Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Resynced by == ANORA ==
"Undercover High School"
"Semua tempat, organisasi, tokoh"
"Kejadian, dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"
Kamu tiba lebih awal dari yang ku...
"Episode Enam"
Tidak.
"Pemilihan Tender Pilihan Kota Pendidikan Pintar"
Itu lebih lama daripada dugaanku.
Aku mengalami gangguan.
Buku catatannya?
Silakan pergi jika kalian bukan direktur.
Jeong Hae Seong.
Beraninya kamu masuk tanpa mengetuk.
Aku sudah menyuruh kalian pergi.
Kamu pikir kamu bicara dengan siapa?
Ikut aku.
Keluar, Semuanya.
Kamu akan menanggung konsekuensinya jika hal ini tidak mendesak.
Apa yang terjadi?
Ayahku yang menghilang 22 tahun lalu.
Agen Jeong Jae Hyeon. Ini buku catatannya.
Aku ingin kamu menjawab
semua pertanyaanku.
Kenapa buku catatan ini
ada di SMA Byeongmun?
Aku bisa membunuhmu di sini sekarang juga.
Jadi, bicaralah.
Kenapa buku catatan ayahku
ada di SMA Byeongmun?
Misi terakhir Agen Jeong Jae Hyeon
sama dengan misimu sekarang.
Jeong Hae Seong. Buka pintunya!
- Direktur! - Jeong Hae Seong!
Dia masuk untuk mencari emas batangan tersembunyi.
Kami tidak tahu dia masih hidup atau tidak.
Dasar sampah!
Kenapa kamu merahasiakannya dariku?
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Situasi kecelakaan agen dalam misi
tidak pernah diceritakan kepada siapa pun.
Kamu tidak tahu peraturan dasar itu?
Entah Agen Jeong Jae Hyeon ayahmu atau bukan, itu tidak penting.
Yang penting adalah kamu menyelesaikan misi atau tidak.
Lebih dari 20 tahun telah berlalu sejak ayahku menghilang.
Penderitaan yang kualami
karena alasan bodoh itu...
Seharusnya kamu tidak tahu.
Maaf kamu mengetahuinya seperti ini, Agen Jeong.
Kamu menyebut dirimu manusia?
Jeong Hae Seong!
Apa kamu sudah gila?
Kamu mencoba memukul Direktur.
Ada apa denganmu?
Kami memeriksa identitas mendiang Kim Hyeon Ho.
Kami mencari tahu kenapa dia punya buku catatan itu
dan apa yang ingin dia katakan kepadamu.
Kamu tidak tahu
perbuatanmu bisa mengakhiri semuanya?
Kamu tahu tentang ini, Pak?
Paman.
Katakan yang sebenarnya.
Kamu tahu ayahku menghilang
saat menjalankan misi ini?
Tidak.
Dia menghilang saat usiaku sembilan tahun.
Lalu, dia muncul kembali seperti ini saat usiaku 31 tahun.
Aku putranya,
tapi aku tidak tahu apa yang dia lakukan saat menghilang.
Apa itu benar?
Tempat sialan ini tahu dan tetap saja...
Maaf, Pak.
Aku tidak bisa melakukan ini lagi.
Hae Seong.
Hei.
Aku harus...
Aku harus istirahat sebentar.
"Ayahku"
Ruang kosong di basemen gedung tua akan menjadi markasku.
Tempat ini aman.
"SMA Byeongmun memiliki empat cerita menakutkan"
"Balerina, mata merah, piano yang bermain sendiri"
Saat ulang tahun putraku, Si Hyun, kami akan pergi ke observatorium.
Kamu pikir ayah lupa?
Ayah akan membangunkanmu saat ayah kembali.
Ayo pergi ke observatorium, tempat favoritmu.
"Saat ulang tahun putraku, Si Hyun"
"Kami akan pergi ke observatorium"
- Apa itu darah? - Tidak mungkin.
- Dia pasti jatuh dari atap. - Atap?
- Itu sangat menakutkan. - Astaga.
- Apa yang terjadi? - Entahlah.
Apa yang terjadi?
Pasti ada yang jatuh. Banyak orang berkumpul.
- Siapa itu? - Dari atap?
Itu darah. Ini mengerikan.
Bu Oh.
Kamu sudah dengar?
Pak Kim melompat untuk bunuh diri.
Benarkah ada yang mati?
Itu bunuh diri?
Ya. Mereka menemukan surat bunuh diri di ruangannya.
Hei. Kamu sudah dengar tentang satpam di gerbang?
Dia jatuh dari atap.
Aku sudah dengar.
Dia sendirian di sekolah saat bukan waktunya berpatroli.
Itu bukan kutukan
dari jam kakek, bukan?
"Jangan sendirian di sekolah."
"Saat lonceng jam berbunyi..."
"Mata merah akan mendatangimu."
- Aku membencimu. - Dasar penakut.
Ini waktunya pertemuan pagi.
Di mana kursiku?
Bu Oh. Apa yang terjadi pada satpam itu?
Ibu tahu sesuatu?
Tidak, karena ibu pun baru mendengarnya.
Waktunya presensi. Siapa yang belum datang?
Hae Seong belum datang?
Haruskah aku meneleponnya?
Tidak, biar ibu saja.
Laporkan berapa jam kerja sukarela yang kalian lakukan hari ini.
Pastikan kalian melakukannya jika belum sempat.
"Pesan buket belasungkawa"
Seung Jae, pesan bunganya.
Sekian untuk hari ini.
Bukankah ini tugas anak baru?
Di mana Hae Seong?
Di mana Jeong Hae Seong?
Bukankah menghilang itu tidak bisa diterima?
Rapat selesai. Kalian boleh pergi.
- Ayo pergi. - Terserah.
Yu Jeong.
Aku ingin bertanya sebentar.
Bagaimana kamu mengenal Hae Seong?
Apa maksudmu?
Aku merasakan sesuatu antara kalian, terutama saat kita makan malam.
Kalian saling peduli dan mengkhawatirkan
serta saling mendukung.
Apa dia seperti itu? Aku tidak menyadarinya.
Jujurlah.
Yu Jeong.
- Kamu menyukainya, bukan? - Apa?
Tidak apa-apa. Kamu bisa memberitahuku.
- Sejak kapan? - Jangan konyol.
Standarku tinggi.
Itu aneh. Firasatku cukup bagus.
- Lantas, aku akan menyukainya. - Apa?
Ye Na, itu...
Aku sangat serius.
Kenapa kamu tidak berubah pikiran?
Kamu tidak menyukainya dan tidak ada apa-apa di antara kalian.
Jadi, ada apa?
Baiklah, jadi, maksudku,
kenapa harus Jeong Hae Seong?
Ada banyak pria baik lainnya.
Kurasa Hae Seong cukup baik.
Aku sudah memberitahumu rencanaku.
- Jangan menghalangi. - Apa?
"Direktur Kim Hyung Bae"
Bagus.
Direktur.
Mengenai menghilangnya Jeong Jae Hyeon
yang berkaitan dengan SMA Byeongmun...
Apa Seok Ho juga tahu?
Jin Sang.
Kamu tahu kenapa orang-orang mati di sungai?
Itu karena
sungai terlihat seolah-olah dangkal sampai kamu melangkah masuk.
- Benar. - Seok Ho seperti itu.
Aku sama sekali tidak tahu apa yang dia pikirkan atau apa yang dia tahu.
Kukira dia orang bodoh.
Kami tidak cukup dekat untuk tahu pemikiran terdalamnya.
- Apa itu menjawab pertanyaanmu? - Ya.
Pergilah.
"Badan Intelijen Nasional"
Sudah lama sekali.
Ya.
Mereka tidak bersinar dalam gelap lagi?
Apa?
Apa ada masalah?
Ayah.
Apa Ayah kesepian seperti aku?
Aku melihat kembali misinya.
"Apa Ayah juga melewati jalan ini?"
"Apa Ayah merasa kesepian seperti aku sekarang?"
Aku bertanya-tanya.
Aku yakin Ayah masih hidup di suatu tempat,
tapi kupikir Ayah juga bisa mati.
"Dia masih hidup."
"Dia akan ada di suatu tempat."
Aku yakin begitu,
tapi itu sangat sulit bagiku sampai...
Maafkan aku.
Maafkan aku, Ayah.
Tidak apa-apa.
Si Hyun.
Jangan menangis. Tidak apa-apa.
Hei! Sudah kubilang jangan memendekkan seragamnya.
Lihat bagian samping itu.
Aku harus membelah kepalamu mengikuti garis belahan itu.
Aku menatanya dengan mus rambut di sauna...
Dia terlihat seperti harus pergi ke kantor polisi,
bukan kantor guru.
Hae Seong mundur, jadi, kita tidak punya pilihan.
Kudengar dia sudah menyerahkan senjata dan tanda pengenalnya.
Menurutmu dia akan mengundurkan diri?
Kita harus bersiap untuk skenario itu.
Mi Jeong, siapkan dokumen yang diperlukan untuk Yeong Hun
agar kita bisa mengirimnya ke SMA Byeongmun pekan ini.
Hae Seong!
Hei, Hae Seong.
Hai.
Aku ingin berhenti dari semuanya dan pergi memancing.
Tapi aku harus menemukan pria ini.
Agen BIN Jeong Hae Seong, Tim Domestik Empat.
Aku akan melanjutkan misinya.
Tepuk tangan.
Lepaskan seragammu, Berengsek.
Hei, Hae Seong.
Kenapa kamu bolos sekolah?
- Kamu sakit? - Tidak.
- Apa terjadi hal buruk? - Tidak.
Lalu kenapa kamu melewatkan rapat OSIS?
Ada urusan mendadak.
Kamu bahkan tidak menjawab teleponmu.
Aku sibuk.
Aku menyusun catatan untukmu.
Terima kasih.
Dasar kamu...
Kenapa kamu bolos sekolah tanpa memberitahuku?
- Kamu dari mana saja? - Kami tidak mencemaskanmu.
Kami hanya butuh lebih banyak orang untuk pergi ke warnet.
- Apa terjadi sesuatu? - Tidak, semua baik-baik saja.
Duduklah, Semuanya.
Jeong Hae Seong, apa yang terjadi?
Aku harus mengurus masalah pribadi. Maafkan aku.
Ini sekolah.
Semua murid harus bersekolah. Itu peraturan nomor satu.
Ketahuilah bahwa kamu akan mendapat poin minus karena absen.
Apa Bu Oh marah kepadamu?
Ayo pergi ke kedai camilan sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
Aku harus pergi ke suatu tempat.
Ayo pergi saat istirahat.
Kamu mau pergi ke mana?
Ke suatu tempat.
"Bagan Organisasi SMA Byeongmun"
"Bel jam berbunyi pukul 00.00..."
Gadis itu jatuh, kepalanya terbentur tanah, dan tewas.
Mayat yang berdiri terbalik.
"Berdiri terbalik, pukul 00.00"
Dan waktu
mundur.
"Merekam"
Mata merah.
"Merekam"
Yang berikutnya adalah
piano yang bermain sendiri.
Kita tidak ada rapat hari ini. Kenapa kamu berada di sini?
Aku mencari sesuatu dengan mendesak.
Bagaimana dengan Ibu?
Ibu juga datang untuk memeriksa sesuatu. Sesuatu yang mendesak.
Kamu pasti sudah dengar tentang Pak Kim.
Ya.
Kudengar dia melompat dari atap untuk bunuh diri.
Jika tidak ada lagi yang ingin Ibu katakan, aku akan pergi.
Jeong Hae Seong.
Kamu tahu dia tidak bunuh diri.
Kamu ada di atap saat itu terjadi.
Kamu...
Siapa kamu sebenarnya?
Jeong Hae Seong?
Ibu bisa melaporkanmu ke polisi sekarang.
Kamu bukan murid, benar?
Akan kuberi tahu semuanya.
Aku adalah
agen BIN yang menyamar.
"Rubah"
Ada apa?
Tentu, aku akan menemuimu di sana.
Pak, jadi... Maksudku,
Pak Agen BIN, jadi, maksudmu,
emas batangan Kaisar Gojong disembunyikan di sekitar sini,
dan kamu datang kemari untuk mencarinya.
Sedangkan Pak Kim, pria yang berkelahi denganmu...
Apa yang kamu lakukan?
Dengarkan aku baik-baik.
Ibu punya dua pilihan, Bu Oh.
Pilihan pertama.
Ibu bisa bekerja sama secara aktif dengan operasi BIN ini
dan melakukan tugas Ibu sebagai warga negara Korea.
- Apa maksudmu? - Pilihan kedua.
Ibu bisa membocorkan informasi tentang operasi rahasia BIN ini
dan menghadapi hukuman berat
karena melanggar UU Keamanan Nasional.
"Hukuman berat"? Apa maksudmu?
- Apa aku akan dipenjara? - Setidaknya sepuluh tahun.
Astaga.
Sepuluh tahun?
Ibu punya satu hari untuk memikirkannya dan memutuskan.
Sampai jumpa besok.
Tunggu. Hei!
Kenapa aku harus dipenjara?
Apa aku melakukan kejahatan?
"Pesan Suara"
Jadi, ini milik sekolahmu...
Maaf.
Ini lagu sekolah SMA Byeongmun?
Lagunya ditulis saat Seo Byeong Mun
menjadi pimpinan pertama sekolah.
Seo Byeong Mun menulis liriknya dan menggubah lagu itu.
Lirik oleh pria itu, dan lagunya...
Maaf tentang itu.
Menurut buku catatan, kata kunci cerita ketiga adalah
"permainan piano empat tangan", "tuts bergerak diam-diam",
dan "penampilan gadis yang sudah mati".
Kamu tidak akan kesulitan mengakses pianonya?
Aku akan tahu saat di sekolah besok.
Kita tidak tahu kapan pria itu akan muncul lagi,
jadi, berhati-hatilah.
Menurutmu siapa pria itu?
Dia mengincar buku catatan itu,
jadi, mungkin dia juga mencari emas batangan.
Tapi kita tidak boleh menyimpulkan tanpa bukti.
Kita memang harus berhati-hati.
Ada kabar tentang Kim Hyeon Ho?
Kami sudah menyisir semua yang bisa kami temukan.
Dia hanya warga sipil.
Sayangnya, aku tidak tahu bagaimana
buku catatan Jae Hyeon bisa ada di tangannya.
Ini misteri.
Hal yang sama berlaku untuk motifnya ingin bertemu denganmu.
Dia mau bilang apa? Kami tidak bisa menemukan satu petunjuk pun.
Bagaimanapun, ada satu hal yang kita tahu pasti.
Seseorang menggunakan koneksi untuk memanipulasi penyelidikan.
Jika tidak, mereka tidak akan
membereskannya dengan terburu-buru dan menyimpulkan itu bunuh diri.
Bisakah kamu menyelidiki detektif yang bertanggung jawab...
- Selidiki itu. - Baik.
Bagaimana dengan ketidakhadiranmu?
Semua baik-baik saja dengan Oh Su A, bukan?
Benar, aku hendak memberitahumu tentang itu.
Ada sedikit masalah,
tapi sudah ditangani.
"Sedang Tidak Ada"
"Kami turut berduka cita"
"Beristirahatlah dengan tenang"
Apa?
Yang penting itu sudah ditangani.
Aku memastikan dia tidak memberi tahu siapa pun,
jadi, jangan khawatir...
Jadi, maksudmu,
seorang agen BIN menggertak warga sipil yang tidak bersalah?
Hei, kamu mengancam warga sipil yang tidak bersalah.
Kamu bisa dipenjara karena ini!
Kamu seharusnya berusaha keras menenangkan dan meraih hatinya.
Kenapa kamu mengancamnya seperti itu?
- Benarkah? - Hei!
"Benarkah?" Itu akal sehat!
Hei, kamu. Berdiri.
Berdiri dan temui Oh Su A.
Katakan kamu menyesal tentang tadi. Memohonlah sambil berlutut!
Bersikap baiklah dan sopan. Lakukan apa pun
untuk membuatnya berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun.
Kamu mengerti?
Apa-apaan ini?
Aku yang traktir, jadi, makanlah sebanyak yang kamu mau.
Jika kamu mau makanan lagi, beri tahu saja aku.
Terima kasih.
Dengan senang hati! Selamat menikmati.
Kalau begitu, aku akan meninggalkan kalian berdua untuk bicara.
Baiklah.
Ini tidak seperti yang Ibu pikirkan.
Kacau sekali.
- Biar kutuangkan. - Tidak, terima kasih.
Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?
Maaf tentang tadi.
- Aku sungguh tidak sopan. - Astaga.
Bukankah tadi kamu mengatakan ini dengan suara seriusmu?
"Aku akan memberi Ibu satu hari." Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?
Aku mengatakan itu karena tidak berpikir jernih tadi.
Maafkan aku.
Lalu? Lanjutkan.
- Menyembunyikan identitasku... - Kamu tidak akan minum itu?
Aku tidak akan memintamu memahami alasanku menyembunyikan identitasku.
Apa pun alasannya, aku bukan murid,
jadi, aku tidak boleh tinggal di SMA Byeongmun.
Tapi kumohon.
Untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Pak Kim Hyeon Ho,
melindungi negara kita,
dan menghukum orang-orang yang bersalah,
aku harus tetap di SMA Byeongmun.
Selain itu, kolegaku dan aku membahas bagaimana kami bisa
mengompensasimu atas semua ini, jadi...
Aku yakin kamu akan merahasiakannya.
Dengar.
Meski kamu bilang begitu, aku merasa...
Jujur saja.
Kamu tidak akan membagi emas itu denganku.
Bahkan jika aku mendapatkan sesuatu, entah itu arloji
atau cincin dengan logo BIN.
Kehidupan adalah tentang memberi dan menerima,
tapi apa yang bisa kuterima? Sama sekali tidak ada.
Bahkan jika aku menyimpan rahasiamu sendiri,
aku tidak akan mendapatkan apa pun...
Bu Oh, selamat telah dianugerahi Penghargaan Presiden.
Kamu membantu agen BIN menemukan emas batangan Kaisar Gojong.
Bagaimana perasaanmu sekarang?
Aku hanya melakukan tugasku.
Sebagai guru Sejarah Korea dan warga negara Korea,
sudah tugasku
untuk mengajari anak-anak sejarah yang akurat.
Bu Oh, aku percaya padamu!
Aku tersanjung.
Kamu juga sangat rendah hati. Kamu yang terbaik, Bu Oh.
Pak Baek, silakan beri Bu Oh posisi mengajar tetap.
"Sertifikat Penghargaan"
Selamat, Bu Oh!
Selamat!
Terima kasih!
- Oh Su A! - Oh Su A!
- Oh Su A! - Oh Su A!
- Oh Su A! - Oh Su A!
- Bu Oh? - Aku akan membantumu.
Tiba-tiba saja?
Aku berjanji
tidak akan memberi tahu siapa pun.
Pak Agen BIN, aku akan melakukan yang terbaik
untuk membantumu
agar kamu bisa menyelesaikan misimu tanpa kesulitan.
Kamu terdengar
seperti penuh ambisi sekarang.
Tidak.
Aku hanya ingin membantumu
- karena aku orang baik. - Apa?
Kamu belum pernah mencicipi ini, bukan?
Ini benar-benar... Astaga, lihat semua daging ini.
Makan dagingnya dengan kentang.
Makanlah.
Sup tulang di sini sangat enak.
- Tapi kenapa tiba-tiba... - Makanlah.
Yu Jeong adalah adikmu?
Astaga. Kalau begitu, atasan paruh waktu itu
pasti penyeliamu di BIN dan ayah Yu Jeong.
Ya, tepat sekali.
Jeong dan An. Nama keluarga kalian berbeda,
jadi, dia tidak mungkin adik kandungmu.
Kalau begitu, kurasa dia adik tirimu.
Tidak, bukan begitu.
Ceritanya panjang.
Semua orang punya cerita. Aku mengerti.
Bu Oh.
Jika
orang yang membunuh Pak Kim Hyeon Ho
tahu kamu ada di sana saat insiden itu terjadi,
kamu juga bisa berada dalam bahaya.
Tapi kamu tidak perlu khawatir.
Aku pasti akan melindungimu.
Aku berjanji akan menjauhkanmu dari bahaya.
Karena kamu sudah memutuskan untuk membantuku,
aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan...
Ada apa?
Wajahmu merah.
Mungkin kamu demam.
Astaga. Apa yang kamu lakukan?
Maksudku...
Apa orang-orang di BIN... Apa mereka semua seperti ini?
- Apa yang kulakukan? - Kendalikan dirimu.
Kamu seorang guru dan aku seorang murid.
Maksudku, kita berdua murid.
- Apa? - Maksudku... Apa?
Terserah!
Jangan mengatakan hal seperti itu dengan wajahmu itu.
Bagaimana dia bisa begitu ceroboh?
Ada apa dengannya?
Wajahku ini?
Aku menghargai peringatannya.
Aku tidak akan tahu.
"Kim Hyeon Ho"
Tapi Kim Hyeon Ho...
Tidak ada yang bisa kulakukan.
Dia
terlalu angkuh.
Astaga.
Halo.
Kamu tampak baik.
Siapa sangka orang sebaik kamu
akan melakukan hal seperti itu?
Apa alasannya?
Kenapa kamu mengirim surat itu kepada Jeong Hae Seong?
"Berkas Personel"
"Tim Domestik Tiga sampai 2002, Tim Domestik Empat sampai 2003"
Aku sudah memikirkannya
dan kupikir dia harus tahu
kenapa Agen Jeong Jae Hyeon menghilang bertahun-tahun lalu.
Seo Myeong Ju, jangan berpikir
hanya kalian yang tahu
tentang misi 22 tahun lalu.
Apa Jeong Hae Seong akan memercayaimu?
Aku akan menunjukkan sesuatu
yang akan membuat dia percaya,
misalnya buku catatan Agen Jeong.
Itu akan sangat membantu Hae Seong.
Itu berisi jawaban untuk teka-teki Seo Byeong Mun.
Sampaikan pesan ini kepadanya di BIN.
Katakan kepadanya dia akan gagal kali ini
seperti kali terakhir dia mengambil emas batangan.
Pak Kim.
Kenapa kamu memanggilku seolah-olah aku bawahanmu?
Sampai jumpa di sekolah.
Kamu tidak akan membiarkan pembunuhan lagi?
Apa ini perburuan harta karun yang diadakan saat piknik sekolah?
Atau kamu
bersikap sentimental
karena mantan kolega?
Bagaimana jika Jeong Hae Seong menemui mantan agen BIN
dan mendengar kebenaran tentang ayahnya?
Dia akan mendatangimu.
Jika aku terlambat sedikit saja,
seluruh rencana akan kacau.
Anggap aku menerima rasa terima kasihmu.
"Tiga. Piano yang bermain sendiri"
"Ketua klub piano..."
Kisah hantu ketiga adalah
tentang piano yang bermain sendiri.
"Sejak saat itu, piano di studio musik SMA Byeongmun..."
Ketua klub piano memiliki
seorang siswi sebagai pasangannya.
Setelah tahu dia hamil suatu hari,
dia memberi tahu ketua klub piano.
Reaksinya sangat dingin.
Tidak memiliki harapan,
gadis itu memilih bunuh diri.
Sejak saat itu, piano di studio musik SMA Byeongmun...
Apa-apaan ini?
Buku catatan apa itu?
Ada apa dengan cerita menakutkan itu?
Kamu jauh lebih menakutkan!
Kunci ke emas batangan Kaisar Gojong.
Cerita hantu nomor tiga. Piano yang bermain sendiri.
Kamu tahu di mana piano besar disimpan?
Entahlah. Aku belum lama bekerja di sini.
Piano besar
dari tahun '50-an?
Saat bertemu dengan orang tua Dong Min dan Tae Soo,
aku melihatnya di ruangan Pimpinan.
Namun,
hampir mustahil menyelinap ke sana.
Paviliunnya tidak selalu terbuka,
dan ada penjaga keamanan sendiri.
Kapan mereka membukanya?
Kapan itu?
Ada hari yang sempurna untuk itu.
"Malam ke-24 untuk Byeongmunite, 2025"
Kalian mungkin tahu ini, tapi harinya telah tiba.
Malam untuk Byeongmunite.
Kita mengundang orang-orang di bidang politik, yudisial, bisnis,
serta alumni ke acara ini,
jadi, aku meminta semua anggota OSIS untuk hadir.
Kurasa Hae Seong tidak akan seperti itu.
Apa? Kenapa?
Karena itu bukan untuk sembarang orang,
terutama seseorang dengan poin minus lebih dari 20 poin.
Aku tidak mengerti.
Bagaimana aku bisa mendapat lebih dari 20 poin minus?
Karena bolos sekolah.
- Berapa poinmu? - Poinku sudah 19.
Kalian tidak bisa melakukan ini kepadaku.
Kenapa kalian tidak memberitahuku sebelumnya?
Kamu tidak membaca buku panduan murid?
Semuanya ada di sana, jadi, bacalah.
Maksudmu, kalian membacanya?
Kamu bilang akan membantuku.
Kenapa kamu memberiku poin minus maksimal
karena bolos sekolah?
Kenapa kamu memarahiku,
padahal kamu yang bolos sekolah?
Lagi pula, hanya karena aku setuju membantumu,
bukan berarti aku hanya akan memberimu setengah poin minus.
Aku tidak bisa karena ada peraturan.
Sulit dipercaya.
Sejak kapan kamu mengikuti peraturan?
Aku tidak percaya kamu bicara kepadaku seperti ini.
Berapa usiamu?
Kenapa usia penting saat ini?
Kamu jelas lebih tua dariku.
- Mungkin jika kamu... - Hei!
Pergilah.
Manis sekali.
Bagaimanapun, ini buruk.
Kita akan memikirkan sesuatu dan berkumpul kembali besok.
Lihatlah dia sangat teliti.
Dia membungkuk sebelum pergi.
Sulit dipercaya.
Kenapa dia berpikir aku lebih tua, padahal dia tampak seperti seniorku?
Sulit dipercaya.
Bagaimana caraku membalasnya?
"Wajah SMA Byeongmun Berikutnya"
Aku harus bertanya, Hae Seong.
Pernahkah terpikir olehmu
untuk memberikan alasan sebelum bolos sekolah?
Aku butuh waktu untuk berpikir.
Siapa sangka membolos akan menghasilkan 20 poin minus?
Ini buruk.
Acara yang akan datang ini sepertinya satu-satunya kesempatan
untuk masuk ke ruangan Pimpinan.
Ada satu cara.
Bu Oh.
Izinkan aku memperkenalkan diri secara resmi.
Aku Oh Su A,
guru sejarah Korea di SMA Byeongmun.
Ayah Yu Jeong, aku yakin kita pernah bertemu.
Astaga, Bu Oh.
Aku minta maaf atas sikapku hari itu.
"Wajah SMA Byeongmun Berikutnya"
"Keuntungan"
"Wajah SMA Byeongmun Berikutnya"?
Orang yang terpilih akan langsung menerima 25 poin plus.
Itu akan menebus 20 poin minus agen
dan memberinya tambahan lima poin.
Kamu ada benarnya.
Kenapa kamu menunjukkan ini kepadaku?
Ayolah.
Yang benar saja. Itu tidak masuk akal.
Ini tidak benar.
Bagaimana aku bisa bersaing dengan anak-anak pada usia ini?
Aku bahkan menari untuk mempromosikan diriku waktu itu.
Aku cukup pemalu.
Aku tidak mau. Tidak mungkin.
Aku sudah tegas.
Aku tidak mau.
Mau pergi sekarang?
Jalan.
Baiklah.
Satu, dua, tiga.
Ini dia.
Haruskah sampai sejauh ini?
Ini kali pertamaku melakukan ini.
Baiklah.
- Kamu di sini! - Astaga, halo.
Bukankah itu Bu Kim?
Aku tidak tahu ini,
tapi ternyata dia sehebat fotografer mana pun.
Dia memotret semua foto mantan wajah Byeongmun.
Begitu rupanya.
Jangan mengangguk saja dan hampiri dia.
Cepat ganti baju!
Ayolah.
Ayolah.
Tenang dan mari mulai dengan sederhana.
- Dengan senyuman. - Tentu.
Senyum kecil sudah cukup.
Senyum.
Lemaskan mulutmu sedikit.
Senyum.
Lemaskan bahumu dan turunkan.
- Apa bahuku kaku? - Bagus.
Kenapa ekspresinya begitu?
- Biasanya dia lebih tampan. - Dia kaku sekali.
Dia pasti merasa ini terlalu canggung.
- Mungkin... - Aku tahu dia bisa lebih santai.
Kamu bisa lebih baik.
- Tunggu sebentar. - Tentu.
Apa lagi sekarang?
Dia tidak ada harapan.
Aku hanya melihat batang kayu.
Tidak ada foto yang bisa dipakai.
Dia tidak bisa diharapkan.
Ayo.
Lihat.
Ini dia.
Dahulu dia model saat kecil.
Lihat Hyeon Joon.
Bagus, Hyeon Joon. Tampak bagus.
Pantas saja dia wakil ketua.
- Itulah maksudku. - Bagus!
Itu bagus, Hyeon Joon.
Seorang mantan model jelas tahu apa yang dia lakukan.
Dia akan menang jika terus begini.
Apa?
Lihat itu.
Bukankah dia seksi?
Teman-teman, istirahat sepuluh menit!
Kemarilah.
Agen, kamu di sini bukan untuk foto paspor.
Kamu harus tersenyum lebih cantik.
Aku melakukan yang terbaik.
Terlihatlah lebih seksi.
- Air. - Dia akan minum air.
Bukankah setidaknya aku lebih baik daripada mereka?
Kamu tidak lebih baik!
Satu, dua.
Baik, bagus.
Baiklah. Lihat dan pelajari.
Pertama, kedua, dan ketiga.
SMA Byeongmun. Mengerti?
Datanglah ke SMA Byeongmun.
Apa yang kamu lakukan?
Lihat dan hafalkan saja.
Datanglah ke SMA Byeongmun.
Senyum itu patut dipertahankan.
Tetaplah seperti itu. Tunggu.
Satu. Satu, dua, tiga.
Bagus!
Itu dia. "Datanglah ke sekolah kami."
Lihat? Lihat ini.
Lihat. Bukankah kamu terlihat jauh lebih baik?
Apa?
Lihat betapa alaminya ini.
Bukankah kamu tampak menawan? Kamu pandai melakukan ini.
Lihat. Penampilan seperti inilah
yang harus kamu tunjukkan di pemotretan.
Kamu bisa, Agen Jeong.
- Baik. - Mengerti?
- Apa istirahatnya membuatmu santai? - Tentu.
Mari kita coba lagi.
Berikan senyum lembut.
Itu dia.
Tidak mungkin.
Baiklah.
- Tidak mungkin. - Tersenyumlah dengan malu-malu.
Itu dia.
Lihat dia!
- Tidak mungkin. - Sebenarnya dia hebat.
Bisa lepaskan jaketmu?
Jaketku?
Ini dia.
- Bagus, Hae Seong! - Dia tampak menawan.
- Lihat itu. - Tidak mungkin.
Baiklah. Berikan kepadaku.
Anggap kamu binatang buas.
Itu dia.
Kenapa kamu tidak melonggarkan dasimu dan membuka kancing kemejamu?
Bagus! Aku menyukainya.
Kamu menelan kameranya.
Baik!
Bagus.
Kamu hebat.
Ye Na, kamu berikutnya.
Hae Seong, kamu tampak menawan.
Apa yang terjadi selama istirahat?
Bagaimana kamu bisa sehebat ini?
Aku mengikuti sesi bimbingan pribadi.
Dia punya tutor?
Aku tidak mau.
Aku tidak akan menggulung lengan bajuku, jadi, potret saja.
Ini lebih dari cukup.
Semua orang tampak santai,
tapi kamu mungkin tampak terlalu kaku.
Mari berfoto dengan lengan bajumu digulung.
Berapa kali aku harus menolak? Aku tidak mau.
Aku tidak mau, jadi, jangan bicara lagi!
Ye Na, apakah sakit sekali?
Maafkan aku.
Bu Kim, sebenarnya,
dia terluka karena aku tadi.
Bisakah kami menemui perawat sekolah?
Apa? Ya, tentu saja.
Ayo.
Kita baik-baik saja sekarang. Aku baik-baik saja, jadi, pergilah.
Kamu masih melakukannya?
Pergelangan tanganmu.
Ye Na, guru olahraga bilang...
Hei, apa itu?
Sudah kubilang jangan membahasnya lagi.
Benar, maafkan aku.
Sebagai teman, aku khawatir...
Temanku?
An Yu Jeong.
Kamu tidak punya malu?
Kamu bukan temanku.
Jangan pikir kamu setara denganku hanya karena aku bergaul denganmu.
Orang munafik seperti kamu yang pura-pura suci membuatku muak.
Lee Ye Na.
Minta maaf kepadanya.
- Bagaimana jika aku tidak mau? - Minta maaf.
Kamu pasti bercanda.
Apa hubungan kalian?
- Cukup. Kembalilah ke dalam. - Kenapa?
Tidakkah harga dirimu terluka mendengar itu?
An Yu Jeong.
Kamu memang hebat.
Tapi tetap saja, kamu berani membohongiku.
Ye Na, kamu salah paham.
Kami tidak seperti yang kamu pikirkan.
Kamu hina.
Kamu membuatku muak.
Yu Jeong, kita harus bicara.
Apa ucapanku lelucon bagimu?
Sudah kubilang jangan ikut campur!
Tidak sekarang, nanti saja.
Temui aku setelah pemotretan selesai.
Aku melihat apa yang terjadi sebelum kehadiranku diketahui.
Kamu tidak tahu tentang gadis SMA.
Apa yang tidak kuketahui?
Kamu keluarga Yu Jeong.
Aku bisa menjamin
bahwa tidak ada gadis SMA
yang ingin kakaknya mencampuri pertemanannya.
Aku mengerti, tapi...
Bagaimana aku bisa diam saja dan membiarkan dia
diperlakukan seperti itu?
Persahabatan
lebih rumit dan rapuh daripada yang kita bayangkan.
Itu sebabnya kamu harus memberinya waktu.
Lagi pula, kamu tahu ini.
Kamu hanya di sini sebentar sementara Yu Jeong akan lama.
Ini teman-temannya yang harus satu sekolah dengannya.
Setidaknya selama setahun atau mungkin lebih.
Karena itulah
kamu harus membiarkannya
sampai dia mendatangimu.
Menurutku,
begitulah caramu membantunya.
Ini tidak mudah.
Kamu pikir itu akan mudah?
Ini. Bertahanlah dan terus maju.
Mustahil. Apa yang harus kulakukan dengan orang bodoh seperti kamu?
"Hye" dieja
dengan huruf Y di tengah.
Berapa kali harus kukatakan?
Mengeja itu sulit dihafalkan.
Kamu pikir itu akan mudah?
Bertahanlah dan terus maju.
Lagi.
Tulis "rahmat guru".
Kenapa kamu menyeringai?
Aku teringat seseorang.
Cinta pertamamu?
Ayolah. Siapa itu?
Siapa?
Ada seseorang.
Tunggu. Ayolah.
Siapa itu? Katakan.
Kenapa kamu ingin tahu?
Jangan seperti itu dan beri tahu aku.
Aku tidak bisa tidur dengan memikirkan ini.
Tunggu, hujan.
Oh Bong Ja, ambil payung ini.
Sudah kubilang jangan memanggilku dengan nama itu!
Tunggu sebentar.
Ibu, aku tidak dipanggil Oh Bong Ja lagi.
- Kenapa hanya ada satu payung? - Ibu bersikap pintar.
Jangan biarkan dia menunggu dan pergilah!
Apa?
Baiklah.
Apa yang Ibu bicarakan?
"Minumlah dengan Su A"
Maaf tentang ini. Kami hanya punya satu payung.
Mau pergi? Kamu tinggal di mana?
"Undercover High School"
Aku akan segera menemukan Ayah.
Aku akan melakukannya.
Bu Oh, tentu saja. Dia kartu liar tim kita.
Apa yang kamu lakukan?
Tetap di sampingku.
Ada yang salah denganku. Kendalikan dirimu.
Itu tidak terduga.
Operasi akan dilakukan pukul 20.00 saat acara dimulai.
Saat Pimpinan meninggalkan ruangannya merupakan
momen terbaik kita untuk menyerang.
- Bersulang! - Bersulang! Kamu tahu
betapa pentingnya hari ini.
Apa aku bisa melakukan ini?
Tenanglah. Aku yakin bukan apa-apa.
Hae Seong, pergilah sekarang.
Berbahaya jika kamu tetap di sini.
Akan kupastikan tidak terjadi apa-apa, jadi, jangan khawatir.
Selain itu...
Kamu terlihat cantik hari ini.
"Undercover High School"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.