Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Downloaded from YTS.MX
Official YIFY movies site: YTS.MX
15 TAHUN LALU
- Halo? - Oke. MI6 sudah mengonfirmasi.
- Target terlihat. Lakukan tugas kalian. - Baiklah.
Sayang. Izin sudah turun. Kau siap?
- Serius. Kita terlambat. Ayo bergegas. - Sebentar.
- Itu katamu lima menit lalu. - Sebentar.
Aku mengenalmu. Maksudmu 20 menit lagi.
Oke. Akan kusiapkan mobilnya.
Jangan. Ini pesta anak-anak.
Jadi, mungkin aku harus...
- Keduanya. - Serius?
Dan ini.
Wah, mobilnya bagus.
Kalian sadar jatah pengeluaran ada batasnya?
Menyamar butuh biaya besar. Bukankah itu ajaranmu?
Ingat Makau?
Kau rela kalah 500 ribu demi mendekati Triad.
Begini saja. Jika kalian berhasil, silakan ambil mobil itu.
Sungguh?
- Tidak. - Sudah kuduga.
Kalian jadi bandar senjata dari Prancis.
Tn. dan Ny. Lemieux yang asli sedang berhalangan.
Fokuslah. Ini dia.
Balthazar Gor, mantan KGB, kini pimpinan Volka
dan salah satu teroris paling berbahaya di Eropa Timur.
Ini pesta ulang tahun anaknya, tapi jangan anggap enteng dia.
Berbaurlah. Coba temukan dia.
Di kamera tak terlihat.
Lihat. Semua ini hanya untuk anak usia delapan tahun?
Mustahil anak ini jadi anak baik.
Ada banyak cara untuk merusak anak-anak.
Perbesar. Itu.
Kalian pasti bercanda.
- Apa? - Ada apa?
Memperkenalkan kalian memang berbahaya. Kalian tidur bareng.
Cuma mendalami peran untuk misi.
Itu pengetahuan dasar. Ayolah.
Jika tertangkap, berbohonglah dengan lebih baik.
Kami bisa mengatasinya. Kau kenal kami.
- Kami melihat Gor. - Kalian tahu harus apa. Lakukan.
Mescal dengan jeruk.
Halo. Aku Mรฉlodie Lemieux.
Rumahmu sungguh indah.
Namaku Gor.
Balthazar Gor. Senang berjumpa.
Sama-sama.
- Nikmatilah pestanya. - Terima kasih.
Suara dan sidik jari diperoleh.
Bagus. Kini ke brankas.
Di lantai atas. Kantor Gor.
Pastikan sidik jarinya tersalin.
Balthazar Gor.
Perangkat diperoleh.
- Bagus. - Benda apa ini?
Kalian tahu kunci ICS?
- Kunci apa? - Sistem kontrol industri.
Ini kunci utama sejumlah infrastruktur terpenting dunia.
Pembangkit listrik, bendungan, reaktor nuklir.
Bisa menciptakan Chernobyl lain.
Kami paham. Ini berbahaya.
Lewat tangga timur.
Cepat.
Bagus. Kini ke titik pertemuan.
Baron Andrews dari MI6 akan menemui kalian.
Dan, Emily, jangan sebut soal kunci.
Aku tahu kalian pernah dekat, tapi jangan percaya siapa pun soal ini.
- Emily. - Baron.
Syukurlah kau tak apa. Aku sangat cemas.
- Kau sakit? Kau tampak pucat. - Matt.
Emily, kapan kau pulang ke Inggris,
bergabung dengan dinas intelijen bagus?
Saat mereka merekrut agen yang bagus.
Sebagai agen perjalanan, kau luar biasa.
Ya, berkat MI6. Jangan sampai tergores.
- Orang Amerika kasar. - Aku tak menganggapnya hinaan.
- Apa aku menyinggung? Kau cemburu? - Soal apa?
Entahlah. Aku bisa mendeteksi kecemburuan.
- Soal aksennya? - Bukan.
Sifatmu, tapi aksennya tak membantu.
Kalian serasi.
Nikmati perjalananmu.
Selalu senang bertemu denganmu.
Ini kuncimu.
Jangan menggoresnya. Dah.
- Baiklah, Bos. Aku pamit, Bluberi. - Sungguh kesan yang buruk.
Selamat datang. Aku Dylan. Mau kubawakan tasnya?
Tidak. Tapi aku mau minum. Ada sampanye?
- Ya. - Terima kasih.
Aku tak usah. Aku tak ingin minum, terima kasih.
Tak mau sampanye?
- Tidak. - Sungguh?
Biasanya, kita bersulang setelah bekerja.
Ya, tapi dengan ketinggian ini dan dehidrasi,
aku tidak ingin minum sampanye sekarang.
Oke. Aku tahu ada yang tak beres.
- Sungguh? - Ya.
Entah apa itu, tapi ada sesuatu.
Aku hamil.
Apa?
Kau ayahnya.
Aku duga aku ayahnya, tapi aku...
- Kau tak mengencani orang lain, 'kan? - Tidak, kau?
Tidak! Aku cuma mengencanimu.
Kau yakin kau hamil?
Cukup yakin.
Wow. Itu royal flush tes kehamilan.
Aku pipis di semua itu, jadi...
Dengar, entah apa yang kau pikirkan,
tapi, kau tahu...
Aku tahu kita belum lama pacaran, jadi...
Aku mau.
Apa?
Aku bilang aku mau.
Sepenuh hati.
Orang favoritku akan menciptakan orang favorit baruku.
Aku mau.
Ucapanmu tak pernah salah.
Karena itu benar.
D, sampanye! Bawakan botolnya. Aku minum untuk kita.
- Kami akan punya bayi. - Selamat. Itu berita bagus.
Kau yakin tak apa-apa?
Berdasarkan pengalaman pribadiku,
anak-anak tak cocok dengan pekerjaan macam ini.
Berdasarkan pengalaman pribadiku, aku tahu rasanya tak punya keluarga.
- Hanya itu yang kuinginkan. - Aku juga.
Apa?
Kenapa? Karena napasku?
- Apa? Kau tak apa? - Aku cuma...
Aku perlu cuci muka.
Maaf. Kamar mandinya rusak.
- Ini penerbangan 11 jam. - Maaf.
Matt, kamar mandinya rusak.
- Lepaskan dia. - Kami ingin kuncinya.
Baiklah.
Ada di sini. Lepaskan dia.
Em!
- Apa-apaan kau? - Cuma ada satu.
- Tidak! - Em, tak ada waktu!
Jaga bayi itu.
Em, apa-apaan kau?
Jangan lepaskan.
Kau yang jangan lepas.
Baik, pasti.
Lihat area terbuka di sana?
- Oke, pegangan! - Sudah.
Astaga, kita selamat. Oke, cepat.
Kenapa? Kau tak apa?
Beberapa tulang rusuk patah, tapi bukan soal itu.
Em, kita tak bisa terus begini,
terutama dengan kehamilan ini.
Lantas? Kita berhenti dan jadi warga sipil?
Mereka tahu kita di pesawat itu. Informasinya bocor.
Lantas? Kita sembunyi?
Kita akan dianggap tewas dalam kecelakaan itu, 'kan?
- Ya. - Itu peluang untuk bersembunyi.
Ya, kita mulai dari awal. Putuskan kontak dengan semua orang.
Boleh saja. Aku sebatang kara. Tapi kau punya ibu.
Putus kontak dengannya juga.
Tak ada ruginya.
Kalau Chuck?
Chuck? Dia teman kita. Ini keluarga kita. Dia pasti paham.
Kita tinggalkan pekerjaan begitu saja?
Karier dan kehidupan kita, semua yang kita tahu?
Benar. Karena semuanya berubah.
Kau tahu jika paha dalamku tak kuat, kau sudah mati, 'kan?
Paha dalammu menyelamatkanku.
Dan kita tidak mati.
- Kita sungguh akan lakukan ini? - Ya.
Aku tak tahu mau ke mana dan mau bagaimana, tapi...
Kita akan pikirkan.
- Aku mau jika kau mau. - Aku sangat mau.
- Sebaiknya kita beranjak. - Ayo.
MASA KINI
Sayang. Katakan hari apa ini, Say!
Hari di mana suamiku akan menang.
Hari pertandingan!
- Dengar. - Apa?
Jika menang di playoff,
kuberi tahu, aku tak bilang ini karena pelatihanku, tapi mungkin...
Semua karena pelatihanmu. Itu benar.
Kau suka pelatihan seksiku? Tahu kata mereka?
- Apa? - Messi.
Astaga.
Sial. Mereka akan terlambat lagi.
Alice! Leo! Sarapan!
Leo, berhenti main gim video!
Tentu dia tahu.
Alice, ayo!
- Ayo! - Aku masih menyikat gigi.
Sudah 20 menit. Dia sedang gunakan ponsel.
Sudah kubilang, jika kau kesal, sita saja ponselnya.
- Kau saja. - Aku takut kepadanya.
Aku tahu. Menyeramkan, ya?
Terutama tatapannya kepadamu.
Alice, gigimu sudah bersih!
Sebentar!
Ingat saat dia menyukai kita?
Tidak. Itu sudah lama sekali.
Mungkin nonton film bersamaku harus diadakan lagi.
Itu ide bagus.
Kami bisa menonton Creed, Creed II.
- Minyak bayinya berlebihan. Kau yakin? - Benarkah?
Apa kegiatanmu dan ibumu saat usiamu 14 tahun?
Saat usiaku 14 tahun? Astaga.
Ibuku dikirim ke Beirut dan lupa memberitahuku, jadi...
Benar. Contoh buruk.
Ya, masa kecil yang sangat berbeda.
- Apa kabar? Kau baik-baik saja? - Ya.
Jadi, apa kau bermain gim video setelah lampu dimatikan?
Tidak.
Ya. Oke, maaf.
Kau mengaku terlalu cepat. Ayah memercayaimu.
Jangan mengaku terlalu cepat, oke?
- Latih itu. - Tunggu. Ayah marah soal apa?
Tidak, tolong jangan dorong dia berbohong.
Kenapa tidak? Kalian terus berbohong.
- Enak saja. Apa? - Apa katamu?
Kemarin, aku dengar Ayah berbicara bahasa Rusia dengan tukang AC.
- Soal apa itu? - Kau tak perlu tahu.
Itu hak prerogatif Ayah. Titik.
- Ayah bisa bahasa Rusia? - Sedikit.
Misalnya do svidaniya, atau Sputnik, Gorbachev, kau tahu? Vodka.
Tapi Ayah bicara tentang sistem AC.
Kau tahu ayahmu dan Ibu
belajar bahasa Rusia dasar di Korps Perdamaian.
Bukannya di Kolombia?
- Tempat kalian bertemu? - Benar sekali.
- Di sana kami bertemu. - Kolombia.
- Dari Kolombia, lalu ke Rusia. Oke. - Kolombia ke Belize.
Belize setelah Kolombia.
Ya. Tepat.
Kolombia, Belize, Rusia. Kami pergi ke beberapa tempat.
- Perdamaian tak langsung tercipta. - Tak cuma itu, kushay zavtrak.
- Hah? - Apa artinya?
Artinya "makan sarapanmu".
Ada beberapa janji temu siang ini.
- Bisa ambilkan cucian? - Baiklah.
Kita harus pergi belanja. Banyak yang sudah habis.
Oke.
Bro, jangan minum Diet Coke sepagi ini.
Aku yakin Diet Coke mencegah kanker.
- Dengar dari mana? - Berikan.
Jangan meminumnya dulu.
Hei, bisa lepas itu?
- Apa? - Jangan.
- Sedang dengar apa? - Ibu pasti tak tahu.
Kau benar.
Apa kau punya rencana setelah pertandingan malam ini?
- Kenapa? - Mungkin kau mau undang beberapa teman.
Kita bisa membuat moktail,
lalu kita bisa membahas semua gosip menarik.
Aku belajar di rumah Annalise malam ini.
- Gagal lagi. - Baiklah.
Tentu. Kau suka belajar.
Ibu lowong di hari Senin.
Ibu pikir kita bisa menonton film?
- Tak mau. - Benarkah?
Tak mau? Yakin?
Oke.
Denganku saja.
- Kau mau? - Tentu.
- Meski Creed III? - Akan kupakai minyak bayi.
Seperti Michael B, paham maksudku?
Baiklah, sudah sampai.
Baiklah, Sayang. Semoga harimu menyenangkan di sekolah.
Ibu lebih menyayangimu.
Hei, Leo, jangan lupa kami akan terlambat menjemput hari ini.
Kenapa memakai itu lagi?
Ini keren.
Memantau pola tidurku, asupan oksigenku, bahkan tekanan darahku.
Usiamu 12 tahun. Tekanan darahmu bagus.
Itu agak besar untuk jarimu.
Makanya kupakai di jempol.
Ayo pergi keluar besok. Main sepak bola?
- Ayah tahu gegar otak? - Cuma lempar-tangkap.
- Ayah sering bermain dulu. - Ya. Mungkin sebaiknya Ayah periksa.
Rasakan!
Aku tak tahu gegar otak. Akan kutunjukkan itu padanya.
- Lihat itu? - Apa?
Dia bersama cowok itu lagi.
- Dari mana itu? - Amazon.
- Beri dia kelonggaran. - Tidak, mereka bareng lagi. Dia...
Mereka berpegangan tangan.
- Mereka baru ciuman. - Apa? Ciuman?
Anak 14 tahun mana yang berkumis?
Dia James, dan usianya 16 tahun.
- Tidak! - Belum pernah kulihat mereka berciuman.
- Dari mana itu? - Apa, sih? Amazon.
Tapi kau marah aku beli peniup daun baru.
Ini gila. Sial. Bagaimana ini?
- Dia menelepon. - Jawablah.
- Dia melihat kita. - Tolak.
- Tunggu. Letakkan itu. - Sial. Jawab itu.
- Hei, Sayang. Kau lupa sesuatu? - Ibu?
Sedang apa kalian?
Kalian menyeramkan. Itu teropong?
Ya, ini ide ibumu.
Kalian butuh kesibukan. Serius.
Aku akan pulang setelah selesai belajar. Dah.
- Oke. - Sudah kubilang. Sita ponselnya.
Kau harus lebih hati-hati.
Serius? "Cari kesibukan"?
Inilah kesibukanku.
Apa maksudnya? Dia bahkan tak tahu artinya.
Seharian, aku sibuk mengurusmu.
Jika aku sibuk, kau bagaimana?
"Ibu di mana?
Aku harus ke sana kemari.
Jangan lihat aku. Jauhi kamarku. Ambilkan makanan."
Dasar remaja. Selalu berubah-ubah.
Katanya mereka bisa mematahkan tekad, tapi tidak dengan tekadku.
Astaga.
Aku tak paham. Bisa ulangi?
Kau tahu? Ini menyeramkan, Alexa. Urus urusanmu sendiri.
Mau kurekomendasikan aplikasi meditasi?
MASUKKAN KATA SANDI
JAMES: YA!
SEBENTAR LAGI KUSUSUL
ANNALISE: KAMI DI ATAS BAWAKAN MINUMAN!
Oke.
Satu kali lagi. Itu saja.
Terserah. Oke. Biarlah.
- Sedang apa kau? - Hei! Apa? Astaga.
- Bukan apa-apa. - Tampak mencurigakan.
- Soal Alice. - Alice?
Dia bohong. Dia tak belajar di rumah Annalise.
Ini sebabnya kita harus awasi anak-anak sepanjang waktu,
seperti orang tua lain.
Kita berbeda. Kita sudah membahas ini.
Tapi kita mata-mata. Itu pekerjaan kita.
Itu dulu,
kepada teroris dan panglima perang, bukan anak-anak kita.
- Begini. Rasanya... - Aku tak mau melihatnya.
Ini bisa dibuka. Apa itu?
Apa? "Ibu payah".
Dia salah eja.
Itu akibatnya. "Ibu payah".
Aku tak mau lihat.
Biar kucoba.
Rasa ingin tahu membunuh kucing.
Kalau begitu, selamat tinggal.
- Berhasil. - Ini alasannya. Jangan mengintip.
Tampaknya itu perasaannya belakangan ini.
Apa itu...
Lihat itu.
SIAP MEMUKAU. HIDUP KIAMAT KIMIA
Apa itu?
- Kiamat Kimia? - Kiamat Kimia?
Kalian bilang "Kiamat Kimia"?
Aku kira sudah berhenti setelah tahun lalu.
Memang ada apa?
Entah. Ada hubungannya dengan seorang gadis bernama Molly?
Kau bercanda? Lihat ini. Dia di pusat kota di Adamson, Piedmont.
Seharusnya fitur lokasi dimatikan. Rasanya seperti curang.
Ini kelab!
- Kelab? - Ya!
Sampai.
- Tampak meriah. - Kau mencoba memperburuk ini?
- Apa? Kita lama tak pergi. - Memang. Putri kita yang pergi.
Ayolah. Tak bisakah kita bersenang-senang? Paham maksudku?
- Maaf. Permisi. - Permisi.
Astaga.
Aku pesan Harvey Wallbanger.
Bersulang!
Dia di atas sana.
Alice Amelia Reynolds, ayo pergi.
Sekarang.
- Tapi aku tak... - Jangan membantah.
Kau juga, Kumis. Kau dan bibir berbulumu.
- Ayo. - Kenapa aku tak bisa tinggal?
Orang tua mereka tak peduli.
Mungkin mereka tak disayang.
Entahlah. Ayo pergi.
Alice, jangan pergi. Pesta baru dimulai.
Ambil barang-barangmu, kita pergi.
Ayo.
Apa TV kalian rusak? Itu sebabnya boomer kemari?
Lihat kamera, Boomer.
"Boomer"?
Ya, Karen, boomer.
"Karen"?
Dengarkan. Tolong menyingkir, oke? Dan kami akan pergi.
Ya, apa yang akan kau lakukan?
Kau tak mendengarku. Aku bilang, "Tolong menyingkir,
agar aku bisa membawa pulang putriku yang di bawah umur!"
- Ayah! - Dia tampak cukup umur.
Rileks, oke? Ayo pergi.
Cukup.
Jangan buru-buru.
Jangan sentuh dia!
- Sialan. - Aku tak bisa bernapas.
Kejadiannya begitu cepat. Tidak seburuk itu, 'kan?
Dan kami bukan boomer, oke? Kami Gen X.
Kami di area abu-abu. Di antara generasi.
Ayo pergi dari sini.
Oke, kok kau bisa masuk?
- KTP palsu? - Tidak.
Jadi, anak usia 14 tahun boleh masuk?
Oke. Ya, aku punya KTP palsu, tapi aku cuma menari.
Siapa yang mengajakmu? Si kumis?
Namanya James. Ayah tak suka karena dia berkulit putih.
- Apa? - Ibumu berkulit putih.
Lagi pula, ini bukan tentang James.
- Ini tentangmu. - Ya.
Ibu kesal karena aku bersenang-senang, tak seperti Ibu.
- Apa? - Yang benar saja!
Bagaimana kalian menemukanku?
Halo?
"Ibu payah". Cuma itu?
Bukan kata sandi yang sulit.
Kalian meretas laptopku dan membaca pesanku?
Pesanmu? Itu pesan kami.
- Itu bukan ponselmu, tapi ponsel kami. - Benar.
Saat tiba di rumah, kau akan dihukum di rumah kami.
Ini sebabnya aku ikut paket C.
Apa?
Agar aku bisa lulus lebih awal dan kuliah di tempat jauh.
Enak saja, kami tak mau membayarnya.
Kita tak mau bahas yang tadi?
Kalian hajar mereka sampai mampus. Dan salah satunya manis.
Jaga ucapanmu!
Serius? Kalian ingin membahas tata bahasa?
Bagaimana kalian bisa melakukannya?
Kami ikut kelas taekwondo.
Kelas taekwondo?
Saat ikut Korps Perdamaian di Jepang?
- Kami tak pernah bilang Jepang. - Taekwondo dari Korea.
Kau akan terkejut akan hasil dari hanya beberapa kelas.
Kalian harap aku percaya itu? Kalian penuh kepalsuan.
- Palsu? - Kami palsu? Kau punya KTP palsu.
Aku tak sanggup meladeni kalian.
Oh, begitu?
Kau dihukum, jadi cobalah tak meladeni itu.
Ya, ucapannya tak masuk akal.
Tapi kau mau main-main dengannya setelah jasanya pada manusia?
Aku tak sanggup lagi!
- Itu gila, 'kan? - Ya, itu gila.
Apa segila itu hingga tak seharusnya dilakukan?
Atau mungkin dalam artian bagus, yang lama tak kita rasakan.
- Itu buruk. - Ya.
- Ya. - Benar. Cuma memastikan.
Apa yang kau pikirkan?
- Kau tahu aku suka hidup kita, 'kan? - Tapi?
Entahlah. Rasanya...
Malam ini, ada yang terasa pas, kau tahu?
Untuk pertama kalinya sejak lama, aku merasa dibutuhkan.
Kau dibutuhkan, tapi secara berbeda.
Hei, Dungu, kau mengadu pada Ayah dan Ibu?
Aku tak peduli kehidupan sosialmu.
- Setidaknya aku punya. - Tidak lagi.
Hukumanmu akan lama, aku mungkin lebih dulu dapat kencan prom.
Apa kau tak pernah membayangkan pergi ke Amerika Selatan?
- Menghentikan atau memulai kudeta? - Tidak.
Mana saja. Pokoknya kudeta gaya lama yang seru.
Aku tak mau melakukan kudeta.
Ada alasannya kita keluar, oke?
- Demi melindungi anak-anak. - Kau benar.
Kata sandimu ada di komputermu.
- Itu disembunyikan. - Jelas kurang tersembunyi.
Jika aku dimata-matai, kau juga.
Silakan. Semua gawaiku memerlukan autentikasi dua faktor.
Astaga, kau kutu buku.
Yang tak bisa dimata-matai.
Kau tahu aku butuh apa? Aku harus merasa hidup lagi.
- Aku perlu merasa berdebar. - Sayang.
Aku perlu merasa jagoan lagi, paham?
Sayang.
Aku tahu kau butuh apa.
- Kau merasa terkekang? - Ya, sungguh.
Ya. Aku tahu yang kita butuhkan.
Astaga. Mereka keterlaluan.
Menjijikkan.
Hantam. Ayo!
Ayolah. Sekali lagi.
Sekali lagi.
- Merasa baikan? - Ya.
Sedikit.
Aku butuh mandi.
Kau ikut?
Aku kotor.
Anak-anak di sekolah?
Ya.
- Kau menunggu seseorang? - Tidak. Bukan aku.
Chuck?
Apa kabar? Seperti nostalgia.
Matt, apa kabar?
Kabarku baik.
Kok tahu kami di sini?
Ya.
"Boomer merusak pesta dansa."
Kami bukan boomer.
Apa itu Chuck?
- Ya. Sulit dipercaya, ya? - Hei, Em.
Astaga, kalian tampak bugar. Sungguh. Kalian berdua.
Ayo masuk.
- Tidak. Tak ada waktu untuk itu. - Tunggu. Apa?
Jika aku menemukan kalian semudah ini, musuh juga bisa.
Chuck, ayolah. Itu 15 tahun lalu.
Ya. Kami tak punya musuh. Aku jual teka-teki gambar kustom di Etsy.
- Kami membuat Wordle. - Apa mau mereka?
Kunci ICS.
Itu hilang dalam kecelakaan pesawat.
Kami mencari di TKP, tapi tak ditemukan.
Kopernya ditemukan, banyak teroris tewas, tapi tak ada diskanya.
Itu gila.
Ingat Baron Andrews dari MI6?
- Tentu. - Ya, pria kulit putih pucat. Tak atletis.
Ya. Kenapa dia?
Dia yang atur pesawatnya. Aku rasa dia khianati kalian.
Terdengar cocok.
Sungguh? Baron?
Intelku tepercaya.
Kini dia bekerja dengan Gor, mereka mengejar kalian dan kuncinya.
- Kami tak punya kuncinya. - Tak ada pada kami.
Itu tak penting.
Saat CIA tahu kalian masih hidup, kalian akan ditangkap.
Kalian harus dipindahkan. Kau dan...
Chuck!
Ayo!
- Cepat! - Cepat!
Sialan! Jika kita ditemukan secepat ini, kau tahu artinya?
- Anak-anak. - Ya.
- Sekarang! - Ayo.
Di sana.
- Maju! - Garasi! Maju!
Sekarang!
Cepat!
Chuck! Sungguh mengerikan!
Pasti ada cara untuk buktikan kita tak punya kuncinya.
- Ada yang harus kukatakan. - Apa?
- Janji tidak marah? - Tak mau.
- Aku ambil kuncinya. - Apa?
Aku tak mau orang jahat memilikinya.
Ke kiri!
Ya.
Kenapa membenci furnitur taman? Tak perlu menabrak semuanya.
Sudah lama tak begini.
Kau kesal karena mantanmu mencoba membunuh kita.
Cuma sekali kencan. Lupakanlah.
Dia terus membahas Manchester United.
Jadi, kau mengakuinya. Ada kencan. Ke kiri!
Apa yang kau pikirkan?
Kita butuh jaminan andai persembunyian kita terbongkar.
Kini itu terjadi.
- Di mana itu? - Di Inggris.
- Oke. - Di Foxhound.
- Rumah ibuku? - Rumahnya aman.
Itu karena banyak orang ingin membunuhnya.
Kita tak bisa bersembunyi lagi. Kita punya anak.
CIA. Mereka akan melindungi kita.
Tidak tanpa kunci. Ambil dan manfaatkan itu.
Lalu minta mereka melindungi kita. Ini sepele.
Begitu?
Kau mencuri senjata teroris siber,
kau sembunyikan di rumah ibuku, dan membohongiku selama 15 tahun.
Terdengar jahat jika diucapkan seperti itu. Ke kanan!
- Dia mengisi ulang. - Tunggu.
Pistolnya macet.
Hei, Teman-Teman.
Oke, kurasa aku tak akan suka.
Ini akan buruk.
Serius?
- Ayo. - Kita harus tinggalkan van ini.
Lihat. Sudah dapat.
Shane, dengan Prius abu-abu.
- Di pintu keluar utara. - Oke.
Anak-anak. Penjemputan lebih awal.
- Apa? - Kau juga, ayo.
Ada apa ini?
Kau belum makan siang.
Ambil roti lapis ini. Masukkan ke saku. Ayo.
- Kau harus makan. - Kenapa kalian begitu panik?
Ibu tidak panik, tapi kau.
- Kenapa mobil kita? - Singkatnya, jangan gunakan valet.
- Tunggu. Kita mau ke mana? - Jalan-jalan.
Jangan tanya. Ikuti saja.
KEBERANGKATAN INTERNASIONAL
Ke Inggris?
Benar. Inggris yang indah.
Bagaimana sekolah, sepak bola? Kita masuk playoff.
Sekolah dan sepak bola...
Itu dihentikan.
Apa?
Kini kita harus menerima masa bulan madu sudah usai.
Ya. Maaf, Sayang.
Bu, kenapa kita ke Inggris?
Itu pertanyaan bagus. Ya.
Karena kita akan mengunjungi nenek kalian.
- Apa? - Kami punya nenek?
Ya. Kejutan asyik, bukan?
Dengar, Ibu tahu ini sulit dimengerti.
Dan Ibu menyesal.
Tapi Ibu tak ingin nenek kalian hadir di hidup kalian, oke?
Kami tak dekat.
Ibu bilang Nenek mati.
- Ibu tak bilang begitu. - Ibu bilang begitu.
"Mati" punya banyak arti.
Kadang terasa seperti itu, tapi entahlah,
dia dingin dan asing,
dan dia mengirim Ibu ke asrama sesegera mungkin, jadi...
Terdengar bagus untukku.
Kami sadar kami salah. Jadi, temuilah dia sebelum terlambat.
Ya.
- Nenek sekarat? - Tidak.
Ya. Pada akhirnya, kita semua akan mati.
Mungkin dalam penerbangan ini.
- Apa? - Matt.
Pilihan kata yang buruk. Tapi dia tak sekarat.
Dengar. Jika tingkah kami aneh atau stres,
itu karena dia membuat kami merasa begitu.
Ibu. Dia membuat Ibu merasa begitu. Paham?
- Ya. - Ya.
- Oke. Bagus. - Sungguh?
Tidak, tentu tidak.
Aku berbohong soal pergi ke kelab dan dihukum,
tapi Ibu bohong soal Nenek. Tak masuk akal!
Nona muda, pelankan suaramu.
Oke. Kau benar. Kau tahu? Ibu berutang penjelasan.
Tapi tak bisa di sini. Jangan sekarang, oke?
- Ibu. - Ya?
Aku tak enak badan.
- Sayang, kenapa? - Aku mungkin mabuk udara.
Kita belum terbang.
- Berikutnya. - Ayo... Ayo lewati pemeriksaan dulu.
Para penumpang, lampu tanda kenakan sabuk pengaman telah dinyalakan...
- Hei. - Ya?
- Aku memeriksa pesawat. Kita tak diikuti. - Oke.
Ada apa?
Inikah saatnya? Kita memberi tahu mereka?
Jangan memberi tahu mereka saat ini.
Sudah 15 tahun kita merahasiakannya. Dua hari lagi tak ada bedanya.
Kau benar. Kau tahu? Kebohongan ini melindungi mereka.
Ya. Orang tua yang baik selalu berbohong. "Resitalmu bagus."
Ya, 'kan? Tentu saja.
"Jangan pergi ke Disneyland bulan ini, sedang tutup."
Aku suka itu.
"Orang tuamu tak punya tato."
"Jika mengisap ganja, kau akan diare."
"Aljabar digunakan setiap hari."
"Pi sama dengan MC apalah."
Dengar, kerja kita bagus.
Begitulah cara membesarkan anak-anak hebat dan pintar.
Dengan membohongi mereka.
Terima kasih atas hiburan itu.
Sebentar lagi, pramugari akan membawakan...
Hei, selamat pagi. Senang kalian bisa istirahat.
Sudah Ayah bilang bantal leher tampak bodoh, tapi berguna.
SELAMAT DATANG DI LONDON
Paspor, tolong.
Ini dia.
- Halo, Sayang. - Halo.
Keluarga Baker.
- Terima kasih, Ny. Baker. - Sama-sama.
Oke. Sebelah sana. Pintu keluar.
Terus jalan.
Ayo.
Kita akan naik bus itu. Ayo.
Perhentian berikutnya, parkiran inap.
Sepertinya ini perhentian kita, oke?
Kenapa tak mengakui ini aneh?
Kadang ada yang aneh tapi bagus,
misalnya masih mendengarkan Michael Jackson.
Ayo, tetap bersama.
Ini Gor.
Mereka di sini. Heathrow. Parkiran G.
Oke. Terus kabari aku.
Maafkan aku. Maaf.
Oke, kita sampai.
Bagaimana?
Ini parkiran.
Ya.
- Ke mana Ayah? - Mengambil mobil sewaan.
Ini mobil sewaan kita?
Ya. Naiklah.
Ya, aku ingat mereka. Keluarga yang menawan. Si ayah tampan.
Tak perlu menambah opinimu, Petugas. Terima kasih.
Aku paham alasanmu mencarinya.
Aku tak berusaha mencarinya, tapi kunci ICS.
Fokus pada pekerjaan.
Mustahil mereka tiba-tiba muncul tanpa alasan.
Mereka tahu cara bersembunyi.
Ya.
Anak-anak.
Fokus pada mereka.
- Serius? - Ya.
Kita butuh periksa semua CCTV di bandara.
Ponsel, sidik jari digital.
Mereka tak bisa lama sembunyi.
Ih.
Ini menjijikkan.
Apa merek rokok ini?
- Ini pemantik? - Berikan.
Kita di Eropa. Peraturan sedikit berbeda.
Ibu tahu mobilnya punya Wi-Fi?
Tidak. Tak boleh ada Internet di perjalanan ini.
Bahkan, berikan ponsel kepada ibu kalian.
- Apa? - Terputus dari internet.
Agar tak perlu mencemaskan perayauan, dan lainnya.
Mungkin pakai SIM lokal saja.
- Ayah bercanda. - Tidak.
Tangan Ibu mulai lelah.
Ayo.
Terima kasih.
Leo!
- Lepas dari gawai. - Kini kami harus apa?
Apa maksudmu? Bicaralah dengan kakakmu. Saling mengenal.
Kau tahu, "Apa kabar? Ada berita apa?
Kau suka Inggris?" Kita di benua yang berbeda.
Kita baru lewati Costco.
Ibu tak akan menghina Costco. Asyik habiskan setengah hari di sana.
- Ini. Mari beri sedikit... - Sedikit musik.
- Nah, ini musik yang bagus. - Tidak.
Kalian bercanda.
Kita butuh bensin.
Bisa kita beli makanan?
Kau beruntung. Itu tempatnya.
- Sampai. - Boleh minta uang?
Ya, berikan tas Ibu.
- Cepat. - Ya. Maaf.
Kami akan beli bensin. Kalian beli camilan.
Gerak cepat.
Baiklah, ini. Bawakan kembaliannya.
- Dan beberapa M&M. - Oke.
Mau beli apa?
Sarapan saja.
- Sarapan ala Inggris lengkap? - Ya.
Silakan. Selamat menikmati.
Ada sesuatu yang lebih sehat?
Tidak. Sosis darah.
- Darah? - Ya!
Astaga.
Benar.
Bukan itu. Lihat ini.
Kenapa namaku Jeffrey Baker?
Kenapa kita dari Alabama?
Sulit kupercaya. Mereka marah aku pakai KTP palsu
padahal mereka punya nama palsu, paspor palsu, semuanya.
Tunai atau kartu kredit?
Tunai.
Ini.
Tunggu. Benda itu terhubung ke internet?
Ya, tapi Ayah dan Ibu melarang Internet.
Maksudmu Tn. dan Ny. Baker?
Sambungkan saja.
- Selamat menikmati. - Terima kasih.
Tunggu. Bagaimana jika mereka penjahat dan kita jadi buron?
Apa? Mustahil. Mereka bukan penjahat. Mereka ikut liga pickleball.
- Itu tak berarti apa-apa. - Mereka menonton HGTV.
- Leo. - Mereka buat roti asam sendiri.
Berapa lama waktu kita?
Sekitar 45 menit sebelum pengenalan wajah
menandai kita di imigrasi.
Sekitar 1,5 jam setelah pemindaian CCTV di luar Heathrow.
Lalu, dengan mobil, paling lama 30 menit lagi.
Jadi, kita tak sempat menemui ibuku.
Ada banyak waktu untuk itu.
Baik. Dua menit. Cukup untuk membuat anak-anak trauma.
Tapi ingat, mungkin tak cuma Baron yang mengejar kita.
Begini. Kita ambil kuncinya.
Kita bawa ke CIA, dan dapatkan hidup kita lagi.
Semudah itu.
Aku tak percaya membahayakan mereka untuk ini. Aku ibu yang buruk.
Aku bukan ayah terbaik soal ini.
- Tapi kau ibu yang hebat. - Aku tak merasa begitu.
Kau tahu mereka akan gunakan ini untuk melawan kita selamanya.
Ada apa? Katakan.
Mereka menepi. Kami berputar-putar.
Kirimkan lokasinya.
Kami perlu bantuan.
Oke, baik. Aku sampaikan.
Kenapa kau yakin mereka mau menjualnya?
Aku kenal mereka. Dengan sangat baik.
NOMOR PRIBADI
Ya? Bagus. Terima kasih.
SPBU, lima kilo ke utara. Jalan.
Apa yang kau temukan?
Jeffrey R. Baker lahir di Huntsville.
Meninggal pada 1952.
- Sudah kuduga. - Itu tak membuktikan apa pun.
Dengar, semoga mereka tak menyadari ini.
Mereka tidak memperhatikan ucapan atau tindakanku, jadi...
Apa...
Sial.
Asta...
- Kita perlu bantu? - Memang apa rencanamu?
Kau terus pesimis.
- Hubungi 911! - Ini bukan Amerika.
- Ibu! - Dia tak apa. Tidak separah itu.
Anak-anak.
- Ayah. - Ayo pergi.
- Ada apa? - Ayo.
- Dapat uang receh? - Tidak.
- Kalau M&M? - Kenapa bertarung dengan mereka?
Jangan khawatir. Ayo, Alice. Cepat.
Ayo! Cepat!
- Ayo. Masuk ke mobil. - Tidak. Ibu lihat yang barusan?
Lihat perbuatan kami?
Kami mengajarimu untuk kritis. Ibu suka itu tentangmu.
- Tapi saatnya masuk mobil sialan ini! - Ibu memaki? Ya ampun.
Ayo. Pakai sabuknya.
Masuk!
Siapa pria itu?
- Kenapa menabraknya? - Kenapa dia menembaki kita?
- Tenang. Semua aman. - Apa kami antek?
Itu Baron.
Itu mereka.
Putar balik.
Itu pistol?
Ayah, apa-apaan ini?
- Ibu salah jalur! - Alice, Ibu tahu, oke?
Ada apa ini? Kenapa mencoba membunuh mereka?
Kami tak mencoba membunuh.
Kalau kami mau, mereka sudah mati.
- Ya. - Dengar, semua aman.
- Begitu? - Ya.
Ayah menembak truk, menyemburkan api, dan Ibu membunuh gadis kecil itu.
Sekali lagi, Ibu tak membunuh. Cuma membuatnya pingsan.
Gadis kecil yang ibumu hampir bunuh itu sudah dewasa. Sebut dia begitu.
- Katakan siapa kalian. - Oke. Tenang.
Baiklah, dengar.
- Ayah dan ibumu dulunya QRN. - Apa itu?
Agen rahasia reaksi cepat tidak resmi untuk CIA.
Kami mata-mata.
- Kalian mata-mata? - Ya.
- Seperti Jason Bourne? - Ya, tapi kami tak lupa ingatan.
Aku tahu kalian berbohong,
tapi aku tak mengira kalian cukup keren untuk jadi mata-mata.
Bukan itu alasan kami keren.
Ya, bukan karena itu.
- Bisa hajar ayah Connor? - Ayolah, dia vegan.
- Kalau ayah Sydney? - Kau pernah melihatnya?
Kalau semua ayah di sekolah?
Bisa, tapi tak sekaligus.
Kami tak aktif lagi, oke? Kami sudah pensiun.
Tak tampak begitu. Mereka mata-mata juga?
Mereka teroris atau mungkin tentara bayaran.
Apa bedanya?
Teroris punya ideologi politik, tentara bayaran cuma sewaan.
Ibu tahu ini mungkin menakutkan.
Tapi kami akan melindungi kalian. Itu tugas kami.
Sejauh ini berhasil.
Mungkin lebih berhasil jika tak ada yang mengekspos kita.
Kalian tak bisa lepas dari Internet satu jam saja? Apa yang begitu penting?
Kami cari tahu siapa kalian di Google.
Apa?
Sayang, kami orang tua kalian. Itulah kami.
Ya.
Tunggu. Kau bisa terhubung ke Internet dengan benda itu?
- Ya. - Kawan.
Pintar sekali. Coba Ayah lihat.
Wah.
Apa yang...
Gim video terlalu kejam.
Ayah serius?
Dia luar biasa.
Dia cuma beruntung. Jangan dibesar-besarkan.
Katanya dia hebat, tapi tak kuduga sehebat itu.
Terima kasih.
Tato penjara Chechnya. Volka?
Ya.
Dari mana kau dapat info soal SPBU?
Kita belum meretas gawai anak-anak.
Aku menyadap Volka.
Mereka hampir dapat kuncinya 15 tahun lalu. Mereka akan mencoba lagi.
- Itu impresif. - Terima kasih.
Kami sudah melacak profil gim anak-anak.
Konsol genggamnya terhubung.
Seperti katamu, anak-anak.
Setelah mereka melihat kita, aku ragu.
Beri aku gambar satelit Land Rover.
Dia tak mungkin jauh.
Mereka, Bos.
Mereka tak mungkin jauh.
Ya.
Truk itu tak akan memberi kita banyak waktu.
Ya, jadi aku pikir mungkin sebaiknya aku yang bicara.
Dengan begitu, kalian tidak perlu bertengkar, kau tahu?
Ya, kurasa itu ide bagus.
Kau bisa katakan ada pembunuh terlatih yang akan datang.
- Kau bisa katakan alasannya. - Apa?
Oke, Anak-Anak. Bangun.
Leo. Alice. Kita sudah sampai.
Tunggu. Ini rumah Nenek?
Ya. Di sinilah Ibu dibesarkan.
Tempat yang ingin kutinggalkan.
Wah. Ibu bangsawan atau semacamnya? Kami juga?
Tidak.
Nenekmu punya pekerjaan sampingan yang mencurigakan pada 1970-an, jadi...
Em.
- Apa? - Ayo.
Masukkan kodenya.
Baiklah. Ayo temui Nenek.
Wah, rumah Nenek keren.
Kenapa Ibu ingin pergi dari sini?
Astaga.
Itu alasannya.
Hei.
Rupanya kau.
Halo, Ibu. Masih suka membunuh?
Jangan uji Ibu, Sayang. Ibu masih jago.
Ini cucu-cucu Ibu. Tolong jangan tembak mereka.
Mereka jauh lebih besar daripada di foto.
Foto?
Ya, Matthew mengirimkan beberapa foto.
Benarkah?
Halo, Sayang.
Apa kabar?
Aku mengirim lewat berbagai negara agar tak bisa dilacak.
Jadi, Nenek bisa melihat cucu-cucunya tumbuh
karena pertumbuhan anak terlihat di foto.
Paham? Dia tak mengeposnya.
Jadi, haruskah kita berpelukan?
Tidak. Nenek orang Inggris. Kami tidak berpelukan.
- Tapi ambillah bangkai burung itu. - Ayo ambil. Dia punya pistol.
Entah apa alasan kalian datang,
tapi masuklah.
Tidak apa-apa.
- Letakkan. - Oke.
Emily, kau ingat rumahmu?
- Bagaimana aku bisa lupa? - Ini luar biasa.
Jangan ke sana.
Jangan sentuh apa pun.
Wah. Tempat ini seperti Fort Knox.
Apa anakmu biasa berkeliaran seperti ini?
- Mereka hanya ingin tahu, Bu. - Apa mereka babi pemburu truffle?
Baiklah, kalian mau minum apa?
Ginny, kau baik sekali, tapi kami harus ambil sesuatu lalu pergi.
Ayo buat janji nongkrong bareng dalam waktu dekat.
Omong kosong. Kalian di sini sekarang.
Masih siang untuk alkohol.
Sikap sok bermoral itu.
Dia ditakdirkan menjadi orang Amerika.
Masih membicarakanku di depanku.
Maaf. Itu jadi kebiasaan karena kau tak pernah ada di sini.
Untukmu, mescal dengan jeruk. Apa aku benar?
Aku... Entah bagaimana dia tahu itu.
Kalau kau, Sayang?
Sudah minum gin?
Dia bercanda. Hanya lelucon.
Monster keringat datang!
- Ginny Pig, apa kau... - Apa?
Lihat minuman berenergi buah delimaku? Aku kehausan.
Empat orang baru.
Halo. Teman atau musuh?
Dia Nigel-ku.
Halo. Astaga.
Wah.
Ya Tuhan. Itu... Aku melihat lidah.
Wah.
Maaf untuk semuanya. Aku tak menduga ada tamu.
Aku tak menduga itu.
- Aku sedang jeda dari pelatihan. - Untuk apa?
Untuk kapan pun dia menilaiku siap masuk MI6.
Aku semacam proyek kecilnya.
Big N, ini putriku.
- Mustahil. - Emily.
- Tidak. - Ya, Emily.
Em-zo.
Dan suaminya, Matthew yang sangat tampan.
- Matty. Ya, aku tahu. - Dan akan-anak mereka.
Itu Alice dan Leo.
Aku suka anak-anak.
Ya, benar.
Kepolosan dan rasa takjub kalian.
Izinkan aku bertanya sekarang juga.
- Kalian mau memanggilku Kakek? - Apa? Tidak.
Ya. Oke. Ini rumit, bukan?
Dengar, aku harap kalian tidak melihatku sebagai figur ayah.
- Apa? - Karena yang kuinginkan...
Matty, Em-zo,
anggap aku teman kalian.
Tidak mungkin.
Jadi, kau mau gin atau tidak?
Tidak.
Usia mereka 14 dan 12 tahun.
- Mereka minum air atau jus jeruk. - Ya...
Begini. Langsung ke intinya saja. Banyak yang harus kami selesaikan.
Nigel? Bisa ajak anak-anak berkeliling?
Para cucu?
Bantu mereka. Ya, tentu. Tugas seorang kakek, Ginny P.
Oke, apa kalian suka hal-hal luar biasa?
- Mau lihat kantorku? Ayo. - Ya.
Ayo, berikan.
Ini, Pak.
"Bukan karena aksenmu, tapi sifatmu."
Matt, kau sangat mudah ditebak.
Astaga, Em pasti bosan.
Terima kasih.
- Apa? - Kuncinya.
- Kami dengar itu ada di sini. - Di mana mobil itu?
Satelit melacak Land Rover itu ke sini.
- Tapi awan menutupnya. - Bagus.
Sepertinya mereka dalam radius 8 km dari sini.
Ini pabrik senjata lama. Ini peternakan.
- Ini arena pacuan kuda. - Apa ini?
Entah.
Milik organisasi nirlaba alih keluar,
berkantor pusat di Pulau Man, Foxhunter Ltd.
Foxhunter?
Nama itu tak asing.
Ginny Curtis.
Dia MI6. Wanita itu legenda.
Dengar, Ginny.
Saat kami bersembunyi,
aku ambil barang berharga.
Jika tak punya daya tawar, buatlah itu. Bagus.
Wajar aku menyukainya.
Dengar dulu.
Seperti yang kalian lihat, tak ada yang keren di sini.
Ini kantormu?
- Apa yang kau kerjakan? - Seharusnya tanyakan sebaliknya.
- Tapi apa kegiatanmu? - Apa pekerjaanmu?
Aku simpan peralatanku di sini, bisa dibilang begitu.
Semua ada, sudah kukuasai. Ada sai, nunchaku.
Ada baton. Punggung bawahku.
Ada syuriken, yang cukup kukuasai.
Kena dinding. Dan itu banyak kena hantam.
- Boleh aku coba? - Hati-hati. Itu tajam.
Silakan, tapi aku ragu itu berguna. Hati-hati.
Sem... Ya.
Aku belum berhasil melakukannya. Itu hebat.
Astaga. Mau coba?
Aku akan mencari kamar mandi.
Tentu. Seorang bintang tak butuh ini. Kau sudah jadi bintang.
Sebagai penutup, ada rokok ultraviolet,
arloji laser, dan payung antipeluru.
Payung antipeluru?
Jika mau jadi mata-mata, kita harus bersiap untuk segalanya.
Itu gunanya pemantau kesehatan?
Tidak. Ini memantau pola tidurku.
Nenekmu suka membuatku terjaga semalaman, dengan dengkurannya.
Lihat, kau juga punya. Sama.
Ini masalahnya.
Aku...
Aku sembunyikan di sini.
Aku rasa banyak yang mencarinya.
Ya.
Jadi, setelah sekian lama,
kalian melibatkanku dalam masalah kalian.
Tak semua hal tentang Ibu.
Itu karena, menurut pengalaman Ibu, selalu tentangmu.
Aku berusaha seumur hidupku untuk tidak menjadi seperti Ibu.
Menjadi ibu yang berbeda.
Penuh kasih, stabil, perhatian.
- Memaksa. - Tidak! Astaga!
Hadir! Hadir di kehidupan anakku.
- Bagaimana hasilnya? - Itu berjalan lancar.
Aku senang itu dibahas karena kita...
Sudah Ibu duga.
Putrimu membencimu.
Kau menyerahkan segalanya untuknya, tapi dia masih membencimu.
Oke. Ibu tahu? Aku bisa terima alasan Alice membenciku. Sungguh.
Tapi apa Ibu bisa terima alasanku membenci Ibu?
"Benci" kata yang berlebihan.
- Mungkin ada... - Terserah.
Aku melakukan sesuatu yang tak pernah bisa Ibu lakukan.
Memilih keluarga daripada karier.
Toh, pada akhirnya sama, 'kan?
Tak penting kau menjadi ibu macam apa.
Gadis remaja memberontak.
Ibu, kau, dan putrimu melakukannya.
Kau hanya bisa berharap membesarkan mereka dengan cukup baik
agar mereka bisa menjaga diri dan suatu hari, mereka akan kembali.
Kenapa aku ingin kembali?
Kau meyakinkan dirimu Ibu mengirimmu dengan dingin
ke sekolah asrama di Amerika agar hidup Ibu lebih mudah.
Kau dengan mudah lupa kau yang memohon untuk pergi.
Sekarang, Ibu ingin habiskan waktu dengan cucu-cucu Ibu.
Ibu rasa tak akan ada banyak kesempatan setelah ini, ya?
Hei, Bos. Aku tak paham. Apa hubungannya?
Aku tak yakin. Bentuk tiga tim dan periksa lokasi itu.
Aku akan mengunjungi Ny. Curtis setelah dapat izin.
Kita perlu menunggu izin?
Ya, Wendy. Aku tak akan menyerbu rumahnya dan membahayakan karierku.
Sepertinya kutemukan sesuatu.
Aku kirimkan kepadamu.
Bisakah kau percaya wanita itu menyalahkanku karena ingin pergi?
Ya. Ibu memang sulit dihadapi, tapi dia tetap ibumu.
Di sini?
Ayo.
Itu foto tepat sebelum dia pergi ke sekolah asrama di Amerika.
Nenek suka senyumnya.
Tapi kini Nenek sadar itu karena dia senang hidup sendiri.
Tapi sebagai remaja,
dia tak pernah terlihat ingin terlibat dalam kehidupan Nenek.
Namun, Nenek tak hadir dalam kehidupannya.
Hidup Nenek untuk pekerjaan.
Jadi, waktu untuknya sedikit.
Aku tidak membenci ibuku.
Nenek tahu, Sayang.
Dan Nenek rasa dia tak membenci Nenek.
Dia bilang Nenek sudah mati.
Yah, Nenek jauh dari sempurna.
Apa kau mau minum teh?
Teh boba?
Apa?
Maaf, aku tak minum teh.
Kau tak minum teh? Tak minum gin?
Dan Emily pikir Nenek ibu yang buruk?
Kita akan perbaiki semua itu. Ayo.
Jalan!
Ayo!
- Kau membuat kode? - Kode?
Ya. Benar. Ya. Aku suka semua itu.
AR, VR, PR, kode QR. Semuanya. Ya.
Harus ahli teknologi jika ingin bergabung ke MI6.
Menjadi James Bond sekaligus Q.
Kau pasti akan diterima.
Menjadi kandidat utama.
Apa maksudmu?
Orang tuamu mata-mata. Kau berbakat.
Tapi aku tak seperti mereka.
Ayo tes. Aku akan menyerangmu.
- Apa? - Ya, aku akan menyerangmu.
Lakukan hal pertama yang terpikir olehmu. Aku tak akan menyakitimu.
Aku sering lakukan ini. Pelatihan agen standar.
Oke? Tiga, dua, satu.
Jangan, tolong.
Astaga!
Maaf.
Aku tak tahu bisa melakukannya.
Kepalan tanganmu kecil. Aku terbiasa dengan yang besar.
- Masuk di antara rusuk. - Aku tak sengaja.
Tak apa. Aku terbiasa dipukul. Santai.
Kau kuat berapa kali push-up?
Lima belas?
Lima belas?
Ayo adu cepat sampai empat.
Lewat sini. Ayo.
Ayo.
Ada?
Apa ini?
Ini untukku, dan itu untukmu.
"Emily sayang, jika kau membaca ini,
itu berarti kita dalam bahaya, dan kemungkinan besar itu salahku.
Maaf. Aku hanya mencoba menjagamu
dan malaikat di dalam perutmu tetap selamat.
Tolong jangan tinggalkan aku karena aku tak berguna tanpamu.
Itu akan menyedihkan."
Ucapanmu selalu benar.
Kenapa kau sembunyikan di sini?
Aku tahu kita dalam bahaya, dan kau hamil.
Aku tahu jika kita butuh ini, maka kita butuh Ginny juga.
Ya.
Ayo.
Lewat sini.
Pintu samping dapur.
Tidak apa-apa.
Tunggu. Ayo.
- Stop. Angkat tangan. - Jangan bergerak.
- Di mana anak-anak kami? - Ruang tamu! Cepat!
- Mundur. - Kau yang mundur.
Kalian tak apa?
Kami punya yang kalian cari.
Ini kuncinya. Oke? Ada di sini.
Lepaskan anak-anak, dan kita bisa berdiskusi.
Baron! Keluarlah!
Teman-teman.
Chuck?
Maaf mengecewakan kalian.
Aku harap aku melatih kalian lebih baik.
Hei, Anak-Anak. Tak bisa bicara?
Emily, Matt.
Apa-apaan ini?
- Senang berjumpa. - Tapi kau ditembak. Itu...
Itu sandiwara. Kalian butuh motivasi untuk membawaku ke alat itu.
- Jadi, kau dan Baron bekerja sama. - Tidak. Dia bersih.
Kami harus memastikan kau tak mengadu ke unit lamamu,
jadi kami memfitnahnya.
Baron melacak Gor dan Volka, bukan bekerja dengan mereka.
Dan orang-orang yang menembakku?
Perkenalkan.
Efek khusus sangat berguna saat ini.
Chuck!
Omong-omong...
kuambil kuncinya.
Tolong.
Kau membahayakan anak-anak.
Saatnya melepaskannya, Matt.
Aman.
Kau kenapa?
Aku kenapa?
Ini karena kalian.
Apa maksudnya?
Kenapa ini salah kami?
Coba ingat, Matt.
Dua agen terbaikku diculik saat dijemput.
Mereka dianggap mati. Kuncinya diduga hilang.
Agensi menyalahkanku. Aku dipensiunkan.
Dalam setahun, aku kehilangan pekerjaan.
Aku kehilangan uang pensiunku, rumahku, pernikahanku, anjingku!
Karena kalian berdua.
Jadi, ini balas dendam?
Tidak. Ini soal uang.
Balas dendam hanya bonus tambahan.
- Bebaskan anak-anak! - Ini rencananya.
- Kami akan pergi. - Kau tak akan lolos.
- Kau yakin ingin menyelaku? - Bebaskan mereka!
Selama kalian tak ikut campur, mereka akan pulang dengan selamat besok.
Tak apa, Sayang.
Jangan hubungi pihak berwenang. Penyanderaan biasanya berakhir buruk.
Chuck!
Perlahan. Ayo.
Kau sudah sadar.
Alice, Leo! Kita harus melacak helikopternya.
- Catat nomor ekornya? - Tidak, terlalu jauh.
- Kamera CCTV. - Cemerlang. Di sini.
Ke tempat helikopter mendarat. Lihat apa yang terekam.
Dia baik-baik saja?
- Ya. - Tunggu.
- Kembali ke anak-anak. - Oke.
Berhenti. Di sana. Perbesar. Lihat itu?
Tunggu. Dia menunjukkan sesuatu.
Cincin jempol, dia memakainya.
- Tepat. - Apanya?
- Pemantau kebugaran. - Ada GPS-nya.
Di mana komputermu?
Oke, aku masuk ke akunnya. Autentikasi dua faktor? Yang benar saja.
Koordinatnya?
51,5076 derajat LU dan 0,0994 derajat BB.
Tate Modern.
Katanya itu tutup malam ini untuk acara formal.
Nigel, kau punya tuksedo, 'kan?
Tentu. Agen yang baik pasti punya.
Jangan parkir di sini. Kalian tak ada di daftar.
Tunggu, kami ada di daftar.
Aku ambil itu.
SELAMAT DATANG DI TATE MODERN
Seharusnya aku tahu. Chuck pintar.
- Pengamanan ketat. - Detektor logam, acara bergengsi.
Tak ada celah.
Kita akan temukan mereka, paham?
- Ayo bebaskan mereka. - Ayo.
Tak bisa. Masa bodoh jika waktumu cuma dua jam.
Aku bilang kuncinya di London malam ini.
Omong-omong, empat pesaingmu berkorban untuk kemari.
Jelas kau kurang menginginkannya.
Bajingan.
Dia mencoba menjualnya malam ini.
Ke sana sekarang!
Terima kasih telah datang mendadak, tapi percayalah,
kalian tak akan menyesal. Lewat sini.
- Di mana mereka? - Seharusnya di sini.
GARDU INDUK LISTRIK LONDON
Daphne, bagaimana?
Sudah siap.
Hadirin, aku janjikan pertunjukan.
Aku ingin membuat ini seefisien mungkin.
Silakan lihat ke penjuru kota.
Aku ingin menunjukkan apa yang mungkin. Sekarang, Daphne.
Baik.
AREA SOUTHWEST 16: MATI
Langkah kedua, Daphne.
Di lokasi kami juga.
GARDU TATE: MATI
- Dia melakukan demo kuncinya. - Jadi, dia ingin pemandangan terbaik.
Daphne, nyalakan semua kembali.
Seharusnya di sini.
Kalau bukan di sini, mereka pasti di bawah atau di atas kita.
- Tunggu sebentar. - Apa?
Mereka anak buah Chuck. Ayo.
Pintu ditutup.
Tak hanya pertunjukan cahaya.
Palang Sungai Thames, Daphne. Ambil alih.
PALANG SUNGAI THAMES: AKSES DIBERIKAN
Itu mencegah Samudra Atlantik membanjiri kota besar ini.
Kini kita punya kuasa untuk mematikan atau menghidupkannya.
Kapan pun kita mau.
Coba buka palangnya, Daphne.
PALANG SUNGAI THAMES: POSISI 1
Pak, tolong lihat ini.
Pintu dibuka.
- Biarkan kami lewat. - Kalau tidak?
Apa yang kutawarkan malam ini
bukan hanya diska keras atau serangkaian kode.
Aku menjual kekuasaan.
Dan jika itu yang kalian suka,
kunci itu membuka semuanya.
Em!
Tawaran akan kubuka dengan angka yang menurutku
sangat masuk akal.
150 juta.
Ada tawaran $200 juta?
Dua ratus lima puluh.
- Dua ratus lima puluh juta? - Ya.
Kita dapat pemenangnya, dengan $250 juta, Tn. Ivanov.
Karena kenal orang ini, jika kalian punya keluarga di Paris,
suruh mereka cepat pergi.
Kalian mau ke mana?
Baron.
- Bagaimana kau menemukan kami? - Kami MI6, kalian buronan.
- Ini tugasku. - Maka kau tahu anak kami diculik.
Aku juga tahu kau pikir aku agen ganda, Emily.
Kau bisa menangkap kami nanti. Biarkan kami selamatkan keluarga kami.
Aku takkan menangkap kalian karena aku tahu kalian bukan si penjual.
- Ikuti aku. - Cepat. Ayo.
Angkat tangan!
Kau, jangan bergerak.
- Chuck! - Jaga pintunya!
Chuck, bebaskan anak-anakku!
- Bagus. - Terima kasih.
Jangan besar kepala. Temukan kuncinya.
Chuck!
Tim 2, bawa anak-anak ke kapal sekarang.
Ayo.
Lepaskan aku! Lepaskan!
Hei!
Kita mau ke mana? Lepaskan aku!
Ayo pergi. Cepat.
Duduk.
Gor mau kuncinya.
Bukan pada kami.
Aku tak akan bergerak jika jadi kau. Dia masih piawai.
Kami disergap.
Motor kami direbut. Mereka ke timur.
Tangkap mereka!
- Mereka ke tepi utara. - Aku akan ke sisi sana.
Awas! Permisi!
Yang benar saja!
Daphne, temui aku di titik pertemuan. Bawa kuncinya.
Baik.
Awas!
Chuck membuka palang.
Begitu dia di perairan terbuka, dia lolos dan tak butuh anak-anak lagi!
Kita harus naik kapal itu!
Ruangannya kosong. Kunci itu lenyap.
Chuck di Thames, menuju ke timur.
Astaga.
- Apa? - Palangnya terbuka.
Akan kuhubungi polisi laut dan mengejarnya. Kau tutup palang itu.
Hei, bisa pegang ini?
Hei! Tunggu!
Aku dapat kapal. Di mana kau?
Di jam sebelas.
Sisi selatan.
Melompatlah, akan kutangkap.
Palang tak bisa ditutup. Sistem diambil alih.
Di mana kuncinya, Wendy?
- Hai, Ginny Pig. - Hei.
Ya, aku hanya ingin tahu di mana kau membutuhkanku karena aku siap.
Aku siap lakukan apa pun.
Tetap di sana. Untuk saat ini.
Tapi... Tidak, tapi aku...
Wah.
Aku tak percaya itu terjadi!
Itu terlihat menakutkan!
Lumayan keren.
Semuanya keren, sungguh.
Maaf.
Astaga. Kau tak apa? Kau tak merekamnya? Tentu tidak.
Dia pingsan.
Astaga, bagus.
Baiklah.
Ginny Pig, aku dapat kuncinya.
Nige, kerja bagus.
Nigel dapat kuncinya.
Ulangi, Nigel dapat kuncinya.
Minta Nigel menutup palangnya sekarang!
Nige, tutup palangnya.
Ya! Beres. Aku bisa melakukannya.
Brilian. Persis seperti yang kau pelajari.
Aku belum sampai ke bab ini. Sial. Maaf, aku menandukmu.
Oke, jadi...
- Jadilah agen yang baik. - Benar. Hapus.
Ya, itu tak berfungsi. Kontrol. Itu dia. Kontrol Z.
Gagal lagi. Sebentar.
Permisi, halo. Maaf. Bisa bangun dan bantu aku soal ini?
Kau tak mungkin bisa. Itu pasti.
Ibu!
Jangan cuma berdiri!
Astaga.
Kalian bisa saling bantu? Oke?
Hei!
Kemarilah.
Lepaskan aku! Lepas!
Baju pelampung!
Minta Nigel segera menutup palangnya!
Nigel, tutup palangnya.
Siri, bisa kau beri tahu cara...
Tidak, Nigel, lakukan sekarang!
Ya, Ginny Pig. Maaf. Sungguh.
Aku cuma... Satu per satu.
Aku sedang berusaha!
Tolong.
Apa?
Itu bagus.
Astaga, itu terjadi.
Oke.
Semoga ini tak membanjiri London.
PALANG THAMES MENUTUP
Aku berhasil?
Ayo pergi!
Ayo!
- Kau percaya Ibu? - Ya.
Ibu!
Tidak perlu, Bu. Aku bisa.
Leo!
Ya?
Kau tak apa-apa?
- Aku mau menyelamatkanmu! - Apa?
Matt!
Hajar dia! Kau benar, Chuck. Penyanderaan berakhir buruk.
TERTUTUP
Aku berhasil.
Aku berhasil! Sungguh berhasil!
Kau lihat? Tak ada yang merayakan!
Tapi itu tak penting!
Itulah yang dilakukan dalam program pelatihan MI6.
Ibu sangat senang.
Tindakanmu hari ini luar biasa.
- Benarkah? - Ya!
Tabung pemadam api. Cincin jempol.
Sangat pintar.
Ayah tak percaya, Ayah pikir kau akan takut.
Apa? Ayah pikir begitu?
Tidak. Tidak pernah.
Bahkan, saat kita pulang,
kita akan bermain gim video seharian.
- Kau tak boleh keluar rumah. - Aku boleh beri tahu Connor, 'kan?
Jangan beri tahu Connor. Kami akan bilang kalian sakit.
Astaga. Maaf Ibu mendekapmu erat-erat.
Ibu senang kalian selamat.
Tak apa. Aku suka.
- Senang mereka berbaikan. - Ya, 'kan?
Astaga. Pelukan itu berlebihan.
Kau jelas terlalu lama di Amerika.
Ayo.
Asal kau tahu, aku yang menutup palang, jadi...
Kerja bagus.
Berjanjilah saja kita tak akan melakukannya lagi, oke?
Ayah berjanji tak akan melakukannya lagi.
Kita tak akan mengulanginya.
Ayah benci mengatakannya, tapi kita masih sempat ikut playoff.
Oke. Jika gol, kita menang.
Stop. Kau memperburuknya.
Maaf, Pelatih. Aku tak mau lihat. Aku tak sanggup.
Tarik napas.
- Tarikan napas Naga. - Tarikan napas Naga!
Tenang, Sayang.
Para wanita di keluarga ini tak akan meleset.
Dia tak kenal takut, seperti neneknya.
Hore!
Hore!
Hore!
Ibu orang Inggris.
Putriku berhasil!
Hore!
Kita menang!
Hore!
Mundur, Kumis. Menjauh.
Ini dia.
Benar begitu.
Senang kalian bisa datang. Kapan kalian pulang?
Siapa bilang kami akan pulang?
- Ibu. - Ya, Sayang?
Boleh belajar di rumah Annalise?
Tak perlu bohong.
Jika ingin merayakannya dengan teman-temanmu, silakan.
Tidak, aku harus belajar. Aku dan Leo tertinggal banyak.
Benar, tentu saja.
Jika Ibu lowong hari Senin, ayo menonton film jika Ibu mau?
Ya, tentu. Jika itu yang kau mau, Ibu bisa.
Oke. Bagus.
- Kalian siap? - Ya.
- Oke. Dah. - Bersenang-senanglah.
- Menangislah. Dia sudah pergi. - Aku tak menangis.
Kau menangis, Sayang.
Dan itu indah.
Ibu mulai menyelidiki si Annalise ini.
- Bagus. - Jika itu nama aslinya.
- Jangan. Kami tak begitu. - Kami tak begitu.
Jika kau ingin aku mengawasinya dan si cowok itu diam-diam...
- Aku harus melindungi cucuku. - Dia bukan cucumu.
- Oke? - Ya.
Kami memercayainya, tak perlu selidiki teman-temannya.
Pergilah dan bersantailah sejenak.
- Serius? - Ya.
Aku bisa menjaga Leo.
Lakukan pelatihan. Ajari dia soal kerasnya dinas rahasia.
- Departemen TI. - Yah...
Bersenang-senanglah.
Terima kasih.
Malam pertama tanpa anak-anak setelah sekian lama.
Kau tahu artinya.
- Tidur. - Tidur. Ya.
- Aku tak sabar! - Hei, dengar. Putri kita berhasil.
- Yah... - Kemenangan besar.
Kemenangan besar.
- Aku bangga padamu. - Ayolah.
Astaga, jangan.
Baron, apa-apaan kau?
Aku tak boleh mampir dan menyapa teman lama?
- Tidak! - Tidak!
Kau menjaganya?
Tentu, sudah 15 tahun menikah.
- Bukan itu pertanyaanku. - Dua anak, Baron.
- Dua anak, Sobat. - Kau bahagia, Emily?
- Ya, kami bahagia, oke? - Ayolah.
Aku hanya bercanda. Kalian tak bisa bercanda?
- Oke. - Baiklah.
Ada pekerjaan.
Kami tak mau. Kemarin itu terpaksa.
- Aku tak akan kemari jika tak serius. - Terima kasih, lewat surel saja.
Intinya, jasad Chuck tak ditemukan.
Aku butuh kalian.
Matt, tidak terlalu, tapi kau, Emily.
Aku akan membutuhkanmu merekrut anggota keluargamu.
Ibuku akan senang bergabung, jadi kalian bisa bicara...
Bukan ibumu.
Ayahmu.
Ayahmu?
Ya. Aku belum cerita soal dia?
Terjemahan subtitle oleh Rendy
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.