All language subtitles for missing22017popcorn21

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku melamar pada perusahaan Anda karena yakin terhadap masa depan...

...pangsa pasar Korea yang meliputi 70 persen wilayah pegunungan.

Aku akan lakukan yang terbaik jika dipekerjakan.

- Apa yang kau kenakan? - Apa?

- Pakaianmu. - Ya.

- Ini baju naik gunung. - Pikirmu aku tidak tahu?

Apakah pantas dikenakan saat wawancara kerja?

Anda benar. Tetapi, aku pikir..

Kau pikir gaya berpakaian berbeda jadi nilai tambah?

Seharusnya baju biasa saja.

Gn. Halla 1950 m, Gn. Jiri 1915 m, Gn. Seorak 1707 m, Gn. Deogyu 1614 m.

Gn. Gyebang 1577 m.

Gn. Hambaek 1573 m.

Tunggu.

Kau sedang apa?

Aku suka gunung, itu spesialisasiku.

Apa?

Aku sangat ingin bekerja di perusahaan anda.

Gn. Odae 1563 m..

Cukup.

Kau bisa memanjat gunung?

Ya, aku akan berikan yang terbaik.

Nomor 122, Yoon Sung-jae, pernah kuliah di AS?

Benar, jurusan bisnis di USC.

Kenapa melamar di perusahaan kami?

Aku ikut seminar yang dibawakan oleh presdir perusahaan ini.

Aku menyukai gaya manajemen dan cara pikirnya.

Oleh sebab itu, aku melamar di perusahaan anda.

Alasan menemuimu hari ini, kau harus membayar...

...biaya operasi jika ingin lanjutkan perawatan rehabilitasinya.

Maaf jika aku terus mengungkit soal uang.

Aku mengizinkan dia pulang karena percaya padamu.

Posisiku juga sulit.

Aku tahu..

Kumohon, tunggu beberapa hari.

Kakakmu akan cacat seumur hidupnya...

...jika tidak menjalani perawatan rehabilitasi.

Sudah lama tak jumpa.

Seharusnya kau beri tahu aku sebelum pindah rumah.

Aku bisa carikan tempat yang lebih baik.

Kenapa kau harus..

Masuk ke dalam dan kita bicara.

Astaga.

Bagaimana bisa terjadi? Gadis malang.

Usianya masih muda, tetapi..

Jangan sentuh dia.

Kau membuatku takut.

Bagaimana soal uangnya?

Aku ada wawancara kerja hari ini. Berjalan dengan baik.

- Jika dapat, aku akan membayarmu. - Jawab teleponmu.

Aku akan menjual organ tubuh jika gagal lagi.

Organmu..

Tak ada gunanya, karena banyak orang...

...yang sudah menjual organnya.

Itu bukan bisnis untuk semua orang.

Dan lagi..

Tak seharusnya kau menyerahkan tubuhmu dengan mudah.

Aku bicara begini hanya untukmu.

Kenapa kau tidak menyadari ketulusanku?

Sun-young,..

Ada yang lebih mudah dijual dibanding organ tubuhmu.

Buatkan aku ramen.

Kau punya kimchi, bukan?

Kau sedang apa?

Aku sedang memijatnya.

Menyingkir darinya.

Menyingkir?

Menyingkir?

Apa-apaan itu? Kau mau menusukku?

Kau sudah gila. Tidak waras.

Aku bersikap baik padamu. Kau hanya pikirkan diri sendiri.

Hei.

Kau sudah gila?

Astaga.

Tutup mulutmu, berengsek.

Bagaimana caranya agar kau bisa waras?

Dasar berengsek.

Yang benar saja.

Letakkan pisaunya. Taruh.

Dasar berengsek.

MENGHILANG 2

Han Shin-woo, ini aku.

Jika kau beri tahu aku, kita bisa makan dan akhiri ini.

Aku tak tahu. Sungguh.

Kau. Diam. Jangan bersuara.

- Hai, ayah. - Hai, putriku.

Putriku fasih berbahasa Inggris seperti orang Amerika asli.

Ada anak laki-laki yang menggangguku.

Apa? Ada yang mengganggumu?

Siapa orangnya? Ayah pergi sekarang.

Suara apa itu?

Bukan apa-apa. Itu suara televisi.

Kumohon, berhentilah menonton drama.

Tunggu sebentar. Ibu ingin bicara dengan ayah.

Ini aku. Kenapa belum kirim uang?

Jika berjanji, kau harus tepati.

50.000 dolar bukan jumlah yang mudah didapat.

- Baik, kukirim secepatnya. - Kapan?

- Kapan kau kirim? - Kubilang akan kukirim.

Rewel sekali.

Dasar berengsek, kemarilah.

Kau dengar, bukan? Aku butuh uang.

Aku tak punya pilihan.

Hal semacam ini sering ada di film.

Kita uji keberuntunganmu.

Jangan bergerak.

Di mana Jang Bbi Li?

Aku sungguh tidak tahu.

Satu, dua..

Di mana Jang Bbi Li?

Satu, dua..

- Berengsek. - Dia di Gn. Wolta.

Di mana?

Gunung Wolta.. Gn. Wolta.

Ada gunung itu di Korea?

Aku muak sekali.

Dengarkan saja.

Suasana hatiku sedang tidak enak.

Jangan atur jadwal untuk acara semacam ini.

Acara semacam ini?

Orang-orang sangat menyukainya. Posisikan dirimu seperti mereka.

Dengarkan musik ini...

...agar sikap dan bahasamu lebih sopan.

Tahukah kau kenapa aktor terkenal melukis?

Aku tak tahu. Kenapa?

Karena aku tak peduli yang mereka lakukan.

Itu sebabnya orang bilang kau murahan.

Jika ingin bekerja denganku, tingkatkan kelasmu.

Kau bilang ingin aku rendah hati.

Memangnya rendah hati dengan tak peduli itu sama?

Kau tak lihat komentar orang tentang wawancaramu?

Berpikirlah dahulu saat bertindak.

Berhentilah menceramahiku.

Aktor hanya perlu pandai berakting. Apa lagi yang kubutuhkan?

Begitu, bukan?

Kau lucu sekali.

Pandai berakting?

A-jin, dapat uang bermodal tampang hanya bisa bertahan 3 tahun saja.

Tak sadarkah kau, aktor yang lebih tampan...

...dan lebih muda darimu mati-matian mengincarmu?

Putuskan saja kontrakku, kalau begitu.

Jadi, kau akan pindah ke rumah produksi wanita jalang itu?

Wanita jalang? Apa maksudnya?

Kau tak bisa bedakan antara tidak sadar dan pura-pura?

Apa yang membuatmu ingin ke gunung?

Ayo jalan bersama.

Cuacanya sangat..

Kau Lee Sun-young, bukan?

Aku bertemu kau saat wawancara.

Gn. Halla 1950 m, Gn. Jiri seribu..

Bagaimana caranya hapal semua itu? Aku Park Young-chul.

Kurasa wawancaranya tak lazim karena itu perusahaan luar.

Meski begitu, jika aku ke puncak gunung dan gagal...

...aku pasti ingin lompat dari gunung, bukan?

Kenapa berpikir seperti itu?

Benar.

Tunggu aku.

- Maaf aku terlambat. - Halo, tak apa.

- Halo. - Kita tidak terlambat.

Ini pertemuan penting.

Bukankah seharusnya kalian datang 30 menit lebih cepat?

- Apa maksudmu? - Semuanya sudah tiba?

Halo.

Direktur. Masih ada satu orang belum tiba.

- Pukul berapa sekarang? - Tepat 13.02.

- Pertemuan pukul 13.00, bukan? - Benar, Pak.

Tak perlu menunggu yang terlambat. Ayo kita pergi.

Direktur. Apa yang kita lakukan hari ini?

Aku sudah kirim surel. Kau tidak baca?

Maaf?

Kalian boleh pulang, jika mau menyerah di pertengahan.

Jika aku satu-satunya, apakah lolos?

Kita lihat siapa urutan terakhir tiba di puncak, besok pagi.

Satu, dua, tiga, empat, lima, enam.

Aku tidak akan membedakan lulusan universitas lokal.

Kualifikasi? Sekarang mereka boleh anggap diutamakan...

...tetapi tahukah hal terpenting saat kau bekerja?

Bukan kualifikasi. Tetapi hasrat.

Aku mengerti.

Bawaanmu tampak berat untuk perjalanan sehari.

- Biasanya wanita bawa banyak barang. - Kau punya minuman?

Tidak ada.

Menyebalkan.

Ini bukan pelatihan rohani.

Lelah sekali.

Aku harus berhenti merokok.

Astaga.

Siksaan macam apa ini?

Jika lelah, kau bisa turun duluan.

Yang benar saja.

Kenapa banyak nyamuk di gunung?

Dari sini, kita mendaki sendiri dan bertemu kembali...

...di pertapaan Sungwoon, tempat kita menginap malam ini.

Kita akan tidur, sarapan, mendaki sampai puncak dan turun gunung.

Ada pertanyaan?

Adakah keuntungan bagi orang yang sampai lebih cepat?

Aku tak bisa beri tahu.

Tetapi datang lebih cepat sudah pasti lebih bagus.

Direktur. Kapan kita makan siang?

Bukankah kau sudah makan siang sebelum kemari?

Makanan kuil yang lezat dipersiapkan di pertapaan.

Sekadar informasi, jika terlambat, kau tak boleh...

...memberikan persembahan kepada Budha.

Ini satu-satunya jalan?

Apakah orang itu tahu kalau kita berkumpul di pertapaan Sungwoon?

Siapa?

Menurut orang itu, peserta yang tidak sopan.

Orang yang belum datang.

Kau boleh tunggu dia, jika begitu mencemaskannya.

Sampai jumpa di puncak.

Ayo jalan.

Kita dalam masalah.

Pemeriksa dari markas datang.

Apa urusannya denganku?

Kenapa kau ambil amunisi dan tidak kembalikan yang terakhir?

Berengsek. Tentu saja bawa amunisi jika ingin mengejar pelaku.

Bawa kembali sekarang juga. Aku bisa dihukum.

Kau tak tahu betapa ganasnya anak-anak zaman sekarang.

Mereka tidak takut jika memakai peluru kosong.

Aku sudah bicara dengan Pak Kepala.

Berengsek. Kau mau cari masalah?

Nanti mereka mendengarmu. Aku harus menangkap mereka.

Dasar berengsek.

Tak seharusnya merokok di gunung.

Dia cepat sekali.

Haruskah kita bercinta di sini? Menyebalkan.

Aku bahkan tak bisa mandi. Aku merasa jorok.

Kau bisa terekam dengan mudah lewat kamera tersembunyi.

Tak ada kamera tersembunyi, bukan?

Jika tidak cerdas, setidaknya kau harus berani.

Kenapa kau ceroboh dan penakut?

Berhentilah menyebutku bodoh.

Aku lulus SMU, kau tahu?

Benar sekali, kau lulusan SMU.

- Tahu sulitnya dapatkan ijazahmu? - Astaga.

Aku saja yang berpikir. Kau ikuti saja.

Jangan banyak berpikir. Nanti makin parah. Paham?

Baiklah. Kau sudah bilang berulang kali.

Berhenti, ayo kita istirahat.

Istirahat.

Kenapa yang lain tidak kelihatan?

Mungkin mereka menyerah dan pulang duluan?

Mereka tampak pantang menyerah.

Halo?

Ya, ini aku. Sungguh?

Aku akan segera menemuimu. Terima kasih.

Permisi. Aku harus turun.

Apa?

- Aku harus turun sekarang. - Sekarang?

Aku diterima kerja di tempat lain.

Oleh sebab itu aku turun, semoga beruntung.

Tunggu. Sampaikan pada direktur sebelum kau turun.

Kau saja yang sampaikan. Aku tak punya waktu.

Semoga beruntung.

Aku iri padanya.

- Bagus untuk kita. - Apa?

Tinggal kalahkan dua orang dan kita diterima.

Ya. Kau benar.

A-jin, bersabarlah.

Aku bukannya tidak sabar.

Semua orang tahu karyanya bagus.

Aku harus menjawabnya kali ini.

Nyonya.

Baru saja dibicarakan.

Halo, Sutradara Choi.

Tentu. Aku telah memeriksanya.

Kurasa drama itu tidak cocok untuk A-jin.

Bagaimana kalau Ji-hyuk?

Sepertinya dia cocok untuk peran itu.

Aku sudah bicara dengan penulis Yoon, dia ingin Ji-hyuk.

Jangan cemaskan A-jin. Nanti aku yang urus.

Ini bukan pertama kali kau bekerja denganku.

Sekarang tidak bisa. Aku tidak berada di Seoul.

Aku tak berkencan. Tak ada waktu. Hanya ke sini untuk bisnis.

Baiklah, kuhubungi nanti setelah tiba di Seoul.

Dasar wanita jalang.

Dasar berengsek.

Kenapa dia mencariku meski sudah beristri?

Kau sedang apa? Sudah gila?

Kau pikir aku murahan.

Kau selalu perlakukan aku dengan buruk.

Aku sudah bilang akan urus semuanya.

Aku tak akan hancurkan dirimu.

Kau benar, dasar berengsek.

Si Ji-hyuk, memangnya dia lebih baik dariku?

Kau yang berengsek.

Apel jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Permisi.

Tunggu.

Apakah pertapaan Sungwoon lewat sini?

Pertapaan Sungwoon?

Aku juga tidak tahu.

Kau cedera? Lebih baik turun secepatnya.

Tidak. Aku harus ke pertapaan Sungwoon.

Kau sembunyikan harta karun di sana?

Terserah kau saja.

Kau ke arah mana?

- Pondok gunung. - Ada pondok di gunung ini?

Pondok atau sebuah vila.

Sung-young.

- Itu rekanmu. - Siapa dia?

Aku duluan, perjalanan masih jauh.

- Ada apa? - Kakiku kram.

Kau memaksa diri. Biar kuperiksa.

- Tak apa. - Jangan bergerak, ototmu terkejut.

- Siapa pria itu? - Entahlah, mungkin pendaki.

Jangan bicara dengan orang asing di tempat seperti ini.

Berbahaya bagi wanita cantik. Kau tak apa?

- Ini jalur yang benar? - Ada jalan pintas.

- Kau yakin? - Tentu.

Kita akan tiba lebih cepat lewat sini.

Kalau begitu, kita akan lulus.

Baik.

- Aku ingin menolongmu. - Aku tak apa.

Jangan terburu-buru. Nanti kau kram lagi.

Pergelangan kakimu indah sekali.

Sudahlah.

Tak apa. Semuanya baik saja. Kau percaya padaku, bukan?

A-jin, ayo kembali ke Seoul dan makan malam.

Katamu ingin makan sushi. Aku tahu restoran yang enak.

Apa-apaan ini?

Berengsek.

Ayo lebih cepat.

Astaga.

Kau tahu arahnya? Apakah kau yakin lewat sini?

Aku yakin. Kita hampir tiba.

Aku harus lulus.

Jika gagal karena ulahmu, aku tak akan mengampunimu.

Jangan khawatir, jika gagal, aku akan mengurusmu.

Kau lelah? Pegang aku.

Kenapa kau mengurusku? Jika gagal, tamat sudah.

Kenapa kau berpikir negatif?

Kita bisa lulus bersama, makan bersama...

...dan pulang bersama setelah jam kerja usai.

Di mana tempat tinggalmu?

Jangan masuk.

Kubilang jangan masuk. Keluar sekarang.

Aku terlihat murahan karena berkencan dan tidur denganmu?

Tutup pintunya.

Tutup pintunya.

Tutup pintunya.

Berengsek.

Dasar berengsek. Kau sengaja melakukannya.

Aku akan menuntutmu atas serangan dan pelecehan seksual.

Dasar bedebah.

Kumohon hentikan, wanita jalang.

Kumohon hentikan.

Mati saja kau.

Mati kau. Hentikan itu, wanita jalang.

Mati.

Kumohon matilah.

Apa?

A-jin, astaga.

Ada apa?

Kau bersama wanita itu?

Ya. Tidak.

Aku sendirian.

Film baru Sutradara Tae-yoon Kim. Kau dapat peran utamanya.

Apa?

Ini saatnya kau bersinar.

Kurasa wanita itu menyuapnya kemarin lusa.

Pihak studio ingin bertemu besok.

Ada apa? Kenapa diam saja?

- Kau kaget? - Sudah dulu.

- Dasar anak nakal. - Kuhubungi nanti.

Sebelah sana..

Ada apa? Ada yang tidak beres?

Sepertinya dia cedera parah.

Kami butuh bantuan. Kami alami kecelakaan.

Kecelakaan?

Dia jatuh dari atas batu.

Kumohon bantu kami.

- Sudah hubungi polisi? - Ya, mereka akan segera tiba.

Benarkah kecelakaan?

Kau tidak terlihat seperti habis mendaki.

Kau pikir aku bercanda?

Tidak. Bukan begitu maksudku..

Tunggu..

Benar?

Aku benar. Dia seorang aktor.

Kau aktor Jo A-jin, bukan?

Kau sedang membuat film sekarang? Apakah ada kamera tersembunyi?

- Ini tampak asli. - Aku tak punya waktu..

Mobilku di sana. Kau bisa bantu aku?

Ayo.

Sungguh? Apa yang kau lakukan?

Ada apa?

Sun-young, aku naik ke atas bersama mereka. Kau pergi duluan.

Kau tak apa?

Tentu saja, tak apa. Jangan sampai kita berdua terlambat.

Aku akan segera menyusulmu, kau teruskan perjalanan.

Bagaimana kejadiannya? Ada apa? Kau tak apa? Hati-hati.

Dia tidak berat? Mau kubantu?

Jalanannya terjal. Tunggu. Lewat sini.

Hati-hati kepalanya. Apa yang terjadi?

Bagaimana kejadiannya? Tunggu. Kepalanya.

Ada yang tidak beres dengannya?

Tidak. Dia hanya pingsan.

Permisi.

Pikiran buruk terlintas olehku.

Aku harus hubungi seseorang. Ibuku sakit di rumah.

Aku lupa hubungi dia.

Ayolah, ponsel.

Kau sangat ingin tahu.

Tunggu.

Berengsek. Berapa jauh lagi harus kutempuh?

Kenapa dia berlari?

Permisi. Ayo kita bicara.

- Tunggu. - Siapa dia?

Berengsek.

Tunggu sebentar. Ayo bicara, kataku.

Berbahaya. Jangan cepat-cepat.

Kita harus bicara.

Karena ada kesalahpahaman.

Mudah untuk dijelaskan.

Jangan persulit keadaan..

Berengsek. Dasar wanita gila.

Berengsek. Dia melemparnya ke wajahku.

Sakit sekali.

Hei.

Berengsek.

Sial.

Aku lelah.

Hei.

Aku tahu kau di dekat sini.

Aku akan menemukanmu.

Kau bersembunyi di dekat sini.

Aku menemukanmu.

Ayo bicara.

Tak bisakah kau lepaskan aku?

Aku tak akan beri tahu siapa pun.

Baiklah. Naik saja dulu.

Naik dan bicara denganku.

Ini.

Benar.

Berengsek.

Berikan ranselku.

Berikan ranselku.

- Berikan ranselku. - Ambil saja.

Ada kamar tersedia?

Sudah lama tidak berjumpa.

Siapa kau?

Aku kecewa. Kau sudah melupakanku?

Ini aku.

Dasar berengsek. Kenapa kau bersembunyi?

Aku kehabisan napas naik kemari.

Dasar kau.

Sudah lama, kau makin payah.

Mana gadis satunya yang bersamamu?

Dia dapat panggilan dan diterima perusahaan lain.

Jadi dia turun ke bawah.

Kalian tidak lihat yang dua lagi?

Mereka jauh di depan kami.

Mungkin menyerah dan pergi.

Atau, mereka jatuh cinta.

Banyak sekali persediaanmu.

Kau buat ini semua?

Rumah siapa ini?

Kurasa kau hidup sendiri.

Aku hanya mengurus rumah ini karena disuruh kenalanku.

Aku tak tahu, sampai mencarimu di kasino.

Di mana kau simpan uangnya?

Aku juga tidak tahu.

Kenapa aku tinggal di sini jika membawa uangnya?

Kau pasti tidak percaya, tapi uangnya kutaruh di bagasi.

Menghilang begitu saja.

Lanjutkan.

Aku haus, maka aku minum es kopi...

...dan kudapati bagasinya terbuka. Uangnya lenyap.

- Lanjutkan. - Astaga.

Jika ada uangnya, pasti kuberikan padamu.

Kau pikir aku serakah menguasainya sendirian?

Berengsek, aku sungguh butuh uang.

Kumohon padamu.

Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Jika ada uangnya, pasti kuserahkan padamu.

Berengsek. Aku sudah minta baik-baik, ceritakan yang sebenarnya.

Kumohon, beri aku waktu.

Aku bisa menemukannya.

Menemukan apa? Aku tahu uangnya ada padamu.

Berengsek. Bedebah.

Uangku!

Dasar bodoh.

Kenapa kau terus berlari?

Sakit sekali.

Berhenti lari dariku.

Kumohon, jangan bunuh aku.

Aku tak akan beri tahu apa yang kulihat.

- Kenapa kau terus bilang begitu? - Ampuni nyawaku.

Ayo bicara.

Kenapa kau terus berlari?

- Kau sedang apa? Tolong aku. - Dasar bodoh.

Wanita jalang. Bantu aku lepaskan perangkapnya.

Aku dapat film baru, kuserahkan semua uangku. Selamatkan aku.

Lepaskan aku, berengsek.

Kau menguji kesabaranku.

Aku yakin ini tempat yang tepat.

Pasti ini.

Tidak bisa begini. Kemarilah.

Kau bisa mencarinya setelah kupukuli. Kemari.

Aku sering lupa ingatan.

Pasti kusimpan di sini.

Aku menemukannya. Ini dia.

Berengsek. Seharusnya dari tadi. Aku mau lihat uangku.

Berengsek.

Kemarilah, berengsek.

Kau tak mau kemari?

Kau cari mati.

Sial.

Lepaskan aku.

Jangan bergerak, berengsek.

Kau keras kepala.

Yang lain sudah menyerah. Kenapa kau tahu aku di sini?

Dasar iblis.

Kau berengsek. Kau mau makan sendiri uangnya?

Tidak. Aku mau berbagi denganmu.

Setelah memakai uangnya, aku tahu diriku salah.

Aku tak punya anak. Aku butuh dana pensiun.

Jang Bi Li,..

Berikan aku 50.000 dolar.

Aku mau biayai putriku lulus kuliah di Amerika.

Berengsek, jangan jadi bedebah.

Semua orang bisa mengirim anaknya studi keluar negeri.

Kau itu detektif.

Jaga mulutmu.

Jangan bergerak. Kau masih beruntung.

Ada lahan bagus untuk kuburanmu di belakang.

Itu kuburan untukmu, berengsek.

Nyamuk berengsek.

Tolong aku.

Tolong aku.

Aku di sini.

Tolong aku.

Minggir.

Berengsek.

Sial.

Aku menemukannya.

Di mana?

Ada orang di rumah?

Ada orang di rumah?

Aku tersesat.

Berengsek.

Halo?

Siapa itu?

Sakit sekali!

Diam!

Kau mau pergi?

Ya, benar.

Di mana kita? Berapa lama ke pertapaan Sungwoon?

Tergantung orangnya.

Kira-kira..

Tetapi kau punya banyak waktu sampai fajar tiba.

Kenapa kau harus ke sana?

Ada wawancara di sana.

Meski terlambat, aku harus ke sana.

Begitu. Wawancara..

Boleh pinjam telepon? Teleponku hilang.

Aku tidak punya.

- Bagaimana dengan ponselmu? - Aku tak punya.

Tidak punya?

Tetapi..

Itu darah, bukan?

Oh, ini..

Aku tergelincir saat mendaki kemari.

Aku tergores.

Mooro? Ini Kim dari penjualan tiket.

Kenapa kau tak menjawab teleponmu?

Halo?

Pemilik ponsel meninggalkan ponselnya di sini.

Tinggalkan apa? Kau bicara apa?

Di mana kau sekarang?

Pohon Bo

- Pohon Bo. - Pohon Bo?

Aku mengerti. Pasti dia pergi dan mabuk sekarang.

Mungkin.

Kejam sekali dia.

Siapa ini yang menjawab telepon?

Sudah mati. Baterainya habis.

Baiklah.

Apa-apaan ini? Kenapa dia tidak jawab teleponnya?

Kenapa pendaki yang naik belum turun juga?

Benar.

Pertapaan Sungwoon.

Aku Kim dari penjualan tiket.

Ada apa?

Adakah orang yang tidur di situ?

Ada orang perusahaan. Mereka menginap.

- Sungguh? Berapa orang? - Hanya sedikit.

Aku ingin tahu berapa pendaki yang naik.

Apakah semuanya baik saja?

Memangnya ada apa?

Ada sesuatu terjadi di situ?

Tidak. Aku bosan.

Kau tidak punya ramen?

Tidak boleh makan ramen di kuil.

- Ramen Shin? - Benar.

- Kuhubungi nanti. - Sampai jumpa.

Aku ingin tahu berapa orang yang naik.

Bawa ini untukmu.

Ini jas hujan. Bawalah, siapa tahu hujan.

Ini.

Ada apa? Apa yang salah?

Hei, lihat.

Ada apa dengannya?

Bangun. Hei.

- Siapa dia? - Aku tidak tahu.

Hei.

Apa yang menimpanya?

Kenapa berdiri saja? Ambil kotak medis.

- Berengsek. Ini parah. - Di mana letaknya?

Mana aku tahu? Cari saja.

Kakinya cedera parah.

Apakah dia terjatuh atau diserang manusia?

Belum ketemu?

- Sudah. - Bawa kemari.

Astaga.

Pembersih luka.

Astaga.

Tahan.

Dapat. Tahan kakinya.

Baik.

Pegang yang keras.

Ada apa dengannya?

Ambilkan selimut.

Ambil selimut dari kamar sebelah. Dia menggigil.

Baik.

Bertahanlah.

Kau mengenalnya?

- Apa? - Kau kenal dia?

Tidak.

Begitukah?

Sepertinya kau kenal.

Atau aku salah?

Kau takut?

Takut apa?

Takut padaku.

Lupakan saat aku membentak atau menyumpahimu tadi.

Itu karena pekerjaanku.

Apa pekerjaanmu?

Aku detektif dari kantor polisi Bun Dang.

Semalam ada laporan tersangka pembunuhan sembunyi di sini.

Malamku ini berat.

Baiklah.

Seharusnya kau bilang.

Tetapi banyak pembunuh wanita akhir-akhir ini.

Dia kehilangan banyak darah. Entah apa dia baik-baik saja.

Kau tidur?

Siapa?

Apakah ada pondok atau gunung di sekitar sini?

Ada satu pondok gunung bernama Mooro.

Bisakah kau periksa siapa yang menginap di sana?

Tentu.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Tak ada yang menjawab.

- Sungguh? - Ya.

Bangun.

Kau harus bangun. Tuan.

Apa-apaan?

Bunuh dia secepatnya.

Apa maksudmu?

Wanita itu gila.

Aku melihatnya.

Dia membunuh orang.

Bicara perlahan. Apa katamu?

Tuan, kau mau mati? Dia membunuh orang.

Kau gila.

Apa kau tuli?

Kubilang bicara perlahan.

- Sun-young? - Ya?

Apa maksud orang ini? Katanya kau bunuh orang.

Apa katanya? Katakan sejujurnya.

Kau bunuh orang. Wanita gila.

Apa katamu? Kau yang bunuh orang.

Aku lihat dia. Dia bunuh orang.

Katakan yang sejujurnya. Kau bunuh orang.

Dasar psikopat.

Katakan kau bunuh mereka.

- Kau yang bunuh mereka. - Wanita ini bunuh orang.

- Dia bunuh mereka. Aku melihatnya. - Diam.

- Kau harus percaya padaku. - Diam.

Diam, kalian berdua.

Berengsek. Hari ini kacau sekali.

Permisi. Kau harus hubungi polisi.

Sun-young. Aku polisi.

Aku polisinya, siapa yang akan kau hubungi?

Kalian berdua tinggal di sini.

Kubunuh kalian jika berusaha kabur.

Aku ingat nomor identitasmu.

Sial. Ini karena Jang Bbi Li.

Sial.

Berengsek. Apa-apaan.

Sial.

Berengsek.

Apakah dia mati? Berengsek.

Ponselku.

Kumohon, tersambunglah.

Halo. Kantor polisi?

Ada yang mati di sini. Entah siapa dia.

Pelakunya aktor Jo A-jin. Aku tidak bercanda.

Dia tampak tak asing bagiku.

Meski begitu, aku tak paham...

...sedang apa aktor terkenal di gunung pada jam segini?

Sun-young.

Apa hubunganmu dengannya?

Ini pertama kali aku melihatnya.

Yang benar saja.

Katamu tadi dia membunuh orang.

- Ya, benar. - Pak.

Kau sedang apa? Kenapa belum kau tahan?

Astaga.

Kau mau ke mana? Jangan bergerak.

Bagaimana aku bisa yakin yang mana pembunuh sesungguhnya?

Kau membuatku kesal.

Aku melihatnya sendiri. Aku saksi.

Dengar.

Dia juga katakan hal yang sama sepertimu.

- Sama. - Apa itu?

Kau aktor, bukan?

Aku tahu pernah melihatmu.

Hidup lama dan banyak pengalaman. Tak menyangka bertemu orang terkenal.

Mari salaman. Jabat tangan.

- Jabat tangan? Apa-apaan? - Kau tampan sekali.

Omong kosong.

Hei.

Hei.

Kau sedang apa?

Kau tak mengerti?

Tidak paham?

Kupikir kau tidur.

Kau tak bisa tidur.

Kau bisa mati selagi kau tidur.

Siapa yang tahu apa yang akan dilakukannya padamu.

Apakah ini?

Kurasa begitu.

Apa ini?

- Dia mati, bukan? - Dia sudah mati.

Ada apa?

Mana orang yang menelepon polisi?

Pasti sudah melarikan diri.

Namun, dia berhati nurani, karena menghubungi polisi...

...agar wanita ini dapat dimakamkan.

Belum lama sejak dia menelepon. Pasti dia belum jauh.

Beri tahu penghuni pondok...

...untuk hubungi polisi saat lihat orang mencurigakan.

Kau tak pernah menonton film?

Siapa yang pergi ke pondok gunung setelah membunuh orang?

Dia pasti sudah turun gunung.

Kau benar.

- Kau mau buang air kecil? - Apa?

Ayo lakukan.

- Bangun. - Kakiku..

Hati-hati.

Perlahan.

Hati-hati.

Maaf soal sebelumnya.

Tak apa.

Pasti kau punya teman cantik karena kau selebriti.

Pernahkah bercinta dengan seorang aktris?

- Aku? - Jujurlah.

Tidak, belum pernah.

Namun banyak artis yang bermasalah akhir-akhir ini.

Pelecehan seksual, mabuk sambil berkendara, narkoba..

Aku tidak begitu.

Kudengar kau dapat jutaan untuk satu iklan. Benarkah?

Tergantung orangnya.

Aku ingin hasilkan banyak uang seperti itu juga.

Kemudian berhenti jadi detektif dan bisa hidup nyaman.

Adakah orang yang dapat berikan aku uang sebanyak itu?

Aku akan lakukan apa pun yang mereka minta.

Sial. Kentang ini tidak enak.

- Pak. Detektif. - Ada apa?

- Aku mau minta tolong. - Apa?

Aku akan berikan kau banyak uang.

Kumohon bunuh dia.

Aku ini detektif.

- Kau minta detektif bunuh orang? - 100.000 dolar.

200.000 dolar.

300.000 dolar uang tunai.

Dasar berengsek.

Berengsek.

400.000 dolar.

Kau pikir detektif mudah disuap?

500.000 dolar.

Apa-apaan ini?

Satu juta. Tidak lebih.

Pikirmu ini Hollywood?

Kemari.

Ayo. Sial.

Baik, aku minta maaf.

Aku sudah lama menjadi detektif.

Ini hanya kebiasaan.

Maafkan aku.

Maafkan aku.

Apa katamu?

Kenapa dia pendiam sekali?

Minggir.

Sedang apa kau di sana?

Sial, kau melihatnya.

Dia mati.

Kau membunuhnya?

Tidak.

Apa kata bedebah itu?

Apa?

Sesuatu.

Dia tak bilang apa-apa.

Sial.

Kurasa dia katakan sesuatu.

Dia minta tolong.

Sungguh?

Hanya itu?

Sial.

Aku senang melihatmu lagi.

Bagus, Pak Detektif.

Kau sudah mengerti?

Kenapa memilih cara yang sulit?

Kenapa kau sangat ingin tahu?

- Apa yang kau lakukan? - Jangan lakukan itu.

Apa? Aku akan akhiri..

Hentikan, kataku.

Ini beda dengan kesepakatan kita.

Satu juta. Aku janjikan satu juta dolar.

Karena aku tersenyum, sehingga kau tak mengerti?

Kau tidak mengerti? Berengsek.

Hentikan.

Diam.

Hei.

Aku akan melepaskanmu, jika sampaikan ucapannya.

Kau ada wawancara. Benar bukan, Sun-young?

Sial. Sepertinya banyak yang akan mati malam ini.

Matilah.

Kau..

Lihat dirimu.

Hei.

Apa isi ranselnya sampai kau lindungi dengan tubuhmu?

- Ada harta di dalamnya? Berikan. - Tidak.

- Berikan. - Tidak.

Berikan padaku.

Apa-apaan ini..

Hei.

Apa-apaan ini. Ini kepala manusia.

Ayo pergi ke pertapaan Sungwoon.

Tidak.

Aku sudah periksa. Tak ada masalah di sana.

Ayo ke pondok Mooro. Kurasa ada yang tak beres di sana.

Mereka tidak menjawab teleponnya.

Ayo. Lekas.

Pergi?

Kurasa tidak.

- Ayo pergi. - Apa yang kau lakukan? Cepat.

Kita sibuk di sini.

Astaga.

Ini bukan film. Sun-young, kau ini apa?

Aku tahu yang kau mau.

Berikan ranselku.

Aku makin menyukaimu.

Ini.

Apa yang kau lakukan, Pak?

Kau di pihaknya sekarang?

Kau takut aku tak sanggup berikan satu juta dolar?

Aku Jo A-jin.

Aku sanggup berikan satu juta dolar.

Pembunuh terlalu banyak bicara.

Dasar berengsek.

Tak seorang pun di sini akan menolongmu meski kau mati.

Di mana gudangnya?

Mari pergi bersama.

Berengsek.

Dasar.

Jika menemukannya, langsung bawa kemari.

Aku akan membunuhmu jika kau ambil satu dolar saja.

Kenapa? Uangnya mengubah pikiranmu?

Aku bebas pergi, bukan?

Lepaskan.

Berhenti.

Lee Sun-young.

Meski turun gunung, tetap saja ditahan seumur hidup.

Mati saja di sini. Kukubur di tempat yang bagus.

Kenapa lakukan ini padaku?

Aku temukan uang yang kau inginkan.

Kenapa menjahatiku?

Emosimu keras juga.

Hei.

Kau lupa apa isi ranselmu?

Aku polisi.

Aku tahu. Tetapi kau bunuh seseorang.

Kau melihatku melakukan hal itu?

Dia memberitahumu.

Jika kau mati, semua akan berakhir.

Mati.

Dasar berengsek.

- Kau sudah gila? - Memang.

Bagaimana bisa waras dalam situasi begini?

Mati. Mati.

Nyalimu besar juga.

Karena kau mantan bintang film aksi.

- Selamatkan aku. - Aktingmu bagus juga.

Kenapa berubah begitu cepat?

Awalnya kau mau membunuhku, lalu mohon ampun untuk nyawamu.

Dasar berengsek. Orang bodoh.

Kumohon selamatkan aku.

Menyelamatkanmu.

Baiklah.

Ini bagus.

Katamu mau membunuhnya?

Bunuh dia. Kemudian, kulepaskan kau.

Ini.

Kenapa memintaku bunuh dia. Aku akan memberimu satu juta.

Kau tak mau?

Kalau begitu kau bunuh saja dia.

Tidak. Akan kulakukan.

Bodoh.

Jangan buat aku bekerja dua kali.

Baiklah.

Bertarunglah. Bunuh dia.

Diam di sana.

Tunggu sebentar.

Permisi.

- Apa Lee Sun-young tiba? - Ada apa?

Bukankah kau pulang?

Jika kami tidak datang, seharusnya kau menghubungi.

Ponselnya dimatikan.

Seseorang telah tiada.

Siapa?

Siapa yang tiada?

Pak, adakah pondok lain di gunung ini?

Dasar gila. Kau percaya ucapannya?

Mati.

Jika aku mati, kau juga. Dasar berengsek.

Bangun.

Jangan mendekat.

Pergi.

Apa yang kalian lakukan?

Lepaskan.

Dasar bedebah.

Aku berikan kesempatan hidup, tetapi kau sia-siakan.

Astaga.

Astaga.

Jelas sekali, ini bukan pertama kalinya bagimu.

Jika kuselidiki, pasti ada catatan kejahatannya.

Ayo. Cepat.

Kenapa kau lemah sekali?

Dasar bodoh, kau mau mati?

Biarkan saja aku pergi dengan uangku.

Kau pernah alami ini, bukan?

Ini bukan pertama kalinya kau membunuh orang.

Kau akan jadi terkenal.

Pikirkan saja.

Wanita muda membunuh tiga pria di pondok gunung.

Dor. Lalu bunuh diri.

Masuk akal.

Berhenti bicara dan bunuh saja aku.

Bagus sekali.

Kau sudah gila. Baik, matilah kau.

Kau banyak bicara. Kau tidak akan menembakku?

Kenapa tak sanggup menembakku?

Wanita jalang.

Kau punya sesuatu untuk mendukungmu.

Jangan bergerak. Diam di sana.

Kau tak apa, Sun-young? Jangan takut. Aku di sini.

Polisi dalam perjalanan.

- Siapa si bodoh ini? - Siapa kau?

Sial, semua jadi kacau karena wanita itu.

Kau aktor juga? Kenapa kalian di gunung ini?

Sial.

Kami mendaki untuk dapat pekerjaan. Itu saja.

Kenapa tak ada yang membantu kami? Kenapa?

Dasar bodoh. Kau tak lihat ini?

- Asyik. Jika kutembak, kau mati. - Jangan mendekat.

- Astaga. - Sial.

Jika tidak kau taruh sampai hitungan ketiga, kubunuh kau.

Satu.

- Dua. - Berengsek.

Tiga.

- Jangan bergerak. - Bedebah.

Maafkan aku.

Apa-apaan itu? Itu senjata, bukan?

Benar. Itu suara tembakan.

Cepat.

Dasar berengsek. Kubunuh kalian semua.

Mana Lee Sun-young?

Semua berakhir begitu kau mati.

Di mana dia?

Mati kau.

Masa bodoh denganmu.

Sial.

Kau sangat beruntung.

Hei. Apa-apaan ini?

Kepala siapa di dalam ranselmu?

Kenapa kau pegang erat itu sampai mati?

Kepala Ayahmu? Adik laki-lakimu?

Siapa pun yang kubunuh bukan urusanmu.

Lee Sun-young, aku detektif.

Aku sangat penasaran.

- Berikan padaku. - Hentikan.

- Berengsek. - Hentikan.

Yang benar saja.

Apa yang terjadi di sini? Lewat situ.

Hei. Segera laporkan.

Apa-apaan ini? Kacau sekali.

- Ini mengerikan, parah sekali. - Kau tak apa?

Pisau.

Jangan bergerak.

- Park Young-chul? - Diamlah.

Kumohon tolong aku.

Pahlawan film..

Aku harus bagaimana jika selalu dapat adegan awal dan akhir?

Minta satu "Raible".

- Maaf? - Lalu, bagaimana aku bisa tidur?

Minta Raible.

Apa maksudmu?

Kenapa tidak mengerti?

Aku minta Raison Black.

Urutan kedua dari bagian bawah kanan. Yang itu.

Katakan dengan jelas.

Jangan tutup teleponnya. Aku bayar dulu.

Harganya 4,5 dolar.

Halo?

Berengsek, teleponnya ditutup.

Kenapa tak ada yang memahamiku? Menyebalkan sekali.

Bodoh.

Panas.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.