Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Ayah!
Dasar berandal.
- Dasar berandalan. - Ada apa ini?
Apa kau bisa mengemudi dengan benar?
Ya, memang begini caraku mengemudi!
Apa kau bilang?
Pak, ada anakmu di mobil. Minggirlah!
- Kau menyebutku apa? - Apa yang akan kau lakukan?
- Lakukan sesukamu! - Keluar dari sana!
- Kau pemarah sekali! - Keluar kau!
Terserah kau saja!
Kau berurusan dengan orang yang salah.
Ayah! Kumohon, jangan!
Ayah, ayo pergi!
Ayah!
- Ayah! Kumohon! - Dasar berandal!
Ayah, kumohon hentikan!
Ayo, tabrak aku!
Tabrak aku, ayo!
Astaga.
Astaga...
Seorang anak terhimpit!
Lakukan sesuatu!
Hubungi 911! Sekarang!
- Di mana letak perdarahannya? - Di sini.
- Kita butuh perban. - Perban!
Lagi. Ya, tambahkan di sebelah sini.
Ini dia.
Aku butuh lebih banyak perban.
Lari!
Lari!
Itu dia!
Minggir!
Minggir!
Ayah pasti sudah pulang.
Dia sudah datang.
Di mana Ji Su?
Dia ada di ruang latihan. Apa yang kau inginkan untuk makan malam?
Bisakah kau membuatkanku ramen?
Tentu saja.
Selamat datang. Sudah makan malam?
Aku akan makan ramen.
Kau selalu makan ramen.
ART (Asisten Rumah Tangga) kita pandai membuat makanan tradisional Korea.
Masakannya sangat enak.
Kaulah yang seharusnya makan, dan berhenti berolahraga.
Aku harus menurunkan empat kilogram lagi.
Kau sudah sangat cantik.
Karena aku berolahraga.
Hye Yoon, kau mau ke mana?
Aku mau ke rumah Paman.
Si Ho butuh bantuan untuk mengerjakan matematika.
Baiklah.
Aku memberi tahu Ibu Tiri tentang hal itu.
Bisakah kau berhenti memanggilnya begitu?
Mengapa?
Aku akan mengabarimu jika pulang terlalu larut.
Sayang.
Kau punya uang?
Terima kasih.
Kau memang harus berterima kasih. Tidak ada ATM seperti ayahmu.
Aku siap menjadi sukarelawan. Jadi, mau berapa?
Aku akan meletakkannya di mejamu.
Seorang pengemudi pemarah yang membunuh pengemudi lainnya ditangkap oleh polisi.
Mereka akan menyelidiki kejadian ini sebagai serangan pembalasan.
Reporter lapangan kami akan menyampaikan beritanya.
Sebuah sedan merah terlihat ugal-ugalan melaju...
di tengah kepadatan lalu lintas Ilsan, Gyeonggi.
Sesaat kemudian, sebuah SUV berhenti di depannya.
Korban, yang berusia 30-an, mengayunkan tongkat ke kap mesin.
Untuk membalas, pengemudi berusia 20-an menabraknya dengan kencang.
Korban meninggal di tempat...
dan putrinya yang berusia delapan tahun dibawa ke UGD.
YTN, Kim So Jin.
Putra ketiga Grup Osung?
Haruskah aku menanganinya?
Berapa bayarannya?
Halo.
Bagaimana keadaanya?
Dr. Yang, katanya, operasi berjalan dengan baik...
tapi mengapa dia belum mampu berbicara?
Kemungkinan dia mengalami syok.
Tidak ada kerusakan pada otaknya.
Dokter, apa dia akan bisa berjalan lagi?
Dia akan berjalan, berlari, pergi ke sekolah, dan semuanya.
Ayahnya adalah pemain bisbol.
Pengemudi itu mengira dia seorang preman...
karena membawa pemukul dan memiliki tato di lengannya.
Namun, tato ini adalah nama dan cap kaki putri kami.
Aku punya tato yang sama!
Aku tak mau menangis di rumah sakit...
Ada kapel di lobi, kau bisa menangis dengan bebas di sana.
Terima kasih.
Dia adalah orang yang diberitakan, 'kan?
Ya.
Kasihan sekali.
Dia butuh operasi tindak lanjut. Periksa kondisinya dan atur jadwalnya.
Itu mungkin sulit.
Kenapa?
Admin bilang, mereka belum membayar tagihannya.
Teganya.
Tetap saja, menentukan tanggal operasi...
dan menyelamatkan nyawa adalah prioritas kita.
Bagaimana jika kau dimarahi lagi seperti terakhir kali?
Aku akan bilang, itu ulahmu.
Sial! Ayo!
Kita harus menghabisi berandalan jalanan itu!
Dia mengeluarkan pemukul.
- Sudah seharusnya. - Tabrak dia.
- Tabrak dia. - Tabrak.
- Cepat! - Ayo!
Tabrak dia!
Aku menabraknya!
Pengemudi sialan ini harus dihabisi!
Apa dia sudah mati?
Kawan, aku menghabiskan semua credit-ku demi mengunggah rekaman ini untuk kalian.
Pastikan kalian memberikan like dan subscribe...
Mau vape?
Sudah...
Aku saja.
- Aku sudah sampai. - Selamat datang.
Apa Jae Wan sudah pulang? Anakku Jae Wan.
Ini Jae Gyu, putra doktermu.
Suruh Jae Wan untuk pulang. Dia harus makan.
Kenapa kau terus menanyakan anak pengacaramu itu?
Dia sudah punya anak, dan sibuk menyanyikan lagu pengantar tidur.
- Aku pergi dulu. - Astaga.
Aku harus menyiapkan makan malam untuk Jae Wan.
Ibu, ini rumahmu.
Dasar wanita gila!
Berani-beraninya kau membuat Jae Wan kelaparan!
Dia terus mengurungku.
- Ibu! - Ibu...
Jangan sentuh aku!
Ibu!
Ada apa denganmu?
Berbaringlah, Nyonya.
Ibu begitu bersemangat.
Nyonya, kau sangat kuat.
Kau baik-baik saja?
Ya.
Aku sudah terbiasa sekarang.
Beri tahu saudaramu untuk memberikan seluruh warisannya kepadaku.
Ya, baiklah.
Yang benar saja.
Ibu tiri Hye Yoon menelepon.
Kenapa?
Untuk mengajak makan malam, tentu saja.
Dia ingin menentukan tanggal agar Jae Wan bisa membuat reservasi.
Apa dia membuka klub pecinta makanan?
Apa dia akan membawa kue beras lagi?
Itu enak. Kue beras isi pasta kacang, 'kan?
Kue beras hanyalah makanan biasa. Kenapa membuatnya terdengar mewah?
Dia juga punya banyak lisensi.
Seni rias kuku, pilates, yoga, ahli bunga, dia segala bisa.
Dia sangat beruntung karena mencolok, saat mengantar kue beras ke firma hukum.
Dia memang konsisten.
Dia menyukai kue beras sejak masih kecil.
Sekarang dia mendapatkan istri yang pandai membuat kue beras.
Hei, Hye Yoon.
Aku pulang dulu.
Hye Yoon, terima kasih atas bantuannya.
Sayang, dia kemari untuk mengajari Si Ho.
Terima kasih, Hye Yoon.
Apa dia belajar keras?
Ya, dia sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya.
Jangan diam saja, beri dia uang jajan.
Ya, tentu saja.
Terima kasih.
Aku tak punya uang tunai. Kau punya?
Ini sangat memalukan.
Tunggu, aku mungkin punya uang tunai di kamarku.
Aku akan pulang saja.
Kau tak perlu berpamitan dengan Nenek.
Dia pasti sangat merepotkanmu, Bibi.
Hye Yoon, aku hampir lupa.
Hebat sekali.
Ini.
Sertifikat Penghargaan Pelayanan Terbaik Hye Yoon, Yang
Terima kasih, Bibi.
Itu tidak gratis, anggap saja sebagai kemajuan.
Ayo, menjadi sukarelawan bersamaku saat kau kuliah.
Tentu.
Paman lama sekali.
Dilihat dari laporan kejadian...
almarhum mengintimidasimu terlebih dulu sambil memegang senjata, 'kan?
Itu benar.
Kau merasa nyawamu terancam.
Karena ketakutan yang luar biasa, kau hanya pergi dari sana.
Ya.
Aku tak menyangka dia akan menyerangku begitu saja.
Itu dia.
Kau tak berusaha melawan, tapi melakukan kesalahan...
saat melarikan diri, itulah faktanya.
Kau mengumpat karena panik.
Namun...
dalam rekaman CCTV...
kau memundurkan mobilmu terlebih dahulu.
Kau mencari ruang untuk melewatinya.
Ya.
Ingatanmu mungkin terasa kabur, tapi kesaksianmu harus konsisten.
Baik, Pengacara Yang.
Kami terus berupaya untuk berdamai dengan keluarga korban.
Mereka akan segera menyetujuinya.
Bagaimana jika mereka tak mau berdamai?
Setiap orang menjadi lemah jika berurusan dengan anak-anak mereka.
Hei! Kau suka mengisap?
Dasar payah!
Dasar payah.
Kau sangat menjijikkan!
Hei! Kau baik-baik saja?
- Maaf, Kawan. - Coba kulihat.
Aku sudah minta maaf.
Apa yang sedang kalian lakukan?
Apa-apaan kau ini?
Yang benar saja.
Ayo.
Hapus rekaman itu!
Baiklah.
Mengapa kau membiarkan mereka merundungmu?
Ada apa lagi?
Kau tahu bahwa orang tua kita akan makan malam bersama hari ini?
Ya.
Mari kita cari udara segar.
Kau akan lapar setelah kelas pukul 11 berakhir.
Jangan makan hidangan cepat saji dari toserba.
ART kita akan memasak untukmu begitu kau pulang sekolah.
Baiklah.
Jangan terlalu banyak menonton YouTube.
Si Ho?
Kau mendengar perkataanku?
Bisakah kau mendengarku?
Apa itu Si Ho?
Bisakah kau pergi sendiri?
Tadi Ibu sempat rewel, dan memarahi ART kita juga.
Kau akan pulang begitu saja, meski sudah berdandan cantik begini?
Kau sudah berusaha keras hari ini.
Tidak sebanyak Ny. Yang.
Bisakah kau berhenti menyebutnya begitu?
Itu akan menjadi kebiasaan.
Aku tak mau menyebut namanya.
Aku tak bisa terlalu dekat dengannya.
Kau tak merasa rendah diri, 'kan?
Kau sudah gila?
Bagaimana mungkin dia lebih baik dariku?
Selain karena usianya yang masih muda?
- Itu saja. - Apa?
Usianya.
Hanya karena dia lebih muda.
Kau menyesal karena menikahi wanita yang lebih tua?
Aku akan mengakui apa yang harus kuakui.
Ayolah, aku hanya bercanda.
Kau...
benar-benar menawan malam ini.
Sungguh.
Masuklah.
Halo juga.
Kau tahu Jaiden, anak UCLA.
Kita sampai.
Bisakah kau...
Tunggu sebentar...
Selamat malam!
Uang adalah segalanya.
Merasa diacuhkan? Akui saja.
Kau sudah sampai!
Selamat malam, Yeon Kyung.
Kami seharusnya tiba lebih awal.
Bagaimana kabarmu?
Kau sangat cantik hari ini.
Siapa yang menyangka kau sudah punya anak?
Hentikan basa-basinya dan masuklah!
Pada tahun 1755, saat Louis XV berkuasa...
Richelieu dari Bordeaux kembali ke Paris...
dan Raja menanyakan rahasia awet mudanya.
Lalu, Richelieu berkata...
dia menemukan Air Mancur Awet Muda, dan memberikan anggur ini kepada Raja.
- Nikmatilah sesukamu. - Wow.
Kalau begitu, aku harus minum yang banyak.
Silakan minum sebanyak yang kau suka.
Kami membawa dua botol.
Aku bisa dihubungi sewaktu-waktu.
Jadi, beri tahu kami mengapa kalian mengundang kami.
Ini tentang ibu.
Aku menemukan panti jompo yang sangat bagus.
Panti jompo?
Jae Gyu, hanya sebutannya saja seperti itu.
Tempat itu lebih mirip resor mewah.
Resor?
Ada dokter spesialis dan perawat yang bersiaga sepanjang waktu di sana.
Mereka akan mencuci baju, menjaga kebersihan...
serta menyediakan makanan dan layanan yang bagus juga.
Fasilitas olahraganya juga luar biasa.
Kalau begitu, kalian saja yang tinggal di sana.
Jae Gyu, jangan pesimis begitu.
Para stafnya menjaga penghuni lebih baik daripada anak mereka sendiri.
Kau sangat egois.
Si Ho sebentar lagi akan masuk kuliah.
Dia akan membutuhkan perhatian penuh dari ibunya.
Yeon Kyung tak boleh lengah.
Bukankah begitu?
Persiapan kuliah memang butuh perhatian lebih.
Kita berdua bukanlah saudara yang baik.
Aku ingin merawat ibu, setelah Hye Yoon masuk kuliah...
tapi aku sedang punya bayi sekarang.
Ayolah, punya bayi di usiamu saat ini sangatlah berharga.
Panti jompo membutuhkan deposit sebanyak 200.000 dolar...
dan biaya 6.000 dolar per bulannya.
Kau hanya perlu menambahkan 1.000 dolar per bulannya.
Yang benar saja! Aku tak mempermasalahkan uangnya!
Kau berada di luar rumah sepanjang hari. Pikirkanlah istrimu.
Dia takkan menawarkan, jika tak mau.
Saat itu kita tak punya pilihan karena kematian istri pertamaku.
Aku bahkan menitipkan Hye Yoon ke rumahmu.
Membayangkan waktu itu...
aku sangat berterima kasih kepada Yeon Kyung.
Saat itu, aku seharusnya membawa ibu.
Aku menyadari bahwa menjadi ibu untuk seorang anak SMA tidaklah mudah.
Hye Yoon bahkan mampu mengurus dirinya dengan sangat baik.
Maaf.
Ya?
Apa kau menyiratkan, Si Ho tak mampu mengurus dirinya sendiri?
Tidak, tentu saja tidak...
Ini adalah sasyimi ikan buntal.
Disajikan bersama kecap asin berusia 20 tahun. Silakan.
Bisakah aku mendapatkan pasta cabai?
Baik, aku akan membawakannya untukmu.
Bagus!
Kita kalah lagi!
Astaga.
Habiskan!
- Habiskan! - Habiskan!
- Habiskan! - Habiskan!
Habiskan!
Dia tak boleh minum. Aku akan menggantikannya.
Minum bukanlah hukuman untuk pemabuk sepertimu.
Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...
Di Mana Kau, Si Ho? Hubungi Ibu Setelah Les Privat!
Ini sangatlah menyesakkan.
Aku tak bisa bernapas...
Astaga.
Bagaimana makanannya?
Sangat lezat.
Enak, 'kan?
Aku senang kau menikmatinya.
Restoran ini ditampilkan di acara Michelin Guide...
Benarkah?
Bisakah kita berteman?
Tidak.
Aku lebih suka tidak.
Aku akan merasa tidak nyaman.
Baiklah, Bu.
Di sini.
Di sini?
Tidak, di sebelah kanan.
Di sini?
Lihatlah di cermin.
Apa maksudnya?
Yang benar saja.
Ibu menelepon.
Dia bilang, Yeon Kyung mengosongkan rekening banknya.
Ibu takkan menghargai apa yang sudah diupayakan istrimu.
Sejujurnya, kau hanya tak mau kehilangan muka sebagai dokter...
karena mengirim ibunya ke panti jompo.
Kehilangan muka?
Baiklah, kenapa kau tak takut kehilangan muka?
Aku berhenti merawatnya...
setelah memiliki bayi di usiaku yang sudah 50-an ini.
Bagaimanapun, aku merasa gugup setiap kali kau mengajakku makan malam.
Kau selalu mengatakan omong kosong setelah memberiku makanan mahal.
Omong-omong...
rumah sakitmu merawat Kim Na Rae, 'kan?
Aku pengacara pelaku.
Hebat sekali.
Kau bersedia melakukan apa pun demi uang.
Ibunya menyiratkan bahwa tabrakan itu disengaja.
Itu pendapatnya. Itu tampak seperti pembelaan diri.
Lebih buruknya lagi, pembunuhan tak disengaja.
Bagaimana kau bisa mengetahuinya?
Itu tak penting. Hukumlah yang menilai.
Anak itu terluka dan ayahnya tewas.
Lantas, kebenarannya tidaklah penting?
Itu hanya pembunuhan tak disengaja?
Bukan aku yang berkata begitu, tapi hukum.
Suruh ibunya untuk berdamai.
Menurutmu, siapa yang akan dirugikan jika kasus ini naik ke meja hijau?
Kaulah satu-satunya orang yang akan membuat mereka merugi.
Pastikan kau menyelamatkannya.
Hanya itulah yang kami inginkan.
Kau selalu berhasil membuatku kehilangan nafsu makan.
Kita hanya melakukan pekerjaan masing-masing.
Kau melakukannya untuk menghasilkan uang, sedangkan aku untuk menyelamatkan orang.
Aku jahat dan kau mulia.
Karena itu, jadilah anak yang berbakti.
Mengapa?
Anakmu lebih banyak.
Hei.
Anak Berbakti.
Jaga Senyuman Ibumu untuk Waktu yang Lama
Pengobatan Dimulai Begitu Kau Masuk
Orang kaya lebih diutamakan lagi? Sepertinya mereka sudah pergi.
Jika kau cemburu, buka saja klinik sendiri.
Dia mengambil kuncinya dan pergi ke tempat parkir.
Seorang pengacara yang minum alkohol dan mengemudi.
Apa yang kalian berdua bicarakan?
Tak ada makanan gratis.
Aku beruntung jika tak sakit perut setelah memakan hidangannya.
Ayolah.
Banyak saudara yang tak pernah makan bersama.
Sepertinya, kau bersenang-senang malam ini.
Resor itu...
Maksudku, panti jompo. Haruskah kita memeriksanya?
Apa?
Kau mau mengeceknya?
Aku pernah dengar tentang tempat itu.
- Staf medis terkemuka... - Pak! Sebelah sini!
Maaf, kami terlambat!
Apa yang kau lakukan?
Apa yang akan terjadi jika aku berbelok dan menabrakmu?
Pergilah!
Itu disengaja atau karena kesalahan?
Pengadilan akan menilai bahwa kau berdiri di jalan.
Namun, jika kau menyewa pengacara mahal sepertiku...
ini akan menjadi pembunuhan yang tak disengaja.
Sampai nanti.
Sampai jumpa lagi!
Bu!
Dasar wanita gila.
Jangan berbicara bahasa Inggris!
- Bukankah kita akan pulang? - Astaga!
Astaga...
Si Ho! Tunggu aku!
Mengapa kau tak menjawab ponselmu?
Apa terjadi sesuatu?
Aku tak tahu kalau ponselku mati.
Aku menelepon tempat les privatmu.
Katanya, kau tak menghadiri kelas matematika.
Aku lelah setelah les Bahasa Inggris, Jadi, ketiduran di warnet.
Kau tahu betapa sulitnya mendaftarkanmu ke kelas itu?
Anak lain belajar lebih keras darimu.
Apa? Warnet? Dengan siapa kau ke sana?
Lupakan saja.
Jangan bersikap terlalu dramatis.
Kau minum alkohol?
Apa maksudmu? Aku mau tidur.
Hei, Si Ho!
Aku sangat lelah!
Si Ho.
Jika terlalu melelahkan, haruskah kita keluar dari beberapa kelas?
Bagaimana?
Catatan Siswa
Dia pindah ke lingkungan ini saat masih SMP, 'kan?
Ya.
Dia sudah ketinggalan sejak dipindahkan kemari.
Jika tertinggal lagi, dia takkan diterima di kampus ternama.
Tidak bisakah suamimu membuat studi lapangan untuknya di rumah sakit?
Haruskah kita bertindak sejauh itu?
Selamat pagi!
Dia masih belum menyesuaikan diri di sekolah.
Guru wali kelasnya bertanya, apakah dia bisa mencoba studi lapangan.
Ya, studi lapangan sangat bagus.
Tanyakan kepadanya apakah dia mau.
Tidak.
Aku harus bertanya kepadamu.
Karena dia akan melakukannya di rumah sakitmu.
Di sini?
Biarkan dia mendapatkan kemudahan karena ayahnya.
Jangan begitu.
Kau membuatku sedih.
Kau bilang akan memberikan perhatian lebih kepadanya.
Anak seusianya tak suka perhatian lebih. Karena itu aku memerhatikan dari jauh.
Apa kau akan terus begini?
Berpura-pura menjadi ayah yang baik?
Siapa yang akan disalahkan jika nilainya buruk?
Baiklah.
Aku akan bicara kepada Si Ho...
Terdakwa merasa keselamatannya terancam...
dan menginjak gas dengan niatan berbelok mengitari korban.
Dia panik, dan tak bisa membelokkan mobil agar tidak menabraknya.
Terdakwa sangat menyesal atas insiden itu...
dan melakukan yang terbaik untuk berdamai dengan keluarga korban.
Tindakan terdakwa bukanlah pembunuhan yang disengaja...
melainkan pembunuhan tidak disengaja karena kesalahan.
Itu Ayah.
- Kaldu beras? - Ya.
Kau mau lebih banyak susu?
Tentang menjadi sukarelawan di rumah sakitku...
kau tak perlu melakukannya, jika tak mau.
Jika menurutmu kau akan bangga pada dirimu sendiri...
Bagaimana menurutmu?
Sejujurnya, kurasa kau tak perlu melakukannya.
Jika kau setuju.
Mengapa?
Aku ingin kau menjadi seseorang yang memiliki integritas tinggi.
Meskipun kau tak masuk ke kampus ternama.
Baiklah, aku takkan melakukannya.
Bagus, itu baru anakku.
Bagaimana aku harus memberi tahu Ibu?
- Selamat pagi. - Halo.
Selamat pagi!
- Selamat pagi. - Selamat datang.
- Lama tak jumpa! - Senang bertemu denganmu.
Tentu saja.
Kita harus berfokus pada seorang gadis bernama Heshani.
Di usia 14 tahun, yang membutuhkan perhatian dan perlindungan...
Heshani harus menghidupi dirinya sendiri di tengah ketidakpedulian keluarganya.
Dia terpaksa mengemis...
tumbuh dalam kegelapan dan kenangan masa kecil yang menakutkan.
Kemiskinan membuatnya lemah...
kebodohan dan pelecehan membuat hidupnya makin kelam.
Maaf.
Heshani membutuhkan perhatian dan cintamu.
...serangan terhadap seorang pria tunawisma.
Kejadian ini hampir terabaikan, tapi CCTV berhasil mengabadikan...
Belakangan, berita ini sedang meledak.
Benarkah?
Dua penyerang sedang diburu. Inilah berita lengkapnya.
Pada pukul 23.45, pasangan muda mulai menyerang seorang pria di jalan.
Bagaimana Si Ho?
Korban berusaha membela diri, tapi serangan itu berlanjut...
Ya, tentu saja.
Dia pasti sudah besar sekarang.
Anak laki-lakiku tak mau mendengarkanku. Anak nakal itu...
Mereka terlihat menyeret pria yang tak sadarkan diri itu ke gang gelap.
- Hati-hati. - Ya.
Diduga para pelaku penyerangan ini berusia antara 17 dan 19 tahun.
Pemilik kamera CCTV melapor ke polisi...
dan pihak kepolisian sedang memburu dua remaja ini.
Inilah berita lengkapnya.
Pada pukul 23.45, pasangan muda mulai menyerang seorang pria di jalan.
Korban berusaha membela diri, tapi serangan itu berlanjut tanpa ampun.
Korban sudah terjatuh ke tanah...
tapi serangan itu berlanjut selama lebih dari 30 menit.
Mereka terlihat menyeret pria yang tak sadarkan diri itu gang gelap.
Diduga para pelaku penyerangan ini berusia antara 17 dan 19 tahun.
Aku sudah pulang.
Pakai pakaianmu.
Ada apa?
Aku melihat sesuatu.
Apa itu?
Ada dua remaja yang memukuli seseorang.
Kau sudah lihat?
Apa maksudmu?
Salah satu remaja di video itu...
mengenakan pakaian yang sama denganmu.
Itu bukan aku.
Ada apa denganmu?
Benar.
Benar.
Itu bukan kau.
Bukan...
Tentu saja bukan...
Masuklah.
Sayang, kenapa kau kemari?
Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Begitukah?
Apa itu?
Aku mengenal seorang gadis, yang sepertinya sedang dalam masalah.
Seorang gadis yang kau kenal? Temanmu?
Bukan.
Dia bukan teman dekatku. Hanya seorang junior yang kukenal.
Prosedur Urusan Hukum
Seni Keluguan
Kepolosan terus berlanjut.
Ayah, rahasiakan pembicaraan kita.
Kau kemari untuk meminta bantuanku?
Ada apa?
Ada masalah serius?
Menurutmu, apakah ini kejahatan?
Bisakah kau menutupinya?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang dia kenakan, saat dia pulang larut?
Pakaian yang ini.
Kenapa?
Ada apa?
Dua remaja menyerang seorang pria tunawisma dengan brutal.
Bagaimana menurutmu?
...kamera CCTV berhasil mengabadikan seluruh kejadiannya.
Pemilik kamera CCTV melapor ke polisi...
dan pihak kepolisian sedang memburu kedua remaja ini.
Inilah berita lengkapnya.
Apa kita punya korek api?
...pasangan muda-mudi mulai menyerang seorang pria di jalanan...
Korban belum sadarkan diri.
Begitu sadarkan diri, tanyai dia tentang ciri-ciri pelaku.
Ya. Selidiki semua SMA yang ada di sekitar area tersebut, dan kabari aku.
Segera.
Baik, terima kasih.
Kita harus memeriksa sinyal ponsel yang melewati gang itu.
Segera dapatkan datanya.
Kita harus segera mendapatkannya.
Baik, Pak.
Pos pelayanan ini buka 24 jam dalam sehari.
Kami mampu mengatasi semua keadaan darurat yang muncul.
Seperti yang kalian ketahui...
fasilitas kami menyediakan layanan Kedokteran Barat dan Timur.
Kami memiliki empat dokter spesialis yang menetap di sini.
Ada apa denganmu? Kenapa kau minum di siang hari?
Jae Gyu.
Ya?
Sekarang aku adalah orang tua. Sepertinya aku mulai paham.
Namun, aku makin tak memahami anakku.
Aku yakin, Ibu merasakan hal yang sama.
Apa kau memahami Si Ho?
Zaman sekarang, anak-anak tak mau terbuka kepada orang tuanya.
Apalagi anak remaja.
Ada video penyerangan yang viral di internet.
Video itu juga masuk berita.
Ada dua remaja menyerang seorang pria tunawisma.
Lantas?
Kurasa, mereka adalah anak-anak kita.
Apa maksudmu?
Hye Yoon dan Si Ho.
Pria tunawisma itu berada di ICU.
Kondisinya sangat parah.
Tunggu...
Apa yang terjadi?
Kau mengalami kecelakaan?
Aku menabrak rusa kecil.
Kau harus ke UGD.
Kenapa malah pulang?
Berita selanjutnya.
Di bawah kolong jembatan berjarak 10 menit dari kantor polisi...
Dua remaja secara brutal menyerang seorang pria tunawisma.
Kejadian ini hampir diabaikan...
Namun, kamera CCTV berhasil mengabadikan seluruh kejadiannya.
Kau sudah tahu.
Tentang apa?
Ini Si Ho dan Hye Yoon, 'kan?
Apa?
Apakah ini mereka? Lihatlah!
Bagaimana mungkin itu Si Ho?
Tidak mungkin.
Dia bilang, itu bukan dia.
Kau sudah bicara dengannya?
Ya, katanya, itu bukan dia.
Bukan?
Kau yakin?
Berita selanjutnya.
Di bawah kolong jembatan berjarak 10 menit dari kantor polisi...
Dua remaja secara brutal menyerang seorang pria tunawisma.
Berhentilah memutar video itu!
Di mana dia sekarang?
Jangan.
Percaya saja kepadanya.
Orang tua harus memercayai anak mereka.
Ini bukan tentang kepercayaan!
Itu bukan dia!
Jangan!
Si Ho, aku perlu berbicara denganmu.
Keluarlah!
Dia bilang, itu bukan dia.
Si Ho.
Itu bukan aku.
Yang Si Ho.
Aku bahkan belum mengajukan pertanyaan.
Aku sudah bicara dengan Ibu.
Bicara tentang apa?
Lihat mataku dan katakanlah!
Ibu akan mendengarmu. Dia sudah bilang bukan!
Jangan ikut campur!
Itu bukan aku.
Lihat mataku dan katakanlah!
Aku sudah memberi tahu Ibu.
Yang Si Ho!
Ini kau atau bukan?
Bukan.
Bukan?
Apa kau yakin?
Dia sudah bilang, bukan.
Kau benar-benar yakin?
Sial, itu bukan aku!
Apa kau sudah gila? Teganya kau memukulnya!
Ini kau atau bukan?
Dia sudah menyangkalnya. Hentikan!
Hye Yoon sudah menceritakan semuanya!
Aku tidak tahu! Itu bukan aku!
Aku bahkan tidak ingat!
Lantas, maksudmu Hye Yoon melakukannya sendirian?
Ya, aku tidak memukulnya!
Gelandangan itu meludahi dan memaki kami lebih dulu!
Kami hendak pergi...
lalu dia memulai perkelahian dengan kami, dan Hye Yoon berusaha mendorongnya.
Aku hanya memukulnya beberapa kali...
Dasar...
Kau biasanya dipukuli. Mengapa sekarang kau memukuli seseorang?
- Ikutlah denganku! Kemarilah! - Sayang, jangan! Jangan!
Ibu...
Kumohon, Sayang.
Jangan pukul dia.
Kumohon, pergilah, Ibu.
Meski terlihat lembut, tapi dia kejam.
Hati-hati.
Baik, kembalilah tidur.
ART kami berusaha keras untuk kalian.
Makanlah yang banyak.
Apakah ini jamuan perayaan ulang tahun?
Entah ini kabar baik atau kabar buruk untuk kita...
tapi korban masih koma.
Bagaimana jika dia sadar?
Kita harus membuat rencana.
Namun, masalah sebenarnya adalah video viral itu.
Siapa yang akan mengenali anak-anak kita?
Kita mengenali karena mereka anak-anak kita.
Entahlah, videonya tidak terlalu jelas...
Hanya wajah Hye Yoon yang terlihat.
Sedangkan Si Ho, hanya terlihat punggungnya.
Apakah itu penting sekarang?
Dari semua hari...
kenapa harus hari ini kita berkumpul untuk makan malam?
Sudah kubilang, kita tak usah datang.
Maafkan aku.
Kau minta maaf?
Kubilang, aku minta maaf.
Kenapa wanita ini harus ikut serta dalam pertemuan keluarga kita?
Yeon Kyung, kenapa kau menyebutnya begitu?
Aku harus mengganti popok.
Lakukan di sini.
Kita sedang makan.
Ji Su, duduklah.
Ada apa?
Berikan kepadanya sekaligus!
Mana mungkin dia menolak jika kau memberinya uang sebanyak itu?
Untuk apa?
Jika mau mendengarkan, dia takkan melakukannya!
Selesaikan saja!
Apa yang polisi ketahui?
Tidak ada laporan saksi...
dan korban belum diidentifikasi.
Hye Yoon bilang, tak ada siapa pun di sekitarnya.
Bagaimana jika mereka menyerahkan diri?
Sayang!
Apakah mereka akan mendapat keringanan?
Mereka harus menyewa pengacara.
Setelah tuntutan diajukan...
penting untuk mengetahui jaksa mana yang akan menangani kasus ini.
Bagaimana jika mereka tidak tertangkap?
Jika pria tunawisma tewas...
Maka anak-anak kita menjadi pembunuh.
Jangan bicara seperti itu!
Aku seorang dokter.
Aku tak mau ada korban yang tewas.
Jae Gyu.
Kau benar-benar ingin...
anak-anak kita menyerahkan diri?
Mereka harus bertanggung jawab.
Bagaimana denganmu?
Apa yang kau inginkan?
Aku...
tak mau mereka diadili.
Itu saja.
Kau ingin menutupi kasus ini?
Kita harus memikirkan masa depan mereka.
Lalu...
bukan hanya mereka yang harus menanggung akibatnya.
Akan muncul masalah jika anak pengacara menjadi pembunuh?
Bersikaplah realistis.
Kau sudah lihat artikel-artikel itu...
dan sentimen publik terhadap orang tua dari kasus seperti ini.
Aku hanya ingin memantau situasi dan perkembangannya...
sebelum membuat keputusan.
Jadi, menunggu korban tewas, dan kasus ini menjadi kejahatan sempurna?
Dia takkan hidup atau mati...
karena kita yang menginginkannya.
Apa kau punya hati nurani?
Di rumah sakit mana korban itu dirawat?
Kenapa?
Aku hanya bertanya.
Aku punya firasat buruk.
Kau ingin mengunjunginya?
Aku bertanya karena merasa tidak berdaya...
mengingat tak ada yang bisa kita lakukan sekarang.
Kenapa kita tak bisa melakukan apa-apa?
Tadi aku berkata begitu.
Tak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu korban...
bagitu pula dengan anak-anak.
Tak ada yang bisa kita lakukan?
Sudah kubilang...
dia takkan berkata begitu jika menjadi seorang ibu sejati!
Tenanglah.
Bagaimana aku bisa tenang? Kau yang ingin mereka menyerahkan diri!
Yeon Kyung.
Kita akan...
menemukan pilihan. Jadi, tenanglah.
Astaga.
Sayang, Sa Rang.
Aku akan masuk.
Bagaimana mungkin seorang ayah tak memihak putranya?
Kau pasti merasa bangga sekali karena merasa paling rasional sekarang.
Jika mengatakan hal seperti itu lagi, langkahi dulu mayatku!
Ketika...
Si Ho dirundung di sekolah...
kau menjadi Tuan Bermoral.
Kenapa kau mengungkitnya!
Jika anak-anak tumbuh seperti yang diinginkan orang tua...
kenapa orang harus pergi ke gereja?
Dia tak tahu betapa khawatir dan kesalnya aku!
Dasar bodoh, bagaimana bisa kau tak memahaminya?
Kau yakin bisa membuatnya bertanggung jawab?
Kau benar-benar akan membiarkannya masuk penjara?
Lantas...
seorang pria bisa saja tewas...
dan kau hanya akan menyuruhnya makan, pergi ke sekolah...
dan hidup seperti tak terjadi apa-apa? Apa itu masuk akal?
Ibu tiri Hye Yoon benar.
Kita tak bisa apa-apa.
Tak bisa apa-apa.
Ikutlah denganku.
Kau mau ke mana?
Masuk.
- Apa? - Masuklah ke dalam mobil!
- Kau mau ke mana? - Kantor polisi.
Ada apa denganmu?
Hentikan! Apa kau gila?
Kau takkan melaporkannya! Menurutmu, kau mampu melakukannya?
Ya.
Kalau begitu, lakukan saja!
Apa yang akan kulakukan jika aku Ibu kandung Hye Yoon?
Di mana aku harus meletakkannya?
Aku bertanya-tanya...
aku sangat mengkhawatirkan Hye Yoon...
atau mengkhawatirkan dirimu, Sa Rang, dan aku.
Pernahkah kau...
secara terbuka bicara dengannya?
Ini masalah mereka, tapi kita bahkan tidak penasaran...
tentang apa yang mereka pikirkan.
Mengapa kau menghela napas?
Tidak apa-apa.
Apa yang akan kau lakukan dengannya?
Jika kau menyebut-nyebut ingin melaporkannya lagi...
aku akan membunuhmu.
Kau menyelamatkan begitu banyak anak kecil.
Kita melakukan begitu banyak perbuatan baik!
Kita pantas mendapatkannya.
Bukan begitu?
Ini.
Ha Yul, apa kau meminum semua obatmu?
Na Rae, Kim Na Rae.
Ya, Na Rae.
Ya, dia meminum semua obatnya.
Kami akan terus memantaunya.
Dokter, apa obat-obatan baru ini memiliki efek samping?
Apa ada keluhan?
Kau tak menjelaskan efek obat-obatan ini dengan benar kepada wali?
Aku sudah menjelaskannya.
Lantas, mengapa dia menanyakannya?
Entahlah, aku akan menjelaskannya kepada...
Itu karena kau tak melakukannya dengan benar sejak awal.
Maafkan aku.
Na Rae terbangun tiga kali semalam. Jadi, kukira itu karena obat-obatannya.
Ternyata tidak.
Dokter.
Ini...
Sapu tanganmu.
Ya.
Aku akan menjelaskannya nanti. Maaf.
Halo.
Kau mengadukan aku, ya?
Kau yang mengadu terlebih dulu.
Kenapa nada bicaramu seperti itu? Kau menjadi menyebalkan sekarang?
Lantas, mengapa kau harus memberi tahu Paman?
Video itu menjadi viral, aku harus melakukan sesuatu.
Kubilang kepadanya kalau itu kasus seorang teman...
dan kau malah mengatakan yang sebenarnya.
Kau berbohong bahwa aku yang memukulinya, dan kau hanya berusaha menghentikannya.
Itulah kebenarannya. Kau tiba-tiba menggila.
Aku kena masalah karena kau.
Apa yang ayahmu katakan?
Dia mengamuk, dan menyeretku ke kantor polisi.
Ke kantor polisi? Kau?
Ya.
Ibu menangis.
Itu memalukan.
Sial, Paman sangat marah.
Kalau diterima, aku akan pergi ke gerejaku, mau ikut?
Aku akan kembali ke kapelku.
Ya, pemikiran yang bagus.
Jadilah relawan di sana, seperti ayahmu.
Bagaimanapun, kau melakukannya dengan baik.
Tidak sama sekali, kau yang membereskan semuanya.
Kunjungi korban di rumah sakit sesegera mungkin.
Apa aku harus pergi ke sana?
Akan lebih mudah berdamai jika kau menunjukkan rasa bersalahmu.
Itu juga akan menguntungkan di masa-masa persidangan.
Sial.
Aku mempekerjakanmu untuk mengurus hal ini untukku.
Kami membayarmu cukup mahal.
Aku sudah memberi tahu ayah.
Beri mereka uang damai yang banyak.
Anak itu membuatku merasa tidak enak.
Semoga beruntung.
Hye Yoon.
Akhir-akhir ini sulit, ya?
Apanya?
Apa semuanya baik-baik saja?
Apa yang kau khawatirkan?
Menyebalkan sekali.
Apa yang terjadi?
Kau tak masalah dengan semua ini?
Dia terlihat tidak peduli.
Bagaimana mungkin?
Dia takut.
Itu sebabnya dia datang kepadaku.
Jika kita menutupinya seolah-olah tak ada yang terjadi...
apakah ini semua akan menghilang begitu saja?
Apa itu benar-benar yang terbaik untuknya?
Sayang, dia...
mulai membuatku takut.
Hai, Sayang.
Ayah! Aku diterima.
Aku diterima. Aku sangat senang!
Kau diterima?
Ya, aku baru saja memeriksa surelnya. Ini luar biasa.
Selamat, kerja bagus.
Kau pernah berjanji akan membelikanku sesuatu.
Saat kau pulang...
- Hye Yoon. - Ya?
Dia tewas.
Siapa?
Pria tunawisma itu.
Lantas, bukankah ini sudah berakhir?
Ada telepon dari temanku. Aku akan meneleponmu lagi nanti.
Ya. Bicaralah.
Baik.
Kotor sekali.
- Ayo, ganti baju. - Tidak!
Astaga.
- Tidak mau! - Ibu, bajunya sudah bau.
- Baunya sudah ke mana-mana. - Tidak.
Aku tidak mau pergi!
Kau kuat sekali.
Ayo...
Ya, ada apa?
Lepaskan.
Baik.
Ibu sudah ganti baju.
Astaga.
Kau terlihat sangat segar dan cantik.
Bau sekali.
- Kau akan merasa lebih baik. - Tentu saja.
Bau.
Kode biru, lantai empat, Bangsal Pediatri.
- Gagal jantung! - Berapa lama sejak CPR?
Dua menit, Dokter.
Minggir.
- Pompa terus kantong ambu-nya. - Baik, Dokter.
Pasang EKG.
Bagus, ada denyut!
Bersiap untuk operasi.
Berikan plasternya!
Plaster!
Pasien dari kasus yang kau kerjakan.
Operasi berjalan lancar...
dan dia masih hidup.
Itu bagus.
Kerja bagus.
Aku harus pergi.
Bagus!
Bagus sekali.
Si Ho.
Jujur aku takut...
kau tak memahami apa yang telah kau lakukan.
Kau pikir aku bodoh?
Bagaimana mungkin aku tak tahu?
Jadi, mengapa kau menyembunyikannya?
Dia yang memintanya.
Dia bilang, takkan ada yang mengenali kami.
Jangan beri tahu aku apa yang dia katakan.
Katakan kepadaku apa yang kau pikirkan.
Aku takut, sungguh.
Aku tak tahu dia akan mati.
Aku bahkan tak memukulnya terlalu keras.
Aku pernah dipukuli lebih keras lagi.
Aku tidak mati...
Aku dipukul jauh lebih keras oleh perundungku.
Ayah.
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Apa aku harus menyerahkan diri saja?
Apa aku akan dipenjara?
Kau akan sangat malu...
jika aku harus berakhir di sana.
Orang sepertiku lebih baik mati.
Dasar anak nakal.
Si Ho.
Mengapa aku harus malu?
Aku selalu ada di pihakmu.
Aku tidak pernah meragu bahwa kau akan berakhir dengan baik.
Mulai sekarang...
kau harus menjadi anak baik.
Si Ho.
Kau mengerti?
Ya, Ayah.
Aku akan menjadi anak baik.
Aku akan belajar keras...
dan menjadi dokter yang baik sepertimu.
Serta melakukan perbuatan baik.
Ya.
Ayo.
Ayah.
Hai, Paman.
Hei, Si Ho.
Si Ho.
Terima kasih telah melindungi kami.
Minta ART untuk membuatkan makan malam.
Baik.
Ayah, lihat ini.
Ini dia!
Kau berjanji akan membelikanku mobil jika aku diterima.
Bagaimana dengan ini?
Selamat datang.
Kau belum bersiap-siap?
Kurasa, aku takkan pergi.
Kenapa?
Entahlah.
Ikutlah.
Ini masalah keluarga.
Baiklah.
Aku akan bersiap-siap.
Suara Telah Terdeteksi
- Tenanglah. - Sa Rang!
- Benarkah? - Dia tersenyum, lihat!
Ternyata, harapan hidup orang Korea adalah 84 tahun.
Namun, pria tunawisma itu hanya 46 tahun.
Selamat menikmati.
Selamat atas penerimaan Hye Yoon.
Selamat.
Ibu akan pindah awal bulan depan?
Maksudku, masuk panti jompo.
Katanya, akan lebih baik jika dia pindah saat masih mampu berjalan sendiri.
Jadi, dia dapat berpartisipasi dalam kelas dan kegiatan.
Aku bicara dengan seorang jaksa penuntut yang kukenal.
Untuk apa?
Aku ingin mendengar pendapatnya.
Pendapat apa?
Insiden anak-anak kita.
Bukankah itu semua sudah berakhir?
Satu-satunya yang berakhir adalah kehidupan pria itu.
Apa maksudmu?
Apa ada masalah?
Apa yang dia katakan?
Mereka akan didakwa atas pelanggaran.
Didakwa?
Aku pikir...
ini sudah berakhir.
Ketika pertama kali kau bersikeras akan melaporkannya...
aku bertanya-tanya, bagaimana orang tua bisa bertindak seperti itu.
Namun, setelah memikirkannya, kasus ini tak boleh ditutupi.
Kau menyuruhku untuk tak menjadi orang munafik.
Kenapa kau berubah?
Apa kau mulai merasa bersalah?
Aku mengalami konflik batin, setelah mengobrol dengan jaksa penuntut.
Namun, aku berubah pikiran.
Aku akhirnya menyadari apa yang harus kulakukan.
Apa yang ingin kau katakan? Katakan saja!
Aku akan membujuk Hye Yoon untuk menyerahkan diri.
Lalu...
aku takkan ikut campur.
Yang benar saja.
Apa kau tiba-tiba menjadi agen keadilan?
Jae Wan...
kau tak bersungguh-sungguh, 'kan?
Si Ho sangat menyesal.
Masalah ini sudah selesai. Bagaimana kau bisa memutuskannya sendiri?
Seseorang terbunuh.
Namun, kita membiarkannya begitu saja?
Apakah ini benar-benar yang terbaik untuk anak-anak kita?
Aku muak dengan kalian berdua!
Kalian bergantian membuatku gila!
Ini juga sulit bagi kami.
Jangan ikut campur!
Jika ibu Hye Yoon masih hidup...
dia akan segera menyerahkannya ke kantor polisi.
Istriku merasakan hal yang sama.
Tak seorang pun di dunia ini...
mengetahui keberadaan pria tunawisma ini.
Dia bisa membeku sampai mati musim dingin ini.
Kau ingin merusak kehidupan Si Ho demi orang seperti itu?
Itulah yang dikatakan anak-anak.
Semua anak-anak seusia mereka seperti itu!
Mereka naif dan ketakutan!
Mereka tidak benar-benar berniat membunuh seseorang.
Dia tersenyum, lihat!
Ternyata, harapan hidup orang Korea adalah 84 tahun.
Namun, pria tunawisma itu hanya 46 tahun. Itulah nasib mereka.
Lalu...
Dia bukan mati karena kita, tapi karena penyebab alami.
Yang benar saja, semuanya sudah berakhir.
Bagaimana dengan ayahmu?
Aku menangis dan berkata ingin menjadi seperti dia.
Dia menyuruhku untuk mulai menjadi anak baik.
Sial.
Kau mau menontonnya lagi?
Putar videonya.
Sa Rang, mau menontonnya juga?
Aku senang sekali setiap kali menontonnya.
- Sa Rang, ini kakakmu. - Jangan berlebihan.
Jika hanya kau yang memukulinya, dia takkan tewas.
Aku memberinya tendangan lutut dengan sangat kencang!
Bagaimana dia bisa tak langsung tewas setelah dipukuli seperti itu?
Kau lihat? Pukulan tepat di kepalanya.
Aku senang sekali dia akhirnya tewas. Aku menyelamatkanmu.
Tutup mulutmu.
Harusnya kupukul lebih keras.
Tendangan itu payah!
Itu seranganku!
Sial!
Lucu sekali.
Mereka mengatakan hal-hal seperti itu untuk bersenang-senang.
Kau terlalu serius menanggapinya.
Mereka hanya anak-anak!
Tidak, anak-anak kita...
mengeksploitasi fakta bahwa mereka masih di bawah umur.
Jadi, kau akan menyelesaikannya lewat jalur hukum?
Mereka harus dimintai pertanggungjawaban. Kau yang bilang begitu.
Kau pikir, kau bisa hidup dengan Hye Yoon setelah melaporkannya?
Jadi, harus ditutup-tutupi selamanya demi keharmonisan keluarga?
Apa aku bisa menatap mata Hye Yoon?
Jae Wan, kau terlalu kejam.
Dia sudah memaafkan perundungnya, tapi harus membayar kejahatannya?
Dia bisa menjalani hidupnya dengan penuh penyesalan!
Ada yang namanya penjara di hati kita!
Jae Wan, kau mau damai, 'kan?
Perdamaian dengan seorang pasien di rumah sakitku.
Aku akan meyakinkan ibunya. Percayalah kepadaku, ya!
Kau ingin membuat kesepakatan?
Aku tidak pernah meminta apa pun darimu.
Aku akan meyakinkan ibunya!
Aku akan membuatnya setuju.
Bodoh, itu bukan apa-apa.
Jadi, kau membuang hati nuranimu dengan sia-sia?
Kau membebaskan penjahat, tapi kau mau melaporkan anakmu sendiri?
Jae Wan.
Si Ho...
adalah anak yang lemah.
Dia dilahirkan lemah.
Tubuh dan pikirannya lemah.
Aku tak menyadarinya sebelum kejadian ini.
Namun, apa yang bisa kulakukan?
Dia tetap saja anakku.
Dia layak mendapat kesempatan kedua!
Bagaimana jika kesempatan kedua ini...
membuatnya terus hidup seperti ini?
Kau tak berhak menghakimi anakku!
Kau tak berhak!
Ini bisa menjadi waktu yang baik...
untuk memperbaiki anak-anak kita.
Mereka harus menebus kejahatan mereka...
setidaknya, supaya bisa hidup dengan lebih manusiawi.
Hentikan omong kosongmu!
Kau takkan melaporkan mereka, 'kan?
Kau hanya ingin membuatku kesal!
Jae Gyu.
Kita tinggal di bawah satu atap selama lebih dari 20 tahun.
Kau sungguh berpikir, aku akan membohongimu?
Jika melaporkannya, kau akan mati.
Dia anakku! Kau tak berhak melakukannya!
Besok pagi...
aku akan ke kantor polisi bersama Hye Yoon.
Jae Gyu.
Ikutlah bersamaku.
Jangan sentuh anakku!
Jika kau menyentuhnya, aku akan membunuhmu.
Maafkan aku.
Bisakah kau membereskannya...
dan mengeluarkan hidangan baru?
Baik, Pak.
Sayang.
Ayo, pergi.
Begitukah?
Ponselku.
Aku akan mengambilnya.
Tidak, aku saja.
Tetaplah di dalam mobil.
Maaf. Kami mengeluarkan mobilmu.
Kau punya rokok?
Ya, sebentar.
Sebentar.
Tidak apa-apa.
Keluarga Normal
Itu bagus, jangan bergerak.
- Bisakah para wanita maju sedikit? - Baik.
Lihat ekspresi satu sama lain.
Apa?
Semuanya siap?
Anak Kedua, santai sedikit.
Baik.
Anak Pertama, turunkan dagumu sedikit. Apa kau sedang ada masalah di rumah?
Pasang wajah bahagia. Itu bagus.
Satu, dua!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.