All language subtitles for Study Group Episode 3 kisskh

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Apa?

Pi Han Wul?

Ya.

- Dasar bodoh. - Jangan sebut aku bodoh, Pecundang.

Apa lagi yang harus kusebut bodoh?

Sepertinya Bu Lee belum tahu.

Sebaiknya Ibu tidak bertanya-tanya tentang dia.

Ibu bisa mati.

- Apa? - Dengar.

Saat kubilang "mati", itu bukan ungkapan.

Itu cukup harfiah.

Berhati-hatilah.

"Pi Han Wul"

Kenapa Ibu ingin bertemu denganku?

"Pelajaran Ketiga, Bahasa Inggris, Ganjil"

"Matematika"

"'Kelompok Belajar' YLAB"

"Cerita oleh Shin Hyung Uk, Digambar oleh Yu Seung Yeon"

"Belajar"

"Berkumpul jika kalian mau!"

"Hwang Min Hyun"

"Han Ji Eun"

"Cha Woo Min"

"Lee Jong Hyun"

"Shin Soo hyun"

"Yun Sang Jeong, Gong Do Yu"

"Study Group"

Apa maksudmu, Berandal?

Diamlah.

- Ini tempat yang benar, bukan? - Ya.

- Kamu yakin? - Ya.

Kamu mau melakukannya?

Kamu yang harus pergi.

Tidak, bisa saja kamu.

Aku baik-baik saja. Cepatlah sebelum dia berubah pikiran.

Benar. Sebelum dia berubah pikiran.

Siapa namanya tadi?

Ji Woo. Lee Ji Woo.

Apa yang kamu lakukan?

Aku tidak tahu seperti apa wajahnya.

Tanya saja seseorang.

- Kembali masuk. - Tunggu.

- Nanti saja. - Tidak, sekarang.

- Masuklah. - Hei, Lee Ji Woo!

Sempurna. Seseorang memanggilnya.

"OSIS"

Mari menyerah merekrutnya.

Kenapa?

Dia kakak dari Lee Hyeon U.

Persetan denganmu.

Tidak mungkin dia mendaftar untuk kelompok belajar.

Kamu berani sekali.

Bukankah sudah kubilang tinggalkan cetakan

menu makan siang di mejaku?

Kenapa mengabaikanku dan membuatku merusak suasana hati semua orang?

Apa ini?

Kamu mencetaknya, tapi tidak memberikannya kepadaku?

Begini...

"Rencana belajar UTS?"

Kalian berdua membuat lelucon sendiri.

Sial.

Kamu berani menatapku seperti itu?

Sudah kubilang hanya aku yang bisa kamu pukul.

Apa?

Lepaskan.

Lepaskan aku, Berengsek.

Lepaskan.

Lepaskan, Berandal!

Ada apa dengan kalian?

Hei, kamu.

Jika menu itu tidak ada di mejaku pada jam pelajaran berikutnya,

kamu akan mati.

"Rencana belajar ujian tengah semester"

Seolah-olah orang sepertimu bisa belajar.

Hei. Apa yang dia lakukan?

Kapan dia masuk?

Siapa kamu?

Ini rencana yang bagus.

Siapa kamu?

Kamu memakai stabilo untuk menandai setiap mata pelajaran.

Aku harus mencobanya.

Siapa kamu, Pecundang?

Kenapa berteriak?

Kyu Jin.

Hanya saja...

Mi Hee, kamu sangat cantik saat diam.

"OSIS"

Kamu Youn Ga Min yang menghajar Lee Hyeon U.

Apa yang kamu lakukan

dengan pacarku?

Pacarmu?

- Aku ada urusan dengannya. - Benar sekali.

Pacarku.

"OSIS"

Permisi.

- Ayo. - Kenapa?

Kami kelompok...

- Kami akan pergi. - Kenapa?

"OSIS"

Kamu bicara dengan pria lain, Ji Woo?

Kalau begitu, kamu harus membayarnya.

- Tunjukkan telapak tanganmu. - Enyahlah.

Apa? Apa aku mempermalukanmu di depan teman-teman sekelasmu?

Bisakah kamu...

Sudah kubilang jangan membuat keributan.

Aku akan memukulmu tiga kali saja.

Atau bagaimana jika kamu bersikap manis untukku?

Maka aku akan membiarkanmu.

Pukul saja.

Permen karet?

Kamu menyebutnya pacarmu.

Dasar berandal arogan.

Kamu pikir kamu hebat karena menghabisi Hyeon U?

Mendaratlah dengan punggungmu atau lehermu akan patah.

Kamu, Kim Kyu Jin!

Apa yang kamu lakukan?

Kamu tidak dengar OSIS dipanggil?

Kenapa kamu masih di sini?

Sampai jumpa lagi, Anak Kelas Satu.

Apa kamu ingin hidup tenang di sini?

Tentu saja.

Kamu melempar permen karet ke seseorang di OSIS?

Apa kamu sudah gila?

Aku tidak tahu dia anggota OSIS.

Mereka di gerbang setiap pagi.

Kamu tidak melihat mereka?

Aku tidak bisa diam saja

saat dia akan menyerang anggota kelompok belajar.

Dia sudah menjadi anggota?

Entahlah. Kita dalam masalah besar.

Kamu membuat kesal OSIS,

jadi, situasinya akan kacau.

Hei.

"Belajar"

Jadi...

Formulir kelompok belajar.

Aku menyerahkannya atas nama Ji Woo.

- Kenapa? - Begini...

Ji Woo dirundung.

Hei. Bukankah Kyu Jin tampan?

Sungguh, dia sesuai seleraku!

Tampan apanya.

Dia terlihat seperti patung MacArthur di taman.

Dengan itu, aku menjadi target dalam sepekan

saat datang ke sekolah ini.

Aku akan segera mengembalikan uangmu.

- Apa yang ingin kamu lakukan? - Ayo ke karaoke.

- Karaoke? - Ayolah.

Itu cukup banyak.

Lepaskan aku!

Sakit sekali. Dasar...

Lee Ji Woo!

Kalian bertanya apa dia dirundung karena memihakku?

Apa?

Kami belum bertanya.

- Kalian tidak ingin tahu? - Baiklah.

Apa Ji Woo dirundung karena dia memihakmu?

Tidak.

Ini kejutan, bukan?

- Ya. - Ya.

Tidak ada yang bisa mengerjai Ji Woo.

Tapi berkat dia, aku tidak dirundung lagi.

- Begitukah? - Ya.

Begitu rupanya.

Begitukah?

Ada insiden tidak lama kemudian.

Aku tidak tahu detail lengkapnya.

Tapi adik Ji Woo, Hyeon U,

bekerja paruh waktu, mengantarkan sesuatu yang penting,

saat dia mengalami kecelakaan.

Kamu meminta uang?

- Ya. - Baiklah.

Sebagai balasannya...

Baiklah.

Kim Kyu Jin mulai memeras Ji Woo dengan video Hyeon U.

Ji Woo benci terlibat dengan adiknya.

Dia menyebalkan, tapi satu-satunya anggota keluarga yang dia miliki.

Saat itulah perundungan dimulai.

Aku hanya pernah menerima bantuan

dari Ji Woo.

Itu sebabnya aku ingin membantunya kali ini

sebelum pindah sekolah.

- Pindah sekolah? - Ya. Benar juga.

Aku belum memberi tahu Ji Woo.

Aku pindah karena pekerjaan ayahku.

Begitu rupanya.

Aku tahu aku tidak tahu malu, tapi bantu aku.

Tolong singkirkan video itu.

Mulai sekarang,

tolong belajarlah dengan Ji Woo menggantikanku.

Kamu tidak keberatan?

Kehidupan sekolahmu akan menjadi rumit.

Apa ini? Kenapa kamu mengalihkannya kepadaku sekarang?

Hei...

Kumohon?

Kumohon?

Baiklah.

- Kehidupan sekolahku rumit... - Bagus.

Kami setuju.

Mari bantu Ji Woo berkonsentrasi hanya pada studinya.

- Benarkah? - Ya.

Omong-omong, di mana video itu?

"STM Yusung"

Sungguh. Video apa yang akan membuat Ji Woo tetap diam?

Pasti ada masalah serius

sampai Lee Ji Woo tidak menarik perhatian.

Tunggu. Bukankah ini?

Tunjukkan kepadaku.

Apa itu? Coba kulihat.

Yang ini.

Aku melihatnya melambaikan ini di depan Ji Woo.

Putar sekarang.

- Cepat. Putar. - Aku mulai bersemangat.

Memang apa perkaranya?

"Lee Ji Woo"

Lihatlah kalian berdua.

"OSIS"

Jangan ruang OSIS.

Kenapa?

Karena itu ruang OSIS.

Lalu kenapa?

Benar, bukan?

Ruang OSIS agak... Benar, bukan?

Memangnya apa?

OSIS adalah

perundung resmi yang diakui oleh sekolah.

Perundung resmi sekolah?

Sebagai imbalan mengalahkan pembuat onar di sekolah,

sekolah mengizinkan mereka merundung orang lain.

Itu sebabnya para murid

menjauh dari ruang OSIS.

Dasar berandal...

Kalian sepenasaran itu soal ini?

- Kalian mau menontonnya? - Ya.

Kami mau...

- Silakan. - Benarkah?

Tontonlah secara langsung.

Aku mengunggahnya di GoTube.

"GoTube"?

Bukankah kamu berjanji tidak akan menyebarkannya?

Hei. Kenapa tidak mengembalikan uang kepada yang kalah?

Untuk apa?

Benar sekali. Hanya pecundang yang menepati janji.

Dan berpikirlah.

Bukankah Ji Woo akan sedih

jika satu-satunya anggota keluarganya masuk penjara remaja?

Kamu berencana membujuknya padahal mentalnya lemah?

Dia hanya bisa mengandalkan pacarnya.

Dan uang itu bukan milikku.

- Milik siapa itu? - Miliknya.

Apa maksudmu?

Itu bukan urusan kalian.

Makin lama aku berpikir, aku makin menyadari Han Wul itu genius.

Kenapa Ibu bertanya kepadaku di mana Hyeon U?

Ibu dengar kamu dekat dengan Hyeon U.

Itu tidak benar.

Aku tidak dekat dengan siapa pun.

Dia tidak mengembalikan uang yang dia pinjam dari Kim Kyu Jin.

Mungkin dia kabur.

Dia meminjam uang itu karenamu, bukan?

Aku?

Kata siapa?

Bukankah dia berakhir seperti itu karena kecelakaan saat melakukan

pengiriman uang yang kamu minta?

Apa yang akan kudapatkan dari itu?

Karena perintahmu,

dia menerobos masuk ke rumah ibu,

membuat kekacauan, mengancam ibu,

dan kini terpojok.

Han Wul.

Kamu sudah lebih dari cukup memanfaatkannya.

Lepaskan Lee Hyeon U.

Itu saja?

Inikah alasan Ibu ingin menemuiku?

Saat kudengar Ibu membentuk kelompok belajar di sekolah seperti ini,

aku yakin Ibu menarik.

Tapi ternyata tidak.

Bu Lee.

Jika Lee Hyeon U tidak datang ke sekolah,

jangan terlalu memikirkannya.

Menyerah pada pria yang tidak punya harapan jauh lebih mudah.

Han Wul.

Lee Ji Woo bodoh karena bersikap seperti itu karena adiknya.

Ji Woo harus merelakan sampah seperti dia.

Sesuram apa pun masa depan mereka,

tidak ada yang pantas direlakan.

"OSIS"

Apa itu tadi?

Sial. Suara apa itu?

Sial.

Sial. Kamu mengejutkanku. Siapa bedebah gila ini?

Kamu bersembunyi di sana?

Aku mengerti.

Lee Ji Woo menyuruhmu mencuri diska lepas itu.

Sial. Wanita kecil itu menyuruh pria lain...

Tunggu. Kamu...

Kamu menyukainya?

- Apa? - Itu curang.

Beraninya kamu menyergapku.

Kamu bukan siapa-siapa. Kenapa kamu mencampuri urusanku?

Lihat si bodoh ini.

Kamu berusaha sok pintar untuk mendapatkan diska lepas itu?

Kamu...

Jadi, kamu tidak takut terhadap OSIS?

Bagaimana kamu akan menghadapi konsekuensinya?

Apa yang terjadi?

Pak!

Sial.

Astaga. Ini gawat. Tiga orang lagi masuk.

Apa yang harus kita lakukan?

Kita tidak punya pilihan.

- Kita harus bertarung. - Apa?

Kita berdua harus bertarung.

Jika ada keributan, OSIS

- harus terlibat. - Ya.

Kita akan memancing mereka dengan berpura-pura bertengkar.

Jadi, kita akan memberi Ga Min kesempatan untuk kabur.

Ya.

Saat aku berjalan ke sana,

teriaki aku dan katakan, "Berengsek."

Apa? Aku?

Ada apa?

Begini...

Kamu belum pernah mengumpat dalam hidupmu?

Tidak.

Tapi kamu harus mengumpatiku agar terlihat seperti pertengkaran.

- Benar. - Choi Hee Won.

- Hei. - Berengsek!

Kamu! Sial.

- Dasar berandal. - Hei.

Hei, tidak apa-apa. Simpan saja itu.

Aku sudah memindahkannya ke komputer.

Aku menunggu untuk mengunggahnya di internet.

Begitu aku mengekliknya, hidup Lee Hyeon U akan berakhir.

Hidup Lee Ji Woo juga akan hancur.

Jangan lakukan itu.

"Mengunggah video"

Orang-orang bodoh itu. Kamu harus tahu kapan harus berhenti.

Ini memalukan.

- Tidak, dengar. - Maafkan aku, Ji Woo.

Aku tidak berusaha merahasiakannya darimu.

Bukan begitu.

Seharusnya aku mengakhirinya sejak lama.

Tapi tidak bisa. Jadi, aku membebani banyak orang. Itu menyebalkan.

Tidak, kamu tidak...

"Yusung"

Ji Woo, kamu mau ke ruang OSIS?

Lihat dan pelajari.

Dia mungkin memukuliku,

tapi aku tetap akan memukul wajah bedebah itu.

Ji Woo.

Kurasa ini bukan waktu yang tepat.

Aku akan membunuhnya.

Apa?

Hei, Bedebah Gila!

Hei! Hentikan dia.

Kenapa dia membawa itu?

- Hei. - Ada keributan apa ini?

Berandal itu...

Hei, apa itu?

Aku akan menghancurkannya.

Jika aku memecahkan ini, kamu tidak perlu...

- Apa yang terjadi? - Hei, ambil komputernya.

- Apa? - Ambillah.

Lepaskan aku, Berengsek.

Apa aku harus terlibat

untuk membantu pecundang itu?

Se Gyun, videonya ada di sana.

Berengsek!

Berhenti di sana. Berengsek!

Se Hyun, cepat.

Ambil dan pergilah sekarang.

- Berengsek. - Sial.

- Entahlah. - Sebaiknya kamu jangan lari.

Sial. Berengsek!

Kim Se Hyun.

Tangkap dia.

Sial.

Ini berat sekali.

Ayolah.

Tolong berhenti mengikutiku.

- Di sana! - Hei.

- Tangkap dia. - Ambil komputernya.

Sial. Astaga.

Sial.

Omong kosong apa ini? Kamu teler?

Hei! Berengsek!

Kamu benar-benar membuatku bekerja keras, Berengsek.

Kamu tahu aku anggota OSIS, bukan?

Berikan kepadaku selagi kuminta baik-baik, Berengsek.

Benar. Kembalilah menjadi dirimu.

Kenapa kamu membuat masalah dengan bedebah itu?

Sial. Kamu pecundang, jadi, bersikaplah seperti...

Tidak ada

yang berjalan di bawah sana.

Dasar bedebah gila.

Kamu ingin aku melemparmu juga?

Cilukba, Berengsek.

Akhirnya aku mengerti apa yang dikatakan si Kacamata Gila.

Dengan komputer yang hancur,

aku bisa memukulimu sesukaku.

Baiklah, Kyu Jin.

Kenapa kamu tidak bersikap manis untukku?

Dasar wanita gila!

"OSIS"

Jika macam-macam dengan kami lagi, habislah kamu.

Tidak ada yang boleh direlakan?

Sudah lama aku tidak bertemu orang lucu seperti Ibu.

Ibu masih mengatakan itu setelah kejadian yang menimpa Ibu?

Ibu anggap itu pujian.

- Itu bukan pujian. - Lalu?

Begini...

Kasihan?

Karena Ibu akan kecewa.

Ikuti bapak, Berandal.

Tunggu. Hilang.

Hee Won, tunggu.

Apa? Apa ini?

Ini kesukaan Kyu Jin.

Hei, Pecundang. Apa yang terjadi di sini?

Tidak, begini...

Benar. Kamu tidak akan tahu apa-apa.

Kyu Jin akan senang saat kuberikan kepadanya.

Terima kasih.

Perhatikan baik-baik.

Meski mereka membalas dendam, aku tetap akan memukul wajah mereka.

Hei, Berengsek!

Apa katamu barusan?

Dasar wanita gila.

Berengsek!

Lihat dirimu.

Apa yang baru saja kulihat?

Ji Woo, aku hanya...

Hee Won,

kini kamu pantas menjadi murid STM Yusung.

Si bodoh itu.

Tunggu.

Hei, Lee Hyeon U.

Hyun U.

Kudengar kamu pernah dirampok.

Aku...

Seharusnya kamu memberitahuku.

Aku menyelidikinya, dan ternyata

perampok itu adalah Kyu Jin.

Dan dia meminjamkan uang itu kepadamu.

Dia memanfaatkan video yang kamu rekam

dan mengancam kakakmu.

Matilah!

Hyeon U?

Aku mengenalnya.

Mereka hidup tanpa orang tua, jadi, mereka saling mengandalkan.

Bukankah dia patut dipuji?

"Catatan Siswa"

"Lee Hyeon U"

"Impian, Kaya raya"

Jika Kakak berhenti menjadi atlet, apa yang akan Kakak lakukan?

Entahlah. Mungkin belajar?

Dengan otak itu?

Apa katamu?

Jaga mulutmu.

Jadi, jangan berhenti.

Terserahlah.

Ini melelahkan dan mahal.

Aku akan menghasilkan uang.

Bagaimana kamu akan menghasilkan uang? Kamu masih sangat kecil.

Sebaiknya kamu fokus belajar.

Aku kecil?

Hei, Kakak lebih kecil.

Berhentilah bertingkah.

Kamu mau kakak banting?

Cobalah jika Kakak bisa.

Hei.

Hyeon U.

Hyeon U.

Lihat ibu, Lee Hyeon U.

Jangan menyerah.

Ibu akan membantumu.

Jangan ganggu aku.

- Bu Lee. - Bu Lee.

Bu Lee.

Bu Lee.

"Ruang Operasi Pusat"

"Sedang Operasi"

- Kamu hebat. - Aku sering mengupasnya di rumah.

- Lumayan. - Hee Won.

Ji Woo.

Kamu pasti Ji Woo.

Apa?

Selamat datang.

Bu Lee, bagaimana kondisi Ibu?

Aku?

Seperti yang kamu lihat, ibu baik-baik saja.

Dia sangat beruntung.

Dia bisa pulang setelah dua pekan.

Aku sungguh minta maaf.

Aku akan memastikan Hyeon U membayar perbuatannya.

Untuk biaya rumah sakit,

jika Ibu memberiku waktu,

- aku akan melakukan apa pun... - Kamu juga akan bergabung, bukan?

Apa?

Hee Won juga memutuskan untuk bergabung dengan kelompok belajar.

- Kelompok belajar? - Ya.

Bahkan saat pindah, aku tidak akan pindah sekolah.

Aku mencari tahu, dan sepertinya aku bisa naik bus ke sekolah,

yang memakan waktu satu setengah jam.

Aku ingin belajar dengan mereka di sini.

Ji Woo, kamu juga bergabung, bukan?

Bergabunglah dengan kami.

Ya.

Mau, ya?

Aku sungguh minta maaf, tapi...

Aku...

Aku ingin bergabung dengan kelompok belajar.

Bagus.

"STM Yusung"

Di sinilah kami belajar sekarang.

"Belajar"

Apa yang dia lakukan?

Astaga, apa yang dia lakukan?

- Astaga. - Astaga.

Kenapa dia melakukan itu?

Dia tidak terlalu pintar, bukan?

Kamu bahkan menyiapkan ini?

Kamu keren sekali.

Sebagai ketua kelompok belajar, ini bukan apa-apa.

Dia hanya mendengar apa yang ingin dia dengar, bukan?

Setelah kupikir-pikir, kurasa kamu benar.

Aku mulai bersemangat.

Kenapa sekarang?

Saat berpikir untuk mengisi tempat ini juga.

Ya, aku juga.

- Mari berusaha. - Mari berusaha.

- Kamu membeli ini juga? - Ya.

Bagus.

Kapan kamu mengambil foto itu?

Manis, bukan?

Omong-omong, kamu sudah mendengar beritanya?

Polisi juga menangkap Han Wul.

Hei. Kamu Pi Han Wul, bukan?

Bisa kita bicara?

- Aku - Detektif Na Tae Man, bukan?

Ayo.

Semua orang membicarakannya.

Kenapa mereka membawa Han Wul?

Jika Han Wul dibawa tepat setelah Hyeon U diinterogasi,

kurasa Han Wul akan dikirim ke sekolah reformasi seperti Hyun U...

Apa?

Itu...

Tentu saja para preman itu harus berakhir di sana.

Tapi Han Wul datang ke sekolah hari ini.

Begitu rupanya.

- Apa itu tadi? - Apa?

Youn Ga Min!

Turunlah sekarang juga!

- Kenapa? - "Kenapa?"

Dia bertanya "kenapa?" Astaga, kita harus bagaimana dengannya?

- Sial, sudah kuduga ini terjadi. - Sudah kuduga.

- Ada apa dengannya? - Tahu apa?

Aku tahu kamu tidak peduli,

tapi kamu pusat perhatian di sekolah ini, Ga Min.

Hei, ada apa?

Kamu baik-baik saja? Siapa yang melakukan ini?

Youn Ga Min lagi?

- Sial. - Youn Ga Min, si berengsek itu.

- Kudengar Ga Min memukuli Kyu Jin. - Sungguh?

Kim Kyu Jin juga?

Mantan atlet judo dan anggota OSIS itu?

Bukankah Kim Kyu Jin seangkatan denganmu?

Makhluk jahat itu juga akan langsung masuk ke tahun kedua.

Astaga.

Lalu apa yang terjadi kepada Kang Tae O?

Apa yang mereka katakan?

Sekacau apa pun STM Yusung,

ada aturan tidak tertulis di mana kamu tidak melawan seseorang

yang bukan angkatanmu.

Dan kamu melanggarnya.

Kurasa mereka terintimidasi.

Mereka terpaku di tempat karena takut.

- Jadi, siapa dia? - Astaga, Kang Tae O...

Kang Tae O. Dia peringkat pertama di antara anak kelas satu.

Sial, turunlah sekarang!

Mari putuskan siapa yang peringkatnya di atas siapa!

Mari kita putuskan!

Kamu bisa berada di atasku.

Kalian lihat itu? Dia kabur karena takut.

Apa?

Apa dia mengabaikanku?

Ya, benar. Dia mengabaikanmu.

Dia benar-benar mengabaikanmu.

Dia mengabaikanmu seolah-olah kamu tidak ada di sini.

Dia mengabaikanku seolah-olah aku tidak ada di sini.

Hei, Berengsek!

Kamu mengabaikanku?

Jadi, kamu tidak mau turun?

Di mana Jun?

Lepaskan aku, Berengsek!

Di sana kamu rupanya, Berengsek.

Apa ini?

- Berhentilah bergerak. - Sial.

Dasar bedebah menyedihkan.

Dia bilang akan mengambil alih sekolah,

jadi, kupikir dia mampu.

Tapi lihat, dia punya sesuatu yang sangat menjijikkan.

Apa ini?

"Formulir pendaftaran kelompok belajar?"

"Kelompok belajar?"

Apa dia sudah gila?

Kelompok belajar? Benarkah?

Ga Min, karenamu,

dia menjadi pecundang.

Berikan itu.

Ini?

Sobek.

Berengsek.

Sobek.

Manis sekali.

Mulai sekarang, aku akan memukuli siapa pun yang membawa ini.

Astaga.

Apa?

- Hei! - Youn Ga Min!

Sial.

Astaga.

"Study Group"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.