
Kau punya ahli waris dan aku punya kekuatan.
16 tahun hingga anakmu cukup umur.
Kita tidak bisa meminta otoritasnya
agar berada di tangan yang lebih baik.
Kau terlalu baik.
Aku tidak punya apa pun, Patriarch,
tidak akan terjadi tanpa nasihat bijak dan dukungan tidak henti darimu.
- Kuharap itu tidak pernah berubah. - Pelayanmu yang setia.
Selalu.
Seorang pelacur kotor duduk di atas takhta kota.
Suatu penghinaan pada semua yang baik dan murni.
Waktu kita hampir habis.
Kekuatannya bertambah kuat dari hari ke hari.
Temukan aku penyihir itu. Bawakan aku pengakuannya.
Maka penyihir dan pelacur itu akan digantung bersama-sama.
Cepatlah. Kau mendengarku? Cepat!
Besok kita akan mencapai Sungai Tengkorak.
- Dia akan ada di sana? - Sardor?
Aku tidak tahu. Kuharap tidak.
Aku harus menghadapinya sendirian.
Maka kau akan mati.
Tiap orang pasti akan mati.
Ini gila.
Kau harus pergi.
Kau sudah melakukan apa yang kubayar.
Aku seharusnya tidak menerima tawaranmu.
Tapi kau menerimanya.
Pergilah, Boyce.
- Selamatkan dirimu. - Tidak.
Lupakan ini. Berbaliklah.
Aku tidak bisa.
Kenapa?
Karena aku tidak punya pilihan.
Seharusnya, jangan pernah ada seorang pun yang meminta bantuanku.
Gray.
Kembalilah.
Denganku.
Tidakkah kau mengerti, Boyce?
Aku dikutuk.
Tak seorang pun seharusnya mendekatiku.
Aku tidak peduli.
Patriarch memanggil umat beriman.
Inilah momen yang sudah kita perjuangkan.
Apa yang kita impikan sejak kita masih kecil,
menatap ke tempat ini.
Tapi dia bisa mengambil semuanya dari kita.
Pengawasku sekarang jumlahnya lebih banyak daripada anak buahnya.
Tapi dia masih berbahaya.
Kau bersedia melakukan apa saja untukku?
Apa pun.
Kau prajuritku yang baik.
Kau diam terus.
Sungai Tengkorak terbentang di depan.
Mereka datang.
Kita tak bisa mengalahkan mereka.
Kita tidak perlu mengalahkannya.
- Penyihir! - Ya!
Waktu kita sudah tiba.
Cepatlah! Kau mendengarku?
Cepatlah!
Kalian tidak akan bisa lolos dari kami kali ini!
Akan ada hari baru di kota itu.
Bertobatlah, penyihir!
Tidak!
Tanpa penyihir,
kita harus merebut tahta dengan paksa.
Kumpulkan pengawalku.
Kau mendengarku?
Saudara! Saudara, lindungi aku!
Tak ada gunanya. Saudara-saudaramu sudah mati.
Kau penganut paham sesat.
Atas nama Sang Penguasa,
pelindung Kota di Bawah Gunung,
Dengan ini aku menjatuhkan hukuman mati padamu, Patriarch.
Ya Tuhan. Sudah berapa banyak yang dia bunuh?
Semua orang yang menentangnya.
Lihat semua ini.
Ada orang tinggal di sini.
Sardar.
Api ini tidak menyala selama berminggu-minggu.
Malam ini akan terjadi bulan purnama.
Dia akan datang kalau begitu.
Belum terlambat untuk kembali.
Kita bisa pergi sekarang.
Kau pikir dia akan membiarkan kita?
Menurutmu dia tidak mengawasi kita?
Kau bisa pergi. Aku bisa menahannya.
Tidak.
Sudah terlambat.
Malam ini akan terjadi bulan purnama.
Kau masih memikirkan penyihir itu.
Dia berjanji padaku.
Kau tidak membutuhkan apa yang dijanjikannya.
Sekarang, kau punya semuanya.
Tidak semuanya.
Perak?
Perak.
Senjatamu tidak akan berguna.
Mereka datang menyerangnya dengan perak.
Pedang perak, pisau perak,
anak panah yang ujungnya terbuat dari perak.
Sekarang semuanya sudah jadi debu,
semua prajurit pemberani dan berkulit perak.
Tolong, jangan lakukan ini.
Kita tidak punya pilihan.
Dia sudah dekat sekarang, Boyce.
Bagaimana?
Belum. Masih ada waktu, Gray.
Kau bohong, pemburu!
Tidak pernah ada Sardor.
Hanya kau.
Kau tahu? Kau tahu siapa aku?
Aku peduli padamu.
Selama ini kau mencoba menipuku.
Kau pikir kau bisa membawaku ke sini
dan membunuhku seperti yang lainnya!
Kau seharusnya tidak pernah
kemari, Gray Alys.
Aku mencoba memperingatkanmu.
Argh!
Tenang.
Kau perlu beristirahat selagi bulan masih tertutup.
Kau punya bakat yang membuatku mau mati.
Kau berubah sesuka hati, bulan purnama atau tidak.
Tidak. Itu hanya ilusi.
Untuk mengalihkan perhatianmu, membuatmu rentan.
Kita sama, Gray.
- Kau tidak melihatnya? - Ya.
Dua jenis yang sama.
Kau masih lemah.
Tidurlah.
Hmm?
Lepaskan aku.
Aku tidak mengerti.
Kenapa? Kau menyelamatkanku.
Kau tidak akan menyukai jawabanku, Boyce.
Bulannya.
Kau takut dengan apa yang akan terjadi jika aku berubah lagi?
Aku tidak akan menyakitimu, Gray Alys.
- Tidak sekarang. - Aku tidak takut padamu, Boyce.
Aku mengenalmu dengan baik.
Aku mempelajari semua kelemahanmu sepanjang perjalanan.
Aku bahkan menambahkannya.
Apa yang kau bicarakan?
Aku minta maaf.
Tapi nasibmu sudah ditentukan saat kau bertemu denganku.
Kau benar, Boyce.
Senjata perak tidaklah cukup.
Kau meracuniku?
Aku harus menaruh perak dalam darahmu.
Kenapa kau tidak biarkan aku mati saja?
Karena benda mati tidak mempunyai kekuatan.
Hei, tunggu, tunggu, tunggu!
Kau harus mengabulkan keinginanku.
Kau tak bisa menolak siapa pun. Itu kata-katamu.
- Apa yang kauinginkan, Boyce? - Aku menginginkanmu.
Aku mau kita bersama.
Aku mau kita berburu bersama, bertarung bersama.
Untuk menemukan akhir dari semua kesendirian ini?
Ya, kau pun mau, aku tahu itu.
Aku tidak bisa menolak siapa pun.
Tapi ada harga yang harus dibayar.
Sebutkan saja. Apa saja.
Baiklah.
Sang penyihir kembali!
Itu dia! Itu dia!
- Dia kembali! - Dia kembali! Sang penyihir!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Kembali bekerja!
Penyihir yang tidak akan digantung!
- Penyihir yang tak akan digantung! - Hancurkan Sang Penguasa!
Hancurkan Gereja!
Hancurkan Sang Penguasa!
Hancurkan Gereja!
Hancurkan Sang Penguasa! Hancurkan Gereja!
Hancurkan Sang Penguasa!
Hancurkan Gereja!
Ambil ini.
Beritahu ratu untuk melukai dirinya sendiri,
untuk meneteskan darahnya sendiri ke kulit dan memakainya.
Malam ini akan menjadi akhir siklus bulan.
Dia harus melakukannya sebelum malam berakhir.
Maka kekuasaan akan menjadi miliknya.
Kulit serigala?
Kulit pengubah bentuk yang terbunuh di sarangnya.
Baiklah, Gray Alys, kau sudah melakukan apa yang dia minta,
tapi kau mengecewakanku.
Aku tidak membayarmu untuk berhasil.
Sekarang, kembalikan loncengku.
Tidak, Jerais. Aku pantas mendapatkannya.
Tapi aku tidak mendapatkan apa yang kuminta.
Tapi kau mendapatkan apa yang kau inginkan.
- Apa itu? - Sang ratu sendiri.
Seorang lelaki, ayah dari anaknya.
Kau mau, tapi tahu dia menghalangi jalanmu.
Aku sudah mengubahnya.
Siapa lelaki itu?
Siapa namanya?
Namanya Boyce.
Tidak!
Dia membunuh Boyce!
Tidak, kumohon.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Apa yang kau bicarakan?
Dia seekor binatang.
Binatang?
Apa yang kau ketahui tentangnya?
Dia memutarbalikkanmu. Kau berubah.
Kau yang melakukannya.
Aku melakukan apa yang harus kulakukan. Aku melindungimu.
- Kau mengkhianatiku. - Tidak, tidak. Aku...
Kau sudah membunuhnya. Ayah dari anakku!
Oh!
- Kumohon. - Tidak!
Aku akan melakukan apa saja untukmu.
Kalau begitu, matilah untukku.
Aku melakukan ini untukmu, Boyce.
Agar kita bisa bersama, berburu bersama.
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Penyihir yang tidak akan digantung!
Hancurkan Sang Penguasa!
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Jadi, bagaimana menurutmu ceritaku?
Aku masih belum tahu bagaimana akhirnya.
Mungkin dengan aku mengulitimu hidup-hidup,
seperti yang kau lakukan padaku.
Aku tidak yakin aku menyukai akhir cerita itu.
Sayang sekali.
Aku tahu, kau kekasihnya ratu.
- Jangan pergi dulu. - Kau tahu siapa aku.
- Aku tidak bisa tinggal di sini. - Kau bilang satu-satunya perempuan
yang bisa kau cintai adalah seseorang sepertimu.
- Kau bukan seperti itu. - Bagaimana kalau aku bisa seperti itu?
Aku mau darimu, kekuatan monster, Gray Alys.
- Aku tidak menolak siapa pun. - Aku mau kau mengecewakannya.
- Aku tidak menolak siapa pun. - Aku menginginkanmu.
Aku tidak menolak siapa pun.
Aku tahu keinginan ratu
akan mengarah pada revolusi.
Dan dia tidak akan pernah memakai kulitmu.
Aku tahu kau akan hidup.
Kau bohong.
Sama seperti aku tahu, itu akan gagal.
Orang bilang kau bisa membeli apa pun yang kau inginkan
dari Gray Alys.
Tapi lebih baik tidak.
Bukankah ini yang kita mau?
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 07 April 2025
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.