All language subtitles for Undercover.High.School.S01E04.1080p.H264.AAC.WEB-DL-Phan

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional) Download
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Resynced by == ANORA ==

"Undercover High School"

"Semua tempat, organisasi, tokoh"

"Kejadian, dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"

"Episode Empat"

Astaga!

Siapa kamu?

Murid SMA.

Angkat tangan jika kamu Gu Sang Tae.

Apa kamu Gu Sang Tae?

Begini...

Itu aku,

tapi kenapa seorang remaja mencariku?

Kamu mau pekerjaan?

Kamu kenal Park Tae Soo, bukan?

Bawakan aku semua tentang dia.

Di mana sopan santunmu?

Hei. Berapa usiamu?

Biarkan saja.

Anak-anak zaman sekarang belajar sopan santun dari novel fantasi.

Beri dia pelajaran dan suruh dia pergi.

- Baik, Bos. - Baiklah.

Tamat riwayatmu.

Mari pemanasan.

- Ayo. - Siapa orang aneh ini?

Hae Seong!

Hae Seong!

Bagaimana kalian tahu aku di sini?

Sialan kamu.

Dia memberi tahu kami dalam perjalanan.

Tidak ada waktu. Ambil berkasnya.

Baik.

Dan kamu.

Kenapa tidak bilang kamu bisa dihukum karena merundung?

Aku tidak akan pernah tahu jika dia tidak memberitahuku.

Maaf.

Aku mengerti kamu tidak mau merepotkan orang lain,

tapi belajarlah mengandalkan kami.

Berbagi beban dan mengandalkan orang lain.

Kita satu tim!

Ya.

Kamu keren, tapi anehnya, kamu pemalu.

Tutup mulutmu.

Aku dapat.

Kami akan membersihkan tempat ini. Kamu pergilah.

Dan

kamu mungkin butuh saksi.

Bawa pria ini bersamamu.

Baiklah.

Berhenti!

Jeong Hae Seong!

Hae Seong!

Hae Seong! Kamu keren!

Lihat kemari!

Bisa beri aku tumpangan?

Hae Seong!

Lihat dia.

Maaf aku terlambat.

Bisa kita mulai?

Jeong Hae Seong.

Apa yang kamu lakukan?

Kamu bukan hanya terlambat,

tapi juga membawa orang asing ke sesi ini?

Siapa dia?

Dia saksi penting dalam insiden ini.

Aku butuh waktu untuk membujuknya.

Apa maksudmu? Saksi?

Tunggu sebentar.

Sekarang saatnya kamu mengatakan yang sebenarnya.

Atau kamu akan dipukuli sampai mati seperti sebelumnya.

Operator situs judi ilegal yang sebenarnya,

Pak Gu Sang Tae.

- Ya. - Kamu kenal seseorang yang hadir?

Ya.

Dia.

Apa yang kamu rencanakan?

Pak. Kamu mengenalku?

Bagaimana kalian saling mengenal?

Dasar berandal.

Dia anggota VIP situsku.

Dia berutang banyak kepadaku.

Sebagai imbalan mengurangi utang,

dia membawa anggota baru

dan KTP yang bisa kupakai.

Polisi menangkap seorang wanita tua.

Salahkan dia untuk itu.

Ayah.

Dia berbohong. Percayalah kepadaku.

Diamlah.

Jadi, apa yang dikatakan pria yang kamu bawa ke sini

ada hubungannya dengan sesi ini?

Sepertinya kamu salah.

Kita di sini bukan soal putraku.

Jika kamu bertanya apa aku kasar kepada Dong Min...

Tidak.

Aku tidak melakukan itu.

Lalu siapa yang merundung Dong Min?

Kalian semua tahu yang sebenarnya.

Dia mengancam para murid untuk mendaftar di situs judi.

Dia mencuri KTP anggota keluarga mereka untuk melakukan kejahatan.

Hanya karena mereka lebih lemah.

Hanya karena dia pikir bisa.

Dia memukuli seorang murid,

menginjaknya,

meludahi makanannya,

dan mengurungnya di tempat sampah.

Dasar berandal.

Aku tidak percaya ini.

Dong Min. Beri tahu mereka.

Ayolah. Katakan sesuatu.

Dia merundungmu, bukan aku.

Dong Min.

Dalam sesi seperti ini, pernyataan korban

seperti bukti pengadilan.

Jadi, pikirkan baik-baik sebelum bicara.

Tentang perkataanmu tadi.

Ada yang ingin kamu tambahkan?

Baiklah.

Wakil Kepala Sekolah Baek.

Mengenai masalah perundungan di sekolah,

sekolah ini akan mendisiplinkan Jeong Hae Seong

dengan mengeluarkannya karena membuat malu...

Tidak.

Bukan Hae Seong.

Tae Soo yang menyuruhku.

Semua perbuatan Tae Soo kepadaku.

Dia menyuruhku menjebak Hae Seong.

Dia memanfaatkan nenekku untuk mengancamku.

Hei.

Tutup mulutmu.

Dong Min.

Bisakah kamu bertanggung jawab atas ucapanmu?

Bisakah?

Bisakah kamu bertanggung jawab?

Apa pun yang kamu katakan

tidak akan mengubah kebenaran.

Meski orang lain bilang aku bersikeras tanpa bukti,

aku akan bicara sampai akhir.

Dong Min.

Terima kasih.

Sudah cukup.

Maafkan aku.

Jangan menangis, Berandal. Kamu terlihat jelek.

Kamu keren tadi.

Akan kuambil alih dari sini.

Ini bukti tentang Park Tae Soo yang mendukung

perkataan Gu Sang Tae.

- Buka berkasnya. - Dari mana kamu mendapatkan ini?

Jangan tanya, lakukan saja. Semua orang menunggu.

- Boleh aku pergi sekarang? - Tetap di sini.

Baik, Pak.

"Diska lepas USB"

"Berkas"

Ini.

Sial.

"Kartu Identitas"

"Baek Kwang Du"

Bukti, saksi, pernyataan korban...

Ini cukup untuk membawamu ke kantor polisi,

bukan sesi antiperundungan.

Matikan.

Matikan, Berandal.

Selamat, Tae Soo.

Habislah kamu.

Matikan, Berengsek!

Kamu memukulku lebih dahulu.

Tae Soo!

Dasar gila.

Kamu berani memukul putraku?

Dia muridku!

Kamu pikir kamu siapa?

Sayang!

Sayang.

Tae Soo.

Pak Park.

"Seo Myeong Ju"

Astaga.

Kamu baik-baik saja?

Mau kupanggilkan ambulans?

Atau ajudanmu jika kamu malu?

- Sial. - Aku tidak punya nomor ajudanmu.

Apa yang bisa kubantu?

- Bagus. - Terima kasih.

- Hae Seong. - Apa?

Maaf atas segalanya.

Seharusnya aku jujur sejak awal.

Kamu punya alasan.

Belikan aku kue.

Kenapa kamu baik kepadaku?

Aku selalu ingin tahu.

Semua orang bersikap seolah-olah aku tidak terlihat.

Kamu tidak.

Karena kamu seperti seseorang yang kukenal?

Sayang sekali punggungmu sakit.

Aku tidak punya pilihan selain mengatakan

kami harus mengeluarkan putramu.

Pimpinan.

Dia terlibat dalam kasus kriminal.

Itu melampaui apa pun yang bisa kuterima,

dan Tae Soo memberikan risiko yang terlalu besar

untuk ditangani sekolah kami.

Kamu menerimanya untuk menuai keuntungan,

dan kini kamu akan membuangnya?

Pimpinan. Kamu tidak boleh melakukan itu.

Kamu sudah lupa

siapa yang membantumu mendapatkan izin Kota Pendidikan?

Kamu masih berutang ratusan juta dolar.

Satu rumor yang salah

bisa menghancurkan impian seumur hidupmu

tepat di depan matamu.

Mari lakukan yang terbaik untuk kita berdua.

Jika kamu mengerti,

kamu akan membiarkan putraku tinggal.

Inilah masalah dengan politikus.

- Apa? - Mereka lupa

bagaimana mereka bisa sampai di sana dan siapa yang membawa mereka.

Mereka benar-benar lupa bagaimana awalnya.

Dasar gila...

Pelan-pelan.

Tolong pelan-pelan.

Kamu seperti bayi.

Tae Soo dikeluarkan.

Senang mendengarnya.

Bahkan anggota dewan tidak bisa melindunginya.

Meski maksudmu baik,

kamu tidak boleh memukuli orang.

Ini peringatan, bukan hukuman.

Aku akan berhati-hati.

Kita sudah selesai.

Ambil ini dan pakai secara teratur.

- Terima kasih. - Untuk apa?

Karena mengunggahnya di internet.

Aku bisa memastikan

tidak semua orang bisa melakukan itu.

Aku bangga pada Ibu.

Itu bukan ibu.

Itu

seseorang yang sangat mengagumkan.

Beraninya kamu bilang

kamu bangga pada gurumu. Itu terlalu arogan...

Ini ada di kepala Ibu.

Ibu mau ke mana?

Emas batangan yang ditinggalkan

pimpinan pertama yayasan.

Kita harus mempercepat semuanya.

Gadis yang selalu menjadi yang kedua

bagi temannya.

"Rapor"

"Peringkat kedua"

Eun Ok yang pertama.

- Apa? - Mari kita lihat.

- Eun Ok! - Astaga.

- Selamat. - Kamu melakukannya dengan baik!

- Baguslah. - Aku tahu kamu belajar dengan giat.

- Lihat ini! - Dia juara pertama!

Dibutakan oleh kecemburuan terhadap temannya,

dia melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dia lakukan.

Dia jatuh, kepalanya terbentur tanah, dan mati.

Melihat jasad temannya tergeletak di tanah, dia berpikir,

"Sekarang,

aku bisa menjadi yang pertama."

"SMA Byeongmun"

Gadis yang membunuh temannya

ditemukan tewas.

Setelah itu, rumor mulai menyebar.

"Kamu tidak boleh berada di sekolah

saat lonceng jam berbunyi."

"Mata merah akan mendatangimu."

Ada dua cerita lagi seperti ini?

Seperti kataku, totalnya ada empat.

Kamu tahu apa yang menakutkan?

Tidak ada yang tahu cerita keempat.

- Kamu juga tidak tahu? - Tidak.

Meski aku membaca buku dan menjelajahi internet.

aku masih mencari tahu, tapi belum menemukan satu petunjuk pun.

Omong-omong, Hae Seong.

Kenapa orang-orang ini di sini?

Apa?

Astaga!

Sedang apa kalian di sini?

- Tempat ini sangat menakutkan. - Aku sangat takut.

Hei, nyalakan lampunya.

Astaga.

Begini...

Kamu kenal orang-orang ini?

Kurasa aku tidak memberitahumu.

Aku bekerja paruh waktu di sini.

Begitu rupanya.

Baiklah.

Dasar berandal. Kamu harus belajar dengan giat.

Kamu, teman Hae Seong. Siapa namamu?

- Aku Lee Dong Min. - Begitu rupanya.

Seringlah mampir. Kamu bisa datang sendiri.

Aku akan memberimu banyak gratisan.

Kamu pasti lapar. Makanlah.

Terima kasih untuk ini.

Ini baru keluar dari oven. Makanlah selagi hangat.

- Enak sekali. - Benarkah?

Apa ini? Kenapa ini sangat lezat?

Ini.

Itu pasti membuat nenekmu takut.

Pergi dan jaga dia baik-baik.

Terima kasih.

Menyenangkan punya teman.

Ayolah. Jangan membuatku jijik.

Dan kamu tidak akan meneleponku setelah kita lulus.

Aku pasti akan tetap menghubungimu.

Tentu, terserah.

Kita lihat saja nanti.

Aku pergi.

"Minumlah dengan Su A"

Ada apa denganmu hari ini?

Hei, jika kamu hanya ingin menatap dinding, lakukan di tempat lain.

Ibu kehilangan selera makan karenamu.

Ada apa? Apa terjadi sesuatu?

Tidak, bukan apa-apa.

Aku hanya merasa

jantungku

terhenti sesaat.

Apa rasanya berbeda dari saat berdebar?

Ya, itu berbeda.

Ini seperti...

Ibu tidak perlu tahu.

Maafkan aku, Yu Jeong. Kamu pasti lelah.

Aku bisa melihat banyak hal berkat kamu. Itu menyenangkan.

Aku hanya membeli barang untuk diriku sendiri, bukan?

Kenapa kamu tidak membeli apa pun? Seharusnya kamu membeli sesuatu.

Aku tidak melihat apa pun yang kubutuhkan. Semua baik-baik saja.

Mari pergi bersama lagi pekan depan.

Sebenarnya, lupakan saja.

Kita akan sibuk belajar untuk UTS.

Kamu benar.

Lagi pula, kamu selalu menjadi yang pertama.

Selamat sebelumnya.

Aku tahu kamu sudah belajar sangat keras.

Bagaimana jika kamu mengalahkanku kali ini?

Tidak mungkin. Aku? Mengalahkanmu?

Bagaimana caranya?

Menurutmu tidak?

Untuk siapa itu?

Ini? Ini untuk Hae Seong.

Apa?

Begitu rupanya.

Kamu tertarik kepada Hae Seong?

Jika aku harus memberitahumu, ya. Aku sangat tertarik.

Astaga, aku lelah karena berjalan.

- Kalau begitu, aku akan pergi. - Baiklah.

- Sampai jumpa di sekolah. - Ya.

Ini ada di kepalamu.

"Sejarah Korea, Oh Su A"

Mengenai pemilihan guru penasihat untuk OSIS...

Seperti yang kalian tahu,

sekolah agak gempar karena Tae Soo.

Jadi, para petinggi

ingin menunjuk guru penasihat untuk OSIS.

Ada yang tertarik dengan posisi itu?

Kedengarannya seperti gelar kehormatan,

tapi siapa yang mau diperintah oleh para murid itu?

Mereka yang memutuskan. Tidak ada guru yang bisa mengganggu mereka.

Hei, Guru-guru. Kalian akan tetap diam?

Rapat tidak akan berakhir sampai kita memilih seseorang untuk itu.

Baiklah.

Jika kalian tidak mau posisi itu, tinggalkan ruangan ini sekarang.

Tentu saja, kamu tidak akan ragu untuk berkorban, Bu Oh.

Ini sebabnya aku sangat menyukaimu, Bu Oh.

Apa?

Aku? Kenapa?

Sudah diputuskan!

Apa maksudmu?

Apa yang kamu lakukan?

Hei, ini tampak mahal.

Kamu sibuk mengendap-endap, bukan?

- Minggir. Kamu menghalangi jalanku. - Baiklah.

"Papan Buletin OSIS"

"Rekrutmen OSIS?"

Berkat seseorang yang luar biasa,

aku bersyukur sekaligus khawatir.

Aku sedang banyak pikiran.

Kenapa? Ada apa?

OSIS mengawasimu.

Lebih spesifiknya,

ketua OSIS.

Biar kubantu.

"Papan Buletin OSIS"

- Hei, kamu. - Ya?

Berapa lama lagi kamu berencana tinggal di sini?

Kenapa kamu bertanya?

Tidak apa-apa.

Aku merasa keadaan menjadi sangat rumit.

Pasti terjadi sesuatu.

Tidak, tidak terjadi apa-apa.

Aku akan membiarkan ini. Cepat pasang.

Baiklah.

Apa yang kamu lihat?

"Pameran Informasi Penerimaan Universitas"

Apa ada jam lain yang terlihat seperti ini?

Jam kembar?

Kami menyebutnya jam kembar.

Selalu ada dua.

Yang ini

dan yang di sana.

"Foto Aktivitas OSIS"

"OSIS"

"OSIS"

Hai.

Sedang apa kamu di sini?

Boleh aku mengintip?

Aku ingin melihat Ruang OSIS.

Aku tidak tahu kamu tertarik bergabung dengan OSIS.

Apa?

Ya, sedikit.

Maafkan aku.

Kamu tidak boleh masuk kecuali kamu anggota OSIS.

Tidak bisakah ada pengecualian untukku? Akan kubelikan roti.

Kenapa kamu tidak bergabung dengan dewan OSIS?

Itu akan menyelesaikan semua masalah.

Lalu kamu bisa masuk ke ruangan ini, dan kita bisa berteman.

Kenapa kamu ingin menjadi temanku?

Aku berniat memberimu ini nanti.

Aku membelikanmu ini saat berbelanja.

Lenganku lelah. Ambil saja.

Itu bahkan tidak mahal, jadi, jangan khawatir.

Hei, kenapa kamu...

Kamu seorang pelajar. Kamu tidak punya uang...

Kamu pasti punya banyak uang.

Meski begitu, kembalikan ini dan minta pengembalian uang.

- Apa? - Jika punya uang untuk membeli ini,

kamu harus membeli buku latihan.

Aku mengerti ibumu adalah pimpinan sekolah,

dan aku tahu kamu kaya, tapi jangan boros.

Aku hanya ingin menjadi temanmu, jadi...

Jika kamu ingin menjadi temanku, belajarlah benar melakukannya.

Ini.

Kembalikan dan minta pengembalian uang.

Jika kamu melakukan ini lagi, aku akan memarahimu.

Dasar anak nakal.

Jadi, apa yang bisa kulakukan?

Untuk bergabung

dengan dewan OSIS.

Siapa yang memenuhi syarat untuk bergabung dengan OSIS?

Aku diminta bertanya kepada guru pembimbing.

Kenapa kamu tiba-tiba ingin bergabung dengan OSIS?

Begini, aku sudah banyak berpikir.

"Apa yang bisa kulakukan untuk sekolahku?"

"Cinta dan semangatku untuk sekolah."

"Apa yang bisa kulakukan untuk menunjukkannya?"

- OSIS adalah solusimu? - Benar.

Kamu pandai berkata-kata.

- Tunggu sebentar. - Tentu.

"SMA Byeongmun, Peraturan dan Regulasi"

Ini dia.

"Semua murid yang ingin bergabung dengan OSIS

harus memenuhi persyaratan berikut."

"Pertama."

"Peringkat kesepuluh atau lebih tinggi pada ujian terbaru."

"Kedua."

"Kumpulkan tanda tangan dari setidaknya 100 referensi

yang bisa menjaminmu."

Terakhir, tapi tidak kalah penting.

"Ketua OSIS

memegang hak

untuk membuat keputusan akhir tentang anggota baru."

Itu saja.

- Aku harus mencentang semua? - Ya.

Semuanya.

"Daftar Referensi"

"Lee Dong Min"

Kuharap mereka mengizinkanmu bergabung dengan dewan.

Semoga berhasil!

Terima kasih!

Bagaimana kamu akan mengumpulkan 99 tanda tangan sekarang?

Entah bagaimana, kurasa

aku akan mencari cara.

Kamu punya teman?

Kamu bertanya kepadaku?

Maaf soal itu.

Hei, aku punya tanda tangan yang keren.

Hai.

Aku harus tanda tangan di mana? Di sini?

Kenapa kamu tiba-tiba bersikap seolah-olah kita teman?

- Mari kita lihat. - Hei.

Sejak kapan kalian berteman?

Jangan tanya.

Banyak yang telah terjadi.

Dong Min.

Kami sungguh minta maaf atas segalanya.

Silakan hajar kami sampai kemarahanmu hilang.

Teman-teman, jangan lakukan ini.

- Aku baik-baik saja. - Tidak, kamu tidak baik-baik saja.

Perbuatan kami

tidak bisa dimaafkan.

Kami sungguh minta maaf.

Kami pantas dipukuli sampai babak belur.

- Pukul kami sesukamu. - Lakukanlah.

Kalau begitu, aku akan memukulmu sekali saja.

Astaga. Baiklah. Tunggu.

Ya, pukul aku.

Tidak apa-apa.

Itu terkadang bocor saat aku ingin buang air besar,

jadi, aku hanya memakai popok.

Tapi kamu yakin bisa mengisi daftar ini?

Kami akan membantumu.

Karena kita teman!

Aku tidak butuh teman seperti kalian berdua.

Hai, Teman-teman.

Hei, lihat ini.

Hei, Ju Eun. Bisa tanda tangani ini? Ini.

- Tidak. - Ini.

Dasar... Hai, Teman-teman.

- Tanda tangani ini. - Ada apa?

Hei, sebentar saja.

Hei, ini... Tunggu.

Kita bermain sepak bola bersama tempo hari, ingat?

- Tunggu. Senang bertemu denganmu. - Itu tidak membantu, bukan?

- Aku butuh tanda tanganmu di sini. - Tidak.

- Bisa tanda tangani ini? - Hei, ini hanya sebentar.

Ini untuk Hae Seong. Hei, Teman-teman.

- Dia pikir dia tampan. - Aku tahu.

Ini pendapatku, Hae Seong.

Yang penting niatnya.

Aku setuju dengannya.

Memangnya ini pemilihan presiden?

Sungguh persyaratan yang sulit.

Wajah tampan memenangi pemungutan suara popularitas,

artinya Hae Seong tidak akan punya masalah.

Mari periksa daftar referensinya dahulu.

Berapa banyak referensi yang kamu punya sejauh ini?

Astaga.

"Lee Dong Min, Im Yoon Chul, Son Beom Shik"

Wajah tampan bukan segalanya.

Hei, ini tidak masuk akal.

Jika hanya teman sekelasmu yang menandatangani ini,

kamu akan dapat 20 tanda tangan!

Aku cukup pemalu, jadi...

Aku akan mulai mengumpulkan tanda tangan besok.

Bagaimana dengan UTS-mu?

Kamu harus berada di peringkat kesepuluh atau lebih tinggi.

Kamu merasa percaya diri, bukan?

UTS SMA? Itu mudah sekali.

Aku lulus ujian masuk BIN.

"Matematika, 31"

"Ilmu Sosial dan Budaya, 52"

"Kimia, 45"

Semangat.

Melihatmu hanya menjawab pertanyaan teori dengan benar,

kurasa ini bergantung pada tekadmu.

Apa lagi sekarang? Ini buruk sekali.

Tidak mungkin.

Aku menyalahkan pergantian kurikulum.

Berapa lama lagi UTS-nya?

Hae Seong, sadarlah dan lihat aku.

Kami akan melakukan apa pun untuk mendapatkan tanda tangan itu,

jadi, fokuslah.

Fokuslah pada UTS.

Tidak mungkin. Otakku membawaku ke BIN.

Aku mengerti, jadi, sudah cukup.

Kamu pandai di sekolah, artinya kamu akan mudah menyusul.

Fokus.

- Mengerti? - Baik.

Bagus.

Sulit dipercaya.

Benar sekali.

Ini dia.

"'Kenapa Aku Seperti Ini?'"

Kenapa aku seperti ini?

Kulihat kamu fokus.

- Aku akan membeli ini. - Tentu.

Ini.

Kamu siap untuk ini?

Mari kita mulai.

- Tidak mungkin. - Ayolah.

- Ada pilihan keju. - Kelihatannya enak sekali!

- Ayolah. - Ambil satu juga.

"Sejarah Korea"

Apa itu?

- Cepat. - Lihat ini.

- Apa itu? - Tidak mungkin.

Jika memilih Jeong Hae Seong,

kamu dapat roti lapis gratis.

Jeong Hae Seong untuk OSIS!

"Kebanggaan Byeongmun"

"Jeong Hae Seong dari SMA Byeongmun"

"Dia akan melakukan apa pun demi para murid"

"Bekerja untuk para murid"

"Pahlawan keadilan"

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

"Pahlawan Byeongmun"

"Harapan"

"Dia terlahir untuk melayani Byeongmun"

"Jeong Hae Seong kita"

Apa-apaan...

Sungguh?

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

Apa mereka mencoba mempermalukanku sampai mati?

- Kemarilah. - Kenapa?

Lepaskan!

"Bekerja untuk para murid"

"Pahlawan Byeongmun"

"Harapan Byeongmun"

"Tanda tangan untuk Jeong Hae Seong"

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

- Jeong Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

- Jeong Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

Tidak mungkin.

- Ini gratis? - Benarkah?

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

"Jeong Hae Seong untuk OSIS"

Semuanya, tepuk tangan untuk Hae Seong!

Jeong Hae Seong!

- Jeong Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

- Jeong Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

- Jeong Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

- Jeong Hae Seong! - Hentikan!

Kamu sudah memeriksa tempat roti lapis tadi?

Lucu sekali.

Bukankah itu dianggap curang?

Dia membeli suara orang.

Bukankah itu juga yang kamu lakukan, Seung Jae?

Yang kulakukan tidak sama.

Seung Jae, apa kamu khawatir

Hae Seong bergabung dengan OSIS?

Aku pasti akan mencegahmu debut.

Terserah.

Meski Jeong Hae Seong menyerahkan formulirnya untuk bergabung,

aku akan menentangnya.

Untuk alasan apa?

Dia mengusir Tae Soo.

Dia mungkin pahlawan bagi yang lain,

tapi pengkhianat bagi kita.

Sepertinya tidak baik jika dia bergabung dengan kita.

Kenapa tidak? Bukankah itu akan menyenangkan?

- Kenapa kamu... - Yu Jeong, bagaimana denganmu?

Apa pendapatmu?

Aku?

Aku...

Aku juga tidak akan senang jika dia bergabung dengan kita.

Dia baru pindah kemari,

dan kita tidak terlalu mengenalnya.

Mungkin setelah dia menghabiskan lebih banyak waktu di sini.

Itu tidak terduga.

Kukira kamu akan memilihnya.

Yu Jeong yang kukenal akan melakukannya.

- Begini... - Aku pasti salah.

Lalu? Apa dia mendapat cukup tanda tangan?

Sepertinya begitu.

- Bisakah kamu berhenti bicara? - Kenapa?

"Daftar Murid Pendukung, Jeong Hae Seong"

Dan UTS?

Aku sudah belajar.

Aku harus membuat 100 roti lapis

termasuk lagu iklan yang tidak mudah.

Sekarang terserah padamu,

jadi, sebaiknya nilaimu masuk sepuluh besar.

Aku akan melakukan yang terbaik.

Semoga berhasil.

Aku akan pergi.

Teman-teman, ayo.

- Hei! - Hati-hati.

Astaga.

Bangunlah, ya?

Ayolah.

Astaga.

Ayo, kita pergi.

Apa ini perlu?

"Yu Jeong"

Lihatlah kamu bersikap serius dan karismatik.

Jangan. Itu bukan kamu.

Kamu akan bergabung dengan OSIS?

Bukan begitu cara bicara dengan orang yang lebih tua.

Jangan bergabung.

Robek lembar tanda tangannya.

Jangan melihat atau mendengarkan apa pun

mengenai OSIS.

Anggap itu terlarang!

- Yu Jeong, apa ada masalah... - Pokoknya jangan!

Aku tidak mau kamu memasuki duniaku atau hal lainnya,

jadi, berhentilah membuatku kesal!

Aku mengatakannya dengan jelas.

Jangan bergabung dengan OSIS.

Jika kamu melakukannya,

aku akan memberi tahu orang-orang siapa kamu.

Kamu pikir aku tidak akan melakukannya?

Kalau begitu, uji aku.

Bisakah kita bicara nanti malam?

Aku akan mampir ke rumah.

"Papan Buletin"

"Diam!"

Kalian hebat.

Ada kabar tentang kesibukan kampanye pagimu.

Aku harus menyelesaikan ini dengan cara apa pun.

Ibu tidak pulang?

Ibu mengawasi sesi belajar mandiri tengah malam.

Kedengarannya melelahkan.

Ini untuk buku pelajaran.

Itu tidak beracun, jadi, makanlah.

Ibu cukup suka karamel.

Tunggu, buku pelajaran?

Kamu melihat ibu?

Ibu terlihat.

Kenapa kamu tidak menyapa ibu?

Ibu juga tidak.

Apa kamu akan mati jika menyapa ibu lebih dahulu?

Mata merah?

Jam di tengah cerita hantu kedua.

Ini keduanya.

"Donasi oleh pimpinan pertama, Seo Byeong Mun"

Tapi mana yang asli?

Bagaimana Jeong Hae Seong setelah Komite Anti Perundungan Sekolah?

Dia menyerahkan pendaftarannya untuk bergabung dengan OSIS.

- OSIS kita? - Ya.

Kuharap itu berhasil untuknya.

Apa yang terjadi selama sesi membuktikan dia tidak terkendali.

Dia bisa membuat keributan lagi, jadi, awasi dia.

Baik, Bu.

Ibu.

Ye Na.

Kamu juga di sini, Kepala Sekolah Park.

Kamu tidak tahu ini sudah larut? Kamu membuat ibu khawatir.

Kulihat Ibu mengkhawatirkanku.

Maaf soal itu.

Aku makan malam dengan teman-teman setelah belajar.

Mulai besok, dia akan mendapat perawatan khusus.

Dia membuatku khawatir.

Ibu, ayolah.

Kalau begitu, aku akan pergi.

Terima kasih sudah bekerja dengan baik sampai malam.

Hati-hati di jalan.

Kamu sudah mau pergi?

Kamu boleh tetap di sini.

Ini sudah cukup larut.

Sampai jumpa besok di sekolah.

Kalau begitu...

Tentu.

Aku juga akan pergi.

Apa makan malamnya perlu?

Ujian tengah semester sebentar lagi.

Bukankah kamu harus menghabiskan waktumu dengan bijak?

Kamu juga sering tidur belakangan ini.

Kenapa kamu tidak mengurangi satu jam?

Ibu, aku hanya bisa tidur sekitar empat jam

Ini obat untuk ADHD.

Ibu dengar ini membantu seseorang fokus.

Minumlah satu per hari.

Ye Na?

Putri ibu.

Kamu tahu ibu menyayangimu, bukan?

Semua yang ibu lakukan adalah untukmu.

Kamu tahu itu, bukan?

- Aku tahu, Bu. - Tidak ada

yang mengingat mereka yang berada di posisi kedua.

Posisi kedua hanya posisi pertama di antara pecundang.

Begini,

ibu ingin Ye Na ibu

menjadi seseorang yang diingat dunia ini.

Tentu, Bu.

Aku akan mengingatnya.

Ye Na.

Minumlah sekarang.

Hei, Mi Jeong.

Hae Seong, ada masalah.

"Sejarah Korea"

Apa?

Katakan lagi. Ada apa dengan Jeong Hae Seong?

Begini, Hae Seong...

Kamu tidak enak badan?

Ya, sepertinya

aku flu berat.

Maaf, Bu Oh.

Aku seharusnya di sekolah hari ini, tapi...

Apa itu buruk?

- Kamu sudah minum obat? - Ya.

Istirahat sehari sudah cukup.

Tentu. Sampai jumpa besok.

Hae Seong!

Cepat masuk.

"Selamat datang di Pelatihan Pasukan Cadangan"

Karena ini operasi rahasia,

kami tidak bisa berkomunikasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional.

Kamu!

"Bu Oh Su A"

Halo?

Hae Seong, bagaimana flunya?

Aku masih demam.

Itu berlangsung cukup lama.

Ibu dalam perjalanan membawa bubur dan obat,

jadi, tidurlah sampai saat itu.

Kamu tinggal di unit atap Vila Chanseo

yang ada di persimpangan sekolah.

Apa?

Tapi kita berhasil menghindari masalah dengan Hae Seong hari ini.

Apa yang akan kita lakukan

jika itu latihan mobilisasi dua malam?

Jangan membahas itu.

Memikirkannya membuatku merinding.

- Kamu sudah selesai bersih-bersih? - Ya.

Panggil Hae Seong untuk makan barbeku.

Hei, Hae Seong. Aku baru mau meneleponmu.

Pak,

unit atap di catatan siswaku.

Bagaimana kamarnya sudah disiapkan?

Hei, apa unit atap sudah disiapkan?

- Belum. - Kenapa tidak?

- Aku akan melakukannya pekan depan. - Begitu rupanya.

Itu masih kosong. Kenapa?

Apa?

Kamu pasti bercanda.

Kode hitam.

Ini tidak boleh dingin.

- Ayolah! - Sial.

Kamu tidak membawa apa pun?

Siapa yang akan percaya aku tinggal di unit kosong?

Bagaimana kami bisa membawa sesuatu dalam waktu singkat?

Ini akan membahayakan seluruh misi.

Apa ada jalan keluar dari ini?

Gagal dalam misi bukan yang terburuk.

Seharusnya kamu membereskan ini!

Aku tidak punya hari libur!

Diam. Cukup!

Aku tahu di mana kita bisa menemukan yang kita butuhkan.

Di sana.

Pak, maksudmu, kita meminjam semuanya?

Kamu punya ide yang lebih baik?

Jika tidak, lakukan perintahku.

Dengar. Ini perintah ketua timmu.

Saat ini,

kita akan berlarian di lingkungan ini

dan dapat semua yang dibutuhkan murid SMA yang tinggal sendiri.

- Kamu membawa seragam sekolahmu? - Ada di rumah.

Bagaimana kamu bisa lupa?

Semuanya terjadi terlalu cepat. Apa selanjutnya?

Baiklah.

Yeong Hun, Mi Jeong, ambil semua yang dia butuhkan,

dari seragam sekolahnya hingga kebutuhan.

Sementara itu, kita akan fokus mengamankan

TV, laptop, dan peralatan lainnya.

Kapan perkiraan waktu tiba gurumu?

- Dia akan tiba 20 menit lagi. - Baiklah.

Hitung waktu kalian. Waktu kita 15 menit.

Dengarkan aku baik-baik.

Tidak boleh ada kesalahan.

Waktu tersisa. 14 menit 55 detik.

Baiklah. Ayo jalan.

Siapa itu?

Maaf mengganggumu, Pak.

"Badan Intelijen Nasional, An Seok Ho"

"SMA Byeongmun, Jeong Hae Seong"

Apa...

"SMA Byeongmun, Jeong Hae Seong"

Tunggu!

Terima kasih.

Kami akan segera mengembalikannya.

Ayo jalan.

Bagus. Cepatlah.

Sial.

Ayolah.

Cepat. Apa itu?

Teman-teman, dia akan tiba lima menit lagi.

- Cepat. - Baik, Pak.

Hae Seong, Agen An, kalian harus melihat ini.

Ada apa?

Ada apa?

- Habislah kita. - Habislah kita.

Habislah kita, Pak.

Sial!

Hae Seong.

Sembunyi!

Ibu di sini.

Benar. Kamu mungkin belum makan.

Bubur bagus untuk flu, jadi, ibu membuatnya sendiri.

Terima kasih. Aku akan menikmatinya.

Kamu baik-baik saja? Kenapa wajahmu berkeringat?

Apa?

Aku tidak enak badan.

Sial.

Terima kasih, aku akan menikmatinya.

Tapi...

Maafkan aku.

- Boleh ibu memakai kamar mandimu? - Apa?

Kamar mandimu.

- Biar kuseka. - Kamar mandimu!

Di mana kamar mandimu?

- Di sana. - Baik.

Tunggu!

- Silakan. - Baik.

Bagaimana kalian bisa masuk ke sini?

Saat mendesak, kamu menemukan cara. Di mana gurumu?

Dia di kamar mandi. Cepat.

- Hae Seong! - Ya?

- Sial. - Sial.

Di mana ibu bisa meletakkan handuk ini?

Jariku tersangkut di pintu.

Apa yang kamu lakukan di sana?

Aku membersihkan pakaianku.

Tapi semuanya ada di sini.

Benar sekali.

Kamu terus menggumamkan omong kosong.

- Demamnya pasti parah. - Tidak juga.

Istirahatlah selagi ibu bersih-bersih.

Boleh ibu taruh di sini?

Bu Oh!

Biar kuantar keluar.

Lagi pula, aku harus ke klinik.

Selarut ini?

Ada satu yang buka larut.

Jangan.

Jangan coba-coba.

Tentu.

Ayo keluar bersama.

Tidak, jangan coba-coba!

Seseorang harus

menjelaskan.

"Undercover High School"

- Aku juga mau. - Bolehkah?

- Aku juga. - Apa aku yang berikutnya?

Bisa potret aku juga?

- Tidak mungkin. - Apa namanya ini?

- Ini menarik. - Di mana kamu membeli ini?

Si Hyun, kamu akan menyesalinya nanti.

Ibuku bilang kamu harus makan kacang agar tumbuh lebih tinggi.

Aku yakin aku lebih tinggi darimu, Bong Ja.

Nanti saja, Bodoh.

Selain itu, berhenti memanggilku Bong Ja.

Kenapa?

Menurutku itu nama yang cantik.

Aku menjaga berat badanku.

Aku akan membuangnya, jadi, makanlah.

Hei, Oh Bong Ja!

Entah bagaimana keadaannya.

Ini lebih dari sekadar mencurigakan.

Mungkin saja dia bukan murid.

Menjauhlah dari Oh Su A di sekolah mulai sekarang.

Sedang apa wanita ini di sini?

Seolah-olah ada cara untuk menghindarinya.

Aku punya hasil ujian tengah semestermu.

Berapa peringkatmu?

Aku yakin ini kali pertama Ye Na dihancurkan.

Ini membuatku kesal.

Atau mungkin buat dia dikeluarkan dari sekolah.

Mungkinkah operasinya bocor?

Aku ingin laporan mendetail

tentang staf dan guru di SMA Byeongmun.

Kamu yang mengirim surat itu?

"Undercover High School"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.