All language subtitles for Undercover.High.School.S01E03.1080p.H264.AAC.WEB-DL-Phan

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Resynced by == ANORA ==

"Undercover High School"

"Semua tempat, organisasi, tokoh"

"Kejadian, dan latar belakang dalam drama ini hanyalah fiksi"

"Episode Tiga"

Biarkan aku...

Biarkan aku menelepon polisi dahulu.

Jangan.

Ini bukan jasad manusia. Ini plastik.

Siapa di sana?

Aku bertanya-tanya kenapa pintunya terbuka.

Sedang apa para murid di sini?

Kepala Sekolah Park.

Ini model kerangka.

Kami datang untuk melihat apakah cerita hantu itu benar

dan menemukannya.

- Cerita hantu apa? - Mereka bilang tempat ini berhantu.

Studio balet, tepatnya.

Siapa yang melakukan hal seperti itu?

Sebenarnya, saat kami tiba di sini...

Kami tidak tahu.

Maaf karena aku masuk tanpa izin.

Ini tidak akan terjadi lagi.

Sebaiknya jaga sikap kalian.

Baik, Pak.

"Dilarang Masuk"

"SMA Byeongmun"

Kenapa kamu mencegahku memberitahunya?

Tentang orang yang ada di sini sebelum kita.

Kita belum tahu pasti siapa dia.

Kukira memberitahunya hanya akan memperburuk keadaan.

Menurutmu siapa itu?

Waktu akan menjawab.

Seragam sekolah SMA Byeongmun dari tahun '50-an,

studio balet,

model kerangka tanpa kaki, dan tutu.

TKP-nya direkayasa

agar sesuai dengan kisah hantu gedung tua itu.

Kenapa?

Dan oleh siapa?

Ini kunci yang kutemukan di samping kerangka.

Lihat cap di atasnya.

Ini sangat cocok dengan milik Seo Byeong Mun.

Yang harus kita fokuskan adalah frasa di sampingnya.

Terjemahannya adalah "Awal emas batangan".

Tapi karakter itu sendiri bukan berarti "batangan".

Bukankah itu berarti aneh atau ganjil?

Itu digunakan untuk membuat kata "kisah hantu".

Maksudmu

ada hubungan antara cerita hantu dan emas batangan?

Untuk saat ini, ya.

Cerita hantu itu sendiri kunci untuk menemukan emas batangan?

Seo Byeong Mun yang menyembunyikan emas batangan

membuat cerita hantu sebagai teka-teki.

Seseorang harus memecahkan cerita hantu

untuk mendapatkan akses ke emas batangan.

Saat ini, ada lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.

Namun, aku yakin akan dua hal.

A.

Kita harus menemukan emas batangan sebelum Pimpinan Seo Myeong Ju.

B.

Karena kini kita tahu emas batangan dan cerita hantu berkaitan,

kita harus fokus pada cerita itu.

Termasuk salah satu gedung tua,

SMA Byeongmun memiliki total empat kisah hantu.

Tolong setujui penyelidikanku terhadap mereka.

Kerjakan.

Cari tahu tentang kisah lainnya dahulu.

Baik, Pak.

"Awal dari emas batangan"

Studio balet?

Kenapa di sana?

Mereka pergi ke sana untuk melihat apakah itu benar-benar berhantu,

dan dalam prosesnya,

mereka menemukan model tubuh manusia.

Cerita hantu?

Astaga. Bagaimana ini?

Pemikiran itu bahkan tidak terlintas di benakku.

Hantu...

Lucu sekali!

Aku tidak percaya pria itu.

Dia aneh. Aku mengakuinya.

Cerita hantu terkait sekolah ini?

Bagaimana aku harus membereskan pelanggaran ini?

Untuk saat ini,

kita biarkan saja mereka.

Tidak ada yang lebih mengenal sekolah daripada para murid.

Solusi tidak terduga mungkin akan muncul.

Kenapa kamu ingin tahu tentang kisah hantu sekolah?

Kejadian semalam membuatku tertarik.

Katakan saja.

Kamu pasti sangat menyukai hal semacam ini.

Kukira itu hanya untuk orang seperti aku.

Orang macam apa itu?

Seseorang yang tidak punya koneksi dan teman.

Penyendiri dan pecundang yang menulis novel web aneh.

Hei.

Seolah-olah ada yang salah denganmu.

Lagi pula, teman itu berlebihan.

Setelah lulus, kamu melawan dunia.

Kita semua sendirian.

Seolah-olah kamu tahu.

Begitulah adanya.

Omong-omong, apa cerita hantu berikutnya?

Apa kamu mencoba membuat tanah runtuh?

Apa yang kamu pikirkan?

Bukan apa-apa.

Apa pendapatmu tentang aku?

Apa aku tampak bodoh bagimu?

Aku tidak bisa bilang kamu cepat menyadari sesuatu.

Kenapa? Apa terjadi sesuatu?

Bukankah kamu ingin tahu?

Halo, Bu Choi. Kabarmu baik?

Ya. Maaf mengganggumu,

tapi aku menelepon tentang KTP yang dibutuhkan sekolah.

Aku ingin tahu kapan aku akan mendapatkannya kembali.

Sekolah meminta KTP-mu?

Teman Dong Min bilang begitu kemarin.

Dong Min menerima beasiswa dan KTP-ku dibutuhkan.

Temannya siapa?

Jeong Hae Seong.

Jeong Hae Seong?

Selain cerita tentang bangunan tua,

ada tiga cerita lain.

Salah satunya tentang ini.

Jam kakek.

Orang-orang berpikir itu rusak karena tidak berbunyi,

tapi terkadang berbunyi.

Saat hanya kamu yang tersisa

di gedung sekolah.

Ini kisah yang paling ditakuti semua orang.

"Disumbangkan oleh Seo Byeong Mun"

"Jangan pernah sendirian di gedung sekolah

karena saat jam berdentang,

mata merah akan mendatangimu."

Mata merah?

Ada dua murid terbaik di sekolah...

Kamu ketahuan.

Kamu menipu orang sekarang? Kemarilah.

Hei, sakit.

Panggil aku "Bu Oh"!

Bu Oh, kumohon. Sakit.

Jujurlah kepada ibu.

Kenapa kamu mengambil KTP nenek Dong Min?

KTP-nya?

Apa sudah berakhir jika kamu tidak membawanya?

Kenapa kamu menginginkan KTP nenekku?

Kamu hampir menipu ibu.

Ini masalah serius.

Datanglah ke ruang konseling sepulang sekolah.

Aku?

Tapi bukan aku.

Aku sibuk hari ini!

Sial, stres...

Park Tae Soo, dasar sampah.

Tae Soo...

Apa yang akan terjadi pada anak itu?

Apa yang harus kulakukan denganmu, Jeong Hae Seong?

Jeong Hae Seong...

"SMA Byeongmun"

"Oh Su A"

Hai, mulai hari ini, ibu akan menjadi wali kelas kalian.

Nama ibu Oh Su A.

Ibu harap kita bisa akur.

- Tentu. - Baik.

Masuklah.

Direktur.

Aku punya laporan analisis dari Badan Warisan Korea.

Ini jelas pemalsuan.

Agen Jeong sudah menjalankan misi,

jadi, aku bingung bagaimana ini harus ditangani.

"Laporan Analisis"

"Pemalsuan, Tidak bernilai sebagai warisan budaya"

Pergilah.

"Direktur Kim Hyung Bae"

"Laporan Analisis"

Hei, Hae Seong.

Laporan analisisnya sudah masuk.

Pertama, sepatu pointe.

Itu dikubur di sana sekitar tahun '50-an.

Seperti dugaanmu,

itu mungkin ditempatkan di sana oleh Seo Byeong Mun.

Bagaimana dengan pria yang kabur dari gedung?

Aku juga punya laporan analisis darahnya.

Akan lebih cepat jika kamu melihatnya sendiri,

jadi, aku akan mengirim informasi dan fotonya.

Baik, terima kasih.

"Go Yeong Hun. Hae Seong, ini informasi dan fotonya"

"Laporan analisis darah dan informasi tersangka"

"Ruang Konseling Murid"

Kenapa dia lama sekali?

Bu Oh, maaf,

tapi aku meninggalkan kompor menyala di rumah.

Aku butuh minum.

Ini. Kamu tampak kelelahan.

Astaga, kamu baik sekali. Aku akan menikmati ini.

Kamu pasti kurang tidur semalam.

Mungkin karena kamu berada di gedung tua.

Kamu yang melempar

palu itu kepadaku.

Itu tuduhan liar.

Kenapa aku pergi ke sana

jika itu bisa membuat kepala sekolah marah?

Baju olahraga yang kamu pakai semalam...

Mau bertaruh?

Kakimu tergores paku atau tidak?

Pintu masuk tidak terpakai di belakang gedung tua.

Begitulah caramu masuk dan keluar.

Aku hanya punya satu pertanyaan.

Apa yang kamu lakukan di sana?

Kamu mungkin tahu tentang jasad manusia palsu itu.

- Itu palsu? - Jadi, kamu tidak tahu.

Astaga.

Kukira itu sungguhan.

Kamu tahu betapa terkejutnya aku pada awalnya?

Orang gila macam apa...

Astaga.

Kali pertama aku menemukan jasad,

maksudku, kerangka palsu,

adalah saat aku memberi makan kucing.

Kamu pasti lapar.

Lezat, bukan?

Nabi..

Nabi?

Nabi?

Nabi.

Aku tahu cerita hantu mengenai gedung tua

dan pergi memeriksanya karena bosan.

"SMA Byeongmun"

Anak-anak?

Apa yang bisa kulakukan?

Aku ketakutan

dan tidak bisa mengatakan apa pun karena takut kehilangan pekerjaanku.

Semalam, aku kembali untuk memalu papan lantai

saat kamu membuatku terkejut.

Itu sebabnya aku mengayunkan palu ke arahmu.

Itu saja.

Kamu melihat hal mencurigakan saat kali pertama melihat kerangka?

Aku akan menerima detail kecil apa pun.

Entahlah.

Aku tidak ingat hal lain.

Omong-omong, siapa yang menjadikanmu detektif?

Kenapa kamu menanyakan ini?

"Pak"

"Pak"

Kalau begitu, kita sudah selesai.

Jangan lupa suntikan tetanusmu.

Atau kamu bisa mendapat masalah.

"SMA Byeongmun"

Kamu tidak akan memberi tahu sekolah, bukan?

Kamu harus merahasiakannya.

Kenapa satpam itu

berada di gedung tua?

Aku tidak menemukan hal mencurigakan tentang dia.

Lalu kenapa dia lari?

Dia tidak ingin terlihat di area terlarang.

Tapi aku harus bertanya.

Kenapa kita di sini?

Bukankah sudah jelas? Kita di sini untuk rapat.

Aku mengerti, tapi kenapa kedai roti lapis?

Selamat datang.

Aku pesan roti lapis dan kola.

Baik. Silakan duduk.

- Kamu dengar dia. - Satu roti lapis dan kola.

Apa-apaan...

Aku akan langsung ke intinya.

Ini akan menjadi

kantor pusat untuk Tim Domestik Empat.

- Apa? - Karena kami mendukungmu,

kami pikir akan lebih baik

jika lebih dekat dengan TKP.

Aku mengerti, tapi ini tidak seperti dalam film.

Bagaimana dengan orang yang mengelola tempat ini?

Dia akan berlibur di Amerika sampai kita selesai.

Aku membayarnya dengan uang pensiunku.

Kamu pasti bercanda.

Apa Yu Jeong tahu?

Aku setuju menaikkan uang sakunya sebanyak 100 dolar.

Bagaimana dengan cerita hantu?

Apa di sekolah tenang?

Aku sedang menyelidikinya.

Sementara itu, di sekolah...

Ini masalah serius.

Datanglah ke ruang konseling sepulang sekolah.

Tidak ada apa-apa.

Jika kamu akan memberiku alasan,

setidaknya berikan alasan yang layak.

Kamu membiarkan kompormu menyala?

Kompormu?

Itu sesuatu yang tidak kuduga.

Tunggu saja sampai aku melihatmu di sekolah besok.

Kamu akan memohon ampun!

Akhirnya kamu menggila.

Apa yang kamu inginkan kembali?

Kembalikan KTP nenekku.

Sulit dipercaya.

Aku tahu kamu mengambilnya,

jadi, sebelum kupanggil polisi...

Diam.

Hei, berdiri.

Berdiri.

Hei.

Kamu berani sekali.

Kenapa kamu menantangku belakangan ini?

Dong Min, mari tetap seperti dahulu.

Kembalikan.

Incar saja aku, ya?

Jangan libatkan nenekku.

Sial.

Baiklah. Terserah.

Aku tidak membutuhkannya. Ambillah.

Tidak akan menyenangkan mengembalikannya secara gratis.

Calon penulis kita tidak kidal, bukan?

Mulai sekarang, kamu akan kidal.

Apa yang kamu lakukan?

Halo, Bu Oh.

Ibu bertanya kepadamu.

Sedang apa kamu di sini?

Aku juga baru sampai.

Dong Min, kamu baik-baik saja?

Ada apa?

Ibu melihat semuanya.

Park Tae Soo,

tunggu ibu di ruang konseling.

Ibu sudah menyuruhmu pergi.

Haruskah ibu menelepon orang tuamu?

Astaga.

Lucu sekali.

Bu Oh.

Lihat saja ke arah lain.

Ibu hanya pegawai temporer, jadi, bersikaplah seperti itu.

Sial.

Bu Oh, aku akan membiarkannya karena Ibu cantik hari ini.

Jangan biarkan ini menjadi kebiasaan.

Dong Min.

Apa ini sudah berlangsung cukup lama?

Nenekmu menelepon.

- Apa Tae Soo yang... - Bukan, Bu Oh.

Tae Soo dan aku hanya bermain-main,

dan aku baik-baik saja.

Maaf sudah menempatkan Ibu dalam posisi sulit.

Maafkan aku.

Sial.

Jujurlah kepada ibu.

Kenapa kamu mengambil KTP nenek Dong Min?

Hei, Hae Seong.

Kamu sendirian?

Kamu ingin aku melakukan sesuatu?

Selidiki sesuatu untukku.

Park Tae Soo, Kelas 11-1...

Jika hal seperti ini terjadi lagi,

misi akan dibatalkan.

Kamu bergabung dengan BIN untuk mengikuti jejak ayahmu.

Apa yang akan kamu katakan kepadanya saat akhirnya menemukannya?

Bahwa kamu dipecat karena gagal dalam misi?

Halo?

Bukan apa-apa. Lupakan perkataanku.

Wanita Tua, minggir!

Astaga. Aku sungguh minta maaf.

Aku tidak suka keributan ini, jadi, pelankan suaramu.

Maaf.

Aku tidak mau kamu terlambat untuk kelompok belajarmu.

Ayolah. Beri jalan.

Astaga.

Astaga.

Maaf tentang itu.

Terima kasih untuk ini.

Dia memang aneh.

Di sini berbahaya, jadi, ayo menjauh dari jalanan.

Ayo pergi ke sana.

Terima kasih, Anak Muda.

Kamu mempermudah perjalanan pulangku.

Mau kuambilkan minum?

Tidak apa-apa, Bu. Aku akan pergi.

Nenek!

Dong Min, kamu sudah pulang.

- Astaga. - Apa yang terjadi?

Kenapa kalian bersama?

Apa dia temanmu?

Temanmu?

Tunggu sebentar.

Aku memberimu ini dengan harapan kamu menjadi teman baik baginya.

Belilah makanan lezat.

Nenek, ayolah. Dua dolar tidak ada gunanya.

Kita bahkan tidak bisa membeli sekantong keripik.

Begitukah?

Astaga.

Tapi hanya itu yang kupunya.

Ini lebih dari cukup, Bu.

Aku akan memakainya dengan bijak.

- Astaga. - Kalau begitu, aku permisi.

Sampai jumpa besok.

Selamat malam.

Hae Seong.

Terima kasih sudah membantu nenekku.

Aku menganggapnya olahraga.

Lagi pula, itu bukan masalah besar.

Aku tidak sengaja mendengar kejadian tadi

saat Bu Oh mendekatimu.

Seharusnya aku memberitahunya

bahwa bukan kamu yang mengambil KTP nenekku,

tapi aku tidak tahu cara mengatakannya.

Maafkan aku.

Tidak perlu minta maaf.

Itu Tae Soo, bukan?

Ya.

Tapi aku sudah selesai mencemaskannya.

Lagi pula, aku mendapatkan KTP-nya kembali.

Jika itu yang kamu inginkan.

Masuklah. Nenekmu pasti menunggu.

- Ponselmu. - Ponselku?

Berikan kepadaku.

Itu nomor teleponku. Simpanlah.

Hubungi aku jika terjadi sesuatu.

Aku tidak percaya mengatakan ini kepada seorang pria.

Aku benar-benar pergi sekarang.

"Hae Seong"

Jadi, Tae Soo yang melakukan itu kepada Dong Min.

Kita harus memberi tahu Wakil Kepala Sekolah, bukan?

Hei, jangan coba-coba.

Seolah-olah dia akan mendengarkan kita.

Dia berusaha keras membangun koneksi

untuk mendapatkan jabatan kepala sekolah.

Lalu bagaimana dengan Dong Min?

Berpura-puralah tidak tahu.

Apa?

Ayah Tae Soo adalah anggota dewan tiga periode,

dan dia anggota dewan orang tua murid.

Lagi pula, kamu tahu cara kerja di sekolah ini.

Mereka dikategorikan berdasarkan pekerjaan orang tua mereka.

Sekolah hanya memedulikan anak-anak orang penting.

Kalau begitu, mari serahkan petisi ke Departemen Pendidikan.

Kamu sangat naif.

Bukankah seharusnya kamu mengkhawatirkan dirimu dahulu?

Bu Oh, kamu tidak mau posisi tetap?

Mari kita pura-pura tidak tahu kali ini.

Buatlah keputusan yang bijaksana.

Sungguh, apa yang harus kulakukan?

"Mulai"

Ini aku, Dong Min.

Sejujurnya,

aku tidak punya nomor siapa pun, kecuali nomor Tae Soo.

Jadi, terima kasih.

Halo.

Ibu mengambil ini lebih dahulu.

Tidak, aku mengalahkan Ibu dengan selisih sepersekian detik.

Ibu rasa kamu tinggal di sekitar sini.

Ya, kurasa Ibu juga tinggal di sekitar sini.

Ibu tidak ingin itu diketahui.

Seolah-olah aku ingin tahu.

Kamu akan terus membantah ibu?

Hei, Jeong Hae Seong. Sadarlah.

Kamu murid dan ibu gurumu!

Ibu melepas tangan Ibu, jadi, ini milikku.

Sial!

"Teh Rambut Jagung"

Pemiliknya mengisi rak lagi.

Beli satu gratis satu. Terima kasih untuk ini.

Kamu tahu tentang Tae Soo dan Dong Min, bukan?

Kamu tahu tentang itu, tapi tidak bisa memberi tahu ibu

karena kamu tidak bisa memercayai ibu, bukan?

Dong Min memintaku untuk tidak memberi tahu siapa pun.

Mengenai KTP neneknya dan hal lainnya,

maaf karena ibu salah paham.

Tentang situasimu juga. Maaf karena tidak sadar lebih awal.

Jadi, apa selanjutnya?

Setelah tahu semuanya,

apa rencana Ibu?

Apa ini?

Nenek Dong Min memberikannya kepadaku,

berharap aku tetap berteman dengan Dong Min.

Ibu tidak pantas mendapatkan ini.

Ibu bisa mengusahakannya.

Kamu agak mirip dengannya.

- Siapa? - Seseorang.

Seseorang yang seperti musuh bebuyutan ibu.

Apa yang dia lakukan hingga menjadi musuh bebuyutan Ibu?

Makanlah.

Tentu saja.

Siapa itu?

Kami dari Kepolisian Gangnam.

Bu Choi Bok Sun tinggal di sini, bukan?

Ada apa ini?

Apa dia di dalam?

Aku Choi Bok Sun.

Kalian polisi?

Kami menyelidiki situs judi ilegal,

dan namamu muncul.

Mereka bilang kamu mengelola situs itu.

Bawa dia.

- Tunggu, tapi... - Tunggu!

Pasti ada kesalahpahaman.

Bawa dia.

Apa? Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?

Dong Min.

- Nenek! - Ayolah.

Dong Min!

Kenapa mereka melakukan ini kepada nenek?

- Nenek! - Yang benar saja!

Cukup. Kembalilah ke dalam, ya?

Nenek!

Ini sudah larut. Di mana rumahmu?

Di dekat rumah-rumah di sana...

Kamu tinggal di kamar atap dekat sekolah.

Kamu tinggal di rumah?

Tidak, di kamar atap seberang jalan.

Itu dekat.

Hei, Dong Min.

Apa?

"Urusan Sipil"

Dong Min, apa yang terjadi?

Bu Oh.

"Park Tae Soo"

"Jumlah Taruhan, 8.000 dolar"

Ini sebabnya berjudi sangat berbahaya.

Kenapa orang berpikir mereka bisa memenangi uang ini?

"Permainan Tangga, Ronde 59"

"Kamu kalah"

Sial!

Hei, kamu.

Boleh pinjam 20.000 dolar darimu?

Mari bicara sebentar, Bu Oh. Lewat sini.

Ibu akan segera kembali, Dong Min.

Dia mengelola situs judi?

Apa yang terjadi?

Aku yakin ini berkaitan dengan Park Tae Soo.

KTP Bu Choi.

Jika terus begini, Bu Choi mungkin akan ditahan.

Itu gila.

Polisi pasti tahu dia bukan pelakunya.

Tapi semua bukti mengatakan itu dia.

Ini bukan lagi masalah perundungan di sekolah.

Ini kejahatan serius,

dan seseorang harus ikut campur.

Ibu?

Ini tidak benar.

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Sial. Ini tidak benar. Ini salah!

Aku harus bagaimana?

Aku harus mengambil cuti sakit.

Ya, aku akan mengambil cuti sakit. Itu dia.

Bu Kim bilang hasil tes COVID-19-nya positif.

"Satu dolar"

"Seo Myeong Ju, Pimpinan SMA Byeongmun"

Bu.

Kamu harus melihat papan diskusi di situs web sekolah.

"Im Yoon Chul"

Dasar gila.

Kenapa dia menelepon pada saat penting ini?

"Im Yoon Chul"

Ada apa?

Apa?

Hei, Kawan-kawan!

Kalian lihat papan diskusi? Ini gila.

- Seseorang mengadukan Tae Soo. - Apa?

- Ada apa? - Lihat ini. Kemarilah.

Lihat, papan diskusi.

- Astaga, Tae Soo tamat sekarang. - Luar biasa.

- Selamat tinggal, Tae Soo. - Astaga.

- Dia sangat kejam. - Habislah dia.

- Sejujurnya, ini semua benar. - Aku tahu, sungguh.

- Siapa yang menulis ini? - Kamu menuai apa yang kamu tabur.

Seperti pepatah, "Hadiahi kebaikan dan hukum kejahatan."

- Benar sekali. - Habislah Tae Soo sekarang.

Siapa yang melakukan ini?

Siapa yang mengunggah hal seperti ini di papan diskusi?

Lihat, apa ini?

Tae Soo merundung Dong Min?

Lalu apa? Judi ilegal?

Apa para berandalan ini mencoba menutup sekolah?

Ini...

Tunggu.

Apa mungkin

salah satu guru?

Bu Oh?

Apa kamu yang menulis ini?

Siapa yang melakukan ini?

Siapa yang berani

mempermalukan SMA Byeongmun yang hebat? Dasar pengkhianat!

- Apa itu kamu? - Tidak, bukan aku.

- Aku yakin itu kamu. - Tidak.

- Itu kamu, Pak Baek. - Tidak, bukan aku.

- Bu Oh, tolong tenanglah. - Tidak.

Aku tidak bisa membiarkan ini.

Jika ini menyangkut dirimu, aku juga khawatir.

Jika melibatkan sekolah, ini juga masalahku!

Siapa yang berani membuat Wakil Kepala Sekolah kesal seperti ini?

Ingat kata-kataku.

Aku pasti akan mencari tahu siapa pelakunya.

Aku berjanji akan membawa kepala pengkhianat itu kepadamu.

Tidak, kamu tidak perlu melakukan itu.

Tolong tenanglah. Kemarilah.

- Bagaimana aku bisa tenang? - Kembali ke sini.

Lewat sini. Ya.

- Untukmu, aku akan tenang dan... - Ya, tidak apa-apa.

Bagus. Terima kasih.

Omong-omong, kita butuh orang tua Tae Soo dan Dong Min

untuk datang besok mengikuti rapat.

Bu Pimpinan Seo akan menemui mereka.

Bu Oh, tolong tenanglah dan hubungi orang tuanya.

- Jadi, itu yang kita lakukan? - Ya, benar.

Baik, Pak.

- Aku akan duduk. - Ya, silakan duduk.

"SMA Byeongmun"

Saat menangkap orang ini, kita akan memberi dia pelajaran serius.

Baiklah, kalau begitu. Kembalilah bekerja, kalian semua.

Itu kamu, bukan?

Apakah sejelas itu?

Sedikit? Sekitar 51 persen?

51 persen?

Apa yang akan kamu lakukan jika ketahuan?

Sejujurnya, aku tidak tahu lagi.

Aku akan mengkhawatirkan hari esok saat hari esok tiba.

Kembali ke mejamu.

"Kepala pengkhianat!"

- Aku akan memenggal pengkhianat! - Astaga.

Oh Su A.

Terima kasih.

Siapa sangka situasinya akan menjadi seperti ini?

Bukankah ini kali pertama Bu Pimpinan Seo bertemu orang tua?

Aku tahu Park Tae Soo akan berakhir seperti ini.

Dia sendiri penyebabnya, jadi, biarkan dia mencari cara.

Apa yang akan kita lakukan dengan Jeong Hae Seong?

Benar, di kantin.

Aku tahu Tae Soo berengsek,

tapi dia anggota OSIS.

Dia mempermalukan Tae Soo di depan semua orang.

Kita tidak bisa membiarkannya.

Kenapa tidak? Aku menyukainya. Dia sangat jantan.

Kamu cemburu karena dia tampan?

Kenapa kita harus membuang waktu mengkhawatirkan berandal itu?

Dia tampak agak gila. Abaikan saja dia...

Untuk saat ini, kita amati saja situasinya.

Menyenangkan ada orang seperti itu di sekolah.

Lagi pula, dia membuatku penasaran.

Ini terlalu pahit. Aku tidak suka ini.

Tunggu sebentar.

Maaf, Yu Jeong. Kami harus pergi.

Kami lupa harus bertemu dengan kelompok belajar kami.

Baiklah.

Bagaimana denganmu, Yu Jeong?

Aku akan pergi sebentar lagi.

Baiklah, kalau begitu. Sampai jumpa di sekolah.

Jangan terlalu khawatir.

Semua akan baik-baik saja.

Nenek tidak melakukan kesalahan.

Mereka akan melepaskan Nenek setelah kesalahpahaman ini beres.

Kamu sudah makan malam?

Ya, tentu saja.

Nenek juga tidak boleh melewatkan makan. Makanlah yang baik, ya?

Akan kukeluarkan Nenek dari sini, apa pun yang terjadi. Bertahanlah.

Nenek bisa, bukan?

Anak Muda.

Sedang apa kamu di sini selarut ini?

Kamu tidak boleh masuk ke sana.

Maaf.

- Aku hanya... - Halo.

Astaga.

Kita belum pernah bertemu, bukan?

Ibu Pimpinan Seo Myeong Ju.

- Aku Jeong Hae Seong. - Ibu tahu.

Kepala Sekolah Park memberi tahu ibu.

Apa itu model kerangka?

Ibu dengar kamu dan Dong Min yang menemukan benda itu.

Ya.

Kamu pasti sangat tertarik dengan cerita hantu.

Kamu melanggar peraturan

untuk memasuki gedung tua dan bahkan datang ke sini.

Maafkan aku. Aku hanya orang yang penasaran.

Kamu orang yang penasaran?

Astaga. Itu bagus.

Maksud ibu, ibu hanya...

Penasaran adalah

hal yang bagus, sebagai manusia.

Tapi tahukah kamu?

Para murid zaman sekarang tidak penasaran.

Bagus untukmu.

Jika kamu butuh bantuan ibu

atau ingin sesi konseling,

datanglah ke ruangan ibu.

Ibu selalu memihak para murid.

Terima kasih atas nasihat Ibu. Kalau begitu, aku permisi.

Dong Min.

Terima kasih sudah datang meski jadwalmu padat.

Dong Min.

Di mana nenekmu?

Dia masih diselidiki polisi.

Aku di sini sebagai walinya.

Kenapa kita terlibat kekacauan ini karena unggahan bodoh

yang bisa dibuat siapa pun?

Kamu sudah mengidentifikasi siapa yang mengunggahnya?

Kami tidak repot-repot memeriksanya.

Entah itu rumor atau fakta,

semua akan beres hari ini.

Meski begitu, ini tidak benar.

Bu, tenanglah, ya?

Mari kita dengar apa kata anak-anak.

Ya, Sayang. Mari kita tunggu.

Pimpinan akan menanganinya dengan baik.

Kenapa khawatir?

Lee Dong Min, bukan?

Aku juga membaca unggahan daring.

Penyerangan dan KTP curian.

Itu penuh kebohongan.

Bisa jelaskan?

Jangan pedulikan kami. Jujurlah.

Ya.

Ceritakan versimu, Dong Min.

Ini sama sekali tidak adil.

Kita sudah berteman baik sejauh ini.

Kenapa unggahan seperti itu tiba-tiba muncul...

Apa kamu akan menjelaskan yang sebenarnya?

Dong Min?

Unggahan daring itu.

Itu bohong.

Dong Min.

Tae Soo

tidak memukulku.

Orang yang memukulku adalah

Jeong Hae Seong.

Dong Min.

Kenapa kamu tidak jujur lebih awal?

Setidaknya beri tahu ibu.

Kenapa kamu tiba-tiba menyebutkan Hae Seong?

Katakan apa pun besok

dan aku akan mengiris pipimu.

Satu hal lagi.

Siapa yang merundungmu sejauh ini?

Jeong Hae Seong.

Itu tidak benar.

Tidak? Sayang sekali.

Nenekmu akan mati di penjara.

Ibu ingin membantumu.

Dong Min?

Tidak.

Aku tidak butuh bantuan Ibu.

Diamlah saja.

Kumohon

jangan lakukan apa pun.

Aku tidak mengira ini akan terjadi.

Tae Soo menjebak Hae Seong, bukan?

Apa yang akan terjadi kepada Hae Seong?

Apa dia benar-benar akan dikeluarkan?

Kukira sekolah sudah membaik.

Kurasa dia akan dihukum.

Berapa skor saat ini?

Meski itu terserah ibuku.

Kenapa kamu menatap kursi Hae Seong?

Bukan apa-apa.

"Brum Brum"

Aku pergi.

Kenapa kamu berbohong?

Maaf. Aku harus pergi.

Kamu diancam?

Ya.

Aku diancam.

Dia bilang jika aku tidak menyalahkanmu,

nenekku akan tetap di penjara.

Apa lagi yang bisa kulakukan dalam situasi itu?

Aku tidak bisa berkelahi, nilaiku sangat rendah,

dan aku dikucilkan serta bodoh.

Apa yang harus kulakukan?

Aku mencoba memikirkan cara.

Haruskah aku menelepon polisi

atau memberi tahu wali kelas kita atau...

Haruskah aku

menikamnya sampai mati saja?

Aku membayangkan membunuhnya puluhan kali sehari.

Kupikir penjara

akan lebih baik daripada sekolah.

Tapi jika aku melakukan itu,

nenekku...

Kamu tahu apa bagian terburuknya?

Kenyataan bukanlah dongeng.

Luka dan trauma yang dia tinggalkan untukku

akan memastikan aku tetap menjadi pecundang selamanya.

Tapi dia akan lupa bahwa dia merundungku

dan hidup bahagia.

Kehidupan tidak adil.

Kuharap kamu bisa melaluinya.

Kamu tidak pernah menderita.

Jangan bicara seperti itu.

Kamu tidak akan pernah tahu

bagaimana perasaanku.

Mungkin tidak.

Aku sudah mendengar bagianmu. Sampai jumpa.

Jeong Hae Seong.

Kenapa kamu tidak memarahiku?

Itu bukan salahmu.

Apa pun yang terjadi.

Nama yang kuberikan kepadamu.

Selidiki dia dan semua orang yang dia kenal.

"Sesi Komite Antiperundungan Sekolah"

"Kelas 11-1 Jeong Hae Seong"

- Apa? - Hei.

- Jeong Hae Seong? - Jeong Hae-seong?

- Murid pindahan? - Apa ini?

- Dia akan dihukum? - Untuk apa?

- Lihat. - Apa ini sungguhan?

- Murid pindahan? - Ya.

- Hae Seong? - Lihat.

Apa yang dia lakukan?

"Jeong Hae Seong"

- Gu Sang Tae? - Ya.

Dia membeli KTP orang tidak bersalah

dan mengelola situs judi ilegal dengan nama mereka.

Dia satu-satunya pria

yang menurutku relevan dengan ini dan Park Tae Soo.

Polisi baru menangkap seseorang karena menjadi pemimpin.

Namanya Choi Bok Sun.

Ada Lee Dong Min di sekolah, bukan?

Dia neneknya.

"Informasi Personel"

Mau kukirimkan lokasi Gu Sang Tae?

Segera.

Halo? Di mana kamu?

Sudah dimulai?

Sepertinya kamu tidak peduli.

Segera kemari.

Bu Oh. Hae Seong belum datang?

Dia dalam perjalanan.

Astaga.

Kamu dengar itu? Waktumu sepuluh detik.

Kemarilah sekarang.

Ulur waktu untukku. Aku akan sedikit terlambat.

Kamu bicara seolah-olah kamu benar.

Kamu akan dikeluarkan jika tidak datang...

Aku percaya pada Ibu.

Apa?

Apa-apaan ini? Ini gila.

"Sesi Komite Antiperundungan Sekolah"

"Jeong Hae Seong"

"Oh Su A"

"Seo Myeong Ju"

Maafkan aku.

Ini penundaan yang cukup lama.

Bu Oh?

Begini...

Hae Seong akan segera datang.

Kita tidak bisa menunggu selamanya.

- Mari kita mulai. - Pak Park?

Kita tidak bisa melanjutkan tanpa murid itu.

Bukankah dia tidak di sini karena merasa bersalah?

Jika dia tidak di sini, mari kita panggil Tae Soo dan...

Siapa anak itu? Yang malang.

Mari bicara dengan mereka.

Mari kita lakukan itu.

Pimpinan.

Aku ada sesi gabungan nanti.

"Seo Myeong Ju"

Bu Oh?

Park Tae Soo dan Lee Dong Min.

Bawa mereka berdua.

Baiklah.

"Jeong Hae Seong"

Hampir saja.

Apa...

Ada kalimat terkenal yang cocok untukmu, Yeong Hun.

"Akuilah kejahatanmu."

Di mana Hae Seong?

Semua perkataan Dong Min benar.

Hae Seong menyerangku

tanpa alasan di kantin.

Terima kasih, Dong Min.

Karena sudah sangat berani.

Lee Dong Min.

Bapak akan bertanya sekali lagi.

Ucapanmu tentang Jeong Hae Seong.

Semua itu benar, bukan?

Lee Dong Min.

Pernyataanmu benar, bukan?

Ini semua

perbuatan Hae Seong.

Mari kita akhiri ini.

Pimpinan?

Tentu.

Mari kita akhiri.

Mengenai masalah perundungan di sekolah,

sekolah ini akan mendisiplinkan Jeong Hae Seong

dengan mengeluarkannya karena mempermalukan...

Tunggu.

Untuk apa?

Ada yang ingin kamu katakan?

Begini...

Apa yang kamu lakukan?

Gunung Geumgang harus terlihat setelah makan.

Ya.

Maksudku adalah...

Jadi...

Mereka menyajikan tonkatsu untuk makan siang hari ini.

Aku suka tonkatsu.

Kita makan untuk hidup,

dan ini hampir waktu makan siang.

- Hae Seong akan segera datang... - Bu Oh.

Duduklah. Apa yang kamu lakukan?

Gunung Geumgang dan daging tidak ada hubungannya.

Hentikan dan duduklah.

Tapi tonkatsu...

Maafkan aku.

Mengenai masalah perundungan di sekolah,

sekolah ini akan mendisiplinkan Jeong Hae Seong

dengan mengeluarkannya karena mempermalukan...

Ada apa lagi kali ini?

Seseorang mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Sepeda motor? Itu gila.

- Apa yang gila? - Ada apa?

Anak-anak.

Duduklah kembali.

Mari kita lihat.

Duduk!

- Lihat. - Ini sungguhan.

Tidak mungkin.

- Siapa itu? - Siapa itu?

Siapa itu?

Siapa pun itu, dia sangat keren.

Hei, lihat.

Bukankah itu Jeong Hae Seong?

Hae Seong!

- Itu Hae Seong. - Kamu keren!

Hei!

Hae Seong!

Itu Hae Seong!

Dasar gila.

Minggir. Ada apa?

Sepeda motor...

Dia datang. Jeong Hae Seong.

Itu Jeong Hae Seong.

Kamu tampak mengagumkan!

- Lihat kemari! - Apa?

Hae Seong!

Dasar gila.

Bisa beri aku tumpangan?

Hae Seong!

Sekolah kita kacau.

- Hae Seong! - Lihat dia.

- Hae Seong! - Jeong Hae Seong!

Dasar gila...

Maaf aku terlambat.

Bisa kita mulai?

"Undercover High School"

Maafkan aku.

Aku sungguh minta maaf.

Jika kamu menunjukkan belas kasihan...

Bagaimana kamu bisa mengatakan itu pada wajah putraku yang kacau?

Ini sebabnya anak-anak tanpa orang tua adalah pembuat onar.

Dari perkataan putraku,

kamu tidak berhubungan dengannya.

Kamu hanya wali.

Aku tidak mengajarinya dengan benar.

Tolong maafkan aku.

Tidak. Aku tidak akan membiarkan ini.

Si Hyun.

Katakan kamu menyesal.

Untuk apa?

- Jeong Si Hyun. - Mereka mengejekku

karena aku yatim piatu dan merundungku.

Kenapa aku harus minta maaf?

Kamu dengar ucapannya?

Dia membuktikan betapa buruknya kamu mengajarinya!

Pak.

Aku ingin berandal itu dikeluarkan.

Aku akan keluar.

Hei, kamu. Kembali ke sini.

Kamu sungguh akan berhenti sekolah?

Kamu akan berhenti sekolah?

Berhentilah jika kamu mau.

Sekolah bukan satu-satunya cara mendapatkan ijazah SMA.

Belajarlah di rumah

dan dapatkan GED.

Bisakah aku melakukan itu?

Kenapa tidak?

Aku ada di pihakmu.

Dan...

Maafkan aku.

Aku berusaha keras menggantikan ayahmu,

tapi itu tidak mudah.

Kamu sudah cukup berusaha.

Aku bersyukur.

Sial.

Hei, aku lapar. Ayo makan ramyeon.

Ayo.

"Undercover High School"

Jika kalian bertanya apakah aku kasar kepada Dong Min...

Tidak.

Aku tidak melakukan itu.

Aku hanya merasa jantungku berdebar.

Aku akan berhati-hati.

Tidak ada yang tahu cerita keempat.

Jam kembar?

Itu selalu ada dua.

"Rekrutmen OSIS"?

Jangan bergabung.

Aku akan memberi tahu semua orang siapa kamu.

Dia tidak terkendali.

Dia bisa membuat keributan lagi,

jadi, awasi dia.

Hae Seong, ada masalah.

Apa?

"Undercover High School"

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.