Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Resynced by == ANORA ==
"Undercover High School"
"Semua tempat, organisasi, tokoh"
"Kejadian, dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"
"Episode Lima"
Buddha.
Hae Seong kami...
Tuhan.
"Semoga mendapat nilai sempurna!"
"Di sepuluh besar"
"Semoga mendapat nilai sempurna"
Kumohon...
"Hari ketiga ujian tengah semester"
"Pertama, Sastra Korea. Kedua, Masyarakat dan budaya"
"Ketiga, Matematika Satu"
Mulai.
"SMA Byeongmun"
Seseorang harus
menjelaskan.
Kejutan!
Kejutan!
Hae Seong!
Astaga. Kalian mengejutkanku.
Kejutan.
Kurasa ini pertemuan pertama kita.
Begini,
aku bos Hae Seong di pekerjaan paruh waktunya.
Dan aku pegawai di sana.
Begitu rupanya.
Halo.
Aku Oh Su A, wali kelas Hae Seong.
Begitu rupanya.
- Dan dia? - Dia juga pegawai,
tapi jangan hiraukan dia dan narkolepsinya.
Kubur dia di bawah selimut.
Sudah.
Kenapa orang-orang dari pekerjaan paruh waktunya ada di sini?
Apa?
Menurutku, ini tidak normal.
Bahwa kalian di sini,
ada di lemari,
dan kalian memakai sepatu.
Maaf. Aku bukan curiga.
Tapi kalian bilang ini kejutan
meski Hae Seong di rumah seharian.
Dia pikir dia Sherlock Holmes?
Hae Seong, ibu rasa ibu butuh
jawaban atas pertanyaan ibu.
Begini... Sebenarnya...
- Hae Seong! - Hae Seong!
Bu Oh, teganya kamu.
Kenapa kamu kejam sekali kepada orang sakit?
Hae Seong, bertahanlah.
Kamu tidak boleh mati!
Jangan mati.
Hae Seong!
Hae Seong, jangan mati.
Tunggu. Hae Seong?
Jangan!
Kamu wanita yang kejam.
Tapi aku... Tunggu.
Kamu baik-baik saja? Permisi.
Waktu habis. Tangan di kepala.
Yang di belakang akan mengumpulkan lembar jawaban.
Kerja bagus dalam ujiannya.
Sampai jumpa di akhir sekolah.
- Tentu. Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Bagaimana hasilnya?
Apa jawabanmu untuk pertanyaan nomor 17?
Mi Jeong.
Aku memikirkan kita selama beberapa hari terakhir.
Kenapa kamu di sini?
Mi Jeong, beberapa hari ini...
Mi Jeong, beberapa hari ini,
aku memikirkan
- perasaanku kepadamu. - Apa?
Ciuman di lemari itu.
Itu kali pertama.
Itu membuatku sangat terkejut.
Agen Park... Tidak.
Mulai saat ini, aku akan menganggapmu sebagai rekan.
Kamu pendosa yang mencuri bibirku.
Jika cinta adalah kejahatan,
kamu akan dihukum penjara seumur hidup.
Aku memberimu kelonggaran hanya karena kamu juniorku,
tapi ini caramu membalasku? Apa itu tadi?
Go Yeong Hun.
Kamu pikir kamu siapa, bicara kepadaku
seolah-olah aku salah satu teman sekelasmu?
Panggil aku seperti itu lagi,
dan aku akan memecahkan tengkorakmu. Mengerti?
Mengerti?
Aku akan mengabaikan perkataanmu.
Ayo makan.
Cepat!
Dia berlapis-lapis.
Dia jauh lebih memesona.
Kenapa mereka lama sekali?
- Benar sekali. - Mari kita minum.
Kalian sudah di sini.
- Di mana Yeong Hun? - Di belakangmu.
Benar. Mari makan sebelum dagingnya hangus.
Selamat menikmati, Mi Jeong.
Maksudku, Agen Park.
Kenapa kamu memanggilnya dengan santai, tapi canggung?
- Apa? - Terjadi sesuatu, bukan?
- Tidak. - Ya.
Tidak terjadi apa-apa, Pak. Mari kita lanjutkan.
Apa UTS-mu lancar?
Jangan tanyakan itu kepadanya.
Aku bertanya kepada Yu Jeong hari ini dan aku diomeli.
Bagaimanapun, itu sulit.
Kamu juga kesulitan berdoa
dan semacamnya.
Ini.
Baiklah. Gelas pertama ini untuk kita semua.
- Kalian hebat. - Kerja bagus.
Hae Seong.
Apa terjadi sesuatu antara kamu dan Bu Oh sejak hari itu?
Tidak juga.
Aku sudah memikirkannya
dan dia pasti merasa itu mencurigakan.
Bukankah sudah jelas?
Kalian semua keluar dari lemariku. Itu lebih dari kacau.
Kamu terdengar seperti remaja sekarang.
Hentikan bahasa itu. Kamu tidak seperti itu.
Omong-omong, kita harus lebih berhati-hati.
Dia sulit ditebak, itu sebabnya aku memperhatikannya.
Demi misi ini, aku harus menjaga jarak...
Kenapa dia tiba-tiba berhenti bicara?
Dia memiliki wajah tersangka
yang benar-benar bersalah tentang sesuatu.
Yang benar saja.
Cepat makan. Bos yang mentraktir.
Ayo.
Bagaimana dengan Hae Seong?
Ini lebih dari sekadar mencurigakan.
Mungkin saja dia bukan murid.
Astaga.
Pria mencurigakan yang kulihat di gedung tua.
Dia tampak
sangat mirip dengan Jeong Hae Seong.
Pak Gu yang dia seret
ke Komite Antiperundungan Sekolah.
Bagaimana bisa seorang murid SMA
menaklukkan seorang preman?
Dan yang paling aneh adalah...
Dasar orang-orang aneh.
Sial.
Apa itu 7665?
"Jeong Hae Seong"
Itu tidak masuk akal.
Bagaimana bisa murid SMA mengendarai mobil?
Dan mereka bertiga di unit atap itu.
Mereka jelas merahasiakan sesuatu.
Dia pasti mengulang beberapa tahun
dan memiliki SIM palsu.
Kamu bilang dia terang-terangan minum.
Menurut catatan muridnya, usianya 17 tahun.
Sial, apa masalahnya?
Kepalaku pusing.
Terlalu banyak keraguan juga penyakit.
Cukup omong kosongnya dan minumlah.
Ujian tengah semester sudah berakhir.
Bersulang.
Dia bukan pria itu, benar?
Benar?
Siapa yang dia bicarakan?
Ayolah. Tidak lagi.
Jangan seperti ini.
- Apa-apaan... - Ayolah.
Sedang apa wanita ini di sini?
Hei.
Kendalikan dirimu.
Permisi.
Kamu di rumah yang salah, jadi, pergilah.
Sepertinya kamu mabuk. Kamu baik-baik saja?
Astaga.
Ibu terkena flu?
Ibumu?
Aku bukan ibumu.
Kamu salah rumah... Kamu bercanda?
Ibu, aku sayang Ibu.
Aku sayang Ibu.
Dan terima kasih.
Su A mabuk.
Izinkan aku masuk.
Untuk putri Ibu yang manis.
- Ibu kesal? - Apa-apaan ini?
- Tolong jangan marah. - Kenapa dia di sini?
Apa yang kamu lakukan di rumah orang lain?
Kamu sudah gila?
Kemarilah.
Merepotkan sekali.
- Astaga. - Ibu, ada yang membawaku.
Apa? Apa itu tadi?
- Ibu, ini buruk. - Ada apa?
Ibuku tidak mau membuka gerbang.
Hentikan omong kosong itu dan kemarilah.
- Tunggu. Jangan lakukan ini. - Kemarilah.
Tunggu. Astaga, maafkan aku.
Sepertinya dia terlalu banyak minum.
Tapi dia tidak berbahaya.
- Ibu... - Maafkan aku.
- Buka gerbangnya. - Berjalanlah dalam garis lurus.
- Kalau begitu, selamat malam. - Jalan.
- Tentu. - Ayo.
Apa yang kamu pikirkan?
- Tapi... - Sulit dipercaya.
- Astaga. - Astaga.
Kenapa Ibu menarik lenganku?
Kamu bercanda?
- Kamu akan membuat ibu mati. - Lakukan lebih baik, ya?
- Ibu! - Diam!
Jangan berisik.
Ibu mohon! Ada apa?
Apa lagi sekarang?
Ada apa denganmu?
Kamu menyiksa ibu.
- Sulit dipercaya. - Astaga.
Kamu membuat kehidupan ibu dua kali lebih sulit.
- Aku lelah. - Bisakah kamu...
- Apa dia tinggal di sekitar sini? - Ada berapa anak tangga?
Masuklah.
- Di mana? - Masuklah.
- Di sini? - Ya.
- Halo! - Kamu pasti bercanda.
Ini buruk.
Hei, bukankah nilai UTS kita keluar hari ini?
Ya. Kurasa aku naik beberapa peringkat kali ini.
Menurutmu berapa peringkatmu?
Kesepuluh.
- Kesepuluh? - Ya.
- Kamu beruntung. - Aku harus minta apa dari ayahku?
- Tas yang baru saja keluar. - Tas?
- Mungkin... - Diam, Anak-anak!
Bel sudah berbunyi sejak tadi, Anak-anak nakal.
Hari ini,
ibu punya hasil UTS yang sangat kalian inginkan.
Mengerang tidak akan mengubah kenyataan.
Majulah saat ibu panggil nama kalian.
- Kang Gi Yeong. - Hadir.
An Yu Jeong.
Lee Ye Na.
Jeong Hae Seong.
Bagus.
Oh Se Yeon.
Berapa peringkatmu?
Lee Dong Min.
"Kelas 1, Nomor 21, Jeong Hae Seong"
"Kelas 1, Nomor 21, Jeong Hae Seong"
Ini dia.
Ini aku. Bagaimana hasilnya?
"Jeong Hae Seong"
- Kurasa dia gagal. - Kamu!
Agen Jeong, laporkan nilaimu.
Sudah selesai.
Aku berhasil.
Aku peringkat kesepuluh di sekolah!
- Ya! - Bagus!
Dia berhasil!
Apa-apaan...
Aku bangga kepadamu, Hae Seong.
Sudah kuduga kamu akan berhasil.
Bagus. Kerja bagus.
"Peringkat di sekolah, Kesepuluh"
Omong-omong,
berapa peringkat Yu Jeong?
Apa? Yu Jeong?
Kamu tidak tahu betapa terkejutnya aku.
Kamu tahu berapa peringkatnya?
"Rapor"
Aku yakin ini kali pertama Ye Na kalah.
Dia duduk di depan kita. Baca situasinya, ya?
Yu Jeong, kerja bagus mendapat peringkat pertama di sekolah.
Sulit dipercaya.
"Peringkat di sekolah, Kedua"
Selamat. Akhirnya kamu bisa mengalahkanku.
Aku beruntung.
Banyak yang muncul dari tempatku belajar.
Keberuntungan adalah bagian dari kemampuan seseorang.
Lihat saja nanti. Aku tidak akan kalah lain kali.
Benar.
Kamu lihat itu?
"Malam ke-24 untuk Byeongmunite, 2025"
Kudengar Lee Ye Na kalah dari Yu Jeong.
Lusinan les privat hanya bisa membawamu sejauh ini.
Suruh An Yu Jeong mengambil alih!
Dia bersikap seperti ratu karena dia putri Pimpinan.
Apa-apaan ini? Tidak!
Kamu sudah membaca semuanya?
Apa aku bersikap seperti ratu?
Aku akan berhati-hati.
Ye Na, tunggu.
Undang aku ke ruang obrolan itu.
Itu menyenangkan sekali.
Tunggu, apa? Ruang obrolan?
Sial.
Sial.
Sial!
Kapan dia akan berhenti bersikap angkuh?
"Jeong Hae Seong"
"Masuk SMA, tapi sebenarnya bukan murid"
"Tidak ada kecocokan"
Apa yang mengganggumu?
Astaga.
Salah satu muridku merepotkan.
- Punggungmu... - Apa?
Sudah lebih baik?
Beberapa koyok pereda nyeri sudah manjur.
Kelasmu akan segera dimulai. Kamu harus masuk.
Benar, tentu saja. Kalau begitu, aku permisi.
Sudah berapa lama dia di belakangku?
Maafkan aku. Seharusnya aku datang lebih awal untuk menyapamu.
Aku terlalu lama.
Aku yang paling tahu bahwa kamu wanita yang sibuk.
Kamu punya banyak masalah
dengan Kota Pendidikan dan semuanya.
Seperti yang kamu tahu,
tidak ada harapan lagi untuk pendidikan umum di Korea.
Pendidikan setara kelas rendah
sejak lama telah menjadi gangguan
bagi para murid dan orang tua mereka.
Aku hanya ingin memberikan
pendidikan yang sempurna untuk anak-anak kita.
Kepala Editor Yoon,
ini mungkin tampak tidak masuk akal di matamu,
tapi mendirikan sekolah swasta global bergengsi
dan berkontribusi pada pendidikan negara ini
adalah impianku.
Kamu pasti memberitahuku rencana besarmu
dengan harapan aku menulisnya.
Sejujurnya,
aku sudah membaca semua materi
yang pernah kamu tulis.
Pencabutan sabuk hijau
mengenai industri pendidikan di Seongju,
Yayasan Byeongmun memiliki hak pertama untuk bernegosiasi,
dan banyak kecurigaan lain seputar Kota Pendidikan.
Aku paling terkesan dengan artikel yang kamu tulis tentang aku.
Yang kucari adalah kebenaran.
Begitu rupanya.
Omong-omong,
jika ini untuk membujukku,
tolong pikirkan lagi.
Tapi kebenaran
tidak ditemukan melainkan dibuat.
Aku membuat keinginanku menjadi kebenaran.
Bergabunglah denganku.
Kamu akan menerima
apa pun yang kamu inginkan dan lebih dari itu.
Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya.
Kepala Editor Yoon.
Astaga, pergelangan tanganku.
Jika kamu tidak menerima tawaranku sekarang,
tawaranku berikutnya akan pahit.
Duduklah.
Merepotkan sekali.
Kepala Editor Yoon dari Harian Seojin.
Selidiki dia.
Baik, Bu.
Bukankah nilai UTS keluar hari ini?
Sepertinya Jeong Hae Seong
akan dengan mudah bergabung dengan OSIS.
Benarkah?
Tidak mungkin.
Dia juga pintar?
Apa itu pantas mendapat hadiah?
- Namun, Bu Seo... - Ya?
Nilai Ye Na...
Ada perubahan dalam peringkatnya.
Ini.
"Rapor"
"Peringkat di kelas, Kedua. Peringkat di sekolah, Kedua"
Pergilah ke sekolah.
Aku tidak percaya kamu peringkat kesepuluh di sekolah.
Kukira kamu tidak peduli dengan nilaimu. Selamat.
Terima kasih. Kalian juga bisa melakukannya.
Lee Ye Na.
Ye Na?
Kudengar kamu peringkat kedua di sekolah. Selamat.
Dan ini. Aku mendaftar untuk bergabung dengan OSIS.
Letakkan di mejaku.
Tadinya begitu, tapi mereka bilang aku harus memberikannya langsung.
Kamu tuli? Letakkan di mejaku!
- Apa itu tadi? - Kamu dengar itu?
Kamu sudah selesai, bukan?
Lee Ye Na, apa ada masalah?
Ini bukan urusanku, tapi kamu tidak terlihat sehat.
Membaca orang pasti bukan keahlianmu.
Aku baik-baik saja.
Jika kamu bilang begitu.
Akan kutaruh di laci mejamu.
"Ibu"
Ruangan ibu.
Kenapa kamu tidak masuk?
Apa ketua OSIS sudah memeriksa pendaftaranmu?
Ya, aku melihat dia mengambilnya.
Tapi siapa tahu? Ada dua pelamar lain.
Dua lagi?
Dan murid yang kurang beruntung belum pernah bergabung.
Mereka bilang mereka menyeleksi keterampilan dan kepribadian,
tapi koneksi yang membuatmu masuk.
Aku tidak bisa bilang aku terkejut, tapi itu mengecewakan.
Mereka terlalu muda untuk mendiskriminasi seperti itu.
Mari fokus pada tugas kita untuk saat ini.
Bagaimana kita bisa meraih hati ketua OSIS
agar Hae Seong terpilih?
Katakan ide kalian dengan bebas.
Aku menyarankan pendekatan tradisional
dengan 1.000 bangau kertas.
Kita berempat, jadi, masing-masing akan melipat 250 buah.
Kita bisa melakukannya besok.
Benar.
Aku mencabut hakmu untuk bicara.
Mereka bilang klasik bertahan selamanya.
Bukan tradisional, tapi klasik.
Kalian akan berdandan sebagai preman
dan mengganggu ketua OSIS.
Saat itulah
Agen Jeong akan masuk dan menjadi pahlawannya!
Aku menyukainya.
Kurasa aku tidak punya pilihan
selain memainkan kartu as rahasiaku.
Kartu as rahasiamu?
Kamu pasti haus. Minumlah sambil makan.
Apa-apaan ini?
Itu aku bersikap perhatian.
Aku menghargai niatmu, tapi tidak, terima kasih.
Aku punya air sendiri.
Benarkah? Aku tidak tahu itu.
Minumlah saja, Yu Jeong.
Aku akan meminumnya sendiri. Sampai jumpa.
Apa itu tadi?
Aku harus mendekatinya, tapi tidak tahu caranya.
Apa masalahnya?
Bukankah daunnya sentuhan yang bagus?
Apa kamu belum pernah punya pacar?
Berikan wajah itu kepadaku jika kamu akan menyia-nyiakannya.
Daun itu sesuatu yang tidak akan pernah kumengerti.
Apa dia syuting drama sejarah?
Menurutku sisi konyolnya menggemaskan.
Apa?
Kudengar Hae Seong menyerahkan pendaftarannya.
Apa yang akan kamu lakukan?
Aku akan menggunakan hakku sebagai ketua OSIS.
"Anggota OSIS terbaru, Kelas 11-1, Jeong Hae Seong"
Bagaimana mungkin?
- Semangat, Jeong Hae Seong. - Hei, Hae Seong.
Aku baru saja mendengar tentang tindakan burukmu.
Kamu mempermalukan dirimu di depan Ye Na.
Ini pendapatku.
Siapa pun akan setuju bahwa daun...
Itu agak terlalu bodoh.
Seharusnya kamu meminta saranku.
Mungkin tidak terlihat,
tapi wanita menganggapku sangat menarik... Tidak mungkin!
Bagaimana ini mungkin?
Sudah kuduga itu akan berhasil.
Setulus apa dirimu lebih penting daripada penampilanmu.
Entah kenapa,
itu tidak terdengar benar.
Arogansi itu.
Kurasa aku terkejut dengan ini, tapi selamat.
Dengan begitu...
- Kedai camilan? - Kedai camilan?
- Hae Seong yang traktir! - Traktir!
"Detail Catatan Siswa"
"Nama, Jeong Hae Seong"
"Pindah dari SMA Gyeongsun di Haenam"
SMA...
Halo, ini kantor guru di SMA Gyeongsun.
Ya, halo.
Aku Oh Su A, wali kelas
untuk Kelas 11-1 di SMA Byeongmun.
Astaga. Halo, Bu Oh.
Aku terkejut mendapat telepon dari SMA Byeongmun.
Ada yang bisa kami bantu?
Aku menelepon
untuk menanyakan
tentang Jeong Hae Seong, murid pindahan dari sekolahmu.
Hae Seong?
Nilainya bagus dan dia juga atletis.
Dia sangat populer di sini.
Aku ingin tahu kabarnya. Terima kasih sudah menelepon.
Hae Seong baik-baik saja, bukan?
Tentu saja.
Omong-omong, apa Hae Seong pernah...
Belnya berbunyi. Aku harus mengajar.
Tolong jaga Hae Seong.
Ya, terima kasih. Semoga harimu menyenangkan.
Kamu juga. Jaga dirimu.
"Detail Catatan Siswa, Jeong Hae Seong"
Itu aneh.
Bu Oh?
"Pemberitahuan"
- Hei, kapan kamu tiba di sini? - Baru saja.
Untuk mendaftarkan izin untuk memasuki ruang OSIS.
Begitu rupanya, tapi itu tidak bisa diproses sekarang.
Semua orang di kantor administrasi sudah pergi.
Bu Oh, aku membutuhkanmu di sini.
Ya, aku datang!
Kita lakukan bersama besok.
Lagi pula, rapat OSIS pertama diadakan besok.
Tentu.
"SMA Byeongmun"
"Detail Catatan Siswa"
"Pemberitahuan"
Terima kasih.
Kamu akan terus menghindariku seperti ini?
Aku tidak akan memberi tahu Bibi dan Paman.
Tapi tidak bisakah kamu bilang kenapa kamu bersikap seperti ini?
Bagimu, misimu lebih penting daripada aku.
Sudah kubilang jangan bergabung dengan OSIS.
Aku bahkan mengancammu
dan bilang akan mengatakan yang sebenarnya.
Jadi, kenapa...
Kenapa kamu mengabaikanku seperti itu?
Aku tidak mengabaikanmu.
Kamu sudah tahu ini. Karena misiku...
Benar.
Itu sudah diputuskan, jadi, aku tidak akan membahasnya lagi.
Tapi tolong berpura-puralah tidak mengenalku mulai sekarang.
Yu Jeong.
Selamat atas peringkat pertama.
Apa yang kamu lihat?
Hanya sesuatu yang menggangguku.
Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?
Kenapa Jeong Hae Seong?
Ada kandidat lain
yang lebih memenuhi syarat daripada dia.
Aku berhak menominasikan anggota baru.
Aku tahu kamu wakil ketua,
tapi kurasa aku tidak wajib memberitahumu hal-hal ini.
Apa rumor itu benar?
Bahwa kamu tertarik dengan Jeong Hae Seong.
Kamu mau jawaban jujurku?
Ya, Pak.
Kamu pulang dengan selamat?
Ya, aku baru pulang.
Hei, sepertinya Bu Oh mencurigaimu.
Benarkah?
Dia menelepon Haenam untuk memeriksa
sekolah asalmu.
Kami berhasil mengalihkan panggilan dan menanganinya.
Tapi itu sangat berbahaya, mengingat dia benar-benar menelepon.
Menjauhlah dari Oh Su A di sekolah mulai sekarang.
- Kamu mengerti? - Aku akan berhati-hati.
"OSIS"
Karena kini kamu anggota OSIS,
kita harus mempercepat semuanya secepat mungkin.
"Jeong Hae Seong"
Berhati-hatilah di dekat Oh Su A.
Hindari dia sebisa mungkin.
Dia wali kelasku dan guru penasihat OSIS.
Bagaimana aku bisa menghindarinya?
Kenapa kamu berdiri di sana? Duduklah.
Baiklah.
Baiklah. Semua orang sudah di sini, jadi, mari kita mulai.
Senang bertemu kalian semua.
Ibu Oh Su A, guru penasihat untuk OSIS mulai hari ini.
Ibu akan berusaha keras membantu dan bekerja dengan kalian
untuk meningkatkan OSIS kita.
Dan ini... Kalian semua sudah mengenalnya.
Perkenalkan Jeong Hae Seong, anggota OSIS baru.
Aku Jeong Hae Seong. Senang bertemu kalian semua.
Tepuk tangan!
Baiklah. Sekian rapat pekan ini.
- Kerja bagus, Semuanya. - Terima kasih.
"SMA Byeongmun"
Kenapa kamu masih di sini?
Ini hari pertamaku. Aku ingin melihat-lihat.
Ibu boleh pergi.
Kunci pintunya saat kamu pergi.
Tentu saja.
Sedang apa kamu di sana?
Aku hanya memeriksa ruangannya. Dan kalian berdua?
Kami ingin bicara denganmu.
Kami menunggu di luar, tapi kamu tidak keluar.
Aku?
Kamu sibuk hari ini? Ayo makan malam bersama.
Makan malam?
Mari kita rayakan kamu bergabung dengan OSIS.
- Yu Jeong juga ikut. - Apa?
Kamu akan ikut dengan kami, bukan?
Ya, ayo pergi bersama.
Baiklah, mari kita lakukan.
Kamu tidak pergi juga?
Ya, ayo.
Kamu tahu, tentang makan malam dengan Hae Seong nanti.
Bolehkah aku tidak ikut?
Kenapa tiba-tiba?
Aku sadar akan lebih baik jika kalian pergi tanpa aku.
Selain itu, aku punya rencana malam ini.
Bukankah kita sudah bilang akan pergi bersama?
Seharusnya kamu memberi tahu kami lebih awal.
Itu mendadak, jadi, aku terlalu bingung.
Maaf karena tidak memberitahumu lebih awal.
Aku tidak suka orang yang mudah berubah pikiran.
Sulit menganggapnya serius.
Kenakan pakaian bagus nanti.
Aku sudah memperingatkan Hae Seong untuk berhati-hati di dekat Oh Su A,
jadi, mari berusaha lebih berhati-hati juga.
Firasatku mengatakan dia akan terus mencurigai Hae Seong.
- Kamu... - Kita harus
sangat berhati-hati. Hanya itu yang bisa kita lakukan.
Atau
kita bisa menyingkirkan Oh Su A.
Jangan mengatakan hal seperti itu sambil terlihat sangat serius.
Kamu tampak menakutkan.
- Halo. - Halo, masuklah.
Aku pesan tiga roti lapis besar
dan dua piza utuh.
Soda rasa lemon dan jeruk nipis juga.
Tolong bungkus semuanya.
Keluargamu pasti besar.
- Semuanya untukku. - Ini pasti hari bebas makanmu.
- Mari kita siapkan. - Baiklah.
Tunjukkan dapurnya.
Hei, aku merasa kita seperti agen BIN.
Fokus, Agen Kim Ri An.
Baik, Bu.
Itu kamera, bukan?
Dia bekerja dengan Oh Su A.
Sudah kubilang. Kita harus menyingkirkannya.
Hanya bercanda.
Sudah puas?
Aku tidak melihat hal mencurigakan.
Jangan sia-siakan energimu untuk hal tidak berguna.
Fokus saja pada pekerjaanmu.
Berpikir bahwa dia mungkin bukan murid sangat tidak masuk akal.
Tidak.
Pasti ada sesuatu.
Hei! Berhentilah bersikap seolah-olah kamu agen BIN.
Aku akan pulang. Kamu juga harus pulang.
Bu Oh.
- Kemarilah sebentar. - Tentu.
Bagaimana keadaan di OSIS?
Lumayan.
Tapi mereka tidak terlalu ramah.
Mereka akan menuntut perhatian khusus darimu.
Kamu tahu itu, bukan?
Posisi itu dibiarkan kosong begitu lama,
jadi, tidak akan mudah.
Tapi tolong lakukan dengan baik.
Dibiarkan kosong?
Kalau begitu, apa ada guru penasihat lain...
Itulah yang kudengar, tapi aku tidak tahu detailnya.
Tapi harus kuakui, aku berharap banyak padamu, Bu Oh.
Aku berharap bisa mempertahankanmu di sekolah kita ke depannya,
bukan terikat kontrak.
Bisakah aku memercayai dan mengandalkanmu?
Ya, tentu saja.
- Jika butuh sesuatu, beri tahu aku. - Baiklah, kalau begitu.
Ini.
Ini juga.
Urus ini dahulu.
Ini catatan kehadiran dan persetujuan anggaran kita.
Ini tidak banyak. Hanya dari setahun terakhir.
Tapi aku harus segera pulang.
Benar, tentu saja. Kamu harus pulang.
Kamu bisa melakukannya di rumah.
Aku mencintaimu.
Aku juga mencintaimu.
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa, hati-hati di jalan.
Apa rencananya?
Tunggu, kurasa...
Sampai jumpa.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Sampai jumpa, Anak-anak.
Ini cukup rumit.
- Begitu rupanya. - Begitulah caranya.
Aku akan keluar.
Ke mana? Kamu tidak makan malam?
- Aku makan malam dengan temanku. - Berhenti!
Hei, apa Hae Seong baik-baik saja di sekolah belakangan ini?
Sudah lama ibu tidak mendengar kabarnya.
Tiap kali ibu bertanya kepada ayahmu,
dia bilang itu rahasia.
Dia pasti sudah menghabiskan lauknya sekarang.
Suruh dia menelepon ibu.
Ibu tidak peduli dengan keadaanku?
Bagaimana keadaanku di sekolah,
apakah semua baik-baik saja, atau apakah ada yang membuatku stres...
Ibu bahkan tidak ingin tahu, bukan?
Kamu...
Kamu selalu belajar dengan baik, jadi...
Apa kamu mengalami sesuatu?
Lupakan saja. Apa yang kuharapkan?
Sampai nanti.
Tunggu, Yu Jeong.
An Yu Jeong!
Sial.
Astaga.
Tempat ini tampak sangat mahal.
Berapa biaya makan di sini?
Aku yang bayar.
Tentu saja, aku tidak akan memintamu membayar untuk ini.
Koki menyuruhku mengurusmu dengan baik.
Aku akan mencatat pesananmu.
Kami menunggu satu orang lagi. Tunggu sebentar.
Ya, tentu.
Kenapa Hae Seong belum datang?
Ide bagus untuk bertemu di luar sekolah.
Maaf, aku terlambat.
- Kami belum memesan. - Begitu rupanya.
Kamu sudah menunggu lama?
Tidak juga.
Semua orang sudah datang, jadi, mari memesan sekarang.
Yu Jeong, minta menunya.
Baiklah. Permisi.
Bagaimana rasanya menjadi anggota OSIS?
Aku belum yakin.
Aku masih berusaha mencari tahu cara kerjanya.
Kenapa kamu sangat ingin bergabung dengan OSIS?
Tok, tok. Pak Jeong Hae Seong, kamu di sana?
Ya.
Entahlah. Menurutku itu keren.
Omong-omong, bagaimana kalian bisa berteman?
Apa kami butuh alasan untuk berteman?
Aku akan jujur. Saat itu, Yu Jeong...
Maaf.
Kami teman sekelas di kelas sepuluh, jadi, kami menjadi dekat.
Aku kesulitan menyesuaikan diri dengan sekolah,
dan Ye Na banyak membantuku saat itu.
Benar.
Aku melihat kalian berdua bicara berdua tempo hari.
Kupikir kalian berdua tampak sangat dekat.
Tidak, kami tidak dekat.
Reaksimu membuatmu tampak lebih mencurigakan.
Apa salahnya dekat?
Begini...
Omong-omong, kalian berdua tidak berpacaran, bukan?
- Apa? - Apa?
Kalau begitu, semua baik-baik saja.
Yu Jeong.
Belikan stoking baru untukku.
Aku harus berlari karena sepatu hak tinggiku.
Tunggu apa lagi?
Bukan apa-apa.
Duduklah.
Kenapa menghela napas?
Aku akan membiarkan ini,
tapi jangan lakukan ini lagi.
Apa hubunganmu dengan Yu Jeong?
Mari kita sudahi malam ini.
Aku bersenang-senang hari ini.
Mari berkumpul bersama lagi.
Selamat sudah menjadi anggota OSIS.
Terima kasih.
Aku pergi. Sampai jumpa di sekolah.
Apa Ye Na alasanmu melarangku bergabung dengan OSIS?
Yu Jeong.
- Menurutku, kalian berdua... - Benar.
Aku seperti pelayan Ye Na.
Saat ada sobekan di stokingnya, aku pergi membeli stoking baru.
Saat dia ingin kopi, aku juga membelikannya.
Ye Na memasukkanku ke OSIS meski aku tidak memenuhi syarat.
Sebagai balasannya, aku harus melakukan semua perintahnya.
Lalu kenapa?
Aku suka ini.
Aku suka keadaan ini, jadi, apa yang akan kamu lakukan?
Baguslah.
Rasa penasaranmu sudah terpuaskan.
Jangan pernah ikut campur seperti itu lagi.
Jangan coba-coba menceramahiku.
Kumohon...
Tolong urus urusanmu sendiri.
Aku pulang.
Kamu menikmati makananmu?
Lumayan.
Anak-anak OSIS.
Ada yang keberatan Hae Seong bergabung?
Tidak juga.
Tapi Ibu.
Kenapa Ibu ingin Hae Seong...
Kenapa
ibu menyuruhmu membiarkan dia bergabung dengan OSIS?
Ye Na, Alasan ibu tidak memberitahumu alasannya adalah
karena kamu tidak perlu tahu alasannya.
Maafkan aku, Ibu.
Kenapa kamu membawa Yu Jeong bersamamu?
Kamu pikir ibu tidak tahu?
Ye Na.
Tidak ada yang tidak ibu ketahui tentang kamu.
Kupikir akan canggung tanpa dia.
Dan yang lain bisa bicara.
Bukankah kamu berusaha membuatnya sadar diri?
Ada anggota OSIS baru,
dan dia mengambil posisi nomor satumu.
Kamu ingin menunjukkan siapa bosnya.
Ye Na.
Ibu
sangat kecewa.
Itu sangat kekanak-kanakan.
Maafkan aku.
Aku tidak akan melakukannya lagi.
Atau mungkin buat dia dikeluarkan dari sekolah.
Saat anjingmu lupa latihannya dan bertingkah...
Lebih baik menyingkirkannya.
Karena suatu hari
dia mulai berpikir dia manusia.
Ye Na.
Ye Na.
Ye Na ibu yang manis.
Berjanjilah kepada ibu.
Berjanjilah mulai sekarang, kamu tidak akan membiarkan siapa pun
mengambil tempatmu.
Berjanjilah.
"Halo, Agen Jeong Hae Seong"
"Papan Pemberitahuan OSIS"
"Halo, Agen Jeong Hae Seong"
"Halo, Agen Jeong Hae Seong"
Seseorang mengenalku.
Surat ini ditinggalkan
seolah-olah mereka tahu kapan dan di mana aku berada.
Jadi, seseorang mengawasimu?
Mungkinkah operasinya bocor?
Ini operasi rahasia yang bahkan tidak diketahui atasanku.
Jika ada kebocoran,
itu pasti orang di bawahmu.
Bukankah kamu sudah bertindak dengan benar?
Maaf, Pak.
Ambil ini dan cari tahu kenapa kamu didekati.
"Melayani dalam bayang-bayang untuk menerangi jalan maju"
"Direktur Kim Hyung Bae"
Pergilah.
"Direktur Kim Hyung Bae"
Ya, Pak.
Aku ingin laporan mendetail tentang staf dan guru
di SMA Byeongmun.
Ini.
Kamu butuh sesuatu setelah hari yang berat.
Apa kamu tahu
siapa yang mengirim pesan itu?
Kamu harus segera menemukannya.
Atau misi ini mungkin dalam bahaya.
Aku akan memeriksa kamera pengawas sekolah besok.
Kirimkan ini ke forensik untukku.
Tunggu saja sampai kita menemukan berandal itu.
Hei. Lebih baik tersenyum saat keadaan sulit.
Itu yang dilakukan kelas satu.
Dasar bodoh.
Ini peringatan.
Cari pengirimnya, tapi jaga dirimu juga.
Jika kamu terluka
dan kita menemukan ayahmu,
aku akan terlalu malu untuk menghadapinya.
Aku akan berhati-hati.
"Melayani dalam bayang-bayang untuk menerangi jalan maju"
"Berkas Anggota Fakultas SMA Byeongmun"
"Berkas Anggota Fakultas"
"Direktur Kim Hyung Bae"
Ada apa?
Aku tidak diperbolehkan,
tapi akan kutunjukkan karena kamu anggota OSIS.
Terima kasih.
"Kamera 11-15, Lobi gedung utama, Ruang OSIS"
"Folder ini kosong"
Ada apa? Kenapa kosong?
Pak Kim, ada apa dengan fail videonya?
Ke mana videonya?
Entahlah.
Apa karena mereka memeriksa peladen kemarin?
Tapi meski begitu...
Videonya sudah ditangani.
Bagus.
Bagaimana menurutmu, Kepala Sekolah Park?
Menurutmu, kenapa mereka melakukan itu?
Mereka menginginkan sesuatu dari Jeong Hae Seong
atau mungkin ingin bantuannya?
Bisa keduanya.
Bagaimanapun,
itu tidak bagus.
Aku mulai bertanya-tanya
seberapa banyak
yang diketahui orang itu.
Mereka memeriksa peladen sekolah kemarin.
Itu kebetulan yang mencurigakan.
Aku juga tidak mendapat apa-apa.
Tidak ada sidik jari atau DNA di pesan itu.
Siapa dia?
Ada bau kuat bahwa seseorang menghapus
rekaman kamera pengawas dengan sengaja.
Itu orang yang mengirimimu pesan
atau kaki tangan mereka.
Seorang pegawai sekolah
yang bisa masuk ke kantor administrasi
atau seseorang yang tidak ingin orang itu diketahui.
Jangan langsung menyimpulkan sampai kita yakin.
Aktivasi ulang peladen bisa saja hanya kebetulan.
Jika itu seseorang di sekolah,
mereka pasti sudah tahu kamu memeriksa rekamannya.
Pulanglah lebih awal hari ini.
Baiklah.
Kenapa ada banyak sekali berkas persetujuan anggaran?
Terima kasih atas bantuanmu.
Jangan sungkan. Aku menyukainya.
- Kamu menyukainya? - Apa?
Angka. Aku suka menghitung angka.
"Catatan Tersimpan"
Kamu mengajar matematika karena suatu alasan.
Aku tidak seistimewa itu.
Ruangannya bau jamur.
Ruangan ini tidak terawat.
Bagaimana keadaan Hae Seong?
- Hae Seong? - Ya.
Bu Kim bilang kamu mengatakan
bahwa kamu mengira dia bukan murid.
Dia memberitahumu semua itu?
Itu rahasia.
Ya.
Itu dia.
Kurasa itu saja. Mau pergi sekarang?
Ya.
- Terima kasih. - Tentu.
"Antologi OSIS 2003"
"Halo, Agen Jeong Hae Seong"
- Halo? - Agen Jeong.
Lama tidak berjumpa.
Kamu ingat suaraku?
Kamu tidak akan memberi tahu sekolah, bukan?
Kamu harus merahasiakannya.
Tidak. Jangan tekan "rekam".
Kamu yang mengirim surat itu?
Banyak yang ingin kita bicarakan. Mari bertemu.
Datanglah ke atap sekolah.
Aku hanya ingin bicara denganmu.
Datanglah sendiri.
"SMA Byeongmun"
Siswi yang membunuh temannya ditemukan tewas,
dan saat itulah rumornya dimulai.
"Kamu tidak boleh berada di sekolah
saat lonceng jam berbunyi."
"Mata merah
akan mendatangimu."
Ayah!
Ayah melupakan ini.
Terima kasih, Nak.
"Undercover High School"
Awas!
Kamu baik-baik saja?
Ayah!
Bong Ja, kamu baik-baik saja?
Kamu Bong Ja?
Si Hyun bercerita banyak tentang kamu.
Aku tidak bercerita banyak tentang dia.
Apa kabar?
Aku mau mengajak Si Hyun makan camilan. Kamu mau ikut?
Ikut kami.
"Karyawisata Hutan Rekreasi"
"Tanggal 13 September 2003"
Bu Oh?
Kamu mengenalnya?
"Halo, Agen Jeong Hae Seong"
Kenapa buku catatan ini ada di SMA Byeongmun?
Aku tidak punya pilihan. Pria itu terlalu arogan.
Buku catatan Agen Jeong Jae Hyeon.
Itu akan sangat menguntungkan bagi Jeong Hae Seong.
Apa Oh Su A baik-baik saja?
Kamu bilang akan membantu dan...
Hei!
Apa itu tadi?
Ibu juga bisa berada dalam bahaya.
Aku sama sekali tidak tahu
apa yang dia pikirkan atau apa yang dia tahu.
Katakan yang sebenarnya.
Kamu tahu tentang ini, Pak?
- Hae Seong. - Aku tidak bisa melakukan ini lagi.
Aku harus istirahat sebentar.
"Undercover High School"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.