Afrikaans
Akan
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Penerjemah: MKibara https://subsource.net/u/1480916
SAYANGI UANGMU, SAYANGI WAKTUMU JANGAN JUDI, JANGAN MERUGI
KEHADIRAN
Astaga, yang benar saja.
Waduh.
Halo!
Hai. Maaf. Kau sudah dari tadi di sini?
Aku selalu datang lebih awal. Ini, silakan dilihat.
Terima kasih. Aku mau memastikan distrik sekolah.
Di utara, aku tidak akan tunjukkan ini padamu kalau tidak ada.
Juga, maaf kalau saat ini terlihat kosong...
Aku belum sempat mendekorasinya sejak...
...sebelum siap dijual.
Kalian adalah keluarga pertama yang datang
dan orang sini yang berminat sudah sangat banyak.
Silakan lihat-lihat. Jangan sungkan untuk bertanya.
Baik, terima kasih.
Sama-sama. Anggap rumah sendiri.
Ini cantik, 'kan? Sudah berumur 100 tahun.
Keasliannya cocok dengan rumah ini, tak diragukan lagi.
Ini kaca perak nitrat.
Maksudku, sudah jarang di masa kini.
Citranya benar-benar berbeda.
Ini antik. Dalam artian, spektakuler.
Menurutku, inilah jantung rumahnya.
-Kita ambil saja, ya. -Belum bisa kupastikan.
Kita yang pertama datang.
Yang kedua yang akan membelinya.
Sangat sulit dapat sesuatu di distrik ini.
-Ya, aku tahu. -Dia harus ikut lomba di Utara.
-Aku tahu. -Dia perenang andal.
Dia akan juara terus.
Kurasa ada Poplar di seberang gang.
Jika juara negara bagian, masa depannya cerah.
Ya, Poplar dengan stasiun damkar.
Kita memang hemat 600 dolar jika di tempat lain.
Stasiun damkar berarti sirene.
Kita akan rugi dari bunga, tapi akan diganti dalam 12 bulan.
Apakah terlalu dini?
Apa? Untuk Tyler?
Musim renang bahkan belum dimulai sampai November.
Untuk Chloe.
Maksudku, untuk kehidupan.
-Sebenarnya, ini kematian. -Sayang, dia akan baik-baik saja.
Perubahan itu baik.
Jadi, 8.25 juta dolar, dengan jaminan 30 hari.
Dana perbaikan 25 ribu dolar, dikelola penuh oleh kami.
-Istrimu wanita yang pintar. -Ya.
Kontingensi pinjaman 30 hari, tapi akan kucabut jika perlu.
Oh. Ya, aku setuju.
Aku yakin kita bisa sepakati.
-Ada yang mau menawar lagi? -Biarkan dia bekerja.
Kau tahu yang seharusnya.
Bung, pokoknya beres. Terima saja hasilnya.
Jadi, apa sebenarnya area ini? Semacam ruang tamu?
Silakan lihat-lihat saja.
Sepertinya ruang keluarga, area santai.
Maksudku, bisa digunakan sesuka hati.
Rumah ini punya banyak potensi.
Wah, lihat! Cerah sekali di sini.
Ini masih menyimpan banyak pesona asli.
Kurasa renovasinya akan sangat minim.
Mungkin bisa saja langsung pindah ke sini.
Kurasa tidak perlu renovasi. Sudah sempurna.
Memang benar-benar sempurna.
Itu tidak akan pernah dialami Dutton, Bung.
-Aku janji padamu. -Dusta sekali.
Beri tahu saatnya. Tunjukkan sekali saja.
Pertandingan Green Bay. Apa kau bahkan menontonnya?
Pertandingan Green Bay. Orang ini--
Hei, mulai dari atas.
Pertandingan Green Bay.
-Itu sudah tiga tahun yang lalu. -Masih dianggap.
Astaga.
Ini Sherwin-Williams "Breezy." Sisi jalan masuk depan.
Baiklah, baiklah.
Lihat, dia sampah masyarakat!
Ya, aku mengerti.
Sampah masyarakat!
Kukira kau sudah selesai di sini.
Harusnya begitu, tapi...
...jadinya kukerjakan semua sendiri.
Di mana Roberto?
Dia sedang mengurus kamar utama.
Kenapa dia tidak membantumu di sini?
Dia tidak mau masuk.
Apa maksudnya?
Dia bilang, "Aku tak mau masuk ke ruangan itu." Begitu katanya.
Agak lain.
- Hei. - Hei, bagaimana tadi?
Baik.
Aku tidak ingin tahu itu.
Dave, inti dari semua ini adalah aku tidak mau tahu soal itu.
Sudah kuatasi sebagian besar...
...tanpa tahu. Kenapa kau--
Katakan pada Carlos bahwa aku tidak peduli. Aku sangat...
...tertekan dengan ini. Aku tidak mau memikirkan ini.
Pokoknya aku tidur nyenyak malam ini. Jangan memperparah...
Itu akan jadi ide yang buruk.
Aku harus pergi.
Ya, aku juga harus pergi.
Masalah apa?
Rumit. Pasti bisa kuselesaikan. Ibu selalu bisa.
Lalu kenapa memberitahuku?
Aku seharusnya tidak tahu hal-hal seperti itu.
Ibu hanya ingin kau tahu bahwa semua yang telah...
...kulakukan, semuanya demi kau.
Bu, apa maksud--
Tak ada yang seberarti ini bagi Ibu.
Oke.
Sejak saat Ibu tahu sedang mengandungmu...
Dengar, aku tahu tujuan hidupku.
-Anak ini harus dilindungi. -Apa?
Tidak, tidak. Sungguh.
Ibu tak pernah merasa...
...sedekat ini dengan orang sepanjang hidupku.
Kalau dengan Chloe?
Pasti. Ya, tentu saja. Hanya saja...
Berbeda.
Dengar, Ty, Ibu hanya ingin kau tahu bahwa pada akhirnya...
...semua ini untukmu.
Apanya?
Maksud Ibu, sah-sah saja untuk berkorban bagi orang-orang...
...yang kau cintai. Itu saja.
Bu.
Lakukan saja hal yang kau rasa harus kau lakukan.
Tak peduli seberapa besar kesalahan itu. Jika kau melakukannya...
...untuk alasan yang benar, kau bisa tenang, itu saja.
Tidurlah, Bu.
Nadia?
Clo, kau baik-baik saja? Maaf.
Tadi kau berteriak?
Kurasa aku melihat sesuatu. Seekor tikus.
Oh. Baiklah.
-Maaf. -Mau aku periksakan ke sana?
Tidak, tidak. Aku salah.
-Oke, kau yakin? -Aku yakin. Maaf.
Ya. Oke.
Kau tahu ketika dia kaget...
...karena suara nyaring di jalan?
Siapa yang tidak begitu?
Ini... berbeda.
Dia punya semacam kecemasan.
Seakan Chloe selalu menjadi anak yang cemas.
Mungkin kita harus periksa dia.
Ya, tentu, kau yang bilang padanya.
Tidak, dia tak perlu tahu.
Kita bisa ambil sehelai rambut dari sisirnya.
Kau mulai terobsesi.
Dengar, dia tahu bahwa orang-orang yang dikenal Nadia--
Hal yang sama masih terjadi.
Nadia merokok ganja sejak kapan? 11 tahun?
Chloe bukan dia. Pikirannya lebih jernih.
Kau tahu, hanya butuh satu kali. Hanya sekali.
Dua anak yang meninggal dalam dua bulan?
Harus kuselesaikan ini.
Dia berhenti bernapas. Meninggal di kasurnya sendiri.
Bisa kau bayangkan saat orang tuanya menemukannya.
Chris, tolong. Aku harus selesaikan ini. Ada tenggat waktu.
Chloe sudah berhenti berbicara. Dia sangat tertutup.
Oke, jadi kau mau coba obat yang berbeda?
Mungkin.
Bagaimana dengan terapis yang berbeda?
Ya. Aku hanya ingin memperbaiki ini.
Sayang, tak ada yang perlu diperbaiki.
Dan dia tak bisa libatkan kita semua bersamanya.
Lihat dirimu. Semrawut.
Waktu, itulah satu-satunya hal yang akan membantu.
Pernahkah kau sadari bahwa nasihatmu selalu sesuai...
...persis dengan yang tak perlu kita lakukan sama sekali?
-Sama sekali? -Aku...
Sama sekali.
Paham.
Sama sekali.
Hei, Howard. Ini Christopher Payne.
Sudah lama tidak berbincang.
Aku punya pertanyaan hukum yang agak aneh tentang--
Aku bingung harus bertanya kepada siapa lagi.
Aku sangat ingin bertanya padamu. Kapan pun kau punya waktu.
Terima kasih. Semoga kau dalam keadaan baik.
Saudariku juga di sini, tapi dia akan menunggu di sini.
-Oh, kau punya saudara perempuan? - Ya, dia orangnya santai.
Oh, itu kamarnya?
Ya. Kau mau menyapanya?
Boleh.
Ini Ryan.
Hei.
Hei.
Bung.
Jangan coba-coba.
Bung, yang benar?
Serius.
Baik, aku tidak akan merokok. Cuma bilang saja.
Ya.
Dengar, pekan depan kita bisa mengadakan pesta atau semacamnya.
Lalu, kupikir-pikir Max bisa datang, Eric.
Ya, aku setuju. Pesta terbuka atau khusus?
Kurasa pesta khusus tapi asyik saja.
Apa kebalikan dari itu?
Semacam gila-gilaan.
Nah, itu yang aku mau. Pesta gila-gilaan.
Tapi, akan bagaimana jadinya?
Seperti pesta para pecandu.
Ayahku dokter anak, dia tak pernah ada di rumah.
Tapi dia juga apoteker, jadi aku punya obat-obatan...
Tadi itu memang menyebalkan.
Oh, tidak. Belum selesai?
Belum, masih mandek. Tak ada jawaban.
Sangat menjengkelkan.
Dan aku tak tahu langkah selanjutnya.
Maaf.
Mungkin kita tunggu saja mereka membalas.
Kau kenapa?
Kena virus aneh. Aku harus...
...menghapus semuanya.
Virus apa?
Entahlah, mungkin aku salah klik...
Semacam "Rekening Amazon Anda telah terbekukan".
Aku suka tata bahasa yang buruk dalam hal-hal begitu.
Ya, aku turun sebentar lagi.
"Kami menyesal untuk memberi tahu Anda, rekening Anda termasuk penipuan."
Tyler menang di tingkat 400 meter. Dan kedua solonya.
-Oh. -Biarkan dia yang memberitahumu.
Aku...
Aku ada kenalan untuk Chloe hari ini.
Ya, terapis Tommy kenal seseorang.
Seorang wanita. Mungkin itu yang dia butuhkan agar...
...dia merasa bisa terbuka.
Ya, waktu adalah hal yang dia butuhkan.
Dua anak. Kau punya dua anak.
Ya, aku punya ingatan tajam saat mereka berdua...
...keluar dari tubuhku. Ya, terima kasih atas pengingatnya.
Hei, hei.
- Hai. - Bagaimana harimu?
Lumayan, hingga di bawah rata-rata.
Hei. Aku juga. Mau burrito?
Boleh.
Akan kupesankan.
Hei, bung. Kau mau burrito?
Aku anggap itu sebagai iya.
Howard. Hei.
Terima kasih banyak sudah telpon balik. Tunggu sebentar, oke?
Hei. Ya.
Ya, baik. Baik, baik. Tidak, tidak.
Baik-baik saja. Ya, terlihat baik.
Ya, soal hukum ini. Aku tiak tahu cara...
...menjelaskannya, kurasa. Seorang temanku datang padaku...
dengan masalah hukum ini dan itu... di luar kemampuanku, lalu--
...aku, bingung harus bertanya ke siapa lagi.
Oke, ya.
Jika satu pihak dalam sebuah pernikahan terlibat dalam sesuatu yang...
...tidak sepenuhnya legal, apa...
...implikasinya bagi pihak yang satunya?
Pasangan yang tidak terlibat.
Menurutku ini hipotetis saja.
Semacam pengandaian.
Ya, dia tidak mau memberiku banyak detail.
Oke. Dan...
Dan bagaimana jika mereka secara hukum terpisah?
Ya.
Aku? Oh, hmm...
Jika aku jujur, aku tidak baik-baik saja.
Aku merasa hancur, itulah yang aku...
Ya, semua orang, semuanya, semua orang hancur.
Ya.
Oke, terima kasih.
Ya.
-Itu benar. -Hmm.
-Kau punya saudara laki-laki. -Tyler.
Kau yakin?
Tidak selama beberapa jam.
-Kau haus? -Tidak, terima kasih.
Pengecut.
Kau sangat keren.
Tunjukkan aksi lebih.
Kau mau lihat kamarku?
Sudah pernah.
Kau sangat aneh.
Ada cewek mencoba mencekokimu dan mau pamer kamarnya,
dan jawabanmu "Sudah pernah"? Ya ampun.
Jadi kau mungkin tak menyadari, juga bukan sesuatu...
...yang bisa kau dengar, tapi saudaramu punya niat jahat.
Tyler punya niat jahat? Bagaimana?
Dia ada lelucon yang akan dia lakukan pada Simone.
Cukup kasar.
Kenapa pada Simone? Dia melakukan sesuatu?
Tik, tik, tik....
Baik, tunjukkan kamar konyolmu itu.
Ini kuat sekali, astaga.
Ya. Kacau.
Cepat terasa, tapi cepat mereda jika kau diamkan begitu saja.
Kau sungguh mencetak foto?
Aku sangat kuno.
Kau mengenalnya, 'kan?
Ya.
Dia temanmu.
Teman terbaik.
Pernah bertemu dengannya sekali, rasanya.
Di sebuah pesta, mungkin.
Bagaimana rasanya?
Apanya?
Aku belum pernah kehilangan siapapun.
Menakutkan.
Dan itu terus berlanjut.
Apa maksudmu?
Dunia ini seakan retak.
Dan kau jatuh ke dalam lubangnya.
Dan sisi-sisinya berlumpur. Lalu kau tak bisa keluar.
Dan kau bertanya-tanya di mana mereka.
Juga bagaimana rasanya jika kau ada di sana.
Maaf.
Seperti kau ingin berada di ruangan bersamanya saat itu terjadi.
Bukan untuk menghentikannya, tapi untuk ikut pergi.
Kurasa aku mungkin melakukannya.
Atau dia yang tinggal.
Atau ingin kembali.
Oh, ini kacau. Aku tidak masuk akal.
Tidak, maaf aku bertanya.
Yang lain tidak begitu.
Bagaimana rasanya? Menurutmu.
Oh, untuk dia?
Ya.
Aku tidak tahu.
Dia melakukannya dengan sengaja mungkin?
Tidak.
Tidak, dia hanya mengalami beberapa hal buruk.
Kadang aku memikirkannya.
Aku rasa dia di sini.
Apa?
Nadia. Ada di sini.
Di mana?
Tidak ada. Di mana pun. Aku tidak tahu.
Maaf.
Tidak apa-apa.
Hei, tidak apa-apa.
Oh, hei, santai saja. Semua baik-baik saja.
Ini akan berjalan persis seperti yang kau inginkan. Oke?
Dengar.
Sepanjang hidupku, orang lain saja yang memutuskan, kecuali aku.
Kau tahu, aku tak pernah mengendalikan hidupku sendiri.
Tak pernah sekali pun.
Dan ibuku?
Dia seperti Beth Jarrett.
Oh, kau tidak tahu? Kau akan membacanya di kelas awal.
Kau tidak tahu.
Aku tidak memutuskan apa pun.
Aku tidak mengendalikan apa pun. Aku adalah RyanBot 9000.
Dan, semuanya menjadi sangat gelap.
Aku menyelipkan pisau cukur di sarung tanganku selama 6 bulan.
Aku tidak ada artinya.
Aku tidak memutuskan apa pun.
Hei, tapi ini?
Dengan kita, kau adalah dirimu.
Akan terus menjadi dirimu.
Oke? Kau yang memutuskan.
Waduh, apa itu?
Palang jatuh dari dinding.
Gipsum murahan.
Oh, tidak.
-Apa? Ada apa? -Tidak ada.
-Apa yang terjadi? -Tidak ada, tidak ada.
Ada apa?
Cuma ganja.
Oke.
Maksudmu, kau "melihat sesuatu"?
Hampir sama dengan yang kukatakan.
Seperti apa?
Atau merasakan sesuatu. Semacam ada sesuatu.
Tyler--
Maksudku, aku agak susah--
Ini pertanyaan sederhana. Antara iya atau tidak.
-"Tidak" juga tidak masalah. -Dengarkan...
Tidak, aku belum pernah merasakan sesuatu yang tak biasa di sini.
Apakah maksudmu seperti...
Sebuah kehadiran.
Tidak. Kau pernah?
Ya.
Bisa diperjelas?
Aku ragu mau menjelaskannya.
Oke, mungkin... kita bicarakan nanti.
Awalnya aku hanya merasakannya, lalu barang-barang bergerak.
-Bergerak? -Ya.
-Apa saja? -Banyak barang.
-Ya ampun. -Aku melihatnya.
Kau melihatnya? Kau melihat barang-barang bergerak?
Hanya setelahnya, acak-acakan.
Dan ada perasaan yang terkadang sangat kuat.
-Perasaan apa? -Athazagoraphobia.
Aku tak tahu itu. Apa artinya?
Ketakutan akan dilupakan atau diabaikan dan aku bisa merasakannya.
Di sini. Di rumah ini.
Ya ampun! Yang benar saja! Apa-apaan!?
-Wah! -Aku mengerti bahwa kalian...
...harus mendengarkan bualan ini, tapi tidak denganku.
Kau halusinasi? Apa kau serius sekarang?
-Hei, hei, hei, cukup. -Tidak, ini konyol!
Ini hanya cara lain agar dia membuatku...
...terlihat seperti idiot.
Kau memang idiot, berengsek.
Kalian, tenang dulu.
Kau mempermalukanku dengan bualanmu tahun lalu,
kali ini takkan kubiarkan. Sekarang, apa coba?
Katakan saja.
Kau pikir temanmu yang meninggal karena kecanduan...
- ...menghantuimu? -Itu keterlaluan, Tyler.
Apakah begitu? Aku sedang mulai bergaul, paham?
Orang itu? Ryan. Dia sangat terkenal di sekolah.
Dan dia datang padaku untuk berteman.
Kau mengerti betapa hebatnya itu?
Tidak ada yang mencoba mempermalukan dirimu.
Itu bukan maksud siapa pun.
-Terlambat! -Aku benci kau!
-Aku sangat benci kau! -Kau itu...
...psikopat, itulah dirimu!
Hei, aku tak bisa biarkan ini!
Tidak bisa. Jangan begini.
Mengerti? Sekarang tenanglah dahulu.
Tidak tertolong lagi.
Kau mau mengajaknya bicara?
Hei. Punya waktu sebentar?
Tentu.
Mungkin aku memang berengsek.
Aku bukan orang yang perlu kau beri tahu.
Sudah kulakukan.
Dan apa katanya?
"Keluar dari kamarku."
Mungkin coba lagi nanti.
Terserah.
Akan lebih lama untuk memperbaiki hubungan itu...
jika kau tak melakukannya sekarang.
Aku tak berbicara dengan saudariku selama 6 tahun setelah SMA.
Aku mengerti.
Dia sudah melalui banyak hal, Tyler.
Oh, ayolah.
Kenyataan tak pernah bisa dia kuasai...
kau paham?
Sekarang dia sedang jadi aneh dan kau perhatian padanya karena itu.
Dia mencari hal-hal aneh, jadi dia melihatnya.
Itu yang terjadi.
Dia mengenal keduanya.
Gadis-gadis yang meninggal.
Kukira hanya Nadia.
Yang satunya juga. Sedikit, tapi tetap saja.
Orang-orang bodoh peminum barang haram.
Bukan serbuk maupun pil.
Jika itu tanaman, tak apa.
-Tapi jika dari lab... -Sebenarnya aku harus tidur.
Suruh dia tes urin.
-Hei, tak usah mendikteku. -Kalau begitu, lakukan saja, Ayah.
Aku katakan. Kepalanya terganggu...
dan itu bukan karena teman yang meninggal.
Ada pria yang hebat di dalam dirimu, Tyler.
Aku ingin segera melihatnya.
Sudah Ibu setrika blus birumu.
Oh.
Terima kasih.
Semoga harimu menyenangkan.
Tapi itu penting, 'kan?
Ibu harus tahu si Simone ini, dia orangnya...
...suram, dia sungguh pantas mendapatkannya.
Maksudku, cara dia bersikap terhadap teman Derek.
Dan pasti tahulah Derek tak akan membiarkannya.
-Tidak. -Maksudku, dia sangat lucu...
...dia itu, sangat lucu.
Kami sudah tahu maksudmu tanpa tambahan darimu.
Tapi silakan lanjut.
Lalu dia dapat pesan dan dia bilang, "Siapa ini?"
Dan dia membalas, "Jimmy-boy, ayolah."
Dan dia pasti sudah mengecek nomornya dengan seseorang dan...
tentu saja itu terbukti nyata karena Derek mengkloning...
-ponsel Jimbo... Ya. -Klon? Bagaimana caranya?
-Secara daring lewat perute. -Apa?
Maksudku, orang itu jenius. Ini gila.
Kata itu bahkan kurang menekankan.
Luar biasa. Generasimu.
Aku paham! Dia membalas pesan dan dia sangat tertarik...
...karena, dia jauh di atas seleranya.
Tapi dia mengejarnya, lagipula dia sangat menawan.
Dan dia mengirim fotonya, karena orang-orang--
Aku tidak suka itu.
Tunggu, aku belum selesai. Dia tidak menginginkan foto gadis itu.
Jadinya seperti, gadis itulah yang berharap, paham 'kan?
Jadi dia bilang, "Ya ampun, kau sangat seksi."
"Kau mau bertemu besok?"
Dan dia sangat tertarik dengan itu. Jadi dia bilang...
"Bagus, bagaimana kalau bioskop loteng sehabis sekolah?"
"Dan hei, kenapa kau tidak memakai kaus anjing itu?"
"Kau sangat seksi memakainya." Dia sangat tertarik padanya. Dia--
Dia tidak menyimpan foto gadis itu, 'kan?
Apa? Tidak, aku rasa tidak. Tapi tunggu sebentar.
Nah, ini bagian terbaiknya.
Akhirnya kami semua pergi ke bioskop loteng.
Kau pernah ke sana?
-Belum. -Pasti belum, sih.
Lalu, kami di sana, sekitar delapan orang.
-Delapan orang -Delapan orang
di belakang rak-rak barang dan kami seperti akan jatuh.
Tapi kami berusaha sebaik mungkin...
karena kami bisa mendengar dia sedang menaiki tangga dan...
dia bilang, "Derek, kau di sini? Aku memakai kausnya."
Suara apa itu?
Kami semua menyergapnya, lalu teriak "Derek! Aku memakai kausnya!"
Waduh. Kalian jahat sekali.
Si Simone ini mudah sekali dijahili. Entah bagaimana...
- ...semua orang tahu soal itu. - Ya, entah bagaimana.
Dan sepanjang hari, di koridor, semua orang bilang...
"Hei, kaus yang bagus. Hei, Simone, kau memakai kausnya?"
"Hei, kaus anjing yang bagus, Simone."
Jadi, bagaimana foto itu bisa tersebar?
Apa? Itu pesannya?
Wah. Aku-- Itu bukan aku.
Tunggu, tunggu. Kenapa kau punya itu?
Karena dia mempostingnya di internet.
Aku tak pernah melihat foto itu. Serius.
Jangan coba-coba bohong.
Kalian berdua tak seharusnya menyimpan itu di ponsel kalian.
Itu jelas bukan olehku.
Kenapa aku yang disalahkan?
Kalian berdua tak seharusnya menyimpan sesuatu...
seperti itu di ponsel kalian.
Apa itu?
Apa itu, Chris? Ada seseorang di atas?
Hei!
-Apa itu? -Tunggu!
Apa-apaan?
Ya ampun!
-Astaga! -Hei. Tidak, tetap di situ!
-Ya ampun! -Trofi-trofiku!
Chloe! Chloe...
Itu dia.
Itu Nadia.
-Apa yang akan kita... -Tunggu sebentar.
-Aku tak mau ke sana lagi. -Biarkan aku berpikir sejenak.
Kau serius sekarang?
Diam, aku butuh ini.
-Sejak kapan Ibu merokok? -2003.
Rokok itu tidak akan banyak membantu.
Bagaimana kau bisa begitu tenang soal ini?
Sudah kucoba kuberitahu.
Ya ampun, kau bahkan kacau ketika keadaan sedang gila.
Hei, jika kau begitu lagi pada saudarimu...
-...sekali lagi...
-Hei, tenanglah.
...aku tak akan tinggal diam.
Aku serius. Jangan berani-berani usik dia!
Dan tidak ada salahnya untuk mendukungnya sekali saja.
Oke? Sekali saja!
Oke, akhirnya terjadi.
Apa yang kita lakukan sekarang?
Siapa yang harus kita ajak bicara soal ini? Maksudku, sungguh.
Bisakah kita beri tahu siapa pun?
Bagaimana kita bisa kembali ke sana? Serius.
Bagaimana kita bisa kembali ke rumah kita?
-Dia tidak bermaksud jahat. -Apa?
Siapa? Siapa yang tidak bermaksud jahat?
Kita semua tahu orangnya.
-Bagaimana kau tahu? -Kamarku diacak-acak.
Tapi bagaimana kau tahu?
Aku hanya tahu. Sama seperti aku bisa melihat ke dalam dirinya.
-Dan apa yang kau lihat? -Aku melihat dia.
Tidak, lebih tepatnya, aku merasakannya.
Biasanya itu terjadi saat aku sendirian dan kali ini...
saat pertama kalinya terjadi dengan orang lain.
Hei, dia tidak berniat menyakiti siapa pun.
Justru sebaliknya. Aku rasa dia ingin membantu.
-Ini obrolan yang gila. -Sungguh gila.
Ada misteri, Tyler. Ada misteri di dunia ini.
-Kita tidak aman di sini. -Akhirnya. Memang tidak.
Pergilah jika kau mau. Kalian semua bisa pindah.
Aku tidak akan pergi ke mana-mana.
-Aku akan tinggal. -Ini kacau.
Aku tidak akan menjadi bagian dari kegilaannya.
-Tidak akan. -Hei, sudah kubilang!
Apa kau tidak tertarik sedikit saja?
Maksudku, tidak ada sedikitpun pemikiranmu...
mungkin, hanya mungkin, ini adalah yang...
paling menarik yang pernah terjadi padamu...
selama hidupmu yang bodoh ini?
Maksudku, ayolah.
Jangan abaikan itu.
Apa kau sungguh setakut itu?
Kau akan baik-baik saja, Tyler. Percayalah.
Jadi...
Oke.
Ya? Oke, itu akan luar biasa.
Bagus.
Ya, terima kasih. Dah.
Oke. Awalnya, Cece bilang bahwa tidak pernah...
ada laporan tentang insiden seperti ini di...
rumah kita sebelumnya. Tidak pernah.
Dan secara hukum, dia harus memberi tahu kita jika ada.
Tapi yang menarik adalah...
ipar perempuannya...
...tahu banyak hal. Hmm, merasakan hal-hal.
Wah, tunggu, dia seorang cenayang?
Tidak. Tidak, dia lebih ke...
indra keenam, begitu kata Cece.
Dan katanya dia mungkin bisa membawanya ke sini...
untuk memastikan dia bisa membantu kita.
Jadi dia seorang cenayang profesional.
Tidak, dia wanita biasa dengan pekerjaan biasa. Dia cuma--
Dia melakukan hal-hal begini, untuk teman dan keluarga.
Teman dan keluarga.
-Ya. -Sungguh.
Cece bilang dia bisa membawanya ke sini besok...
pukul 12:30 dan aku bilang baiklah.
Oke. Sudah sampai.
Mereka datang.
Hai, apa kabar? Terima kasih sudah datang. Aku Chris.
Aku Carl. Ini istriku, Lisa.
Silakan masuk.
Ini istriku, Rebekah. Lalu ini Tyler dan Chloe.
Ini waktu makan siangnya, jadi kita harus mulai.
Oke. Ya, tentu saja. Mau kuambilkan apa?
Dia suka duduk dan dia mau segelas air.
Tyler, bisa ambilkan segelas air, sebentar?
Kau bisa lewat sini? Terima kasih.
Ya, silakan saja.
Oh. Terima kasih.
-Apakah kau bisa-- -Kau.
Kau sedang menipu dirimu sendiri.
Blue.
Itu nama tengahnya. Chloe Blu. Bagaimana-
Bagaimana kau tahu?
Aku memberitahunya.
Carl bilang dia butuh semua nama lengkap kita.
Ini adalah derita.
Sama sepertimu, Chloe.
Kau kehilangan temanmu?
Aku tidak bilang soal itu padanya.
Siapa namanya?
Nadia.
Aku turut sedih atas deritamu, Blu.
Aku tahu rasanya menderita.
Kematian Nadia, trauma ini. Ini semua--
Lebih dari sekadar rasa sakit.
Kau lebih peka daripada yang pernah kau rasakan.
Kau sensitif dengan cara yang tidak dimiliki orang lain.
Anggap ini sebagai pintu.
Dan bagi kebanyakan orang, pintu ini hampir selalu tertutup.
Terkadang terbuka sedikit, seperti, sekadar celah.
Seperti saat kau bermimpi.
Atau saat kita mengalami perisitiwa keilahian.
Tapi, bagi beberapa orang...
hanya sedikit dari mereka, entah bagaimana, pintu ini terbuka.
Seperti terbuka paksa oleh trauma atau penyakit di pikiran.
Bagi kalangan yang lebih sedikit lagi, pintu ini selalu terbuka.
Dan beberapa tidak bisa menanggungnya.
Sebagian memilh tidak memikirkannya, alih-alih bertahan.
Lisa sudah terbuka sepanjang hidupnya.
Ya.
Kau memiliki kehadiran di sini. Rasanya terhubung denganmu.
Apakah kau tahu siapa dia? Apakah itu Nadia?
Membingungkan.
Ia tidak tahu alasan ia di sini. Sesuatu terjadi padanya.
Mungkin di sini, di rumah ini.
Ia mencoba memahami dirimu.
Ia mencoba memahami dirinya sendiri.
Waktu, tidaklah bekerja dengan cara yang sama untuknya.
Masa lalu, masa kini bisa terjadi secara bersamaan, jadi ia bahkan...
tidak tahu kapan ia berada.
Ada sesuatu yang perlu ia lakukan.
Tapi ia tidak tahu itu.
Cermin tua jauh lebih baik daripada yang baru.
Mereka seperti orang yang sudah tua.
Mereka telah melihat lebih banyak.
Bantu dia.
Astaga. Hei.
Kau tak apa? Dia baik-baik saja?
Aku baik-baik saja. Maaf.
Bisa kita...
Permisi.
Bakat ini...
Yang dimiliki istriku, tak selalu terasa seperti bakat.
Dan ini mempengaruhi...
Pengaruh fisik.
Tentu.
Terkadang butuh satu atau dua hari baginya untuk kembali bekerja.
Dia tak bisa kembali bekerja setelah dia...
Ya, aku bisa paham.
Mari kita lihat...
Kau baik-baik saja?
-Sungguh aneh! -Tyler.
Hei.
Chris, kau membayarnya? Sudah? Bayar berapa?
Dia tidak ingin datang. Cece harus membujuknya untuk melakukannya.
Wanita itu tak akan pernah menginjakkan kaki di rumah ini lagi.
Kau baik-baik saja?
Kurasa aku malah membuatnya lebih buruk.
Hei, kau haus?
Mau kuambilkan minuman?
Ya, tentu. Jangan alkohol.
Jus mungkin?
Sip, boleh.
Jadi, kalau aku bilang sesuatu yang aneh, kau mau mendengarkan?
Ya, tentu.
Hei, jam berapa mereka akan pulang?
Di atas pukul tujuh.
Baiklah.
Apa yang mau kau ceritakan?
Saat kau kembali.
Jadi, apa hal aneh yang mau kau ceritakan itu?
Mungkin nanti.
Ini gila, tapi aku bisa pergi lagi.
Tidak, terima kasih, tampan.
Ini jus untukmu.
Wah, Ryan! Ya ampun!
Apa-apaan itu? Ya ampun!
Akan kuambilkan handuk.
Aku pasti menaruhnya terlalu pinggir.
Ini lengket.
Ya. Maaf.
Bukan salahmu.
Hei, aku ada ujian kimia di hari Kamis.
-Bab apa? -Ionisasi.
Begitu? Aku dapat nilai sempurna. Kau mau kubantu?
Tidak terima kasih. Aku mau belajar sendiri.
Aku perlu bertemu kau lagi.
-Aku juga. -Bukan, maksudku lebih lama.
Kau keberatan? Ingat, semua ini untukmu.
Kau yang memilih. Kau yang mengendalikan.
Kurasa aku cukup mengendalikan tadi.
Ya. Memang benar.
Aku menyukainya.
Orang tuaku harus pergi ke acara kerja untuk ibuku...
sepekan dari hari Jumat.
Mereka meninggalkanmu di sini?
Ya. Menginaplah.
Bagaimana dengan Tyler?
Itu beban satu-satunya.
Oke.
Aku bisa menghadapinya.
Bagaimana?
Bocah itu sudah jelas butuh Ambien.
Memangnya kau apotekernya?
Aku dikenal bisa membuat resep.
Aku rasa... aku jatuh cinta padamu.
Diamlah.
Ya ampun.
-Aku minta maaf. -Kau membuatku terkejut.
Maaf.
Sudah berapa lama kau berdiri di sana?
Aku baru sampai di sini. Aku hanya...
Tunggu, jangan canggung. Masuklah jika kau mau.
Oke, oke.
Ada yang mau dibicarakan?
Tidak. Hanya...
Hanya...
Kau bisa melakukannya.
Aku selalu tahu bahwa aku sangat tidak pantas untuk ibumu.
Aku tahu itu sejak awal.
Tolong jangan bilang hal bodoh.
Tapi kurasa...
aku suka ketika dia yang membuat semua keputusan.
Aku tahu itu membuatnya bahagia...
dan tak masalah bagiku jika dia melakukannya.
Oke, apa yang kau coba katakan padaku?
Baik, maksud perkataanku...
Oke, ibuku...
Nenekmu, sangat religius.
Ya, memang terlihat begitu.
Maksudku, sangat ekstrem, bahkan lebih dari yang kau tahu.
Sangat mudah untuk mengejeknya karena semua hal Katolik itu.
Maksudku, lihatlah aku.
Dia memberiku nama dari Kristus, demi Kristus!
Dan itulah sebabnya aku ingin menjadikan nama tengahmu Blu.
Karena Blu adalah nama yang keren. Kau tahu?
Tapi itu bukan nama santo.
Dan itu adalah masalah besar bagi ibuku.
Itulah sebabnya aku tidak berani...
melakukannya untuk nama depanmu.
Intinya adalah--
Hubungan ibuku dan aku tidak terlalu baik...
sampai beberapa tahun terakhir sebelum dia meninggal.
Dan kurasa...
mungkin itu karena aku semakin tua...
dan aku mulai berpikir...
"Tahu soal apa aku?" Tidak sama sekali? Mungkin dia benar.
Kau tahu? Mengenai Tuhan, kematian, alam semesta.
Soal itu... aku tak bisa menjawabnya.
Aku bahkan tidak tahu pertanyaan yang benar.
Apa yang ingin aku maksud adalah...
Aku percaya padamu.
Ada sesuatu di sini. Bersama kita.
Dan entah apa alasannya, kau bisa... merasakannya.
Entah apa alasannya, kau berbeda dari kita semua.
Dengan cara yang luar biasa.
Dan kuharap...
Kuharap kau takkan pernah berubah.
Oke, oke.
Dengar, mohon maaf. Tidak semua orang di sini setuju...
bahwa bantuanmu diperlukan. Mohon maaf.
Aku tak perlu masuk. Aku hanya ingin kau tahu bahwa...
aku sekarang percaya karena mimpi ini bahwa ini ada di sini karena...
sesuatu yang belum terjadi.
-Sesuatu yang buruk. -Itu... tidak terlalu membantu.
Karena sebuah jendela. Yang tidak terbuka.
Aku minta maaf.
Jendelanya. Aku melihat sebuah jendela.
Maksudku, itu begitu baik darimu.
Ya, beberapa hari lagi.
Kita harus mencuri waktu selagi kita bisa.
Ya.
Kita tak bisa dapat banyak lagi.
Akan sangat membosankan.
-Aku akan baik-baik saja. -Aku ada rapat seharian.
Itulah sebabnya aku membawa buku.
Hei, apakah Alan Doyle akan ada di rapat ini?
Tentu. Semua orang hukum akan hadir. Kenapa memangnya?
Hanya penasaran.
Ya, ini 'kan untuk seluruh perusahaan, jadi...
Mungkin kita harus bertemu dengannya. Kita berdua. Bersama.
Kenapa kita harus bertemu dengan Alan Doyle?
Hanya untuk menilai... paparan.
Paparan untuk apa?
Untuk apa pun yang mungkin mengancammu.
-Seperti apa, Chris? -Hei, hei, ayolah.
Aku sudah berencana keluar. Tapi aku malah tetap di sini.
Dan aku bersedia untuk melalui ini bersamamu.
Kita bisa selesaikan bersama jika kau mau.
Kau tidak mengerti.
Kalau begitu, bantu aku.
Kita sudah terlambat.
-Maksudku, jika kau mau. -Aku paham kok.
Kita pergi.
Chloe, Tyler, kami berangkat.
Kami akan kembali hari Minggu paling lambat pukul enam.
Uang sudah kukirim ke rekeningmu. Tolong setidaknya coba pesan...
dari tempat yang sama, agar hemat biaya.
Chloe! Tyler!
Oh, hei. Kami akan berangkat.
Aman.
Oke.
Selamat tinggal, Sayang.
Kemari.
Kirim pesan kapan saja, ya?
-Oke. -Oke.
Aku menyayangimu. Di mana Tyler?
-Sedang mandi. Akan kusampaikan. -Oke, baiklah.
Jangan ada yang ke rumah. Paham?
Aku tidak percaya itu, tapi okelah.
Buatlah tindakan bijak. Tindakan bodoh cenderung berefek lama.
Begitu katamu.
Ya, baiklah, aku benar tentang itu. Aku menyayangimu.
Halo?
Bung.
Kawan.
Bung, ini sudah tiga tahun.
Ini klasik.
Oh, kau punya sesuatu untuk pria yang haus.
Kau tahu aku punya.
Ya, seakan aku bakal minum itu...
alkohol biji-bijian dari ibumu langsung.
Ada jus jeruk?
Ada, kami menyimpannya di rak khusus pengecut.
-Ikut aku. -Tidak, aku bisa.
Baiklah.
Jadi, gadis itu, si Simone?
Ya?
Dari dunia Jimbo?
Apa kabar dengannya?
Yah, dia sudah pergi, kawan.
Cuti kesehatan mental penuh.
Yah, mungkin tidak akan kembali.
Yang benar?
Ya.
Beberapa orang memang tak bisa menanggungnya.
Mereka memang tak bisa menanggungnya.
Dia mungkin akan berakhir di Sacred Heart. Ke sanalah mereka semua pergi.
Ya.
Untuk yang kuat-kuat saja, temanku. Kita para penyintas.
Oh, mungkin...
Tentu. Satu lagi?
Ya.
Bersulang.
Tyler.
Tyler!
Kemari.
Hei, seksi.
Hei.
Kau baik-baik saja?
Ya.
-Tidak terlihat begitu. -Di mana Tyler?
Sudah kubilang. Aku mengandalkanmu, 'kan?
Di mana dia?
Waktunya tidur untuk Tyler.
Apa aku melakukan sesuatu yang salah?
Tidak, tidak, aku...
Aku tidak nyaman dengan ini.
Waduh.
Maaf.
-Aku memang melakukan sesuatu yang salah. -Tidak, tidak begitu.
Oke, itu salahku. Semua salahku kali ini. Aku hanya...
Aku tidak baik-baik saja.
Aku tidak stabil.
Jadi...
Aku tak mau. Dengan siapa pun.
Ini hanya sesuatu yang harus kulalui sendiri, itu saja.
Wah.
Aku benar-benar berengsek.
Tidak.
Tidak, aku memang berengsek.
Aku sudah melalui banyak hal, 'kan. Aku masih mengalaminya.
Aku mengerti.
Memang begitu, tapi...
Aku masih merasa sangat sendirian.
Hei, kau tidak sendirian.
Hei, kau tidak begitu.
Bisakah kita bicarakan saja, mungkin?
Tentu.
Kita bahkan tak perlu mengatakan apa-apa.
Bagaimana itu dinamakan bicara, kalau begitu?
Terkadang bisa begitu.
Oke.
Ya, hanya santai.
Berada di posisi nyaman.
Takkan ada yang terjadi.
Terserah padamu.
Semua terserah padamu.
Sangat benar.
Tak apa jika begitu?
Ya.
Mungkin aku bisa berbicara dengamu, sampai kau tertidur.
Mungkin.
Begitu lembut.
Rasanya nyaman.
Aku tak merasa begitu sendirian saat aku berbicara denganmu.
Aku senang.
Kau suka itu?
Kau suka ketika aku bilang semua ini terserahmu?
Soal kau yang mengendalikan.
Tentu.
Kuberikan itu padamu.
Karena peranku adalah memberi.
Oke.
Orang lain punya kuasa kecuali pada kita.
Aku tak merasa terlalu baik.
Jadi aku mengambilnya.
Aku mengambilnya. Dan aku memberikannya.
Dan aku mengambilnya kembali. Mengambilnya lagi.
Dan sungguh, Chloe...
Punyaku mengeras.
Santai, santai, aku di sini.
Aku bisa mengatasi ini.
Ini sangat rapuh, kau tahu?
Begitu tipis.
Seperti, seseorang hidup satu detik, dan detik berikutnya...
mereka sudah tidak ada lagi.
Dan kuberi tahu kau, itu seperti tak ada waktu di antaranya.
Inilah garis yang kumaksud, Chloe.
Garis tengah.
Aku memikirkannya sepanjang waktu.
Aku bermimpi tentangnya. Terus-menerus.
Lihat ini.
Apa kau tahu seberapa tipis ini?
Lima koma negatif pangkat empat per sentimeter.
Lima per sepuluh ribu dari satu sentimeter.
Begitulah.
Pernah dengar soal sesuatu yang begitu tipis?
Maksudku, bisakah kau pahami itu?
Kau mau lihat?
Akan kutunjukkan.
Aku aku tunjukkan hal yang kutunjukkan kepada dua orang lainnya.
Kau ingin merasakan hal yang dirasakan Nadia?
Sekarang lihat itu.
-Jelas fentanil sintetik, kawan. -Jangan.
Tapi kau bisa mendengarku, 'kan?
'Kan?
Aku segalanya.
Kau tahu apa yang akan mereka katakan?
Dasar cewek bodoh. Overdosis lagi, berhenti bernapas.
Sama seperti semua
cewek bodoh lainnya.
Chloe?
Menjauh darinya!
Ayo, Bu.
Sebentar lagi.
Kami tunggu di luar. Tak usah buru-buru.
- Itu dia! Dia di sana! - Rebekah!
- Oh, sayangku! - Hei, hei.
-Ibu. -Putraku!
Dia menyelamatkanmu.
Putraku! Putraku!
Dia kembali. Dia kembali untuk menyelamatkanmu.
-Kau baik-baik saja. -Semua baik-baik saja.
Penerjemah: MKibara https://subsource.net/u/1480916
Dukung MKibara di: https://trakteer.id/mkibara
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.