Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
โ โ Sinister โ โ [ Mengerikan ]
- Hanya satu kotak? - Untuk kantorku, ini mudah pecah.
Penakut.
Hei, Nak, headphone-mu.
Kau bisa tuli.
Mau meminta tanda tangan?
- Kukira kami bisa... - Apa kau bercanda?
Nyonya?
- Sherif. - Suamimu ada?
Ashley?
Ashley?
Sayang.
Manis.
- Apa yang kau lakukan? - Melukis.
Ya, aku tahu. Ibumu ingin kau membantunya.
Aku tahu.
Cepatlah keluar, kau bisa menyelesaikan lukisanmu nanti.
Aku tak mau pindah disini, aku tak mau membongkar kardus itu.
Kita harus pindah kemari dan kita butuh bantuan membongkar kardusnya.
- Tidak, ayah yang ingin pindah kemari. - Aku harus pindah kemari.
Buku barunya akan kutulis disini.
Mengapa kau tak menulis di rumah lama kita?
Karena aku harus menulis untuk universitas supaya bisa membayar rumah lama kita.
- Dan aku tak bisa melakukannya. - Mengapa tidak?
- Karena aku tidak bisa. - Aku rindu sekolahku.
Kau tahu, sekolah disini sangat bagus.
Tapi aku mau sekolah lamaku.
Aku tahu, bagaimana jika begini, kuberitahu kau...
Jika kau tidak suka disini setelah kujual bukuku, maka kita pulang.
Jika kau tak menyukai tinggal disini.
- Sungguh? - Sungguh.
Ayah berjanji?
Aku berjanji. Tapi kau harus berjanji mencoba menyukai tinggal disini.
- Aku berjanji. - Benarkah? Artis kecilku...
- Apa peraturan kita? - Hanya boleh melukis di kamar tidur.
- Dan dilarang dimana? - Di ruangan lain di dalam rumah.
Bagus, sekarang ikutlah denganku untuk membongkar kardusnya.
Sherif disini.
- Secepat ini? - Berlaku sopanlah kali ini.
- Aku selalu sopan. - Aku tidak bercanda.
Aku lelah mengemudi 5 mil secara perlahan lalu ditilang.
Sopanlah.
Selamat siang. Apa ada masalah?
Tidak, Pak. Aku hanya mengunjungimu.
Aku menghargainya. Aku Ellison Oswalt.
Aku tahu siapa kau.
- Jadi kau bukan penggemarku. - Bukan.
Apa yang bisa kubantu?
Tidak banyak, kecuali aku bisa meyakinkanmu...
Untuk mengemasi barangmu ke dalam truk dan pergi secepatnya.
Tidak, kurasa tidak.
Tapi aku punya beberapa buku Kentucky Blood di ruanganku...
Jika kau mau, akan kutanda tangani untukmu.
- Tidak usah, Pak. - Apa ini soal tulisanku?
Sebenarnya tentang isinya. Kau sepertinya merendahkan profesi kami.
Tak semua orang seperti kalian melakukan tugasnya dengan benar.
Aku juga sudah membaca bukumu.
Dengar...
Kau menulis Kentucky Blood dengan bagus.
Aku akui itu, yang kau tulis sangat bagus.
Tapi di Cold Denver Morning, kau salah menulisnya.
- Blood Diner... - Dengar, itu bukan salahku.
Teori burukmu itu membuat penjahat itu bebas. Kau menghancurkan kehidupan orang lain.
Kota ini tak membutuhkan itu. Kota ini butuh disembuhkan, perlu melupakannya.
Kami tak ingin kehebohan yang kau bawa bersamamu.
Ada anak perempuan yang menghilang disini.
- Dia tak menghilang, dia mati. - Ayolah, kau tak tahu itu.
Jika anak itu masih hidup, maka perlu keajaiban...
Supaya kita bisa menemukannya.
Oh, jadi kita harus merelakannya?
Menurutmu warga kota tak pantas mendapat jawabannya?
Sesuatu seperti itu, kau takkan bisa menjelaskannya.
Meskipun kau bisa, kau takkan peduli pada jawabannya.
Biarkan kami melakukan tugas kami. Kau akan mengerti.
Dan kau hanya membuang waktumu seperti dua buku terakhirmu.
Menulis buku kriminal mengajariku satu hal.
Jika penegak hukum bilang aku hanya membuang waktu...
Artinya dia juga membuang waktunya sendiri.
Pintar sekali. Kau harus menulisnya.
Aku harus menata barangku...
Dan kuanggap kau tak mengusirku secara paksa?
Apa yang kau tahu? Kau masih bisa dapat kesempatan.
Oh, dan kurasa pilihan rumahmu buruk sekali.
- Apa yang kalian bicarakan? - Seperti biasa.
Dia ingin tanda tangan, tapi bukunya tertinggal di rumah.
- Dia akan kembali nanti. - Benarkah?
Mengapa dia menunjuk rumah ini?
Ellison, kita tak pindah ke rumah dekat TKP lagi, kan?
- Tracy... - Tidak, jangan katakan apapun.
Jika benar, aku tak mau tahu.
- Memang tidak. - Kau berjanji?
Aku berjanji.
Ini, buat dirimu berguna. Bawalah ke dapur.
Disini akan menyenangkan. Kau akan melihatnya.
Astaga.
Oh, sial!
Kau pasti bercanda.
"Penggantungan Keluarga, 1911".
"Barbekyu, 1979".
Kita juga punya mie dan roti keberuntungan.
Nikmatilah, Anak-anak. Mungkin kita tak bisa makan sebanyak ini lagi.
- Oh! - Mengapa tidak?
- Kau tahu alasannya. - Aku tidak tahu.
Rumah lama kita belum laku terjual.
Setelah terjual, kita bisa membeli barang baru.
Cepat jual, ayah harus turunkan harganya.
Sudah kita turunkan sebanyak yang kita bisa.
Harga properti sedang jelek, saat kita tak bisa membayar tunggakannya, habis sudah.
Dan setelah kuterbitkan buku baruku, semuanya akan mudah.
- Apa kisahnya bagus kali ini? - Ya, tentu saja.
- Bisa ayah ceritakan kisahnya? - Trevor.
Aku cukup dewasa untuk mengetahuinya.
Masih belum, ibu bahkan belum cukup tua untuk mengetahuinya.
Ayahmu menulis kisah yang mengerikan dan aku tidak ingin tahu.
- Jadi aku tak seharusnya menulis? - Bukan itu maksudku.
Itu yang kau katakan.
Bagaimanapun juga aku akan mendengarnya di sekolah.
Semua anak akan membenciku dan menceritakan apa yang terjadi.
- Hei, tak ada yang membencimu. - Seharusnya kudengar dari ayah.
- Apa kau mendengarkannya? - Ya, aku mendengarkan.
Pastikan ruang kerjamu tetap terkunci.
Aku tak ingin siapapun bisa masuk kesana.
Aku tak ingin dia tidur berjalan lagi. Umurnya sudah 12 tahun.
- Ibu, ayah tahu usiaku. - Hei, hentikan!
- Apa peraturan pertamanya? - Jangan pernah masuk ruang kerja ayah.
Dan apa aturannya?
- Selalu kunci ruang kerjaku. - Benar sekali.
Aku tak mau mendengar lagi mengapa kita disini dari siapapun.
Ya.
Kau belum menyikat gigimu.
- Masih belum. - Kau mau tidur?
Tidak, aku mau menata ruang kerjaku dan mulai bekerja.
- Berapa lama lagi? - Satu atau dua jam.
Tidak, maksudku... Berapa lama kita akan disini?
Ya Tuhan, aku tak tahu. Mungkin cukup lama.
Aku lebih suka kau menulis kisah fiksi.
- Tak ada yang suka novel fiksi-ku. - Mungkin kau harus mencobanya lagi.
Aku tak bisa melakukannya tanpa kau di sisiku.
Maafkan aku. Aku selalu di sisimu.
Aku ingin melihatmu menikmati pekerjaanmu lagi.
Saat kau bahagia, kami semua juga bahagia.
Aku hanya butuh satu kesempatan lagi, itu saja.
- Satu kesempatan. - Aku hanya...
Apa?
- Kau tahu, aku selalu mendukungmu. - Aku tahu itu.
Tapi bukan itu yang mau kau katakan. Apa yang ingin kau katakan?
Kentucky Blood sudah 10 tahun lalu.
Dan?
Dan...
Bagaimana jika itu 15 menit terakhirmu?
Baik, apa maksudmu?
Maksudku, kau tak bisa menghabiskan seluruh hidupmu untuk mengejarnya.
Jika kau melewatkan waktumu bersama anak-anak, kau takkan bisa mendapatkannya lagi.
Aku hanya perlu satu kesempatan lagi. Itu saja, satu kesempatan.
- Baik, baiklah. - Aku punya perasaan bagus soal ini.
Tapi, Ell, kurasa aku tak bisa melakukannya lagi.
- Sayang, kau harus melakukannya. - Tidak, aku serius.
Jika ini menjadi suram seperti dulu...
Akan kubawa Trevor dan Ashley ke rumah saudariku.
- Apa itu adil? - Ya.
Tapi ini takkan suram. Tidak akan.
Baguslah. Sekarang bekerjalah.
Dimana kau?
Sekotak film. Bagaimana bisa disana?
Baik, mari kita putar.
Baiklah.
Siapa yang membuat film ini?
Dimana Stephanie?
Mengapa kau merekamnya?
Ayah, aku tak bisa menemukan kamar mandinya.
Kemarilah. Ayo, akan kuantar kau.
Terima kasih, Ayah.
Lihatlah lukisan barumu ini. Kau semakin ahli.
Terima kasih, suatu hari aku akan melukis dengan bagus...
- Lalu aku akan terkenal sepertimu. - Tentu saja, Putriku.
- Baiklah, tidurlah. - Baik.
- Dan, Ayah? - Ya?
Apa kali ini kau akan menulis buku yang bagus supaya kita bisa pulang?
Aku akan menulis buku terbaik yang pernah dibaca orang.
Operator.
Ya, tolong sambungkan ke Kepolisian King County.
- Apa keadaanmu darurat? - Ya, ya, benar.
Kepolisian King County. Ada yang bisa kubantu?
Kepolisian King County. Ada yang bisa kubantu?
Halo?
Halo?
Baiklah.
Kau kembali dan meninggalkan kardus itu.
Mengapa?
Pemotong Rumput, 1986 Waktunya Tidur, 1998 / Pesta Kolam, 1966
Astaga! Ashley.
Ashley?
Trevor! Trevor, Trevor, hei, hei!
Bangunlah. Trevor, bangunlah! Hei, bangunlah!
Bangunlah. Baik, baik, ayolah!
- Ya Tuhan, apa dia baik-baik saja? - Dia kambuh lagi, lakukan sesuatu!
Cepat, bukalah! Hei, hei, ayolah!
Hei, hei, hei, bangunlah! Hei, hei, bangunlah!
Ayolah, ayolah, bangunlah! Bangunlah, bangunlah, bangunlah!
Trevor, bangunlah! Hei, hei, hei!
Lihatlah bintang-bintangnya. Trevor, Trevor, Trevor!
- Mengapa kita di luar? - Tak apa, Nak.
Kau hanya mimpi buruk. Mimpi yang mengerikan.
- Tidurlah lagi. - Kukira ini sudah berakhir.
Mungkin dia stres karena perpindahan ini. Aku menemukannya di dalam kardus.
Anakku yang malang.
Dia akan baik-baik saja dalam beberapa jam ke depan.
Oh, Tracy, aku...
Ada apa? Ada masalah apa?
Aku mau memberitahumu sesuatu.
Baiklah.
Aku sangat menyesal.
Ini bukan salahmu. Ayo, disini dingin, cepat masuk.
Aku di dalam kardus?
- Kau di dalam kardus. - Aku tak ingat apapun.
Itu bukan tempat aneh kami menemukanmu.
Jangan bahas mesin pengering itu.
Maksudmu saat kita menemukan Trevor mencoba kencing di mesin pengering?
- Astaga, Bu. - Maaf, Sayang.
Kukira kalian sedang membahasnya.
Apa Trevor berusaha kencing di mesin pengering lagi?
Ibu.
Ashley, Sayang. Tidak, kakakmu mengalami mimpi buruk.
- Apa mimpinya mengerikan? - Begitulah.
Oh, kurasa aku pernah mengalaminya.
Tidak, mimpi buruk adalah mimpi yang sangat mengerikan.
Dan mimpi itu akan selalu teringat. Jangan lakukan itu, duduklah disini.
Ashley, kau semangat untuk hari pertama di sekolah barumu?
- Bagaimana denganmu? - Kurasa begitu.
- Ashley. - Senang kalian bisa bersemangat.
- Hentikan! - Hei, kalian hentikan itu!
Cobalah dewasa. Kau mau mengantar mereka?
Ya, aku mau lakukan sesuatu.
Kurasa aku akan berkeliling dan membiarkanmu bekerja sampai tuntas.
- Cepatlah, Nak, kalian terlambat. - Ayo, kau dengar ibumu.
Bawa sarapanmu dan cepatlah berangkat.
- Kutinggalkan seteko kopi untukmu. - Terima kasih.
Semoga pagimu menyenangkan dengan korban pembunuhanmu.
- Ya, Sayang. - Ayolah!
- Trevor, dimana buku tulismu? - Seharusnya di dalam tas.
Apa tak ada di dalam tas?
Oh, sial.
Bagaimana cara mengedit super film 8?
Baiklah.
"Super film 8 pertama kali dipasarkan di tahun 1966 oleh Eastman Kodak".
Baiklah.
Sial.
Trevor, jangan menghindariku. Ashley, tutup pintunya!
Trevor, apa yang kau pikirkan?
Sudah kubilang, aku tak bisa berpikir.
Itu masalahmu. Kau tidak berpikir.
Kau mau diperlakukan seperti orang dewasa tapi kelakukanmu sangat kekanakan.
Jika ibu dan ayah sering berpikir, kita takkan ada disini.
Kau tak tahu apa yang kau bicarakan.
- Aku lebih tahu dari ibu. - Masuk ke kamarmu, Trevor!
Aku tak mau melihatmu sampai makan malam.
Baiklah.
- Apa yang terjadi? - Ibu berlebihan.
- Putramu di luar kendali lagi. - Apa yang dia lakukan?
- Ayah tiba-tiba memihak ibu? - Hei, hentikan! Apa yang kau lakukan?
Aku hanya menggambar.
Menggambar dengan spidol permanen di papan tulis kelas.
- Astaga, Trevor. - Katakan yang kau gambar.
- Aku menggambar pohon. - Dengan empat orang tergantung di atasnya.
Masuklah ke kamarmu, Trevor. Aku harus bicara dengan ayahmu.
Ini hari pertamanya di sekolah, Ellison.
Dan dia sudah mendengar kejadian mengerikan yang kau tulis?
- Apa yang dia dengar? - Seperti yang dia gambar.
Bukumu tentang keluarga yang digantung.
- Astaga, Ellison! - Hanya itu yang dia dengar?
Apa itu belum cukup?
Dengar, maafkan aku dia mengetahuinya, sungguh.
Tapi, ayolah! Ini pasti akan terjadi.
Sungguh? Itu tanggapanmu? Kau pikir ini baik-baik saja?
Tidak, ini tak baik-baik saja.
Apa yang terjadi pada keluarga itu bukan hal yang bagus...
Tapi ada hal buruk menimpa orang baik...
Dan kisah mereka harus diungkapkan.
- Mereka pantas mendapatkannya. - Kau sungguh tak bisa dipercaya.
Oh, ayolah!
- Aku menidurkan anak-anak. - Beri mereka ciuman selamat malam dariku.
- Kau masih mau bekerja? - Ya.
Bagus. Tutup terus pintunya.
Waktunya Tidur, 1998
Baik, 1998. Pembunuhan St. Louis.
Tiga Pembunuhan Di St. Louis - Sang Anak Masih Menghilang Pembunuhan Keluarga Miller, 1998
Berita terbaru tentang pembunuhan sadis...
Terhadap satu keluarga yang ditemukan terbunuh minggu ini.
Polisi telah mengeluarkan foto Christopher Miller.
Anak berusia 13 tahun, putra William dan Penny Miller.
Keluarga Miller bersama putra termuda mereka...
Ditemukan ditusuk di dalam rumah mereka.
Dan polisi kini mengumpulkan semua informasi...
Untuk mencari keberadaan Christopher agar bisa menangkap tersangka...
Pembunuhan mengerikan ini yang disertai penculikan anak.
Penggantungan keluarga.
Pesta kolam.
Barbekyu.
Waktunya tidur.
Sungguh, aku tak apa.
Lebih baik kau ke rumah sakit, lukamu harus dijahit.
- Tapi aku tak bisa memaksamu. - Ya, dan aku tak mau pergi.
Pendarahannya sudah berhenti, jika nanti berdarah lagi...
Atau ada pembengkakan, segera hubungi dokter.
- Terima kasih, aku menghargainya. - Baiklah.
- Sebelah sini. - Jadi...
Mari kita lihat lubangnya.
Kau bilang mendengar suara berisik dan langkah kaki di loteng...
Setelah listrik padam?
Ya.
- Tapi tangganya tidak diturunkan. - Memang tidak.
Apa bisa menutup tangganya dari dalam loteng?
Tidak bisa.
Jadi bagaimana penyusup itu bisa masuk ke atas?
Aku tak bilang ada orang di atas. Kubilang seperti ada suara penyusup.
- Aku juga melihat ular kecil. - Ular tak punya kaki.
Kau tahu... Kurasa itu hanya tupai.
Dengan caranya bisa masuk ke atas sana.
Dan saat listrik padam di wilayah ini.
Kurasa tupai itu ketakutan akan semua kejadian ini.
- Kau tahu tingkah mereka. - Tidak juga.
- Aku bukan ahli tupai. - Sungguh?
Tapi aku membunuh kalajengking saat pertama kali tiba disini.
Mungkin harus kupanggil pembasmi hewan.
Kalajengking punya kaki, tapi tidak seberisik tupai.
Baiklah, Opsir. Terima kasih banyak.
Jika ada sesuatu yang bisa kulakukan untukmu...
Sebenarnya ada. Tapi buku Kentucky Blood-ku ketinggalan di kantor.
Aku sangat ingin kau menanda tanganinya untukku.
- Aku punya beberapa bukunya di ruang kerjaku. - Terima kasih banyak, bagus sekali.
Wow... Kau tahu, ini seperti kantor penyelidik FBI.
Kau punya peta dengan foto dan benang yang menghubungkan semuanya.
Deputi, aku ingin kau keluar. Ini ruang pribadiku, aku serius.
- Tunggu saja di luar. - Tn. Oswalt, dengar...
Kau tahu ada halaman di bukumu...
Saat kau menulis hal bagus tentang orang yang membantumu?
- Halaman pernyataan? - Ya...
Ya, dan di setiap bagian itu ada baris yang bertuliskan...
"Aku tak bisa melakukan ini tanpa usaha yang tak kenal lelah..."
"Dari Deputi So And So juga dari kepolisian setempat".
Benar.
Kau tahu, aku bisa jadi...
Kau tahu, aku bisa jadi Deputi "So And So"-mu jika kau masih belum punya.
Ya, ada beberapa hal yang bisa kau lakukan untukku.
- Sungguh? - Ya, ini akan sempurna.
Kau punya buku catatan?
- Ya. - Baik, kau perlu pena?
Ya.
Aku membutuhkan alamat dari kejadian perkara.
Tahun 1998, di St. Louis, satu keluarga ditusuk sampai mati.
Leher mereka digorok, keadaan mereka sangat mengenaskan.
Aku juga perlu keterangan untuk pembunuhan lainnya.
Tahun 1979, satu keluarga dibakar hidup-hidup...
Di dalam mobil di garasi rumah mereka.
- Kota apa? - Aku tidak tahu.
Yang kupunya hanyalah tahun dan metode pembunuhan.
Menurutmu dua kasus itu berhubungan?
- Oh, tidak, aku hanya melakukan penelitian. - Baik, aku bisa melakukannya untukmu.
Aku akan menunggu sampai Sherif meninggalkan kantornya, akan kulakukan.
Terima kasih banyak, Deputi "So And So".
- Maafkan aku. - Untuk apa?
Aku marah pada Trevor hari ini dan kulimpahkan padamu.
Tidak, jangan minta maaf. Pindah kemari memang berat bagimu.
- Aku sudah mencobanya, Ell. - Aku tahu.
Aku ingin kau disini bersamaku, itu saja.
Aku selalu bersamamu dan sekarang aku juga bersamamu.
Sambutlah Ellison Oswalt dalam acara kita.
Penulis buku baru berjudul "Kentucky Blood".
- Senang bertemu denganmu. - Terima kasih sudah mengundangku.
Aku sudah membacanya, buku ini penuh dengan tulisan yang mencengangkan.
Aku mau bertanya, mengapa kau menghabiskan banyak waktu...
Untuk menyelidiki kejadian mengerikan itu?
Ketenaran dan uang. Tidak, hanya bercanda.
Sejujurnya aku didorong oleh rasa ketidak adilan.
Saat aku memikirkan kejadian mengerikan yang menimpa mereka...
Dan mereka yang bertanggung jawab tak pernah diidentifikasi atau tertangkap.
Maksudku, aku tahu saat memulai kasus ini...
Aku mungkin menemukan sesuatu yang dilewatkan seseorang.
Mungkin? Tidak, kau malah mengungkap informasi tambahan...
Yang dilewatkan polisi.
Harus kuluruskan, ada banyak polisi baik di luar sana...
Dan aku tak ingin menganggap remeh atas yang mereka lakukan.
Tapi jika polisi melakukan kesalahan, maka masyarakat yang dirugikan.
Penulis buku kriminal harus melakukannya dengan benar.
Jadi apa yang menurutmu lebih baik?
Melihat keadilan ditegakkan atau melihat bukumu, Kentucky Blood...
Menjadi nomer satu dalam daftar buku terlaris New York Times?
Keadilan. Itu tak perlu diragukan.
Lebih baik kupotong tanganku daripada menulis buku untuk ketenaran dan uang.
- Ibu membuat kopi untuk ayah? - Ya.
Boleh kubantu? Akan kuantar ke ruangannya.
Tentu saja, Sayang. Tapi kita harus membuat kopi yang sempurna.
Dia ingin kopi terbaik.
- Aku membawakanmu kopi, Ayah. - Terima kasih, Sayang.
Ya, halo.
- Hei, Tn. Oswalt. - Hei, Deputi "So And So".
Maaf aku meneleponmu di jam segini.
Aku tak bisa menelepon dari kantor. Kau tahu, karena Sherif.
- Ya, aku paham. - Tapi aku punya yang kau minta.
Subtitle Diedit Oleh Irvan Kwasen - Gresik
Sampai jumpa pada film berikutnya
Ada keluarga Martinez di Sacramento, California...
Yang meninggal di garasi mereka tahun 1979, mobil mereka dibakar.
Putra mereka yang berusia 9 tahun tidak pernah ditemukan.
- Kau tahu alamat rumahnya? - Di 8224 Billington, Sacramento.
Bagaimana dengan St. Louis?
Alamat rumah keluarga Miller yang dibunuh adalah...
2976 jalan Piedmont, St. Louis.
Bagus sekali. 29... Tunggu, kau bilang 2976?
Ya, apa ada artinya bagimu?
Tidak, tidak. Terima kasih, Deputi.
Sebelum keluarga Stevenson pindah kemari...
Mereka tinggal di rumah dimana keluarga Miller dibunuh?
Astaga!
Ashley?
Trevor?
Ya Tuhan! Apa dia baik-baik saja?
Aku menemukannya di luar.
Kita harus mengunci kamarnya. Dia semakin parah.
Akan kutelepon dokter nanti pagi.
Kau tetaplah bersamanya. Aku meninggalkan sesuatu di luar.
Anjing baik.
Anjing baik.
Aku tak mau melukaimu.
Aku hanya mau mengambil tongkatku.
Dan jika kau mendekat, akan kupukul kepalamu, paham?
Tak apa, kau ambil saja.
- Kau tak apa? - Ya, aku baik-baik saja.
Trevor terlalu tua untuk mengalami ini.
Seharusnya penyakitnya tak pernah kambuh di usianya saat ini.
- Dia baik-baik saja. - Berhentilah.
- Berhenti dari apa? - Berhentilah menulis buku.
Kita berkemas, pergi dari sini dan tak pernah kembali.
Mengapa? Karena dia bermimpi buruk?
Tidak, lebih dari itu. Dia tak pernah separah ini.
- Dan kau juga tak pernah seperti ini. - Apa yang kau katakan?
Kau tak pernah menulis buku lebih dari seminggu dan jadi seperti ini.
Kau tak pernah minum whisky sesering ini.
- Maksudmu aku mabuk? - Tidak, tidak.
Maksudku ada sesuatu yang tak kau katakan padaku...
Sesuatu yang melahapmu dan itu juga melahap Trevor.
- Sesuatu yang berbeda kali ini. - Ya, kau mau tahu itu?
- Seberapa banyak yang mau kau ketahui? - Aku mau tahu mengapa kau berbeda.
Aku berbeda karena aku tak pernah menulis sesuatu sebesar ini sebelumnya.
Kau ingat bagaimana saat aku menulis Kentucky?
- Aku ingat itu. - Ini lebih besar dari itu! Lebih besar!
Aku berbicara tentang betapa pentingnya pekerjaanku disini.
Aku bicara tentang kesuksesan besar. Ini bisa melebihi buku Cold Blood.
Persetujuan pembuatan film, talk show, Penghargaan Buku Nasional.
Lebih banyak uang dari... Kita bisa tinggal dimanapun yang kita mau.
- Aku tak peduli itu semua. - Kau peduli, semua orang peduli.
- Aku hanya... - Ini kesempatanku, Tracy.
Kau kenapa?
- Aku mengkhawatirkanmu. - Jangan khawatir, tak ada yang salah.
Lalu mengapa kau masuk dengan wajah sepucat hantu?
Karena aku melihat anjing, paham?
- Anjing? - Anjing besar, seperti di film Cujo.
Aku tak pernah melihat anjing itu sebelumnya, anjing itu...
- Kau sudah mengusirnya? - Ya, dia sudah pergi.
Dengar, aku perlu sedikit waktu lagi, paham?
Aku berjanji ini akan sepadan.
Setiap menit yang kita habiskan disini akan semakin dekat ke akhir yang bahagia.
Sesuatu yang sangat kita harapkan.
Kita hampir sampai.
Paham?
- Deputi. - Tn. Oswalt, ini datang pagi ini.
Aku punya berkas yang berhubungan dan sudah kukumpulkan untukmu.
- Sungguh? - Ya.
- Terima kasih. - Tak masalah.
Boleh aku masuk sebentar?
Ya, tentu saja.
- Terima kasih. - Masuklah.
Dengar, aku... Aku tahu yang kau pikirkan tentangku.
Deputi kota kecil yang berada bersama penulis terkenal.
- Tapi aku bukan orang bodoh. - Aku tak berkata begitu.
Aku punya gelar dalam kriminologi.
Aku sudah berpengalaman dalam ilmu forensik.
Aku juga tahu pembunuhan yang saling berhubungan saat melihatnya, Tn. Oswalt.
Dengar, kita melewatkan sesuatu. Aku mengerti itu.
Jika kau ingin aku lebih mendalami apa yang kau tulis...
Biarkan aku sedikit memasukinya.
- Kau mau membantu? - Ini kotaku, Tn. Oswalt.
Apa yang terjadi disini, terjadi pada kami semua.
Baiklah. Kemarilah.
Siapa dia?
Entahlah, kuberharap bisa mencari tahu tentang dia.
- Menurutmu ini semua pembunuhan berantai? - Mungkin saja.
Mirip suatu ritual pembunuhan, tapi tempatnya menyebar.
Bukan hanya di masa ini, kejadian pertama terjadi tahun 60-an.
- Tahun 1960? - Ya.
Berarti pria itu sekarang berusia 70 tahun?
- Atau 60 tahun. - Ya, aku...
- Aku tidak tahu. - Lihatlah metodologinya.
Dalam laporan toksikologi, beberapa kasus si pembunuh membius korbannya.
- Dengan apa? - Mereka tak tahu pasti.
Dengan membiusnya, si pembunuh tak terlalu mengeluarkan tenaga.
Disini dia menggunakan batang pohon untuk menjerat korbannya.
Di Sacramento dia membakar sekeluarga dengan api. Di St. Louis dia menggorok leher mereka.
- Di keluarga lainnya, mereka ditenggelamkan. - Ditenggelamkan?
Kau tak pernah bilang kalau ada yang ditenggelamkan.
Satu-satunya kesamaan dari pembunuhan ini adalah...
Si pembunuh membunuh seluruh keluarga kecuali satu orang...
Seorang anak yang dia culik bersamanya.
Dan juga adanya simbol ini di tempat kejadian.
Itu seperti simbol Okultisme.
Dengar...
Kau mungkin harus menghubungi universitas.
Ada profesor disana. Profesor Jonas.
Dia ahli kejahatan Olkutisme.
Polisi Negara Bagian sering bertanya padanya jika menemukan simbol aneh.
Kurasa ini salah satunya.
Dimana penenggelaman itu terjadi?
Aku ingin kau yang mencari tahu.
Baiklah.
Pemotong Rumput, 1986
- Profesor Jonas? - Ya.
Halo. Hei, terima kasih sudah mau menghubungiku. Aku menghargainya.
Tentu saja, aku penggemar beratmu. Aku tersanjung kau mengirim Email padaku.
Setelah kulihat foto yang kau kirim...
Aku langsung tahu kasus apa yang kau pelajari.
Tunggu, bagaimana kau tahu kasus yang kutulis?
Simbol yang kau kirim padaku... Itu Pentagram.
Itu bukan simbol dimana anak muda...
Atau band Black Metal Norwegia menggambarnya di tembok dengan darah kambing.
- Benar. - Atau membuat marah umat Kristen.
Tidak, ini jauh lebih gelap.
Aku tahu gambar di lorong itu...
Itu dari tahun 90-an di St. Louis.
Yang satunya, di kap mobil.
Itu dari Sacramento, sekitar 30 tahun lalu.
Ceritakan padaku yang di Sacramento.
Itu simbol yang terkait dengan penyembahan Dewa Pagan.
Dewa? Dewa macam apa?
Dewa yang mengerikan, yang telah ada sejak zaman Babilonia.
Namanya Bughuul, sang pelahap anak-anak.
- Kau bilang "pelahap"? - Ya. Anak-anak. Terima kasih, Jessica.
Kejadian yang kau coba tulis...
Di dalamnya ada elemen anak yang hilang, kan?
Ya, ya, benar.
Bughuul pelahap anak-anak.
Fragmen cerita yang masih ada...
Menceritakan bahwa dia memerlukan jiwa anak-anak untuk bertahan hidup.
Setiap cerita menceritakan cerita yang berbeda.
Bahwa dia memberi umpan atau menipu anak-anak dari dunia kita.
Dan menjebak mereka ke dunianya.
Lalu dia melahap jiwa mereka terus-menerus.
Setiap penyembahan dewa ini memerlukan pengorbanan darah.
Atau memakan anak-anak dalam jumlah besar.
Maksudmu orang yang membuat simbol itu memakan anak-anak?
Itu sesuai dengan ceritanya.
Tentu saja, di saat simbol itu muncul...
Tindak kejahatan yang terjadi tak ada yang mengkaitkannya.
Mungkin ini upacara inisiasi suatu sekte...
Dan bukannya tindakan satu orang saja.
Ada anak-anak yang hilang juga, kan?
Kurasa ada.
Ceritakan semua yang kau tahu.
- Aku menghargai kau mau datang, Opsir. - Oh, ya, tidak masalah.
- Jadi kita menjadi teman, kan? - Kurasa begitu.
Maksudku, aku bisa mempercayaimu, kan?
Ya, tentu saja.
Jadi jika aku bertanya hal penting padamu...
Kau akan jawab dengan jujur, benar?
Baiklah.
Apa ada hal aneh tentang keluarga Stevensons?
Tak adakah yang mengeluhkan sesuatu yang aneh?
Tidak, sepengetahuanku tidak.
Saat investigasi, apa mereka melihat ada hal aneh atau janggal...
Tentang rumah ini atau cerita yang aneh?
Tidak ada.
Tn. Oswalt, ada sesuatu yang ingin kau katakan padaku?
Sudah jelas sesuatu terjadi dan kau harus menceritakannya.
Ya.
Baik, apa istrimu tahu?
Tunggu.
Apa istrimu tahu tentang rumah ini sebenarnya?
Oh, astaga. Ini pembicaraan yang tak ingin kudengar.
- Aku juga. - Maafkan aku.
Jadi apa kau melihat hal aneh, mendengar sesuatu yang menyeramkan di rumah ini?
- Ya, benar sekali. - Apa itu?
Itu...
Aku tak percaya. Kau tahu, tentang hal itu.
Hal itu? Maksudmu supernatural, metafisik, paranormal.
- Hal semacam itu? - Benar.
Benar, tentu saja kau tak mempercayainya.
Kau takkan tinggal di tempat kejadian jika kau mempercayainya.
Tapi kita sedang membicarakannya disini.
Ya, tapi apa dulu disini...
Keluarga Stevenson tidak mengeluhkan hal itu?
Tidak, di masa singkat keluarga Stevenson tinggal disini...
Mereka tak pernah menghubungi polisi, tak pernah minta bantuan polisi...
Atau melaporkan hal aneh yang tentunya akan ada di laporan investigasi.
- Kau mau tahu yang kupikirkan? - Ya.
Kurasa kau pindah ke rumah tempat korban dibunuh...
Dan kau mengatur dirimu menyelami tingkah laku mereka.
Kurasa kau juga mulai menemukan sesuatu tentang kasus ini...
Dan jauh lebih kelam daripada perkiraanmu.
Kurasa setiap kali aku ke rumahmu...
Selalu ada botol whisky yang sudah kosong.
- Tidak, tidak, aku... - Tn. Oswalt, dengar, aku tidak...
Aku tak bilang kau punya masalah dengan minuman.
Atau berpikir bahwa kau mengarang ini semua...
- Tidak! - Untuk mendapat perhatian.
Yang kupikirkan adalah pikiranmu terlalu tertekan...
Dan tekanan itu semakin banyak...
Hingga otakmu menciptakan ini semua.
Jadi kau tidak mempercayai hal-hal spiritual itu?
Kau bercanda? Aku percaya itu semua.
Aku tak mau tidur di tempat ini. Apa kau sudah gila?
Empat orang digantung di pohon di halaman belakangmu...
Dan seorang anak perempuan hilang entah kemana.
- Baiklah. - Maafkan aku, kau tahu...
Cobalah untuk sering jalan-jalan, Tn. Oswalt. Supaya pikiranmu jernih.
Kau mau cerita sebenarnya?
Tadi malam, kurasa sesuatu ada di dalam rumahku...
Dan aku terbangun di sofa dengan memegang tongkat bisbol.
Jika ada sesuatu di dalam rumahku tadi malam...
Aku mungkin juga akan ketakutan.
Dengar, Tn. Oswalt. Jika kau tidur di rumah ini...
Pikiranmu akan semakin bertambah buruk.
Ellison.
- Ellison. - Ada apa?
Putrimu mengira tak ada tempat di kamarnya untuk lukisan barunya.
- Ashley. - Tidak, bukan seperti itu.
Ada apa? Kau tahu aturannya.
Tak masalah bagi kita jika kau melukis di kamarmu sendiri.
- Apa aturannya, Ashley? - Hanya boleh melukis di kamar tidurku.
Dan mengapa kau melukis di luar sini?
Aku ingin melukis anak perempuan itu, tapi dia tak mau dilukis di kamarku.
Karena itu dulunya kamar kakak laki-lakinya.
Apa? Siapa yang kau bicarakan?
- Stephanie. - Siapa Stephanie itu?
Dia dulu tinggal disini. Dialah yang ditulis ayah di buku barunya.
Ashley, pergi ke kamarmu dan tutup pintunya.
Apa yang kau pikirkan? Kau pikir aku tidak akan tahu?
Tentu saja suatu saat kau akan tahu.
Jangan salahkan aku tak memberitahumu, karena kau tak pernah ingin tahu.
Jangan salahkan aku!
Aku sudah bertanya padamu. Jika kita tinggal dekat TKP...
Kau bertanya apa kita tinggal sekitar dua rumah dari TKP...
- Beraninya kau! - Kubilang, tidak.
- Kita tak seharusnya disini! - Tracy, tak ada yang mati disini.
Kita tak tidur di tempat orang yang dibunuh...
Atau ada yang menghapus darah di tembok untuk menjual rumah ini.
- Kau bilang tak terjadi disini? - Tidak, tapi di halaman belakang.
Oh, kau sudah gila! Memangnya apa bedanya?
- Itu berbeda. - Tidak, Ellison. Itu sama saja!
Kau pernah melakukan hal gila di masa lalu...
Tapi ini sudah keterlaluan.
Ya Tuhan, apa yang membuatmu pindah kemari?
- Kita tak pernah bertengkar seperti ini. - Itu bukan alasan.
Tempat ini ditawarkan dengan harga murah.
Seolah aku peduli.
Yang digambar Trevor minggu lalu, apa itu terjadi disini?
Ya.
Pemilik rumah ini sebelumnya digantung di pohon di halaman belakang?
- Ya. - Itu mengerikan, Ellison.
Dan kau biarkan putri kita bermain disana?
Mengapa harus kularang?
Putra kita mengalami mimpi buruk...
Dan menggambar kejadian disini di sekolahnya.
Dan putri kita baru menggambar gadis yang mati di tembok.
Dia menghilang. Secara teknik dia menghilang.
Aku tak peduli secara tekniknya!
Kau paham apa yang kau lakukan?
Bahaya yang kau timpakan pada anak kita, pada pernikahan kita?
Ya, aku tahu!
Ada sesuatu yang tak ingin kau lakukan untuk bukumu?
Sudah kuduga tak ada. Kurasa tempat ini berharga untukmu.
- Sangat berharga. - Kau buat keluarga kita dalam bahaya.
- Bahaya apa? Karena melukis? - Jangan! Putrimu...
Putriku mempunyai ayah yang menyayanginya.
Yang selalu ada untuk mendukungnya menjadi dirinya sendiri.
Hal terburuk yang pernah terjadi padanya...
Adalah pindah ke rumah tempat orang sekeluarga dibunuh.
Dia tahu pembunuhan itu dan merasa kasihan pada gadis kecil itu...
Jadi dia melukisnya!
Itu yang dia lakukan. Itu yang selalu dia lakukan.
- Itu saja? Hanya itu yang kau katakan? - Apa lagi yang kau mau dariku?
Bagaimana dengan rumah kita, tempat kita merasa aman, Ellison?
Tetangga yang tak membenci kita...
Kota dimana aku bisa berbelanja tanpa mendapat tatapan mencurigakan?
Suatu kehidupan yang tak melibatkan anak-anak kita...
Menggambar dan melukis kejadian mengerikan...
Atau mengalami kecemasan luar biasa...
Hingga melakukan hal aneh setiap malam?
- Bagaimana dengan itu? Kau setuju? - Aku bisa memberikan itu semua padamu...
- Setelah kuselesaikan bukunya! - Buku itu bukan untuk kami, tapi untukmu!
Tracy, jangan katakan itu! Itu tidak benar.
Itu benar, ada banyak pekerjaan lain untuk menafkahi keluarga ini.
Melakukan apa? Mengajar?
Mengedit catatan jurnalisme?
Apa kau tak paham...
Dengan menulis membuat kehidupanku lebih berharga?
Buku-buku itu adalah warisanku.
Aku selalu mendukung apa yang kau sukai, Ellison.
Tapi menulis bukanlah segalanya dalam hidupmu.
Kau dan aku, disini, pernikahan ini, itulah yang terpenting dalam hidupmu.
Dan warisanmu adalah Ashley dan Trevor.
Anak-anakmu adalah warisanmu.
- Apa aku membuat ayah dalam masalah? - Tidak, Sayang.
Ayahmu yang membuat dirinya dalam masalah.
- Maafkan aku karena melukis disana. - Aku tahu.
Tidurlah dengan nyenyak.
Jadi buku yang kutulis ini telah membuktikannya, benar?
Benar sekali.
Kami dengar kau menginginkan keluarga. Apa itu termasuk di antaranya?
Entahlah.
Jika kau bertanya setahun lalu, akan kujawab tidak, karena aku suka berkarir.
Tapi kau tahu hidup ini, kau bertemu seseorang dan kau semakin menua.
Tiba-tiba, karirmu menjadi tak begitu berarti.
Kau ingin memiliki anak, kau mulai melihat anak orang lain dan berpikir: "Aku mau itu".
Dan kau berpikir: "Apa dia akan sepertiku atau seperti ibunya"?
Kau membayangkannya dalam kepalamu dan...
Waktunya tidur.
Apa yang terjadi?
Sial!
Film Rumahan
- Apa yang kau lakukan? - Kita harus pergi dari sini.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Kau benar.
Aku membuat kesalahan. Kita tak seharusnya ke rumah ini.
- Kita harus pergi sekarang. - Ell, kau membuatku takut.
Bangunkan anak-anak, kusiapkan mobilnya. Kita harus segera pergi.
Cepat!
- Sayang, pelan-pelan. - Aku ingin sampai ke jalan raya.
Aku ingin kita pergi sejauh mungkin dari kota ini, paham?
Ya.
- Kita mau kemana, Ayah? - Kita akan pulang, Sayang.
- Rumah kita seperti janji ayah? - Ya, rumah kita seperti janjiku.
Bagaimana dengan barang-barang kami?
Kita panggil petugas pindah rumah pesok pagi, ya?
Tak apa.
- Selamat malam, Oswalt. - Sherif.
- SIM dan STNK. - Ya Tuhan.
Kau mengemudi terlalu cepat di tengah malam ini.
Ada sesuatu yang mau kau ceritakan padaku?
Aku hanya mencoba saranmu.
- Saranku yang mana? - Meninggalkan kota dan tak pernah kembali.
- Kau tak diteror, kan? - Apa?
Maksudku, aku tak mau membaca bukumu...
Dimana warga kota yang marah mengusirmu dari sini.
Jika kau diperlakukan seperti itu, aku ingin tahu.
Takkan ada buku lagi.
Tak ada buku?
Tidak, Pak.
Baiklah, sepertinya tak ada alasan bagiku untuk minta tanda tanganmu.
Tolong mengemudilah di bawah kecepatan 60 sampai kau di perbatasan daerah...
Jangan sampai kau jadi masalah orang lain.
Ya, Pak.
Kau bersungguh-sungguh?
Tentang bukunya? Ya.
Kau berjanji?
Aku berjanji.
Mari kita pulang.
Itu barang untuk ruang kerjaku, letakkan sebelah sana.
Hei, Ell. Taruhan 10 dolar, Trevor akan tidur nyenyak malam ini.
Tidak, aku tak mau bertaruh.
Tn. Oswalt. Maaf aku lama menghubungimu.
Sedikit sekali tulisan soal Bughuul.
Bahkan tak ada orang yang memindai gambar-gambar itu.
- Apa yang kulihat ini? - Kau melihat ukiran.
Sketsa kuno dari Zaman Kegelapan dan fragmen fresco yang rusak.
Tak banyak yang tersisa, yang lainnya sudah dimusnahkan.
- Mengapa? - Takhayul.
Kekristenan awal percaya bahwa Bughuul sebenarnya tinggal di dalam gambar itu sendiri.
Dan itu merupakan gerbang mereka untuk memasuki dunia ini.
- Gerbang? - Ya.
Gereja Kuno percaya kalau dia akan merasuki...
Orang yang melihat gambar itu dan membuat mereka melakukan hal mengerikan.
Atau dalam beberapa kasus, dia menculik orang yang melihatnya ke dalam gambar itu sendiri.
Anak-anak yang melihat lukisan itu...
Sangat rentan dirasuki atau diculik Bughuul.
- Bagaimana jika kau menghancurkannya? - Maaf, aku tak paham.
Jika kau menghancurkan gambar itu dengan api, apa yang terjadi?
Maksudmu secara nyata atau di dalam cerita?
Di dalam cerita itu, jika gambar itu dihancurkan...
Maka gerbangnya akan tertutup.
Dan Bughuul takkan bisa lagi memasuki dunia ini, kan?
Tn. Oswalt, buku seperti apa yang kau tulis?
Aku tak tahu. Aku tak yakin akan menulis buku lagi.
- Terima kasih atas waktumu. - Sama-sama.
(( Panggilan Masuk: Deputi So And So ))
Adegan Akhir Yang Dipotong
Baiklah.
- Kau tahu jam berapa sekarang? - Ya, maafkan aku.
Aku mencoba menghubungimu sepanjang hari ini.
- Ada masalah apa? - Masalahnya adalah kau pindah.
Mengapa itu jadi masalah?
Aku mengumpulkan semua data yang kau minta...
Dan setelah kususun semua dalam susunan yang tepat...
Aku melihat koneksinya dengan sangat jelas.
- Apa itu? - Nomer dan alamat.
Setiap keluarga yang kau suruh untuk kucari...
Sebelumnya mereka tinggal di rumah dimana pembunuhan itu terjadi.
Setiap keluarga? Mereka berlima?
Ya, dan jika kau susun secara kronologis...
Kau bisa menarik garis dari satu pembunuhan ke pembunuhan lainnya.
Kita tahu keluarga Stevenson sebelumnya tinggal...
Di St. Louis rumah yang sama dimana keluarga Miller digorok.
Sebelum keluarga Miller dibunuh...
Keluarga Miller tinggal di rumah yang sama di Orange County.
Tempat pembantaian keluarga De Luzio dengan pemotong rumput.
Tebak dimana keluarga De Luzio tinggal sebelum Orange County?
Sacramento tempat keluarga Martinez dibakar di garasi mereka?
Tepat, pola ini kembali ke kasus penenggelaman 1966 Oregon.
Dengar, Tn. Oswalt. Kau baru pindah dari rumah terakhir di garis itu.
Jika pria itu masih hidup...
Kau tak hanya masuk dalam rencananya, kau membuat dirimu dalam bahaya.
Terima kasih, Deputi.
Stephanie.
Mereka anak-anak yang hilang.
Selamat tidur, Ayah.
Aku suka kau membuat film ini semakin panjang, memang harus seperti ini.
Jangan khawatir, Ayah. Akan kubuat kau terkenal lagi.
Lukisan Rumah, 2012
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.