Afrikaans
Akan
Amharic
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Polish
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Zulaikha.
Abang
Kenapa Ya Allah?
Kenapa?
Allah!
Munafik
Tiga Bulan Kemudian
Cepatlah sedikit Maria.
Kamu lama sekali di dapur. Apa susahnya menyiapkan air minum?
Kalau susah, tak mengapa. Lain kali saya buat sendiri saja.
Zati, itu hanya masalah kecil. Tak perlu sampai memarahinya.
Maria itu anak tirimu.
Saya tidak mau dia nantinya bersedih hati.
Ini bukan soal anak tiri.
Walaupun umur saya dan Maria hampir sebaya.
Tapi saya menyayangi dia.
Seperti anak saya sendiri.
Benarkah kamu menyayangi anak saya?
Maria?
Kamu membuka benda ini?
Kemari, duduk bersama Ayah
Amir kan sudah dewasa.
Jangan memainkan ini lagi.
Ayah,...
Amir bermimpi bertemu Ibu. Ibu bilang, sebentar lagi Ibu akan datang.
Amir sama seperti Ayah.
Selalu memikirkan Ibu - Selalu
Ayah, kapan Ibu akan pulang?
Ibu adalah milik Allah, Amir.
Ayah, Amir dan semua manusia adalah milik Allah.
Suatu hari nanti. Kita akan kembali kepada Allah seperti Ibu
Amir juga tahu, tapi Ibu selalu...
Amir.
Ibu sudah tiada.
Ibu telah pergi untuk selama-lamanya.
Ayah sudah bisa merima Ibu kembali ke Allah?
Ayah memang tidak menyayangi Ibu, kan? - Amir
Bukannya Ayah tidak menyayangi Ibu. Amir!
Jika Amir sudah dewasa nanti. Mungkin Ayah sudah tiada
Amir jangan lupa untuk berziarah.
Berziarah dapat mengingatkan kita
Tentang kematian dan akhirat.
Ingatlah pesan Ayah.
Anda mengajak bertemu hari ini untuk membicarakan apa?
Jika ingin berbicara tentang hal pribadi, saya tidak ingin membicarakannya disini
Sebagai Bosmu
Saya mempunyai hak untuk mengetahui hal pribadimu
dan saya memiliki hak untuk bertanya kepadamu
Apakah kamu sedang memiliki masalah?
Masalah apa?
Darimana anda mendapatkan pil ini?
Anda memeriksa barang bawaan saya?
Dulu kamu tidak seperti ini, Maria
Kamu memiliki masalah apa sampai depresi dan mengkonsumsi obat itu
Jika kamu memiliki masalah beritahu saya
Cobalah ceritakan saja masalahmu kepada saya mungkin saya bisa membantu
Anda tidak perlu tahu
Maria
Saya sangat peduli kepadamu.
Kenapa sikap kamu berubah kepada saya?
Saya merindukan Maria yang dulu. Saya menginginkan Maria yang dulu.
Tolonglah Maria, tolonglah. - Saya mau pulang.
Tolonglah. - Biarkan saya pulang.
Pak Ustad
Apa kabar Pak Ustad?
Shah, bagaimana kabar istrimu? Sudah sehat?
Setelah Pak Ustad mengobati istri saya dulu
Keadaannya semakin membaik. Dia tidak mengamuk seperti dulu.
Istrimu pulih bukan karena saya, Shah.
Saya hanya membantu sebisanya. Segalanya karena kuasa Allah.
Saya dengar sekarang Pak Ustad sudah tidak meruqyah lagi
Benarkah Pak Ustad sudah berhenti mengobati warga?
Ada apa Ayah?
Silahkan diminum.
Sampai kapan kamu mau begini, Adam?
Mau sampai kapan kamu diam dirumah?
Imam Ali, jamaah Surau.
dan semua orang menanyakan kabarmu.
Kapan kamu akan kembali bekerja?
Ladang dan kebunmu dibiarkan terlantar.
Kamu perlu ingat, Adam. Kerja itu termasuk ibadah.
Bagaimana dengan kasus tabrak lari itu?
Sampai sekarang polisi belum menyelesaikannya
Mereka belum menemukan pelaku kejadian itu.
Kita berpasrah kepada Allah saja, Adam.
Saya tahu saya tidak berada diposisimu
Saya paham semua masalah yang kamu hadapi sekarang.
Hanya satu pesan saya.
Tolong jangan meninggalkan masjid, karena
Tiada tempat yang memberikan ketenangan, melainkan rumah Allah.
Saya tahu, Azman. Saya tahu semua itu, tapi๏ฟฝ
Hei, Adam.
Kuatkan imanmu!
sejak awal saya mengenalmu, anda bukanlah seorang pemarah
atau pendendam.
Kamu ini kenapa, Adam?
Saya adalah sahabatmu. Saya menyeyangimu, Adam!
Kamu tahu kan? Hati kita mudah goyah.
Iman kita terkadang lemah, terkadang kuat.
Kita harus selalu menjaga diri dan berhati-hati!
Buang dendam dan amarah itu
Ikhlaskan saja, Adam. - Tidak, saya tidak akan ikhlas
Saya tidak akan memaafkan
orang yang menyebabkan istri saya meninggal.
Zulaikha! Dia istriku!
Jangan salahkan saya menjadi seperti ini
Salahkanlah orang yang merampas kebahagiaanku
bagi saya, dia telah membunuh isteri saya!
Adam!
Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu
Maka jadikanlah ia sebagai musuh
Sebenarnya ia mengajakmu untuk menjadi penghuni neraka.
Bukankah Aku telah perintahkan kamu, wahai anak Adam
supaya kamu jangan menyembah setan?
Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu
Kenapa ini?
Nyalakan listriknya!
Ada apa ini? Ada masalahkah?
Saya lihat anda berlari keluar dari lift.
Ada orang yang mengganggu anda?
Dalam kehidupan didunia ini, kita pasti menghadapi 2 perkara.
Yang pertama, musibah.
Dan yang kedua, nikmat.
Sebagai manusia, kita perlu sabar.
Mudah bagi siapapun untuk berbicara seperti itu, Tok Imam.
Karena mereka mungkin belum pernah menghadapi cobaan seperti yang saya alami.
Saya sadar masuk surga itu sulit.
tapi terkadang hati saya sulit menerima, kenapa seberat ini
ujian yang diturunkan Allah kepada saya?
Segala jawaban kehidupan terkandung dalam Al Quran
Dan Allah sudah memberi jawaban atas permasalahanmu tadi, Adam.
Allah berfirman, Allah tidak akan memberi cobaan
melebihi kemampuan hambanya.
Mintalah pertolongan kepada Allah untuk
Melapangkan dada dan menenangkan hati.
Betapa mulianya dirimu jika mampu memaafkan orang yang
Telah menyebabkan istrimu meninggal.
Tidak! Itu sangatlah sulit, Tok Imam
Berat hati saya untuk memaafkan orang itu.
Adam, Allah itu Maha Mengetahui
Mungkin selama kita tidak mau memaafkan orang lain,
Selama itu pula kita tidak akan mendapatkan ketenangan
Bagaimana kita bisa mendapat ketenangan
jika sikap kita seperti itu?
setalah kamu memaafkan orang itu, Allah akan memberimu petunjuk
Allah akan membuka pintu hatimu.
Bukalah matamu!
Saya tidak tahu apa yang salah dengan anak Abang.
sewajarnya, orang yang mendalami ilmu agama
lebih rajin shalat, jiwanya akan lebih tenang.
Tapi yang saya lihat dia semakin tertekan.
Walaupun dia begitu, saya beryukur.
Iman tidak akan kuat tanpa diuji
Tapi sebenarnya dia memiliki masalah apa Bang?
Maria seperti memendam sesuatu.
Apakah karena saya dia menjadi seperti itu?
Saya merasa tidak nyaman bersamanya.
Kami merasa seperti orang asing
Mungkin dia sedang memiliki masalah lain
Nanti akan saya tanyakan padanya.
Anehnya, kenapa Maria mempelajari
dengan Hadist dan Ayat Al Quran yang membahas setan
Padahal banyak Ayat yang membahas hal lain
Al Quran tidak hanya bercerita tentang jin, iblis dan setan saja
Terima kasih banyak, Fazli
Karena telah menolong Maria semalam.
Tolong urus mobilnya dan antar mobilnya kembali
Tidak apa-apa. Kebetulan saya berada didekat situ
Kalau saya tidak disana, entah apa yang akan terjadi pada Maria
Kamu tahu saya selalu peduli padamu.
Ketika keadaanmu seperti ini
Keadaan apa?
Apa yang salah dengan keadaan saya?
Saya minta maaf karena telah merepotkan kalian
Tidak mengapa.
Kamu sudah berbicara dengan Maria tentang
niat saya untuk menikahinya?
Saya bisa menjaganya.
Saya paham, tapi sekarang bukan waktu yang tepat
Kalau bukan sekarang, sampai kapan saya harus menunggu?
Zulaikha.
Zulaikha.
Zulaikha!
Zulaikha.
Zulaikha.
Zulaikha?
Zulaikha.
Zulaikha.
Terimalah rasa kecewa itu...
... dengan hati yang ikhlas.
Allah akan menggantikan kesedihan Abang...
... dengan hal yang tidak akan Abang kira.
Allah Maha Mengetahui, Abang.
Abang...
...merindukan Zulaikha.
Berapa banyak manusia yang menginginkan surga?
Dan berapa banyak manusia rindu untuk bertemu Allah
... karena deritanya di dunia?
Tolong Abang, Zulaikha.
Amir juga merindukan Zulaikha.
Ayah?
Ayah!
Ada apa, Amir? - Atuk datang
Kemari.
Ayah, kenapa tidak mengabari dulu sebelum kesini?
Ayah tahu kamu dirumah. Lagipula Ayah
tidak akan lama disini. Hanya dua tiga hari saja
Kamu apa kabar?
Kebetulan Amir sedang liburan sekolah
jadi Amir bisa menemani Ayah
Sebenarnya
Ibumu yang meminta Ayah untuk berkunjung.
Ibumu sangat cemas, karena
dia mendapat mimpi yang aneh tentangmu
Ibu bermimpi apa tentang Adam?
Insya Allah, Ayah. Adam baik-baik saja.
Benarkah?
Adam baik-baik saja, atau barangkali... - Ayah
mari kita masuk kedalam.
Maria?
Sekarang bagaimana? - Kalau bisa datanglah..
...tolong Ruqyah anak Pak Osman.
Anak Pa Osman, Maria. Warga kita juga.
Kata Istri Pak Osman, kondisi anaknya sudah parah.
Saya
Bukannya saya tidak mau menolong.
Saya
Begini saja. Imam coba hubungi saja Ustad Saiful?
Insya Allah beliau bisa membantu.
Saya ada urusan lain, Imam.
Ustad Saiful tak ada, Adam.
Beliau masih di Mekah. Minggu depan baru bisa kembali.
Tolonglah, Adam.
Mungkin sudah saatnya kamu kembali seperti dulu.
Membantu meruqyah warga kita yang sakit.
Insya Allah, Imam. Insya Allah saya datang.
Pergilah, Adam. Kamu sudah lama tidak mengobati orang.
Jangan sia-siakan kelebihan yang Allah berikan padamu.
Bisa tolong dijelaskan apa yang terjadi
karena Ustad Adam perlu mengetahuinya.
Ketika saya sedang didapur,
Saya mendengar Maria menjerit.
Setelah itu, saya melihat dia terbaring di lantai.
Bagaimana keadaanya sekarang?
Tadi saya sudah mencoba menolongnya.
Tapi dia menolak saya, lalu dia berlari ke ruang tamu.
Mengapa bisa jadi begitu, Adam?
Maaf, saya mau bertanya lagi.
Apakah dirumah ini menyimpan benda yang berkaitan dengan hal gaib?
Seperti jimat yang ditempel didinding atau penunggu rumah?
Kita perlu bergegas, Adam. - Bisa kita masuk?
Silahkan, Ustad. Kamar dia terletak dipaling ujung.
Maria, kami datang untuk menolongmu.
Maria harus tenang.
Banyaklah bedzikir.
Jika tidak bisa lewat mulut,
baca dalam hati ya? - Azman
Tolong saya, Ustad.
Tolong saya, Ustad.
Imam di kampung ini menyukai saya.
Dia yang membuat saya begini, Ustad!
Tolong hentikan dia.
Saya tidak pernah meninggalkan Salat Fardhu.
Siang malam saya berdoa.
Setiap malam, saya selalu Salat tahajud, Ustad.
Untuk menyembah dan mengagungkan Allah.
Janganlah kau menipu, jin, iblis laknatullah.
Jangan bersembunyi dalam kebaikan.
Adam, Maria kemana?
Maria!
Maria?
Kemana dia, Adam?
Maria?
Adam, Maria pergi kemana?
Kau menyakiti wanita ini, itu tandanya kau jin kafir!
Keluarlah dari raga perempuan ini!
Kalau tidak, akan kuhancurkan kau dengan kalimat suci Allah
Akan kubinasakan kau dengan izin Allah!
Keluar!
Teruskan bacaanmu, Azman!
Siapa kau?
Aku Adam, Hamba Allah.
Musuh Iblis.
Aku tidak akan keluar dari raga perempuan ini.
Kalau aku keluar, tuanku tidak akan memberiku makan.
Ada satu lagi Hamba Allah yang akan datang!
Tunggulah kau!
Dia adalah keturunan Iblis!
Dia akan menyesatkan umat Rasulullah,
untuk berpaling dari Al Quran!
Siapa yang akan datang dari keturunanmu wahai Jin, Iblis laknatullah?
Dajjal!
Maria?
Bagaimana Adam, semua sudah selesai?
Sulit, Imam.
Ada orang yang mengirim Jin untuk mengganggu ketenangannya.
Maria tadi memuntahkan paku, Imam.
Saya yakin, ada yang menyantetnya.
Maria sudah pulih sepenuhnya?
Iblis memiliki banyak cara untuk memperdaya anak-anak Adam.
Kita berdoa saja.
Apa yang terjadi dengan Melayu kita ini?
Tak ada habisnya hal mistis terjadi.
Memalukan bangsa.
Memalukan bangsa atau agama?
Mana yang lebih utama?
Sudahlah Azman.
Bantu saya mengumandangkan adzan ke setiap ruangan dirumah ini.
Kalau boleh, Imam bantu saya juga. - Ya
Saya sangat berharap
Ustad nanti datang lagi untuk menengok Maria.
Sebelumnya,
Saya pernah berikhtiar di tempat lain.
Tapi, keadaan Maria semakin memburuk.
Sebagai manusia, kita tidak perlu takut pada Iblis.
Sesungguhnya Allah telah memuliakan anak Adam.
Kita semua lebih mulia daripada Jin dan Setan.
Benar, tapi sampai kapan?
Sampai kapan Ustad? Saya sudah tidak kuat!
Apakah saya perlu memanggil orang lain?
Semua atas izin Allah.
Yakin dan berpegang teguh pada semua firman dan sunnah.
Maria sampai sekarang belum pulih, bukan karena
Islam itu lemah.
Melinkan kitalah yang lemah.
Maaf. Ketika anda menelpon, saya sedang rapat.
Bagaimana keadaan Maria?
Entahlah, dia ada di dalam.
Beruntung Ustad Adam datang menolongnya.
Kenapa kamu meminta bantuan mereka?
Berapa biaya jasa mereka? RM 100, RM 200?
Atau haruskah kita bersedekah ke Mesjid dulu
barulah mereka mau menolong kita?
Adam.
Assalamualaikum.
Kenapa kamu sangat tidak sopan, Fazli?
Mereka jamaah masjid, warga asli kampung ini!
Sekarang banyak orang menggunakan kedok Agama
untuk mencari kekayaan. Contohnya seperti barusan.
Menggunakan peci dan gamis.
Banyak orang seperti ini diluar sana. Saya pernah tertipu.
Tertipu oleh orang seperti mereka.
Saya tidak ingin kamu tertipu juga. Saya hanya menasihati
Terutama perempuan. Banyak yang telah menjadi korban.
Ayah sedang apa di kamar Adam?
Mencari apa?
Bukan apa-apa.
Ayah hanya ingin melihat kamarmu.
Ayah.
Salahkah saya, ayah?
Salahkah seorang suami yang merindukan istrinya?
Memang tidak salah.
Tapi. - Dosakah bila Adam
mencurahkan segala perasaan itu ke dalam surat ini?
Menurut ayah, Adam salah?
Adam menyembunyikan hal ini dari Ayah.
Ayah tidak pernah berpikir kalau kamu salah Adam.
Ayah hanya bingung. Banyak hal yang Ayah tidak mengerti.
Ayah memang berburuk sangka pada Adam.
Kalau tidak, tentu Ayah tidak akan masuk kekamar Adam.
Zulaikha baru saja..
Zulaikha baru saja meninggal.
Seharusnya Ayah menyemangati Adam.
Bukannya...
Maria, mana barang saya?
Kembalikan sekarang.
Barang apa?
Saya tidak pernah mengambil barang kakak.
Jangan menipu saya?
Saya melihatmu memegang barang saya.
Barang yang mana?
Kotak kecil itu?
Siapa lagi yang mengambil kalau bukan kamu?
Dimana kamu sembunyikan barang saya?
Apa lagi, Kak? - Kamu simpan dimana?
Saya tidak pernah mengambil barang Kakak.
Barang itu sangatlah penting dan berharga!
Demi Allah, saya tidak mengambil barang Kakak.
Kamu melamun terus semenjak dari Kantor sampai Restoran.
Begini, Fazli.
Kamu tidak mampu menjaga dia. Karena itulah dia lari darimu.
Kenapa dia lari dari saya?
Saya sudah menyatakan akan menikahinya.
Kenapa kamu sangat ingin menikahi Maria?
Maria hanya alim diluar saja! Ingin terlihat solehah.
Jaga ucapanmu.
Kalau saya ingin menikahinya. Itu hak dan urusan saya.
Tidak ada hubungannya dengan kalian. - Saya ingin bertanya
Sampai kapan kamu akan mengejarnya?
Saya tahu Bapak Maria kaya.
Walaupun dia orang Kampung.
Dan saya rasa semua ini hanyalah permainan.
Apa kamu ingin menikahinya karena harta?
Jangan-jangan Ayahnya sakit karena disantet teman kita!
Begitu kejadiannya? - Karena itulah saya bicara.
Kamu ini suka menyantet orang, ya?
Hei Fazli!
Fazli!
Laa Ilaaha Illallah
Fazli, kamu mau membunuhnya?
Dia bisa mati! Fazli!
Saya bilang sudah! Sudah!
Kamu sudah gila?
Bodoh kamu, dasar gila!
Ya Allah!
Maria?
Kamu mau kemana?
Kalau kamu marah pada saya.
Saya minta maaf.
Saya sudah tidak tahan dengan semua ini!
Ayahmu sakit, kamupun sakit.
Hanya ada saya sendiri, kamu tahu kan?
Saya kewalahan!
Hatimu busuk! Busuk seperti bangkai.
Sebenarnya kau suka kalau saya sakit.
Kalau bisa, Kamu menginginkan Ayah Saya mati.
Karena kamu menginginkan hartanya.
Kamulah sumber masalah dirumah kita.
Dasar kamu wanita murahan dan jahat!
Kelak kamu akan mendapatkan balasannya!
Kamu kenapa, Maria?
Tolong!
Maria, kamu menyakitiku! Lepaskan saya!
Apa salah saya? Lepaskan saya, Maria!
Lepaskan saya, Maria.
Tolonglah Maria, lepaskan saya!
Amir sedang apa dikamar Ayah? Kapan Amir masuk?
Kenapa tidak tidur bersama Atuk?
Amir bermimpi tentang Ibu.
Ibu berkata, malam ini dia akan datang
Tapi, Amir takut karena
Sekarang Ibu sangat marah kepada Ayah.
Amir, kenapa bermimpi hal semacam itu?
Sudahlah. Ayah antar ke kamar Atuk.
Assalamualaikum.
Waalaikum sa
Jangan dijawab, Amir.
Ayah?
Atuk ada didalam kamarnya, Amir?
Ayahkah itu?
Ayah?
Amir tunggu disini.
Hey, Maria.
Berapa kali saya harus mengatakan ini padamu.
Saya sayang padamu. Saya ingin menikah denganmu.
Saya bersungguh-sungguh!
Maria, kamu dengar kata-kata saya?
Taukah kamu kenapa saya tidak mau menikah denganmu?
Karena saya mulai sayang kepada Ustad yang menolong saya.
Ustad Adam.
Zaman sekarang, sulit menemukan orang sepertinya.
Beriman, tapi hati penuh dengan rasa was-was.
Apa?
Dengar Maria, jangan terpengaruh olehnya.
Dia hanya memanfaatkanmu saja!
Kamu tidak boleh percaya pada Ustad itu, Maria!
Dia penipu!
Jangan percaya dan menerima omongannya begitu saja.
Jangan terlalu Ta'ashub! Tolonglah!
Agar kamu mengerti, saya akan memberi tahu
Saya sudah tidur dengan Ustad Adam.
Abang tahu tidak?
Maria tadi seperti mau membunuh saya, Bang.
Dia menampar dan menyeret saya.
Dia pikir saya siapa.
Saya Ibu Tirinya, bukan orang lain!
Betulkah?
Bukan karena sudah setahun menikah, kamu mau...
Abang pikir saya sengaja berbohong?
Sengaja membuat fitnah?
Kelakuan Maria semakin parah, Abang!
Seolah-olah bukan dia yang berbicara dengan saya!
Saya akan memanggil Ustad Adam untuk mengecek keadaan Maria.
Tadi siang saya mendengar keributan. Ada apa?
Saya bertengkar dengan Maria, Abang.
Saya kira dia mengambil barang saya, tapi ternyata tidak.
Saya rasa teman baik Abang, Imam Ali yang mengambil.
Dia selalu datang mengunjungi Abang.
Yang jadi masalah, barang yang dia ambil itu benda hidup, Bang.
Maria?
Tidak apa-apa, Kak.
Biarkan dia.
Kaulah musuh terbesarku dimuka bumi ini.
Orang-orang beriman.
Aku akan membuatmu takut kepada segala hal
kecuali Allah!
Maria!
Aku sudah melihat kaum manusia menangis
terbakar bersamaku diakhirat nanti!
Aku berlindung padaMu, ya Allah, dengan kalimat-kalimatMu.
Cepat keluar! Cepat Zati.
Cepat Zati, ke belakang!
Jangan kemana-mana!
Maria.
Hey, dilarang masuk, dilarang masuk.
Saya ingin melihat Imam.
Boleh saya melihatnya?
Bismillahirrahmanirrahim
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Pak Osman!
Pak Osman!
Ustad?
Kenapa berteriak?
Ada apa?
Pak Osman hilang.
Hilang?
Tadi dia ada didalam kamarnya.
Saya tahu, kak. Tapi Pak Osman hilang.
Suami Kakak sekarang tidak diketemukan. Paham.
Ya Allah. Bagaimana ini?
Ustad, bagaimana ini?
Assalamualaikum, Man - Waalaikum salaam.
Adam, Imam sudah meninggal kurang lebih satu jam yang lalu.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Dimana?
Meraka menemukan mayatnya di Batu 16.
Cepatlah kesini Adam, cepat.
Ya, Allah. Kenapa Imam bisa seperti ini?
Imam mengalami kecelakaan?
Saya tidak tahu Adam.
Polisi masih mencari menyelidikinya.
tapi mereka berkata ada hal yang ganjil.
Apa yang terjadi Adam?
Bisa tidak kamu datang sekarang?
Sesuatu yang ganjil? Apa yang ganjil Azman?
Jangan-jangan kematian Imam Ali ada hubungannya dengan Maria.
Sekarang Bapak Maria, Pak Osman hilang!
Sudah menghilang!
Halo.
Ada apa Amir?
Kenapa tiba-tiba menelpon Ayah?
Sebentar lagi Ayah pulang.
Atuk mana? Tolong panggilkan.
Atuk tidak ada. Atuk sudah lama pergi.
Tidak tau perginya kemana.
Atuk pergi kemana?
Tidak mungkin Atuk meninggalkan Amir sendirian dirumah.
Tidak apa, ada Ibu.
Tolonglah Amir.
Ayah boleh minta tolong?
Ayah sudah bosan mendengar Amir berkata seperti itu.
Tidak apa, Ayah jangan risau.
Ibu sekarang ada disini, menjaga Amir.
Kamu tidak paham perkataan Ayah?
Berapa kali Ayah harus bilang?
Ayah tidak mau mendengarnya lagi.
Ayah sudah tidak mau mendengarnya! Amir paham tidak?
Kamu paham tidak?
Ayah sudah stress! Setiap hari bertanya tentang Ibu, Ibu, Ibu!
Ayah tidak mau mendegarnya! Apa Kamu tuli?
Maafkan Abang, Zulaikha.
Maafkan Abang.
Amir!
Amir!
Jangan lari, Amir.
Kamu mau kemana, Amir? - Ayah
Bangun! - Ayah!
Bangunlah!
Ayah tolong Yah! - Kamu sangat ingin berjumpa Ibu, kan?
Ayah! - Kamu sangat rindu Ibu, kan?
Kamu sangat ingin melihatnya? Lihatlah Ibumu
Lihatlah
Sekarang Ibu sudah ada didepanmu, Amir.
Ayah sudah menggali makam Ibu dan membawa dia kesini
untuk berjumpa denganmu, Amir! Untuk kamu Amir.
Ayah melakukan ini karena Ayah menyayangimu, Amir.
Karena itulah Ayah begini.
Setelah ini, Ayah ingin Amir berjanji.
Ayah ingin Amir berjanji untuk tidak mengingat Ibu lagi!
dan Ayah tidak ingin mendengar lagi Amir rindu pada Ibu!
Ayah tidak mau dengar lagi!
Setelah ini, Amir tidak akan ingat Ibu sampai kapanpun.
Tunggu apa lagi, Amir? Peluk, cium dia.
Lampiaskan rasa rindu itu sepuasmu, Amir!
Ayah sudah gila.
kamu yang menyebabkan aku begini, tahu tidak?
mau kemana lagi?
Gara-gara kau aku jadi gila.
Setan!
Kurang ajar!
Ayah!
Mampus, matilah kau!
audzubillah himinasyaitonirrajim
Untuk apa lagi kita memikirkan penyebab kematian imam, Adam?
Tidak ada gunanya membicarakan hal ini, Adam.
Kita ikhlaskan saja kepergiannya.
Saya merasa tidak enak hati, Azman.
Seperti yang saya katakan kemarin.
Hati saya bersikukuh bahwa kematian Imam Ali
ada kaitannya dengan Maria.
Ada apa dibalik semua ini?
Kamu tidak ada habisnya membicarakan Maria.
Coba beritahu saya.
Apa hubungannya dengan Maria?
Saya tidak habis fikir, Adam!
Yang penting sekarang kita berdoa.
agar arwahnya ditempatkan bersama orang yang soleh!
Masalahnya saat ini... - Masalah apa lagi?
Masalahnya sekarang berada dirimu.
Kamu suka berkhayal! Apa yang kamu cari?
Walaupun saya teman baikmu, Adam
terkadang saya tidak tahu apa yang kamu cari.
setelah istri kamu...
Assalamualaikum - Waalaikum salaam.
Kami Polisi. Saya ingin bertemu dengan Encik Adam.
untuk bertanya mengenai hilangnya Bapak Maria.
Adam?
Ada Polisi mencarimu.
Mereka ingin bertanya seputar hilangnya Bapak Maria.
Saya tidak mengerti.
Kenapa dalam tafsir Al Quran
Allah kadang berfirman menggunakan kata "Aku"
dan kadang menggunakan kata "Kami"?
Bisakah berhenti mengganggu saya?
Kamu tidak sedih
dengan apa yang terjadi?
Tapi saya tidak mengerti, kenapa?
Kenapa Allah menyebut diriNya "Kami"?
Ya Allah Maria.
Kenapa kamu mempermasalahkan ini, Maria?
Selama ini, tidakkah kamu tau?
Sebenarnya apa yang kamu pelajari?
Karena saya pernah bermimpi
Ada orang yang memberitahu saya
Apa dimaksud oleh Allah itu
mengacu kepada diriNya dan...
Maria!
Yang memberitahumu itu adalah Iblis, Maria Iblis!
Kamu percaya?
Allah mengatakan "Kami"
dengan maksud menunjukkan kebesaranNya
dan keagunganNya.
Kamu paham tidak?
Istighfar, Maria. Istighfar!
Assalamualaikum.
Kenapa diam diluar?
Ayah saya tidak memintamu masuk?
Ada perlu apa malam-malam
Orang munafik sepertimu
bisa membodohi semuanya kecuali saya.
Tidak perlu menghormati orang sepertimu.
Astaghfirullah.
Apa masalahmu?
Tiba-tiba menuduh dan memfitnah saya?
Tidak usah pura-pura baik didepan saya!
Tak usah munafik!
Berapa banyak perempuan yang sudah kau rusak, hah?
Jangan-jangan istri orang kau rusak juga!
Maria sudah menceritakan semuanya kepada saya.
Kamu tahu keadaan Maria sekarang?
Jangan percaya pada semua yang dia katakan.
Mungkin itu bukan bukan perkataannya, melainkan setan.
Orang munafik sepertimu
Tidak pantas bicara soal agama dengan saya, tahu tidak?
Peci dan gamis itu tidak bisa membodohiku!
Orang sepertimu mempertuhankan nafsu
Bukan mempertuhankan Allah!
Kau ingatlah, rahasiamu akan terbongkar nanti.
Sadar tidak?
Adam!
Pergi kau!
Pergi kau!
Kalau terjadi apa-apa pada saya, saya akan membunuhmu!
Saya tahu kamu penyebab Ayah saya menghilang.
Jangan dekati saya!
Kalau kamu mendekat, kubunuh kamu!
Astaghfirullahal adzim, Maria!
Ada apa denganmu?
Kamu pikir saya akan berbuat apa Maria?
Saya hanya ingin memberimu air doa Yasin!
Orang sepertimu mepertuhankan nafsu, bukan Allah!
Ingatlah.
Kelak rahasiamu akan terbongkar.
Adam
sebelum keadaan ini semakin buruk,
Ayah ingin memberitahumu sesuatu.
Sebenarnya - Ayah mau bicara apa?
Saat dimakam, Adam melihat
Ayah mengobrol dengan Shah.
Apa yang Shah katakan?
Jangan berprasangka buruk Adam.
Niat Shah baik.
Dia memberitahu Ayah
mengenai apa yang telah dia lihat.
Dia melihat apa?
Tahukah Ayah?
Belum lama ini, Shah pernah mencoba memasuki rumah ini.
Apakah itu perilaku orang baik?
Ayah bilang jangan berprasangka buruk ke orang sepertinya?
Adam, dengar dulu apa yang akan Ayah sampaikan.
Jika Ayah terus membela Shah, Adam tidak mau mendengarnya.
Adam tidak percaya padanya.
Jangan-jangan dia yang menculik Bapa Maria?
Buktinya apa dia menculik Pak Osman?
Assalamualaikum Pak.
Polisi sudah menemukan Pak Osman?
Syukurlah Ustad.
Maria telah menceritakan semuanya kepada saya.
Kami telah mengetahui
Siapa yang menyebabkan semua ini.
Perkataan Fazli benar.
Tidak semua Ustad,
yang ahli agama bisa dipercayai.
Tidak semua, hanya segelintir.
Jangan menilai ahli agama seperti itu.
Maafkan saya Ustad.
Banyak orang diluar sana
yang menggunakan agama
untuk menghalalkan perbuatan haram yang mereka lakukan.
Siapa yang Maria maksud?
Saya tidak sanggup mengatakannya, Ustad.
Ustad tanyalah langsung ke Ayah saya.
Pak Osman ada dikamar, tapi keadaannya tidak
seperti dulu, Ustad.
Menurut saya sebaiknya Ustad menemui Ayah saya.
Beliau pun ingin menemui Ustad.
Izinkan saya masuk.
Pak Osman?
Ada apa ini, Kak?
Katanya Pak Osman ada dikamar.
Tapi saya tidak melihatnya.
Katanya Polisi sudah menemukannya.
Ustad
Apa yang Ustad pegang?
Ustad ada dimana?
Maria mencoba bunuh diri, Ustad!
Saya baru pulang dari Rumah Sakit!
Ustad? Ustad bisa dengar tidak?
Ustad? Halo?
Suster?
Dokter?
Halo?
Tolong! Buka pintunya!
Jauhkanlah diri kami
dari segala sifat munafik, Ya Allah.
Berikanlah anakku
hidayah dan petunjuk.
Tunjukkanlah kepadanya
jalan yang lurus.
Bukakanlah mata hatinya, Ya Allah, ya Tuhanku.
Amin.
Amin.
Ya rabbal 'alamin
Ustad!
Tunggu dulu, Ustad.
Kemana Maria pergi?
Tiba-tiba dia menghilang. Ustad mau kemana?
Ustad pergi begitu saja?
Mau bagaimana lagi.
Ini semua perbuatan siapa?
Saya curiga pasti ada sesorang diantara kita,
yang mengetahui kejadian sebenarnya.
Saya juga kaget, Ustad.
Satu persatu kejadian aneh terjadi.
Benarkah Kakak tidak tahu?
Ustad menuduh saya?
Semua ini adalah perbuatan saya?
Lalu, apa ini?
Saya menemukan kotak ini saat mengadzani kamar di rumah Kakak.
Beritahu saya, kak.
Siapa yang memiliki jimat ini?
Ternyata Ustad yang mengambilnya.
Saya pikir Almarhum Imam Ali.
Jimat ini memang milik saya.
Saya pakai untuk melindungi keluarga saya.
Saya sudah bercerita ke Ustad
kalau saya sudah mencoba berbagai cara.
Ada dukun yang memberikannya!
Mintalah perlindungan kepada Allah.
Bukan malah meminta jimat ke dukun.
Menyekutukan Allah
merupakan kedzaliman dan dosa besar.
Kakak tidak tahu hal itu?
Astaghfirullah aladzim.
Maria?
Halo, Maria?
Kamu dimana?
Saya sudah tidak sanggup menghadapi semua ini Ustad.
Hanya Ustad yang bisa menolong saya.
Tolong selamatkan saya Ustad.
Ada rahasia yang Ustad perlu tahu.
Rahasia?
Saya sekarang berada di Bungalow Tua.
Batu 30, di Ulu Kampung.
Datanglah sekarang Ustad.
Rahasia apa Maria?
Maria?
Assalamualaikum, Ayah. - Waalaikum salaam.
Kamu dimana Adam?
Ayah ingin kamu pulang sekarang juga.
Ayah ingin bertemu.
Ada Shah disini bersama Ayah.
Shah datang ke rumah?
Mau apa dia?
Maaf Ayah. Ada hal penting yang harus Adam urus.
Ayah tahu? Tadi Maria menelpon Adam.
Dia sekarang berada di Bungalow Tua. Batu 30, Ulu Kampung.
Adam harus melihatnya sekarang, Yah.
Adam?
Halo Adam?
Maria?
Maria!
Maria!
Ustad!
Tolong saya Ustad.
Maria. Sedang apa kamu disini?
Bagaimana kamu bisa sampai ke Bungalow Tua ini?
Kamu harus ikut saya keluar dari bangunan ini.
Karena saya merasakan tempat ini ada penunggunya.
Sejak tadi saya mencoba untuk keluar, Ustad.
tapi tidak bisa.
Saya tidak tahu bagaimana caranya keluar dari tempat ini.
Tolong bawa saya keluar Ustad.
Tidak bisa menemukan jalan keluar?
Tidak apa. Ikut saya.
Cepat.
Saya minta maaf Ustad.
Sebenarnya saya
Ceritanya diluar saja Maria.
Yang penting kita harus mencari jalan keluar dari sini.
Kita sudah pernah melewati tempat ini kan?
Apakah kita berputar-putar ditempat yang sama, Maria?
Ustad!
Tolong saya!
Ya Allah, Maria!
Maria!
Ya Allah, Maria.
Maria.
Sebut nama Nya.
Maafkan saya.
Sebut nama Nya, Maria.
Laa ilaaha illallah.
Maafkan saya.
Sebenarnya..
Sayalah orang yang dulu menabrak mobil Ustad.
Saya yang menyebabkan kematian.
Ya Allah.
Kenapa kamu berbuat itu, Maria?
Kenapa?
Apa salah saya padamu?
Kenapa Maria? Beritahu saya kenapa?
Saya ingin tahu. Beritahu saya!
Beritahu saya, Maria.
Siapa yang menyuruhmu melakukan itu?
Akulah yang memaksanya untuk menabrak mobilmu.
Seharusnya kau yang mati dalam kejadian itu.
Aku heran.
Kenapa sangat sulit untuk membunuhmu?
Apa salah saya Pak Osman?
Salahmu adalah kamu mengacaukan usahaku
untuk merusak orang-orang soleh di kampung ini.
Aku benci orang sepertimu.
Orang-orang yang beriman
Ternyata Pak Osman yang mengganggu warga selama ini!
Almarhum Imam Ali.
Dia kawan baik Pak Osman.
Anakku sendiri,
Maria pun aku santet.
Masa bodoh dengan orang lain.
Tiba-tiba Maria ingin bertobat.
dan tidak mau menyembah apa yang aku sembah.
Karena itu dia menerima nasib yang sama.
Teganya Pak Osman berbuat seperti itu pada anak sendiri.
Dia merahasiakan dan menutup aib Pak Osman.
karena dia menyayangi Bapaknya!
Pak Osman sholat berjamaah
di masjid bersama warga kampung.
Juga bersedekah!
Semua itu apa Pak Osman?
Kenapa?
Sebelumnya Pak Osman lumpuh!
Aku pikir
orang alim sangatlah hebat.
Tidaklah sulit untukku
untuk menipu kalian semua.
Kalau ingin cepat kaya,
ingin memiliki istri cantik,
muda, dan hidup senang sepertiku.
kau harus membuat perjanjian dengan
Iblis laknatullah!
Perjanjian untuk membunuh Muslim agar menjadi kaya!
Demi harta!
Biarlah miskin harta!
Asal jangan miskin jiwa, Pak Osman!
Membunuh muslim.
Itu perjanjian Pak Osman dengan setan!
Ya Iblis!
Ya Iblis!
Tanamkan rasa takut dalam hatimu, Adam.
Tidak ada yang bisa menolongmu.
Aku tahu kau ragu pada Allah.
Tunjukan kepada Allah keraguanmu.
Dengarkan bisikan Iblis.
Dengarkan.
Sesungguhnya Allah ada bersamaku.
Allah tidak akan mengabaikan orang yang bertawakal
kepada Nya.
Allah tidak akan mengabaikan!
Allah tidak pernah menyayangimu!
Apa kebaikan yang "Dia" beri?
Lihatlah langsung kematian istrimu!
Sudah jelas, Adam?
Allah tidak pernah menerima semua amal ibadahmu.
Tolonglah aku, Allah!
Dia tidak menjaga dan melindungimu
ini balasan semua amal soleh yang kau kerjakan!
laa haula wala quwwata illa billah.
dengarkan perasaan dan nafsumu!
Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Hasbunallah wa ni'mal wakiil
Tanamkan sifat dendammu padaku.
dan pada orang yang membunuh keluargamu!
Janganlah memaafkan Maria!
Kemana sifat serakah dalam jiwa dan hatimu?
Orang beriman!
Alhamdulillah.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Akhirnya Allah menjawab pertanyaan saya, Ayah.
Saya sudah tahu siapa yang menyebabkan Zulaikha meninggal.
Maria.
Maria, Ayah.
Tapi saya sudah memaafkannya.
Saya sudah memaafkannya.
Ada satu masalah lagi.
yang perlu kau tahu, Adam.
Sebelumnya Ayah tidak tahu
bagaimana cara menyampaikannya.
karena Ayah tidak sampai hati.
Tapi hari ini
Ayah harus berterus terang.
Ada sebabnya
saya berusaha masuk
ke Rumah Ustad hari itu.
Sebenarnya
Saya yang meminta Ayah Ustad untuk menengok Ustad.
Melihat dengan matanya sendiri.
Itu yang
Allah itu Maha Mengetahui.
Mungkin selama kita tidak mau memaafkan sesama
selama itu pula kita tidak akan mendapatkan ketenangan.
In Sya' Allah.
setelah kamu memaafkan orang itu.
Allah akan memberikanmu petunjuk.
Allah akan membuka pintu hatimu.
Bukalah matamu!
Ayah
sudah mencoba memberitahumu.
Tapi
Adam selalu
tidak memberikan Ayah
kesempatan untuk berbicara
bahwa Amir
sudah lama
Allah!
bersama dengan Zulaikha.
Allah.
Adam!
Allahu Akbar.
Ya Allah
Tuhan yang Maha Besar.
dan Maha Kuasa.
dengan rahmatMu aku mohon pertolonganMu ya Allah.
Tetaplah bersamaku.
Jangan sekalipun meninggalkanku
sendirian walaupun hanya sekejap, ya Allah.
Jangan tinggalkan aku sendirian
karena aku tidak sanggup
menghadapi semuanya, ya Allah.
Ampunilah aku, ya Allah.
Ampunilah aku, ya Allah.
Cimahi, 31 Oktober 2018.
Beres juga sub'nya.
Maaf jika banyak kalimat yang salah saya artikan
Unjink/511051014
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.