All language subtitles for Scott Mann - Fall - English with German Subs

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Ada celah besar!

Sepertinya ini satu-satunya rute, ayo terus jalan.

Kau baik-baik saja?

Tidak apa-apa, Nak.

Tidak pernah mudah.

Baiklah.

- Satu, dua, tiga. - Hati-hati.

Kau baik-baik saja?

Baiklah.

Astaga!

Tak pernah lebih baik.

Baiklah.

- Kau baik-baik saja. - Sial!

Kau baik-baik saja. Ya?

- Kau baik-baik saja? - Tidak.

Kau pernah melakukan yang lebih menakutkan dari ini.

Ingat A.J. Hackett, Snake Dike.

Kompetisi menyanyi bodoh.

Dan kau menikahi pria menyedihkan ini.

- Ya? - Baiklah.

Baiklah.

Satu, dua, tiga. Ayo!

Dapat.

Itu baru gadisku.

Menjijikkan!

Pergi cari kamar!

Ethan Hunt datang.

Hati-hati, H, ada batu longgar di siku.

Khawatirkan talimu, Jalang.

Aku baik-baik saja.

Cobalah mengimbangi!

Santai saja, Jagoan.

Hunter, kau pamer!

Dan!

Dan!

Bertahanlah, Dan! Tunggu, aku datang!

Dan, kau baik-baik saja?

Bertahanlah, aku akan turun.

Ayolah.

- Aku tak bisa! - Astaga.

Baiklah, Becky.

Aku hanya butuh sedikit lebih panjang.

Kau bisa lepaskan klipnya?

Kau aman?

- Kau aman? - Ya!

- Ya, aku aman. Aku aman. - Baiklah, lepaskan klipnya.

Lalu aku akan bisa berayun ke batu!

- Baiklah. - Kurasa aku bisa meraihnya.

Siap?

- Kau bisa? - Tunggu sebentar.

Baiklah, kurasa aku bisa.

Bertahanlah, Dan!

- Aku hampir sampai. - Hanya butuh sedikit momentum lagi.

Baiklah.

Tidak!

Dan!

51 Minggu Kemudian

Hei, ini Becky dan Dan.

Tinggalkan pesan.

Hei, Becky, ini Ayah.

Dengar, Ayah sudah berusaha menghiburmu dengan segala cara.

Tapi Ayah tak bisa membantumu jika kau tak mengangkat telepon.

Sayang, Ayah mencemaskanmu.

Jadi, kapan pun kau berhenti membenci Ayah, Ayah di sini.

Abu Kremasi

Hei, ada apa?

Ini hanya pesan suara.

Kau menghubungi Dan.

Tinggalkan pesan, aku akan meneleponmu kembali saat aku bisa.

Akan pergi setelah bunyi bip!

Hei.

Aku merindukanmu.

Ayah, apa? Ayah menguntitku sekarang?

Tidak, Ayah hanya tak tahu harus bagaimana lagi...

Karena kau tak menjawab teleponmu.

Pahamilah.

Ayah rasa ini menjadi agak konyol.

Konyol?

Ayah bilang aku tak boleh terlalu sedih...

- Karena dia berengsek. - Tidak.

Maksud Ayah mungkin dia tak pantas berada di tempat...

Yang kau berikan kepadanya. Bahwa dia bukan martir...

Seperti yang kau pikirkan.

Ini cara Ayah menghibur putri Ayah?

Ayah hanya ingin kau bisa melanjutkan hidupmu.

Aku tak mau melanjutkan hidup.

Aku merindukannya!

Setiap hari, aku merindukan caranya menatapku.

- Aku rindu perasaanku padanya. - Sayang.

- Jangan! - Jangan apa?

Apa yang kau lakukan, Becky?

- Menjauh dari Ayah. - Kau tak boleh mengemudi.

- Hentikan. - Enyahlah!

Jangan bicara seperti itu kepada Ayah!

Ibumu dan Ayah membesarkanmu lebih baik dari itu.

Jadi, mabuk-mabukan dan menjauhkan orang yang menyayangimu...

Takkan berhasil.

Baiklah, dengar, hal buruk terjadi kepadamu...

Tapi kau harus mulai menjalani hidupmu lagi.

Benar. Ada dunia luas di luar sana yang membutuhkanmu...

Dan percaya atau tidak, Ayah membutuhkanmu.

Biar Ayah antar pulang.

Aku lebih suka berjalan.

Ayah ingin bertanya.

Jika perannya dibalik...

Jika kau yang jatuh hari itu...

Kau pikir Dan berdiri di sini sendirian?

Tenggelam dalam minuman keras, duka, kesedihan, apa pun ini.

Tidak!

Kau tahu itu.

Sial Becky, Ayah ingin kau mencobanya.

Ayah tahu apa yang kubutuhkan?

Aku ingin Ayah tak menggangguku.

Sial.

Nomor yang Anda hubungi telah diputus.

Tidak!

Tidak!

- Hai! - Hei.

Kau terlihat...

- Buruk. - Ya, sangat buruk.

Kemarilah.

Jadi, apa yang membawamu kembali, kau akhirnya siap untuk beristirahat?

Aku akan beristirahat saat aku mati.

Aku sudah merencanakan sesuatu.

Aku butuh rekan.

Dengar, ayahmu meneleponku beberapa pekan lalu.

Dia tak tahu harus ke mana lagi.

Dia bilang kondisimu sedang buruk.

Dia tak berhak melakukan itu.

Dia mencemaskanmu.

Sebentar lagi satu tahun.

Dia tak ingin kau sendirian.

Satu-satunya hal yang membuatku lebih gila...

Daripada kotak abu Dan yang ditumpuk debu di sana adalah...

Sahabatku yang terjebak di sini bersamanya.

Jadi, aku punya sesuatu yang ingin kusampaikan.

Kau takkan menyukainya...

Tapi cobalah tetap berpikiran terbuka.

Lihat...

Menara TV B-67.

Hanya enam jam perjalanan dari sini.

Aku berencana mendakinya akhir pekan ini...

Dan aku ingin tahu apa kau mau mendakinya denganku.

Itu akan menjadi petualangan, seperti dulu.

Lalu kau bisa menyebarkan abu Dan di atasnya.

Aku belum mendaki sejak itu.

Aku mengerti.

Tapi jika kau tak menghadapi ketakutanmu...

Kau akan selalu takut.

Apa yang sering Dan katakan?

Jangan mati jika kau ingin hidup atau terus hidup bahkan jika kau sekarat.

Sial, aku merasa mengacaukan presentasi ini.

Tidak, maafkan aku.

Hunter, aku hanya... Aku tak bisa.

Aku tahu aku tak bisa, maafkan aku.

Hei, kau akan baik-baik saja.

- Aku tak bisa. - Hei, tak apa-apa.

Tidak apa-apa.

Abu Kremasi

Pagi, Putri.

Ada apa?

"Jika kau takut mati, jangan takut hidup."

Itu yang sering dikatakan Dan.

Mari kita lakukan.

Mari panjat menara bodohmu.

Astaga, Becky, Sayang, aku sangat bersemangat!

Aku belum pernah melihat video ini.

Sial, aku sangat berotot.

Ya.

Kau mengagumkan.

Itu Becky yang kita butuhkan untuk perjalanan ini.

Astaga!

Lihat wajahmu yang berseri-seri.

Siapa yang ada di foto ini bersamamu?

Entahlah, ini foto lama.

- Siapa itu? - Bukan siapa-siapa.

- Simpan saja, kembalikan. - Hunter punya pacar!

Bukan apa-apa. Hanya seorang pria.

Pria itu tahu cara merayumu.

Ayah

Kedai, Motel

Apa kabar, Kawan-kawan?

Danger D, dan aku kembali ke AS, tagar sangat keren.

Baiklah, pembelaanku...

Aku mungkin bersikap menyebalkan di depan kamera...

Tapi itu sepadan.

Aku dibayar untuk ini.

Itu cukup untuk membuatku terus bepergian dan kau mengenalku...

Aku harus melakukan hal berbahaya agar tetap bersemangat...

Jadi, sebaiknya aku menguangkannya.

Maksudku, jika kau ingin menjadi YouTuber...

Kenapa tak menjadi dirimu sendiri?

Kau mengagumkan.

- Umpan klik alami. - Tidak.

Yang kita lakukan di sini, ini umpan klik.

Permisi?

Ada tempat untuk mengisi daya ponselku?

Listrik tak gratis, Bu.

Kau tahu di mana Menara TV B-67?

Kami tak bisa menemukannya di peta.

Kau tak butuh peta.

Kau lihat cahaya di atas sana?

Itu menaramu.

Itu sangat tinggi.

Ada apa dengan lampunya?

Kukira kau bilang itu rusak.

Agar pesawat bisa melihatnya.

Kau tahu, ini pernah menjadi struktur tertinggi di AS.

Sekarang, ini hanya relik tua.

Mereka akan menghancurkannya musim dingin depan.

Becky?

Becky!

- Apa? - Berikan pengisi dayamu.

Apa yang kau lakukan?

Kiat hidup yang sangat keren.

Sekarang sejajarkan ujungnya dengan elemen di lampu.

Dan...

Bagaimana itu untuk YouTuber bodoh?

Hei, Sayang.

Apa tidurmu nyenyak?

Aku mencintaimu.

Kau takkan membalasnya?

Aku mengatakannya.

Satu, empat, tiga.

Aku mencintaimu.

Hei, ayolah, Becks! Matahari terbit!

Apa kabar, Kapten?

Entahlah, tapi ada sesuatu, Sports Illustrated.

Payudara untuk klik.

- Kau siaran langsung? - Tidak.

- Rekam sekarang, unggah nanti. - Bagus. Aku tak mau ikut.

Hei, Kawan-Kawan.

Danger D di sini dan aku punya seseorang yang sangat istimewa...

Untuk kalian temui.

- Beri salam, Becky C. - Hai.

Kami punya sesuatu...

Yang sangat gila untuk kalian hari ini.

Menara TV B-67.

Tingginya lebih dari 610 meter.

Kami akan mendaki ke puncak.

Tapi jangan khawatir, Becky C, karena kau aman bersama...

Awas!

Astaga!

Delapan nyawa lagi, Sayang!

Dilarang Masuk Tanpa Izin Sangat Berbahaya

Sial.

Sepertinya kita berjalan dari sini.

- Seberapa jauh? - Entahlah.

Sekitar dua kilometer.

Mungkin sekitar tiga kilometer.

Abu Kremasi

Sial, panas.

Kau akan tenang setelah kita dapat waktu tayang.

- Kita punya cukup air, menurutmu? - Air ada.

Tali kekang ada.

Drone 4K keren ada.

Tongkat swafoto, semua yang penting.

Makanan?

Tidak, aku akan kembali sepuluh menit sebelum makan siang.

Astaga.

Astaga, mereka besar.

Itu hidup.

Lepaskan dia!

- Hei! - Hei, pergilah!

Pergi!

- Pergi! Pergi saja! - Pergi!

Kasihan.

Berengsek.

Yang terkuat yang bertahan, 'kan?

Kau akan melakukan hal yang sama jika kelaparan di sini.

"Merasa lapar."

- Hunter? - Apa?

Itu lucu.

Astaga, 300 suka.

Ya, 350.

Aku ingin tahu berapa banyak pengikutmu...

Yang merupakan pembunuh berantai.

Astaga.

Terlihat jauh lebih besar dari dekat, 'kan?

Ini gila.

Ini mengerikan.

Hei, Kawan-Kawan!

Danger D di sini.

Dan kita berada di kaki bangunan...

Raksasa keempat tertinggi di Amerika yang menegangkan.

Kami akan memulai perjalanan melelahkan...

Dengan menaiki tangga setinggi 549 meter di dalam sangkar baja.

Lalu setelah sangkar...

Ada tiang setinggi 61 meter yang menyebabkan vertigo...

Dengan tangga eksternal.

Gadismu akan siap menghadapinya.

Lalu di luar itu, ada jurang.

- Langkan. Puncak dunia. - Hunter.

Maaf, aku tak bisa.

Sayang, tentu saja kau bisa.

Tidak. Aku sungguh tak bisa. Aku ketakutan.

Aku gemetar.

Aku di sini.

Tarik napas.

Setelah Dan meninggal, aku takut pada bayanganku sendiri.

Tapi aku terus maju.

Aku mengatasi rasa takut itu.

Aku mengambil kendali.

Jangan biarkan rasa takut menguasaimu.

Hadapi langsung dan hajar rasa takutmu.

Jika bisa mengalahkannya, kau bisa mengalahkan apa pun.

Aku ada di sini di sampingmu sepanjang waktu.

Kau jauh lebih kuat daripada dugaanmu.

Jadi, buang ketakutanmu.

Mari kita lakukan ini.

Astaga, Hunter, kau tahu hal semacam itu...

Yang harus kau unggah di Instagram.

Ayolah.

Kawan, ini keren sekali.

Astaga.

Lihat ini.

Sial, Hunter. Kau berengsek.

Apa yang kau lakukan pada kita?

Jangan khawatir.

Ada 15 meter tali di antara kita.

Kita terikat dan aman.

Baiklah.

Satu per satu, dan beri tahu aku jika kau harus istirahat.

Baiklah.

Lihat?

Ini mudah.

Tentu.

Kau hebat. Ayo!

Kau baik-baik saja?

Tidak.

Kau hebat.

Ayo!

Hunter?

- Hunter? - Ya?

Bisa kita istirahat sebentar?

- Aku butuh minum. - Tentu saja.

Garis itu berarti kita sudah setengah jalan.

Tempat yang sempurna.

Mau tahu sesuatu yang gila?

- Apa? - Setengah jalan.

Itu artinya kita sudah mendaki sekitar 305 meter.

Jadi, kita sudah mendaki puncak Menara Eiffel.

Tolong jangan katakan hal seperti itu, Hunter.

Itu motelnya.

Dan kedainya.

Tidak mungkin. Tampak seperti kota mainan kecil.

Mari kita selesaikan ini.

Ya.

Ayo.

Susul.

Itu dia!

Becky, kau hebat!

Ayo!

Ayo, Becky!

Baiklah.

Ini ujung tangga internal.

Selangkah demi selangkah, ya? Kau pasti bisa.

Ketinggian 60 meter berikutnya adalah eksternal. Aku takkan berbohong.

Akan sedikit gila...

Saat kita keluar dari sangkar di tempat terbuka.

Tapi jangan panik.

Sial.

Hunter?

Hunter!

- Hunter! - Becky.

Kau harus naik, ini keren sekali.

Baiklah.

- Hunter? - Aku di sini.

Hanya 60 meter lagi, itu saja.

Aku tak bisa!

Ya, kau bisa!

Lihat ke atas dan hanya ke atas!

Kau hebat!

Kau bisa.

Baiklah.

Benar.

Baiklah.

Ya! Kau hebat!

Kau baik-baik saja?

Ingat, hanya melihat ke atas.

Apa yang kita lakukan?

Hei!

Berhenti berpikir berlebihan.

- Bagaimana? - Entahlah.

Konsentrasi pada hal lain, seperti...

Menyanyikan lagu anak-anak atau semacamnya.

Baiklah.

Membuat rangkaian mawar

Saku penuh karangan bunga

Abu, abu, kita semua jatuh

Jatuh

Aku takkan memilih lagu itu.

Baiklah.

Baiklah, Becks...

Ini akan terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya.

Apa-apaan, Hunter?

Mari kita kembali turun.

Becky, jika aku membiarkanmu kembali sekarang, rasa takut menang.

Aku takkan membiarkan itu terjadi.

Tak apa-apa, Becks.

Tak apa-apa.

Aku memegangimu.

Terima kasih, baiklah.

Baiklah.

- Raihlah. Ya. - Baiklah.

Baiklah!

Lancar menuju puncak sekarang!

Kau bisa.

Sebenarnya aku sangat membencimu, Hunter.

Hei, apa tangga ini terasa longgar?

Berhenti, Hunter berengsek!

Maaf.

Apa itu tadi?

Ayo, kita hampir sampai.

- Ayo. - Baiklah.

Becky, kau takkan percaya ini.

- Kau harus naik ke sini. - Aku datang.

Baiklah.

Baiklah.

Baiklah.

Hunter.

Hei, percayalah kepadaku.

Baiklah.

- Becky! - Aku di sini.

Astaga.

Astaga.

Kita berhasil, Becks.

Aku tahu kau bisa.

Ini dia!

Aku bicara pada dunia!

Kau mau coba?

Sial, Hunter, hentikan.

Fokus saja untuk mendapatkan foto yang bagus.

Aku tak memakai bra bodoh ini tanpa alasan.

Tidak.

Tidak, Hunter.

Putar balik!

- Santai saja! - Baiklah.

Astaga!

Bagaimana kelihatannya?

Gila!

Konyol, gila.

Mari kita kembalikan ini.

Astaga, keren sekali, Bung.

Baiklah.

Sekarang yang terakhir, Becks.

Giliranmu.

Apa? Tidak.

Kau mau menendang rasa takut atau tidak?

Tidak.

Tidak, Hunter.

Becky yang lama akan melakukannya.

- Aku hanya bilang... - Kawan.

Ini.

Aku akan memegang tanganmu.

- Baiklah. - Ya.

Baiklah.

Sial.

Ayo!

Kau pasti bisa.

Kau pasti bisa.

Baiklah.

Baiklah.

- Aku memegangmu. - Baiklah.

Baiklah.

Kau bisa memercayaiku.

Baiklah, aku memegangmu, Becks.

Astaga!

Hati-hati di langkan.

Tenang saja.

Baik, aku memegangmu.

- Aku memegangmu. - Baiklah.

Buka matamu.

Lihat ke atas.

Baiklah, satu lagi.

Kau naik sekarang!

- Astaga, aku berhasil. - Kau berhasil.

Kau berhasil, Bodoh.

Ya!

Lihat.

- Lihat betapa menakjubkannya ini. - Astaga.

Lain kali kau takut pada apa pun...

Aku ingin kau melihat ini...

Dan ketahuilah bahwa kau tak perlu takut.

- Terima kasih. - Ya.

Aku sangat bangga padamu.

Dan juga.

Ya.

Baiklah.

Baiklah, sudah waktunya.

Kau dan aku adalah satu, Dan.

Kapan pun aku butuh tertawa...

Kau menceritakan lelucon payahmu.

Kapan pun aku butuh bahu untuk menangis, itu bahumu.

Kini kau pergi dan aku...

Aku tak merasa utuh lagi.

Aku sangat merindukanmu dan aku...

Aku mencintaimu.

Selamat tinggal, Dan.

- Hei? - Maafkan aku.

Aku hanya tak menduga akan seperti itu.

Ya.

Aku sudah begitu lama jauh.

Rasanya tak nyata sampai saat itu.

Ayo.

Mari kita kembali ke Bumi, ya?

Entah bagaimana denganmu, tapi aku harus buang air kecil.

Aku harus buang air kecil sejak kita melewati Menara Eiffel.

Kau baik-baik saja?

Baiklah, saatnya pulang.

Saatnya pulang.

- Tali kekang? - Tali kekang.

Pikirkan bir dingin yang menunggu kita.

Hentikan.

- Aku memegangmu. - Baiklah, perlahan.

Baiklah, aku akan duduk di sini.

Baiklah.

Baiklah.

Baiklah.

Hunter!

Tidak!

Astaga!

Astaga, sial!

- Jangan lepaskan! - Ya, aku memegangmu!

Hunter!

Astaga, tolong jangan jatuhkan aku!

Jangan jatuhkan aku.

Becks?

Aku memegangmu, Becks.

Aku bisa melihat tangganya.

Aku memegangmu.

Aku hampir mati.

Astaga.

Apa itu benar-benar terjadi? Astaga.

Astaga, andai kita merekam itu.

Kau di sini.

Ayo kembali ke tanah sebelum aku mengompol.

Ya.

Baik, percobaan kedua.

Baiklah.

Astaga.

Tangganya.

Hilang.

Hunter, bagaimana cara kita turun?

Tolong katakan ada cara untuk turun.

Tak ada apa pun di tiang yang bisa kupijak dengan baik.

- Tidak. - Tidak.

Tidak.

Pasti ada sesuatu.

Tidak. Sial.

Aku tak dapat sinyal.

Aku juga tak dapat.

Aku yakin ada sesuatu, hanya saja di sini hilang-muncul.

Tidak, kita terlalu tinggi.

- Tak ada sinyal di sini. - Kita akan baik-baik saja.

Panik takkan membantu apa pun sekarang.

Jadi, tarik napas.

Kita terjebak di platform seukuran piza di antah-berantah, Hunter.

Becky, panik takkan membantu.

Itu takkan membantu, mengerti?

Tidak apa-apa.

- Aku yakin kita bisa cari jalan... - Tunggu, Hunter. Hunter.

Lihat ini.

Astaga.

- Teropong, luar biasa. - Baiklah.

Kita punya suar.

Baiklah.

- Baiklah. - Ini berita bagus.

Baiklah, bagus.

Sial, tas kita ada di bawah sana.

Astaga, air kita ada di sana.

Sial, kita akan mati kehausan.

Tidak. Kita tak punya air.

- Tidak, pikirkanlah... - Begitulah kau mati...

- Saat terdampar. - Suaranya.

Suara yang dihasilkan benda ini saat jatuh...

Tak mungkin tak ada yang mendengarnya.

Baiklah, aku. Aku yakin ada beberapa panggilan...

Ke 911 saat ini.

- Menurutmu begitu? - Ya.

Ya, bantuan akan datang.

Baiklah, kita hanya perlu menunggu.

Baiklah.

Baiklah.

Astaga.

- Apa? - Becky, kakimu.

Astaga.

Baiklah.

Apa-apaan ini?

Aku bahkan tak menyadari ini.

Kemarilah. Mari kita kompres.

- Kau baik-baik saja? Aku tahu. - Sakit sekali.

- Maafkan aku. - Bisakah kau memperingatkanku?

- Baiklah. - Hitung sampai tiga.

Ya. Satu, dua, maaf. Aku sungguh minta maaf.

- Aku tahu. - Astaga.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku tahu aku baik-baik saja.

Ini seperti...

Aku harus buang air kecil.

- Buang air kecil saja. - Tidak.

- Buang air kecil saja. - Tidak apa-apa, aku bisa menahannya.

Ini menjadi tak nyaman.

Bisakah kau pergi lebih jauh? Ini menyemprot.

- Baik, hati-hati di langkan. - Aku berusaha.

Berhenti menatapku.

Astaga, syukurlah.

Aku bersyukur kau tak perlu buang air besar.

Baiklah, kita harus mencari cara untuk merasa nyaman...

Karena kurasa kita akan berada di sini cukup lama.

Baiklah.

Baiklah!

Menurutmu ada yang datang?

Satu juta persen.

Hei, Danger D, apa kabar?

Akan kuberi tahu apa yang terjadi, Becky C.

Kita terjebak di puncak menara 610 meter...

Tanpa jalan turun.

Aku merekam beberapa rekaman terbaik dalam hidupku.

Dan tak ada cara untuk mengunggahnya.

Itu yang membuatmu khawatir tentang situasi ini?

Ini cukup ironis.

Jangan khawatir, kau akan tetap terkenal jika kau jatuh...

Sebagai gadis yang mati saat swafoto.

Itu ironis.

Aku ingin dikenang untuk hidupku, bukan kematianku.

Terima kasih banyak.

Tagar "hidup di atas kematian".

Tagar "Becky berengsek".

Tagar "Hunter bilang dia melakukan YouTube demi uang...

Tapi sebenarnya kurasa dia hanya berengsek."

- Bukan begitu. - Lalu seperti apa?

Ayo, tunjukkan siapa dirimu.

Tunjukkan, Shiloh Hunter.

Katakan kenapa kau buat vlog.

Baik, pertama, kau berengsek.

Ya.

Kedua...

Ini akan terdengar bodoh, tapi aku melakukan ini karena Dan.

Apa yang terjadi...

Itu membuatku sadar bahwa hidup itu singkat.

Aku ingin menyebarkan pesan hidup itu singkat, terlalu singkat.

Jadi, kau harus memanfaatkan setiap momen.

Kau harus melakukan sesuatu yang membuatmu merasa hidup.

Luar biasa.

Sudah kubilang, kau harus menjadi dirimu sendiri.

Itu sangat hebat.

Haruskah aku membunuh Danger D?

Aku akan membantumu mengubur jasadnya.

Sial.

Ada karavan tua di bawah sana.

Boleh kulihat?

Melewati gerbang, sedikit ke sana.

Ya.

Itu tampak terbengkalai.

Sudah lima jam.

Jika ada yang menelepon 911, mereka pasti sudah tiba.

Astaga.

Astaga.

Tunggu, Becky, jika tak ada sinyal di sini...

Tapi kita dapat sinyal di bawah sana.

Ingat, aku dapat semua suka itu?

- Sial. - Baiklah.

Baik, jadi, kita tak tahu di titik mana kita kehilangan sinyal.

Mungkin di atas sini karena semacam gangguan...

- Dengan antena siaran. - Ya.

Kurasa kau benar, Hunter.

Baik, kita punya 15 meter tali.

- Kita bisa coba memancing sinyal. - Ya.

Aku hanya butuh sesuatu untuk mengamankan ini.

- Ikat rambutku. - Ya, sempurna.

Baiklah.

Baiklah. Bisa kirim pesan ke layanan darurat?

Kurasa tidak. Tapi aku punya lebih dari 60.000 pengikut.

- Baiklah. - "Tolong. Terjebak di Menara B-67.

Hubungi 911."

Sudah siap diunggah.

Kita akan mendengarnya saat terkirim.

Ayo.

Baiklah.

Baiklah.

Mari lihat apa aku bisa lebih rendah.

Berhati-hatilah.

Baik.

Ayo.

Itu akhirnya.

- Aku tak mendengar apa pun. - Aku juga tidak.

Kurasa itu tak diunggah.

Baiklah, mungkin aku bisa lebih rendah.

- Apa maksudmu? - Aku punya ide.

Hati-hati, Hunter.

Firasatku bagus.

- Kau baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.

Baiklah.

- Astaga. - Sial.

- Hati-hati, sial. - Astaga, Hunter.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

- Astaga. - Ya.

Hati-hati, sial.

Aku tak mendengar apa pun. Tak ada.

Baik, kau harus kembali ke atas.

Sial.

Aku bisa.

Sudah diunggah?

Belum.

- Apa yang kita lakukan sekarang? - Entahlah.

Tunggu.

Kita tahu pasti ada sinyal di dasar menara.

- Ya. - Apa kita jatuhkan saja ponselnya?

Hei, tapi bagaimana jika ponselku hancur berkeping-keping?

Tidak jika kita memperkuatnya...

Agar tak seperti tantangan menjatuhkan telur.

Ya. Baiklah, sial.

Kita hanya butuh sesuatu untuk memasukkannya.

- Ya. - Ini.

Ini dilas.

Sepatuku terlalu tipis.

- Sepatumu? - Ya.

Sempurna.

Baik, aku mengerti.

Kita butuh bantalan.

Bisa pakai kaus kakimu?

Ya. Baiklah.

Baiklah.

Kita masih butuh sesuatu yang lebih substansial.

Hunter, bra push-up-mu.

- Itu lebih substansial. - Ya.

Aku memang coba melepaskan ini.

Terima kasih, VS.

Baiklah.

Semoga itu cukup kuat.

Masukkan, ya?

Baiklah.

Ini dia.

- Apa itu berhasil? - Entahlah. Aku tak tahu.

Kau melihat sesuatu?

Tidak ada.

Jangan khawatir.

Mereka datang.

Astaga! Ada seorang pria.

- Apa? - Astaga, ya.

Ada anjing juga.

- Hei! - Hei! Tolong kami!

Di atas sini!

Dengar, aku sudah mengirimkan ceknya. Ayolah.

Aku butuh itu.

- Hei! - Hei, Nak!

Parker?

Ayo. Ayo, Nak.

Tidak!

Sial!

Hei!

Ayo.

Dengar, bagaimanapun caranya...

Sial! Mereka pergi!

Parker!

Dia dapat sepatunya.

- Hei! Di atas sini! - Tolong lihat ke atas sini!

- Hei! - Hei!

- Dia berjalan! - Hei!

Tidak, berbalik!

- Berbalik! Kau mau ke mana? - Sial!

- Hei! - Hei!

Sial.

Tolong!

Tunggu. Tidak.

Jangan tembakkan suarnya, dia tak melihat.

Ini mungkin satu-satunya kesempatan kita.

Tidak, dia tak melihat.

Tunggu. Tunggu, ada seseorang di dekat RV.

Dia menyiapkan panggangan atau semacamnya.

Baik, aku akan menembakkan suar saat matahari terbenam...

Dalam satu jam lagi.

Kita hanya punya satu kesempatan.

- Sial. - Apa?

Mereka membuat iga.

- Astaga. - Dan punya bir yang sangat dingin.

Jangan.

Mereka jelas pasangan.

Akhir pekan yang kotor.

Aku iri.

Hei. Mereka hampir selesai.

Sekarang atau tak sama sekali, tembakkan suarnya.

Apa sudah cukup gelap?

Baiklah.

- Sial. - Sial.

- Kenapa tak menembak? - Aku menembaknya.

Aku mengokangnya, mungkin ada pengaman atau semacamnya.

Sial. Baiklah, mereka akan masuk.

- Nyalakan suarnya sekarang. - Aku berusaha.

- Nyalakan suarnya! - Tersangkut.

Baik, aku bisa. Aku bisa.

Hei, Randy, lihat ini.

- Baik, berikan ponselmu. - Baiklah.

Hei, Berengsek, di atas sini!

Astaga. Lihat ini.

Di atas sini!

Tunggu, mereka melihat kita.

- Apa? - Mereka bisa melihat kita.

Astaga!

Astaga, biar kulihat. Biar kulihat.

Astaga, mereka datang.

Astaga, mereka menemukan mobilnya.

Mereka menemukan mobil kita.

Mereka punya linggis.

Mereka mungkin akan membuka gerbangnya.

- Baiklah. - Baiklah.

- Tunggu, apa-apaan ini? - Tunggu, apa yang terjadi?

- Mereka berhenti. - Apa?

Berhenti mengobrol, buka gerbangnya.

Tidak. Apa-apaan ini?

Mereka mencuri mobilku!

- Apa? - Tidak, Berengsek!

- Tidak! - Astaga.

- Berengsek, apa-apaan ini? - Tidak.

Aku harus melihatnya.

Astaga.

- Tidak! - Baiklah! Berengsek!

Astaga.

Baik, peraturan baru.

Seseorang jatuh dari menara, mereka membawa ponselnya.

Lalu meminta bantuan dalam perjalanan turun.

Dan mungkin mengunggah video itu.

Bercanda.

Kakiku. Aku bisa makan aspirin seperti Skittles, sekarang.

Ya. Ini terlihat sedikit aneh.

Ini perlu dibersihkan.

Maaf.

Kita selesaikan saja.

Ada apa?

Dan tak pernah bisa mengatakan, "Aku mencintaimu."

Satu, empat, tiga.

Satu, empat, tiga.

- Becky, aku... - Berapa lama?

Empat bulan.

Itu kesalahan besar.

Maafkan aku, aku sangat menyesal.

Karena tidur dengan suamiku atau aku mengetahuinya?

Karena jatuh cinta dengan pria yang sama.

Siapa yang mendekati?

- Keduanya sangat mabuk. - Siapa?

Dia.

Tapi itu kesalahan besar, Becks.

Tidak.

Kesalahan adalah ciuman. Cinta satu malam.

Kau bilang kau mencintainya.

Itu menjadi di luar kendali.

Aku berusaha keras untuk tak melakukannya...

Tapi aku jatuh cinta padanya.

Dia mendengarkanku, dia...

Dia berbeda dari bedebah lain...

Yang pernah kukencani dan...

Aku tak pernah merasa seperti itu sebelumnya.

Lalu kau memintaku menjadi pendampingmu...

Dan aku sadar...

Betapa kacaunya semua ini.

Aku mencintainya, tapi aku lebih sayang kau, jadi, aku mengakhirinya.

Sangat sulit melihat kalian bersama.

Setelah Dan meninggal, aku...

Aku tak punya kekuatan untuk menemanimu.

Agar cukup kuat untukmu, jadi...

Aku kabur.

Kini kau membenciku dan aku tak menyalahkanmu...

Dan kini kita terjebak di menara bodoh ini...

Di antah-berantah.

Ini semua salahku.

Aku sungguh minta maaf.

Apa itu?

Aku mengaturnya saat kita menjatuhkan ponsel kemarin.

Sudah 24 jam.

Kurasa ini saatnya menerima bahwa 60.000 pengikutmu...

Tak peduli atau ponselmu hancur berkeping-keping.

Baiklah.

Kita punya satu kesempatan lagi, ponselmu.

Ya, tapi tak ada bantalan kali ini.

Kemungkinannya lebih kecil.

Jika ini gagal, kita sungguh tak punya harapan.

Berapa lama sampai kita mati kehausan?

Ini menyiksaku karena air kita ada di bawah sana di dalam tas itu.

Ya, dengan drone.

Kita bisa menggunakan itu untuk mendapatkan bantuan.

Kita bisa menerbangkannya kembali ke motel kita...

Dengan catatan.

Tunggu, mungkin aku bisa mendapatkannya.

Apa maksudmu? Kau bilang itu terlalu mulus.

- Tidak ada pijakan. - Ya, tapi saat ponselku kugantung...

Di bawah kemarin, kurasa talinya cukup panjang untuk meraihnya.

- Kau serius? - Ya.

Ya, kurasa aku bisa mendapatkannya.

Hunter, kurasa ini bukan ide bagus.

Becky, kurasa kita tak punya pilihan.

Setiap jam yang berlalu, kita makin lemah.

Lagi pula, mungkin kau akan beruntung dan aku akan jatuh.

Hunter.

Hati-hati.

Maaf, Becks.

Aku menyayangimu.

Baiklah.

Hunter, kau baik-baik saja?

Ya. Ya, semua baik-baik saja.

Baiklah.

Hunter, hati-hati.

Sial.

Aku tak bisa meraihnya.

Kembalilah. Kita pasang lebih rendah.

Ayo. Sial!

Kurasa aku bisa menurunkan diriku lebih rendah.

Apa?

Apa yang kau lakukan, Hunter?

Hunter!

Sial.

Kurasa aku bisa mengayun ke sana.

Hunter, jangan! Hunter.

Naiklah kembali!

Hunter, jangan! Hunter.

Kau baik-baik saja?

Ya.

Apa ada jalan turun?

Tidak. Tangganya lepas.

Air.

- Astaga. - Tunggu, Hunter.

Bagaimana kau akan kembali ke tali?

Sial.

Kau bisa meraihnya?

Humpty Dumpty duduk di dinding

Astaga.

Humpty Dumpty terjatuh dengan keras

Sial.

Kau baik-baik saja?

Ya, aku punya ide.

Baiklah.

Aku akan mencoba mengaitkannya dengan ini...

Lalu kita akan bekerja sama untuk menarikku.

- Mengerti? - Luar biasa.

Itu MacGyver yang bagus.

Ayolah, kumohon. Kumohon.

- Kau berhasil! - Baiklah.

Aku akan melompat ke sini.

Aku butuh bantuanmu untuk menarikku.

Bersiaplah, Becks.

- Baiklah. - Baiklah.

Baiklah, ayo. Ayo, kau bisa melakukannya.

- Sial. - Hunter, kau baik-baik saja?

Kau baik-baik saja?

Baiklah. Aku baik-baik saja.

Mari lakukan ini dengan cepat, Becky.

Mari bekerja sama untuk menarikku.

- Baiklah. - Aku memanjat, kau menarik.

Mengerti? Baiklah, sekarang!

Aku hampir bisa mencapai tangga.

Hampir sampai, Becks.

Baiklah.

Becky! Aku mendarat di atas tas.

Astaga. Kau baik-baik saja?

Tanganku terluka parah. Kurasa aku tak bisa memanjat.

Kau harus menarikku, ya?

Baiklah.

Aku memegangmu.

Sial.

- Tidak, kau baik-baik saja? - Ya.

Kupikir kau mati di sana.

Aku takkan ke mana-mana, Becks.

Ya, itu menakutkan.

- Kita harus menjatahnya. - Baiklah. Kau benar.

Apa ada makanan di sana?

Tidak, ini hanya pelembap bibir cerimu.

Kurasa kau tak bisa memakannya.

Baiklah. Hari mulai gelap. Sekarang atau tak sama sekali di drone itu.

Kurasa kita harus menulis catatan.

Baik, tanda terima dari restoran.

Kau punya pena?

Ada eyeliner di sana.

Bukankah kau senang aku membawa riasan sekarang?

"Tolong. Terjebak di atas Menara B-67. Telepon 911."

- Baiklah. - Ya, sempurna.

Baiklah. Lihat itu?

Itu jalan tempat kita nyaris tertabrak.

Itu mengarah ke motel.

Mari lakukan ini selagi masih terang.

Baiklah.

Baik, tetap lurus dan ikuti garis jalan.

- Biarkan terbang turun. - Baiklah.

Dilarang Masuk Tanpa Izin Sangat Berbahaya

Baik, kita hampir melewati gerbang.

- Astaga. Tidak. - Apa?

Baterainya hampir habis.

- Sial. Tekan kembali. - Atau sudah terlalu jauh?

- Apa akan berhasil? - Tidak mungkin!

- Kau yakin? - Belum sampai gerbang.

- Sial! Drone-nya jatuh. - Tekan kembali...

- Tekan kembali. - Hunter! Baiklah.

- Dia kembali. - Terbangkan.

Lakukan yang terbaik untuk kembali kepada kami.

Ayo, terbangkan lebih tinggi.

- Terbangkan lebih tinggi. - Aku berusaha.

- Kita ambil saat sampai. - Baiklah.

Baterai Lemah

Baiklah. Kita bisa.

Ambil, Becks. Ambil!

Bagus. Kerja bagus.

Kita punya pengisi daya, tapi tak punya daya.

Mungkin matikan saja...

Dan setelah didiamkan, akan ada lebih banyak daya.

Itu takkan pernah cukup. Hunter.

Apa yang akan kita lakukan?

Hei, kita takkan panik.

Kita akan tetap tenang.

Kita akan mencari tahu.

Baik, pasti ada cara.

- Apa kita akan mati? - Tidak.

Tidak, kita akan baik-baik saja.

Hunter? Hunter.

Di mana kau? Hunter?

Hunter.

Hunter, di mana kau?

Hunter. Hunter?

Becky, tak apa-apa.

Kau hanya bermimpi buruk.

Kau baik-baik saja dan aman.

Di ketinggian 610 meter di antah-berantah.

Aku punya ide.

Cara mengisi daya drone.

Kiat hidupmu yang bodoh.

Becky, kau sangat genius.

Kurasa sudah cukup ringan. Mari kita lakukan.

Baiklah, ini pemasangan bohlam standar, tapi akan panas.

Jaraknya sembilan meter, tapi terasa seperti seribu meter.

- Kakimu baik-baik saja? - Ya.

Bau, tapi sudah tak sakit lagi.

Tidak apa-apa. Baiklah.

Kau pasti bisa.

- Ya. - Ya.

Teruskan, Becky.

Kau bisa, Becky.

Aku tak bisa.

- Tak apa-apa. - Aku tak bisa.

Kau bisa, Becky.

Kau bisa!

Tak apa-apa. Ini seperti tari tiang.

Baiklah, Pai Ceri.

Dia pai ceriku, minuman dinginku

Kejutan manisku

Dia pai ceriku

Membuat pai ceriku

Dia pai ceriku

Minuman dinginku Kejutan manisku

Dia pai ceriku

Becky pai ceriku

Ya!

Kau hampir berhasil, pai ceri kecilku, kerja bagus.

Baiklah.

Sempurna! Berhasil, pai ceri kecilku.

Baiklah.

- Baiklah. - Ingat, itu panas.

Baiklah.

Hati-hati.

Baik, pikirkan kembali ke kedai.

Kau harus lapisi ujung pengisi daya...

Dengan elemen soket bohlam.

Kurasa itu tak cukup panjang.

Kurasa ujung belakangnya tak sampai.

Baik, kau butuh sesuatu yang kecil dan logam untuk membawa arus...

Seperti sekrup atau sesuatu yang bisa kau masukkan ke sana.

- Tidak ada apa pun. - Astaga.

Berhasil! Ini benar-benar berhasil.

Astaga, Pahlawanku!

Baik, kita butuh daya penuh.

Entahlah. Hanya ada empat lampu.

Baik, kita harus mengisi dayanya sampai penuh.

Berikan diri kita kesempatan terbaik.

- Kau akan baik-baik saja? - Ya!

Aku bisa!

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Bertahanlah, Becks.

Melewati separuh jalan.

Lepaskan aku!

Tak apa-apa, Becky. Kau bisa.

Tiga lampu.

Ayo, Becky, kau sangat dekat.

Menjauhlah dariku!

Kau berhasil.

Astaga, aku sangat bangga padamu.

Kenapa kau tak menangkap tasnya?

Sayang, kau baik-baik saja?

Kita harus menerbangkan benda itu saat motel paling sibuk.

Jam keluar, pukul 10.00.

Beberapa jam lagi.

09.13

Kau tahu, dia benar tentang Dan.

Dia hanya berusaha membantuku. Dan...

Aku sangat jahat kepadanya.

Jika ada yang bisa kukirimi pesan, itu dia.

Hanya untuk bilang aku menyesal.

Aku menyayangimya.

Aku menyerah.

Tetaplah bersamaku.

Cobalah menyibukkan pikiranmu.

Katakan sesuatu...

Sesuatu yang kau dan ayahmu biasa lakukan bersama.

Kami menonton gulat.

- WWE. - Ya.

- Aku lupa kalian menyukainya. - Ya.

Itu kebiasaan kami.

Dia selalu bilang aku akan menjadi juara dunia dengan semangat juangku.

Aku selalu merasa dekat dengannya saat kami menontonnya.

Baiklah.

Sebutkan beberapa pegulat favoritmu.

"Stone Cold" Steve Austin, The Rock.

Siapa nama Cactus Jack saat dia memakai topeng?

Mankind.

Mankind.

Tunggu, kukira kau bilang kau tak menontonnya.

Memang tidak.

Teruskan, kau harus tetap terjaga.

Bautista.

10.02

Baiklah. Waktunya jam keluar.

Ini dia.

Lurus saja.

Ikuti garis jalan.

Ayo, Berengsek.

Dilarang Masuk Tanpa Izin Sangat Berbahaya

Aku sudah tak bisa mundur lagi, bagaimana baterainya?

Haruskah kuambil kembali?

Tidak, teruskan.

Ayo, ikuti saja jalannya.

Sial.

Ini akan berhasil.

Astaga!

Tidak.

Tidak!

Persetan dengan trukmu. Ambil drone-nya! Ambil!

Tidak.

Kembali!

Tidak.

Kembali.

Tidak!

Apa itu badai?

Tampak indah dari atas sini.

Aku tak bisa bertahan satu malam lagi.

Becky, jangan bicara seperti itu.

Aku hanya ingin tidur.

Kau tak bisa tidur.

Burung bangkai bisa mencium kakimu.

Mereka menunggumu menyerah agar bisa menyerang.

Yang terkuat yang bertahan.

Kau butuh energi.

- Kita harus makan sesuatu. - Apa?

Kita di ketinggian 610 meter di tengah gurun.

Tidak ada makanan di sini.

Selalu ada sesuatu.

Tidak ada harapan.

Mari kirim pesan lain.

Kita bisa mengalasi ponselnya lebih baik kali ini.

- Dengan apa? - Berikan sepatumu.

- Aku tak bisa. - Kenapa?

- Tidak ada di sini, 'kan? - Apa?

Di bawah sana.

Ada di kakimu.

Ya.

Tapi aku di bawah sana, ingat?

Aku jatuh.

Kau tak bisa mengambil sepatunya karena aku tak menangkap tasnya.

Aku kehabisan darah.

Kau tak sungguh berpikir dirimu yang kurus...

Bisa menarikku, 'kan?

Kau menarik tasnya.

Kurasa kau terlalu takut untuk menyadari bahwa kau di sini...

Sendirian.

Hai, Ayah.

Aku ingin Ayah tahu bahwa aku aku menemukan pertarunganku lagi.

Tolong tinggalkan pesanmu.

Aku ingin hidup.

Aku ingin pulang...

Tapi aku takkan berhasil.

Ayah benar tentang semuanya, dan aku. Maafkan aku, Ayah.

Saat Ayah melihat ini...

Aku sudah pergi.

Aku menyayangi Ayah.

Dilarang Masuk Tanpa Izin Sangat Berbahaya

Itu dia!

Kau butuh energi.

Kau harus makan sesuatu.

Yang terkuat yang bertahan.

Aku bisa mengalasi ponsel lebih baik kali ini.

Berikan sepatumu.

Hunter.

Astaga, aku menyayangimu.

Tolong, terjebak di menara B67. Aku sayang Ayah, Becky

Maafkan aku.

Maafkan aku, tapi aku harus memastikan ini berhasil.

Astaga, maafkan aku.

Kedai

- Kau tak boleh lewat. - Becky! Becky?

Tidak.

Ayah?

Ayah!

Ayah sangka itu kau.

Ayah, aku menyayangimu. Maafkan aku.

Tidak apa-apa.

Ayah hanya ingin kau baik-baik saja.

Aku baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja.

Sungguh.

Ayo pulang.

Hidup itu singkat.

Hidup itu singkat, terlalu singkat.

Jadi, kau harus memanfaatkan setiap momen.

Kau harus melakukan sesuatu yang membuatmu merasa hidup.

Itu akan menyebarkan pesan itu.

Sejauh dan seluas mungkin.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.