All language subtitles for (downloadrooz.in) Ashes And Diamonds (1958)

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Siapa orang ini?

Namanya Szczuka.

Sekretaris Partai Komunis wilayah provinsi.

- Pak. - Pergilah.

Bisa bukakan kapelnya?

Terkunci.

Pergi!

- Ada apa? - Mereka datang.

Aku sudah biasa menunggu kejadian besar.

- Cepat! - Semut sialan!

Pergi dari sini! Cepat!

Cepat! Mereka datang! Cepat!

- Ambil surat-suratnya! - Tak ada.

Yesus! Maria! Ayo pergi dari sini!

Berhenti!

Mau ke mana kau?

Tunggu!

Apa yang terjadi?

Dua orang kita dibunuh.

Smolarski dari Serikat Buruh pabrik semen.

Dan dia?

Gawlik, dari pabrik semen juga. Usianya belum genap 20.

Dia baru kembali dari kamp Jerman dua minggu lalu.

Kembali hanya untuk mati.

Jadi dari sana para bajingan itu menembaknya!

Kurasa kita berdua yang sebenarnya mereka incar.

- Benarkah? - Pasti.

Itu tak penting.

Maaf, Kamerad.

Namaku Szczuka.

Jadi kau Sekretaris Partai yang sedang kami tunggu?

Benar.

Aku punya pertanyaan untukmu. Kami semua punya pertanyaan.

Sampai kapan orang-orang akan dihabisi seperti ini?

Mereka bukan yang pertama.

Dan bukan yang terakhir. Kau takut?

Semua orang ingin hidup.

Kita sudah kehilangan banyak orang.

Smolarski sudah kehilangan kedua putranya.

Seorang pada tahun 1939, yang satunya ditembak Jerman tahun 1943.

Dan sekarang dia.

Apa alasannya? Siapa yang membunuhnya?

Orang Polandia?

Sampai kapan ini akan berlangsung?

Sebagai komunis, aku tak akan menenangkan kalian seperti anak kecil.

Perang memang sudah berakhir, tapi perjuangan kita belum usai.

Perjuangan untuk masa depan negara kita baru saja dimulai.

Hari ini, besok atau lusa, salah satu dari kita bisa saja terbunuh.

Kami mengerti.

Tapi apa yang akan kami katakan pada istrinya?

Apa yang akan kami katakan?

Tak mudah bagiku, Kamerad,..

..karena sebenarnya akulah yang mereka incar,..

..bukan dua orang ini.

Sekarang tenanglah!

Kita harus menunaikan kewajiban kita selagi masih hidup.

Itu yang terpenting.

Pengumuman penting.

Hari ini, 8 Mei,..

..di reruntuhan Berlin,..

..Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata Jerman...

..menandatangani penyerahan tanpa syarat.

Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata Jerman...

..diwakili oleh...

..Keitel, Friedeburg dan Stumpf.

Perwakilan Komando Tentara Merah,..

..diwakili oleh Marshal Zhukov.

Di mana dia?

Seharusnya dia sudah datang.

Dari mana dia mendapat informasi ini?

Dari atasannya.

Siapa atasannya?

Wali kota. Si bodoh itu jadi sekretarisnya.

Jadi dia agen ganda? Aku benci itu.

Dia bisa dipercaya?

Memangnya ada yang bisa dipercaya?

Lihat tank-tank itu. Lumayan juga.

Tank-tank Polandia siap bertempur.

Lihat!

Halo, Bung.

- Kau terlambat. Ada masalah? - Tidak, aku harus ganti pakaian.

- Kau mau menikah? - Tidak.

Aku mengurusi jamuan makan malamnya.

Berikan padaku.

Fotonya tak jelas, terlalu terang.

Jangan mengikutkan aku untuk aksi seperti ini.

Baik, jangan cemas.

Untuk informasi tak masalah. Tapi aku tak mau ikut aksi seperti ini.

Cukup. Maciek?

- Apa? - Ayo pergi.

- Ke mana? - Kami diundang jamuan makan malam.

Serius?

Jangan cemas. Aku tahu yang kulakukan.

- Risikonya besar. - Jangan menggangguku.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Selamat malam, Pak.

Lihat siapa yang datang!

- Apa yang membawamu ke sini? - Tugas, Tn. Kotowicz, tugas.

Oh, jamuan makan malam. Kau mencari Tn. Slomka?

Dia ada di dalam.

Luar biasa! Percayalah padaku!

Selamat malam. Apa kabar?

Kuharap Pak Wali Kota puas.

Dia berharap semuanya akan berjalan lancar.

Aku mengerti. Ini akhir peperangan. Momen yang sangat spesial.

Jalan khusus menuju toilet.

Bagaimana keadaannya?

Terima kasih, Pak. Sangat tenang.

Kelihatannya bagus.

Tenanglah, Pak Sekretaris,..

..rasanya lebih enak saat dicicipi.

Ayo pergi.

- Kau lihat gadis cantik itu? - Ayolah.

Kita minum dulu.

Selamat malam. Bisa pesan minuman?

Minum apa?

Vodka dua.

Nona Krystyna!

Ya?

Krystyna, nama yang cantik.

- Jangan bercanda. - Tidak.

Kita minum lalu pergi.

Vodka dobel dan soda.

Bar yang bagus, 'kan?

Tutup jam berapa?

Pukul 3 pagi.

Kau suka violet?

Sangat suka.

Aku juga.

- Kau lihat itu? - Apa?

Seperti gadis-gadis Warsawa. Seandainya aku bisa tinggal.

- Tinggal saja. - Mudah mengatakannya.

Tak ada yang menunggumu di sana.

Itu sebabnya tak ada gunanya tinggal.

- Aku tak mengerti. - Aku juga.

Mungkin untuk atasan kita.

Tunggu. Biar aku saja.

Halo. Ya. Ini Ny. Staniewicz.

Akan kusambungkan.

Mayor! Telepon untukmu.

Ini Andrzej.

Sudah beres, Pak.

Semuanya lancar.

Tak ada masalah.

Ya.

Selamat malam.

Sudah ada kamar untuk Kamerad Szczuka?

Sudah dipesan oleh Balai Kota.

Kamar 18 di lantai dua.

Silakan.

Ya.

Ya.

Sebentar.

Ada apa? Kau masih di sana?

Aku tak mengerti.

Jadi belum terlaksana.

Ya, aku mengerti.

Sayang sekali. Segeralah datang kemari.

- Ada rokok? - Buatan Amerika atau Hungaria?

- Amerika saja. - Silakan.

Terima kasih.

Tunggu aku di bar.

Tak masalah. Aku sudah biasa menunggu kejadian besar.

Kenal dengan keluarga Staniewicz?

Kenal, Pak.

Mereka belum pindah?

Belum. Tempatnya tak jauh dari sini.

Mereka punya telepon. Mau kusambungkan?

Ini.

Terima kasih.

Ini nomor mereka, 1214.

Ini kuncinya, Pak.

Jam berapa perjamuannya? Pukul 11 malam?

Ya. Mobilnya akan menunggu kita.

Ada yang bisa dibantu?

Tolong sebungkus rokok.

- Rokok Amerika atau Hungaria? - Hungaria, rasanya lebih keras.

- Ini. - Terima kasih.

- Ini. - Akan kuambilkan kembaliannya.

Tidak, ambil saja.

Mau merokok?

Tidak, terima kasih.

Sudah tak kuat merokok. Seusiaku ini, batuk...

Berapa umurmu?

- Mendekati enam puluh. - Tak tampak berumur 50 tahun.

Kau baik sekali. Sendirian?

Untuk saat ini.

Gadis pirang?

Kenapa tidak?

Kami kekurangan kamar ukuran dobel.

Kamar ukuran tunggal juga tak masalah. Terasa lebih akrab.

- Kau dari Warsawa? - Ya.

Aku juga. Dulu bekerja di Hotel Savoy.

- Di Jalan Nowy Swiat? - Ya.

Selama 25 tahun kurang dua bulan.

Kau ada di sana saat terjadi pemberontakan?

Ada di pusat kota sampai hari terakhir. Kalau kau?

Pertama di Kota Lama, lalu ke pusat kota.

Tanpa Warsawa, keadaan tak akan sama.

Rasanya seperti kehilangan sebelah tangan.

Pohon kastanye di taman kota sedang bermekaran saat ini.

Bermekaran, ya?

Ada kamar di lantai 4, tapi penuh kutu.

- Jadi kau di kamar 17, lantai 2. - Terima kasih.

Kau pantas mendapatkannya.

Sesama orang Warsawa harus saling membantu.

Bawa tas?

- Hanya ini. - Tak banyak.

Biasanya lebih sedikit.

Ini.

- Ini identitasku. - Oh, Kennkarte.

- Chelmicki Maciej. - Benar.

Lahir di Warsawa tahun 1921.

Pekerjaan: buruh?

Untuk mengelabui Jerman. Sebenarnya mahasiswa.

Terima kasih.

Kenapa menangis? Pekerja dapur bilang sesuatu padamu?

Mereka hanya cemburu padamu.

Ada apa?

Stasiek dibunuh.

Stasiek siapa? Siapa yang membunuhnya?

Stasiek Gawlik, tunanganku. Para bajingan itu.

Kenapa mereka membunuhnya?

Mana aku tahu?

Mungkin hanya kabar burung.

Jeziorek baru saja mampir.

Polisi itu?

Mungkin hanya ingin minta vodka dan salah dengar.

Dia bilang ada dua orang dari pabrik semen dibunuh hari ini.

Aku punya firasat buruk dan bertanya siapa yang dibunuh.

"Smolarski dan Stasiek Gawlik," katanya.

Aku nyaris pingsan.

"Mati di tempat," katanya.

Korban salah sasaran, mereka mengincar orang lain.

Tak ada yang bisa dilakukan. Jangan menangis.

Akan kuberi stoking baru.

Kau tak bisa menunggu? Hanya itu yang kau inginkan.

Kenapa tidak?

Orang tak bersalah mati sia-sia.

Tiba-tiba punya hati nurani?

Menurutmu itu janggal, Mayor?

Siapa mereka?

Pekerja pabrik semen.

Sudah jelas. Ada kekeliruan dan harus dibenahi.

Boleh bertanya?

Ya?

Pentingkah membunuh Szczuka?

Seorang tentara berpengalaman sepertimu...

..seharusnya tahu kalau aku tak perlu menjawab pertanyaan itu.

Kupikir...

Yang kau pikirkan itu tak penting. Aku menunggu jawabanmu.

Baik.

Aku senang kita satu pemikiran.

Meski begitu, akan kujawab pertanyaanmu.

Aku memahami keraguanmu. Aku akan heran jika kau tak begitu.

Situasinya sangat kompleks,..

..tapi perang telah mengajari kita untuk mengatasinya dengan tegas.

Tak ada kompromi. Pilihannya kita atau mereka.

Kapan kau bergabung dengan pasukan gerilya?

Tahun 1940.

Kau ingin memperjuangkan kemerdekaan Polandia, 'kan?

Apa seperti ini Polandia yang kau harapkan?

Kau dan juga ribuan orang Polandia lain harus menyadari...

..bahwa hanya ada satu pilihan, berjuang.

Kau bisa ke mana dengan masa lalu seperti itu?

Semua pintu di negeri ini tertutup untukmu,..

..kecuali satu, pintu penjara.

Aku tahu.

Sekarang tentang orang yang menimbulkan masalah bagi kita.

Szczuka seorang cendekiawan,..

..insinyur, komunis, dan organisator ulung,..

..yang mengerti betul apa yang diinginkannya.

Baru kembali dari Rusia setelah bertahun-tahun di sana.

Sekarang menjabat sebagai Komite Partai Provinsi.

Kau sadar wewenangnya sebagai Sekretaris Jenderal.

Melenyapkannya akan memiliki pengaruh besar untuk kita.

Itu akan berdampak politis besar dan menguntungkan propaganda kita,..

..mengingat kondisi kita yang sedang kritis.

Tadi malam pasukan Kapten Wilk terkepung oleh tentara.

Kita kehilangan banyak orang. Hanya sedikit yang berhasil kabur.

Mengingat kemampuan Wilk, aku yakin dia akan lolos.

Sayangnya, Kapten Wilk gugur.

Rumah istri Kolonel memang tempat yang cocok untuk istirahat...

..dan melupakan kebusukan di luar sana.

Senang mendengarnya, Count.

Tolong tanggalkan saja gelarnya.

Itu yang kau inginkan?

Dan bagaimana bisnis kita?

Cukup menjanjikan.

Kau yakin?

Yakin? Kau lupa di zaman apa kita hidup.

Tak ada yang pasti sekarang ini.

Dasar pesimis! Teman akan selamanya menjadi teman.

Nasib kami di tanganmu.

Pasti maksudnya di tangan suamiku.

Dia akan berusaha mati-matian untuk mengeluarkan kita dari negeri ini.

Bersulang untuk kesehatan Kolonel.

Bersulang dengan brendi di Hotel Monopol.

Ide bagus.

Tn. Szczuka datang.

Siapa?

Tn. Szczuka.

Aku permisi sebentar.

Ada sedikit urusan yang membosankan.

Aku paham. Urusan memang selalu membosankan.

Akan tetapi, tak mungkin bisa hidup tanpanya.

Serangan Sekutu akan berlangsung cepat.

Ny. Staniewicz bisa mengunjungi kami...

Apa kabar, Katarzyna?

Kau mengenaliku, 'kan?

Ya.

Baru sebulan aku kembali ke Polandia.

Aku tahu. Aku menerima suratmu.

Aku mengirim tiga surat.

Tak ada lagi yang bisa kusampaikan.

Dan masih tetap sama.

Menjelang akhir tahun 1941,..

..ada yang mengabariku tentang meninggalnya Maria.

Dia bilang kau yang merawat Marek.

Tak mungkin kukirim ke panti asuhan, 'kan?

Aku menulis dengan jelas, jangan merawat putraku.

Tapi serahkan pada temanku. Kau menerima suratnya?

Tidak. Tak ada surat seperti itu.

Meski aku menerima surat itu, Marek akan tetap kurawat.

Kau sepertinya lupa jika Maria juga adalah kakakku.

Di mana putraku?

Aku tak tahu.

Aku menulis dalam suratku terakhir, dia ada di apartemen ini...

..pada bulan Oktober, setelah terjadi pemberontakan.

Kau tak mendengar kabarnya lagi sejak saat itu?

Tidak.

Hanya itu yang bisa kau sampaikan?

Dia masih 17 tahun.

Aku tahu.

Tapi sekarang, 17 tahun itu sudah dianggap dewasa.

Kau jadikan orang macam apa dia?

Orang Polandia yang baik.

Aku tahu rasa patriotisme-mu,..

..jadi bisa kubayangkan seperti apa dia sekarang.

Meski sudah terlanjur terjadi, usianya baru 17.

Jika masih hidup, cepat atau lambat dia akan jadi putraku.

Bukan siapa-siapa.

Sebentar. Apartemen ini kurang aman.

Sedang buru-buru?

Tidak, aku ada janji temu.

- Wanita? - Kecewa?

- Siapa? - Kau.

Itu bukan urusanku.

Benarkah?

Kuharap begitu.

Dan jika aku tak percaya padamu?

Terserah kau saja.

Maka aku tak percaya padamu.

Masih lama di sini?

Sampai waktunya tutup.

Sungguh? Sendirian?

Ada pelayan lain yang datang pukul 10.

Kau lihat?

Apa? Kami sangat kerepotan saat ramai.

Itu teman kencanmu datang.

Kau ingat dia.

Tentu. Sangat tampan.

Benar.

Ayo.

Ada apa?

Ruang sebelah lebih tenang. Kita ke sana.

Dia bilang apa?

Ayo.

Di sini lebih tenang.

Tak suka meja ini? Ini mimpi yang jadi kenyataan.

Bagaimana?

Boleh juga.

Kau akan pergi?

Kau gila?

Kau seharusnya pergi ke Warsawa.

Ada apa? Mayor membatalkannya?

Justru sebaliknya.

Kau pikir siapa aku?

Menurutmu aku akan mengabaikan tugas yang belum tuntas?

Tebak siapa yang menginap di kamar 17,..

..di sebelah kawanmu ini?

Baiklah, Maciek.

Siapa si bodoh itu?

Siapa?

Itu yang di sana.

Punggungnya bodoh.

Wajahnya juga bodoh.

Selamat malam.

Vodka dan vermouth seperti biasanya?

Tidak, cognac untuk malam ini!

Dalam rangka merayakan apa?

Kesuksesan artistik.

Terima kasih.

Bagaimana pertunjukannya?

Sukses!

Selamat datang...

Hadirin sekalian, selamat datang.

Malam ini kita merayakan berakhirnya peperangan.

Dan akan kita rayakan...

..bersama Hanka Lewicka yang tiada bandingannya.

Ingat?

Apa?

Semangat Red.

Tak ingat.

Tak ingat?

Kapan itu?

Oh, kau ingat.

Jangan bercanda.

Tidak!

Aku tak ingat.

Tidak!

Haneczka.

Wilga.

Kossobudzki.

Red.

Kajtek.

Kita masih hidup!

Masa-masa yang indah, Andrzej.

Menurutmu begitu?

Cara kita hidup dan teman-teman kita...

Mana ada orang-orang seperti mereka?

Lalu kenapa? Hampir semuanya sudah terbunuh.

Itu masalah lain. Tapi saat itu menyenangkan.

Kita masih...

Lebih muda.

Bukan itu saja.

Kita tahu yang kita inginkan.

Mungkin.

Kita tahu yang diharapkan dari kita.

Aku setuju denganmu.

Sekarang apa yang mereka harapkan?

Kematian kita. Tak ada yang berubah.

Apa masalahnya? Kita bisa memberikannya.

Jangan bersikap sinis!

Mati itu masalah mudah.

Apa maksudmu?

Hanya itu keahlian kita.

Hanya itu?

Hanya itu.

Kau berlebihan.

Tak perlu menganggapnya serius.

Yang terpenting mencari jalan keluar dari kekacauan ini,..

..tetap tenang, dan tak bosan.

Ada yang lainnya?

Mungkin...

Kita harus bicara serius.

Berisik sekali!

Bagaimana kau akan menanganinya?

Jangan khawatir. Aku bisa.

Aku mendapat perintah dari Mayor.

Dan aku dapat perintah darimu. Begitu prosedurnya.

Hanya ada satu masalah.

Akan kuselesaikan tugasnya.

Apa masalahnya?

Aku tak boleh terlibat dalam hal ini.

Ya.

Aku harus segera pergi.

Tidak biasanya begitu.

Aku menggantikan posisi Wilk.

Kenapa dengannya?

Aku menggantikan dia.

Aku mengerti, satu lagi yang gugur.

Kau bilang tak ada yang menungguku.

Kau mau mengajakku?

Kau serius?

Serius? Tak ada lagi yang serius di negeri ini.

Tapi aku sudah terbiasa.

Jika kau mengajakku, aku ikut.

Kapan berangkatnya?

Dini hari, pukul 4:30.

Kau hanya punya waktu sedikit untuk menyingkirkannya.

Perjamuannya mulai pukul 11 malam.

Akan berlangsung selama...

Tiga jam.

Itu mudah. Dia akan kembali ke hotel.

Sampai nanti, Maciek.

Jangan mengacaukannya.

Tak akan. Sampai nanti.

Jadi kau ditinggal sendirian.

Sayangnya begitu.

Temanmu datang pukul 10, 'kan?

Ya.

Jadi kau bisa menyelinap keluar pukul 10:30?

Bilang saja sakit kepala atau apalah.

Nona Krystyna?

Mereka bisa menunggu.

Aku ingin membayar.

Mereka bisa menunggu.

Aku ingin membayar!

Kau bisa melakukannya?

Seandainya aku bisa, selanjutnya apa?

Aku menginap di Hotel Monopol.

Sungguh? Bagus untukmu.

Lantai dua, kamar 17.

Kau yakin?

Mudah untuk memeriksanya.

Maaf, aku hanya memeriksa tagihan.

Hanya tagihan?

Ya, dan tak pernah sesuai.

Hanya memeriksa tagihan?

Jika kau memeriksaku, pasti tak akan keliru.

Jadi?

Jadi?

Violet ini baunya semakin harum.

Kamar 17. Lantai dua. Pukul 10:30.

Aku akan menunggu.

Nona!

Pak!

Ada apa?

Tagihanmu!

Sebentar, sebentar...

Nona!

Sebentar...

Lihat siapa yang datang!

Sedang bersenang-senang?

Maaf, aku di sini dalam rangka tugas.

Pejabat Balai Kota sepertinya tak menyukai wartawan.

Setahuku tidak.

Dan sampai sekarang aku belum mendapat undangan.

Maaf, tapi Tn. Pawlicki dapat undangan.

Ya, tapi apakah Tn. Pieniazek tak dianggap lagi?

Tapi Pak Wali Kota yang membuat daftar undangannya.

Itu yang kumaksud, Swiecki temanku.

Bukan! Wali Kota Swiecki.

Kenapa menatapku?

Bukan apa-apa.

Baru saja terlintas di benakku, berita yang mungkin menarik minatmu.

Aku? Kurasa tidak.

Berita apa?

Hanya masalah kecil.

Jika temanku Swiecki...

Pak!

Jika kau bersikeras.

Jika mantan temanku, Swiecki, pergi ke Warsawa,..

..akankah dia mengajak sekretarisnya yang sekarang?

Kau tahu tentang itu?

Pieniazek tahu segalanya.

Vodka dua, Nona.

Kita harus minum!

Tak bisa, aku sedang bertugas.

Baiklah kalau begitu.

Kau harus bersulang untuk kesehatan Pak Menteri.

Jadi berita itu benar?

Menteri apa?

Menteri Kesehatan.

Aku berharap Menteri Luar Negeri.

Bisa saja. Mari bersulang untuk Menteri Luar Negeri!

Dia akan mengajakku?

Tentu. Orang brengsek selalu naik jabatan.

Kau akan lihat, dalam lima tahun...

Tentu.

Bersulang untuk rencana lima tahun!

Apa kabar Tn. Slomka?

Baik, Pak Wali Kota.

Lihatlah, satu-satunya warga yang tak mengeluh.

Maaf, Pak Wali Kota. Aku sudah mengenal Pak Editor.

Tapi orang yang satunya...

Tn. Kalicki.

Aku tak tahu jabatannya.

Aku mengerti.

Jika itu penting bagimu, mulai hari ini kau bisa memanggilku...

Apa, Pak Wali Kota?

..sebagai Pak Menteri, Tn. Slomka.

Hati-hati, Tn. Slomka.

Bagus sekali, Tn. Slomka. Mana sekretarisku?

Dia sudah datang?

Sudah, Pak Wali Kota. Maaf, Pak Menteri.

Semua ini langsung diawasi oleh Tn. Drewnowski...

..dan dia sangat puas.

Mana dia? Seharusnya dia ada di sini.

Mau pencuci mulut? Tidak?

Katakan yang kau inginkan.

Aku ingin semuanya!

Setumpuk uang!

Kau akan mendapatkannya.

Tentu. Aku bosan hidup miskin.

Nona, tambah lagi!

Siapa?

Aku.

Kau yakin aku akan datang?

Ya.

Kau tahu kenapa aku datang?

Mudah ditebak. Aku tak bisa mencintaimu.

Halo?

Apa?

- Kau tak ingin mencintai? - Padamu?

- Secara umum. - Lebih baik tidak.

- Pada prinsip? - Kenapa mempersulit hidup?

- Mempersulit diri sendiri. - Kenapa menambah masalah?

Halo!

Ya?

Ceritakan tentang dirimu.

Untuk apa?

Baiklah.

Dulu aku tinggal di desa, orang tuaku punya tanah.

- Sebelum perang? - Ya. Dekat Poznan.

- Kemudian? - Kami pindah ke Warsawa.

Kami?

Aku dan ibuku. Ayahku ditangkap Jerman.

Dia meninggal?

Ya, di Dachau. Kurasa hanya itu.

Ibumu masih hidup?

Dia meninggal saat pemberontakan.

Punya saudara?

Untungnya tidak.

Untungnya?

Jadi tak banyak kehilangan.

Kau benar.

Kau tak punya keluarga?

Tidak.

Kau akan tinggal lama di sini?

Entahlah. Sepertinya begitu. Untuk sementara ini.

Rencanamu selanjutnya?

Aku belum memikirkannya.

Aku sempat ragu kau akan datang. Kau tak mengenalku sama sekali.

Kau juga tak mengenalku.

Ayo pergi.

Kau mengundangku atau tidak?

Kau sekretaris Pak Menteri atau bukan?

Aku mengundangmu tapi bukan di pihak ini.

Kedua pihak sama bagusnya.

Mulai hari ini aku hanya ada di satu pihak.

Omong kosong. Kau selalu berganti pihak.

Kedua pihak sama bagusnya.

Kau akan mengajak Drewnowski?

Ya.

Selamat malam, Kamerad. Lewat sini.

Dia anak pandai, dari kelas pekerja. Akan kujadikan dia orang sukses.

Akankah aku jadi pemimpin nantinya?

Tentu saja!

Benarkah?

Kau akan jadi pemimpin.

Aku akan jadi pemimpin.

Ayo. Kau akan jadi pemimpin!

Selamat malam.

Silakan lewat sini.

Jurgieluszka...

Polandia meledak.

Hore!

Pemimpin mau ke mana?

Ke perjamuan!

Akan kubimbing kau menuju masa depan yang jaya!

Apa-apaan ini? Dari mana kau?

Kenapa si brengsek ini ada di sini?

Hanya kebetulan saja, Pak Wali Kota,..

..maksudku Pak Menteri.

Kupikir wartawan...

Omong kosong apa ini? Apa-apaan kau ini?

Semuanya sudah diatur.

Atas nama pers demokratis,..

..aku ucapkan selamat, Pak Menteri.

Ini skandal!

Hari yang bahagia! Selamat!

Terima kasih, Kamerad Mayor.

Ini Kamerad Wrona, Kepala Biro Keamanan.

Aku merasa malu atas kejadian tadi.

Bukan kejadian yang kuharapkan terjadi di hutan.

Kita tak di hutan lagi.

Selamat datang, Kamerad. Silakan.

Kau tak mau pergi?

Tak mau! Ini demokrasi atau bukan?

Silakan duduk.

Tak mau? Tunggu saja.

Kau mengancamku?

Aku? Memangnya siapa yang menjilat pada rezim lama?

Diam kau!

Kau, 'kan?

Diam!

Kau tak menjilat pada rezim lama?

Dan bagaimana denganmu?

Ya, aku melakukannya.

Polandia telah meledak.

Pemimpin!

Kau akan jadi pemimpin.

Jumlah kita masih sedikit.

Kau harus mengajak mereka.

Siapa?

Orang-orang!

Jadi kau sudah mabuk.

Tentu.

Kau juga akan mabuk.

Cukup. Pergi.

Aku tak suka ini. Ini untuk kaum borjuis.

Kau tak suka?

Tak suka.

Jangan cemas. Nanti kau akan seperti mereka.

Tenang!

Menteri Swiecki.

Para hadirin sekalian.

Hari ini, 8 Mei 1945,..

..adalah hari bersejarah untuk Polandia yang baru.

Bagaimana keadaannya, Ny. Jurgieluszka?

Sedang pidato sekarang.

Pidato Pak Menteri.

Sudah ada yang muntah?

Belum, belum waktunya. Semua ada waktunya.

Pertama pidato. Lalu mereka akan berhamburan ke toilet.

Malam ini akan jadi malammu.

Kurasa juga begitu.

Mungkin ada yang ulang tahun.

Tak ada yang berulang tahun.

Kalau begitu, hari peringatan.

Kau ini bicara apa? Semua ini untuk Polandia!

Kau tahu?

Kita baru dua jam saling mengenal,..

..tapi rasanya sudah lama sekali.

Katakan padaku.

Apa?

Sebenarnya siapa kau ini?

Apa maksudmu?

Kau tampak berbeda.

Tambah buruk?

Tak penting lagi.

Sama sekali tak penting?

Kau kedinginan?

Sedikit.

Sudah hangat?

Sudah.

Kenapa kau selalu mengenakan kacamata?

Kenang-kenangan atas cinta tak berbalas untuk tanah air.

Bukan apa-apa.

Selama pemberontakan aku sering lewat selokan.

Jangan.

Kenapa?

Aku tak mau. Tak ada gunanya.

Kenapa?

Kau tak mengerti? Kau akan pergi.

Aku tak mau memiliki kenangan,..

..saat ini berakhir.

Meski kenangan manis?

Tidak, jika hanya sebatas kenangan.

Kau menjalani hidupmu, aku menjalani hidupku.

Kita kebetulan bertemu, itu menyenangkan.

Apa lagi yang kita butuhkan?

Ada apa?

Bukan apa-apa. Tetangga sebelah kembali.

Kau bisa mendengar semuanya dari sini.

Semuanya.

Dekap aku.

Ada rokok?

Ada, rokok Amerika atau Hungaria?

Hungaria.

Silakan.

Terima kasih.

Besok bagaimana?

Ini sudah besok.

Mau menghabiskan hari bersama?

Kau sudah tahu jawabannya.

Kau ditangkap di mana?

Di hutan Miedzyborze.

Bersama gerombolan Wilk?

Pasukan Kapten Wilk.

Siapa namamu?

Krzysztof.

Nama lengkapnya?

Krzysztof Zawadzki.

Dan namamu?

Balik badan!

Umurmu?

Seratus tahun.

Berapa?

Seratus satu tahun.

Kau mau pergi?

Aku harus pergi, Lili akan marah padaku.

Dah.

Punya korek?

Korek? Ada.

Terima kasih.

Ada apa?

Bukan apa-apa. Temani aku setengah jam lagi.

Mau?

Baik.

Mulai gerimis.

Pakai ini. Ayo pergi.

Sedang memikirkan apa?

Tak mau bilang?

Hanya...

Memikirkan hal yang tak seharusnya kupikirkan.

Baiklah. Jangan memikirkannya lagi.

Jangan menatapku dengan celaan.

Bukan celaan.

Tapi...

Masih belum tahu?

Hujannya tambah deras.

Mau kembali?

Tidak.

Ya, Tuhan, betapa indahnya hidup ini!

Semoga terkabul!

Itu bukan harapan semata.

Semoga terkabul.

Hidup itu berbahaya.

Kita berteduh di sana!

Tidak, ke sini!

Tak kedinginan?

Lihat! Batu nisan kuno.

Prasasti.

Kau bagaikan obor yang membara,..

..robekan kain jatuh di sekitar nyalamu,..

..kau tak tahu api itu...

..membawa kebebasan atau kematian,..

..memusnahkan semua yang kau sayangi,..

..jika hanya tertinggal abu, kekacauan dan prahara,..

Tulisannya kabur, sulit membacanya lagi.

Itu puisinya Norwid.

Atau akankah abu menyimpan...

..kilau berlian,..

..datangnya kejayaan abadi?

Bagus sekali. Akankah abu menyimpan kilau berlian.

Dan kita ini apa?

Kau? Sudah pasti berlian.

Dengar, aku ingin mengatakan sesuatu.

Sesuatu yang menyedihkan?

Tidak.

Entahlah.

Aku tak tahu.

Aku ingin berubah.

Mengatur kembali hidupku.

Tak mudah mengatakan ini.

Tak perlu. Aku bisa menebaknya.

Benarkah?

Sesulit itu?

Aku tak pernah merenungkan banyak hal sampai sekarang.

Semuanya hanya berjalan apa adanya.

Dan intinya adalah bertahan hidup.

Kau paham?

Ya.

Aku ingin menjalani kehidupan normal, belajar.

Aku punya ijazah. Mungkin bisa masuk institut teknik.

Bagaimana denganmu?

Kau janji tak akan mengatakan hal yang menyedihkan.

Ini menyedihkan? Aku harus berharap lagi?

Jika kemarin aku menyadarinya...

Mungkin aku tak akan bertemu denganmu.

Sebelum ini, aku tak tahu apa itu cinta.

Sungguh.

Sepatuku!

Mana?

Aku pernah membetulkan benda-benda yang lebih besar.

Apa-apaan ini? Siapa kau? Sedang apa di sini?

Diam.

Nona ini mendapat musibah. Memangnya ada tukang sepatu selarut ini?

Tak tahu malu. Kau juga.

Anak-anak muda zaman sekarang!

Sama sekali tak menghormati orang yang sudah meninggal.

Apa?

Tak lihat?

Kalian tertawa-tawa. Sedangkan dua orang ini dibunuh hari ini.

Maciek, apa yang kau lakukan?

Masuk.

Di mana aku pernah mendengarnya?

Tak ingat?

Aku mabuk malam itu. Anggur ini berbahaya.

Memang.

Alba Seta, hari-hari pertama di Spanyol...

Grabowski gugur di hutan, Kubacki, di Prancis tahun 1944.

Kau ingat? Kita ada 36 orang awalnya. Berapa yang masih hidup?

Masa-masa yang menyenangkan.

Sekarang juga menyenangkan.

Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Akan kutegakkan aturan secepatnya.

Orang-orang di dalam sana tak mencerminkan Polandia.

Aku tahu. Tapi itu tak membuatnya mudah.

Aku tak tahu cara memerintah.

Jangan mempelajarinya, Franek. Percayalah, jangan mempelajarinya.

Banyak penderitaan, ketidakadilan, dan air mata di negeri ini.

Semua orang menanggung beban itu.

Belajarlah untuk memahami itu.

Memahami apa?

Jerman.

Kau sudah menemukannya?

Belum, tapi akan kutemukan.

Ada Inggris juga.

Dari dekat tak ada bedanya.

Waktunya tidur.

Besok mulai bekerja.

Besok akan jadi hari yang indah. Hujannya sudah reda.

Sampai besok.

Kapan kau pergi?

Mungkin besok.

Tapi mungkin aku bisa mengubahnya.

Apa?

Banyak hal.

Benarkah?

Mungkin.

Membeli bunga?

Kita perlu bicara serius.

Kurasa kita sudah bicara serius.

Jadi?

Kau tahu aku bukan pengecut.

Lalu apa?

Tolong mengertilah. Aku tak bisa terus-terusan membunuh dan bersembunyi.

Aku hanya ingin hidup.

Hanya itu. Kau harus mengerti.

Aku tak perlu melakukan apa pun.

Kau mengatakannya sebagai seorang teman atau tentara?

Aku tak mengerti.

Maksudmu kau tak mau mengerti.

Dalam hal ini, aku akan bicara sebagai atasanmu.

Kau mengajukan diri untuk tugas ini.

Kau temanku satu-satunya.

Hentikan omong kosong ini. Kau jatuh cinta.

Itu urusan pribadimu. Tapi jika itu lebih kau utamakan,..

..maka itu namanya...

Aku belum pernah desersi.

Kalau sekarang? Kau mengajukan diri untuk tugas itu.

Orang bisa berubah. Aku tidak kabur.

Tapi kau menginginkannya.

Kau ingin aku bilang, "Kau jatuh cinta, berbuatlah semaumu."

Berapa kali kita berjuang bersama?

Kalau kau jatuh cinta saat itu, kau mau berjuang bersamaku?

Bagaimana dengan saat pemberontakan?

Itu berbeda.

Tidak.

Kau selalu lupa kalau kau bagian dari kami.

Dan itu yang terpenting.

Sekarang sudah selesai. Ucapkan selamat tinggal pada karirmu.

Enyahlah!

Besok kau akan menyesal, saat Pak Menteri mendampratmu.

Tak masalah. Hidup bagaikan setumpuk kertas.

Minum, Pak.

Tidak. Akan kulakukan.

Tanpa perhitungan?

Jangan cemas. Sekarang aku ingin hidup.

Ingat, aku akan menunggumu pukul 4:30.

Tidak.

Kalau begitu, kita akan berpisah.

Kurasa kita tak akan bertemu lagi.

Hanya salah satu yang akan terbukti benar.

Selamat tinggal.

Andrzej!

Kau percaya pada semua ini?

Itu tidak penting.

Beli bunga, Pak?

Zoska, ayo pulang.

Semuanya lancar.

Masuk.

Maaf, Kamerad. Ada pesan penting dari Mayor Wrona.

Masuklah.

Kau punya seorang putra?

Marek, umurnya 17 tahun.

Sayang sekali.

Ada apa?

Dia tertangkap bersama gerombolan Wilk.

Kami akan mengirim mobil. Portir nanti akan memberi tahu.

Baiklah, akan kutunggu. Terima kasih, Letnan.

Kau tahu namanya Wilk?

Tidak.

Apa yang kau lakukan saat pemberontakan?

Aku menembak orang Jerman.

Dan sekarang menembak orang Polandia.

Dan kau menembak burung.

Portir!

Jika mobilnya tiba, beri tahu Kamerad Szczuka.

Szczuka? Kamar 18? Baik.

Ini dia! Mari bersulang untuk Warsawa!

Malam yang indah. Aku akan jalan-jalan sebelum pergi.

Mau pulang?

Mau bagaimana lagi? Istriku cemburu.

Berhenti! Telingaku sakit!

Waktunya pulang!

Sebentar.

Kalian ini seniman atau bukan?

Selarut ini?

Seorang seniman seharusnya tak mempedulikan waktu!

Aku ingin kepatuhan!

Percuma.

Kami tak pernah memainkannya.

Jangan banyak alasan.

Anak muda, mainkan nada A mayor!

Hadirin sekalian! Dansa terakhir. A mayor!

Ada apa?

Aku harus pergi.

Sekarang juga?

Keretaku berangkat pukul 4:30.

Jadi kau tak bisa mengubahnya.

Tak bisa.

Jangan bicara lagi. Aku tak ingin mendengar alasan lagi.

Jangan bicara lagi. Pergilah!

Luar biasa!

Dan sekarang untuk penemuan penting.

Selamat datang fajar!

Ide jenius.

Hadirin sekalian, mari berdansa Polonaise!

Ada yang menentang? Aku nyatakan perdamaian!

Mereka bersenang-senang.

Seandainya kita merayakan Warsawa yang tak hancur.

Selama aku masih di sini, kau akan selalu dapat kamar terbaik.

Terima kasih. Selamat tinggal.

Sampaikan salamku untuk Jalan Ujazdowskie.

Hai.

Kemari.

Berikan padaku.

Kau berubah pikiran.

Kenapa?

Kau tak tahu?

Mau jadi pahlawan sekarang.

Kau datang karena karirmu sudah berakhir!

Maciek!

Maciek, tunggu!

Apa-apaan kau!

Dia bersenjata.

Berhenti atau ditembak!

Hati-hati, dia bersenjata!

Mana dia?

Ayo!

Ayo!

Dia tak mungkin jauh.

Aku melihatnya.

Ke sini!

A Irawan kala-ireng.blogspot.com IDFL.me

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.