All language subtitles for The.Pitt.S01E09.WEB.h264-ETHEL+AMZN+MAX.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Bisa sambungkan dengannya sebentar?

Aku mau dengar suaranya.

Itu dia anak Ayah.

Apa kabar, Nak?

Ayah mau dengar kau menyanyi.

Kau harus pulang.

Justru aku tak mau berada di rumah.

Yakin tak mau periksa ke dokter kandungan?

Sudah kuperiksa.

Rahimku kosong, aku pendarahan. Aku tak apa.

Sayang, aku ikut sedih.

Seharusnya aku tak membeli kereta bayi itu.

Lupakan kereta bayi itu.

Kehilangan anak memang berat bagi semua orang.

Itu hal paling berat.

Kita melakukan pertemuan ini untuk memberi kesan penutupan

atau memaknai kasus sulit agar tak mengendap di pikiran kita.

Namun, percayalah. Anak meninggal memang sulit dilupakan.

Lalu kalian harus apa?

Aku menempuh residen di Big Charity, New Orleans,

dan hari pertama aku mendapat pasien anak lima tahun,

tak sengaja ditembak saudaranya yang bermain pistol ayahnya.

Aku cemas keadaannya memburuk.

Sampai ada serangan jantung dan dia meninggal.

Malam itu aku merenung, "Apa yang kulakukan pada anak itu?"

"Harus diapakan perasaan ini?"

Aku berjalan semalaman. Terus berjalan

sampai tiba di gerbang Pemakaman Big Charity.

Aku melihat semua makam dan kuburan itu.

Pikirku, "Itu yang kubutuhkan.

Aku butuh tempat aman untuk menyimpan perasaan."

Ada pasien berkelahi di Ruang Tunggu.

Baik, Semua. Kembali bekerja.

Ingat, ada Program Bantuan Karyawan,

seperti Kiara dan aku, jika ada yang perlu bicara.

Di mana McKay?

Di Tengah 11, dengan asisten akuntansi ISK

selagi bosnya kami tahan di Utara 2.

Robby, kasus kritis, kemungkinan overdosis ekstasi.

Suhu tinggi dari PittFest. Lima menit lagi tiba.

Tunggu di sini. Akan disiapkan. Ahmad dan aku ke Ruang Tunggu.

Hei. Apa Collins baik-baik saja?

Dia tampak tak fokus. Katanya, dia tak mau membahasnya.

Bayangkan saja. Dia mungkin belajar darimu.

Serius? Kau baru berpidato berjudul, "Cara Mengubur Perasaan."

Permisi, aku harus melerai perkelahian.

Tidak! Kendalikan istrimu!

Diam!

Ruangan ini penuh dengan orang.

Hei, Olsen!

- Apa-apaan? - Kau lama sekali!

- Tenang. - Jangan suruh aku tenang.

Apa sulitnya pakaikan masker ke anakmu?

Dia alergi, dasar sok tahu!

- Apa? - Alergi. Persetan kau.

Ibu!

- Wanita berengsek! - Hei! Hentikan!

Astaga. Aku tak percaya yang kulihat.

Kalian pikir ini di mana?

Ini bukan Philly. Demi Tuhan, ini rumah sakit.

Apa masalahmu?

Inikah namanya dewasa?

Ada anak-anak di sini. Kalian seharusnya malu.

Olsen, apa kau terluka?

Hal tergila yang kulihat selama bekerja, tetapi aku tak apa.

- Tak apa. Sungguh. - Sial.

Ibu-Ibu.

- Sudah selesai bertengkarnya? - Ini konyol.

Aku hanya menawarkan masker ke anaknya

yang batuk lebih dari sejam.

Kini setengah gigiku lepas...

Pertama, masker itu omong kosong. Kedua, dia alergi.

Dia alergi bulu kucing. Sudah kubilang tadi.

- Saudariku bawa kucing Persia... - Diam. Tolong.

Jawab saja pertanyaanku.

Kenapa gigimu? Kau menelannya?

- Kurasa tidak. - Kurasa ada di tanganku.

Benar. Kalian berdua akan disuntik.

- Apa maksudmu? Vaksin? - Astaga. Hentikan pertengkaran.

Bawa kedua ibu ini dan rawat mereka.

- Secara terpisah. - Ikuti aku.

- Bu, ayo pergi. - Maka kau bersamaku.

Kurasa begitu.

Bu, mari ikut dengan Mateo dan aku.

Mateo dan aku. Ya, dengan kami berdua.

Earl, mari kita periksa keadaanmu. Dia mengenaimu.

Tinju kiri si rambut merah seperti Billy Conn.

Mari kita bersihkan dirimu. Ayo, Sayang.

Maaf, Pak. Kau tak boleh masuk ke sana.

Kecuali apa? Aku mulai berkelahi? Menjadi tunawisma?

- Rupanya, itu perlu. - Aku paham kekesalanmu.

Kau akan diperiksa saat ruang tersedia.

Namun, bagaimana ada ruang tersedia

jika orang baru terus memotong antrean?

Tak ada antrean. Kami tangani pasien sesuai kebutuhan.

Setelah dites dan diperiksa lab, kau akan diperiksa.

RS ini menyebalkan.

Alasan yang sama.

Hei. Apa kabar, Erik Estrada? Masih mengawasiku?

Selalu, Kawan.

- Siapa Erik Estrada? - Astaga. Ingat CHiPs?

Pelajari sejarah televisi. Terima kasih.

Sama-sama.

Orang gila.

Jika gigiku dicabut, aku tak mau. Gigiku ada di wanita itu.

Gigi tak bisa dipasang lagi.

Retakan tipe dua pada dentin. Tutup dengan semen gigi.

Beri penisilin VK. Makanan lunak.

Periksa ke dokter gigi satu atau tiga hari lagi.

Bisa tangani dia selagi kuperiksa ibu satunya?

Kau bisa, bukan?

Ya. Aku bisa.

Bagaimana keadaanmu?

Beri dia resep kalsium karena aku tak memukulnya sekeras itu.

Terlalu banyak susu almon pada latte kedelaimu.

Itu tidak masuk akal.

Kebanyakan susu kedelai dan almon disertai kalsium,

jadi mengandung kalsium lebih tinggi dari susu sapi.

- Betadine dan perban sudah siap. - Bagus. Mari kita periksa.

Dokter King, bisa ambilkan jarum suntik 10 CC,

jarum ukuran 20, dan sedikit saline steril?

Ambil, jahit, dan pulangkan.

Aku harus kembali ke anakku,

yang masih menunggu diperiksa.

Sayangnya, ini lebih rumit dari itu.

Kau terkena gigitan.

Artinya, dua hal.

Pertama, kami harus memastikan gigitannya mencapai persendian.

Jika ya, kau perlu infus antibiotik dan dioperasi

oleh dokter bedah tangan. Akan ada rasa tertusuk dan panas.

Dioperasi?

Kau baru meneriakkan soal infeksi.

Alasan yang bagus.

Meski aku yakin kau aman dari rabies dan HIV,

mulut manusia lebih kotor dari makhluk lain.

Tahu dari mana seburuk itu?

Pertanyaan bagus. dr. K?

Apa?

Aku akan menyuntikkan saline steril ke sendi buku jari,

yang tak akan terasa karena bius.

Jika cairan itu keluar dari luka gigitan, kita akan tahu.

- Siap? - Mungkin.

Itu dia.

Sial!

Kau serius?

Kau dengar itu, Jalang?

Aku harus dioperasi berkat kau.

Bagus. Kau yang menyerangku!

Benar.

Aku yakin lain kali kau simpan masker dan opinimu untuk dirimu.

Kau tak apa?

Ya.

Tiga gram Unasyn IV.

Hubungi Bedah, katakan ada gigitan yang harus disterilkan.

Lalu rehat 20 menit di ruang duduk. Nanti kupanggil.

Aku tak perlu rehat.

Kau butuh rehat.

Baiklah.

Kau ingin kuminta dokter bedah untuk mengoperasi tanpa masker?

- Apa? - Begini,

nakes yang menyelamatkan nyawa yakin masker mengurangi risiko

penyebaran penyakit dan infeksi.

Namun, aku mau menghormati keyakinanmu.

Bagaimana menurutmu? Operasi pakai masker atau tidak?

Pakai masker.

Keputusan bagus.

Helikopter tiba. Kafetaria kirim es?

Ya. Semua sudah siap.

Kudengar kau merencanakan perdamaian Timur Tengah?

Tidak sejak Dalai Lama atau Gandhi.

Mereka berhak didamaikan. Seharusnya lihat. Itu menginspirasi.

Juga menakutkan dan memalukan.

Jagoan menangani massa.

Hei, bisa bantu di sini? Overdosis sudah tiba.

Overdosis di PittFest.

Keely Ralston. Dibawa ke tenda P3K di PittFest.

Demam dan mental berubah-ubah.

Suhu terlalu tinggi untuk termometer lapangan. Diintubasi di jalan.

Harus didinginkan.

Ambil es. Kepala, leher.

- Tes darah lengkap. - Baik.

Denyut 132, TD 210 dan 120.

Astaga, itu tinggi.

Empat Ativan di jalan.

Pupil melebar, pasti overdosis ekstasi.

Dokter Mohan, penanganan TD?

Penghambat beta?

Tidak, itu bisa membunuhnya. Empat Ativan lagi.

- Serius? - Dia mungkin butuh 40 lagi.

Hipertensi dan takikardia akibat ekstasi dimediasi terpusat,

Ativan itu obat tepat.

Suhu tubuhnya 41,83 Celsius.

Bisa minta slang lagi sebelum otaknya terbakar?

Ayo. Cepat.

Segera kembali.

Hai.

Kau tampak tersesat.

Tidak. Sepertinya, asistenku salah ruangan.

Berapa lama CT dilakukan?

Pasti tak selama ini.

Kadang antre.

Mau secangkir kopi? Roti lapis?

Tidak usah.

Minuman soda dari simpanan rahasiaku?

Aku juga mau. Aku kecanduan.

Aku tak mau minum. Bisa antarkan ke Radiologi?

Ya. Lewat sini.

Piper, selagi kita punya waktu, ada yang mau kusampaikan.

Ya, pakai kondom.

Aku tahu. Maaf.

- Sungguh. - Itu kesalahan.

Benar.

Aku anggota tim jalanan.

Tim dokter dan perawat yang aktif di masyarakat

dan membantu orang yang tak bisa atau tak mau minta bantuan.

Pecandu, tunawisma, pelarian.

Aku akan jujur, Piper. Kau butuh bantuan.

Apa maksudmu?

Jika ada masalah, kami bisa bantu.

Tidak.

Jika sudah selesai, aku ingin pergi.

Bisakah kau setidaknya melihat ini?

Ada daftar sumber daya.

Aku tidak butuh itu.

Aku tahu. Kau tak punya ponsel.

Namun, simpan saja nomorku.

Untuk jaga-jaga.

Di mana Laura?

Mau bawa pena saja?

Jika merasa tidak aman, hubungi nomor ini.

Ini nomor nasional.

Ada petugas yang siaga 24 jam tiap hari.

Profesional terlatih yang bisa bantu apa pun.

Aku tak butuh bantuan.

Aku ingin pergi, sekarang.

Baik. Kuhitung. Satu, dua, tiga.

Perlahan.

Kita masukkan dia.

- Sampai jumpa. - Ya.

Suhu turun jadi 41,72.

Berapa lama dia di es?

Waktu terbaikku 13 menit.

- Dokter Santos. - Sampai suhunya normal.

Salah. Keluarkan pada 38,88.

Karena bisa menyebabkan hipotermia.

Denyut 120. TD 198 dan 116.

Ativan lagi?

Empat lagi.

Kenapa dimasukkan es?

Turunkan suhu.

Sebutkan yang jelas. Jawabanmu kurang.

Makin cepat turun, makin kecil kemungkinan kerusakan permanen

pada otak, hati, atau ginjal.

- Benar. Dia berkeringat? - Banyak.

Kalau tak berkeringat, dr. Santos?

Mungkin overdosis antikolinergik.

Bukan simpatis.

Sangat bagus.

Hei.

Ada seragam yang pasti pas.

Terima kasih. Bagus.

Namun, ada syaratnya.

Pak Krakozhia ingin menemuimu.

Pria yang mengencingiku?

- Kenapa? - Aku tak bertanya.

Namun, kau pakai seragam ini dahulu, untuk tahu...

Itu ide bagus.

Astaga.

- Kau akan dapat... - Astaga.

Ya, aku melihatmu.

Waktumu hampir habis.

Trauma tingkat 2, tiba sekarang.

Tambah empat Ativan lagi.

Suhu rektal 40,55.

Mulai positif, kita beruntung.

Dua pasien trauma.

Mobil menabrak pejalan kaki, lalu tiang telepon.

- Kau bisa? - Ya.

Dokter Robby, aku sudah bertemu dr. Ozeki, terapis di atas.

Ya, bagaimana?

- Baik. - Bagus.

- Ada kabar dari David? - Belum.

David ke terapis?

Dia akan menjemputmu hari ini?

Kurasa begitu.

- Baik. - Robby!

Mereka tiba.

Baik, secara medis aman.

Tunggu di sini lebih lama dengan harapan dia menjemput.

Aku ingin dia bicara ke seseorang.

Perlah, ini Theresa. Temanku.

Beri layanan tamu.

- Ya? - Naratama.

Terima kasih. Tenang.

Kabari jika David datang atau menghubungi.

Anjing pintar.

Walter Pernell, 52 tahun, berjalan dengan anjing.

Ditabrak mobil yang melaju pelan.

Ambulatori di TKP.

Tidak pingsan, nyeri leher, dada, atau perut. Vital baik.

Lecet yang parah.

Ya. Mobil tak menabrak keras, tetapi aku tergelincir tiga meter.

Padahal ini hari pertama kupakai celana pendek tahun ini.

Lutut atau pergelangan kaki normal. Denyut distal normal.

Diberi morfin.

Silakan ditambah.

Tenang, kami akan mengobatimu. Siapa namanya?

Crosby. Untungnya menggonggong dan memperingatkanku.

Jadi aku sempat menghindar.

Crosby, kau pahlawan.

Donahue, bisa carikan Milk-Bone untuk si penyelamat ini?

Tentu. Akan kujaga dia.

Bisa bersamaku? Dia pintar.

Ya. Kau dirawat dahulu.

- Ke Selatan 20. - Baik.

- Sopirnya? - Wanita 28 tahun,

pakai sabuk pengaman, menabrak pria,

lalu menabrak tiang telepon.

Darah dari kulit kepala, nyeri dada.

Lemah, tapi sadar.

- Siapa namamu? - Paula.

Denyut hampir takikardia, 112. TD normal.

- Paula, kau merasa nyeri? - Ya, aku kesakitan.

Saksi bilang dia menyetir tak terarah sebelum menabrak.

Napas tak ada kadar alkohol.

Mungkin obat?

Suhu tubuh 40,11.

Denyut 116, TD 180 dan 110.

Lebih baik, masih tinggi.

- Empat Ativan lagi. - Total 20.

Cermat juga.

Pejalan kaki di Selatan 20 butuh dokter.

- Kau bisa? - Ya, tetap di es.

Semua siap.

- Kau siap? - Siap.

Baik, mulai. Satu, dua, tiga.

Tabrakan dengan nyeri dada dan mental berubah-ubah.

Ini Paula. Pengemudi menabrak tiang telepon.

Berubah sebelum tabrakan. TD normal, takikardia.

Baris kedua dan satu liter LR.

Masih takikardia pada 115. TD 180 dan 72.

- Saluran udara. - Napas bilateral baik.

Pupil sama dan reaktif.

- Tahu tanggal berapa? - Hari ini...

Saturasi 94%.

- Ini kota apa? - Pittsburgh?

Memar pada dada.

Mungkin patah tulang dada.

- Perikardium bersih. - Bagus.

Tak ada jaringan lunak.

Tidak ada di kantong Morrison.

Dia agak takipnea.

Tak perlu intubasi. Mungkin gegar otak.

Aku risau dia kejang di pemindai.

Dia lindungi saluran napas.

- Paru geser, tanpa pneumonia. - Dan cedera kepala?

Kalian ahli saluran udara.

Jangan berdebat. Buat keputusan. Hubungi aku untuk CT.

Paula, bisa angkat tangan kananmu?

Tanda bagus. Mengikuti perintah. Mau intubasi dengan GCS 13?

Ya. Kita pantau dahulu. Apa rencanamu?

Pindai kepala sampai panggul, EKG, troponin.

Kateter urine untuk UA dan tes racun.

- Setuju. - Kusiapkan.

- Tekuk lututmu. - Jangan pamer.

- Itu keluhanmu? - Selalu.

Konsumsi doksisiklin selama 10 hari, satu pil dua kali sehari.

Kupastikan dia minum obat setelah makan.

Aku bisa memberimu dosis pertama, Piper, kalau kau mau.

- Itu akan bagus. - Biar Piper yang menjawabnya.

Tentu, itu bagus.

Baiklah.

Halo, Semua.

Tampaknya sudah selesai.

Aku bawa hadiah.

Semua yang ingin kau tahu soal PMS, tetapi tak mau dibaca.

Tak ada foto menjijikkan. Sungguh.

Tak perlu.

Kau yakin?

Ya, aku sudah jera.

Tak akan kuulangi.

Kalau begitu, sudah kelar.

Kalau kau berubah pikiran, juga dapat pulpen gratis.

Terima kasih atas bantuannya.

- Sama-sama. - Terima kasih.

Baik, semoga tetap sehat.

Sial!

Sial!

Upaya kita selesai.

Dia akan kembali, padahal tinggal sedikit lagi.

Kadang perlu kunjungan beberapa kali.

Cara menahannya di sini?

Kau punya ide?

Mungkin Kiara punya jaminan sosial yang bisa dimainkan.

Dia pernah ke Trauma satu.

Cerdik. Terima kasih.

Itu sebabnya aku di sini, jadi cerdik.

Juga membawa kedamaian.

Denyutnya 84. TD 126 dan 78.

Oksimetri nadi 99.

Kabar baik, Pak Pernell.

Jantung, paru-paru, dan perutmu baik.

Ya, hanya cedera kaki.

Ini mungkin rekor lecet.

Bisa habiskan perban.

Aku khawatir soal Crosby.

Siapa Crosby?

- Anjingnya. - Anjingku.

Di mana Crosby?

- Dia di ruang santai. - Di ruang istirahat.

Dia baik saja. Ada banyak pencinta anjing.

Aku pemilik baru anjing goldendoodle usia 9 pekan.

Bagus.

Crosby itu terrier.

Anjing yang hebat, bertekad, berani, suka menggali.

Pakai nama Sidney atau David?

David.

Masih lagu tema Minggu pagiku.

Maaf. Ya. Omong-omong, nama yang bagus.

Lututnya stabil.

Tak kelemahan akibat ligamen robek.

Nyeri itu mungkin cuma dari lecet,

tetapi lakukan rontgen untuk pastikan.

- Tambah morfin? - Kau sangat mulia.

Berikan bertahap. Jangan melebihi 30 CC.

Kami akan coba anestesi topikal untuk membuat kulit mati rasa

sebelum mencabut kerikil.

Horoskop pagiku tak menyebutkan ini.

Hei, ambil hikmahnya.

Kau bisa pamer ditabrak mobil.

Jarang yang selamat usai tabrakan.

Ya, semoga yang menabrakku kaya dan asuransinya besar.

Akan kuberi tahu. Terima kasih.

Sudah ditemukan.

Tes kehamilan positif.

Masih mau pindai?

Mungkin dia berdarah dari ektopik.

Dia melahirkan bayi sehat di sini 10 hari lalu.

Persalinan normal, tak ada komplikasi.

Tes kehamilan tetap positif beberapa pekan.

- Siap berangkat? - Ya. Kami kabari teknisinya.

Astaga.

Pagi ini dia diperiksa dr. McKay.

Untuk apa?

Infeksi saluran kemih. Dipulangkan dengan antibiotik oral.

Ada kaitannya dengan tabrakan?

Ya. Tidak. Mungkin.

Tanya aku lagi setelah memeriksa pemindaian, lab, dan tes racun.

Tidak.

Baik, aku harus bicara tentang sesuatu.

- Tentang apa? - Bantu aku.

Lihat aku, jangan menoleh, dan lihat...

- Tidak. - Jangan menoleh!

Andai ada cara menahannya, tetapi tak ada.

Masa bodoh. Katakan saja butuh sampel urine lagi.

Lab membiarkan yang terakhir terlalu lama, tak bisa diperiksa.

Baik, lalu apa?

Aku akan beri Piper wadah dan menyuruhnya ke toilet.

Aku bersama Laura untuk mengobrol.

Tunggu Piper di kamar mandi.

Lalu berkata apa?

Entah. Jadilah suara lain, berkata, "Aku melihatmu dalam bahaya."

Ada batas tindakan yang legal, tetapi kucoba bicara dengannya.

Terima kasih.

Hai, ini dr. McKay lagi. Boleh aku masuk?

Maafkan aku.

Ya.

Kita sudah berusaha.

Hei.

Piper mengambil pulpen.

Ya.

Suhunya 39,5 Celsius.

Hampir sampai.

Astaga, ada ratusan jenis pil ekstasi.

Kisaran dosis miligram juga beragam.

Ada nama BMW 5, Jurassic Park, Red Superman.

- Kenapa kejang? - Kejang demam?

Suhunya turun.

Mungkin butuh Ativan.

Sudah 20, vitalnya stabil.

Empat Ativan lagi dan satu gram Keppra.

Kurasa bukan masalah saraf pusat.

Dia perlu saline.

Hasil lab belum keluar.

Di festival menari berjam-jam, berkeringat.

Minum banyak air, tetapi tak ada yang terpikir kadar garam.

Natrium rendah. Hiponatremia.

Dia perlu 100 CC saline panas.

Kita tak tahu kadar natriumnya.

Siapkan saja 100 CC saline 3%.

Lakukan. Siapkan satu gram Keppra juga.

Berikan Keppra.

Sia-sia.

Trauma satu.

Apa yang kau lakukan?

Baiklah. Terima kasih.

Hiponatremia.

Serum natrium kritis, cuma 112.

Sudah kuduga.

Baik, kuberi 50 CC lagi.

Apa-apaan?

- Kejang. - Sungguh?

- Berapa lama? - Tiga menit.

Kenapa tak panggil aku?

Halo? Aku di seberang.

Cuma sembilan meter. Kalian beri apa?

Itu hiponatremia.

Kami beri saline 100 CC 3%.

Kenapa tak memanggilku?

Itu salahku.

Aku ingin tetap mencoba pakai Ativan dan Keppra,

tetapi dr. Mohan punya ide bagus untuk tangani hiponatremia

sebelum hasil lab keluar.

Suhu turun ke 39,11.

Bagus, dr. Mohan. Satu menit lagi, kita angkat dia.

Sambil menunggu, kucoba menekankan pada dr. Santos

agar lebih memahami

perannya di sini dan yang diharapkan darinya.

- Dokter Langdon. - Dokter Santos!

Aku bilang "dokter" dengan cara menarik perhatian

pada fakta konyol bahwa kau menikmati gelar itu selama 90 hari?

Jadi, aku bingung.

Apakah keangkuhan atau kebodohan sehingga kau pikir kau lebih tahu

dari residen lain yang memiliki pengalaman dua sampai tiga tahun

dan telah menolong ribuan pasien lebih banyak darimu di IGD?

Belum lagi, lebih dari 500 jam

pelatihan lanjutan dengan kuliah dan lab simulasi

dan instruksi fakultas senior.

Itu tidak penting.

Bodoh atau angkuh, kau harus menyadari bahwa kau pemula,

yang berarti tugasmu diam, mendengar, dan belajar.

Karena sejauh ini, satu-satunya hal yang berhasil kau lakukan

adalah membuktikan kau tak tahu apa-apa.

Dokter Langdon,

apakah pasien stabil?

Suhunya 38,8. Baru akan dikeluarkan.

Lakukan. Dokter Langdon, ayo bicara.

Aku tahu itu terdengar kasar, kau cuma dengar bagian akhir.

- Kuberi daftar... - Diam!

- Dia tak diawasi... - Hentikan. Diam!

Siapa bilang mempermalukan, meremehkan, dan menghina

adalah cara pengajaran yang efektif?

Asal tahu saja. Pelecehan tak mengandung nilai pendidikan.

Kau merasa kesal? Dia membuatmu marah?

Lihatlah dirimu. Rehat.

Aku melihatmu mengkritiknya.

Perilaku ini tidak akan ditolerir.

Aku tak mau melihatnya.

Maaf. Ini tak akan terjadi lagi.

Di mana satu orang lagi? Mana Mel?

Dia sedang rehat.

Cari dia dan lihat apa dia bisa kembali.

Kau pemimpin senior.

Perbaiki sikapmu.

Kau sudah siap.

Lebih baik aman daripada menyesal.

Maaf tadi aku lari.

Aku tak suka tikus.

Sapi membuatku takut.

Sungguh?

Keduanya ada di tempat asalku. Mereka tidak berbahaya.

Semoga Pak Krakozhi juga.

Semoga saja.

Baiklah.

Ini orangnya?

Benar.

Hei.

Aku Dennis Whitaker.

Aku hanya ingin minta maaf soal tadi.

Kudengar kau sangat mahir.

Ya.

Aku agak tak terkendali saat tak minum obat.

Lalu aku mengencingi orang.

Pasti sabu tidak membantu.

Aku sudah berhenti.

Kukonsumsi obat antipsikotik untuk skizofrenia akibat sabu-sabu,

tetapi setahun ini aku bersih.

Kenapa kau tidak minum obat?

Kenapa?

Dok, rumahku berpindah-pindah.

Tinggal di perkemahan Liberty Avenue.

Obat butuh uang.

Tak ada asuransi.

- Mau kulanjutkan? - Tak apa.

Maafkan aku.

Hidup tidak selalu mudah.

Sudah bicara ke pekerja sosial?

- Belum. - Baiklah.

Bisa tolong panggilkan...

- Kiara? - ...Kiara kemari?

Ya.

Aku sungguh minta maaf.

Tidak apa-apa. Sungguh.

Tidak apa-apa.

Kuterima maafmu.

Ini pasti Crosby.

Aku banyak dengar tentangmu.

Bagaimana peserta pelatihanku?

Secara teknis, kau memang pemula, tetapi aku suka.

Terima kasih.

Bagaimana keadaanmu?

Baik. Lebih baik.

Benarkah?

Maksudku, itu...

Anak perempuan dan adiknya...

membuatku sedih.

Kita sudah berusaha.

Benar.

Kau...

duduk di sini, merasa mungkin kau tak nyaman?

Ya.

Pernah kualami.

Semua pernah begitu.

Mel.

Kau orang yang sensitif.

Ini...

Ini tempat yang sulit bagi orang-orang sensitif.

Namun, mereka dibutuhkan.

Sangat dibutuhkan.

Sekarang...

Jika kau siap, aku membutuhkanmu.

Ini tugas sempurna.

Seperti latihan Zen.

Ada pasien dengan seribu kerikil

yang perlu dicabut dari lecet sepanjang 60 cm.

Seribu?

Ya, kurang lebih seratus.

Selatan 20, pastikan kau menutup pintu.

Aku tak mau Crosby keluar.

Ya, terima kasih.

Aku segera ke sana.

Kerikil yang banyak.

Terlihat bersih.

- Kau merasakannya? - Apa?

Artinya tidak.

Baik. Oleskan saja Dermabond.

Baiklah.

Boleh aku bertanya?

Itu gunanya aku.

Ya, aku ingin tahu aktivitas perawat usai kerja.

Dalam hal apa?

Mereka pergi menongkrong?

Seperti menongkrong untuk hiburan?

Ya, terkadang. Kebanyakan perawat senang bisa keluar dari sini.

Aku akan mandi lama dengan air panas, pakai baju nyaman,

makan di depan TV,

idealnya, menonton sesuatu yang membuatku tertawa.

Ya, bisa kulihat.

Aku tak membayangkannya. Tentu.

Itu memang menarik.

Aku hanya bertanya karena kita bekerja sama,

mungkin kita bisa minum kopi bersama kapan-kapan,

dan kau membantuku memahami hidup.

Semacam itu.

Kau mengajaknya kencan?

Tidak. Apa? Aku ini orang baru, jadi kukira...

Aku tak mengencani rekan kerja.

Jangan tersinggung.

Namun, itu bukan ide yang bagus.

Tentu tidak. Tidak, itu bukan...

Tidak, tentu. Karena kau tahu cara kerja semua di sini

dan kau punya segalanya, kau sumber daya yang berharga.

Namun... Tidak.

Mungkin aku harus cari tahu sendiri.

Tak ada jalan pintas.

Bagaimana perawatan mereka, Earl?

Kulihat kau makan roti lapis lagi.

Seperti sedang menonton sinetron.

Aku mau mengajak dr. Javadi memeriksa Ruang Tunggu.

Ya.

- Maaf, jika kau pikir... - Tentu.

Tentu. Aku bisa menyelesaikannya.

Bagus.

Kau tak apa?

Aku merasa konyol.

Berbicara dua kalimat dalam setengah jam terakhir

dan keduanya membuatku tampak konyol

dari bicara tak lengkap.

Kau menghubungkannya ke...

Orang tuaku pernah mengajakku bermain ski saat Natal di Utah

dan sejak turun dari pesawat, aku sulit bernapas.

Sekeras apa pun aku berusaha, ketinggian itu membuatku merasa aneh,

tidak fokus, dan tak bisa konsentrasi.

Aku tak tahu posisiku.

Aku pemain ski yang hebat, tetapi sepanjang liburan aku tak berdaya.

Pusing dan terengah-engah.

Mateo seperti Utah versi manusia.

Sayang. Aku pernah bekerja dengan beberapa orang seperti itu.

Semoga akan ada banyak orang seperti dia dalam hidupmu/.

Jesse, mau ke mana?

- Trauma dua. - Berhenti!

Jangan ke sana. Aku tak akan beri tahu alasannya.

- Keadaannya? - Masih nyeri pleuritik.

Hei, Paula, aku dr. Collins.

CT menunjukkan sternummu patah.

Itu tulang dada. Sebelah sini.

Mungkin dari sabuk bahu saat mobilmu menabrak.

Aku menabrak?

Kepalamu terbentur.

Saat pingsan, kadang kau tak ingat,

tetapi pada hasil CT kepalamu, tak ada cedera serius.

Menurut riwayatmu, kau baru punya anak.

Apa kabar bayimu?

Baik. Dia bersama ibuku.

- Selatan 15 kosong. - Keluarkan ranjang di Selatan 15.

Pasien yang kau periksa tadi pagi kembali karena kecelakaan.

Fraktur sternal. Gegar otak ringan.

Astaga. Paula, ingat aku?

Kau tampak tak asing.

Aku doktermu pagi ini untuk infeksi kandung kemih.

Ya. Maaf, aku agak lupa.

Masih takikardia, 115, tekanan darah 124/78.

Tidak ada pendarahan pada CT.

Dada dan perut kosong selain patah tulang sternum.

Mungkin takikardia karena nyeri fraktur.

Sakit saat bernapas.

Coba empat morfin.

Paula, kami akan memberimu pereda nyeri.

Katakan jika nyeri berkurang.

Pak Pernell, kau beruntung.

Jika harus mencabut kerikil secara cermat dari kakiku,

ini orang yang cocok, dr. Mel King. Spesialis detail.

- Halo. - Suka anjingmu.

- Crosby? Bagaimana dia? - Baik.

Ini, bantu lihat lebih jelas.

Hei.

Aku tak mau menjadi orang yang butuh hewan sebagai pendukung.

Namun, bisakah dia menemaniku?

Kita bisa ikat talinya di ranjang, dia tak akan membuat masalah.

- Menurutmu? - Akan kuambilkan.

Di sini sakit?

- Tidak. - Baiklah.

Kau ambil anjing, kau mulai bekerja.

Aku akan ambil perban lagi dari triase.

Jika ada yang tanya, katakan kau butuh dia untuk kecemasan.

Baik, terima kasih.

Aku tahu kau dengar.

Kau bisa pura-pura tak dengar, tapi aku tahu.

Kaca ini mungkin antipeluru, tetapi tidak kedap suara.

Halo, kau bisa mendengarku sekarang?

- Halo? - Pak, ada masalah apa?

Masalah yang sama.

Aku di sini seharian dan kalian tak membantu.

Kami menunggu troponin keduamu.

Secara medis, kau tak boleh pulang sebelum hasilnya keluar.

Misalnya, bila kambuh, berarti serangan jantung mendadak

dan kau harus dirawat untuk pemantauan di konsultan kardiologi.

Hanya itu yang kuminta.

Aku takut mengalami serangan jantung mendadak.

Aku hanya ingin orang yang tahu soal jantung

menjelaskan apa yang terjadi padaku.

Tidak seperti pecundang itu, aku punya asuransi.

Asuransi bagus. Aku juga bayar pajak

yang membiayai mereka yang tak punya asuransi.

Kuberi waktu lima detik untuk mengubah sikapmu

sebelum satpam dan polisi terlibat.

Masa bodoh.

Aku pergi.

Hei.

Hei, kau memang boleh pergi,

tetapi jika kau pergi, kau melanggar saran medis.

Formulir ini menyatakan aku menyarankanmu

tetap di sini dan menyelesaikan evaluasi, tetapi kau memilih pergi.

Memahami dan menerima semua risiko serangan jantung,

strok, disabilitas, dan kematian.

Seperti formulir tanggung sendiri akibatnya jika aku mati di jalan.

Itulah maksudnya.

Aku cuma ingin diperlakukan adil.

Aku jamin, itulah niat kami.

Kami tidak pilih-pilih.

Kami berusaha merawat orang sakit keras.

Kau akan diperiksa. Paham?

Robby akan suka skor kepuasan pasien.

Orang gila.

- Ada apa? - Korban kecelakaan, Paula. Memburuk.

Tekanan darah turun 84/62, sangat tidak responsif.

- LR yang deras. - Pakai alat bantu pernapasan.

Paula, buka matamu.

- Karena morfin? - Dosisnya kecil.

Denyut oksimetri turun ke 89.

Siapkan intubasi...

McKay, panggil Robby.

Kuhubungi IGD dan dahulukan dia sebelum Joyce, sel sabit.

Dia dapat ranjang.

Antara hipotermia dan kejang, dia akan begitu sementara ini.

Temanku pernah mengalaminya.

Itu membuatmu terpikir hiponatremia?

Aku tahu kau menghargai obat berbasis bukti,

tetapi kadang pengalaman berguna.

Boleh tanya kenapa kau begitu?

Apa?

Menerima kesalahan karena perawatan tertunda, yang bukan salahmu,

dan membuatku dipuji atas penyelamatan yang kau lakukan?

Aku masuk daftar kritik Langdon seharian ini.

Dia akan kesal karena kita tak memanggilnya,

alih-alih senang kita atasi kejang.

Tak ada alasan dia marah pada kita.

Kenapa kau masuk daftarnya?

Kurasa dia jelas berkata

aku tak punya apa-apa untuk bisa sampai di sini.

Kau lakukan atau tidak,

dia tidak pantas berkata seperti itu.

Pernah lebih buruk.

Asal tahu saja, dia salah.

Kau sangat mahir.

Terima kasih.

Ucapanmu sangat berarti.

- Kukira CT-nya normal. - Ya.

Sistolik turun ke 70, denyut 130.

100 ketamin, 100 rokuronium.

- Mungkin pendarahan? - Bukan dada, perikardium aman.

Tak ada tamponade, EF bagus, paru-paru normal.

- Dia hangat. - Kami cek suhu.

Obat sudah masuk.

Perutnya aman. Tak ada pendarahan.

Dia tak sadar.

Baiklah, lakukan.

Aku melihat kabel.

Terlihat bagus.

Aku masuk.

- Hubungkan kantong. - Ya.

Napas bilateral bagus.

Suhunya 39.

Apa ini? Syok septik?

Asumsikan yang terburuk.

Kode sepsis, dua set kultur darah,

laktat, 30 per kilo LR, dan empat antibiotik. Seftriakson?

Tidak, baru dirawat.

- Piperasilin-tazobaktam, vankomisin. - Ya.

Jika ini sepsis, dari mana?

- Apa sumbernya? - Infeksi saluran kemih.

- Tidak ada. - Tadi ya.

Bukan itu, sudah dikateter 1,5 jam lalu.

Tak ada nitrat, nol darah putih.

Spesimenmu mungkin terkontaminasi.

- Apa pneumonia? - CT dada negatif.

CT perut negatif untuk sumber infeksi.

Dia pernah meningitis.

Dia baru bersalin.

Endometritis. CT uterus

menunjukkan endometrium menebal, tetapi persalinan normal.

Semua sudah dilakukan.

Mungkin itu sumbernya.

Periksa panggul setelah stabil.

Pak Krakozhia, ini kekhawatiranku.

Aku membuat resep untuk pil senilai 30 hari.

Kemudian apa?

Apa maksudmu? Akan kutebus.

Kau akan kembali untuk 30 hari lagi?

Itulah pertanyaannya.

Meski aku dapat memberikan dosis sekali sebulan,

kau masih harus kembali saat bulan berakhir.

Bagaimana jika tidak perlu?

Tidak, harus. Jika tidak perlu. Dia buang air kecil.

Kami punya tim jalanan.

Pak Krakozhia, kau tinggal di satu tempat belakangan ini?

Ya, aku di Liberty, dekat Benedum.

Gang itu?

Aku tahu tempatnya.

Agar kita bisa bawakan obat?

Benar.

Suntikan sebulan sekali sepertinya lebih mudah.

Kami bisa menjadwalkanmu.

Aku tertarik bergabung dengan itu dan mungkin bisa kubawakan obatnya.

Itu luar biasa. Kami butuh banyak bantuan.

Terima kasih, Dok.

Ya, drainase purulen dari leher rahim.

Dapat kultur.

Sepertinya kita punya sumber.

Urine pagi ini positif terkontaminasi.

- Mungkin. - Sudah pasti.

Spesimennya kurang bersih.

Infeksi ini sudah agak lama.

Kecelakaan itu kebetulan?

Tidak selalu.

Mungkin sudah septik saat penyakitnya menyebar,

menurunkan TD-nya dan pingsan saat menyetir.

Tidak hipotensi saat tiba.

Adrenalinnya turun dan fraktur sternum naikkan TD.

Namun, tidak lama.

Tak ada riwayat demam.

Dia minum Tylenol untuk nyeri.

Hubungi IGD untuk perawatan.

Juga dokter kandungan.

Dia mengalami nyeri perut bawah yang ringan dan urine positif.

Tak demam dan sakit punggung seperti gejala radang panggul.

Dia sadar, berjalan, berbicara.

Terlihat seperti ISK biasa.

Aku tak melihat alasan dia menunggu delapan jam

untuk tes panggul.

McKay.

Setiap pasien pascapersalinan perlu diperiksa untuk endometritis.

Tunggu, kau katakan itu setelah terjadi.

Kau sudah bertanya tentang Tylenol atau ibuprofen?

Karena itu bisa meredakan demam.

Tidak ada demam.

Sudah periksa perut seluruhnya.

Pemeriksaan singkat dan cuma ada nyeri ringan di kantong kemih.

Mungkin ada sesuatu pada pasien

yang membuatmu mengabaikan perawatan yang benar.

Seperti apa?

Selain faktor risiko kesehatan yang jelas.

Ukuran tubuhnya tidak membuatnya tidak sehat.

Maksudmu, aku bias terhadap pasien karena bobotnya?

Cuma kemungkinan, bukan tuduhan.

Menurutku, itu bukan penyebabnya.

Namun, aku akan mengingatnya.

Ya.

Kau mahir menanganinya.

Ada banyak tunawisma di Pittsburgh?

Kami sebut tak berumah.

Tidak seburuk Philly atau D.C.,

- tetapi sangat buruk. - Ya.

Baguslah kau mau membantu.

- Tim jalanan dapat jaket keren. - Ya?

Cari aku di akhir sif dan kuberi informasi.

Baiklah.

Kini kau keluar dengan bersih.

Ya, aku gabung tim jalanan.

Bahkan dapat jaket.

- Jadi... - Keren.

Ya, itu keren.

Sangat keren.

- Anjing siapa? - Selatan 20.

Kuajak menjenguk.

Namanya Crosby.

Halo.

Aku mau merokok. Jika ada yang tanya, dia emosional...

Hewan pendukung. Aku tahu, aku paham.

- Crosby! - Awas!

Crosby!

Jatuhkan.

- Apa itu tikus? - Kurasa begitu.

Kena kau.

Crosby!

Crosby! Kemari.

Kemari. Anjing pintar.

Luar biasa.

- Kerja bagus. - Hebat.

Kau menangkap tikus, ya?

Benar.

- Dia melakukannya. - Ya.

Kapan polisi itu masuk?

- Entah. - Siapa yang panggil?

- Entahlah. - Di mana Dana?

Entahlah.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Bekerja keras?

Aku ambil risiko.

Terjemahan subtitle oleh Dyah D. Anggarini

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.