Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
-- Diterjemahkan oleh Seto Hidayat -- (Ripped/Edited By *Coffee_Prison)
(NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN)
(PUNCAK TROLL) -- ROMSDALEN --
Hei, Mungil, kau naik atau tidak?
Atau mau bergelantungan saja?
Lindungi saja tulangmu, Fosil Tua.
Puncak Troll.
Kau ingat dongengnya?
Ayah, aku tak percaya dongeng lagi.
Kukira kau suka dongeng itu.
Dahulu kala, ada pernikahan makhluk troll dan 13 troll mabuk dan lupa waktu.
Lalu matahari terbit dan sinarnya membuat mereka menjadi batu.
Kau tahu,
tiap dongeng ada benarnya.
Itu cuma puncak gunung.
Sulit percaya jika belum lihat.
Bukankah katanya begitu?
Tapi ini sebaliknya.
Kau harus percaya agar bisa melihatnya.
Bisakah kau melihatnya, Nora?
Ya.
Cobalah. Lihat.
Bukan dengan mata.
Dengan hati.
Percayalah.
"Dari tanah dan batu."
"Jantung bersalju.
Tulang es beku."
"Dari gelap datang,
dalam terang hilang."
(20 TAHUN KEMUDIAN)
(PANTAI ATLANTIK) "NORWEGIA BARAT LAUT"
Saya paham itu, Pak,
tapi saya jamin kami bekerja siang malam, seluruh tim.
Apa, Pak? Saya tak dengar.
Sinyal di sini…
Pak? Halo, halo?
Ada…
Ada angin dan…
Dasar bodoh.
Kalian lihat pemburu dino pemberani kita?
- Dia memulai penggalian baru, Secord. - Lagi?
Di sana.
Tentu saja.
Mau menggali seluruh pantai, Nora?
Aku tak suka tatapan itu.
Tadi aku ditelepon universitas.
Astaga.
Dengar.
Sudah 6 bulan kita menelusuri pesisir ini tanpa hasil.
Butuh sedikit waktu lagi.
Nora, kumohon…
- Kita hampir berhasil. Bisa kurasakan. - Aku kehabisan alasan. Tanpa pendanaan…
Tidak. Masa bodoh.
Kau mau apa?
Ayahku selalu mengajariku
agar jangan pernah
kehilangan
keyakinan.
- Astaga. - Kau bercanda, 'kan?
Kemarilah, Secord.
- Kami menemukan sesuatu! - Apa?
- Nora, kita menemukan sesuatu, 'kan? - Ya!
Astaga! Lihat ini!
Dari zaman para raksasa. Seperti dongeng.
Ini bukan dongeng.
Lihat dirimu!
Hai, Cantik.
-- HJERKINN -- (PEGUNUNGAN DOVRE)
KAMI MEMBANGUN JALUR KERETA DOVRE YANG BARU
Biarkan gunung hidup!
(KE NERAKA LEWAT TEROWONGAN)
- Biarkan gunung hidup! - Biarkan gunung hidup!
Ambil peledaknya.
Semuanya keluar!
Biarkan gunung hidup!
Biarkan gunung hidup!
Biarkan gunung hidup!
Hu!
- Hentikan! - Hu!
- Oke, Semuanya. Ayo lakukan! - Ya! Oke!
Apa itu?
Semuanya, keluar!
Semuanya, keluar!
MARKAS OPERASIONAL ANGKATAN BERSENJATA NORWEGIA
(BENTENG AKERSHUS, OSLO)
Ada pesan tentang aktivitas seismik tinggi di Dovre.
Biar kulihat.
Di mana Sigrid?
Minta izin untuk mengirim pesawat ke Pegunungan Dovre.
Aku melewatkan sesuatu?
(PANGKALAN UDARA ØRLAND) -- TRØNDELAG --
Raven 4, kami siap lepas landas.
Raven 4 siap lepas landas.
Markas, ini Raven 4, mendekati Dovre.
Jenderal.
- Jenderal. - Halo.
Markas, kalian lihat ini?
Ya, kami lihat.
Peringatkan pemerintah.
(KEDIAMAN PERDANA MENTERI_ -- OSLO --
- Selamat pagi. - Selamat pagi.
- Perdana Menteri. - Formal sekali hari ini, Andreas.
Menteri Pertahanan akan memberi tahu Anda di jalan.
Yang kita punya hanya video
dari pesawat pengintai Angkatan Bersenjata.
Ya ampun, itu seperti kejatuhan meteor.
Tim sedang menuju ke sana untuk memeriksa.
- Masyarakat sudah tahu? - Media sudah saya kendalikan.
Oh, benarkah?
Satu hal lagi.
Pesawat pengintai merekam sesuatu di dekatnya.
Kami belum memastikan apakah cekungan di tanah itu terkait dengan kejadian itu.
- Kami sedang mencari tahu. - Terima kasih, Fred.
Apa itu?
Seperti jejak kaki.
Tidak.
Bukan ranah saya untuk menjawabnya.
Ya. Tapi kita butuh orang yang paham di ranah ini.
Geolog. Arkeolog. Biolog.
Ya. Orang yang ahli.
- Selamat. - Terima kasih.
- Pidato! - Pidato!
- Pidato! - Pidato!
Ya, ya, baiklah.
Baiklah.
Mustahil, kata mereka.
Tak masuk akal.
Kita dianggap gila.
- Kau memang gila. - Ya, sedikit.
Tapi kurasa ini membuktikan jika kita percaya akan sesuatu…
Tidemann?
Nora Tidemann?
Saya datang untuk menjemput Anda ke Oslo secepatnya.
Apa?
Ini masalah keamanan negara.
- Nora Tidemann? - Ya.
Andreas Isaksen, penasihat Perdana Menteri Moberg.
Kalian tahu saya penggali fosil, 'kan?
- Maaf karena begitu misterius. Tapi ini… - Rahasia negara. Sudah sering dengar.
Anda akan diinfokan lebih lanjut.
Pernah dengar juga. Tak bisakah menelepon saja?
Anda akan tahu alasannya.
Ini bukan bagian dari tur resmi.
Star Trek?
Sigrid dan saya akrab. Tapi bukan…
Hei! Anda menyeret saya dari proyek yang direncanakan dan dibiayai bertahun-tahun.
Saya lelah dan lapar. Itu kombinasi yang menyengsarakan.
- Laporan sejauh ini menunjukkan… - Saya tak dapat satu pun jawaban…
Halo.
Ini Nora Tidemann. Dia adalah seorang profesor paleontologi.
Paleontologi? Apa itu meneliti dinosaurus?
Ya. Atau fosil.
Dinosaurus punah 65 juta tahun yang lalu…
Saya kira kita bisa mencoret dinosaurus dari daftar kita.
Ya. Lanjutkan, Lunde.
Pertama-tama, izinkan saya menjelaskan
bahwa kita saat ini tidak dapat mengesampingkan
serangan militer atau serangan teroris.
Namun, laporan sejauh ini menunjukkan
bahwa peristiwa di Dovre bersifat geologis.
Selain kawah di lereng gunung,
kami menemukan sejumlah cekungan di tanah.
Karst?
Apa?
Lubang amblas.
Air meresap melalui retakan di pegunungan,
melarutkan endapan kapur bawah tanah di bawah tanah sampai akhirnya runtuh.
Itu juga bisa berkaitan dengan deposit gas bawah tanah yang besar.
Ya, metana.
Ya, sebagai akibat dari perubahan iklim.
Kurasa sebaiknya kita menelepon Greta.
Ledakan itu bisa memicu ledakan berantai…
Maaf.
…yang mungkin…
Maaf.
Apa ini lelucon?
- Apa? - Apa ini lelucon?
Saya pastikan ini sungguhan.
Baiklah.
Tapi…
Siapa pun bisa lihat jika itu jejak kaki.
Ya, maksud saya…
Jejak kaki, 'kan?
Apakah ada makhluk tertentu yang ada dalam pikiran ahli paleontologi?
Saya tak bilang itu masuk akal, jejak kaki terdalam…
Ada sesuatu!
Salah satu pengunjuk rasa merekamnya di ponsel mereka.
Itu tadinya sulit diretas. Bisa dibilang hampir mustahil.
Tapi setelah saya cari, saya menemukan caranya.
Singkat cerita, ini dia.
Biarkan gunung hidup!
Biarkan gunung hidup! Biarkan…
Ya Tuhan!
Cepat, pergi dari sini!
Jadi, apa sebenarnya yang ada di sana?
Hei, Sigrid?
Bisa mundurkan rekamannya sedikit?
Bisa putar dari situ?
Biarkan gunung hidup! Biarkan…
Itu terdengar seperti…
binatang?
Berhenti.
Jalan melewati Dovre ditutup sementara
karena pekerjaan kereta api kecepatan tinggi yang baru.
Jalan akan segera dibuka.
Entah ada apa dengan Solo.
Ia menggonggong seperti gila.
Ya sudahlah.
Oddrun.
Ada apa ini?
Oddrun!
Ayo ke basemen!
Ayo!
Apakah Anda mengklaim itu terkait dengan…
Secara morfologis…
Tolong, bicaralah dengan bahasa yang mudah dipahami!
Sejauh yang bisa saya lihat, ada dua kaki dan dua tangan.
Apa yang Anda siratkan, Nona? Bahwa itu raksasa?
Kingkong, mungkin?
Primata terbesar yang kita tahu diyakini memiliki tinggi empat meter.
Itu tampaknya sekitar 40-50 meter.
Itu tidak natural.
Atau supranatural.
Apa ada temuan lain?
Pencariannya tak membuahkan hasil.
Jadi, apa rencana kita?
Apa kita hanya akan berteori, atau akan berbuat sesuatu?
Hei, Nona, tolong.
Saya Profesor Tidemann, terima kasih.
Saya bersedia menunda pekerjaan saya
untuk mendukung pekerjaan di Dovre, jika dibutuhkan.
Saya tak mau bicara soal deposit gas dengan Profesor Lubang Amblas.
Tidemann.
Kau dijadikan penasihat ilmiah.
Ada aktivitas di Lesja. Ayo kita pergi.
Kita?
Aku ditugaskan untuk menjagamu.
Kenapa kau suka menggali fosil?
Aku selalu suka dengan alam.
Aku dibesarkan dengan dongeng, cerita, dan hal lainnya.
Ayahku profesor dialek asli dan folklor.
Ahli folklor. Kukira mereka sudah tak ada.
Apa pekerjaan ibumu?
- Dia meninggal saat usiaku 10 tahun. - Apa?
Dia meninggal saat usiaku 10 tahun.
Setidaknya kalian saling memiliki. Kau dan ayahmu.
Ya.
Ada apa?
Ayahku berhati besar,
dan imajinasinya lebih besar, jadi…
Ia akhirnya sulit membedakan kenyataan.
Oh, ya?
Ia sering bilang, "Kau harus percaya agar bisa melihatnya."
Kurasa dia terlalu percaya dengan apa yang dia percayai.
Ya.
Ya.
Aku dulu mau jadi penulis.
Aku menulis buku soal biksu
yang bisa melepas kepalanya, melemparnya ke penjahat, dan menggigitnya.
Ya ampun.
Dan kemudian, dia menggunakan jarinya sebagai anak panah.
Profesor Tidemann?
Nora.
Kapten Holm, Komando Operasi Khusus.
Andreas Isaksen, dari kantor Perdana Menteri.
Selamat datang di Lesja
Ini temuan kami.
Sesuatu datang dari arah sana,
menyeberangi sungai, lalu melewati lembah.
Jejak berhenti 20 km di selatan, di pegunungan.
- Berhenti sepenuhnya? - Ya.
Ada temuan lain?
Tidak, sudah kami sisir area ini.
Nihil.
Kau ahli paleontologi?
Ahli paleobiologi.
Begitu, ya.
Jadi, ada teori?
Ada T. rex tersesat di pegunungan Norwegia?
Itu masih harus dilihat, Kapten Holm.
Kris.
Panggil aku Kris.
Kapten Kris?
Ya.
Saya tidak bisa melihat dengan jelas.
Saat itu gelap.
Apakah gelap karena mendung?
Bukan. Karenal hal lain.
Seolah-olah kami berada di bawah bayangan gunung.
Dan gunungnya bergerak.
Itu sangat menakutkan bagi Solo-ku.
Bukankah begitu?
Ya, memang begitu.
Kalian melihat hal lain?
Apa pun yang terlintas.
Maaf. Saya masih syok.
Tak apa.
Terima kasih banyak.
Ada satu hal lagi…
Ada seperti…
Semacam raungan.
Apa maksudmu?
Aku tak dengar itu.
Ia tak bisa dengar hal seperti itu. Ia pakai alat bantu dengar.
Apa?
Raungan? Seperti angin?
Bukan, itu lebih seperti melodi.
Melodi sendu.
Itu membuatku sedih.
Seolah-olah kekuatan alam mengamuk melewati lembah.
Kekuatan alam dengan dua kaki.
Kalian menciumnya?
Apa?
Bau itu?
Alam Norwegia?
Ya.
Tapi ini…
lebih kuat.
Lebih kuat?
Ya, hipernatural.
(HIPERNATURAL)
"Hipernatural."
Lihat betapa dalamnya.
- Kau lagi apa? - Sinar ultraviolet.
Mengecek jejak biologis.
Ada sesuatu?
Tidak. Hanya tanah dan batu.
- Kenapa? - Hanya saja…
Itu seperti sajak masa kecil.
Ada rencana?
Apa pendapatmu?
Kau bilang 20 km ke selatan?
Itu berhenti di sini.
Tak ada jejak lagi.
Pemindai termal menunjukkan tak ada tanda-tanda kehidupan.
Hanya ada pegunungan.
Sesuatu sebesar ini tak mungkin hilang begitu saja.
Juga tak bisa sembunyi.
(KAMUFLASE?)
Apa yang kau pikirkan?
Sial!
- Ada apa? - Begini.
Kita harus turun di suatu tempat.
Hei…
Biarkan aku yang bicara dan…
Aku tinggal di sini!
Aku tak mau kembali!
Kami tak akan membawamu.
Letakkan senapanmu, Ayah.
Mungil?
Mau letakkan senapanmu?
Lama tak jumpa.
Ya, aku sibuk.
Siapa si Aneh itu?
Andreas Isaksen.
Penasihat Perdana Menteri Moberg.
Ya…
- Semua aman? - Hei!
Hei, hei! Tenang!
Ini Kapten Kristoffer Holm.
Dia Tobias Tidemann.
Dia ayahnya.
Baiklah.
Salam kenal.
Boleh kami masuk?
Hanya untuk mengobrol?
Dan Ayah…
Bisakah Ayah pakai celana?
Ayah merenovasinya.
Tidak.
Musim dingin 1943.
Nazi menyuruh tawanan perang Rusia membangun Jalur Kereta Nordland ke Bodø.
Beberapa percaya bahwa pembangunan dihentikan
karena ada sesuatu di gunung.
Oh, ya? Apa itu?
Sesuatu keluar.
Benar, tapi sulit dibuktikan. Mereka merahasiakannya.
- Bukti dan saksi dihilangkan. - Tidak, Ayah. Hari ini.
Sesuatu keluar dari gunung hari ini.
Kami telah melacak jejak kaki dari apa pun ini, tapi jejaknya berhenti.
Jangan ada takhayul, dongeng, atau fantasi.
Kita sudah lama membahas itu.
Kupikir ada sesuatu dalam pekerjaanmu yang dapat menunjukkan ke arah yang benar.
Ayah kenal pegunungan ini lebih dari siapa pun.
Kau tahu Norwegia punya hukuman maksimum
jika melakukan kontak dengan troll sampai tahun 1840?
Troll?
Bagaimana jika kukatakan 1.000 tahun lalu troll berkeliaran di Norwegia?
Aku tak mau membahas ini lagi.
Ayah tahu betul 1.000 tahun itu singkat, jika bicara soal evolusi.
Jika mereka nyata,
kita sudah mengekstrak DNA fosil troll berabad-abad lalu.
Kita akan tahu kenapa mereka punah…
Kita tahu betul kenapa mereka punah.
Kristenisasi Norwegia.
Kenapa hanya Ayah yang tahu ini?
Karena Ayah dipenjara saat hampir berhasil menyingkapnya.
Seseorang selalu mengetahui sesuatu. Demi tuhan…
Apa yang diketahui Kittelsen?
Apakah dia sengaja membuat kesalahan yang jelas ini?
- Kesalahan? - Sebentar…
Kumpulan cerita rakyat.
- Mitos dan karya seni… - Ayah.
- Dibuat untuk menutupi kebenaran. - Ayah!
Semua dongeng yang ada ditulis untuk menodai warisan mereka.
Untuk mengejek mereka. Itu ulah Asbjørnsen dan Moe.
- Hei… - Troll digambarkan bodoh, jahat, pelit.
Tapi manusia digambarkan lebih unggul secara mental.
Jika kebohongan sering dikatakan, itu akan dianggap kebenaran.
- Politisi ini tahu. - Apa?
Tentu saja.
Kita harus istirahat sejenak.
- Rencana bagus. - Sejenak?
- Jangan berlama-lama. Ayo keluar, Mungil. - Jangan panggil aku Mungil.
Ini akan jadi petualangan seru. Awas kepalamu.
Jejaknya berhenti di sini.
Ya, di sini, 'kan?
Itu benar.
Ya.
Itu berarti pria itu berjalan dari sana dan terus ke sini.
Pria?
Bisa jadi itu ogress, tentu saja.
Ogress?
Penyihir wanita troll.
Troll wanita.
Ya ampun.
Hei, tunggu! Turun!
Ayo turun!
Turun di sini!
Keluarga Tidemann.
Keluarga unik.
Dia memang selalu sedikit eksentrik.
Dan pada satu titik, dia tersesat dalam hal yang dia teliti.
Dia kehilangan pekerjaannya.
Pernah masuk klinik psikiatri.
Begitu, ya.
Kupikir kondisinya lebih baik sekarang.
Kurasa aku sebaiknya…
- Lakukan. - Kurasa itu ide bagus.
Ayah menemukan sesuatu?
Ini salah. Semuanya salah di sini.
- Apa? - Petanya.
Topografinya salah. Semuanya salah.
Kau lihat?
Apa?
Lihat kita, Mungil. Bertualang, seperti dahulu.
Ini bukan semacam acara rujuk.
Asal Ayah tahu.
Matamu berbinar ketika Ayah beri tahu soal rahasia dunia.
Kau sama penasarannya dengan ibumu.
Apa yang terjadi?
- Aku tumbuh dewasa. - Oh, ayolah.
Menurutmu apa yang kita cari di sini?
Yang Ayah siratkan hanya fantasi.
Dinosaurus juga dianggap makhluk fantasi.
- Troll tak natural. - Mereka natural.
- Yang benar saja. - Terbuat dari tanah dan batu.
Mereka datang dari gunung dan bangkit dari tanah. Bukan begitu?
- Ada apa? - Bau itu.
Ayah mandi tiap Sabtu.
Bukan itu.
Ini hipernatural.
Hipernatural?
Hipernatural.
HIPERNATURAL KAMUFLASE?
Ayah…
Kris…
Nyalakan mesinnya.
Ayo!
Ayo!
Hubungi Oslo!
Ya, menunjukkan video sekarang.
Kalian harus lihat ini!
Makhluk apa itu?
(KAMP MILITER RENA) -- ØSTERDALEN --
- Cukup menegangkan, 'kan? - Ya.
- Bahkan si Aneh itu syok. - Ya, itu besar.
Ayah, tak peduli pertanyaan mereka,
tak peduli kata para orang berseragam itu, tolong jangan sebutkan kata "troll", oke?
"Troll"? Apa maksudnya "troll"?
Terdengar jahat…
Maksudnya bukan makhluk dongeng.
Troll!
Itu troll!
Maaf.
Intinya kami tak tahu makhluk apa itu sebelum ada waktu untuk mempelajarinya.
Waktu? Kita tak bisa menunggu.
Kita juga tidak boleh membuat keputusan terburu-buru.
Lalu apa saran Anda? Kontes makan?
Seperti di dongeng? Maaf, jika saya boleh bicara.
Kita tidak berpikir jernih
jika membangun rel kereta melewati Pegunungan Dovre!
- Ayah. - Itu mengejek alam.
- Tapi kalian lakukan karena bisa. - Tobias.
Tak pernah mempertimbangkannya.
- Ayah sedang apa? - Membantu.
Bukan. Ini mirip rapat orang tua-guru.
- Sudah? - Guru delusionalmu itu…
Boleh menyela?
Ini bukan goblin. Ini adalah troll gunung dewasa!
Usir dia.
- Penelitian 20 tahun… - Sekarang!
Apa saya dianggap gila?
- Akan kuurus. - Semoga berhasil!
Yang benar saja! Aku bisa berjalan. Lepaskan.
Perdana Menteri.
Kami hanya butuh sedikit waktu lagi.
Maaf. Risikonya terlalu tinggi.
Serahkan ke Angkatan Bersenjata.
Ayah bersikeras pada teori dongeng, tapi ini bukan makhluk fantasi misterius
yang mencium bau darah orang Kristen, lalu jadi batu di bawah mentari.
Jika kau begitu yakin, kenapa mendatangiku?
Petualangan ini berakhir.
Aku mau kembali bekerja.
Senang menjumpaimu.
Bayangkan kita bangun, lalu semua yang kita kenal hilang.
Terbangun di dunia baru.
Dan troll ini…
Makhluk ini…
Menurutmu ia mau berada di sini?
Kita bisa takuti dengan senjata.
Mengusirnya.
Tapi aku yakin, Nora, alam akan melawan.
Kau mau kita bagaimana? Menyerah? Bahkan si Aneh ini tak mau menyerah.
Tidak…
Petualangan baru dimulai.
Nah, begitu.
Kris!
Tunggu!
Kalian warga sipil, Tidemann. Ini operasi militer.
Saya tak menyangka kita saling menyebut nama belakang lagi, Kapten Holm.
Kami tak akan menghalangi. Hanya mengamati.
Anggap kami tak ada.
- Hei, jalan pakai mata! - Maaf.
Tetap tidak boleh.
Tapi terkadang kita bisa sedikit melonggarkan aturan, 'kan?
Kris.
Kumohon.
Tidemann.
- Ya? - Ya?
Jika kalian ikut, tetap di belakang dan patuhi perintah.
Kalian paham?
- Jika Oslo tahu aku membawa kalian… - Tidak.
Tenang, kau akan mati sebelum matahari terbit.
- Ayo, ayo, ayo! - Ayo, ayo!
Ayo!
Semuanya, ini siaran langsung dari Heidal.
Piranha, ini Viking.
Status? Ganti.
Viking, ini Piranha. Kami bersiap di posisi.
3-Alpha. Status? Ganti.
Viking, ini 3-Alpha. Kami bersiap di posisi. Ganti.
Diterima.
Bagaimana sekarang?
Kita menunggu.
Jika aku tidak salah, ia bisa melepas kepalanya sendiri?
Ya.
Melemparnya ke orang dan menggigitnya?
Ya, atau tangannya.
Dia bisa melepasnya dan melemparnya seperti sekepal bola salju.
Wah, keren.
Ya, 'kan?
Bisa bayangkan mereka?
Berkeliaran di sini dalam kawanan besar.
Keluarga.
"Terbuat dari tanah dan batu."
"Jantung bersalju. Tulang es beku."
Aku ingat semuanya.
Dongeng yang Ayah dan Ibu ceritakan.
Dan kekosongan setelahnya.
Tapi aku juga ingat
apa yang mengisi kekosongan itu.
Petualangan si Mungil dan si Besar.
Apa kita sedang rujuk sekarang?
Kau dan Ayah?
Apa itu PVS-31?
Sebenarnya, iya.
Aku pernah melihatnya.
- Punya pengalaman militer? - Sedikit.
Oh, ya?
Call of Duty.
Kau tahu, Nora…
Kau kehilangan kami berdua saat ibumu meninggal.
Ayah kini di sini.
Dasar fosil tua.
Ayah menangis, ya?
Pasti karena alergi pinus.
Ayah alergi pada hutan.
Keren, 'kan?
Rasanya seperti dalam permainan arkade.
3-Alpha memanggil Viking. Ganti.
Ini Viking.
Dimengerti. Mana helmku.
Lepas saja talinya.
- Aduh! - Baik.
- Singkirkan jari-jari gemukmu. - Aduh!
Ia di sini.
Boleh kulihat?
Ia berhenti.
Ia tahu kita di sini.
Oslo, ini Viking.
Menunggu perintah.
Viking.
Kalian boleh melepas tembakan.
3-Alpha, ini Viking.
Siapkan serangan.
Dimengerti. Tembak!
Bodoh.
Tidak efektif.
Kalian membuatnya marah.
3-Alpha, mundur!
Piranha, tembak! Aku ulangi, tembak!
Dimengerti, Viking. 9-8! 9-8!
Tembak!
Berlindung! Ia datang!
Mundur, mundur!
Mundur!
Mundur!
Mundur!
Lari!
Ke sini!
Dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Ampuni kesalahan kami…
seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Karena kerajaan, kuasa, dan kemuliaan adalah milik-Mu. Selama-lamanya.
Amin.
- Kau akan kami pulangkan. - Kris!
Darah itu, Nora…
Tolong!
Ia bisa mencium darah.
Ayo terus bergerak.
- Hei! - Ayah!
Tenang, tenang!
Dengar.
Tenang, tenang.
Tenang, tenang.
Tenang.
Tenang.
Bagus.
Ayah!
Ayah?
- Nora… - Ayah tak apa?
Jangan bergerak. Bantuan datang.
Nora, kau melihatnya?
- Diam, jangan bicara. - Kau melihatnya.
Ayah?
Istana…
Raja…
Rumah…
Anakku…
Percayalah…
Ayah?
Ayah?
Tidak.
Tidak.
Tidak!
(PETUALANGAN SI MUNGIL DAN SI BESAR)
KERAJAAN/ISTANA? ARTINYA???
RUMAH!
Apa ia robot?
Bukan, ia adalah master zen yang memakai keahlian mental untuk memanipulasi wujud.
Baiklah.
- Hei. - Pagi.
- Hei. - Ada kabar?
Kami melacaknya dengan pesawat nirawak.
Ia berhenti di lembah.
Dan?
Mereka menyiapkan serangan udara.
Apa? Serangan lagi?
Nora…
Kami semua bingung.
Maksudku
apa yang kita hadapi?
Aku tak tahu apa yang kulihat dan kupercayai.
Bagaimana jika…
Bagaimana jika apa?
- Bayangkan jika dongeng ada benarnya. - Hei.
Kau melalui banyak hal dalam 24 jam terakhir.
- Aku… - Itu yang salah.
Apa?
Ayahmu mengatakan bahwa Kittelsen telah menambah kesalahan pada lukisannya.
Troll tak tahan sinar matahari.
Tapi lihat.
Ia berkeliaran saat siang.
Maka Kittelsen benar.
Apa maksudmu?
Kita sudah melihatnya saat siang.
Tapi aturan lain apa yang kita ketahui dari dongeng?
Serius?
- Oke, lupakan mataharinya. - Maksudku…
Kita tumbuh dengan dongeng ini. Ayolah, Andreas.
Jangan diberi makan setelah tengah malam.
- Kita sungguh menganggap ia nyata? - Salib?
- Itu vampir. - Salib…
Salib… Itu agama.
Prajurit itu.
Lihat ini.
"Baunya seperti darah orang Kristen."
- Kristenisasi Norwegia. - Oke.
(KELEMBAPAN - BATU BESAR)
Rencana yang Anda sarankan itu gila.
Sangat gila!
- Kita tak boleh bekerja dengan… - Takhayul?
Fiksi?
Ayolah! Serius?
Mitos kuno mengatakan tentang troll melempar batu ke gereja.
Troll benci lonceng gereja.
Ini makin lucu saja.
Bagaimana, Andreas?
Perdana Menteri.
Dari apa yang kami lihat sejauh ini, kami tak bisa menemukan…
Jenderal.
Minta izin bicara.
Bicaralah, Kapten.
Kita menghadapi musuh yang tak seperti sebelumnya.
Senjata modern kita tak efektif.
Saya percaya Profesor Tidemann.
Kita harus berpikir tak biasa.
Perdana Menteri.
Tidemann punya saran yang radikal.
Saya dan Kapten Holm paham
bahwa keadaan ekstrem membutuhkan tindakan ekstrem.
Baiklah.
- Lakukan. - Ya ampun.
Jika Gudbransdalen kita evakuasi, akan ada kepanikan.
- Kita butuh rencana. - Tidak bisa.
Makhluk itu bergerak ke tenggara.
Ada apa di lokasi itu?
(TAMAN PETUALANGAN HUNDERFOSSEN) --- LILLEHAMMER ---
Lihat.
- Terima kasih. - Jangan lari jauh-jauh, Viktor.
Viktor?
- Klara, kemari. - Apa yang terjadi?
Thomas, apa yang kau lakukan?
Tidemann, apa yang kau harapkan?
Bahwa ia akan meledak?
Bagus.
Ini Hocus 1. Tetap dalam formasi. Mari kita kelilingi.
Ini berhasil.
Ini Hocus 1. Kami mendekat.
Viktor!
Hocus 3, awas dari kiri!
Mayday, mayday!
Hocus 4.
Naik, naik, naik!
Tidak.
Kalian lihat? Anak itu ia selamatkan.
Kami memiliki video mengejutkan dari Norwegia.
Kami berada di negara Norwegia dan negara ini sedang panik.
Orang-orang berlari menyelamatkan diri dari makhluk raksasa.
Apakah itu Godzilla Norwegia?
Mereka bahkan tak tahu makhluk apa itu.
Itu sangat menakutkan.
Kerusakan parah di Gudbrandsdalen.
Militer di mana-mana. Ada monster di sini!
Kehancuran besar.
Kerusakan hebat.
Kekacauan total.
Bayangkan akibatnya jika makhluk ini mencapai daerah padat penduduk.
Jika kita mengikuti jejak ini, sepertinya ia menuju ke ibu kota.
Pemerintah belum membuat pernyataan, dan ada spekulasi
apakah ini terkait dengan insiden di Dovre kemarin.
Ini bukan hasil yang diinginkan,
tapi kami menemukan hal penting.
Loncengnya berefek.
- Kita harus menghadapi kenyataan. - Ya.
Ada mesin pembunuh menuju ibu kota.
Saya tahu waktu kita sedikit,
tapi jika kita bisa mencari tahu apa yang kita hadapi di sini
dan alasannya ke sini, kita bisa cari cara untuk menghentikannya.
Menurut Anda apa itu?
Jika kita membuka pikiran kita,
menurut Anda apa?
Ancaman.
Itu saja yang perlu saya tahu. Ancaman yang harus disetop.
Tanpa tipu daya.
Perdana Menteri.
Hal di luar nalar bukan tidak mungkin terjadi.
Terima kasih atas kontribusi Anda, Profesor Tidemann.
Tidemann.
Aku…
Nora?
Tak ada yang bisa menangani ini lebih baik.
Kurasa mereka salah. Asal kau tahu.
Kapten Kris.
Kabari aku jika kau butuh sesuatu.
Selama tak menyangkut lonceng gereja.
Aku akan mencoba mengingatnya.
Kami akan membarikade semua jalan dari timur laut.
Dan jika bisa diterobos?
Ada alternatif, tentu saja.
Tidak.
Tidak? Apa maksud Anda?
Kita memiliki beberapa rudal
yang belum diizinkan untuk digunakan.
Saran Anda bertentangan dengan semua yang diperjuangkan Angkatan Bersenjata.
Belum lagi kerusakan yang fatal.
Senjata jenis apa itu?
Kenapa saya belum tahu?
Kami mengembangkan…
Tak mungkin ini dipertimbangkan.
Kenapa dia masih di sini?
Ya ampun.
Bisa keluar sebentar?
Anggap ini sebagai pengunduran diri saya.
Permisi.
Nora!
- Biar aku saja. - Kau sedang apa?
Kau meninggalkan ransel Tobias.
Ikut aku. Biar aku yang menyetir.
Tim medis, ayo.
Apa yang terjadi?
Mereka mengevakuasi Oslo.
Rakyat saya tercinta.
Kalian pasti sudah tahu berita dari Pegunungan Dovre
dan melihat rekaman mengerikan dari Gudbrandsdalen.
Dan kalian mungkin berpikir bahwa itu adalah efek khusus.
Tapi ini bukan dongeng.
Ini kejadian nyata.
Norwegia telah siap untuk menghadapi krisis besar.
Tapi tak ada yang bisa membuat kita siap menghadapi ini.
Makhluk yang tidak diketahui sains
telah bangkit dari pegunungan.
Sejarah harus ditulis ulang.
Tapi pertama-tama, kami harus mengamankan rakyat dan negara kita.
Pemerintah, Angkatan Bersenjata, dan ilmuwan terbaik,
sejak laporan pertama dari Pegunungan Dovre kemarin pagi,
telah melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi ini.
Dengan berat hati, saya harus memberi tahu kalian
bahwa upaya kami sejauh ini telah gagal.
Kami merasa perlu menerapkan langkah lebih lanjut
untuk mencegah hilangnya lebih banyak nyawa manusia.
Saya berharap kalian menganggap ini serius,
seperti yang dilakukan Pemerintah dan Parlemen.
Dengan ini, saya menyatakan keadaan darurat
dan memerintahkan untuk segera mengevakuasi Oslo dan daerah sekitarnya.
Kita selamat dari krisis besar masa lalu. Kita telah berdiri bersatu.
Saling melindungi.
Dengan sepenuh hati, saya memohon agar kalian tetap saling melindungi.
Dan semoga Tuhan memberkati…
tanah air kita tercinta.
Mengundurkan diri…
Aku mengundurkan diri.
Itu menyerah. Aku pantang menyerah.
Kenapa aku tak bisa bilang "Saya berhenti" seperti orang normal?
Bodohnya aku.
"Sinding"?
Ya, tapi aku tak tahu artinya. Dia katakan itu beberapa kali, tapi…
"Sinding? Penjaga gerbang."
Mungkin maksudnya Rikard Sinding?
Siapa dia?
Pejabat senior di Istana Kerajaan.
Aku bertemu Rikard saat melakukan beberapa kunjungan ke Istana Kerajaan.
SINDING? KERAJAAN/ISTANA? ARTINYA???
Istana Kerajaan.
Rumah. Raja…
Ada apa?
- Ayo memutar. - Memutar?
- Ayo ke Istana Kerajaan. - Oke.
- Hei! - Maaf! Saya dari Kantor Perdana Menteri!
(ISTANA KERAJAAN) -- OSLO --
Berhenti!
- Angkat tangan! - Kami datang dengan damai.
Tangan di kepala! Berbalik dan berjalan ke mobil.
- Kami dari kantor Perdana Menteri. - Lakukan!
Kami tak punya waktu!
- Peringatan terakhir! - Baik. Mungkin punya.
Berjalan kembali ke mobil!
Turunkan senjata kalian.
Turunkan.
Sinding! Ini aku, Isaksen.
Penasihat Perdana Menteri Moberg.
Aku menduga seseorang akan datang pada akhirnya.
Tidak mengherankan itu adalah Tidemann.
Matamu mirip ayahmu.
Aku menghormati ayahmu.
Dia membenciku, tapi…
Tobias itu pria baik.
Tapi sangat keras kepala.
Orang yang melihat apa yang akan kau lihat bisa dihitung dengan jari.
Aku biasanya akan bersikeras mempersilakan wanita lebih dahulu.
Saya tak akan bilang-bilang.
Pernah dipercaya bahwa akan membawa keberuntungan
jika membangun Istana Kerajaan di atas rumah raja lain.
Ini hampir ditemukan pada 1920-an selama konstruksi bawah tanah.
Dan lagi, 12 tahun lalu.
Apa Anda bilang?
Perbuatan kami pada Tobias itu sulit.
Tapi harus dilakukan, maaf.
Anda merusak hidup orang tak bersalah dan hanya bisa bilang "maaf"?
Semoga ini memberi kalian jawaban.
Ini adalah rumah Raja Troll.
Ya ampun.
Selama Kristenisasi Norwegia,
Saint Olaf menyucikan negeri dari semua yang tak sesuai dengan keyakinan baru.
Dia tahu bahwa tidak ada, bahkan untuk troll,
yang lebih berharga daripada keluarga.
Apa yang terjadi pada mereka?
Mereka dibantai.
Tapi mereka menyelamatkan salah satu anak Raja Troll
dan menggunakannya untuk memancingnya kembali ke kegelapan.
Memancingnya ke dalam Pegunungan Dovre.
Memenjarakan dan membiarkannya mati.
Jadi, ayahku benar.
Raja ingin kembali ke istananya.
Dia ingin pulang.
Andreas…
Lihat.
"Dari gelap datang, dalam terang hilang."
Mustahil. Kita melihatnya di siang bolong.
Kita melihatnya saat siang, tapi apa kena sinar matahari langsung?
Itu tak membantu. Matahari tak bisa kita kontrol.
Ada mobil terbesar apa di istana?
Tembak!
Favorit pribadi Yang Mulia Ratu.
Baiklah.
Kita punya mobil.
Kini kita butuh tenaga.
Apa?
Tidemann.
Apa?
Rencana?
Kita akan dihancurkan.
Seluruh Oslo.
Perdana Menteri harus memutuskan.
Lakukan yang harus dilakukan.
Musnahkan ia sebelum ia memusnahkan kita.
Kita tak bisa lakukan di Jalan Karl Johan,
tapi jika kita jauhkan dari pusat kota, menuju Holmenkollen…
Terlalu jauh.
Perlu yang lebih dekat, dengan rute yang lebih mudah.
Ekeberg.
Kuminta para rekanku dari Pasukan Pertahanan.
Tapi bagaimana kita akan mendapatkan begitu banyak…
Aku punya ide.
Ini kodenya.
Satu, enam, nol, tiga, tujuh, enam, sembilan, sembilan,
tiga, enam, lima, enam, tujuh…
Ini kodenya.
Satu, tujuh, delapan, tujuh, enam, delapan, tiga…
Kode terverifikasi.
Memulai misi segera.
Masuk ke mobil!
Sigmeister, beri aku kabar baik.
Barikade di sekeliling Oslo diterobos. Oslo akan dibom.
- Tidak bagus. - Apa artinya?
- Oslo akan musnah. - Kita harus mengulur waktu.
Tak bisakah kita meretas sistem?
Seberapa sulitkah meretas jaringan militer
dan membatalkan pesawat berteknologi tinggi?
- Maaf! Aku hanya mencoba… - Tidak. Aku serius.
Seberapa sulit?
Apa?
Oh, aku paham.
Lakukan.
(SELAMAT DATANG DI OSLO)
Akan ada banyak pertanyaan, nanti saja.
(DATARAN EKEBERG) -- OSLO --
Semua siap.
Ayo.
Target mendekati pusat kota.
Markas, ini Raven 4. Mengonfirmasi arah menuju Oslo.
(TARGET: BANDARA_ØRLAND)
(TEMBOK API C - AKSES DITOLAK)
"Kau tidak boleh lewat."
Amir!
- Asalamualaikum. - Alaikum salam, Saudaraku.
- Pekerjaan yang berat. - Kau merekrut?
Kavaleri?
Jika kita selamat,
aku akan berhutang padamu Pepsi Max dan Toblerone.
Jika teman peretasmu gagal sekarang…
Siggy itu Spock, dan aku Kapten Kirk.
Dia tak pernah gagal.
Dia tak tahu apa arti gagal.
Ini Raven 4. Target terkunci. Menunggu perintah.
Serang.
Hancurkan monster itu.
Dimengerti.
Menembakkan rudal dalam lima,
empat,
tiga,
dua,
satu.
Tidak! Kegagalan sistem. Kegagalan sistem. Apa yang…
Berhasil.
Siggy.
Baiklah.
Kenapa tak terjadi apa-apa?
Tidak ada kontak dengan panel kontrol.
Apa koneksi internetnya hilang?
Bagaimana jika ini gagal?
Bagaimana jika aku seperti ayahku?
Benar-benar gila.
Ya, dan di dunia yang gila, hanya orang gila yang waras.
Tak ada yang benar-benar gila sepertimu, Nora Tidemann.
Terima kasih.
Kurasa.
Baiklah, Andreas.
Pasang sabuk pengamanmu.
Ya Tuhan.
Hei ho.
Ayo.
Sekarang!
Dia mengikuti!
Ayo, cepat!
- Status? - Dalam perjalanan!
Tidak.
Butuh waktu lebih.
Tak ada waktu. Kami tiba 15 menit lagi.
Mungkin sepuluh.
Tidak, Nora…
Kami belum siap.
Pasukan!
- Berkumpul! - Ayo!
Ada ancaman datang dari arah sana.
Diperkirakan tiba dalam 10 menit.
Yang akan datang dari bukit itu
tidak seperti apa pun yang pernah kalian hadapi.
Aku akan jujur.
Ada kemungkinan besar operasi ini tidak akan berhasil.
Tapi kita harus bertanya pada diri kita.
Siapa kita jika menyerah tanpa perlawanan?
Siapa kita jika membiarkan rasa takut menguasai kita?
Siapa kita jika membiarkan diri kita diinjak-injak?
Tidak sebelum kita mengatakan,
"Tidak di sini! Tidak selama kita hidup!"
Jembatannya ditutup!
Tidak! Kepalanya!
Kepalanya jatuh!
Hei, Tampan.
Saatnya beraksi.
Sendiri…
Sendiri di dunia ini.
Ini seperti dongeng Tiga Ekor Kambing Billy.
Kambing terbesar tak akan membantu, jadi saatnya mengemudi.
Ada koneksi?
Tidak, ada yang menghalangi sistem dari dalam.
Kau sedang apa?
Saya senang Anda di sini karena ada yang membajak laptop saya.
Saya membuka email dari pangeran di Nigeria…
Kau sadar apa yang telah kau lakukan?
Ini Raven 4. Kami terhubung. Meminta perintah baru.
Masih diizinkan untuk menembak.
Dimengerti.
Mari selesaikan ini.
Ayo, cepat!
Kita harus keluar!
Ikut aku!
Sekarang!
Nora!
- Amir, kita siap? - Belum.
Nora!
Ayo! Ayo! Ayo!
Nora! Nora, ayo.
Raven 4 mengunci target. Senjata sudah siap.
Ini Raven 4. Ada warga sipil. Saya ulangi, ada warga sipil.
- Batalkan. - Batalkan.
Tidak.
Batalkan.
Tidak, yang benar saja.
- Batalkan. - Ledakkan.
Raven 4. Batalkan.
Ledakkan monster itu!
Ledakkan, Sialan!
Ledakkan!
Saya ulangi, batalkan.
Membatalkan misi.
Kau genius!
Ini salah.
Apa?
Ini berhasil.
Kita membunuhnya.
Bukankah itu rencananya?
Bukan begini.
Nora?
Nora Tidemann!
Hentikan mereka.
Berhenti!
Kau harus pergi!
Tolong, pergi dari sini!
Amir.
Tenang.
Tenang.
Tolong…
Kembalilah ke pegunungan!
Kumohon!
Pergilah ke tempat aman!
Kami tak akan mengejarmu. Pergilah!
Tak akan ada lagi Piala Norwegia di sini.
- Kawan. - Kawan.
Bagaimana menurutmu?
"Bukit Dovre"?
"Bukit Tidemann"?
Mungkin "Bukit Troll"?
"Bukit Tobias".
Mungkin.
Mata bengkak cocok untukmu.
Profesor Tidemann.
Entah harus bilang apa.
Tidak…
Perdana Menteri, saya perlu menjelaskan
bahwa saya tak menyerah, hanya berhenti dari pekerjaan.
Berit, aku mau jadi penulis!
Menurutmu mereka ada lagi?
Di suatu tempat di dalam gua.
-- Diterjemahkan oleh Seto Hidayat -- (Ripped/Edited By *Coffee_Prison)
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.