All language subtitles for 11.Rebels.2024.YTS.WEB-DL.HDRIP.720P_IND-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean Download
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese Download
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahna neng: NDASERUAG

--- Selamat Mendeleng ---

Minggir!

Minggir

Minggir!

- PELABUHAN NIIGATA , 1868 (KEIO 4) - Minggir!

Minggir!

Minggir!

Ada apa?

- Apa yang terjadi? - Apa?

Osada!

Ini mengerikan.

Sudah kukatakan ke mereka, kami bukan pelacur.

Siapa?

Siapa yang melakukan ini padamu?

Apa mereka samurai?

Osada, apa mereka samurai?

Tuan Mizoguchi, ini saat yang tepat bagi kita untuk bergerak.

Tentara Aliansi Utara kita di Domain Ouetsu telah bersatu,

dan kita harus hentikan Tentara Kekaisaran di Echigo sini.

Dimengerti.

Dimengerti apanya!

Kalian orang-orang Shibata, hanya omon-omon dan ndak ada ngirim pasukan.

Aku mengirim mereka.

Tetapi mereka terhalang oleh pemberontakan para petani dan…

Sungguh mengejutkan.

Maka kita harus membariskan para petani itu dan memenggal kepala mereka.

Saito, cukup.

Mohon maaf atas kekasarannya.

Namun begitu,

Tentara Kekaisaran telah merebut Kastil Nagaoka dan kini berada di gerbang kita.

Kita perlu orang-orang Shibata untuk menumpahkan darah juga kali ini.

Tapi, apa yang akan dikatakan Tuan kami?

Kalau begitu, Tuan Mizoguchi…

Kami sendiri yang akan ke Shibata besok,

dan meminta langsung kepada Tuan Muda untuk mengirimkan pasukannya.

Kepada Tuan?

Jika Tuan muda-mu menolak untuk mengirim pasukannya,

Shibata akan dianggap pengkhianat Aliansi,

dan kami akan menyerang kastilmu.

Hati-hati.

Hei.

Sudah saatnya bagi kita untuk ikut bertempur juga.

Dengan ancaman-ancaman itu, Tuan tak bisa menolak.

- Sengoku… - Apa?

Kita mungkin harus melupakan wanita.

Hari ini adalah hari terakhir kita.

Ya ampun, Zen.

Ya ampun.

Lagi?

Siapa Zenemon Sengoku anteknya Shibata?

Ada apa?

Ada urusan apa denganku?

Mati kamu!

Mati!

Mati…

Mati…

Kita datang untuk negosiasi penting, tapi sekarang malah jadi perkelahian.

Irie, bagaimana ini bisa terjadi?

Itu karena kurangnya pengawasan kami.

Maafkan kami.

Hei, ayo kembali ke Shibata.

Ayo, kita pergi.

Minggir! Ada apa?

Minggir!

Tidak, kembali.

Osada…

Minggir!

Dia akan dieksekusi di Shibata.

Kamu tidak boleh ganggu!

Apa kamu tuli, nona?

Kubilang, minggir!

Ayo.

Osada.

TEMPAT EKSEKUSI SHIBATA

Hei... hei.

Kamu, apa yang kamu lakukan?

Aku akan mati, buat apa aku jawab?

Karena kamu akan mati, tidak perlu bersikap sok kuat.

Tidak!

Ayo!

Ini karena perang.

Karena perang akan segera dimulai,

semuanya akan menjadi berat.

Ya.

Pada tahun keempat Keio,

saat era samurai yang telah berlangsung selama berabad-abad berakhir,

Jepang tenggelam dalam Perang Boshin.

Pasukan pemerintah baru pimpinan Satsuma dan Choshu mendukung Istana Kekaisaran.

Mereka menyebut diri mereka Tentara Kekaisaran.

Kelompok yang menginginkan Keshogunan Tokugawa tetap bertahan...

dipaksa menyerah.

PERANG BOSHIN

KYOTO

PERTEMPURAN TOBA - FUSHIMI

EDO

KEJATUHAN EDO, PERTEMPURAN UENO

NAGAOKA - SHIBATA

PERTEMPURAN KASTIL NAGAOKA

Di pusat wilayah kekuasaan Nagaoka,

klan yang dekat dengan Keshogunan Tokugawa...

membentuk Tentara Aliansi Utara dari Wilayah Kekuasaan Ouetsu...

dan menghadapi Tentara Kekaisaran.

Oportunis, bimbang, dan menghindari perang,

Shibata, wilayah kecil di Echigo,

diminta untuk mengambil sikap sekali dan untuk selamanya.

Entah untuk bertarung bersama Aliansi

atau untuk berpihak pada Tentara Kekaisaran,

Shibata diminta untuk membuat keputusan.

11 PEMBERONTAK

Apa yang membuat Ketua begitu lama?

Kita, orang-orang Shibata, harus bangkit demi Echigo juga.

Kalau tidak, kita tidak akan bisa menghadapi Aliansi!

Itu benar.

Jika kita tidak melawan Tentara Kekaisaran sekarang, terus kapan?

Tidak ada gunanya menunggu keputusan Ketua.

Kita akan pergi ke kastil besok dan meminta pengerahan militer.

Ya.

Siapa disitu?

Irie?

Terdengar olehku bahwa beberapa pemberontak sedang merencanakan sesuatu.

Merencanakan sesuatu?

- Klan kita tidak bergerak sama sekali… - Pergerakan klan...

terserah pada keputusan Ketua Klan.

Kamu tidak punya suara dalam hal ini.

Jika kamu tidak mau patuh,

kamu akan ditangkap.

Hei!

Kita diharapkan untuk berjuang demi kampung halaman kita.

Apa kamu tidak belajar apa pun di dojo ini?

Menikah dengan keluarga Ketua bisa mengubah seseorang, ya?

Kamu bilang apa?

Hei, Irie, lihat!

Kebakaran.

Padamkan!

Cepat!

Apinya keluar tembok!

- Kebakaran! - Kebakaran!

Padamkan!

- Padamkan apinya dulu. - Bawa air.

Jalan terus!

Jalan terus!

Menyerahlah, dasar jalang!

Lepaskan!

Apa salahnya membakar rumah seorang pembunuh?

Wanita ini biang kerok kebakaran?

Dia pelacur.

Pelanggan yang disukainya membuatnya melakukan aborsi.

Sepertinya dia menyimpan dendam.

Disukai? Sama sekali tidak, dasar bajingan.

Dia membunuh anakku!

Aku akan membunuhnya!

Aku menyuruhmu menyerah!

Lepaskan aku!

Tolong, Tuan...

Halo, Nona. Apa yang kamu lakukan?

Wajahmu cantik sekali.

Kemarilah.

Kenapa kamu pergi? Kamu toh juga akan segera mati.

Ndak perlu takut.

Tidakkah kamu senang?

Di mana kamu barusan menyentuhku?

Biar kulihat...

Kamu berisik sekali, botak.

Tidurlah.

Sejajarkan posisi!

KASTIL NAGAOKA MARKAS BESAR TENTARA KEKAISARAN

Sejajarkan!

Tembak!

Kalian harus berlatih sampai kalian bisa bergerak dengan benar.

Aliansi juga bukan pihak yang menyerah.

Kita pikir mereka akan meninggalkan kastil ini dan kabur,

tapi mereka masih melawan.

Yamagata,

aku mulai capek dengan perang di Echigo.

Negara ini harus diubah dari dasarnya.

- Tidak akan semudah itu, kan? - Memang, tapi…

dalam beberapa bulan lagi, Echigo akan tertutup salju.

Jika kita tidak cepat-cepat selesaikan ini, kita akan kehilangan keuntungan.

Kalau begitu,

pelabuhan ini adalah kuncinya.

Pelabuhan Niigata?

Senjata-senjata Aliansi menyeberangi lautan dan tiba di pelabuhan ini.

Lalu mereka menyeberangi sungai menuju Nagaoka dan Aizu.

Dengan kata lain,

ini adalah jantung Aliansi.

Pertahanan di jantung mereka akan kuat.

Tapi kudengar Aliansi telah membagi pasukan mereka.

Jadi, yang mengelilingi jantung ini adalah...

Shibata?

Tapi bukankah mereka juga bagian dari Aliansi?

Kudengar Tuan mereka masih bocah.

Angin sedang berubah.

Bagaimana menurutmu, Takumi? Kamu lihat itu?

Tuanku, Aliansi akan datang ke kastil ini besok.

Saat ini, kita harus mengirim pasukan…

Apa?

Kenapa dengan Aliansi? Jangan membuatku tertawa.

Nagaoka tanpa henti telah merampas hak-hak kita.

Bukankah mereka memerintah Echigo seakan-akan itu milik mereka?

Memang, tetapi ini adalah momen yang menentukan.

Jika Echigo bergabung dengan mereka juga...

Tentara Kekaisaran akan memenangkan pertempuran.

Sebaiknya kita ndompleng kemenangan mereka.

Tapi, Tuanku.

Dengan segala hormat, jika kita tidak mengirimkan pasukan,

Aliansi akan menyerang kastil besok…

Kalau begitu, mari kita abaikan sedikit pengorbanan.

Tentara Kekaisaran akan datang membantu kita.

Tapi...

bagaimanapun usirlah Aliansi dengan rapi.

Itu tugasmu.

Tidak diragukan lagi. Itu dia.

Siapa kamu?

Sakit.

Kamu ngapain, sih?

Aku telah mencari-carimu.

Aku harus menyelamatkanmu sekarang.

Apa, bocah itu adikmu atau apa?

Tunggu, apa kamu kenal bocah dekil ini?

Ini lucu.

Hei, Nak. Kemari bantu aku juga.

Anjrit, sakit!

Aku mohon padamu, kemarilah.

Hei, kemarilah.

Saudaraku.

Ke mari.

Tunggu aku, aku ikut juga.

Tunggu! Hei! Hei! Kemarilah!

Hei, bocah nakal! Apa kamu meninggalkanku?

Kamu! Apa yang kamu lakukan?

Bukankah kalian rakyat jelata?

Kakak, kakak!

Tunggu! Hei!

- Kakak! - Maaf, Nak!

Minggir!

Bukankah dia salah satu tahanan?

- Cepat! - Bajingan!

Mau lari ke mana kamu?

Tahan dia!

Lepaskan!

Aku membawa pesan langsung dari Kepala Tentara Kekaisaran, Yamagata.

"Alasan saya meminta untuk bertemu dengan Tuan Naomasa adalah...

karena saya akan mengirim pasukan terdepan kami ke Kastil Shibata besok pagi."

Tentara Kekaisaran, kepada Tuan?

Mereka mungkin bermaksud mengusulkan aliansi.

Bukankah itu bagus?

Tuan kita ingin bergabung...

Tidak. Jangan bodoh. Aliansi akan tiba di kastil besok.

Mereka akan saling bertemu. Akan ada pertempuran di kastil.

Ketua, apa rencanamu?

Ketua...

Ketua...

Ayahku orang yang ketat.

Aku dilatih di sini karena "mereka yang memerintah"...

juga harus ahli dalam pedang.

Dengan segala hormat, untuk apa kamu memanggilku hari ini?

Aku penasaran apa ada orang yang rela mempertaruhkan nyawanya demi Shibata!

Maaf?

Bagaimana kalau kamu bertanya kepada para pengikutmu, Tuan Washio?

Semuanya menyebut namamu dengan suara bulat.

Tunggu, kamu ingin aku mengirim klanku melawan Aliansi?

Mereka bisa membicarakannya denganmu di sana.

Hei, apa itu? Besar sekali.

Kakak!

Jadi, ini adalah penggergajian!

Mereka akan menyuguhkan tontonan menakjubkan.

Kenapa kamu juga akan menggergajiku?

Diam! Kamu juga bersalah.

Aku tidak melakukan apa pun!

Hei, bos. Tolong jangan gergaji aku.

Lebih baik aku ditusuk pakai tombak.

Hei, lakukan.

Tunggu!

Hentikan eksekusinya!

Apa?

Kita, Daerah Shibata,

sebagai bagian dari Aliansi, akan berperang melawan Tentara Kekaisaran.

Perang?

Pasukan infanteri akan dikirim besok,

tetapi itu akan membuat pertahanan kita kekurangan tenaga.

Di situlah kalian, orang-orang hina, akan membantu.

Maksudmu kami akan berperang?

Kalian akan mempertahankan benteng di dalam wilayah kekuasaan dari Tentara Kekaisaran.

Hei, bos.

Itu lelucon yang konyol.

Itu bukan lelucon.

Kalian semua penjahat, jadi kalian akan berjuang untuk kami.

Setelah misi selesai,

kalian semua akan diampuni atas kejahatan kalian.

Apa?

Kami akan diampuni?

Benarkah?

Apa kami akan diizinkan pulang?

Itulah yang dikatakan Ketua sendiri.

Kamu mendengarnya, Nak? Kita akan melakukan ini.

Kita akan diampuni!

Ini bukan lelucon.

Kamu samurai Shibata. Apa yang kamu lakukan pada istriku?

Aku tidak akan tunduk pada permintaanmu, bahkan jika aku mati karenanya.

Diam!

Kakak!

- Orang rendahan ini belagu sekali! - Hentikan, Arai!

Tapi dia membunuh Sengoku!

Tentara akan menghabisinya. Tidak perlu terburu-buru.

Aku mau menunjukkan belas kasih,

meski pada orang hina sepertimu. Jika kamu menolak,

aku akan memasukkanmu ke sel terpisah…

Bersama dengan mereka yang sakit kolera.

Begitu kamu tertular, semuanya berakhir.

Kamu akan memuntahkan semua yang ada dalam perutmu lalu mati.

Kamu pilih mana?

Bos, apa yang harus kita lakukan dengan wanita itu?

Kamu bisa masak?

Tentu saja bisa.

Aku juga bisa menari.

Kalau begitu, bersiaplah.

Kalian bersepuluh akan dikenal sebagai Pasukan Berani Mati Aliansi Ouetsu.

Bersiaplah!

Kenapa hanya dia yang diborgol?

Bukankah karena dia berbahaya?

Apa kamu pernah mendengar tentang sepuluh pemenggalan kepala Yonekura?

Apa dia yang melakukannya?

Bukankah dia orang jahat?

Bodoh.

Semua orang di sini jahat.

Jelas itu.

Seorang bandit pembunuh tuan tanahnya,

wanita pelaku pembakaran,

seorang penyintas bunuh diri massal sebuah keluarga,

pembunuh samurai.

Dan yang paling parah,

biksu mesum yang melecehkan putri seorang jemaat.

Aku ndak mau dikasih tau itu oleh seorang penipu terkenal.

Itu menakutkan.

Irie, kenapa kita memakai bendera Nagaoka?

Agar terlihat bukan sebagai infanteri Shibata.

Itu keputusan Aliansi.

Jadi kamu terlibat dengan Aliansi sampai sejauh itu.

Itukah yang kamu inginkan?

terjemahane: ndaseruag

Kita tinggalkan kuda-kuda kita di sini.

Apa bentengnya ada di sini?

Masih jauhkah?

Berhenti.

Inilah benteng yang harus kita lindungi.

HARI PERTAMA KEIO 4, HARI KE-22 BULAN KE-7

Kerja bagus.

Akhirnya sampai juga di mari.

Kamu telah membuat keputusan tepat.

Ayo beri penghormatan kepada Tuan Muda.

Soal itu…

Beliau tidak enak badan sejak kemarin.

Lepaskan, dasar kurang ajar!

Kenapa aku harus bersembunyi?

Itu karena kolera. Ada orang yang terinfeksi di kastil.

Aku tidak mau bicara denganmu! Bawa Takumi ke sini!

Aku akan menembakmu, bajingan!

Karena beliau orang penting yang akan pergi berperang,

- maka perlu istirahat. - Apa?

Sayang sekali.

Tuan juga telah menyetujui pawainya.

Persediaan makanan akan segera tiba.

Sake yang utama.

Sake?

Kita akan bertempur bersama.

Kita tak bisa melakukannya tanpa minum dulu, kan?

Benar.

Kalau begitu, mari bersiap.

Silakan bersenang-senang hari ini.

Kita akan melepas mereka dengan senang hati besok.

Tapi besok, Tentara Kekaisaran...

Jangan khawatirkan itu.

Itulah sebabnya kita mengirim Pasukan Berani Mati.

Oke?

Kalian akan bebas hanya jika kalian berjuang demi Shibata.

Jangan lupa itu.

Kamu mengurusi semuanya, bukan, bos?

Serahkan saja pada kami dan jangan khawatir.

Benar, Nak?

Biar kujelaskan dari awal.

Jika salah satu dari kalian mencoba kabur,

pengampunan kalian akan dicabut.

Dicabut?

Apa?

Kamu tidak menyebutkannya tadi malam, kan?

Jika ada di antara kalian berencana membangkang,

akan kusuruh kalian bunuh diri!

Bukankah itu jelas dan simpel?

Kobure, bebaskan dia juga.

Ya.

Buruan!

Jangan berhenti!

Kembalilah setelah kamu meletakkannya.

Mari kita susun itu di sini.

Cepatlah, kita tak ada waktu!

Jangan malas, ayo!

Kamu, taruh di situ.

Segera kembali!

Kembalilah sekarang!

Jika Tentara Kekaisaran mau merebut benteng ini,

mereka harus menyeberangi jembatan itu.

Kita akan serang mereka dengan senjata kita

dan menghentikan mereka sebelum melewatinya.

Mereka bersepuluh termasuk wanita itu.

Aku mau tau bagaimana mereka akan melakukannya.

Aku yakin mereka akan berusaha sekuat tenaga.

Kamu, yang divonis bebas.

Kalian berdua bisa tangani ini.

Punggungmu mbok yang betul!

Punggung? Apa maksudmu?

Posisi punggung yang betul!

Kita tak bisa mengharapkan pertempuran yang panjang.

Akan berakhir dua hari-an paling lama.

Ketua juga tahu itu.

Begitu kota kastil diamankan, kami akan menyalakan api sinyal.

Itu artinya semuanya sudah berakhir.

Kalau begitu, kita sebaiknya menghancurkan jembatannya.

Apa maksudmu?

Hentikan.

Jika tidak ada jembatan, Tentara Kekaisaran harus memutar arah.

Kita bisa menghentikan mereka selama satu - dua hari.

Irie!

Kamu sebenarnya adalah putra dokter di kota kastil.

Kamu mencoba menaiki kapal asing dan pergi ke Rusia?

"Oroshiya"?

Perdagangan luar negeri mustahil dilakukan tanpa jembatan itu!

Kita harus memikirkan akibat dari perang.

Hai, Noro. Kamu mau ke mana?

Noro.

Jika kamu bertindak sendiri, kamu bisa membuat kita terbunuh.

Kamu ngapain?

Apa?

Apa airnya seger?

Apa enaknya air comberan ini?

Hiyaah.

Sudah.

Bagus, ayo.

Oke.

Tentang jembatan yang kita bicarakan,

aku setuju kalau kita harus memikirkan perdagangan,

tetapi jika perang meningkat, kita harus...

- Itu tidak akan terjadi! - Kenapa tidak?

Kita adalah tentara.

Kita perang juga belum, kamu sudah jiper.

Jika kita ini para pengecut,

para penjahat bahkan tidak perlu bekerja.

Ini enak banget.

Ini maknyus.

Aku ingin mendiang istri dan adikku...

nyobain ini dan memakannya sampai kenyang.

Cukup dengan penderitaannya.

Ngomong-ngomong,

apa yang mau kamu rencanakan di "Oroshiya"?

Belajar kedokteran.

Kedokteran?

Itu langkah yang besar.

Meninggalkan Jepang atau klanmu itu ilegal, dan

berusaha kabur ke negara asing itu dilarang keras!

Jadi, Tuan. Apa yang kamu lakukan?

Yah, aku tidak melakukan kesalahan apa pun.

Orang yang kusukai adalah istri seorang samurai.

Dasar bodoh.

Tampan itu dosa sejak lahir, bukan?

Pastinya itu.

Kamu adalah penjahat terhebat.

Benar sekali.

Noro, maukah kamu membawakanku makanan lagi?

- Aku saja. - Aku saja.

Ndak apa-apakah? Terima kasih, Tuan.

Satu-satunya orang baik di antara kita semua adalah Noro.

Orang bodoh bisa jadi pendosa.

Ngomong-ngomong, kenapa kamu mau pergi ke "Oroshiya"?

Aku sudah menanyakannya padamu, kan?

Kakak!

Awas, bos.

Apa?

Bajingan bertato itu benar-benar melakukannya!

- Aku akan membunuhnya. - Kejar dia.

Anjrit!

Itu dia!

- Hei! - Jangan lari!

- Hei! - Kamu!

- Hei! - Cepat!

Berhenti!

Kalau kamu lari, kamu akan dieksekusi.

- Hei, tunggu! - Tunggu!

Mereka di sini. Mereka di sini!

Tunggu.

- Lihat. - Tunggu.

- Tentara Kekaisaran... - Apa?

Tentara Kekaisaran?

Ayo kembali dan tutup gerbangnya.

Kita ndak akan sampai ke gerbang. Buruan sembunyi!

Kita hanya perlu menyeberanginya untuk sampai ke Shibata.

Tuan Sera,

benderanya...

Bendera?

Itu bendera Nagaoka.

Aneh sekali.

Aliansi seharusnya tidak berada di tempat ini.

Jangan khawatir.

Gerbangnya terbuka, ayo masuk.

Kak, ini belalang sembah.

Dasar bodoh...

Siapa di situ? Tunjukkan diri kalian!

- Pergi. - Ya.

Kami tahu kamu bersembunyi di situ.

Ini aku.

Siapa kamu? Sebutkan namamu!

Kamulah orang-orang yang mencoba masuk tanpa izin ke sini!

Bisa kalian yang memperkenalkan diri terlebih dahulu?

Kami adalah pasukan terdepan dari Tentara Kekaisaran.

Kami datang untuk memberi penghormatan kepada Tuan Naomasa,

Ketua klan Mizoguchi.

Kami di sini bukan untuk bertarung.

Kalian di sini bukan untuk bertarung?

- Benar. - Apa maksudmu?

Lalu ngapain kalian datang?

Ini kesempatanku!

Bagaimana menurutmu? Ini korbanku yang ke-13.

Siapa berikutnya?

Bunuh mereka!

Kamu, di sini!

Yang ke-14!

- Lepaskan! - Tolong!

- Lepaskan! - Tolong!

Lepaskan!

Ampuni... nyawaku...

Apa yang kamu lakukan, tuan? Ini pertarungan!

Aku tahu itu!

Minggir!

Awas!

Apa ada sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya?

- Hentikan, kita akan dihukum. - Apa katamu? Ini pertarungan.

Ini bukan lelucon…

untuk mati di tempat seperti ini.

Tunggu, aku pergi juga.

Si bodoh itu…

Siap!

Apa yang kamu lakukan?

Washio!

Bos, di belakangmu!

Tuan Sera!

Tuan Sera…

Tuan Sera.

Tuan Sera.

Tuan Sera…

Kamu!

Kakak, kita tak akan berhasil sekarang. Ayo mundur!

Tapi Tuan Sera…

Pergi, ayo pergi!

Kakak, cepat!

- Mundur! - Mundur!

Cuci muka kalian dan cobalah lagi.

Kami adalah Pasukan Berani Mati Aliansi Ouetsu.

Ingat itu!

Sakit tauk...

Kamu, akan kubunuh kamu...

Kamu pengen matek?

Anjrit.

Itu gara-gara si bajingan bertato itu.

Aku akan bacok dia...

Aduh sakit.

Bersikaplah yang dewasa dan jangan bergerak.

Menyerahlah, dasar pengkhianat.

Lakukan hal yang tidak perlu lagi,

aku akan mutilasi kamu!

Kakak!

Pergilah ke sana!

Itu punyaku!

Masuklah.

Kenapa kamu ingin mati cepat?

Pemberitahuan telah dikirim ke negeri lain.

Kalian orang-orang rendahan tidak punya tempat untuk melarikan diri.

Ini pasti tidak adil bagi istrimu.

Tapi kalau kamu memenuhi tugasmu di sini,

kamu bisa kembali pada istrimu.

Aku tak bisa mengubah apa yang terjadi meski aku kembali.

Itu tak akan mengubah apa pun.

Tidak mungkin aku bisa berjuang demi Shibata.

Jika kamu tak menyukainya, lakukan saja apa yang kamu suka.

Kalau begitu...

kamu akan mati.

Kakak!

Kamu menyelamatkanku.

Kali ini aku akan menutup mata.

Tapi kalau kamu melakukannya lagi,

aku takkan ragu-ragu untuk membunuhmu.

Ayo pergi.

Dan kalian adalah Pasukan Khusus?

Kalian melarikan diri dan kembali.

Tak tahu malu!

Tunggu, Iwamura.

Mereka ke sana bukan untuk pertempuran.

Tidak mengherankan.

Ngomong-ngomong, apa benar kalau musuh bukan dari Shibata...

- tetapi infanteri dari Nagaoka? - Ya.

Para pencuri memakai tanda ini.

Kudengar Nagaoka sedang mengumpulkan pasukan...

untuk merebut kembali kastil ini.

Tapi aku tak tahu mereka masih memiliki sumber daya untuk mempertahankan Shibata.

Shibata adalah tempat penting bagi Aliansi.

Kita harus mengubah arah angin apa pun yang terjadi.

Pertama, benteng ini.

SHIBATA

Sepertinya mereka tiba di kastil kemarin.

Sepertinya mereka sedang mencarikan lokasi untuk Pasukan Berani Mati.

Dan di mana suamiku bertarung?

Bukankah wajar jika aku ingin tahu?

Wanita tidak boleh ikut campur dalam politik.

Apa ayahku berencana untuk membatalkan pertunangan?

Kana…

Mungkin ayah kehilangan minat pada Tuan Irie...

setelah dipermalukan dalam pertarungan pedang?

Akulah satu-satunya yang seharusnya merisaukan hal itu!

Jangan berperilaku buruk.

Kamu harus menyerahkan ini pada ayahmu.

Kana?

Kana? Ada apa?

Kana!

Aku membawa onigiri.

Silakan.

Kerja bagus.

Kerja bagus, semua orang dari Aliansi.

Kami punya onigiri lagi.

Makanan, Sake,

dan wanita.

Sebelumnya, aku pikir itu bukan ide yang bagus.

Aku meremehkan Shibata.

Dan kenapa begitu?

Kami akan segera bersiap untuk pertempuran.

Aku tidak sabar menunggu infanteri...

Itu saja, Tuan Mizoguchi.

Aku berpikir untuk bertanya langsung kepada Tuan Muda tentang niatnya.

Hah?

Tetapi Tuan kami sakit…

Jika kamu mengatakan Tuanmu mungkin telah berubah pikiran atau semacamnya,

dan janji lain dilanggar,

aku tidak akan menerimanya.

Pokoknya, bawa Tuan Muda-mu ke sini.

Sampai sekarang,

aku belum melangkah sedikit pun.

terjemahane: ndaseruag

Irie, apakah sinyal apinya belum dinyalakan?

Aku yakin kita akan melihatnya hari ini.

HARI KEDUA KEIO 4, HARI KE-23 BULAN KE-7

Hei.

Kamu menjijikkan, pergilah ke suatu tempat.

Jangan malu, bukankah dia adik kecil yang manis?

Noro. Masuklah dan makan siangmu.

Makanlah.

Aku tidak mau.

Makanlah.

Kenapa kamu begitu bodoh untuk tetap lapar?

Apa kamu dungu?

- Kamu bukan istriku… - Samurai Shibata melecehkannya, kan?

Itu sudah sampai ke telingaku.

Kamu ini apa?

Menghabisi musuh-musuhmu mungkin terasa menyenangkan, tapi…

apa yang akan dilakukan istrimu sendiri?

Dia adalah istri orang biasa.

Dia tidak dipersiapkan sejak awal.

Jika suaminya kembali sebagai penjahat,

dia takkan bisa melangkah lebih jauh selain menjadi pelacur atau pengemis.

- Sialan kamu... - Dengan kata lain...

dapatkan pengampunanmu, apa pun yang terjadi,

dan kembalilah kepada istrimu.

Jadi, kenapa kamu tidak memakannya?

Itu bau sekali.

Makanannya akan terbuang sia-sia.

Tetap di luar!

Tunggu.

Bagaimana kalau kamu aku peluk nanti?

Apa kamu kenal anak itu?

Dia dulu bersama seorang ahli kembang api terkenal di Shibata.

Tapi dia sudah tidak di sana lagi.

Tidak?

Dia meninggal dalam kecelakaan kembang api.

Sepertinya anak itu yang menyebabkannya.

Kudengar hal itu sangat buruk bagi orang tua dan saudara kandungnya.

Apa aku sangat mirip dengannya?

Apa?

Apa aku mirip dengannya? Pria yang meninggal.

Tidak sama sekali.

Apaan itu?

Kelompok yang tampak bodoh itu berhasil mengalahkan Tentara Kekaisaran,

pimpinan klan Satsuma dan Choshu yang terkenal. Ini menyenangkan.

Jika kita tidak menerima tantangan saat ada kesempatan kita akan tertinggal.

Bagaimana menurutmu?

Apa yang mau kamu pertaruhkan?

Tidak ada dari kita yang punya uang.

Jangan bodoh.

Bukankah ada beberapa orang di sini yang banyak minum?

Kamu tak tahu kapan harus berhenti.

Apa negara asing sebaik itu?

Senjata kita mungkin sudah ketinggalan zaman,

tetapi dalam pertempuran, semangat adalah kuncinya. Itulah cara samurai!

Sakit, cuk!

Hei, orang tua. Kasih paham dia cara samurai.

Mencoba menjelaskan kebaikan negara asing

kepada mereka yang menyeru, "Usir orang asing barbar"

jelas akan membuatmu dipukul.

Teleskop ini adalah penemuan asing.

Ketika terjadi perang, mereka mengandalkan barang-barang impor,

namun mereka berteriak untuk mengusir orang asing.

Aku bertanya-tanya apa itu cara samurai.

Apa itu?

Ada apa?

Apa mereka sedang menggali emas?

Aku ikut.

Bagus. Itu setengahnya.

Tidak apa-apa, kan?

Kamu bokek, kan? Apa yang mau kamu pertaruhkan?

Kemari dan kalahkan aku, bajingan.

Ayo main.

Itu dia!

Pemenangnya akan mendapatkan semuanya, kan?

Angka genap dengan angka 1 dobel.

Apa?

Bukankah itu dobel?

Tidak…

Itu sial, bos.

Begitulah permainan, kamu tak pernah tahu.

Tiba-tiba angin berpihak padaku, kan?

Pastikan untuk mengganti tugas pengintaian,

atau bosmu, Oroshiya, akan marah.

Baiklah, aku pergi dulu.

Sakitnyo...

Dasar bajingan penipu...

Apa? Tidak, itu bukan aku...

Tidak apa-apa, bunuh saja dia.

Kamu membodohiku!

Hei.

Kamu melukaiku.

Berhenti, apa yang kamu lakukan, berjudi?

Lepaskan, Washio!

Kamu juga seorang samurai.

Kita ndak bisa membiarkan orang-orang rendahan ini

membodohi salah satu dari kita!

Orang-orang rendahan?

Hei, kamu dengar itu?

Pria ini memandang rendah kita seperti kita ini tembelek kuda.

- Tenanglah, kamu juga! - Tentu saja!

Melihat kalian para penjahat saja sudah merupakan penghinaan!

Terus kenapa kalian tidak salibkan saja kami semua?

Ya, bunuh saja kami jika kalian amat benci pada kami!

Kalau begitu, Penguasa Shibata akan mendapat masalah.

Apa?

Itu mustahil buat orang ini.

Kamu takkan bisa mengalahkan Tentara Kekaisaran.

Apa kamu bilang?

Sudah cukup!

Cukup!

Serahkan mereka padaku!

Aku akan bunuh mereka!

Sungguh mengasyikkan.

Biarkan aku tenang.

Cepat turun!

Di sana.

Aku tidak mengerti apa yang kamu pikirkan,

Arai!

Ini misi amat penting yang diberikan Ketua kepada kita!

Aku tahu itu!

Tapi harus tidur dan bangun di samping orang-orang rendahan ini...

membuatku gila!

Setelah misi kita selesai, mereka toh harus dihabisi, kan?

Kamu bisa bunuh mereka dengan cara apa pun yang kamu suka.

Kamu bisa lakukan apa pun yang kamu suka.

Mereka datang!

Angkat senjata!

Tentara Kekaisaran sudah tiba!

Hei! Apa yang terjadi?

Tembak!

Hei!

Hei...!

Kogure!

Bebaskan aku!

Hei! Bebaskan aku!

Kogure, kamu baik-baik saja?

Hei, bebaskan aku!

Bukakan ini...!

Hei!

Hei.

Kamu benar, kita seharusnya kabur.

Apa? Ambil kunci darinya dan bukakan ini.

Cepat!

Maafkan aku...

Sedang apa kamu? Cepat bersiap! Bawa senjata!

Jumlah kita takkan membuat perbedaan dalam pertempuran ini.

Kita tak bisa melakukan ini, Irie. Ayo mundur!

Jangan bodoh!

Kalau begitu, mari kita kirim orang-orang ini.

- Kita akan ke kota kastil… - Bisanya kamu begitu pengecut?

Memang pengecut, tapi toh mereka...

Arai! Kamu baik-baik saja?

Irie, kita tak mungkin menang meski kita melawan.

Bahkan jika begitu, apa yang bisa kita lakukan?

Aku punya ide.

Tembak!

Tembak!

- Tembak! - Tembak!

- Ayo! - Ya.

Tuan Masatora…

Gerbang menaranya terbuka.

Apa mereka kabur?

Mereka pasti masih di dekat sini.

Kita takkan kembali tanpa membawa oleh-oleh, ayo!

- Pasukan cadangan menunggu di sini. - Ya.

Asap apa itu?

Tunggu.

Pasukan di belakang tidak datang.

Para bandit pada mengendap-endap, jangan lengah!

Kami menunggu kalian!

Itu yang ke-30.

Hati-hati! Kita sekutu!

Apa-apaan?

Hutan itu! Incar hutan itu!

Ya.

- Tembak sebelah sana! - Cepat!

Kami juga bergerak!

Apa kita beneran bisa menggunakan benda-benda ini?

Kita tak punya pilihan.

Aku tak bisa melihat karena asapnya.

Mereka membuat asapnya kebanyakan!

Ini dia.

Di atas sana!

Kita luput.

- Tembak! - Tembak!

- Tembak! - Tembak!

Noro, kamu baik-baik saja?

Kita tidak diciptakan untuk ini.

Bodoh! Kamu mau ke mana?

Satu, dua...

Satu, dua...

- Tembak! - Tembak!

Hei.

Hei!

Sakit sekali...

Hei!

Kamu baik-baik saja?

Kita takkan berhasil tanpa lebih banyak senjata.

Kamu mau ke mana?

Hei!

Ayo!

Jangan dekati aku!

Jangan mendekat!

Ayo kita buka!

Tak ada yang bisa kita lakukan, ayo kita lari.

Hei, kamu ngapain?

Ayo cepat.

Anjrit! Sakit!

Hampir saja.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu, tetap di sini. Aku pergi.

Aku tak mau ditinggal sendirian dengan orang gila ini!

Sakit!

Kupikir kita adalah partner!

Arai!

Irie, bertahanlah!

Nimaime!

Apa kamu baik-baik saja?

- Sakit... - Minggir.

Ada yang tahu di mana Noro?

Kami tak bisa bantu soal itu saat ini.

Hei! Di mana senjatanya?

Kakak, minggir!

Apa yang kamu lakukan?

Noro, pinjamkan aku itu!

- Kakak? - Berikan.

Minggir!

Menjauh dariku!

Tsujigiri, menyingkir!

Lemparkan, bodoh!

Buruan!

Isi ulang, cepat!

Tembak! Cepat dan tembak!

Tuan Masataka, sebelah sana!

Bunuh aku...

Bunuh aku!

Adikku...

Bangunlah.

Ayo, bertahanlah.

Kalau begitu, mari kita minum. Untuk merayakan.

Merayakan apa? Kita banyak jatuh korban.

Maka, kita mengatasinya dengan minum.

Lihat apa yang terjadi pada wajah Nimaime…

Tetap saja, Tentara Kekaisaran tidak mundur.

Itu bukan soal.

Kita akan buat ledakan lagi, dan itu akan menyelesaikannya.

Benar, Noro?

Bukankah itu cocok?

Jika bukan karenamu,

sekarang kita semua pasti sudah diberi

pangkat anumerta oleh biksu bejat itu.

Hei, Noro.

Bisakah kamu membuat lebih banyak bom api itu?

Masih ada beberapa bom api tua di ruang penyimpanan.

Jika kita mencampurkan air hitam, itu akan menjadi lebih baik.

Air hitam?

Hei…

Hei.

Apa yang kamu lakukan?

Dasar bajingan tak beradab.

Kenapa bawa barang berbahaya dalam minuman perayaan?

Itu semua bohong.

Mereka tak punya niat untuk mengampuni kejahatan kita.

Benar 'kan?

Apaan ini? Tiba-tiba saja...

Bajingan.

Masih dengan omong kosong itu?

Tunggu, apa kamu sudah gila?

Yang gila itu samurai ini!

Mereka berencana menghabisi kita setelah misi selesai.

Pengampunan itu adalah bohong besar.

Jangan bodoh!

Ketua sendiri berkata...

Itu benar. Aku mendengar semuanya.

Apa?

Irie...

Apa itu benar?

Tidak menjawab?

Apa kamu pikir kamu akan membodohi kami sekarang?

Ini bukan lelucon.

Aku tidak tahu apa-apa!

Irie, kenapa kamu tidak bilang saja kalau itu bohong?

Irie!

Mengakulah.

Seperti yang dia katakan.

Kami diberitahukan kalau setelah para penjahat selesai dengan tugasnya,

kami akan menghabisi mereka.

Apa?

Dasar bodoh! Apa maksudmu kastil telah diambil alih oleh Aliansi?

Aku malu pada diriku sendiri.

Permintaan maaf tidak akan menyelesaikan ini!

Si idiot ini…

Kita tak punya cara lain

untuk sampai ke Tentara Kekaisaran.

Apa katamu?

Jadi kamu bajingan…

berencana untuk menipu Aliansi sejak awal?

Kamu tiba-tiba memutuskan tujuan klan.

Begitu Aliansi meninggalkan kota kastil,

kita harus segera menyambut Tentara Kekaisaran…

dan menyerah tanpa pertumpahan darah.

Apa?

Tidak, aku tidak mengerti.

Terus kenapa kita membawa bendera Aliansi?

Jika kita mengibarkan bendera Shibata,

bergabung dengan Tentara Kekaisaran akan menjadi pejerjaan yang sulit.

Kita hanya mengulur waktu...

sampai Aliansi meninggalkan kastil.

Aku mengerti sekarang.

Itulah sebabnya jembatan itu tidak boleh dihancurkan.

Pada suatu saat kamu harus menyambut Tentara Kekaisaran.

Tetapi, bagaimana kamu bisa bergabung dengan Tentara Kekaisaran....

kalau kamu telah membunuh banyak orang mereka?

Itulah sebabnya Shibata tak bisa membiarkan kita hidup setelahnya.

Kenapa…

Kalian seharusnya tidak menjadi penipu.

Kamu pasti bercanda.

Mengatakan kalau Ketua berbohong...

Kamu pasti bercanda.

Tetapi jika bukan karena itu, kamu...

Membuatku memakai ini...

memangnya aku monyet Nagaoka?

Jangan main-main denganku!

Maaf, Heishiro.

Permintaan maaf saja tidak cukup.

Kami akan dieksekusi, tidak peduli seberapa banyak kami meminta maaf…

Kamu cari perkara, dasar bajingan!

Akan kubunuh kamu!

- Bajingan itu! - Diam!

Arai, hentikan.

Diamlah.

Bagaimana kita memanfaatkan sekelompok penjahat divonis mati

- adalah terserah kita untuk memutuskan. - Apa kamu bilang?

Sangat tidak sopan

bagi orang macam kalian untuk memberikan pendapat kepada kami!

Diamlah dan patuhi!

Irie…

Irie… Apa yang kamu…

Maaf kami menipu kalian.

Aku…

Aku akan melepaskan kalian apa pun yang terjadi.

Aku akan membujuk Ketua.

Jadi…

Begitulah adanya.

Maaf.

Hei. Kalian tidak akan beneran percaya padanya, kan?

Tapi dialah satu-satunya yang bisa kita andalkan

untuk mendapatkan pengampunan kita.

Begitulah adanya.

Kamu bilang apa, dasar pengecut tak bernyali?

Orang-orang ini membodohi kita!

Aku tak akan pernah memaafkan dia.

Kakak!

Yah, boss.

Aku tidak setuju dengan apa yang kamu katakan.

Maafkan aku.

Tolong, maafkan aku…

Sudah dua hari sejak Pasukan Berani Mati dikirim.

Hanya masalah waktu sebelum Tentara Kekaisaran menerobos.

Jika Aliansi tidak diusir untuk selamanya,

kita harus menghadapi Tentara Kekaisaran di Shibata.

Kana pergi?

Kudanya juga tidak ada di sini.

Aku bertanya kepada para pelayan, tapi tak ada yang tahu apa pun soal itu.

Apa kamu tahu?

Tidak, itu tidak mungkin...

Dia tidak dalam kondisi yang tepat untuk terlalu memaksakan diri.

- Jika kamu kebetulan tahu... - Tunggu.

Apa maksudmu?

Kana sedang mengandung anak Irie…

Apa?

terjemahane: ndaseruag

HARI KETIGA KEIO 4, HARI KE-24 BULAN KE-7

Apa kamu sudah bangun?

Hanya itu cara bagi kita untuk mendapatkan pengampunan.

Hei!

Tentara Pemberontak, bisakah kalian mendengar kami?

Tentara Pemberontak, bisakah kalian mendengar kami?

Dengarkan apa yang ingin kukatakan.

Betapa kejamnya mereka.

Kami sama sekali tidak berniat untuk memulai perang di Shibata.

Bebaskan para sandera dan segera buka gerbangnya.

Jika kalian melakukannya, kami akan menutup mata atas kebengisan kalian.

Apa?

Jika kalian bersumpah untuk mati demi panji Kekaisaran,

semua kejahatan kalian akan dilupakan,

dan kami akan menerima kalian sebagai prajurit Tentara Kekaisaran.

- Apa? - Kamu dengar itu?

- Mereka menginginkan kita. - Diam.

Namun, jika kalian memilih untuk mengabaikan kami,

kalian akan dianggap sebagai pemberontak dan akan diganyang.

Kalian mendengarnya?

Kami akan menunggu tanggapan kalian.

Hei, apa kalian mendengarnya?

Kita akan diampuni jika kita gabung Tentara Kekaisaran.

Ya, itu yang mereka katakan.

- Kita selamat. - Tunggu.

Sinyal api mungkin menyala hari ini.

Bagaimana kalau tidak?

- Yah... - Bos.

Kamu buta atau apa?

Kita tidak punya peluang melawan mereka.

Lagipula, jika kita bergabung dengan mereka,

- kita bisa menebus kesalahan kita. - Benar sekali, Bos.

Kamu juga ditipu oleh Ketua Shibata, bukan?

Bukankah bodoh untuk bertarung dan mati demi dia?

Ayo pergi.

Seperti yang mereka bilang, kita tidak bisa mengalahkan mereka.

Heishiro,

Bawa bajingan-bajingan ini bersamamu.

Bagaimana denganmu?

Aku akan tinggal.

Kamu mau mati?

Jika Tentara Kekaisaran masuk ke kota kastil...

aku juga akan mati.

- Tetap saja... - Beri aku setidaknya ini.

Biarkan aku menjadi menantu yang baik bagi Ketua.

Itulah yang dia katakan.

Aku akan menerima tawaran mereka.

Ayo pergi.

Cepat pergi.

Heishiro, apa yang kamu lakukan?

Kamu akan menembak kami?

Apa yang terjadi?

Adik!

Para pemberontak telah berbicara.

Bersiaplah!

- Ya! - Ya!

Siapkan meriam!

Apa yang telah kamu lakukan, bajingan?!

Kami tak bisa gabung Tentara Kekaisaran karena kamu telah membunuh bajingan itu!

Anjrit!

Apa yang akan terjadi jika kita meninggalkan tempat ini?

Shibata akan ditelan oleh perang.

Kota kastil akan terbakar habis!

Keluarga kalian,

desa tempat kalian dilahirkan dan dibesarkan,

semua orang bisa mati!

Kita harus melindungi itu semua!

Dengarkan, ini adalah pertempuran balas dendam.

Demi kehormatan Pasukan Khusus kita!

Kita tidak boleh kalah!

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Tuan Mizoguchi, apa kamu akan berbicara dengan Tuan Muda hari ini?

Jalan!

Keributan apa itu?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ekspedisi militer kami...

terus-menerus dihalangi oleh para petani.

Berlutut!

Akan aku tunjukkan ini bukan solusi yang mudah.

Menghancurkan jembatan?

Kudengar infanteri Tentara Kekaisaran adalah ronin

atau petani yang dipekerjakan di medan perang.

Jika mereka tak dapat menggunakan senjatanya dalam badai, mereka takkan menyerang.

Benar. Lalu apa yang harus kita lakukan?

Noro,

apa bom apimu juga akan menyala di tengah hujan?

Ya.

Aku baru saja mencampurnya degan air hitam.

Itu akan bisa melewati hujan ini.

Benar, Kakak?

Tidak ada yang lebih baik. Ayo kita lakukan.

Benar.

Irie, kamu keberatan?

Bagus, ayo cepat.

Ayo bersiap.

Pertama, sumbunya.

Balut dengan kertas minyak agar tidak basah.

Ya.

Kita bertahan.

Lemparkan semua bom apinya.

Bersiaplah.

Si idiot itu.

Apa?

Berikutnya!

Berikutnya!

Cepat!

Tangkap dia!

Berikan pedangmu padaku!

Apa kamu sudah gila?

Kazuma.

Kana? Kenapa…

Kenapa kamu di sini?

Karena aku ingin bertemu denganmu.

Kembalilah!

Jika kamu juga kehilangan nyawamu, Ketua akan membunuhku…

Tidak!

Aku juga akan bertarung di sini.

Berlututlah!

Tahan mereka!

Saito.

Bersiaplah untuk pertempuran.

Dia akan terus membunuh para petani....

- sampai kita pergi juga. - Berikutnya!

Bos, ada apa?

Gerbang utamanya…

Kakak.

Dia melakukannya lagi.

Hei!

Hei!

Hei!

Hei...

Kakak!

Kakak!

Mundurlah!

Cepat!

Kakak.

- Kakak. - Noro!

- Kakak! - Oroshiya, masuklah.

Apa apinya mati?

Oroshiya, bagaimana bara apinya?

Masih bagus.

Dengar!

Biarkan aku bergabung denganmu!

Aku tidak bersenjata!

Aku benar-benar ingin bergabung dengan Tentara Kekaisaran!

Lihat ini!

Kepala seorang samurai dari Pasukan Berani Mati!

- Minggir. - Minggir.

Lepaskan...

Di mana bom apinya?

- Ada padaku. - Cepat!

Kakak...

Aku bilang itu menyakitkan!

Apa kamu memotong kepalanya?

Ya.

Aku tidak mau menuruti Shibata lagi.

Shibata?

Apa kamu baru saja mengatakan Shibata?

Ya, orang-orang di benteng itu.

- Berikan padaku. - Ikat dengan hati-hati.

Itu sumbunya.

Tarik sumbunya.

Cepat!

Itu semua hanya pertunjukan wayang dari Shibata, kan?

Nih, pegang ini.

Apa yang harus kita lakukan?

Ini tak terhindarkan lagi.

Ini berubah menjadi perang melawan Shibata.

Ya.

Tanyakan padaku apa saja tentang mereka.

Lakukan apa pun yang kamu mau dengannya.

Hei, tunggu! Tunggu sebentar!

Aku ingin gabung Tentara!

Aku kabur dari tempat itu!

Lepaskan! Aku sudah ditipu!

Kakak...

Aduh!

Noro!

Tunggu!

Hei, tangkap dia!

Berhenti, Noro! Apa yang kamu lakukan?

Berhenti, Noro!

Heishiro, pegangan yang erat!

- Ini bukan waktunya! - Noro, tunggu!

Mundur!

Cepat!

Cepat!

Buruan!

Lepaskan...

Hei! Tunggu! Tunggu sebentar...

Bersiaplah.

Tunggu...

Tunggu!

Apa?

Kakak!

Kakak, kamu baik-baik saja?

Kamu mencoba membunuhku?

- Satu tembakan lagi, ups! - Berhenti!

Para Pemberontak!

- Mereka para pemberontak! - Tangkap mereka!

Cepat, nyalakan!

Aku tahu, dasar orang tua berisik.

Sial, terlalu basah untuk dinyalakan.

- Berikan padaku. - Itu Noro!

Kita takkan berhasil, nyalakan cepat!

Aku tahu, tapi ini ndak mau nyala!

Sedang ngapain kamu?

Aku akan pergi.

Tunggu!

Kamu...

Itu Nimaime kita yang luar biasa.

Apinya akan lekas padam.

Ambil jubahku.

Cepat, buruan!

Kamu, apa yang kamu lakukan?

Berhenti, berhenti!

Ibu, maafkan aku…

Berhenti!

Noro!

Ketua, bak mandinya sudah siap.

Tidak ada jaminan kalau kolera tidak akan menyebar.

Nyalakan api sinyalnya segera setelah Aliansi meninggalkan istana.

Baik.

Kita berangkat bertempur.

Kita berangkat bertempur.

- Ya, Pak! - Ya, Pak!

Kana…

Ya.

Berikan ini pada Heishiro.

Kazuma?

Kazuma…

Tidak…

Tidak…

Kazuma.

Tidak…

Tak satu pun dari orang-orang yang menjanjikan kebebasan kita...

masih hidup.

Kita, para penjahat, juga telah berkurang jadi tinggal setengah.

Hei, kita menghancurkan jembatannya. Kenapa mereka masih bertahan?

Jika mereka tak bisa merebut benteng yang seperti ini...

mereka takkan bisa kembali, bukan?

Aku butuh istirahat. Aku tidak punya kekuatan lagi.

Bos, apa yang harus kita lakukan?

Sinyal apinya belum menyala sama sekali.

Siapa itu?

Si bodoh itu masih hidup.

Pria bertato.

Oroshiya… Tolong periksa dia.

Hei, kamu baik-baik saja? Hei!

Tolong bantu dia. Cepat...

Apa yang kamu lakukan?

Kenapa? Kenapa mereka tidak ikut berperang?

Kami hampir tertipu oleh pertunjukan wayangmu.

Atau itulah yang kudengar.

Kamu tidak benar-benar berencana untuk

mengabaikan keinginan Tuan Muda, mengusir kami,

dan beralih pihak ke Tentara Kekaisaran, kan?

Bahwa para petani sakit kolera, itu semua bohong.

Mizoguchi.

Kamu sudah siap untuk melakukan...

harakiri, bukan?

Minumlah ini.

Aku berhenti minum...

saat aku bertemu istriku.

Bagi Noro,

akan lebih sulit jika kamu meninggal sebelum dia, kamu tahu.

Dia meninggal demi melindungi kakak tercintanya.

Sebagaimana keinginannya.

Aku baik-baik saja jika harus mati lebih dulu.

Kenapa harus dia dari semua orang…

Bukankah selalu seperti ini?

Aku membawa sial buat semua orang.

Kenapa aku tidak mati sebelum dia?

Kenapa?

Semua orang di sini sama.

Kita melakukan sesuatu yang tidak seharusnya kita lakukan.

Tetapi jika kita tidak melakukannya, kita takkan bisa terus hidup.

Kita orang-orang yang tidak punya harapan.

Tapi tetap, kita tidak boleh menyerah.

Haruskah kita menyerah?

Lihat, kita masih hidup.

Atau haruskah kita mati saja seperti anjing yang dipukuli?

Haruskah kita mati saja?

Haruskah kita mati saja?

Haruskah kita mati saja?

Benar sekali.

Kamu ingin kembali dan tinggal bersama istrimu, kan?

Aku ingin tetap hidup dan melakukan hal-hal yang kusukai.

Haruskah aku mati saja di tempat seperti ini?

Alhamdulillah.

Kakak, kamu masih hidup.

Hei, kamu...

Kamu...

Mati saja kamu sana, dasar bajingan!

Sakit, taok.

Shibata adalah tempat yang indah...

Timurnya…

Baratnya…

Utara dan selatan-nya…

Kazuma menitipkan ini untukmu, Heishiro.

Noro, seperti apa neraka itu?

- Apa ada wanita cantik di sana? - Oh, ada banyak wanita cantik.

Kakak.

Aku tak bisa bersedih selamanya.

Aku akan membuat ayahku berjanji

kalau dia akan membebaskan para penjahat ini.

Itulah yang diinginkan Irie.

Kakak, Kakak.

- Aku tidak menari. - Ayolah.

Menarilah.

Bau sekali! Apa ini?

Apa kamu mencurinya dari Tentara Kekaisaran?

Apa mereka minum air busuk atau apa?

Noro, ini air dari balik gunung, kan?

Itu air hitam.

Apa itu?

Pegunungan di sekitar sini memancarkan air hitam.

Benar, Kakak?

Sudah kubilang, aku tak tahu.

Hai, Noro.

Apa kamu juga menuangkan air ini ke dalam bom api?

Ya, makanya itu menyala bahkan di tengah hujan.

Mungkinkah itu...

sumur minyak?

Tambang itu...

Posisinya tepat di atas musuh.

Noro, apa sumurnya ada di sana?

Aku pergi dengan kakakku untuk mengambil minyak.

Kenapa tidak kasih tau kami lebih awal?

Jika kita lemparkan bom apinya ke sana,

itu akan menyelamatkan kita dari semua masalah ini.

Bodoh, kalau saja kita bisa melakukan itu...

Kita bisa.

Kita bisa bakar mereka semua.

Bisakah?

Bodoh...

Kita menghancurkan jembatannya.

Astaga, kita lupa bagian terpentingnya.

Kita bisa menyeberangi sungai.

Talinya tidak jatuh seluruhnya.

Tentara tidak bisa menyeberang, tapi kita bisa.

Ayo kita lakukan, bos.

Maksudmu kamu ingin membakar sumur itu?

Kurasa Tentara Kekaisaran tidak akan menyerang hari ini.

Sekaranglah kesempatan kita.

Lagipula, kita ini penjahat.

Bertempur atau tidak, kita semua akan dipenggal.

Tapi, aku takkan sudi untuk diperlakukan bak kecoak yang dibiarkan mati.

Mau jadi Tentara Kekaisaran atau pemberontak,

aku sudah muak diinjak-injak.

Aku tak bisa menahan keinginan untuk melibas mereka semua.

Bos, ayo kita lakukan.

Langkah terakhir kita.

Mari kita tunjukkan pada mereka tekad pemberontak kita.

Apa yang terjadi? Angin bertiup tiba-tiba.

terjemahane: ndaseruag

Aku pergi.

Pergilah. Kamu harus kembali ke kota kastil sebelum fajar.

Ya.

Apa itu tipuan dari Shibata?

Ya.

Begitu rupanya.

Jadi, sejak awal kamu tidak pernah berniat untuk melawan kami, benar?

- Siapkan kudanya! - Ya.

Benteng ini hanya umpan untuk menghentikan kita.

Kita akan memutari benteng itu dan sampai ke Shibata…

Tuan Yamagata!

- Aliansi ada di kota kastil. - Berikan mereka kastil itu.

Kita akan bergerak ke Shibata dan mengambil pelabuhan.

Siap.

- Ayo! - Ya, Pak!

Ini air hitam.

Bagus, mari kita gali.

Tuan Saito! Tuan Irobe!

Ada apa?

Kastil Nagaoka sedang diserang.

Apa? Kastil sedang diserang?

Ya, kudengar mereka menyeberangi Haccho-oki,

dan kini seluruh pasukan itu datang untuk merebut kembali Kastil Nagaoka.

Kita harus melawan mereka.

Saito, ayo pergi.

Tunggu.

Tunggu, Takumi.

Jika kamu mati, bagaimana nasibku?

Tidak peduli seberapa banyak kita menggali, tidak ada minyak yang keluar.

Tidak apa-apa, diam saja dan teruslah menggali.

Noro, ada apa?

Di sini.

Airnya keluar!

Baunya buset, dah!

Tuan Iwamura! Tuan Sugiyama!

Aliansi menyerang kastil?

Ya.

Tuan Yamagata, anda diharapkan untuk segera bergabung dengan mereka.

Memang aku monyet Shibata atau apa?

Sampai aku mengalahkan mereka,

monster dalam diriku tidak akan tenang.

Kakak.

Kasih aku apinya.

Lihat ini, para bajingan kotor.

Lari!

- Lari! - Lari!

Modar kalian!

Noro!

Kamu baik saja?

Ke sini!

- Tangkap pemberontak itu! - Ya!

Bunuh mereka. Bunuh mereka!

Ayo pergi.

Ayo.

Oroshiya!

Kamu baik-baik saja?

Dasar pemberontak…

- Noro! - Kakak!

Ayo lari, cepat!

Tinggalkan aku dan larilah.

Ngomong apaan kamu?

Aku takkan bisa menjadi dokter lagi.

- Jangan katakan itu... - Lari!

Ayo kita lari bersama!

Kamu mau ke mana?

Aku akan menyelesaikan pertempuran yang tidak ada gunanya ini.

Hei, Oroshiya!

Oroshiya!

Bajingan!

Ayo pergi, cepat!

Noro, kamu duluan!

- Kakak? - Aku akan susul. Sekarang, cepat!

Dasar pemberontak…

Kakak!

Pergi, Noro! Lari!

Enyahlah, dasar bajingan pembohong!

Minggir, orang tua!

Hei, berikan itu padaku.

Dasar orang tua bodoh!

Aku mantan instruktur tombak dari Choshu.

Namaku Kohachiro Oshiba.

Demi keadilan,

aku menentang negaraku.

Sugiyama…

Dasar monyet.

Bos, minggir!

Sugiyama! Hei, Sugiyama!

Sugiyama… Sugiyama!

Sugiyama!

Kakak!

Cepat! Buruan!

Cepat!

- Ayo lari! - Lari!

HARI KEEMPAT KEIO 4, HARI KE-25 BULAN KE-7

Syukurlah kamu selamat.

Ayah sungguh ikut berduka atas kematian Tuan Irie.

Aku punya permohonan atas nama Heishiro

dan orang-orang yang bertempur bersamanya...

di benteng itu. Tolong, kasihanilah...

Ayah tahu...

Ketua, Tentara Kekaisaran ada di kastil.

Tuan Muda.

Kamu sudah tahu kenapa kami di sini, bukan?

Ya.

Tuan saya telah memutuskan untuk bekerja sama dengan Tentara Kekaisaran.

Jika ada yang bisa kami lakukan untuk Shibata…

Ada satu hal yang ingin aku tanyakan sebelum kita mulai.

Orang-orang yang membuat tanda ini.

Tetap saja, rasanya menyenangkan, bukan?

Cuacanya sangat bagus untuk kembali ke kota kastil.

Apa kamu mau kembali ke kota kastil?

Tidak, aku tak akan pergi ke Shibata.

Setelah aku kembali ke istriku...

Biarkanlah apa pun itu.

Begitu rupanya...

kamu tak bisa memaafkan Shibata.

Seharusnya kamu sudah mengenalku sekarang.

Apa yang akan dilakukan Noro?

Jika Kakaknya tak ada di sini, dia akan membuat kerusuhan.

Aku bukan kakaknya.

Terima kasih buat segalanya.

Jaga dirimu.

Ya, aku tak punya apa-apa lagi…

Akan kuambil persembahanmu.

Permisi.

Hei, tunggu sebentar.

Apaan itu? Sial...

terjemahane: ndaseruag

Baik, mari kita kembali ke kota kastil.

Aku akan tinggal di sini.

Banyak orang telah meninggal.

Aku akan mendoakan mereka.

Itu seperti sesuatu yang akan dikatakan seorang pendeta, bukan?

Mereka datang, bos.

Tidak diragukan lagi, itu bendera Shibata.

Hei!

Wanita muda itu memberi tahu mereka tentang kita.

Hei, kami adalah Pasukan Berani Mati!

Hei!

Hei!

Lari!

Lari! Lari!

Tembak!

Kakak!

Noro!

Tunggu! Kami adalah Pasukan Berani Mati!

Tembak!

Kami adalah infanteri Shibata!

Apa kalian tak mendengar kami?

Ayo... Ayolah!

Kami berjuang demi Shibata,

dan demi negara kita!

Hentikan!

Tuan Washio!

Aku diminta oleh Kana untuk mengasihanimu.

Jangan khawatir.

Apa masih ada penjahat yang tersisa?

Tuan Washio?

Aku tidak bisa memaafkan seorang pengecut sepertimu.

Maksudmu kamu tidak akan patuh?

Kalau begitu, perlakukan dia seperti halnya dia bagian dari para penjahat.

Aku tidak peduli.

Aku pemberontak.

Yang ke-11.

Cincang dia!

Tembak! Tembak dia sampai mati!

Tembak!

- Ayo. - Ya.

Habisi dia!

Ya!

Noro, apa kamu masih punya bom api yang tersisa?

Bom yang basah ada di gudang,

tapi aku tak tahu apakah bomnya akan terbakar.

Kakak!

Di mana?

Noro, pergilah ke sungai lewat belakang.

Jika kamu menyusuri sungai kamu akan sampai di Shibata.

Bagaimana denganmu, kakak?

Aku akan susul nanti.

Tidak, aku ingin tinggal bersamamu, kakak.

Jangan berkata bodoh, ini tidak seperti dirimu.

Kamu bisa melarikan diri, kan?

Tidak… aku tidak ingin meninggalkanmu.

Dengarkan apa yang dikatakan kakakmu!

Kamu telah menyelamatkanku berkali-kali.

Setidaknya, biarkan aku melakukan sesuatu yang akan dilakukan seorang kakak.

Ayo, pergilah.

Pergi!

Mizoguchi.

Ambil pedangmu!

Sialan.

Habisi mereka semua!

Ya!

- Bajingan! - Tembak dia!

Jangan biarkan dia kabur!

Kakak! Kakak!

Dia kabur!

Naiklah!

Tembak!

Ini bukan lelucon.

Ini bukan lelucon.

Bajingan itu…

Dia membunuh mereka semua.

Matilah!

Kakak...

Kakak!

Kami, rakyat Shibata, demi Kaisar,

dan demi Jepang yang baru,

akan membangun negara dan mengalahkan para pemberontak.

Bisanya kamu mengatakan omong kosong seperti itu

- sementara melakukan tindakan seperti itu? - Cukup, Iwamura.

Dengan kerja sama Shibata,

kita mampu memenangkan hati Aliansi.

Takumi, berikan sampelnya kepada Tuan Yamagata.

Itu yang Anda minta.

Kepala pimpinan Pasukan Berani Mati.

Keio 4, hari ke-25 bulan ke-7.

Tentara pemerintah baru, dengan bantuan Shibata,

menaklukkan Pelabuhan Niigata.

- Itu Ketua. - Ketua, terima kasih banyak.

Ketua, apa benar perang sudah berakhir?

Ya.

Saya senang kita tidak berakhir seperti Nagaoka.

Syukurlah.

Semua itu berkat Tuan kita.

Wilayah kekuasaan Shibata membuat marah provinsi-provinsi tetangga,

tetapi mereka menghindari pertempuran di kota kastil

dan melindungi kastil dan rakyatnya.

Apa yang kamu lakukan? Ada apa?

Jangan sentuh aku!

Kana…

Kana!

Kenapa…

Kenapa kamu…

Maafkan ayah...

Maafkan ayah, Kana.

Ayah tidak punya pilihan…

Maafkan ayah.

Berhenti sekarang.

FURUMACHI, PELABUHAN NIIGATA

Jangan kembalikan.

Kamu takkan percaya padaku, bagaimana pun juga.

Hentikan, ini milik kakakku.

Noro, jangan bodoh!

Suamimu sangat ingin kembali padamu...

hingga akhir hayatnya.

Itulah yang sebenarnya.

Demi si bodoh itu,

kamu harus bahagia.

Noro.

Ayo pergi, Noro.

Demi Niigata.

Ini sake dinginmu.

Hei.

Permisi.

Selamat…

Selamat…

Selamat…

NDASERUAG Banyumas, 24 / 03 / 2025

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.