Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Corsican
Croatian
Czech
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
= Subtitle by @than GuavaBerry =
( ReSync By Coffee_Prison )
Menghadapi peperangan dan perebutan kekuasaan dari dalam yang tanpa henti,
kaisar China dan para bangsawannya sering menghadapi ancaman pembunuhan.
Untuk bertahan hidup, mereka secara rahasia menyewa pengganti yang disebut sebagai ''bayangan''.
Bayangan melayani tuan mereka dengan berani dengan mempertaruhkan nyawa,
dan membuktikan kesetiaan mereka dengan menerima kematian.
Hilang dari perjalanan sejarah, mereka menjalani kehidupannya dalam ketidakjelasan
dan menghilang tanpa jejak.
Ini kisah seorang bayangan.
Kisah dimulai dari Madam,
istri dari Komandan Besar Kerajaan Pei,
yang menghadapi pilihan tersulit dalam hidupnya.
Boleh aku bicara denganmu, Tuan.
Tuan.
Tuan.
Komandan...
Dia lagi.
Apa lagi sekarang?
Kemarin dia mengunjungi Kota Jing.
Apa?
Dia pergi ke Jing?
Untuk apa?
Untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada Yang.
Dia pergi kemarin dan kau baru memberitahuku hari ini?
Lu, kau adalah menteri yang paling kupercaya.
Apa begini caramu melayaniku?
Apa dia sudah kembali?
Belum.
Pergi dan tunggu dia.
Saat dia kembali,
segera bawa dia untuk menghadapku.
Baik, Tuan.
Bagaimana?
Pembacaannya adalah tentang kekuatan maskulin.
Tak ada tempat untuk perempuan di sini.
Qian, si lelaki, asal dari segalanya akan menguasai dunia.
Pembacaan ini adalah ''Qian''.
Ini takdir Langit.
Kak, ada rumor tentang ini di Istana.
Pembacaan ini juga merupakan pertanda yang baik.
Kapan peperangan itu akan dimulai?
Musim panas, atau musim gugur?
Menurut pembacaan ini...
Waktu kita akan tiba dalam 7 hari.
7 hari?
Setelah hujan selama 7 hari,
kita akan menang ketika airnya pasang.
Komandan tiba!
Pahlawan kita yang pemberani telah kembali!
Adik.
Lapor.
- Tuan. - Tuan.
Aku dengar...
kau pergi untuk merayakan ulang tahunnya Yang.
Benar.
Aku yakin kau memberikan pidato yang bagus.
Aku pergi ke Jing hanya untuk mengklaim satu hal.
Kota yang telah dia kuasai selama 20 tahun.
- Apa dia bersedia untuk mengembalikannya? - Tidak.
Jadi kau menyatakan perang?
Yang dan aku telah setuju...
dalam beberapa hari, di bawah City Pass, untuk berduel satu lawan satu,
dan lihat siapa pemenangnya.
Dua kerajaan kita adalah sekutu.
Duel antara komandan tertinggi kita artinya perang.
Apa kau tak memahami ini?
Dia sudah menyetujuinya.
Baik.
Aku tanya padamu.
Apa kau yakin kau bisa mengalahkan dia?
Ya atau tidak?
Berapa kemungkinan menangmu?
Paling besar 3 dari 10.
Konyol.
Jika bukan karena Perjanjian Damai kita...
Pei sudah hancur dari dulu.
Kerja yang bagus.
Kau telah menghancurkan segalanya.
Kota Jing masih milik Pei.
Itu di bawah kekuasaan Yang.
Semua lelaki sejati dari Pei rindu untuk merebutnya kembali.
Tak ada penguasa yang bisa melawan kehendak rakyatnya.
Jika Jing tak direbut kembali, Pei akan hancur di bawah kekuasaanmu.
Komandan, kau tak boleh bilang begitu.
Lebih baik aku tak pernah merebut Jing kembali...
daripada menghancurkan Persekutuan ini.
Atas namamu aku memberitahukan mereka yang sebaliknya.
Dan apa kau juga akan menjadi Raja atas namaku?
Apa yang sudah terjadi tak bisa ditarik kembali.
Dan hukumanku?
Sudahlah.
Lebih baik kita tak berargumen.
Mendiang ayahku meninggal terlalu dini.
Hanya tinggal aku dan adikku saja.
Berkat kau, Komandan, hingga akhirnya aku mendapatkan takhta ini.
Mari kita lupakan pembicaraan ini.
Tuan benar.
Mari kita nikmati hal yang langka ini.
Aku dengar...
kau dan istrimu merupakan duet yang sangat hebat.
Aku selalu ingin mendengarmu.
Jadi, apa kau mau bermain untukku?
Tuan,
Kerajaan kita sedang kacau, aku tak dalam mood untuk bermain.
Komandan, jangan mengecewakan Kaisar.
Baiklah, kami akan menikmati permainanmu.
Bawa kemari kecapinya.
Ayo mulai.
Ayo.
Ayo.
Silahkan.
Kenapa?
Aku, Kaisar kalian...
tak bisa meminta kalian untuk bermain untukku?
Komandan.
Tuan, aku bersalah.
Kau masih belum mulai.
Apa yang membuatmu bersalah?
Aku takkan mengganggu suamiku...
dengan pemandangan dan suara yang indah.
Aku telah bersumpah bahwa hingga hari di mana Jing direbut kembali...
aku takkan bermain musik.
- Jika tidak... - Jika tidak kenapa?
Aku akan memotong jariku untuk membuktikan tekadku.
Sumpah yang mengagumkan.
Tapi aku adalah Langit Pei.
Sekarang aku memintamu untuk bermain.
Apa kau akan mematuhiku atau tidak?
Sudahlah, hari ini jangan bermusik.
Pelayan, bawa kecapinya pergi.
- Pelayan, cepat. - Tidak.
Mereka akan bermain.
Kalau begitu aku tak ingin mendengar.
Komandan.
Istrimu menunggu.
Sumpahmu...
adalah sumpahku juga.
Aku akan memotong rambutku...
untuk meminta pengampunan dari Langit.
Komandan, jangan.
Komandan, jangan.
Jangan lakukan ini.
Baiklah, tak usah bermain musik.
Tak perlu membuat kegaduhan.
Kami permisi.
Tuan, kenapa kau memaksa Komandan bermain musik?
Aku hanya mencoba untuk mengurangi kesombongannya.
Aku harus membereskan masalah yang dia buat.
Hanya ada satu pilihan tersisa.
Putranya Yang, Ping,
masih belum menikah, 'kan?
Maksud Tuan adalah...
Menikahkan adikku yang liar itu.
Bukankah kita harusnya menanyakan apa dia bersedia?
Aku kakaknya.
Tak perlu bertanya.
Kau harus membuat Yang mengerti.
Komandan tidak mewakili aku.
Kita tak berniat untuk merebut kembali Jing.
Terlebih lagi memulai peperangan.
Lamaranku ini akan memperlihatkan ketulusanku.
Baik.
Aku akan memilih hari baik untuk mengajukan lamaran.
- Kau boleh pergi. - Baik, Tuan.
Untuk menjadi satu...
Dua hati harus berdetak menjadi satu.
Begitu juga dengan kasusmu dan Madam.
Aku bahkan tak berani berlatih.
Aku pantas mati.
Jika identitasmu terungkap...
saat itu baru kau pantas mati.
Kita berdua pantas mati.
Kau harus menguasai kecapi itu dan merasakan sayatan ini.
Komandan, silakan dilanjutkan.
Ramuan ini sangat keras.
Dalam satu jam,
lukamu akan membusuk dan terlihat sama seperti lukaku.
Apapun yang kau tahan...
keluarkanlah, dan kau akan merasa lebih baik.
Keluarkanlah!
Ketika aku berusia 8 tahun aku terpisah dari ibuku...
dan tersesat, berjalan sendirian melewati Kota Jing.
Aku pingsan karena kelaparan.
Pamanmu tak sengaja lewat sana.
Aku takkan pernah lupa semangkok nasi itu...
Aku sudah di sini selama 20 tahun...
Hari-harimu di sini memang keras.
Aku berhutang rasa terima yang mendalam pada kalian berdua.
Paman orang yang kejam.
Setiap kali kau berusaha untuk melarikan diri...
dia memukulimu hingga kau pingsan.
Tempat ini...
adalah penjara, kurunganmu.
Tekanlah untukku.
Dan setelah dia meninggal...
aku membuatmu melewati latihan yang brutal itu.
Kau pasti benci padaku.
Bagaimana aku bisa membencimu?
Aku bersedia mati demi kalian...
untuk membalas kebaikan kalian.
Yang-lah yang seharusnya mati.
Jika kau membunuh dia...
aku akan membiarkanmu pulang.
Suamiku...
Paman sangat benar untuk memilihmu.
Selain kau terlihat mirip denganku...
kau secara luar biasa cepat mengerti.
Sejak melakukan debutmu setahun lalu.
Kau sangat hebat, kau bisa membohongi mereka semua.
Terkadang aku sendiri bertanya-tanya...
apa istriku bisa membedakan kita?
Aku telah menemukan ibumu.
Ibuku.
Dia masih hidup?
Dia masih ada di sana di Jing.
Berkeliaran tak punya rumah di jalanan.
Aku telah membeli rumah lamamu.
Telah mengatur semuanya.
Sekarang dia sudah tinggal di sana.
Bagaimana kau bisa menemukan dia?
Apa dia tahu aku masih hidup?
Agar kau punya pertaruhan besar dalam pertarungan ini.
Setelah kita merebut kembali Jing...
kalian berdua bisa berkumpul lagi.
Senar kecapimu butuh dikencangkan.
Kecapimu adalah kunci mayor.
Senarnya perlu dikencangkan.
Terima kasih.
Kalian boleh pergi.
Kamu hanya punya waktu 4 jam
untuk mengoleskan obat ini di lukanya.
Kamu tidak boleh terlambat sedikit pun.
Suamimu adalah orang paling terhormat, strategis, In Pel.
Dan aku?
Tapi aku hanya seorang pelayan, tidak lebih dari sekadar bayangannya.
Kamu bukan sesosok bayangan.
- Kamu adalah dirimu. - Kalau begitu siapakah aku?
Kamu terlahir sebagai In Jing.
Kamu ingin pulang.
Mungkin ibumu menunggu di ujung jalannya.
Memperhatikan setiap orang yang lewat, menunggu kepulanganmu.
Beberapa tahun yang lalu,
ibuku menjadi buta.
Dia bahkan tidak bisa melihatku.
Kalau dia menunggu di sana,
dia hanya bisa mendengarkan.
Berusaha untuk mendengarkan langkah kakiku.
Tidak lebih awal, tidak lebih lambat,
tiba-tiba kamu menemukan dia,
tepat pada waktunya untuk memastikan kalau aku akan melakukan pertarungan ini untukmu.
Kamu selalu merahasiakan aku.
Apakah kalian, para orang terhormat, tahu apa yang paling membuatku takut?
Kegelapan.
Tidak ada orang lain. Tidak ada cahaya.
Tidak ada suara, hanya aku di dalam kegelapan.
Aku akan menyentuh ke mana-mana, menyentuh semuanya.
Mengusap setiap retakan di temboknya, untuk mencegah diriku menjadi gila.
Untuk membuktikan kepada diriku kalau aku masih hidup.
Dan kamu selalu tidur di lantainya
dengan lampu menyala sepanjang malam.
Ini waktunya bagimu untuk pergi ke pengadilannya.
[ ISTANA PEl ]
Siapa yang ingin berbicara?
- Aku, tuan. - Bicaralah.
Aku melanggar perintahmu. Pergi ke Jing dan menyatakan perang.
Merusak persekutuannya. Tolong, tuan, hukumlah aku.
- Dan apa hukumannya? - Pemenggalan.
Kakak. Kamu tidak bisa memenggalnya.
Pahlawan kerajaan kita, jenderal besar kita.
Kamu tidak bisa dipenggal. Apa yang bisa kami lakukan tanpamu?
Lu, bagaimana menurutmu?
Dia menyatakan perang atas keputusannya sendiri, menempatkan Pel di dalam risiko besar.
- Sebuah kesalahan yang fatal. - Lu.
- Baiklah. - Kakak.
Dengan ini aku mencabut kekuasaan sang jenderal.
Menyita pedang dan stempelnya.
Mulai sekarang dia adalah orang biasa.
Tidak.
- Tuan. - Tuan.
Lakukanlah.
Aku tidak punya pilihan lain.
Kamu lihat ''syair perdamaian'' ini?
Aku menulisnya dan menggantungnya di sini
sebagai pengingat untuk kita semua
kalau persekutuannya adalah sumber kehidupan kita.
Siapapun yang melanggarnya, raja atau rakyat, akan menanggung akibatnya.
Kita akan selalu menjaga perdamaiannya.
Jangan membicarakan tentang perang yang tidak bisa kamu menangkan.
Mulai hari ini, siapapun yang membicarakan hal ini,
- akan langsung dipenggal. - Terima kasih sudah mengampuniku.
- Aku akan pergi. - Tunggu.
- Kakak. Apa lagi yang kamu inginkan? - Tidak ada.
Aku hanya melakukan pengadilan.
Jenderal telah melakukan banyak pertarungan dan menderita banyak luka.
Tapi yang paling membuatku khawatir adalah luka dari pedang milik Yang.
Luka yang hanya beberapa orang bisa sembuh darinya.
Ya, benar. Itu masih belum sembuh.
Aku sudah menemukan salep langka yang bisa menyembuhkan lukamu.
Setelah kamu pergi hari ini, siapa yang tahu kapan kita akan bertemu lagi?
Aku ingin melihatmu menggunakan ini, jadi aku tahu kamu akan baik-baik saja.
Mengapa menyulitkan dirimu sendiri dengan hal ini?
- Aku akan kembali dan menyuruh istriku.. - Seperti yang aku bilang.
Aku sendiri yang ingin mengoleskan ini.
Luka jenderalnya adalah luka Pel juga.
Kalau di antara kalian terbukti sebagai orang yang setia,
aku akan melayani kalian dengan cara yang sama.
Jenderal, luka ini terlihat masih baru.
- Kamu mencoba untuk menipuku. - Aku meminta hukuman dari tuan.
Luka lamaku sudah sembuh.
Luka ini, aku sendiri yang membuatnya.
Kekalahanku dari Yang adalah rasa maluku yang terbesar.
Luka ini adalah pengingat kalau selama Yang masih hidup,
lukaku tidak akan pernah sembuh.
Sampai kita merebut Jing, bagaimana kita bisa berbicara tentang perdamaian?
Beraninya kamu menolak perintahku dengan kurang ajar?
Sekarang aku adalah rakyat biasa.
Aku akan berduel dengan Yang.
Mengapa itu membuatmu khawatir?
Di pengadilannya hari ini, sang raja tiba-tiba menantangnya.
Dia menanganinya dengan baik meskipun dia terluka.
Cukup menarik.
Dia hebat.
Tapi tidak ada yang tahu kalau luka itu adalah luka baru.
Sang raja hanya mengujinya.
''Sajak Perdamaianku'' ditulis dengan cukup baik.
Mengapa kamu memecat sang jenderal?
Jadi, katakan kepadaku, mengapa dia harus melukai dirinya sendiri?
Mengapa bersusah-payah?
Untuk mengingat rasa malu dari kekalahan.
Itu adalah tindakan yang terhormat. Dia tidak sepertimu.
Kamu tidak berani merebut Jing. Yang kamu lakukan hanyalah berkompromi.
Kamu menjadi lelucon yang menyedihkan.
Aku melakukan semua ini untuk Pel.
Kamu pikir aku tidak mengenalmu?
Kamu melakukan banyak hal hanya untuk kekuasaanmu.
Oke, untuk kekuasaanku..
Yang tidak pernah aman untuk satu hari pun.
Menurut legenda, pedang Yang ditempa oleh seorang ahli besi
pada malam bulan purnama.
Itu ditakdirkan untuk mencabut ratusan nyawa sebagai persembahan kepada dewa pedang.
Beratnya 40 kilogram, bersinar di malam hari.
Berkilau di siang hari dan membunuh di dalam tiga ronde.
- Ronde pertama. - Kamu tidak fokus.
Pikiranmu ada di tempat lain.
Ronde dua.
Suamiku. Kamu harus berhenti.
Lagi.
Aku khawatir kekuatanmu tidak akan bertahan.
Mengapa kamu khawatir? Ini antara kamu atau aku. Ayo!
Ronde tiga.
Itu adalah serangan seperti yang aku terima dari Yang pada saat itu.
Meski aku hanya menggunakan setengah kekuatannya,
kamu sudah kalah.
Suamiku, aku akan membantumu untuk berdiri.
Pikiranmu ada di tempat lain. Sebuah pikiran yang terganggu
berarti pernapasan yang goyah.
Pernapasan yang goyah berarti tidak ada langkah yang kokoh.
Bagaimana kamu akan bertahan tanpa langkah yang kokoh?
Apa kamu sudah lupa siapa dirimu?
Katakan kepadaku. Siapa dirimu?
- Jing. - Apa?
Jing!
Kamu memberiku nama dari kota Jing
agar aku tidak melupakan tujuan kita.
Aku hanya membutuhkanmu karena aku sedang sekarat.
Konsentrasilah kepada tugasmu.
Lupakan hal yang lainnya.
Goresan dengan irama. Kalimat yang menari.
Gayaku yang unik, sangat indah.
- Menakjubkan. - Kaligrafi yang bermutu.
Sangat hebat.
Adik.
Lihatlah ''Pel'' yang aku tulis. Bagaimana menurutmu?
Lu sudah datang!
Pergilah.
- Aku ingin melapor. - Bagaimana perjalananmu ke Jing?
Tuan, Yang sudah diberitahu tentang lamaranmu.
- Mereka sangat senang. - Bagus.
- Bagus. - Kakak.
Siapa yang akan menikah?
Kamu.
Bahkan tanpa memberitahuku? Menurutmu aku ini apa?
Sebuah pernikahan untuk menciptakan perdamaian antara dua negara.
Kamu adalah sang Putri. Kamu harus memahami ini.
Aku tidak akan melakukannya. Kamu pergi saja sendiri.
Lanjutkanlah.
Bagaimanapun juga, untuk berterima kasih kepada mereka karena melindungi kotanya,
raja mereka menawarkan putrinya kepada anak Yang, Ping.
Mereka tidak bisa menolak.
Jadi, apa yang akan kita lakukan?
Nah, Ping punya sebuah ide.
Idenya adalah?
Tuan, bolehkah aku berbicara secara pribadi denganmu?
Apa yang kau takutkan? Bicaralah.
Tuan.
Ini..
Semua orang yang ada di sini telah mempertaruhkan hidup mereka untukku.
Di hadapan orang-orang ini tidak boleh ada rahasia.
Ping mengusulkan untuk mengambil Tuan Putri untuk menjadi selir,
dengan demikian mengabulkan keinginan yang lainnya.
Yah itu..
salah satu cara..
Ping telah menawarkan pisau belati pribadinya sebagai hadiah pertunangan.
Semoga Tuan tidak keberatan, pernikahannya sudah pasti.
Bunuh.
Bunuh Yang si bajingan itu!
Tuan. Berikan padaku 30,000 prajurit, aku akan bermandikan darah Jing.
Tuan.
- Rebut Kota Jing. - Hancurkan Yang sampai berkeping-keping.
- Menangkan Jing kembali. - Jangan berani-beraninya kalian..
Apakah kalian sudah lupa perintahku?
Siapa yang bicara tentang merebut Jing kembali, akan dipancung.
Tuan.
Ini tindakan pengecut, memalukan, Kerajaan kita akan musnah di bawah pemerintahanmu.
Tian, berani-beraninya kau menghina Raja.
Keluarkan dia. Berhentikan dia dari jabatannya.
Penjaga.
Akan kulakukan..
Beraninya kau bertindak kurang ajar.
Tuan. Apakah dia masih melihatmu sebagai Raja?
Raja tak berguna.
Tuan, perkataan Tian membuat pemberontakan.
Jangan menyusahkan dirimu, Tuan.
Kau..
Tuan..
Minggir.
Tuan Putri. Minggir.
Aku terima hadiahnya.
Katakan padanya aku setuju.
[ TEMPAT BERLATIH JING ]
Kau memaksaku mundur 2 langkah.
Taktik yang bagus, nak.
Kita orang Yang sudah dikenal dengan kekuatan, kecepatan, dan kematian dalam tiga ronde.
Tapi berespon dengan gesit dalam jurus seorang ahli bertarung..
adalah inti utama dari teknik kita.
Apakah kau pernah bertarung dengan ahli sejati?
Belum.
Saat Komandan Pei berkunjung, bagaimana kesanmu tentang dia?
Sama seperti yang aku bayangkan. Terhormat dan kuat.
Pukulan mematikan yang kuberikan padanya..
Aku terkejut melihat dia sudah pulih seutuhnya,
sama seeprti baru, tenang dan ramah seperti biasanya.
Dia kesini hanya untuk bertemu denganmu, Ayah.
Dia tidak mungkin berani menyerang.
Ping. ( ReSync By Coffee_Prison )
Kau sudah mengusulkan untuk meminang Tuan Putri sebagai selirmu.
Bukankah itu ''menyerang''?
Aku ingin mereka berhenti mencoba
untuk menggunakan pernikahan dalam merebut kota Jing City
Tapi aku baru saja di beritahu..
Mereka telah menerima hadiah penikahan.
Menurutmu bukankah itu aneh?
Lalu kenapa?
Raja mereka memecaat komandan mereka.
Melukai Tian.
Memecat 2 jendral, moral mereka pasti sedang buruk.
Dan juga..
jika ada tanda-tanda bahaya di sana, mata-mata akan memberitahu kita secepatnya.
Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.
Kau benar.
Ayah.
Sekarang karena kota sudah stabil, Yang Mulia sekali lagi ingin kita..
untuk menggerakkan pasukan..
Situasinya di sana aga kejam.
Ayo lakukan ini.
Perintahkan 800 pasukan untuk tetap di sini.
dan perintahkan 30.000 prajurit sisanya untuk mendukung Yang Mulia.
Apakah kita punya cukup banyak di sini?
Kita punya penghalang alami yang kuat..
Dan untuk jaga-jaga, aku dan golokku tidak terkalahkan.
800 prajurit cukup.
Biarkan aku mencobanya.
Aku sudah sering memperhatikanmu.
Aku rasa aku mengerti.
Payung Pei lembut dan fleksibel.
Itu sangat bagus di kala hujan.
Mereka adalah senjata air.
Air itu Yin.
Jurus Yang keras dan dahsyat, seperti api.
Api adalah Yang.
Yin melawan Yang. Air memadamkan api.
Dan juga memegangnya dengan gerakan feminim.
Bagaimana menurutmu?
Gerakan feminim?
Aku merancang diagram taichi ini..
Mengapa aku tidak memikirkan hal ini?
Lihat kami dari pinggir.
Nyonya.
Ayo.
Nyonya.
Berlatih dengan Jing..
cepat latih dia.
Apalagi yang kau tunggu?
Jika kita tidak menemukan cara untuk mengalahkan Yang.
kita akan menyia-nyiakan semua usaha kita.
Ini akan menjadi Jurus golok Yang.
Berpelukan erat bersama, jika pikiran kita bersatu..
kau akan memahami tekniknya.
Cepat.
Nyonya.
Maafkan aku.
Inilah dia.
Ini dia.
Ini dia.
Ini dia.
Bangunlah.
Meskipun serangan Yang dahsyat, dia cepat kehilangan stamina.
Jing.
Jika kau melakukan teknik nyonya, kau bisa membunuhnya.
Ya.
Ada seseorang yang harus kau temui.
Pergilah sekarang.
Baik.
Pikiran dan hati kalian..
sungguh-sungguh menjadi satu sekarang.
Kami hanya mengikuti jurusmu..
Mengapa kau membicarakan hati dan pikiran?
Bisakah dia menang?
Teknikmu, bisa memberi kepercayaan diri pada Jing.
Dia harus percaya dia bisa menang..
untuk bertahan tiga ronde.
Dan setelah tiga ronde?
Aku hanya butuh satu jam.
Melodi yang panjang dan bergaung itu..
terasa seperti terjebak, tanpa ada jalan keluar.
Itu pasti mencerminkan perasaanmu, tuan.
Kau tahu apa yang ada di dalam hutan ini?e
100 buronan dalam pelarian.
Mereka hidup untuk bertempur dan membunuh.
tapi anehnya terlihat ramah.
Aku berjanji..
akan membebaskan mereka jika mereka merebut Jing.
Aku membawa mereka ke sini untuk berlatih, tapi aku belum bisa menemukan teknik untuk menang.
Tapi sekarang kami punya cara. Mempelajarinya, melatih mereka.
Menjadi pemimpin mereka.
Ya, tuan.
Ambil suling ini..
Saat kau memainkannya, mereka akan tahu kau diutus olehku..
dan mereka akan menurutimu.
Aku akan melakukan perintahmu, Komandan.
Komandan ingin bertemu denganmu.
Komandan.
Aku bukan manusia dan juga bukan hantu.
Bukan Komandan yang pernah kau kenal.
Kau akan selalu menjadi komandanku.
Dalam pertempuran di Sungai Mang..
kau membunuh puluhan orang..
untuk menyelamatkan hidupku.
Mendapat lebih dari 20 luka.
Terbaring koma selama 3 hari.
Lukaku bukan apa-apa. Ayo.
Ayo, duduk.
Saat aku delapan tahun..
Hari pertama musim semi.
Ayahku dibunuh.
Itu terjadi di Istana.
di depan semua menteri.
Pembunuhnya..
memenggal kepalanya dengan kapak.
Pamanku khawatir aku akan bernasib sama.
Dia mencariku kemana-mana.
Akhirnya, di Kota Jing, dia menemukan seorang bocah seumuran denganku..
dengan wajah yang mirip denganku.
Dia membawanya ke sini untuk pelatihan rahasia..
berharap untuk melindungiku dari intrik istana.
Untuk melindungiku.
Bocah itu menjadi sang ''bayangan''
Lukaku memburuk tahun lalu.
Kesehatanku menurun, tiba-tiba aku menua.
Tidak ada yang tahu ini..
Jadi kau mulai menggunakan si bayangan.
- Tapi nyonya, apakah dia.. - Nyonya tahu.
Dia mengasihani si bayangan.
Dia memaksaku untuk membiarkan dia pulang.
Aku memanggilmu hari ini..
agar dia bisa menunjukkan padamu bagaimana cara mengalahkan Yang.
Aku mengerti.
Pada hari Raja memeriksa lukanya..
apakah dia sudah..
curiga bahwa dia ''bayangan''?
Bagaimana menurutmu?
Komandan.
Mengapa mengunci diri di sel yang sempit..
berusaha membaca pikiran Raja?
Mengapa tidak menggantikannya, dan menjadi Raja kami?
Tidak ada Jendral atau prajurit yang ragu-ragu mendukungmu.
- Lancang! - Maaf.
Raja punya tujuan sendiri.
Kau..
sangat baik.
Kau selalu baik.
Untuk memenangkan Jing kembali.
Aku butuh tiga orang.
Pertama adalah si Bayangan.
Satu lagi Raja, dan yang ketiga adalah kau.
Dari selku yang sempit ini..
Aku akan melancarkan rencanaku..
dan melihat kalian semua memainkan peranan kalian..
mengambil tanah kita mewakiliku. Bukankah itu menegangkan?
Lalu?
Aku akan menjadi Raja.
Kau akan menjadi Komandan.
Maaf.
Kau lebih mirip dengan Komandan daripada dia.
Untuk sesaat tadi..
aku tidak tahu bagaimana bereaksi.
Aku sudah menjadi Komandanmu, dan masih menjadi Komandanmu.
Itu saja.
Teknik golok Yang keras dan kuat.
Pegan payung kalian dengan gerakan feminim.
Manfaatkan licinnya hujan.
Menggunakan Yin untuk melawan Yang, adalah satu-satunya cara kita untuk menang.
Hujan dan awan tidak berhenti.
''Kita akan menang saat air naik''
Sudah hujan selama 4 hari.
Jika hujan 3 hari lagi, air di sungai akan naik.
dan merendam pengairan badai Jing.
Komandan benar sekali memilih saat ini untuk berduel.
Apapun yang terjadi, menang atau kalah, saatnya telah tiba.
Salah, benar, benar, salah..
sama seperti permainan catur.
Tapi siapa, yang akan menjadi pionnya?
Jadi menjadikanku seorang selir..
- juga merupakan langkah permainanmu? - Cuma improvisasi, gerakan pengecoh.
Kalau begitu apa langkah yang sebenarnya?
Kalau begitu beritahu aku, apa yang sebenarnya?
Untuk hari esok.
Untuk kemenangan.
Kamu meninggalkan rumah saat masih terlalu muda. Apa kamu tahu jalan pulang?
Rasanya aku tahu.
Kamu yakin bisa menemukannya?
Mereka bilang anak anjing yang di ambil saat dilahirkan, bisa menemukan tempat kelahirannya
dengan mengendus aromanya.
Aku ingin sekali kembali.
Aku tahu, aku bisa menemukannya.
Sebenarnya..
Aku juga mau pulang.
Tapi apakah Pei bukan rumahmu?
Rumah mempunyai banyak arti.
Jing.
Untuk kemenangan.
Aku tahu, aku tidak bisa menang besok.
Sebenarnya..
Kamu punya banyak alasan untuk menolak.
Kamu bisa saja lari.
Kenapa kamu tidak lari?
Kamu sepertinya selalu patuh.
Jadi begitu ingin melakukan ini.
Karena kamu.
Saat aku muda dulu, aku dipaksa tapi sejak aku dewasa
dan mengenalmu, cuma ada satu hal dipikiranku.
Aku akan melakukan apapun untukmu.
Di pertempuran besok, aku cuma akan menjadi umpan.
Tidak ada yang peduli apakah umpannya hidup atau mati.
Aku peduli.
Malam ini..
adalah malam terakhirmu disini.
Benar.
Nyonya, terima kasih.
Melapor ke Jenderal Yang, Komandan Pei sudah tiba seorang diri.
Katanya dia datang seperti yang disetujui.
[ GERBANG KOTA JING ]
Ayah, bagaimana bisa kapalnya melewati pertahanan kita?
Cuma trik murahan.
Jenderal Yang,
Raja kami yang bodoh telah memecatku.
Aku tidak punya kekuatan. Tidak ada prajurit.
Hormati perjanjian kita. Berduel dengan rakyat jelata ini, untuk mengetahui siapa yang menang.
Ayah, sepertinya ada yang ganjil.
Ada diagram taichi di atas deknya. Itu bisa jadi perangkap.
Itu cuma sulap. Aku penasaran dengan permainan yang dia mainkan.
Aku tahu kamu sudah setuju untuk melakukan ini, tapi tetap saja kamu harus berhati-hati.
Bagaimana kalau membawa beberapa prajurit?
Kami berdua mempunyai perjanjian.
Dia datang sendirian, kalau aku membawa prajurit bukankah aku akan terlihat bodoh?
Golokku!
Ayah! Berhati-hatilah.
Jaga gerbang ini. Lindungi panjinya.
Baik, tuan. Aku akan menjaganya dengan nyawaku.
Perhatikan bagaimana aku memberinya pelajaran.
Pergi!
Tuan putri?
Hei, tuan putri!
Ini payung Pei, dibuat khusus untuk pertarungan ini.
Aku dengan rendah hati meminta arahan dan ajaran Jenderal.
Ronde pertama.
Aku bisa melihat, kamu merasakan sakit yang teramat untuk mempersiapkan diri.
Aku tidak berani melakukan yang sebaliknya.
Ronde kedua.
Setiap panah kalian mempunyai 12 anak panah.
Jadi tembaklah tanpa ragu.
Jenderal muda, ada musuh di dalam kota.
Lepaskan panahnya!
Buka payungnya!
Tembak!
Tahan!
Ping! = Subtitle by @than GuavaBerry =
Ronde ketiga!
Bagus.
Tidak pernah ada dalam sejarah keluarga kami
ada orang yang bisa bertahan dalam tiga ronde melawan golok Yang.
Lumayan juga. Aku akan menjaga harga dirimu.
Kita buat imbang saja dan hentikan di sini.
Ayo, lagi.
Kita setuju melakukan berduel untuk mencari tahu siapa pemenangnya.
Kalau kita lanjutkan, ini akan menjadi hidup atau mati.
Ayo!
Kota Jing di kuasai!
Kenapa gadis sepertimu tidak diam di rumah saja?
Untuk apa datang mencari mati?
Kau menghinaku.
Aku menghinamu? Aku bahkan tidak mengenalmu.
Kau bilang akan menjadikanku selirmu.
Itu kau rupanya?
Aku...
Aku ingin mengembalikan sesuatu padamu.
Apa?
Istriku.
Apa menurutmu aku melakukan hal yang benar menggunakan bayangan?
Banyak hal di dunia ini yang tidak memiliki arti benar atau salah.
Tidak usah menyesalinya jika kau telah melakukannya.
Suamiku, saat ini...
aku ingin bermain musik denganmu.
Jing telah ditaklukkan!
Jing telah ditaklukkan!
Ping.
Ibu!
Komandan telah berjanji untuk melepaskanku.
Komandan berjanji untuk melepaskanku!
Aku diperintahkan tidak boleh melihat wajahmu.
Perintah siapa?
Yang Mulia.
Dia memintaku untuk bertanya padamu,
apa kau ingin kembali?
Dimana dia?!
Hah?!
Dimana dia?!
Dimana dia?!
Dia...
Tuan Putri menggunakan belati Ping untuk membunuhnya.
Hari ini kita akan merayakan kembalinya kampung halaman kita.
Sulangan pertama dipersembahkan pada komandan.
Tolong tunggu sebentar. Pahlawan besar Pei...
akan segera tiba.
Atas titah dari Raja, penggal dia!
Komandan telah tiba...!
Yang mulia, komandan telah tiba.
Sambut komandan kita.
Hamba...
melapor kepada Yang Mulia.
Kau telah berjuang keras.
Lekas bangun dan duduk di sebelah Nyonya.
Terima kasih, Yang Mulia.
Nyonya.
Kau kembali...
Ya.
Hari ini negara Pei telah merebut kota Jing.
Kerajaan kita bersuka cita.
Sesuai perintah Yang Mulia, sulangan pertama ini dipersembahkan untuk komandan.
Hei... kita minum lain hari saja. Kalian semua bisa pergi.
Perintah Yang Mulia, semuanya kembali...!
Tuan Lu.
Kau tetap disini.
Ayo, ambil arak ini.
Untuk keberhasilanmu.
Kau tahu kenapa aku terus menaikkan jabatanmu?
Kau tahu kenapa aku menjadikanmu tangan kananku?
Hamba berterima kasih atas kepercayaan Yang Mulia pada hamba.
Kepercayaan apa?
Kau memiliki kegunaan istimewa.
Laporan rahasiamu pada Yang memberikan kemenangan pada kita.
Berapa banyak emas yang dia berikan padamu?
Kalian tidak menduga aku sendiri yang akan membunuhnya?
Itu karena aku sedang bergembira.
Ketika dia menyatakan tawaran pernikahanku, Yang menyogoknya dan dia kembali...
untuk melamar adikku dan menjadikannya seorang selir.
Aku tidak peduli ide siapa itu!
Aku ingin membalas dendam ini!
Aku lega kau sudah kembali.
Kau benar-benar hebat.
Negara Pei tidak bisa kehilangan dirimu.
Sama.
Sangat mirip.
Tidakkah kau setuju?
Kau tahu..
Ada 1 hal yang menggantung pikiranku yang bahkan lebih daripada merebut Jing.
Hal itu membuatku terbangun sepanjang malam.
Tapi yang bisa aku lakukan adalah menunggu.
Menunggumu.
Kau sudah merebut kotaku kembali demi aku.
Tidak ada siapapun di sini kecuali kita.
Biar aku sederhanakan ini.
Pasangan palsu tidak cocok untuk yang asli.
Aku akan membuat harapanmu menjadi kenyataan.
Dan untuk komandan, dia ingin dihormati selamanya.
Harapannya juga akan jadi kenyataan!
Tugas seorang raja adalah membuat harapannya menjadi kenyataan.
Saat kita keluar dari aula ini, dunia hanya akan tahu satu komandan.
Komandan yang taat dan setia.
Kau dan aku, Raja dan komandan.
Kita berdua. Bagaimana menurutmu?
Aku tahu kau akan kembali.
Hanya orang bodoh yang tidak akan kembali.
Suami yang muda dan sehat di sisimu siang dan malam,
bagaimana menurutmu, nona?
Bagus.
Kau datang tepat waktu.
Mulai sekarang aku akan tidur nyenyak saat malam.
Tidak.
Apakah kau tidak mau balas dendam?
Selama bertahun-tahun aku telah salah paham.
Akhirnya..
kita bisa menemukan ketenangan.
Apakah kalian mengharap kepalaku yang ada di dalam kotak?
Ada sesuatu yang Pei tahu.
Bahwa dia..
tidak pernah memahami..
ialah aku yang merupakan Surga Pei.
Tanpa ada yang asli, tidak akan ada bayangan.
Sebuah prinsip yang tidak ada yang memahaminya.
Kau mengirim pembunuh untuk menghabisiku.
Kau memerintahkan pembunuhan atas ibu Jing dan menyalahkanku.
Bagaimana bisa seseorang begitu jahat untuk menjadi Raja Pei?
Suamiku..
Jangan pikirkan aku.
Aku tidak punya banyak sisa waktu.
Tinggalkan semua ini kepadaku.
Jing.
Jing.
Bunuh dia, balaskan dendam ibumu.
Lalu bawa nona bersamamu.
Aku sudah menghabiskan hidupku..
di dalam permainan kekuasaan dan peperangan.
Tidak pernah merasakan indahnya dunia.
Lakukanlah itu demi aku.
Sana.
Semakin jauh semakin baik.
Sana!
Komandan..
Tanpa yang asli, tetap masih ada bayangan.
Kau seharusnya memahami ini sejak dulu.
Tuan, aku akan panggil dokter istana.
Tetaplah tenang.
Seorang pembunuh menyerang raja kita.
Raja tewas!
Aku, komandanmu membunuh pembunuhnya di tempat.
= Subtitle By @than GuavaBerry =
( ReSync By Coffee_Prison )
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.