Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Semuanya baik-baik saja, Adia?
Kau mau minum?
Kau menyadari ada sesuatu yang aneh di rumah sebelum kejadian itu?
Ada sesuatu yang tidak biasa dengan orang tuamu di hari Minggu?
JUMAT
Kita mengetahui inisiatif-inisiatif ini dengan kemunculannya yang bersifat nirlaba
mengurangi tanggung jawab pada tagar dan tren.
Yang dibutuhkan adalah reformasi konkret di bidang pendidikan.
Untuk mendidik anak-anak kita tentang hak mereka sejak usia dini.
Sekadar menambahkan catatan terakhir lagi,
Keluarga adalah tempat pertama seorang anak belajar tentang kekerasan.
Seperti banyak orang di Prancis, aku sendiri punya keluarga multinasional,
aku tahu nilai kehidupan seseorang,
terlepas dari ras, kelas dan latar belakangnya,
adalah sesuatu yang harus dipelajari di rumah terlebih dulu.
Baru saat itulah kita bisa bersikap tegas pada sekolah,
dan mengharapkan perubahan.
Terima kasih banyak atas ceramah yang mencerahkan ini, Bu Denicourt.
Kami berharap upayamu menghasilkan banyak perubahan yang konstruktif,
pada perundang-undangan baik di sekolah maupun di parlemen kita.
Terima kasih.
Terima kasih sudah bergabung dalam diskusi kita. Kuharap kalian menikmatinya.
Semoga akhir pekanmu menyenangkan.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Mencuri resepku lagi?
Ya.
Bagaimana pembicaraannya?
Menurutku, berjalan dengan baik.
Semuanya berjalan baik sampai berakhir.
Tapi terasa seperti tidak terjadi sama sekali.
Tiba-tiba aku merasa sangat kesepian.
- Bagaimana koktailnya? - Enak.
Tambahkan sedikit daun mint lagi.
Oke.
- Buat satu untuk Aslan juga. - Aslan? Dia tidak minum.
Dia akan pergi dua hari lagi. Sebaiknya dia minum bersamaku.
Aslan?
Aslan?
Jangan sentuh yang ini. Bob tidak menyukainya.
- Terlalu intim? - Ya.
Bagaimana jika menggunakan lidahku?
Dia akan nembak di mulutmu.
Dia sudah muncrat di lenganku.
Kau bajingan mesum!
Bob tidak makan banyak, oke?
Lily, sekali sehari.
Ariel, dua kali sehari. Aku membersihkan kotoran mereka setiap tiga hari.
- Dan aku mengajak mereka keluar seminggu sekali. - Ya. Kecuali Lily.
Aku tahu. Itu sebabnya aku tidak menyebutnya.
Lily tangguh sepertiku.
Aku tidak bercanda, oke? Jika menyentuhmu, kau akan mati.
Aku tahu. Tenang saja.
Lily tetap di dalam.
Jangan biarkan mereka terkena cahaya langsung.
- Kenapa? - Mereka lambat. Mereka bisa terbakar.
Aku tidak tahu itu.
Aku akan keluar dengan Lara besok malam.
Apa?
Tapi aku akan ucapkan selamat tinggal sebelum aku pergi.
- Serius? - Ayolah. Apa masalahnya?
Kau akan kembali setahun lagi.
Kita akan snapchat setiap hari.
Hati-hatilah dengan tutupnya.
- Harus ditutup rapat. - Kau masih kekanak-kanakan.
Lara baru saja putus. Kau tahu bagaimana dia.
Dia butuh aku. Ini serius.
- Baguslah. - Kau jahat sekali.
Keluar. Aku harus ganti baju.
Oh... Tenang saja.
Ini dia, hadirin sekalian.
Aslan, si manis Turki, yang wajahnya terluka saat bersepeda...
Hentikan! Ini kecelakaan.
Kau bodoh atau apa? Aku tidak mau bertemu Lara.
Kau, jalang!
Ya, kumohon!
Sekarang keluarlah. Aku mau gantu baju.
Aku pernah melihat yang lebih jelek darimu. Tidak apa-apa.
Oke!
Akan terasa aneh tanpamu.
Baiklah.
6.
Coba lihat ini.
Kupu-kupu.
Kupu-kupu? Seharusnya jadi milikku.
- Kau memonopoli serangga? - Kau beruntung.
36.
Bam! 23!
Nol untukmu. Accueil punya dua C.
Accueil. Berengsek!
Accueil!
Aku suka aksenku.
Kita sudah menemukan solusi untuk semua masalah,
kecuali untuk mempelajari cara
hidup.
Jean Cocteau!
Jean-Paul Charles Aymard Sartre.
Oke.
Aku kalah.
Masalahmu adalah kau bermain untuk menang.
- Satu permainan lagi? - Tidak, aku harus menyiapkan barbekyu.
Oke.
Adia, tolong berikan lotionnya. Tanganku kering...
Ini dia!
Berengsek!
Itulah yang terjadi pada orang yang bermain untuk menang.
Tetaplah tertawa, kau...
Tidak, jangan ganggu aku. Aku bawa ponsel.
Ponselku!
Kau sinting! Ponselku!
Kemari. Aku akan menyelamatkanmu.
Ayo!
Kalau ponselku mati, aku akan membunuhmu.
- Sebentar lagi giliranmu. - Jangan berani-berani kau!
Kali ini koktail sungguhan.
Oh ayolah.
Koktail ayah sebenarnya enak, Bu.
Cobalah yang ini, Nona Pakar.
- Aslan, punyamu di atas meja. - Oke!
Enak seperti biasa!
Untuk Adia tidak mengandung alkohol. Kita lihat, apa dia menyadarinya.
Bagaimana?
Aku tidak begitu tahu.
Kadang-kadang terbaca dengan baik, dan kadang-kadang... sangat kasar.
Apa pendapat Louis?
Sudah kubilang, dia menyukainya.
Kau bilang dia sedang membacanya. Kau tidak memberitahuku apa yang dipikirkannya.
Ya, memang. Tapi tak apa.
- Dia menyukainya. - Bagus.
Aku perlu bertanya lagi padanya saat kita kembali ke Paris.
Ini psikosis pascapersalinan yang umum.
Tidak, hanya saja
aku tidak yakin, apa dia membacanya dengan benar.
Dia tahu bukuku laku.
Jadi dia mengatakan semua ini.
Tapi kemudian ulasan keluar.
Kau dan ulasan lagi.
Jika aku sepertimu, aku pasti sudah menjadi pengacara mati sekarang.
- Halo? - Halo Delphine.
Aku meneleponmu
untuk masalah yang agak rumit.
Permisi, ini siapa?
Aku rekan kerja Antoine.
Siapa namamu?
Aku lebih suka tidak menyebutkan namaku karena apa yang mau kusampaikan padamu.
Nona, dengar, aku sedang bersenang-senang dengan keluargaku.
Aku tidak akan bicara denganmu jika aku tidak tahu siapa kau.
Aku tidak akan menyita banyak waktumu.
Ini tentang
sesuatu terjadi pada hari Selasa saat kami keluar dengan rekan kerja.
Antoine bercerita tentang malam itu?
Brigitte, ini kau?
Tidak, aku bukan Brigitte.
Aku akan menutup telepon jika kau tidak memberitahuku siapa kau.
Tolong beri aku waktu semenit.
Ini sangat penting.
Kalau begitu, silakan.
Jadi...
Aku bersama Antoine dan rekan lainnya malam itu.
Antoine mabuk berat.
Pada ujung malam, dia muntah di kamar mandi.
Aku menemukannya di kamar mandi dan mencoba menolongnya.
Aku tidak yakin dia mengingatnya.
Lalu?
Lalu dia mengatakan sesuatu.
Aku tidak tahu, apa dia mengingatnya.
Dia sangat mabuk. Dia hampir pingsan di kamar mandi.
Dia terbaring di lantai...
Dia mengatakan sesuatu...
Aku tidak begitu memahaminya,
tapi sesuatu seperti...
Dia bilang dia melakukan sesuatu
pada salah satu anakmu,
itu salah,
dia tidak seharusnya melakukan itu.
Halo?
Kau masih di sana?
Ya.
Mungkin aku salah tangkap.
Aku pun mengucapkan banyak hal bodoh saat mabuk.
Tapi aku harus memberitahumu.
- Kuharap... - Apa maksudmu sebenarnya?
Pada salah satu anakku?
Aku tidak mengerti. Apa sebenarnya yang dia bilang?
Itu saja yang dia katakan.
Dia tidak mengatakannya. Dia hampir menangis.
Dengar, aku butuh namamu.
Tanpa itu, kau bisa jadi psikopat yang menggangguku dan keluargaku.
- Ada banyak sekali saat ini... - Tidak, tidak, kujamin.
Aku kenal Antoine selama bertahun-tahun.
Dia seseorang yang sangat kusukai. Aku mengagumi karyanya.
Aku tidak bermaksud menyakitimu. Percayalah.
Aku bahkan tidak yakin aku melakukan hal yang benar dengan menceritakan semua ini,
tapi aku tidak bisa melakukannya dengan cara yang berbeda.
Aku tidak akan mengganggumu lagi.
Sampai tinggal.
- Hei Julien. - Hei Delphine. Apa kabar?
Baik, terima kasih. Bisa kau melacak nomor teleponku?
Tentu! Untuk kasus Souleymane?
- Tidak, ini untuk kasus yang lain. - Baiklah, tolong kirimkan nomornya.
- Aku akan mengirimkannya sekarang. - Oke, terima kasih.
- Itu panggilan langsung? - Ya. Itu yang kudengar.
- Kalau begitu, kirimkan juga laporan panggilannya. - Baiklah.
Terima kasih. Aku akan segera mengirimkannya.
- Bisa kau melakukannya sekarang? - Aku akan meneleponmu lima menit lagi.
- Terima kasih! - Sama-sama.
Sampai jumpa.
Aku lapar.
Beri sepuluh menit, aku akan memasak.
- Apa saja yang ada di menu? - Sayuran panggang berminyak ala koki.
Kau mau aku jadi gemuk, kan?
Bagaimana koktailmu?
Rasanya pedas. Aku lebih suka punyamu.
Ya Julien?
Sepertinya aku tidak punya informasi yang berguna.
Kok bisa?
Panggilan itu berasal dari bilik telepon di Paris.
Tidak ada lagi?
Itu bilik telepon di Rue Traversiรจre.
- Tidak jauh dari Bastille. - Rue Traversiรจre?
- Terdengar familiar? - Tidak juga.
Boleh aku bertanya jenis panggilan telepon itu?
Itu panggilan biasa
panggilan telepon penipuan keluarga.
Salah satu klien.
Minta mereka merekam panggilan tersebut jika hal itu terjadi lagi.
Aku bisa memberitahumu lebih banyak jika aku mendengarkan panggilannya.
Tentu.
- Terima kasih, Julien. - Sama-sama. Sampai jumpa, Delphine.
Sampai jumpa.
Adia?
Adia?
- Ya? - Jangan gunakan handuk ini. Tidak bersih.
- Oke. - Bagaimana koktailnya?
Enak sekali.
Hati-hati dengan matahari. Hari ini terlalu terik.
- Tidak apa-apa, Bu. - Sudah pakai tabir surya?
- Ya, kenapa? - Kau mengalami ruam.
- Benarkah? - Ya.
Kau juga mengalaminya musim panas lalu.
Aku tidak melihat apa pun.
Pakailah kaus, sayang. Nanti semakin buruk.
Berengsek.
Bisa kau mengambilkan segelas air?
Ya.
- Tidak tidak tidak. - Adia! Adia!
Adia, dorong dia.
Aku memakai kacamata.
Dorong dia!
Tidak, tidak, tidak. Aku memakai kacamataku.
Airnya dingin.
Giliranmu.
- Asi, Asi! - Oh, kau mengagetkanku!
Kelihatannya aneh di sini.
Aku akan sangat merindukannya.
- Bagaimana kabar Bob? - Dia baik-baik saja.
Dia senang di sini.
Benar kan, Bob?
Lucu sekali.
- Lily di sisi lain... - Biarkan saja dia.
Kalau saja dia tidak begitu beracun.
Kita semua beracun.
Kau tidak salah.
Itu ganja atau ada tembakau juga?
Ringan. Mau coba?
Aku terkejut!
Kelihatan menikmatinya.
- Aku seharusnya tidak melakukannya. - Ayolah, ini ringan.
Kebersamaan pertamaku dengan Asi.
Adia juga merokok denganmu?
Tidak.
- Tidak pernah? - Dia tidak menyukainya.
Dia perempuan yang berintegritas.
- Integritas? - Ya, perempuan yang jujur.
Dia hebat sekali.
Aku tidak sabar melihat lelaki malang yang jatuh cinta padanya.
Dia akan jadi pacar yang hebat.
Ganja ini enak, Asi.
Ya.
Dia berkencan dengan seseorang?
Aku tidak tahu.
Ayolah. Kalian kan dekat.
Kenapa kau tidak bertanya?
Nanti. Kukira kau tahu.
Dia berusia 17 tahun. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya.
Terkadang aku ingat saat aku seusianya.
Hal-hal yang kulakukan.
- Aku nyaris tak bisa bertahan hidup. - Benarkah?
Aku mau memastikan dia aman.
Aku harus menghabiskan lebih banyak waktu dengannya.
Kebersamaan itu membuatmu
paranoid?
- Aku terdengar paranoid? - Sedikit, ya.
Kita akan mengunjungi Aslan di New York?
Ya.
- Kau pernah ke New York? - Ya.
Dengan ibu?
Bisa kau menggaruk daguku?
- Di mana? - Ujung daguku gatal.
- Di sni? - Ya, terima kasih.
Apa buruk?
- Apa yang buruk? - Leherku.
- Aku tidak melihat apa-apa. - Tidak ada ruam?
- Tidak, tidak ada apa-apa. - Kau yakin? Coba lihat.
Tidak, tidak ada apa-apa.
Oke.
Untukmu. Dengan sepenuh hatiku.
- Lucu sekali. - Seperti aku.
Kau terlihat sedikit lebih baik.
Kau tahu apa?
Aku akan menyimpannya di hatiku.
Sudah seharusnya.
- Kau memerlukan ini? - Tidak.
Kau akan lihat.
Aku akan membuat sesuatu yang lebih baik. Kau akan lihat.
Apa yang terjadi?
Tidak apa-apa.
Aku membakar botol plastik dan botol itu meleleh menimpaku.
Berhentilah khawatir. Tidak apa-apa.
Vitamin D?
Ya, itu yang kugunakan saat aku terbakar, ingat?
Kecuali dia 35 tahun lebih muda darimu.
Ikut aku. Aku akan mendisinfeksinya.
Apa hubungannya usia dengan ini?
Kulitnya sensitif. Kau tidak bisa melihatnya?
Bu, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
Aku akan mengoleskan antiseptik pada luka bakarmu.
Ayo.
Kau mau punya bekas luka seumur hidup?
Dengarkan ibumu.
Tutup pintunya.
Ah, dingin sekali!
Keringkan tubuhmu.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Ada sesuatu yang perlu kuketahui, Adia?
Apa? Apa maksudmu?
Kau menyembunyikan sesuatu dariku?
Tidak. Apa yang terjadi?
Kupikir kau tahu.
Aku baru saja terbakar. Itulah yang terjadi.
Cukup, kan?
- Kau tidur dengan seseorang? - Tidak.
Berhentilah berbohong. Aku bisa melihatnya di matamu.
Aku tidak berbohong. Kau tuli?
Kenapa ada kondom di kamarmu?
- Kau menggeledah kamarku? - Jawab pertanyaanku.
Aku bukan anak berusia 5 tahun. Kau tidak boleh menggeledah kamarku.
Aku menemukannya. Bisa kau menjelaskannya?
Kami membelinya bersama untuk bersenang-senang.
- Kita sepakat tak ada kebohongan. - Aku tidak berbohong.
- Aku pernah seusiamu, lho. - Nenek juga menggeledah kamarmu?
Kuharap aku bisa bicara dengan ibuku di usiamu.
Tapi dia tidak ada di sana.
Aku harus mencari tahu sendiri masalahnya.
Dan sulit untuk mengatakan siapa yang bermaksud baik.
- Aku khawatir padamu, sayang. - Jangan khawatirkan aku. Aku baik-baik saja.
Adia, kembali!
- Adia! - Aku lapar!
Mau makan? Aku memanggang makanan ringan.
Tidak apa-apa. Kita akan makan malam sebentar lagi.
Semuanya baik-baik saja?
Aku ada rapat di sekolah. Tidak akan lama lagi.
Kau mau aku mengantarmu?
Tidak, aku akan jalan kaki. Itu baik untukku.
Kau membawa ponsel?
Jangan khawatir. Aku tidak akan tersesat.
Jika kau seusiaku, kau tidak perlu menggosok gigi.
Kenapa?
- Kau akan kehilangan semuanya. - Jangan khawatir tentang gigiku.
Kuharap kau menghentikan kebiasaan bodoh ini di New York.
Bisa kita berhenti bicara tentang New York? Aku masih di sini, kan?
Dengarkan! Perempuan di Jepang...
Bisa kau membuatkan satu sandwich untukku?
- Makanlah sayur-sayuran. - Aku lebih suka roti lapis.
Kumohon.
Oke, oke...
Apa kabar kalian hari ini?
Berhenti mengunyah es itu atau aku tidak akan membuatnya.
Oke.
- Delphine! - Hai Brigitte!
- Apa kabar? - Semuanya baik-baik saja.
- Bagaimana di Correze? - Baik...
Tenang saja. Bagaimana keadaan Paris?
Sama seperti biasanya. Berlarian.
- Bagaimana dengan Coco? - Dia nakal.
Aku bisa mendengarnya. Bagaimana dengan kantornya?
Kacau. Jangan tanya.
Antoine bilang kau kesal.
Maksudmu apa yang kukatakan di pesta itu? Aku heran dia masih mengingatnya.
Rupanya dia mabuk berat.
Saat aku meninggalkan pesta, dia benar-benar mabuk.
Jadi... kau tidak menyaksikan sisa cerita malamnya.
- Siapa lagi yang ada di sana? - Coco!
Kemari!
Itu pesta yang sebenarnya. Setidaknya ada seratus orang.
Banyak orang, tapi aku tidak lama.
Dia baik-baik saja? Atau dia kacau?
Tidak, tidak. Jauh dari itu. Dia... Coco!
Tunggu sebentar.
Ada apa denganmu, Coco? Ini bahkan bukan musim kawin.
Duduk!
Ya, dia asyik mengobrol.
Jangan khawatir! Dia anak yang baik.
- Apa yang dia katakan? - Coco! Sini!
- Apa yang kau katakan? - Tidak ada apa-apa.
Aku hanya mau tahu...
Dia bisa menjadi sedikit blak-blakan... Kau tahu.
Tidak, dia bicara tentang topik yang biasa dia bicarakan,
filsafat, sastra Jepang. Aku pulang lebih cepat, tapi dia baik-baik saja.
Ngomong-ngomong, kapan kau datang ke Paris?
Dua hari lagi. Kita akan mengantar Aslan ke bandara.
Ya, tentu saja. Aku harus pergi sekarang.
Aku harus mengurus monster ini. Dia tidak mendengarkan siapa pun.
Tentu saja sayang. Aku akan meneleponmu saat kami kembali.
Ya, salam untuk anak-anak.
- Dan untuk si anak besar! - Tentu!
- Sampai jumpa? - Sampai jumpa, sayang!
Apa yang terjadi, Aslan?
Aku harusnya pergi esoknya.
Hari terakhir kami di Correze.
Keluargamu menentang perjalananmu?
Delphine satu-satunya yang menentang.
Dan ayahmu?
Itu idenya. Dia mau aku pergi.
Oh begitu. Kenapa?
Itu universitas terbaik untuk entomologi.
Orang tuamu pernah berdebat tentang hal ini
atau topik lain baru-baru ini?
- Aslan? - Aku tidak tahu.
Dengarkan aku.
Setiap detail kecil bisa membantu kami lebih memahami situasi.
Itulah sebabnya aku bertanya.
Sekarang
Apa ibumu bertemu teman atau rekannya akhir-akhir ini?
Dia selalu punya banyak kegiatan, ada orang yang ingin ditemuinya.
Dia selalu sibuk.
Adia dan aku menghabiskan lebih banyak waktu dengan Antoine.
Sudah berapa lama kau memelihara siput?
Apa ini? Aku tidak mau duduk di sini dan menjawab pertanyaanmu.
- Aku mau pergi. - Aku masih punya beberapa...
Tidak! Aku mau pergi.
Bagaimana kau bisa melakukan ini pada kami?
Baiklah, aku punya pertanyaan lain.
Jadi, tenanglah.
Kami butuh informasi rinci. Kami hanya menjalankan tugas.
Kami mencoba membantu. Kau mengerti?
Aku minta maaf. Aku tahu ini sulit.
Aku punya satu pertanyaan terakhir.
Tahukah orang tuamu, kalau salah satu siput itu beracun?
Rasanya jauh lebih enak dibandingkan minggu lalu.
- Kau mau? - Tidak, terima kasih.
- Bagaimana saladmu? - Enak sekali!
- Bagus! Sausnya! - Enak, kan?
Tapi ada bawang putihnya. Apa kata anak-anak?
Oh, banyak sekali yang bisa dipilih di sini!
Dia jahat sekali pada anak-anak di sini.
- Tidak semuanya. - Diam!
Kau banyak sekali bicara malam ini.
Bila kau diam, jangan katakan apa pun.
Kafka!
Kedengarannya seperti Kafka.
Hanif Kureishi?
Delphine Denicourt.
Oke! Aku akan mencuci tanganku.
Sama.
Maaf soal sebelumnya.
Aku seharusnya bersikap lebih baik.
- Maaf, Bu. - Tidak apa-apa.
Aku mau memberitahumu sebelumnya, tapi...
Aku tidak menemukan waktu yang tepat.
Kau ingat Adam?
Aku sudah bercerita tentang dia beberapa waktu lalu.
Aku menemuinya.
Berapa umurnya?
Dia seusia denganku. Kami sekelas.
Aku sudah bercerita padamu tentang dia.
Dia yang jago berenang.
Ya, aku ingat Adam.
Sudah berapa lama kau bertemu dengannya?
Aku sudah mengenalnya selama 3 tahun,
dan 2 bulan lalu... menjadi serius.
Serius?
Ya...
- Kau tahu. - Ayahmu tahu?
Apa kesepakatan kita, Adia?
Aku tahu.
- Transparansi. - Setiap saat.
Ya.
Jangan bersikap seolah-olah kau malu. Aku bisa melihat apa yang kau maksud.
Kau sangat jahat.
Aku seorang pengacara, aku memperhatikan hal-hal ini.
Pengacara yang sangat keras.
Kau seharusnya melihat dirimu di kamar mandi.
Kau jahat.
- Semuanya baik-baik saja? - Baik-baik saja. Terima kasih, Juana.
Ayo kita minum untuk ini.
Bawa dia pulang untuk menemui kami.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
"Aku belum pernah melihat orang secantik kau."
Aku tidak bisa berhenti tertawa. Serius?
Hati-hati. Ayahnya adalah klienku.
Ayolah. Dia baik.
- Itulah intinya... - Aku tidak mau pergi.
Aku sungguh tidak mau pergi.
Kenapa aku harus sendirian lagi?
Aku sudah muak dengan ini.
Asi, kita sudah membicarakan ini.
Aku tahu
aku membicarakannya lagi.
Aku tidak mau pergi.
Tapi!
Aku akan datang mengunjungimu segera.
Aku tidak akan pernah bisa punya keluarga.
Kami keluargamu, Asi.
Jangan menangis, Asi.
Aku selalu ada untukmu.
- Tenangkan dirimu. - Asi, hentikan!
Aslan!
Bisa kau membantu gaunku?
Bagaimana kalau wiski?
Apa kabarmu hari ini?
Ada apa denganku?
Kau cukup agresif.
Kalau begitu, tenangkan aku.
Apa itu?
Ayolah.
Sudah cukup sulit. Kita tidak seharusnya memperburuknya.
Kau bisa bersikap lebih lembut padanya.
Ini semua idemu. Aku tidak pernah menyukai ide New York.
Dia berusia 18 tahun, Delphine.
Dia perlu mengalami lebih dari kita.
Ingatkah kau berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk menyesuaikan diri dengan sekolah tata bahasa?
Dia membutuhkan ini.
- Dia terlalu bergantung pada kita. - Padamu.
Tidak.
Pada kita.
Dia lebih dekat denganmu.
Itu karena aku bekerja di rumah.
Aku bersama mereka setiap hari.
Sering sekali.
Kau tidak bisa mabuk dengan rekan kerjamu.
Sekarang giliranku.
Aku tidak pernah mabuk seperti itu sejak SMA.
Aku mau sekali melihat sisi SMA-mu.
Aku tidak yakin kau akan menghargainya.
Ingat malam di Sarajevo?
- Yang mana? - Ayolah.
Aku tidak bisa membayangkan bagaimana berakhir tanpamu.
Penulis Jerman itu... dia akan lebih bahagia jika aku tidak ada.
Siapa namanya? Gunther Splitz?
Ya Tuhan, ya.
- Ada yang menolongmu? - Kapan?
Malam hari bersama rekan kerjamu.
Aku tidak tahu. Tidak tahu sama sekali.
Malam itu tampak kabur.
Kau tidak ingat apa pun?
Kukira seseorang membantuku.
Kau ingat siapa?
Tidak terlalu.
Dia laki-laki atau perempuan?
Perempuan, menurutku.
Tapi aku tidak mengingatnya.
Tapi aku akan mengingatmu besok.
Berikan padaku.
Apa yang kau lakukan di sini?
Mengunyah es.
Tidak bisa tidur?
Kuharap aku bisa.
- Hari yang aneh, kan? - Apa?
Entahlah.
Delphine.
Kita harus memberitahunya.
Jangan mulai lagi.
Itu adil.
Setiap kali aku bicara dengannya
aku merasa tidak enak.
Aku tidak tahan lagi.
Itu akan menghancurkannya, Asi.
Kau seharusnya memikirkan ini dua tahun lalu.
Dua hari lagi, semuanya akan berakhir. Kau akan pergi.
- Kau merencanakan semuanya. - Tidak, aku tidak merencanakan ini.
- Kita melakukannya bersama-sama. - Itu keputusanmu.
Aslan pergi. Kita tetap di sini.
Semuanya normal. Keluarga bahagia.
Brilian, kan?
Bagaimana ini bisa jadi rencanaku?
Itu rencanamu, Antoine.
Rencana yang sangat nyaman.
Kau tahu betapa sakitnya saat kau pergi.
Sangat, sampai kalian bercinta sepanjang malam.
Aku pun mencintainya.
Itu hanya berbeda.
Sulit sekali.
Aku tidak bisa meninggalkanmu.
Hentikan.
Tolong hentikan.
Kumohon.
SABTU
Berengsek.
Berengsek!
Masalahnya adalah...
Aku tahu, aku tahu. Aku bermain untuk menang.
Tekuk lututmu.
Itu dia. Jangan kaku.
Ya!
Ayo! Lakukan untuk bersenang-senang.
Lemparkan dengan baik dan kau akan mendapatkan kejutan.
Jadi, kau sudah menyelesaikannya.
- Ya! - Bravo!
Apa kejutannya?
Kutunda penerbanganmu ke minggu depan.
Aku terlalu keras tadi malam. Maafkan aku, sayang.
- Serius? - Iya!
Satu minggu lagi bersama Asi.
Ada apa? Kau tidak senang?
Aku minta maaf soal tadi malam.
Jangan khawatir.
Aku terlalu keras padamu. Aku tahu itu sulit, sayangku.
- Kau mengganti tiketnya? - Ya! Sampai tanggal 7 September.
Tidak apa-apa. Masih ada waktu sampai kelasnya dimulai.
Sekarang, kau boleh datang ke pertandinganku!
Sekarang kita punya waktu, aku akan pergi ke desa.
Mau ikut, Adia?
Tidak, orang ini akan memberiku tato.
Berhati-hatilah dengan tato. Kau tidak mau menyesalinya nanti.
Pasti seru. Ada siput kecil di sini.
Ide bagus!
- Asi, ada yang bisa kuambilkan? - Tidak, terima kasih.
Tolong buatkan kue jahe.
Kue jahe untuk nona muda. Dan untukmu, tuan?
- Bisa aku bicara sebentar? - Ada apa?
- Kau berutang penjelasan padaku. - Apa yang kau bicarakan?
- Ada apa dengan perubahan di menit-menit terakhir? - Apa masalahnya?
- Kau bisa bertanya padaku. - Itu hanya dorongan hati.
Aku tahu kau tak akan keberatan. Benar?
- Tidak, bukan itu masalahnya... - Oke, aku tahu.
Aku seharusnya bertanya, tapi aku merasa bersalah setelah tadi malam.
Itu tiba-tiba saja. Aku baru saja melakukannya.
Jika aku bertanya, akan memakan waktu lebih lama, bla bla bla.
Baiklah.
Aku akan jalan-jalan di desa dan makan sesuatu.
Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan juga.
Aku tidur seperti bayi. Bagaimana denganmu?
Sama.
Ponselku...
- Kapan pertandinganmu? - Rabu.
Kenapa Delphine mengubah tiketku? Aku tidak mengerti.
Aku tidak tahu.
Dia sangat tidak terduga. Kupikir aku menirunya.
Kenapa kau menganggap semuanya tentang dirimu?
Maaf.
Hampir selesai.
Kau akan beli cacing untuk Lily setelah ini?
- Kau bercanda? - Tidak.
Kau mempersulit hidupmu sendiri.
Hentikan.
- Aku sedang bekerja. Kau tidak melihatnya? - Apa masalahmu?
Kau tidak bisa menaruh kakimu pada naskahku seperti ini!
- Kau tidak perlu berteriak. - Aku tidak berteriak!
Aku tidak mengerti kenapa kau selalu bertingkah seperti anak kecil.
Aku tahu ini sulit bagi semua saat ini, oke?
Tapi kau tidak perlu melampiaskannya padaku.
Terima kasih!
Kau benar.
Oke, tunjukkan.
- Kupikir kau tidak suka siput. - Aku berubah pikiran.
Dan untuk kerupuk es ini untuk membuat tato dengan benar.
Itu pasti siput.
Kelihatannya bagus sekali, Asi.
Kau juga mau?
Aku sudah punya.
Aku bisa membuat satu di dahimu.
Adia! Bisa kau memberi Lily cacing?
- Tokonya buka hari ini? - Ya. Aku akan pergi ke toko Chloe.
- Minta Delphine membelinya. - Tidak, aku akan pergi dan memamerkan tatoku.
Pamerkan tatomu.
Terima kasih. Selamat tinggal!
Delphine!
Kau lupa membayar.
Aku minta maaf.
- Terima kasih, selamat tinggal. - Selamat tinggal.
Kau masih mengerjakan buku itu?
Ya.
Kukira kau sudah menyelesaikannya.
Aku membuat beberapa perubahan sebelum dicetak.
- Bisa aku membacanya? - Ya.
- Tapi nanti. - Kapan?
Nanti... Segera.
Aku sedang berusaha berkonsentrasi. Bisa kau tinggalkan aku sendiri?
Kenapa kau kesal karena aku tinggal lebih lama?
Aku akan bicara dengan Delphine. Aku akan pergi sesuai rencana.
Jangan khawatir.
Asi!
- Kau menyadari apa yang terjadi? - Apa yang terjadi?
Delphine bertingkah sangat aneh.
Kenapa kita selalu bicara tentang Delphine?
Dan tidak pernah tentang Aslan?
- Bisa kau tinggalkan aku sendiri? - Aku akan segera pergi. Jangan khawatir.
Tidak.
Aku akan pergi.
Suatu hari... aku akan menemukan kata-kata yang tepat, dan semuanya akan mudah.
Dan semuanya akan menjadi lebih mudah.
Jack Kerouac.
Kenapa kau selalu harus mengoreksiku?
Kenapa kau harus selalu benar? Dan aku harus selalu salah?
Jika kau membiarkanku bicara, kau tahu apa yang akan kukatakan,
apa itu membuatmu takut.
Karena itu juga yang akan kau katakan.
Apa yang akan kukatakan?
Apa yang mau kau katakan?
Semua akan baik-baik saja, Asi.
Semuanya akan baik-baik saja.
Bisa seseorang menjelaskan ini?
Bicaralah!
Kau tidak mengerti apa yang sudah kau lakukan.
Aku akan menghancurkan hidupmu.
Kau monster.
Teganya kau melakukan ini pada anakku?
Kami saling mencintai.
Itu tidak seperti yang kau pikirkan, Delphine.
Aku jatuh cinta pada Antoine.
Dia tidak pernah memanipulasiku. Dia tidak pernah menyiksaku.
Aku bersumpah.
Kami saling mencintai.
Kita saling mencintai?
Minggirlah dari hadapanku.
Pergi!
Aku akan mengambil kuncinya.
Pergi cari Adia.
Naik kereta pertama ke Paris.
Lakukan sekarang juga.
Sekarang.
Ada riwayat percobaan bunuh diri dalam catatannya.
Apa penyebabnya?
Kami kehilangan anak kami...
beberapa minggu setelah dia lahir.
Dia pernah hamil lagi?
Tidak.
Kapan kau mengadopsi anakmu?
Dua tahun setelah itu, kami mengadopsi Adia.
Dan 7 tahun kemudian...
Aslan.
Ada hal yang kau perhatikan dalam beberapa hari terakhir,
yang bisa membantu kami memahami apa yang dilakukannya?
Detail kecil apa yang kau atau kedua anakmu lakukan di rumah?
Tidak.
- Ayo. - Apa yang terjadi?
- Kita akan ke Paris sekarang. - Apa?
Aku akan menjelaskannya nanti.
Aku tidak bisa pergi seperti ini. Apa yang terjadi?
- Dengarkan aku. Kita harus pergi. - Tunggu. Apa yang terjadi?
- Delphine melihat kita. - Apa?
- Apa katanya? - Bagaimana menurutmu?
Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja.
Dia mau berduaan dengannya.
Adia!
Aslan!
Adia, masuk ke mobil!
Kau juga!
- Di mana ayah? - Tidak!
- Masuk! - Tidak!
Tidak, tidak... Ini antara kau dan aku.
Tidak, ini semua orang.
- Adia tidak ada hubungannya dengan ini. - Bukan kau yang membuat keputusan.
- Masuk ke mobil! - Tapi aku tahu semuanya.
Aku sudah mengetahuinya sejak lama.
Dia melihat kita.
MINGGU
Aku tidak tahu kau gay.
Aku tidak gay.
Aku hanya tertarik pada Aslan.
Ini juga sangat membingungkanku.
Sudah berapa lama?
Dua tahun.
Mungkin sebaiknya kau tinggal bersamanya.
Aku tidak pernah berhenti mencintaimu, Delphine.
Kita tidak bisa terus seperti ini.
Kau menghancurkan semuanya.
Salah satu dari kita bertiga harus pergi.
Itulah sebabnya aku mencoba mengirim Aslan ke Amerika.
Aku jadi gila.
Aslan akan pergi besok.
Aku belum selesai denganmu.
Kita akan berpura-pura kita masih
keluarga.
Hanya untuk satu hari.
Sampai dia pergi.
Kuharap aku tak pernah bertemu denganmu.
Aslan, kau pergi besok.
Berkemaslah.
Hari ini cuacanya cerah.
Kita akan menikmatinya.
Kenakan pakaian renang kalian.
Kau sudah memakai krim tabir surya?
Tidak apa-apa, Bu.
Kau mau koktail?
Tidak, terima kasih.
Satu koktail tidak akan membunuhmu.
Aku merasa tidak enak badan.
Tidak apa-apa. Aku tidak akan menambahkan alkohol.
Koktail?
Satu koktail untuk Aslan.
Dan kau?
Satu untukmu.
Koktail akan segera datang.
Tiap DP Langsung Bonus 5% Main Di Sini Jamin Wede WinJos Pasti Win. Jos Wede-nya Kunjungi https://super.winjos.today
Diterjemahkan oleh Kuda Lumping 24 Februari 2025
Terima kasih!
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.