Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
♪ Pernah melalui hujan dan badai ♪
♪ Pernah melihat pasang dan surut ♪
♪ Kau tetap begitu tenang ♪
♪ Seperti anak kecil yang memandang bintang ♪
♪ Aku pernah membaca matamu ♪
♪ Hingga baru memahamimu dalam sekejap ♪
♪ Di dunia kotor ini aku tidak tega membiarkan ♪
♪ Kau memperjuangkan kemanusiaan seorang diri ♪
♪ Takdir mempertemukan kita ♪
♪ Mungkin untuk membuatmu percaya ♪
♪ Bahwa semua keraguanmu dulu ♪
♪ Bisa kubuktikan ♪
♪ Kuputuskan ♪
♪ Berani keras kepala hanya untuk dirimu ♪
♪ Tidak takut meski dunia benar dan menganggapku salah ♪
♪ Suatu hari nanti semua ini akan menjadi kenangan ♪
♪ Semua rintangan akan menjadi pemandangan kehidupan ♪
♪ Berani keras kepala hanya untuk dirimu ♪
♪ Tidak takut meski dunia benar dan menganggapku salah ♪
♪ Meski pada akhirnya semua orang menjadi musuhku ♪
♪ Aku tidak akan menyesal pernah sepenuh hati ♪
♪ Mencintaimu ♪
♪ Membujukmu ♪
♪ Menemanimu ♪
♪ Aku pernah mencintai kekeraskepalaanmu ♪
[Sulit Dibujuk]
[Diadaptasi dari novel berjudul "The First Frost" karya Zhu Yi]
[Kelas tiga SMP Beiyu]
Maaf,
sepertinya aku lupa mengisi ulang.
Aku akan mencari uang receh.
Terima kasih.
Bagaimana kalau kita bertukar kontak?
Nanti aku transfer uangnya padamu.
Tidak apa-apa, tidak perlu.
[EP28] [Kesempatan kelahiran kembali]
[Hari ke-4.055]
Nona Zeng.
Kabarnya ini
dilaporkan oleh menantu keponakan tersangka.
Aku akan coba.
Aku yang coba.
Baiklah.
Pergilah.
Zeng Yi,
aku Wen Yifan,
sepupu Wen Ming.
Aku sudah memahami sedikit
tentang masalahmu.
Aku pernah mengalami hal
yang sama sepertimu.
Saat itu aku menariknya
dan melompat dari balkon bersama.
Saat melompat, aku berpikir
lebih baik mati saja.
Namun, kemudian aku merasa
tidak pantas mati bersama orang
seperti dia.
Saat itu aku takut tidur setiap malam,
saat menutup mata, wajah orang itu muncul semua.
Perasaan ini
sangat kutahu.
Saat itu aku masih kecil,
aku hanya bisa menangis setiap hari,
menangis sepanjang malam.
Kemudian, karena terlalu sakit,
aku perlahan-lahan mulai menjadi diam,
sampai akhirnya aku tidak bisa menangis lagi.
Mengapa kita harus menerima luka seperti ini?
Mengapa?
Bisakah kau menceritakan
apa yang terjadi malam itu?
Paman.
Hari ini pulang cukup awal, ya?
Iya.
Mana Ming?
Dia hari ini ada acara makan malam dengan teman sekelasnya.
Dia akan segera kembali.
Aku kembali ke kamar dulu.
Kau ganti sabun mandi?
Aromanya wangi sekali.
Paman, kau mau apa?
Kau mau apa, Paman?
Minggir.
Lepaskan aku.
Tolong.
Paman.
Kau tidak takut masuk penjara?
Sejak menikah dengan keluarga mereka,
aku merasa
tatapan Che Xingde aneh.
Aku juga pernah mendengar Wen Ming
menyebutkan tentangmu.
Karena rumah itu
dibeli sebagian besar
oleh Che Xingde,
seluruh keluarga mereka menahan diri,
dan menyuruhku untuk terus menahan diri,
menyuruhku untuk lebih berhati-hati.
Kenapa tidak tutup pintu?
Siapa?
Katakan sekali lagi.
Katakan sekali lagi.
Lepaskan tanganmu.
Lepaskan tanganmu.
Dengar tidak?
Lepaskan tanganmu.
Katakan.
Lepaskan tanganmu.
Lepaskan tanganmu.
Ibu.
Ibu, dia mau membunuhku.
Tidak apa-apa.
- Tenang. - Lapor polisi.
- Ibu. - Biar Ibu lihat.
Ibu.
Ibu, lapor polisi.
Tidak apa-apa.
Aku tahu.
Dia selalu seperti ini setelah minum,
mengamuk.
- Mengamuk. - Aku pergi dulu.
Kau berani mengamuk.
Sudah.
Ibu sudah tahu.
Ibu sudah tahu.
Tidak apa-apa.
Kita bahas di luar.
Kita bahas di luar.
Berani kau mengamuk lagi.
Berani kau minum lagi.
Ayo.
Tenangkan dirimu.
Tidak apa-apa.
Mari.
Duduk dulu.
Duduk dulu.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Dengar tidak?
Dengar kata Ibu.
Hal ini
jangan sampai lapor polisi.
Jika melapor ke polisi,
semua orang akan tahu tentang ini,
yang palsu akan menjadi kenyataan.
Lalu...
Lalu bagaimana dia akan menjalani hidup di masa depan?
Benar bukan?
Kukatakan padamu.
Pamanmu...
Pamanmu selalu seperti itu setelah minum,
mengamuk.
Aku pasti akan
membantumu
dalam masalah ini.
Jangan khawatir.
Ibu akan melindungimu.
Aku akan membantumu memberi pelajaran pada pamanmu.
Jangan marah lagi,
Kak.
Apakah kau gila?
Dia siapa?
Dia istrinya Ming.
Dia menantuku.
Kau mengganggu orang lain, aku tidak peduli,
tetapi sekarang...
Sekarang kau
mengganggu menantuku,
apa kau sudah gila?
Belum terjadi apa-apa.
Belum terjadi apa-apa?
Jika aku tidak masuk tadi,
kau hampir mencekiknya sampai mati.
Dia yang menggodaku duluan.
Masih bilang dia yang menggodamu?
Apa kau lupa,
dulu kau juga bilang putri keluarga Guo
di sebelah yang menggodamu?
Kau paling tahu
apa yang sebenarnya terjadi.
Bagaimana?
Kau mau mencekik orang lagi, 'kan?
Kau mau mencekik mati orang lagi?
Kak, jangan bertele-tele,
kau berisik sekali.
Kau...
Sekarang kau bilang aku berisik?
Dulu, waktu aku membantumu mengubur orang,
kau tidak bilang aku berisik.
Apa kau masih punya hati nurani?
Kak.
Jangan marah lagi.
Aku sudah bersalah.
Kujamin padamu
tidak akan berani lagi.
Tidak akan berani lagi.
Oke?
Aku bilang padamu,
anggap saja kejadian hari ini tidak pernah terjadi,
bilang saja kau terlalu banyak minum,
dengar tidak?
Bukannya aku memang terlalu banyak minum?
- Kau... - Kau ini.
Saat itu, ketika aku tahu Che Xingde
membunuh orang karena ini,
aku sangat ketakutan sampai hampir menjatuhkan ponselku.
Namun, suara hati memberitahuku
bahwa aku harus tetap tenang,
pergi melapor ke polisi,
kalau tidak, orang berikutnya yang mati adalah aku.
Kau sangat berani.
Baiklah,
aku tidak akan meneteskan air mata untuk sampah seperti itu.
Setelah berbicara denganmu,
aku merasa jauh lebih baik.
Aku tidak takut terluka,
aku ingin kebenaran
diungkapkan ke publik.
Tentu saja akan,
kita bukan korban.
Kita semua adalah orang yang berani melindungi diri kita sendiri.
Kak,
Bu Qian bilang
kita harus segera pergi.
Kalau begitu, aku akan bersiap-siap dulu.
Terima kasih untuk hari ini,
hubungi kami kapan saja jika ada apa-apa.
Ciri-ciri korban ini
cocok dengan data orang hilang Guo Ling.
Dia dibunuh saat bersekolah di SMP Beiyu.
Guo Ling?
Apa kau masih ingat aku?
Aku akan memberimu uang ongkos tadi sebentar lagi,
kita sepertinya tinggal tidak jauh.
Tidak apa-apa, tidak perlu.
Kalau begitu, terima kasih.
Oh, ya.
Namaku Wen Yifan,
siapa namamu?
Namaku Guo Ling.
Aku baru pindah ke SMP Beiyu.
Aku dari kelas 4,
kau kelas berapa?
Aku dari kelas 8.
Kelas 8
adalah kelas unggulan,
pasti nilaimu bagus.
[Sang Yan] Telepon aku setelah selesai bekerja.
Sudah pulang kerja?
Di mana?
Hotel?
Aku cari penginapan.
Apakah kau mengantuk?
Lumayan.
Sang Yan.
Ada sedikit masalah dengan Che Xingde.
Dia adalah tersangka
dalam kasus pembunuhan ini,
dan masih buron.
Aku...
Mungkin aku terlalu banyak berpikir,
tetapi aku takut dia akan mencarimu.
Berhati-hatilah saat keluar rumah baru-baru ini,
mengerti?
Apa perjalananmu ke Beiyu kali ini
untuk masalah ini?
Kenapa kau selalu
mengkhawatirkan pria dewasa sepertiku?
Wen Shuangjiang.
Kau sendiri yang harus berhati-hati.
Dan
isi
perekam suara itu,
ingatlah untuk mendengarkannya.
Dengan kau yang asli di sini,
kenapa aku harus mendengarkan perekam suara?
Beberapa kata terasa terlalu sentimental
jika diucapkan secara langsung.
Oh, ya.
Hari ini aku
bertemu
dengan seorang bibi polisi wanita yang kukenal sebelumnya.
Bukankah aku pernah melapor ke polisi saat itu?
Kemudian, setelah pindah dari rumah pamanku,
Bibi ini menampungku untuk sementara waktu.
Aku cukup senang
dan terharu melihatnya hari ini.
Dia sangat baik padaku,
putrinya, Chen Xi, juga sangat baik padaku.
Kalau begitu, lain kali kita punya kesempatan,
mari kita kunjungi dia bersama.
Baik.
Bagaimana kalau saat di pernikahannya?
Kita pergi bersama.
Aku melihat di Momen WeChat-nya,
pacarnya seharusnya melamarnya.
Namun, aku tidak tahu kapan tanggal pastinya.
Nanti kita lihat apakah kau ada waktu.
Wen Shuangjiang,
apakah kau sedang mengisyaratkan sesuatu?
Apa?
Bukankah ulang tahunmu akan segera tiba?
Ingatlah untuk membuat
permohonanmu dengan baik tahun ini.
Seperti biasa,
aku akan
membantumu mewujudkannya.
Kalau begitu, aku tutup telepon dulu.
Baiklah.
Jika kau mengantuk, istirahatlah lebih awal.
Selamat malam.
Sudah datang.
Paman Guo.
Siapa yang kau cari?
Aku temannya Guo Ling.
Aku ingin datang melihatnya.
Masuklah.
Aku reporter dari Stasiun TV Nanwu,
tetapi Anda tenang saja,
aku tidak akan mewawancarai Anda.
Silakan duduk.
Ibunya Ling meninggal dunia
saat dia berusia tiga tahun.
Aku biasanya sibuk berjualan di warung,
dari pagi buta sampai larut malam,
jarang mengurusnya.
Anak ini
selalu sangat penurut,
berkepribadian tertutup,
selalu bersembunyi di kamar
menulis sesuatu,
tetapi aku selalu tidak mendukungnya,
selalu merasa apa yang dia tulis itu
tentang angin dan bulan,
tidak realistis sama sekali.
Malam kejadian,
aku bertengkar dengannya.
Itu pertama kalinya dia membantah aku,
tidak menyangka
itu juga yang terakhir kalinya.
Ling,
apa yang kau lakukan duduk bengong di sana?
Tidak bantu Ayah
bereskan barang-barang untuk jualan besok?
Ayah,
lihatlah apa yang aku tulis,
aku sangat suka menulis.
Aku ingin mengirimkan tulisan ini.
Aku tidak mau lihat.
Siapa yang mau lihat
tulisan omong kosongmu itu?
Ayah, jangan bilang begitu.
Impianku adalah
menjadi penulis novel laris di masa depan.
Aku juga punya impian.
Impianku adalah
mencari cara untuk menghasilkan uang,
mengisi perut kita berdua.
Kalau begitu, kau keluar berjualan,
aku tidak mungkin ikut berjualan denganmu
seumur hidup.
Aku punya hal yang ingin kulakukan sendiri.
Kenapa dengan aku berjualan?
Aku berjualan buat kau malu?
Aku juga bisa menghasilkan uang dengan menulis novel.
Dengan kemampuanmu itu?
Bisa hasilkan uang?
Sini, aku lihat.
Mana uangnya?
Mana uangnya?
Kalau tidak bantu, tidur saja.
Dasar.
Aku tidak menyangka
dia tidak pernah kembali
setelah mengatakan itu.
Selama bertahun-tahun ini,
aku selalu mengira dia marah pada aku
dan bersembunyi di luar untuk menulis,
tidak mau kembali menemui aku.
Menurutmu...
Menurutmu kalau dulu,
aku lebih memperhatikannya saat itu,
dia tidak akan lari keluar,
sekarang mungkin dia
benar-benar bisa
menulis sesuatu yang hebat,
menjadi penulis novel yang selalu dia impikan.
Aku seharusnya menjadi ayah yang bisa dia andalkan,
tetapi...
Akulah yang menyebabkan dia bertemu dengan binatang itu.
Aku pantas mati.
Aku pantas mati.
Paman.
Ini bukan salahmu.
Tenangkan dirimu.
Hanya karena dia tetangga,
putri aku tidak waspada.
Anda tenang saja.
Setelah putusan, aku pasti akan melapor dengan jujur.
Semoga tidak ada yang mengalami
kejadian serupa.
Terima kasih.
Terima kasih.
Halo.
Bagaimana?
Che Xingde masih buron,
tetapi Che Yanqin
seharusnya sudah ditahan.
Apakah kau sudah kembali ke Nanwu?
Kapan kau kembali?
Aku bersiap untuk kembali,
tetapi aku baru saja mendapat telepon
yang memintaku pergi ke Biro Keamanan Publik
untuk membantu penyelidikan.
Oh, ya.
Che Xingde
mungkin sudah kembali ke Nanwu.
Kau harus hati-hati saat keluar,
mengerti?
Kau yang harus hati-hati.
Aku akan menunggumu pulang.
[Teh]
Kau lihat itu?
Kakak.
Data sudah kukirimkan.
Aku pergi dulu.
Baiklah, hati-hati.
Sampai jumpa.
Aku pulang dulu, Kak Yifan.
Kau tinggal menukar
posisi mereka berdua saja.
Lihat, sangat sederhana,
mengerti?
Baiklah, cepat pulang kerja.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Yifan,
kenapa
berita tentang kerabatmu
tidak dilaporkan?
Polisi masih dalam tahap penyelidikan,
tunggu saja hasil pastinya.
Semoga penjahat itu
segera diadili.
Aku juga berharap begitu.
Baiklah,
aku pergi dulu.
Kau juga cepat pulang.
Hati-hati.
[Sang Yan] Beri tahu aku setelah lembur,
aku akan menjemputmu.
[Wen Yifan] Baiklah, pukul 20:30, ya.
Jika aku tidak bisa bertahan hidup,
di mana pun kau berada,
aku pasti bisa menemukanmu.
Kondisiku tidak bagus hari ini,
sebaiknya aku pulang dulu.
Saturasi keseluruhan ini
turunkan sedikit.
Lalu, kedua karakter ini
- Sang Yan. - diperbesar.
Pergi tidak?
Ini...
Pergi ke Lembur sebentar.
Tidak pergi.
Benar.
Masukkan ini.
Baiklah.
Apakah ini perlu diubah?
Sobat,
kenapa kau tidak pergi lagi?
Akhir-akhir ini aku harus menjemput pacarku pulang kerja.
Kalian berdua
seperti pengantin baru,
benar bukan?
Kapan-kapan
kita makan hotpot bersama,
sudah lama tidak berkumpul.
Dengan siapa?
Berdua-duaan.
Baiklah.
Tunggu sebentar.
Aku sudah selesai di sini.
Jemput aku sekarang.
[Baik]
Che Xingde masih buron,
tetapi Che Yanqin
seharusnya sudah ditahan.
Oh, ya,
Che Xingde
mungkin sudah kembali ke Nanwu.
Halo, aku ingin melapor.
Aku melihat tersangka Che Xingde
di pintu masuk lobi Stasiun TV Nanwu.
Benar.
Dia terus
menggangguku.
Untungnya mereka pulang lebih awal.
Kenapa kau datang ke sini?
Bukan urusanmu.
Lepaskan aku.
Lepaskan.
Sudah lelah kabur selama ini, ya?
Kenapa tidak makan nasi penjara dengan tenang?
Kenapa kau tidak makan sendiri?
Kenapa tidak angkat telepon?
Halo.
Halo.
Kau siapa?
Aku baru saja menemukan ponsel ini.
Pemilik ponsel ini
baru saja berkelahi dengan seseorang dan ditikam.
Apa?
Kalian di mana?
Di sini.
Aku di sini.
Ini...
Apa kau yang meneleponku tadi?
Iya.
Di mana dia sekarang?
Baru saja dibawa ke rumah sakit.
Apakah kau pacarnya?
Apa yang terluka namanya Sang Yan?
Aku tidak tahu.
Aku hanya melihat orangnya tinggi dan kurus,
tangannya penuh darah,
perutnya juga teriris,
darahnya terus mengalir,
banyak sekali darah.
Apa ambulans mengatakan sesuatu?
Dia seharusnya dibawa
ke Rumah Sakit Pusat Kota Nanwu.
Terima kasih.
Ponselnya.
Terima kasih.
Cepat pergi.
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Aku mencintaimu.
Sangat mencintaimu.
Mengerti?
Bisakah lebih cepat sedikit?
Lihatlah.
Ada begitu banyak mobil.
Nona, kau baik-baik saja?
Wen Shuangjiang.
Hati-hati saat bekerja.
Kekasihmu
menyuruhmu pulang dengan selamat.
Wen Shuangjiang.
Hati-hati saat bekerja.
Kekasihmu
menyuruhmu pulang dengan selamat.
Pak.
Apakah ada jalan lain untuk memutar?
Tidak ada.
Entah kenapa hari ini
macet sekali.
Anda tolong menepi.
[Kontak Tidak Dikenal]
Halo.
Apakah itu kau, Sang Yan?
Wen Shuangjiang.
Kau tidak apa-apa, 'kan? Kau terluka di mana?
Aku baik-baik saja.
Hanya luka kecil di tangan.
Masih bilang baik-baik saja?
Aku melihat banyak darah.
Kemungkinan besar itu darah Che Xingde.
Aku benar-benar baik-baik saja,
jangan terlalu khawatir.
Aku sudah bilang aku baik-baik saja.
Aku akan pulang sendiri nanti,
aku mungkin masih harus membuat beberapa pernyataan di sini,
butuh sedikit waktu.
Kau di mana sekarang? Aku akan mencarimu.
Aku
di UGD Rumah Sakit Kota.
Baik.
Halo.
Terima kasih.
Baik, Tuan Sang.
Kalau begitu, setelah lukamu selesai diobati,
kami akan datang dan menanyakan situasinya.
Baik, terima kasih.
Halo.
Apakah ada...
Apakah ada pasien bernama Sang Yan?
Di sana.
Terima kasih.
Tidak apa-apa.
Selain delapan jahitan di telapak tangan,
luka di perutmu baik-baik saja, 'kan?
Sudah baik-baik saja.
Kalau begitu, sampai di sini dulu.
Nanti jika ada perkembangan baru,
hubungi kami untuk informasi tambahan.
Baik, terima kasih atas kerja kerasnya.
Luka kecil?
Delapan jahitan?
Kau
tidak peduli padaku saja sudah cukup,
kenapa masih marah padaku?
Kenapa kau pergi menangkapnya?
Ada apa?
Aku buat salah?
Kenapa kau
tidak langsung melapor saja ke polisi saat melihatnya?
Bagaimana jika dia kabur?
Hanya kau yang bisa berani?
Ada apa ini?
Aku tidak suka kau seperti ini,
bisakah kau tidak ikut campur dalam masalah ini?
Bisakah kau tidak membuatku menyesal memberitahumu?
Bisakah kau bekerja
dengan baik setiap hari,
pulang dengan selamat?
Aku sudah tidak peduli dengan semua ini,
meskipun aku ingin Che Xingde
dipenjara seumur hidup,
semua pikiran itu
tidak sebanding dengan sedikit pun dirimu.
Kenapa kau tidak senang?
Che Xingde sudah ditangkap,
bibimu juga sudah menerima akibatnya,
gadis itu juga bisa mendapatkan keadilan.
Ada lagi.
Kali ini,
aku melindungimu.
Aku sebenarnya sangat peduli,
aku sangat peduli.
Saat itu aku bilang
tidak akan mengganggumu lagi,
aku berpikir,
kenapa aku, seorang pria dewasa,
begitu menjaga harga diri?
Hanya masalah kecil ini,
kenapa aku berdebat denganmu selama bertahun-tahun?
Saat itu, di usia muda dan penuh semangat,
mencintai seseorang,
bisa mencurahkan segalanya untukmu,
bisa menundukkan kepala berulang kali untukmu,
tetapi...
Namun, juga mudah dikalahkan
oleh kata-katamu.
Saat itu aku berpikir,
aku tidak ingin
memasuki duniamu lagi seumur hidupku,
tetapi aku tahu aku tidak bisa melakukannya.
Padahal aku tahu hanya bisa menunggu tanpa harapan,
aku tetap melakukannya demi harga diri,
demi membuktikan diriku,
aku hanya ingin...
Aku tidak akan pernah
menjadi pihak yang proaktif lagi,
tetapi aku menyesal.
Aku menyesal kenapa selama dua tahun
aku hanya peduli pada diriku sendiri
dan menjadi pihak yang rendah hati dalam hubungan ini.
Namun, aku malah tidak berusaha menyelamatkanmu.
Aku bahkan tidak menyadari
luka dan keputusasaanmu yang tersembunyi rapat-rapat.
Jangan bicara lagi,
ini memang masalahku.
Bukan masalahmu,
ini masalah bajingan Che Xingde.
Jadi Wen Shuangjiang,
aku berhasil kali ini,
bisakah kau sedikit bahagia untukku?
Aku menangkap bajingan itu,
bisakah kau berhenti menangis?
Bukankah seharusnya aku yang sakit karena jahitan?
Kau menangis seperti ini.
Kenapa?
Jika kau terus menangis,
aku akan...
Kau pelan-pelan.
Kau tidak kasihan padaku?
Baiklah, aku tidak sakit lagi.
Benar-benar tidak sakit sama sekali.
Wen Shuangjiang.
Ada apa denganmu?
Bukankah kau
sedang meliput berita ini?
Suasana hatiku sedang buruk.
Bukankah kau sangat senang meliput
saat rumahku terbakar dulu?
Apa itu bisa disamakan?
Baiklah, tidak apa-apa, ayo pergi.
Kau pelan-pelan.
Benar-benar tidak apa-apa, hanya luka kecil.
Bisa?
Ambil saja pakaian ini.
Meskipun terluka, mulutmu tetap tajam.
Bisa?
Bisa.
Kalau tidak?
Mau liburan di sini?
[Episode 28] [Kesempatan kelahiran kembali kalau ada...]
[Bersambung...]
Jika sesuatu benar-benar terjadi saat itu,
pisau ini tidak akan ada di tanah.
Akhirnya aku menangkap bayanganmu dengan tanganku sendiri.
Ini sangat bagus.
Mulai sekarang, duniamu
hanya akan ada cahaya.
Seumur hidup ini, ke mana pun kau lari,
aku akan mengejarmu sampai akhir.
♪ Hati yang pernah terbakar ♪
♪ Juga bisa mulai meragukan ♪
♪ Keteguhan yang dikejar dengan segenap kekuatanku ♪
♪ Namun, kau tidak pernah menyangkal ♪
♪ Bahwa segala upaya yang kulakukan ♪
♪ Memiliki makna tersendiri ♪
♪ Kita menunggu bersama di sungai waktu yang panjang ♪
♪ Seperti sinar matahari ♪
♪ Yang hangat dan cerah ♪
♪ Kau memberiku perhatian ♪
♪ Kaulah yang mengambil langkah besar ke arahku di tengah angin dan hujan ♪
♪ Kaulah yang selalu berdiri di sisiku dan menyemangatiku ♪
♪ Perjalanan ini penuh rintangan tanpa henti ♪
♪ Tetesan hujan di seluruh langit menyelimuti tanah ♪
♪ Namun, ada kau yang menjadi sandaranku ♪
♪ Aku akan bisa mengalahkan kegelapan di depanku ♪
♪ Seluruh pikiran dan kenanganku dipenuhi olehmu ♪
♪ Membawa setiap langkah masa muda kita ♪
♪ Setiap kali hujan deras turun ♪
♪ Kau yang memegang payung menjadi hukum yang kekal ♪
♪ Setiap kali merpati membawa berita, aku paling ingin memberitahumu ♪
♪ Mari berjanji untuk menyelesaikan perjalanan ini bersama ♪
♪ Aku tidak akan menyerah, aku akan menemanimu di sini ♪
♪ Kaulah yang mengambil langkah besar ke arahku di tengah angin dan hujan ♪
♪ Kaulah yang selalu berdiri di sisiku dan menyemangatiku ♪
♪ Perjalanan ini penuh rintangan tanpa henti ♪
♪ Tetesan hujan di seluruh langit menyelimuti tanah ♪
♪ Namun, ada kau yang menjadi sandaranku ♪
♪ Bagaimana aku bisa menyerah? Aku tidak akan menyerah ♪
♪ Kaulah yang memberiku keberanian untuk menantikan masa depan cerah ♪
♪ Kaulah yang menerangi setiap malam bagai secercah cahaya ♪
♪ Meskipun ini perjalanan untuk satu orang ♪
♪ Aku juga tidak akan merasa kesepian lagi ♪
♪ Selama merasakan kehadiranmu ♪
♪ Aku akan bisa mengalahkan kegelapan di depanku ♪
[Terima kasih kepada semua mitra yang berpartisipasi]
[dan penonton yang mendukung "Sulit Dibujuk"]
[Ingat untuk menghibur diri sendiri, akan ada banyak orang yang mencintaimu]
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.