Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Tranlator : xFLOWERx Resync : baduy
Masa kanak-kanak ditentukan oleh suara, bau-bauan dan penglihatan, sebelum alasan kegelapan berkembang.
Anak laki-laki dalam piyama bergaris
Jalan! Jalan!
Jalan! Sekarang!
- Ini rumahku. - Sampai jumpa, Bruno...!
- Hello, sayang. - Mam, apa yang sedang terjadi?
- Kita sedang merayakan. - Merayakan?
Ayahmu diberikan promosi.
- Itu berarti pekerjaan yang lebih baik. - Aku tahu apa itu promosi.
Jadi kita mengadakan pesta kecil untuk merayakannya.
Dia akan tetap menjadi tentara, kan?
Ya, sayangku. Ya, sekarang ada yang lebih penting.
Ada beberapa berita yang menarik,
tapi aku rasa, ayah sendiri yang akan memberitahukanmu.
- Pindah? Kemana? - Keluar kota.
Bermil-mil jauhnya. Bagaimana dengan Karl, Leon dan Martin?
Sayang, aku tahu ini sulit, tapi kita semua harus mengucapkan perpisahan...
kepada teman-teman kita untuk sementara waktu.
Bagaimanapun, kita akan mempunyai teman baru kemanapun kita pergi, benar?
Tentu saja. Kau akan mempunyai banyak teman baru.
Bruno, kau bisa menemui temanmu pada pagi hari sebelum kita berangkat.
Pikirkanlah ini sebagai petualangan, seperti di bukumu.
Tapi rumah ini adalah yang terbaik.
Kau tak akan pernah tahu, rumah yang akan kita tuju mungkin lebih baik lagi.
Ayah bilang ada tamannya.
Dengar, masalahnya... Bruno, masalah menjadi seorang tentara,
hidup tidak punya banyak pilihan, ini lebih mengenai tugas,
jika negara memerlukan kau pergi ke suatu tempat, kau harus pergi.
Sekarang, tentu saja, pergi ke suatu tempat lebih mudah...
ketika kau tahu keluargamu begitu gembira pergi bersamamu.
Bruno...! Kau semakin besar setiap kali aku bertemu kamu.
- Ini baru seminggu, Nathalie. - Mungkin aku yang menjadi kecil.
Jadi, kalian berdua... bagaimana menurut kalian?
Pindah dari Berlin?
Ibu dan ayah bilang itu hal yang baik, aku kira seperti itu.
Anak-anak, jadilah malaikat, maukan? Bawalah beberapa makanan.
Heil Hitler...!
Selamat.
- Tidakkah dia terlihat luar biasa? - Betul sekali.
Aku bangga padamu, anakku.
Oh, sayang. Aku terkadang membayangkan semua ini terjadi padaku,
membuatkan kau pakaian ini untuk permainan-mu ketika kau masih kecil.
- Kau terbiasa suka berdandan. - Nathalie...
Tidakkah itu masih membuatmu merasa spesial, Ralf sayangku?
Seragam dan untuk tugas apa?
Ibu, ini sebuah pesta. Jangan merusak sesuatu.
Aku merusak sesuatu?
Kau seharusnya berhati-hati.
Berdebat dengan pandanganmu di depan umum dapat memberimu masalah.
Kau tahu itu.
Jadi, berapa lama kami akan kehilanganmu, anakku?
- Aku pikir sampai menang perang. - Kalau begitu tidak terlalu lama.
Kamu harus tersenyum bila kamu mengucapkan selamat tinggal.
Kamu harus tersenyum bila hari berlalu...
Dan sepanjang waktu itu kau pergi aku memikirkanmu...
Aku akan menulis dan berkata dari hari ke hari betapa aku cinta padamu.
Kamu harus tersenyum bila kamu mengucapkan selamat tinggal.
Kamu harus tersenyum sampai awan berlalu...
Jadi, sampai kita bertemu lagi.
Katakan cheerio dan kemudian...
Berikan aku sebuah senyuman ketika kamu mengucapkan selamat tinggal.
Bruno!
Baiklah, Bruno. Waktunya mengucapkan salam perpisahan.
Sampai jumpa...!
Tiba waktuku untuk tidur.
Tuhan, aku bersyukur kepada Mu untuk tetap...
selalu menjaga malam ini dan mengajariku, Tuhan, untuk percaya...
dalam menjaga anak-anak, berkatilah yang sakit dan malang.
Kabulkan doa mereka, Tuhan, berkatilah mereka.
Dan aku berdoa kepada Yesus untuk selalu menjaga keluargaku. Amin.
Anak-anak, lihat...! Rumah baru kita.
Aku ada urusan yang harus ditangani. Aku akan menemui-mu secepatnya.
Baiklah... apa yang kita pikirkan?
Ayolah. Ini menyenangkan.
Kalian berdua pilih kamar masing-masing. Aku akan meminta Maria datang.
Dan menolong kalian untuk membongkar barang-barang.
Bagaimana menurutmu, Maria? Tentang rumah baru ini.
Bukan aku yang harus mengatakannya.
Tapi ini tidak akan seperti rumah sampai kita merasakannya seperti rumah, benar?
Apa dia sudah bangun?
- Siapa itu? - Aku kira salah satu tentara ayahmu.
- Dia kelihatan sangat serius. - Ya itulah mereka, benarkan?
- Mengapa kita berbisik? - Aku tidak tahu.
- Bermain dengan siapa? - Anak-anak yang ada di perkebunan.
Perkebunan? Aku tidak melihat ada perkebunan, dan itu juga.
- Kau bisa melihatnya dari kamarku. - Hmm... apakah ada anak-anak disana?
- Ya, ada beberapa. - Oh, itu bagus.
- Jadi, aku bisa bermain dengan mereka. - Aku tidak melihat alasan melarangmu.
Aku akan menunggu sebentar, untuk melihat seperti apa mereka.
- Karena mereka terlihat sedikit aneh. - Anak-anak itu?
- Dan petani-petaninya. - Anehnya seperti apa?
Maafkan aku... sayur-sayuran.
Letakkan disana.
Bruno, apa kau sudah membongkar barang-barangmu semuanya?
Karena aku pikir kau seharusnya kembali naik keatas dan menyelesaikannya.
Terima kasih, mam.
Bruno.
- Aku sudah bilang mereka aneh. - Siapa?
Para petani. Mereka memakai piyama.
Oh, Bruno, aku datang untuk mencarimu.
Baiklah, terima kasih, itu benar-benar sangat berguna.
- Aku akan menemuimu nanti. - Tentu.
Masuklah.
Duduklah.
Bagaimana menurutmu?
Sayangku.
Aku ingin pulang ke rumah.
Kau sudah dirumah, Bruno. Rumah adalah tempat keluarga berada.
Benarkan?
Bruno, setidaknya kau harus memberikan tempat ini kesempatan.
Aku berjanji padamu, Ini takkan lama sebelum kau...
Mengapa para petani memakai piyama? Aku bisa melihat mereka dari jendelaku.
Masalahnya, Bruno, orang-orang itu...
Kau lihat, mereka bukan benar-benar manusia.
Bruno, siapa yang mengatakan itu adalah perkebunan?
- Apakah Maria? - Tidak, itu perkebunan, benarkan?
Ya.
Ini berhubungan dengan pekerjaan barumu?
Semua yang kau ingin tahu mengenai pekerjaanku disini, Bruno,
itu sangat penting untuk negara kita dan kau.
Kami bekerja keras membuat dunia ini lebih baik untukmu untuk tumbuh dewasa.
Tapi kau bukan petani. Kau tentara.
Bruno, kau bisa datang menolongku mengatur di dapur?
Aku tetap bisa bermain dengan mereka, kan? Anak-anak itu.
Aku rasa tidak, Bruno. Tidak.
Seperti kau bilang, mereka sedikit aneh. Mereka... sedikit berbeda.
Jangan khawatir sayangku. Kita akan menemukan teman-teman baru,
tapi mereka bukan yang berasal dari perkebunan.
Ralf, kau telah berjanji. Kau bilang bermil-mil jauhnya.
Memang.
Bagaimana aku tahu dia bisa melihatnya dari jendela kamar tidur?
Ada satu dari mereka di dapur kita.
- Tuan Bruno, apa kabarmu hari ini? - Bosan.
Kau mengatakan hal yang sama setiap hari selama dua minggu.
- Itu benar. - Kau sebaiknya bermain diluar.
- Bermain dengan siapa? - Aku tidak tahu. Gretel?
- Kau bisa membuat kesenangan sendiri. - Itu yang sedang kucoba lakukan.
Satu hal yang pasti,
hanya duduk saja menjadi menyedihkan tak akan membuat sesuatu menyenangkan.
- Bruno, apa yang kau lakukan? - Menjelajah!
Tidak!, tidak dibelakang. Aku katakan padamu, itu diluar batas.
- Menjelajahlah didepan. - Tapi aku sudah menjelajahi semuanya.
- Kalau begitu lakukan kegiatan lain. - Seperti apa?
Kembalilah sekarang, dan kita akan memikirkan sesuatu yang lain.
Anak-anak, apa yang kalian lakukan hari ini?
- Sama seperti kemarin. - Apa itu?
- Sama seperti hari kemarinnya lagi. - Kecuali kau pergi menjelajah.
- Aku suka menjelajah. - Kemana kau pergi?
Aku ingin melihat kebelakang taman, tapi ibu tidak mengijinkanku.
Belakang taman? Tuhan melarangnya.
Aku mengira kau merindukan teman-temanmu.
Aku merindukan sekolah.
Aku tidak mengira mendengar kalian mengatakan itu.
Bagaimanapun juga, kalian tidak akan merindukannya terlalu lama.
Sungguh?
Aku sudah mengatur guru pribadi untuk kalian berdua.
Tuan Liszt akan berkunjung dua kali seminggu.
Jadi kita tidak akan pergi ke sekolah?
Sekolah yang datang kesini?
Sebuah sepeda tua, aku kumpulkan.
Itu burung tanpa...
Selamat pagi, anak kecil. Bagaimana kabarmu pagi ini?
- Aku bisa minta bantuanmu? - Ya, tentu saja kau bisa meminta.
Apakah ada ban serep disekitar sini? Ban yang lama dari truk atau sesuatu?
Satu-satunya ban serep yang kulihat disini, adalah milik Letnan Meinberg.
- Apa dia masih memerlukannya? - Ya, dia sangat melekat padanya.
Oh, hentikan. Dia tidak mengerti. Dia baru delapan tahun.
Kau baru 12 tahun, jadi berhentilah menganggap kau lebih tua.
Apa kegunaan ban itu buat kamu?
- Aku ingin membuat ayunan. - Ayunan?
Sepertinya mengasyikkan.
Kau!
Kemari, sekarang.
Jalan!
Bawa anak ini ke bangunan kecil di belakang taman.
Ada beberapa ban disana. Dia akan memilih salah satu.
Kau akan membawanya kemana pun dia minta, kau mengerti?
Anak kecil, apa lagi yang kau tunggu?
Bagaimana dengan yang ini?
- Dimana ibuku? - Dia pergi keluar.
- Kapan dia kembali? - Secepatnya, aku harap.
Tapi jangan khawatir.
- Tapi aku mungkin berdarah sampai mati. - Tidak, tidak akan.
- Apakah aku harus ke rumah sakit? - Tidak. Itu hanya luka kecil.
Ayolah. Itu tidak parah.
Sekarang, semuanya baik-baik saja.
- Siapa namamu? - Pavel.
Sekarang, kau harus tetap duduk selama beberapa menit,
sebelum kau mulai berjalan lagi.
Apakah kau akan memberitahu ibuku apa yang terjadi?
Aku rasa dia akan melihatnya sendiri.
Dia mungkin akan membawaku ke dokter.
Aku rasa tidak.
- Bisa jadi lebih buruk dari kelihatannya. - Tidak.
Bagaimana kau tahu? Kau bukan dokter.
- Ya, aku dokter. - Tidak, kau bukan dokter.
Kau pengupas kentang.
Aku berpraktek sebagai dokter.
Sebelum aku... sebelum aku dikirim kesini.
Kau tidak bisa lebih baik, kau harus berlatih.
Sekarang, kau ingin menjadi apa ketika besar nanti?
Aku tahu. Seorang penjelajah.
Bagaimana kau mengetahuinya?
Apakah menyenangkan di dalam kebun?
Bruno, apa yang terjadi padamu?
Aku membuat ayunan, tapi aku terjatuh dan melukai lututku.
Tapi Pavel disini, dia mengangkatku kesini dan memasangkan perban.
- Masuk kekamarmu. - Tapi Pavel bilang aku...
Jangan membantah, masuk ke kamarmu.
Terima kasih.
Ini tidak adil, kau memiliki pemandangan ini.
Aku tidak mau bertukar.
Aku rasa sekolah sudah datang disini.
Tidak, maksudku sejarah baru-baru ini.
- Apa kau tertarik pada peristiwa sekarang? - Ya, sangat.
Jadi, kau akan sadar terhadap situasi...
dimana negara besar kita sekarang menemukan jati dirinya.
Ya, aku membaca surat kabar kapan pun aku bisa...
dan dari salah satu anak buah ayahku...
membuatku selalu mengetahui segala yang terjadi.
Bagus. Dan kau, Bruno. Apa kau membaca surat kabar?
- Apa kau membaca sesuatu? - Buku-buku.
- Bagus. Buku berjenis apa? - Sebagian besar buku petualangan.
Kau tahu, ksatria berbaju jirah berkilau menjelajahi tanah yang asing,
dan putri yang bodoh selalu menghalangi jalannya.
Itu sebabnya aku disini untuk menolong. Berapa umurmu, Bruno? Delapan?
Waktunya untuk mengeluarkan buku-buku fiksi dari kepalamu...
dan mulai mempelajari hal nyata.
Waktu, aku pikir, untuk membelokkan pikiranmu ke dunia nyata,
dan aku percaya ini akan menjadi awal yang sempurna.
Mati!
Mati.
Halo...
Aku sedang menjelajah.
- Apa yang kau lakukan? - Kami... kami membangun pondok baru.
Apa kau mendapat banyak teman disana?
Beberapa, tapi kami sering berkelahi.
Itu sebabnya aku suka diluar sini. Aku menjadi sendirian.
- Aku Bruno. - Shmuel.
- Maaf? - Aku Shmuel.
Itu namamu? Aku tidak pernah mendengar seseorang dipanggil seperti itu sebelumnya.
Aku tidak pernah mendengar seseorang dipanggil Bruno.
Tapi Shmuel. Tidak ada yang dipanggil Shmuel.
Aku tinggal di rumah, di belakang sana.
- Apa kau punya makanan? - Tidak.
Apa kau lapar?
Berapa umurmu?
- Delapan. - Aku juga!
Ini tidak adil, aku terjebak sendirian disini,
sementara kau disana, bermain bersama teman-temanmu sepanjang hari.
- Bermain? - Nomor itu.
- Itu bagian dari permainan atau sesuatu? - Itu hanya nomorku.
Semuanya mendapat nomor yang berbeda.
Oh, benar. Lalu apa yang terjadi?
- Aku harus kembali sekarang! - Sungguh?
Ya...
Senang bertemu denganmu, Shmuel.
Dan kamu juga, Bruno.
Sampai jumpa.
- Mam, aku tak bisa menemukan bolaku. - Itu ada di dalam lemarimu, sayang.
Tidak ada. Aku sudah mencarinya.
- Boleh aku minta sepotong cokelat? - Sepotong. Ya.
Bruno... apa kau sudah mencarinya di gudang bawah tanah?
- Gudang bawah tanah? - Untuk bolamu.
Oh.
Sial.
- Gretel, aku melihat semua... - Semua apa?
Semua bonekamu, di dalam gudang bawah tanah.
Boneka hanya untuk anak kecil.
Tidak tepat untuk bermain dengan mainan bodoh.
Sementara orang-orang mempertaruhkan nyawanya untuk tanah air.
Kerapatan masyarakatku adalah kerapatanku.
Kerapatan.
Perjuangan dan penderitaan, kegembiraan dan kesengsaraan adalah milik kita.
Aku harus bekerja dan berbuat untuk kebangkitan tanah airku.
Sejarah bangsaku besar dan mulia.
Dan sekarang jam 12:00.
- Maaf? - Bukankah itu waktunya kita selesai?
Penghentian pelajaran adalah guru pribadi yang memutuskan, Bruno,
bukan oleh murid. Sekarang, kau lanjutkan.
Bruno, disini kau rupanya.
Aku akan pergi ke kota selama beberapa jam. Kau mau ikut?
Hati-hati dengan benda itu. Terima kasih.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Mengapa kalian memakai piyama sepanjang hari?
- Itu bukan piyama. - Baiklah, itu....
Kami harus memakainya, mereka mengambil semua pakaian kami yang lain.
- Siapa yang melakukannya? - Para tentara.
Para tentara? Mengapa?
Aku tidak suka tentara. Kau?
Aku suka, sungguh. Ayahku seorang tentara,
tapi bukan yang mengambil pakaian-pakaian orang tanpa alasan.
Lalu apa?
Dia orang yang penting.
Dia bertanggung jawab membuat segalanya menjadi lebih baik untuk semua orang.
- Jadi ayahmu seorang petani? - Tidak, dia pembuat jam.
Dulunya. Sekarang dia kebanyakan memperbaiki sepatu.
Itu lucu bagaimana mereka yang sudah tua tak bisa membuat keputusan...
tentang apa yang mereka ingin lakukan. Seperti Pavel.
Kau kenal dia? Tinggalnya disana.
Dia dulunya seorang dokter,
tapi terhenti semuanya untuk mengupas kentang.
Aku bisa bertanya yang lain? Apa yang kalian bakar di cerobong itu?
Aku melihat mereka beberapa hari lalu. Apa hanya rumput kering dan lainnya?
Aku tidak tahu. Kami tidak diperbolehkan kesana.
Ibu mengatakan itu pakaian-pakaian lama.
Apapun itu, baunya tidak enak.
- Aku berharap kau ingat tentang cokelat. - Ya, maafkan aku.
Aku tahu, mungkin kapan-kapan kau bisa datang dan makan malam bersama kami.
Aku tidak bisa. Karena ini.
Tapi itu untuk membuat hewan tidak bisa keluar, kan?
Hewan? Tidak, itu untuk membuat orang-orang tidak bisa keluar.
Apa kau tidak diperbolehkan keluar?
- Mengapa? Apa yang sudah kau lakukan? - Aku yahudi.
Aku rasa sebaiknya aku pergi sekarang.
- Apa kau akan kesini besok? - Aku akan coba.
- Sampai jumpa lagi! - Sampai jumpa.
Hadiah kecil, sayangku.
Terima kasih, mami.
- Apa kau melihat Bruno? - Diluar di ayunan, aku kira.
Ya, Kamis hari yang sempurna.
Aku mempunyai mobil yang akan datang membawa kalian berdua.
Apa kakek dan nenek datang?
Hey, apa kau mencium bau yang tidak enak beberapa hari lalu?
- Datang dari cerobong. - Sakit apa?
Hari dimana aku jatuh dari ayunan.
- Apa kau menciumnya, mam? - Ayah.
Mam...
Biar aku bicara padanya. Ya, aku bisa mendengarnya.
Ya, kami menantikannya. Sampai jumpa.
- Nenek tidak datang? - Tidak.
Rupanya dia sedang kurang sehat, tapi kakek akan datang.
- Kau menciumnya, ayah? - Apa?
Bau yang tidak enak yang berasal dari cerobong. Apa itu?
Aku rasa kadang-kadang mereka hanya membakar sampah disana.
- Lihat. - Apa?
- Hei...! - Gretel.
Hei, itu tidak adil!
- Gretel. - Apa?
Ini hanya permainan.
Ralf, guru pribadi yang kau bawa,
apa dia biasanya mengajar anak-anak seumur Gretel dan Bruno?
- Aku yakin itu, mengapa? - Apa kita tahu apa yang dia ajarkan?
Gretel kelihatan sudah menjadi...
Mereka diajarkan apa yang seharusnya semua anak-anak diajarkan.
Mereka tidak boleh tertinggal.
Ayolah.
Ayo tidur.
Yahudi memfitnah kita dan menghasut musuh-musuh kita.
Yahudi merusak kita melalui buku-bukunya.
Dia menghina kesusasteraan dan musik kita.
Dimana saja, pengaruhnya merusak.
Dimana hasil akhirnya adalah bangsa kita runtuh, dan kemudian...
- Ya, Bruno. - Aku tidak mengerti.
Bangsa runtuh gara-gara satu orang?
Maksud Yahudi disini adalah seluruh ras Yahudi.
Jika hanya satu orang, aku yakin sesuatu akan dilakukan padanya.
Pasti ada orang Yahudi yang baik, benarkan?
Aku rasa, Bruno, jika kau pernah menemukan Yahudi yang baik,
kau akan menjadi penjelajah terbaik didunia.
Lanjutkan, Gretel.
Tujuan Yahudi adalah untuk menjadi penguasa umat manusia.
Yahudi tidak kreatif tapi merusak. Dia musuh kebudayaan.
Ribuan orang Jerman miskin karena Yahudi.
Tuan Bruno.
Apa yang kau lakukan? Kau sudah makan siang?
Aku akan jalan-jalan, dan aku pikir aku akan merasa lapar.
Tapi jangan mengotori tasmu. Bawa ini.
- Aku akan membungkusnya untukmu. - Jangan. Itu bukan urusanmu.
Bruno, ada apa?
Apa yang kau lakukan dengan tasmu?
Tuan Liszt memberiku beberapa buku. Aku ingin membacanya di ayunan.
- Biar kulihat. - Apa?
- Buku-bukunya. - Jangan.
Bruno, aku hanya ingin melihat buku apa yang tuan Liszt berikan padamu.
- Aku berbohong. - Apa?
Aku baru saja mendapat...
buku-buku petualangan.
Kalau begitu teruskan.
Sekarang, Maria, ada dua tambahan untuk makan malam.
Komandan ayah akan kesini,
dan aku yakin Letnan Kotler akan bergabung bersama kita.
Ini.
Apa masalahnya?
- Jangan lemparkan kembali. - Apa? Mengapa?
- Itu berbahaya. - Berbahaya?
Ini hanya bola. Ayolah.
Kau tidak suka bermain?
- Bukan permainan bola? - Jangan disini.
Katakan padaku bagaimana bermain nomor.
Aku katakan padamu, itu bukan permainan. Kami semua punya nomor.
Shmuel!
Bruno! Apa yang kau lakukan?
Bolaku keluar disana. Aku baru saja mengambilnya kembali.
Baunya semakin parah ketika mereka membakar.
Apa?
Tapi, kau pasti...
Elsa, aku bersumpah menjaga rahasia.
- Dari istrimu sendiri. - Ya.
Aku bersumpah atas hidupku. Kau mengerti?
Elsa, kau percaya dalam hal ini, juga.
- Kau ingin negara ini menjadi kuat... - Bukan, Ralf! Bukan itu!
Bagaimana bisa kau...
- Karena aku tentara. - Bagaimana bisa kau...
- Tentara-tentara berperang. - Itu bukan perang!
Itu bagian dari perang. Itu bagian penting dari perang!
Tanah air yang kita semua inginkan, semua dari kita, termasuk kau,
tidak bisa dicapai tanpa pekerjaan seperti ini!
- Elsa, Elsa... - Menyingkirlah dariku!
Kakek sudah disini.
- Aku tidak percaya ini. - Kakek sudah disini.
Kami akan keluar sebentar lagi.
Siapa yang mengatakan pada kamu mengenai hal ini?
- Bagaimana keadaan Nenek? - Dia kurang sehat, aku agak kuatir.
Ini sangat disayangkan, dia ingin sekali menemui kalian.
Mungkin lain waktu, jika dia merasa sehat lagi.
Tentu saja.
Kau tahu, Ralf, ibumu benar-benar sakit.
Dia membicarakan tentang kunjungan ini selama seminggu.
Mungkin itu yang membuat dia sakit.
Ayahmu memberitahukanku bahwa kau mempunyai guru pribadi.
Ya. Dia baik.
Tapi dia tidak mengijinkan kami membaca buku petualangan.
Yang kami pelajari membosankan, sejarah-sejarah lama.
Biar kuberitahukan kau sesuatu, anak muda.
Jika bukan untuk sejarah, kita semua tidak akan duduk di meja ini.
Pekerjaan yang dilakukan ayahmu disini... membuat sejarah.
Ketika aku seumurmu, sejarah adalah pelajaran kesukaanku,
yang dengan nyata tidak menyenangkan bagi ayahku.
Hmm, mengapa tidak?
Dia seorang professor kesusasteraan di universitas.
Sungguh, apa dia masih mengajar?
- Aku tidak tahu persis. - Kau tidak tahu?
Kami tidak pernah berhubungan lagi.
Dia meninggalkan negara ini beberapa waktu lalu.
Sungguh, kapan?
Sekitar empat tahun yang lalu, Tuan komandan.
Tapi tentu saja dia belum sangat tua. Berapa umurnya, masih 40 tahun?
Kemana dia pergi?
Letnan Kotler...
ayahmu, professor kesusasteraan, kemana dia pergi?
Aku kira ke Swiss, Tuan komandan.
Betapa aneh dia memilih pergi meninggalkan tanah air...
disaat dia sangat diperlukan.
Ketika kita diperlukan untuk memainkan peranan dalam kebangkitan nasional.
Anggur lagi!
Apa alasan yang dia berikan? Apa dia menderita penyakit TBC?
Tuan komandan?
Apa dia pergi kesana untuk jalan-jalan?
Aku sungguh tidak tahu, Tuan komandan. Kau seharusnya menanyakannya.
Itu akan sulit dilakukan, benar? Selama dia masih di Swiss.
Ayo!
Ada masalah apa denganmu malam ini?
Ya, mungkin karena itu. Mungkin karena dia sakit.
Kecuali kalau, tentu saja, dia tidak setuju.
- Maksudku, dengan kebijakan pemerintah. - Mendengar orang seperti itu.
Sakit mental, kebanyakan dari mereka, atau hanya pengecut.
Meskipun demikian, mereka semua adalah penghianat.
Benar sekali.
Kiranya, jika kasus itu adalah ayahmu,
kau akan melaporkan ke atasanmu, sebagai kewajibanmu.
Letnan Kotler!
Kau orang Yahudi kerdil! Menjijikkan!
Ralf!
Yahudi!
- Tapi ayah hanya duduk saja disana. - Apa yang kau harap dia lakukan?
Yahudi berhak mendapatkannya.
Boleh aku bertanya sesuatu tentang perkebunan?
Oh, Bruno, kau masih tidak mengira itu adalah perkebunan, ya?
Itu adalah kamp. Kami memanggilnya kamp pekerja.
Untuk orang-orang Yahudi, pastinya.
Hanya untuk orang-orang Yahudi?
Karena mereka pekerja terbaik?
Mereka tidak disana karena mereka baik, bodoh.
Mereka tidak baik dalam apapun. Mereka disana karena mereka jahat.
- Mereka adalah musuh. - Musuh?
- Tapi aku kira kita berjuang melawan... - Mereka jahat, Bruno.
Jahat, orang-orang hina yang berbahaya.
Kita kalah dalam perang besar karena mereka.
Tidakkah kau mendengar sesuatu yang dikatakan Tuan Lists ?
Tidak.
Ayah tidak mengerikan, benarkan? Dia orang yang baik.
Tentu saja.
Tapi dia bertanggung jawab atas tempat yang mengerikan.
Itu hanya mengerikan untuk mereka, Bruno.
Kita seharusnya bangga kepada ayah, lebih dari sebelumnya.
Dia membuat negara ini besar lagi.
Seperti yang kau katakan, mereka sedikit aneh...
Mereka berbeda.
Mereka adalah musuh, Bruno.
Jahat, orang-orang hina yang berbahaya.
Kau lihat, mereka bukan benar-benar manusia.
Apa yang kau lakukan disini?
Mereka ingin seseorang dengan jari kecil membersihkan ini semua.
Kita seharusnya tidak berteman, kau dan aku.
Kita ditakdirkan untuk bermusuhan. Kau tahu itu?
Kau mau?
- Ayahmu seperti apa? - Seperti apa?
Apa dia orang yang baik?
Kau tidak pernah mengira kalau dia bukanlah orang baik, kan?
Dan kau bangga padanya?
Apa kau tidak bangga pada ayahmu?
Apa benar-benar mengerikan di dalam kamp?
Beraninya kau bicara kepada orang didalam rumah ini.
Beraninya kau!
Apa kau sedang makan?
Apa kau mencuri makanan?
- Jawab pertanyaanku! - Tidak tuan. Dia memberikan padaku.
Dia temanku.
Apa?
Anak kecil... Kau kenal yahudi ini?
Kau kenal yahudi ini?
Tidak, saya hanya berjalan kedalam, dan dia mengambil tanpa ijin.
Aku tidak pernah melihat dia seumur hidupku.
Kau, selesaikan membersihkan gelas.
Ketika aku kembali, kita ada sedikit pembicaraan...
tentang apa yang terjadi pada tikus yang mencuri. Menjauhlah.
Pendatang baru disini sangat bahagia menemukan bahwa hidup didalam kamp...
tidaklah hanya untuk bekerja.
Dan ada banyak kesempatan untuk waktu luang.
Pada hari terakhir mereka di toko penjualan besi...
atau di bangunan ataupun di pabrik sepatu, para pekerja dapat menikmati...
berbagai bentuk hiburan kamp yang diberikan.
Olah raga yang terorganisasi sangat populer.
Orang yang tidak bermain, tentunya menikmati menonton.
Pada akhir hari kerja,
kafe yang terletak di tengah adalah tempat yang ideal...
untuk teman dan keluarga bergabung bersama...
untuk mendapatkan makanan yang lezat dan bergizi.
Khususnya, anak-anak, menikmati pastri dan kue yang ditawarkan.
Dimalam hari, kadang-kadang diadakan konser musik,
baik dengan mengunjungi orkestra atau, bahkan, oleh musisi berbakat...
dari dalam kamp itu sendiri, selalu juga dihadiri.
Rekreasi yang lain adalah membaca di perpustakaan,
kerajinan membuat pot, memasak, kesenian dan berkebun...
untuk orang dewasa dan anak-anak.
Hampir semua aktivitas yang diharapkan tersedia di dalam kamp.
Luar biasa.
Bagus sekali. Sempurna. Terima kasih.
Sampai jumpa, anak kecil.
Shmuel! Shmuel!
Aku tidak mengerti. Aku menonton film tentang kamp...
Dan itu kelihatan menyenangkan.
Aku tidak tahu mengapa aku melakukannya.
Gretel dan semuanya mengatakan tentang hal-hal ini,
dan tentara-tentara begitu menakutkan.
Aku datang kesini selama beberapa hari tapi kau tidak pernah disini.
Aku pikir mungkin... kita tidak berteman lagi.
Shmuel, aku benar-benar minta maaf atas kelakuanku. Kita masih berteman, kan?
Dimana Kurt hari ini? Aku belum melihatnya.
- Siapa Kurt? - Letnan Kotler.
Dia dipindahkan ke garis depan. Semangat muda dan antusias...
sangat diperlukan disana.
Tuan komandan, ada telepon.
Kenyataannya, Gretel, dia dikirim kesana...
karena dia telah gagal memberitahukan kepada pihak yang berwenang...
bahwa ayahnya tidak setia kepada partai.
Itu tugasnya, yang mungkin kutambahkan.
- Itu nasib sialnya. - Nasib sial?
Nasib sial karena ayahnya yang tidak setia dan bukan ibunya.
Barangkali tidak harus melaporkan ibunya.
- Apa? - Kapan Pavel akan kembali?
- Mam? - Tidak pernah, bodoh.
Ini telepon dari ayah. Mereka terkena bom.
Nenek tewas.
Kemenangan yang kau peroleh untuk kami...
dan untuk semua yang tidur di dalam Nya
menjaga kita untuk tetap utuh dalam persahabatan abadi
dengan semua yang menunggu Engkau di bumi
dan semua yang ada di sekitar Engkau di surga
dalam persatuan dengan-Nya yang merupakan kebangkitan
dan kehidupan, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh suci
selamanya satu Tuhan, dunia tanpa akhir. Amin.
Dia tidak menginginkan disana. Dia tidak menginginkannya.
Dia menginginkannya.
Tuhan yang maha kuasa, yang oleh kematian...
Apa kau pernah ke pemakaman?
Kakek dan nenekku meninggal ketika kami baru tiba disini,
tapi tidak ada pemakaman.
Yang itu kesana lalu kesana.
Mereka meninggal di saat yang sama?
Apa penyebabnya?
Aku tidak tahu.
Ayah bilang mereka disergap sesuatu dalam perjalanan kesini.
Mereka segera dibawa ke rumah sakit ketika kami tiba.
Kami tidak melihat mereka lagi.
Ini menyenangkan.
Aku berharap kita bisa melakukan sesuatu yang lebih mengasyikkan.
- Yang itu kesana lalu kesana. - Yang ini?
- Yang ini? - Bukan, yang itu.
- Yang ini kesini? - Bukan, kesana!
- Kesini? - Bukan.
- Kesini? - Bukan.
- Aku tidak ingin kau pergi lagi. - Tidak. Aku juga.
Kau tidak bisa berkelakuan seperti ini!
Kau menanyakan kelakuanku?
Itu tidak bisa dilanjutkan!
Aku tahu. Aku tidak bisa bertahan lagi, Ralf.
Aku tidak bisa tinggal disini dan menjadi bagian dari ini.
Apakah kau tidak berpikir nanti akan ada masalah?
- Masalah? - Sekarang, apa yang akan dikatakan...
mengenai kemampuanku untuk melaksanakan pekerjaanku...
jika aku tidak bisa mengurus keluargaku?
Kerja? Itu yang kau sebut kerja?
Tenangkan dirimu.
Benar. Abaikanlah.
Mengabaikan kenyataan bahwa laki-laki yang aku nikahi adalah monster!
Bahkan ibumu tidak menyayangimu.
Apa kalian bahagia disini?
Ya. Sangat bahagia.
Dan kau, Gretel?
Aku bahagia, tapi aku rindu rumah. Aku rindu teman-teman.
Ya, aku yakin. Dan kau juga Bruno. Kau pasti merindukan teman-temanmu.
Tidak. Tidak lagi.
Andaikan pertanyaan sebenarnya adalah, jika kesempatan itu datang,
maukah kalian tinggal di tempat yang lain?
- Pulang kerumah? - Bukan, bukan Berlin. Belum.
Suatu tempat yang aman, misalnya di Bibi Lottie di Heidelberg.
Kita semua? kau juga?
Tidak. Itu tidak mungkin sekarang.
Aku harus tetap disini dan menyelesaikan pekerjaanku disini.
Lihat, sementara ini, ibumu menemukan...
Dia merasa sekarang kalian perlu menghabiskan waktu disuatu tempat.
Kalian menyukainya?
Aku kuatir, Bruno...
dalam hidup, kita sering harus melakukan hal-hal yang kita tidak inginkan.
Hal terpenting adalah ibumu tidak merasa...
ini adalah tempat yang cocok untuk menghabiskan masa kecil kalian,
dan semakin aku memikirkannya, aku menyadari dia mungkin benar.
- Tapi, ayah... - Tidak!
Waktunya kalian untuk pergi.
Apa semuanya baik-baik saja?
Kami tidak bisa menemukan ayah.
Dia pergi untuk tugas yang lain bersama beberapa orang,
dan mereka belum kembali.
Aku punya kabar buruk juga. Aku akan pergi.
Berapa lama untuk kali ini?
Inilah sebabnya kabar buruk, aku kira selamanya.
Ibu bilang ini bukan tempat untuk anak-anak, hanya untuk orang bodoh.
- Kapan kau akan pergi? - Besok, setelah makan siang.
Jadi, aku tak akan melihatmu lagi?
Kau bisa datang saat liburan ke Berlin jika kau suka,
ketika setiap orang kembali dengan yang lainnya lagi.
Aku berharap bisa menolongmu menemukan ayahmu.
Aku benar-benar ingin memperbaikinya karena aku pernah mengecewakanmu.
Itu yang harus dilakukan, kan? Menolong menemukan ayahmu?
Itu akan hebat. Seperti misi rahasia.
- Aku bisa menggali. - Apa? dengan apa?
- Aku bisa membawa sesuatu. - Kau tidak akan suka disini.
Lihat.
- Aku bisa masuk ke tempatmu. - Apa gunanya itu?
Ayahmu tidak berada disini, kan?
Tapi aku akan terlihat menyolok, jika aku disana?
Aku tidak sepertimu.
Kau bisa terlihat seperti aku.
Jika kau berpakaian sama denganku dan memotong rambutmu.
Aku tidak mau mencukur rambutku.
- Kau bisa menutupinya dengan topi. - Piyamaku berbeda warnanya.
Aku bisa membawakannya. Ada pondok yang penuh dengan piyama,
ribuan piyama. Maukah kau melakukannya?
- Aku ingin melakukannya. - Beranikah kau melakukannya?
Aku ingin membantumu untuk menemukan ayahmu.
Aku harus pergi.
Kemudian besok. Aku akan membawa sandwich ukuran besar.
Dan jangan lupa piyamanya!
- Bruno? - Mam, aku boleh pergi bermain ayunan?
- Bruno... - Ini kesempatan terakhirku.
Bailah... pergilah kalau begitu.
- Aku pikir kau tidak datang! - Maafkan aku. Tidak mudah untuk keluar.
Aku tidak bermaksud untuk keluar hari ini. Kau lupa piyamanya!
- Kau bawa sandwich? - Apa aku akan membuatmu kecewa?
Shmuel.
Ini.
Bagaimana penampilanku?
Baiklah, ayo kita mulai.
Bruno?
Itu sudah cukup.
Ayo kita temukan ayahmu.
Ayo!
Tuan Bruno?
- Shmuel... bisakah kita bisa ke kafe? - Kafe?
Mungkin aku seharusnya pulang ke rumah.
Bagaimana dengan Papa?
Ya.
Pertama kita akan memeriksa pondok.
Bruno?
Ayolah.
Papa...?
Bangun...!
- Apa yang terjadi? - Aku tidak tahu.
Kadang-kadang kami disuruh berbaris.
Jalan!
Jalan!
Bruno...!
Dia pasti masih berada diluar di suatu tempat, mam.
Bruno...!
Bruno?
- Jalan! - Cepat!
Bangun!
Bangun.
Pindahkan mereka keluar!
Berarti bahwa kesanggupan mingguan kita...
akan menjadi hampir tiga kali lipat, jadi, karena itu diakhir musim panas...
- Ralf. - Elsa, aku sedang ada rapat.
Bruno hilang.
Ayo!
Tunggu disini!
Ayo!
Jalan!
Bergabung ke antrian!
Ayo, kau!
Bruno...!
Jalan!
Jalan terus.
Bruno!
Tak apa-apa. Aku rasa kita menunggu disini sampai hujannya berhenti.
Lepaskan pakaian!
Kemana kita akan pergi?
Ini hanya mandi di pancuran.
Pancuran?
Buka gerbangnya!
Jalan!
Bruno...!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.