All language subtitles for [SubtitleTools.com] Pans.Labyrinth.2006.720p.AVC.B666S

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

Spanyol, 1944

Perang Sipil telah berakhir.

Tersembunyi di bawah pegunungan,

para gerilyawan masih berjuang melawan rezim Fasis baru.

para gerilyawan masih berjuang melawan rezim Fasis baru.

Pos-pos militer dibangun untuk membasmi para Pemberontak.

Pos-pos militer dibangun untuk membasmi para Pemberontak.

Dahulu Kala, jauh di masa lalu.

Di Dunia Bawah Tanah, dunia tanpa dusta dan derita.

Hiduplah seorang Puteri yang memimpikan dunia manusia.

Sang Puteri melihat adanya langit biru, matahari, dan lembutnya angin sayu.

Suatu hari,

setelah menghindari para penjaga, sang Puteri berhasil melarikan diri.

Sesampainya di luar,

cahaya matahari membutakan matanya dan menghapus ingatannya.

Dia lupa akan siapa dirinya dan dari mana dia berasal.

Mengalami demam, dan sakit yang tidak berujung.

Dan pada akhirnya... meninggal.

Akan tetapi, ayahnya, sang Raja,

...akan selalu tahu bahwa jiwa sang Puteri akan kembali,

mungkin dalam tubuh yang berbeda,

di tempat yang berbeda, dan era yang tak sama.

Sang Raja akan menanti sang Puteri, hingga akhir napasnya,

hingga dunia... berhenti berputar.

Kenapa kau bawa banyak sekali buku, Ofelia?

Kita akan pergi ke pedesaan, di luar wilayah.

Buku dongeng.

Kau sudah terlalu tua untuk percaya cerita bualan.

Tolong hentikan mobilnya.

Ofelia, tunggulah sebentar.

Kondisi adikmu sedang kurang baik.

Nyonya, kau baik-baik saja?

Ofelia?

Ofelia, ke mari.

Aku melihat peri. / Lihat, sepatumu jadi kotor.

Ayo.

Saat kita sampai ke penggilingan, keluarlah dan temui Kapten.

Dan jangan lupa panggil dia "Ayah".

Kau tidak tahu seberapa baiknya dia kepada kita selama ini.

Itu hanya kata, Ofelia. Hanya sebuah kata.

Kapten! Mereka sudah sampai.

Terlambat 15 menit.

Carmen.

Selamat datang.

Jangan repot-repot, aku masih bisa jalan sendiri.

Dokter Ferreiro ingin agar kau tak terlalu memaksakan diri.

Tidak.

Duduklah.

Lakukan demi aku.

Terima kasih.

Ofelia, keluar.

Ucapkan salam ke Kapten.

Ofelia.

Tangan yang satunya, Ofelia.

Mercedes!

Bawa kopernya. / Baik, Tuan.

Ini Labirin.

Hanya gundukan batu-batu tua yang sudah lama ada di sini.

Bahkan sebelum penggilingannya dibangun.

Sebaiknya jangan masuk ke sana. Kau bisa tersesat.

Terima kasih.

Kau suka baca buku seperti itu?

Mercedes!

Dipanggil Kapten.

Ayahmu memanggilku.

Dia bukan ayahku.

Si Kapten bukan ayahku.

Ayahku penjahit. Dia tewas saat perang.

Si Kapten bukan ayahku.

Tidak perlu diperjelas lagi. Ayo?

Kau sudah bertemu ibuku?

Dia cantik sekali. / Iya.

Dia kesakitan karena sedang mengandung. Iya, kan?

Para gerilyawan sembunyi di hutan...

...karena mereka tahu, sulit melacak mereka di sana.

Bajingan-bajingan itu mengerti medan lebih baik dari kita.

Kita akan blok semua akses ke hutan.

Makanan, obat-obatan, semua kita simpan semua. Di sini.

Kita perlu memaksa mereka turun, buat mereka datang ke kita.

Kita akan buat markas pos komando yang baru.

Di sini, sini dan sini.

Mercedes.

Suruh Dr. Ferreiro ke mari. / Baik, Tuan.

Ini akan membantumu cepat terlelap.

Cukup 2 tetes sebelum tidur.

Hanya 2 tetes saja.

Bagus.

Habiskan. Bagus.

Jangan sungkan memanggilku jika butuh apa-apa. Siang atau malam.

Kau, ataupun perawatmu.

Selamat malam.

Tutup pintu dan matikan lampunya, sayang.

Kau harus menolong kami.

Lukanya semakin parah. Kakinya tidak kunjung membaik.

Hanya ini yang bisa kuberikan.

Maaf.

Kapten Vidal menunggumu di ruangannya.

Ke mari, Ofelia.

Astaga, kakimu. Dingin sekali.

Kau takut?

Sedikit.

Suara apa itu? / Bukan apa-apa.

Mungkin hanya angin.

Malam di sini berbeda dengan malam di kota dulu.

Di sana kau bisa dengar mobil, kereta.

Di sini rumahnya sangat tua.

Dindingnya berdenyit.

Seolah mereka bisa bicara.

Besok, aku akan berikan kejutan untukmu.

Kejutan? / Ya.

Buku? / Bukan, ada yang lebih baik.

Kenapa kau harus menikah?

Aku kesepian terlalu lama.

(¬‿¬)

(¬‿¬)

(¬‿¬)

Tapi ada aku. Kau tidak sendirian.

Kau takkan pernah sendirian.

Saat kau tua nanti, kau akan mengerti. Ini juga bukan hal yang mudah bagiku.

Adikmu menendang lagi.

Ceritakan salah satu cerita dongengmu.

Aku yakin itu bisa membuatnya tenang.

Adik laki-lakiku, adikku...

Dahulu kala,

di sebuah negeri sedih nan jauh,

ada sebuah gunung besar yang terbuat dari bebaTuan hitam.

Saat matahari tenggelam,

di puncak gunung,

ada mawar ajaib mekar di setiap malamnya, dan siapapun yang memetiknya akan hidup abadi.

Tapi tidak ada yang berani mendekatinya,

...karena bukitnya dipenuhi duri beracun.

Manusia acapkali membicarakan rasa takut terhadap kematian,

dan penderitaan, tapi tidak pernah membicarakan soal hidup yang abadi.

Pada akhirnya, sang mawar mulai layu dan tidak dapat memberikan berkahnya lagi.

Terlupakan dan menghilang di puncak gunung yang gelap & dingin.

Selamanya sendiri, hingga akhir waktu.

Silakan masuk.

Bagaimana kondisinya? / Lemah sekali.

Dia harus istirahat sebanyak mungkin.

Aku akan tidur di bawah sini.

Lalu anakku? / Maaf?

Maaf Kapten, kami...

Anak laki-lakiku, bagaimana kondisinya?

Untuk saat ini, tidak perlu khawatir berlebihan.

Bagus.

Kapten, istrimu tidak seharusnya...

...berpergian saat kondisi hamil seperti ini.

Itu opinimu? / Ya, ini opini profesionalku, Pak.

Seorang anak seharusnya lahir di tempat di mana ayahnya berada.

Itu saja.

Satu hal lagi, Kapten.

Kenapa kau yakin sekali bayinya adalah laki-laki?

Jangan main-main denganku.

Pukul 8 tadi, kami mendeteksi gerakan di sektor Barat Laut.

Suara tembakan.

Sersan Bayona memeriksa daerah tsb dan menangkap 2 orang yang mencurigakan.

Yang muda adalah anaknya, mereka berdua datang dari kota.

Kapten, ayahku orang yang jujur.

Biarkan aku yang tentukan. Buka topimu di hadapanku.

Kami temukan senjata ini darinya. Habis dipakai menembak.

Ayahku hanya berburu kelinci, Kapten.

Sekali lagi, diam.

"Tidak bertuhan, tidak bernegara, tidak bertuan"?

Begitu saja. Coba lihat. / Propaganda Merah, Kapten.

Itu bukan propaganda, Tuan.

Itu hanya almanak tua, Kapten.

Kami hanya petani.

Teruskan.

Aku pergi ke hutan, Kapten. berburu kelinci.

Untuk anak-anak perempuanku. Mereka sedang sakit.

Kelinci ya?

Kapten, jika ayahku berkata demikian, artinya dia benar-benar berburu kelinci.

Jangan sakiti dia.

Kau membunuhnya. Kau membunuhnya!

Pembunuh! Dasar bajingan!

Sebaiknya kalian belajar menggeledah terlebih dulu...

...sebelum kalian menggangguku.

Mengerti, Kapten.

Ibu. Ibu, bangun!

Ibu, ada sesuatu di sini.

Halo.

Kau mengikutiku sampai ke sini?

Kau peri?

Lihat.

Ini peri.

Kau mau aku mengikutimu?

Keluar? Ke mana?

Halo?

Halo?

Echo.

Echo.

Halo?

Halo?

Kaukah itu?

Ternyata benar-benar kau. Kau telah kembali.

Jangan takut, aku mohon.

Lihat, lihat.

Namaku Ofelia. Siapa namamu?

Aku?

Aku...

Aku punya banyak sekali nama.

Nama tua yang hanya dapat diucapkan oleh angin & pepohonan.

Aku adalah gunung, hutan dan bumi.

Aku adalah...

Aku adalah Faun.

Pelayanmu yang paling setia, Yang Mulia.

Bukan, aku bukan... / Tuan Puteri Moanna,

...anak dari Raja Dunia Bawah Tanah.

Ayahku hanya seorang penjahit.

Kau tidak dilahirkan dari perut manusia.

Bulanlah yang melahirkanmu.

Lihat bahu kirimu.

Tanda di bahu kirimu itulah buktinya.

Ayah aslimu telah membuka semua portal

...di seluruh dunia supaya kau bisa kembali.

Ini...

...adalah portal yang terakhir.

Tapi kita harus memastikan dulu...

...bahwa esensimu tidak ada yang kurang (utuh).

Dan tidak boleh dalam bentuk Mortal (tidak abadi).

Dan kau juga harus selesaikan 3 tugas sebelum bulan purnama.

Ini adalah... Ini adalah Buku Crossroads.

Dibukalah, saat kau sendiri,

dan buku itu akan memperlihatkanmu masa depan,

...menunjukkanmu tentang apa yang harus kau lakukan.

Tidak tertulis apa-apa.

Mercedes, masak kelinci ini untuk makan malam nanti.

Ini masih muda semua.

Kalau begitu, direbus saja. / Baik, Tuan.

Kopinya gosong. Rasakan sendiri.

Kau harus lebih teliti dengan hal semacam ini.

Akan kulakukan, Tuan.

Rebus ini.

Dia juga tidak suka kopinya. / Kapten itu cerewet.

Cerewet!

Kita butuh daging sapi dan satu ekor ayam lagi.

Kita harus cari di mana?

istri si Dokter dan juga istri si Mayor.

Mereka makan lebih banyak dari babi.

Mereka juga tidak bisa diam. / Bahkan di dalam air sekalipun.

Mercedes, aku tidak akan lama.

Ofelia.

Ayahmu malam ini mengadakan pesta makan malam.

Lihat, aku sudah buat apa.

Kau suka?

Aku tidak punya gaun secantik ini saat aku seusiamu.

Dan lihat sepatu ini.

Bagus sekali.

Kau suka? / Ya, cantik sekali.

Kalau begitu, mandilah.

Ofelia?

Ofelia?

Ofilia, kenapa lama sekali? Pakai gaunnya, aku ingin lihat.

Aku ingin kau terlihat cantik di depan Kapten.

Kau pasti terlihat seperti Puteri.

Puteri?

Pastikan ayamnya dibersihkan dengan baik.

Dan jangan lupakan kacang polongnya.

Kau cantik sekali, anakku. Cantik sekali.

Gaunnya bagus.

Sudah, kita tidak punya banyak waktu.

Mau kuambilkan susu dan madu?

Mundur sedikit, sayang,

...jangan sampai gaunmu terkena susunya.

Mercedes. Apa kau percaya dongeng?

Tidak.

Waktu kecil, aku percaya.

Aku percaya banyak hal yang sekarang tidak kupercaya lagi.

Tadi malam, peri mendatangiku.

Benarkah?

Dia tidak sendirian, jumlahnya banyak,

Dan ada Faun, juga. / Faun?

Dia sangat tua, sangat tinggi dan baunya seperti bumi.

Ibuku pernah memperingatiku berhati-hati kepada para Faun.

Mercedes!

Ikut aku.

Kapten, semua barang sudah tiba.

Tepung, garam, minyak, obat-obatan,

zaitun, daging asap...

Ini baru tembakau. Ini baru tembakau.

Dan juga kartu jatah.

Aku ingin kau periksa persediaan. / Baik.

Mercedes.

Kuncinya. / Baik, Tuan.

Ini duplikat satu-satunya? / Hanya itu, Tuan.

Mulai sekarang, aku yang bawa.

Kapten!

Mungkin bukan siapa-siapa, Kapten.

Itu mereka.

"Dahulu kala, ketika hutan masih muda,

...hutan adalah rumah bagi makhluk yang penuh dengan keajaiban."

"Mereka saling melindungi,

...dan tidur di bawah naungan daun yang rimbun dari sebuah pohon

...yang tumbuh di sebuah bukit, dekat penggilingan."

"Namun sekarang, pohon itu sekarat.

Cabangnya nian kering, batangnya tua dan bengkok.

Seekor katak yang amat besar tinggal di dalam akarnya,

dan takkan membiarkan sang pohon tumbuh.

Kau harus meletakkan 3 batu ajaib ini ke dalam mulut Sang Katak,

lalu ambil kunci ajaib yang ada dalam perutnya.

Hanya dengan cara itu, daun sang pohon akan tumbuh kembali."

Mereka pergi 20 menit yang lalu.

Pergi terburu-buru.

Selusin, tidak lebih.

Antibiotik.

Sial sekali.

Mereka meninggalkan tiket lotere ini.

Mereka ada di sini.

Keparat-keparat itu ada di sini.

Mereka sedang mengamati kita.

Hei!

Kalian meninggal ini!

Dan tiket loterenya!

Kenapa tidak kalian ambil saja?

Siapa tahu ini hari keberuntunganmu!

Ha-Halo. Aku Puteri Moanna.

Dan aku tidak takut padamu.

Apa kau tidak malu, tinggal di dalam sini,

memakan semua serangga ini...

...dan menjadi gemuk, sementara pohon ini sekarat?

Kau sudah cari di kamarnya?

Sudah, nyonya.

Di kebun juga tidak ada?

Di gudang? / Sudah, nyonya.

Ke mana perginya anak itu?

Lewat sini, silakan.

Perkenalkan, dia istriku, Carmen.

Cantik sekali. / Senang bertemu denganmu.

Mulai sekarang, setiap keluarga mendapat satu kartu.

Silakan.

Hanya satu? / Hanya satu.

Kapten, aku tidak yakin ini cukup.

Jika mau berhati-hati, ini akan mencukupi.

Kita tidak bisa membiarkan seorangpun mengirim makanan untuk gerilyawan di gunung.

Mereka sudah kehilangan tempat, dan salah satu dari mereka terluka.

Maaf, Kapten, dari mana anda tahu?

Saat mereka hampir tertangkap, kami temukan ini.

Antibiotik.

Tuhan hanya sempat selamatkan nyawa mereka,

masalah kondisi tubuhnya, mereka sendiri yang urus.

Kami akan membantumu semampunya, Kapten.

Kami tahu, kau berada di sini karena terpaksa.

Kau salah.

Aku di sini karena aku ingin...

...anak laki-lakiku lahir di Spanyol baru yang sudah bersih.

Karena gerilyawan itu percaya dengan hal yang salah.

Mereka percaya, mereka semua setara.

Tapi yang membedakan adalah:

Perang sudah berakhir, dan kita sudah menang.

Kalau perlu kita bunuh keparat itu agar mereka mengakuinya.

Kita bunuh lagi, dan begitu seterusnya.

Kita semua berada di sini karena sudah takdir.

Karena takdir!

Sangrai lagi kopinya. Aku akan cari kayunya.

Mau cari kayu di mana?

Ofelia?

Jadi, bagaimana anda dan Kapten bisa bertemu?

Ayah kandung Ofelia biasanya menjahit seragam Kapten.

Oh, begitu.

Dan setelah dia meninggal, aku yang menggantikannya.

Kemudian, sekitar setahun lalu,

aku dan Kapten bertemu kembali.

Luar biasa, kan?

Maksudnya... dipertemukan kembali?

Tentu saja. Sangat, sangat penasaran.

Mohon maafkan istriku. Dia belum mengenal dunia.

Istriku percaya, semua orang tertarik dengan cerita bodoh seperti ini.

Kami mengerti.

Nyonya, Ofelia sudah ditemukan.

Aku permisi.

Apa aku pernah cerita kalau aku dengan kenal ayahmu, Kapten?

Belum. Belum pernah.

Di Maroko.

Aku melihatnya hanya sekilas, tapi pesonanya sangat khas.

Prajurit sempurna.

Semua orang di batalion mengatakan,

saat Jendral Vidal mati di medan perang,

dia membanting jam tangannya ke batu,

supaya anaknya bisa tahu jam & menit ke berapa dia mati.

Sehingga anaknya tahu akhir hayat seorang pemberani.

Itu tidak masuk akal. Karena ayahku tak punya jam tangan.

Aku kecewa. Benar-benar kecewa.

Selesai mandi, langsung tidur tanpa ada makan malam.

Dengar tidak?

Aku mulai berpikir, kau sengaja berlaku tidak sopan.

Kau mengecewakan ibu, Ofelia.

Juga kepada ayahmu.

Maksudmu Si Kapten?

Dia lebih berkuasa dariku.

Aku dapat kuncinya.

Antarkan aku ke Labirin.

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

Halo.

Aku dapat kuncinya.

Yang itu adalah aku, dan si gadis adalah kau.

Lalu bayinya?

Jadi kau sudah dapat kuncinya?

Aku lega.

Dia percaya kepadamu sejak awal.

Dia juga lega kau berhasil.

Simpan kuncinya.

Kau akan membutuhkannya sebentar lagi.

Simpan ini juga. Kapur tulis.

Tinggal 2 tugas lagi.

Bulan sebentar lagi purnama.

Bersabarlah.

Tidak lama lagi, kita akan masuk ke 7 taman melingkar dari istanamu.

Bagaimana aku tahu yang kau katakan benar?

Bagaimana mungkin Faun yang rendah ini berbohong padamu?

Mulai.

Siapkan kartu kalian, untuk pemeriksaan.

Ayo. Ayo.

Nama?

Sebutkan nama lengkap.

Narciso Peña Soriano, siap melayani.

Nama?

Ini adalah roti Franco Spanyol.

Disimpan rapi di penggilingan ini!

Garis Merah ini, maknanya...

...tidak ada satu rumah pun, di dalam Kesatuan Spanyol yang tidak memiliki roti.

Sekarang, tunjukkan padaku apa yang sedang terjadi.

Tunjukkan.

Ofelia.

Ofelia.

Ofelia, tolong aku...

Kapten! Kapten!

Kemari cepat.

...tidak ada satu rumah pun, di dalam Kesatuan Spanyol yang tidak memiliki roti.

Ini adalah roti Franco Spanyol...

Istrimu membutuhkan istirahat tanpa gangguan.

Dia harus ditenangkan di hampir setiap saat.

Anak perempuanmu harus tidur di tempat lain.

Aku akan tinggal di sini sampai hari kelahiran.

Sembuhkan dia.

Aku tak peduli harga atau apapun yang kau butuhkan.

Sembuhkan dia.

Jangan khawatir.

Ibumu akan segera membaik, kau akan lihat sendiri.

Kehamilan itu bukan masalah sepele.

Kalau begitu, aku tidak mau punya bayi.

Kau menolong para perjuang di hutan, kan?

Ada orang lain yang tahu?

Tidak, tidak ada.

Aku tidak ingin hal buruk menimpamu.

Aku juga berharap sama.

Apa kau tahu lagu nina bobo?

Hanya satu.

Dan aku juga tidak ingat syairnya.

Aku tidak peduli. Aku ingin mendengarnya.

Jangan takut. Ini aku.

Kau siap? / Ya.

Ayo kalau begitu.

Ini berbahaya sekali.

Jika dia tahu tentang kita, kita pasti akan dibunuh.

Kau sadar tidak? / Kau takut sekali dengannya, Dokter?

Bukan. Itu bukan soal takut.

Ini bukan soal diriku.

Pedro!

Pedro, adikku!

Kau tidak lakukan tugasnya.

Tidak, ibuku sedang sakit.

Tidak ada alasan untuk alpa.

Lihat. ini adalah akar mandrake.

Pohon yang memimpikan menjadi manusia.

Taruh ini di bawah tempat tidur ibumu,

di dalam mangkuk berisi susu segar.

Setiap pagi, berikan dia 2 tetes darah.

Sudah, kita boleh buang-buang waktu lagi.

Bulan sudah hampir purnama.

Bawalah piaraanku untuk memandumu.

Kau akan pergi ke suatu tempat yang amat berbahaya, berhati-hatilah.

Makhluk yang tidur di sana,

...bukanlah manusia.

Nanti, kau akan melihat hidangan yang mewah,

tapi jangan dimakan, dan jangan diminum.

Jangan pernah. Benar-benar tidak boleh!

Hidupmu bergantung akan hal itu.

Aku bawakan Orujo, tembakau, keju.

Surat untuk Trigo dan Piloto.

Aku akan periksa kakimu, Frenchie.

Memang bagaimana lagi kondisinya? Pasti buruk sekali.

Kita lihat dulu.

Ten-Ten-Tentara A-A-Amerika Utara,

Inggris & Kanada

...mendarat di pantai kecil di sebelah Utara P-P-P...

"Prancis", gagap bodoh. Prancis.

Lebih dari 150.000 tentara memberikan kami harapan...

di bawah komando Jendral Dwight D. Eisenhower...

Bagaimana kondisinya, Dokter?

Begini, Frenchie.

Yang seperti ini tidak dapat disembuhkan.

Aku harus amputasi kakimu secepatnya.

Tunggu sebentar, Dokter. Tunggu sebentar.

"Gunakan kapur ini, di sisi manapun yang ada di dalam kamarmu."

"Begitu pintunya terbuka, jalankan jam pasirnya."

"Biarkan para peri memandumu."

"Jangan makan atau minum apapun selama berada di tempat itu,

...dan kembalilah sebelum jatuhnya butir pasir terakhir"

Bukan.

Pasti yang ini.

Tidak! Tidak!

Tidak lama lagi kita akan mendapat bantuan dari Jaca.

50 orang lebih. Lalu kita akan berhadapan dengan Vidal.

Lalu? Apa yang terjadi?

Kalian bunuh dia, mereka akan mengirim orang lain yang seperti dia. Dan begitu seterusnya.

Kalian berantakan, tidak ada senjata, tidak ada tempat berlindung.

Kalian butuh makanan, obat-obatan.

Seharusnya kau pikirkan nasip Mercedes.

Jika kau benar-benar cinta, seharusnya kau seberangi perbatasan dengannya.

Aku tinggal di sini, Dokter. Tidak ada pilihan lain.

Kau pergi dulu.

Ini kuncinya, tapi kau tidak bisa turun ke sana sekarang.

Itulah yang dia inginkan.

Serahkan padaku.

Aku ini penakut.

Tidak, kau bukan penakut.

Ya, aku ini penakut.

Penakut, karena memilih tinggal dekat dengan bajingan itu,

mencuci bajunya, membereskan tempat tidurnya, memasakannya.

Bagaimana jika si Dokter benar dan kita tidak akan menang?

Setidaknya kita akan membuat hidup si bajingan itu menjadi susah.

Kapten Vidal.

Temperaturnya turun. Aku tak tahu kenapa, tapi ini terjadi.

Tapi dia masih demam?

Ya, tapi ini tanda baik. Tubuhnya merespon.

Dengarkan baik-baik.

Jika kau harus memilih, selamatkan bayinya.

Anak itu akan mengemban namaku dan nama ayahku.

Utamakan bayinya.

Adik.

Adik kecil.

Jika kau bisa mendengarku,

situasi di sini kurang baik.

Tapi sebentar lagi kau akan lahir.

Kau telah membuat Ibu sangat menderita.

Saat kau keluar, aku ingin minta satu hal darimu,

Hanya satu:

Jangan sakiti Ibu.

Kau akan bertemu dengannya, Ibu sangat cantik,

walaupun kadang dia bisa sedih berhari-hari.

Tapi kau juga akan lihat, saat dia tersenyum,

...kau akan mencintainya.

Dan jika, kau lakukan apa yang ku katakan,

aku akan menjanjikanmu satu hal:

Aku akan membawamu ke istanaku, dan akan ku jadikan kau pangeran.

Aku menjanjikanmu sebagai pangeran.

Pluitnya sudah ku bunyikan, tapi mereka tidak bergerak.

Aku berusaha hentikan, tapi sudah terlambat.

Aku dan pemadam kebakaran berhasil keluar tepat waktu,

tapi lihat sendiri hasilnya.

Apa saja yang sudah mereka jarah?

Mereka tidak mengambil apa-apa, Kapten.

Apa maksudmu?

Dari semua kekacauan ini, tidak ada satupun yang mereka ambil.

Mereka tidak mengambil apapun. / Tidak ada? Apa kau yakin?

Kami tak tahu apa yang mereka inginkan, ini hanya membuang waktu kita.

Mereka muncul entah dari mana, Kapten.

Mereka punya banyak granat, lalu mereka pergi ke atas bukit.

Kapten, kita berhasil mengepung satu unit kecil.

Mereka berlindung di atas bukit.

Ayo, Serrano, jangan takut. Ini satu-satunya cara mati terhormat.

Serrano!

Coba kulihat.

Coba kulihat.

Masih bisa bicara?

Sial.

Tidak berguna. Kalau sudah tidak bisa bicara, bunuh saja.

Kapten! Yang ini masih hidup.

Kakinya tertembak.

Ada apa? / Satu orang tertangkap.

Tertangkap hidup-hidup. Dia akan dibawa ke gudang.

Mercedes!

Pedro? Pedro?

Mercedes?

Kapten, aku perlu ke gudang. / Jangan sekarang.

Kalian pergilah.

Sudah, itu sudah banyak.

Mau diantarkan sekarang?

Ini. Separuh dosis saja.

Sepertinya aku tidak butuh.

Aku sudah lebih baik, jauh lebih baik.

Aku sendiri tidak tahu kenapa. Tapi syukurlah.

Ibu...

Wah. Rokoknya segar.

Tembakau asli seperti ini, susah sekali dicari.

P-P-Persetan denganmu.

Sial, Garces. Kita berhasil tangkap satu, tapi ternyata dia gagap.

Kita bisa semalaman di sini.

Yang penting dia mau bicara.

Garces benar.

Sebaiknya kau buka mulut.

Untuk mempercepat prosesnya, aku sudah siapkan beberapa peralatan.

Ini hanya barang-barang yang kalian jarah sepanjang jalan.

Awalnya, ucapanmu tidak dapat dipercaya.

Tapi setelah aku gunakan ini, kau akan berikan informasi yang benar.

Saat kita sampai menggunakan ini,

kita bisa memiliki... Apa istilahnya?

Ikatan yang kuat, seperti rasa persaudaraan.

Kau akan lihat sendiri.

Dan kalau sudah sampai yang ini,

...aku akan percaya semua yang kau katakan.

Kita buat kesepakatan saja.

Jika kau bisa menghitung sampai 3, tanpa gagap,

...kau boleh pergi.

Jangan lihat dia, lihat aku.

Di atasku, tak ada seorang pun yang...

Garces! / Ya, Kapten?

Jika aku perintahkan si bangsat ini pergi, adakah yang berani melawanku?

Tidak ada, Kapten. Dia boleh pergi.

Kau dengar sendiri.

Hitung sampai tiga.

Satu. / Bagus.

Dua.

Satu lagi, dan kau akan bebas.

Memalukan.

Ibumu sudah membaik, Yang Mulia.

Tentu saja, kau pasti lega.

Y-Ya, Terima kasih.

Tapi, tidak semuanya berjalan lancar.

Tidak?

Ada sedikit kecelakaan. / Kecelakaan?

Ya.

Kau melanggar peraturan! / Hanya dua buah anggur!

Kukira tidak ada akan yang tahu.

Kita melakukan kesalahan! / Kesalahan?

Kau gagal! Kau tidak akan pernah bisa kembali.

Itu tidak sengaja! / Kau tidak bisa kembali!

Bulan akan purnama 3 hari lagi.

Jiwamu akan selamanya tinggal bersama para manusia.

Menua seperti mereka, dan mati seperti mereka!

Dan semua kenangan tentangmu akan hilang tersapu waktu.

Kita akan lenyap seiring waktu.

Dan kau tidak akan pernah bertemu dengan kami lagi!

Selamat siang, Dokter. Maaf membangunkanmu pagi-pagi.

Tapi sepertinya kami butuh bantuanmu.

Astaga, apa yang kau lakukan padanya?

Tidak banyak.

Tapi semua sudah terkendali.

Aku butuh bantuanmu, Dokter. Ada bayaran khusus.

Serrano, tetap di sini.

Aku bocorkan.

Tidak banyak.

T-t-tapi tetap saja... / Maafkan aku.

Maafkan aku.

Bunuh aku. Bunuh aku sekarang, kumohon.

Dasar bajingan.

Ini akan menghilangkan rasa sakitnya.

Hampir selesai.

Awasi Dr. Ferreiro,

Aku akan segera ke sana. / Ya, Kapten.

Kau tidak bergerak lagi sekarang.

Apa kau sakit?

Sedang apa kau di bawah sana?

Panggil dia! / Siapa?

Siapa lagi? Si Ferreiro!

Benda apa ini?

Tidak! Tidak, tidak!

Lepaskan dia. Lepaskan dia, kumohon!

Lihat! Lihat apa yang dia sembunyikan di bawah tempat tidur!

Menurutmu apa ini?

Ofelia, kenapa benda ini ada di bawah tempat tidur?

Itu... akar ajaib, Faun memberikannya kepadaku.

Ini semua karena sampah-sampah yang dia baca.

Lihat yang dia lakukan!

Aku mohon, tinggalkan kami. Aku akan bicara padanya, sayang.

Baik. jika itu maumu.

Faun bilang kau akan sembuh. Dan nyatanya kau sembuh.

Ofelia, kau harus dengarkan ayahmu.

Kau harus hentikan semua ini.

Tidak. Aku mau pergi dari tempat ini!

Bawa aku pergi! Kumohon! Kumohon!

Tidak semudah itu.

Kau sudah bukan anak-anak lagi.

Nanti kau akan paham bahwa hidup itu tidak seperti dongeng-dongengmu.

Dunia adalah tempat yang kejam.

Nanti kau harus menerimanya, walaupun itu menyakitkan.

Tidak! Tidak! / Ofelia!

Hal ajaib itu tidak ada. Tidak untukmu, untukku, atau siapapun.

Ibu?! Tolong!

Tolong!

Tolong!

Kenapa kau melakukan itu?

Hanya itu yang bisa aku lakukan.

Tidak. Kau bisa saja mematuhiku.

Memang bisa, tapi tidak kulakukan.

Itu bisa saja menyelamatkanmu. Kau sadar itu.

Aku tidak mengerti. Kenapa kau tidak mematuhiku?

Patuh... yang seperti itu, hanya sebatas kepatuhan belaka.

Tapi hanya itulah yang bisa dilakukan orang sepertimu, Kapten.

Kapten!

Garces! Panggil paramedis!

Lakukan secepatnya! / Ya, Kapten.

Istrimu meninggal.

Karena jalan menuju Tuhan tidak mudah dimengerti.

Karena esensi dari ampunan-Nya...

...terletak pada firman-Nya dan pada setiap misteri-Nya.

Sekalipun Tuhan sudah menurunkan wahyu-Nya kepada kita,

tugas kita yang sejati adalah untuk menafsirkannya.

Karena saat kita membuka tangan kita,

bumi hanyalah wadah kosong dan tanpa makna.

Di bahwa sanalah jiwa kita mendapat kemenangan yang abadi.

Karena di dalam penderitaan, kita dapat temukan arti kehidupan.

Dan keanggunan yang hilang saat kita dilahirkan.

Karena Tuhan, bersama kearifan-Nya, meletakan jawaban di tangan kita.

Dan hanya dari kehadiran fisik-Nyalah,

tempat yang Dia tempati pada jiwa kita yang beriman.

Kau kenal lama dengan Dr. Ferreiro? Iya, kan, Mercedes?

Kita semua mengenal dia, Tuan. Semua orang di lingkungan ini.

Si gagap membicarakan soal mata-mata. Di penggilingan ini.

Bisa kau bayangkan? Di wilayahku sendiri.

Mercedes, silakan.

Menurutmu aku ini seperti apa?

Kau pasti berpikir aku ini monster.

Tidak penting bagaimana orang memandangmu, Tuan.

Aku ingin kau ke gudang dan bawakan aku minuman lagi.

Ya, Tuan.

Selamat malam, Tuan.

Mercedes, kau tidak lupa sesuatu?

Tuan?

Kuncinya.

Kau bilang sendiri, ini satu-satunya duplikat, kan?

Ya, Tuan.

Kau tahu, ada detail kecil yang selalu menggangguku.

Sebenarnya tidak terlalu penting, tapi...

Hari di saat mereka menjarah gudang,

menggunakan granat, peledak,

...gemboknya tidak sedikitpun rusak.

Seperti yang ku katakan, ini mungkin tidaklah penting.

Berhati-hatilah.

Selamat malam, Tuan.

Ofelia, Ofelia!

Ofelia, malam ini aku akan pergi dari sini.

Ke mana? / Tidak bisa kujelaskan sekarang, tidak bisa.

Aku boleh ikut? / Tidak, kau tidak bisa ikut.

Tidak boleh, Nak. Tapi aku janji aku akan kembali, aku janji.

Bawa aku bersamamu.

Aku mendengar sesuatu.

Bukan apa-apa, jangan khawatir.

Mercedes.

Ofelia.

Berapa lama kau tahu tentang semua ini?

Sudah berapa lama kalian menertawakanku?

Anak jalang!

Awasi dia!

Dan jika ada yang berusaha masuk,

...bunuh anak ini terlebih dulu.

Daging kering.

Tembakau.

Jika kau mau, aku bisa berikan sejak dulu, Mercedes.

Aku ingin semua nama yang menulis surat-surat ini.

Mereka sudah harus ada di hadapanku, besok.

Siap, Kapten.

Garces, kau boleh pergi.

Kau yakin, Kapten?

Demi Tuhan, dia itu hanya perempuan.

Itu hanya anggapanmu saja.

Itulah kenapa aku selalu lolos.

Aku dulu tidak terdeteksi. / Baiklah.

Kau sudah tahu kelemahanku: Harga diri.

Tapi yang kami belum tahu adalah kelemahanmu.

Metodenya sederhana: kau akan bicara...

Dan aku harus tahu...

...bahwa semua yang kau katakan itu benar.

Kami punya beberapa benda di sini, untuk memastikannya.

Tidak terlalu rumit.

Ada hal yang sudah kami pelajari dari pekerjaan ini:

Awalnya, ucapanmu tidak akan...

Aku belum tua. Dan aku bukan tawananmu!

Bajingan! Jangan coba-coba sakiti gadis itu.

Dia bukan babi yang kau besarkan.

Hei!

Dia pergi.

Apa katamu?

Tangkap dia! Cepat! Tangkap dia!

Tangkap dia, goblok!

Pasukan!

Akan lebih baik jika kau ikut tanpa perlawanan.

Kapten bilang, jika kau berlaku baik...

Jangan bodoh, sayang.

Jika ada orang yang ingin membunuhmu...

...orang itu adalah aku.

Aku putuskan untuk memberimu kesempatan terakhir.

Berjanjilah terlebih dahulu.

Kau akan lakukan apapun yang aku katakan kepadamu, tanpa tapi-tapi.

Ini kesempatan terakhirmu.

Dengarkan baik-baik.

Gendonglah adikmu...

...hingga kau sampai ke Labirin,

secepat yang kau bisa, Yang Mulia.

Adikku?

Kita membutuhkannya.

Tapi... / Tidak ada tapi-tapi.

Pintunya dikunci.

Jika memang begitu, maka buatlah pintumu sendiri.

Izin lapor, Kapten.

Ini berita buruk.

Ada masalah apa? / Serrano, dia terluka.

Terluka?

Di mana Garces?

Ada berapa orang di sana?

Aku tidak tahu, Kapten. Tapi...

Paling sedikit 50 orang.

Yang lain tidak berhasil lolos. Pos-pos pengintai tidak menjawab.

Berapa orang yang kita punya? / 20 orang, mungkin kurang, Tuan.

Kita akan pergi. Bersama-sama.

Kau jangan takut.

Kau akan baik-baik saja.

Posisikan mereka di 3 barisan.

Jika pasukan yang lain sudah kembali, laporkan kepadaku secepatnya.

Dan panggil bala bantuan... menggunakan radio, sekarang.

Baik, Kapten.

Tinggalkan bayinya.

Ofelia!

Cepat, Yang Mulia.

Berikan adikmu padaku.

Bulan Purnama sudah tinggi di langit.

Kita harus buka portalnya.

Di tanganmu itu apa?

Portalnya hanya akan terbuka jika kita teteskan darah dari yang tak berdosa.

Setetes saja. Setusuk, lalu selesai.

Itulah tugas terakhirnya.

Cepat.

Kau sudah berjanji akan mematuhiku!

Berikan bayinya! / Tidak!

Adiku tetap bersamaku.

Kau rela menyerahkan tahta sucimu untuk anak yang sama sekali tidak kau kenal?

Ya, aku mau.

Kau ingin serahkan tahtamu untuknya?

Dia... yang menjadi penyebabkan dari semua penderitaanmu selama ini?

Ya, aku mau.

Jika itu memang kehendakmu, Yang Mulia.

Jika itu memang kehendakmu, Yang Mulia.

Tidak!

Anakku.

Sampaikan kepada anakku...

Sampaikan padanya kapan ayahnya meninggal.

Sampaikan padanya bahwa aku... / Tidak.

Dia bahkan tidak akan tahu namamu.

Bangkitlah, anakku.

Bangkitlah.

Ayah.

Kau memilih meneteskan darahmu sendiri dari pada darah yang tidak berdosa.

Itulah tugas terakhirnya, dan sekaligus yang terpenting.

Dan pilihanmu sudah tepat, Yang Mulia.

Naiklah bersamaku,

dan duduklah di sebelah ayahmu.

Dia sudah lama sekali menantimu.

Diceritakan, Sang Puteri sudah kembali ke kerajaan Ayahnya.

Kemudian, dia memerintah di sana dengan keadilan tinggi selama berabad-abad.

Rakyat juga sangat mencintainya.

Dan dia tinggalkan jejak kecilnya di bumi,

...yang hanya terlihat kepada mereka yang ingin melihatnya.

Pan's Labyrinth

Pan's Labyrinth

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

YouTube.com/c/Bams666bee/ Bambang666setyawan

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.