Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Timing and Subtitles by the Babel's Minions team @Viki
Tolong bebaskan Han Jeong Won.
Aku takkan bertanya lagi kenapa ayahku meninggal.
Sampai mati aku takkan tanya.
Selama 30 tahun, tak sehari pun kau berhenti...
Kini kau menyerah demi Jeong Won?
Cinta? Balaskan saja dendammu.
Kau gila? Apapun alasannya...
kau memohon pada pembunuh orangtuamu?/ Hentikan!
Orangtuamu di surga pasti sangat bahagia. Mereka pasti sangat bahagia!
Berengsek!
Sadarlah, hyung!
Hanya balas dendam. Balas dendam.
Apa kau tahu betapa mengerikannya memiliki mimpi...
membunuh seseorang?
Setelah bertemu Jeong Won, untuk pertama kalinya aku punya mimpi lain.
Mimpi ingin hidup seperti orang biasa.
Persiapan untuk sidang berjalan lancar?
Jangan khawatir. Takkan ada masalah serius.
Kau yakin bukan hanya tak ingin membelaku?
Antara ibu dengan Jeong Won ada kesepakatan apa?
Kenapa dia tak tahu malu padahal seharusnya memohon diselamatkan?
Jeong Won memiliki surat wasiat. Yang menyatakan Min Ho adalah pewaris Geosan.
Hasil menunjukkan Tae Soo Ho positif menggunakan narkoba.
Kau ingin aku mohon pengampunan?
Bila Soo Ho ditunjuk menjadi ketua,
Takkan ada yang peduli soal kertas-kertas ini. Karena itu cara kerja kekuasaan.
Kau pikir dia bisa memiliki kekuasaan itu?
Kau bersikap seperti ini karena Jeong Won?
Tolong bebaskan dia.
Dia sepadan dengan upayamu?
Karena dia pilihanku.
Jangan terlalu senang karena kenyataan berbeda dengan cerita dongeng.
Akhirnya semua kembali seperti sediakala.
Ya, sudah kupastikan. Laksanakan.
Jeong Won!
Woo Hyeok.
.: Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
Jae Il.
[AMARAH]
[ B a b e l ]
Kau kenapa? Hentikan mobilnya.
.: Episode 15 :.
Sekretaris Woo. Kenapa kau seperti ini? Hentikan mobilnya.
Jalan.
Ya.
Kau tak apa? Apa yang terjadi?
Jeong Won diculik.
Apa?
Diculik... oleh siapa? Apa Sin Hyeon Sook?
Sekretaris Woo. Sekretaris pribadi Tae Min Ho.
Sekretaris pribadi Tae Min Ho?
Kenapa berengsek itu menculik Jeong Won?
Aku juga tak tahu alasannya.
Itu dia! Itu mobilnya!
Tolong hentikan mobilnya!
Tidak. Kini kau harus menepati janjimu.
Jae Il, cepat.
Takkan bisa dibuka.
Di mana?
Dia ke mana?
Belok kiri.
Mobilnya hilang ke mana?
Jae Il. Jae Il.
Jae Il.
Kau tak apa?
Apa yang kau lakukan?
Tak bisa ditunda lagi.
Gara-gara kau, banyak waktu terbuang sia-sia.
Apa harus sampai sejauh ini?
Apa salahku sampai sejauh ini?
Takkan kubiarkan kalau kau ingkar janji.
Aku tak pernah berjanji.
Yang kujanjikan bukan hal seperti ini.
Aku ingin bebas.
Kau bisa abaikan sekali ini saja, kan?
Aku akan mencari jalan.
Bila cocok dengan istrimu,
aku akan jadi donornya.
Apa maksudmu?
Kini kau melempar kesalahan?
Hari itu, aku berterima kasih atas bantuanmu...
tapi bukan itu yang kuinginkan.
Aku tak pernah minta kau membunuh Min Ho.
Kau tahu aku hanya ingin bebas darinya.
Aku minta abaikan sekali itu saja.
Aku tak mau membahas keputusanku benar atau salah lagi.
Aku sudah menepati janjiku.
Kini giliranmu menepati.
Tidak. Itu keputusanku saat ini.
Apa kau bilang?
Jae Il./ Aku tak apa.
Pergilah mencari Jeong Won.
Jae Il.
Bila kau mengikuti atau melapor ke polisi,
aku takkan menjamin nyawa Han Jeong Won.
Senang bisa makan bersama, tapi siapa yang membayar?
Kau yang mengajak.
Apa mengajak berarti mentraktir?
Sudahlah. Kau tahu kau yang akan bayar.
Tiap hari mengganggumu dengan hal yang sama,
tiap hari masih tetap lucu melihatmu marah.
Kau ini selalu mempermainkanku.
Lihatlah! Lihatlah!
Ya, ini aku.
Ya.
Apa?
Apa maksudmu?
Ya.
Ya, baik.
Berdiri. Ikut aku.
Sekarang? Makanannya hampir keluar.
Ikut denganku.
Kau kenapa?
Ada urusan mendesak.
Makan dulu! Makanannya bagaimana?
Kenapa dia? Seharusnya makan dulu.
Ya, jaksa. Kau sudah makan? Cutimu bagaimana?
Apa?
Ya.
Apa mengeluarkan surat perintah penangkapan akan lebih cepat?
Apa?
Ya. Aku mengerti.
Kita harus kembali ke kantor.
Kenapa? Makanannya bagaimana?
Kenapa?
Kuceritakan setelah kita kembali.
Ayo cepat pergi.
Apa yang kau lakukan?
[Ketua Tim Jang]
Nomor platnya 028-2078 dan mobilnya tak terdaftar.
Aku minta departemen kendali Kepolisian Seoul untuk melacak lokasinya.
Cari lokasinya saat ini dan lacak balik di basis data...
serta lokasi keberangkatannya.
Ya. Sebentar. Ada telepon dari departemen kendali Kepolisian Seoul.
Ya. Di mana?
Jaksa, terlacak sampai di selatan Jembatan Sanghwang di Yeoido
tapi kemudian jejaknya hilang.
Sepertinya di sekitar tepian Sungai Han.
Baik.
Ada telepon penting dari Jaksa Cha
katanya Han Jeong Won diculik Sekretaris Woo.
Sekretaris Tae Min Ho?
Kenapa?
Itu aku tak tahu.
Ketua Tim Jang sedang melacak mobilnya.
Dia minta bantuan kita.
Segera ajukan surat perintah penangkapan.
Tidak. Sepertinya pelaku mengancam.
Bila dilaporkan dia akan melukai korban.
Sepertinya kita harus membantunya secara tak resmi.
Tapi apa tak aneh?
Bagaimana jaksa yang sedang cuti bisa tahu?
Apa itu penting ketika ada yang diculik?
Kalau dibuat tak resmi dan membantu secara tak resmi
bisa menjadi masalah menyalahgunakan wewenang.
Apa tak ada jalan lain?
Apa Jaksa Cha pernah berbuat salah?
Dia memberi kita kemudahan.
Kalian lupa?
Kalian senang ketika dia melindungi kita,
kini saat dia mengalami kesulitan, kalian hanya memikirkan diri sendiri?
Kalau tak mau, tak usah terlibat.
Siapa bilang tak mau?
Aku cuma bilang itu peraturannya.
Tunggu apa? Tak ada waktu lagi!
Ya, jaksa. Apa yang terjadi?
Mobilnya ditemukan tapi kosong.
Sepertinya dia menyiapkan mobil untuk ganti.
Lokasi keberangkatannya di mana?
Tempat istirahat di jalan tol.
Sepertinya dia sudah memperkirakan pengejaran kita.
Kau tak berniat operasi? Kondisi pasien akan semakin buruk.
Takkan ada harapan lagi.
Aku dalam perjalanan. Aku akan bergegas.
Uang itu penting, tapi ini soal nyawa manusia.
Cepat datang.
Kondisi Moo Yi berbahaya.
Kenapa kau seperti ini? Kenapa?! Kau bilang akan membantu!
Aku ingin melindungi anakku.
Apa?
Itu...
apa maksudnya?
Ketika aku tahu sedang mengandung,
untuk menepati janjiku,
aku memikirkan sebuah alternatif.
Tapi aku tak bisa.
Selang waktu berlalu, aku semakin ingin melindungi anakku.
Maaf.
Aku benar-benar minta maaf.
Apa yang kalian lakukan?
Kalian mengeluh soal cuti Jaksa Cha. Tapi kini kembali bekerja seperti biasa?
Bagus sekali.
Jaksa, kau temukan sesuatu?
Sejak peristiwa Tae Min Ho, Sekretaris Woo tak memiliki transaksi kartu kredit.
Sepertinya sengaja hanya menggunakan tunai.
Tak ada catatan kriminal...
dan data militernya juga bersih.
Dia tak punya tanah atau bangunan selain rumah di Seoul.
Sepertinya aku menemukan sesuatu.
Apa?
Sebentar. Sebentar.
Ya, terima kasih.
Apa yang kau temukan?
Aku juga tak bisa temukan apapun mengenai Sekretaris Woo.
Jadi kubandingkan Sekretaris Woo dengan Han Jeong Won...
untuk menganalisis persamaannya.
Lalu?
Aku menemukan dua hal. Berdasarkan catatan panggilan mereka,
Tae Min Ho dan wanita bernama Moo Yi muncul bergantian.
Tae Min Ho sudah mati, jadi percuma.
Lalu?
Kuperiksa Moo Yi dirawat di fasilitas perawatan jangka panjang.
Dia imigran gelap yang tak dilindungi asuransi kesehatan.
Katanya suaminya yang orang Korea membayar biaya perawatan setiap bulannya.
Bagus. Bagus sekali. Ayo ke fasillitas tersebut.
Tapi...
belum lama ini dia keluar.
Apa? Kembali ke awal lagi?
Rasanya ada yang janggal.
Saat pertama masuk, dia menderita gagal ginjal kronis.
Tapi dia menghilang ketika kondisinya paling parah.
Lalu apa yang satunya?
Gagal ginjal? Dan apa?
Sekretaris Woo dan Han Jeong Won
mengambil tes HLA di waktu yang berdekatan.
Itu tes awal untuk tranplantasi organ.
Dilakukan di rumah sakit yang sama. Tapi...
sepertinya bukan kebetulan, kan?
Kau takut?
Yang kau bayangkan menjadi nyata?
Janinnya sehat.
Kau mau ke mana?
Jaksa? Jaksa?
Tolong cari nomor kontak dokter di rumah sakit tersebut.
Baik.
Halo.
Aku dari Kejaksaan Seoul Barat, Cha Woo Hyeok.
Apa? Dari mana?
Kau dokter yang merawat wanita bernama Moo Yi?
Sekarang Moo Yi di mana?
Dia pasien kami tapi aku tak tahu dia di mana.
Dia sudah tak dirawat di sini.
Aku tahu kau merencanakan transplantasi organ ilegal.
Soal itu... Aku...
Katakan. Di mana?
Di mana Han Jeong Won?
Itu aku tak tahu.
Aku menghubungkannya dengan dokter bayangan karena aku diancam.
Aku berkata jujur.
Di pinggiran kota Goori. Karena malpraktik,
lisensinya dicabut. Dilihat dari hasil pemantauan ponselnya,
sejak pagi ini dia berada di kota Goori.
Dalam radius 300 meter...
cari rumah sakit penyakit dalam atau bedah.
Baik.
Detektif Lee. Cari rumah sakit dalam radius 300 meter.
Aku bisa memahamimu.
Semua ini demi melindungi orang yang berharga bagi kita masing-masing.
Namun faktanya kita tak mencapai mufakat.
Ketua tim, di sana hanya ada satu rumah sakit.
Benarkah?
Cepat berangkat setelah kirim SMS ke jaksa.
Ayah.
Ayah Woo Hyeok...
Cha Seong Hoon, benarkah dibunuh ibu?
Tak benar, kan?
Apa kebenarannya?
Ayah tahu tapi menutupinya selama tiga puluh tahun?
Kenapa? Sebenarnya kenapa?
Coba jelaskan padaku.
Tolong jawab aku.
Sopir Kim?
Sopir Kim.
Dia melihatnya.
[Tiga puluh tahun yang lalu]
Kenapa kau membuatku melihat itu?
Sudah kubilang awasi dia!
Aku hanya mengawasi dan memotret seperti perintahmu.
Apa salahku, nyonya membunuh Cha Seong Hoon?
Keparat.
Bukannya kau akan celaka kalau menganiayaku seperti ini?
Aku satu-satunya saksi.
Kau mau kubuat lenyap tanpa jejak?
Aku tahu kau bisa melakukannya.
Tapi melenyapkan pisaunya takkan mudah.
Pisau?/ Pisau yang digunakan nyonya untuk menusuk pria itu.
Di pisau itu terdapat darah Cha Seong Hoon dan sidik jari nyonya.
Kau!
Bagaimana? Kita buat kesepakatan?
Aku minta 300 juta.
Kuberi 200 juta. Tapi kau harus meninggalkan Korea dan tak pernah kembali.
Kalau muncul lagi, aku akan menghancurkanmu, hingga setiap helai rambutmu.
Syaratnya lumayan juga.
Pisau! Berikan pisaunya padaku!
Pisau itu akan menjagaku tetap hidup.
Sampai kesepakatan kita selesai, aku harus menyimpannya.
Setelah kau siapkan uangnya, hubungi aku.
Boleh aku tanya satu hal?
Bukankah kau membenci nyonya?
Kenapa berbuat sejauh ini?
Karena martabatmu?
Kau pikir akan kuceritakan perasaanku padamu?
Ini...
Ini apa...
Balas dendam?
Dengan Tae Yoo Ra.
Kedepannya tak perlu melapor padaku.
Apa?
Diculik? Jeong Won?
Kau yakin?
Jeong Won!/ Woo Hyeok!
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau lakukan ini?
Karena aku harus melindungi orang yang kucintai.
Aku tak bisa menerimanya bila orang yang kucintai terluka.
.: Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
Jeong Won.
Kau tak apa?
Aku tak apa. Kau tak apa?
Aku tak apa.
Tolong...
jangan salah memahamiku.
Aku tahu kau tulus. Maafkan aku.
Woo Hyeok.
Aku...
Moo Yi. Moo Yi.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Dia terus mencari suaminya.
Dia berpesan agar kau melupakannya dan hidup dengan tenang.
Moo Yi.
Ada yang ingin kukatakan. Jaksa tak bisa dihubungi, bagaimana ini?
Sudah coba hubungi Ketua Tim Jang?
Mereka tak bisa menghubungi jaksa. Makanya menghubungi kita.
Bagaimana kalau terjadi sesuatu?
Sebaiknya kita laporkan penculikan dan hilangnya jaksa?
Dia petugas kejaksaan, kita jangan terpengaruh pelaku, kan?
Masalahnya kita tak paham situasinya.
[Nyonya]
Kami laksanakan sesuai jadwal.
Nyonya.
Apa harus dilaksanakan sesuai caramu?
Kwang Seon, sejak kapan kau membantahku?
Lakukan sesuai perintahku.
Raut wajahmu kenapa?
Ada yang ingin kau katakan?
Ibu menculik Jeong Won?
Kenapa? Karena mungkin ibu membunuh paman?
Hyeon Cheol masih hidup.
Jangan bohong padaku. Ibu memiliki surat wasiat ayah...
dan besok oppa akan menjadi ketua. Kenapa ibu lakukan ini? Kenapa?
Bukankah dia orang yang paling kau benci?
Kalau benci, tak suka, maka dibunuh?
Bukan begitu caranya.
Pergilah.
Banyak yang harus dipersiapkan untuk rapat pemilihan Soo Ho besok.
Jadi ibu membunuh Cha Seong Hoon?
Sepertinya ibu melakukannya.
Apa yang membuat ibu benci padanya?
Ibu...
Apa hak ibu hingga membunuh manusia?
Manusia?
Sejak bertemu ayahmu, ibu tak pernah menjadi manusia.
Ibu tak mau bicara denganmu lagi, keluar!
[112 - Kantor Polisi]
Apa yang kau lakukan? Apa yang kalian lakukan?
Lepaskan aku. Lepaskan.
Lepaskan.
Ini. Lepaskan aku. Tak mau lepaskan?
Lepaskan dia.
Kau! Apa yang kau lakukan?
Maaf. Ini perintah nyonya, aku tak punya pilihan.
Setelah rapat pemilihan besok selesai, kau boleh keluar.
Kenapa tak tidur?
Tak apa.
Kau gembira?
Entahlah.
Bila esok tiba, dunia akan banyak berubah.
Mungkin tidak bagi orang lain, tapi pasti bagi kita.
Aku mau berjalan-jalan sebentar.
Mau kutemani?
Tidak. Tidurlah.
Jeong Won!
Jeong Won!
Tolong bebaskan dia.
Dia sepadan dengan upayamu?
Karena dia pilihanku.
Bila ayahmu memiliki setengah saja dari jiwamu,
hidupku akan berbeda.
Baik. Aku akan membebaskannya.
Aku akan membebaskan Jeong Won.
Jaksa Cha, semua berjalan sesuai keinginanmu, kan?
Jangan terlalu senang karena kenyataan berbeda dari cerita dongeng.
Sin Hyeon Sook.
Jeong Won! Jeong Won!
Kau datang pagi.
Nyonya memanggilku, aku harus datang.
Bukankah kami orang-orang yang setia mematuhi perintahmu?
Aku berterima kasih kau berpikir demikian./ Apa?
Ya.
Kudengar belum lama ini Soo Ho menegurmu keras.
Pembicaraan presdir denganku berakhir dengan baik.
Kau memanggilku untuk mengatakan hal itu?
Mana mungkin.
Kurasa Soo Ho sangat termotivasi.
Tapi dia masih kurang lihai menghadapi orang.
Aku minta maaf kalau dia terlalu kasar padamu.
Memang agak kasar.
Hari ini... tanpa satu pun suara penolakan,
semua akan berjalan lancar, kan?
Ya. Kurasa takkan ada masalah.
Benarkah? Tentu harus tak ada masalah.
Setelah Soo Ho menjadi ketua,
kau akan jadi Presdir Geosan Elektronik.
Ya. Apa?
Aku, jadi presdir?
Di perusahaan siapa yang lebih cocok dari dirimu?
Aku pasti akan mewujudkannya.
Kalau kau mewujudkannya...
Untuk mewujudkannya, bukankah seharusnya kau sibuk?
Kau pasti menepati janjimu?
Menurutmu sampai kapan aku akan terhambat karena Soo Ho?
Kenapa dia di sini?
Ibu ingin memastikan kembali.
Dia seperti kelelawar, tapi dia sadar posisinya.
Kutangani dengan caraku, kenapa ibu ikut campur?
Soo Ho. Penghargaan saja takkan ada yang berhasil.
Terkadang butuh hukuman juga.
Ibu akan mengajarimu bila tiba saatnya.
Kita akan telat. Bersiaplah.
Sebentar.
Siapa?
Yoo Ra.
Dia takkan datang.
Dia bilang ingin mencari udara segar.
Santai saja, ini hari yang baik.
Lagipula di keluarga ini hanya ada kau dan ibu.
Kalian duluan saja./ Baik.
Yoo Ra bagaimana?
Dia tak banyak bicara.
Benarkah?
Woo Hyeok! Woo Hyeok!
Woo Hyeok!
Siapa kau? Apa yang kau lakukan?
Di mana Jeong Won?!
Cepat lepaskan aku. Lepaskan aku.
Cobalah.
Berengsek!
Lepaskan aku, berengsek!
Jeong Won.
Jeong Won.
Woo Hyeok!
Woo Hyeok.
Setelah rapat pemilihan selesai, kita pergi berlibur?
Ke mana?
Ke mana saja.
Banyak yang telah terjadi.
Menurutku ada baiknya pergi melupakan semuanya.
Kau pikir mereka akan membiarkan kita?
Kau ingin hidup bebas, kan?
Itu sebabnya kau ingin jadi pemilik Geosan. Aku salah?
Takkan ada masalah.
Tentu saja. Aku dapat mengendalikannya.
Bagus.
Bila kau selesaikan dengan baik,
kau akan jadi presdir Geosan Elektronik.
Nyonya.
Sampai akhir jangan lengah.
Tak ada yang milikku sampai berada dalam genggamanku.
Baik.
Berengsek. Lepaskan aku sekarang juga.
Lepaskan aku, berengsek!
Berengsek.
Senyum.
Berengsek. Aku takkan membiarkanmu lolos, berengsek.
Di mana Jeong Won? Di mana Jeong Won?!
Siapa kau?
Kenapa kau lakukan ini?
Tunggu. Woo Hyeok bagaimana?
Tunggu. Tolong lepaskan aku!
Tunggu! Tunggu!
Tunggu!
[Pemilihan Tae Soo Ho sebagai Ketua Sementara Geosan Group]
[Geosan Group]
[Tae Yoo Ra]
Kau datang, nyonya.
Baik.
[Sin Hyeon Sook]
Aku siap melaksanakan perintah.
Kurung mereka sampai rapat pemegang saham selesai.
Laksanakan sesuai rencana malam ini.
Jeong Won. Jeong Won.
Kini kita mulai rapat pemegang saham dan dewan eksekutif...
dengan agenda pemilihan Presdir Tae Soo Ho sebagai ketua.
Sebelum memilih ketua,
mari kita dengarkan sambutan Presdir Tae Soo Ho.
Tunggu.
Bawakan.
Bagiku, hari ini adalah hari yang bermakna.
Karena aku bisa berdiri di hadapan kalian.
Geosan juga harus kembali berdiri.
Bagus.
Berengsek.
Geosan dapat berdiri kembali,
tidak, kita harus satukan kekuatan agar dapat berlari.
Demi masa depan bersama, aku minta semua yang di sini...
membuat keputusan yang tepat.
Maka sesuai prosedur, kita akan mengambil suara.
Direktur yang memilih Tae Soo Ho menjadi ketua,
silakan angkat tangan.
Apa yang sedang kalian lakukan?
Apa yang kalian lakukan?
Direktur Eksekutif Go.
Direktur Park.
Hasilnya, agenda pemilihan Tae Soo Ho sebagai ketua telah ditolak.
Apa-apaan kau?
Berengsek! Apa yang kalian lakukan?
Hentikan!
Aku yang menyuruh mereka.
Apa...
Apa maksudmu?
Demi kebaikan siapa?
Demi kebaikan Geosan.
.: Baalthazar :. IDFL™ SubsCrew
[ B a b e l ]
Takkan kubiarkan. Takkan kuampuni mereka.
Ketua Tim Jang. Han Jeong Won dalam bahaya.
Bangun. Ini baru saja mulai menarik.
Berhenti.
Jangan bergerak.
Dia bilang ingin melihatku menderita selama sisa hidupku?
Ada apa ini? Apa yang terjadi?
Jeong Won, apa terjadi sesuatu?
Jeong Won! Jeong Won!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.